Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 20
Kalau semuanya tidak keberatan,
pilihlah aku.
Aku pasti
akan membuat POND
menjadi lebih baik.
Kun sudah menyampaikan pidatonya,
apakah ada komentar dari kalian berdua?
Di kamar dagang ini,
selain kita orang-orang tua ini,
Kun-lah yang paling berpengalaman.
Dengan kemampuan Kun,
pasti bisa menjalankan posisi ketua dengan baik.
Kun,
aku mendukungmu.
Paman Long.
Tentu saja.
Tentu saja, aku juga merasa
Kun sangatlah cocok.
Harapan kita semua.
Yi,
pergi
bukakan botol anggur yang aku simpan itu.
Hari ini hari berbahagia.
Kun,
aku berharap kau mengingat kata-katamu itu,
masa depan POND,
bergantung padamu.
Pasti.
Sini,
Kun,
Anggur ini,
adalah pemberianmu
saat aku terpilih kembali menjadi ketua,
apakah kau masih ingat?
Sudah selama ini,
Anda masih menyimpannya.
Tentu saja.
Paman De,
kau salah ingat,
anggur ini jelas-jelas Hai yang memberikannya padamu.
Oh ya?
Tentu saja,
saat itu aku mau meminumnya,
Paman De tidak memperbolehkannya.
Sudah tua...
lihatlah ingatanku ini...
benar-benar sudah harus pulang menikmati hidup.
Ayo,
hari ini kita bersulang.
Ayo, ayo, ayo.
Bibi Xiao'ai,
Ibu dan Kakak pergi ke mana?
Mereka sudah pergi ke atas langit,
dan menjadi bintang yang indah
yang terus memerhatikanmu dari atas sana.
Melihatmu perlahan tumbuh besar.
Apakah mereka bisa mendengarku?
Tentu saja bisa mendengarmu.
Ibu, Kakak,
Yoki merindukan kalian,
kalian kapan pulang bermain dengan Yoki?
Yoki,
Bibi Xiao'ai
membacakanmu sebuah cerita, ya?
Semua cerita di buku ini sudah pernah kudengar.
Kalau begitu Bibi ceritakan cerita yang baru.
Oke.
Dulu, ada seorang gadis kecil,
dari kecil, dia tidak tahu siapa ayah dan ibunya,
dia selalu diejek teman-temannya,
dia juga tidak mengerti melawan.
Sampai suatu saat,
dia benar-benar sudah tidak tahan lagi,
jadi dia menyerang balik.
Sejak saat itu,
tidak ada teman yang berani mengejeknya lagi.
Lalu, gadis kecil ini tumbuh dewasa,
melakukan banyak pekerjaan.
Pernah menyebarkan brosur,
diremehkan banyak orang,
menjadi pelayan di restoran,
mengalami banyak sekali kesulitan.
Tapi, dia tidak menyerah,
dia terus berjuang,
sampai akhirnya,
dia membuka sebuah salon
yang diberi nama Salon Sunshine.
Sudah tertidur?
Dia benar-benar sangat kasihan.
Sekecil ini,
sudah kehilangan keluarganya.
Sudah merepotkanmu.
Jangan begitu sungkan.
Apakah akhir-akhir ini kau melihat Ji Zai?
Dengar-dengar setelah dia keluar dari penjara, setiap hari minum di rumahnya.
Aku akan melihatnya.
♪ Apakah kau masih menunggu diriku ♪
♪ Menggandeng tanganku dan memanggil namaku ♪
♪ Suatu hari kau akan mengerti ♪
♪ Sulit untuk memulai kembali ♪
Kak Kun.
Ji Zai.
Kita terima atau tidak...
pada akhirnya harus berlalu.
Aku tahu kau pasti lebih sedih dari diriku,
aku temani minum beberapa gelas.
Masih ingat botol anggur ini?
Ini adalah botol pemberian Kak Hai padamu,
saat Paman De terpilih kembali menjadi ketua.
