Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Jangan lihat, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
Tayangan ini merusak malam Hidupmu dan harimu
Setiap episode membuat lara
Jadi, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
Anak-anak Baudelaire masuk ke hotel Untuk mengintai
Sekelompok orang buruk Yang membunuh sambil menguap
Tampaknya Count Olaf Akhirnya akan diadili
Tapi mengapa pemirsa berpikir Mereka harus percaya kami?
Jadi, jangan lihat
Jangan lihat
Semuanya mengerikan
Dan rasa tak enak akan datang
Tanyakan orang waras “Perlu menonton?”
Mereka akan bilang
Jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
BAHAYA BERLANJUT: BAGIAN DUA
Jangan lihat, jangan lihat
Jangan lihat, jangan lihat
Gula?
Tidak, terima kasih. Lebih enak teh pahit seperti apsintus
dan tajam seperti pedang dua mata.
Gula yang ini amat pahit.
Aku suka sekali opera.
Lemony? Sayang? Teh?
Dia tak dengar.
Saat Beatrice tampil, perhatian penuh untuknya.
Aku tak tidur! Ada terlewat? Bagus, mereka berhenti menyanyi.
Dan kau berhenti mendengkur.
Kau harus bawa mesin ketik ke mana pun?
Kritik drama baru untuk Daily Punctilio.
Kritik? Bah.
Orang teatrikal seperti kami harus dipuji, bukan dikritik.
Pasti kau tertarik, Olaf.
Teatrikal artinya berhubungan dengan teater,
juga bisa berarti orang yang terlalu melodramatis.
Adikku mendefinisikan kata lagi.
Semoga berubah nanti.
Oh, lihat, siapa yang muncul.
Terima kasih.
Sebagai kepala pemadam kebakaran resmi, aku ingin memakai masa istirahat ini
untuk sedikit bicara tentang keselamatan kebakaran, khususnya...
Memalukan sekali.
Sepertinya dia mulia.
Tubuh yang kuat, alis menyatu.
Ciri khas keluarga.
Mana Jacques? Aku kangen si bodoh dan kumisnya itu.
Dia menyopir taksi malam ini.
Beatrice!
Bagaimana tadi?
Kau berseri-seri.
Senang sekali melihat kalian semua bersama.
Aku ingin mendedikasikan ini bagi istriku,
yang sedihnya, meninggal dalam kebakaran.
Dan bagi putraku, yang turut menonton malam ini.
Aku cinta kau, Olaf.
Jaga keselamatan dan selamat malam.
Dan sekarang, kembali ke tragedi yang kalian tonton.
Masa lalu membayangi masa kini,
seperti hantu membuat angker gedung opera.
Melayang seperti gagak pembunuh di atas hotel.
Jangan tembak sampai lihat mangkuk gula.
Aku bisa tembak burung hitam terbang di malam gelap.
Masa lalu bisa memukul seperti batu.
Dan dapat merekatmu seperti perekat lalat.
Bisa membuatmu berputar seperti celana basah.
Dan itu bisa mengubahmu,
seperti dua menit ke depan mengubah hidupku…
selamanya.
Namaku Lemony Snicket.
- Namamu Lemony? - Snicket.
Kau mirip ibumu.
Maaf, apa kami mengenalmu?
Manajer ditembak sampai jatuh ke kolam.
Aku lihat saat mengamati burung.
Para portir menembak manajer!
Aku lihat saat menyetrika ikat pinggang!
Kami tak lakukan apa pun. Itu kecelakaan.
- Mereka tak tahu. - Lalu bagaimana?
Kau bisa naik taksiku.
Maaf?
Kadang dalam situasi berbahaya,
seperti di tempat umum dan dituduh membunuh walau tak kulakukan,
ternyata berguna untuk cepat kabur naik taksi.
- Mana Kit? Dia janji mau ketemu. - Aku adiknya. Diminta membantumu.
Aku cuma bisa bantu jika kau naik taksi.
Anak-anak Baudelaire!
Kudengar ada masalah, jadi kutemukan polisi ramah ini.
Ayo pergi sebelum polisi sampai sini.
Mereka tak tampak ramah dan aku buron.
Kami juga. Violet, mungkin pergi bukan ide buruk.
Jika pergi, hilang peluang memenjarakan Count Olaf.
Kita tak bisa lari terus.
Tak sulit. Hanya perlu menghindari petugas,
memalsukan kematian di koran kacangan,
dan sehari-hari bersembunyi dalam berbagai motel anonim,
dan dapat ditukar.
- Hidup yang sepi. - Memang.
Tapi aman.
Aku janji.
Anak-anak Baudelaire, apa semuanya baik-baik saja?
Aku dengar ada masalah dengan senapan harpun
dan salah satu manajer?
- Itu kecelakaan. - Itu Count Olaf.
Tak lama lagi kau tak perlu khawatir soal dia.
Ayo ikut aku. Kau akan aman. Aku janji.
Kami harus pamit pada orang yang bawa taksi.
Sudah pergi.
Kurasa dia tak bisa tinggal.
Ayo.
Itu dia, Anak-anak Baudelaire!
Setelah kau tembak manajer, aku masuk dan menemui manajer.
Tunggu, ini tak benar.
Percayalah, itu benar.
Itu anak-anak yang kulihat dari jendela!
Aku kenali dari koran!
Mereka membunuh orang bernama Count Olaf di suatu desa!
Aku kenali dari desaku,
tempat mereka membunuh Count Olaf!
Jangan buru-buru menilai, saudara-saudara!
Ada hal buruk yang terjadi di sini, tapi kita tak punya semua faktanya.
Kembalilah ke kamar.
Sidang Count Olaf akan dimulai besok pagi.
Kupikir Count Olaf sudah mati.
Jangan percaya yang kaubaca di Daily Punctilio.
Aku tak tahu siapa penulis omong kosong itu!
