Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Jika kau memahami kita
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Semakin memahami dirimu akan semakin takjub
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Semakin memahami dirimu akan semakin takjub
Kami berikan payung saat hujan turun
Kami jual barang lama padamu dengan bungkus baru
Walau begitu hati kita tetap India
Kita sedikit bodoh dan main-main
Mobil kita tak berjalan dan menghilang
Kita sedikit bodoh dan main-main
Mobil kita tak berjalan dan menghilang
Kita ingin cinta dan uang juga
Kita seperti ini dan juga seperti itu
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Semakin memahami dirimu akan semakin takjub
Kita sedikit pintar dan sedikit naif
Sanggup menangani masalah kecil
Walau begitu hati kita tetap India
Di mata kita ada air mata dan mimpi
Air mata dan mimpi keduanya milik kita
Di mata kita ada air mata dan mimpi
Air mata dan mimpi keduanya milik kita
Hati kita sedih tapi tak hancur
Harapan yang ada takkan kami lepas
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Kami punya semangat dan juga hasrat
Pertengkaran kecil dan tarikan serta dorongan
Kita banyak lakukan hal yang sedikit gila
Walau begitu hati kita tetap India
Walau begitu hati kita tetap India
Translate By Zambronk_lah IDFLโข Subs Crew
Kalian sedang melihat Ruby Towers di mana ada bom ...
di lantai 20. Suasana disini sangatlah kacau!
Warga telah dievakuasi dari rumah mereka.
Polisi telah berjaga-jaga dari semua sisi.
Jadi mari kita tanyakan pada asisten komisaris polisi ...
Dengar, Ini bukan saatnya wawancara! Biarkan kita lakukan tugas kita!
Siapa yang menaruh bom?/ Katakan Pak, kami laporkan pada TV.
Katakan pak!/Pak, tolong beri sedikit penjelasan!
Kau merasa bom ini milik teroris Pak?
Diatas ada ahli penjinak bom, jadi biarkan dia melakukannya!
Paman! Kucingku ada diatas! Tolong selamatkan dia!
Siapa yang bertanggung jawab untuk bom ini?
Jangan bertanya lagi! Hentikan!
Sebentar, Pak!/ Maaf, Pak.
Pak kau dapat hentikan kita semua, tapi apa kau bisa hentikan Ajay Bakshi?
Ajay Bakshi? Siapa Ajay Bakshi?
Lihatlah banyak polisi di sini! Bagaimana Ajay Bakshi ...
Dimana Ajay Bakshi?
Bagaimana kau bisa di sini?/ Aku memanjat pipa.
Kenapa?/ Liftnya rusak!
Aku benci kucing!
Disini pasti sudut yang tepat.
Oke sempurna, Tunggu!
Kau dapat sinyalnya?
Ya, sinyalnya bagus!/ Gambarnya bagus!
Kau lihat bom itu?/Tapi jangan lupa nama sponsor kita!
Ya, tenang!/ Oke.
Kita bersiap. Segera ambil gambar!
5, 4, 3, 2, 1.
Kita siaran langsung dari tempat kejadian bersama Ajay Bakshi dari `K 'TV!
Paman Ajay!
Cepatlah!/ Lihat itu.
Polisi menegaskan ada bom di sini!
Bom itu bisa meledak dan bom itu ada di sini!
Bom ini, tolong mundur. Biarkan orang melihat! ini bomnya!
Sebentar, Lihatlah di sana!/ Polisi mengatakan bom ini ...
Permisi, berapa lama bom ini akan meledak?
Lima menit./ Bom ini meledak ...
Lima menit./ Lima ...
Aku diberitahu akan meledak dalam 15 atau 20 menit!
Pandey pasti yang mengatakan!/ Maksudmu Pandey ...?
Lupakanlah. Mari kita tanyakan ahli seberapa cepat ia menjinakkannya!
Baik semua siaran langsung K'TV, maaf...
Namamu?/ Gyaneshwar Kale.
Senang bertemu denganmu! K'TV dan aku
Cukup ... menjauh dari bom! itu sangat berbahaya!
Ayo ... menjauh!/ Dengar, itu berbahaya.
Ajay Bakshi membahayakan hidupnya untuk menyiarkan langsung dari tempat kejadian!
Menurut pendapatku, Pak Kale orang yang sangat penting ...
dan ingat nama sponsor kami!
VIP tas terbaik untuk berbisnis.
Ada tujuh kabel dalam bom ini. Memotong satu ...
... dapat menjinakkan bom. Benar?/Benar!
Benar!/ Benar!
Hanya ada kabel dan empat menit antara hidup dan mati!
Jadi kita lihat kabel yang mana yang dipotong Pak Kale.
Apa kau memotong kabel merah?/ Tidak!
Yang hijau?/ Tidak!
Lalu yang biru?/ Tidak!
Jadi intinya merah, biru dan hijau kabel yang salah!
Yang putih dan merah kita tahu kabel yang salah!
Tapi kabel putih, merah terlihat berbeda seperti yang terlihat ...
... dan kuning serta biru juga pasti kabel yang salah.
Benar Pak Kale?/ Salah!
Salah kenapa?
Bagaimana kau bisa bicara dengan sangat cepat?
Karena aku tak berpikir! Ajay Bakshi dari K'TV!
Kita harus berpikir!/Kenapa?/ atau kita takkan bertahan!
Kau punya anak berapa?/ Tujuh.
Tujuh anak?/ Tidak! 7 kabel. Anakku 2!
Berhenti mengobrol dan mulai bekerja! Atau kita berdua akan terbunuh!
Ingatlah Merah, hijau dan biru adalah kabel yang salah!
Kami sudah putuskan merah, hijau dan biru kabel yang salah
Sekarang pilihan kami ada perak, putih dan hitam ...
yang sangat indah. Hitam warna yang indah./Tapi aku benci hitam!
Tapi hitam sangat indah! Lupakan hitam.
Abu-abu positif, kau tahu./ Yang putih atau kuning?
Kuning atau putih, kau bilang kuning?
Kuning./Kau bilang kuning?/Kuning!
Kau sungguh yakin kuning?/ Kuning!/kuning!
Kuning!/ Baiklah K'TV!
Menjinakkan bom langsung Kuning!/Kuning!
Kuning!
Kuning!/ Kuning!
Selamat!
Pak Kale beberapa saat menjinakkan bom dan menyelamatkan hidup kita!
Selamat!
Dengarlah! masih terdengar suara ...
Apa selalu ada suara seperti ini ketika kau menjinakkan bom?
Tidak, itu terjadi saat salah memotong kabel.
Salah memotong...? Dan apa yang kau lakukan saat situasi seperti ini?
Biasanya, lari menyelamatkan diri./ Lari? lari ...
Ajay turunlah!
Ajay menyelamatkan anak kucing itu!/ Apa kau sangat menyukai hewan?
Ayahku mengatakan, dunia ini juga milik hewan.
Jadi kenapa tidak...
... hewan juga manusia!
Dan aku... Suka kucing!
Ajay Bakshi sekali lagi membuktikan bahwa dia adalah yang terbaik!
AJay anakku, anak harimauku!
Kau telah berhasil mengguncang lebih dari jutaan warga India!
Kau ini luar biasa...!/Oke./ Dan kau bilang, ...
Aku suka kucing!
Kaka! Tak perlu untuk bersujud dikakiku!
Bercanda!
Bercanda!/ Ya!
Ayo para gadis, cium aku!
Dengarlah! aku ingin bicara sebelum kue ini dipotong!
Aku menganggap semua orang dari `K-TV seperti keluarga '!
Aku pernah bekerja di kantin Galaxy TV empat tahun lalu.
Restoran Kaka, kan?/ Benar.
Ketika aku mengajukan acara serial ke saluran Tv.
Pemilik Galaxy Chanel itu, K.C. Chinoy menegurku!
Dia bilang, kau bisa buat acara bagus, tapi vadas takkan pernah jadi pria besar!''
Tapi Kaka ... telah memberikan Chinoy jawaban yang tepat!
Dan Kaka ditambah TV, berarti`K-TV '...
Popularitasnya bermil-mil melebihi Galaxy TV!
Semua ini karena ... Kaka menyewa ...
Pria yang berbakat dan paling tampan di lndia!
Selesai pidatomu ... Aku tepuk tangan nanti!
Tidak Kaka Maafkan aku!
Lupakan minta maafmu, teman! KTV memberikan hadiah spesial!
Tahu kenapa aku memberikan mobil ini kepadamu?
Ya, karena aku yang terbaik!
Semuanya K'TV!
Koi hero yahan koi zero yahan
Koi star hai koi bekaar hai
Koi hero yahan koi zero yahan
Koi star hai koi bekaar hai
Main kaun hoon tumse main kya kahoon
Hai sach to ye doston ho
I am the best
Ho you are the best
I am the best
Yes you are the best
Doston mujhe tum dekh lo
Main number ek hoon koi kaam ho
Tez hoon bada smart hoon
Main phir bhi nek hon ye tum bhi kaho
Arre bhai vaah ye to hit
Arre bhai vaah ye to fit hai
Arre bhai vaah yehi to number one hai
Arre bhai vaah ye to hit
Arre bhai vaah ye to fit hai
Arre bhai vaah yehi to number one hai
Kisi ne ye kiya kis ne vo kiya
Koi ye bangaya koi vo bangaya
Main kaun hoon tumse main kya kahoon
Hai sach to ye doston ho
I am the best
Ho you are the best
I am the best
Yes you are the best
Mujh mein hai ajab jaadugari
Ki mujhsa charming koi hai kahan
Kya karoon hain deewani meri
Kahein mujhe darling sabhi ladkiyaan
Arre bhai vaah kya soorat
Arre bhai vaah kya kismat hai
Arre bhai vaah phir bhi kya bholapan hai
Arre bhai vaah kya soorat
Arre bhai vaah kya kismat hai
Arre bhai vaah phir bhi kya bholapan hai
Koi aisa yahan koi vaisa yahan
Magar koi nahin mere jaisa yahan
Main kaun hoon tumse main kya kahoon
Hai sach to ye doston ho
I am the best
Ho you are the best
You are the best
Oh yes yes yes yes yes
Say it again
Yes you are the best
You are the best
Apa yang terjadi?
Aku ingin sebuah hasil!
KTV turun dalam 3 tahun terakhir dan Galaxy naik!
Tapi sekarang, KTV naik dan Galaxy turun!
Popularitas perusahaan kita turun, reputasi nama kita juga turun!
Carilah sebuah ide pikirkan!
Pak, aku punya ide yang luar biasa!
Ini yang aku suka, langsung ada ide.
Apa itu?
Pak, mengapa kita tak menyiarkan film porno di malam hari?
Seluruh pemirsa pasti akan meninggalkan kita!
Tapi keluargaku sendiri tak keberatan!
Kita perlu wajah seperti yang KTV miliki, Ajay Bakshi!
Wajah yang menggemparkan seluruh pemirsa!
Saya Rhea Banerjee Tv 24 melaporkan secara langsung ...
26 kilometer tepatnya dari daerah Atna di desa Chappla.
Kau dapat melihat betapa sulitnya bahkan untuk sampai kemari.
Pak ... dapat kau beritahu kami kau mau kemana?
Ketempat jauh. Rumahku tenggelam! Mintalah pemerintah untuk bantu kami!
Seperti yang kita lihat, orang-orang pindah ke tempat yang lebih aman.
Pohon-pohon pada tumbang ... pohon-pohon besar!
Tapi Rhea Banerjee akan terus melaporkan secara laporan!
Tetap di saluran TV24!
Cut!
Matikan lampu Selesai!
Nn Rhea kau luar biasa menabjubkan!
Aku hampir mati saat kehilangan kaset masternya.
Tapi kau selamatkan pekerjaanku! kau luar biasa!
Ini terakhir kali aku melakukannya. Aku menerima panggilan Galaxy TV.
Kau keluar dari saluran kita?
Jaitan, jika kau berpikir aku keluar dari saluranmu ...
untuk profil yang lebih baik dan uang ...
Kau sungguh benar!
Selamat datang Rhea!
Bintang sepertimu hanyalah milik saluran Galaxy.
... Apa masalahnya?
Tantangan mengalahkan Ajay Bakshi!/ Itu saja, dan?
Dan ini kontraknya. Bacalah dengan baik.
Pak kau tak merasa ini kurang satu angka "nol"?
Kau isi angka 0 semaumu tapi kita harus menghabisi Ajay Bakshi!
Jadi saat kita di lndia pukul 08:00 maka di Dubai pukul 10.30 ...
