Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Jangan lihat, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
Tayangan ini merusak malam Hidupmu dan harimu
Setiap episode membuat lara
Jadi, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
Anak-anak Baudelaire mengapung di laut Terbawa jauh dari peta
Olaf tepat di belakang Dengan jamur dan perangkap
Kisah kita berakhir dalam tragedi Di beting pesisir
Kumohon, kumohon Jangan menonton, selamatkan diri
Jadi, jangan lihat
Jangan lihat
Semuanya mengerikan
Dan rasa tak enak akan datang
Tanyakan orang waras, "Perlu menonton?"
Mereka akan bilang
Jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
AKHIR
Jangan lihat, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
UNTUK BEATRICE –
AKU MEMUJA, KAU BINASA
DUNIA JADI MIMPI BURUK
Mau ke mana, Nona?
Ke Hotel Denounement.
Hotel Denounement terbakar bertahun-tahun lalu.
Tinggal tumpukan abu. Untuk apa ke sana?
Aku mencari seseorang.
Semoga kautemukan, Nona…
Baudelaire.
Mungkin kausadari dalam hidup…
lebih mudah terbiasa dengan kebahagiaan daripada keputusasaan.
Gelas root beer es krim ke-13, tak senikmat saat pertama kali
karena sudah terbiasa dengan rasa
campuran es krim vanili dan root beer.
Namun, ke-13 kali kautemukan seseorang membuntutimu,
rasa putus asamu makin besar dibanding saat pertama
karena kau bertahun-tahun buron dan sudah lelah.
EDISI TERAKHIR! DAILY PUNCTILIO DITUTUP KARENA BERITA PALSU.
Namaku Lemony Snicket.
Bertahun-tahun buron dan sudah lelah.
Dulu aku anggota organisasi rahasia,
bersama teman, saudara, dan kekasihku.
Sekarang mereka semua dan organisasi itu telah lenyap
dan kuhabiskan hari-hariku minum root beer es krim sendiri
sambil melacak kasus pilu dan becek anak-anak yatim Baudelaire.
Tapi sekarang kasus itu menguap.
Aku tak tahu ke mana anak-anak Baudelaire pergi
saat berlayar dari hotel terbakar bertahun-tahun lalu.
Juga tak tahu apa yang terjadi pada mereka sejak itu.
Yang kutahu dalam kisah ini,
tak ada akhir bahagia.
Dan terkait hal itu…
aku takut anak-anak yatim Baudelaire dan diriku sama-sama senasib.
Aku menang!
Kubakar habis Hotel Denouement,
kuhancurkan V.F.D. selamanya,
dan anak-anak yatim Baudelaire akhirnya kukuasai.
Akhirnya, harta mereka jadi milikku!
Terus saja bilang.
Pertama-tama aku akan beli mobil baru.
Yang punya mesin besar,
bisa kusetir lebih cepat daripada batas dan menabrak mobil lain tanpa diduga.
Anak-anak Yatim, arahkan menuju dealer mobil mewah terdekat!
Kita tak bisa bergerak. Angin mati dan kami terlalu lelah mendayung.
Malas bukan alasan.
Kalian antek terburuk yang kupunyai.
- Kami bukan antekmu! - Apa yang bisa dimakan di sini?
- Kacang? - Lancang sekali kau!
Kurasa kau lupa siapa kapten di sini.
Jika tak ikuti perintahku,
aku akan buka helm selam ini, dan kalian akan amat menyesal.
Kau juga. Jika Miselium Medusoid kaulepas, kita semua keracunan.
Kita sebiduk.
Kalian merasa cerdik.
Tapi sejak jadi anak yatim, kalian hanya mengeluh.
Sementara kau cuma mengeluh tak berguna,
aku menyusun rencana.
Kita tak perlu mengapung-apung di tengah lautan
di atas Carmelita Dua.
Karena aku…
akan mengubah namanya jadi Olaf!
Dari tabel pasang-surut di Queequeg, pasti aku bisa menyusun arah ke kota.
Bisa kubuatkan kompas navigasi, cuma perlu logam bermagnet dan titik poros.
Count Olaf diapakan?
Dorong.
Sunny, kita tak punya kompas navigasi, tapi punya kompas moral.
Kita tak bisa dorong dia ke laut.
Bahkan Count Olaf?
Selama dia ada, semua orang tak aman.
Itu hal yang buruk.
Bahkan kepada orang buruk.
Apa pilihan kita?
Nah…
Nah, nah, nah.
Tampaknya ombak berbalik arah dan badai bergemuruh.
Maksudku secara kiasan.
Maksudmu harfiah?
KEMUNGKINAN TEMPAT ANAK-ANAK BAUDELAIRE
KEDAI SODA
DI DASAR LAUT
Klaus?
Klaus!
- Sunny! - Kita sampai.
Kita tak apa, selamat dari badai.
Kurasa.
Di mana ini?
Di pantai pulau yang dikelilingi tembok karang.
