Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bukan main orang ini!
Dia bukan orang, dia angin topan!
Cepatlah kemari!
Secepat-cepatnya!
Raja Saab, siapa pemuda ini?
Dia anjingku yang paling patuh.
Kalau kutimbangkan kepatuhan semua anjingku di satu sisi..
..dan kepatuhannya di sisi lain,..
..kepatuhannya masih yang terberat!
Bagus sekali!
Bagus, Shankar! Hebat!
Kau luar biasa!
Tentu saja!
Dia berhati singa. Siapa yang memasang di dadanya?
Raja Saab!
Siapa yang merubah dia sekeras baja?
Raja Saab, bajingan bahlul!
Raja Saab!
Kita terkena bencana, para buruh berhenti bekerja di tambang batubara!
Kenapa?
Apakah ada kebakaran di tambang?
Adikmu yang terbakar emosinya!
Dia kalap memukul seorang buruh!
Jangan pukul ayahku! Lepaskan dia!
Tidak! Jangan memukulnya!
Dia bisa mati! Lepaskan dia! Jangan pukul ayahku!
Jangan pukul ayahku!
Berhenti!
Apa-apaan ini, Brijwa?!
Kak, gadis itu lewat sambil membawa keranjang di kepalanya.
Karena naksir dia, kusambar tangannya.
Raja Saab..
..kenapa kau kasar dengan adikmu?
Dia sudah bodoh sedari kecil!
Kau diam!
Dengarkan baik-baik, Brijwa!
Anak dari para buruh di sini seperti keluarga kita sendiri!
Aku seorang raja dan mereka wargaku!
Tuhan ada di langit..
..Brijwa, aku tuhan mereka di bumi!
Pergi sana, bajingan bahlul!
Wow..
Aku menjadi saksi dari keadilan di pengadilan Jahangir!
Kakak menggampar adik kandungnya!
Ketika Brijwa digampar, hatiku terasa pilu!
Jika kalian kira aku bohong..
..semoga anjing kampung rabies..
..akan menggigit siapa pun!
Aku mengunyah tembakau Gopal emas..
..dan perkataanku ini jelas dan tegas!
Hidup.. - Raja Saab!
Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya!
Aku, Pak Tolmol.
Bicaraku agak dogol.
Kalau bergosip, aku paling getol!
Kau meracau apa?
Aku menceritakan sejarah desa ini.
Kaum pria membeli wanita sudah sejak lama!
Lihat, kemana perginya pak tua itu?
Dia berikan obat pada para sepuh supaya kembali muda!
Tolol dan bodoh!
Siapa yang memanggilku?
Ayah, dia menyebutkan nama aslimu!
Ayah tolol dan aku anak bodohmu!
Nak, kenapa kau sia-siakan hidupmu, berkeliaran dengan boneka ini?
Lihat, Ayah menerusi tren menjadi dokter seperti kakek moyangku!
Aku tahu kerjaan Ayah! Kau tipu orang-orang kaya! - Diam!
Dokter? - Ya! - Jadikan suamiku sedikit perkasa.
Menambah keperkasaan?
Maksud dia, pil yang kau beri sebelumnya, tak berkhasiat.
Ya, pil itu tak ada khasiatnya padaku.
Ya.. - Ya!
Lihat nanti!
Nanti kuberi obat sejenis itu yang.. cukup!
Ayah, kenapa merusak hidup mereka?
Aku buat semangat hidup mereka kembali muda dan berapi-api.
Berapi-api apanya? Kau mencoba membakar kayu yang lembab!
Kau tak mendapat hasil apa pun selain asap!
Apa sebabnya?
Sebab Ayah, kau mencoba bermain gitar dengan senar putus!
Dia belum disetem?
Kau soalkan setem? Seluruh gitar ini sudah bobrok!
Dan model ini tak akan jalan, ya kan, Bu?
Kau benar, aku sependapat! - Ya!
Kalian hanya terus bercakap? Sudah makan atau minum sesuatu?
Aku yang urus mereka makan, kau urus mereka minum.
Shankar.
Berikan padaku.
Kawan, acara sudah siap! Di mana Raja?
Tuan.. apa itu, Tuan?
Kau penyebab aku menampar Brijwaku, 'kan?
Karena itu aku akan membunuhmu sekarang!
Tapi Tuan..
..adikmu berbuat tak senonoh pada putri kami..
Diam!
Kau yang keparat!
Ketika anakmu dikandung di rahim ibunya,..
..dia sudah menjadi budak kami!
Kami bisa berbuat sesukanya pada mereka!
Istrimu, putra-putrimu dan menantumu..
..akan dipergunakan sesuka-suka kami!
Mereka semua milik kami!
Tidak, Tuan! Kami akan menentangnya!
Kami pasti akan memberontak!
Biar anjing yang memangsanya.
Sedang apa kau di sini?
Apa yang kau lihat?
Kau tak melihat apa-apa?
Apa yang kau lihat?
Katakan padaku!
Kau lihat apa?
Brijwa?
Ada apa ini?!
