Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 15
Aku tidak tahu
kenapa kau mau berpura-pura jadi Songkun,
aku juga tidak mau tahu.
Tapi aku tahu,
jika,
kau ingin terus berpura-pura,
kau harus menutup mulutku.
Aku mau uang,
aku mau uang yang banyak.
Bagaimana jika aku menolak memberikannya?
Sebelum datang,
aku sudah menulis sebuah surat di email,
dikirim massal.
Jika aku tidak bisa pulang,
begitu waktunya tiba,
email itu akan terkirim ke semua orang POND.
Kalau begitu uang ini,
mau tidak mau harus aku berikan.
Baiklah,
kuberikan.
Kuberikan dua kali lipat.
Tapi aku punya satu syarat,
aku mau foto Songkun setelah menukar wajahnya.
Fotonya setelah menukar wajah
tidak bisa kutemukan lagi.
Tidak ada foto,
maka tidak ada uang.
Tapi aku ingat dengan sangat jelas,
rupanya setelah menukar wajahnya.
Kak Kun,
ahli sketsanya sudah datang.
Ji Zai.
Kemari.
Kunci pintunya.
Hari ini tidak dibuka untuk orang luar.
Kau juga pulanglah.
Baik.
Ayo mulai.
Semoga kerja sama kita menyenangkan.
Bentuk wajah orang itu
mirip denganku,
bentuk wajah memanjang,
tapi sedikit lebih pendek.
Matanya mirip denganku,
tapi alisnya
lebih tebal dan panjang dari milikku.
(Halo.)
(Waktu itu,)
(perantara yang mencarikan Songkun orang untuk menukar wajah)
(ada di tempatku.)
(Dia tahu seperti apa rupa Songkun sekarang.)
(Aku telah mencari seorang ahli sketsa,)
(yang sedang menggambar Songkun menurut deskripsinya.)
(Tunggu saja hasilnya.)
Tidak apa-apa, lanjutkan.
Benar.
Di bagian bawah mata ada kantung mata tipis.
Hidungnya dibandingkan denganku, lebih besar
dan lebih mancung.
Pipi sekitar rahang
sedikit lebih bulat dan penuh.
Waktunya makan.
Kau sudah menatap gambar ini selama tiga jam.
Tidak kenal ya tidak kenal.
Walaupun kau menatapnya selama sepuluh jam,
kau juga tidak akan kenal.
Tapi kenapa saat melihatnya, aku selalu merasa...
sangat familier.
Mau sefamilier apa pun, pada akhirnya tetap tidak kenal.
Aku pergi mencari Li Yao dulu.
Lihat apa yang dia temukan.
Pergilah setelah makan.
Makanlah dulu.
Nanti makanannya akan dingin!
Bagaimana?
Aku telah memeriksa melalui sistem internal kantor polisi.
Tidak menemukan apa pun.
Tapi aku menemukan tentang Zhong.
Sudah lama memakai narkoba, melakukan penipuan, meminjam dari lintah darat.
Berkasnya sudah bisa dijilid menjadi buku.
Orang yang otaknya hampir rusak karena narkoba ini,
kau juga berani percaya.
Apa?
Jangan khawatir,
aku akan terus memeriksa.
Jika ada informasi baru, aku akan memberitahumu.
Lauknya sudah dihangatkan.
Menurutmu kenapa dia berbohong padaku?
Karena kau gampang dibohongi.
Itu tidak masuk akal.
Aku sudah...
Menurutmu apakah aku harus mencarinya kembali,
lalu bertanya lagi padanya?
Apa gunanya kau mencari dia?
Kau tidak bisa apa-apa dengan orang putus asa seperti itu.
Bisa jadi kau malah akan membuat dirimu sendiri terekspos.
Pemikiran orang baik dan jahat...
selalu berbeda.
Kalau orang jahat juga punya rasa empati,
bisa jujur dan dipercaya,
maka tidak akan disebut orang jahat,
benar, kan?
Tapi orang jahat dan orang baik memiliki sebuah kesamaan.
Sama-sama harus makan.
Cepatlah makan.
Mengapa hidangan ini terlihat seperti belum disentuh?
Kalian berdua belum makan, ya?
Jie sudah makan,
aku belum.
Aku ingin makan bersamamu.
Makanlah.
Kelak kau harus berhati-hati saat berjalan,
jangan menabrak sana-sini terus,
Ibu akan merasa sedih.
Apakah ini putri Pan?
