Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tolong Aku.
Tolong Aku.
Adakah seseorang...
...disana?
= Everyone Is There =
=Indonesian Subs Bought to you by: @mjjangtion=
Iya. Dia belum bangun.
Walinya tidak bisa dihubungi.
Ibunya baru saja meninggal.
Ayahnya bekerja di luar negeri.
Tidak ditemukannya kekerasan...
...seksual lainnya.
Dia hanya trauma.
Sebelumnya, ada laporan dugaan kekerasan di sekolah,
Tapi, itu hanya laporan palsu.
Konsultasi akan segera dimulai.
Tentang jalan setapak itu,
karena tidak ditemukannya rekaman CCTV,
apa mungkin sudah direncanakan sejak awal?
Permisi!
Pasien sudah siuman.
Yoo Soo Yoon?
Kau sudah membaik?
Ah...
Aku polisi.
Kau ditemukan tak sadarkan diri dan dibawa kemari.
Kau ingat?
Pada waktu itu,
Kau bersama siapa,
Apa yang kau lakukan,
Bisa beri tahu?
Soo Yoon.
Soo Yoon.
Anda polisi?
Iya.
Bertanya secara perlahan.
Anak ini baru saja siuman,
Kau tidak bisa mengintrogasi tanpa izin wali.
Dia masih sangat shock.
Soo Yoon, kau tak apa?
Aku khawatir sekali.
Hei,
Kendalikan dirimu.
Apa maksudmu?
Mengapa kau membawa wali tersangka ke hadapan korban...
...dalam keadaan seperti ini?
Tak dapat kupercaya.
Wali tersangka?
Kenapa kau memanggil kami seperti itu?
Seakan semua salah kami.
Kalau memang anda semua tidak terlibat,
Mengapa datang kemari?
Kami tidak ingin anak kami terkena imbasnya.
Kau kira kami akan diam saja?
Salah atau tidaknya mereka,
biar kami yang mengurusnya.
Anak kalian membawa dia,
Semuanya terekam di CCTV.
Huh?
Mereka bahkan pergi ke arah gunung.
Lalu kenapa?
Mereka pulang sekolah bersama...
...Lalu berpisah di ujung jalan.
Ah...
Mereka menelpon dia.
Jam 2 pagi?
Di jalan menuju gunung yang gelap?
Cukup.
Jika mereka melakukan kesalahan,
Panggil saja orang tua dia,
Kita selesaikan masalahnya.
Hanya karena anak kami--
Hei!
Kau pikir dia ini lelucon?
Aku ingin istirahat.
Makanmu lahap?
Jika tidak nyaman. Ungkapkan saja.
Misalnya,
Saat kau tiba-tiba terjaga dimalam hari.
Sejak saat itu, dia berhenti bicara.
Bisa saja dia amnesia.
Dia sepertinya punya masalah psikologis.
Biasa disebut aphasia.
Sudah kuduga akan begini.
Terima kasih, Lee Seonsaeng.
Polisi belum mendapatkan keterangan apapun,
Bahkan korbanpun tidak membuat laporan terhadap kekerasan.
Mungkin ini,
akan segera berakhir.
Kau pasti sangat terkejut.
Jangan seperti itu lagi.
Jika kasus ini terjadi lagi,
Reputasi sekolah kita akan buruk.
Jika itu terjadi,
Siapa yang akan menderita?
Pasti para murid, kan?
Selain itu, jika murid punya catatan kriminal,
Mereka akan sulit masuk ke Perguruan Tinggi.
Dan itu akan menyulitkan hidup mereka.
Lee Seonsaeng,
Semua demi mereka.
Demi murid-murid kita.
Dia tidak pernah...
...melihat wajah ayahnya?
Iya.
Tapi,
Ayahnya tidak bicara banyak,
Jadi aku memutuskan untuk kembali.
Akan kuhubungi saat tiba di Korea.
Kau bisa saja menelponnya,
Kenapa repot-repot kesana?
Ini hasilnya?
Apa yang bisa kita lakukan jika ayahnya tidak peduli padanya?
Astaga.