Dia lihat sesuatu, tapi tak mau bilang! Katakan!
Apa pernah batubara bisa bicara?
Apa pernah gunung bisa bicara?
Kau perlu suara untuk bicara.
Dari mana anak ini mendapatkan suaranya?
Dia ini bisu.
Aku tahu dia bisu, tapi dia bisa melihat.
Tanyakan dia!
Shankar.
Brijwa, aku boleh buta huruf..
..tapi aku bisa membaca kebisuannya sedari dia kecil. Sudah terbaca..
..dia tak melihat apa-apa.
Pergilah, Shankar.
Kau boleh pergi.
Pestanya semarak! Pesta yang meriah!
Kau mabuk berat!
Aku kebanyakan minum arak, sekretaris.
Kini aku ingin mereguk air mancur mudamu!
Kau selalu bicara itu kalau mabuk.
Bindya Sayang..
..Tuhan menciptamu begitu molek!
Lalu mengapa kau menutup tubuh sintalmu dengan busana?
Tanggalkan busananya!
Supaya aku dapat mengaguminya!
Kau begitu bernafsu seperti belum pernah melihatku!
Itulah mukjizat dari Tuhan!
Penjaga!
Kalian brengsek!
Aku bolak-balik kemari sejak 20 tahun..
..dan kalian selalu menembakku!?
Ini perintah Raja Saab untuk menembak.
Tanpa butiran pil dariku, Raja tak bisa hidup!
Tapi jika butiran pelurumu mengenaiku lagi kapan saja, kalian yang mati!
Jika bukan Raja, Brijwa yang membunuhmu!
Apa-apaan kau?!
Apa yang kau lakukan?!
Raja Saab!
Raja Saab!
Kenapa kau berteriak?
Kau tak ada musuh!
Untuk apa penjaga, peluru dan anjing ini?
Untuk apa? - Dengar, dokter.
Rumput dan musuh..
..bisa tumbuh di mana saja dan kapan saja.
Lagipula aku seorang raja.
Jadi aku pasti ada beberapa musuh.
Deputi Polisi DIG meneleponmu.
Ya, DIG! Katakan!
Kau nanti datang, bukan?
Aku pasti akan menghadiri pernikahan putrimu!
Jangan khawatir!
Ruar biasa!
Bukan ruar biasa, Raja Saab. Luar biasa!
Ya! Itu maksudku!
Ada apa, Raja Saab?
Hari ini sekretaris marah denganmu?
Semua karena salahmu!
Kau beri obat yang..
..membuatku gagal lagi di malam hari!
Di depan sekretaris, aku terhina lagi!
Raja Saab, itu bukan salah obatnya.
Memang salah siapa?
Salah gadis modelnya. - Di mana bisa..
..kudapat model yang lebih yahud di usia ini?
Buka mata dan lihat sekitarmu, Tuhan mencipta banyak model cantik!
Gauri, aku..
Gauri! Dengar dulu!
Apa yang kalian lakukan?!
Kami baru makan manisan.. - Ya, benar!
Hei, manisan itu dibuat dari ganja!
Kalian akan kesusahan sendiri!
Manisan ganja? - Manisan ganja!?
Jika begitu, kami bermasalah besar!
Semuanya akan terlihat terbalik!
Semuanya menjadi terbalik!
Kalian akan mabuk! - Kami mabuk!
Berhenti!
Nee Sa Nee Sa Pa, Nee Sa Nee Sa Sa..
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Dalam kemabukan ganja, kami bersat. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Teruslah maju, tinggalkan semua kegalauan. Aage Aage Ham Pichhe Rah Gayi Gam.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Ayo, kita mengganggu semua orang. Chalo Karein Sab Ki Ham Naak Mein Dam.
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Air? Apa ini?
Susu keluar dari keran!
Kami melangkah untuk bersuka ria. Chal Pade Ham To Masti Mein.
Di sekitar kami akan terjadi kegaduhan. Shor Hai Saari Basti Mein.
Di momen ini mereka akan riang gembira. Char Pal Khushiyon Ke Logon.
Dan gelak tawa akan terus terjadi. Aur Kya Rakha Hansti Mein.
Kami melangkah untuk bersuka ria. Chal Pade Ham To Masti Mein.
Di sekitar kami akan terjadi kegaduhan. Shor Hai Saari Basti Mein.
Di momen ini mereka akan riang gembira. Char Pal Khushiyon Ke Logon.
Dan gelak tawa akan terus terjadi. Aur Kya Rakha Hansti Mein.
Hari ini kami larut dalam kesenangan. Beh Chalein Mauj Mein Aaj Ham.
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Kami akan menguasai seluruh dunia. Aasman Sar Pe Uthayenge.
Kami menari dan orang ikut bergoyang. Nachke Sab Ko Nachayenge.
Tak ada yang bisa menghentikan kami. Rok Na Payega Koyee.
Jika tertawa, kami akan terus tertawa. Hanse Toh Hanste Hee Jayenge.
Kami akan menguasai seluruh dunia. Aasman Sar Pe Uthayenge.
