Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
diterjemahkan oleh:
D
D A
D A N
D A N D
D A N D E
D A N D E R
Banjarmasin, 1 April 2014
CHlNA, PADA MASA PERANG SlNO-JEPANG
Perebutan kekuasaan yang sengit memecah belah negara.
Wakil Presiden Wang menyatakan pemerintahan baru.
Didukung oleh pasukan penjajah Jepang.
Rezim boneka ini mencoba memikat pemerintah.
Dari Kamp Chiang Kai-Shek lebih lanjut mendapat bantuan dari atasan Jepangnya.
Wang dengan ganas memberantas pemberontak,
Yang berusaha kembali ke China,
Sebagai rezim boneka yang lebih kejam.
Pemberontak melawan dengan pembunuhan yang lebih ganas.
< PESAN >
10 Oktober 1942. Hari Libur Nasional.
Maaf.
Kami tutup malam ini.
Bagaimana bisa? Kami mau makan.
Seluruh kursi sudah dipesan.
Mengerti?
Bahkan Jenderal Tang juga bergabung dengan kita.
Dan tentu saja, dia bukan satu-satunya. Kau tahu Jenderal He dan lainnya.
Kita memukul mundur Chiang Kai-shek dan pasukannya di semua pertempuran.
Pemerintahannya tidak akan bertahan lama.
Presiden Wang sangat mempercayaimu.
Dia mengirimku untuk mengundangmu
bergabung bersamanya di podium ketika perayaan nanti.
Dia akan merasa sangat dihormati
walaupun kau hanya datang sebentar.
Presiden Wang perlu dukungan orang sepertimu.
Silakan.
Ayam bakar wong ini sangat terkenal.
Kau terlalu lama bersembunyi di utara. Silakan dimakan.
Tn. Fan
Aku perlu jawabanmu sekarang.
"Mata-mata Wang ditembak pemberontak"
"Polisi pemerintahan diracuni"
"Teroris menyerang polisi pemerintahan"
"Pemberontak menyerang pusat penelitian pemerintahan"
"Fasilitas transportasi dihancurkan dalam serangan bom pemberontak"
"Polisi pemerintahan Jepang dikapak"
- Departemen Polisi Militer Jepang -
Baunya enak...
Iya, kan?
Ini dari Sri Lanka
Bikin anjing kami ngiler.
Sekarang bilang padaku, karena cepat atau lambat...
Darimana kau mendapat perintah ini?
Bleki.
Ayo.
Kolonel Takeda
Kau pasti Tn. Six
Aku pengagum rahasiamu.
Kau baik sekali.
Kol. Takeda mempunyai komando yang luar biasa di China.
Dia sangat tangguh,
Kami sudah mencoba semuanya.
Dia tidak mau menyerah.
Tn. Six adalah orang yang cocok untuk pekerjaan ini.
Berapa upahnya?
Tuduh saja pembunuhan ini...
...ke pemerintahan China.
Kau akan segera dikirim pulang.
Tak perlu ikut campur.
Jen. Tsukeda, pak.
Pemimpin pemberontakan...
...adalah seseorang dengan kode nama Magnum.
Dia tidak pernah memperlihatkan dirinya.
Dia di balik pembunuhan ini.
Aku punya perasaan kuat
bahwa Magnum punya mata-mata di operasi kita.
Perasaan hanya untuk wanita, Takeda.
Perasaan tidak punya tempat dalam peperangan.
Bagianku dalam perang akan berakhir, pak.
Ini mungkin kesempatan terakhir untuk menebus diriku.
Aku tidak bisa pulang jika gaga. ltu akan membuat malu keluargaku.
Wanita itu akhirnya mengaku.
Dia orangnya Magnum.
Dia bilang mereka mendapat perintah
dari papan pengumuman di depan kuil pusat kota.
Perintahnya ditulis di pamflet lotere.
Kelihatannya itu trik yang bagus.
Kami menemukan ini di rumahnya.
Apa dia pernah bertemu dengan orang yang memasang pamfletnya?
Dia pernah bertemu dengannya sekali.
Dia orangtua pincang.
- Kuil Pusat Kota -
Komisaris, aku pernah melihat si pincang ini.
Dia penjaga di pusat anti pemberontakan.
- Mundur! - Baik, pak!
Misi dibatalkan!
Kau melakukan hal yang benar.
Jika kau membawanya,
kita cuma akan kehilangan arah.
Jika orang yang memasang pamflet tersebut adalah seorang penjaga dari pusat anti pemberontakan kita.
Kita juga bisa menduga
bahwa dia mendapatkan informasi
dari seseorang yang bekerja di pusat anti pemberontakan.
Benar.
Sumber kita bilang bahwa kode nama mereka adalah Phantom.
Selanjutnya kita yang bergerak.
Lonjakan baru dalam aksi teroris yang direncanakan.
Menunjukkan masalah dengan saluran intelijen kita.
Jenderal Osamu Tsukeda, Pasukan Pemerintahan
mengundang Komandan Zhang dari pusat anti pemberontakan dan sejumlah pihak yang terkait,
Untuk bertemu di Aula Bai Cao...
Pada 31 Oktober, jam 9 malam.
Kita akan mendiskusikan usaha intelijen yang sedang berlangsung.
- PUSAT ANTI PEMBERONTAKAN -
Li Ningyu, Ketua Opsir Seksi Dekoding (Pembaca Kode).
Gu Xiaomeng, Opsir Administrasi Seksi Dekoding.
Wu Zhiguo, Ketua Kapten Anti Pemberontakan.
Jin Shenghuo, Ketua Seksi Kantor Militer.
Bai Xiaonian, Ajudan Komandan Anti Pemberontakan.
- Kuil Kota, Dua Hari Kemudian -
Tsukeda dan yang lainnya akan berkumpul di Aula Bai Cao pada 31 Oktober.
Meminta rencana pembunuhan dari Magnum.
Tunggu.
Kita harus pergi.
- Sekarang? - Ya.
Di mana kita sekarang?
Menakutkan...