Saat itu anggur ini sangat sulit didapatkan,
Kak Hai membeli satu kotak,
total enam botol,
saat pengiriman pecah tiga botol.
Salah satunya diberikan pada Paman De,
lalu satu botol diminum saat Kak Hai berulang tahun.
Kun,
anggur ini,
adalah pemberianmu saat aku terpilih kembali menjadi ketua.
Paman De,
kau salah ingat,
anggur ini jelas-jelas Hai yang memberikannya padamu.
Sudah tua... lihatlah ingatanku ini...
Ji Zai.
Saat itu Hai memberikan anggur ini
pada Paman De.
Apa yang aku berikan?
Kau memberikan Paman De sebuah cincin giok, Paman De sangat menyukainya.
Dia terus memakainya.
Kak Kun.
Ada apa?
Aku ketahuan.
Apa yang terjadi?
Dulu kau memberikan dia sebuah cincin,
dia memakainya saat menuangkan anggur padaku,
berkata kalau anggur itu, adalah pemberianku.
Kalau sesuai yang kau katakan,
kau sudah ketahuan,
kenapa dia tidak membongkar kedokmu?
Si Pan Qiwen ini terlibat semua hal ini dengan sangat pasif,
dia sama sekali tidak ada hubungan dengan POND,
dia hanya berpura-pura menjadi Songkun, demi mengembalikan identitasnya.
Jadi, kita sangat bisa memperjuangkannya.
Tidak terburu-buru.
Sekarang kita masih tidak bisa langsung menangkap Leo palsu.
Jika menangkapnya,
identitas asli Pan Qiwen akan langsung terbongkar.
Keadaannya akan menjadi sangat berbahaya.
Benar.
Sekali terbongkar,
bukan hanya keselamatannya terancam,
rencana kita...
juga akan sia-sia.
Semuanya,
ketua baru berhubungan erat dengan masa depan kamar dagang,
setelah diskusi dari anggota inti kamar dagang kita,
kami sepakat memilih...
Songkun sebagai ketua baru.
Satu-satunya kandidat kita.
Apakah ada yang keberatan?
Karena semuanya tidak keberatan,
maka ketua baru...
Ada sesuatu
yang ingin aku beritahukan pada semuanya,
sesuatu yang sangat penting.
Paman De,
aku juga ada sesuatu,
yang ingin kuberitahukan pada Anda.
Hal yang sangat penting.
Kita bicara empat mata saja.
Semuanya,
kita istirahat sebentar.
Aku bukan Songkun.
Jangan berakting lagi,
Anda sudah tahu dari awal.
Sidik jari yang membunuh Hai sama dengan yang membunuh Hu.
Tapi bukan sidik jarimu.
Apakah kau tidak merasa aneh?
Tidak aneh,
memang bukan aku yang membunuhnya.
Tentu saja bukan kau yang membunuhnya,
karena kau bukan Songkun.
Tidak penasaran siapa Songkun yang sebenarnya?
Pentingkah?
Sekarang siapa yang memiliki muka Songkun, dialah Songkun.
Dengan aku membunuhmu,
Songkun akan menghilang dari dunia ini.
Bagaimanapun Anda tidak akan melepaskanku.
Betul.
Aku ini dimanfaatkan seseorang,
aku dipaksa datang ke Kota Jia.
Kalau tidak salah ingat,
Istri dan anakmu ada di Kota Luwu.
Paman De,
aku tahu
bagaimanapun juga
kau akan membuatku menghilang dari dunia ini.
Aku mohon kepada Anda.
Aku mati,
tapi lepaskan keluargaku.
Aku memohon pada Anda.
Aku berjanji padamu.
Sebelum mati,
apakah aku boleh bertanya satu hal terakhir pada Anda?
Katakanlah.
Bagaimana kau bisa tahu aku ini palsu?
Karena
sidik jari pada pisau yang membunuh Hai, pasti milik Songkun.
Karena aku yang menggunakan pisau itu untuk membunuh Hai.
Setelah ini, POND akan bergantung padamu.
