Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KEPADA SITUS NONTON-STREAMING MOHON JANGAN RUBAH APAPUN KONTEN DALAM SUBTITLE INI
INSTAGRAM @broth3rmax | TELEGRAM: t.me/broth3rmax FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
INSTAGRAM @broth3rmax | TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
P
PE
PEN
PENA
PENAS
PENASA
PENASAR
PENASARA
PENASARAN
PENASARAN
PENASARAN S
PENASARAN SA
PENASARAN SAM
PENASARAN SAMA
PENASARAN SAMA
PENASARAN SAMA L
PENASARAN SAMA LI
PENASARAN SAMA LIN
PENASARAN SAMA LINK
PENASARAN SAMA LINK
PENASARAN SAMA LINK D
PENASARAN SAMA LINK DE
PENASARAN SAMA LINK DEW
PENASARAN SAMA LINK DEWA
PENASARAN SAMA LINK DEWAS
PENASARAN SAMA LINK DEWASA
PENASARAN SAMA LINK DEWASA?
PENASARAN SAMA LINK DEWASA?
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? k
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? ku
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kun
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunj
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunju
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjun
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjung
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi w
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi ww
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.c
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.cr
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.cro
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crot
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotb
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotba
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbas
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasa
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah.
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah.c
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah.co
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi w w w . c r o t b a s a h . c o m
Halo, guru.
Terima kasih atas pelatihannya, guru!
Aku bisa menerima eliksir dan menjadi abadi!
Apa ada di generasi kita yang mendapatkan "Eliksir Putih"?
Apa yang dilakukan Shisan (13) disini?
Aku juga bingung.
Kau nemu ini di tanah ya?
Ya. / Kau bercanda ya?
Pergi sana!
Apa kau sudah menyalin "Buku Panduan Claman"?
Apa kau sudah bersihkan sekolahan?
Apa kau memenuhi syarat disini?
Mengumpulkan roh manusia,
memelihara energi matahari dan bulan,
eliksir yang paling mewakili ini...
bisa mengubah rubah menjadi abadi.
"Eliksir Jiwa" tertanam dalam tubuh "clamen" sejak ratusan tahun lalu,
yang itu sudah dibudi-dayakan oleh roh para manusia ini.
Mereka hanya bisa memanen pada saat yang tepat.
Penerimaan eliksir
sudah lama menjadi ujian penting untuk para junior bangsa rubah kita.
Kualitas eliksir...
bisa mewakili kekuatan kalian.
Kamu, bagaimana bisa mendapatkan eliksir ini?
Aku menyamar menjadi istrinya claman....
dan pura-pura sakit keras. Sehingga dia rela memberikan eliksirnya.
Majulah ke depan Kehampaan Tinggi.
Setialah pada roh.
Roh satu hal bisa menjadi roh segalanya.
Menyaksikan proses semua hal.
Aku mengamati esensinya.
Semua siswa mendapatkan "Eliksir Hitam".
Azi siswa terbaik yang mendapatkan eliksir..
dan menjadi roh rubah berekor lima.
Claman rela memberinya eliksir,
itu menunjukkan dia pandai dalam tipu muslihat.
Di hari ke-15 bulan depan, Malam Bulan Ungu,
"Eliksir-Putih Jiwa" yang terjadi hanya seribu tahun sekali...
akan didapatkan oleh bangsa rubah kita.
Siswa tahun ini, harap ke panggung, untuk menambah slot claman.
Eliksir Putih langka selama ribuan tahun.
Jika kalian bisa membuat claman menyumbangkan eliksir dengan sukarela
kalian akan menjadi roh rubah berekor-9 terbaik...
dan paling unggul diantara para rubah.
Kenapa ini?
Ada satu slot di perapian.
Siapa yang belum naik ke panggung?
Tak ada. Siswa yang resmi sudah disini semua.
Aku!
Aku! Aku!
Mau apa kau? / Bukankah kalian kurang satu siswa disini?
Jika lot itu bukan milikkmu,
kau tak bisa mendapatkannya...
meski perapian terbuka. / Berilah aku kesempatan!
Aku dapat satu bagian slot.
Kalian bisa mencari claman kalian...
berdasarkan catatan pada lot itu.
Kenapa aku tak mendapatkan lot?
Aku dapat!
Aku juga dapat lot.
Aku mendapat lot.
Aku mendapat lot.
Haha...
Aku mendapat lot.
Kenapa kau bangga sekali? Kau cuma mendapat lot yang belum lengkap.
Belum lengkap... Kenapa cuma...
sepasang telinga?
Boleh aku narik lagi?
Shisan,
kau cuma dapat lot tak lengkap. Ada kesempatan baik kalau kau nanti gagal.
Pokoknya, aku tak mau mati.
Itu juga mungkin.
Meskipun kau bisa hidup,
itu butuh 500 tahun lagi...
jika kau menyia-nyiakan kesempatan ini.
Namun, ini satu kesempatan saja.
Apa kau tahu kenapa kau hanya separoh rubah...
di bangsa rubah kita?
Itu karena...
kau punya silsilah yang mengesankan.
Kau dulu asalnya seekor rubah abadi...
di Gunun Ghaib dari Wilayah Kepergian dan Kebencian di Barat.
Kau diasingkan ke duniawi untuk melewati rintanganmu,
tapi kau ditakdirkan menjadi rubah abadi terbaik...
dan kembali ke Langit.
Kutemukan kau dipinggir jalan.
Kau dengar aku tidak?
Aku bilang kau kutemukan di pinggir jalan.
Ada riwayatnya?
Tidak.
Tak ada sama sekali? Mungkin sedikit saja?
Tak ada sama sekali.
Kau tak punya latar belakang dewa,
jadi kalau kau kurang berhati-hati... kau akan dipaksa kembali ke bentuk asalmu.
Jika kau masih ingin pergi,
nih,
bawa pusaka ini yang bisa digunakan untuk membunuh para siluman dan monster...
dan bawalah eliksir.
Hati-hati. / Kakek!
Kau memang kakek kandungku! Kau paling baik padaku.
Jangan bilang begitu! Jangan...
Sebenarnya bila kau tak bisa menerima lot itu...
juga sebuah takdir.
Menurut perjalananmu ini, kau...
Hey hey hey
Shisan... kau masih belum tahu keberadaan claman itu.
Kakek! Akan kuberi bendaku yang paling berharga...
untuk ditukar sama Ying Wixie-mu. / Bai Shisan!
Aku menolak terikat sama kamu. Tinggalkan aku!
Bocah bandel! Lancang sekali mencuri bendaku!
Tunggulah kabar baikku, kek! / Ketua, tolong aku...
Keluarlah. Aku tahu kau disini.
Ketua...
akhir-akhir ini, banyak junior kita mati dalam proses perjalanan penerimaan eliksir.
Penempaan spiritual Shisan belumlah cukup... Aku kuatir dia ceroboh dan banyak membuat kesalahan.
Dia mungkin yang akan mendapatkan Eliksir Putih.
Kau... tolong jagalah dia.
Baik.