Dulu tempat ini bernama Qiu Manor.
Jepang sudah mengambil alihnya sekarang...
Mengubahnya menjadi tempat bersenang-senang.
Khusus perwira tingkat tinggi.
Sepertinya ini hal yang serius.
Dan seseorang...
...akan masuk untuk itu.
Kenapa kau mengatakannya?
Kau tidak lihat? Ketua Pelayanan Khusus juga di sini.
Ketua Wang.
Selamat malam, semuanya.
Maukah kalian masuk dan bersantai terlebih dulu?
Kita akan bertemu di ruang konferensi setengah jam lagi.
Apa maksudmu, bersantai?
Mari kita selesaikan secepatnya supaya kami bisa pulang.
Sabar, Nyonya Gu.
Masuklah ke ruanganmu terlebih dulu.
Jika kau bersedia.
Baik.
Letnan Bai.
Ruang itu.
Ketua Jin.
Lewat sini.
Ketua Kapten Wu.
Lewat sana.
Kalau kami?
Aku masih pusing.
Malaikat melepaskan cahaya di rahasia surga. Selalu menang dengan tiket lotere merpati putih.
3-6-4-4-5-6-0-2...
Apa maksud semua ini?
Cuma sampah.
Pasukan pemerintah
menahan surat yang berisi kode rahasia ini sore tadi.
Jika dilihat sekali, tidak lebih dari sekadar iklan lotere.
Tapi menurut intel kita,
itu merupakan pesan dari organisasi rahasia.
Yang berkaitan dengan pembunuhan gelombang selanjutnya.
Kami meminta semua bantuan kalian,
untuk memecahkan kode rahasia ini.
Tapi sebelum terlambat,
Kau pasti bercanda.
Tidak ada yang bisa memecahkan sandi di antara kami kecuali Opsir Li.
Kenapa kau membawa kami ke sini. Untuk main mahjong?
Opsir Bai, perintah ini datang langsung dari Pemerintah Jepang tingkat atas.
Akan lebih baik jika semua orang bisa bekerja sama.
Apa Komandan Zhang sudah tahu ini?
Tidak.
Komandan sedang ada bisnis...
...sampai besok lusa.
Semua nomor ini...
Jangan menatapku.
Aku tidak tahu apapun tentang kodenya.
Bagaimana denganmu?
Bukan bidangku,
Aku hebat di blackjack, mahjongg...
...dan hal semacam itu.
Li?
Li
Kau ahlinya.
Apa katamu?
Ini sia-sia.
Kita tidak bisa memecahkannya.
Nomor-nomor ini...
Benar-benar sudah dienkripsi.
Totalnya ada 18 karakter.
Untuk memecahkannya. Kita perlu buku tentang perkodean.
Jika tidak... Kita tidak akan mampu menerjemahkannya.
Apa kau mendengarnya?
Beritahu Jepang,
Mereka tidak bisa membantu kita.
Aku mau pulang.
Aku tidak mau membuang waktu untuk omong kosong ini.
Aku ada urusan besok.
Kol. Takeda...
Siapa dia?
Ketua Intelijen Pasukan Pemerintahan,
Sebuah kehormatan berjumpa denganmu.
Seorang profesional sempura, tentu.
Ini buku perkodeannya.
Bisa kita mulai?
7-8-7-
Dapat.
Jin?
En
Apa yang mereka lakukan di sini?
Mereka, ummmm...uhh...
Jangan um-um. Apa ini?
Pernah dengar tentang Kode Morse?
Jelaskan.
Sekarang... Kode Morse digunakan untuk telegram di seluruh dunia.
Dalam bahasa China, cara kerjanya sedikit berbeda.
Setiap karakter China diwakili 4 digit.
Ada 24 digit di telegram ini.
Jumlahnya 18 karakter.
Tapi si pengirim sengaja mengacak digitnya sebelum mengirimkan ini.
Sekarang Li mencoba mencari tau algoritma yang mereka gunakan.
Setelah dia mengetahuinya, dia bisa memecahkan pesan tersebut.
1 - 0
Lalu?
Ini tidak mungkin...
Ada apa?
Tsukeda dan lainnya akan berkumpul di Aula Bai Cao pada 31 Oktober. Meminta rencana pembunuhan dari Magnum.
Apa isinya?
Mereka berencana membunuh Jenderal Tsukeda.
Kami memasang jebakan, telegram palsu yang mengarahkan ke pertemuan Tsukeda.
Mata-mata di kantor kita mengambil umpannya,
Dan mengirimnya ke komplotan mereka.
Hanya kalian berlima,
yang pernah membuat kontak dengan pesan aslinya.
Yang berarti,
salah satu dari kalian adalah mata-mata.
Yang sudah membocorkan intelijen...
...atas nama Phantom.
Siapapun dari kalian,
mengakulah.
Aku janji kalian akan diperlakukan dengan baik.
Kau akan memaafkanku.
Tapi aku punya perintah.
Tidak seorang pun yang meninggalkan tempat ini
sebelum Phantom ditemukan.
Mau kau kirim ke mana itu?
Kau mengejutkanku.
Saudari tersayang... Buat siapa surat itu?
Kita akan keluar dari sini 2 hari lagi.
Aku sendiri yang akan mencari Liu.
Dan memberikannya sedikit saran.
Kau yakin kita akan keluar 2 hari lagi?
Pasti, tidak sulit untuk mencari si Phantom ini...
Teh?
Bajumu robek!
Yang di kiri.
Akan kujahitkan untukmu.
Lepaskan.
Wow, lumayan besar.
Apa ada alat jahit di sini?
Kurasa ada...
Bingo!
Dapat!
Sini, biar kubantu.
Ini dia.
Kau pernah bilang bahwa ibumu mau kamu jadi wanita sungguhan, kan?
Ya.
Ini pertama kalinya aku melihatmu seperti ini.
Sis...
Aku tidak tahu kenapa,
tapi aku selalu merasa dekat denganmu,
khususnya hari ini...
Ada apa?