Tenang saja, Ayah Angkat.
Setelah ini apa yang Anda katakan,
akan aku lakukan.
Ikannya tidak terpancing-pancing, ya.
Sejak kapan Anda jadi begitu tidak sabaran.
Sudah tua,
kesabaranku jadi berkurang.
Ke depannya, kalau
Anda ada waktu, sering-seringlah datang memancing.
Bisa menjaga kesehatan.
Betul yang kau katakan.
Bukankah Hai anak angkatmu?
Apakah kau tahu
seberapa besar pengorbananku untuk POND?
POND bisa seperti hari ini, itu dengan pertaruhan nyawaku.
Mana mungkin aku rela menyerahkannya pada orang lain,
apalagi mereka semua itu tidak layak.
Ternyata, segalanya...
demi posisi ketua Kamar Dagang POND.
Saat itu, Hai,
sangat bersinar di POND,
kalau aku tidak membunuhnya,
dia akan segera meneruskan posisi ketua.
Karena sidik jari pada pisau itu adalah milik Songkun,
maka polisi menjadikan Songkun sebagai pelaku pembunuhan.
Dengan begini, sekali tepuk dua lalat.
Terima kasih, Paman De.
Sampai jumpa.
Anak yang penurut.
Paman De.
Kak Kun!
Ada apa ini?
Ditinggalkan oleh istri dan anaknya,
dia juga tidak ingin hidup lagi.
Kak Kun.
Polisi!
Apa yang terjadi pada Songkun?
Istri dan anaknya sudah tiada,
dia juga tidak ingin hidup lagi, jadi bunuh diri.
Aku baru saja mau melapor.
Kalian ada urusan apa di sini?
Kau diduga membunuh Hai,
mohon ikut kami ke kantor polisi untuk pemeriksaan.
Paman De membunuh Hai?
Yang benar saja?
Hai adalah anak angkat Paman De.
(Karena aku menggunakan pisau itu untuk membunuh Hai.)
(Bukankah Hai anak angkatmu?)
(Saat itu, Hai, sangat bersinar di POND,)
(kalau aku tidak membunuhnya,)
(dia akan segera meneruskan posisi ketua.)
(Karena sidik jari pada pisau itu adalah milik Songkun,)
(maka polisi menjadikan Songkun sebagai pelaku pembunuhan.)
(Dengan begini, sekali tepuk dua lalat.)
(Ternyata, segalanya...)
(demi posisi ketua Kamar Dagang POND.)
(Apakah kau tahu)
(seberapa besar pengorbananku untuk POND?)
(POND bisa seperti hari ini, itu dengan pertaruhan nyawaku.)
(Mana mungkin aku rela menyerahkannya pada orang lain,)
(apalagi mereka semua itu tidak layak.)
Paman De.
Kau belum mati?
Rapat pemilihan besok,
dia akan membongkar identitasmu di depan semua orang,
dan juga akan menutup mulutmu.
Apakah kau masih percaya padaku?
Bertaruhlah!
Ini...
disebut peluru reaksi elektrik.
Yang ada di dalam pistol adalah peluru cangkang kosong.
Terima kasih, Paman De.
Langkah yang bagus.
Masih ada yang mau dikatakan?
Tidak ada lagi.
Aku ikut dengan kalian.
Paman De.
(Kantor Polisi Kota Jia, Negara M)
Sudah sampai tahap ini,
aku sarankan kau menjelaskan yang sebenarnya.
Menjelaskan apa lagi?
Tentang Hai,
bukankah kalian sudah memiliki bukti?
Aku tinggal tunggu keputusan hakim saja.
POND memiliki sebuah hard disk,
di dalamnya tercatat seluruh bisnis ilegal
yang dilakukan POND selama beberapa tahun ini.
Kau harus hati-hati kalau bicara.
POND menjalankan bisnis legal, tidak pernah melanggar hukum.
Kalian berkata kami melanggar hukum,
apakah kalian pernah melihat hard disk itu?