P
PE
PEN
PENA
PENAS
PENASA
PENASAR
PENASARA
PENASARAN
PENASARAN
PENASARAN S
PENASARAN SA
PENASARAN SAM
PENASARAN SAMA
PENASARAN SAMA
PENASARAN SAMA L
PENASARAN SAMA LI
PENASARAN SAMA LIN
PENASARAN SAMA LINK
PENASARAN SAMA LINK
PENASARAN SAMA LINK D
PENASARAN SAMA LINK DE
PENASARAN SAMA LINK DEW
PENASARAN SAMA LINK DEWA
PENASARAN SAMA LINK DEWAS
PENASARAN SAMA LINK DEWASA
PENASARAN SAMA LINK DEWASA?
PENASARAN SAMA LINK DEWASA?
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? k
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? ku
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kun
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunj
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunju
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjun
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjung
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi w
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi ww
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.c
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.cr
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.cro
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crot
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotb
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotba
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbas
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasa
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah.
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah.c
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi www.crotbasah.co
PENASARAN SAMA LINK DEWASA? kunjungi w w w . c r o t b a s a h . c o m
Dunia manusia!
Aku datang!
Aku tak mau berada disini!
terjemahan broth3rmax
Nyonya, nyonya.
Permisi, apa nyonya pernah melihat pria yang ada di lukisan ini?
Tidak. / Tidak? Terima kasih.
Maaf, permisi.
Apa bapak pernah melihat pria yang ada di lukisan ini?
Mungkin...
tidak.
Permisi.
Apa kau pernah melihat pria yang ada di lukisan ini?
Dia ini Liu Daoran. / Tidak kenal.
Terima kasih. Ayo.
Tuan, apa pernah lihat pria dalam lukisan ini?
Tuan?
Tuan yang makan ayam...
Maaf.
Ayo.
Apa?
Shisan Bai, apa kau kesini cuma untuk perbaikan gizi?
Apa makan ayam begitu menyenangkan? / Bawel banget!
Aku akan makan sesukaku. / Aku tersiksa! Claman sudah ada di sana.
Sepasang telinga panjang. / Claman?
Mana? Mana?
Telinga!
Tuan, kau belum bayar!
Bayar dulu!
Jangan bilang ini... claman-keledai?
Tuan,
mau nyewa keledai? Keledai kami...
amat toleran. Tuan bisa pergi ke mana saja.
Tuan, menurut pengamatan saya, tuan akan lulus ujian...
dan pulang ke rumah dengan bangga. Mari...
jadi teman! Akan kuberi diskon.
Tidak!
Tuan bisa pakai barengan sama orang lain. Perjalanan bisa lebih murah kalau kembalikan keledai di tempat lain.
Permen tomat! Asam manis!
Tuan, mau pertimbangkan soal keledainya?
Terlalu banyak orang! Dimana dia?
Yang itu. / Yang itu banyak!
Sungguh menyiksaku! Sudah jelas yang itu.
Jelas!
Tolong, saya mohon... selamatkan cucu saya!
Ini.
Terima kasih, tabib. / Berdirilah.
Ada jenis hantu yang berbeda dalam lukisan-lukisan ini.
Minum segelas darah tiap hari...
maka cucumu akan sembuh dari sakitnya saat orang dalam lukisan ini mati
Terima kasih banyak!
Ngapain kau? Claman-nya ada disini!
Kita tak boleh disini lama-lama. Mungkin lain kali saja.
Kau buta ya? / Maaf, maaf.
Bangun! Kepalamu bisa ditendang sama keledai!
Jangan tendang aku!
Tuan tak apa-apa?
Jauhkan keledaimu dariku!
Keledaiku!
Keledaiku! Kembali!
Keledaiku!
Keledaiku!
Tolong dong hentikan!
Keledaiku!
Hey kembali!
Permisi, permisi!
Jangan lari!
Maaf!
Jangan lari! Keledaiku...
tunggu!
Keledaiku!
Ah!
Andai aku tak terperangkap dalam kotak ini...
Makin kau gosok, aku makin kotor.
Kenapa tarik-tarik aku? / Mana keledaiku?
Mana kutahu?
Lepaskan!
Tidak! Kembalikan keledaiku! / Hentikan atau kuhajar kau!
Bukankah itu keledaimu?
Kembali!
Jangan lari! Kembalikan keledaiku!
Kejar saja keledaimu. Kenapa kejar aku?
Jangan lari!
Kembali!
Kau, orang berpendidikan,
kenapa larimu cepat sekali?
Seorang pria... harus tegas dalam ucapan dan tangkas dalam tindakan.
Kita tersesat.
Puas kau sekarang? Kau sudah mengganggu urusan pentingku!
Kau tahu pentingnya keledai itu?
Itu bukan keledaiku. Itu miliknya Daoran.
Sudahlah.
Kita istirahat disini saja. Bisa cari keledainya besok.
Kau keras kepala sama kayak keledai.
Itu 'kan cuma seekor keledai...
Keledai...
itu apa claman-ku?
Kau ini bodoh banget...
Ya ampun, sungguh anugrah!
Anugrah ini mungkin bisa membunuhmu.
Kau harus ganti rugi keledaiku...
Apa kau mau ikut ujian kerajaan?
Aku juga. Bagaimana kalau kita pergi sama-sama?
Aku ini bukan orang jahat. / Kembalikan!
Baiklah, baiklah.
Dasar bodoh.
Kau dari Tushan?
Namaku Shisan. Namamu siapa?
Nenek menyuruhku menyerahkan keledai itu pada Kak Daoran.
Itu cuma seekor keledai.
Beberapa tahun lalu... Daoran tidak lulus ujian.
Kami berjanji
akan ketemuan di pinggir kali...
dan sama-sama pergi ujian tahun ini.
Kasihan nenek, dia sangat merindukan Daoran...
dan dia mempercayakan keledai terakhir itu padaku, dan menyuruhku memberikannya pada Daoran...
Namun, saat aku sampai disini,
aku sudah terlambat sehari. Aku tak menemukan dia.
Tapi malah ketemu dirimu.
Semua orang mengetawaiku karena bodoh,
tapi dia tak pernah begitu.
Aku ngantuk. Mau tidur dulu.
Besok kau harus bantu aku mencari keledai itu.
Pasti kubantu.
Bisa tidak kau tidur di sana? / Baik.
w
ww
www
www.
www.c
www.cr
www.cro
www.crot
www.crotb
www.crotba
www.crotbas
www.crotbasa
www.crotbasah
www.crotbasah.
www.crotbasah.c
www.crotbasah.co
w w w . c r o t ba sa h.co m
Kau tahu siapa aku?
Jangan macam-macam!
Ketua menyuruhku menjagamu.
Terus kenapa? Mungkin saja Eliksir Putih kali ini...
makanya kau kesini mau merayuku. / Ini perintah ketua!
Pertama, waspadalah terhadap pendeta Taoist.
Kedua,
ingat-ingat Bab 3 Ayat 5 "Buku Panduan Claman":
jika kau ingin manusia percaya padamu, kau harus lakukan 2 hal penting.
"Kau harus giring dia ke situasi berbahaya.
Agar dia tak berdaya dan ketakutan."
Lalu, "beri dia harapan atau selesai masalah gentingnya."
Ketiga...
Jadi pondok sederhanaku ini mungkin jadi naungan manusia setengah dewa.
Lumut bisa menjalar di tangganya yang rusak, dan noda hijau mengotori tirainya,
tapi...
tapi...
tapi...
tapi...
tapi pelajar...
Tapi pelajar hatinya tenang terhadap semuanya namun Ketidaktahuan masuk dalam...
Situasi gawat ada dimana-mana.