Istrimu?
Katanya sidang hari Kamis. Dua hari lagi.
Bagaimana relawan yang belum datang?
Relawan mulia datang lebih awal.
Kalau Kit Snicket?
Maaf, anak-anak. Aku juga ingin tunggu dia,
tapi sayangnya keadaan lebih buruk dari tampaknya.
Sidang akan diadakan di lobi hotel ini.
Bukankah sidang biasanya di pengadilan?
Biasanya, tapi lebih mudah mendatangkan orang ke hotel bintang lima.
Maaf, Yang Mulia, aku menangkap Count Olaf bersembunyi di semak.
Terima kasih, Frank.
Tapi ini bukan Frank. Ini Ernest.
- Sebenarnya, aku Frank. - Sial!
- Olaf. - Ternyata si tetangga usil.
Aku harap kauambilkan suratku.
Kau tak akan menerima surat untuk amat lama,
kecuali alamatmu diganti jadi "penjara."
- Untuk apa ganti alamat? - Karena kau akan jadi narapidana.
Kurung dia sampai sidang!
Ya, kurung aku!
Orang jahat tak boleh berkeliaran di hotel.
Mungkin ada orang baik dan mulia di sini.
Di sini ada orang baik dan mulia.
V.F.D. ada di sini dan mereka pastikan kau dihukum.
Ternyata teman barumu tak memberi tahu.
Apa maksudnya?
Kaupikir V.F.D. mulia?
Pikir lagi.
Relawan sok baik tak pernah bilang apa isi mangkuk gula,
mengapa itu penting, atau bagaimana dicurinya.
Tapi aku bisa.
Banyak rahasia yang bisa kuceritakan…
Tentang V.F.D., tentang orang tuamu.
Kau pikir kau tahu kisah ini, tapi kau tak tahu dari mana awalnya.
Kami akan cari kebenaran.
Tak bisa, jika aku dipenjara.
Aku kesempatan terakhirmu untuk tahu yang terjadi.
Aku bisa katakan hal yang tak bisa kauketahui sendiri.
Lebih baik kau dipenjara.
Pilihanmu.
- Ayo, Bung. - Frank, maaf soal saudaramu.
Aku tak lihat masalahnya. Kalian masih ada dua.
Terakhir.
Apa Pengadilan Tinggi dapat menangani Count Olaf?
Aku tak salahkan jika kalian ragu, Anak-anak,
Count Olaf membodohiku sekali dan tak akan kumaafkan diriku.
Tapi ada dua hakim lain di Pengadilan Tinggi
dan aku kenal mereka bertahun-tahun.
Dan mereka selalu prihatin setiap kali aku melaporkan kasusmu.
Kuharap kau bisa memaafkan aku, Anak-anak dan percaya padaku.
Tapi jika tidak,
kau bisa percaya hukum.
Dia mengunci pintu.
Mungkin kita layak dikurung.
Dewey orang baik dan dia mati karena kita.
Dia mati karena Count Olaf.
Dan besok kita bisa bantu agar dia dipenjara selamanya.
Dia pernah membodohi orang.
Apa dia tak membodohi Pengadilan Tinggi?
Kita harus bersiap untuk segala tipuannya.
- Kau sudah baca tentang sidang? - Tak banyak.
Ini Kamar 342.
Di perpustakaan, 342 adalah untuk Hukum Pidana.
Maka…
Hukum Pidana
Sudah hampir pagi dan ada banyak hukum.
- Bacalah cepat. - Kata ibu, hukum seperti sosis.
Kalau tahu cara bikinnya, seleramu buyar.
Sunny, bagaimana cara bikin sosis?
Jangan tanya.
Masukkan daging dan tulangnya. Nanti akan digiling.
Aku pikir kita akan dapat mangkuk gula dan pesta teh,
tapi kita menggiling potongan hewan.
Sabar, Sayang.
Ibu bilang, balas dendam seperti membuat sosis.
Kalau kaulakukan dengan tepat, bisa merusak sarapan.
Hidup kita, sudah sempurna
sampai Count Olaf dan Baudelaire datang.
Tak ada yang putus dari Esmé Squalor dan lolos.
Jadi, apa yang akan kita lakukan?
Biarkan mereka makan gagak.
HOTEL DENOUEMENT
Tidak pas jika ke pengadilan pakai samaran.
Lihat.
Catatan dari Justice Strauss.
"Kuharap pas. Kalian tambah besar."
Tak cuma tambah besar, kita berubah.
Baudelaire, mengapa belum ganti? Sidang mulai.
Justice Strauss memintaku mengawal
- dan memberi penutup mata. - Penutup mata?
Semua orang pakai penutup mata di sidang Pengadilan Tinggi.
Tahu ujaran "Keadilan itu buta?"
Ya, tapi artinya keadilan harus seimbang dan tanpa prasangka.
Pengadilan Tinggi meminta kita mengartikan secara harfiah
jadi tiap orang harus menutup mata sebelum mulai sidang.
Scalia
Menurut adikku, arti harfiah itu tak masuk akal.
Penafsiran hukum bisa membingungkan,
seperti menafsirkan sosis.
Kutunggu di lorong.
Lantai empat, pasokan makanan. Yang cepat.
- Halo, Esmé. - Kita kenal? Sepertinya sudah.
Ini aku. Jerome.
Suamimu?
Oh, Jerome itu!
Aku lupa namamu. Dan wajahmu.
Kau datang sidang?
Aku datang untuk keadilan, kau tak akan mengerti.
Sayang, adil itu kuno, tak adil itu "kekinian".
- Karena itu disebut tak adil. - Lalu, untuk apa ke sini?
Membuat pengendus kue dihukum.
Putriku. Menawan bukan?
Senang tukar kabar.
Lift bodoh.
Pasang ini.
Tak bisa lihat.