Sudah lama Liu tidak kelihatan.
Tak terkekang di alam liar.
Kukuasai yin dan yang, dan kukenal surga...
Lagu apa itu?
Kota Hampa. Lagu lama Tangshan, dari Leting.
Nyanyikan lagi.
Baik,
Maukah kau memberiku rokok?
Tangkap.
Tapi ketika negara membutuhkanku, aku berjuang...
untuk mengusir penghianat dari istana...
Kapten Wu, aku tidak tau kalau kau dari Leting.
Apa?
Kau juga?
Kakekku sering menyanyikannya sewaktu aku kecil.
Benarkah? Kebetulan sekali.
Dengan semua orang di tempat ini,
membuat kita sulit ngobrol.
Tak kusangka aku bertemu dengan seseorang dari kampung halamanku dulu.
Ini pasti takdir.
Ada banyak orang di tempat ini.
Belum tentu mereka dari kampung Leting.
Mungkin cuma kita.
Yeah
Setelah kita keluar dari sini, aku akan mengajak semua orang untuk merayakannya. Aku yang traktir.
Apa Li terlihat mencurigakan?
Masih memikirkan...
kekasihnya si aktor, Liu.
Gu pernah bilang,
dia tahu siapa Phantomnya.
Dia kelihatannya sedikit...
Sedikit manja, maksudmu.
Dia datang untuk uang.
Sama seperti Opsir Bai...
Dia juga punya teman dari tingkat tinggi.
Aku pernah dengar hubungannya dengan Komandan Zhang...
...sangat sangat unik.
Aku mengetahui,
Pertemuan di Aula Bai Cao adalah jebakan.
Pesan ini harus sampai dalam 5 hari.
Atau kawan-kawan akan menemui ajalnya.
Ayo, Bai.
Kami semua menunggumu.
Ini, makan dulu.
Makan besar.
Apakah ini makan siang terakhir kita?
Temanku Bai, adalah pelawak...
Kepalanya itu,
penuh dengan lawakan.
Kau bisa percaya padaku.
Aku bukan mata-mata.
Aku geli melihat darah ayam. Kau pikir aku bergabung dengan pemberontak?
Wang.
Kau mengenalku,
Posisiku sebagai Ketua Seksi. . .
Omong kosong, aku punya koneksi.
Kau lebih tahu.
Istriku berhubungan dengan istri Komandan Zhang di pihak ayahnya.
Dengar?
Ini adalah kesalahan.
Aku tidak tau apapun tentang Phantom ini.
Maksudku,
mungkin ini mata-mata Jepang, iya kan?
Sudah jelas sekarang,
Ketua Seksi Jin adalah orang yang kalian cari.
Dia yang paling mencurigakan di antara kita.
Kenapa?
Dia punya seorang keponakan
yang bergabung dengan Pasukan Merah ketika berumur 15 tahun.
Dia jadi kepala staff di markasnya di Yenan.
Si penipu Jin pasti pernah punya kontak dengannya.
Dia menafkahi istri simpanannya selama ini,
dengan uang dari penyelundupan senjata.
Apa aku kelihatan seperti melawak?
Aku mencurigai semua orang di sini, khususny kau.
Sedang apa kamu?
Sendirian di sini.
Yang lainnya sudah di bawah untuk pemeriksaan.
Pemeriksaan?
Kayak kami orang berbahaya saja.
Aku mau menelepon, sebentar saja.
Tidak bisa.
Aku mau menelepon rumah, sebentar saja, aku janji.
Jika kau mau, kau juga bisa mendengarkannya.
Sudah kubilang, tidak bisa.
Baik, aku tidak akan merepotkanmu.
Ini nomor rumahku.
Dan daftar barang-barang yang kuperlukan.
Bisa kau panggilkan mereka untuk membawakan barangnya ke sini?
Jangan gugup ya?
Nyonya Gu...
Kami mau kau ikut dengan kami.
Aku tidak tau, maksudku,
Aku tidak yakin,
Tidak yakin...Apa yang harus kulakukan buatmu?
Berpura-pura?
Tidak, tidak.
Tentu saja tidak.
Kau salah seorang yang mengirim telegram.
Coba dan pikirkan lagi.
Apa ada yang mencurigakan?
Semuanya sesuai dengan protokol, tidak ada yang perlu dicurigakan dari...
Apa yang mau kau katakan?
Tidak ada.
Kau berhenti. Pasti kau memikirkan sesuatu.
Kapten Wu melihat telegramnya.
Teruskan...
Ketika kuberikan telegramnya ke Ketua Jin, Kapten Wu sedang bersamanya.
Biasanya...
Telegram rahasia hanya untuk pribadi opsir yang sedang bertugas.
Tapi hari itu...
Ketika kuberikan pada Ketua Jin,
Kapten Wu tidak mengalihkan pandangannya. Dia melihatnya berkali-kali.
Seharusnya dia tidak melakukan itu.
Dan tapi... itu mungkin bukan apa-apa.
Kau tahu berapa banyak darah yang tumpah...
.,,selama aku melayani Presiden Wang?
Aku tertembak 3 kali.
Musang seperti.
Kami harus waspada ke pihak siapa kau akan memihak jika keadaan berbalik?
Aku mengerti...
Sampai kita menemukan si Phantom,
kita semua berteman di sini.
Pangkatmu di atasku, di atasku.
Dan kuperlihatkan padamu...
...rasa hormatku yang pantas kau dapatkan.
Mari berharap kau akan keluar dengan selamat.
Tanya apapun,
tapi jawabannya akan tetap sama.
Aku tidak tahu apapun.
Sudah kuperiksa,
ini nomor rumahnya Gu.
Bagaimana dengan daftarnya?
Ada yang mencurigakan?
Terlihat normal bagiku.
Jangan panggil keluarganya.
Suruh seseorang membelikan barang-barangnya.
Bagaimana jika yang lain meminta hal yang sama.
Mereka tidak akan berani.
Bagaimana dengan keluarganya?
Kakeknya bersama dengan Jeneral Xu.