Langsung dengan Rhea Banaji dari Galaksi Tv.
Bagaimana menurutmu? berkelas, bukan? Hyundai Crx model baru!
Mobil siapa yang kau pinjam hari ini?
Bukan milik teman, ini mobilku./ Milikmu?
Terima kasih.
Kenapa ayah, kau tak senang melihat mobilku?
Apa masalahnya? Mengapa selalu khawatir padaku?
Setiap ayah akan khawatir tentang anaknya hanya dalam dua kondisi.
Satu, ketika anaknya tak dapat uang, atau saat ia mendapat uang banyak!
Bosku memberiku mobil ini untuk pekerjaan baikku.
Oh, karena menyelamatkan anak kucing?
Ayah, pada jamanmu ada berita tentang anjing menggigit manusia.
Lalau beritanya menjadi pria yang menggigit anjing.
Sekarang, saat manusia dan anjing menggigit keledai, itu baru berita!
Dan jika itu tak terjadi ... kami pastikan akan terjadi!
Kami beritahu orang apa yang ingin mereka dengar, ayah.
Semoga berhasil./ Hei Ayah!
Untuk kerja keras dan tenagamu ... apa yang kau punya, ayah?
Aku mendapat dirimu. Dan tak ingin kehilangan dirimu.
Ajay kau bekerja pada media .../ Dan aku bisa mengubah dunia, kan?
Lupakan saja. Ayo biar kuantar dirimu dengan mobilku.
Ajak ibumu saja. Shanti kau ikutlah.
Lupakan saja, Bu ... Aku tahu dia tak mau ikut.
Ayo Shahid, cepat!
Jangan merusak moodmu./ Aku tak apa.
Aku suka mobilmu. Bagus sekali!
Ajay, kita takkan terlambat kekonferensi Menteri, kan?
Tidak, tak mungkin! Mobil yang hebat! kursinya juga lebar, kan?
Ajay, orang Galaxy mengirimkan reporter super untuk mengalahkanmu.
Ajay, kau kenapa?/ Kenapa lagi, Ayahku!
Apa salahnya untuk duduk di mobilku? Tapi dia tak pernah mengerti!
Jangan berdebat dengan orang tua! Santai, kau harus sabar sesabar-sabarnya.
Ajay, pikirkan tentang reporter baru itu.
Lihat poster baru. Bagus bukan?
Maukah menikah denganku?/ Tentu saja!
Sahid, bergaya!/ Ya.
Ikuti aku!
Apa kabar?
Dimana reporter baru dari Galaxy?/ Itu disana!
Cantik sekali!
Kau harus bertemu dengannya?/ Tentu saja Shahid!
Rhea, Ajay Bakshi datang!/ Aku tahu.
Lihat dia sangat tampan!/ Hanya di TV saja.
Aku sudah dengar nama itu./ Tapi apa arti sebuah nama?
Itu cinta dan kasih sayang!
Bukan dirimu, tapi saluran Tv maksudku.
Panas dan manis!/ Apa?
Bukan dirimu, maksudku kopi. Panas dan manis.
Mini, siapkan kamera.
Aku ingin ambil gambar Mentri langsung dari tengah.
Shahid, kau dengar?/ Akan kusiapkan!
Boleh duduk disebelahmu?
Kau belum menjawab pertanyaanku, Pak ...
Kalian pasti telah mengenal partaiku maju dalam pemilu mendatang.
Aku harus bertarung dengan Perdana Menteri pagi ini ...
untuk mendapatkan 8 miliar yang diberikan untuk negara kita.
AKu telah berjanji melakukannya!
Pak, anggota yang tak puas berkata ingin keluar dari partaimu?
Mengapa melemparkan mata jahat pada keluarga bahagia? itu hanya rumor ...
Pak Sharma berada dalam tahanan polisi. Senjata telah ditemukan di rumahnya.
Kau masih memberinya tiket pemilu?
Pak Sharma tak bersalah! Pihak oposisi telah memfitnahnya!
Masalahnya sebelum di pengadilan ...
dan aku percaya pada keperkasaan bangsa kita.
Apa yang terjadi dengan kasus pidana terhadap pak Sharma?
Mengapa penyelidikan petugas dihentikan?
Kau selalu mengajukan pertanyaan setiap hari?
Masalah Sharma menimbulkan pertanyaan. Pergi ke Penjara Pusat pukul 5.30 besok.
Wawancarai dia dan bangun sebuah citra untuknya.
Dia akan hancur dan kita akan hancur bersama dengannya!
Tidak, Pak. Aku akan mengurusnya besok.
Lihat yang ini. Perak yang ini.
Terlihat cukup menarik.
Apa yang kau lakukan di sini?/ Aku disini membeli hadiah selamat tinggal.
Perdana menteri bersikeras aku harus mewawancarai Pak Sharma pukul 5.30 besok.
Benarkah?/ Ya seluruh Dunia mengejarku.
Tapi aku mengejarmu!
Coba lihat yang itu./ Ini tak cocok denganmu ...
Ini katanya beraroma wangi mawar juga.
Itu bagus, tapi aku sudah punya banyak.
Jadi, kau pasti punya banyak waktu? Bagaimana jika kita minum secangkir teh?
Tidak./ Dia suka padaku!
Aku akan mulai dari awal. Kau bilang siapa namamu?
Aku tak memberitahumu namaku./ Kau memberiku nomor ponselmu ...
Aku tak memberikan nomor apapun./ Baik! Beri aku alamatmu saja!
Aku akan tetap memaksa, kau tahu .../ Dengar, Itu adalah hal pribadi.
Sebenarnya kau benar.
Lupakan tentang hal pribadi. Berikan aku informasi biasa.
Apa kau vegetarian atau non-vegetarian?
Berapa ukuran sepatu yang kau pakai? Atau katakan golongan darahmu.
Kalo aku B positif ...
Kau juga B positive./ Gila.
Katakan padaku nama anjingmu! nomor pinmu rekening bankmu ...
Apa sampo favoritmu? apa odol favoritmu?
Katakan padaku tentang dirimu
Tidak
Nomor teleponmu atau alamatmu
Tidak
Katakan padaku tentang dirimu
Tidak
Nomor teleponmu atau alamatmu
Tidak
Inilah diriku hanya untukmu
Jangan menyusahkanku seperti itu
Katakan padaku tentang dirimu
Tidak
Nomor teleponmu atau alamatmu
Tidak
Katakan padaku yang ingin kau katakan
Atau kau tunggu disini aku pergi
Jangan hanya katakan ini 'hai' 'sampai jumpa'
Ayo kita bicara sambil minum teh
Berapa kali harus kuberi tahu
Merayuku tak berguna
Dengar apa yang kubilang
Hatiku punya cinta untukmu
Tidak
Katakan padaku tentang dirimu
Tidak
Jika kau membicarakan kisah cintamu
Aku pasti akan menjadi marah
Jangan kau bicara tentang marah
Lebih baik kita nonton film
Kenapa kau ribut
Jangan buat bosan
Hati ini sudah tak ingin lagi
Katakanlah kau suka padaku
Tidak
Katakan padaku tentang dirimu
Tidak
Inilah diriku hanya untukmu
Jangan menyusahkanku seperti itu
Katakan padaku tentang dirimu
Tidak
Nomor teleponmu atau alamatmu
Akan kuberikan padamu!
Maaf, bukankah Ajay Bakshi tadi di sini?/Ya ajay tapi dia ...
Dia telah pergi./ Baik.
Tapi maaf ada apa ya?
Kenapa?/Kau tak tahu yang dia perbuat padaku.
Apa itu?
Dia bilang Shalini aku mencintaimu dan dia pergi bersama Anu!
Aku tak tahu itu./ Ini belum seberapa.
Dia punya buku harian, berisi nomor telepon semua gadis.
Dia memutuskan gadis yang ditemuinya menurut hari dalam seminggu!
Tak apa-apa ... tak masalah.
Dengar, jika kau bertemu dengannya, tolong katakan aku marah padanya.
Pasti akan kukatakan!
Maaf sudah mengganggumu./ Tak masalah./Terima kasih.
Jangan biarkan dia menyesatkanmu. Dia gila.
Itu resiko banyak gadis gila mendekatiku.
Apa kau tahu.
Ada gadis mau menikahiku karena melihatku di TV!
Jadi harus bagaimana? Aku kerja di stasiun Tv.
Rhea banerjee.
Setelah seorang pria jatuh cinta, Rhea ... Banerjee ...
Itu namamu!/ 6044132 nomor teleponku.
Nomormu! Biar kutulis dibuku harianku!
Bagaimana jika kita minum secangkir teh?/ Tolong biarkan kutulis dulu ...
Teh?/ Benar.
Maksudmu kopi, teh dan aku?/ Benar!
Aku tahu kau berpendirian sama sepertiku!
Bagaimana pukul 5.30 besok?/ Kapan saja! untukmu, aku ada waktu!
Tapi apa kau tak ada wawancara dengan Pak Sharma besok?
Tidak, Pak Sharma takkan pergi. Dia dikurung di penjara!
Baik pukul 5.30 besok./ Ya, di Garden View Restaurant.
Bagaimana jika besok kau pakai gaun warna pink?
Pink?/ Ya!
Pakai gaun pink kau akan terlihat.../Apa?/Sangat manis!
Tentu aku pakai gaun Pink./ Kumohon.
Tinggalkan semuanya. Lihat foto ini. Terlihat tampan bukan?
Kau terlihat sebagai pasangan serasi! Akan lebih baik di kehidupan nyata!
Bu, hentikan biro jodohmu, dan jangan memaksaku menikah.
Biarkan aku bekerja dengan tenang!/ Kau selalu bekerja sepanjang hari!
Apa kau akan terus mewawancarai polisi dan politisi sepanjang hidupmu?
Ibu, satu-satunya tugas dalam hidupmu adalah menikahkanku.
Tapi aku punya banyak tugas yang harus dikerjakan. Jadi pergiah, bu.
Lihatlah yang satu ini, Nak!/ Tidak!
Tidak?/ Tidak!
Dengar, jika ada orang yang kau cinta atau suka, katakan padaku.
Aku pasti akan setuju!/ Ibu, itu takkan terjadi.
Kumohon biarkan aku mencatat nomer-nomer ini!
Nomor telepon pria?/Bukan telepon Pria. Telepon wanita.
Ada yang akan bersenang-senang besok.
Shalini. Aku Rhea, sekretaris Ajay Bakshi.
Sekretaris Ajay Bakshi ... aku./ Kumohon jangan tutup teleponnya!
Dia malu dan ingin bertemu untuk meminta maaf.
Menemuiku? Kapan? Dan di mana?
Pukul 5.30 besok di Garden View Restaurant.
Kau akan datang, kan?/ Ya, aku pasti datang.
Shalini, Ajay punya sedikit permintaan. Datanglah dengan gaun berwarna pink.
Kumohon. Oke?/ Oke. Pasti!
Oke, sampai jumpa!
Dan sekarang Lily!
Ini kencan pertamaku dengannya. Aku tak mau ada kekacauan ...
Mengerti? ayo kita cek satu-satu/ Tentu tuan. Baiklah.
Kue?/Sudah siap, pak./ Sampanye?/Akan segera siap.
Tenang./ Tentu saja tenang.
Kau akan tenang, Pak!
Dan musik!/ Siap, Pak!
George, ini saputangan Pink.
Saat gadis tercantik didunia datang, bergaun pink dan masuk restoran ....
Kau lambaikan saputangan ini!/ Tenang saja, Pak! akan kulambaikan.
Pak, uangmu./ George.
Pak,/ Untukmu.
Untukku? Pak, lihat saja pelayananku!
Kaka? Aku tahu Pukul 5.15.
Aku akan pergi ke Penjara pusat dan bahkan mewawancarai Pak Sharma.
Jangan khawatir semuanya akan segera dilakukan!
Kaka, kuhubungi lagi nanti ... Penjaranya datang!
Apa yang kau lakukan di sini?/ Mencari korekku!
Korek? dimana koreknya?/ Dan di mana rokok?
Benar... benar... benar... Benar-benar kejutan menyenangkan!
Kejutan? Ayolah Ajay!/ Ya.
Dirimu yang mengejutkanku!
kau takkan menunggu? aku tahu kau buru-buru?
Tentu saja aku menunggu. Aku pergi hanya denganmu.
Luar biasa.
Duduklah./ Kau duduk juga.
Aku duduk setelahmu.
Ajay, aku sangat senang.
Ya./ Permisi Pak!
Kue./ Kue.
George, bukan yang ini.../ Ini kue yang sama, Pak!