Aku tidak menyalahkannya.
Bagaimanapun,
Kasus ini akan dilimpahkan ke tim lain.
Sial. Aku sudah sejauh ini.
Kau ingin mati?
Ternyata kau sangat lemah.
Kau pikir jika mati nanti...
...kau akan hidup di kehidupan lain?
Aku tidak mengejekmu.
Seperti yang orang lakukan.
Namaku Kang Il Young. Guru Bimbingan Konseling.
Kau?
Jika tidak mau bicara,
Perlu aku yang bicara?
Namamu Yoo Soo Yoon. 16 tahun.
Mungkin,
Kau bisa mati...
...sebelum berumur 17 tahun.
Keningmu indah sekali.
Kasihan jika terus terluka.
Aku kemari karena polisi tidak bisa menyelesaikannya.
Kudengar...
...kau dibully teman sekolahmu.
Sejak kapan itu terjadi?
Apa kau sudah sering dibawa kegunung?
Atau ini pertama kalinya?
Tak apa.
Semua sudah jelas.
Dipukuli,
Merangkak di tanah,
Dipukuli lagi.
Mereka pasti tertawa saat melihatmu meminta tolong.
Bahkan,
Mereka sampai melepas pakaianmu.
Pergi!
Akhirnya kau bicara.
Kubilang pergi!
Pergi!
Jangan mati.
Tunggu aku.
Aku akan kembali.
Jangan mati.
Tunggu aku.
Aku akan kembali.
Kau sudah baikan.
Kupikir kau sedang sekarat.
Tidak kusangka,
Kau kuat juga.
Aku membeli ini.
Kupikir kau membutuhkannya.
Jika aku jadi kau, malunya setengah mati.
Ayo jaga sikap kita sampai kau dipindahkan.
Jangan lakukan hal-hal yang tidak penting...
...seperti laporan kekerasan.
Kudengar ayahmu bicara kepada polisi,
Bahwa dia tidak peduli padamu.
Kenapa tidak mati saja?
Kau sudah mengganti bajumu.
Cepat sembuh, Soo Yoon.
Sudah siap?
Jika takut sendirian, akan kutemani--
Kenapa kau bersikap seperti ini?
Kupikir kau membutuhkan...
Aku.
Bagaimana jika tidak?
Benarkah?
Itu...
Aish!
Apa-apaan!
lihat apa?
Yoo Jung Yoon.
Kau...
...ternyata masih hidup.
Apaan sih!?
Kim Jung Hee...
Benar, kan?
Nama ibu kita?
Rumah ujung sana.
Aku Soo Yoon.
Aku tak perduli. Enyah kau.
Kami kembar.
Ibu...
...tidak tahu sedang hamil...
...ketika bercerai dengan ayah.
Kupikir...
...dia bisa menghidupi kami.
Tapi,
Ketika umurku 4 tahun,
Dia mengantarku kepada ayah.
Kupikir dia sulit menghidupi kami berdua. aku mengerti.
Setelah tahu ibuku meninggal,
Aku mencoba mencari kembaranku,
Tapi dia...
...menghilang begitu saja...
...di dunia ini.
Menarik sekali.
Yoo Jung Yoon.
Benar, kan?
Kau polisi?
Kenapa?
Kau berbuat salah?
Astaga.
Enyah kau.
Aku guru bimbingan konseling.
Dan dia kembaranmu.
Kau tahu, kan?
Soal Soo Yoon,
Terjadi sesuatu padanya.
Lalu apa maumu?
Aku ingin kau membantuku.
Bicara apa orang ini?
Dia dibully sampai hampir mati.
Bantu saja dia dan tanyakan apa yang terjadi.
Katamu kau guru bimbingan konseling?
Kau lakukan itu agar digaji.
Benar.
Aku memang seharusnya membantunya.
Tapi,
Tak ada yang bisa kulakukan.
Hanya kau yang bisa.
Aku tidak peduli apapun yang terjadi.
Mendengar kisahnya?
Sebelum kau cerita, aku sudah tertawa.
Orang-orang yang dia tinggalkan masih hidup tanpanya.
