Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
(Mengubah penampilan seseorang)
(memang dapat mengubah banyak hal.)
(Bahkan...)
(mungkin takdir seseorang.)
Wajah Baru
Episode 10
Sudah 30 tahun kita bertiga meninggalkan Myanmar utara.
Setelah itu,
kalian juga mendirikan POND bersamaku.
Benar juga.
Menurut kalian,
Hu dan Kun bagaimana?
Hu sangat cerdik, mahir berbisnis,
sekarang semua bisnis kamar dagang bergantung padanya.
Hu memang sudah banyak berjasa untuk kamar dagang,
tapi dari mereka berdua siapa yang lebih cocok menjadi ketua,
kurasa Paman De pasti sudah punya penilaian sendiri.
Hu sangat berani,
tapi sedikit gegabah.
Dalam menyelesaikan perkara,
Kun sedikit lebih berhati-hati daripada dia.
Kalau memang lebih berhati-hati,
Kun...
kenapa bisa sampai tertangkap basah oleh polisi?
Tidak tertangkap.
Dia berhasil kabur,
bahkan contohnya juga sudah dibawa kembali.
Inilah masalah yang kumaksud.
Begitu banyak polisi tapi tidak bisa menangkapnya,
menurut Anda masalah ini...
Kalian berdua merasa...
Kun adalah mata-mata?
Bukan,
kita cuma mengobrol, cuma mengobrol.
Paman De,
Hu sudah datang.
Paman-paman ada di sini semua, ya?
Sudah lama kita tidak pergi memancing di pinggir danau,
mau pergi bersama besok?
Boleh,
sudah lama juga tidak memancing.
Apakah besok Paman De ada waktu?
Kalau aku tidak pergi,
bukankah akan membuat kalian kecewa?
Kalau Paman Long?
Aku tidak suka memancing, aku tidak ikut.
Aku meminta orang memotong beberapa ekor kambing,
kemudian membawa beberapa botol wiski yang enak,
bagaimana, Paman Long?
Ini kau sendiri yang bilang, ya.
Kalau araknya tidak bagus, Paman Long akan mengamuk!
Paman De,
ajaklah Kak Kun juga.
Baiklah.
Kapan ikannya baru bisa terpancing?
Long, kau jangan teriak,
begitu teriak, semua ikannya akan kabur.
Kabur, kabur...
Kalau kabur, nanti aku belikan untukmu!
Melakukan apa pun harus dengan kesabaran.
Kalau sabar, ikannya pasti akan terpancing.
Kesabaranku sudah habis.
Hu,
kambingmu kapan akan dipotong?
Kenapa masih belum mulai?
Paman Long, Paman Long,
jangan buru-buru.
Kita nikmati pertunjukan dulu, baru potong kambing.
Ada pertunjukan apa?
Pertunjukan menangkap mata-mata.
Apa maksudnya?
Aku sudah menemukan mata-mata kamar dagang.
Siapa?
Songkun orangnya.
Hu,
bercandamu ini sudah sedikit kelewatan.
Aku tidak sedang bercanda.
Songkun adalah mata-mata.
Aku punya bukti.
Hari itu,
ponsel inilah yang dipakai Songkun untuk
mengirim informasi kepada pihak kepolisian.
(Ada perubahan situasi)
Songkun...
apakah ini ponselmu?
Mana mungkin?
Aku sudah tahu Kak Kun tidak akan mengaku.
Aku tidak hanya punya bukti, tapi juga ada saksi!
(Gawat!)
Toilet.
Permisi,
pinjam ponsel sebentar, mengirim pesan.
Cepat sedikit, ya.
Terima kasih.
Kak Kun.
Siapa yang menyuruhmu memotretku?
Kak Kun, sudahlah, sudahlah.
Kau gila, ya!
Kita masih ada urusan lain.
Saat di toilet SPBU,
bukankah ada seseorang yang meminjam ponselmu,
dan mengirim pesan?