Maksudku, bukan dia .../ Pak, ini kue yang kau pilih!
Kuenya bagus!/Baik, kau pergi saja, aku harus bicara dengannya.
Tidak, Pak. Setelah kue, sampanye.
Sam... sam...
Tidak.. tidak.../ Sampanye?
George, aku tak pesan sampanye, kan?/ Pak, kau memesan untuk nona ini.
Sampanye? Manisnya.
Tentu, aku memesan, manis bukan!/ Pak, boleh aku pergi?
Boleh kumainkan?/ Tentu ...
Kalian berdua mainkan saja!
Ya, aku sudah sampai. Tolong duduk saja.
Aku sudah bicara dengan Menteri Dalam Negeri.
Baik. Aku akan makan siang bersamanya.
Mini, bagaimana posisi ini? bagus?
Kemari, sipir ... dan jangan bergerak.
Maaf Nona!
Apa yang kau lakukan disini? Pindah!
Salam, kalian berada di penjara pusat! Dan kau akan lihat Pak Sharma ...
Sebentar Nona ini ada apa? Siapa kau?
Kami sedang bekerja, diamlah! Pergi ke tempatmu!
Maaf Nona, aku bukan sipir. Aku kepala penjara disini!
Dia kepala penjara ... Y.A. Jha!
Kita akan bertemu dengan Pak Sharma./ Maaf, kau ada ijin bertemu Pak Sharma?
Ijin?/Ya!/ bukankah kantor kepala menteri menghubungimu?/Tidak!
Tidak? ya, sudah!/ Dengar ...
Kau pasti bawa kartu identitas kan?
Kau memintaku kartu identitas?/ Benar./Kau meminta padaku?
Kau tak tahu siapa aku?/ Tidak!
Siapa yang ungkap kasus mantan Komisaris?/Siapa?
Aku. Siapa yang membuat Asisten komisaris di pecat?/Siapa?
Aku! Siapa yang membuat mantan kepala penjara ini dipecat?
Kau?/ Aku!
Sebentar ... ia meninggal karena serangan jantung bukan dipecat!
Dan mengapa ia terkena serangan jantung?/Karna dia!
Tapi nona aku.../Tidak, Mini mereka tak mau dengar!
Panggil Menteri Kepala .../Baiklah./ Kau ingat nomornya?/Tentu ingat!
Lakukanlah!
Aku dari kantor CM.. A.Rawat. CM = Kepala Menteri
Pak, telepon dari Kantor kepala Menteri!
Dengar CM mengirim dua wartawan TV ke penjaramu.
Mereka ada di sini, Pak./ Mereka teman jamulah dengan baik.
Akan kutangani, Pak!/ Biarkan aku bicara dengan mereka!
Biarkan aku bicara ... kau tak membiarkan kubicara!
Aku percaya, Nona. Kurasa kau mau bertemu Pak Sharma.
Bhinde, bawa mereka ke Sel Pak Sharma.
Pak, yang didalam atau luar?/Diam! Nona pergilah dengannya!
Kau sudah minum enam gelas air! Kau akan minum berapa lagi?
Aku akan minum semau diriku! ini hidupku dan uangku!
Aku akan minum dari teko .../ Kumohon jangan rusak suasana hatimu!
Datang!/Datang? siapa yang datang?
Jelas! Apa lagi yang akan kau lakukan setelah minum banyak air?
Hai tampan!
Apa aku terlambat?
Maksudmu semua ini sudah diatur?
Tentu saja! Aku orang yang sangat jujur.
Jadi seperti ini. Seekor kucing melahirkan enam anak di halaman belakangku.
Mereka bahkan menyalahkanku atas kelahiran anak kucing itu!
Hanya karena mereka lahir di bawah atap rumahku!
Aku menjadi sasaran api seperti Dewi Sita. Yang tak bisa apa-apa.
Aku sudah berpuasa seperti Gandhi di sel gelap ini!
Terima kasih Pak Sharma untuk meluangkan waktumu yang berharga.
Aturlah rekaman yang kau punya dalam wawancara terakhir, oke?
Baik.
Kau ajukan pertanyaan yang bagus dalam wawancara. Siapa namamu?
Rhea, cantik sekali! dan aku menunggu untuk kebebasanku!
Kapan kau bergabung dengan Ajay?/ Baru-baru ini.
Oh.. baru-baru ini.
Kau akan ke sel dalam, kan?/ Benar!
Ternyata kau sudah tahu. Pintar sekali.
Ayo kita masuk./ Baik./Ayo silahkan.
Sebentar. Tinggalkan kamera di sini. Itu mainan berbahaya.
Kalian bersenang-senang!
Lanjutkan! Mereka bekerja dengan Ajay. Wanita dari partai kami sendiri.
Siapa namanya tadi ...? Oh ya, Rhea!
Kalian mau yang mana? mau Bir atau Whisky?
Aku tak minum. Terima kasih./ Terserah dirimu.
Pak Sharma, disini ada lemari es dan televisi ...!
Ini semua karena kasih sayang partai kami!
Aku bisa mentolerir panas dan kemiskinan.
Aku punya kulkas sehingga aku bisa minum bir dingin!
Ajay Bakshi pria cerdas, Selalu dikelilingi gadis-gadis cantik!
Tidak .. dengarkan aku! Sebentar... oke!
Oke! Aku cinta kalian semua!
Rhea! Apa yang telah kau lakukan padaku?!
Ini!
Koi hero yaha koi zero yaha
Koi star hai koi bekaar hai
Koi hero yaha koi zero yaha
Koi star hai koi bekaar hai
Main kaun hu tumse main kya kahu
Hai sach toh yeh dosto ho
I am the best
Ho you are the best
I am the best
Yes you are the best
Jindagi agar koi match hai
Toh samjho tum mujhe tendulkar
Saamne na tum maana kabhi
Na takraana kabhi tum bhul kar
Arre bhai vaah yeh jo aaye
Arre bhai vaah yeh to chhaye
Arre bhai vaah yahi toh champion hai
Mera jo khel hai main tumse kya kahu
Jo feko bouncer toh sixer mar du
Main kaun hu tumse main kya kahu
Hai sach toh yeh dosto ho
I am the best
Ho you are the best
I am the best
Yes you are the best
Shehar ko agar jungle kaho
Toh is jungle ki hu main sherni
Saamne jo dushman ho agar
Toh phir mujhko nazar nahin pherni
Arre bhai vaah kya ladki
Arre bhai vaah kya bhadki hai
Arre bhai vaah yeh shola hai agan hai
Kisi ka robe hai kisi ki thaath hai
Koi hoshiyaar hai koi chaalaak hai
Main kaun hu tumse main kya kahu
Hai sach toh yeh dosto ho
I am the best
Ho you are the best
You are the best
Yes
I am the best
Yes you are the best
You are the best
Persetan dengan TVmu!/ Siapa kau berani kurang ajar?
Bodoh! aku Kepala Menteri!/ Kau, Pak? Maaf, Pak!
Ajay Bakshi harusnya wawancara dengan Pak Sharma di penjara.
Tapi gadis dari Galaxy TV sampai di sana duluan ...
dan dia menghancurkan Sharma!
Kau tahu ini akan mempengaruhi pemilu?
Akan kukeluarkan saluran TVmu dari tiap rumah! mengerti?
Akan kulakukan sesuatu, Pak. Halo... halo!
Dimana Ajay?! Panggil dia. Ajay!
Brengsek! Bangsat! Tolol!
Kau bodoh! Dasar goblok!
Kau menyalahku!/Tidak! Aku menyalahkan diri sendiri!
Sendiri?/Benar. Aku Keledai!
Benar!/Salah!/ Salah?
Sebenarnya aku kuda.
yang menjadi lumpuh pada hari perlombaan!
Kau menyuruhku mewawancarai Sharma. Tapi apa aku pergi ke sana?
Tidak!/Kenapa kau tak mengingatkanku?
Aku mengingatkanmu berkali-kali!/ Tapi aku tak pergi ke sana!
Kenapa?
Kenapa tidak? Karena aku suka lalai dalam bekerja!
Sekarang kutanya, bisa-bisanya kau mempekerjakan orang sepertiku?
Itu karena salahmu yang memanjakanku!
Kapan aku memanjakanmu, Nak?/ Nak! kau memanggilku Nak!
Tahu apa yang kupikirkan sekarang? Aku ingin meludahi diriku sendiri!
Aku menangis!
Benarkah?/ Terimakasih.
Aku tak melihat air matamu!/ Aku menangis di dalam hati!
Aku akan pergi .../ Tapi dengar, Nak ...
Aku tahu dia takkan mendengarkanku! Mary pecatlah aku!
Aku? memecatmu?/ Ya. Lakukanlah!
Aku masih training, Pak./ Kau masih training?
Kaka dia masih training?/ Ya dia masih training.
Jadikan dia tetap!/ Dia masuk 3 bulan lalu.
Kubilang jadikan karyawan tetap./ Oke sekarang kau karyawan tetap.
Terima kasih, Pak!
Sekarang tulis, Ajay Bakhsi ... Kau dipecat!
Ajay Bakhsi kau dipecat! Aku akan melakukanya Pak!
Mary. Aku menjadikanmu karyawan tetap dan kau akan memecatku!
Mary, kau coba meretakkan hubungan kami!
Keluar!
Dengar, lupakan untuk keluar dari pekerjaan ini, anakku.
Tapi ini peringatan pertama dan terakhir! Ini tak boleh terjadi lagi!
Tidak, itu takkan terjadi ...! Apa yang telah kulakukan?!
Rhea kenalkan Pak Ramakant Dua, seorang politisi besar dan temanku.
Ini adik iparnya pemilik Industrial Gandhi, Pak Gupta.
Kau bukan hanya telah menyusup kepenjara Pak Sharma ...
dan menaruhkan kucing di muka Kepala Menteri, salut untukmu!
Kau gadis yang pintar, pasti bisa menjadi anggota Majelis Tinggi.
Duduklah./Pemilihan umum ada ditangan kita, Chinoy.
Kau sudah memikirkan cara publisitasku?
Jangan khawatir. kau pasti akan menjadi kepala Menteri kali ini!
Pak Chinoy, kuucapkan terima kasih. Nona Rhea, tolong lakukan sesuatu.
Berikan Pak Dua imej baru dan buat namanya ada di tiap rumah.
Tentu!
Untuk itu, kau harus berjalan dari rumah ke rumah.
Maksudnya?/ Jalan kaki.
Kita atur saja perjalananmu dari rumah-kerumah.
Dan Galaxy akan menyiarkan secara langsung.
Kita sebut Ramakant Dua untuk kesejahteraan.
Kalian mau yang mana? Bir? Whiskey?
Ajay, dia membuatnya! Mereka menyiarkan wawancara itu berulang kali!
Kita seharusnya yang terbaik. sekarang dia yang terbaik!
Dia pantas mendapatkannya!
Setiap gadis yang mengelabuhi Ajay Bakshi pastinya hebat!
Ajay, kau bicara apa. Gadis itu telah merusak reputasimu. Kau hampir dipecat.
Dan kau memaafkannya!/ Tidak Shahid, takkan kumaafkan.
Ini pertama kalinya aku sungguh menyukai seorang gadis.
Tapi takkan kumaafkan, aku akan merusak pekerjaannya!/Bagaimana?
Para bos mafia akan berkumpul dikuburan sore ini.
Kita akan temukan orang yang akan mengacaukan tugas Rhea Bhanaji.
Ketua, mengapa mengadakan pertemuan di kuburan?
Kau diam saja!
Apa yang akan kita bahas di pertemuan ini adalah ...
Orang harus takut pada mafia seperti kita ini.
Tapi contoh ini ... Pappu Jr belum ada di kursinya!
Rekan kami, Pappu Senior menerima 15 peluru sebelum ia meninggal!
Aku sering bilang padanya, jangan lakukan itu. Ini tempatnya dimakamkan.
Ia meninggal dan meninggalkan anaknya yang tak guna, Pappu Jr!
Halo, Abbu! Hi Paman Babu! Hai teman-teman!
Bagaimana kabar anak buah kita? Baik-baik saja.
Duduklah semua. Kita semua sama.
Kau jangan duduk! Berdiri saja!
Ini Ayahmu Pappu Senior, Mafia yang baik!
Dia meresahkan masyarakat. Tapi kau meresahkan kami!
Aku memintamu.. apa itu?/ Merampok bank!
Merampok bank. Lalu apa yang kau lakukan?
Maaf ayah!
Paman, aku benar-benar menggerebek tempatnya.
Lalu apa yang kulakukan di Bank itu.
