Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bukan main orang ini!
Dia bukan orang, dia angin topan!
Cepatlah kemari!
Secepat-cepatnya!
Raja Saab, siapa pemuda ini?
Dia anjingku yang paling patuh.
Kalau kutimbangkan kepatuhan semua anjingku di satu sisi..
..dan kepatuhannya di sisi lain,..
..kepatuhannya masih yang terberat!
Bagus sekali!
Bagus, Shankar! Hebat!
Kau luar biasa!
Tentu saja!
Dia berhati singa. Siapa yang memasang di dadanya?
Raja Saab!
Siapa yang merubah dia sekeras baja?
Raja Saab, bajingan bahlul!
Raja Saab!
Kita terkena bencana, para buruh berhenti bekerja di tambang batubara!
Kenapa?
Apakah ada kebakaran di tambang?
Adikmu yang terbakar emosinya!
Dia kalap memukul seorang buruh!
Jangan pukul ayahku! Lepaskan dia!
Tidak! Jangan memukulnya!
Dia bisa mati! Lepaskan dia! Jangan pukul ayahku!
Jangan pukul ayahku!
Berhenti!
Apa-apaan ini, Brijwa?!
Kak, gadis itu lewat sambil membawa keranjang di kepalanya.
Karena naksir dia, kusambar tangannya.
Raja Saab..
..kenapa kau kasar dengan adikmu?
Dia sudah bodoh sedari kecil!
Kau diam!
Dengarkan baik-baik, Brijwa!
Anak dari para buruh di sini seperti keluarga kita sendiri!
Aku seorang raja dan mereka wargaku!
Tuhan ada di langit..
..Brijwa, aku tuhan mereka di bumi!
Pergi sana, bajingan bahlul!
Wow..
Aku menjadi saksi dari keadilan di pengadilan Jahangir!
Kakak menggampar adik kandungnya!
Ketika Brijwa digampar, hatiku terasa pilu!
Jika kalian kira aku bohong..
..semoga anjing kampung rabies..
..akan menggigit siapa pun!
Aku mengunyah tembakau Gopal emas..
..dan perkataanku ini jelas dan tegas!
Hidup.. - Raja Saab!
Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya!
Aku, Pak Tolmol.
Bicaraku agak dogol.
Kalau bergosip, aku paling getol!
Kau meracau apa?
Aku menceritakan sejarah desa ini.
Kaum pria membeli wanita sudah sejak lama!
Lihat, kemana perginya pak tua itu?
Dia berikan obat pada para sepuh supaya kembali muda!
Tolol dan bodoh!
Siapa yang memanggilku?
Ayah, dia menyebutkan nama aslimu!
Ayah tolol dan aku anak bodohmu!
Nak, kenapa kau sia-siakan hidupmu, berkeliaran dengan boneka ini?
Lihat, Ayah menerusi tren menjadi dokter seperti kakek moyangku!
Aku tahu kerjaan Ayah! Kau tipu orang-orang kaya! - Diam!
Dokter? - Ya! - Jadikan suamiku sedikit perkasa.
Menambah keperkasaan?
Maksud dia, pil yang kau beri sebelumnya, tak berkhasiat.
Ya, pil itu tak ada khasiatnya padaku.
Ya.. - Ya!
Lihat nanti!
Nanti kuberi obat sejenis itu yang.. cukup!
Ayah, kenapa merusak hidup mereka?
Aku buat semangat hidup mereka kembali muda dan berapi-api.
Berapi-api apanya? Kau mencoba membakar kayu yang lembab!
Kau tak mendapat hasil apa pun selain asap!
Apa sebabnya?
Sebab Ayah, kau mencoba bermain gitar dengan senar putus!
Dia belum disetem?
Kau soalkan setem? Seluruh gitar ini sudah bobrok!
Dan model ini tak akan jalan, ya kan, Bu?
Kau benar, aku sependapat! - Ya!
Kalian hanya terus bercakap? Sudah makan atau minum sesuatu?
Aku yang urus mereka makan, kau urus mereka minum.
Shankar.
Berikan padaku.
Kawan, acara sudah siap! Di mana Raja?
Tuan.. apa itu, Tuan?
Kau penyebab aku menampar Brijwaku, 'kan?
Karena itu aku akan membunuhmu sekarang!
Tapi Tuan..
..adikmu berbuat tak senonoh pada putri kami..
Diam!
Kau yang keparat!
Ketika anakmu dikandung di rahim ibunya,..
..dia sudah menjadi budak kami!
Kami bisa berbuat sesukanya pada mereka!
Istrimu, putra-putrimu dan menantumu..
..akan dipergunakan sesuka-suka kami!
Mereka semua milik kami!
Tidak, Tuan! Kami akan menentangnya!
Kami pasti akan memberontak!
Biar anjing yang memangsanya.
Sedang apa kau di sini?
Apa yang kau lihat?
Kau tak melihat apa-apa?
Apa yang kau lihat?
Katakan padaku!
Kau lihat apa?
Brijwa?
Ada apa ini?!
Dia lihat sesuatu, tapi tak mau bilang! Katakan!
Apa pernah batubara bisa bicara?
Apa pernah gunung bisa bicara?
Kau perlu suara untuk bicara.
Dari mana anak ini mendapatkan suaranya?
Dia ini bisu.
Aku tahu dia bisu, tapi dia bisa melihat.
Tanyakan dia!
Shankar.
Brijwa, aku boleh buta huruf..
..tapi aku bisa membaca kebisuannya sedari dia kecil. Sudah terbaca..
..dia tak melihat apa-apa.
Pergilah, Shankar.
Kau boleh pergi.
Pestanya semarak! Pesta yang meriah!
Kau mabuk berat!
Aku kebanyakan minum arak, sekretaris.
Kini aku ingin mereguk air mancur mudamu!
Kau selalu bicara itu kalau mabuk.
Bindya Sayang..
..Tuhan menciptamu begitu molek!
Lalu mengapa kau menutup tubuh sintalmu dengan busana?
Tanggalkan busananya!
Supaya aku dapat mengaguminya!
Kau begitu bernafsu seperti belum pernah melihatku!
Itulah mukjizat dari Tuhan!
Penjaga!
Kalian brengsek!
Aku bolak-balik kemari sejak 20 tahun..
..dan kalian selalu menembakku!?
Ini perintah Raja Saab untuk menembak.
Tanpa butiran pil dariku, Raja tak bisa hidup!
Tapi jika butiran pelurumu mengenaiku lagi kapan saja, kalian yang mati!
Jika bukan Raja, Brijwa yang membunuhmu!
Apa-apaan kau?!
Apa yang kau lakukan?!
Raja Saab!
Raja Saab!
Kenapa kau berteriak?
Kau tak ada musuh!
Untuk apa penjaga, peluru dan anjing ini?
Untuk apa? - Dengar, dokter.
Rumput dan musuh..
..bisa tumbuh di mana saja dan kapan saja.
Lagipula aku seorang raja.
Jadi aku pasti ada beberapa musuh.
Deputi Polisi DIG meneleponmu.
Ya, DIG! Katakan!
Kau nanti datang, bukan?
Aku pasti akan menghadiri pernikahan putrimu!
Jangan khawatir!
Ruar biasa!
Bukan ruar biasa, Raja Saab. Luar biasa!
Ya! Itu maksudku!
Ada apa, Raja Saab?
Hari ini sekretaris marah denganmu?
Semua karena salahmu!
Kau beri obat yang..
..membuatku gagal lagi di malam hari!
Di depan sekretaris, aku terhina lagi!
Raja Saab, itu bukan salah obatnya.
Memang salah siapa?
Salah gadis modelnya. - Di mana bisa..
..kudapat model yang lebih yahud di usia ini?
Buka mata dan lihat sekitarmu, Tuhan mencipta banyak model cantik!
Gauri, aku..
Gauri! Dengar dulu!
Apa yang kalian lakukan?!
Kami baru makan manisan.. - Ya, benar!
Hei, manisan itu dibuat dari ganja!
Kalian akan kesusahan sendiri!
Manisan ganja? - Manisan ganja!?
Jika begitu, kami bermasalah besar!
Semuanya akan terlihat terbalik!
Semuanya menjadi terbalik!
Kalian akan mabuk! - Kami mabuk!
Berhenti!
Nee Sa Nee Sa Pa, Nee Sa Nee Sa Sa..
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Teruslah maju, tinggalkan semua kegalauan. Aage Aage Ham Pichhe Rah Gayi Gam.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Ayo, kita mengganggu semua orang. Chalo Karein Sab Ki Ham Naak Mein Dam.
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Air? Apa ini?
Susu keluar dari keran!
Kami melangkah untuk bersuka ria. Chal Pade Ham To Masti Mein.
Di sekitar kami akan terjadi kegaduhan. Shor Hai Saari Basti Mein.
Di momen ini mereka akan riang gembira. Char Pal Khushiyon Ke Logon.
Dan gelak tawa akan terus terjadi. Aur Kya Rakha Hansti Mein.
Kami melangkah untuk bersuka ria. Chal Pade Ham To Masti Mein.
Di sekitar kami akan terjadi kegaduhan. Shor Hai Saari Basti Mein.
Di momen ini mereka akan riang gembira. Char Pal Khushiyon Ke Logon.
Dan gelak tawa akan terus terjadi. Aur Kya Rakha Hansti Mein.
Hari ini kami larut dalam kesenangan. Beh Chalein Mauj Mein Aaj Ham.
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Kami akan menguasai seluruh dunia. Aasman Sar Pe Uthayenge.
Kami menari dan orang ikut bergoyang. Nachke Sab Ko Nachayenge.
Tak ada yang bisa menghentikan kami. Rok Na Payega Koyee.
Jika tertawa, kami akan terus tertawa. Hanse Toh Hanste Hee Jayenge.
Kami akan menguasai seluruh dunia. Aasman Sar Pe Uthayenge.
