Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Translate by tagdgn. www.tag-dgn.blogspot.com
Ayo, gadis2, ada yang ingin menikah?
Wanita2 muda atau janda-janda....
Ayolah, daftarlah dan gratis.
Akan jadi milik kalian, selama cocok dengan kalian.
Jangan lewatkan kesempatan ini, hanya sekali setiap tahunnya.
Ayo, semuanya yang di belakang. / Ayo.
Hanya 100 detik, cepat. Ayo, cepat.
Mendekatlah. Cepat dan dapatkan.
Ayo.
Apa kalian sudah siap? Sudah siap?
Mari hitung mundur.
Lima.
Empat.
Tiga.
Dua.
Satu.
Sebelah sini, ayo.
Ayo cepat, resletingnya.
Kenapa kau tidak pilih satu?
Aku tinggalkan semua pada mereka.
Tapi itu satu favoritmu.
Tidak, aku tak butuh itu.
- Jangan malu-malu. - Sini, aku datang.
Lakukanlah, Song Yi.
Bantu aku, Li Shu Fen.
- Cepat, bisa tidak? - Tentu tak masalah.
Ini bisa....
- Tarik napas. - Sudah siap?
Aku menahan napasku Aku menahannya.
- Tarik napas. - Baik, tarik napas.
- Ini terjebak. - 1, 2, 3.
Sudah tutup resletingnya
Lihat satu disini, waktu terus berlalu dan kita tidak muda lagi.
- Lihatlah. - Ouch, sakit.
- Rambut uban panjang lagi. - Bukan, itu bukan.
- Iya, benar - Hanya setengahnya.
Kau membuang setengahnya lagi / Tidak lagi.
- Tapi ini ada lagi. - Tidak.
- Kita cabut semuanya. - Tidak lagi, sakit.
Katakan padaku...
Ketika aku menjadi wanita tua kepala beruban..
Apa kau masih mencintaiku?
Iya, aku pasti cinta.
Waktunya tidur.
Waktunya tidur.
Aku mencintaimu.
Hentikan / Kau tidak serius mencintaiku.
Ini memang cinta.
Tolong.
Bunuh.
Bunuh.
Bunuh.
Hei, Li Jin Shuang
Kau memang lihai.
Tangkap.
Kau sangat bodoh.
Shuang, kau benar2 menyayangi putrimu.
Kau tidak tahu apa-apa.
Putriku banyak terbang kesana kemari.
Dia butuh makanan bergizi, dia suka ikan yang kumasak.
Kenapa kau tidak sepertiku?
Dengar, aku tak mau punya anak.
Aku mau bebas.
Kau tidak punya anak, karena kau tak mampu, hentikan omong kosongmu.
Bagaimana denganmu? Kau tidak lebih baik dariku.
Jangan meremehkanku. Aku sudah 60 tahun, tapi masih kuat.
Aku Kepala Wilayah, Li Jing Shuang.
Li Jing Shuang, tapi aku tidak senang.
Ini semua salahmu, Jian Dao Qien.
Betapa beraninya kamu?
Tutup mulutmu, kau bahkan tak bisa meneteskan telur.
- Tapi... - Tutup mulutmu.
Jangan tertawakan dia. Kau tidak lebih baik...
Bagaimana bisa begitu?
Istriku tak penah bilang apa-apa terhadapku.
Aku akan pukul dia, jika dia begitu.
Aku sudah jadi Kepala Wilayah selama lebih 20 tahun
Apa hebatnya jadi Kepala Wilayah?
Ibu...
Hanya ada 2 keluarga di desa kita, Li dan Jian.
Bisakah kau menjadi Kepala Wilayah tanpa uang istrimu?
Kau sangat aneh, ibu. Kenapa kau bantu orang lain melawanku?
Aku ini anakmu.
Kenapa kau terus2an membuatku kesal?
Ibu, jangan lakukan ini.
Kenapa kau lama sekali memasak ikan? biar kukerjakan. / Tidak, biar aku saja.
Hari ini ulang tahun ibu.
Kau terus temani dia.
Buat dia senang, lakukanlah.
Ibu, mari kita pergi kesana.
Duduk saja.
Pergilah, kami akan menangani semuanya disini.
Lihat? Betapa beruntungnya jadi wanita.
Kita, pria, tidak ada apa2nya, benarkan?
Istriku bisik-bisik, dan ibuku juga.
Betapa kuberharap, aku ini wanita.
Iya, kau benar.
Jika aku seorang wanita, aku akan menikah denganmu.
Kenapa?
Dengan begitu aku punya nama marga keluargamu.
Li Jian Dao Qian.
Yang artinya "Kau punya uang"
Iya, benar.
Bagus sekali.
Bagaimana kalau aku Lin Jin Shang yang menikahimu?
Apa?
- Kau tak bisa melihatnya? - Tidak.
Aku akan memotongmu jadi berkeping-keping.
Ayo, ayo, test. Duduklah.
123 ...
Sudah siap, pak.
Baiklah, ini, duduklah.
Halo, semuanya.
Apa yang kau lakukan?
Yang benar.
Halo semuanya, aku Kepala Wilayah, Li Jin Shuang.
Kalian telah bekerja keras.
Aku punya kabar baik untuk kalian.
Hari ini, hari ulang tahun ke 80 ibuku.
Semuanya disambut untuk makan bakmi ulang tahun disini.
Untuk memberkati ibuku panjang umur.
Datanglah dan makan beberapa daging babi.
Semoga kuat dan kesehatannya.
Jangan malu-malu.
Semuanya disambut disini.
Terima kasih.
Nenek, selamat ulang tahun.
Kami berdoa kau sehat, Hidup hingga umur 120 tahun.
130 tahun. / 140 tahun / cukup-cukup.
Sehat, 220 tahun.
Terima kasih. Kau sangat baik.
Kau sangat baik.
Nenek.
Berikan aku ciuman.
Ini sudah datang.
Ini..
Hei, An Bau.
Kenapa kau duduk disini?
Tempat duduk ini untuk putriku, Shu Fen.
Jangan panggil aku An bau, namaku An Liang Wei.
Dasar nama yang bodoh.
An Liang Wei.
Hei, Ri Ping.
Bawa anakmu dan suruh duduk di tempat lain. / Hei, baik-baiklah.
Putrimu besar bersama dengan anakku.
Mereka pasangan yang serasi.
Benar, benar.
Hai, ayah mertua.
Kau sangat menakutkanku, saat kau bilang aku "ayah mertua"
Pergi duduk di tempat lain.
Tapi aku mau duduk bersama Shu Fen.
Ke sebelah sana. Ayo.
Rambutku
Aku ingin tahu, berapa banyak rambut palsu yang kau punya.
Pergi dari sini.
Hai, paman2 dan bibi2.
Hai, paman, Hai, kakak.
Shu Fen, kau sangat cantik.
Apa kau mau main mahyong? Sangat sibuk disini, banyak yang datang / Su Fen, kemarilah
Duduk bersama nenek.
Nenek.
Nenek, selamat uang tahun.
Terima kasih.
Nenek, nenek..
Selamat ulang tahun. Aku Qien Song Yi.
Ini hadiahku.
Ini hadiah dariku, Nenek.
Tidak seharusnya begitu, nenek cukup senang melihatmu.
Wow, ini cantik.
Biar kubantu, nenek.
Pakailah.
- Aku bisa lakukan - Aku senang kau suka.
Cantik sekali.
Wow, indah sekali.
Ayahmu memasakkan ikan khusus buatmu.
Makanlah selagi masih panas.
Iya, ini enak.
Ada apa?
Apa kau sakit?
Tidak.
Baiklah.
Shu Fen sering naik pesawat...
Dia sangat lelah, dia tak punya nafsu makan.
Tapi ikan adalah kesukaanku.
Ini hidangan kesukaanku, kau tahu itu.
Hei, gadis...
Bukankah kau sedang diet?
Paman Li...
Hari ini ulang tahun nenek, dan aku sedang tidak diet.
Kau sudah cukup gemuk tanpa makan ikan.
Siapa yang akan menikahi gadis gemuk sepertimu? / Jangan terlalu kasar.
Song Yi, biar aku jadi mak comblang untukmu. An anak yang baik.
- Dia kuat, rambutnya banyak. - Tidak, terima kasih.
Dia terlihat cocok denganmu.
Sungguh sia-sia.
Shu Fen, kau dengar? Kau harus segera menikah
Dan berikan nenekmu, buyut.
Kau dengar aku?
Dengan begitu aku akan menjadi nenek buyut. / Benar.
Tapi aku yang akan putuskan, apakah pacarmu layak untukmu.
Baiklah, Paman Li.
Benar, benar...
Shu Fen, biar aku jadi mak comblang untukmu.
Lihat Xiang itu, yang menjual sayur2an.
Bukankah dia tampan?
Dan yang itu, Hao.
Dia peternak babi. Bukankah dia manis?
Hei, putriku layak dapat yang lebih baik.
Semua pria2 itu..
Satupun dari mereka tidak cocok untuk putriku.
Sudahlah.
Nenek akan panjang umur, jika kau tidak memutuskan bakminya.
Tarik, lebih tinggi.
Biar kubantu. Berdiri di atas bangku.
- Hati-hati. - Ambilkan bangku.
Ini, bantu dia.
Lebih tinggi.
Hati-hati.
Hei, kau menginjak ponselku.
Kau berat sekali.
Apa kau nyaman berbaring disini?
Meremukkanku?
Iya, lumayan.
Ambil rambut palsumu kembali.
Bagaimana? Apa aku sehebat dulu, kan? / Enak sekali.
Kau presiden perusahaan, dan kau datang kemari untuk makan dan memasak. Aku terhormat.
Terima kasih telah menjaga tempat ini.
Untukku bernostalgia
Ini masakannya.
- Aku punya kerjaan. - Baiklah.
Kau bisa makan semuanya?
Kukatakan yang sebenarnya...
Inilah apa yang kita dulu makan, saat kita masih muda. / Kau benar.
Lihat, Fei, aku bikin pangsit.
Daun bawang Cina, kesukaanmu ketika kau masih kecil.
Datang dan cicipi saat kau bebas.