Ayahnya menjalankan bisnis...
tekstil...
Semen, pengirimian barang.
Lengkap sekali.
Mereka bilang dia dekat dengan Presiden Wang.
Akhir tahun tadi, dia menyumbang JU-52 ke Angkatan Udara.
Dia menyumbang pesawat?
Itu baru namanya kaya.
Mari kita buat makan malam ini lebih menarik.
Sebelum mereka turun, beritahu semuanya apa yang lainnya bilang,
termasuk bahwa Gu pernah bilang dia tahu si Phantom.
Kenapa tidak makan? Ada apa?
Sekali bajingan, tetap bajingan.
A mincing, conniving little bitch
Konselor Jin, apa yang kau bicarakan?
Si bajingan tahu betul...
...apa yang kubicarakan ini.
Kau menghilangkan nafsu makanku.
Akan kupecahkan kepalamu!
Sabar, Ketua.
Biarkan dia ke sini! Pengecut,
kita lihat seberapa hebatnya dirimu!
Hentikan!
- Kau mau kutampar? - Kita semua berteman di sini.
Hentikan! Sabar!
Berteman, kepalamu!
Aku tidak berteman dengan pelacur... yang suka menyebar fitnah!
Aku cuma...
...bicara faktanya.
Fakta?
Akan kuberitahu apa itu fakta.
Tahun tadi aku tertembak 2 kali di pertempuran Yueyang
Tapi aku terus maju, tidak mundur sampai aku merebut tempat perlindungan musuh.
Kalau kau di mana?
Minum teh dan baca koran di kantormu, lalu menjual diri setelah selesai bekerja, aku yakin!
Kapten Wu,
menjadi prajurit pemberani bukan berarti kau selalu benar.
Ingat Deputi Jenderal Gao?
Pahlawan di setiap pertempuran yang diikutinya,
namun pada akhirnya dia berbalik ke pihak lain juga.
Katakan lagi.
Katakan lagi!
Kau bilang aku penghianat?
Cuma memberi contoh.
Kau tidak perlu cepat-cepat mengakuinya.
Santai, kapten.
Hentikan!
Minggir dari hadapanku!
Minggir dari hadapanku. Ini bukan urusanmu.
Teruskan.
Kita lihat pahlawan macam apa kau.
Jika kau begitu kuat, kenapa kau mau bertengkar dengan wanita daripada berperang dengan Jepang.
Kapten Wu.
Maukah kau menghabiskan makan malammu dulu?
Seorang pria bertengkar dengan wanita,
dan yang lainnya cuma bisa diam?
Tidak perlu begini.
Urus diri masing-masing saja.
Tidak ada yang akan keluar dari sini hidup-hidup.
Perlu mengambil tindakan ekstrim.
Untuk menyampaikan pesan ini ke luar...
Kami benar-benar minta maaf...
...untuk ketidaknyamanan kalian.
Kol. Takeda telah memberitahu...
Setelah si Phantom ditemukan...
Setiap dari kalian akan diberi hadiah atas kerja samanya. Jika kalian cukup baik.
Untuk meningkatkan pangkatmu, tulis nilai...
...dan hasil evaluasinya...
Selama kau mengabdi,
jasamu akan dibalas dengan setimpal setelah semua ini berakhir.
Apa yang kau inginkan?
Apa yang terjadi?
Lepaskan aku!
Lepaskan aku! Lepaskan!
Siapa yang mereka bawa?
Bukan aku!
Sungguh bukan aku!
Baik, sekarang kau jelaskan padaku...
kenapa tulisanmu mirip dengan tulisan si Phantom?
Baik.
Seseorang menjebakku.
Itu pasti. Itu pasti!
Lepaskan celananya.
Tunggu di sini.
Komandan.
Aku mendisiplinkan anjingku.
Apa ada yang lucu?
Ada tikus di antara pasukanmu.
Tikus apa?
Jenderal Tsukeda menyuruhku untuk mengurus hal ini.
Komandan Zhang...
Aku takut kepercayaan jenderal padamu... Sudah mulai goyah.
Kau punya bukti?
Bawa arsip tulisannya.
Sekarang!
Jika ini orang lain, mungkin ini sudah berakhir.
Tapi karena ini Letnan Bai, orang kepercayaanmu...
Kupikir lebih baik untuk membuktikan ketidakbersalahanmu.
Komandan...
Komandan
Tolong aku!
Aku bukan Phantom!
Opsir Li, tolong berpakaian segera dan ikut aku.
Ke mana?
1 menit. Kau punya 1 menit untuk bersiap-siap.
Tolong tunggu di sini.
Silakan masuk...
Kita punya masalah, pak!
Salah seorang dari kita,
barusan melihat Kapten Wu masuk ke kamar Gu.
Ada yang aneh?
Terlalu gelap.
Turn it up
Aku minta maaf.
Aku tidak perlu maafmu.
Silakan keluar!
Kenapa? Kenapa tidak kita bicarakan saja?
Apa yang kau lakukan?
Akan kupanggil penjaga!
Aku pemimpin mereka,
apa yang akan mereka lakukan padaku?
Lepaskan aku! Lepaskan!
Apa yang terjadi?
Kita kehilangan sinyal...
Kekasihmu, Liu, si aktor?
Tidak ada komunikasi di antara kalian semingguan ini, kan?
Tidak ada.
Dia polisi militer sekarang.
Apa yang dilakukannya?
Bagaimana menurutmu?
Komisaris!
Kenapa kau tidak menghentikannya?
Aku tidak berani, pak.
Ketuk pintunya.
Dan bilang pada Captain Wu segera ke ruang tamu.
Bilang padanya aku mau bicara.
Go!
Ya pak!
Ada apa?
Komisaris, pak! Bukan, maaf, maksudku, Ketua Kapten, pak!
Komisaris Wang ingin...
menemuimu di ruang tamu.
Bilang padanya aku sedang tidur.
Sejak pertama aku melihatmu,
Aku sudah tahu.
Dahi sempit...