Benar.
Apakah orang yang meminjam teleponmu,
ada di sini?
Iya.
Siapa?
Katakan dan kau bisa pergi.
Kak Kun!
Apa lagi yang akan kau katakan?
Kau begitu susah payah mencari orang kemari untuk memfitnahku.
Apakah kata-kataku masih ada artinya?
Atas dasar apa kau bilang...
Hu memfitnahmu?
Paman Bai,
hari itu, uang untuk bertransaksi
dengan Ishikawa Ichiro
telah diganti oleh seseorang.
Paman De,
aku sekarang sudah yakin,
orang itu...
adalah Hu!
Adakah kejadian seperti itu?
Apa buktinya?
Sekarang barang bukti dan saksi ada di sini,
kau masih mau bicara apa?
Songkun bukan mata-mata.
Paman De,
Songkun bicara sembarangan,
apakah kau memercayainya?
Aku tidak percaya ucapan kalian semua,
aku percaya pada bukti.
Yi.
Ternyata kau!
Kak Hu, Kak Hu,
dengarkan penjelasanku, Kak Hu.
Kak Hu...
Kak Hu, kali ini sungguh bukan aku,
Kak Hu.
Kali ini bukan kau,
jadi beberapa kali sebelumnya,
kau yang memberi informasi pada kepolisian?
Kak Hu.
Ikannya terpancing!
Besar sekali ikannya!
Kun,
ayo, ayo, kita pergi masak ikan!
Mari, semuanya.
Sudah lama tidak memakan masakan Paman De.
Paman-paman sekalian,
Kak Kun,
aku bersulang untuk kalian semua.
Hu,
tadi kau sudah memfitnah Kun.
Arak ini...
bukankah kau seharusnya bersulang dulu pada Kak Kun?
Benar.
Kak Kun, aku minta maaf.
Masalah hari ini, jangan kau simpan dalam hati,
aku minta maaf.
Semua ini juga demi kamar dagang.
Kun,
kau sudah lama di luar sana,
pasti sudah banyak menderita.
Cepat ceritakan pada kami,
bagaimana kau melewatinya selama ini?
Benar, Kun.
Si Hai ini, juga bukan kau pembunuhnya,
untuk apa kau kabur?
Kau tiba-tiba menghilang,
tidak ada kabar.
Sekarang tiba-tiba muncul lagi, dengan sangat misterius.
Kali ini kau kembali,
apakah ada udang di balik batu?
Atau ada seseorang yang mendukungmu dari belakang?
Barusan ikan memakan orang,
sekarang manusia mau memakan manusia.
Hu,
apakah masih ada yang mau ditanyakan?
Tanyakahlah semuanya.
Paman Long,
Paman Bai,
masih mau tahu apa lagi?
Kita langsung saja.
Orang semacam ini tidaklah pantas...
untuk bertanya kepadaku.
Hu,
sejak hari aku kembali ke POND,
kau terus memojokkanku,
menjebakku,
dan hari ini langsung mencari orang untuk memfitnahku.
Kalau saja pada hari itu aku mati di tempat,
tujuanmu langsung tercapai.
Kau dapat dipastikan akan menjadi
ketua selanjutnya dari Kamar Dagang POND.
Paman De, aku tidak begitu.
Pegang.
Ayo, angkat pisaunya,
tusuk ke sini.
Begitu tertusuk,
semua akan selesai.
Ayo.
Ayo, Kak Hu.
Ayo.
Kak Hu.
Jangan lelet.
Cukup!
Satu keluarga, meributkan apa.
Siapa di antara kalian yang berani main tangan di depanku.
Aku akan menjamin nyawa Kun.
Mulai sekarang,
siapa yang mengungkit kembali masalah ini dengannya,
maka juga akan bermasalah denganku.
Makan!
Makan, makan, makan.
Bukankah sudah kukatakan, jangan sembarangan menelepon.