Badai membawa kita ke sini.
- Tampaknya banyak yang terdampar di sini. - Olaf.
Kita tak perlu mendorongnya dari perahu.
- Menurutmu dia… - Baru kali ini dia begitu tenang.
Bawakan kopi, Anak-anak Yatim! Malamku amat berat.
Kita di beting. Tak ada kopi.
Jangan konyol, di sana ada mesin espresso, di sebelah gadis berjubah.
Orang terdampar!
Jangan takut. Aku Violet Baudelaire dan ini adikku, Klaus dan Sunny.
- Siapa namamu? - Friday.
- Namamu amat bagus. Kau juga terdampar? - Aku tinggal di pulau ini.
Aku menemukan pulau!
Kunamakan Olaf-Land.
Kau tak menemukannya. Sudah ada orang di sini.
Mereka akan memujaku sebagai raja.
Menunduklah padaku, Friday!
Tidak, terima kasih. Koloni kami bukan monarki.
Belum.
Bisa kauantar kami ke kolonimu?
- Temanmu juga ikut? - Dia bukan teman kami.
Ini anak buahku.
Bawa aku ke pemimpinmu.
Bisa kuantar ke fasilitator, tapi dia tak akan suka padamu.
Ini Hari Mengais Badai.
Setelah badai, kami kumpulkan barang yang terdampar dan membawanya ke Ishmael.
Ishmael?
Dia membantu memutuskan apa yang disimpan dan yang dibuang.
Dan apa yang kautemukan setelah badai, Alonso?
Sangkar burung.
Cukup besar, mungkin untuk elang.
Kita tak punya burung di pulau ini,
aku tak yakin kita perlu sangkar.
Kalau jadi kau, aku akan buang barang tak berguna itu.
Tapi aku tak memaksa.
Siapa lagi yang dapat barang temuan?
Kau sebut ini koloni? Ini cuma beberapa kempa!
Maksudmu kemah. Itu tenda.
Tak tahulah, mereka tampak santai.
- Aku dapat akordeon. - Aku dapat patung kecil monster laut.
Aku temukan orang terdampar!
Ini fasilitator kami, Ishmael.
Panggil saja, Ish.
Aku Violet Baudelaire dan ini adikku Klaus dan Sunny.
Dan dia ancaman buat semua di sini.
Kau!
Aku mengklaim pulau ini dan anak-anak ini
harus tunduk pada Count Olaf.
Turunlah dari singgasanaku.
Aku tak ingin.
Aku belum pernah dengar Count Olaf.
Siapa pun yang bukan pandir tua berjenggot di pulau tandus
tahu Count Olaf terkenal di berbagai kawasan teatrikal terkemuka.
Setelah kausebut itu,
aku ingat nama itu dari ulasan koran yang kandas.
Menyebutnya sebagai sok teatrikal.
- Bohong. - Tukang oceh membosankan.
- Fitnah. - Orang bodoh kebanyakan gaya
yang kejahatan terburuknya bukanlah salah satu dari
pembunuhan, pembakaran, dan dakwaan membahayakan anak,
tapi arogansi tak terkendali untuk akting padahal dia sama sekali tak mampu…
Penghinaan!
- Amat memalukan… - Kejam!
Dan beberapa puluh tahun terlalu tua.
Lihat ke sini!
Mungkin kau orang penting di pulau remeh ini,
tapi akulah yang memegang senapan harpun.
- Sekarang. - Sekarang?
Kau bisa menembakku.
- Bisa sekali. - Tapi tidak ke orang-orang ini.
Ayolah, apa yang bisa dilakukan sekelompok hippie dengan jubah?
- Antek, lakukan sesuatu! - Kau tak punya antek.
- Mereka meninggalkanmu. - Itu benar.
Bagaimana kalau kompromi?
Kauambil pulaunya, kubawa anak-anak itu, oke? Sepertinya tak bisa…
Alonso, bawakan sangkar burung.
Akhirnya, ada gunanya juga.
Monster macam apa memasukkan orang ke sangkar burung?
Kaulihat apa, Bocah Ingusan?
Karma.
Bawa dia ke tembok karang. Tak ada tempat untuk apel busuk di sini.
Apel busuk?
Tunggu! Baudelaire, jangan biarkan mereka membawaku!
Aku tahu rahasia tentang…
Mengapa tiga anak seperti kalian karam bersama orang seperti dia?
Ceritanya panjang.
Amat panjang.
Tiga musim.
Tapi belum selesai.
- Kami harus pulang. - Ada cara untuk pergi?
Tergantung cara mencarinya.
Tembok karang melindungi dari badai,
tapi berlayar melalui karang tajam,
itu hampir mustahil.
- Jadi kami terdampar. - Tak juga, begini…
setahun sekali, pasang naik cukup tinggi untuk meluncurkan perahu,
melalui titik terendah di tembok.
Disebut Hari Keputusan
dan kebetulan akan terjadi besok.