Kami menari dan orang ikut bergoyang. Nachke Sab Ko Nachayenge.
Tak ada yang bisa menghentikan kami. Rok Na Payega Koyee.
Jika tertawa, kami akan terus tertawa. Hanse Toh Hanste Hee Jayenge.
Kami banyak bersenang-senang hari ini. Hungama Hoga Na Aaj Kam.
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Teruslah maju, tinggalkan semua kegalauan. Aage Aage Ham Pichhe Rah Gayi Gam.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Bam Chik Bhole Bhole, Bam Bam Bhole.
Bam Chik Bhole Bhole, Bam Bam Bhole.
Tunggu!
Salam untuk dewa Siwa!
Kenapa lambai tangan, pakai klakson! - Ya.
Hei, gadis!
Bukan gadis! Gauri!
Namaku adalah Gauri!
Kekasih bulan!
Ya, Gauri! Kekasih bulan!
Hei, kau kekasih bulan! Cepat minggir!
Kenapa, untuk apa?
Karena kau duduk di tengah jalan!
Kami tidak duduk di jalan..
..tapi jalan duduk di bawah kami! - Ya!
Gadis ini sepertinya gila!
Apa katamu? Kau bilang Gauri gila?
Bilang aku gila? Katakan lagi!
Dasar pak kumis!
Pak kumis?
Kenapa?!
Kenapa melihat-lihat aku, pak tua?
Pak tua?
Dia bukan pak tua, tapi Rajaji! Rajaji!
Dadaji (kakek)? - Kakek?
Teman-teman, beri salam pada kakek!
Salam, kakek!
Gauri! Kau menyusahkan hidupku saja!
Kadang kau pecahkan pot orang, atau melepas kambing orang!
Ayo, pulang! Cepat.. - Lepaskan aku, bibi!
Indahnya pemandangan yang kulihat!
Aduhai, potongannya!
Kau jadi nakal dengan anak-anak itu!
Kau bilang potongan besar itu aduhai?
Dia seperti kerbau!
Kerbau! - Tentulah!
Pinggangnya lebar begitu!
Hei, dogol, bukan wanita besar itu!
Wanita kecil itu yang kumaksud!
Dia cantik!
Kenapa tertawa, kau mabuk ganja?! - Ya!
Kau sudah besar, tapi masih bermain seperti anak kecil!
Heran, kapan kau mau sadar!
Selama sadarku tak hilang, buat apa aku mau sadar?!
Astaga! Orang tuamu sudah meninggal!
Mereka tak meninggalkan uang sepersen pun, cuma putrinya padaku!
Dan kakakmu? Dia keenakan tinggal di Dubai!
Dia tinggalkan kesusahan ini padaku!
Bibi, boleh menyinggungku tapi jangan sekali-kali menyinggung kakak!
Tiap bulan dia kirim uang dari Dubai sehingga rumah ini berkecukupan..
..kalau tidak kita akan mati kelaparan!
Baik! Kini cepat berdandan! Kita harus menghadiri pernikahan!
Raja Saab?
Selamat datang, Raja Saab!
Raja Saab, kukira kau lupa dengan orang biasa sepertiku!
Kau ditugaskan sebagai inspektur biasa di daerahku..
..dan kau pensiun sebagai deputi DIG!
Apa mungkin kulupakan pribadi hebat sepertimu!
Aku..
Aduhai, potongannya!
Cantiknya!
Sangat menawan!
Raja Saab, waktu berubah, tapi sifatmu tidak.
Halo, Tuan DIG!
Halo!
Selamat atas pernikahan putrimu!
Terima kasih banyak Tn. Jamuna, menghadiri pernikahan putriku!
Putrimu sudah menikah, Tuan DIG.
Kini pertimbangkan keponakan kami juga!
Keponakanmu berharga tiada tara!
Pasti tak masalah menikahkannya.
Selamat!
Raja Saab sudah berkata! Yang berarti..
..dia bertanggung jawab akan menikahinya!
Raja Saab? - Ya!
Dia raja negeri antah berantah!
Dia ini..! - Raja Saab!
Terima kasih banyak, Raja Saab!
Halo, Raja Saab!
Gauri, kau harus beri hormat pada Raja!
Dia bertanggung jawab akan menikahimu.
Ya, cium kakinya, Sayang!
Cium kakinya!
Raja Saab, gadis itu mencibir dan melengos pergi!
Artinya urusan ini akan lancar!
Gauri!
Gauri!
Gauri memanggilku!
Aku datang!
Tunggu! Gauri!
Gauri, aku datang!
Gauri! - Raja Saab??
Gauri! - Raja Saab?!
Gauri! - Raja Saab!
Dokter, apa yang terjadi?! - Yang terjadi?
Raja Saab, kau hampir mati terjungkal!
Aku melompat dan menangkapmu!
Bangun!
Bangun!
Pegang tanganku!
Punggungku bonyok!
Saraf tanganmu berdenyut mirip pompa air!
Semua ini akibat Gauri!
Begitu membayangkan Gauri..
..bukan hanya sarafku..
..semuanya mulai berdenyut!
Semuanya?
Dokter..
...gadis itu sudah memikatku.
Ke mana pun aku melihat, selalu ada Gauri.
Raja Saab!
Lihatlah Gauri di mana pun kau suka..
..tapi jangan di dekat jendela!
Atau kakimu akan menjadi cacat!
Menikah? Jangan memaksaku, Bibi!
Aku tak mau menikahi orang yang tak kukenal atau lihat! - Tapi Gauri..
Teman, apa bisa aku menikah tanpa melihat pemudanya?
Tidak, takkan pernah bisa! - Tuh, 'kan?
Diam, kalian anak nakal! Ayo, pergi!
Sayang, kami paman dan bibimu. Seperti orang tuamu.
Sayang, apa pun pemikiran kami buatmu, itu demi kebaikanmu. - Ya!
Dan dia, orang yang kaya raya!
Tapi.. - Dia berharta banyak! - Bibi.. - Hidupmu akan makmur!
Tapi.. - Kau akan hidup seperti ratu, tolol!
Mau hidup seperti ratu atau permaisuri..
..sebelum melihat orangnya, aku tak mau menikah!
Kacaulah semua!
Wajah calon lakinya tak layak dilihat!
Gopal!
Bila kudanya sudah siap, bawa kemari.
Jika aku bicara, maka orang akan berkata, aku banyak cakap.
Hei, kenapa kalian melongo?
Berarti kau.. kau tidak bisu?
Orang yang menganggapku bisu, dia yang tolol dan bodoh!
Saudaraku, sejak kapan kau mulai bicara?
Sejak dulu sekitar.. 15-20 tahun lalu.
Maksudmu, bertahun-tahun kau..
..berlagak pilon untuk mengetahui semua rahasia kalian.
Kau pikir dia bisu dan takkan cerita pada siapa-siapa?
Tapi aku mau ke raja sekarang,..
..memberitahu semua omongan kalian tentangnya!
Jangan, saudaraku! Aku mohon maaf!
Ampun, selain kehilangan pekerjaan,..
..aku juga bisa kehilangan nyawa!
Mau nyawamu hilang atau lainnya, aku harus memberitahunya!
Jangan, saudaraku! Tolong, maafkan aku sekali ini!
Hei, perkutut pengecut!
Kau kuda betina gila!
Shankar cuma menggerak bibir dan aku yang bersuara!
Apa?
Kalian panik tanpa alasan!
Lihat, aku berbicara begini!
Dia hanya menggerak bibirnya.
Ini kebiasaan kami yang dilatih semasa kecil.
Mengerti?!
Berarti kalian berdua menipuku!
Siapa yang tidak menipu di dunia ini?
Setiap orang menipu orang lain.
Seperti kau yang tertipu!
Kenapa, pikirmu aku kuda? Aku akan menghajarmu!
Raja Saab!
Ya!
Ada kabar baik!
Bibinya menyetujui pernikahannya!
Apa? - Ya! Pamannya juga bersedia!
Bagaimana dengan Gauri?! - Dia menolak.
Dia menolak?
Tapi kenapa? Apakah aku tidak sempurna?
Cermin tak pernah menipu, lihat!
Raja Saab, aku punya penawar untuk segala kesedihan!
Mengapa bersedih? Ini!
Tapi menelan obat ini takkan menolongku.
Tonik ini bukan untuk ditelan tapi dioleskan.
Apa? - Pada rambutmu!
Kalau rambutmu menghitam, penampilan jadi sedikit beda!
Rambut bisa aku hitamkan..
..tapi bagaimana dengan wajah keriput ini?!
Bagaimana aku merubahnya?
Ya!
Aku akan mengirimnya.
Aku akan mengirim foto.
Apa ini semua?
Kami sudah terima lamaran pernikahanmu!
Tanpa bertanya padaku?
Sayang, kami yang miskin ini mendapat kemakmuran!
Pemuda ini permata tulen! - Ya, Sayang!
Bibi, sudah aku bilang dan kutegaskan lagi..
..aku tak mau menikah sebelum melihat pria itu!
Lihat fotonya!
Jika tak suka, maka semua hantaran ini.. - Akan dikembalikan sekarang juga!
Coba lihat! - Tunjukkan padanya! - Ya, lihatlah.
Lihat! Foto kakak ipar, ayo lihat!
Ini foto kakak ipar! - Tunggu..! - Lihat! Foto kakak ipar!
Kakak ipar mirip bintang film!
Dia tampan sekali!
Dia kakak ipar yang baik, bukan? - Ya!
Dia belum lihat fotonya? Gauri!
Gauri! Di mana fotonya?
Kakak ipar seperti bintang film!
Dia tampan sekali!
Dia kakak ipar yang baik, bukan?
'Kenapa kau menatapku begitu?'
Kau.. kau juga bisa bicara?
'Aku bisa bicara dan melihatmu juga.'
Kau hanya foto.
