All language subtitles for Invitatio_2020_HDRip_Subtitlekan_com

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih Bahasa oleh Subtitlekan.com

Dilarang menghapus credit, resync, hardsub tanpa izin. Terima kasih.

Halo.

Lama tidak bertemu.

Kau bertanya kabarku.

Syukurlah kau masih bernapas.

Apakah kau akan datang?

Kapan?

Tiga hari kedepan.

Bukan dirimu.

Aku akan menunggumu.

Ada 54 hari lagi.

Ya.

Aku sudah bertahan lama.

Kau sudah tidur?

Itu bagus.

Sudah malam. Apakah kau bisa datang?

Terima kasih.

Hari itu akhirnya tiba.

Begitulah.

Katanya dia akan berada di sini dalam tiga hari.

Kau ingin aku bersiap?

Seperti hari yang lain... begitu saja.

Aku tidak tahu apakah aku bisa.

Aku mengandalkanmu.

Aku akan melakukan yang terbaik

Jika kau ingin menyembunyikan sesuatu yang berharga.

Mulai besok, kau akan sibuk untuk sementara waktu.

Dulu ada lukisan di sini.

Atau kita bisa memasangnya kembali.

Apakah kau masih memilikinya?

Perasaan aku bilang untuk membakarnya.

Tapi terlalu indah untuk ditinggalkan.

Ada di tangan pemiliknya.

Mengapa kita tidak pergi ke Juk-Suewon dan mengambilnya?

Aku...pergi.

Sudah lama sekali aku tidak melihat Pelukis Park.

Kemudian kau dapat membawa kembali mangkuk yang kau gunakan hari itu.

Aku memberikannya kepada pemiliknya.

Terima kasih.

Apakah Kau ingat anggur hari itu?

Anggur campuran.

Apa kau ingat ini?

Aku yakin aku inga

Kau bisa mendapatkannya?

Aku sudah membuat keputusan.

Lalu...

Bukankah terlalu berlebihan untuk meminta tarian?

Aku akan bersiap-siap.

Selamat atas pernikahanmu.

Lama tidak bertemu.

Kenapa kau ingin bertemu denganku?

Aku di sini untuk mengambil lukisan itu.

Sekarang, kenapa?…

Jang Hyeon-jae sudah kembali.

Aku ingin kembali ke masa lalu.

Apa yang ingin kau lakukan di masa lalu?

Hanya ingin tahu yang sebenarnya.

Memangnya kenapa kalau kau tahu?

Kubur saja dalam hatimu.

Aku... punya hak untuk mengetahui yang sebenarnya.

Semuanya sia-sia.

Pak, kau tahu segalanya, bukan?

Kenapa kau tidak memberitahuku?

Itu bukan urusanku.

Apa yang kau harapkan sekarang?

Dia berbahaya.

Aku bertanya sekali lagi.

Biarkan saja dia kembali.

Sudah terlambat.

Aku tidak bisa memberikan lukisan itu.

Kau memberikannya padaku, jadi itu milikku.

Aku membakarnya.

Berkat ayahmu.

Aku bisa menikmati hidupku di Jongli.

Kami tak bisa mempertahankan tempat ini tanpamu, Pak.

Sebuah pameran akan segera digelar di New York.

Aku juga ingin melihat dunia sekarang.

Aku ingin kau menjaga tempat ini dari sekarang.

Mari kita menyapa Choong-seo sebelum kita pergi.

Sekarang bukan waktunya.

Hati-hati.

Siap.

Mulai.

Terlalu berlebihan.

Benarkah?

Pergi sendiri. Aku mau pesan layanan kamar.

Oh, kau malu padaku?

Ya, sedikit.

Kenapa?

Tak bisakah kau terlihat cantik di depan semua orang?

Tolong lakukan sesuatu pada bibirmu. Hah?

Kau tampak seperti orang idiot.

Beberapa orang bodoh.

Siapa itu?

Semuanya begitu indah sekarang.

Kau harus terlihat begitu indah ketika masih muda.

Tidak ada kabar baik. Mereka akan mengatakan itu aku.

Belum kembali untuk waktu yang lama.

Kau harus terlihat cerah.

Aku bertanya siapa yang bodoh?

Nak, aku menghapus riasanku.

Aku tetap ingin makan di sini.

Kamar, sewa mobil, makanan ini.

Bisakah kita melakukan ini juga?

Apa kau khawatir?

Bukankah kita tidak punya uang?

Ada Kau.

Aku?

Kakekmu sangat kaya.

Membiarkan orang mati membayar?