Kami punya cadik, lihat kano besar itu? Menunggu…
bagi siapa pun yang ingin pergi.
Tapi tak ada yang mau.
Itu kawanan domba kami. Juga dari kapal karam.
- Warnanya aneh. - Itu umum untuk flamingo.
Seperti flamingo, domba itu makan udang,
yang membuat bulunya berwarna koral yang unik.
Warna yang kaulihat di jubah dan tenda kami.
Semua bahagia.
Sepertinya enak.
Kalian pasti lelah setelah badai. Kami ambilkan pakaian.
Kau beruntung, Alonso membuat…
Ceviche!
Sajian Amerika Latin dari hewan laut mentah dengan jeruk dan rempah.
Biasanya, tapi di pulau ini tak ada jeruk atau rempah
jadi ini hanya ikan mentah.
Shishkebab?
Adikku tanya kenapa tak dimasak dengan api.
- Mintjelly? - Atau dombanya dimakan.
Maaf, dia mulai tertarik memasak.
Api salah satu hal paling berbahaya di dunia.
Kami setuju sepenuh hati.
Bagaimana bisa ada banyak orang di sini?
Aku naik kapal pesiar saat hamil Friday. Menabrak gunung es dan terdampar di sini.
- Aku terbawa badai. - Aku kena kecelakaan manatee.
Tak rindu hidup yang dulu?
Aku hampir tak ingat saat dulu. Kabur, seperti mimpi.
Semboyan kami di pulau ini:
"Lupakan masalahmu."
Mau minum?
Ini cordial dari fermentasi kelapa.
Aku tak suka rasanya. Harus kami minum?
Aku tak memaksa.
Tapi tak ada air tawar di sini.
Jika tak minum itu, kalian akan mati dehidrasi.
Ishmael…
Panggil aku Ish.
Apa kami di sini aman dari Count Olaf?
Dia bisa kabur dan mengambil senapan harpun, atau…
Lebih buruk lagi.
Jamur.
Tak perlu khawatir.
Kami kirim semua hal berbahaya ke sisi pulau yang lain.
Jadi, tak bisa mencelakai.
Dan sangkar Count Olaf kami taruh di tembok karang.
Dan besok, saat dibanjiri air pasang,
Count Olaf akan tenggelam.
Bukankah itu kejam?
Tergantung caramu melihat.
- Nyaman. - Meski jubah ini nyaman, tapi…
aku tak tega membiarkan Count Olaf tenggelam.
- Bukan kita pelakunya. - Kita juga tak mencegah.
Tanpa Count Olaf, kita aman pergi ke mana pun.
Kita sudah lama lari dan aku lelah.
Ishmael bilang lupakan masalahmu.
Mungkin ini saatnya.
Ceviche tanpa rasa bukan makanan paling enak.
Tapi kau belum hidup sampai merasakan makanan laut segar.
Pernah memikirkan sistem penyulingan air?
Air apa?
Sistem penyulingan air untuk memisahkan air laut jadi garam dan air.
Jadi, ada minuman selain cordial kelapa
dan garam untuk bumbu makanan.
Itu ide bagus.
Untuk pendampar terbaru, anak-anak yatim Baudelaire!
Untuk anak-anak Baudelaire!
Aku sarankan kita semua istirahat,
tidur nyenyak sebelum Hari Keputusan.
Aku merasa badai akan datang.
Di sini, badai datang tiba-tiba.
Violet, bisa bicara sebentar?
Jadi, kau punya ide membuat alat.
Sistem penyulingan air. Tak sulit. Bisa kubuat dari benda-benda karam.
Bagaimana jika lambung tak tahan air tawar setelah hanya minum cordial kelapa?
Bagaimana kalau kita jadi bertengkar soal apa yang diminum?
Maaf, apa aku salah?
Hidup orang-orang ini sulit sebelum menemukan pulau ini.
Mereka menetap di sini karena aman dan mereka memercayai aku menjaganya.
Itu cuma ide.
Ide menimbulkan ide lain,
membawa perdebatan, akhirnya perpecahan.
Kauingat apa yang menyebabkanmu terdampar di sini?
Jangan mengguncang perahu.
Artinya jangan menimbulkan masalah.
Ishmael masalahnya. Kita harus pergi.
Pergi ke mana?
Tak ada rumah menanti kita. Tak ada rumah di mana pun.
Jadi, di sini tanpa ada yang dibaca, dimasak, atau dibuat?
Tidak! Aku tak tahu.
Aku ingin mengingat lagi saat bersama ayah dan ibu, tapi kabur, seperti mimpi.
Ingatan memudar itu biasa.
Aku hampir tak ingat wajah mereka.
Lalu, kenapa mereka menyembunyikan rahasia dari kita?
Kejadian buruk pada kita itu salah mereka.
Salah mereka kita…
jadi anak yatim.
Saat makan malam, Ishmael menyebut anak-anak yatim Baudelaire.
Kita tak bilang orang tua kita tiada.