Aku sampai di sana dengan senjata ditanganku!
Dan aku menyerang kedalam ruang manajer.
Tapi Manajer malah memberiku salam!
Dan aku menyadari aku punya rekening di bank itu!
Apa ada yang merampok rekening sendiri?
Bagaimana paman?
Dia benar. Bisnis ini tak bisa ditebak.
Tak bisakah kau cari bank lain?!/ Tak bisa, Paman ...
tapi itu hari Minggu, hari libur semua Bank tutup!
Tak bisakah kau lakukan hari Senin?/ Aku melakukannya. Tapi itu hari libur nasional!
Semua libur!
Bagaimana bisa ada orang yang layak menjadi mafia ...
di negara yang punya banyak hari libur?
Paman bagaimana?
Dia benar. Bisnis ini tak menyenangkan lagi.
Persetan dengan bankmu!
Aku mengutusmu menghasut kerusuhan, lalu apa yang terjadi?
Aku ke sana. Tapi aku melihat wanita di pasar ...
dan anak kecil yang sedang bermain. Apa yang bisa kulakukan?
Jadi kau kembali begitu saja?/Tidak!
Aku bermain kriket dengan mereka dan mencetak 29 angka!
Bodoh! Kenapa tak kau mulai kerusuhan itu?!
Paman kita bukan politisi yang membuat kerusuhan.
Kita takkan lakukan itu tanpa ada provokasi.
Kita mafia, paman dan kita punya harga diri.
Berarti kau tak lakukan apa-apa selama enam bulan terakhir!
Lepaskan, paman ...
Aku membuatnya./ Apa itu?
Aku sudah membuat album./ Jadi kau membuat bom?
Bukan, tapi album. Seni./ Apa itu?
Dia gila, sudah gila! Usir dia sekarang!
Kita dipermalukan! Kuharap tak ada yang melihat!
Jika ada apa bedanya?/ Kau benar juga ...
Kami melihat dan mengenali dirimu!
Kabur!
Tuan, Kami sangat butuh publisitas./ Publik akan bersorak padamu
Ketika melihatmu lewat. Aku bisa usahakan!
Bagaimana?/ Kau kenal Ramakant Dua?
Maksudmu Rammu? Aku kenal si brengsek ini!
Kau bisa mengambil ketenaran di dunia kejahatan!
Panjang umur, Ramakant Dua!
Aku Rhea Banerjee dalam acara Ramakant Dua untuk kesejahteraan.
Seperti yang kau lihat di Galaxy Tv. Begitulah!
Di sinilah kau akan dapatkan publisitas.
Mengenaliku? teman masa kecilmu ... Pappu Jr!
Aku ingin bicara sebentar tentang temanku!
Kenapa, tak boleh?/ Silahkan!
Dia brengsek! Jangan biarkan dia bicara!/ Bagaimana bisa kuhentikan saat ramai?
Kau diam saja!/ Sebentar, pegang ini.
Pak Ramakant Dua orang yang tak suka kekerasan.
Dia selalu melewati jalan yang ditunjukkan Mahatma Gandhi.
Tapi dia memujiku.
Tahu kenapa?/ Mengapa?
Karena dia tinggal di jalan Mahatma Gandhi!
Saudara-saudara, orang ini pembohong!
Kau tahu apa yang dibilang Bhavna Aku ada untuk orang miskin!
Bhavna! Itu nama pembantunya, yang telah ia hamili.
Dua anak haramnya Kahlu dan bahlu kemari!
Ayah!
Hentikan itu! Panggil polisi!
Serangan terhadap Pak Gupta menimbulkan pertanyaan serius atas keamanan di kota.
Polisi tak bisa katakan apa-apa tentang pembunuhan ini.
Sebentar, yang aku bisa katakan Pak Gupta dalam kondisi stabil ...
semua upaya dilalukan demi menyelamatkannya.
Siapa yang menembak?/Kami akan beritahu segera setelah penyelidikan.
Tak bisa memberi tahu siapa yang melepaskan tembakan.
Aku senang Pak Gupta masih hidup./ Maaf, aku tak ingin bicara denganmu!
Apalagi setelah apa yang kau perbuat! Kau tak malu membawa preman itu ...
Aku malu, aku sangat malu.
Tapi setelah kau mengirim gadis-gadis ke restoran.
Jadi kau juga pasti malu.
Jadi kita impas. Kita akhiri saja.
Permisi, boleh kuantar pulang?/ Untuk apa?
Ayah bilang gadis tak boleh pulang sendirian setelah pukul 9,30.
Terutama ketika dia pulang dari rumah sakit.
Jadi kau bisa sopan juga .../ Bukan aku. Tapi ayahku.
Boleh dirimu kuantar pulang?/ Tidak terimakasih. Aku sudah dekat.
Jadi aku akan mengantarmu sebentar saja.
Biar kubukakan .../ Aku bisa sendiri.
Kau tak bisa, boleh kubukakan?/ Aku bisa sendiri./Kumohon!
Baik. Tolong buka.
Lihat bagaimana caranya. Pegang ini dan tekan dengan lembut dan ...
Ini ... sangat mudah.
Tapi kau jangan khawatir. Malam ini takkan hujan.
Ayo.
Ada apa? ayo!
Kurasa kau harus pakai jaket ini./Tidak Terima kasih, aku tak membutuhkannya.
Aku tak mudah sakit./ Tapi kau transparan.
Aku memaksa.
Kau harus membawa payung di musim hujan.
Ada apa ini dikantongmu?
Aku sudah mencarinya selama 2 hari ini!
Aku selalu makan setengah pisang dan menyimpan setengah lagi.
Kau tak pernah tahu saat membutuhkannya.
Ajay kau makan pisang sudah 2 hari!/ Sebenarnya ini lebih dari 2 hari.
Kau mau coba?/ Tak mau!
Oke, tak masalah!
Boleh kutanya masalah pribadi?/ Silahkan.
Kau manusia atau kera?/ Kau suka yang mana?
Katakanlah!
Rhea, kau dari mana? Aku khawatir! lagi pula hujan ...
Ibu kenalkan Ajay Bakshi. Dia mengantarku pulang.
Masuklah!/ Terima kasih.
Hei, kau orang itu ...
Oh benar, Rhea kau tak memberitahuku tentang dia!
Dan aku sudah bilang aku menyetujui pria manapun yang akan dia pilih!
Dan dia pergi dan memilihmu!/ Beruntungnya aku!
Duduklah .../ Rumahmu sangat indah.
Tunggu ... kau basah kuyup./ Aku tahu basah.
Bu, ini salah paham, dia hanya temanku bukan siapa-siapa, dia hanya ...
Rhea ...
Biarkan Ibu bicara! dia mengatakan semua hal yang baik!
Dan Bengali bahasa yang manis./ Dia bisa bahasa Bengali!
Cuma sedikit!
Senyumnya sangat manis dan ini anting yang lucu.
Kau juga tampan.
Ada apa?/ Ibu!/Diam.
Dengar, kau punya pekerjaan tetap?/ Tentu!
Aku juga punya deposito./Jadi apa masalahnya? Kalian segeralah menikah!
Bagus! Aku besok bebas ... bagaimana denganmu?
Ibu, Ini kelewat batas! Aku takkan menikah dengannya!
Kenapa?/ Kenapa?
Ini jaketmu. Sekarang pulanglah./ Oke ...
Ibu aku bercanda, sebenarnya aku cuma mengantarnya pulang ...
dan aku hanya teman./ Hanya teman?
Tapi teman menawarkan sesuatu untuk dimakan!
Seperti yang ada disitu.
Baiklah, kuambil./Aku suka ibumu, Dia sangat manis!
Ibu aku punya prinsip seperti ini. Aku makan setengah pisang ...
dan menyimpan setengahnya!/ Dia tahu./Pergilah sekarang.
Rhea, aku suka anak ini. Pikirkanlah hal ini!
Jangan menangis, adik! Hentikan sekarang.
Politik telah mengambil suami adikku.
Berhenti menangis ... Hei kau urus dia.
Ini kesempatan yang diberikan Tuhan disaat menjelang pemilu.
Adakah kesempatan yang lebih baik dari pada mengumpulkan simpati?
Adik iparku, Magan Gupta, telah meninggal.
Apa?/Beritahu anak-anak apa yang harus dilakukan.
Tapi harus hati-hati.
Hei, ayo siap-siap.
Itu menyebabkan kerusuhan di kota dan akan banyak orang yang mati.
Jadi biarkan mereka mati. Aku mendapat keuntungan.
Aspek yang paling penting dalam politik adalah waktu.
Sekarang saatnya kita menuai keuntungan.
Salam!
Semuanya tenang!
Kalian telah lihat yang dilakukan Kepala Menteri padaku!
Dia sudah menjadi gila!
Dia mencoba lakukan pembunuhan yang ditujukan padaku!
Tapi tak ada yang bisa membunuh pria yang dilindungi Tuhan!
Peluru hanya menyerempet pada lenganku.
dan mengenai pada adik iparku!
Dia sudah mati. Dan sekarang adikku telah menjadi janda!
Kita pasti akan membalasnya! Tapi tidak dengan kekerasan.
Tentu saja tidak dengan baku hantam!
Turunkan Ketua Menteri!
Siapa yang akan menghentikan mereka, membuat mereka melihat alasan?
Tu hi dekh maa yeh barbaadiya
Tu hi dekh maa yeh barbaadiya
Sab jalate ghar sab jalate nagar hai tere
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Aku akan melakukan doa untuk perdamaian di kota.
Politisi berjuang demi kekuasaan ...
tapi Pak Ramakant Dua berdoa untuk perdamaian.
Kedamaian bagi dunia.
Lakukan sesuatu! Dua semakin mendapat simpati publik!
Buatlah kerusuhan diseluruh kota dan kita menyalahkan Dua.
Deewaaron par
Deewaaron par
Khun ke dhabbe
Khun ke dhabbe
Footpaathon par
Khun ke dhabbe
Shehar mein jaise har nukkad par
Maut khadi hai
Chauraahein par jaane kisaki
Laash padi hai
Nafrat ki naagin fan khole
Curfue ka sannata bolein
Kaun hai khuni kisi talaashe
Kuchh bhi nahi kehati hai laashe
Tu hi dekh maa aaye hum kahaan
Kya baat hai yuun gumraah hai kyun tere bete
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Vande maataram
Apa yang terjadi, Ajay? ini terbakar itu terbakar! seluruh kota rusuh.
Begitu banyak pertumpahan darah./Dengar.
Shahid, kau sedang apa? Syuting.
Kau menyuting apa?
Kau mengharapkan apa?
Main bola, kurasa./ Jangan coba berlaga pintar.
Aku tahu kau sedang bekerja! Tapi gambar apa yang kau ambil?
Kemarilah. Tak apa-apa. Jangan takut.
Siapakah orang yang menyebabkan kerusuhan diseluruh kota?
Ada orang yang memulai perang antara kedua partai politik ...
Polisi telah menangkapnya, orang yang menyebabkan peperangan.
Kami akan terus laporkan semua perkembangan terbaru.
Hasyim Diksit. RBC news.
Komisaris Ini kepala Menteri.
Selamat pagi, Pak! Ya pak.
Beritahu pers bahwa Ramakant Dua menyewa pembunuh untuk menembaknya ...
sehingga ia bisa mendapat simpati publik.
Pak, bagaimana bisa kukatakan itu?/ Berbohong saja.
Itu laporan resmi dan akan menjadi kebenaran.
Lakukan seperti kataku, atau kau akan dipindahkan ke Lal Ganj!
Ini Ramakant Dua.
Ya, Pak! aku sangat tegang./ Akan kukeluarkan kau dari ketegangan.
Buat pengumuman pria yang ditangkap orang partai CM.
Pak lnvestigasi sedang dilakukan./ Komisaris, ingat ini.
Aku mungkin akan segera jadi kepala Menteri.
Aku harus bagaimana? Mereka memintaku saling menyalahkan!
Tapi bagaimana denganku? Apa aku bukan manusia?
Mereka berdua membuatku menari seperti boneka!
Pak, Pers menunggu di luar. Mereka butuh berita.
Apa yang akan kukatakan pada pers aku tak tahu!
Pak, kita salahkan orang asing. Itu membuat mereka akan sibuk selama satu bulan.
Benar! orang asing.
Pak, siapa orang ini? Apa ia dari sebuah parpol?
Aku di sini untuk menjawab pertanyaan kalian!
Orang itu bukan dari parpol atau oposisi. Bukan organisasi bukan kumpulan.
Dia teroris dari negara lain!