Aku tidak melihatmu setengah tahun terakhir ini.
Apa kau berhenti menemui ibumu?
Ada sesuatu.
Zhang Jing-mu yang lakukan.
Boss, gejolak di Eropa menghentikan Pasar.
Pertahankan atau dijual?
- Jual semuanya. - Ya, pak.
Yuanta terus2an naik. Haruskah kita tetap membelinya?
- Gandakan, teruskan. - Ya, pak.
Jual semua saham di Shanghai.
Aku mau semua informasi pada Saham A, tahun lalu. / Ya, pak.
Anakku, dengarkan aku.
Jika kau butuh apapun, bilang saja padaku.
Kau jangan kuatir.
Uangmu adalah uangmu.
Aku tak butuh itu.
Mari kita bertemu di Beijing nanti, ada sesuatu penting yang ingin kukatakan padamu.
Jadi, kau sudah punya pacar.
Jika kau berubah pikiran, aku ingin bertemu dengannya.
Saatnya untuk pergi sekarang, pak.
Itu saja kalau begitu. Aku harus pergi.
Kemari, ambillah.
Lama tidak bertemu
Ayo kita main tebak jari.
Main apaan? Ayo cepat, minum...
Ayo, ayo, minum.
Ada apa?
Suami tidak setia tetap disini.
Kau lihat gadis itu.
Bukankah kau mau membawaku ke tempat yang jauh.
Kau terlalu banyak minum hingga kau mabuk.
- Ayolah - Tak mau ngobrol?
Baiklah, baiklah, kemarilah.
- Duduk disini. - Tunggu.
Kau punya temperatur tinggi atau tidak, aku akan bantu turunkan. / Jangan ganggu.
Harus perhatikan situasi umum.
Perhatikan sikapmu, oke? Mari...
Mari...
Es yang bagus. Apa yang kau lakukan?
Hanya membantumu menjadi lebih dingin.
Kapan datangnya?
Bagaimana kalau kita pergi ke tempat lain?
Lelucon ini sedikit kelewatan.
Menakutkanku.
Fei pulang.
- Dimana ibuku? - Dia didalam, masuklah.
Halo. Selamat datang.
Ibu.
Ibu, sekarang ini musim hujan.
Apa udara lembab mempengaruhi kaki ibu?
Kau sudah bicara banyak dengan pacarku.
Hari ini, aku membawanya kemari.
Lihatlah dia.
Apa kabarmu, Bibi?
Halo.
Hati-hati.
Kau cantik, anakku seleranya bagus.
Siapa namamu?
Namaku Li Shu Fen.
Shu Fen.
Kau punya nama yang bagus juga. / Terima kasih.
Duduklah.
Duduk.
Silahkan duduk
Bagaimana?
Kau senang?
Mari...
Kalian tak pernah pergi ke pesta pernikahan hotel bintang lima.
Mengapa datang makan kemari?
Ibu tidak makan kenyang, iya kan?
Kenapa uang harus disimpan?
Jelas2 banyak uang, banyak rampok.
Aku tidak melihat orang lain mengatur pernikahan seperti itu.
Hidangannya banyak yang dingin.
Aku pikir, aku tak tahu banyak rasanya.
Hanya sedikit juga tidak cukup.
Kupikir itu sangat aneh.
Bagaimana bisa pengantin tiba2 seperti ini?
Gairah kawula muda.
Ini yang disebut membeli tanpa melihat.
Jika Shu Fen bisa seperti ini, dia merasa sangat bahagia. / Iya.
Apa Shu Fen tak bisa seperti itu?
Kondisi pacar Shu Fen seperti apa?
Kau juga pernah katakan, aku mau membantu dia
Kau tak perlu kenalkan, tak perlu seperti ini.
- Benar tidak? - Nyatanya salah
Dia mau belajar ke Amerika. Aku harus biarkan dia tahu.
Mungkin tidak menetap untuk menikah.
Tinggal disana, kenapa tak boleh menikah?
Orang Amerika bicaranya tak masuk akal.
Orang kulit hitam juga tidak bisa, benar tidak?
Kenapa orang kulit hitam tak bisa?
Orang kulit hitamku ini lebih berani.
Apa kau tidak mengerti?
Menikah dengan orang kulit hitam, Shu Fen kulitnya putih.
Hitam dan putih dicampur setelah melahirkan anak...
Tidak merubah keluarga menjadi kaya.
Kau jangan bicara kata-kata yang aneh.
Jelas2, kalau Shu Fen akan menikah.
Saatnya tiba, kau harus mengadakan perayaan pernikahan.
Aku sudah jadi Kepala Wilayah selama 20 tahun.
Aku pastinya akan mengundang seluruh masyarakat desa.
Bagus itu.
Menyuruhmu datang untuk mengatur meja / Bagus
Kau yang beri hiburan.
Menari dan bernyanyi, kalau bisa kau menari telanjang.
Kakak, kau bicara apa? menyuruhku menari telanjang.
Tidak semua orang menari telanjang punya bakat menyenangkan.
Benar.
Ibu...
Sekarang harus menghadapi seperti ini.
Jelas.
Tuan Li... Apa kabarmu?
Aku Gao Fei.
Sudahlah! Jangan berkata apa-apa.
Biar aku yang bicara.
Jika kau berkata begitu.
Jangan mengemudi terlalu cepat.
Hati-hati.
Kenapa tidak pelan2?
Anak muda hari2 ini mengemudi begitu cepat.
Ibu...
Celanaku basah.
- Taksinya sudah datang. - Oh, tidak.
Mungkin ada orang yang di culik di mobil itu.
Ayo kita pulang.
Naik ke mobil.
Hati-hati.
Aku mendapat penumpang, Hantu.
Hantu apa?
Aku berpakaian rapi hari ini..
Dan kau memanggilku Hantu?
Tidak.
Dia itu ibuku dan kau memanggilnya hantu?
Berarti aku anak hantu, iya kan?
Hentikan, dia tidak membicarakan kita.
Itu kode namanya.
Dasar kode nama yang aneh.
Mengapa harus "Hantu"?
Baiklah. Tenang.
Hantu... bukan, yang kumaksud...
Mau kemana sekarang?
- Lurus saja. - Baiklah.
Mobil yang keren.
Maserati.
Maserati.
Pergi sana. Bukan sirkus disini.
Pergi sana.
Siu Fen, siapa pria ini?
Bukankah kau mau aku membawa pacar ke rumah?
Dia adalah pacarku, Gao Fei.
Bagus.
Bagus sekali.
Anak muda, berapa usiamu?
Nenek, dia 29 tahun.
29 tahun? Jadi dia 3 tahun lebih muda darimu.
Itu tidaklah masalah.
Masalahnya adalah dia tampan.
Benarkan?
Tuan Gao, apa pekerjaan orang tuamu?
Ayahnya di bidang usaha perumahan.
Dan dia investor.
Anak muda yang menjanjikan.
Iya memang.
Anak muda...
Dan dia juga kuat
Lihatlah dia.
Tubuh yang masih muda.
Kapan kau akan menikah dengan cucuku?
Apa? Kau tak mau menikahinya?
Kau mau menikahinya atau tidak?
Ibu, kemarilah
Nenek, kau menakutinya.
Tidak, tak apa-apa.
Apa yang kau mau dari anak muda, wanita tua?
Aku berusaha bersahabat.
Apa menurutmu, dia itu bodoh?
Tak masalah, jika dia bodoh.
Selama dia kuat..
Tidak, ayah.
Nenek, tuan dan nyonya Li...
Aku kemari untuk memberitahu kalian tentang Shu Fen dan aku.
Baiklah, aku akan menikahi Shu Fen.
Shu Fen, apa yang dia bilang? Aku tidak mengerti.
- Itu bahasa mandarin. - Iya.
Dia bicara bahasa Mandarin.
Mandarin
Berarti dia dari Beijing.
Beijing?
Tak bagus berteman dengan orang Beijing.
Hari ini, tak baik waktunya bicara tentang pernikahan.
- Kau bisa pergi sekarang. - Sayangku.
Tapi ayah.. Gao Fei mencintaiku.
Dia orang Manchu dari Beijing.
Manchu?
Akulah Manchu.
Aku benar2 orang Manchu, tuan.
Aku tak peduli, jika kau Manchu atau bukan.
Sayangku.
- Usir dia. - Sayangku.
Nenek.
Dia tulus ingin menikahi putri kita
Kau kasar telah menggabaikannya.
Kau itu idiot.
- Usia dia 29 tahun. - Memangnya kenapa?
Dia 3 tahun lebih muda, yang artinya nasib buruk.
Tapi mereka saling cinta. Jangan percaya tahyul.
Ayah.
Kenapa kau tidak menerimanya?
Aku sudah bilang padamu, sebelum kau pergi ke Amerika.
Jangan kencan dengan orang asing atau pria kulit hitam.
Tapi kau tidak menyebutkan pria dari Beijing? / Iya.
Aku lupa menyebutkan itu.
Hentikan omong kosongmu.
Bisakah kau dengarkan anakmu sekali saja?
Kau itu idiot.
Jika kau tinggal di Beijing setelah kau menikah..
Ketika kau bertengkar dan dia menceraikanmu...
Kau tak bisa kembali ke Taiwan dengan sepeda motor
Tapi kita bepergian dengan pesawat terbang sekarang. Hanya perlu waktu 3 jam.
Baiklah, jangan berkata lagi. Aku tak mau kau menikah dengannya.
Aku yang akan menikah, jika kau tak mau.
Ibu, kau sudah lebih dari 80 tahun
Apa ada orang yang umur 90 tahun mau menikahimu di Beijing?
Diam kau.
Shu Fen.
Kau harus melawan demi kebahagiaanmu sendiri.
Atau pernikahanmu akan berakhir tidak bahagia seperti nenek.
Aku tak pernah jatuh cinta ketika masih muda.
Mak comblang yang bicara pada orang tuaku.
Dan aku dibawa memakai tandu.
Lalu hilang keperawananku pada malam pertama.
Tanpa cinta sejati.
Hanya menyesalinya.
Jangan sungkan2, anggap seperti dirumah. Ayo makan.