...tulang pipi tinggi...
...dan hidung ramping.
Matamu lebih dalam.
Wanita dengan tampang seperti ini...
...tidak bisa dipercaya.
Jika dilihat dari luar,
kau nampak seperti orang biasa.
Selama ini, kau berpura-pura...
Kenapa kau melibatkan Liu?
Kelompok seperti anti pemberontakan tidak membolehkan ketidakpastian.
Jika kau berbagi ranjang dengan pemberontak.
Apa lagi yang kau bagi dengannya?
Nyonya Gu?
Nyonya Gu... kau masih tidur?
Apa maumu?
Cuma lewat.
Kau baik saja?
Aku baik saja.
Aku membawakanmu snack.
Jika kau perlu sesuatu...
Aku ada di sekitar sini.
Sialan dia!
Jika kau bisa membuktikan kau bukan Phantom,
itu juga akan membuang kecurigaan kami terhadap Liu.
Kurasa laporan yang kau berikan pada kami...
...dibuat
ketika hari interogasi.
Penolakanmu,
menunjukkan bahwa kau menyembunyikan sesuatu.
Kau salah satu pemecah rahasia terbaik kami.
Tapi apa kau tau...
Setiap inci tubuhmu membawa sejumlah kode?
Jika kau bisa lolos pemeriksaan ini,
kau dan Liu tidak akan dicurigai lagi.
Fisikmu,
Dari ujung rambut sampai ujung kaki,
Semuanya membawa kode genetik yang menunjukkan siapa kita...
Menunjukkan identitas yang sebenarnya.
Untuk mengetahuinya,
aku perlu merusak mentalmu terlebih dahulu.
Dan untuk merusak mentalmu...
...adalah dengan membantumu menyadari...
...bahwa tubuhmu bukan milikmu,
tapi milik musuhmu.
Sekarang biarkan,
pasrahkan dirimu.
"Bukankan, ketika kita menatap sebuah cermin...
pantulan mata di cermin tersebut akan memantul lagi dan lagi?"
Dapat rencana.
Nirwana tolonglah aku.
Jadi Letnan Bai tewas ketika diinterogasi,
benarkah itu? Komandan Zhang?
Sampai akhir hayatnya...
...Bai meyakinkan bahwa dia dijebak.
Aku menyalahkannya!
Semua yang kami lakukan adalah untuk pemerintah.
Dan beginikah caramu membalasnya?
Apa lagi yang dikatakan Bai?
Dia tau banyak tentang tulisan.
Ketua Jin adalah ahli kaligrafi.
Dia bisa meniru tulisan siapapun.
Oh begitu.
Silakan antar Komandan pulang.
Beristirahatlah, Komandan Zhang.
Kita masih punya masalah.
Phantom masih ada di antara kita.
Kita punya 2 hari.
Jangan ada kesalahan lagi.
Kolonel Takeda
1 bulan yang lalu.
Takeda!
Ada yang mau kau bicarakan dengan kami?
Maaf karena lancang,
tapi aku tidak yakin kalau rencana anda bagus.
Jangan menyepelekan perang.
Risiko serangan langsung akan sangat membahayakan.
Pendapatmu...
...tidak mengejutkanku.
Kakekmu bunuh diri
di garis depan di Utara.
Kelihatannya menjadi pengecut adalah tradisi keluarga Takeda.
Kita punya masalah.
Si pincang itu di sini!
Penjaga yang memasang pesan di kuil?
Sudah kuperiksa administrasi,
Dia menangani limbah di sini.
Bagaimanapun, dia tidak seharusnya di sini...
...sampai besok lusa.
Dia menukar gilirannya dengan seseorang.
Phantom bergerak secara diam-diam.
Mereka semakin khawatir.
Si Phantom pasti takut untuk memberitahu para pemberontak.
Untuk membatalkan pembunuhan tersebut.
Inilah kesempatan kita untuk membuat perangkap.
Dan memaksa Phantom beraksi.
Perhatian semuanya!
Setelah 3 hari interogasi. Kami sudah membuat kemajuan yang besar.
Kami hampir bisa memastikan
bahwa Letnan Bai adalah si Phantom.
Sebagai penghargaan atas kerjasama kalian.
Kol. Takeda telah menyusun acara makan siang untuk hari ini.
Tolong datang tepat waktu.
Terimakasih.
Hei kamu!
Bereskan mejanya dan bawa kemari piringnya.
Aku, Li Ningyu...
Lulus dengan terhormat dari Wharton.
Aku bukan pelacur.
Aku bukan!
Pangkatku memang tidak setinggi punyamu...
Tapi itu bukan berarti aku takut padamu.
Sis..
Dasar bajingan!
Tidak apa.
Sialan!
Lepaskan aku!
Ayolah.
Tidak apa.
Lepaskan aku!
Orang-orang sialan ini.
Kita harus
Bunuh mereka semua maka ini akan selesai.
Itu tidak akan membuat perbedaan bagiku.
Tapi aku mengkhawatirkanmu, Komisaris Wang.
Seseorang yang tidak bersalah sudah tewas...
Jika kita harus mengambil nyawa lagi...
...dan tetap tidak ada tanda-tanda si Phantom...
Apa yang akan kau bilang pada Komandan Zhang?
Kita lihat faktanya lagi,
kurasa kita bisa membuat pengecualian terhadap Opsir Li
Aku memperhatikannya dengan seksama.
Satu-satunya yang dia pikirkan adalah kekasihnya.
Seseorang yang berpikiran labil
tidak mungkin jadi Phantom.
Bagaimana dengan Jin?
Dia melihat si pincang...
...ketika dia meletakkan piringn ke mejanya.
Ingat lagi.
Tidak ada yang Jin sembunyikan.
Jika dia melihat si pincang,
itu cuma menunjukkan satu hal,
dia lengah.
Jika ada orang asing mendekat, wajar jika bereaksi.
Jika tidak bereaksi...
Kemungkinan mereka menghindarinya.
Mencoba fokus.
