Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 9
Sudah bangun?
Kenapa langit masih gelap?
Langit baru saja gelap.
Kau tidur seharian.
Ah, lama sekali tidurku.
Setelah datang ke sini aku belum pernah tidur nyenyak.
Lauknya sebentar lagi siap.
Sebentar lagi bisa makan.
Kau bisa masak juga?
Bagaimana lagi,
harus belajar mengurus diri sendiri.
Apa yang bisa aku bantu?
Bagaimana caramu membantu?
(Foto tersangka)
Ayo makan.
Di sini kenapa tidak ada aku.
Bukankah sudah dibuktikan oleh saksi mata
bahwa Songkun bukanlah pembunuhnya?
Jadi aku turunkan.
Di rumah Songkun juga penuh ikan cupang seperti ini,
satu rak semua penuh dengan ikan.
Banyak orang di Kota Jia yang memelihara ikan jenis ini.
Hanya ada dua lauk ini ya,
makan seadanya.
Lumayan.
Rasanya seperti pulang ke rumah.
Merindukan rumah?
Setelah masalah ini terjadi,
mereka pasti tahu ada mata-mata.
Bawalah pulang barang ini.
Apa maksudnya?
Kau sudah membawa ini pulang,
apakah mereka masih akan mencurigaimu?
Bukankah benda ini seharusnya diserahkan ke polisi?
Menyerahkan ke polisi?
Apakah aku juga harus sekalian menyerahkan dirimu?
Siapa?
Aku, Andy.
Kenapa lama sekali?
Sedang sibuk.
Kemarin tidak melihatmu saat bubar.
Telepon juga tidak tersambung.
Aku datang untuk melihat apa kau baik-baik saja.
Bisa terjadi apa padaku?
Kalian polisi bertugas menangkap tersangka.
Aku hanya memberikan bukti saja.
Bagus kalau baik-baik saja, apakah melihat Songkun?
Tidak.
Tidak mempersilakanku masuk dan duduk?
Sudah semalam ini, apakah pantas?
Tidak pantas apanya?
Tidak menyambutku?
Mana berani?
Silakan masuk.
Masak sendiri juga, ya.
Bagaimana lagi.
Ada tamu, ya?
Sudah kubilang, kan? Aku sedang sibuk.
Sejak kapan mulai memelihara ikan?
Sebenarnya dari dulu aku mau memelihara.
Hanya saja saat menjadi polisi tidak ada waktu,
sekarang akhirnya ada waktu
jadi melakukan hal yang kusukai.
Sepertinya kau masih belum menyerah pada kasus Hai.
Tentu saja.
Sudah menerima uangnya, harus membereskan masalahnya.
Petugas Andy,
sudah semalam ini, kau sendirian datang ke tempat kami
sebenarnya mau apa?
Kemarin Ishikawa Ichiro tertangkap,
tapi barangnya tidak ada.
Kau tahu,
tanpa bukti tidak bisa dinyatakan bersalah.
Jadi aku datang bertanya padamu.
Apakah tahu keberadaan contoh uang palsu itu?
Apakah orang dari POND sudah tertangkap?
Belum.
Ma Xiu sedang mengiterogasi Ishikawa Ichiro,
tidak tahu apakah mendapat informasi.
Kenapa terburu-buru,
tunggu sebentar di kasur.
Aku tidak mengganggu lagi.
Kalau ada apa-apa, kita bicarakan di kantor polisi saja.
Bagaimana kalau kita sama-sama?
Makan.
Sungguh tidak mau makan?
Aku yang masak sendiri.
Hati-hati, ya.
Bukankah dia polisi?
Untuk apa kau menutupinya darinya?
Semakin sedikit yang mengetahui identitasmu,
kau akan semakin aman.
Jangan menyiksa diri sendiri lagi.
Malam ini aku tidur di sofa, kau di tidur kasur.
Bukankah kau masih cedera?
Kenapa kau cerewet sekali?
Sudah kukatakan, aku tidur di sofa, kau tidur di kasur.
Kau tidurlah di dalam.
Kenapa kau jadi bawel begini?
Siapa yang bawel.
Sana, sana, tidurlah di dalam.
Kau turuti saja apa yang kusuruh.
Kau masih cedera, kau kira aku mau tidur di sofa?
Kenapa aku harus mendengarkan ucapanmu?
Hari ini aku tidur di sofa.
Kusuruh kau tidur di mana, maka kau tidur di mana.
Cepat masuk.
Kenapa kau selalu meraba bokongku?
Kapan aku meraba bokongmu?