Dan foto tak bisa mendengar atau melihat!
'Jika boleh, aku pun dapat menyentuhmu.'
Benarkah?
Coba sentuh aku.
Memandangmu, aku jatuh hati. Dekha Tujhe To Ho Gayi Diwaani.
Jika memilikimu, semoga aku tak mati. Pa Luun Tujhe To Mar Na Jaayuun Kahin.
Memandangmu, aku jatuh hati. Dekha Tujhe To Ho Gayi Diwaani.
Jika memilikimu, semoga aku tak mati. Pa Luun Tujhe To Mar Na Jaayuun Kahin.
Aku datang untuk hidup bersamamu. Tere Sang Jine Ko Aaya.
Membawa hati dan jiwaku untukmu semata. Tan Man Apna Dene Laaya.
Memandangmu, aku benar-benar hidup. Dekha Tujhe To Jine Lage Ham.
Jika memilikimu, tak ada lara dikala mati. Pa Lein Tujhe To Na Ho Marne Ka Gam.
Aku bernasib baik, menemukan banyak cinta. Khush Nasibi Se Mujhe Pyaar Itna Mil Gaya.
Kerudungku mulai terasa begitu ringan. Aaj Aanchal Hi Mera Mujhko Kam Lagne Laga.
Aku bernasib baik, menemukan banyak cinta. Khush Nasibi Se Mujhe Pyaar Itna Mil Gaya.
Kerudungku mulai terasa begitu ringan. Aaj Aanchal Hi Mera Mujhko Kam Lagne Laga.
Aku datang untuk meminangmu. Maangne Tera Haath Main Aaya.
Kupersembahkan hidupku untukmu. Dene Saara Jivan Laaya.
Memandangmu, ya aku benar-benar hidup. Dekha Tujhe To Haan Jine Lage Ham.
Jika memilikimu, tak ada lara dikala mati. Pa Lein Tujhe To Na Ho Marne Ka Gam.
Bukan keputusan siapa pun,.. Chaaha Na Na Chaaha Na..
..yang menentukan keinginanku. ..Kis Ke Bas Ki Baat Hai.
Dia yang menjadi tambatan hati,.. Dil Ka Aa Jaana Kis Par.
..itu sudah suratan nasib. Kismaton Ke Haath Hai.
Bukan keputusan siapa pun,.. Chaaha Na Na Chaaha Na..
..yang menentukan keinginanku. ..Kis Ke Bas Ki Baat Hai.
Dia yang menjadi tambatan hati,.. Dil Ka Aa Jaana Kis Par.
..itu sudah suratan nasib. Kismaton Ke Haath Hai.
Cinta pertamaku tak pernah memudar. Pahala Pyaar To Mitte Na Dekha.
Ia sudah menatah di cadas. Yeh To Hai Patthar Ki Rekha.
Memandangmu, aku benar-benar hidup. Dekha Tujhe To Jine Lage Ham.
Jika memilikimu, tak ada lara dikala mati. Pa Lein Tujhe To Na Ho Marne Ka Gam.
Rajaku sayang akan menikah. Malam akan dipenuhi warna.
Aku akan menari riang!
Ayah?
Ayah, Raja yang menikah dan kau yang kegirangan?
Kenapa kau rusak suasana hatiku?
Aku mau berkata jujur!
Kau mau berkata jujur? - Ya!
Jadi katakan sejujurnya!
Kenapa aku mewarnai rambutku?
Karena hatimu hitam, serasi dengan rambutmu! - Diam!
Salah!
Aku mewarnai rambutku, membayangkan pernikahan!
Ayah! Itu bagus jika kau berpikir menikah!
Aku juga gila-gilaan membayangkan menikah! - Kau juga? - Ya!
Maka kita adakan pernikahannya sekarang!
Ini saat tepat untuk menikah!
Pernikahannya sudah terjadi!
Sudah terjadi? Ayah, dengan siapa?
Dengan dia.. yang saban hari datang ke rumah ini!
Yang sehari-hari ke rumah kita dan memasak makanan?
Ya, dia.. yang menangani semua tugas kita!
Ayah!
Kau ingin aku menikahi Rasili? - Ya!
Apa?
Rasili adalah calon istriku..
...dan calon ibumu! Ibu tiri!
Tidak, dia calon istriku!
Dia calon menantumu! Menantu!
Tidak, dia milikku! - Milikku!
Milikku! - Milikku!
Rasili!
Kalian berdua.. sama-sama memanggilku?
Ya! - Oh, Tuhan!
Rasili! Beritahu kami, siapa yang kau cintai?
Aku atau ayah gendutku?!
Jangan malu! Ini waktunya bersikap tak tahu malu!
Jadi, Rasili! Buanglah malu itu!
Beritahu kami, siapa yang kau cintai? Katakan.
Katakanlah.. - Katakanlah!
Dua-duanya!
Harap berdiri untuk memulai putaran mohon berkah.
Pengantin wanita berdiri di depan.
Ayah, apa-apaan ini? - Apa?
Raja merubah adat perkawinan!
Kenapa?
Jadi pengantin pria, dia naik kuda di teras rumahnya sendiri!
Sekarang dia berputar minta berkah pernikahan di rumah sendiri!
Ia rubah seluruh adatnya! - Diam!
Dia adalah raja!
Apa pun yang dikerjakannya adalah benar. - Dia benar?
Pendeta, bacakan doa sucinya.
Ini putaran terakhir, aku akan membopongnya.
Tapi ...
Bacakan doa sucinya.
Putaran mohon berkah dari pasangan pengantin sudah selesai.
Silakan memberi restu pada mereka.
Kau? Aku.. bagaimana bisa di sini?
Aku suamimu!
Aku membawamu ke sini usai 7 putaran minta berkah!
Tidak!
Itu bukan putaran minta berkah!
Aku menolak putaran itu!
Aku tidak menyetujui perkawinan ini!
Kau memperdayaiku!
Kau menipuku!
Sayang, baik kau menyebutnya kecurangan atau penipuan.
Yang jelas, aku memenangi permainannya!
Hari ini aku akan memuaskan birahiku!
Aku sudah mengawinimu!
Kawin!
Kawin!
Kalau mendekat.. aku akan menjerit!
Semua pengantin wanita menjerit di malam pertama kawin.
Kau juga menjerit!
Kau takkan.. bisa memiliki aku!
Tolong!
Kau mau membunuhku?
Aku akan bunuh diri!
Gauri tak akan pernah menjadi milikmu..
..kau tak bisa miliki aku di kelahiran apa pun!
Aku tak sudi menerimamu sebagai suamiku.
Lebih baik mati daripada menerimamu!
Hidupmu kini milikku.
Tidak!
Hidup dan matimu ada di tanganku!
Semuanya berada di tanganku.
Jika mau, aku bisa memperkosamu kini.
Tapi aku tak mau.
Karena aku ingin merasakan hubungan suami-isteri denganmu. - Tidak!
Itu tujuanku menikahimu.
Jika kau memang bersikap keras kepala,..
..maka aku akan melakukannya..
..ketika kau sudah mengizinkanku.
Akan kutunggu harinya itu, Gauri!
Akan kutunggu itu!
Tidak!
Tidak!
Kau tertawa dan membuatku lebih sakit!
Aku melihat.. berpikir.. dan terkejut!
Kau bawa kembang yang lebih indah dan cantik dariku.
Tapi wanginya..
Kau tak bisa mencium wanginya.
Bindya, aku dengar seorang wanita bisa memahami wanita lain.
Lakukan sesuatu pada gadis itu supaya dia tergila-gila padaku.
Raja Saab..
Jangan membantah.
Aku akan memberimu banyak uang.
Untuk berbusana sebagai pengantin gadis itu..
...dan menghadiri pesta pernikahannya besok,..
..itu adalah tugasmu.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Hari ini kecantikan menjelma pengantin. Aaj Sundarta Dulhan Bani Hai.
Betapa beruntungnya si mempelai pria. Koi Kismat Ka Kitna Dhani Hai.
Hari ini kecantikan menjelma pengantin. Aaj Sundarta Dulhan Bani Hai.
Betapa beruntungnya si mempelai pria. Koi Kismat Ka Kitna Dhani Hai.
Memandang wajah cantiknya. Muh Diklayee Ki Khaatir.
Tak hanya hati, kuserahkan juga hidupku. Dil Kya Jaan Bhi Hai Haazir.
Memandang wajah cantiknya. Muh Diklayee Ki Khaatir.
Tak hanya hati, kuserahkan juga hidupku. Dil Kya Jaan Bhi Hai Haazir.
Sang merak melihat awan berarak. Badalon Ko Moor Dekhein.
Ayam hutan menunggu bulan. Chand Ko Chakor Dekhein.
Dia yang menantimu, amat beruntung. Tujhko Naseebon Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Saat kau dekat, dunia begitu indah. Paas Tu Door Tak Hain Nazaarein.
Segenap hatiku terasa terhibur. Mil Rahe Hain Dilon Ko Sahare.
Saat kau dekat, dunia begitu indah. Paas Tu Door Tak Hain Nazaarein.
Segenap hatiku terasa terhibur. Mil Rahe Hain Dilon Ko Sahare.
Kau bawa serta indahnya musim semi. Le Ke Baharein Tu Aayee.
Aku tak lagi kesepian. Door Hui Hai Tanhai.
Kau bawa serta indahnya musim semi. Le Ke Baharein Tu Aayee.
Aku tak lagi kesepian. Door Hui Hai Tanhai.
Kau akan hiasi rumah tanggaku. Ghar Ko Sanwaar De Ga.
Mengusir keresahan hatiku. Dil Ko Qarar De Ga.
Berkat kecantikanmu yang ajaib. Roop Ye Tera Nirala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Peluru ini bisa menembusmu juga, tapi..
..kakakku tetap ngotot menginginkanmu.