Kami menari dan orang ikut bergoyang. Nachke Sab Ko Nachayenge.
Tak ada yang bisa menghentikan kami. Rok Na Payega Koyee.
Jika tertawa, kami akan terus tertawa. Hanse Toh Hanste Hee Jayenge.
Kami banyak bersenang-senang hari ini. Hungama Hoga Na Aaj Kam.
Dalam kemabukan ganja, kami bersatu. Bhang Ke Nashe Mein Ek Ho Gaye Ham.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Teruslah maju, tinggalkan semua kegalauan. Aage Aage Ham Pichhe Rah Gayi Gam.
Bam Chik Bam, Bhole Bam Chik Bam Bam..
..Bam Chik Bam, Bhole Bam Bam Bam.
Bam Chik Bhole Bhole, Bam Bam Bhole.
Bam Chik Bhole Bhole, Bam Bam Bhole.
Tunggu!
Salam untuk dewa Siwa!
Kenapa lambai tangan, pakai klakson! - Ya.
Hei, gadis!
Bukan gadis! Gauri!
Namaku adalah Gauri!
Kekasih bulan!
Ya, Gauri! Kekasih bulan!
Hei, kau kekasih bulan! Cepat minggir!
Kenapa, untuk apa?
Karena kau duduk di tengah jalan!
Kami tidak duduk di jalan..
..tapi jalan duduk di bawah kami! - Ya!
Gadis ini sepertinya gila!
Apa katamu? Kau bilang Gauri gila?
Bilang aku gila? Katakan lagi!
Dasar pak kumis!
Pak kumis?
Kenapa?!
Kenapa melihat-lihat aku, pak tua?
Pak tua?
Dia bukan pak tua, tapi Rajaji! Rajaji!
Dadaji (kakek)? - Kakek?
Teman-teman, beri salam pada kakek!
Salam, kakek!
Gauri! Kau menyusahkan hidupku saja!
Kadang kau pecahkan pot orang, atau melepas kambing orang!
Ayo, pulang! Cepat.. - Lepaskan aku, bibi!
Indahnya pemandangan yang kulihat!
Aduhai, potongannya!
Kau jadi nakal dengan anak-anak itu!
Kau bilang potongan besar itu aduhai?
Dia seperti kerbau!
Kerbau! - Tentulah!
Pinggangnya lebar begitu!
Hei, dogol, bukan wanita besar itu!
Wanita kecil itu yang kumaksud!
Dia cantik!
Kenapa tertawa, kau mabuk ganja?! - Ya!
Kau sudah besar, tapi masih bermain seperti anak kecil!
Heran, kapan kau mau sadar!
Selama sadarku tak hilang, buat apa aku mau sadar?!
Astaga! Orang tuamu sudah meninggal!
Mereka tak meninggalkan uang sepersen pun, cuma putrinya padaku!
Dan kakakmu? Dia keenakan tinggal di Dubai!
Dia tinggalkan kesusahan ini padaku!
Bibi, boleh menyinggungku tapi jangan sekali-kali menyinggung kakak!
Tiap bulan dia kirim uang dari Dubai sehingga rumah ini berkecukupan..
..kalau tidak kita akan mati kelaparan!
Baik! Kini cepat berdandan! Kita harus menghadiri pernikahan!
Raja Saab?
Selamat datang, Raja Saab!
Raja Saab, kukira kau lupa dengan orang biasa sepertiku!
Kau ditugaskan sebagai inspektur biasa di daerahku..
..dan kau pensiun sebagai deputi DIG!
Apa mungkin kulupakan pribadi hebat sepertimu!
Aku..
Aduhai, potongannya!
Cantiknya!
Sangat menawan!
Raja Saab, waktu berubah, tapi sifatmu tidak.
Halo, Tuan DIG!
Halo!
Selamat atas pernikahan putrimu!
Terima kasih banyak Tn. Jamuna, menghadiri pernikahan putriku!
Putrimu sudah menikah, Tuan DIG.
Kini pertimbangkan keponakan kami juga!
Keponakanmu berharga tiada tara!
Pasti tak masalah menikahkannya.
Selamat!
Raja Saab sudah berkata! Yang berarti..
..dia bertanggung jawab akan menikahinya!
Raja Saab? - Ya!
Dia raja negeri antah berantah!
Dia ini..! - Raja Saab!
Terima kasih banyak, Raja Saab!
Halo, Raja Saab!
Gauri, kau harus beri hormat pada Raja!
Dia bertanggung jawab akan menikahimu.
Ya, cium kakinya, Sayang!
Cium kakinya!
Raja Saab, gadis itu mencibir dan melengos pergi!
Artinya urusan ini akan lancar!
Gauri!
Gauri!
Gauri memanggilku!
Aku datang!
Tunggu! Gauri!
Gauri, aku datang!
Gauri! - Raja Saab??
Gauri! - Raja Saab?!
Gauri! - Raja Saab!
Dokter, apa yang terjadi?! - Yang terjadi?