Kuberitahu kau,
ini sudah bukan pertama kalinya.
A... aku sudah meraba berapa kali?
Kau tidak normal, ya.
Sana, sana, sana.
Kak Kun... kenapa masih belum kembali?
Zhuya,
apa maksudmu?
Kau terlalu tidak menganggap Kak Kun.
Kak Kun...
Maksudmu mata-mata POND?
Mata-mata apa?
Jangan berpura-pura lagi,
kakak besarmu adalah mata-mata, kau bisa tidak tahu?
Mungkin saja dia juga mata-mata!
Siapa yang kau bilang mata-mata?
Ada yang ingin dibicarakan, bicarakan dengan Paman De.
Silakan.
Baik, aku bicara dengan Paman De.
Ayo.
Songkun ke mana?
Tidak tahu.
Aku juga tidak melihat Kak Kun seharian.
Apakah dia pergi melapor ke kantor polisi?
Kak Kun tidak mungkin adalah mata-mata.
Ji Zai, Ji Zai.
Kenapa tegang sekali? Ayo, duduklah.
Duduk, duduk.
Jangan takut.
Duduk, duduk.
Santai sedikit, santai sedikit.
Songkun berbuat kesalahan adalah masalah Songkun,
tidak ada hubungannya denganmu.
Kau katakan kebenaran yang kau ketahui,
aku jamin kau akan baik-baik saja.
Kak Hu,
sudah kubilang,
Kak Kun bukan mata-mata.
Kau bilang apa?
Aku tidak dengar.
Kak Kun bukan mata-mata.
Aku tanya sekali lagi,
di mana Songkun?
Kak Hu,
belum makan, ya?
Songkun mata-mata atau bukan?
Kak Hu,
kau lelaki atau bukan?
Selemah ini?
Kak Kun kau sudah kembali.
Kau terluka.
Kau masih berani kembali?
Kenapa aku tidak berani kembali?
Menurutmu, kenapa kau tidak berani kembali?
Kun, kau cedera?
Ternyata dari seluruh anggota kamar dagang,
hanya Paman De yang peduli dengan hidup dan matiku.
Kun,
bagaimana? Cederanya berat tidak?
Untungnya aku cepat lari,
jika tidak, kemarin mungkin aku sudah mati.
Paman Bai,
kau yang lapor polisi?
Mana mungkin aku lapor polisi?
Tidak.
Kalau begitu, Paman Long?
Konyol.
Kalau begitu, hanya tersisa kau saja...
Hu.
Trik maling teriak maling
sudah terlalu kuno.
Maling teriak maling?
Benar.
Apa yang telah kucuri?
Menurutmu, apa yang telah kau curi?
Hu.
Semua dengarkan.
Kun sudah membawa contoh itu kembali.
Itu membuktikan kalau dia bukan mata-mata.
Lalu siapa mata-mata sebenarnya,
pasti akan kuperiksa hingga jelas.
Semuanya bubarlah.
Paman De,
ada satu hal lagi
yang harus kubicarakan dengan Anda.
Berbicara empat mata.
Kalian semua pergilah.
Songkun ini...
berinisiatif tinggal sendiri.
Apa yang bisa dia katakan pada Paman De?
Tidak perlu peduli apa yang dia katakan.
Pasti ada masalah dengan Songkun.
Tapi dia sudah membawa barangnya kembali,
kau masih bilang bahwa dia adalah mata-mata.
Apakah Paman De akan percaya?
Hal ini,
memang ada kejanggalan pada Songkun.
Janggal bagaimana?
Semuanya terasa janggal.
Orang ini pasti bermasalah.
Paman De...
uang untuk transaksi itu palsu.
Uang ini palsu!
Palsu?
Uang palsu.
Anda yang memberikannya untukku.
Uang ini...
apakah pernah lepas dari pandanganmu?
Houzi.
Kita ini hendak pergi ke mana?
Paman De menyuruh kita pergi ke area bangunan mangkrak di Jalan Bapu.
Kak Kun, aku mengisi bahan bakar, ya.
Kamar kecil.
Kun,
tenanglah.
Aku pasti akan menyelidiki masalah ini sampai jelas.
Mendengar kata-kata Anda ini,
aku sudah tenang.
Kak Hu,
bocah ini cukup beruntung.
Dia bisa kembali hidup-hidup setelah melakukan transaksi dengan uang palsu.
Kak Kun, aku mengisi bahan bakar, ya.
Kamar kecil.
Setelah Houzi menukar uang sesuai perintahmu,
dia terus bersama dengan Songkun.