Hati manusia penuh dosa.
Kakek yang menyuruhmu membantuku.
Untuk melindungimu secara diam-diam.
Pertama kau harus membantuku dulu...
Wow!
Keledaiku!
Dari mana saja kau?
Luar biasa, ini luar biasa!
Kau tahu Tushan juga?
Namaku Wang Zijin.
Siapa namamu?
Shisan. (13) / Tiga-belas...
Apa nama margamu?
Bai.
Bai? Jadi kau kupanggil Kak Bai saja.
Panggil saja kau Xiao Bai.
Kak Xiao Bai.
Bambu itu bagus. Berlubang di dalam, kokoh di luar.
Bambu lebih suka patah ketimbang bengkok. Akan lebih baik kalau sekarang hujang gerimis.
Betul 'kan?
Ayo kita tunggangi keledainya. Aku duluan.
Jangan! Kita tak boleh tunggangi.
Ini keledainya Daoran. / Kalau begitu kau duluan.
Tidak, tidak, kita jalan kaki saja.
Ini keledainya Daoran. Tak boleh ditunggangi. / Tak bakalan rusak.
Kita bisa tunggangi sama-sama. / Tidak.
Kau punya keledai tapi tak ditunggangi. Mungkin keledainya mau ditunggangi?
Lewat sini? / Jangan cemas.
Kita cuma lewat jalan pintas.
Permisi, apa ada penginapan dekat sini?
Shh...
Sekolah Laut Menyedihkan.
Ya.
Sekolah Laut Menyedihkan.
Oh! / Shh...
Jangan ganggu mereka.
Apa kau ke sini mau ikut ujian kerajaan?
Silahkan, masuklah.
Pengetahuan itu tanpa batas.
Jika kalian berniat ikut ujian,
kalian harus lulus Sekolah Laut Menyedihkan.
Apa kalian ingin tahu pelajaran tutorial kami sebelum ujian?
3 tahun ujian, 5 tahun bimbingan.
Kami ada pelajaran yang dibuat khusus...
termasuk semua paket layanan, dari menebak jawaban agar lulus ujian.
1 guru, 1 siswa. Kami tak butuh 8800,
hanya 88 saja.
88 sen? / 88 tael.
88 tael perak? / Shh...
Jangan ganggu mereka!
Ayo pergi, Xiao Bai. / Kami sungguh bisa menebak jawaban.
Ujian kerajaan jadi bisnis disini. / Kalian tak bisa nemukan tempat istirahat...
dalam kondisi begini sejauh puluhan mil.
Kami tak butuh pelajaran apapun. 1 kamar, 2 tamu. Semalam saja.
trakteer.id/broth3rmax
Xiao Bai...
Xiao Bai...
Xiao Bai...
Tuan.
Tuan.
Tuan.
Tuan.
Sini, kemarilah.
Dimana...
Haaa...!
Xiao Bai.
Cepat!
Ke situ! Ayo cepetan!
Lewat situ. Ke situ!
Lompat!
Xiao Bai. / Kamu lompat juga bro.
Maaf.
Bantu aku dong!
Zijin, Zijin! Bangun, berdiri!
Maaf, Xiao Bai! / Shh...
Shh!
Shh!
Haa...!
Cepat!
Ha!
Zijin, Zijin!
Maaf! / Ini aku.
Cepat!
Kau tak apa-apa? Maaf! Maaf!
Ayo, ayo!
Zijin, Zijin! Lompat!
Sasaranku yang itu.
Sekarang minggirlah, jadi aku tak akan membunuhmu.
Monster! Aku tahu semuanya tentangmu.
Kau tak pantas mengkritisi aku.
Kebanyakan omong kosong.
Lari! / Xiao Bai!
Zijin, lari! Nanti kita ketemu lagi di kehidupan lain.
Tipuan bonekamu hebat juga. Kau ini teman yang handal.
Kapan terakhir kau gosok gigi?
Sekarang tidak elastis lagi. / Aku banyak berkorban buatmu.
Jangan lupa kalau kau menjadi dewa.
Baik, baik. Nanti kubalas kebaikanmu.
Bagaimana dengan penampilanku tadi?
Lumayan juga.
Aku sudah siapkan dengan matang untukmu, memastikan dia bakal percaya padamu.
Xiao Bai!
Aku datang menyelamatkanmu! / Kenapa dia kembali sih?
Aku tak ada skenario lagi! Bagaimana aku bisa lanjutkan lagi?
Aku belum siap berakting lagi. Aku tak tahu caranya.
Diamlah!
Aku datang menyelamatkanmu!
Buka mulutmu.
Rubah dulu tubuhmu.
Ups.
Monster! Cepat keluarkan Xiao Bai!
Jangan paksa aku! Aku tak ingin membunuh apapun!
Baik! Kau tak mau mengeluarkannya ya?
Monster!
Cepat keluarkan Xiao Bai! / Ada bubuk misiu di tangannya!
Kita mesti bagaimana? / Mana kutahu?
Ayo keluarkan! Kau dengar tidak?
Aku mesti gimana? Mengeluarkanmu?
Aku harus bagaimana? / Pakai kemampuan unikmu!
Cepat keluarkan!
Xiao Bai!
Xiao Bai!
Xiao...
Membiarkan monster berbuat salah...
Itu sepaket cara saling mengikat.
Mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan yang lain...
Itu sebuah cara menyiksa diri untuk mendapatkan simpati seseorang.
Lancangnya kau tak berkonsultasi dulu meminta pendapatku?
Mana kutahu? / Kayaknya mulutku kebakar.
Siapa kau?
Aku... kau...
Ini guruku.
Ini pembantuku.
Senang bertemu denganmu.
Lihat betapa parahmya lukaku.
Kau harus beri imbalan lebih.
Baiklah.
Aku sedang menerima sebuah eliksir, Eliksir Putih!
Pasti, aku akan mencarimu kalau sudah menjadi dewa.
Bagaimana kalau bukan Eliksir Putih?
Kau ketahuan jadi kita ikut mainkan sesuai situasi ini.
Kau tipu saja si claman untuk menuju Kota Jiankang.
Akan kubantu melihatkan eliksirnya.
Ikuti panduanku.
Monster! Keluarkan Xiao Bai!
Gunakan kesempatan ini! Jangan sampai dia kabur!
Aku akan melindungimu secara diam-diam.
Pergi saja!
Kau... kau ini...
Maaf...
Aku adalah peri rubah.
Aku kemari untuk membalas kebaikanmu...
Membalas kebaikan...
sungguh alasan yang kuno...
Aku tak akan mencelakaimu.
Jangan takut. Aku akan berubah ke bentuk manusia lagi.
Aku ingat piara ayam, anjing, dan babi...
tapi seekor rubah? Aku tak ingat...
Karena itu 500 tahun yang lalu.
Aku tak ingat. / Jelas kau tak ingat!
Itu terjadi pada kehidupanmu yang sebelum-sebelum-sebelumnya!
Aduh!
Sakit tahu!
Asli rupanya!
Bukannya kau tadi takut?
Aku suka main monster dan hantu sejak kecil.
Tak kusangka itu benar-benar ada...
dan aku bisa bertemu seekor peri rubah yang mau menyelamatkan nyawaku.
Kau juga menyelamatkanku.
Aku ingat saat aku kecil
aku jatuh di kandang babi dan kena gigit.