Di mana aku?
Tak bisa lihat.
Bagus.
Kami siap.
Bagus! Aku juga pakai penutup mata
jadi kalian harus meraba untuk menemukanku.
Baik, ayo.
Seperti orang buta menuntun orang buta, ujaran yang kubuat sendiri.
"Orang buta menuntun orang buta" sudah jadi ujaran.
Artinya orang yang memimpin tak lebih tahu dari yang dipimpin.
Itu kurang relevan. Lift lewat sin!
Oh, maaf.
Bu, permisi.
Aku harus bilang, Anak-anak... maaf…
aku ragu soal Count Olaf sejak pertama kuserahkan kalian.
Dan hari ini dunia akan melihat kebenaran.
Sulit melihat apa pun dengan penutup mata.
Patung ular yang bagus.
Pasti lift lewat sini.
Aduh sakit.
Perhatian, Semuanya!
Sidang akan mulai.
Jika masih berdiri, tolong duduk.
Bagaimana tahu kursinya? Kita tak bisa lihat.
Bergeser ke kiri.
Maaf, kiriku.
Sedikit lagi.
Tidak sejauh itu.
Dia menakutkan.
Mata kecil bercahaya. Senyum haus darah.
Ya, aku juga terperangkap di lift dengan Esmé Squalor.
Esmé? Aku bicara tentang gadis kecil buruk itu!
Salah kursi, Pengendus Kue!
Itu dia.
Ingat, kalau ada yang mengintip,
mereka akan dituduh menghina pengadilan.
Semua sudah duduk?
- Itu… Klaus. - Bagus.
Kau bisa lepas penutup mata.
- Tapi baru kami pakai. - Jangan konyol, Klaus.
Keadilan mungkin buta,
tapi Pengadilan Tinggi menetapkan bukti harus dilihat baru dipercaya.
Pasang kembali penutup mata saat putusan.
Itu tak masuk akal.
Baudelaire, kautemukan pakaian yang aku taruh.
Ukurannya pas, terima kasih.
Aku tak sabar melihat Count Olaf dihukum.
Dia menerobos sekolah dan tak hadir dalam resital biolaku!
Dia orang buruk yang berutang banyak permen.
Tak seperti Pelatih Genghis yang baik.
Aku bersekolah di Prufrock. Salam buat kepala sekolah.
"Salam buat kepala sekolah."
Wakil kepala sekolah lebih penting!
Lagi pula, dia sudah lama menghilang.
Tak ada yang melihatnya bertahun-tahun.
Kuharap kepala Count Olaf dipenggal!
Semua berdiri untuk hakim Pengadilan Tinggi,
aku dan rekanku terhormat.
Kenapa tinggi sekali?
Pengadilan Tinggi menetapkan mengartikan nama secara harfiah.
Silakan duduk.
Bawa masuk Count Olaf!
Tolong, tunda tepuk tangannya!
Jangan tepuk tangan! Ini ruang sidang, bukan teater!
Tapi kupikir ini hotel.
Hotel sedang akting jadi ruang sidang.
Terima kasih atas upaya banyak pihak dan seorang bankir,
aku menyusun berkas menyeluruh untuk kasus Baudelaire.
Aku mengajukan ke pengadilan…
Sejarah Lengkap Ketidakadilan
atau Nafsu Menjijikkan Mengejar Harta.
Olaf.
Aku yang buat judul.
Sayangnya, aku juga mengajukan senapan harpun ini,
yang digunakan membunuh seorang manajer hotel malam tadi.
Tapi kita bahas nanti.
Hakim akan mendengar kasus ini
dan yang berwajib menjaga di luar
untuk menangkap pihak bersalah yang ingin kabur.
Tentang pesta, setelah sidang,
semua aku undang pesta.
Terutama wanita kaya.
Aku juga ada pesta.
Pesta koktail dan pria modis dapat hadiah gratis.
Di pestaku ada musikal sekelas Broadway.
Di pestaku ada gadis menawan menari tap.
Ada kembang api di pestaku.
Di pestaku ada sosis!
Jaga ketertiban!
Kita membahas keadilan sosial, bukan pertemuan sosial.
Pikirkan lagi. Kurasa kau jarang diundang pesta.
Cukup.
Aku panggil saksi pertama.
Kalian, Anak-anak Baudelaire.
Harap sebutkan nama kalian.
Tentu kami sudah tahu, ini cuma prosedur standar.
- Violet Baudelaire. - Klaus Baudelaire.
Sunny Baudelaire.
Pekerjaan?
- Penemu. - Peneliti.
Koki.
Keberatan! Pekerjaan yang tepat adalah anak yatim
atau pewaris harta melimpah.
Keberatanmu dicatat, tapi aku ingatkan terdakwa agar bicara sesuai giliran.
- Bukan giliranku? - Ya.
Anak-anak Baudelaire, kalian sudah bepergian jauh
dan banyak menderita.
Tapi akhirnya kau aman di tengah teman, rekan,
teman sekolah, rekan kerja,
guru,
amat banyak tetangga, wartawan,
penonton teater,
penggemar mode,
dokter, perawat,
tamu karnaval,
pendaki gunung,
operator telegraf,
dan penyelam laut dalam.
Mereka telah mengamatimu sepanjang perjalanan
dan siap bicara atas namamu.
Tapi kesaksian terpenting adalah darimu.
Ayo, Anak-anak Baudelaire. Ceritakan kisahmu.
Kali ini, kami janji akan dengar.
Dimulai saat orang tua kami menyuruh membawa troli berderik ke Pantai Briny.
Hari itu mendung jadi kami sendiri di sana.
Kami menguji penemuan saat melihat ada sosok di kabut.
Itu Tn. Poe, dari bank.
Dia bilang…
Dia bilang orang tua kami meninggal dalam kebakaran.
Kami tinggal dengan Count Olaf.