Inilah yang kupelajari dihidupku.
Sekolah tidak mengajarkan apa-apa.
Maka dari itu,
Aku ingin kau yang mengajarkannya.
Ajarkan apa itu harapan yang hancur.
Aku pernah diposisinya.
Diposisi yang sama seperti Soo Yoon.
Aku pernah dibully.
10 tahun berlalu, dan masih sangat jelas.
Luka yang nyata,
Lalu berubah menjadi luka palsu.
Aku sangat menderita,
Tapi aku harus memaafkan mereka.
Lalu lukaku ini...
Siapa yang sembuhkan?
Aku terkejut,
Aku berhasil melewatinya.
Dibully tak berdaya...
...dan diperlihatkan kepada orang tua...
Bahkan...
...aku berpikir ini semua salahku.
Sudah selesai?
Saat melihat Soo Yoon, aku sadar.
Dunia tidak akan berubah.
Aku ingin dia menahannya sepertiku.
Tragis sekali.
Tapi, bagaimana ini?
Aku tidak pernah diposisi itu.
Ada sesuatu di sakumu.
Pasti terekam CCTV.
Bagaimana kelanjutannya?
Bernegosiasilah selagi aku mau.
Kau butuh uang, kan?
Kau wanita yang menarik.
Aku hanya berjaga-jaga agar kau tidak mengkhianatiku.
Ikut aku.
Kau tinggal sendiri?
Gila.
Bagaimana jika sementara kalian...
...tinggal bersama?
Hei.
Aku tidak suka.
Kalau begitu, kita tinggal bertiga.
Aku harus menyaksikan rencana ini.
Rencana?
Ah, entahlah.
Tapi, mengapa aku harus tinggal dengan murid yang dibully?
Hei, bodoh.
Jika kau tidak bisa berubah,
Bagaimana kalau kita bertukar posisi?
Begitulah kalian hidup.
Bertukar posisi.
Inilah rencanaku.
Sial! Kau mengganggu sekali!
Ini hanya sementara.
Kau ingin aku pergi kesekolah,
Memakai seragam seperti orang bodoh?
Bagaimana dengannya?
Mencuri sepeda motor sepertiku?
Dia akan dipindahkan.
Tapi,
Sebelum itu,
Aku ingin kau membalas dendamnya.
Kenapa harus aku yang terlibat?
Aku tak tertarik.
Semoga berhasil.
Wanita bodoh yang kaya,
Bersama guru yang gila.
Apa yang mereka bicarakan?
Jangan!
Ini kau?
Ada apa ini?
Bukannya kau berubah pikiran?
Lihat ini!
Kau harus lihat ini.
Hei, lihat.
Tidak mau!?
Kubilang lihat!
Wanita yang tertawa ini...
...dimana bisa kutemui?
Bagaimana jika di sekolah?
=Indonesian Subs Bought to you by: @mjjangtion=
Sekolah masih sama aja.
Hei, halo.
Lihatlah para penonton ini.
Kenapa dia?
Apa-apaan ini?
Kau kesekolah juga.
Hei.
Aku merasa kasihan padamu.
Huh?
Dia menatapku, kan?
Aku takut.
Lucunya!
Kau memakai seragam pemberianku?
Soo Yoon.
Kau tak punya malu, ya?
Kalau kalian diposisinya?
- Tidak akan! - Tidak.
Dasar tidak berguna.
Ternyata kau.
Apa?
Kau yang membeli ini?
Benar.
Ini juga suaramu.
Beraninya kau!
Coba tertawa lagi.
Mirip, kan?
Beraninya kau?!
Caramu tertawa luar biasa.
Lepaskan! Kubilang lepaskan!
Persetan dengan cara tertawamu!
Apa tawamu diturunkan dari ibumu?
Atau dari ayahmu?
Sedang apa kalian!?
Yoo Soo Yoon.
Apa yang kau lakukan?
Yoo Soo Yoon.
Yoo Soo Yoon.
Begitu rupanya.
Apa yang aku lakukan?
Kelewatan, ya?
Apa?
Kau pikirkan juga perbuatanmu.