Jangan kasar, ayah.
Ini ayam yang kami pelihara, rasanya enak.
Terima kasih, Bibi.
Kau tak tahu bagaimana melepaskan kulitnya? Biar kulakukan.
Terima kasih, Bibi.
Enak sekali.
Ayo, tambah lagi.
Kau jangan kasar.
Ini sayuran yang kami tanam.
Terima kasih Bibi.
Ini, udangmu.
Makan ikannya, bibi.
Kau tidak tahu apa-apa?
Kau membalikkan ikannya dan perahunya juga terbalik. Mengerti?
Dia tidak tahu itu.
- Bagaimana dia tahu ayah? - Iya.
Kalau begitu, kau harus beritahu dia.
Tapi, ini bukan salahnya.
Siapa namanya lagi?
Gao Fei.
Apa dia tidak mengertiku sama sekali?
Bicaralah bahasa Mandarin.
Baiklah, aku akan bicara bahasa Mandarin.
Kau tahu, apa yang kukatakan...
Apa yang kau tertawakan?
Kuberitahu padamu, jika kau mau mengencani putriku,
Kau harus mendapat ijinku dulu.
Main permainan.
Kita main permainan.
Hari ini, jika kau bisa menang...
Kau boleh tidur disini.
Jika kau tidak bisa menang sekali saja...
Kau harus pergi.
Baik.
Apa kau lihat dia menancapkan sumpit? Sepertinya makanan ini untuk persembahan.
Jangan bicara sembarangan.
Buat pengecualian.
Paman, mau main apa?
Permainanku.
Gunting, batu, kertas.
Baiklah.
Gunting, batu, kertas.
Pemenangnya dapat minuman.
Yang kalah ditampar.
Ayo lagi.
Gunting, batu, kertas.
Aku menang lagi.
Gunting, batu, kertas.
Jangan tampar terlalu keras, ayah.
Apa yang kau bicarakan?
Apa kau takut?
Kau tak boleh menghindar Ayo.
Batu, Gunting, Kertas.
Kau menang.
Kau tahu, aku siapa?
Aku...
Ayahnya.
Bagus, kau pintar.
Kau boleh tidur disini.
Atau kau bisa tidur dengan nenek. / Omong kosong.
Baiklah...
Bersihkan kamar untuknya.
Suamiku, sedang apa kau disini?
Diam kau.
Aku sedang memikirkan hantu.
- Memikirkan hantu? - Iya.
Jika aku ceroboh...
Apa? Lihat hantu?
Kaulah hantunya.
Maaf...
- Apa yang kau pikirkan? - Diam.
Jika aku ceroboh...
Anak bajingan itu akan menguasai kesempatan.
Untuk memakan putri kita hidup-hidup.
Aku harus mengawasi dia dekat-dekat.
Kau sinting.
- Pergilah tidur. - Dasar orang bodoh.
Kau lihat apa?
Laba-laba, paman.
Jaring laba-laba.
Jaring laba-laba? Kau bercanda denganku?
Aku tahu, apa maumu, karena aku pernah muda.
Aku tahu semuanya.
Pergilah tidur.
Selamat malam, paman.
Pergilah tidur.
Ayah.
- Shu Fen - Sedang apa kau?
Kau mengagetkan ayah.
Kau tidak tahu, apa yang kulakukan?
Aku lagi mengurus kedai.
Biar aku temani.
Kau mau menemaniku?
Pikirkan urusanmu sendiri.
Pergilah tidur.
Tapi aku mau disini bersamamu.
Aku tahu, apa yang kau lihat.
Aku tahu semuanya.
Pergilah tidur.
Aku kembali ke kamarku.
Aku tahu, kau akan kembali ke kamarmu.
Kau akan kembali kemari, setelah aku pergi dari sini, benarkan?
Aku lelah.
Ini darah.
Dimana dia?
Lihat, ini darah.
Darah?
Oh, tidak.
Akan kubunuh kau.
Kenapa banyak darah? / Ini benar2 darah / Darah apa?
Apa yang kau lakukan?
Aku...
Shu Fen digigit oleh nyamuk.
Aku coba membunuh nyamuknya.
- Kau? Membunuh nyamuk? - Ayah
Apa yang kau lakukan dengan tongkat, ditengah malam?
Aku mau memukuli anjing.
Dimana anjingnya?
Dia coba membunuh nyamuk, dan aku coba memukuli anjing.
Kembali ke kamarmu.
Jika kau benar2 mencintai putriku..
Kirim mak comblang kemari.
Mak comblang?
Itu artinya setuju.
Kembali.
Ayahmu menjagamu agar tak dibawa kabur seseorang.
Tidak, aku tak mau. Kenapa harus aku?
Ayolah, mereka sangat menyukaimu.
Hanya kau yang bisa menolong kami.
Song Yi, kau satu2nya orang yang bisa lakukan ini.
Lihatlah dirimu, kau pintar lucu dan menyenangkan.
Kau terlahir menjadi mak comblang.
Tapi, tahukah kau...
Aku sudah 8 kali jadi pengiring pengantin
Semua garis pernikahanku sudah hancur.
Jika aku menjadi mak comblang sebelum aku menikah...
Dewa cinta akan mencatat namaku di daftarnya.
Bicaralah baik2 demi kami.
Li Shu Fen, aku benci padamu.
Ayo, ayo...
Mobil siapa itu?
Shu Fen datang
Ibu.
Mengapa ada begitu banyak orang?
Ayahmu yang mengundang mereka kemari.
Aku tak tahu apa yang dia pikirkan.
Qian Song Yi / Bibi, apa kabarmu?
Tuan Gao, seperti ini.
Paman Li
Qian Song Yi / Iya, apa kabarmu? Paman.
Kenapa kau kemari bersamanya?
Paman, aku mak comblangnya.
Hari ini, aku kemari bersama Gao Fei.
Paman, terakhir kali aku kemari, aku tidak sopan.
Aku sudah lakukan apa yang kau bilang, dan membawa Mak comblangnya kemari.
Ingin bicara denganmu mengenai pernikahan.
Eh, tunggu, tunggu.
Kau bicara bahasa Mandarin denganku.
Di hari itu, kau main2.
Dan sekarang kau memakai kaca mata hitam. Apa kau kemari mau memijatku?
Kita bertetangga kemari untuk melihat.
Pria ini datang bicara tentang penikahan.
Aku tak tahu arah kemana tujuanmu.
Dia pakai celana dalam, juga aku tidak tahu.
Masih mau bicara sesuatu?
Lepaskan celananya.
Harus juga lihat rambutnya / Iya.
- Bagaimana bisa seperti ini? - Apa yang kalian lakukan?
Baiklah.
- Qian Song Yi. - Iya.
Shu Fen, satu2nya putriku.
Aku tak peduli dengan siapa dia akan menikah.
Jika dia ingin menikahi putriku.
Suruh orang tuanya kemari.
Antar dia.
Ayah.
Paman, tapi mereka tinggal di Beijing.
Apa kau mau aku pergi kesana naik sepeda motor?
Paman Li.
Perancang Gaun Pengantin?
Ini, makan buahnya.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Bagus menjadi perancang gaun pengantin.
Tak heran kau terlihat sangat cantik dan elegan.
Fei, Kau benar2 punya selera yang bagus.
Singkat saja.
Aku mau menikahi Shu Fen
Aku mau kalian temui orang tuanya untuk membicarakan pernikahan.
Kau akan menikah?
Bagus sekali. Luar biasa.
Iya..
Ini berita baik.
Begini...
Apa ibumu sudah bertemu Shu Fen?
Iya, sudah.
Baiklah, selama ibumu bahagia...
Baiklah, aku mau masak.
Mari kita rayakan ini.
Aku akan siapkan tempat masaknya.
Karena Fei kemari bersama pacarnya...
Aku mau menunjukkan keramahanku.
Ini adalah koleksi batu bajaku.
Pilihlah satu sebagai hadiah dariku.
Aku juga mau satu.
- Buat apa terburu2? - Kau tidak harus begitu.
Aku harus kembali ke kantor.
Aku sibuk.
Aku tak mau makan.
Permisi.
Makanlah bersama kami.
Makanannya sudah siap.
Kenapa mereka pergi?
Sejak dia melangkah ke rumah ini, dia bahkan tidak memanggilmu ayah.
Itulah harapan yang kau pikirkan.
Aku ayahnya, terserah dia mau panggil aku ayah atau tidak. Ini kenyataannya.
Kenapa harus datang ke restoran ini?
Dia pikir, dia sangat kaya, ah?
Apa kita akan bahas dengan jelas?
Kaulah yang aneh.
Kenapa aku aneh?
Kau setiap kali melihat semuanya buruk. Siapa yang berani datang ke rumah kita?
Sudah cukupkah, kau bicara denganku.
Aku tak perlu memaksa dia akhirnya, iya kan? Kau bicara apa?
Paman Li, kemari, lewat sini.
Bibi.
Hai, calon besan.
Calon besan?
- Hai, nyonya. - Halo.
Silahkan duduk.
Paman.
Paman, silahkan duduk.
Hai, calon besan.
Ini belum diputuskan.
Kita belum calon besan sekarang
Paman Li.
Ini ayah Gao Fei dan ibu tirinya.
Ibu tiri?
Ibu kandungnya sakit.
Jadi ia istri keduanya.
Kenapa pria butuh banyak istri? / Ayah.
- Jangan kasar. - Tidak, aku tidak.
Tuan Gao.
Mereka adalah orang tua Shu Fen.
Iya, iya, calon besan.
Ini pertama kalinya, kita bertemu.
Mari kita bersulang dengan teh ini. Terima kasih.
Paman Li.
Aku akan minum dengan kalian berdua.
Aku bisa katakan dari penampilan kalian...
Bagaimana kau mendidik gadis manis seperti Shu Fen.
Oh, iya, aku tak tahu, apa Shu Fen sudah bilang padamu, apa tidak?
Bahwa leluhur dari keluarga Gao kami..
Di Beijing, berasal dari Kerajaan Dinasti Qing.
Benar.
Banyak gadis2 di Beijing yang mau menikah dengan Gao Fei.
Tapi dia tidak menyukai mereka.