- Dia menampar Klaus! - Berusaha menikahi Violet!
Meracuni Paman Monty!
Melempar Bibi Josephine ke lintah!
- Berkomplot dengan Esmé Squalor. - Dan Carmelita Spats.
Menculik kembar tiga Quagmire dari Sekolah Prufrock.
Membunuh Jacques Snicket di Village of Fowl Devotees.
Berusaha memenggal kepala Violet di Rumah Sakit Heimlich.
Dia… dia melempar…
Dia melempar pustakawan berani dan mulia kepada singa.
Ke mana pun kami pergi,
kami berusaha memberi tahu siapa dia dan tindakannya.
- Tapi tak didengar. - Tak ada yang mendengar.
- Mengerikan. - Kami kehilangan segalanya.
Kecuali kami sendiri.
Kami selamat karena kami yakin suatu hari kami temukan tempat aman.
Tempat orang mau mendengar.
Dan percaya.
Kami amat menderita, tapi akar penderitaan cuma satu orang.
Orang itu.
Count Olaf.
Dunia ini tak akan tenang atau aman sampai dia dikurung.
Dan semua orang baik berbicara di pengadilan.
Terima kasih.
Mereka amat berani!
Amat tertata!
Seperti diriku!
Kalau saja dari dulu kalian bilang.
Terima kasih, Anak-anak.
Kami bersyukur atas keberanianmu.
Kalian bisa kembali.
Aku ingin memanggil saksi lain,
tapi kesaksianmu amat meyakinkan jadi aku tak mau membuang sedetik pun.
Aku akan berunding dengan rekan hakim
dan jika mereka setuju,
kita bisa menyatakan peristiwa malang ini berakhir.
Amat melegakan.
Sidang bisa berlangsung berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.
Aku khawatir. Lihat Count Olaf.
Akan masuk penjara, kenapa amat tenang?
Mungkin cuma akting.
Kita tahu aktingnya jelek. Ada yang salah.
Tampaknya rekan hakim siap bersidang.
Jadi, tanpa menunda…
Violin solo tentang kecelakaan laut!
Tidak! Tolong, hentikan!
Kami akan undur dulu untuk membahas putusan.
Tenanglah, Anak-anak Baudelaire.
Buktinya cukup dengan kata-kata kalian.
- Yang Mulia, tunggu. - Klaus? Ada keberatan?
Klaus, apa yang kau lakukan?
Ucapan kita sudah cukup untuk meyakinkan hakim,
tapi dulu tak cukup untuk meyakinkan siapa pun
dan Count Olaf tahu itu.
Mereka harus dengar dari orang lain.
Orang yang tahu segala kejahatan Count Olaf
dan selalu ambil kesempatan bicara di muka umum.
Anak-anak, ada masalah?
Tidak, Yang Mulia. Kami ingin memanggil saksi sendiri.
Saksi memanggil saksi? Ini amat aneh.
Menurut kitab hukum yang kubaca,
saksi bisa menanyai saksi lain jika in loco advocatus.
Dalam peran pengacara.
Kulihat kau terus belajar hukum.
Tapi apa tak ingin kisah ini selesai selamanya?
Iya. Karena itu kami harus lakukan.
Silakan, Baudelaire.
Terima kasih, Yang Mulia. Kami memanggil Count Olaf bersaksi.
Silakan aplaus.
Siapa nama terdakwa?
Count Olaf.
Pekerjaan?
Impresario.
Bersumpah mengatakan kebenaran, seluruh kebenaran,
dan hanya kebenaran.
- Aku tak pernah bohong seumur hidup. - Itu bohong.
- Tak bisa kaubuktikan. - Itu tujuan sidang ini.
Aku selalu jujur soal keinginanku, Anak Yatim.
Kau, cacat atau mati, dan hartamu dalam tanganku yang jarang dicuci.
Itu lebih dari yang dapat dikatakan orang-orang ini.
Orang-orang ini membantu kami.
Membantumu?
Lihat saja.
Aku lihat bankir yang lebih peduli naik pangkat daripada tiga anak yatim.
Wakil Presiden Urusan Anak Yatim.
Aku lihat orang yang terlalu takut untuk melindungimu
dan wanita yang lebih mementingkan administrasi daripada nyawa.
Aku lihat wakil kepala sekolah yang amat senang mengizinkanku ke sekolah
selama aku gosok egonya.
Itu bohong! Dia hanya menggosok…
biola.
Aku lihat orang kaya yang hanya peduli karena kau "kekinian"
dan penduduk desa yang memungutmu hanya untuk mengerjakan tugas.
Aku lihat relawan dengan kode rumit dan rujukan sastra congkak
tak berguna melawan kejahatan nyata di dunia.
Dan memimpin ini semua,
hakim agung buta yang mengizinkanku menikahimu!
Mereka yang disebut orang baik
lebih banyak membantu rencanaku daripada para rekanku.
Mereka harus duduk di sini sekarang.
Bukan mereka. Kau.
Ya, tapi kau juga di sini, Baudelaire.
Katakan, di Gunung Fraught,
apa tindakan tercela yang kaulakukan untuk menyelamatkan adikmu?
Kami menahan Esmé…
Lebih keras, tolong, untuk sidang.
Kami menyandera Esmé Squalor.
Saat perlu mencapai kantor pusat V.F.D. di Pegunungan Mortmain,
kalian membantuku melakukan apa?
Membakar Karnaval Caligari. Tapi…
Ayo dengar dari saksi! Kau!
Siapa penyebab kecelakaan ngeri di Pabrik Kayu Lucky Smells?
Klaus Baudelaire, tapi…
Kau! Siapa mencuri kunci Hal dan masuk ke perpustakaan Rumah Sakit Heimlich?
Violet Baudelaire, tapi…
Kau dengan topi gagak!