Nenek memakai ini untuk mengobatiku.
Kau harus... mengunyahnya...
lalu oleskan ke lukanya.
Kurasa lukaku tak separah itu...
Keledai...
Mana keledaiku!
Kenapa kau basah kuyup begini?
Sudah kuduga kau tak akan meninggalkan keledaiku.
INSTAGRAM @broth3rmax | TELEGRAM: t.me/broth3rmax FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
Bagus! Aku bisa makan ayam kalau mengikutimu.
Hey, perahu ini melajunya tak pakai dayung...
Apa memang ngikuti ombaknya? / Ini tergantung padaku.
Luar biasa!
Namanya Ying Wuxie. Ini pusaka terbesar bangsa rubah kami.
Kakek memberikan ini padaku.
Ini Zijin, ini Ying Wuxie. / Namaku Zijin.
Dia bisanya apa?
Begini...
ini tak ada gunanya. Cuma asesoris saja. / Sini kulihat. / Janganlah.
Ini pusaka berharga bangsa rubah. / Coba kulihat! / Tak boleh.
Hey, bantu aku.
Apa ini sudah cukup membantu?
Sang raja rubah...
Dia raja rubah!
Dia Wang Zijin!
Aku Wang Zijin!
Kau ini peri rubah yang punya kekuatan besar 'kan?
Tentu!
Aku bisa lakukan apapun sesukaku.
Wow! Hebat banget...
Kami ini hanya manusia biasa.
Kami ikut ujian propinsi, kabupaten dan negara.
Kami harus lulus semua tingkatan ujian ini dan pada akhirnya menjadi pelajar yang sukses.
Kami berjuang demi prestasi dan reputasi.
Aku iri pada kebebasan dan kenyamananmu.
Yang benar saja, kami juga mengikuti ujian.
Masa?
Hanya beda saja dengan caramu.
Bagaimana kalau kau ikut aku ujian kerajaan?
Bila kau ikut ujian, nanti kau akan kuberi sesuatu.
Setuju, boleh?
Aku disini untuk membalas kebaikanmu.
Mungkin aku bisa mengabulkan 3 permintaanmu.
Lulus ujian, menikmati pernikahan bahagia dan sehat walafiat.
Mana yang kau suka?
Baiklah, kau bisa membantuku mencari Kak Daoran.
Ini permintaan pertamamu.
Kenapa kau selalu bicara soal Daoran, Daoran, Daoran terus?
Keluargaku punya sejarah dalam pembuatan tinta
dan tinta kami dipasok ke ke sekolahan di negara ini.
Kak Daoran salah satu pelajar terbaik berbakat di sekolah.
Dia menjadi pelajar utama terbaik saat usia 17 tahun.
Tanpa dia,
mungkin aku tak mengenal kata-kata.
Kak Daoran adalah panutanku.
Baiklah, akan kubantu kau mencari Daoran.
Kedua,
sembuhkanlah lukamu secepatnya.
Aku sudah baikan.
Ini tak termasuk.
Sudahlah, mungkin lain kali saja.
Hey,
apa rubah itu suka mencuri ayam?
Musang yang suka nyuri!
Tapi, nenekku pernah bilang... hal yang paling dibenci di dunia ini...
adalah mencuri.
Kukira membunuh yang jauh lebih serius.
Membunuh untuk mencuri nyawa orang lain. / Bagaimana kalau berbohong?
Bohong untuk mencuri kepercayaan orang lain.
Semuanya sama mencuri. Semuanya dibenci.
Xiao Bai,
kau ini peri rubah, jadi pastinya kau banyak tahu.
Tanya saja, bodoh.
Hmm...
apa rubah berkaitan sama bau badan?
Itu bukan pertanyaan. / Jangan marah.
Jadi itu penting atau tidak?
Itu tak penting!
LINK KHUSUS DEWASA, kunjungi w w w . c r ot ba sa h. co m
Xiao Bai, Xiao Bai! Lihat di sana.
Setelah kita melintasi Kota Jiankang, kita akan tiba di Ruang Ujian Kerajaan,
tempat aku akan melaksanakan ujian.
Simpan saja ini di penginapan nanti kami ambil 2 hari lagi.
Baik, tak perlu kuatir.
Ayo.
Mana keledainya? / Semua sudah diatur. Tak usah cemas.
Kita hampir tak sempat datang ke Kota Jiankang.
Kita harus lihat-lihat.
Tapi... / Ayo!
Indah sekali...
Xiao Bai... itu rumah bordil! (pelacuran)
Tuan-tuan, silahkan masuk dan duduk.
Jangan pergi!
Tuan,
ada yang menunggu tuan di sana.
Dia pasti Daoran.
Mana bocah itu? / Tuan,
sebrangi saja jembatannya.
Pasti ada disini.
Mengapa Kak Daoran kemari?
Aku nyari Tn. Liu dari Tushan. / Nyari seseorang ya?
Semua yang ke sini mencari seseorang.
Tunggu, tunggu,
tunggu...
bentar...
Aku nyari Tn. Liu Daoran dari Tushan.
Dia di lantai 2. Di atas.
Tuan, kami sudah lama menunggu tuan.
Aku berkorban begini demi kamu,
tapi dasar kau murid tak berbakti... beraninya kau ketawa?
Jadi, aku mesti ketawa atau "tak ketawa"?
Tunggu sebentar... kukira kita akan mencari Kak Daoran...
Ya. Ayo!
Bentar, kalian mau apa?
Tunggu bentar... jangan salah paham!
Aku tak punya uang.
Xiao Bai!
Aku disini, jangan takut.
Lepaskan aku!
Xiao Bai! / Malam ini akan jadi malam paling penting.
Apa kita harus lakukan ini?
Manusia dan rubah itu dunianya berbeda, tapi hantu beda dari keduanya.
Mereka bisa menyebrang bebas antara dunia manusia dan rubah,
jadi mereka bisa lihat yang tak bisa kita lihat.
Mereka bisa melihat lokasi...
dan kualitas eliksir.
Mereka tentu bisa memastikan keduanya.
Meskipun kau gagal,
akan kucari cara untuk mendapatkan eliksir itu,
itu sesutau yang tak bisa kau pelajari di "Buku Panduan Claman".
Kalian mau apa sebenarnya?
Sekarang sudah malam.
Buka pintunya!
Wanita itu tak akan berbuat apa-apa terhadap claman-ku 'kan?
Xiao Bai! / Apa yang bisa dia lakukan?
Buka pintunya!
Gelombang sungai musim semi setinggi lautan,
rembulan terang naik bersama gelombang pasang.
Kilauan cahaya rembulan terpantul diantara gelombang,
kita bisa lihat cahaya bulan ini di setiap sungai musim semi.
Maaf telah membuat tuan menunggu.
Namaku Yinglian.
Kau mirip dengan nenekku...
sang peri dalam ceritanya.
Suara apa itu?
Ada harapan! / Apa dia akan memakannya?
Dia? Tak akan berani begitu. Paling-paling cuma menghisap darahnya.
Baiklah, aku harus selesaikan urusanku.
Jika ini bukan karena Eliksir Putih,
aku tak akan susah payah begini.
Tuan, mengapa?
Tuan, kau berdarah.
Namaku Wang Zijin. Maaf telah lancang masuk kamar wanita.
Aku juga tak punya niatan kotor terhadapmu.