(Naik ke atap, sekarang.)
Baik, aku segera ke sana.
Tenangkan dirimu.
Apakah kau tahu, kemarin aku hampir saja mati.
Bukankah sekarang kau berdiri di depanku dan baik-baik saja?
Aku sudah berjanji akan melindungi nyawamu.
Foto Paman De, aku yang memberikannya.
Houzi adalah bawahan dari Hu.
Saat aku menjadi polisi,
Hu mempergunakan Houzi,
dia membeberkan rahasia pada polisi, untuk membereskan yang tak sejalan dengannya.
Aku takut identitasmu terungkap,
jadi aku memberikan fotonya pada mereka.
Tapi kalau begini, bukankah Houzi akan tamat?
Tapi kalau aku tidak begini, yang mati adalah kau.
Keberhasilan seorang jenderal, berasal dari pengorbanan seribu pion lainnya.
Kau adalah jenderalnya, mereka semua hanyalah semut.
Semua tergantung dirimu untuk memaksa Songkun yang asli keluar,
lalu tukar kembali wajah kalian.
Aku akan menjeratnya atas nama hukum,
dan kau kembali ke kehidupan semulamu.
Ini adalah tujuan bersama kita.
Demi menangkap Songkun,
kau menghalalkan segala cara.
Apa bedanya dirimu dengan Hu?
Aku tidak menyangka...
Aku tidak menyangka mereka akan membunuh Houzi.
Hari ini demi diriku,
kau bisa mengorbankan Houzi.
Berarti suatu saat,
demi tujuanmu,
apakah kau juga bisa mengorbankan diriku?
Kita berada di kapal yang sama.
Kau terlibat tanpa dosa,
kau berbeda dengan mereka.
Tanpamu,
aku tidak bisa menyelesaikan tujuanku.
Kita sudah sampai tahap ini,
bertahanlah.
Kita pasti bisa terus maju.
Sekarang bukankah sangat bagus,
kau semakin lama semakin mirip Songkun.
Aku sudah berjanji padamu,
untuk menjaga nyawamu.
Lalu Houzi sudah tiada,
bagaimana istri dan anaknya?
Kau tidak bisa mengurusi semua hal.
Pergi ke mana?
Aku yang akan mengurus mereka.
(Kantor Polisi Kota Jia)
Petugas Andy, masih belum pulang?
Tidak ada kerjaan juga di rumah.
Kalau sidik jari pelakunya bukan dia,
kenapa dia harus bersembunyi?
Mungkin bukan bersembunyi dari kita.
Kamar Dagang POND bukankah akan memilih ketua baru,
pasti ada orang yang mencarinya demi mendapatkan kekuasaan.
Sel kanker POND ini,
cepat atau lambat harus kita basmi.
Pasti.
Petugas Andy, aku pulang dulu.
Kau juga istirahatlah.
Aku cek sekali lagi denganmu,
telur puyuh,
purun tikus,
remah roti,
bumbunya ada kecap,
arak masak, kulit kayu manis, dan juga ketumbar.
betul, kan?
Tidak kurang, kan?
Baik, kalau begitu aku akan mempersiapkan bahannya.
Tunggu saat nanti aku membuatnya, aku hubungi lagi.
Terima kasih, sampai jumpa.
Saat makan di rumah Qiang sebelumnya,
aku menyadari kalau
Pan paling suka makan bakso bola kecap.
Kalau dia suka masakan buatanku,
aku akan belajar beberapa masakan lagi.
Kau mengira aku suka Pan, kan?
Apa yang kau pikirkan?
Aku memasak untuknya, berarti aku suka dengannya?
Aku merasa dia sedang cedera, perlu nutrisi tambahan.
Siapa?
Aku.
Bantu aku jaga rahasia ya, ini kejutan.
Sebentar.
Kenapa? Apakah terjadi sesuatu?
Bereskan koper,
besok kalian langsung pergi.