Setelah anak-anak Baudelaire dituduh membunuh di Village of Fowl Devotees,
apa mereka menerima hukuman?
Bayi itu meloloskan mereka dari penjara!
Kau akan membakar kami di tonggak!
- Yah… - Aku tak perlu tanya padamu
siapa yang menembak Dewey Denouement.
Karena aku ada di sana.
Itu adalah Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire
di pinggir kolam dengan senapan harpun!
Baudelaire, itu benar?
Kuingatkan, kau di bawah sumpah.
Itu bukan seluruh kebenaran.
- Kau memanipulasi fakta! - Kau juga.
Kau bukan anak yatim polos. Kaugiring mereka berpikir begitu.
Kau berbohong.
Kau mencuri.
Kau mengabaikan orang.
Kau membakar.
Berkali-kali,
kau memakai kejahatan untuk bertahan, seperti orang lain.
Karena ini kebenaran sesungguhnya yang tak dikatakan siapa pun:
Tak ada orang mulia di dunia.
Orang tua kami.
Orang tuamu tak pernah cerita tentang malam di opera
dan kotak paser beracun.
Yang Mulia,
aku panggil Esmé Squalor bersaksi.
Nama.
Esmé Gigi Genevive Squalor.
- Pekerjaan. - Lajang.
Secara hukum, kita masih menikah.
Lajang dan menikmati.
Amat kaya. Luar biasa menarik.
Penasihat keuangan keempat terpenting di kota ini.
Penasihat keuangan terpenting keenam.
Keenam.
Kauuji kesabaranku.
- Mau sosis? - Kau sungguh menawan.
Ini pasti tak ada racunnya.
Tak ada pertanyaan lain.
Kau bisa menanyai saksi.
Bagaimana?
Tak ada pertanyaan membara?
Ada misteri bergejolak dalam otak sok cerdasmu?
Silakan. Itu akan menyenangkan.
Nona Squalor, sejak awal, kau terobsesi dengan mangkuk gula.
Kenapa?
Kupikir kau akan pernah tanyakan.
Kami di opera,
dan Beatrice bicara soal moralitas atau apalah,
Itu salah. Hal berharga tak boleh dipegang hanya satu orang.
Sayang, kau bisa percaya aku akan menjaganya tetap aman.
Aku kaya dan cantik.
Dengar, Esmé. Ada pengkhianat di V.F.D.
yang tak ingin memadamkan api.
Pria berjanggut tanpa rambut, wanita berambut tanpa janggut.
Mereka anggap semua masalah selesai dengan api.
Bagaimana kalau mereka menguasai penelitian Gregor Anwhistle?
Atau merekrut relawan
yang sesat dan rentan untuk bergabung?
Bisa terjadi perpecahan.
Kau ingin punya keluarga. Aku juga.
Kau tak ingin membesarkan anak di dunia yang lebih aman?
Mangkuk gula ini satu-satunya harapan. Bisa menyelamatkan nyawa.
Itu set perangkat minum tehku.
- Tinggal satu pilihan. - Itu jahat untuk dilakukan.
Untuk alasan mulia. Ada pilihan lain?
Ini, Esmé. Jangan lewatkan adegan penultimate.
Penultimate artinya "kedua terakhir".
Siapa menyanyi di tengah duel?
Ini opera.
Aku lebih suka hiburanku, tanpa lagu tak beralasan
walau mungkin nanti aku berubah pendapat.
Teh ini perlu ditambah gula.
Pencuri!
Apa itu paser beracun?
Senjata paling "kekinian" musim ini.
Satu pemujaku menyelundupkannya saat istirahat.
- Aku juga. - Kau tak akan melemparnya.
Bakat hebatmu selain membuat adibusana bertema capung
adalah kebaikan hati.
Ada apa?
Melempar paser? Lebih menarik daripada opera!
Kita semua teman. Ayo diskusi tenang dan rasional.
Teman tak mencuri mangkuk gula.
Semua tetap tenang.
Olaf?
Kau!
Cukup!
Sidang ini soal anak-anak Baudelaire, bukan kejadian misterius di masa lalu.
Kau ingin tahu kejadian selanjutnya?
Selanjutnya apa?
Itu lereng licin.
Pencurian menjadi pembunuhan, menimbulkan perpecahan,
menjadi dua pembatalan lamaran pernikahan,
dan serangkaian pembakaran.
Teman jadi musuh.
Anak-anak jadi yatim.
Dan itu semua karena…
Dia harus diperiksa.
Maaf.
Mungkin dari yang kumakan.
Tak mungkin sosis itu.
Gadis menawan itu bersumpah itu tak beracun.
- Carmelita. - Miselium Medusoid.
Ya.
Megap-megap dan meratap!
Tenggorokan gatal?
Itu rasanya balas dendamku yang gatal dan sensasional.
Seperti keadilan dan sosis, sudah dihidangkan tak terduga.
Esmé Squalor meracuni dengan jamur beracun
bernama Miselium Medusoid!
Satu butir spora mematikan! Obatnya lobak pedas!
Dari mana kau dapat Miselium?
Helm itu kusembunyikan, tak mungkin ditemukan.
Aku tak menemukan Miselium.
- Lalu mengapa semua orang batuk? - Mungkin merica.
Kau mau tunjukkan
kau bisa meracuni seluruh pengunjung sidang…
dan kau beri mereka sosis dengan merica berlebih?
Bukan sekadar sosis.
Dagingnya gelap dan alot
karena itu daging burung tergelap dan alot!
Kalian mempermalukanku jadi kalian kubuat makan gagak!
Kami makan gagak?
- Rasanya seperti ayam. - Ya.
Minumlah air.
Pengadilan akan menanganimu nanti. Duduklah.
Baudelaire, duduklah.
Kau, duduklah.
Sekarang, tak ada penyelaan, gangguan, atau rencana sampingan.