Sikap apa ini!
Aku sarankan pikirkan baik-baik lagi.
Kalau kau menjelaskan kebenarannya,
pengadilan akan mengeluarkan kebijaksanaan mengurangi hukumanmu.
Aku sudah tua,
sudah harus pensiun dan menikmati hari-hari.
Sekalian bertanya sedikit,
apakah kasur di sel tahanan keras?
Pinggangku bermasalah, mohon pengertiannya.
Tidak bisa tidur di kasur empuk.
Menurutmu Paman De bisa menyembunyikan hard disk-nya di mana?
Kak Kun.
Apakah barusan kau dengar?
Ada suara "prak".
Tidak,
yang aku dengar suara "krak".
Cari.
Kak Kun,
barang ini harus kau jaga dengan baik.
Di dalamnya adalah seluruh catatan transaksi kamar dagang kita akhir-akhir ini.
Kalau ini sampai jatuh ke tangan polisi,
kamar dagang akan habis.
Songkun!
Kau datang menengokku?
Cincin yang kuberikan...
kau tidak memakainya?
Peraturan di sini tidak boleh memakainya.
Aku meremehkan Songkun itu.
Awalnya,
ingin menggantikan Songkun bertanya kepadamu.
Dulu kau memperlakukan Hai seperti anak kandung sendiri,
kenapa kau membunuhnya?
Apakah kekuasaan sepenting itu?
Menukar wajah dapat mengubah penampilan seseorang,
tapi kekuasaan dapat mengubah hati seseorang.
Tunggu Songkun itu menjadi ketua, dia akan mengerti.
Tapi aku tidak tahu sekarang dia
apakah masih mau menjadi ketua ini.
Terjadi begitu banyak hal,
keluarganya juga sudah mati.
Mungkin saja dia mau membawa anak gadis kecilnya pergi terbang jauh.
Kalau Songkun tidak menjadi ketua,
setiap orang yang ingin mengukuhkan posisi ketua,
pertama-tama akan membunuh Songkun.
Kau tenang saja,
Songkun pasti akan menjabat posisi ketua ini,
karena itu adalah langkah pertamanya membalas dendam.
Membalas dendam?
Istri dan anak Songkun meninggal,
pelakunya bukan hanya Hu,
juga ada POND yang kau dirikan dengan tanganmu sendiri.
Dia mau memberikan hard disk itu pada polisi?
Mana mungkin dia rela?
Kau... hiduplah dengan baik di penjara,
Songkun akan membuatmu melihat,
bagaimana dia selangkah demi selangkah menghancurkan POND-mu.
(Rumah Sakit Jimin)
Sudah siuman?
Mana Pan?
Siapa?
Aku kira aku tidak akan bisa melihatmu lagi.
Bagaimana mungkin?
Kalau pelurunya menyamping sedikit,
baru akan sulit dikatakan.
Terima kasih.
Sekarang aku sangat jelek, ya?
Sembarangan.
Mana mungkin.
Aku ingin minum.
Pacarmu sangat baik padamu,
saat kau tidak sadarkan diri, dia terus berjaga di sini.
Aku keluar dulu, ada apa-apa panggil aku.
Minum.
Kau tidak perlu tertekan.
Mungkin jika orang lain,
aku juga akan mengadang untuknya.
Siapa suruh dunia ini,
ada nona sebaik diriku ini.
Jangan terbebani,
itu kemauanku sendiri.
Aku carikan gelas.
Paman Bai,
arakmu ini palsu, ya?
Ini wiski bagus, bagaimana bisa jadi palsu?
Aku minum seperti air putih.
Maksudmu ini terlihat seperti arak, tapi sebenarnya air?
Mirip seperti arak,
tapi bukan arak.
Bukan arak lalu apa?
Sudahlah,
jangan bicara yang tidak ada gunanya.
Songkun itu adalah Songkun palsu,
kau sudah tahu, kan?
Paman De menyuruh orang memberitahuku.
Dia juga sudah memberitahuku.