Seperti kejadian tadi.
Sekali...
Tiga kali?
Apa katamu, jalang!?
Kedepannya, akan lima kali.
Kau bisa membalasku di jalan menuju gunung.
Disini, Disini.
Dan disini.
Cukup.
Siapa yang menyuruhmu keluar?
Dasar gadis nakal!
Aish!
Siapa yang kau panggil nakal?
Aku tahu.
Sulit menjadi seorang guru.
Kau hanya melakukan semuanya sesuai perintah.
Kau pikir semuanya akan terselesaikan?
Tidak akan terjadi dalam satu atau dua hari kedepan.
Kau pikir bagaimana perasaan Yoo Soo Yoon?
Jika dia membiarkan semua ini,
Kau pikir dia akan membaik?
Kau tidak pergi?
Jika aku yang menjadi kacung,
Aku tidak mau diperlakukan seenaknya.
Manusia menentukan hidupnya sendiri.
Itu yang ingin kukatakan.
Kau paham?
Hei, bodoh.
Hadiah untukmu.
Lepaskan! Kubilang lepaskan!
Persetan dengan cara tertawamu!
Apa tawamu diturunkan dari ibumu?
Atau dari ayahmu?
Kau mencekiknya...
...dan merekamnya?
Kau sudah lihat?
Aku hanya bercanda.
Bukannya itu yang kau inginkan?
Kita perjelas saja.
Menjadi impulsif tidak berhasil, kan?
Lalu apa maumu?
Jika rantai anjing dilepas, dia bisa menggigit manusia.
Lakukan sesukamu.
Tapi,
Jangan sampai Soo Yoon terluka.
Karena kalian berbeda.
Omong kosong apa ini!
Bagaimana dengan proses pemindahannya?
Aku tidak mungkin terus kesekolah.
Hari ini sungguh menyenangkan.
Entah insiden apa yang aku lakukan,
Semua berpikir aku ini bodoh.
Jung Yoon.
Memang tidak sulit memukul orang.
Tapi,
Kejadian setelah itu yang sulit dimaafkan.
Naif sekali.
Jika mereka mengakui kesalahannya,
Mungkin Soo Yoon bisa kembali.
Kau hanya perlu bertahan sampai itu terjadi.
Kau adalah penggantinya.
Dan juga, Soo Yoon...
...tidak akan membiarkan ini berlarut-larut.
Dia lebih kuat darimu.
Sebentar. Menepi.
Baiklah.
Yoo Soo Yoon.
Ah...
Begini...
Kau tidak mengenalku?
Aku polisi.
Kita bertemu di rumah sakit.
Kau sudah mulai sekolah?
Tidak ada masalah, kan?
Tidak ada.
Begitu.
Kau sudah mulai bicara.
Apa kau terpesona?
Bukan itu maksudku.
Aku hanya bersyukur.
Apa kau pindah kelas?
Ah...
Apa yang kubicarakan?
Jika kau tidak keberatan,
Aku akan bicara kepada pihak sekolah...
Lupakan saja.
Apa gunanya?
Ah, begitu.
Jika sesuatu terjadi,
Jangan lupa untuk menghubungiku.
Nomorku masih sama.
Kau masih menyimpan kartu namaku, kan?
Ternyata sudah hilang.
Soo Yoon.
Yang bisa membantumu...
Hanya orang dewasa Jangan lupa hal itu.
Yang bisa membantumu...
Hanya orang dewasa.
Aku suka menjadi orang dewasa.
Ada dua jenis orang dewasa di dunia ini.
Orang dewasa yang bodoh tapi berhati baik.
Dan orang dewasa yang gila...
...yang bisa mengubah dunia.
Orang dewasa...
Hei, bodoh.
Bersenang-senanglah dengan uangmu.
Kenapa kau hidup seperti ini?
Kubelikan untukmu. Kado.
Ulang tahun kita.
Aish.
Haruskah begini?
Aku tidak bisa memberimu hadiah.
Dan juga,
Aku tidak pernah merayakan ulang tahun.
Aku merindukan ibu.
Kasihan.