Count Olaf, apa ada hal lain yang ingin kaukatakan pada pengadilan?
Tidak dalam bentuk lagu.
- Aku tak bersalah. - Baiklah.
Aku luar biasa tak bersalah
sehingga kata “tak bersalah” harus ditulis di wajahku.
“T” berarti “Aku tak bersalah.”
Huruf “a” berarti “tak ada yang salah.” Itu yang kulakukan.
Huruf “q” berarti…
- Bukan itu ejaan “tak bersalah.” - Ejaan tak berpengaruh.
Ejaan berpengaruh.
Maka, tak bersalah seharusnya dieja O-L-A-F
karena itulah pengakuanku.
Ma…
Maaf, Anak-anak Baudelaire, tapi…
rekan hakimku ingin tahu pengakuanmu.
Tapi bukan kami yang diadili.
Ini mengadili Count Olaf.
Aku juga tak suka,
tapi setelah ada bukti baru, aku tak punya pilihan.
Bagaimana pengakuanmu, Baudelaire?
Kami tak bersalah.
Kau yakin itu? Setelah semua yang kita dengar?
Kami tak bersalah…
agaknya.
Para hakim akan berkumpul untuk membuat putusan.
Baudelaire, silakan duduk.
Semuanya, pakai kembali penutup mata.
Kalian juga, Baudelaire.
Aku tak mau pakai penutup mata.
Kita harus pakai penutup mata jika ingin dapat keadilan.
Jika pakai penutup, kita tak bisa lihat.
Kau tak perlu melakukannya. Aku bantu.
Jangan.
Stop, aku bisa…
- Tidak! - Justice Strauss?
Justice Strauss sedang tak bisa menjawab. Dia amat konsentrasi pada kasus.
Justice Strauss tidak apa-apa.
Suara itu karena dia menikmati gula-gula air garam yang lezat.
- Aku kenal suaranya. - Harus dilihat.
Kita akan menghina pengadilan.
- Mungkin pengadilan ini layak dihina. - Intip.
Anak-anak Baudelaire melepas penutup mata!
Mereka menghina pengadilan.
Pasti! Pengadilan ini tak berguna dan tak terhormat.
Dua hakim kerja sama dengan Count Olaf!
Konyol. Justice Strauss bisa katakan kami sudah bersamanya bertahun-tahun.
Tapi tak bisa bilang sekarang karena dia sudah bersumpah untuk diam.
Justice Strauss, para hakim itu…
Buka penutup mata kalian! Count Olaf menculik Justice Strauss!
Mereka pembohong! Itu kebenaran!
Aku percaya pada mereka! Mereka mengalami kejahatan sebelumnya!
Aku tidak! Mereka hanya bikin masalah.
- Perkataan mereka benar. - Mereka bohong.
Mereka pembunuh.
Mereka pengendus kue.
Mereka berani, seperti ibunya.
Mereka anak yatim, seperti ayahnya.
- Mereka bersalah. - Tak bersalah.
Mereka terhipnotis.
Mereka fans berat Herman Melville.
Mereka yang melepas penutup mata akan ditahan oleh yang berwajib.
- Kau tak bisa percaya yang berwajib. - Mereka kabur!
Anak-anak Baudelaire lari ke lift. Tangkap.
Mau turun?
Kami pergi ke mana pun kau pergi.
Aku ke kamar cuci.
Aku mau mengambil mangkuk gula.
Lalu, akan naik ke atap mengambil Miselium Medusoid.
Lalu, turun ke lobi meracuni semua orang.
Lalu, kembali ke atap, kabur dari yang berwajib.
Banyak naik dan turun, tapi begitulah hidup.
Kau tak bisa ambil mangkuk gula tanpa kode.
Pasti bisa. Hotel ini mirip perpustakaan.
Dan segala hal di perpustakaan bisa dicari jika punya satu hal.
- Katalog? - Sandera.
Aku temukan petunjuk kode pada pelayan yang aku rebus.
Dan aku yakin jawabannya ada di buku hitam ini.
- Katakan atau makan harpun! - Tidak!
Anak-anak, bantu aku meringkus penjahat ini
dan membawanya ke lobi jadi keadilan bisa ditegakkan!
Hakim lain itu rekannya. Dia tak akan masuk penjara.
Aku sudah kenal tahunan!
Dan mereka amat tertarik setiap kali aku menyebut kalian.
Tentu saja, Bodoh! Mereka di sisiku dalam perpecahan!
Sidang ini sudah diatur sejak awal.
Aku mengecewakan kalian lagi, Anak-anak Baudelaire.
Kau akan mengecewakanku jika tak membantuku membuka kunci.
Petunjuk pertama adalah kondisi kesehatan yang dimiliki semua anak Baudelaire.
Apa?
- Kami alergi pepermin. - Klaus, apa yang kaulakukan?
Semua orang mulia kecewakan kami. Untuk apa melindungi mangkuk gula?
PEPERMIN
Minggir! Aku tahu jawaban pertanyaan selanjutnya.
P-O-Y…
Huruf itu tak jadi apa pun.
- Ejaan tak berpengaruh. - Iya.
- Katakan jawabannya, aku ketik. - Baik.
Kata kedua adalah senjata yang membuatku jadi yatim.
Saat malam di opera.
Paser beracun.
Ya.
Ketikkan!
PASER BERACUN
Mangkuk gula sudah dekat. Bisa kurasakan.
Petunjuk ketiga adalah pertanyaan tak terduga yang terkenal
di novel ternama karya Richard Wright.
Ini pertanyaan menarik.
Tak ada yang peduli!
Ketikkan!
Klaus, kenapa kaulakukan ini?
Karena…
Mangkuk gula tak ada di kamar cuci.
Pasti ada.
Aku lihat gagak ditembak dan mangkuk gula jatuh ke saluran.