Antara Kapten Wu dan Opsir Gu, mereka tidak pernah melihat si pincang selama makan tadi.
Salah satu dari mereka adalah Phantom.
Semuanya keluar.
Segera berkumpul ke sayap barat.
Untuk membuktikan ketidakbersalahannya,
Letnan Bai menyerahkan nyawanya...
Sampai akhir hayatnya...
Dia terus berkata bahwa dia dijebak.
Letnan Bai berteman baik dengan Komandan,
tetapi itu tetap tidak bisa menyelamatkannya.
Kusarankan pada kalian untuk bertanya pada diri sendiri,
tanpa tekanan dari siapapun...
Bagaimana kalian menghindari takdir ini?
Buddha Yang Pengasih! Siapapun, tolong...
Kumohon, mengakulah!
Selamatkan yang tidak bersalah.
Kita sudah melakukan kesalahan yang kasar,
bukan kesalahan yang toleran.
Jika si Phantom ingin keluar, ada dua cara...
Dengan peti, atau...
Apa yang?
Bajingan! Maumu apa lagi?
Sabar, Kapten Wu.
Semuanya akan mendapat giliran.
Temanku...
Menjauh!
Menjauh! Jangan mendekat! Menjauh!
Kau tidak akan melakukannya, Jin.
Aku tahu yang kalian lakukan,
itu lebih buruk daripada kematian.
Lebih baik ku akhiri di sini.
Satu lagi tewas.
Apa maumu? Apa yang akan kau lakukan padaku?
Lepaskan aku! Lepaskan!
Lepaskan aku!
Sis!
- Lepaskan aku! - Sis!
Lepaskan aku!
Kembali ke ruanganmu.
Jangan bicara.
Go!
Kenapa mereka tidak bersuara?
Kau menjatuhkan rokok ketika makan siang.
Apa yang kau bicarakan?
Ada pesan di rokok tersebut.
Apa kau gila?
Berapa banyak orang tak bersalah yang akan kau biarkan mati?
Opsir Gu,
Apa yang pernah kulakukan padamu?
Kenapa kau selalu membantahku?
Ini bukan tentangmu,
aku cuma mengatakan apa yang kulihat.
Apa yang sebenarnya kau lihat?
Rokok itu adalah kode.
Akan kuberikan pada mereka.
Opsir Gu!
Tidak seorang pun yang harus mati agar kau bisa hidup!
Dasar jalang, akan kubunuh kau!
Pergi!
Ya pak!
Kau juga!
Ya pak!
Pintunya macet.
Minggir!
Lepaskan dia!
Lepaskan!
Dasar pelacur!
Sialan kau!
Jika kau bilang padaku sebelumnya,
maka ini semua tidak akan terjadi.
Berikan padaku.
Ketika makan siang kemarin...
Ketua kapten mengeluarkan rokok...
...dan menjatuhkannya ke tanah.
Aku merasa sesuatu sedang terjadi.
Jadi kututupi itu pakai kaki.
Kode morse?
Ya.
Dalam kode morse,
Itu mewakili sebuah kata...
"Batal"
Ada banyak perokok di tempat ini.
Tapi cuma kau yang merokok dengan merk "Three Cannons".
Ayolah...
Kuberi kesempatan sekali lagi.
Demi kebersamaan kita.
Pelacur itu mencuri rokokku untuk menjebakku.
Aku tidak tahu apapun tentang kode.
Kalian semua buta!
Dia mempermainkan kalian!
Mengaku saja,
Takeda bilang padaku jika kau mengaku,
kau akan dimaafkan,
bahkan mungkin diberi hadiah.
Kapten Wu kita yang hebat,
terlalu kebal untuk disetrum.
Lepaskan Kapten Ketua.
Ini kesempatan terakhirku untuk menyampaikan pesannya.
Batasnya adalah hari ini.
Gu...
Malam tadi seram sekali.
Sudah kuperbaiki robekan di bajumu.
Tapi aku tidak ahli melakukannya.
Jahitannya sedikit...
...tidak rata...
Kau juga jadi target...
Antara kau dan Kapten Wu
Kapten Wu sangat membenciku.
Dia selalu menyalahkanku.
Aku tahu itu bukan Kapten Wu.
Jangan khawatir...
Aku tidak akan menghianatimu.
Ini, dipakai dulu.
Kapan kau mengetahuinya?
Barusan.
Itu cuma tebakan.
Tn. Six.
Ah, Ketua Kapten.
Lama tak jumpa!
Kau kenal Tn. Six... bangga dengan pekerjaannya.
Belum terlambat untuk mengaku.
Terkutuklah kau beserta leluhurmu!
Aku akan kembali...
Dan akan membunuhmu di kehidupanku selanjutnya!
Kami bukan orang asing, Kapten.
Kau selalu baik padaku.
Jadi aku bisa...santai...
Sekarang santai...
Tarik napas dalam-dalam.
Santai, kapten...
Beritahu aku,
di mana Magnum?
Yang ini bagus untuk ginjal!
Jadi kekasihku salah satu dari kalian?
Kau mengirim Liu untukkmu?
Selama ini kau memanfaatkanku.
Kenapa aku?
Pangkatku rendah. Tidak punya cukup akses, kami harap kau bisa bergabung dengan kami.
Ini di luar jangkauanku.
Tapi kenyataannya?
Aku selalu menganggapmu sebagai saudari.
Saudari?
Jika mereka mendengar pembicaraan ini,
kau pikir aku bisa keluar hidup-hidup?
Mereka baru saja mendapatkan Liu.
Kau dengar? Huh?
Mau ke mana kau?
Menjebloskanmu.
Aku akan menjebloskanmu!
Hebat sekali...
Mati di tanganmu...
adalah yang terbaik yang bisa kuharap.
Kau monster!
Aku cuma melakukan pekerjaanku.
Aku tidak menyangka akan sejauh ini.
Magnum... Di mana Magnum?
Di...sini.
Kau berhasil.
Mereka pikir Kapten Wu adalah si Phantom.
Akulah yang mengirim informasi palsu.