Ishmael sembunyikan sesuatu. Kita harus tahu.
Dia tak akan bilang.
Tapi kita tahu siapa yang mau.
Aku bilang, "Nah, nah, nah."
Aku tahu rasa ingin tahumu akan membawamu ke sini.
Kaubawakan daiquiri pisang?
Kami bawakan ceviche.
Ini cuma ikan mentah dingin!
Duri ikan? Kalian mau bunuh aku?
- Aku terkesan. - Kau mau cerita tentang Ishmael, bukan?
Kau tak sebodoh rupamu walaupun itu mustahil.
Awalnya tak kukenali dia, apalagi dengan jenggot.
Tapi dia mengenaliku.
Jadi, dia mengurungku di sini agar tak kuungkap rahasianya.
Rahasia apa?
Keluarkan aku, akan kukatakan.
Katakan, baru kami bebaskan.
Keluarkan dulu.
Katakan dulu.
- Keluarkan! - Ishmael akan menenggelamkanmu!
Jika tak bilang, kau akan mati!
Pasti aku akan mati!
Dunia memang begitu, Anak-anak Baudelaire!
Tiap orang punya rahasia dan rencana,
berusaha saling mengalahkan.
Lalu, mereka mati.
Ishmael mengurungku di sini.
Jika kaukeluarkan aku, bisa kukalahkan dia.
Lalu, kalian jadi antek-antekku.
Dan kita ambil perahu lalu kembali ke dunia ramai!
Kami tak mau jadi antekmu, tak ingin permainanmu.
- Ayo, dia membuang waktu kita. - Baiklah.
Pergilah.
Aku akan keluar sendiri. Pasti.
Dan aku akan kembali dengan samaran baru! Yang terbaik!
Mungkin aku terkurung, Baudelaire, tapi aku masih mampu.
Kaudengar?
Baudelaire?
Bisa minta selimut?
Ishmael?
Dia pergi.
- Meninggalkan sepatu. - Dan tapak kaki.
Sherlock.
Ide bagus, Sunny. Ayo selidiki.
Ishmael menyelinap saat dia pikir semua orang tidur.
Jadi, dia simpan rahasia bukan hanya pada kita, tapi pada seluruh koloni.
- Buntu. - Mungkin tidak.
Kupikir…
Jalur ini menuju sisi lain pulau ini.
Yang kata Ishmael tempat menaruh hal-hal berbahaya.
Semua ini pasti karam di tembok karang.
Kata Ishmael ini berbahaya dan ditaruh di sini.
Banyak yang bisa dibuat dengan semua ini.
Dan riset.
Dan masak. Benar, Sunny?
Sunny!
Sunny!
Rumah di dalam pohon.
Ada yang membuat sistem penyulingan air.
Perkedel.
Ada yang membaca buku.
"Seseorang dari masa lalu kelam terdampar.
Kuyakinkan mereka mengurungnya di sangkar sebelum mengenaliku.
Catatan: Mengapa aku tak dipanggil Ish?"
"Pendampar lain juga mengkhawatirkan.
Mereka muda, tapi aku tahu Baudelaire selalu mengguncang perahu."
Ada anotasi, "Lihat halaman 252."
- Seperti… - Tak mungkin.
Ya, Anak-anak Baudelaire.
Itu tulisan ibumu.
Mengapa tulisan ibuku di buku ini?
Karena orang tuamu pernah tinggal di pulau ini.
Orang tua kami di sini? Kau kenal?
Siapa kau?
Itu pertanyaan menarik.
Dulu aku kepala sekolah.
Ya, bertahun-tahun lalu.
Di sekolah bernama Sekolah Persiapan Prufrock.
Seperti biasa, sekolah adalah lembaga yang kekurangan dana.
Tapi tiap tahun, ada beberapa anak
dengan mata berbinar seperti kalian.
Anak-anak Snickets, Quagmire.
Count Olaf, orang tua kalian.
Saat bertemu anak seperti itu,
aku rekrut mereka ke organisasi rahasia.
Organisasiku.
Kau pendiri V.F.D.
Saat ada kebakaran, Pemadam Kebakaran Resmi bekerja.
Tapi api kiasan juga perlu dipadamkan.
Dan muridku tertarik pada banyak hal.
Sastra, sains, musik, teater,
perilaku hewan, seni kuliner.
Kupikir, apa jadinya sekelompok anak muda yang penuh ingin tahu bersatu
untuk melawan ketidakpedulian dan ketidakadilan di dunia?
Kita bisa membuat dunia lebih tenang dan aman.
Untuk beberapa saat bisa dilakukan. Tapi akhirnya musnah.
- Perpecahan. - Ya.
Kau bisa mencoba melawan masalah di dunia,
tapi masalah itu seperti air pasang.
Selalu datang lagi.
Saat perpecahan, aku tinggalkan ciptaanku dan berlayar ke sini,
hidup dalam pengasingan.
Lalu, orang tua kalian juga ke sini.