Kenapa aku dilahirkan?
Aku merasa iri...
...kau tinggal bersamanya.
Hei.
Kau tidak pernah hidup dalam kemiskinan.
Kau hidup dirumah seperti ini,
Kau tidak perlu bekerja. Bersyukurlah.
Coba kau pikirkan,
Dulu,
Bukannya kau yang membiarkan ibu pergi duluan?
Sial.
Kau mengumpat?
Lucu sekali.
Kau pikir perbuatanmu lucu?
Kau sama saja sepertiku,
Bukannya kita cocok?
Seenaknya kau bilang kita sama?
Hanya kau saja, bodoh.
Hei, sudah hentikan. Makan saja.
Ini enak.
Bisakah aku bertemu ibu jika aku mati?
Jika kau mati,
Semuanya berakhir.
Tanpa penyesalan.
Aku bingung mengapa mereka memukuliku.
Apakah mereka akan membenciku sampai mati.
Kalaupun ada alasan,
Aku siap menerimanya.
Tapi,
Apa alasan itu?
Soo Yoon.
Semua ini salah.
Tidak perlu alasan untuk itu.
Soal Jung Yoon,
Dia lebih mirip dengan ibu.
Walau dia tidak menyadarinya.
Entahlah.
Menurutku,
Hanya kau yang nyata.
Aku tahu itu.
Aku mengawasinya dengan baik.
Andai aku lebih mirip ibu,
Ibu tidak mungkin meninggalkanku.
Itu bisa saja terjadi.
Tapi...
Ibumu...
...bisa saja meninggalkanmu karena lebih percaya padamu.
Walaupun dia tidak disisimu,
Dia yakin kau bisa bertahan.
Dan menjadi lebih kuat.
Seperti halnya dirimu,
Bisakah aku menjadi dewasa?
Aku ingin sekali memaafkan mereka.
Aku...
...dengan ketegaranku.
Aku tidak tahu dia kembali.
Kami juga terkejut.
Dia bahkan lebih stabil.
Maafkan aku tidak memberitahu anda.
Maafkan aku.
Bagaimana jika jalang itu...
...membalaskan dendamnya?
Itu tidak akan terjadi.
Anda tidak perlu khawatir.
Aku akan mengurusnya.
Bagaimanapun,
Selesaikan tanpa ada keributan.
Soo Yoon akan segera dipindahkan.
Yoo Soo Yoon!
Apa yang terjadi? Soo Yoon!
Kau tak apa, Soo Yoon?
Kau tidak salah apa-apa.
akan kuambilkan minum.
Sudah kukatakan ini tidak akan berhasil.
=Indonesian Subs Bought to you by: @mjjangtion=
Soal video ini, apa orang tua mu sudah lihat?
Polisi, Seonsaengnim?
Dasar orang gila?! Apa maunya?!
= Yoo Soo Yoon =
- Hei... - Jangan banyak bicara, datang kemari.
Atau akan kukirimkan video ini.
Orang tua mu,
Seonsaeng,
Polisi,
Khususnya untuk ibumu yang hebat.
Aku juga bisa mengirim ini ke Stasiun TV.
Menarik, kan?
Cari mati wanita ini.
= Ibu =
Bagaimana?
Apa kata ibumu?
Aku tidak akan kehilangan apapun.
Akan kubunuh kau.
Sial. Dimana dia?
Kau benar-benar datang.
Kau tahu ini dimana?
Bagaimana kau menemukan tempat ini?
Tempat yang pas.
Tidak ada orang,
Tidak ada CCTV,
Ketika kau tertidur,
Aku merekammu.
Jika aku menyebarkan ini,
Bagaimana respon publik?
Kau.
Tahu ini apa?
Ini,
Seteguk saja sudah cukup.
Ini cuma air, dasar jalang!
Hentikan. Apa masalahmu?
Hentikan.
Kau kenapa?
Kenapa baru sekarang?
Kenapa kau melakukan itu kepadaku?
Aku tidak salah apapun.
Gimana?
Kau pikir ini air juga?
Dunia ini...
...terlihat transparan...