Kenapa polisi bisa datang?
Apakah ada masalah dengan contohnya?
Tentu ada masalah.
Ada masalah dengan contohnya?
Ada masalah dengan Songkun.
A... apa maksudmu?
Awalnya,
setelah menukar uangnya,
dia tidak seharusnya bisa kembali hidup-hidup.
Mengapa akhirnya bisa begitu kebetulan,
polisi datang dan menyelamatkannya.
Menurutmu,
dia itu mata-mata atau bukan?
Masuk akal.
Aku bilang itu masuk akal.
Kau...
Pergi dan pantau Songkun secara diam-diam.
Lihat orang seperti apa yang berinteraksi dengannya belakangan ini.
Begitu menemukan sesuatu yang mencurigakan,
segera beritahu aku.
Baik, Kak Hu.
Halo.
(Obat masuk angin) Halo, apakah ini Tuan Zhang?
Saya adalah Chen Wan.
Bagaimana keputusan Anda mengenai rumah yang dilihat siang ini?
Sudah jam berapa ini?
Apakah kau tahu, menelepon malam-malam akan menganggu istirahatku?
Maaf.
Bukankah siang tadi Anda bilang padaku
untuk menelepon Anda di jam ini?
Siapa yang bilang padamu?
Aku... tidak...
Halo.
Ibu, kau masuk angin, harus minum obat.
Siapa yang memberitahumu kalau masuk angin harus makan ini?
Sebelumnya saat kau sakit,
aku ingat ayah menyeduhkan ini untukmu,
tidak lama akan sembuh.
Sayang sekali dengan putriku.
Ayo, tidurlah.
Baik.
Tidurlah, Ibu masih ada pekerjaan.
Coba kau lihat lagi, apakah orang yang mentransfer uang kepadamu
tampangnya seperti ini?
Bukan juga.
Mohon lihat lagi dengan saksama,
orang ini atau bukan?
Aku benar-benar tidak ingat.
Kak, apakah kau masih ingat padaku?
Kau adalah...
Aku pernah memotong rambutmu di Jalan Pub.
(Ingatannya begitu bagus,)
(kenapa bilang kalau dia tidak ingat?)
(Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.)
(GOODCLUB, bar musik)
Pulanglah ke rumah.
Pulang dan istirahatlah.
Istirahat?
Aku tidak apa-apa, Kak Kun.
Cuma Hu itu... dalam beberapa gerakan
aku sudah menjatuhkannya.
Kuberitahu kau, Kak Kun,
sayangnya kau datang terlalu pagi.
Kalau tidak, jangankan seorang Hu,
sepuluh, sepuluh pun bisa kujatuhkan dalam sesaat.
Menurutku, lebih baik dia tidak dipanggil Hu (Harimau),
panggil saja Mao (Kucing) atau Gou (Anjing).
Tidak apa-apa.
Kak Kun, aku rasa
uang itu ditukar oleh Hu.
Percuma kalau cuma kita yang merasa seperti itu,
kita juga tidak punya bukti.
Semua orang tahu kalau tahi tidak enak.
Siapa yang pernah memakannya, masih perlu bukti apa lagi?
Halo?
Halo.
Aku akan segera ke sana.
Apa yang terjadi?
Yoki bertengkar dengan teman sekolahnya di TK.
Aku pergi ke sana dulu.
Yoki?
Sudah, jangan marah lagi.
Kau sudah menahan diri.
Kakak hanya bercanda denganmu.
Da Bao, tidak apa-apa, kan?
Siapa yang memukulmu?
Dia yang memukulku.
Di mana orang tua anak ini?
Sebentar lagi datang.
Benar-benar tidak punya etika.
Mengapa kau memukul orang?
Yoki.
Ayah.
Maaf, maaf.
Yoki, apa yang kau lakukan pada orang lain?
Kau adalah ayah dari anak,
bagaimana kau mendidik anak?
Begitu kecil sudah memukul orang.
Jika kau tidak bisa mendidiknya, aku akan membantumu.
Anda jangan marah.
Anakmu baik-baik saja, kan?
Saya minta maaf padamu.
Setelah kembali, saya pasti akan menasihatinya dengan baik.
Kenapa dengan tanganmu?
Dipukul oleh orang, kan?
Aku beritahu kau, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Luka di tanganku ini luka tembak.
Luka tembak?
Kenapa kau tidak bilang kalau tanganmu terkena meriam?
Ji Zai.
Siapa yang mengizinkanmu membawa orang ke sekolah?