Raja Saab, kau hampir mati terjungkal!
Aku melompat dan menangkapmu!
Bangun!
Bangun!
Pegang tanganku!
Punggungku bonyok!
Saraf tanganmu berdenyut mirip pompa air!
Semua ini akibat Gauri!
Begitu membayangkan Gauri..
..bukan hanya sarafku..
..semuanya mulai berdenyut!
Semuanya?
Dokter..
...gadis itu sudah memikatku.
Ke mana pun aku melihat, selalu ada Gauri.
Raja Saab!
Lihatlah Gauri di mana pun kau suka..
..tapi jangan di dekat jendela!
Atau kakimu akan menjadi cacat!
Menikah? Jangan memaksaku, Bibi!
Aku tak mau menikahi orang yang tak kukenal atau lihat! - Tapi Gauri..
Teman, apa bisa aku menikah tanpa melihat pemudanya?
Tidak, takkan pernah bisa! - Tuh, 'kan?
Diam, kalian anak nakal! Ayo, pergi!
Sayang, kami paman dan bibimu. Seperti orang tuamu.
Sayang, apa pun pemikiran kami buatmu, itu demi kebaikanmu. - Ya!
Dan dia, orang yang kaya raya!
Tapi.. - Dia berharta banyak! - Bibi.. - Hidupmu akan makmur!
Tapi.. - Kau akan hidup seperti ratu, tolol!
Mau hidup seperti ratu atau permaisuri..
..sebelum melihat orangnya, aku tak mau menikah!
Kacaulah semua!
Wajah calon lakinya tak layak dilihat!
Gopal!
Bila kudanya sudah siap, bawa kemari.
Jika aku bicara, maka orang akan berkata, aku banyak cakap.
Hei, kenapa kalian melongo?
Berarti kau.. kau tidak bisu?
Orang yang menganggapku bisu, dia yang tolol dan bodoh!
Saudaraku, sejak kapan kau mulai bicara?
Sejak dulu sekitar.. 15-20 tahun lalu.
Maksudmu, bertahun-tahun kau..
..berlagak pilon untuk mengetahui semua rahasia kalian.
Kau pikir dia bisu dan takkan cerita pada siapa-siapa?
Tapi aku mau ke raja sekarang,..
..memberitahu semua omongan kalian tentangnya!
Jangan, saudaraku! Aku mohon maaf!
Ampun, selain kehilangan pekerjaan,..
..aku juga bisa kehilangan nyawa!
Mau nyawamu hilang atau lainnya, aku harus memberitahunya!
Jangan, saudaraku! Tolong, maafkan aku sekali ini!
Hei, perkutut pengecut!
Kau kuda betina gila!
Shankar cuma menggerak bibir dan aku yang bersuara!
Apa?
Kalian panik tanpa alasan!
Lihat, aku berbicara begini!
Dia hanya menggerak bibirnya.
Ini kebiasaan kami yang dilatih semasa kecil.
Mengerti?!
Berarti kalian berdua menipuku!
Siapa yang tidak menipu di dunia ini?
Setiap orang menipu orang lain.
Seperti kau yang tertipu!
Kenapa, pikirmu aku kuda? Aku akan menghajarmu!
Raja Saab!
Ya!
Ada kabar baik!
Bibinya menyetujui pernikahannya!
Apa? - Ya! Pamannya juga bersedia!
Bagaimana dengan Gauri?! - Dia menolak.
Dia menolak?
Tapi kenapa? Apakah aku tidak sempurna?
Cermin tak pernah menipu, lihat!
Raja Saab, aku punya penawar untuk segala kesedihan!
Mengapa bersedih? Ini!
Tapi menelan obat ini takkan menolongku.
Tonik ini bukan untuk ditelan tapi dioleskan.
Apa? - Pada rambutmu!
Kalau rambutmu menghitam, penampilan jadi sedikit beda!
Rambut bisa aku hitamkan..
..tapi bagaimana dengan wajah keriput ini?!
Bagaimana aku merubahnya?
Ya!
Aku akan mengirimnya.
Aku akan mengirim foto.
Apa ini semua?
Kami sudah terima lamaran pernikahanmu!
Tanpa bertanya padaku?
Sayang, kami yang miskin ini mendapat kemakmuran!
Pemuda ini permata tulen! - Ya, Sayang!
Bibi, sudah aku bilang dan kutegaskan lagi..
..aku tak mau menikah sebelum melihat pria itu!
Lihat fotonya!
Jika tak suka, maka semua hantaran ini.. - Akan dikembalikan sekarang juga!
Coba lihat! - Tunjukkan padanya! - Ya, lihatlah.
Lihat! Foto kakak ipar, ayo lihat!
Ini foto kakak ipar! - Tunggu..! - Lihat! Foto kakak ipar!
Kakak ipar mirip bintang film!
Dia tampan sekali!
Dia kakak ipar yang baik, bukan? - Ya!
Dia belum lihat fotonya? Gauri!
Gauri! Di mana fotonya?
Kakak ipar seperti bintang film!
Dia tampan sekali!