Maaf tapi aku harus pergi.
Boleh aku tanya berapa usiamu, Tuan?
Shisan! (Tiga belas). / Tiga belas?
Xiao Bai! / Xiao Bai?
Maaf telah mengganggu. / Mengapa kau pergi begitu saja?
Apa kau tak menyukaiku?
Bukan, jangan salah paham.
Ini bukan ideku. Kau nampak menawan kok,
jadi... kuingin tanya padamu...
Apa? / Anu... itu...
asalmu dari mana?
Mungkin Wilayah Barat. Aku tak ingat.
Ini... ini.. rusak...
Boleh aku tanya usiamu?
Pertanyaanmu begitu rinci...
apa kau akan menikahiku? / Aku belum menikah.
Kebetulan sekali!
Aku juga belum menikah.
Aku tak bermaksud begitu. Maksudnya, aku belum berencana menikah.
Biar aku ganti kerusakannya.
Baiklah, kuingin kau menggantinya dengan kesepianku.
Jariku berdarah...
Nona, kenapa?
Aku seorang penari, aku harus berlatih keras setiap hari.
Kau tekun sekali rupanya.
Nona, kenapa...
Riasanku berantakan... aku harus membenahinya.
Lalu... / Jangan bergerak!
Diam di situ! Jangan balik badan!
Aku tak boleh melihat sesuatu yang melanggar adat...
Maaf telah lancang. Nona, bagaimana aku bisa ganti kerusakannya?
Nona?
Nona?
Nona?
Nona?
Nona?
Apa terlalu semangat begitu?
Kalau kau penasaran, kau bisa ke sana melihatnya.
Kalau kau tersiksa, kau bisa kesana dan bujuklah.
Jangan duduk saja nonton permainan. Tunggu dulu.
Jangan ngawur begitu. Kau tak bisa salahkan aku atas kegagalanmu...
Nona? Apa kau beranggapan aku berbuat buruk?
Aku tak pernah bertemu orang sepertimu.
Aku juga tak pernah bertemu wanita sepertimu. Kau seperti peri.
Kau begitu cantik dan berbakat. Jelas,
kau disini karena...
takdirmu yang menyedihkan. Aku tak punya banyak uang di kantongku.
Andai... aku bisa mendapat nilai bagus tahun ini,
aku pasti membantumu untuk keluar dari sini...
dan menyingkirkan semua penderitaan ini. / Apa yang kau lakukan?
Aku tak akan balik badan lagi.
Ini buku kesukaanku,
kuingin memberikan ini sebagai hadiah.
Jariku berdarah lagi...
Nona, kau...
aku... hanya kau satu-satunya yang akan kunikahi!
Apa kau gila? / Aku jelas waras.
Sudah berhenti...
Jangan bergerak.
Nona... jika kita berbuat selayaknya pasangan...
sebelum upacara pernikahan,
itu akan membuatmu hina.
Nona, nona! Apa maumu?
Apaan ini? Tertutupi semuanya.
Nona,
ini.
Aku khawatir tak bisa mengendalikan diri.
Jadi tolong ikat tangan dan kakiku.
Aku, Wang Zijin, bersumpah demi dewa,
aku akan lulus ujian... dan melamarmu.
Jika kau bersedia.
Malam ini hanya milik kau dan aku.
Ini malam yang panjang... apa kau...
mau bahas teori Confucius dan Mencius?
Tidak, tidak. Itu amat membosankan.
Bagaimana kalau Nanhua Klasik?
Dahulu ada seekor ikan di Laut Utara,
dan namanya adalah Kun.
Kun itu begitu besar...
aku tak tahu seberapa besarnya.
Lalu dia menjadi seekor burung, dan namanya Peng.
Punggung Peng begitu besar...
aku tak tahu seberapa besarnya.
Saat mengepakkan sayapnya dan terbang ke atas,
sayap ini seperti awan menggantung di langit.
Saat angin berhembus ke laut,
burung ini akan bermigrasi ke laut selatan...
Dasar bodoh,
tak kubiarkan kau menderita karena sering kehilangan.
Dasar bocah konyol...
Kau tak bisa tidur tanpa dengar dengkurannya 'kan?
Atau kau mau main poker Cina 3-pemain?
Kembalikan padaku.
Apanya? / Kembalikan padaku.
Apa kau pernah melihatnya?
Aku belum mendekat padanya. Aku tak sempat bisa melihatnya.
Kayaknya penerimaan eliksir itu bukanlah takdirku.
Orang yang tak punya pengetahuan dan nyali...
sering mengeluh soal takdirnya.
Xiao Bai, aku jatuh cinta pada seseorang.
Aku hanya mencintai Yinglian...
Jika dia bukan claman-ku,
mungkin...
kami bisa jadi teman yang akrab.
Shisan Bai, karena latar belakangmu...
kau selalu ditertawakan rubah lain bertahun-tahun ini.
Bukankah ketawa mereka cukup menyinggung?
Kau memang orang hebat.
Pola pikirmu mantap.
Akan kulihat siapa yang berani mengetawaiku.
Kenapa kau tak ketawa terus? / Terus saja pura-pura tak mendengarku.
Kenapa tak ketawa? Halo?
Ketawa, ayo ketawa!
Hey?
Bangun!
Bangun!
Hey! Bangun!
Hahaha...
Kau nakal ya!
Jangan, jangan!
Takut air?
Kau cuma mengusikku saja. Tapi aku tetap turut senang terhadapmu.
Setidaknya kau bisa hidup bahagia selamanya...
karena kau tak pernah tahu betapa bodohnya dirimu.
Hey, nona.
Berani sekali kau macam-macam?
Kenapa kau tak bisa lakukan hal sepele begitu?
Teratai yang berisi sukmamu masih berada di tanganku.
Kalau aku tak memanfaatkanmu untuk mendapatkan eliksir itu,
bisa saja kuhancurkan kau sekarang!
Aku harus lulus ujian kali ini.
Apa kau pernah lihat pria dalam lukisan ini?
Kalau kau ketemu dia nanti,
tolong beritahu dia Wang Zijin menunggunya di Ruang Ujian Kerajaan.
Apa kau pernah lihat pria dalam lukisan ini?
Kau siapa?
Namaku Wang Zijin. / Apa itu ayahmu, Tn. Wang dari Nanjing?
Ayahku ahli membuat tinta,
yang... / Oh, bagus itu.
Apa kalian pernah lihat pria ini...
Aku lulus!
Aku menang!
Jangan pegang! Ini milikku!
Jangan pegang-pegang!
Apa yang kau pikirkan? Kau akan ikut ujian besok.
Menurut pendapatmu,
berapa orang yang ikut dalam ujian ini?
Hanya beberapa yang bisa lulus...
Kenapa kau galau?
Jika kau tak lulus, tak ada yang menghormatimu 'kan?
Lalu kau tak berani melamar kekasihmu, betul 'kan?
Aku sudah tahu.
Aku tak punya latar belakang yang terhormat, seperti dirimu.
Sebenarnya...
sekarang ini aku bukan peri rubah sepenuhnya.
Ini cuma sekedar ujian.
Jika kali ini kau tak lulus,
kau bisa mengulang tahun depan.
Kau sudah belajar untuk dirimu sendiri.
Aku yakin kau bisa.
Kau bisa menjadi peri rubah sesungguhnya.
Dan yang terbaik.