Dia hanya mencintai Shu Fen.
Mereka benar2 pasangan yang serasi.
Iya, mereka saling mencintai, itulah masalahnya.
Benar.
Jika kau punya sesuatu untuk dikatakan.
Katakan saja, tak apa-apa.
Jika ini tak apa-apa..
Kenapa kita kemari, hari ini?
Tidak, maksudku...
Aku selalu memegang janjiku. Jadi beritahu saja aku.
Aku akan lakukan. Tak masalah.
Tak masalah?
Apa itu? Aku tidak mengerti.
Bukan, dia bicara yang masuk akal.
Yang artinya "Tidak masalah"
- Benarkah? - Iya.
Baiklah.
Jadi, kau yang mau menikahi putriku...
Bukan, bukan aku. Itu anakku. / Itu Gao Fei.
Anakmu mau menikahi putriku.
Itu mudah.
Kau lakukan apa yang kami mau.
Menurut adat istiadat kami di Taiwan..
Kami akan memilih hari pernikahannya.
Baik.
Kami butuh 1,200 kotak hadiah pernikahan.
2,000 kilo kue pengantin.
Dan 12 tradisi ritual menurut adat kami.
Termasuk perayaan kecil dan besar. / Tunggu, tunggu.
Apa kau punya begitu banyak keluarga?
Kau tidak tahu, aku siapa?/ Tidak.
Kau ada di Taiwan, tapi tak tahu siapa aku?
Aku telah menjadi Kepala Wilayah selama lebih 20 tahun.
Tak ada yang bisa melawanku.
Aku hanya satu2nya kandidat.
Dia menang mutlak.
Baiklah, tak masalah.
Baiklah, kita akan lakukan seperti yang kau katakan.
Beritahu mereka tentang uang pertunangan.
Kau bicara pada mereka atas nama kami.
Yang dia maksud perayaan pertunangan besar dan kecil.
Ya, ya, kau katakan.
Mengenai uang pertunangan.
Ada adat kebiasaan kami di Taiwan.
Kami akan mengadakan pesta pertunangan di kediaman wanita, sebelum pesta pernikahan.
Menggunakan uang pertunangan.
Perayaan besar untuk keluarga dan kerabat.
Kami akan kembalikan uangnya padamu nantinya.
Sedangkan untuk perayaan kecil2an..
Iya, kau mau uang, kami mengerti.
Ini kesepakatannya, Tuan Li.
100.001 dolar untuk perayaan besar2an.
Dan 10.001 untuk perayaan kecil2an. Bagaimana menurutmu?
100.000?
100.000 NTD bukan jumlah yang besar.
Sedangkan 10,001...
Apakah itu persenan?
Tidak.
Persenan untuk bartender di bar lebih dari itu.
Menurut adat istiadat kami...
Itu artinya memilih satu dari 10,000
Itu artinya Shu Fen satu yang terbaik.
- Terpilih dari banyak gadis2. - Iya.
Aku tidak peduli
Menurut ada istiadat kami di Taiwan...
Kami lebih suka angkanya.
Jumlah ganjil membawa nasib buruk.
100.001 itu sempurna.
Dan 10,001 bahkan lebih sempurna.
Bukankah itu cukup bernasib baik?
Itu nasib baik.
Mereka begitu tulus, kau harusnya kompromi.
Tapi aku tidak minta terlalu banyak.
Uang pertunangan menunjukkan reputasi mereka.
Tapi itu 100,000 dolar USD, Bukankah itu cukup?
- Dolar USD apa? - Ayah.
100,000 dolar USD sama dengan 3 juta dolar NT.
Mereka disana 1 dolar, kita disini 30 NT
Tuan Sun Yat Sen kalah dengan Barack Obama.
Paman, berapa yang kau mau?
- Beritahu saja. - Katakan pada mereka...
- Aku mau 660.000 - 660.000
600.000 untuk perayaan besar2an, 60.000 untuk perayaan kecil2an.
Tuan Li mau 600.000 untuk perayaan besar2an,
Dan 60.000 untuk perayaan kecil-kecilan.
Jadi itu yang disebut adat tradisional.
Tak ada apa2nya, tapi hanya alasanmu.
Jadi, kau mau lebih uangnya setelah itu.
Hei, yang kumaksud RMB.
Apa kau benar2 mau bicara tentang pernikahan?
Kau tidak bicara apapun yang bagus sejak kau kemari.
Menurutmu, kami ini siapa? Mesin ATM?
Jangan tersinggung, tapi bagiku. Kau sedang menjual putrimu.
Jika putriku punya ibu mertua seperti dirimu...
Aku takutnya, kau akan menyiksa dia sampai mati.
- Tenang. - Tuan Li.
Sebelum mereka menikah...
Mari tuntaskan gagasan ini sekarang. Dasar Serakah.
- Hentikan. - Serakah?
Yang kau maksud, aku? Apa kau mau coba2?
Beraninya kau menuduhku menjual putriku.
- Jangan, paman. - Jangan marah.
- Lupakanlah. - Kita semua tenang.
Ayo pulang.
Mari bicara baik2.
Aku sudah cari orang ini di internet.
Dikatakan bahwa dia terlibat hutang.
Hentikan.
Dia pasti dapat informasi dari Taiwan.
Aku akan telepon polisi.
Paman Li.
Bisakah kau diam?
Tapi itu kenyataannya. Tak bisakah kau lihat?
Baiklah, jangan katakan lagi.
Beraninya dia memandang rendah aku?
Dia tidak tahu, aku punya teman2 di Beijing.
Teman2 apa yang kau punya di Beijing?
Seorang yang menikahi Momo dari kampung kita.
Bukankah dia sudah mati?
Iya, benar.
Aku lupa.
Bukan kau yang mau menikah.
Tutup mulutmu.
Kau terlihat berbeda, hari ini.
Pria tua itu tak bisa mengedipkan mata darimu.
Aku tahu, dia suka barang-barang bekas.
Dan kau salah satunya.
Kenapa kau tidak menikahinya? / Baiklah.
Aku akan jadi barang bekas dan menikahinya.
Aku lebih baik mati dengannya dari pada hidup denganmu.
Shu Fen.
Kau lihat?
Semua orang kesal sekarang. Lihat apa yang kau telah lakukan.
Berikan aku istirahat.
Aku belum makan apa2, dan aku kelaparan.
Maukah kau tolong ambilkan nasi untukku?
Kenapa kau tidak makan kotoran dengan mulut baumu itu?
Bagaimana kau bisa minta aku makan kotoran?
Kenapa kau menutup?
Buka.
Apa kau tahu, aku sedang marah?
Apa maksudnya itu?
Nyonya Gao.
Nyonya Gao.
Dengar, mengenai uang pertunangan...
Itu hanya untuk acara.
Ayah Shu Fen meminta terlalu banyak.
Selain itu, uang pertunangan..
Dia benar-benar... Dia tidak mau.
Tunggu aku, nyonya Gao.
Tuan Gao.
Uang bukan segalanya, tapi uang punya peranan.
Aku sarankan, kau terima sedikit uang pertunangan.
Dan menikahi putrimu secepatnya.
Kau bilang apa?
Aku menerima uang pertunangan dan menikahi putriku?
Sampai jumpa, Shu Fen.
Hai, ayah.
Kenapa?
Ada yang tidak beres?
Ayah melihatnya di kalender.
Sepertinya hari yang bagus, tanggal 9 bulan depan.
Kau bisa minta mereka untuk bersiap-siap.
Terima kasih.
Ayahku setuju.
Mengenai apa?
Mengenai pernikahan kita.
Benarkah?
Aku masih ingat dia waktu Taman Kanak2.
Dan sekarang, dia akan menikah dan memiliki anak.
Aku tak mau melepaskan dia.
Ini hari pertunangan.
Dan kau bicara tentang memiliki anak.
Dan kau nangis sepanjang hari.
Matamu juga merah.
Aku tak mungkin begitu..
Babi2 menggorok sepanjang malam.
Aku tidak tidur nyenyak.
Kaulah yang babi.
Ibu.
Kau jangan pakai hak sepatumu.
Ayah.
Terima kasih.
Langit2 ini akan rusak.
Perlu di perbaiki, atau ini akan bocor.
Dan ada tokeknya.
Ada cecak juga.
Cecak jantan mengganggu cecak betina.
Terima kasih.
Silahkan duduk.
Terima kasih.
Tuan Li, selamat.
Silahkan duduk.
Ayo, cepat.
Aku dengar kembang api.
Mereka sudah datang.
Selamat datang.
Terima kasih.
Mari...
Hati-hati, Tuan Gao.
Nyonya Gao.
Biar kubantu uang tunainya.
Tidak, terima kasih. Aku bisa melakukannya.
Kau tidak butuh bantuanku?
Gao Fei, rapikan pakaian jasmu.
Paman Li, kami datang.
Calon besan, kami datang.
Ayo, ayo.
Berhenti.
Berhenti. Tahan.
Mak comblang macam apa kamu?
Semuanya tidak datang sesuai perjanjian.
Ada apa? / Jika kau tidak punya cukup orang untuk satu meja...
Kau seharusnya punya sedikitnya 6 orang
Tapi sekarang, hanya ada kalian berempat.
Benar, akan terkutuk bila berempat, akan mati.
Apa yang kau bicarakan?
Ada 4 orang di keluargaku.
Dan aku akan mati?
Paman, maafkan aku. Aku lupa tentang itu.
Bagaimana kau bisa lupa?
Kau tak boleh mengacaukan adat tradisional kami.
Datanglah ketika ada 6 orang.
- Cari 6 orang. - Pergilah.
Pergilah.
Baik.
Ayo cepat, cepat, kita cari 6 orang.
Tapi kita sudah disini.
Tidak, belum
Ini tradisi kami. Ayo, ayo, cepat.
Kau cari di sebelah sana.
Aku cari disini.
Tapi kau...
Ayo...
Pengantin keluar dari kamarnya dengan nampan.
Membawakan nampan teh.
Menunjukkan keramahannya pada setiap orang.
Silahkan menikmati secangkir teh manis.
Dan berharap kalian semua dapat rejeki di dunia ini.