Dia kakak ipar yang baik, bukan?
'Kenapa kau menatapku begitu?'
Kau.. kau juga bisa bicara?
'Aku bisa bicara dan melihatmu juga.'
Kau hanya foto.
Dan foto tak bisa mendengar atau melihat!
'Jika boleh, aku pun dapat menyentuhmu.'
Benarkah?
Coba sentuh aku.
Memandangmu, aku jatuh hati. Dekha Tujhe To Ho Gayi Diwaani.
Jika memilikimu, semoga aku tak mati. Pa Luun Tujhe To Mar Na Jaayuun Kahin.
Memandangmu, aku jatuh hati. Dekha Tujhe To Ho Gayi Diwaani.
Jika memilikimu, semoga aku tak mati. Pa Luun Tujhe To Mar Na Jaayuun Kahin.
Aku datang untuk hidup bersamamu. Tere Sang Jine Ko Aaya.
Membawa hati dan jiwaku untukmu semata. Tan Man Apna Dene Laaya.
Memandangmu, aku benar-benar hidup. Dekha Tujhe To Jine Lage Ham.
Jika memilikimu, tak ada lara dikala mati. Pa Lein Tujhe To Na Ho Marne Ka Gam.
Aku bernasib baik, menemukan banyak cinta. Khush Nasibi Se Mujhe Pyaar Itna Mil Gaya.
Kerudungku mulai terasa begitu ringan. Aaj Aanchal Hi Mera Mujhko Kam Lagne Laga.
Aku bernasib baik, menemukan banyak cinta. Khush Nasibi Se Mujhe Pyaar Itna Mil Gaya.
Kerudungku mulai terasa begitu ringan. Aaj Aanchal Hi Mera Mujhko Kam Lagne Laga.
Aku datang untuk meminangmu. Maangne Tera Haath Main Aaya.
Kupersembahkan hidupku untukmu. Dene Saara Jivan Laaya.
Memandangmu, ya aku benar-benar hidup. Dekha Tujhe To Haan Jine Lage Ham.
Jika memilikimu, tak ada lara dikala mati. Pa Lein Tujhe To Na Ho Marne Ka Gam.
Bukan keputusan siapa pun,.. Chaaha Na Na Chaaha Na..
..yang menentukan keinginanku. ..Kis Ke Bas Ki Baat Hai.
Dia yang menjadi tambatan hati,.. Dil Ka Aa Jaana Kis Par.
..itu sudah suratan nasib. Kismaton Ke Haath Hai.
Bukan keputusan siapa pun,.. Chaaha Na Na Chaaha Na..
..yang menentukan keinginanku. ..Kis Ke Bas Ki Baat Hai.
Dia yang menjadi tambatan hati,.. Dil Ka Aa Jaana Kis Par.
..itu sudah suratan nasib. Kismaton Ke Haath Hai.
Cinta pertamaku tak pernah memudar. Pahala Pyaar To Mitte Na Dekha.
Ia sudah menatah di cadas. Yeh To Hai Patthar Ki Rekha.
Memandangmu, aku benar-benar hidup. Dekha Tujhe To Jine Lage Ham.
Jika memilikimu, tak ada lara dikala mati. Pa Lein Tujhe To Na Ho Marne Ka Gam.
Rajaku sayang akan menikah. Malam akan dipenuhi warna.
Aku akan menari riang!
Ayah?
Ayah, Raja yang menikah dan kau yang kegirangan?
Kenapa kau rusak suasana hatiku?
Aku mau berkata jujur!
Kau mau berkata jujur? - Ya!
Jadi katakan sejujurnya!
Kenapa aku mewarnai rambutku?
Karena hatimu hitam, serasi dengan rambutmu! - Diam!
Salah!
Aku mewarnai rambutku, membayangkan pernikahan!
Ayah! Itu bagus jika kau berpikir menikah!
Aku juga gila-gilaan membayangkan menikah! - Kau juga? - Ya!
Maka kita adakan pernikahannya sekarang!
Ini saat tepat untuk menikah!
Pernikahannya sudah terjadi!
Sudah terjadi? Ayah, dengan siapa?
Dengan dia.. yang saban hari datang ke rumah ini!
Yang sehari-hari ke rumah kita dan memasak makanan?
Ya, dia.. yang menangani semua tugas kita!
Ayah!
Kau ingin aku menikahi Rasili? - Ya!
Apa?
Rasili adalah calon istriku..
...dan calon ibumu! Ibu tiri!
Tidak, dia calon istriku!
Dia calon menantumu! Menantu!
Tidak, dia milikku! - Milikku!
Milikku! - Milikku!
Rasili!
Kalian berdua.. sama-sama memanggilku?
Ya! - Oh, Tuhan!
Rasili! Beritahu kami, siapa yang kau cintai?
Aku atau ayah gendutku?!
Jangan malu! Ini waktunya bersikap tak tahu malu!
Jadi, Rasili! Buanglah malu itu!
Beritahu kami, siapa yang kau cintai? Katakan.