Kakakku menyayangimu dan aku sayang kakak.
Cinta mencegah kematian.
Bajingan bahlul!
Aku merendah di depan kekerasan hatimu!
Aku sampai menyuruh Bindya duduk menggantikanmu di pesta pernikahan,,
..untuk menyelamatkan martabat rumah tanggaku!
Dan kau berusaha merusak nama baikku dengan melarikan diri?
Sekarang akan kutunjukkan padamu..
..siapa aku sebenarnya!
Aku sudah berbicara denganmu selembut mungkin.
Kau akan saksikan kebencianku kini!
Ketika kau berjuang menahan lapar dan haus..
..kau akan belajar hidup dengan mematuhi perintah Raja, bajingan bahlul!
Shankar?
Kau juga berpikiran sama denganku?
Aku pikir, perlakuan mereka tidak wajar pada gadis itu.
Kudengar kabar, ada sesuatu yang amis di sini.
Tapi semua di sini, jelas pasarnya ikan busuk!
Semuanya berpikiran jahat, pedagang ataupun pembelinya.
Karena itu aku merasa ingin terlibat jauh dalam perkara ini.
Yang kau maksudkan, ayahku?
Tembakau Gopal emas, siapa yang kunyah?
Aku yang kunyah? Kau yang kunyah?
Meludahkannya?
Kalau dikunyah, maka jelas kau akan meludahkannya.
Kau muntah?
Memuntah.. memuntahkannya?
Mengerti! Maksudmu, usahakan ayahku memuntahkan rahasia perkara ini?
Ambil, Sayang!
Tambah lagi!
Dengan bilang tambah lagi, kau suruh aku minum..
..mirip onta diberi air minum sebelum digiring ke gurun pasir!
Memang aku onta? Aku onta?
Dengar, Sayang, kau memintaku datang, jadi aku datang.. - Ya.
Kau memintaku melayanimu minuman, aku layani.. - Ya.
Kau memintaku membuat makanan, jadi aku buatkan.. - Ya!
Tapi kenapa kau tak memuaskan dahagaku?
Ayo, Sayang, aku akan memuaskanmu sekarang!
1,2,3,4,5?
Hei, dari mana munculnya tangan kelima ini?
Bodoh! Bukan 5, tapi cuma ada 4 tangan!
Hitung! Ayo, hitung!
Satu!
Dua!
Tiga, empat!
Hei, ada 4 tangan, tapi kenapa..
..aku lihat 5 tangan?
Karena kau teler, sayang!
Oh, aku sudah teler?
Ada apa, Sayangku?
Siapa yang mengumpani pil palsu pada kekasihmu?
Ada tangan kelima!
Lihat, tak ada 5 tangan!
Dua tanganmu dan dua tanganku!
Lihat, itu tangan kelima di bahumu!
Ada tangan di bahumu!
Itu kan tanganmu!
Tanganku? - Kau yang terus memegangku!
Mana mungkin tanganku?
1,2,3,4, hilang.
Tertangkap! Aku menangkap tangan kelima!
Ini bukan tangan kelima, ini tangan hukum!
Dia yang ketakutan akan terjerat tangan hukum.
Kenapa tangan hukum mengincarku?
Kau telah melakukan tipu daya!
Ya! Semua penduduk bilang kau beri pil pada Raja Saab sehingga..
..sepanjang malam dia seperti pistol berkarat.
Senjata tak berfungsi atau tak bisa menembak.
Dia tak bisa menikmati malam pertamanya!
Kau sudah menipu Raja Saab!
Aku yang menipu Raja?
Justru Raja yang menipu Gauri!
Bagaimana Raja menipunya, Sayang?
Bilang apa?! Bersuaralah keras!
Aku tak boleh bersuara keras-keras!
Bagaimana jika ada angin membawa kabar ini?
Jika Raja sampai tahu kabar angin yang kuceritakan padamu ini, maka dia akan..
Hei, berbisiklah di telingaku.
Jangan khawatirkan Raja, angin pun tak bisa dengar. Katakan padaku!
Astaga! Sungguh?
Shankar?
Gadis tak bersalah itu amat menderita karena mereka menipunya.
Lihat saja, istana itu akan hancur jadi abu!
Karena Tuhan sudah bersabda..
..di mana ada ratapan orang tak bersalah..
..di tempat itu akan menjadi neraka!
Aku malu ternyata ayahku terlibat perkara ini.
Dan gadis malang itu..
Shankar?
Lihat, dia sedang apa?
Kau?!
Raja Saab sudah menghancurkan hidupku..
..dan kau ingin menambah lagi.
Hidupku berubah jadi neraka akibat kau!
Hanya demi imbalan kecil dari majikanmu..
..kau menghancurkan seluruh hidupku!
Mempermainkan hidup seorang gadis, kau gunakan tipuan?
Seperti dikhianati dengan keji!
Jika bukan kau yang menikahiku,..
..mengapa mengirim fotomu?
Mengapa kau mengirim foto ini?
Melihat foto itu..
..aku mulai memimpikan masa depanku bersamamu.
Aku menerimamu sebagai suamiku yang terhormat.
Aku sandingkan namamu, jadi bagian hidupku.
Tapi kau?
Kau.. menghancurkan semuanya.
Foto yang ditunjukkan padaku itu tipuan.
Mereka menipu dan membuatku menikah!
Dan kau, penyebab semua ini!
Katakan, mengapa kau lakukan ini padaku?
Mengapa.. kenapa kau lakukan ini padaku?
Mengapa kau tega sekali padaku?
Saat ini aku ingin mati, kau mencegahku!
Katakan, apa salahku?
Apa salahku?
Katakan padaku! Jawab aku!
Pada siapa kau minta jawaban?
Siapa yang kau tanya?
Dia tak bisa menjawab pertanyaanmu.
Barangkali kau belum tahu, kalau orang miskin ini bisu.
Dia bisu. Orang bisu!
Baik orang miskin bisa bicara atau tidak, Nona..
..di dunia orang-orang kaya, mereka hidup seperti orang bisu.
Ia dibesarkan oleh Raja Saab dengan menanggung hinaan dan siksaannya.
Tapi dia tak terlibat dengan kekejaman Raja Saab.
Apa pun yang sudah dan sedang terjadi..
..Shankar tak terlibat, sama sekali tak bersalah.
Aku..
Raja Saab..
Kau minum banyak lagi hari ini. - Ya, aku mabuk!
Kawanku mengadakan pesta merayakan pernikahanku..
..dan aku seorang diri di sini!
Istri tak ada!
Pasti.. akan kuhancurkan ego dan kesombongan istriku! Pasti!
Istriku..
..akan tunduk.. di kakiku!
Bajingan bahlul!
Hari ini aku tak ingin dipermalukan lagi!
Aku akan tetap bangun dan memuaskanmu juga!
Lihat saja!
Bangun..
Bangun..
Sudah kucuci muka dengan air dingin!
Lihat..
..mataku terbelalak sekarang!
Cepat tanggalkan busanamu!
Raja Saab, aku sudah siap!
Raja Saab!
Raja Saab!
Shankar?
Orang haus selalu datang ke sumur.
Tapi hari ini, aku mendatangimu..
..untuk memuaskan hausku!
Puaskan rasa hausku, Shankar!
Puaskan hasratku!
Shankar!
Aku akan memuaskan hausmu. Tentu, pasti!
Kau? - Kau wanita cantik yang haus..
..dan aku pemuda yang binal.
Ya, mari kita lakukan!
Memuaskan hausmu!
Ayo, kita lakukan! -Tidak!
Tolong aku!
Tidak!
Tak ada yang akan menolongmu!
Tolong aku! Tidak!
Tolong aku!
Tolong!
Shankar?
Tidak!
Jangan!
Tidak!
Tidak!
Tidak.
Jangan!
Shankar!
Tidak!
Shankar!
Shankar!
Tolong aku!
Shankar?
Shankar!
Kau mau memukulku?
Pukul aku!
Kau mau pukul?
Mau memukulku? Pukul aku!
Beraninya kau menyentuh Brijwa?
Tidak!
Ini tempatmu yang pantas! Persis di bawah tumitku!
Dasar budak tak tahu diri!
Tidak!
Brijwa, tidak! Jangan melukai Shankar!
Kau cocok hidungmu ke dalam urusanku?
Tidak! Brijwa, tidak!
Beraninya kau?
Jangan melukainya!
Brijwa!
Keparat!
Ada masalah apa, Brijwa?
Kenapa kau menggebuk Shankar?
Kenapa kau tak tanya dia?
Dia main gila dengan Bindya di belakangmu!
Hari ini..
..mereka tertangkap basah olehku!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Jangan memukulnya!
Aku yang mendatanginya.
Ini salahku. Jangan memukulnya!
Sundal!
Kau mengkhianatiku!?
Kau mendatangiku budakku?
Sekarang akan kupuaskan hausmu sampai..
..kau akan terbakar penderitaan seumur hidup!
Chandabai!
Dia permata imitasi dari rumah istanaku..
..yang cocok kau jual setiap malam di rumah bordilmu!
Dia sekarang bukan milik rumah istanaku..
..melainkan rumah bordilmu.
Bajingan bahlul!
Maafkan aku, Shankar.
Aku telah salah menilaimu.
Sayang, suami adalah Tuhan!
Kewajiban utama istri adalah melayani suami.
Kau harus hidup untuknya..
..dan mati untuknya!
Seluruh hidupmu adalah untuk suamimu.
Bayangkan suamimu dan ikuti kata-kataku.
Mari, ikuti perkataanku.
Suamiku adalah Tuhanku!
Coba membayangkan suamimu!
Hanya suamimu!
Katakanlah, sayang!
Suamiku adalah Tuhanku!
Kewajibanku untuk taat kepadanya!
Katakan, sayang! Suamiku adalah Tuhanku!
Katakan, sayang! Katakan saja!