Kau juga pergi?
Kalian pergi duluan, aku akan menyusul.
Tidak bisa.
Kita harus pergi bersama.
Kenapa kau keras kepala sekali,
aku suruh pergi ya pergi!
Bukankah hanya beberapa orang tua dari POND?
Sebelum aku datang, aku sudah mencari tahu identitas mereka dengan jelas.
Aku tidak takut sama sekali, aku tidak pergi.
Ini tiket kapal.
Aku tidak sedang berdiskusi denganmu.
Cepat bereskan kopermu.
(GOODCLUB)
(Mau mendapatkan wajah aslimu kembali?)
(Jadilah ketua.)
(Nomor yang Anda tuju tidak aktif.)
Kak Kun,
itu... alamat rumah Houzi, sudah ditemukan.
Kak Kun,
dia sudah mati.
Tidak kita lepaskan saja... keluarganya?
Aku keluar sebentar.
A, a, aku...
Tidak perlu.
Houzi ini
ternyata adalah informan polisi.
Jika bukan karena dia,
Songkun sudah mati dari awal.
Kak Hu,
apakah dia akan memberitahu semuanya kepada polisi?
Maksudmu?
Kalau dia sungguh melakukan ini,
sangat tidak menguntungkan bagi kita.
Houzi itu tahu banyak hal tentang kita.
Seandainya jika dia menyerahkan bukti kita...
Begini,
kau pergi dulu ke rumahnya,
tanya istrinya apa yang dia tahu,
sekalian gertak dia
agar tidak sembarangan bicara.
Mengerti, Kak Hu.
Apakah kau mata-mata?
Bagaimana mungkin?
Cuma bercanda.
Pergilah, pergilah.
Ibu.
Istri Houzi?
Kau... kau adalah...
Aku temannya.
Dia hari ini tidak ada di rumah.
Dia meminjamkan sejumlah uang untukku,
aku datang untuk membayarnya.
Dia...
dari mana punya uang sebanyak ini?
Zhuya,
kenapa kau datang kemari?
Kak Kun.
Mengapa kau ada di sini?
Aku datang untuk mengurus sesuatu.
Aku juga datang untuk mengurus sesuatu.
Ibu.
Teman kecil,
Paman akan mengajakmu bermain keluar,
oke?
Di sini tidak terlalu nyaman,
ganti tempat saja.
Ayo, pergi cari ibu.
Ikut denganku.
Ayo.
Ma Xiu,
Songkun membawa pergi seorang wanita dan anak.
Aku rasa mungkin akan terjadi sesuatu.
Kau segera bawa orang untuk membantuku.
Ada gerakan, ikuti aku.
Kak Leo.
Ada situasi apa?
Ada situasi dengan Songkun, aku akan memberitahumu setelah kembali.
Salip dia.
Salip dia!
Kak Kun,
kau berencana beraksi di mana?
Jika terus maju maka akan sampai di bandara.
Kau tidak bermaksud untuk melepaskan mereka, kan?
Jangan salah paham.
Bukankah Kak Kun masih cedera?
Hal kecil seperti ini, biar aku saja yang melakukannya.
Polisi! Jangan bergerak!
Mundur.
Mundur!
Pergilah dengan polisi,
jangan pernah kembali lagi.
Semua orang masuk ke mobil dan kejar!
Di depan ada sebuah dermaga, kendarai mobil dan ikuti aku.
Kau yang menelepon polisi?
Kalau tidak?
Apakah mereka itu semut?
Mereka itu manusia.
Mereka adalah manusia hidup-hidup.
Mereka punya hak untuk hidup.
Kau benar.
Bagaimana selanjutnya?
Ada rencana apa?
(Mau mendapatkan wajah aslimu kembali?)
Aku ingin menjadi ketua.
Kau ingin menjadi ketua?
Aku ingin menjadi ketua Kamar Dagang POND.
Atas dasar apa?