Katakanlah.. - Katakanlah!
Dua-duanya!
Harap berdiri untuk memulai putaran mohon berkah.
Pengantin wanita berdiri di depan.
Ayah, apa-apaan ini? - Apa?
Raja merubah adat perkawinan!
Kenapa?
Jadi pengantin pria, dia naik kuda di teras rumahnya sendiri!
Sekarang dia berputar minta berkah pernikahan di rumah sendiri!
Ia rubah seluruh adatnya! - Diam!
Dia adalah raja!
Apa pun yang dikerjakannya adalah benar. - Dia benar?
Pendeta, bacakan doa sucinya.
Ini putaran terakhir, aku akan membopongnya.
Tapi ...
Bacakan doa sucinya.
Putaran mohon berkah dari pasangan pengantin sudah selesai.
Silakan memberi restu pada mereka.
Kau? Aku.. bagaimana bisa di sini?
Aku suamimu!
Aku membawamu ke sini usai 7 putaran minta berkah!
Tidak!
Itu bukan putaran minta berkah!
Aku menolak putaran itu!
Aku tidak menyetujui perkawinan ini!
Kau memperdayaiku!
Kau menipuku!
Sayang, baik kau menyebutnya kecurangan atau penipuan.
Yang jelas, aku memenangi permainannya!
Hari ini aku akan memuaskan birahiku!
Aku sudah mengawinimu!
Kawin!
Kawin!
Kalau mendekat.. aku akan menjerit!
Semua pengantin wanita menjerit di malam pertama kawin.
Kau juga menjerit!
Kau takkan.. bisa memiliki aku!
Tolong!
Kau mau membunuhku?
Aku akan bunuh diri!
Gauri tak akan pernah menjadi milikmu..
..kau tak bisa miliki aku di kelahiran apa pun!
Aku tak sudi menerimamu sebagai suamiku.
Lebih baik mati daripada menerimamu!
Hidupmu kini milikku.
Tidak!
Hidup dan matimu ada di tanganku!
Semuanya berada di tanganku.
Jika mau, aku bisa memperkosamu kini.
Tapi aku tak mau.
Karena aku ingin merasakan hubungan suami-isteri denganmu. - Tidak!
Itu tujuanku menikahimu.
Jika kau memang bersikap keras kepala,..
..maka aku akan melakukannya..
..ketika kau sudah mengizinkanku.
Akan kutunggu harinya itu, Gauri!
Akan kutunggu itu!
Tidak!
Tidak!
Kau tertawa dan membuatku lebih sakit!
Aku melihat.. berpikir.. dan terkejut!
Kau bawa kembang yang lebih indah dan cantik dariku.
Tapi wanginya..
Kau tak bisa mencium wanginya.
Bindya, aku dengar seorang wanita bisa memahami wanita lain.
Lakukan sesuatu pada gadis itu supaya dia tergila-gila padaku.
Raja Saab..
Jangan membantah.
Aku akan memberimu banyak uang.
Untuk berbusana sebagai pengantin gadis itu..
...dan menghadiri pesta pernikahannya besok,..
..itu adalah tugasmu.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Hari ini kecantikan menjelma pengantin. Aaj Sundarta Dulhan Bani Hai.
Betapa beruntungnya si mempelai pria. Koi Kismat Ka Kitna Dhani Hai.
Hari ini kecantikan menjelma pengantin. Aaj Sundarta Dulhan Bani Hai.
Betapa beruntungnya si mempelai pria. Koi Kismat Ka Kitna Dhani Hai.
Memandang wajah cantiknya. Muh Diklayee Ki Khaatir.
Tak hanya hati, kuserahkan juga hidupku. Dil Kya Jaan Bhi Hai Haazir.
Memandang wajah cantiknya. Muh Diklayee Ki Khaatir.
Tak hanya hati, kuserahkan juga hidupku. Dil Kya Jaan Bhi Hai Haazir.
Sang merak melihat awan berarak. Badalon Ko Moor Dekhein.
Ayam hutan menunggu bulan. Chand Ko Chakor Dekhein.
Dia yang menantimu, amat beruntung. Tujhko Naseebon Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Saat kau dekat, dunia begitu indah. Paas Tu Door Tak Hain Nazaarein.
Segenap hatiku terasa terhibur. Mil Rahe Hain Dilon Ko Sahare.
Saat kau dekat, dunia begitu indah. Paas Tu Door Tak Hain Nazaarein.
Segenap hatiku terasa terhibur. Mil Rahe Hain Dilon Ko Sahare.
Kau bawa serta indahnya musim semi. Le Ke Baharein Tu Aayee.
Aku tak lagi kesepian. Door Hui Hai Tanhai.
Kau bawa serta indahnya musim semi. Le Ke Baharein Tu Aayee.
Aku tak lagi kesepian. Door Hui Hai Tanhai.
Kau akan hiasi rumah tanggaku. Ghar Ko Sanwaar De Ga.
Mengusir keresahan hatiku. Dil Ko Qarar De Ga.