Ke... kenapa kau sudah keluar?
Jangan khawatir,
aku tidak kabur dari penjara.
Masa hukumanku sudah berakhir,
jadi mereka melepaskanku.
Apakah kau mengenal seseorang bernama Li Yao?
Ada seorang detektif swasta bernama Li Yao
yang bersamanya.
Jika aku menemukan detektif itu,
maka bisa menemukannya.
Kenapa?
Apanya yang kenapa?
Kau tidak ingin menemukan Pan Qiwen lagi?
Di mana dia?
Dia pergi ke Kota Jia dengan pria bernama Li Yao.
Jika kau menemukan Li Yao, maka kau dapat menemukan Pan Qiwen.
Siapa yang memberitahumu?
Ini bukan urusanmu.
Kenapa sebelumnya kau tidak memberitahuku?
Setelah dipikir-pikir,
aku tetap ingin membantumu.
Aku ingin membantu menyatukan kembali kalian sekeluarga.
Sayang, sudah rindu pada Ayah, kan?
Ayo, jangan takut. Anak baik, jangan takut.
Baik, terima kasih.
Aku akan membawa anakku pulang dulu.
Terima kasih.
Sayang, masuklah dulu dan kerjakan pekerjaan rumahmu.
Ibu harus menelepon.
(Kontak)
(Li Yao)
(Sedang menelepon Li Yao)
(Li Yao)
Apakah kau mengenal orang ini?
Pan Qiwen?
Apakah kau istri Pan?
Bagaimana kau bisa tahu?
Dia pernah menunjukkan fotomu dan putrimu.
(Dia pergi ke Kota Jia dengan pria bernama Li Yao ini.)
(Jika kau menemukan Li Yao, maka kau dapat menemukan Pan Qiwen.)
Sayang,
Ibu harus keluar untuk melakukan sesuatu.
Beberapa hari ini, kau tinggal dulu di TK.
Ibu akan segera menjemputmu setelah Ibu kembali.
Ibu,
apakah kau mau pergi mencari Ayah?
Ibu ingin memastikan
apakah orang itu Ayah atau bukan.
Jika dia benar-benar Ayah,
Ibu ingin bertanya padanya
apa yang sebenarnya terjadi
dan kapan dia bisa kembali,
oke?
Baik.
Sudah, ayo pergi.
Sini.
Kalau begitu maaf merepotkanmu, Guru Liu.
Aku akan segera menjemputnya setelah kembali.
Jangan khawatir.
Sayang,
kalau begitu Ibu pergi dulu.
Aku ingin pergi bersama Ibu.
Bukankah kita sudah sepakat di rumah?
Patuh ya.
(Li Yao)
(Kantor Polisi Kota Jia, Negara M)
Permisi, apakah Anda kenal detektif Li Yao?
Aku tidak terlalu kenal,
pergilah ke kantor lantai atas untuk bertanya.
Terima kasih.
Sama-sama.
Kau adalah teman sekelas Li Yao?
Halo, aku Andy.
Kita pernah bertemu di Kota Luwu.
Aku ingat.
Mengapa kau datang kemari?
Aku datang untuk mencari Li Yao,
apakah dia ada di sini?
Tidak ada.
Kau telpon saja dia.
Aku sudah meneleponnya,
tapi dia selalu tidak mengangkat.
Apakah terjadi sesuatu dengannya?
Tidak.
Coba aku membantumu menelpon.
Halo.
Li Yao.
Teman sekelasmu, Chen Wan, sengaja datang mencarimu dari Kota Luwu.
Mengapa kau tidak menjawab teleponnya?
Benar.
Chen Wan.
Baik.
Baik.
Ayo,
tunggulah di kantor, dia akan segera kemari.
Cepat juga kau datang.
Aku datang karena ingin bertanya padamu.
Ayo bicara di luar.
(Kantor Polisi)
Terima kasih.
Sama-sama.
Mengapa kau tidak menjawab semua panggilan dariku?
Apakah kau sudah menangkap Songkun?
Apakah kau sangat ingin membuatku pergi?
Aku sudah datang kemari,
tolong jangan cari cara lagi untuk membuatku pergi.
Chen Wan...
Aku sudah tahu.
Kaulah
yang membawa Pan datang ke Kota Jia.
Aku tidak peduli kalian punya konspirasi apa,
bawa aku menemuinya.
Baik.
Aku akan membawamu menemuinya.
Aku akan membawamu menemuinya.
Ayah, Ayah.
Ayah.