Bagaimana rasanya datang ke Gwangju?

Orang tinggal di tempat yang sama.

Hei, kau membosankan.

Kakek, orang seperti apa?

Aku akan memberitahumu, jika kau minum denganku.

Tidak.

Bukan sekali atau dua kali kau berbohong.

Setelah kau selesai, semuanya berakhir. ini sudah berakhir.

Kapan aku...

Bukankah itu benar?

Nak.

Minumlah sebotol wiski hari ini.

Tidak.

Baik... aku tahu.

Ceritakan tentang kakek.

Yah, aku tidak yakin.

Tidak begitu yakin?

Dikatakan sebagai seseorang yang suka menghabiskan uang.

Tentu saja, pasti kaya.

Kau cucu dari pria tampan itu.

Mengerti?

Haruskah aku bahagia?

Tentu saja.

Pabrik Seni Keramik Hanok.

Halaman Villa Bambu Salju.

Ini adalah warisannya.

Apa hubungannya denganku?

Ya, benar.

Kejahatan apa yang ibu lakukan?

Kejahatan apa?

Tidak.

Kau seorang menantu?

Tapi kenapa kita berkeliaran kemana-mana?

Ya.

Seperti itulah hidup.

Kenapa kau di sini?

Nak.

Bisakah kau minum lagi?

17 tahun, 54 hari.

Aku datang untuk melihat Han Jang-seo.

Apa yang kau lakukan di sini?

Hanya ingin bertemu dengannya

Apakah sebelumnya kau sudah menghubunginya?

Tidak.

Tidak pernah dihubungi.

Pergi ke ruang belakang.

Kau pasti Han Jang-seo.

Aku dan kau...

Jang Hyeon-jae adalah ibuku.

Halo, paman.

Paman.

Kakakmu, Han Choong-seo.

Adalah ayahku.

Kau bilang kau.

Putranya Han Choong-seo.

Duduklah.

Apa ini?

Aku berencana membuang benda ini.

Yang ini

Ini ayahku, kan?

Jika kau datang untuk melihat ayahmu.

Sudah terlambat.

Dia meninggal tiga tahun yang lalu.

Ayahku.

Dia orang seperti apa?

Kebalikan dari diriku.

Dan kau orang seperti apa?

Pohon tua.

Dia seperti sayuran.

Ini hadiah dari ayahku.

Kami tidak sering bermain ini saat masih muda.

Yang mana milik ayahku?

Yang ada di tangan kananmu.

Jadi yang ini milikmu?

Ayo.

Mari kita coba.

Aku sudah tua.

Tidak cocok untuk memainkan ini lagi.

Paman sudah tua.

Dan aku tidak akrab dengan pedang ini.

Bukankah itu adil?

Paman.

Kenapa kau membalas surat ibuku?

Aku rasa itu tidak perlu.

Tidakkah kau penasaran apa isi surat itu?

Kau sudah melihat semuanya?

Aku sudah melihat semuanya.

Aku tidak tertarik.

Aku mengatakan ini karena kau salah paham.

Surat itu bukan permohonan cinta atau bantuan.

Dia harus memiliki rasa malu.

Kenapa kau tidak ikut dengan ibumu?

Bukankah kau berjanji besok?

Aku tidak ingin terlibat dengan kalian berdua.

Aku memilih untuk datang hari ini.

Ibuku tidak tahu aku ada di sini.

Hari ini.

Alasanku di sini

Itu karena ibuku dan aku dan apa yang terjadi selama bertahun-tahun?

Kau harus tahu.

Kami pergi dari kota ke kota.

Dari negara ini ke negara itu

Diriku yang muda.

Kupikir semua orang hidup seperti ini.

Aku harus sendirian di rumah kotor selama berhari-hari.

Di sisi ibuku yang selalu mengabiskan hari-harinya dengan minuman.

Aku masih muda saat itu.

Aku berkeliling dunia dengan ibuku.

Apa yang dipelajari bukanlah apa yang harus dilakukan.

Tetapi hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Aku bahkan tidak punya teman.

Semua ada waktunya.

Itu sebabnya aku berpikir.

Selama bertahun-tahun.

Kenapa ibuku harus berkeliling dunia?

Karena kesepian.

Kesepian seorang wanita yang merindukan cinta.

Dan kau mengabaikan keinginannya.

Tidak bertanggung jawab.

Biarkan aku memberi tahumu sekarang, mengapa aku datang ke sini.

Aku datang untuk meminta bantuanmu.

Katakan padaku.

Aku ingin menetap....

...disini.

Di rumah ini.