Pada untaian nafasku. Sanson Ki Mala Pe.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Berjalan menapaki jalan cinta,.. Prem Ke Path Pe Chalte Chalte..
..aku mendapat nama buruk. Ho Gayee Main Badnaam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Kekasihku adalah permata hidupku. Jeevan Ka Singar Hai Preetam.
Dialah celak merah di belahan rambutku. Maang Ka Hai Sindoor..
Kekasihku adalah permata hidupku. Jeevan Ka Singar Hai Preetam.
Dialah celak merah di belahan rambutku. Maang Ka Hai Sindoor..
Apalah arti hidup jika harga diriku hilang.. Preetam Ki Nazroon Se Gir Ke..
..di depan mata kekasihku? ..Jeena Hai Kis Kaam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Kulekatkan dirimu di bulu mataku. Dhanp Liya Palkon Mein Tujhko.
Dan mataku terpejam. Band Kar Liye Nain..
Kulekatkan dirimu di bulu mataku. Dhanp Liya Palkon Mein Tujhko.
Dan mataku terpejam. Band Kar Liye Nain..
Kau dan aku akan saling memandang.. Tu Mujhko Main Tujhko Dekhoon..
..mengapa mesti pedulikan yang lain? ..Gairon Ka Kya Kaam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Berjalan menapaki jalan cinta,.. Prem Ke Path Pe Chalte Chalte..
..aku mendapat nama buruk. Ho Gayee Main Badnaam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Pada untaian nafasku.. Sanson Ki Mala Pe.
..akan terhiasi nama kekasihku. Simroon Main Pi Ka Naam.
Kak Ashok sudah pulang!
Kalian jadi nakal!
Ramai-ramai apa ini?
Kak Ashok sudah kembali!
Ashok?
Dengar, Ashok sudah datang!
Hei, ambillah!
Bibi? - Sayang, kau pulang?
Salam. - Tidak kabari kami dulu?
Tuhan memberkatimu, Nak.
Kami sangat merindukanmu.
Kami baru melihatmu setelah begitu lama.
Mana oleh-olehmu dari seberang, Nak?
Di mana Gauri? - Kakak Gauri sudah pergi!
Sudah pergi? Ke mana?
Anak putri tak selamanya tinggal di rumah orangtua, 'kan? - Kenapa?
Kenapa? Kau tak terima undangan pernikahan?
Apa? Pernikahan?
Kalian menikahkan adikku? Tanpa berunding denganku?
Di mana? Dengan siapa?
Sayang, dia kini seperti ratu tinggal di rumah istana!
Sulit untuk kami jelaskan! - Gauri sungguh gadis beruntung.
Dan dia bukan hanya bernama Raja!
Tapi dia benar-benar raja! - Ya.
Raja?
Ada surat dari kakakmu.
Dia datang ingin mengunjungimu.
Jika kau jadi emosional dan mengungkit..
..urusan keluarga kita, walau satu kata pun..
..maka di depanmu, kakakmu akan..
Di mana Raja Saab? - Aku di sini, kakak ipar!
Kau? - Ya.
Aku suami dari adikmu Gauri.
Ya, kakak! Dia adalah kakak iparmu.
Kakak!
Kakak!
Kenapa menangis?
Kenapa tak datang di pernikahanku, Kak?
Gauri?
Aku berharap kau di situ yang melepasku!
Gauri, aku baru dikabari setelah pulang..
..ternyata di sini kau sudah menikah.
Kak, kalau saja kau datang di pernikahanku..
..aku tak akan merasa kecewa.
Gauri, kau tak bahagia?
Tidak Kak, aku bahagia! Aku bahagia sekali.
Dibanding wanita lain, aku yang paling beruntung diberkati kebahagiaan ini!
Tak pernah kubayangkan akan bahagia sekali!
Lihat sekitarmu, Kak! Lihatlah!
Rumah istana ini! Kemewahan ini!
Dan kehormatan ini!
Gauri, sebelumnya aku masih sedikit bimbang.
Tapi melihatmu bahagia kini, aku jadi lega.
Aku bisa pulang dengan hati ringan!
Raja Saab.
Aku akan mensyukurimu selama hidupku.
Kau sudah melimpahkan kemakmuran pada kami yang miskin!
Selamat tinggal. Aku pamit sekarang.
Hei, kakak ipar?
Mengapa tak makan atau minum dulu?
Bersantailah, kau baru saja datang.
Terima kasih.
Tapi aku tak boleh makan atau pun minum..
..dari rumah adikku, karena melanggar adat.
Ya! Kakak benar.
Itu bagus sekali! Mana mungkin aku memintamu melanggar adat?
Silakan.
Semoga bahagia.
Hei Pak, hentikan dokarnya!
Ada apa?
Apa maksudmu?
Aku belum mengerti.
Pernikahan adikmu adalah penipuan!
Bawa dia keluar dari tempat itu!
Tidak!
Melihatmu begitu aku jadi tergila-gila, Gauri!
Gila!
Hewan buas dariku kini sudah terlepas!
Hari ini aku tak akan mengampunimu!
Sini!
Gauri?
Hidupmu hancur seperti ini?
Dan kau hanya mendiamkan semua ini?
Kak, tolong keluar dari sini! Kau tak tahu..
..orang-orang ini sangat berbahaya!
Raja Saab!
Kau telah menindas adikku!
Kau telah memperdayai adikku mengatasnamakan pernikahan!?
Adikku tak akan menghuni neraka ini lagi!
Ayo kita pergi, Gauri!
Kakak!
Kakak!
Kakak ipar?!
Kau hendak membawa lari istriku?
Bajingan bahlul!
Rumah istana ini adalah sebuah sangkar..
..tempat maut berada di setiap pintu dan jalan keluarnya!
Kau sudah masuk ke dalam jebakan maut!
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Mohon jangan lukai kakakku!
Mundur!
Shankar!
Tidak!
Tidak!
Kakak!
Kakak!
Kakak!
Shankar!
Shankar, aku tak mampu selamatkan adikku dari sini.
Kau..
Kau bawalah adikku keluar dari sini.
Aku..
Aku serahkan tanggung jawab atas adikku, padamu..
..Shankar!
Kakak!
Shankar!
Beraninya kau, keparat?
Shankar!
Pengawal, tahan mereka! Jangan sampai lolos!
Jangan, Brijwa!
Aku ingin dia hidup-hidup!
Cepat!
Kak, lawan sudah mencari kematiannya sendiri!
Tidak, Brijwa, kau belum tahu Shankar!
Aku belum percaya kecuali melihat jasadnya.
Aku ingin mereka berdua!
Dalam keadaan hidup atau mati!
Bajingan bahlul!
Kalian sudah temukan Shankar?
Kami sudah menyusuri semua sungai, tapi tak menemukannya.
Kalian sama sekali tak mau berusaha!
Lihat sekarang usahaku!
Dengar, aku sudah berusaha dan membunuh mereka.
Kini aku akan mencari Shankar dan Gauri.
Raja Saab, aku akan membawa ribuan gadis untukmu!
Lupakan gadis itu! - Tidak!
Dia membawa lari istriku!
Dia menyakiti hatiku! Sakitnya nyut-nyutan!
Hanya kematian mereka yang bisa mengurangi sakit ini!
Seluruh pelosok hutan akan kujelajahi!
Aku tak akan mengaso sampai kutangkap mereka!
DIG, kau tahu kabar pembelotan Shankar?
Ya, makanya aku datang bersama pasukan komando ini!
Mereka akan mencari Shankar di hutan..
..seperti serigala lapar memburu mangsanya!
Brijwa?!
Anjing ini sangat patuh pada Shankar.
Mereka akan mengkhianati kita dan memberitahu Shankar.
Otak pintar, bajingan bahlul!
Pengawal, ikuti Birjwa dan temukan mereka di hutan!
Aku dengan DIG akan mencari mereka dari udara.
Pilot, putar helikopternya! Putar balik!
Brijwa, ke mana kau akan membawa kami masuk ke hutan gelap ini?
Kau pikir aku citah, beruang, rubah atau monyet? Eh, siapa aku?
Jika berpapasan dengan kerbau liar, matilah kita!
Pak? - Apa kau ketemu kerbau liar?
Ini jejak kaki mereka.
Pak?
Ini anting-anting.
Berikan Walky-talky!
Kakak? - Ya, Brijwa.
Ya, Kak. Dugaanmu benar. - Apa?
Ya, mereka masih hidup. - Benarkah?
Aku menemukan anting-anting Gauri dan..
..melihat jejak kaki mereka!
Ke arah mana jejaknya?
Ya, Kak? - Mereka bersembunyi..
..di batuan dekat sungai. Kepung area itu! - Ya, Kak.
Kembali mendekati sungai! Cepat kembali! - Matilah kami!
Mereka ketemu? - Belum, Kak..
..dan sekarang hari mulai gelap.
Sore akan berganti malam!
Ke mana lolosnya mereka? Bajingan bahlul!
Bisa-bisanya malam mencegah pencarian kita?
Bajingan bahlul!
Raja Saab, mari makan dulu!
Sudah hampir habis! - Aku tak mau makan.
Raja Saab, tolong makanlah sedikit. Tidak!
Mencengangkan! Manusia hidup dan mati demi makan!
Dan Raja Saab senewen soal makan!
Hari ini kita masak makanan di hutan.
Besok belum tentu kita bisa begini.
Hari ini kita menyantap makanan, besok mungkin hewan menyantap kita.
Komando, ambilkan aku air minum! Cepatlah!
Sudahlah, aku akan mengambil sendiri.
Hah?
Hei, kalian tak berjalan beriringan? Ini hutan yang lebat!
Jika ada orang di belakang kalian terbunuh, yang di depan tak akan tahu.
Bagaimana jika mereka tiba-tiba menghilang?
Ke mana perginya kalian? Hei, kalian dimana?
Hei, mereka bergelantungan?