Aku akan berusaha keras!
Aku pasti bisa!
Dewa menjawabku!
Dia akan berusaha keras!
Dia pasti bisa!
Sekarang teriakkan dirimu!
Aku akan menjadi peri rubah yang baik!
Ulangi lagi! Lagi! / Aku akan berusaha keras!
Aku pasti bisa!
Dia akan jadi peri rubah yang baik!
c r o t b a s a h . c o m PASTI PUAS!
Kami sedang memilih pelajar negara besar kita.
Yang kami inginkan adalah orang-orang berbakat.
Yang klasik ada disini.
Silahkan cari yang kalian inginkan.
Namun, jika kalian ingin curang pakai contekan, kalau ketahuan...
kalian akan dihukum.
Petugas! Tolong kasihanilah aku!
Jangan bicara!
Masuklah.
Kau mau membelah untuk melihatnya?
Belah disini. Disini.
Potong!
Ketrampilanmu bagus.
Orang yang selama ini dicari...
silahkan buka kertas ujiannya... dan tunggu ujian dimulai.
Masuk Gerbang Naga.
Ujian dimulai sekarang!
Jam 7 malam.
Kalian hanya bisa lulus ujian jika memahami aksara klasik.
Lakukan dengan sekali dorongan energi.
Duduk yang tegak!
Aku telah lulus!
Hantu!
Ada hantu! Hantu!
Ada hantu! Hantu!
Ah!
Harap tenang!
Jam 9 malam.
Jangan melihat kesana-kemari.
Dilarang bicara dengan orang lain.
Tenangkan pikiran!
Apa yang kau lakukan disini?
Aku ingin berurusan denganmu.
Malam ini...
hantu ruangan ujian ini akan menangkap jiwa sekelompok pelajar ini,
termasuk jiwa Zijin.
Lulus...
Lulus...
Aku telah lulus.
Jika roh jahat lemah,
mantra secara aami akan menghilang, dengan begitu rubah tua tak akan tahu.
Jiwa Zijin melayang,
jadi dia tak merasakan sakit apapun.
Ini saat yang tepat untuk membunuhnya, sedang kualitas eliksir tak akan berubah.
Tiga jari sebelah titik Tianchi.
Eliksir Putih.
Apa kau melihatnya?
Saat sudah selesai,
kau harus membantuku merebut kembali teratai.
Jangan lupa itu ya,
kalau kau tak paham,
500 tahun penempaanmu akan sia-sia!
Kali ini aku membantumu,
dan kau juga harus membantuku,
bagaimana? / Baiklah.
Kak Daoran!
Akhirnya aku menemukanmu!
Aku Zijin!
Kenapa kau tak menghiraukanku?
Bertahun-tahun aku tak bertemu denganmu,
nenek memikirkanmu siang dan malam.
Banyak hal terjadi di rumah...
Aku punya teman baru bernama "Xiao Bai".
Kak Daoran! Nenek menyuruhku memberikan keledai itu padamu.
Pergilah!
Pergi! / Tunggu sebentar, Xiao Bai...
Tunggu apa? Jiwamu meninggalkan tubuhmu! Bakal terlambat jika kau tak kembali!
Dia itu Kak Daoran yang aku cari-cari...
Dia sudah mati!
Mati? Aku tak percaya!
Jangan ganggu aku! Aku sedang menjawab soal pertanyaan!
Pergi sekarang!
Jika aku tak lulus, tak akan ada yang bisa...
Kita semua sama saja. Siapa yang bisa lolos?
Siapa yang bisa?
Zijin!
Liu Daoran gagal berkali-kali dalam ujian ini dan meninggal dalam ruang ujian ini.
Dia menjadi hantu dan tak ada yang bisa mengatasinya.
Apa kau sudah lupa tujuanmu? Yaitu Eliksir Putih!
Kau mau cari mati ya?
Sudah berakhir. Matilah aku.
Bukankah kau ingin mengambil eliksir itu?
Bukankah kau ingin jadi abadi?
Bukankah kau ingin hidup?
Jika kau ingin menyelamatkan nyawa orang lain, kau harus kenali dirimu sendiri.
Aku bisa mengeluarkanmu dari sini,
hanya jika Liu Daoran bisa mengingat masa lalunya.
Jangan khawatirkan sendirian...
dalam perjalanan ke depan.
Semua terserah keputusanmu...
seberapa jauh cahayaku bisa menjangkau.
Jangan takut sendirian nanti.
Kak Daoran! / Zijin.
Ini tintanya.
Terima kasih, Zijin. Kuberikan pena ini padamu.
Nanti kau harus belajar tekun.
Makasih, Kak Daoran.
Jangan takut sendirian...
dalam perjalanan ke depan.
Semua orang di dunia ini...
tahu hatiku.
Zijin...
mungkin kelak
kau akan masuk ke ruang ujian.
Pena di tanganmu itu...
akan melukis masa depan cerah
dan mendukung kehebatan idealmu.
Jika kau dan aku berbakat dan berkontribusi besar...
kita jangan serakah terhadap duniawi.
Keluarga, teman dekat, kekasih...
bahkan yang kita pikirkan saat pertama memegang pena ini...
mungkin harus dibuang...
jika itu memang pantas dan demi ketenaran.
Zijin,
bila kita bertemu lagi,
namamu dan namaku...
akan tertulis dalam sejarah dengan agung.
Jangan takut sendirian...
Jangan takut sendirian...
dalam perjalanan ke depan nanti.
Semua orang di dunia ini
tahu hatiku.
Kak Daoran!
Zijin,
sudah lama sekali.
Kak Daoran!
Aku merindukanmu.
Nenek dan aku tiap hari memikirkanmu,
menunggumu pulang.
Sudah terlambat.
Semua sudah terlambat.
Hanya itu yang bisa kulakukan.
Wuxie...
Aku tak harus terperangkap dalam kotak ini lagi.
Shisen,
selamat tinggal.
Zijin...
kau harus berhati-hati.
Si peri rubah itu mengikutimu kemanapun...
hanya untuk mengambil eliksir jiwa dalam tubuhmu.
Jam 3 pagi.
Xiao Bai, terima kasih telah menyelamatkanku lagi.
Ying Wuxie yang menyelamatkan kita.
Dia harusnya bersama kakekku...
Ini salahku.
Jika kau punya keinginan,
katakanlah padaku.
Aku juga ingin melakukan sesuatu untukmu.
Xiao Bai,
apa itu eliksir jiwa?
Itu...
Itu suatu...
eliksir.
Apa aku memilikinya?
Aku bisa memberikannya padamu.
Aku sungguh tak masalah.
Xiao Bai...
aku ada permintaan lagi...
aku ingin mengajak pergi Yinglian dari sini.
Dia dulunya anak yatim, diculik oleh para pedagang manusia,
Dijual ke Rumah Bordil Peony sebagai pelacur.
Dia akhirnya bunuh diri melompat ke sungai.
Kebenciannya begitu kuat,
yang membuat jiwanya masuk ke dalam teratai.
Lalu, dia menjadi pelacur tercantik di Rumah Bordil Peony.
Dia memakan hati manusia...
dan menghisap darahnya
untuk merawat kecantikannya.
Kau sudah mengetahuinya.
Hanya orang yang benar-benar mencintainya...
yang bisa membantunya melepaskan jiwanya.
Maukah kau memenuhi keinginan keduaku?