Tinggal di sini bersamaku?

Keluar dari sini.

Kau menyuruhku pergi dari sini.

Tidakkah kamu pikir kau telah tinggal di sini terlalu lama?

Kau tak perlu mengurus keluarga.

Kenapa ragu?

Ini adalah rumah Guruku

Juga rumah ayahku.

Kurasa kau berhutang sesuatu padaku.

Apa yang harus dibayar?

Tahun-tahun yang panjang.

Karena kau, aku begitu buruk.

Apa maksudmu?

Apakah ibu mempermalukanmu?

Kemana saja kau seharian ini?

Jalan-jalan.

Pergi kemana?

Belanja.

Betapa sepinya meninggalkan ibu sendirian.

Aku dijadwalkan untuk tampil di Universitas Gwangju besok malam.

Aku tidak bisa.

Aku akan bertemu seseorang besok

Kau yang mengajakku kencan.

Jangan bawa aku.

Mereka datang ke Gwangju. Apa kau tidak akan menemui pamanmu sebelum pergi?

Kenapa aku harus menemuinya?

Dia bukan orang asing, dia pamanmu.

Kau bisa melihatnya sendiri.

Dan ...

Apa lagi?

Tunggu sampai kompetisi FIVB berakhir.

Aku tidak akan menjadi seorang atlet.

Itu ide yang bagus.

Dan ...

...aku akan.…

...tinggal di Gwangju.

Kau bilang ingin tinggal di Gwangju.

Aku lelah berkeliling.

Bagaimana dengan ibu?

Aku suka berkeliling.

Kenapa kau tidak pergi sendiri?

Aku harus menjalani hidupku sendiri.

Ada apa denganmu?

Apa hari ini ada yang membuatmu marah?

Tunggu sampai besok, saat aku bertemu orang itu.

Apa kau akan membicarakanku?

Kurasa begitu.

Aku tidak punya alasan untuk bersembunyi.

Pelukis Park Tae-woo, mengirim lukisan itu padaku.

Sebuah surat dikirim dengan lukisan itu.

Aku masih merasakan keinginanmu untuk mengetahui kebenaran.

Sia-sia.

Tapi Jang-seo, aku berharap yang terbaik selama sisa hidupmu.

Aku akan mengirimkan lukisan ini padamu.

Aku akan mengirimkan lukisan ini padamu.

Ada di sini.

Meski sebagian orang menjual melon

Lengannya terlihat bagus, JH.

Tentu saja.

Mengapa Jang Hyeon-jae muncul?

Ya.

Dia kembali.

Dia punya JH.

Kita akan segera tahu.

meskipun itu benar...

...juniorku.

Namun selalu disertai kemalangan.

Kau tak boleh lupa.

Dia menderita karena kehadiran Jang Hyeon-jae.

Aku akan berkemas.

Mengirim hidangan ini ke rumahmu.

Benarkah?

Subtitlekan.com

Jangan menunggu dan pergi menuju hotel.

Bagaimana kabarmu?

Aku sudah menunggumu.

Lukisan ini.

Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat.

Lihat ke belakang.

Tampaknya itu adalah lukisan karya pelukis Park Tae-woo.

Itu benar.

Indah sekali.

Apa kau tidak ingat apa-apa?

Yah, itu...

Kau serius?

Apa kau tidak ingat apa-apa?

Bukankah ini hadiah pernikahan?

Ahh..

Kau tidak merindukanku?

Darimana kau kembali?

Oh, Montreal.

Kau tinggal di sana?

Hanya sementara.

Untuk saat ini.

Sampai putraku lulus kuliah.

Han Jang-seo.

Aku punya seorang putra.

Kemarin dia ada di sini, benar?

Apa dia memberitahumu?

Tidak.

Aku bukan seorang ibu tanpa apa-apa.

Selalu ada cara untuk mengetahuinya.

Tidakkah menurutmu anakku tampan?

Senang bisa kembali.

Kau ingat anggur ini?

Ah, anggur campuran.

Dulu kau suka, kan?

Saat Choong-seo membawamu pulang..

Rumah tua ini, yang telah ada selama bertahun-tahun...

...bersinar karenamu.

Pada saat itu...

... itu yang kutahu.

Wanita yang ingin aku nikahi.

Itu kau.

Halo.

Halo.

Tapi ...

Dan aku salah menghitung hubunganmu.

Untuk beberapa alasan, aku ...

...selalu kesepian di antara kalian berdua.

Choong-seo dan aku berada di jalur yang sama.

Tapi ada perbedaan besar.