Tuang Teh untuk calon suaminya.
Semoga pernikahan mereka bahagia.
Naikkan cangkir teh tinggi-tinggi.
Berkati mereka dengan banyak anak.
Calon besan bahagia.
Yang ini biar aku yang katakan.
Calon besan bahagia.
Cucuku Shu Fen menikah ke dalam keluarga yang baik
Nenek, lewat sini.
Silahkan nikmati teh.
Semoga kau makmur.
Semoga kau makmur.
Silahkan nikmati teh.
- Cucuku Shu Fen sangat beruntung. - Kenapa kau disini?
Aku juga tak tahu.
Teh panci itu bulat.
Apa kau bodoh?
Teh panci apa?
Apa dia punya panci di tangannya?
Tapi tertulis disini...
- Itu nampan teh. - Oh, aku mengerti.
Nampan teh bulat.
Semoga seluruh keluarga hidup damai dan sejahtera.
- Ambil ini. - Iya.
Semoga kau sejahtera juga.
Ouch, payudaraku.
Ini, masing-masing satu. Taruh ke dalam cangkir teh.
Ingat, tetap tersenyum dan jangan gugup.
Ini..
Angpao ini...
Gulung seperti ini. Semuanya.
Gulung dan taruh di dalam cangkir.
Pengantinnya akan mengambilnya.
Apa? Aku akan bayar tehnya?
Apaan ini? Omong kosong.
Ini tradisi.
Apa kau sudah lupa? Saat itu kau minta emas batangan.
- Kau... - Ya, benar.
Apa yang kau tahu?
Tidak.
Terima kasih. Terima kasih, besan.
Pengantin bisa duduk sekarang.
Pengantin duduk tegak dan peruntunganmu akan hebat.
Pengantin pria akan memakaikan cincin pada pengantin wanita.
Sekarang, pengantin wanita memakaikan cincin ke pengantin pria.
Gao Fei.
Lurus.
- Selesai. - Iya.
Ibu mertua membawa banyak hadiah.
Dan bawa nasib baik bersama mereka.
Wow, cantik sekali.
Kalung dari ayah mertua.
Serahkan atas nama keluarga.
Tidak, paman Li.
Ini terlalu mahal. Aku tak layak menerimanya.
Apa yang kau bicarakan?
Kau satu2nya anak menantuku.
Tentu saja, aku menyerahkannya padamu, benarkan?
Paman Li, apa?
Kau harusnya panggil dia ayah sekarang.
Cepat, panggil dia ayah.
Ayo.
Lakukanlah.
Aku baik2 saja.
Tak apa-apa.
Saat kita mengenal satu sama lain lebih baik, dia akan memanggilku ayah.
Kemarilah, Shu Fen.
Calon besan.
Terima uangnya dan hitunglah.
Calon besan, kami tak butuh uangnya di hitung. Kami percaya.
- Benarkan? - Iya.
Kau benar.
Taruh ini.
Benar itu.
Apa kau senang dengan ketulusan kami sekarang?
Jadi, bisa kau tolong tanda-tangani disini?
Apa ini?
Apa kau menjual sesuatu padaku?
Tidak...
Kenapa aku harus tanda-tangani?
Kau tidak tanda-tangani apapun untuk uang pertunangan.
Tidak, dia bercanda. Kita tidak membuat bisnis, iya kan?
Aku suka caramu bicara.
Benarkah?
Mari kita minum-minum.
Apa? satu2nya? Kita minum yang banyak.
Aku sudah menunggu lama.
Aku sudah mencari pesta ini dalam gaya Taiwan.
- Benarkah? - Benar.
Keren.
Keren.
Selamat.
Terima kasih, apa suamimu kesini juga?
Duduklah, terima kasih.
Apa yang kau lakukan?
Aku mengawasi meja-meja sudah penuh, demi kehormatanku.
Kau orang yang gila hormat.
Tak peduli pada kami, ibu dan anak.
Kau ini sangat aneh. Hari ini, hari pertunangan putriku
Kenapa kau marah2?
Tak bisakah, kau ijinkan aku penuh semangat?
Paman Li.
Tuan Gao.
Sebagai mak comblang, tugasku sudah selesai.
Selamat.
Jika aku melakukan kesalahan, tolong maafkan aku.
Terima kasih dukunganmu. Terima kasih.
Terima kasih, Nona Mak comblang.
Karena mendapatkanku calon besan yang hebat.
- Kami semakin akur saja. - Iya.
Apa aku bicara dengan aksen Beijing? / Iya.
Baiklah, calon besan...
Putriku Shu Fen..
Sudah menikah dan masuk ke dalam keluargamu.
Aku berharap, kau akan menjaga "kutukan" darinya.
Paman Li.
Itu "peduli", bukan "kutuk"
"Kutuk" bukan kata yang bagus.
Oh, "Peduli"
Menjaga baik dia, bukan "Kutuk"
Dan ibu calon besan.
Setelah putriku bergabung ke dalam keluargamu...
Jika dia melakukan sesuatu yang tidak beres...
Tolong jangan "pukul" dia terlalu keras.
"Pukul" Apa?
Maksudku, ampuni dia.
Jangan "Paksa" dia terlalu keras.
Iya, iya.
Jika kita baik satu sama lain...
Kita akan baik2 saja.
Iya, kita akan baik2 saja.
Kau lihat, Shu Fen gadis yang baik.
Kami akan menyayangi dia, dan menjaga baik2 dia.
- Benarkan? - Jangan kuatir.
Kau mengadakan acara besar / Tersenyumlah.
Dan bahkan belajar bicara dengan aksen kita.
Aku merasa tersentuh.
Mari kita minum untuk toast.
Aku beri toast padamu. Aku akan lakukan.
Aku akan lakukan.
Tidak, aku yang lakukan.
Paman Li.
Apa kau berdoa pada Dewa Tanah?
Kau lebih tua.
Aku tak bisa mengangkat minuman lebih tinggi darimu.
Oh, aku mengerti.
Biar aku memberi toast pada semuanya. Mari minum.
Benar, ayo,
Biar aku beri toast padamu.
Baiklah, minum.
Terima kasih.
Keren.
Keren.
Terima kasih atas tepuk tangannya.
Aku Jian Li Cai Hua.
Hari ini, adalah hari pertunangan putri dari Li Jing Shuang.
Pertunangan Shu Fen.
Terima kasih atas kedatangan teman2 dan kerabat.
Terima kasih.
Semoga kalian beruntung.
Sehat dan sejahtera.
Semoga kalian punya rumah besar dan mobil mewah.
Bagaimana?
Bagus.
Dari generasi ke generasi, punya keturunan yang baik?
Punya.
Dari generasi ke generasi, punya kemenangan?
Punya.
Dari generasi ke generasi, punya tempat yang besar?
Punya.
Kakak, bagaimana?
Hari ini, hari pertunangan.
Pidatomu ini seolah2, kau ini ahli fengshui.
Tidak / Bicara tentang pernikahan.
- Yang bagus2? - Benar.
Angkat cawan arak sekarang untuk tuan Gao.
Bersinar cerah.
Pengantin wanita secepatnya punya anak.
Tanpa harus menunda.
Benarkan?
Apa yang dia bicarakan?
Dia mengatakan sesuatu yang bagus.
Oh, sesuatu yang bagus.
Cicipi ini.
Ada lalat dimana-mana.
Disini sangat panas, dan tidak sehat.
Tak apa-apa.
Aku akan jadi gemuk.
Ada lalat.
Ayo, ayo.
Biar aku beri toast.
Selamat.
Terima kasih.
Kelihatannya mau hujan.
Istriku.
Sepertinya akan turun hujan.
Oh, tidak.
Apa kau tidak lihat lalat terbang dimana2?
Tidakkah kau dengar...
Lalat itu pembawa hujan.
Lihatlah ini.
Kau lihat.
Mendarat di hidungku.
Kau melihatnya?
Hujan lebat.
Masuk ke dalam.
Bagaimana bisa begini?
Dewa2 dan para Leluhur...
Tolong bantulah kami.
Hentikan hujannya.
Aku sedang ada resepsi.
Calon besan.
Maafkan aku.
Ini hujan musim panas. / Iya.
Akan berhenti secepatnya.
Tak masalah.
Sekarang, kita bisa nyanyi di waktu hujan.
- Ini bagus sekali. - Masa?
Bagus.
Biar aku lakukan.
Semuanya basah.
Pindahkan kesana.
Baiklah.
Biar kubantu.
Lihatlah ini.
Baju mahalku jadi rusak, astaga.
Tak apa-apa. Kita akan menggantinya nanti.
Resepsi bodoh apa ini? Ya Tuhan.
Aku akan minta mereka menyajikan semua hidangan, hujannya deras / Iya, iya.
Ayo, ayo.
Ini hujan deras.
Sajikan semua hidangannya sekarang.
Mohon tenang, semuanya.
Jangan panik.
Hujan membawa peruntungan yang baik.
Ini menunjukkan pada kita semua nasib baik.
Dengarkan aku.
Kita sudah menyajikan setengah dari hidangan.
Hujannya semakin deras.
Belum tahu kapan berhenti.
Kita suruh mereka pergi, bagaimana?
Iya, iya.
Oh, aku lupa beritahu mereka...
- Itu bagus, ayo. - Kau lakukanlah.
Tuan Gao. Kita pergi sekarang.
Akhirnya, kita pergi.
Kita tak boleh pergi sekarang.
Kita sekarang keluarga.
Besan kita dalam masalah.
Kita tak boleh meninggalkan mereka.
Bukan, Tuan Gao.
Ini adat istiadat kami disini.
Keluarga pengantin pria harus pergi di tengah2 resepsi pertunangan.
Yang artinya akan membawa berkah.
Benarkah? / Iya
Kalau begitu, aku pergi.
Dan....Iya, aku senang.
Dan jangan ucapkan selamat tinggal.
Jangan ucapkan selamat tinggal.
Baik, tidak ucapkan selamat tinggal.
Berikan mereka payung.
Ayo...berikan payung.
Ayo pergi.
Kenapa kau pergi meninggalkanku?
Mereka juga punya payung. / Tapi...