Mereka ingin berkeluarga di tempat aman.
Mereka bangun rumah ini,
menulis di buku itu, memasak makanan lezat, dan…
mereka membuat alat paling luar biasa.
Lalu, suatu hari…
mereka pergi.
Aku mencoba mencegah.
Kukatakan banyak hal buruk sudah menunggu di dunia.
Saat Daily Punctilio terhanyut dan aku baca tentang kebakaran itu,
aku tahu hal-hal buruk pasti datang.
RUMAH BAUDELAIRE MUSNAH
Hampir Hari Keputusan dan kalian harus membuat keputusan.
Aku gagal dengan orang tua kalian.
Aku tak bisa melindungi mereka, tapi bisa melindungi anak-anaknya.
Minumlah cordial.
Dan berpikirlah.
Bagaimana menurutmu?
Kuharap ayah dan ibu di sini, bukan cuma tulisannya.
Berbeda antara ingatan tentang seseorang dan tulisan tangannya.
Tak seperti kata yang dibubuhkan tinta, ingatan lambat laun memudar.
Kau tak ingat dirimu saat masih bayi,
seperti aku tak ingat
seperti apa rasanya naik trem siang hari,
alih-alih lewat terowongan rahasia di tengah malam.
Tapi ingatan tertentu tak akan pudar
dan ingatan ini sering tentang orang yang pergi.
Kita membawa mereka,
seperti aku membawa tiap surat yang kudapat dari Beatrice.
Dia tak akan pernah lagi minum root beer es krim
atau pakai kostum kuda bersamaku lagi.
Halo?
Ada orang di sini?
Perhatian, Warga Koloni!
Sekarang Hari Keputusan lagi.
Ada yang ingin pergi dari pulau?
Keputusan bijak.
Aku nyatakan Hari Keputusan berakhir!
- Hari Keputusan belum selesai. - Kami putuskan pergi.
Baudelaire, kalian tampak gelisah.
Minumlah cordial.
Kami tak mau dan kalian jangan mau.
Kami baca di buku ini, itu minuman candu!
Tak masalah sedikit candu bagi kalian.
Ishmael mengontrol kalian!
Karena itu semua lupa hidup sebelum di pulau dan tak ada yang mau pergi!
Anak-anak Baudelaire bingung.
Jelas karena dehidrasi.
Kusarankan minum cordial.
Aku amat menyarankan sekali.
Orang terdampar!
Tampaknya dia terluka.
Dan hamil besar.
Kit.
- Kit! - Kit!
Ya?
Ya.
Ini aku, Kit Snicket.
Dan kau bisa lihat, aku hamil besar.
Bukan! Kau Count Olaf! Anak kecil saja tahu.
Aku terdampar dan mestinya disambut hadiah.
Kau penjahat yang dikurung di sangkar.
- Aku perlu obat dan anggur terbaik. - Itu dia Kit.
Jangan pedulikan wanita di rakit itu!
Kit!
Dia masih bernapas.
- Kenapa dia? - Aku tak tahu.
Aku balut mata kakinya, kautangani Count Olaf.
- Tak pernah kulihat banyak buku . - Aku tak pernah lihat buku.
Wanita berbahaya itu membawa buku ke koloni ini
untuk membawa masalah bagi kalian, penduduk pulau nan malang.
Kami tak akan tertipu!
- Ishmael. - Begini…
Sebagai orang yang sopan, aku tak berpraduga gender seseorang.
Tapi kau memanipulasi kesopananku.
Jadi, lepas samaran konyol itu!
Kau dulu, Ish.
Kau masih busuk, Olaf.
Ini saatnya kau bertanggung jawab atas tindakanmu.
Hanya jika kau bertanggung jawab atas tindakanmu.
Kau membuat pelajar berani…
jadi percaya bahwa buku, puisi, dan belajar akan membuatnya aman.
Ternyata tidak.
Setiap figur orang tua yang kupunyai mengecewakan atau mati.
Inilah akhirnya.
Hanya untukmu.
Aku tak tahu caramu keluar sangkar…
- Kucukil kunci dengan duri ikan. - Akan kumasukkan kau lagi.
Menurutku tidak.
Kau benar, Ish.
Satu harpun bukan ancaman bagi koloni.
Tapi bagaimana dengan helm selam berisi jamur paling mematikan di dunia?
Kau bukan bermaksud…
Benar!
Aku menemukan Miselium Medusoid.
Dan akan kulepaskan di pulau ini,
kecuali kauberi aku tiga anak yatim dan kano itu.
Mereka mungkin pemberontak, tapi tetap kulindungi.
Tak kuizinkan kaubawa mereka.
Bagaimana caramu mencegahku?
Dengan ini.
- Sunny? - Kit!
- Violet. - Kau terdampar di pulau.
- Kau tak apa-apa. - Kurasa kita masih jauh dari baik.
Aku lihat helm selam penuh jamur berbahaya juga terdampar. Kaulihat?