Sekarang harus bagaimana?
Tujuan Paman De mengirim pesan,
sangat jelas ingin kita menghadapi Songkun palsu itu.
Tapi sekarang dia adalah ketua kamar dagang,
kekuasaan ada di tangannya.
Kita bongkar kalau dia itu palsu?
Apakah akan ada yang percaya?
Kapan kau jadi pintar?
Yang kau katakan benar,
kita tidak tahu jelas asal usul orang palsu itu,
tapi melihat caranya hari itu,
kemungkinan besar adalah orang kepolisian.
Dia adalah mata-mata?
Ini belum tentu,
tapi latar belakangnya pasti tidak biasa.
Kita tidak boleh bergerak gegabah,
Paman Long.
Tunggu kita memahami asal-usulnya,
baru bergerak juga tidak terlambat.
Kau ini...
lebih pintar dari kancil,
aku ikuti kemauanmu.
Kak Kun,
di luar ada orang buta mencarimu.
Orang buta?
Kalau tidak salah bernama Wu Shijiu,
Yang menguasai teknik ini bisa dihitung dengan jari.
Selain Profesor Yang dan Gu,
tidak ada yang bisa lagi.
Masih ada seorang lagi,
Wu Shijiu,
Saat itu, penelitian kekurangan satu orang,
Profesor Yang memanggil anaknya masuk.
Yang sudah mati?
Cepat persilakan masuk.
Kak Jiu.
Tuan Songkun.
Kenapa Anda datang?
Ji Zai, buatkan teh.
Silakan duduk.
Terima kasih.
Kak Jiu.
Tuan Songkun.
Hari ini aku datang, ingin mendiskusikan sesuatu dengan Anda.
Silakan.
Kalau begitu aku langsung saja.
Sudah ada orang yang berhasil melakukan operasi bedah plastik pada Anda.
Sebenarnya,
akulah penemu dari teknik ini,
tanpa diriku,
Profesor Yang dan Gu,
tidak mungkin bisa berhasil.
Hanya karena dulu terjadi hal tak diduga,
menghambat penelitian,
menjadikan keberuntungan bagi mereka untuk mencuri start.
Apa yang Kak Jiu ingin katakan, katakan saja.
Sebelum ke Amerika,
aku menyalin satu set data teknik bedah plastik,
tapi itu tidak cukup lengkap.
Seperti buku panduan
yang kekurangan beberapa lembar terakhir.
Aku ingin bekerja sama dengan Anda,
tolong selesaikan buku itu.
Tuan Songkun?
Maaf Kak Jiu,
aku tidak bisa menyetujuimu.
Kenapa?
Kalau kita berhasil,
pasti akan menghasilkan banyak uang.
Nanti kita bagi dua.
Bukan masalah uang.
Lalu kenapa?
Karena aku adalah korban dari teknik ini.
Wajahku berhasil ditukar,
membuatku merasakan berbagai pengalaman...
yang tidak mau sampai orang lain merasakannya juga.
Merasakan penderitaanku.
Tuan Songkun,
ini adalah ilmu ilmiah,
bagaiman bisa jadi penderitaan?
Ilmu...
jika tidak ada batas,
hasilnya adalah penderitaan.
Tuan Songkun.
Ji Zai,
antarkan tamu.
Cepat sekali.
Anda pelan-pelan sedikit.
Maaf mengganggu.
Siapa?
♪ Tidak ada yang peduli denganku ♪
♪ Diriku dalam cermin juga telah hilang ♪
♪ Sebelum aku bersiap ♪
♪ Aku harus mencari sedikit keberanian ♪
♪ Entah bagaimana akhirnya yang kutemukan ♪
♪ Adalah diriku yang lain ♪
♪ Katakan di mana aku sekarang ♪
♪ Katakan mengapa aku begitu cemas ♪
♪ Katakan bagaimana tampangku sekarang ♪
♪ Kau bilang beginilah dunia ♪
♪ Memilih bingung dan putus asa ♪
♪ Atau harapan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.