Saluran tak menuju kamar cuci.
Dewey benar, kunci itu tipuan.
Lalu, di mana?
Hilang bersama Dewey Denouement.
Maka, bukan hanya dia relawan yang mati hari ini.
Jika tak kudapat yang kuinginkan, tak ada yang boleh dapat.
Akan kulepas Miselium Medusoid dan bunuh semua orang di hotel ini!
Para relawan berpikir aku tak cukup mulia. Aku akan tunjukkan.
Para hakim berpikir aku tak cukup jahat. Aku tunjukkan juga.
Aku akan balas dendam ke semua orang
dan relawan maupun penjahat akan hancur menderita!
- Kau akan mati bersama mereka. - Tidak.
Aku akan dorong Carmelita Dua dari atap dan berlayar.
Perahu tak bisa diluncurkan dari gedung sepuluh lantai.
Hancur karena gravitasi!
Maka, gravitasi juga akan kujadikan musuh.
- Akan kuturunkan perahu dari atap. - Violet, jangan!
Violet, apa-apaan?
Count Olaf harus pergi agar orang lain selamat.
Ayo pergi!
Kini saat meracuni hotel ini.
Bakar hotel.
Apa kata berandal kecil itu?
- Dia bilang, "Bakar hotelnya." - Sunny, jangan!
Anak terkecil itu mengikuti jejakku!
Aku pengasuh yang baik!
Kau pengasuh buruk! Sunny tak paham yang dia katakan.
Bakar hotelnya.
Aku terlalu sibuk merencanakan balas dendam sampai lupa hobiku.
Aku tinggal tuang cairan mudah terbakar ke kain-kain itu.
Sunny, orang tak berdosa akan celaka.
Lari!
Benar. Peringatan soal jamur belum tentu didengar.
Mereka tak mau dengar. Tapi jika ada api…
- mereka akan lari dari gedung. - Dan jadi aman.
Kau tak akan bisa lolos!
Aku punya semua bukti kejahatanmu di sini!
Terima kasih kayu bakarnya.
Saatnya melepas jamur mematikan.
Kuharap rencanamu betul, Baudelaire.
Apa-apaan, Baudelaire?
Jika berhenti tiap lantai, tak akan sampai tepat waktu untuk meracun semua orang.
Ini brilian! Jika berhenti tiap lantai, kita bisa ingatkan semua orang.
Dan selamatkan mereka.
Hanya yang percaya padamu.
Hotel terbakar!
Kebakaran? Olaf, akhirnya kau berpikir besar.
Tak ada kebakaran! Anak-anak Baudelaire menipumu.
Apa pun yang terjadi, tetap di tempat!
Kami tak bohong! Hirup bau asapnya.
Itu dari barbeku untuk pesta koktail.
Dasar Olaf. Bukan membakar, malah pesta.
Dan setelah susah payah kita jadi contoh buruk.
Ini kali terakhir kaukecewakan kami.
Pasti.
Kalian memalukan profesi hukum.
Kebakaran!
Klaus! Jangan tambahkan laporan palsu dalam daftar kejahatanmu.
Berikutnya dia akan bilang Count Olaf ada di sini.
Count Olaf ada di sini!
Ada kebakaran! Kalian harus pergi!
Ikuti aku. Aku bisa menemukan pintu keluar dengan mata ditutup.
Seperti orang buta menuntun orang buta.
Ikut aku, Pak.
- Kebakaran! - Kebakaran? Oh, tidak!
- Tangga ke sini! - Bukan, ke situ!
Aku tak suka berdebat. Kompromi saja dan berdiri di sini.
Esmé, Carmelita, hotel kebakaran. Kalian harus pergi.
Untuk apa mendengar pengendus kue?
Dia benar, kalian sama tak jujurnya seperti mantan pacarku.
Sumpah, ini kebakaran besar.
Dan, mangkuk gula pasti tidak ada di kamar cuci.
Dia bohong. Kita lewat tangga ke kamar cuci dan mengambilnya!
Akhirnya, mangkuk gula kembali padaku!
Bukan itu niatku, tapi paling tidak kita sudah bikin kebakaran.
Apinya tidak cepat membesar. Banyak orang bisa lolos.
Tapi juga tak lambat. Bagaimana jika ada yang tak lolos?
Aku simpan Miselium Medusoid untuk saat darurat.
Jika kita tak bertindak, Olaf akan racuni semua orang.
Apa pilihan kita?
Api melemahkan struktur bangunan. Kita harus pergi.
Klaus, bantu aku menarik ini.
Ikatkan ke kait dayung dengan Simpul Lidah Iblis
untuk parasut.
Anak-anak, memang tampaknya lari dari hukum
adalah jawaban, tapi tak akan membantu.
Saat seumurmu, aku jadi pencuri kuda sebelum…
Kita kehabisan waktu!
Klaus, Sunny, bantu ikat ini.
- Aku cuma berdiri dan mengawasi. - Kau dorong perahunya
- ke ujung atap atau kita mati. - Baiklah.
- Justice Strauss, ikutlah. - Tidak, ini tak benar.
Jangan lari dari tempat kejadian kejahatan.
Ikutlah aku dan kita jelaskan semua ke yang berwajib.
Mereka tak percaya.
Atau mereka musuh. Lihat Pengadilan Tinggi.
Itu bukan dalih untuk kabur!
Justice Strauss, hukum tak selalu adil. Tak selalu baik.
Mungkin.
Tapi aku tetap bisa memberi kalian rumah.
Aku bisa jaga kalian aman.
Sudah lama kalian kuikuti dan kalian selalu lepas dari jangkauan.
Tapi kini kau sudah kudapat.
Dan tak akan kulepas.
Maafkan kami.
Aku kaptennya.
Dan kubilang, menggigil kayuku!
Kebakaran parah.