Kurasa aku tahu di mana. Sunny, temani Kit!
- Tidak! - Jangan tembak!
Kau mengharpun aku.
Kau yang mulai!
Kau memulainya secara harfiah.
Tak masalah siapa yang memulai! Spora itu adalah Miselium Medusoin!
Miselium Medusoid?
Tenggorokanku terasa aneh.
Ya. Perasaan aneh itu
adalah jamur beracun yang menginfeksi dengan spora mematikan.
- Mematikan? - Kita perlu lobak pedas!
- Hanya itu obatnya! - Atau wasabi.
Tak ada rempah di pulau ini!
Ini saat kemenangan terhebatku!
Akhirnya, aku punya segala yang aku…
Aku punya se…
Aku tak ingin mati.
Kita perlu lobak pedas atau penggantinya!
Aku tahu pabrik lobak pedas dekat Lousy Lane.
Kita bisa naik cadik ke sana dan selamat!
Tak cukup waktu!
Naik cadik!
- Semua mendorong. - Bagaimana jika gagal?
Atau jika berhasil, jamur tersebar ke seluruh dunia!
Kau membuat kesalahan buruk!
Mungkin.
Jadi pemimpin, mirip seperti orang tua. Kau mencoba menjaga anak-anakmu aman.
Tapi kau tak selalu tahu yang kaulakukan. Selamat tinggal, Anak-anak Baudelaire.
Selamat tinggal!
- Mereka tak akan berhasil. - Kita bisa lakukan sesuatu.
Selalu ada yang bisa kaulakukan.
Kau bisa mati.
Kau tak paham, Anak-anak Baudelaire?
Kau tak paham bahwa amat banyak hidup ini
hanya menunggu orang yang melukaimu
untuk akhirnya… mati?
Kit.
Baudelaire.
Kami gagal mencegah Count Olaf melepas Miselium Medusoid.
Kita belum gagal. Ceritakan, apa yang terjadi di hotel?
- Kau dapat mangkuk gula? - Kami juga gagal.
Katamu mangkuk gula bisa membantu kita. Apa isinya?
Gula.
- Gula? - Dari hibrida botani
V.F.D. mengembangkannya untuk menangkal Miselium Medusoid.
- Kupikir obatnya lobak pedas. - Lobak pedas menyembuhkan.
Hibrida mengimunisasi.
Anak-anak Baudelaire, aku gagal.
Kubilang akan kembali ke hotel.
Tapi kulihat isyarat S.O.S. dari rumah berpindah balon udara panas.
Duncan dan Isadora.
- Di mana mereka? - Mereka selamat?
Aku tak tahu.
Kapal selam diserang sebelum aku mencapai mereka.
Maafkan aku.
Kami minta maaf juga.
Kami membantu Count Olaf membakar hotel.
Kadang kau harus melawan api dengan api.
Jika api dilawan api, dunia akan musnah terbakar.
Dewey bilang begitu.
Katakan, Anak-anak Baudelaire.
Apa dia selamat?
Dewey tewas.
Bayiku tak akan pernah melihat ayahnya.
Bisa kurasakan jamur di tenggorokan.
Belum satu jam. Klaus, temani Kit.
Tidak. Anak-anak Baudelaire…
tetaplah bersama.
Bertahanlah, kami segera kembali.
- Aku merasa tak enak. - Hampir sampai.
Semoga ayah dan ibu masak dengan rempah.
Kita harus temukan lobak pedas atau pengganti kulinernya.
Wasabi, wormwood!
Lihat sesuatu?
Tak ada lobak pedas atau wasabi.
Jangan berakhir begini saat sudah begitu dekat.
- Kuharap ayah dan ibu bisa membantu. - Mungkin masih bisa.
Kalau ada obat lain, mungkin mereka tuliskan.
Tak ada indeks.
Tak ada daftar isi.
Tak cukup waktu membaca seluruh buku.
Ada cara lain mencari di buku tanpa membaca?
Kita bisa baca-kilas.
Baca-kilas tak sama dengan membaca,
sama seperti memutar cepat hiburan televisi
tak sama dengan menontonnya.
Tapi jika kau baca-kilas suatu naratif, muncul pandangan aneh atas kisah,
penuh ucapan membingungkan…
Untung aku bukan lipan!
Pengungkapan di luar konteks…
"Saat itu, Tn. Poe dikenal bernama panggung…"
Dan makin putus asa saat makin dekat dengan akhir.
Sunny menggigil. Dan aku sesak nafas.
Sedihnya…
- pencarianku tak memberi hasil. - Tunggu.
Tapi kadang saat baca-kilas,
kautemukan yang kaucari.
Ini tulisan tangan ibu.
"Apabila kejahatan di dunia luar mencapai pesisir kita,
kami mencipta ulang hibrida botani dalam umbi kanopi."
Hibrida botani. Kata Kit itulah isi mangkuk gula.
Aku tak tahu arti "umbi kanopi".