Kau mesti pikirkan lagi...
Aku, Wang Zijin dari Tushan,
dengan tulus menyiapkan hadiah pertunangan...
meminta Yinglian dari Peony untuk menikah denganku.
Pernikahan ini adalah kesempatan bagimu...
untuk mengambil eliksir dengan bantuan hantu itu.
Sungguh keberuntungan bagimu pecundang.
Ikuti saja petunjukku.
Nona Yinglian...
maukah kau menikah denganku?
Kau sudah tahu siapa diriku... / Ya sudah tahu. Itu sebabnya aku bertekad.
Yang lebih penting, aku pernah berjanji padamu.
Aku tulus mencintaimu,
jadi aku tak peduli apakah kau ini manusia atau hantu.
Aku bersama 3 siluman.
Aku selalu menipu di dunia manusia bersama mereka.
Aku tak punya keterikatan.
Sekarang takut?
Kau ingin menikahiku sekarang? / Ya.
Aku adalah hantu bunga.
Kau nanti bakal mati...
jika bersamaku.
Apa karena kau tak menyukaiku?
Hidup mesti dinikmati bersama orang yang kau cintai!
Dasar anak bodoh,
kita kebetulan bertemu bagai tumbuhan air yang mengapung.
Jika hidupku...
bisa mewujudkan keinginan keluarga dan kekasih yang kucintai,
tak kuanggap itu "sia-sia".
Semua akan mati, cepat atau lambat.
Aku tak punya ambisi menyelamatkan seluruh dunia.
Aku hanya berharap semua orang yang kusayangi...
punya masa depan cerah.
Aku hanya pelajar miskin...
yang dihina sejak kecil.
Yang kutakutkan jika aku gagal, aku tak bisa memberimu hidup layak.
Tappi aku sudah pikirkan
ketenaran hanya sekedar senjata,
yang bisa membuatku lebih bisa melindungi orang lain.
Dengan mengikuti ujian ini,
aku menemukan teman dekat,
dan juga bertemu denganmu.
Inilah yang selalu aku impikan.
Di bawah mentari, rembulan dan langit,
disaksikan gunung, sungai, hantu, dan dewa,
aku...
mengharap bila Yinglian dan aku bisa menjadi suami istri.
Kita bisa saling menjaga...
sampai tibanya samsara.
Kita tak akan berpisah selamanya,
baik hidup maupun mati.
Aku terlambat berada di kehidupanmu,
tapi di masa depan,
aku tak akan...
membiarkanmu bersedih lagi.
Zijin...
maafkan aku.
Rubah tua, dengarkan aku.
Aku berhenti!
Zijin, kemarilah!
Xiao Bai... / Jangan ke sana!
Dia memanfaatkan pernikahan ini untuk mengambil eliksir itu.
Yinglian, kau salah sangka.
Aku sudah berjanji padanya.
Zijin, jangan percaya padanya!
Jangan bertingkah seolah kau mau menyelamatkan dia.
Justru kau yang menginginkan dia mati.
Yinglian, jangan!
Xiao Bai! / Tak akan kubiarkan dia membohongimu lagi.
Yinglian, lepaskan Xiao Bai! Dia sahabatku.
Sahabat?
Dia berbohong, pura-pura membantumu,
dan dusta untuk mendapat kepercayaanmu, hanya demi melacak eliksir yang akan dia terima!
Yang dia inginkan hanya Eliksir Putih dalam tubuhmu!
Tidak!
Apa? Eliksir Putih? Jika dia mau, ambil saja!
Mengambilnya? Maka kau akan mati!
Xiao Bai!
Zijin, pergilah!
Xiao Bai! / Aku tak pernah berniat mencelakainya...
Masih saja bohong!
Masih melindungi dia!
Xiao Bai! / Zijin,
nanti banyak hal yang akan kujelaskan padamu.
Jelaskan apa?
Kau rubah yang sifatnya menipu.
Waktunya hampir habis. Kita semua tahu kalau kau tak mengambil eliksir itu,
kau akan kembali ke wujud aslimu.
Waktumu berlatih 500 tahun akan sia-sia?
Sungguh itu lelucon. / Yinglian!
Kumohon! Lepaskan Xiao Bai!
Dia selalu membantuku.
Dia tak akan mencelakaiku!
Xiao Bai! / Kenapa kau begitu bodoh?
Kuharus membunuh dia sekarang.
Atau dia yang akan membunuhmu. / Yinglian, jangan!
Yinglian!
Shisan,
kau tak apa-apa?
Aku terpaksa melakukannya.
Lihat sendiri 'kan? Mereka semua pembohong.
Pergi!
HANYA UNTUK DEWASA w w w.c ro t b as ah.co m
Yinglian!
Maafkan aku!
Aku mesti bagaimana untuk menolongmu?
Sudah terlambat.
Maafkan aku...
Aku menyia-nyiakan kebaikanmu.
Maaf, maaf!
Tolong katakan, apa lagi yang bisa kulakukan?
Aku rela melakukan apapun!
Aku hanya jiwa yang kesepian...
Kau sudah menyelamatkanku...
dengan ketulusanmu.
Aku tak menyesali...
kehidupan ini.
Sekarang hari suci.
Kau jangan menangis...
Aku takut tak ada kehidupan selanjutnya...
Hanya mengharap Zijin tenang...
dalam hidup ini.
Yinglian!
Zijin.
Aku hanya pura-pura tak tahu.
Aku tak mau tahu.
Aku selalu mempercayaimu.
Selalu menganggapmu sahabatku,
saudaraku.
Apa kau pernah bersedih?
Apa kau pernah meneteskan air mata demi seseorang?
Sekarang aku ingin mati saja...
ketimbang mempercayai semua dustamu.
Katamu kau tak pernah mencuri...
tapi kau bohong!
Dimana Yinglian? Katakan dimana dia?
Aku merenggut semuanya dariku!
Yang kau inginkan cuma eliksir jiwa 'kan?
Ayo!
Ambillah!
Kau kira aku memang mau mengambilnya?
Penerimaan eliksir itu adalah ujianku! Aku bisa apa?
Sudah!
Buat apa ini semua?
Betepa aku menginginkan kau ini bukan clamanku...
karena kau teman terdekatku
di dunia ini.
Pergilah kau!
Harusnya aku tak ke sini untuk mengambil eliksir ini...
dan harusnya aku tak berbohong padamu.
Aku berhutang ini padamu...
Akan kukembalikan padamu sekarang!
Xiao Bai!
Shisan,
hormat pada Pendeta Zhang.
Dia sudah mengawasi latihan spiritualmu di dunia manusia.
Tanpa dia,
kau nyaris membuat kesalahan besar ini.
Eliksir Putih itu...
hanya sekali muncul pada bulan biru.
Dasar anak bodoh, yang muncul sekali pada bulan biru bukanlah Eliksir Putih...
tapi orang yang benar-benar mengorbankan nyawanya...
demi orang lain.
Kau tak memiliki pengetahuan itu seribu tahun lalu...
jadi jelas kau tak tahu bila kau pernah bertemu anak pengumpul obat di gunung...
yang telah menyelamatkan nyawamu.
Air mata itu adalah eliksir yang kau tanamkan sendiri.
Kukira itu cuma kejadian biasa.
Tak disangka...
Rubah itu...
yang telah menanamkannya...
yang harus mengambilnya sendiri.