Dari negara lain? maksudmu luar negeri?
Kuulangi!
Dia seorang teroris yang telah dikirim untuk membuat rusuh negara kita!
Jika hanya teroris, itu bagian dari geng kita!
Inilah kesempatan kita untuk publisitas./ Bagaimana?/Kita culik teroris ini!
Menculiknya?/ Ya!
... bersama siaran langsung pembunuhan Magan Gupta.
Kami akan menunjukkan sekilas teroris yang menakutkan saat ini.
Dia dipindahkan ke penjara dengan tingkat keamanan yang tinggi.
Kau termasuk kelompok teroris mana?
Cepat kita matikan. Lakukan!
Dimana dia? Dia telah menghilang!
Keibutan terjadi pada pemindahan tahanan ...
teroris lnternational kabur meskipun polisi menjaga dengan ketat.
Itu menimbulkan keraguan atas badan-badan intelijen lndia.
Aku tak lihat apapun. Setelah Lampu padam ...
... dia langsung menghilang.
Apa kau lihat matanya? sangat menakutkan.
Tapi aku tidak takut./ Kau pikir mereka akan menangkapnya?
Mustahil ...
Semua itu bohongan paspor dan visa palsu.
Dia pasti sudah jauh saat polisi mulai beraksi.
Aku ingin laporan disemua blokade!
Hentikan mobilmu!/ Hai Pak AC apa kabar?
Ajay Bakshi dan Rhea Banerjee bersama-sama!
Biarkan mereka lewat ... mereka dari pers!
Menurut informasi yang diterima oleh lndia's Most Wanted...
seorang teroris yang ditakuti, Mohan Joshi, ...
telah melawan hukum dan melarikan diri!
Tanda bahaya untuk semua pemirsa kami!
Lihatlah wajahnya dia terlihat berbahaya.
Orang ini berbahaya dan bersenjata.
Jangan mencoba untuk menangkapnya jika ia terlihat di mana saja ...
kalian bisa membahayakan hidupmu.
Aku sudah mengguncang Pemerintah! aku memiliki teroris di dalam drum!
Dimana Sapre?/ Dia ketinggalan.
Seperti biasa dia selalu terlambat!
Buka!
Apa yang kau lakukan di sana?/ kau mengunciku, ini salahku!
Bagaimana dengan dia?/ Teroris pergi ...
menggunakan mobil reporter./ Jadi kenapa kau tak bilang?
Aneh! Bagaimana bisa orang bicara dari dalam drum!
kau telah menghancurkan impianku! Aku ingin teroris itu!
Aku ingin dia ... di mana dia?!
Aku peringatkan dirimu! Jangan pikir kita takut!
Ajay, dia tampaknya marah. Dia tak mengerti sepatah kata pun!
Ini peringatan, paham?
Aku lapar./ Lapar?
Berikan aku makanan!
Kau punya makanan? Periksalah tasmu!
Nyalakan kamera!
Aku punya pisang ini ... Tapi cuma sedikit.
Aku harus memperingatkanmu bahwa Polisi sedang mencarimu.
Dan sudah jelas disiarkan diseluruh saluran televisi ...
bahwa kau seorang teroris. kau orang berbahaya.
Aku bukanlah teroris!
Aku punya putri sepertimu. Namanya Kavita.
Ayah ...
Ada apa?/ Dia mulai gugup.
Sebenarnya, Ibu membuatku gugup, ayah.
Minggirlah, kau minggir. Jangan takut.
Aku sudah melayani mereka 30 tahun, sayang. Aku kenal ayah Maganbhai sangat baik.
Dia bilang lamaranmu dikonfirmasi, jadi itu dikonfirmasi.
Jangan takut.
Putri kita akan lakukan wawancara! Kita harus mempermanis lidahnya.
Apa kita punya manisan di rumah?/ Tidak!
Tidak ada? baiklah, Lihat ini ...
Kita buat manisan keluar dari mawar ini, ya? Laddoo=manisan
Mawarnya menghilang! Dan dimana manisannya?
Ini dia!/ Tapi itu peda, ayah!
Ini peda? benarkah? coba kau cicipi!
Ini peda? ini peda!/ Ya, mana manisannya?
Manisannya dimana? Ini manisannya!
Gelang?
Putriku, Kavita Joshi. Bos memanggilnya untuk wawancara.
Aku Kavita Joshi ... Putri mohan Joshi.
Aku membawa ijazahku ...
Tidak ..! Ayah!
Kenapa dia menggonggong?
Tidak ..
Tidak ..
... Ayah! Tolong lepaskan aku!
Apa wawancara Putriku sudah selesai?/ Dia pergi setengah jam yang lalu.
Aku sejak tadi disini. Kapan dia pergi?
Aku tak tahu. Dia sudah pergi.
Ayah, Magan menyakitiku .... Mengapa kau membawaku kesana?
Dia telah menderita luka. Kurasa dia telah diperkosa.
Ini serius. kau harus segera laporkan pada polisi.
Mengapa kau antar putrimu kesana pada hari Minggu?
Siapa yang tahu kau pergi ke sana!
Dia telah diperkosa. Tapi mengapa mempermalukannya di pengadilan?
Kau bilang dia diperkosa!/ Itu cuma dugaanku saja!
Kenapa kau tak mengerti?
Aku tahu apa yang kau harapkan. Pergi dan ambillah uang dari Gupta.
Aku bisa membuatnya memberimu 50 atau 60.000.
Aku tak bisa buat laporan hanya berdasarkan kecurigaan.
Ikuti saranku dan segera nikahilah dirinya.
Aao na aao na mere paas aao na
Aao na aao na mere paas aao na
Jindagi ka koi geet tum gaao na
Jindagi ka koi geet tum gaao na
Tum iss dil ki dhadkan ho tum nahi jaanati
Mere jine ka kaaran ho tum nahi jaanati
Aao na aao na mere paas aao na
Aao na aao na mere paas aao na
Pyaar ke raaste aake mehkaao na
Tum jaisa koi nahi hai tum nahi jaanati
Tum ho toh swarg yahi hai tum nahi jaanati
Aao na aao na mere paas aao na
Aao na aao na mere paas aao na
Kavita meninggal.
Aku tak tahu kekuatan apa yang dia berikan padaku ...
tapi aku memutuskan ...
... untuk membalas dendam untuk kekejaman itu!
Aku terus mencari kesempatan selama enam bulan lamanya.
Dan suatu hari, aku melihat dia pada pertemuan Ramakant Dua ...
Jeritan Kavita yang menyelimutiku saat melihatnya dengan mataku!
Tanganku bergerak sendiri dan kutembakkan 6 peluru padanya!
Aku telah membayar kehormatan putriku, dengan membunuh Maganlal Gupta.
Jika ini disebut teror. Aku pastinya teroris.
Baba, kau mau kemana?
Aku ingin menemui, Laxmi.
Dia sendirian. Aku harus menemuinya sebelum polisi menangkapku.
Kumohon pada kalian jangan lapor polisi.
Tidak, kita tak kan lapor polisi. Kita wartawan televisi.
Kita mencoba mencari kebenaran untuk disampaikan pada publik.
Bagaimana caranya?/ Dia benar.
Kita telah melakukan kebohongan dan menjual kepalsuan di televisi.
Sekarang kita akan lakukan sesuatu yang benar.
Kau harus tinggal di sini. Jangan pergi ke mana pun.
Kita akan segera kembali. Jadi tinggallah di sini.
Kita akan mengurus segalanya!
Ini keterlaluan. Membebankan seseorang dengan masalah seperti ini.
Ajay, kita telah berjanji pada Baba untuk membantunya.
Tapi bagaimana kita akan melakukannya?
Bos kita adalah teman dari politisi. Mereka takan setuju.
Pengusaha tak punya teman. Teman mereka hanya uang.
Kita akan megungkap ini dengan hati-hati.
Bagaimana?/Seperti yang kau bilang,'' seperti itu''.
Pak uangku. Mau kemana kau?/ Sebentar, tunggu dulu!
Kaka Kami punya rekaman orang, yang semua orang pikir adalah teroris!
Pikirkan lagi!/ Aku sedang sibuk, pergilah!
Aku tak bisa lakukan dua hal sekaligus./ Kaka, kau dapat lakukan apapun!
Setelah wawancara ini ditayangkan, itu akan membuat sensasi!
Apa kau sudah mulai gila?
Ramakant Dua pasti akan menutup saluran Tv kita!
Dia Kepala Menteri yang akan datang.
Dia akan jadi Kepala menteri hanya jika memenangkan pemilu.
Tapi pikirkan keuntungan jika kita menyiarkan wawancara Mohan Joshi.
Pikirkan sponsornya dan iklannya!
Itu akan membuatmu terkenal di dunia!/ Benarkah?
Ya, Tentu saja kaka. Tapi ada sedikit masalah./Apa itu?
Kita harus berbagi wawancara eksklusif ini dengan Galaxy TV.
Apa?
Maksudmu kau akan menjual berita ini untuk musuhku, Kaka?!
Benar Pak. Sayangnya Ajay Bakshi ada saat aku melakukan wawancara.
Kaka ... Lupakan kebanggaan palsumu, ini menghasilkan jutaan!
Jutaan?! Benarkah?/ Jutaan. Benar!
Jadi harus kuhilangkan egoku!
Baik, aku setuju!
Aku setuju.
Setuju!
Setuju!
Ayo, Pak ...
Kalian bersalaman!
Bersalaman!/ Lakukan!
Yang kubilang bersalaman. Bukan hanya menyentuh!
Seperti ini!
Tidak ... Bukan dia. Dia!
Ini melibatkan jutaan!/ Ini melibatkan jutaan!
Akhirnya! teroris internasional bodoh ada di perahu!
Ayo kita berangkat... Ayo!
Pappu! apa yang kau lakukan? dibawa ke mana dia?!/Pergilah!
Apa yang kau lakukan?!
Aku sedang memancing! apa kau tak melihat?
Tolong lepaskan dia. Dia bukan teroris!
Kami sudah melihat itu di TV!
Polisi sedang mencarinya dan dia dalam tahanan kami!
Itu semua bohong! Mohan Joshi bukan teroris.
Dia bukan teroris? berarti kami bukan mafia!
Pergilah sebelum aku kehilangan kesabaran dan meledakan kepalamu!
Ayo kita pergi dari sini!
kau membuat kesalahan! orang itu bukan teroris! Mohan Josi bukan teroris!
Berbalik, lihat mereka pergi.
Pengecut! Mereka mengecut!
Hadapi aku jika punya nyali!/ Hadapi dia jika punya nyal!
Akan kuberi pelajaran kalian!/ Dia akan memberimu pelajaran!
Bicaralah .../ kau yang bicara.
Mereka takut padamu./ Aku sangat marah.
Akan kukalahkan mereka semua .../ Ajay, sekarang kita bagaimana?
Kurasa kita harus selamatkan Baba secepatnya.
Pandai sekali!/ Terimakasih!
Aku juga tahu itu. Tapi bagaimana caranya?
Maukah kau menikah denganku?/ Menikah?!
Paman! teroris paling ditakuti didunia ada dalam tahananku.
Namaku ada di semua koran dan saluran TV!
Anak-anak sangat gembira.
Wartawan Cina ingin mewawancaraimu. Tuan dan Nyonya Hyundais.
Dengar itu? Wartawan dari Cina! Aku akan menjadi terkenal!
Apa arti Baba?/ Itu salam bahasa Cina.
Kau katakan '' Baba'' dan menunduk.
Kami dapat kabar kau menculik teroris paling berbahaya didunia.
Ketenaranmu telah menyebar ke Cina!/Tunggu!
Kurasa aku pernah melihat orang ini di suatu tempat.
Tentu saja ... kau pasti tahu Bruce Lee, kan? aku saudaranya.
Ini istriku, Od Lee ... Kulitnya putih dan cantik!
Kalian saling mencintai, ya./ Ada sesuatu yang mencurigakan!
Tak ada publisitas untukmu jika kau pikir kita mencurigakan!
Aku pergi!
Apa kita tak ingin publisitas?/ Tapi mengapa .../Tunggu!
Kami membuat ini terinspirasi oleh film James Bond!
Ini adalah roketku.
Bisa mengendarai roket?/ Dia teroris internasional!
Dia telah membuatku terkenal. Ayo wawancarai aku.
Apa yang dia katakan?
Berfoto untuk kalian berdua pasti akan sangat bagus.
Dengan dia?/Pasti bagus./Kau mau dia dikeluarkan./Benar./Baik.
Tekan tombolnya.
Aku Ajay Bakshi.