Apa-apaan ini?
Hujan membawa peruntungan yang baik.
Iya, iya.
Payungnya.
Payungnya datang.
Tak perlu.
Tak perlu? Terima kasih.
Aku tak bisa percaya ini.
Lihatlah ini. Pakaianku rusak.
Ini harganya mahal.
Bisakah kau tenang?
Tak ada yang bisa menggendalikan hujan.
Tetapi calon besan kita benar2 menghormati kita.
Mereka menyuruh kita pergi di tengah2 hujan lebat.
- Hentikan mobilnya. - Apa? Ada apa?
Mereka hanya mengambil uangnya untuk perayaan kecil2an.
Bagaimana dengan uang untuk perayaan besar2an?
Iya.
Ayo, kita kembali dan ambil itu.
Jangan, nyonya Gao.
Kita tak boleh kembali sekarang.
Atau pernikahan akan dibatalkan.
Tidak, aku harus dapatkan sekarang.
Baiklah, mungkin mereka lupa karena mereka sibuk.
- Song Yi akan menelepon mereka. - Iya, aku akan telepon mereka.
Ayo pergi.
Tidak, aku harus ambil sekarang.
Ada apa?
Apa? Apaan itu?
- Kepala Babi. - Ya Tuhan.
Kenapa ada di dalam mobil?
Untuk menyelamatkan mukamu. / Apa?
Ayo jalan.
Paman Li.
Paman Li.
Paman Li.
Kau mau apa?
Sedang apa kau disini?
Tak apa-apa.
Bantu dia.
Aku bantu...
Paman Li, aku harus bicara denganmu.
Ada apa?
Kau bilang uang pertunangan hanya untuk acara.
Sekarang keluarga pengantin pria menginginkan RMB 720.000 itu.
Apa aku menelan uangnya?
Kau lihat, apa yang ku dapat dari ladang ikanku?
Itu artinya banyak uang untukku.
Untuk apa aku butuh uang pertunangan itu?
Jadi, kau akan kembalikan uangnya pada mereka? / Iya.
Paman Li.
Lihatlah dia, Bibi Li.
Terima kasih Paman Li.
Hei, kau, Gadis Gendut.
Istriku ada disini.
Matanya melotot.
Aku pikir ada sapi yang jatuh padaku.
Maafkan aku.
Berhenti menggodanya.
Tapi aku tidak kembalikan pada mereka sekarang.
Huh?
Kenapa tidak?
Tapi Kau janji akan menggembalikannya.
Aku akan kembalikan uangnya,
Seperti mas kawin putriku dalam pernikahannya.
Mereka akan meremehkan kita tanpa mas kawin yang besar.
Bibi Li.
Paman Li.
Ada apa?
Kenapa dia berubah pikirannya?
Apa yang ayah Shu Fen inginkan adalah... / Kami tahu, apa yang dia inginkan.
Bicara tentang perayaan besar2an dan kecil2an.
Aku pikir, mereka mencuri uang kita.
Tak masalah.
Sekarang, kita tahu, siapa mereka sebenarnya.
Tapi itu jumlah uang yang sangat besar.
Aku tidak berpikir, mereka peduli dengan uang itu.
Sementara ada orang bicara tentang uang sepanjang waktu.
Dengarlah, Fei...
Aku harus memberitahumu...
Walaupun kau menjadi marah.
Shu Fen tidak sepolos seperti yang kau pikirkan.
Ini perangkap.
Dia dan keluarganya mengaturnya pada kita.
Kita lupakan saja tentang pernikahan.
Nyonya Gao, bagaimana kau bisa...
Melupakan?
Melupakan apa?
Menurutmu, kau ini siapa membuat pilihan buatku?
Kau bicara begitu tentang mereka.
Aku tak tahu, apa yang kau sedang pikirkan.
Fei, ini sudah keterlaluan.
Oh, benarkah?
Menurutmu dia itu siapa, memilih hidupku?
Untuk apa kau marah2 padaku?
Apa yang kulakukan, ini salah?
Aku bukan satu2nya yang memegang uangnya.
Tidak, ini bukan salahmu. Ini salah uangnya.
- Kau mau uang? - Apa yang kau lakukan?
RMB 720.000
Aku berikan padamu.
Kau...
Hentikan! Orang2 sedang menertawakan kita sekarang.
Aku menertawakan masa remajaku tanpa seorang ayah.
Aku merasa malu, ketika dia menggantikan ibuku.
Bicara tentang pernikahanku.
Kau...
- Gao Fei. - Fei.
Lihatlah dia.
Cukup.
Gao Fei.
Aku benar2 tidak tahu, ayahku menyimpan uang itu.
Shu Fen, aku mencintaimu.
Aku mau menikah denganmu, jadi aku tidak peduli seberapa yang dia inginkan.
Tapi aku tak bisa membiarkan aku jadi bahan tertawaan.
Aku merasa muak.
Jadi, kau pikir ayahku benar2 menginginkan uang itu?
Uang itu, bukanlah masalah.
Kita bahkan tak tahu apa yang mereka pikirkan.
Aku tak mau mereka merebut kesempatan dengan menfitnahku.
Aku merasa tersinggung.
Dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.
Maafkan aku atas keberatan kalian.
Ini kesepakatannya.
Mari kita bicara dengan ayahmu.
Dan beritahu dia bahwa kau hamil.
Lihat bagaimana reaksinya.
Pergi beritahu saja dia sendiri.
Shu Fen.
Tunggu aku.
Hei, pelan-pelan. Aku terengah2 disini.
Apa kau coba membunuhku?
Aku sudah sibuk membantumu.
Dan kau masih marah padaku?
Aku katakan padamu...
Kau tak apa-apa?
Kau tak apa-apa?
Bangun, Shu Fen.
Ayo.
Sudah 3 bulan?
Apa kau bercanda padaku?
Aku kira2 akan memenangkan permainan ini.
Tapi sekarang, aku terikat untuk kalah.
Ini salahmu.
Ini semua salahmu.
Kau mengenalku, iya kan?
Ketika dia mengencani seseorang...
Kau harusnya mengawasi dia untukku.
Tapi aku tak bisa melakukan apa2 tentang itu.
Sialan.
Kau lihat?
Dia hamil.
Dan dimana pria itu?
Tak apa-apa.
Aku yang urus putriku.
Dan aku yang akan urus cucuku juga.
Apa kau sudah gila?
Mereka sedang bertengkar. Jangan buat semakin buruk.
Kau tidak tahu, bagaimana melakukan sesuatu yang benar.
Semua yang kau bisa lakukan adalah bicara.
Iya, aku tahu bahwa kau meremehkan aku.
Kau meremehkan aku.
Dengar, jika si Gao Fei itu ada disini...
Aku akan pukul dia, dan beri dia pelajaran.
Maaf, maaf.
Kau sedang di rumah sakit, mohon jangan berisik. / Baiklah.
Jangan berisik, Kita di rumah sakit.
Untuk apa kau berteriak?
Kau mabuk dan mengemudi.
Brengsek! Jangan mengemudi dalam keadaan mabuk lagi.
- Nona, permisi. - Tuan.
- Permisi. - Halo.
Pria itu dari dataran Cina.
Yang kemari ingin menikah...
Kamarnya nomor berapa?
Tunggu sebentar, biar kuperiksa.
Maaf, tuan, mereka sudah meninggalkan hotel
- Meninggalkan hotel? - Benar.
Meninggalkan?
Apa lagi yang aku bisa lakukan untukmu?
Terima kasih.
Sama-sama.
Aku pikir, kau lebih baik tinggal di Beijing.
Lebih dekat dengan Gao Fei.
Aku serius.
Kau tidak berpikiran begitu?
Aku tak tahu.
Teleponmu.
35 Panggilan tak terjawab. Kenapa kau tidak jawab?
Selamat malam, semuanya..
Badai topan super datang melintasi menuju Taiwan Selatan.
Kau bisa melihat hujan deras dan angin kencang disini
Mari kita cari tahu sekarang, bagaimana nelayan lokal merasakannya.
Permisi tuan, Badai topan telah datang. Bagaimana perasaanmu sekarang?
Bagaimana aku merasakan? Aku bermasalah.
Aku menaruh 40000 sampai 50000 ikan di dalam itu.
Dan sekarang lebih dari 10.000 ikan telah mati.
Tapi bagaimana bisa begitu?
Iya, jadi aku mau minta ganti rugi dari pemerintah.
Jika mereka tidak lakukan apa2, mereka tidak ada belas kasihan.
Kau laporkan saja apa yang kubilang, jika tidak kau...
Bibi Li.
Qien Song Yi. Kau datang.
Kabar apa yang kau bawa, hari ini?
Iya, kau pasti punya beberapa kabar.
Tidak ada.
Shu Fen menderita kesakitan pagi ini.
Dan dia tidak bicara dengan Gao Fei sama sekali.
Keluarganya mau tahu..
Jika kau bisa kompromi.
Aku kompromi?
Dan mereka menabrakku ke dinding?
Tidak, Paman.
Mereka mau kita bicara baik-baik.
Bukankah aku sudah bicara baik2? Apa ada kata2 kasar dariku?
Tidak, tapi mereka...
Mereka memperolok kita.
Petugas, Jian Mei Jao. Siap-siap menyerang.
Tenang, Paman. Kau tak boleh lakukan ini.
Apa kau mau hajar aku dengan bangku itu? / Tidak.
Atau kau mau merobohkan rumah ini?
Aku mau duduk di atasnya.
Apa kau sudah gila? Menyerang apa?
Maksudku, menyiapkan paspor kita.
Kita pergi.
Paman Li.
Ini semua salahku.
Aku yang akan bertanggung jawab atas ini.
Kau masih memanggil dia Paman Li?
Panggil dia ayah.
Sudahlah, sudahlah.
Seperti yang dia harapkan.
Disini, Paman Li.
Silahkan masuk.
Apa mereka memuja Mazu juga?
Paman, ini bukan Mazu.
Mazu mereka bahkan bermain terompet.
Bukan.
Itu adalah Bayi Angela.
Bayi Angela apa?
Ini Angela...
Bidadari.