Ini TK, jangan membuat masalah di sini.
Tutup dulu.
Siapa yang sedang kau gertak?
Maaf.
Maaf ya, teman kecil.
Yoki,
cepat minta maaf pada teman kecil ini.
Tertawa.
Ibu, Ibu.
Aku datang.
Kau terluka?
Bu, lihat yang Ayah belikan untukku.
Yoki, turunlah dulu.
Tidak apa-apa.
Niki.
Ulang tahun siapa hari ini?
Ulang tahunmu.
Ulang tahun Songkun, tempat lahir, tinggi dan berat badan
termasuk
ulang tahun Chun, dan ulang tahun pernikahan kalian
harus kau ingat dengan baik.
Jika tidak bisa atau salah menjawabnya,
kau akan berada dalam bahaya.
(Hal sepenting ini saja bisa salah ingat.)
Kenapa Ayah belum ke sini?
Ayah, Ayah!
Ayah akan segera datang.
Makan tidak?
Nyalakan lilinnya.
Apa yang Ayah lakukan?
Hari ini hari ulang tahun Kakak.
Kalau kau mau, perayaan hari ini untukmu.
Ayah bercanda.
Dia sama sekali tidak ingat ulang tahunku.
Niki!
Ayahlah yang meminta Ibu untuk membeli kue tar ini.
Bercanda, bercanda.
(Kantor Polisi Kota Jia, Negara M)
Kak An,
Ishikawa Ichiro dan beberapa bawahannya sudah diinterogasi.
Barang tidak ada di tangan mereka.
Barang itu pasti di tangan orang POND.
Oh iya, Kak Leo sudah datang.
Kenapa dia bisa kemari?
Inspektur Mai memanggilnya.
Leo,
apakah ada informanmu di POND?
Iya.
Kalau begitu, tempat transaksi sebenarnya
juga diberitahu oleh informanmu?
Informanku yang memberitahu.
Leo,
meski kau adalah konsultan kami,
tapi kau bukan seorang polisi lagi.
Jadi,
kuharap...
kau tetap memerhatikan batasannya.
Jangan melakukan hal yang tidak semestinya,
jika tidak, itu akan menyulitkan kami.
Siap, Pak!
Kak Leo, seseorang mencarimu di luar.
Siapa?
Katanya dia adalah teman Pan Qiwen.
Terima kasih.
Tidak apa-apa.
Kita hanya perlu mencari pelaku sebenarnya yang membunuh Hai,
menolong Songkun melepaskan diri, dia pasti akan kembali.
Halo.
(Bertemu, di tempat biasa.)
Hal sepele begini harus aku yang pergi?
Baiklah, aku mengerti.
Ya sudah.
Makanan sudah siap.
Ada masalah lagi, aku harus membereskannya.
Kalian makanlah dulu.
Kak Hu,
Songkun keluar sendirian.
Ikuti dia, lihat ke mana dia pergi.
Baik.
Apa yang kau lakukan?
Ada orang yang mengikuti.
Di mana Li Yao?
Kau terluka, parahkah?
Tidak apa-apa.
Di mana Li Yao?
Dia sudah pergi.
Dia mengirimku untuk menyelamatkanmu.
Detektif,
masih ingat denganku? Aku Wang Xiao’ai.
Untuk apa kau datang?
Aku datang mencari Pan.
Siapa Pan?
Aku tidak mengenal Pan.
Yang benar?
Si Pan,
yang kau minta menyamar untuk menangkap Songkun.
Aku juga tahu bahwa
Songkun adalah orang yang menukar wajahnya.
Ini... siapa yang memberitahumu omong kosong ini?
Pan.
Dia sudah memberitahuku semuanya.
Aku benar-benar tidak mengenal Pan.
Pergilah.
Tidak kenal?
Baiklah, aku akan bertanya pada polisi yang lain.
Tolong bantu aku.
Dia juga berkata bahwa
kelak kalian tidak bisa bertemu di sini lagi.
Kecuali ada masalah yang sangat penting dan mendesak,
baru berhubungan melalui ponsel.
Kalau kalian ingin bertemu, harus di...
Jalan Gajah apa itu...
Jalan Gajah Putih.
Benar!
Di sisi kolam Jalan Gajah Putih taruh seekor ikan...
Taruh seekor ikan cupang.
Benar! Sebuah botol ikan cupang.
Tempat bertemunya di Jalan Pa...
Jalan Palao.
Bertemu di kuil sebelah Jalan Palao.
Apakah yang kau ingat benar?
Benar.