Sekarang aku harus menyampaikan pesan kepada rekanku.
Cuma ada satu jalan, jebloskan aku.
Aku tidak akan melakukannya!
Apa yang kau pikirkan?
Bagaimana mungkin sebuah pesan lebih berharga dari nyawamu sendiri? Huh?
Nyawamu? Huh?
Aku tidak peduli...
Apapun yang orang lakukan terhadap hidupnya.
Aku mau kau tetap hidup.
Untuk pertama kalinya aku bisa terbuka padamu...
Walaupun hanya untuk beberapa hari dan malam...
...berbicara padamu, hati ke hati.
Tapi tidak ada waktu lagi.
Kau mengerti? Tidak ada waktu lagi.
Kumohon.
Jebloskan aku.
Biasanya, cuma perlu 3 jarum
bagi orang biasa untuk mengakui rahasianya.
Kapten Ketua...
benar-benar orang yang hebat.
Apa ada cara lain...
Untuk membuatnya bicara?
Buka gerbangnya!
Biarkan aku masuk!
Aku menemukan ini di bawah bantal Opsir Gu.
Kapten Ketua!
Cepat!
Balikkan badannya.
Unfettered
Tak terkekang di alam liar.
Kukuasai,
Yin dan Yang.
Dan kukenal surga...
Tapi ketika negara membutuhkanku, aku berjuang.
Dasar bajingan.
Dan lagi Opsir Li menemukan sekotak rokok "Three Cannons" di bawah bantalmu.
Aneh sekali.
Aku berusaha, sungguh, untuk membantumu.
Tapi,
kita kehabisan waktu.
Itu bukan rokokku.
Naikkan dia!
Hentikan!
Dia tidak akan bicara
Apa kabarmu, Phantom-sensei.
Akhirnya kita bertemu.
Sudah berapa lama kau memata-matai Pusat Anti Pemberontakan?
Apa kau menerima perintah langsung dari Magnum?
Aku berjanji padamu...
Perlindung penuh jika kau mau bekerja sama.
Bukan hanya untukmu,
tapi juga keluargamu.
Aku bisa menjaminnya.
Jangan terbawa situasi, Takeda.
Ketika pertemuan pembahasan strategi. Kau menyerang atasanmu.
Kau akan dipulangkan ke Jepang.
Mungkin saja kau akan masuk ke pengadilan. Dengan posisimu, kau tidak bisa menjamin apapun.
Biar kujelaskan.
Ketika kukatakan aku bisa menjamin keselamatanmu dan keluargamu,
Aku juga berkata,
aku berada di posisi,
yang bisa menyakitimu...
...serta orang-orang yang kau sayangi.
Hello?
Kelihatannya ada sedikit penundaan,
dari yang direncanakan.
Nomor 6, South Bank.
Itu alamat orangtuamu, bukan?
Jangan bawa orangtuaku. Mereka tidak tahu apa-apa.
Telepon untukmu.
Ibu...
Sekarang,
pistol lain seperti ini sedang diarahkan ke kepala ibumu.
Keputusanmu.
Selamatkan nyawanya dan nyawamu.
Cukup!
Bilang pada ibunya Gu,
anaknya akan segera pulang.
Kau lihat.
Itu tidak terlalu sulit, kan?
Akulah si Phantom.
Aku menerima perintah langsung dari Magnum.
Kapten Wu tidak pernah melihat telegramnya. Aku mengarang untuk menjebaknya.
Kalau Letnan Bai, aku juga yang memalsukan...
Mari bicara tentang Magnum.
Sekarang di mana dia?
OK
Tapi tidak di depannya.
Aku tidak tau di mana dia.
Aku tidak pernah melihatnya.
Tapi kau pasti ada hubungan dengannya.
Papan pengumuman di depan kuil kota.
Apa dia sendiri yang memasang perintahnya?
Bagaimana menurutmu?
Kenapa tidak kau lakukan sendiri?
Kau membuang waktuku.
Maaf.
Tapi kenyataannya aku lebih mengenalmu...
...daripada Magnum.
Komandan, pak!
Di mana Takeda?
Aku harus menemuinya sekarang.
Apa lagi yang mau kau katakan?
Oh, banyak...
Tentang keluargamu... Pendidikanmu... Dan kelemahanmu...
Kakekmu menjadi Letnan Jendral setelah Restorasi Meiji.
Ayahmu juga menganggap dirinya sendiri...
... sebagai kolonel di angkatan laut.
Sungguh.
Kau mata-mata yang berbakat.
Di tengah perjalanan ketika perang Russo-Jepang,
Kakekmu bunuh diri di garis depan.
Tidak seorang militer pun yang pernah menaruh hormat padamu.
Dasar bajingan!
Jangan tembak!
Dia sengaja menyerah,
dan kita masuk dalam jebakannya.
Kau tidak berwenang untuk melakukan penyelidikan ini.
Jenderal Tsukeda menolak permintaanmu.
Operasi ini sepenuhnya ilegal!
Saat ini, apakah penting...
... jika aku berwenang atau tidak?
Tujuanku...
adalah menangkap Magnum,
dan membasmi organisasi terorisnya.
Aku tidak akan kembali ke Jepang dengan rasa malu.
Interogasi ini kau lakukan di bawah perintah militer palsu.
Dua perwira tewas di sini.
Beserta Ketua Kapten yang sedang sekarat.
Jika berita ini sampai keluar,
mereka akan menjebloskan kita ke pengadilan militer.
Kita perlu seseorang untuk jadi korban.
Bapak-bapak...
Ada yang perlu kubicarakan dengan Kol. Takeda.
Tinggalkan kami.
Ya, pak.
Dasar bajingan penghianat!
Dasar bajingan!
Takeda!
Kolonel Takeda!
Kau tau bahwa aku...
Aku selalu setia.
Dasar penghianat sialan!
Setidaknya Phantom tidak akan keluar.
Kita akan memakai rencana awal malam ini.
Pasang jebakan di Aula Bai Cao.