...seperti air.
Walau berbeda jenis.
Kau penasaran, kan?
Lepaskan aku.
Aku salah! Maafkan aku!
Jangan seperti itu!
Aku hanya bercanda.
Kau juga pernah melakukan ini.
Kita...
...tak ada bedanya.
Begini saja...
Aku beri kesempatan untuk melarikan diri.
Aku akan mengejarmu,
Kau cukup berlari.
Jika kau berhasil,
Akan kuhapus video ini,
Seperti tidak terjadi apa-apa.
Bagaimana?
Jika sesuatu terjadi,
Aku hubungi 119 untukmu.
Walau kau tidak peduli aku hidup atau tidak,
Aku tidak akan membunuhmu.
Kau datang.
Kenapa baru tiba?
Ini menarik sekali.
Jangan begini.
Kumohon!
Aku tidak mau.
Tolong aku.
Tidak.
Bukan ini yang kumau.
Jangan!
Dasar bodoh.
Kau belum sadar setelah apa yang dilakukannya?
Kau kaget?
Kami kembar?
Tatap dia,
Kami sama, dan ini lebih baik.
Untuk membuatmu bingung.
Kumohon.
Kumohon.
Dimana polisi?
Mulai sekarang dengarkan aku.
Jadi...
Yoo Soo Yoon melakukan itu?
Hei.
Ini bukan sekedar kecelakaan.
Orang tua korban melaporkan dia.
Korban sedang dirawat.
Ini kesengajaan?
Tangan dan kaki korban diikat.
Lokasi kejadian di jalan menuju gunung,
Tidak ada saksi saat kejadian.
Membingungkan sekali.
Kenapa kau lakukan itu?
Kau bukan gadis jahat.
Apa yang terjadi?
Hentikan saja.
Apa?
Kami tidak akan bersaksi.
Soo Yoon.
Jika kau memilih bungkam,
Tidak ada gunanya.
Saat ini, korban sedang--
Kesimpulan anda, dia adalah korban, kan?
Kasus ini pernah terjadi sebelumnya.
Anda ingat?
Saat korban sadar, kita selesaikan dengan damai.
Mungkin, dengan sedikit kompensasi.
Kompensasi?
Kau ingin bernegosiasi?
Nanti kami hubungi lagi.
Cukup sampai disini.
Jangan bawa Soo Yoon ke dalam masalah.
Paham?
Mereka sangat menarik.
Dengan begini,
Seorang tersangka bisa menjadi korban, kan?
Kau mengasihaninya?
Apa aku kejam?
Manusia mendapatkan akal sehatnya...
...ketika tercekik, tidak bisa bernafas, dan hampir mati.
Mereka akan menyadari itu.
Sampai penglihatannya hilang.
Begitulah rasanya tercekik.
Kurasa aku gagal.
Dia akan membaik, kan?
Dia akan kembali tersenyum.
Tunggu aku. Kita pulang bersama.
Dasar gadis laknat!
Gadis jahat!
Eomoni.
- Hentikan! - Jangan Lakukan itu!
Kenapa kau dibebaskan?
Ahjumma,
Coba tertawa.
Apa?
Aku penasaran cara tertawa anakmu mengikuti siapa.
Apa dia senang hidup dengan menyakiti orang lain.
Kau pantas mati.
Ahjumma, ini semua karena anakmu.
Aku hanya menakutinya.
Lepaskan!
Dia yang mulai duluan.
Jadi,
Kau menyakitinya?
Dengan membawanya ke gunung?
Yoo Soo Yoon.
Mati kau.
Mati!
Aku akan pergi tanpa penyesalan.
Anakmu sudah banyak berbohong.
Yoo Soo Yoon.
Aish! Yoo Soo Yoon! Yoo Soo Yoon!
Yoo Soo Yoon yang kalian cari ada di rumah.
Jika kau terus memanggilku dengan nama itu,
Aku akan kalap.
Apa?
Kurasa tak perlu kuperjelas.
Aku kebal hukum diusia saat ini.
Sayang sekali kau tidak bisa menghukumku.