Cium dulu.
Dakwaan terhadap Songkun telah dihapus.
Itu adalah putri bungsunya,
bernama Yoki.
Dia juga memiliki seorang putri sulung,
bernama Niki.
Apakah menurutmu orang ini
adalah suamimu?
Chen Wan,
Xinxin baru kehilangan ayahnya.
Dia sangat membutuhkanmu sekarang.
Pulanglah.
(Taman Kanak-Kanak Pelangi)
Beritahu aku setelah kau sampai.
Beritahu Xinxin,
aku akan mengunjunginya jika aku punya waktu.
Terima kasih.
Hati-hati di jalan.
Aku pergi dulu.
(Bandara)
(Penerbangan Domestik)
Jadi maksudmu,
yang menjebak kita hari itu Songkun?
Benar.
Dia menyuruh Wang Xiao'ai
memancingku ke kamar hotel.
Tidak kusangka kau berada di dalam.
Lalu dia juga mengambil foto dan mengancamku,
merebut bisnisku.
Ini jelas-jelas sudah direncanakan.
Nyonya Lao,
kau juga dimanfaatkan oleh mereka.
Siapa itu Wang Xiao'ai?
Wang Xiao'ai...
Sejak Songkun kembali kali ini,
dia terus bersama dengan wanita ini.
Kemungkinan besar,
pacarnya saat dia melarikan diri.
Tapi Wang Xiao'ai ini tidaklah biasa.
Dia berani melakukan apa pun untuk Songkun.
Nyonya Lao,
Anda mau ke mana?
Mencari Songkun.
Nona, aku ingin bertanya di mana kantor Songkun.
Aku ada urusan mendesak mencarinya.
Anda tidak boleh masuk jika tidak membuat janji.
Bisakah kau membantuku mencari cara?
Bantu aku menghubunginya,
bilang saja ada seorang teman lama yang datang mencarinya.
Wang Xiao'ai.
Mengapa kau ada di sini?
Mengapa kau ada di sini?
Aku datang mencari Pan.
Di sini tidak terlalu cocok untuk berbicara,
ayo kita ganti tempat.
Kau sebenarnya mau membawaku ke mana?
Biar aku mengambilkannya untukmu.
Wang Xiao'ai.
Ikut denganku.
Mau ke mana sebenarnya? Cukup.
Wang Xiao'ai,
kau mengenal Pan,
benar, kan?
Mengapa kau berbohong kepadaku sebelumnya?
Aku juga tidak punya pilihan.
Situasi Pan sekarang sangat rumit.
Aku khawatir jika kau tahu malah akan memengaruhinya.
Apa hubunganmu dengannya?
Mengapa kau bisa tahu sebanyak itu?
Aku orang pertama yang percaya bahwa wajahnya ditukar.
Dia sangat memercayaiku.
Aku tetap di sini,
juga untuk membantunya menemukan orang yang menukar wajahnya.
Agar dia bisa kembali ke kehidupan sebelumnya.
Jadi...
Songkun...
adalah Pan,
benar, kan?
Benar, tidak?
Benar.
Sementara Songkun yang asli
adalah pelaku yang menukar wajah Pan.
Pan berpura-pura menjadi dirinya di kamar dagang,
juga demi memancingnya keluar.
Di mana Pan?
Aku mau bertemu dengannya.
Aku harap dia bisa
menjelaskan masalah ini denganku.
Kau tidak bisa bertemu dengannya sekarang.
Seandainya jika ada orang yang tahu dia itu palsu,
tidak hanya dia yang berada dalam bahaya,
juga akan berdampak pada kau dan anakmu,
tahu tidak?
Aku hanya ingin menemuinya sekali, apakah tidak boleh?
Tidak bisa, kau...
Aku hanya ingin bertemu dengannya sekali.
Selama dia memberitahuku sendiri
kalau dia adalah Pan Qiwen,
aku akan segera pergi.
Anggap saja aku mohon padamu!
Pan sebenarnya sudah mati atau masih hidup,
siapa sebenarnya Songkun,
semua pertanyaan ini terngiang-ngiang di benakku setiap hari,
aku sudah hampir gila karena ini!
Aku benar-benar tidak tahan lagi!
Wang Xiao'ai,
anggap aku mohon padamu,
biarkan aku menemuinya sekali.
Atau biarkan dia bilang padaku kalau dia Pan Qiwen,
agar aku bisa pulang dengan tenang dan menunggunya.
Aku mohon padamu.
Aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu sekarang,
aku juga...
Aku mohon jangan mencari alasan lagi untukku.
Aku mohon kau jangan berbohong lagi padaku.
Biarkan aku menemuinya sekali!
Sekali saja.
Bahkan walau cuma melihatnya sekilas,
cuma melihatnya sekilas...
bisa tidak?
Bisa tidak?
Begini saja,
di depan ada sebuah hotel bintang lima,
kita akan memesan kamar di sana,
kau tunggu dia di sana.
Aku cari kesempatan untuk membuatnya bertemu denganmu.
Terima kasih.
Terima kasih.
Cepat pergi!
Masuk.
Tuan Lao,
ada sebuah berkas untuk Anda.
Siapa yang mengirimkannya?
Paman Bai menyuruh orang mengirimkannya.
Ini...
apakah kau sudah melihatnya?
Apakah kau sudah melihatnya?
Belum.
Aku tunjukkan padamu.
Aku tunjukkan padamu.
Lihat.
Awalnya aku menyuruh Songkun
menyelidiki siapa yang tidur dengan istriku.
Ternyata itu dia sendiri.
Songkun...
Tuan Lao, Anda jangan marah.
Lihat,
kalau dia sudah meniduri istriku,
apakah kau juga sudah meniduri istriku?
Tidak.
Tuan Lao, tentu saja aku tidak melakukannya.
Benarkah, tidak?
Tidak, Tuan Lao.
Lalu apa kau ingin? Kau menginginkannya, kan?
Aku bahkan tidak pernah memikirkannya, Tuan Lao.
Tuan Lao, Anda coba pikirkan...
Kenapa? Apakah istriku tidak cantik?
Cantik.
Tidak cantik?
Nyonya Lao sangat cantik.
Kau tidak ingin?
Aku sungguh tidak pernah memikirkannya, Tuan Lao.
Benarkah?
Tuan Lao...
Aku akan meneleponnya,
mengajaknya
ke Bar Banana.
Kau suruh orang ke sana,
bawa orang-orang.
Pergi!
Kak Kun.
Tuan Lao ingin bertemu denganku
di Bar Banana.
Menyuruhku pergi seorang diri.
Seorang diri?
Apa yang terjadi?
Tuan Lao sudah tahu tentang kau dan Songkun.
Bagaimana dia bisa tahu?
Paman Bai diam-diam memotret foto kalian berdua,
lalu menyerahkannya ke Tuan Lao.
Dia sudah bersiap-siap untuk menindak Songkun.
Mungkin setelah selesai berurusan dengan Songkun,
target selanjutnya adalah kau.
Tuan Lao,
semua orang sudah hadir.
Tuan Lao,
orang ini
nanti akan fokus untuk memukul bagian bawahnya.
Aku juga bisa.
Kalian semua dengarkan baik-baik!
Nanti,
pukul bagian kepalanya,
mengerti?
Mengerti!
Bersiap!
Pan Qiwen!
Dasar tak tahu berterima kasih!
Apa yang terjadi?
Aku akan pergi lihat.
Aku...
Pan, dasar orang tak tahu berterima kasih!
Bagaimana aku tak tahu berterima kasih?
Kau menyembunyikan sesuatu.
Apa yang kusembunyikan dalam hatiku?
Kalau tidak, untuk apa kau menghindar?
Aku memperlakukanmu dengan baik,
kau malah melaporkanku, Pan Qiwen.
Aku melaporkanmu?
Mengapa aku harus melaporkanmu?
Karena Wang Xiao'ai!
Tuan Lao,
Songkun berkelahi dengan seseorang di luar.
Apakah kau yang mengaturnya?
Benar.
Bukan...
Benar tidak, ya?
Kau menyukainya juga kan, benar tidak?
-Hentikan! -Hentikan!
-Tidak boleh memukul orang! -Tidak boleh memukul orang!
Pan!
Berani memukul polisi, nyalimu besar sekali.
Lepaskan.
Pan,
aku memperlakukanmu dengan baik,
kau malah merebut kekasihku, Pan.
Aku telah berkecimpung selama bertahun-tahun...
Halo.
Kau malah merebut kekasihku...
Chen Wan datang kemari?
Pan!
Di mana?
Aku beritahu kau, aku tidak akan pernah melepaskanmu, Pan!
Aku akan segera ke sana.
Pan!
Qiang datang kemari.
Pan,
aku tidak akan melepaskanmu.