Bukan salahmu mengambil eliksir itu berdasarkan takdirmu.
Selama bertahun-tahun,
hanya dirimu yang telah menerima Eliksir Putih itu.
Aku ingin tahu...
apa yang terjadi pada claman itu...
yang rela memberikan eliksir itu padamu?
Dia sudah memasuki samsara.
Bulu rubah terbaik! Lihatlah!
Rubah?
Ayo minggir sana!
Kasihan sekali.
Ayah bilang rubah itu makhluk jahat yang suka bohong.
Tapi ini menyedihkan.
Nasib claman itu sudah lama berakhir.
Kau tak bisa menghindari takdirmu.
Aku tahu,
ini sulit. Tapi kau harus lewati proses penerimaan eliksir ini.
Jika kau mengambilnya, semua masalah akan terselesaikan.
Semua akan menghormatimu.
Jika tak kau ambil, usahamu 500 tahun bakal sia-sia.
Ini adalah latihan spiritual.
Ini sudah ditakdirkan.
Aku paham.
Shisan,
ini adalah rintangan terakhir,
bagaimanapun kau harus melakukannya sendiri.
DUKUNG trakteer.id/broth3rmax
Aku tahu...
kau tak akan memaafkanku.
Aku telah membohongimu.
Aku berbuat itu hanya untuk mengambil eliksir itu.
Itu benar.
Mustahil mengatakan...
kalau aku tak sedih.
Pura-pura saja...
kau tak pernah mengenalku.
Apa yang terjadi jika kau tak mendapatkan eliksir ini?
Xiao Bai,
kau sudah lama bersamaku.
Kukira aku sudah menemukan teman dekat.
Kukira aku masih bisa berumur panjang,
punya banyak waktu...
dan punya banyak cerita.
Kukira dirimulah...
dan Yinglian yang ada dalam hidupku.
Dan aku jadi manusia paling bahagia di dunia ini.
Jika semua karena aku punya satu hal lagi...
yang bisa kau gunakan...
Kau bisa mengambilnya.
Maaf...
Aku tak ingat kehidupanku sebelumnya...
jadi aku tak ada penyesalan lagi dalam hidup ini.
Sekarang aku yakin kunjunganku ke dunia ini...
adalah berharga.
Aku tahu menjadi dewa adalah hal paling penting bagimu.
Aku bersedia melakukannya untukmu.
Ijinkan aku menyampaikan permintaan terakhirku...
jadilah peri rubah yang baik.
Aku...
rela memberikan eliksir ini sebagai hadiah.
Sudah kuduga kau akan datang.
Aku senang.
Setidaknya pada saat-saat terakhir,
dia masih beranggapan kalau eliksir ini bisa membantumu menjadi dewa.
Aku berniat baik akan mengubur dia...
Aku terlanjur banyak berharap padamu.
Ini cuma Eliksir Hitam biasa.
Aku sudah menyia-nyiakan usahaku.
Kau harus bayar nyawanya!
Kau bisa apa?
Menurutmu buat apa aku selalu mengikutimu?
Bagaimana mungkin sekarang giliranmu untuk mendapatkan Eliksir Putih itu,
yang hanya muncul sekali dalam seribu tahun dan aku sendiri tak bisa mendapatkannya?
Kau ditakdirkan menjadi sampah sejak dilahirkan.
Kau tak tahu kemampuanmu. Bagaimana mungkin kau bisa melawanku?
Jika kau ingin mati bersamanya,
maka kukabulkan.
Namaku Wang Wijin. Siapa namamu?
Panggil saja aku Xiao Bai.
Kak Xiao Bai.
Maaf...
aku adalah peri rubah.
Aku ke sini untuk membalas kebaikanmu...
Aku tak ingat.
Karena itu sudah 500 tahun lalu...
Jika kau ada keinginan,
katakanlah padaku.
Aku juga ingin berbuat sesuatu untukmu.
Zijin,
maafkan aku.
Dasar anak bodoh,
yang muncul sekali pada bulan biru bukanlah Eliksir Putih...
tapi orang yang benar-benar mengorbankan nyawanya...
demi orang lain.
Rubah itu...
yang menanamkannya...
yang harus mengambilnya sendiri.
Bukanlah salahmu mengambil eliksir menurut takdirmu.
Tapi kau adalah dewa.
Bukankah itu yang kau inginkan?
Xiao Bai.
Aku tahu menjadi dewa adalah hal yang paling penting buatmu.
Aku bersedia melakukannya untukmu.
Aku...
rela memberikan eliksir ini sebagai hadiah.
Kau bisa menjadi peri rubah sejati.
Dan peri rubah yang baik.
Jika hidupku bisa mengabulkan keinginan keluarga atau kekasih,
tak kuanggap itu "sia-sia".
Ketenaran hanya sekedar senjata, yang membuatku bisa melindungi orang lain.
Zijin,
apa memang ini yang kau inginkan?
Nenek. / Kau selalu saja bengong.
Para tetangga tanya...
kenapa kau tak jadi pejabat setelah lulus ujian?
Nenek, Zijin tak punya ambisi...
dan kemampuan menjadi pejabat.
Yang penting bagiku
menjaga nenek demi Kak Daoran.
Kau selalu terlihat murung.
Aku selalu merasa telah melupakan banyak hal
tapi aku tak ingat apa itu.
Sini,
sini!
Jangan takut.
Kenapa kau terluka?
Sakit ya?
Kau mau kuajak pulang?
Nanti akan kuobati.
Kau punya nama?
Biar kuberikan nama.
Bagaimana kalau...
bagaimana kalau Xiao Bai? Kau suka?
Zijin,
kuberharap kau tak bertemu denganku.
Maka
hanya berkurang satu peri rubah berekor-9 di dunia ini.
Zijin,
aku akan menjadi dewa.
Ini terakhir kali aku berbohong padamu.
Dewa di langit dan di bumi,
jika pelajar Wang Zijin bisa terlahir kembali...
aku, Shisan Bai bersedia memberikan upaya seumur hidupku...
dan menerima hukuman petir dan gempa bumi.
Bocah bodoh,
tak ada lagi Shisan.
Kau akan melupakan segalanya.
Kau akan menjadi Zijin seperti dulu.
broth3rmax, 27 Desember 2020
Sudahlah...
hanya ular yang bisa menari dengan suara seruling.
Sejak awal...
aku ragu bila kematian para rubah Junior bukanlah kebetulan.
Memang sulit kau terima.
Shisan mungkin satu-satunya yang kasihan.
Anak itu akhirnya bakal menjadi dewa.
Bagaimana kau tahu kalau sekarang dia tak bahagia,
dan kelak dia tak bahagia?
Nenek Li ayamnya hilang.
Apa kau mencurinya? Katakan sesuatu!
Aku menemukannya!
Aku menemukan ayamnya! Ibu!
Aku menemukan ayamnya!
Maaf ya...
aku salah sangka. Ingat
jangan nyuri ayam orang lain.
Kau mengerti?
Minumlah anggur sebanyak-bayaknya di rumah.
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD/DELETE-CREDIT
INSTAGRAM @broth3rmax | TELEGRAM: t.me/broth3rmax FOR ADVERTISING ONLY, WA 08788 1595 624
trakteer.id/broth3rmax
LINK KHUSUS 17 TAHUN KEATAS w w w . c r o t b a s a h . c o m
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.