Wow, ruangan besar yang dia dapatkan.
- Aku rasa begitu. - Dia kaya.
Paman lewat sini.
- Besan selamat datang. - Selamat datang.
Apa rambutnya asli?
Tidak, kau tidak seharusnya begitu.
Anakku menikahi putrimu.
Kau tak bisa kembalikan uangnya padaku.
Tidak, simpanlah.
Tidak, aku tak pernah mau uang ini.
Aku akan berikan kembali padamu cepat atau lambat.
Apa yang kalian berdua lakukan?
Hentikan omong kosong ini. Biar aku yang pegang.
Dengarkan aku...
Menurut adat kami...
Pernikahan akan batal, jika aku menerima uangnya.
Jadi, aku tak bisa menerimanya.
Baiklah, kalau begini ini kesepakatannya.
Qian Song Yi...
- Ini buatmu. - Buatku?
Aku percayakan uangnya padamu.
Pada hari pernikahan Shu Fen..
Bawa uangnya sebagai mas kawin mereka.
Ide yang bagus.
Kita akan lihat, bagaimana kita bisa mengatur pernikahan bersama-sama.
Benar..
Resepsi pertunangan terserah padamu.
Jadi resepsi pernikahan diadakan di Beijing.
Itu diserahkan pada kami, iyakan?
Baiklah, terserah kalian.
Terserah kalian.
Benar begitu.
Tapi, mari kita tanya pengantin prianya.
Fei, bagaimana menurutmu?
Kau tanya padaku?
Aku hanya punya satu permintaan.
Ibuku akan hadir di pernikahanku.
Baiklah kalau begitu.
Astaga.
Apa kau seseorang yang ada di televisi?
Pria tua dengan rambut konyol.
Kau sangat lucu, Aku penggemarmu.
Mari kita foto bersama.
1, 2, 3
Hei, siapa yang menarik rambutku?
Oh, ternyata kamu.
Keren, rambutmu asli.
Aku mau rambut itu juga.
Keren.
Paman Li.
Kenapa kau tidak beritahu mereka bahwa Shu Fen hamil?
Bagaimana aku bisa beritahu mereka?
Aku bisa lakukan apapun yang mereka mau.
Aku akan tinggalkan semua pada mereka.
Tidakkah kau melihat bagaimana wajah ibu tirinya?
Hei, Paman, tolong jawab teleponnya untukku.
- Shu Fen. - Ini Shu Fen.
Tekan tombol di tengah2nya.
- Yang ini. - Iya.
Ayah, apa yang kau lakukan di Beijing sendirian?
Aku kemari untuk membicarakan pernikahanmu.
Kami telah memutuskan semuanya.
Oke.
Ayo, kemarilah. Cepat.
Kemarilah.
Bicara sesuatu yang manis.
Ayo.
Bicara padanya.
Shu Fen, ini semua salahku.
Aku mengecewakanmu.
Maukah kau berikan aku, kesempatan kedua?
Katakan iya.
Berikan dia kesempatan kedua. / Katakan iya.
Ayolah, apa yang kau tunggu?
Aku akan menikahinya, jika kau tidak bilang iya. / Ambillah
Kau bicara padanya.
Tunggu...
Hei, Shu Fen.
Sekarang, istriku akan menikahinya.
Wajahku terlihat besar seperti ini, ibu.
Dia tertawa sekarang.
Mengapa mereka melakukan ini, di cuaca yang panas ini?
Iya, mereka mungkin kehilangan kuda sesungguhnya.
Kenapa dia menaiki kuda palsu?
Tapi pengantin prianya tampan.
- Iya, dia tampan. - Iya.
Shu Fen.
Kita sudah hampir sampai.
Jangan bergerak, ketika kau sampai.
Atau kau akan menikah ulang.
Dan jangan bicara sebelum pasanganmu menaikkan kerudungmu.
Atau akan membawa nasib buruk.
Kita sudah hampir sampai, Shu Fen. Semangat.
Semangat.
Mereka datang.
Mereka berhasil. Jangan kuatir.
Lihatlah anak itu.
Disini datang tandunya.
Kita sambut pengantinnya.
- Tembak anak panah ke langit. - Putrimu di dalamnya.
Semoga pernikahan kekal selamanya.
Mereka lakukan itu demi nasib baik.
Tembak anak panah ke tanah.
Semoga cinta mereka selalu abadi.
Tembak anak panah ke pasanganmu.
Pegang potnya, dan kau akan selalu bergandengan tangan.
Bersiap untuk keluar tandu.
Bersiap untuk keluar tandu.
Bersiap untuk keluar tandu.
Membuka kerudung
Membuka kerudung pengantin wanita.
Semoga pernikahan ini bertahan selama ratusan tahun.
Baiklah.
Ayo kita kedalam. Lewat sini.
Ayo...
Selamat.
- Semoga kalian bahagia. - Terima kasih.
Hai, Richie. Hai, JJ.
Hai, Fei. / Terima kasih telah datang.
Menurut adat, kami harus mencium pengantin wanita
Jangan keterlaluan.
Disinilah, satu2nya kesempatan kita.
Mari kita lakukan. Terima kasih Shu Fen.
Jangan keterlaluan.
Bagaimana bisa kamu?
Maaf, wajahku lebih besar.
Tapi itu tak masalah.
Aku menggantikan Shu Fen.
Terima kasih semuanya.
Tapi aku akan menyanyi nanti.
Aku akan lupa liriknya.
Tak apa2, aku akan tunjukkan padamu.
Aku ingat semuanya. Biar aku nyanyi untukmu.
Mau dicium lagi?
Li Shu Fen.
Li Shu Fen.
Tenanglah.
Aku tahu, ambil napas dalam2, ayo..
Jangan teteskan air matamu.
Disana, jangan teteskan air matamu.
Istirahatlah.
- Eh, tunggu. - Ada apa?
Jangan sentuh ranjangnya.
Atau kau akan jadi sakit sepanjang waktu.
Berbaring di tempat tidur.
Jangan sentuh itu, sebelum perayaannya selesai.
- Tidak, kita tidak menyentuhnya. - Jangan sentuh.
Shu Fen.
Nyonya Gao.
Mengapa pengantin wanita berdiri?
Ayo, ayo.
Pengantin wanita harus tetap duduk untuk nasib baik.
Ayo, ayo, duduklah.
Kenapa? Jangan takut.
Ada apa di atas ranjang?
Ini kapak.
Jangan takut.
Duduk di atas kapak, membawa nasib baik.
Ayo. / Duduklah untuk nasib baik.
Aku tak pernah melihat pengantin wanita duduk di atas kapak.
Tak apa-apa.
Duduklah.
Duduklah, Shu Fen.
Tetap duduk.
Jangan bergerak.
Kenapa, Tuan Li?
Kau tak boleh memakannya. Apa yang kau lakukan?
Tapi apa sia-sia menaruh semuanya di atas ranjang.
Ini artinya harus di taruh di atas ranjang.
Bukan untuk di makan.
Semuanya membawa nasib baik.
Kau mengerti? / Iya / Kau tak boleh memakannya.
Dan juga... Sini, ayolah.
Besan wanita. Besan pria.
Kalian harus memakai baju Manchu.
Ini adat kami disini.
Terima kasih, nyonya Gao.
Tak ada yang bisa menghentikan dia dari kesombongannya.
Bagaimana Shu Fen bisa menahannya?
Sekarang, kau berpikir, dia sudah keterlaluan.
Tapi, memang begitu.
Tapi di hari pertunangan...
Siapa yang keterlaluan dan membuat banyak aturan?
Tapi, aku lakukan itu demi kebaikan putri kita.
Ayahmu memasakkan sup ikan pagi-pagi sekali.
Ini enak.
Mari, makanlah.
Makanlah sedikit.
Shu Fen, makanlah.
Jika tidak, kau akan kelaparan.
Iya, kau akan sangat sibuk.
Ayo, makanlah.
Iya, makanlah.
Jangan menangis.
Jadilah anak yang baik.
Mengapa kau menangis lagi?
Kau janji tidak menangis. Mengapa kau menangis lagi?
Kau tak mau dia menangis.
Tapi kau yang menangis sekarang.
Dan kau juga menangis.
Kau tak mau dia menangis, tapi kau menangis.
Tapi aku tak bisa menahannya.
Berhenti menangis. Jangan menangis.
Aku tidak meneteskan air mata.
Para hadirin sekalian.
Terima kasih telah datang di pernikahan ini.
Pernikahan ini disponsori oleh Perfect, inc.
Kami punya banyak acara.
Karena Richie Jen akan bernyanyi untuk kita.
Kita beri tepuk tangan untuk Richie.
Dan juga, JJ Lin akan bernyanyi untuk kita.
Itu JJ.
Terima kasih telah datang.
Banyak acara2 hebat untuk malam ini.
Dan juga ada penampilan dari "Weather Girls"
Dan yang lebih penting, Kami menarik undian.
Hadiah utama kami adalah...
Sebuah mobil.
Wow, sebuah mobil.
Tapi, jika aku dapat...
Bagaimana aku mengemudikan menyeberangi selat?
Apa aku harus berpakaian seperti ini?
Kau terlihat bagus memakainya.
Aku seperti bermain di opera Taiwan.
Iya, tapi ini terlalu panjang.
Biar aku tarik keatas. Tak masalah?
Seperti harapanmu.
Wow, sudah penuh.
Kau punya banyak teman.
Hei, apa kau mau...
Apa?
Aku mengundang ibu Fei untuk duduk bersamaku.
Tapi siapa yang berikan tempat duduk padanya?
Aku?
Jangan pikirkan.
Para hadirin, saatnya telah tiba.
Aku dengan ini mengumumkan pernikahan Gao Fei dan Li Shu Fei akan dimulai sekarang.
Mari beri tepuk tangan pada pengantin kita.
Pengantin pria dan wanita telah datang.
Para tamu menyambut mereka.
Pasangan yang hebat.
Dan disini musiknya.
Mereka berjalan melewati jembatan cinta.
Menuju gunung pernikahan.
Mereka menghabiskan hidup mereka bersama2.
Sekarang mereka berjalan bergandengan tangan.
Menuju tempat pernikahan suci ini.