Berkat kecantikanmu yang ajaib. Roop Ye Tera Nirala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Meski bulan di balik kerudung. Ghunghte Mein Chanda Hai.
Terangnya masih terpancar di sekeliling. Phir Bhi Hai Phela Chaaron Aur Ujala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Jangan hilang akal, bila antusias memandangnya. Hosh Na Kho De Kahin, Josh Mein Dekhne Waala.
Peluru ini bisa menembusmu juga, tapi..
..kakakku tetap ngotot menginginkanmu.
Kakakku menyayangimu dan aku sayang kakak.
Cinta mencegah kematian.
Bajingan bahlul!
Aku merendah di depan kekerasan hatimu!
Aku sampai menyuruh Bindya duduk menggantikanmu di pesta pernikahan,,
..untuk menyelamatkan martabat rumah tanggaku!
Dan kau berusaha merusak nama baikku dengan melarikan diri?
Sekarang akan kutunjukkan padamu..
..siapa aku sebenarnya!
Aku sudah berbicara denganmu selembut mungkin.
Kau akan saksikan kebencianku kini!
Ketika kau berjuang menahan lapar dan haus..
..kau akan belajar hidup dengan mematuhi perintah Raja, bajingan bahlul!
Shankar?
Kau juga berpikiran sama denganku?
Aku pikir, perlakuan mereka tidak wajar pada gadis itu.
Kudengar kabar, ada sesuatu yang amis di sini.
Tapi semua di sini, jelas pasarnya ikan busuk!
Semuanya berpikiran jahat, pedagang ataupun pembelinya.
Karena itu aku merasa ingin terlibat jauh dalam perkara ini.
Yang kau maksudkan, ayahku?
Tembakau Gopal emas, siapa yang kunyah?
Aku yang kunyah? Kau yang kunyah?
Meludahkannya?
Kalau dikunyah, maka jelas kau akan meludahkannya.
Kau muntah?
Memuntah.. memuntahkannya?
Mengerti! Maksudmu, usahakan ayahku memuntahkan rahasia perkara ini?
Ambil, Sayang!
Tambah lagi!
Dengan bilang tambah lagi, kau suruh aku minum..
..mirip onta diberi air minum sebelum digiring ke gurun pasir!
Memang aku onta? Aku onta?
Dengar, Sayang, kau memintaku datang, jadi aku datang.. - Ya.
Kau memintaku melayanimu minuman, aku layani.. - Ya.
Kau memintaku membuat makanan, jadi aku buatkan.. - Ya!
Tapi kenapa kau tak memuaskan dahagaku?
Ayo, Sayang, aku akan memuaskanmu sekarang!
1,2,3,4,5?
Hei, dari mana munculnya tangan kelima ini?
Bodoh! Bukan 5, tapi cuma ada 4 tangan!
Hitung! Ayo, hitung!
Satu!
Dua!
Tiga, empat!
Hei, ada 4 tangan, tapi kenapa..
..aku lihat 5 tangan?
Karena kau teler, sayang!
Oh, aku sudah teler?
Ada apa, Sayangku?
Siapa yang mengumpani pil palsu pada kekasihmu?
Ada tangan kelima!
Lihat, tak ada 5 tangan!
Dua tanganmu dan dua tanganku!
Lihat, itu tangan kelima di bahumu!
Ada tangan di bahumu!
Itu kan tanganmu!
Tanganku? - Kau yang terus memegangku!
Mana mungkin tanganku?
1,2,3,4, hilang.
Tertangkap! Aku menangkap tangan kelima!
Ini bukan tangan kelima, ini tangan hukum!
Dia yang ketakutan akan terjerat tangan hukum.
Kenapa tangan hukum mengincarku?
Kau telah melakukan tipu daya!
Ya! Semua penduduk bilang kau beri pil pada Raja Saab sehingga..
..sepanjang malam dia seperti pistol berkarat.
Senjata tak berfungsi atau tak bisa menembak.
Dia tak bisa menikmati malam pertamanya!
Kau sudah menipu Raja Saab!
Aku yang menipu Raja?
Justru Raja yang menipu Gauri!
Bagaimana Raja menipunya, Sayang?
Bilang apa?! Bersuaralah keras!
Aku tak boleh bersuara keras-keras!
Bagaimana jika ada angin membawa kabar ini?
Jika Raja sampai tahu kabar angin yang kuceritakan padamu ini, maka dia akan..
Hei, berbisiklah di telingaku.
Jangan khawatirkan Raja, angin pun tak bisa dengar. Katakan padaku!
Astaga! Sungguh?
Shankar?
Gadis tak bersalah itu amat menderita karena mereka menipunya.
Lihat saja, istana itu akan hancur jadi abu!
Karena Tuhan sudah bersabda..
..di mana ada ratapan orang tak bersalah..
..di tempat itu akan menjadi neraka!
Aku malu ternyata ayahku terlibat perkara ini.
Dan gadis malang itu..
Shankar?
Lihat, dia sedang apa?
Kau?!
Raja Saab sudah menghancurkan hidupku..
..dan kau ingin menambah lagi.