Jika kita bisa menangkap Magnum...
... kita masih punya kesempatan.
3 bulan kemudian.
Di mana tempat berlabuhmu yang terakhir?
Taiwan?
Saigon?
Bukan, bukan Saigon.
Kapal ini tidak pernah ke sana.
Apa gunanya membawa lebih banyak pasukan?
Perang ini akan berakhir lebih cepat dari yang kita duga.
Aku pulang sebagai kriminal.
Tapi aku lebih baik darimu, setidaknya aku akan pulang.
Aku datang untuk mempercepat kepulanganmu.
"Damai akhirnya"
Li Ningyu!
Ada yang datang mencarimu.
Kau mengerti bagaimana...
... rasanya pernah bekerja untuk rezim boneka selama perang,
Aku sungguh sangat beruntung...
... untuk memilikinya.
Laporan yang kau tulis sangat membantu, aku sangat berterima kasih padamu.
Liu yang malang.
Jepang akan menempatkannya di depan regu tembak.
Tapi 3 hari sebelum eksekusi,
Jepang menyerah/
Dia baik-baik saja,
namun dia tidak seperti dulu lagi.
Ngomong-ngomong, kau datang ke sini bukan untuk mendengar keluhanku.
Sebenarnya...
Aku datang ke sini menanyakan pakaian.
Pakaian?
Yang pernah Gu jahitkan untukmu.
Aku dan Gu...
Kami dari pemberontak.
Meski kami berdua menyamar di Pusat Anti Pemberontakan.
Dia tidak tahu siapa aku,
sampai malam ketika di balkon,
ketika kunyanyikan lagu "Kota Hampa"
Dia sadar bahwa aku salah satu rekannya.
Kami memakai lagu seperti kata sandi rahasia
untuk berhubungan ke sesama rekan...
Setiap kali kami dalam masalah.
Santai saja.
Aku kehilangan kesabaranku.
Aku ke sini untuk minta maaf.
Aku tidak perlu maafmu.
Tinggalkan aku!
- Apa yang kau lakukan? - Santai.
Akan kupanggil penjaga!
Berhenti! Apa yang kau lakukan?
Kau mengancamku?
Aku pemimpin mereka, apa yang akan mereka lakukan padaku?
Lepaskan aku!
- Santai. Mari duduk dan kita bicarakan. - Lepaskan aku!
Santai, kita berdua dari kampung yang sama.
- Aku tidak akan menyakitimu. - Lepaskan aku!
Lepaskan! Mundur!
Santai saja.
Aku tau kau salah satunya.
Tapi aku mohon,
sebagai sesama rekan, sembunyikan dirimu.
Biarkan aku yang berusaha,
menyampaikan pesannya.
Tapi akulah orang yang mengirim informasi palsu.
Aku harus bertanggung jawab.
Kau tidak akan tahan dengan siksaannya.
Kau tidak berhak mememerintahku, aku hanya menerima perintah dari Magnum.
Jadi kenapa Gu...
...selalu bertengkar denganmu?
Itu salah satu trik kami.
Jika kedua rekan berdekatan pada waktu yang sama,
kami bertengkar, saling menuduh, melakukan apapun untuk...
menjaga mereka dari semua orang.
Dengan itu, setidaknya salah satu dari kami bisa keluar.
Lepaskan aku!
Jika pesan tidak sampai malam ini, maka pemberontakan akan kacau.
Kau harus bertahan. Cari cara untuk menyampaikan pesannya.
Akulah MAGNUM. Dengan ini kuperintahkan kau untuk menjebloskanku.
Kau harus hidup. Aku punya rencana.
Kau menjatuhkan rokok ketika makan.
Apa yang kau bicarakan?
Ada pesan di rokok itu.
Apa kau gila?
Awalnya aku tidak mengerti apa yang dia coba lakukan.
Dari awal dia sudah memutuskan untuk mengorbankan nyawanya.
Untuk memastikan aku menerima pesannya,
lagu "Kota Hampa"
dengan nada dan intonasi yang sudah diubah,
akan menjadi alat untuk mengirimkan pesan penting.
Berita buruk.
Misi dibatalkan, Magnum.
Ketika Gu menyuruhmu menjebloskannya,
itu supaya aku bisa keluar.
Bagaimana jika kau tidak sadarkan diri ketika di rumah sakit?
Atau tidak ada seorangpun yang menerima pesanmu?
Semua ini akan sia-sia.
Faktanya...
Gu juga menjahit pesan "misi dibatalkan"...
...di pakainnya.
Sebagai jalan lain untuk menyampaikan pesannya.
Berita buruk, misi dibatalkan, Phantom
Tidak ada seorang pun yang akan keluar dengan selamat.
Jadi Gu...
memakai mayatnya untuk menyampaikan pesannya.
Dia juga mau aku menyampaikan...
...pesan yang dia tinggalkan untukmu.
Jahitan di bajumu.
Kau lebih banyak tahu dariku.
Semuanya kode morse.
Ini kesempatan terakhirku untuk menyampaikan pesannya.
Batasnya adalah hari ini.
Aku tidak takut mati,
namun takut jika orang-orang yang kusayangi tidak tahu untuk apa aku mati.
Aku meninggalkan pesan ini dengan harapan,
Li dan keluargaku bisa memaafkan keputusanku.
Aku meninggalkan pesan ini dengan harapan,
Li dan keluargaku bisa memaafkan keputusanku.
Tapi aku yakin...
Kau akan paham dengan tujuanku.
Kepada orang yang kusayang...
walau kematianku membawa penderitaan besar bagimu,
Jika orang-orang kita menghadapi penderitaan,
akan kulakukan apapun untuk menghentikannya.
Walaupun harus berkorban nyawa.
Apapun yang mereka lakukan pada ragaku,
Jiwaku tetap akan hidup bersamamu.
Apa yang tidak bisa dimengerti musuh adalah...
Phantom dan Magnum bukan melambangkan individual...
Mereka melambangkan persaudaraan.
Dan keyakinan daam perdamaian.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.