Aku baru sampai, tidak terlalu mengenal nama tempat.
Semoga saja benar.
Kau datang ke sini,
bagaimana dengan Jie?
Jie sangat baik.
Kubawa kau menemuinya.
Dia juga datang?
Di hotel.
Masuklah.
Lihat, bukankah dia baik-baik saja.
Malah semakin gemuk, tenanglah.
Kulihat kau yang semakin gemuk!
Untuk apa kau tiba-tiba datang?
Kami mengkhawatirkanmu.
Apakah kau tahu aku datang untuk apa?
Aku tahu, maka itu kau butuh bantuan kami.
Apa yang bisa kalian bantu?
Jangan begitu tak bernurani.
Aku baru menyelamatkanmu.
Di sini jauh lebih berbahaya dari yang kau bayangkan.
Berjanjilah padaku,
segera bawa Jie pergi besok.
Aku tidak akan pergi.
Baiklah, kami akan pergi.
Tapi kami baru tiba, setidaknya bermain dua hari dulu.
Mainlah, mainlah,
tapi kau harus berjanji padaku.
Aku tidak bisa menemani kalian bermain.
Kau juga tidak boleh mencariku.
Baiklah.
Aku berjanji padamu,
aku tidak akan mencarimu.
Tapi...
kau harus mengunjungi kami kalau sudah ada waktu.
Kau yakin?
Yakin,
seorang wanita.
Langsung menciumnya begitu bertemu.
Delapan puluh persen pasti kekasihnya.
Awalnya kupikir orang yang diam-diam ditemuinya adalah polisi.
Tak kusangka, ternyata menemui seorang wanita.
Kak Hu, kau mencariku?
Houzi,
kemarilah.
Duduk.
Saat transaksi waktu itu,
apakah Songkun menunjukkan keanehan?
Sebelum masalah itu terjadi,
kami berdua terus bersama.
Dia berkelahi dengan orang asing di toilet SPBU.
Apa penyebabnya?
Katanya orang itu memotretnya dengan ponsel.
Siapa yang menyuruhmu memotretku?
Kak Kun, sudahlah.
Kau gila, ya!
Kak Kun, kita masih ada urusan.
Menarik.
Songkun ini...
melakukan hal besar untuk kamar dagang,
dengan berkelahi dengan orang asing?
Apakah kau ingat seperti apa tampang orang itu?
Ingat.
Zhuya.
Bawa Houzi ke SPBU untuk mengambil rekaman CCTV.
Harus menemukan orang itu untukku.
Baik.
♪ Yang bisa ditukar hanya permukaan ♪
♪ Hati yang tak terlihat sedang diuji ♪
♪ Kebenaran dan yang terlihat Tidaklah berhubungan ♪
♪ Palsu ♪
♪ Mungkin semua ini hanya pertunjukan ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Pikiran asli dan setan di hati ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku ♪
♪ Hitam dan putih Iya dan tidak ♪
♪ Benar dan salah Maju dan mundur ♪
♪ Mungkin sampai sekarang Aku masih belum bisa mempelajarinya ♪
♪ Melihat dosa tersembunyi yang Mungkin dilakukan ♪
♪ Bagaimana caranya kembali Ketika sudah tersesat ♪
♪ Masih berlagak jual mahal Lebih mahal dari kalung siapa pun ♪
♪ Ingin merobek hasil yang sudah jelas ♪
♪ Baik dan jahat terjalin Aku menangis sendiri ♪
♪ Kenyataan hidup harus dihadapi ♪
♪ Lelahkah memakai topeng ♪
♪ Hancur ♪
♪ Hancurkan semuanya jangan takut ♪
♪ Bagaimana menghadapi Perasaan yang berubah ♪
♪ Juga berangsur memudar ♪
♪ Ingin lari dari lingkaran yang rumit ♪
♪ Harus mencari sandaran ♪
♪ Siapa pun yang mencapai tujuan Baru tidak minder ♪
♪ Keras kepala Satu badan barang bermerek ♪
♪ Memakai kacamata khusus Bersulang denganmu ♪
♪ Yang bisa ditukar hanya permukaan ♪
♪ Hati yang tak terlihat sedang diuji ♪
♪ Kebenaran dan yang terlihat Tidaklah berhubungan ♪
♪ Palsu ♪
♪ Mungkin semua ini hanya pertunjukan ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Pikiran asli dan setan di hati ♪
♪ Palsu palsu palsu ♪
♪ Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku ♪
♪ Tidak ada yang bisa menghentikan jalanku ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.