Ada jawaban, tapi tak tahu artinya.
Apel.
Sunny, apa katamu?
Dia bilang apel.
Umbi kanopi… akar di atas!
Apel dari pohon.
Obatnya ada di atas kepala kita!
Jangan mati di sini.
Orang tua kita memberi jawaban di sini tanpa sadar.
Mungkin terlambat.
Mungkin ini akhir kisah kita.
Aku pasti berhalusinasi karena jamur.
Itu seperti Ular Amat Mematikan.
Gigit.
Pahit.
Katanya gigitan pertama pada apel itu paling lezat.
Ini rasa terenak yang kurasakan.
Kau pasti sembuh. Kami menemukan penangkal racun.
- Gigitlah. - Tak bisa.
Harus. Kau sakit.
Tak bisa. Membahayakan bayiku.
Aku bisa rasakan dia akan lahir.
Pasang naik. Jika tak turun dari rakit, kau akan hanyut.
Aku tak bisa bergerak.
Aku tak sekuat kalian, Baudelaire. Aku…
kehilangan terlalu banyak orang.
Orang tuaku.
Saudaraku.
Dewey.
Bayimu perlu dirimu.
Harus kita bawa ke pantai.
Kita lemah kena racun.
- Dia tak pernah membantu kita. - Apa pilihan kita?
Kami cari bantuan.
Akhirnya kau berlutut di hadapan Raja Olaf-land.
Tak ada waktu untuk omong kosong. Kami perlu bantuan.
Perlu bantuanku?
Nah, nah, nah.
Kau suka apel itu?
Gigit apel ini. Racunnya akan hilang.
Aku tak ingin buah pahit itu!
Terlalu banyak kehilanganku untuk bertahan.
Orang tua, cinta sejatiku, antek-antekku,
harta berlimpah yang bukan hakku.
Kau harus bertahan.
Lakukan satu hal baik dalam hidupmu, Olaf.
Aku sudah melakukan banyak hal baik dalam hidupku.
Mengadopsi tiga anak yatim.
Kau yang membuat kami jadi anak yatim.
Itukah yang kaupikir?
- Kami tahu. - Kau tak tahu apa-apa.
Tolong. Kau harus membantu Kit.
Bayinya hampir lahir. Dia bisa mati!
Kit… bisa mati?
Berikan itu.
Tampaknya buruk sekali.
Aku pernah lebih buruk.
Halo, halo, halo.
Iiih.
Kau.
Kubilang akan kulakukan sekali lagi.
Kau jahat.
Kaupikir satu kebaikan akan membuatku memaafkan semua perbuatanmu?
Aku belum minta maaf.
Biarkan kulihat matamu.
Malam punya ribuan mata
dan siang hanya satu.
Namun, cahaya terang dunia mati dengan sekaratnya mentari.
Pikiran punya ribuan mata dan hati hanya satu.
Namun, cahaya seluruh kehidupan mati saat cinta berakhir.
Aku tak pernah melupakanmu.
Kau melukai banyak orang.
Ya.
Dan orang melukaiku.
Semuanya berakhir.
Apa yang biasa dikatakan kakakmu?
Manusia membuat sengsara manusia lain…
Makin dalam seperti beting pesisir.
Keluarlah secepat kau bisa…
Dan jangan punya anak.
Olaf?
Dia meninggal, Sunny.
Dia mati.
Aku yakin kau tahu "bersalin" adalah istilah untuk proses
saat wanita melahirkan.
Dan bukan kebetulan kalau prosesnya amat sulit.
Perempuan.
Siapa namanya?
Dinamakan seperti ibumu.
Aku selalu berharap bisa jadi ibu sebaik dia.
Kau pasti bisa.
Terlambat.
Apelnya tidak bekerja.
Bayiku jadi yatim piatu.
Berjanjilah, Anak-anak Baudelaire…
Berjanjilah dia tak sendirian.
Hei… tak apa.
Kit.
Tetaplah bersama kami.
Kit!
Tolong jangan pergi.
Kit!
Jangan tinggalkan kami.
Kemungkinan matamu tertutup saat lahir
jadi saat kau meninggalkan rahim ibu yang aman…
atau jika kau kuda laut, kantung telur ayahmu…
kau belum tahu siapa yang akan menampungmu saat hidupmu berawal,
saat kau masih lebih kecil, lebih lemah, dan lebih menuntut daripada sekarang.
Mungkin jika kita lihat ke hadapan
dan tampak kejahatan, kebodohan, dan kemalangan yang akan kita alami,
kita semua akan tetap bertahan dalam rahim
lalu tak akan ada orang di dunia,
tapi hanya ada banyak wanita hamil yang jengkel.
Bagaimanapun, kisah kita pasti diawali dari kegelapan,
dengan mata tertutup.
Dan semua kisah kita juga berakhir begitu
saat kita mengucap kata terakhir…
sebelum masuk kembali ke kegelapan…
dan keheningan.
Violet…
Kita harus bagaimana?