Kenapa kalian menggelantung di sana?
Turunlah! Ayo..
Mereka tak akan turun! Brijwa!
Keduanya tewas! Sudah 3 korban sekarang!
Shankar ternyata makin menyusahkan!
Dia pasti ada di sekitar sini!
Cari dia!
Brijwa! Lupakan saja Shankar.
Hancur sudah! Tangki bensinnya meledak!
Apa yang terjadi? - Tempat ini menjadi kuburan.
Semua orang mati satu per satu!
Si bisu ini baru berhenti setelah kita menjadi tuli, buta, juling dan cacat!
Bajingan yang menggunakan taktik yang dipelajarinya dari kami!
Menggunakannya pada kita? Kita dibuat pusing tujuh keliling!
Dia menghantam habis kita!
Dokter, kau memberitahu kami kenyataan pahit, tapi itu benar! - Ya.
Ada baiknya jika kita mundur dari sini!
Berarti kita harus mengaku kalah! Kalah dari seorang budak?
Bung, ketika seekor harimau menjadi pemangsa manusia..
..maka pemburu pun harus mundur!
Omong kosong apa katamu?
Jika tak pedulikan omong kosongnya, maka nama kita akan jadi sejarah desa!
Dan ketika kita mati, penduduk desa..
..akan bercerita ke anak-anaknya tentang keberanian Shankar!
Dia akan disambut sebagai pahlawan, dan kita, gerombolan penjahatnya!
Apa menurutmu, raja jahat..eh Raja Saab?
Setidaknya kau lebih paham, bukan?
Ya, kita akan kembali pulang.
Kesendirian.. kesepian. Tanhaayi.. Tanhaayi.
Yang mendatangkan kebersamaan kita. Donon Ke Paas Le Aayi.
Kesendirian.. kesepian. Tanhaayi.. Tanhaayi.
Yang mendatangkan kebersamaan kita. Donon Ke Paas Le Aayi.
Dalam cinta, dua hati terhanyutkan. Pyaar Mein Bah Gaye Do Dil.
Bagaimana gelombang ini timbul? Mauj Yeh Kaisi Aayi.
Kesendirian.. kesepian. Tanhaayi.. Tanhaayi.
Yang mendatangkan kebersamaan kita. Donon Ke Paas Le Aayi.
Dalam cinta, dua hati terhanyutkan. Pyaar Mein Bah Gaye Do Dil.
Bagaimana gelombang ini timbul? Mauj Yeh Kaisi Aayi.
Hari ini angin meniup seruling. Aaj Hawaaon Ne Bansi Bajaayi.
Tanpa bicara, menyuarakan perasaan hati. Bin Kahe Dil Ki Baat Bataayi.
Hari ini angin meniup seruling. Aaj Hawaaon Ne Bansi Bajaayi.
Tanpa bicara, menyuarakan perasaan hati. Bin Kahe Dil Ki Baat Bataayi.
Hatiku yang menggila tenggelam.. Le Duubi Mere Paagal Man Ko.
..di kedalaman cintamu. Tere Pyaar Ki Yeh Gaharayi.
Kesendirian.. kesepian. Tanhaayi.. Tanhaayi.
Yang mendatangkan kebersamaan kita. Donon Ke Paas Le Aayi.
Dalam cinta, dua hati terhanyutkan. Pyaar Mein Bah Gaye Do Dil.
Bagaimana gelombang ini timbul? Mauj Yeh Kaisi Aayi.
Aku bisa merasakan deritamu. Dard Ka Tere Ahasaas Raha Hai.
Aku merasakan kau dekat denganku. Tera Ahasaas Mere Paas Raha Hai.
Aku bisa merasakan deritamu. Dard Ka Tere Ahasaas Raha Hai.
Aku merasakan kau dekat denganku. Tera Ahasaas Mere Paas Raha Hai.
Keinginanku hanya dirimu semata. Ek Tujhe Bas Meri Lagan Thi.
Begitu lama aku baru menyadarinya. Baat Yeh Der Se Samajh Mein Hai Aayi.
Kesendirian.. kesepian. Tanhaayi.. Tanhaayi.
Yang mendatangkan kebersamaan kita. Donon Ke Paas Le Aayi.
Dalam cinta, dua hati terhanyutkan. Pyaar Mein Bah Gaye Do Dil.
Bagaimana gelombang ini timbul? Mauj Yeh Kaisi Aayi.
Shankar!
Tidak!
Shankar!
Shankar!
Shankar!
Shankar!
Tidak!
Shankar!
Shankar!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Jangan menyakiti Shankarku!
Jangan menyakitinya!
Shankar!
Apa katamu?
Shankarku?
Lalu siapa aku?
Wanita jahanam!
Bajingan bahlul!
Tolmol, bisakah seseorang menghentikan prahara cinta?
Sama sekali tidak!
Dengar, seperti perbuatan Shankar, aku akan membawa lari Rasili!
Bawa lari! Lari!
Raja Saab dan penjaganya tak bisa menahan Shankar, apalagi ayahku?
Lihat, ayahku sudah datang.
Muka ayahku mirip balon yang kempes!
Ayolah, Ayah!
Wajahmu terlihat muram, kenapa?
Ayah nampak gelisah sekali. Ada apa? Ceritakan padaku.
Nak..
..kau benar pada hari itu!
Ketika seorang wanita muda dipaksa menikah dengan lelaki tua..
..maka hasilnya malapetaka!
Karena anak-anak muda adalah pemberontak. - Ya!
Jadi Shankar memberontak, bukan?
Dan dia membawa lari Gauri!
Aku berharap mereka bisa lolos!
Harusnya mereka tak tertangkap oleh Raja!
Ayah, apa maksudmu?
Ya!
Mereka berdua sudah tertangkap!
Dan mereka dibunuh!
Mereka dibunuh? - Kabar ini dari rumah istana.
Raja Saab sudah membunuh mereka!
Tidak!
Bagus!
Kau membawa gadis yang molek, Raja Saab!
Dia tak hanya molek, Chandabai.
Aku sudah memelihara gadis itu dan memberinya perhatian.
Tapi bajingan itu sudah menggaulinya!
Dan aku tak mau menyimpan barang bekas!
Raja Saab, siapa bajingan yang berani membangkangmu?
Seorang bajingan bahlul!
Budak yang bernama Shankar!
Aku sudah menyembelih dan menghabisinya!
Tapi mengapa kau mengampuni gadis ini?
Yah, jika mau, aku pun dapat membunuhnya!
Tapi mati akan membebaskan dirinya!
Tapi aku ingin dia mati berkali-kali.
Mati perlahan-lahan!
Dia akan memohon mati, tapi tak akan diperolehnya!
Setiap pemabuk, berandal dari daerah ini..
..orang asusila dan amoral,..
..aku ingin mereka semua mencabulinya!
Aku ingin mereka menggaulinya!
Bajingan bahlul!
Ayah!
Ayo, cepat!
Tidak, Nak! Jangan!
Jangan mencoba bangun!
Lukamu belum kering.
Jika kau bangun..
..maka jahitan luka di leher mungkin bisa lepas.
Cukup berbaring seperti ini.
Nak..
..anggota badanmu babak belur!
Waktu aku membawamu kemari,..
..kondisimu nyaris tak bernyawa!
Nak..
..kau bisu, bukan?
Nak..
..pada lehermu, semua sarafnya terpilin!
Tapi saat memasang jahitan di lehermu..
..aku temukan ada saraf yang tertotok!
Dan akibatnya, kemampuan bicaramu jadi lenyap!
Aku sudah membuka saraf itu..
..yang berarti kau mungkin bisa berbicara.
Sebab kau..
..bukan bisu dari sejak lahir!
Kau pasti mengalami suatu kecelakaan!
Apa yang terjadi, Nak?
Ayah!
Ayah, aku mengantar makanan!
Hariya! Hei, Hariya! - Ya!
Putramu Shankar datang mengantar makananmu! - Aku datang!
Tuan mandor! - Ya?
Lihat apa yang aku temukan!
Kau bisa melihat sesuatu yang berkilau dalam batu bara ini.
Apa mungkin itu?
Berlian? - Apa?
Berlian? Hebat!
Berlian di tambang batu bara!
Aku menjadi kaya! Aku kaya!
Hei, lihat, aku mendapat berlian dari tambang batubara! - Berlian?
Kalau pemilik tambang kembali petang ini,..
..akan kutunjukkan pada mereka, tempat dan berliannya!
Mereka akan memberi imbalan besar!
Dan kita tidak miskin lagi! - Sungguh?
Kita akan menyekolahkan Shankar.
Kita akan mengubahnya menjadi pria kaya!
Tidak!
Ibu! Ayah!
Ibu!
Aku akan pergi memberitahu semua orang!
Aku akan bilang, kalian yang membunuh ayah dan ibuku!
Kalian pembunuh!
Lepaskan aku!
Apa yang terjadi kemudian, Nak?
Inspektur!
Siapa pembunuh kejam ini? Manusia buas! Binatang!
Siapa yang membunuh Hariya dan istrinya?
Ayo katakan, siapa yang membunuh mereka?
Aku seorang mandor!
Aku mengawasi keselamatan para pekerja ini!
Siapa penyebab anak malang ini jadi bisu..
..dengan menjejali batubara panas ke dalam tenggorokannya?
Seumur hidup, dia tak akan bisa bicara!
Tapi dia tidak buta!
Dia akan mengenali para penjahatnya!
Tak akan kubiarkan, mereka hidup!
Shankar, sayang, beritahu kami.. siapakah..
..di antara mereka yang membunuh ayah dan ibumu?
Cari dan kenali mereka!
Mereka berdua?
Dua orang itu yang membunuh orangtuamu?
Inspektur, tahan mereka berdua!
Cepat, pergi dari sini!
Sudah kalian bunuh pelakunya? - Ya, sudah.