Ajay!
Apa yang dia katakan?
Berfoto dengan pistol?/ Benar./Bilang dong!
Siapa kau?/Aku Ajay Bakshi! Jangan ada yang bergerak, mengerti!
Baba. Kau kemarilah!
Aku bilang ada sesuatu yang mencurigakan padanya./Diam!
Atau akan kuledakkan otakmu! kau ikut aku, ayo kita pergi!
Ayo, ikut aku .../ Kau akan membayar untuk itu!
Jangan ada yang bergerak ...
Akan jadi lebih buruk jika ada yang mengikuti kita! mengerti?
Kau harus potong rambut!
Kenapa kau tertawa?/ Pistol itu tak ada pelurunya!
Jadi, mengapa kau angkat tangan?/ Aku harus bilang apa padanya?
Aku tak bisa kehilangan muka, mengerti!
Dokter apa kabar?/Dan kau jangan memotong rambutmu!
Ayo, Baba, tak ada yang bisa menemukan kita di sini. Ini sangat aman.
Sebenarnya, tak ada yang pernah kemari./ Kalian telah mendapat banyak masalah ...
Kau bicara apa, Baba. Bukankah anakmu melakukannya juga?
Tentu saja! 100% pastinya. Masuklah!
Rumah siapa ini?/ Rumah paman Shahid.
Apakah ada yang tinggal di sini?/ Tidak.
Paman Shahid sudah tua. Kami kadang menggunakannya untuk bekerja.
Biar aku yang simpan kasetnya diatas sini.
Maaf jangan disimpan diatas./ Lalu dimana?/Di laci saja.
Ide bagus! taruh dilaci.
Jadi inikah alasanmu datang ke rumah ini!
Tidak .. kau salah./ Siapa dia?
Bibi Shahid.
Bibi Marago.
Bibi Rosi.
Dia cukup berani./ Dan cantik.
Dan wanita ini, lihatlah. Pastinya bibi Farida!
Ya!
Tak tahu malu! kau sebut pacarmu bibi Shahid!
Rheya, bagaimana kau bisa mengatakan itu?
Bibi bagaikan ibu ... dan kau menyebutnya pacarku!
Mereka lebih tua dariku. Jadi bagaimana bisa kuminta mereka tak berpakaian?!
Aku tak ingin berbicara denganmu!/ Aku juga tak mau bicara denganmu!
Kau telah mengejarku sejak kita pertama bertemu!
Jangan terkesan bahwa aku sedang mengejarmu, oke?
Kau ambil kesempatan saat menyamar jadi orang Cina!
Kau duduk di pangkuanku juga!/ Aku?
Baba! tunjukkan fotonya pada Baba!
Baba dia membuangnya!/ Tenang, kenapa kalian bertengkar?
Bukan aku. Dia.
Aku benar-benar berpikir kalian dilahirkan untuk satu sama lain.
Jika kalian menyukai pertengkaran, maka menikahlah.
Lihat! kalian bahkan berpikiran sama!
Dengar, inilah yang dinamakan kalian sedang jatuh cinta.
Cinta diam-diam mendekat pada kalian ...
dan dengan sendirinya mengubah dunia di sekitarmu.
Ingin melihat keajaiban? Kalian harus saling memandang mata.
Bukan seperti itu ... lakukan dengan cinta.
Mulailah bayangkan dunia.
Sebuah dunia cinta./ Lalu?
Bayangkan dunia penuh cinta./ Lalu ...
Hanya ada kalian berdua.
Lalu .../ Lalu bagaimana?
Saat kau datang udara terasa lebih segar
Saat kau datang langit berubah warna
Semua warna ini hanya untukmu
Apa lagi
Apa lagi
Kau datang membawa perubahan
Dunia ini terlihat berbeda
Dunia ini menyenangkan
Udara terasa sejuk
Kaupun ada disini
Apa lagi
Jantungku berdetak kencang
Mataku tak dapat berkedip
Katakanlah isi hatimu
Cerita ini takkan pernah berakhir
Tolong dengar perasaanku
Apa lagi
Apa lagi
Apa yang kau lakukan?/ Kau James Bond sekarang!
Aku tak pernah gunakan pakaian seperti ini./ Sekarang kau pakai karena hari spesial.
Apa yang spesial?/ Takkan kuberitahu, duduklah.
Aku akan tunjukkan keajaiban hari ini./ Benarkah keajaiban?
Tentu. Akan kubawakan senyum kebibirmu dalam sekejap.
Aku selalu tersenyum tiap kali melihatmu, Nak.
Kau tak mengerti. Senyum ini akan menjadi istimewa!
Tutup matamu!./ Apa?
Itu Ajay!/Benar./ Mana keajaibannya?
Lihat itu!
Buronan paling berbahaya Mohan Joshi masih belum ditangkap sampai saat ini.
Informasi yang kami terima, teroris yang ditakuti ini ...
... terlihat bersama dengan sepasang wartawan televisi.
Apa kau tahu di mana teroris yang menakutkan ini?
Laxmi, katakan pada mereka./ Tidak kau yang bicara.
Kau saja./ Kenapa?
Dia telah menceritakan semuanya.
Kami takkan pernah melupakan, yang kalian lakukan untuk kami.
Nak, gelang ini adalah gelang milik putriku.
Kupikir bisa kuberikan saat pernikahannya.
Kau putri kami sekarang. Kau harus pakai saat pernikahanmu.
Tolong terima.
Ajay, anakku!/Kaka!/ Mana orangnya?
Jadi kau Mohan Joshi? Kau hebat sekali!
Kau telah menguncang india dengan hanya satu pembunuhan!
Ayo, kita pergi./ Kaka, kami punya kaset ceritanya.
Ya! Ada kasetnya!/ Tak perduli kasetnya!
Kami punya bukti hidup bersama kita!
Kau dapat mengatakan semua yang kau mau!
Dan seluruh dunia akan dapat melihatmu secara langsung!
Kalian akan menemaniku, kan?/ Semua orang tahu mereka bersamamu!
Mereka bintang TV! selebriti. Mereka akan tertangkap dalam sekejap!
Jadi ikutlah dengan kami! Ayo.
Baba, kau tak perlu takut.
Ungkapkan semua kebenaran di TV tanpa ragu-ragu. Jangan ragu.
Kau akan kami dukung./ Laxmi, jaga diri.
Nyonya kau tak usah khawatir. Kami selalu menjunjung kebenaran!
Ayo ... Hati-hati.
Adik iparku telah merusak seluruh rencana.
Kau ingin aku bagaimana?
Kau harus memberiku dukungan.
Atau cerita orang tua itu akan merusakmu dimata publik!
Berbaik hatilah!
Setidaknya hormati musuh kita, jika kita tak bisa berteman!
Jika kau memberiku dukungan, aku akan mengangkatmu jadi wakil Kepala Menteri.
Itulah ucapan seorang pemimpin!
Tapi cerita orang tua itu tak boleh bocor. Aku ingin menang pemilu.
Jangan khawatir, aku mengendalikan polisi. Mengapa harus takut?
Bagus! kalian berdua sudah mencapai kesepakatan!
Tapi kami akhirnya kehilangan uang jutaan!
Semua akan mendapat keuntungan, tenang saja!
Kita beri mereka berdua izin siaran 24 jam non-stop.
Itu baru adil!/Luar biasa ... Setiap orang telah diuntungkan!
Tapi, bagaimana dengan orang tua itu?/ Persetan dengan dia!
Tak masalah, Publik menganggapnya seorang teroris. Biarkan saja!
Polisi telah menangkap teroris yang paling ditakuti ...
yang melakukan pembunuhan terhadap Maganbhai, yaitu Mohan Joshi.
Ajay, bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa ini ...
ia didukung oleh kelompok ekstrim yang dinamai ISO.
Sementara itu, Pemimpin Partai Demokrat Ramakant Dua ...
... telah bergabung dengan partai oposisi yaitu partai Nasional.
Ajay! Kita sekarang siaran 24 jam non-stop!
Pemerintah telah memberi izin!
Dan semua ini karena dirimu anakku! Ayo, peluk aku anakku!
Kaka, ternyata kau lebih rendah dari yang kupikir selama ini.
Itulah sebabnya aku sukses! Lihatlah kerajaan ini!
Aku tak punya pilihan ... Aku hidup untuk uang!
Inilah bisnis kau takkan mengerti hal ini.
Akulah kekuatanmu menjalankan stasiun tv ini dan juga bisnis!
Kau hidup dari namaku dan kerja kerasku!
Dengar dulu, nak ...
Janganlah bermimpi terlalu tinggi ...
Berani bicara begitu, Kau pikir siapa dirimu?
Aku bisa datangkan 10 Ajay Bakshis jika aku mau!
Orang yang masuk TV adalah bintang. Begitulah aturan televisi!
Akan kubuat mereka membayarmu untuk rekaman yang kau miliki, teman.
Aku akan senang melihatmu jadi kaya. Kau mau berapa uangnya?
Cukup!
Aku kemari tidak untuk negosiasi. Atau untuk menjual diri.
Aku sudah datang kemari untuk mengembalikan kebebasanku.
Tapi jangan pernah berpikir bahwa aku telah kalah.
Akan kuselamatkan Baba bagaimanapun caranya.
Pastikan dirimu bisa selamat juga!
Anak muda yang membara! Tenang saja Ajay...
Kau akan selalu diterima jika kau ingin kembali kemari!
Kau dengar itu?
Marry, hubungi Kepala Menteri.
Dimana rekaman itu? kau belum puas untuk dihajar, orang tua?!
Dimana rekaman itu?
Pak? Kau kemari?
Diam!
Apakah kau punya rekaman itu?/ Pak, dia tak tahu tentang hal itu.
Jika dia tak tahu di mana rekamannya, lalu apa yang kau lakukan dengannya?
Jika rekaman itu tak ditemukan, Dua dan pemerintahanku hancur!
Kau tahu apa yang harus dilakukan dengan dia!
Keluar.
Komisaris pergilah!
Kau bukan pemula! Kau tahu apa yang harus dilakukan!
Jika dia tak tahu rekamannya, kau harus menangkap Ajay!
Jika dia tak berbicara, tangkap gadis itu!
Jika mereka masih tak buka mulut. kau tahu ini, bukan? kau tahu?
Bunuh mereka, jadi hal ini akan terkubur selamanya!
Tidak! Jangan membunuh mereka!
Akan kuberitahu. Tapi kau jangan bunuh mereka!
Akan kuberitahu di mana rekaman itu. Aku tahu rekaman itu!
Jangan bunuh mereka. Akan kuberikan padamu sekarang juga!
Akan kuakui juga, bahwa aku seorang teroris.
Tapi jangan bunuh anak-anakku! jangan bunuh anak-anakku!
Akan kulakukan semua perkataanmu. Jangan bunuh anak-anakku!
Ajay!/ Ya!
Ajay, rekaman itu hilang!
Pak, ini rekaman itu. Dia telah menandatangani pernyataan kita.
Bagus!
Kau simpan baik-baik dokumen ini./ Baik, Pak!
Kaka, kau simpan rekaman ini./ Aku, Pak?
Aku tinggal di rumah dinas, apa pun bisa terjadi.
Pak, mengapa kita tidak kita hancurkan saja rekaman itu?/Tidak!
Ramakant Dua tak tahu rekaman ini. Dan jangan beritahu dia.
Aku bersamamu, Pak!
Jika Ramakant Dua berfikir untuk menjatuhkan pemerintahanku ...
Aku dapat menggunakan rekaman ini untuk membuatnya diam.
Ya, aku mengerti, Pak.
Politisi tak pernah bisa dipercaya./ Kau benar, Pak.
Rhea kita bisa lakukan wawancara lagi.
Baba, mereka punya rekamannya. Aku tak tahu bagaimana ...
Rekaman itu aku yang berikan./ Kau?
Mengapa kau berikan pada mereka? ltu .../ Ajay, tenang, Ajay.
Lihatlah kondisi Baba.
Baba, kau baik-baik saja? Mereka tidak .../ Sebentar, Rhea.
Kita bisa lakukan wawancara lagi./ Untuk apa? Aku benar-benar teroris.
Aku benar-benar teroris./ Baba, jangan bicara seperti itu!
Kita bisa mencoba untuk .../ Jangan coba apapun.
Tanyakan padaku berulang kali dan akan kujawab terus "aku teroris"!
Tidak! Kau bukan teroris!
Kau sudah menyusahkan dirimu!
kita tidak memberikan dukungan hanya setengah jalan!