Kita merawatnya.
Bagaimana?
"Perpustakaan seperti pulau di lautan ketidaktahuan…"
"Khususnya jika perpustakaan itu tinggi dan wilayah sekitarnya banjir."
Ini buku warisan ayah dan ibu.
SEJARAH TAK LENGKAP
Kita bisa mulai dari awal.
Halaman satu.
"Kami memulai perjalanan baru.
Bertrand bersikeras kami mencatatnya di buku ini."
"Kami tahu tak ada buku yang bisa memuat semua kisah di dunia
walau bukunya panjang dan dunia seperti makin kecil."
"Tapi mungkin bertahun-tahun lagi, penjelajah lain akan menemukan buku ini
dan membaca tentang orang sebelum mereka…"
"Kisah-kisah yang ditinggalkan…"
"Dan seluruh rangkaian kejadian malang ini."
BAB 14
Bab Terakhir
UNTUK BEATRICE–
KITA SEPERTI PERAHU BERPAPASAN DI MALAM HARI…
KHUSUSNYA KAU.
Hari ini tembok karang akan banjir dan kami membuat keputusan.
Kami meninggalkan pulau dengan perahu buatan Bertrand dan dinamai namaku.
Kembali ke dunia pada saat anak pertama kami lahir.
Kami datang ke sini untuk membesarkan anak di tempat aman.
Kini kami sadar, tak bisa melindungi mereka selamanya.
BEATRICE
Jika bayinya perempuan, akan kami namai Violet.
Dan jika laki-laki…
Lemony.
Lemony?
- Mereka akan menamaiku Lemony. - Mengapa nama itu penting?
- Kita bertemu Lemony, 'kan? - Ayah, ibu tak cerita soal dia.
Ayah dan ibu tak pernah cerita banyak hal.
Kue!
Siap?
Satu, dua, tiga…
Selamat ulang tahun!
Ternyata sudah setahun.
Tempat aneh untuk perayaan ulang tahun pertama.
Bagaimana ulang tahunmu di kapal selam?
Atau ulang tahunmu di penjara?
Sudah setahun. Tembok karang akan banjir lagi besok.
Kita bisa pergi.
Mau ke mana?
Tak bisa di sini selamanya. Ayah, ibu tahu.
Kita akan temukan apa di sana?
Dunia ini rumit dan membingungkan.
Lebih banyak kisah
daripada yang bisa diungkap peneliti yang kesepian dan amat gigih.
Kisah tentang kakak beradik mulia
yang selamat dari kebakaran dan rajawali untuk akhirnya bersama lagi.
Atau dua kapten kapal selam
dalam misi menemukan ayah tiri yang hilang.
Aye! Ini Kapten Widdershins! Ada orang di sana?
Atau rombongan aktor menemukan pemenuhan pribadi dan artistik.
Paling tidak untuk semalam.
Bahkan ada ular pemberani
yang berenang amat jauh, membawa apel ke suatu cadik.
Walaupun masih ada hal yang tak diketahui.
Kita tak bisa naik perahu bernama Olaf.
Sepertinya, nama asli ada di bawahnya.
OLAF
BEATRICE
Betul. Itu namamu.
Itu juga nama ibu kami.
Sudah siap?
Jika menunggu siap, kita akan terus menunggu sampai mati.
Ayo, Beatrice.
Ayo pulang.
Kadang satu bab selesai,
tapi bukan berarti kisahnya habis.
Dan sejumlah kisah berlanjut,
bahkan setelah penuturnya berhenti bercerita.
Meskipun tampak aneh, aku masih berharap yang terbaik
walaupun yang terbaik, seperti sepotong surat,
amat jarang tiba.
Lalu, di kali ke-14 kau diikuti ke kamar motelmu,
mungkin itu bukan polisi atau sisa-sisa musuh. Itu…
mungkin saudara…
dengan…
undangan untuk berbagi kisah.
Dan root beer es krim
Tn. Snicket?
Aku kemenakanmu.
Beatrice Baudelaire…
Kedua.
Kau mau mendengar kisah keluarga kami?
Aku senang mendengarnya.
Kau tahu, Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire semua amat cerdas…
Mereka memesona dan cerdik, dan punya…
- wajah menyenangkan. - wajah menyenangkan.
Tinggal bersama orang tua di rumah besar di tengah kota ramai.
Kau tahu kisah itu?
Sebagian.
- Kau tahu yang tentang bajak laut? - Bajak laut?
Bajak laut Perempuan Finlandia. Itu sesudah kami berlayar dari pulau.
Sebelum kunjungan ketiga ke Pantai Briny.
Violet baru saja mengikat rambut membuat mekanisme kemudi.
Klaus mempelajari bagan pasang surut.
Sunny sibuk membuat salad kacang hitam dan mangga…
tiba-tiba bilang, "Menggigil kayuku!"
Upoaded by ichemicalwolf
Terjemahan subtitle oleh Wenwen Zi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.