Mereka penjahat berbahaya dan buronan.
Mereka menembaki kami. Dan mereka tewas saat baku tembak.
Inspektur, itu sungguh hebat!
Lihat, Shankar?
Hukum sudah membalaskan dendammu pada pembunuh orangtuamu!
Aku yang akan mengasuhmu!
Mulai hari ini, aku menjadi pelindungmu!
Gauri!
Wah, moleknya! Cantiknya bukan main!
Chandabai, kau sembunyikan permata asli di dalam!
Ketika seorang gadis masuk kemari..
..maka dia adalah milikmu, Tuan!
Chandabai, untuk gadis itu, aku siap membayarnya berapa pun!
Akan kuhabiskan semua uangku hanya untuk merabanya!
Berhenti di situ!
Awas, jangan coba-coba menyentuhnya!
Apa katamu? - Ya!
Ketika aku kemari, tak ada yang datang menyelamatkan aku!
Tapi aku yang akan menyelamatkannya!
Dia adalah cinta sejati seseorang.
Dia milik orang itu.
Dan aku berutang budi pada kekasihnya!
Jika kalian mencoba menyentuhnya, langkahi dulu mayatku!
Ayo, Gauri!
Gauri, kau tak tahu..
..akan terperangkap dengan hewan buas!
Raja telah menyebabkan hidup kita seperti di neraka!
Dan dia juga membunuh Shankarmu tercinta!
Tidak!
Aku baru mendengar dia memanggilku!
Aku bisa mendengar suaranya, Bindya.
Dia masih hidup!
Dia masih hidup!
Gauri, orang bisu tak bisa bersuara.
Aku tahu, kebenaran memang pahit!
Tapi kau harus tabah menerima kenyataan.
Tidak! Aku tidak menerimanya!
Aku tak akan pernah menerimanya!
Shankarku tak boleh mati!
Tuhan tak mungkin sekejam itu!
Dia masih hidup!
Dia hidup!
Tubuh kita terpisahkan. Badan Jura Hote Hain.
Tapi hati kita tak terpisahkan. Dil To Jura Nahin Hote.
Bagaimana kita bisa dipertautkan? Kaise Jura Karenge.
Orang-orang ini bukanlah Tuhan. Log Khuda Nahin Hote.
Apalah gunung dengan adanya cinta? Pyaar Ke Aage Parvat Kya Hai.
Langit pun bersujud, cinta tak bisa dihalangi. Ambar Bhi Jhukta Hai Pyaar Nahin Rukta Hai.
Langit pun bersujud, cinta tak bisa dihalangi. Ambar Bhi Jhukta Hai Pyaar Nahin Rukta Hai.
Cinta tak bisa dihalangi. Pyaar Nahin Rukta Hai.
Cinta itu sumber harapan terbesar. Pyaar Masiha Sabse Bara Hai.
Satu-satunya penawar dari ribuan obat. Laakh Dava Ki Ek Dava Hai.
Sekali memberi efek, khasiatnya kekal. Puuri Hokar Hi Rahati Hai.
Sekali memberi efek, khasiatnya kekal. Puuri Hokar Hi Rahati Hai.
Inilah doa yang akan didengar oleh Tuhan. Pahunche Khuda Tak Yeh Voh Duwa Hai.
Tubuh kita terpisahkan. Badan Jura Hote Hain.
Tapi hati kita tak terpisahkan. Dil To Jura Nahin Hote.
Bagaimana kita bisa dipertautkan? Kaise Jura Karenge.
Orang-orang ini bukanlah Tuhan. Log Khuda Nahin Hote.
Bila pun angin berhenti di mana-mana. Rahe Pawan Jagah Pe Bhi Yeh.
Cinta ini angin sejuk yang tak pernah putus. Pyaar To Pawan Nahin Rahata Hai.
Pada sungai Gangga yang berlumpur. Kicharwaale Ganga Jal Ko.
Pada sungai Gangga yang berlumpur. Kicharwaale Ganga Jal Ko.
Ia berkata, bangkitlah air Gangga. Jag Ganga-Jal Hi Kahata Hai.
Tubuh kita terpisahkan. Badan Jura Hote Hain.
Tapi hati kita tak terpisahkan. Dil To Jura Nahin Hote.
Bagaimana kita bisa dipertautkan? Kaise Jura Karenge.
Orang-orang ini bukanlah Tuhan. Log Khuda Nahin Hote.
Raja!
Raja!
Jadi mereka ini mitra dari luar negeri yang mengurus bisnis berlian kita!
Mereka bukan hanya mitra..
..tapi sobat karib semasa kecilku juga!
Selamat datang! - Raja Saab!
Salam, Raja Saab!
Bersulang!
Hari ini para sohib reuni dan mereka orang lawas!
Semuanya kunyah tembakau Gopal emas!
Raja Saab, tunjukkan berliannya pada kami!
Ya, biar kutunjukkan. Ini dia!
Cuma ini?
Aku sedikit-sedikit menambang berliannya.
Jika tidak, hukum akan memberi kualat pada kita.
Seperti perbuatanmu yang dulu!
Ya, seperti itu!
Seperti perbuatan kita pada Hariya!
Raja Saab, kau cerdik sekali!
Setelah membunuh Hariya,..
..dengan bantuan DIG, kami dicap mati olehmu!
Lalu mengirim kami ke luar negeri dan memulai bisnis berlianmu!
Sebagai penegak hukum, kalian sungguh aman!
Artinya? - Karena..
..orang mati tak mungkin ditahan!
Dan kalian dinyatakan 100% mati!
Raja Saab, maaf sebelumnya.
Seperti rambutmu yang sudah beruban,..
..kehidupanmu juga menjadi garing?
Raja Saab, di sini sepi dan memjemukan!
Kalian jangan kuatir!
Semuanya sudah kupersiapkan penawar yang menarik..
..sehingga hatimu akan mulai berdendang!
Itu bagus! - Raja Saab..
..sang burung berkicau tak akan memeriahkan pestamu hari ini!
Kenapa? - Karena Gauri tak dapat kemari!
Gauri? - Tapi kenapa?
Karena si jalang Bindya yang melindunginya!
Apa?
Brijwa, kau dengar itu?
Dari mana Bindya mendapat keberanian berbuat seperti itu?
Raja Saab, siapa pun yang berani melirik Gauri,..
..Bindya mengancam akan mencongkel mata orang itu!
Raja Saab?
Gauri masih hidup?
Dia sudah kami anggap mati sejauh ini.
Untuk membuatnya mati perlahan-lahan..
..aku memang mengampuninya.
Tidak!
Jangan berbuat kejam pada Bindya! Jangan menyiksanya!
Tidak!
Jangan lakukan itu! Demi Tuhan, lepaskan dia!
Lepaskan dia!
Tidak!
Aku bilang, hentikan!
Tidak! - Jangan lakukan itu!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Mau pergi kemana? - Minggir!
Tidak!
Tidak!
Mengapa kau mencoba melindunginya, tolol?
Dia wanita yang ternoda!
Yang sudah hancur berantakan!
Jangan coba melindungi daun muda yang lacur!
Simpan pikiran itu untuk kecantikanmu sendiri!
Tidak!
Tidak!
Lihat gadis ini!
Dia, kembang desa dari lembah Kashmir!
Lihat dia! Lihatlah sepuas-puasnya!
Tak ditarik ongkos untuk melihatnya!
Hei, kenapa ada noda di kembang mawar ini?
Wow!
Dia sangat menawan!
Rambut yang indah!
Gauri!
Apa yang kudengar ini?
Kau bicara, ya?
Dasar tolol.
Kau kembali dalam keadaan hidup, begitu juga lidahmu?
Tapi..
..apa gunanya itu?
Kau sudah mengelabui kematian, untuk menghadapinya sekali lagi!
Kau tahu apa dengan jalannya kematian, Brijwa?
Kau mencoba menakut-nakuti malaikat maut?
Aku bukan menakut-nakutimu.
Aku tunjukkan padamu bayangan kematian..
..yang menyelimuti sekujur tubuhmu!
Lihat itu.
Kau bisa mundur ratusan langkah!
Tapi hari ini, kau tak bisa mundur dari bayangan kematian.. yang akan menelanmu!
Bayangan ini adalah kematianku?
Aku akan mati karena bayangan ini?
Bayangan ini adalah kematianku! Aku akan mati karena bayangan ini!
Bayangan ini adalah kematianku! Aku akan mati karena bayangan ini!
Bayangan ini adalah kematianku! Aku akan mati karena bayangan ini!
Akan kuhancurkan dan melenyapkannya!
Tubuhku sendiri tak bisa kau coba hancurkan!
Jadi, bagaimana kau bisa menghancurkan bayanganku?
Kau kematianku?
Ayo sini!
Tolong!
Diamlah! Jangan merontak-rontak!
Lepaskan aku!
Serahkan gadis itu padaku!
Aku sudah membelinya!
Tapi aku sudah menjual..
..setiap nafasmu pada kematian!
Apa?
Siapa kau?
Cobalah untuk mengingat!
Kalian yang telah membunuh ibuku..
..dan ayahku Hariya Thakur demi berlian!
Apa? Shankar?
Ya, Shankar!
Benih kebencian yang kau taburkan 20 tahun yang lalu..
..kini di depanmu telah tumbuh dewasa menjadi pohon berduri!
Pohon berduri?!
Akan kuhancurkan pohon itu!
Tidak!
Kau tak boleh mati secepat ini! - Tidak, Shankar!
Katakan dulu, siapa nama orang ketiga yang memasukkan batubara panas ke mulutku!
Shankar! - Katakan dulu, siapa orang ketiga itu?
Katakan!
Orang ketiga itu.. Raja Saab!
Tidak, Shankar! Jangan!
Tidak, Shankar!
Shankar, jangan bunuh aku!
Tidak! Shankar! Jangan!