Dengan kekuatanmu saat ini di kamar dagang,
atas dasar apa kau bisa menjadi ketua?
Aku harus menjadi ketua.
Hanya dengan menjadi ketua,
aku baru bisa tidak takut kepada bajingan-bajingan itu.
Hanya dengan menjadi ketua,
aku baru mungkin tetap hidup
sampai Songkun muncul.
Aku harus bertahan hidup.
Aku harus kembali hidup-hidup ke sisi istri dan anakku.
Aku tidak punya cara lain.
Pan.
Berdiri di sana dan jangan bergerak.
Aku masih terbawa emosi, jangan mendekatiku.
Aku tahu kau tidak akan percaya lagi apa yang kukatakan sekarang.
Benar.
Tapi aku akan terus membantumu.
Aku belum tentu membutuhkan bantuanmu.
Kamar Dagang POND memiliki sebuah hard drive,
di dalamnya
berisi transaksi gelap Kamar Dagang POND selama bertahun-tahun
dan semua bukti pencucian uang.
Menemukan hard drive itu,
lalu menyerahkannya ke polisi,
maka baru benar-benar bisa memberantas POND sampai ke akarnya.
Aku yakin dalam proses melakukan hal ini,
aku pasti bisa menemukan pembunuh Hai.
Sementara kau
dan juga keluargamu
baru bisa benar-benar aman dan selamat.
Tujuan kita sama,
saling mendapatkan keuntungan.
Bagaimana caranya agar aku baru bisa menemukan hard drive itu?
Apakah kau masih bersedia percaya padaku?
(Kantor Polisi Kota Jia, Negara M)
Apakah kau tahu siapa yang menculikmu?
Dia adalah Songkun dari Kamar Dagang POND,
apakah kau kenal?
Aku tidak kenal,
tapi dia tidak menculikku.
Kau tidak perlu takut,
ceritakanlah semuanya.
Tidak ada yang bisa menyakitimu.
Dia juga tidak menyakitiku.
Mengapa kau masih membelanya?
Jika kita datang sedikit terlambat,
nyawamu dan putramu dalam bahaya, apakah kau tahu?
Selama kau bersedia bersaksi,
kita bisa segera menangkapnya.
Mengapa kalian mau menangkapnya?
Apakah kau khawatir dia akan membalas dendam padamu?
Dia hanya ingin melindungiku.
Melindungimu?
Halo, aku...
Siapa kau?
Halo, aku Chen Wan.
Aku tidak mengenalmu, ada masalah apa?
Aku ingin meminta bantuanmu atas sesuatu.
Kau tunggu sebentar, ya.
A... apakah kau mengenal orang ini?
Tidak.
Bagaimana dengan orang ini?
Pan Qiwen.
Walau dia berubah jadi abu, aku juga bisa mengenalinya!
Jangan kasar.
Kau bilang...
kau bilang namanya Pan Qiwen?
Dia yang menjebloskanku ke sini.
Apakah kau istri Pan?
Bagaimana kau bisa tahu?
Dia pernah menunjukkan fotomu dan putrimu.
Di mana dia sekarang?
Aku tidak tahu.
Lalu apakah dia pernah mengungkit tentang...
Apakah dia mengungkit tentang putriku?
Aku belum selesai bertanya.
♪ Tidak ada yang peduli denganku ♪
♪ Diriku dalam cermin juga telah hilang ♪
♪ Sebelum aku bersiap ♪
♪ Aku harus mencari sedikit keberanian ♪
♪ Entah bagaimana akhirnya yang kutemukan ♪
♪ Adalah diriku yang lain ♪
♪ Katakan di mana aku sekarang ♪
♪ Katakan mengapa aku begitu cemas ♪
♪ Katakan bagaimana tampangku sekarang ♪
♪ Kau bilang beginilah dunia ♪
♪ Memilih bingung dan putus asa ♪
♪ Atau harapan ♪
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.