Kita tak punya rekaman itu, benar! Tapi kita bisa lakukan wawancara lagi!
kita akan tampilkan pada saluran lain atau diterbitkan di koran!
Bisakah kau bawa puteriku kembali?
Bisakah kau bawa puteriku kembali?
Kau tak bisa! kau tak mengerti! Mereka orang yang sangat kuat!
Orang sepertiku selalu dikorbankan dalam permainan kekuasaan dan uang!
Itu tak berpengaruh jika Mohan Josie Mati diantara satu juta orang!
Tapi itu berpengaruh pada kita, Baba.
Laxmi, Buat mereka mengerti!
kita telah kehilangan putri kita. kita tak bisa kehilangan anak-anak kita lagi!
Aku tahu, kau merasa sedih pada keputusanku.
Tapi kau mengerti, bukan?/ Ya.
Buat mereka mengerti!
Setelah aku mati, tolong jaga Laxmi.
Tidak, Baba.
Kita tak mau menjaganya.
Kau yang akan menjaganya!
Menjaganya kita semua!
Mohan Joshi yang ada hubungannya dengan kelompok teroris ISQ...
Menyebarkan teror dan telah mengakui telah melakukan pembunuhan.
Demi menjaga keamanan negara ini.
Pengadilan memberikan hukuman pada Mohan Josie ...
Untuk digantung sampai mati.
Kau gila, kaka? ingin menyiarkan hukuman gantung secara langsung!
Maksudmu orang akan duduk dan menonton dia digantung?
Tepat!/Dan melihatnya langsung!/Benar.
Apa ini lelucon? Ini belum pernah terjadi sebelumnya!
Mengapa tidak? Apa orang tak menonton perang diseluruh dunia pada televisi?
Bukankah perkelahian di parlement juga disiarkan televisi langsung?
Pak, kita bisa meraup uang jutaan! Pikirkan iklan yang kita dapatkan!
Pak, Sponsor bersedia membayar mahal untuk acara yang sensasional./Benar!
Baik itu kriket, perang dan menggantung orang!
Benar!/ Chinoy benar.
Semua orang hanya tahu bahwa Orang itu adalah teroris asing.
Kita akan berkata `ini yang akan menimpa siapapun yang berani menantang negara kita! '
Tidak, bukan begitu ..
Baiklah. Mari kita menggantungnya sebagai acara nasional.
kita akan menjadi preseden dan sejarah akan mengingat pemerintahan kita ...
Bahwa kita tegas, dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan negara!
Buat pengumuman! hukuman akan disiarkan secara langsung ...
... di negara demokrasi ini. Kemuliaan bagi lndia!
Pak, lihat ini. Ini ide yang hebat.
Ide baru untuk menjual rambut pewarna!
Luar biasa! Aku ingin poster yang besar. Aku sudah dapat uang banyak dari mereka.
Tapi apa produkku akan laku setelah hukuman gantung?
Aku tak tahu itu. Berikan ceknya padaku!
Aku sudah siapkan ceknya.
Tapi ini adalah kisah nyata, Pak./ Aku tahu.
Orang di media dapat menerima penipuan kecil, tak benar seperti itu!
Mengapa kau tak mengerti?
Koranmu memiliki imej yang lebih baik, jika mempublikasikan cerita ini.
Kukatakan padamu!/ Dengar Ajay!
Aku mengerti bisnis. Aku tak bisa melawan pemerintah!
Pak, Panggilan dari Kepala Menteri./ Ya, Pak Kepala Menteri?
Kau sudah dapat banyak uang?/ Pak, kau meremehkan!
Uangnya cukup untuk tujuh turunan, Pak!
Astaga!
Semoga setiap tahun akan ada hukuman gantung, Tuhan!
Pak, Kau harus menayangkan hal ini pada Stasiun Tv-mu.
kita mungkin bisa menyelamatkan Baba./ Kenapa kau tak mengerti?
Bagaimana jika Ramakant Dua menggugatku untuk pencemaran nama baik?
Akankah Mohan Joshi mendukungku? Tidak akan ...
Orang yang kau perjuangkan tak mau mendukungmu.
Bagaimana aku bisa membahayakan Stasiun Tv-ku yang senilai 2 miliar?
Pak, Baba itu takut./ Aku juga takut. Aku harus bagaimana?
Untuk apa kau bekerja dikantor ini? tutup saja!
Kau tak peduli nasib orang dan bicara tentang miliaran!
Keluar!/ Kantormu tidak berguna!
Kau berani bilang miliaran!/ Pergi dari sini! keluar!
Ada apa denganmu? mengapa kau luapkan kemarahanmu pada orang lain?
Kenapa bererteriak padanya?/ Apa yang bisa kulakukan?
Dasar Bodoh!/Ajay!/ Dia tak punya mata.
Pria tak bersalah dibunuh dan kita hanya melihat.
Dan kita kehilangan rekaman itu, bukti yang sangat penting!
Tenang Ajay! Pikirkan dengan tenang.
Ada orang yang bisa bantu kita mengambil rekaman itu.
Siapa yang bisa membantu kita, Rhea?/ Don, orang yang ingin publisitas, don.
Pappu, Rekamannya ada di sana .../ Diam kau, penipu!
Pria ini mengkhianatiku! Dia datang menyamar dari Cina!
Apa?
Dia bahkan bersama seorang gadis! "Chiki pa pa". Seperti itu yang dia lakukan!
Dia telah membuatku jadi bahan tertawaan dunia kejahatan, kau tahu.
Tapi, Pappu! kau percaya padaku?/ Tentu, aku percaya padamu.
Tapi, aku dapat publisitas, kan?/ Tentu kau dapat.
Ini rumah milik politisi! Kau merampok pencuri!
Diam, atau aku akan memukulmu!/ Saudara, Pappu, begini saja ...
Apa ada yang bisa lebih menggemparkan?
Pergilah ambil rekamannya, Kumohon ...
Baiklah, akan kulakukan untukmu ...
Baik, terima kasih banyak./ Diam atau kuledakkan kepalamu.
Katakan dimana rekaman itu?
Aku tahu rekamanya didalam rumah. Tapi aku tak tahu tempatnya.
Aku bisa saja menembakmu! Asisten macam apa kau?
Kau tak berguna!
Bawa dia pergi!
Bagaimana kita akan menemukan rekamannya di rumah sebesar ini?
Rhea, jika kau menjadi Kaka, Di mana kau menyimpan rekaman itu.
Di tempat aman, tentu saja.
Dan kemana kau sembunyikan jika punya salinannya?
Ke tempat yang sama./ Benar.
Kita harus menaruh salinan ini di tempat aslinya.
Kenapa melakukan ini jika ada salinannya?/ Ini cuma bohongan, Pappu.
Ajay, kita tak membuat salinannya./ Benar!
Tapi hanya kau yang tahu, aku tahu dan mereka tidak.
Selamat atas peluncuran siaran 24 jam!
Hebat!
Siapa bilang negara ini tidak bersatu? Kita semua akan berbagi hasil!
Selamat, Kaka.
Ajay, apa yang membuatmu datang ke mari?
Benar Kaka. Karena kau mencintaiku ...
Maukah kau memaafkan anakmu?
Kenapa? kau sudah meninggalkanku!/ Ya. Dia menghasut Rhea juga!
Dia meningalkan pekerjaanya dihadapan banyak orang!
Kau benar, Kaka!
Aku meninggalkan pekerjaanku, tapi itu membuatku terluka.
Aku telah menyadari bahwa aku bukanlah siapa-siapa!
Kau sudah mengetahui kekuatan dari kekuasaan!
Itu hanya setelah kita memegang rekaman orang tua itu ...
Kau datang padaku dan mengibaskan ekormu!
Kaka, aku sekarang salut dengan kekuatan kekuasaanmu.
Tapi aku datang padamu bukan karena rekaman itu.
Aku sudah jadi muridmu sejak lama.
Bagaimana kau bisa menganggap tak ada salinan dari rekamannya?
Aku punya salinannya! jadi tak ada gunanya aku mencari yang asli ...
Pak, Dua!/ Pak, Dua!
Apa yang terjadi di sini?
kita sudah berhasil!
Kapan kau datang?/ Baru saja. Rekaman apa ini?
Doa-doa, Pak. Khusus orang-orang berdosa sepertiku.
Apa yang Ajay dan Rhea lakukan di sini?/ Kau tahu, kita sudah memaafkan mereka.
Semua sudah diselesaikan! Chinoy, layani dia!
Kau hampir merusak semua rencananya! Dua tak tahu tentang rekaman itu!
Tapi Kaka, kau telah memaafkanku, kan?/ Tentu, aku minta maaf dan kau kumaafkan.
Dimana rekaman itu?/ Jangan khawatir, kusimpan ditempat aman.
Benar amankan dulu./ Benar, dimana Dua?
Disana./ Baik, aku kesini!
Kau temanku, kekasihku, cintaku Dalam hatiku ada istanamu
Setelah kau masuk kedalamnya dirimu akan merasa bahagia
Kau serasa dipuja
Kau temanku, kekasihku, cintaku Dalam hatiku ada istanamu
Setelah kau masuk kedalamnya dirimu akan merasa bahagia
Kau serasa dipuja
Aku sudah tahu kau terkenal gila
Tanpamu didunia ini tidak ada artinya
Hanya dirimu dan hatimu yang kumau
Denganmu aku jadi pengembara seluruh dunia jadi terpesona
Hasrat ini telah membawa gelombang cinta
Kau serasa dipuja
Kau temanku, kekasihku, cintaku Dalam hatiku ada istanamu
Setelah kau masuk kedalamnya dirimu akan merasa bahagia
Kau serasa dipuja
Di pintu masuk Bumi di pangkuan langit
Dalam sinar matahari pada gelombang laut
Dimana saja disemua tempat hanya ada dirimu
Semua orang bersedih mereka bilang penyakit ini ada dalam pikiranku
Ini adalah api cinta yang membara sepanjang malam
Kau serasa dipuja
Kau temanku, kekasihku, cintaku Dalam hatiku ada istanamu
Setelah kau masuk kedalamnya dirimu akan merasa bahagia
Kau serasa dipuja
Kau serasa dipuja
Kau serasa dipuja
Kau serasa dipuja
Kau serasa dipuja
Kau serasa dipuja
Kau serasa dipuja
Ajay melarikan diri dengan rekaman itu!
Apa?/ Aku tadi ...
Bodoh!/Jangan diam saja! Kita cari mereka!
Aku takut, Ajay!/ Jangan takut ...!
Sekarang aku takut!
Ajay, belok kanan./ Tidak, kita belok kiri.
Tidak kita belok kanan!
Kiri!
Ajay, dimana kita?
Kirim mobil lain.
Setidaknya kita hidup dan rekamannya aman./ Kita belum aman!
Ada 2 mobil mengejar kita./ Jadi, di mana yang satunya?
Aku memintamu berhati-hati! kita kehilangan kaset dan mereka!
Pak, Kepala Menteri!
Jika karir politikku hancur, kau juga ikut tengelam!
Kau bilang apa?/ Kau juga ikut tengelam!
Aku harus bagaimana? tidak menggantungnya?/ Pak, kau bicara apa, besok hukumannya.
Dan sponsor kita telah membayar jutaan!
Pak, kau jangan khawatir. Akan kuurus semuanya.
Bagaimana mengurusnya?
Berikan tanggung jawab kasetnya padaku!
Aku ingin kaset itu!
Periksa semua kamar dan lemarinya juga.
Apa-apaan ini?/ Diam, kita punya surat perintah.
Kau periksa kesana.
Pak, mereka tak di sini./ Kemana dia akan pergi?
Kita akan hancurkan tulang-tulangnya! Dia berani menantang pemerintah!
Kau hanya memakai seragam. Tapi anakku melakukan tugasmu.
Diam!
Jangan ada yang pergi sampai kuberi perintah!
Bagaimana kabar Baba sekarang?/ Kau tenang dulu!
Sembunyi ...
Ajay, mereka bahkan merazia rumah kita!
Jangan khawatir. Bagaimanapun juga kita harus sembunyi malam ini.
Pak, cepatlah aku ingin menonton hukuman gantung di TV.
Aku harus tutup dan melihat hukuman gantung.
Jangan lewat sini pasti macet. Aku harus segera pulang.
Pak, semua jalan yang kosong. Semua menonton hukuman gantung di TV.
Dengar ... sebentar lagi mulai ayo kita menontonnya.
Menggantung seperti ini sangatlah vulgar.
Tentu tidak! seluruh dunia pasti ingin melihatnya!
Siapapun mengincar negara kita akan bernasib seperti ini!
Ini teroris brengsek Arman Joshi!