Hidupku berubah jadi neraka akibat kau!
Hanya demi imbalan kecil dari majikanmu..
..kau menghancurkan seluruh hidupku!
Mempermainkan hidup seorang gadis, kau gunakan tipuan?
Seperti dikhianati dengan keji!
Jika bukan kau yang menikahiku,..
..mengapa mengirim fotomu?
Mengapa kau mengirim foto ini?
Melihat foto itu..
..aku mulai memimpikan masa depanku bersamamu.
Aku menerimamu sebagai suamiku yang terhormat.
Aku sandingkan namamu, jadi bagian hidupku.
Tapi kau?
Kau.. menghancurkan semuanya.
Foto yang ditunjukkan padaku itu tipuan.
Mereka menipu dan membuatku menikah!
Dan kau, penyebab semua ini!
Katakan, mengapa kau lakukan ini padaku?
Mengapa.. kenapa kau lakukan ini padaku?
Mengapa kau tega sekali padaku?
Saat ini aku ingin mati, kau mencegahku!
Katakan, apa salahku?
Apa salahku?
Katakan padaku! Jawab aku!
Pada siapa kau minta jawaban?
Siapa yang kau tanya?
Dia tak bisa menjawab pertanyaanmu.
Barangkali kau belum tahu, kalau orang miskin ini bisu.
Dia bisu. Orang bisu!
Baik orang miskin bisa bicara atau tidak, Nona..
..di dunia orang-orang kaya, mereka hidup seperti orang bisu.
Ia dibesarkan oleh Raja Saab dengan menanggung hinaan dan siksaannya.
Tapi dia tak terlibat dengan kekejaman Raja Saab.
Apa pun yang sudah dan sedang terjadi..
..Shankar tak terlibat, sama sekali tak bersalah.
Aku..
Raja Saab..
Kau minum banyak lagi hari ini. - Ya, aku mabuk!
Kawanku mengadakan pesta merayakan pernikahanku..
..dan aku seorang diri di sini!
Istri tak ada!
Pasti.. akan kuhancurkan ego dan kesombongan istriku! Pasti!
Istriku..
..akan tunduk.. di kakiku!
Bajingan bahlul!
Hari ini aku tak ingin dipermalukan lagi!
Aku akan tetap bangun dan memuaskanmu juga!
Lihat saja!
Bangun..
Bangun..
Sudah kucuci muka dengan air dingin!
Lihat..
..mataku terbelalak sekarang!
Cepat tanggalkan busanamu!
Raja Saab, aku sudah siap!
Raja Saab!
Raja Saab!
Shankar?
Orang haus selalu datang ke sumur.
Tapi hari ini, aku mendatangimu..
..untuk memuaskan hausku!
Puaskan rasa hausku, Shankar!
Puaskan hasratku!
Shankar!
Aku akan memuaskan hausmu. Tentu, pasti!
Kau? - Kau wanita cantik yang haus..
..dan aku pemuda yang binal.
Ya, mari kita lakukan!
Memuaskan hausmu!
Ayo, kita lakukan! -Tidak!
Tolong aku!
Tidak!
Tak ada yang akan menolongmu!
Tolong aku! Tidak!
Tolong aku!
Tolong!
Shankar?
Tidak!
Jangan!
Tidak!
Tidak!
Tidak.
Jangan!
Shankar!
Tidak!
Shankar!
Shankar!
Tolong aku!
Shankar?
Shankar!
Kau mau memukulku?
Pukul aku!
Kau mau pukul?
Mau memukulku? Pukul aku!
Beraninya kau menyentuh Brijwa?
Tidak!
Ini tempatmu yang pantas! Persis di bawah tumitku!
Dasar budak tak tahu diri!
Tidak!
Brijwa, tidak! Jangan melukai Shankar!
Kau cocok hidungmu ke dalam urusanku?
Tidak! Brijwa, tidak!
Beraninya kau?
Jangan melukainya!
Brijwa!
Keparat!
Ada masalah apa, Brijwa?
Kenapa kau menggebuk Shankar?
Kenapa kau tak tanya dia?
Dia main gila dengan Bindya di belakangmu!
Hari ini..
..mereka tertangkap basah olehku!
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Jangan memukulnya!
Aku yang mendatanginya.
Ini salahku. Jangan memukulnya!
Sundal!
Kau mengkhianatiku!?
Kau mendatangiku budakku?
Sekarang akan kupuaskan hausmu sampai..
..kau akan terbakar penderitaan seumur hidup!
Chandabai!
Dia permata imitasi dari rumah istanaku..
..yang cocok kau jual setiap malam di rumah bordilmu!
Dia sekarang bukan milik rumah istanaku..
..melainkan rumah bordilmu.
Bajingan bahlul!
Maafkan aku, Shankar.
Aku telah salah menilaimu.
Sayang, suami adalah Tuhan!
Kewajiban utama istri adalah melayani suami.
Kau harus hidup untuknya..
..dan mati untuknya!
Seluruh hidupmu adalah untuk suamimu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.