Cepat beri tahu Li Yao bahwa dia ditangkap polisi.
Aku khawatir dia akan mengkhianatiku.
Aku tidak akan melepaskanmu.
Pan!
Pan!
Mengapa diam aja?
Pergi, pukul dia!
Mengapa kalian diam saja?
Cepat pergi kejar, cepat, cepat!
(Kantor Polisi Kota Jia)
Apakah kau tahu siapa yang kau pukul?
Aku tahu.
Orang yang kupukul adalah orang tak tahu berterima kasih itu.
Kau kenal dengan Songkun sebelumnya?
Siapa?
Songkun.
Sejak kapan dia mengganti namanya menjadi Songkun?
Tidak kenal.
Kau sebenarnya kenal orang itu atau tidak?
Aku sudah bilang, orang yang kupukul bernama Pan Qiwen.
Aku tidak mengenal siapa itu Songkun.
Lalu barusan kau bilang apa mengenai tidak tahu berterima kasih?
Apakah kau mempermainkanku?
Kak Li Yao.
Ada apa ini?
Berandalan ini memukul Songkun,
juga memukuli petugas polisi.
Menghalangi tugas polisi.
Apakah aku pernah bertemu denganmu?
Kemari.
Inspektur Mai memercayakanku untuk menyelidiki kasus Hai,
kau tahu, kan?
Aku sudah mendengarnya.
Dia berani memukul Songkun,
mungkin saja dia punya...
Aku mengerti.
Alasan mengapa dia memukul Songkun,
adalah demi membalas dendam pada Hai.
Tidak ada bukti, jangan asal bicara.
Benar, benar.
Bisakah aku berbicara dengannya?
Baik.
Kalau begitu ayo ke ruang interogasi,
di sini terlalu ramai.
Berdirilah, ikut denganku.
Mau ke mana?
Kenapa masih pelan-pelan?
Cepat.
Kak Li Yao,
duduklah.
Kalau begitu...
aku mulai dulu.
Katakan,
mengapa kau memukul Songkun?
Sudah berapa kali aku bilang,
orang yang aku pukul itu bukan Songkun tapi Pan Qiwen.
Tidak mau jujur, ya?
Li Yao,
kau terlalu impulsif!
Mengapa mesin ini rusak?
Kalau begitu...
aku ke kamar mandi sebentar.
Apa yang terjadi?
Ada situasi apa di dalam?
Kasus besar.
Apakah kita pernah bertemu di suatu tempat?
Salon Wang Xiao'ai.
Aku sudah ingat,
kau adalah mantan pacar Wang Xiao'ai.
Wang Xiao'ai yang memberitahumu?
Benar.
Aku sekarang adalah penerusmu.
Masalahku dengan Pan belum selesai.
Selanjutnya,
kau harus menuruti apa yang aku katakan.
Jika tidak, Pan...
adikmu Jie....
dan pacarmu Wang Xiao'ai...
akan berada dalam bahaya.
Ada apa ini?
Pan Qiwen sekarang bukanlah Pan Qiwen,
dia sekarang Songkun.
Sebentar.
Apakah kau istri Songkun?
Kau...
Aku salah, seharusnya istri Pan Qiwen.
Kenapa?
Aku teman Pan Qiwen.
Dia memintaku untuk menjemputmu,
katanya tidak aman bertemu di sini.
Xiao’ai memintaku menunggu di sini.
Wang Xiao'ai.
Iya.
Namun kini ada sedikit perubahan situasi.
Wang Xiao'ai sedang ada urusan,
tidak bisa kemari.
Itu sebabnya suamimu memintaku untuk menjemputmu.
Jangan khawatir.
Hanya orang yang paling dipercayai oleh suamimu,
yang tahu identitas aslinya.
Kita harus bergegas.
Jika terlambat,
kau tidak akan bisa menemui suamimu.
Terima kasih.
♪ Tidak ada yang peduli denganku ♪
♪ Diriku dalam cermin juga telah hilang ♪
♪ Sebelum aku bersiap ♪
♪ Aku harus mencari sedikit keberanian ♪
♪ Entah bagaimana akhirnya yang kutemukan ♪
♪ Adalah diriku yang lain ♪
♪ Katakan di mana aku sekarang ♪
♪ Katakan mengapa aku begitu cemas ♪
♪ Katakan bagaimana tampangku sekarang ♪
♪ Kau bilang beginilah dunia ♪
♪ Memilih bingung dan putus asa ♪
♪ Atau harapan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.