Paling tidak relawan jadi tahu,
Tempat Aman Terakhir tak lagi aman.
Oh, mereka akan tahu lebih dari itu.
Mereka tahu aku menang,
bahwa kejahatan menang,
dan anak-anak yatim Baudelaire dalam cengkeramanku akhirnya.
Sejak mencurahkan hidupku untuk kasus anak-anak yatim Baudelaire,
ada banyak misteri yang belum terpecahkan.
Aku belum tahu tempat akhir mangkuk gula
walau aku punya teori tentang ruang bawah tanah rahasia
dan pipa surat disamarkan jadisaluran cucian.
Aku belum tahu kenapa kakakku
tak kembali ke Hotel Denouement seperti janjinya.
Sampai berpikir yang terburuk.
Namun, aku jadi tahu jawaban pertanyaan tak terduga terkenal
dalam novel ternama karya Richard Wright, yang bertanya,
"Siapa tahu ketika ada guncangan kecil,
menggangu keseimbangan tipis antara keteraturan sosial dan hausnya keinginan,
akan membuat pencakar langit di kota kita runtuh?"
Artinya adalah kejadian kecil,
seperti gagal mengajak tiga anak naik ke taksi,
dapat meriak dan bergetar,
dan meruntuhkan gedung.
Kaulihat Violet, Klaus dan Sunny Baudelaire?
Mereka pergi.
Aku datangi semua tempat yang mereka datangi.
Kuselidiki segala yang mereka alami.
Dan sekarang musnah terbakar.
Yang tersisa dari Sejarah Lengkap Ketidakadilan…
hanya foto ini.
Anak-anak malang. Jika saja ada orang yang bisa melindungi mereka.
Bolehkah aku simpan ini?
Terlalu menyedihkan untuk disimpan,
sekalipun tak bisa kubayangkan untuk apa itu bagimu.
Ini bukan kisah tentang Lemony Snicket.
Tapi jika memang iya, aku akan cerita tentang seorang pria, seorang wanita,
dan kejahatan buruk yang terjadi suatu malam di opera.
Aku harus menceritakan sebenarnya. Aku yang lempar paser, bukan kau.
Itu salahku. Mencuri mangkuk gula adalah ideku.
- Aku tak mau kau tukar hidupmu untukku - Hidupmu lebih berharga.
Beatrice.
Aku cinta kau jika tak melihatmu lagi,
dan aku cinta kau jika melihatmu tiap Selasa.
Aku cinta kau, seperti gunung es cinta kapal
dan seperti penumpang cinta sekoci penyelamat,
seperti medan tempur cinta pria muda
dan pepermin cinta alergimu.
Aku cinta kau saat kita menua, yang baru terjadi,
dan terjadi lagi, dan akan terus terjadi.
Aku cinta kau sampai setiap api dipadamkan dan tiap rumah dibangun lagi,
dan tiap kode dan hati telah dipatahkan.
Aku cinta kau walau kau menikah dengan orang lain
dan cinta kau jika punya satu anak
atau dua, atau tiga, yang tampaknya jumlah yang bagus.
Aku cinta kau, Beatrice.
Akan selalu begitu.
Kau selalu bisa merangkai kata.
Dia di sana!
Tetaplah di sini.
Bukan begitu kisahnya.
Kisah Lemony Snicket akan jadi catatan sedih
tentang pria dan wanita berani yang membentuk organisasi rahasia
dengan tujuan mulia,
namun dihancurkan perpecahan,
serangkaian kebakaran,
dan kesalahan tragis mereka sendiri.
Beatrice harus membayar hal ini.
Oh, tidak…
dia akan terbakar.
Kisah Lemony Snicket akan panjang, sepi,
dan tak lengkap.
Tapi ini bukan kisah itu.
Ini kisah tentang anak-anak yatim Baudelaire.
Dan aku hanya menceritakannya.
Namaku Lemony Snicket
dan jadi tugas khidmatku untuk menyelidiki kehidupan anak-anak yatim Baudelaire.
Karena jika kulakukan…
mungkin aku bisa menemukan mereka lagi.
Mungkin kaupikir anak-anak Baudelaire Harusnya menang
Berkumpul bersama, selamat dan senang
Count Olaf ditangkap, membusuk di penjara
Antek-antek tak bisa ditemukan
Tapi tak ada akhir menyenangkan Tak di sini dan tak sekarang
Ini kisah sengsara dan duka
Kau mungkin mimpi Keadilan dan kedamaian menang
Tapi bukan begitu kisahnya
Kau mungkin pikir kedua orang tua Keduanya berani dan benar
Akan hidup hingga usia lanjut
Tapi dengan sedih ada kabar buruk bagimu
Layar panggung telah ditutup
Ya, tak ada akhir menyenangkan Tak di sini dan tak sekarang
Ini kisah sengsara dan duka
Kau mungkin mimpi Keadilan dan kedamaian menang
Tapi bukan begitu kisahnya
Tak ada akhir menyenangkan Tak di sini dan tak sekarang
Ini kisah sengsara dan duka
Kau mungkin mimpi Keadilan dan kedamaian menang
Tapi bukan begitu kisahnya
Tak ada akhir menyenangkan Tak di sini dan tak sekarang
Ini kisah sengsara dan duka
Kau mungkin mimpi Keadilan dan kedamaian menang
Tapi bukan begitu kisahnya
Sejumlah orang tersenyum
Sudah banyak tahun, bulan, dan malam-malam tak bisa tidur
sejak mulai menyelidiki anak-anak yatim Baudelaire
Tapi meskipun banyak meneliti,
aku belum tahu di mana mereka.
Tak bisa menemukan maupun membantu mereka.
Aku hanya bisa berharap mereka hidup dan selamat.
Di mana pun mereka sekarang.
Upoaded by ichemicalwolf
Terjemahan subtitle oleh Wenwen Zi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.