Jadi,
Aku akan membunuh jalang itu!
Siapa? Siapa maksudmu!?
Guru bimbingan konseling.
Kalian dengar, kan?
Lihat! Dia pembunuh mengerikan.
Dia akan membunuh!
Guru itu tidak bisa dihubungi.
Media sosialnya pun tidak ada.
Siapa yang melaporkannya?
Yoo Soo Yoon.
Baiklah.
Aku sedang menuju ke arah gunung,
Kau pergilah ke rumah sakit.
Dimobil itu jelas ada orang lain.
Di waktu bersamaan gadis itu bersama kita.
Korban akan segera sadar.
Ini bukan masalah besar. Semua akan terselesaikan.
Omong-omong,
jika mereka terus begini Apa mereka akan sukses?
Ah... Bikin gila saja.
Yoo Soo Yoon yang kalian cari ada di rumah.
Jika kau terus memanggilku dengan nama itu,
Aku akan kalap.
Aku harus ke suatu tempat.
Kemana?
Terima kasih.
Ada apa disini?
Hei, ada apa sebenarnya?
Korban sudah sadar.
Sulit kukatakan,
Sepertinya ada orang lain.
Ada orang lain disana.
Orang lain?
Aku tidak sendiri.
Aku tidak sendiri.
Aneh sekali.
Dia melihat orang lain disekitarnya?
Apa?
Sebentar.
Bisa jadi.
Dia melihat orang lain.
Hei, apa maksudmu?
Artinya ada orang lain selain Yoo Soo Yoon.
Apa?
Baiklah.
Kau datang.
Kenapa baru tiba?
Ini menarik sekali.
Jangan begini.
Lepaskan dia.
Aku tidak mau.
Jangan begini.
Sial!
Kau belum sadar setelah apa yang dilakukannya?
Hentikan.
Senang melihatmu.
Aku guru bimbingan konseling.
Kau takut?
Kau ingin hidup?
Aku tidak mengejekmu.
Semua orang, ingin hidup sebelum mati.
Semua ini...
...perbuatan Yoo Soo Yoon.
Sekarang, korban--
Kesimpulan anda, dia adalah korban, kan?
Kasus ini pernah terjadi sebelumnya.
Anda ingat?
Saat korban sadar, kita selesaikan dengan damai.
Mungkin, dengan sedikit kompensasi.
Yoo Soo Yoon, yang pernah menjadi korban,
mengalami kecemasan psikologis.
Setelah kejadian malam itu,
Dia memanggil dirinya sendiri.
Kembarannya yang kasar, Yoo Jung Yoon.
dan guru bimbingan konselingnya, Kang Il Young.
Itu hanya fantasi Yoo Soo Yoon.
119, benar?
Perasaannya sangat hancur,
Terjadi kecelakaan.
Sehingga muncul kepribadian ganda.
Bagaimana Yoo Soo Yoon?
Walau sibuk, jangan lupa obatmu.
Dia menyelesaikan masalah ini dengan temannya,
dan keluar dari sekolah.
Terakhir kali aku melihatnya...
Aku berhenti berpikir sejenak.
Apa mereka semua nyata?
Mereka semua...
...bukan fantasi Soo Yoon,
Tapi nyata.
Saat itu,
Ketika tidak ada seorangpun disampingnya,
tidak ada seorangpun yang melindunginya,
Apakah mereka ada untuknya?
Apa ada yang ketinggalan?
Ekspresimu tenang sekali.
Kau baik-baik saja tanpa aku?
Jangan khawatir.
Katakan saja jika ingin.
Akan kudengarkan untuk terakhir kali.
Hal terakhir yang ingin kusampaikan...
Aku bermimpi.
Kau membuatku penasaran.
Aku ingin menjadi guru bimbingan konseling.
Seperti anda.
Aku pergi dulu.
Tolong aku.
Korban terlambat ditemukan.
Jasad korban akan segera dipindahkan.
Korban segera di identifikasi.
Korban bernama...
=Indonesian Subs Bought to you by: @mjjangtion=
=English Translations by: void_spell=
=tvN Drama Stage 2020=
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.