Dan begitulah kudapatkan kembali suaraku.
Mengapa kau pandang aku begitu?
Aku merasa suka mendengarmu!
Terus mendengarmu.
Hanya ingin mendengar?
Kau tak akan bercerita tentang dirimu?
Kau sudah kutemukan kini, semua rasa sakitku terhapuskan.
Aku sudah melupakan semuanya!
Mari Shankar, kita pergi jauh dari tempat ini!
Ke suatu tempat, dimana hanya ada kita berdua!
Meninggalkan mereka yang telah merenggut keluargaku sendiri?
Mereka yang membakar masa kecilku?
Yang menyiksa kekasihku?
Siapa itu?
Siapa itu?
Apa yang kulihat?
Nak, bangun.. Bangun!
Ayah, tidurlah!
Ada hantu gentayangan di dekat jendela..
..dan kau menyuruhku tidur?
Di mana? - Lihat di sana!
Mana hantunya?! Kau takut-takuti anakmu!
Kau menakut-nakuti anak kecil!
Ayah mendengkur keras kalau tidur..
..apa mungkin hantu mau kemari? Ada-ada saja!
Kenapa kau mendesis?
Aku juga ingin..
Ayah.. aku rasa itu adalah roh Shankar!
Ayah keluarlah lewat jendela..
..dan aku lari keluar lewat pintu.
Dia berdiri di dekat jendela!
Kita berdua kabur lewat pintu!
Aku ikut! Tunggu!
Cepat, Ayah! Ayo.. - Tunggu!
Itu hantu? - Roh! - Apa arwah?
Maafkan kami, arwah!
Aku mohon maaf atas semua kesalahanku, Tuan Hantu!
Aku bukan hantu.
Ayah, dia ngomong.
Tapi Shankar bisu.
Jadi ini hantu, ayo kita menjauh.
Lihat, teman kecilku.
Lihat aku.
Coba sentuh aku.
Jangan menyentuhnya!
Kau akan jadi abu!
Ayah, dia Shankar!
Ayah, dia Shankar!
Shankar, kau masih hidup, Shankar!
Shankar, kau masih hidup! Shankar!
Bagaimana ini bisa terjadi? Shankar?
Raja sudah membunuhmu.
Aku memiliki banyak beban perhitungan yang harus dibereskan..
..sehingga kematian pun menolak mengambilku.
Shankar, aku juga banyak beban dosa.
Aku akan menolongmu meringankan beban itu.
Ya, aku ikut bersamamu, Shankar.
Wah, Ayah!
Hari ini, untuk pertama kali aku merasa senang memelukmu, Ayah! Ayah!
Siapa musuh yang menusukku dari belakang?
Mendorong adikku ke dalam tungku di depan umum siang hari?
Kau pensiunan DIG di sini tapi tidak mengetahui siapa pelakunya?
Apa yang bisa kulakukan, Raja Saab?
Siapa pun yang kutanya, tidak tahu siapa dia!
Kau mengatakan seakan dia seorang alien?
Makhluk yang turun dari langit?
Raja Saab? Siapa ini?
Ranbir?
Ada sesuatu tergantung di lehernya!
Ambillah, kelihatannya musuh mengirim pesan.
Aku orang yang kau cari!
Kematian Brijwa, itu aku yang bertanggung jawab.
Dan aku yang mengirim mayat ini.
Tapi sungguh menyedihkan, kau tak bisa melakukan tindakan hukum apapun.
Karena di mata hukum, orang ini sudah dinyatakan mati 20 tahun lalu.
Kau pasti penasaran, suara siapa ini?
Ini suara dari kematianmu.
Dan suara ini takkan membiarkanmu hidup kini.
Setiap saat, setiap waktu..
..akan mengingatkanmu dan anak buahmu dari ajal yang sudah mendekat.
Karena aku, bara menyala dari api pembalasan yang akan melalap habis nyawa kalian!
Dan dalam kobaran bara ini, satu per satu dari kalian akan menjadi abu.
Setelah Ranbir, lalu Dilawar dan DIG..
..dan kemudian Raja.
Dia tidak menyebut namaku, Raja Saab!
Kalian semua akan mati!
Lalu apa yang kulakukan sendirian, Raja Saab?
Dokter, siapa kira-kira musuh ini?
Halo
Dilawar, nyawamu dalam bahaya.
Bahaya! Bahaya apa, Raja Saab?
Koyla (batubara) sedang memburumu!
Koyla! Koyla siapa?
Yang membakar dan menghancurkan jadi abu.
Raja Saab, aku tak paham sama sekali!
Ranbir berbaring di depanku!
Dia berbaring? - Dia sudah mati!
Mati? Siapa yang membunuhnya?
Koyla! - Koyla?
Ya, cepatlah ke rumahku! Bajingan bahlul!
Tolong!
Kau?
Dia akan membunuhku!
Siapa yang akan membunuhmu? - Koyla!
Koyla? - Ya!
Orang sama yang membunuh temanmu Ranbir!
Apa? - Ayo! Cepat!
Jangan ke kanan! Lewat kiri!
Tapi rumah Raja Saab lewat sini!
Dia datang dari situ! Cepat, lewat kiri!
Stop! Berhenti di sini!
Ke mana kau akan membawaku? Ini tambang batubara.
Aku belum bilang, akan membawamu ke tambang berlian?
Tapi buat apa kau membawaku kemari?
Seseorang ingin menemuimu sendirian.
Aku! Siapa yang mau bertemu denganku?
Shankar. - Shankar?
Siapa Shankar?
Putra Hariya.
Yang mulutnya, kalian jejalkan batubara panas.
Shankar.
Apa?
Kuncinya.. Berikan!
Kubunuh kau!
Lepaskan aku!
Siapa itu yang tergantung?
Ayah, siapa yang tergantung di atas sana?
Dia tidak tergantung, Nak..
..dia berayun-ayun!
Dia keasyikan!
Hah? Dilawar? - Dilawar?
Dilawar! - Kalian benar!
Dia itu Dilawar!
Yang 20 tahun lalu, telah membunuh Hariya.
Dan DIG ini yang bersandiwara menembak mati Dilawar, di depan Raja..
..dan berhasil menutup kasusnya.
Pengawal!
Selidiki siapa yang berbicara ini?
Saudara-saudara buruh.
Orang yang menyebabkan Hariya dan istrinya terbunuh, pelaku utamanya adalah..
..Raja.
Itu tidak benar! Dia bohong!
Untuk menguasai berlian yang ditemukan di tambang batubara ini,..
..Raja bajingan ini menghabisi nyawa dua orang tak bersalah.
Semuanya bohong, saudara-saudara! Dia bicara omong kosong!
Dia adalah serigala berkulit manusia!
Hewan yang menumpahkan darah buruh miskin!
Siapa kau?!
Mengapa kau tak keluar?
Shankar?
Aku, saksi mata dari kejahatanmu!
Orang tuaku dibunuh atas perintahmu.
Dan saat aku akan melaporkan kejahatannya,..
..kau jejalkan batubara panas ke mulutku..
..dan melenyapkan suaraku!
Dan ketika mataku mengenali para pembunuh itu,..
..kau dan DIG mengatur rencana untuk membuat kematian palsu mereka, sehingga..
..aku dan semua orang tertipu mentah-mentah!
Jangan!
Selama 20 tahun,..
..tanpa suaranya..
..tanpa kedua orangtuanya,..
..seorang yatim piatu yang tak berdaya dan..
..lemah, diperlakukan seperti budak..
..seperti anjing piaraan..
..terus mengabdi dan melayanimu.
Kusembah setan, mengiramu Tuhan.
Tapi hari ini, waktu telah membukakan mataku.
Kau biang keroknya!
Wah!
Saudara buruh!
Penjahat utamanya adalah dia sendiri!
Menjadi budakku, dia membawa lari istriku!
Supaya terhindar dari hukuman, dia mengarang cerita palsu!
Bukan cerita dia yang palsu!
Raja yang mengarang cerita palsu!
Aku tak pernah menjadi istrinya!
Pernikahan dia denganku adalah penipuan!
Itu semua direncanakan!
Bicaralah! - Ya!
Ya, itu benar!
Karena ketamakan dengan uang..
..kami perlihatkan foto Shankar pada Gauri..
..sehingga dia menyetujui untuk pernikahannya!
Katakanlah, Raja!
Ini benar atau tidak?
Mana mungkin dia mengatakannya?
Aku yang akan mengatakannya!
Dia tak hanya menipu Gauri, tapi juga..
..yang bertanggung jawab atas semua pembunuhan dan perkosaan..
..yang terjadi di desa ini!
Hari ini dia tertangkap tangan!
Dokter! - Maaf, bung! Maaf!
Ayah bukan di pihakmu lagi!
Dengarkan, kau Raja!
Sebelum ini ayah sering memberimu makan obat-obatan..
..tapi dia kini akan memberimu makan batubara! Batubara!
Bunuh dia! - Bunuh mereka!
Bunuh.. - Bunuh!
Bajingan bahlul!
Shankar!
Bajingan bahlul!
Tidak, Shankar!
Api akan terkena minyak!
Ada batubara di sekeliling ini!
Semua akan terbakar!
Aku sudah membesarkanmu!
Dengan menjadikanku budak.
Aku sudah memberimu hidup!
Untuk menyelamatkan diri dari kematian.
Dengar, Shankar!
Menurut agama kami, orang dibakar setelah mati.
Kau tak boleh membakarku hidup-hidup!
Kau yang memulai kisah ini..
..dengan menjejali batubara panas ke mulutku,..
..dan hari ini batubara panas akan menyalakan tumpukan kayu pembakaranmu..
..dan mengakhiri kisahmu, Raja!
Tidak, Shankar! Jangan!
Tidak!
Aku mohon ampunanmu!
Tidak!
Diterjemahkan Oleh : Loewi - 2013 Resync By : Oke555
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.