Keren.
Upacara kira2 akan dimulai.
Silahkan.
Ibu.
Upacara pernikahan akan dimulai sekarang.
Membungkuk pada Surga dan Bumi.
Membungkuk pada orang tua.
Membungkuk pada masing2 pengantin.
Pengantin pria dan wanita menyediakan teh.
Ibu, minumlah tehnya.
Paman Li, minum tehnya.
- Gao Fei. - Ibu, minum tehnya.
Aku serahkan putriku padamu sekarang.
Kau harus mencintainya dan melindunginya.
Kau dengar aku?
Jangan berakhir seperti ayahmu.
Pada hari pernikahan anaknya, dia hanya bisa berdiri disana.
Jangan kuatir, paman.
Aku akan mencintai dia seumur hidupku.
Bagus.
Mari kita berikan pada mereka doa terbaik dengan tepuk tangan yang meriah.
Ayah, ibu.
Terima kasih telah membesarkan aku bertahun2 ini.
Tidak, kau tak boleh berlutut di hadapan mertuamu.
Ketika kau tidak lakukan itu di hadapan orang tuamu.
Aku ibu kandungnya. Aku tidak keberatan.
Mengapa kau peduli?
Nyonya Wang.
Aku lebih bermurah hati, membiarkanmu duduk disini.
Kau jangan keterlaluan.
Ibuku yang harus mengatakan begitu.
Kenapa kau selalu begitu kasar?
Aku telah lakukan semua persiapan untuk pernikahan ini.
Hari ini, hari pernikahan.
Jangan bertengkar.
Fei, bawa ibumu ke ruang ganti pakaian.
Kenapa dia harus pergi?
Dialah orang yang harus pergi.
Bawa dia keluar dari sini. Jangan memalukan kita.
- Hentikan. - Fei.
Biar kuberitahu padamu.
Aku tidak akan menikah tanpa ibuku.
Apa yang kau bicarakan?
Ibu pergi sekarang. Fei..
Kau duduk disini, ibu.
Ibu pergi sekarang.
Semuanya bisa pergi, kecuali ibu.
Apa yang kau lakukan, Gao Fei?
Duduklah.
Kau tak apa-apa?
Shu Fen.
Shu Fen.
- Berhenti. - Shu Fen.
Tuan Li, putrimu sangat tidak sopan.
Sekarang, kami kehilangan muka karena dia.
Siapa yang bersalah?
Apa kau senang sekarang, pernikahannya kacau?
Mengapa kau menyalahkan aku?
Sudah cukup.
Kau merusak pernikahan. Apa kau senang sekarang?
Aku sudah sibuk dengan persiapan.
Kau kakakku. Kenapa menamparku?
Jangan panggil aku Kakak.
Aku tak mau adik sepertimu.
Sudahlah.
Apa yang kau tangisi?
Aku akan memberimu pelajaran.
Sudahlah. Hentikan.
Aku mau bunuh diri.
Aku mau bunuh diri.
Apa ini opera sabun atau apa?
Maaf, mohon maafkan aku.
Ini semua salah kami.
Tuan Li..
Ini semua salah kami.
Tuan Li..
Paman Li.
Ayah, maafkan aku.
Masa kecilku bertumbuh bersama ayah.
Mereka akan memiliki anak.
Aku dapat mobilnya.
Aku dapat mobilnya.
Tuan rumah, aku dapat mobilnya.
Pernikahan sudah kacau, dan kau masih bicara mobil?
Ayo, ayo pergi.
Tapi, itu mobilku.
Ayah, ibu...
Nenek.
Maafkan aku, telah mengecewakan kalian.
Tapi aku tak mau mempercayakan hidupku..
Pada pria yang tidak bersedia melenyapkan kulit udang sendiri.
Wanita biasanya tergantung pada pria.
Mereka bekerja untuk menopang keluarganya.
Mereka bekerja seharian dibawah sinar matahari.
Dan mencuci pakaian di tengah2 hari.
Tapi, aku tak bisa melakukannya.
Jaman sekarang, wanita bisa hidup tanpa tergantung orang lain.
Jadi, aku tak menginginkan seorang suami.
Yang seperti anak kecil.
Jadi..
Nyonya Li Shu Fen, 27 tahun / Disini.
Silahkan masuk.
Pergilah, jangan takut.
Anak ini akan punya nama marga Li.
Pergilah.
Berapa usiamu?
Kau bukannya sudah tua?
Matamu yang buta.
Itu putriku.
Maaf
Maaf?
Kalau saja kau tidak hamil, aku hajar kau sampai babak belur.
Maaf, aku tak tahu itu putrimu.
Tampangnya seperti monyet, tapi putinya sangat cantik.
Aku bukan monyet, kaulah yang seperti monyet.
Maaf, maaf.
Tuan Li.
Tuan Li.
Tuan Li.
Aku khusus datang kemari..
Ada sesuatu yang aku ingin bahas denganmu.
Tolong jangan cuekin aku.
Aku tahu, pernikahan di Beijing kacau semua kesalahanku.
Aku bilang padamu.
Apa kau mau seluruh dunia tahu, putriku tidak jadi menikah
Bukan..
Maksudku...
Aku akan bertanggung jawab atas anaknya Shu Fen.
Selamat.
Dia akan bertanggung jawab atas anaknya Shu Fen.
Nikahi saja dengan orang tua ini.
Besan.
Kakak.
Mereka masih muda
Tapi kita generasi tua lebih berpengalaman.
Selain itu...
Anak itu harus tumbuh bersama ayahnya.
Jangan kuatir, aku berjanji padamu..
Kami akan melindungi Shu Fen.
Dan anaknya, sesuai kemampuan kami.
Bagus.
Ini persis apa yang aku inginkan.
Bagus sekali.
- Sepakat. - Sepakat.
Besan,
Apa mobil yang kami dapatkan di Beijing masih di perhitungkan?
Bisa juga, jika kau berikan kami uang tunai.
2 Mangkok nasi daging babi.
Terima kasih.
Silahkan duduk.
Hai, besan wanita.
Apa kabarmu?
Nyonya Gao.
Bibi, apa kabar?
Anggap saja rumah sendiri. Duduklah.
Shu Fen, orang tuanya kemari dengan tulus.
Maafkan dia sekali ini saja.
Jadilah anak yang baik.
Jangan sia2kan kesempatanmu untuk balik kembali.
Hei, kau...
Kemarilah.
Hei, kau... Kemarilah.
Ayo.
Berikan tanganmu.
Gadis pintar.
Aku pikir, kita harusnya bicarakan lagi.
Saling mengenal itu lebih baik.
Kau beritahu aku, kapan kelahiranmu?
Shio Monyet, kelahiranku.
Monyet apa? Sun Go Kong?
Sun Go Kong apa? Leluhurmu tak paham
Leluhur monyet... Kakek Monyet.
Kau tidak dengar. Berdoalah pada Budha.
- Budha berkati. - Benar, benar.
Hei, kau bagus melakukannya.
Anakmu punya gen-mu.
- Baiklah, sudah selesai. - Mengagumkan.
Dia lihai melempar atau aku lihai menangkap?
Kau lihai dalam menangkap
- Rasanya enak. - Iya.
Tapi terlalu pedas.
Shu Fen tidak suka masakan pedas.
Jangan tambah terlalu banyak lada. / Iya.
Kau meninggalkan cita rasa pada ikannya. / Benarkah?
Berhenti menjadi kritis.
Jangan mengkritik anak menantuku, oke?
Biar aku cicipi.
Terlalu asin, jangan tambah terlalu banyak garam.
Atau rambutmu akan botak.
Mengerti?
Iya, ayah.
Dia memanggilmu ayah.
Tidak, kau yang dipanggil ayah.
Kau memanggilku ayah? Benarkah?
Ini tidak asin, ayah.
Sekarang, kau punya anak laki2.
Sedang apa kau disini?
Aku kemari untuk melihat pengantin cantikku.
Dan aku hutang padanya sesuatu yang sangat romantis.
Shu Fen, maukah kau menikah denganku?
Hei, Shu Fen, katakan iya.
Aku akan katakan iya, jika kau tak mau.
Selamat.
Semoga kalian bahagia.
Shu Fen, kau gadis yang bahagia.
- Sudah nyala. - Bagus sekali.
Terlihat bagus.
Apa maksudnya itu?
Lampu menyala dan dapat anak laki2.
Shu Fen akan punya anak laki2.
Tidak, anak pertama harus cewek. Berbunga dulu baru berbuah.
Jangan kuatir, ayah. Aku akan menjaga baik2 Shu Fen.
Tentu saja kau akan.
Jika kau tidak perlakukan Shu Fen dengan baik...
Aku tendang kau ke dinding.
Dan menancapmu selama 3 hari.
Iya, aku tahu.
Aku akan merangkak pada hari ke 4.
Bagus.
Tuan Gao, ini.
Ini uang RMB 720.000 milikmu.
Kau harus tanya paman Li, harus lakukan apa? / Paman Li.
Tanya aku?
Tapi uang ini milikmu.
Wow, ayo...
Ada apa?
Perutnya kesakitan.
Cepat pergi cari bidan.
Tak ada yang dapatkan bidan, di siang hari bolong.
Sakit.
Apa air ketubanmu pecah?
Hati-hati.
Pelan-pelan, hati-hati.
Awas pintunya.
Tapi ini aneh.
Waktunya belum tiba.
Aku tahu kenapa?
Anak ini memutuskan untuk datang duluan.
Tak apa-apa, aku sudah punya nama untuk bayinya.
Aku akan namai Gao Liang.
Bagaimana menurutmu?
Guo Liang? Tapi cucuku bukan arak gandum.
Dengar, putriku belum menikah dengan anakmu.
Anak ini harus punya nama keluarga kami.
Jadi namanya Li Liang.
Baiklah, kita namai keduanya.
Namanya Gao Li Liang.
Besan.
Kenapa kau bisa bicara, aku ini jadi ibumu?
Aku jadi malu.
Bibi, jangan menakutiku.
Ayo, kita pergi ke rumah sakit.
Pelan2, ibu.
Sangat banyak uang tunai disini.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.