Jangan takut. Tetap tenang.
Pakailah obatnya secara teratur untuk sendi lututmu.
Jangan malas.
Kau mendengarkan, bukan?
Kita memiliki deposito di Bank, yang jatuh tempo bulan Januari.
Pastikan tandatangani suratnya dan ambil uangnya.
Jangan membuat masalah bagimu pada saat pergi ke bank.
Pada hari ulang tahun Kavita, bagikan manisan pada anak-anak.
Jangan menangis ... !
Salam, kita ada di Penjara pusat.
Bersama Anushka Roy dari K-TV dan Galaxy Tv!
Papa cepat sudah mulai.
Kita lihat persiapan hukuman gantung pada Penjara pusat.
Ada pria akan mati dan kau memberiku teh! Aku ingin minuman ringan!
Siarannya telah dimulai!
Luar biasa.
Semua label sponsor telah terpasang. Tak ada yang akan tersinggung.
Nona, kematian seharusnya berwarna-warni seperti ini.
Setiap orang pasti berharap mati seperti ini ...
dan mati bahagia!
Kita harus masuk ruang kontrol pada stasiun TV ini.
Tapi waktu kita hanya 10 menit./ Kenapa?
Karena Polisi akan datang pada saat itu.
Berhenti ... kau punya izin untuk masuk?
Surat izin apa? aku diminta mengantar kealamat ini, jadi kulakukan!
Ini adalah gedung lain./ Dimana tulisan gedungnya?
Pergi. keluar dari sini./ Tentu, aku pergi!
Kita menemui algojo yang akan menggantung Mohan Joshi. Mahadev.
Pak Mahadev, apa benar kau satu-satunya algojo di lndia?
Tidak, ayahku algojo juga./ Benarkah?
Apa rahasia kekuatanmu? apa ada kapsul khusus?
Aku memakai 40-plus!/ Mengapa 40-plus?
Karena aku sudah membunuh 40 orang! Aku cuma bercanda!
Pak Mahadev, apa menurutmu menggantung tak masalah dalam masyarakat yang beradab?
Hatiku tak akan setuju dengan pekerjaanku. No komen!
Benar kan, Champa?
Siapa Champa?/ Champa Istriku, siapa lagi!
Terima kasih Pak Mahadev.
Sekarang kuis hari ini, siapa nama istri Pak, Mahadev?
Pemenangnya akan mendapatkan hadiah spesial!
Pipa yang itu rusak ...
Ini bukan hukuman gantung. Ini penghormatan pada nasionalisme.
Ini peringatan pada para pengkhianat.
Dunia akan melihat nasib seperti ini dapat menimpa siapa pun.
Untuk siapa yang melawan lndia./ Yang ia katakan benar!
Bagaimana kau bisa masuk? Apa yang kau lakukan disini!
Rhea masukkan rekamannya. Rekamannya masukkan.
Cepat siarkan video ini!
Kubilang cepat siarkan video ini!/ Aku tak bisa melakukannya!
Yang menggembirakan dari hukuman gantung ini ...
Pemerintah telah didukung semua partai politik dari lndia.
Cepat hidupkan!
Tapi pidato Kepala Mentri sedang disiarkan ...
Hentikan, dan mulai menyiarkan rekaman kita!
Cepatlah!
kita akan menggantung seratus pengkhianat, untuk mempertahankan kesatuan negara kita.
Aku bukan teroris! bukan teroris!
Apa ini?/ Bagaimana siaran ini terjadi?
Aku bukan teroris!/ Cepat hentikan itu!
Aku akan hancur! Panggil polisi! Suruh menghentikannya!
Aku pernah memiliki seorang putri yang bernama Kavita.
Dia ingin mencari kerja setelah lulus.
Tapi dia jadi korban nafsu Maganlal Gupta pada hari wawancaranya.
Putriku berbaring di rumah sakit, melawan kematian ...
Dan aku pergi untuk lapor polisi.
Putriku meninggal.
Aku tak tahu kekuatan apa yang dia berikan padaku.
Lalu kuputuskan untuk membalas semua kekejaman itu.
Suatu hari, aku melihat dia di acara Ramakant Dua.
Tanganku bergerak sendiri dan kutembakkan 6 peluru padanya!
Jika ada 10 peluru, kutembakkan 10 peluru padanya!
Aku telah membayar kehormatan putriku, dengan membunuh Maganlal Gupta.
Jika ini disebut teror. Aku pastinya teroris.
Ini adalah kisah nyata Mohan Joshi.
Mohan Joshi bukanlah teroris. Dia tak berdaya, warga biasa ...
... yang telah terlibat dalam jaringan intrik politik.
Hentikan siaran itu! Jangan hanya bicara di telepon!
Apa yang terjadi pada Mohan Joshi ...
Bisa terjadi pada kalian besok.
Kenapa?
Karena Mohan Joshi hanyalah orang biasa.
Orang biasa saja, yang takut kegelapan ...
Yang takut tuhan dan taat hukum.
Sebut saja Haryana, Kochin, Bihar, atau suatu tempat di Mumbai ...
Ada Mohan Joshi di mana-mana. Mohan Joshi ada dalam dirimu dan diriku.
Hukuman gantung Mohan Joshi, akan menggantung kita semua!
Ini hanya kematian dari orang biasa.
Jika kita tetap diam saat ini, Jutaan orang dari kita ...
Bertanggung jawab pada pembunuhan seorang pria!
Ini rekor dunia!
Mari kita lupakan slogan. Kita akan menjadi nomer 1.
lndia takkan menjadi besar, jika kita hanya mengandalkan slogan.
India akan menjadi besar jika kita semua pergi ke Penjara pusat ...
... dan menentang hukuman gantung.
Jangan buang waktu untuk berpikir. Pikirkan perasaanmu hari ini!
Pikirkan perasaan dari India.
Aku meninggalkan teman-temanku, untuk menyelamatkan orang biasa.
Haruskah aku menyerah di tengah jalan ...
... pada misiku ini.
Aku pasti akan melihat ke belakang ...
... untuk tahu apa aku sendirian.
Jika kau memahami kita
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Semakin memahami dirimu akan semakin takjub
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Hilangkan semua perbedaan kita mendengarkan hati kita
Hati kita milik India
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Semakin memahami dirimu akan semakin takjub
Hati kita milik India
Hati kita milik India
Aku akan mengurus dirimu, cepat!
Aku menemukan mereka, Pak. Mereka bersembunyi di sana.
Lepaskan aku!
Kau bersembunyi? Pahlawan revolusioner?
Kau seorang wartawan TV dan sekarang seorang pemimpin, eh?
Akulah seorang pemimpin!
Bawa dia pergi!
Ajay ...
Bangunlah, Ajay ...
Lihatlah! Kita tidak sendirian! Ajay, Lihat kita tak sendirian!
Kita tidak sendirian!
Kita bangun dari tidur berabad-abad
Kita belum pergi ketempat yang jauh
Kita akan maju
Siapapun diri kita kita akan maju
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Kita mengenali tradisi kita dan tujuan kita
Apapun yang terjadi kita akan tetap bersama
Hati kita berkata untuk tidak menundukkan kepala
Hati kita milik India
Hati kita milik India
Hati kita milik India
Satu-satunya cara kita bertahan dengan membunuhnya!
Setelah dia mati, wawancaranya tidak akan berpengaruh.
Kita punya pengakuan tertulisnya. Hubungi kepala penjara!
Tidak, jangan meneleponnya. Kita pergi menggantungnya sendiri!
Aku tak percaya siapa pun lagi!/ Pak, kau dapat panggilan.
Apa yang kalian para polisi lakukan?!
Ajay Bakshi telah bangkit dan menjadi badai tak terkendali!
Buat barikade, perintahkan tembak ditempat! Biarlah terjadi pembantaian!
Tapi jangan ada yang boleh sampai ke penjara!
Cepat!
Semua bersiap! Buat barikade!
Kalian diperintahkan menembak, mengerti?
Ambil posisi!
Jangan mendekat! Ini peringatan!
Jika kalian melangkah kalian akan ditembak ditempat!
Aku diperintahkan menembak ditempat. Berhenti di sana!
Tembak!
Tembak!
Tembak!
Tidak, Pak. Aku tak bisa menembak bendera tiga warna kita.
Ini bukan tujuanku masuk polisi, Pak!
Halo Komisaris? Aku Gubernur.
Ya, Pak Ada apa?
Apa yang terjadi di kota?
Semua orang turun ke jalan. Siapa mereka?
Mereka itu dari partai politik mana?
Apa mereka Hindu? Muslim? Siapa mereka?
Pak, mereka bukan Hindu dan Muslim ...
Mereka semua hanya orang India./ Jadi apa yang harus dilakukan?
Pak, akan kulakukan apa yang harus kulakukan.
Mengapa orang tua itu belum mati?/ Tapi, Pak, ini belum jam 11.
Sekarang sudah jam 11./ Pengadilan memerintahkan ...
Aku Pengadilan dan juga Hukum! Cepat bawa dia!
Baik!
Galaxy TV dan KTV membawa kalian pada detik2 terakhir perjalanana Mohan Joshi.
Apa yang ia pikirkan ...? Bagaimana perasaannya?
Apa kau mau berkata sesuatu?
Mohan Joshi tetap tenang dan diam ...
Tapi hari ini akan menjadi hari terakhir hidupnya.
kita akan menayangkan detik-detik terakhir acara mematikan!
Menggantung Mohan Joshi!
Lakukan sesuatu. Selamatkan dia! Kumohon selamatkan dia!
Selamatkan dia! Tolong dia!
Gantung dia./Pergilah!/ Cepat gantung dia!
Biarkan mereka lewat.
Tunggu, hentikan hukuman gantungnya!/ Apa yang terjadi?
Perintah Gubernur, pak. Dia ingin penyelidikan kelembagaan.
Aku belum menerima perintah. Datanglah 5 menit lagi. Pergi!
Hati kita milik India
Hentikan dia!
Tunggu dulu, sodara-sodara! Dan dengarkan aku!
Dengar, Ajay Bakshi pembohong! Dia mengarang cerita!
Aku pemimpin terpilih kalian. Akan kuberitahu kebenarannya!
Dengarkan aku. Aku Kepala Menteri!
Kita membuat kesalahan membuatmu jadi Kepala Menteri.
Berikan pada mereka!
Kepala Menteri ditimpuki sandal! Tetap merekam!
Apa mereka ... semua di sini untukku?/ Ya, Baba. Mereka di sini untuk kebenaran.
Boleh kukatakan sesuatu pada mereka?/ Ya, Baba. Tentu saja.
Bangunlah./ Katakanlah!
Tolong lemparkan mik-nya.
Kalian telah memberiku kehidupan baru.
Aku berterima kasih pada kalian semua. Semuanya.
Tapi, yang telah kusadari hari ini ...
Bahwa kita orang India ... tak pernah kehilangan kawan!
Kita mandiri dan orang-orang baik!
Semoga Kebenaran selalu menang!
Semoga Kebenaran selalu menang!
Aku punya sesuatu untuk dikatakan./ Sebentar, aku mau bicara pertama.
Tidak ... Aku dulu, barulah dirimu.
Baba, dia selalu bertanya padaku, Apa aku ingin menikah dengannya?
Tidak! Aku tak pernah menanyakan hal itu!
Aku bertanya padamu hari ini. Kau mau menikah denganku?
Katakanlah ya!
Aku akan menikah denganmu jika kau mau berkata, "Aku yang terbaik".
Tentu saja. "Aku yang terbaik".
Tidak ... Tunggu ...!
Sekarang bilang ... "kau yang terbaik"!
Terima kasih!
Kurasa sekarang aku harus menikahinya.
Kau mau menikah denganku?
Translate By Zambronk_lah IDFLโข Subs Crew ReSync WEB DL by Stormich
Jika kau memahami kita
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Semakin memahami dirimu akan semakin takjub
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Semakin memahami dirimu akan semakin takjub
Kami berikan payung saat hujan turun
Kami jual barang lama padamu dengan bungkus baru
Walau begitu hati kita tetap India
Di mata kita ada air mata dan mimpi
Air mata dan mimpi keduanya milik kita
Di mata kita ada air mata dan mimpi
Air mata dan mimpi keduanya milik kita
Hati kita sedih tapi tak hancur
Harapan yang ada takkan kami lepas
Jika kau memahami kita pahamilah sayang
Kami punya semangat dan juga hasrat
Pertengkaran kecil dan tarikan serta dorongan
Kita banyak lakukan hal yang sedikit gila
Walau begitu hati kita tetap India
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.