Choong-seo tahu cara menikmati hidup.

Jang Hyeon-jae.

Kau dan Choong-seo adalah tipe yang sama.

Ya, Musik.

Ya, perjalanan.

Ya, film.

Jika Choong-seo punya uang

Akankah dia benar-benar membawamu kepadaku?

Berinvestasi terburu-buru.

Memulai bisnis dengan tergesa-gesa.

Kesetiaanya.

Benar-benar tidak beruntung pada uang.

Sebaliknya...

...aku punya uang.

Aku bisa memegang semua yang aku warisi dari ayahku.

Karena kau.

Jangan berubah.

Tapi cinta membutakan aku.

Memberitahuku petunjuk yang tak terhitung jumlahnya.

Pura-pura tak melihat.

Awal yang tidak menguntungkan.

Kemalangan ini berlanjut sampai sekarang.

Ayo.

Aku yakin makanannya sudah siap.

Kita...

Mari kita pindah ke tempat lain.

Para atlet siap untuk bertanding.

Masker.

Bersiap.

Dalam posisi.

Baik.

Dalam posisi.

Uji peralatan.

Dalam posisi.

Ayo.

Mulai.

Satu, di posisi.

Kedua tingkat dimulai.

Mulai.

Dalam posisi.

Mulai.

Jue-Chiang.

Jam tangan indah sekali.

Karya Senior Huang Ren Yu.

Kau ingat ini?

Hadiah pernikahan kami.

Kau ingat?

Toko ini tidak berubah sama sekali.

Kau bilang kau akan datang.

Aku menyuruh mereka mempersiapkannya.

Seperti pada hari itu.

Apa kau tahu Choong-seo sudah mati?

Aku dengar.

Kapan dia meninggal?

Tiga tahun yang lalu...

Karena apa?

Aku tidak tahu.

Aku juga.

Tunggu sampai dia mati untuk melihatnya.

kupikir.

Mungkin dia tidak ingin hidup.

Sekarang dia tidur di Paviliun bambu.

Dua hari sebelum pernikahan...

Aku pergi ke Paviliun Bambu untuk mencari Choong-seo.

Kau pergi pagi-pagi sekali.

Kemana kau pergi dan apa yang terjadi?

Kau sering pergi keluar tanpa penjelasan.

Itulah yang selalu kau lakukan.

Aku rasa itu tidak aneh.

Hari itu.

Tidak ada seorang pun di sana.

Yang aku lihat adalah...

...di tempat tidur Choong-seo.

Itu celana dalammu.

Dan kalung pernikahan kita.

Kalung itu.

Kenapa ada disana?

Kau tidak perlu menjawab pertanyaan ini.

Karena kita semua tahu yang sebenarnya.

Ayo ... silahkan minum teh.

Master teh seharusnya sudah menyiapkan teh.

Aku telah menyiapkan teh untuk hari ini.

17 tahun yang lalu.

Malam sebelum pernikahan.

Kau membawanya.

Teh Liar Jisan.

Mari kita minum teh ini hari ini.

Sebelum minum teh.

Kau harus menjawab pertanyaanku.

Teh yang kau bawa.

Waktu fermentasi adalah seumur hidup seseorang.

Teh hitam itu.

Wangi khusus.

Saat aku memegang cangkir di mulutku.

Sayangnya...

...Kami berdua saling memandang.

Tatapan itu penuh dengan ketakutan.

Itu terakhir kalinya...

...melihatmu.

Sehari setelah kau menghilang...

... aku baru saja menaruh teh fermentasi.

Dilempar ke kolam teratai di halaman.

Setengah hari kemudian.

Ikan mas di kolam teratai membalikkan perutnya dan muncul ke permukaan.

Tidak akan ada bukti.

Zat beracun alami.

Baunya pasti enak.

Minumlah.

Terima kasih.

Percayalah padaku.

Pertanyaan pertama.

Malam sebelum pernikahan.

Apa kau benar-benar akan membunuhku?

Pertanyaan kedua.

Apakah Kau dan adikku adalah sepasang kekasih?

Masalah seperti ini.

Aku tidak bercanda.

Kau sudah menjawab.

Karena kau meninggalkanku hari itu.

Seseorang yang kau cintai.

Bukan aku.

Tapi Choong-seo.

Melarikan diri bersama Choong-seo?

Tapi kalian terlalu miskin untuk pergi bersama.

Selama aku masih hidup...

...tidak mungkin untuk menikah.

Kau mengambil segala sesuatu yang berharga ketika kau pergi.

Asuransi Untukmu.

Dokumen pinjaman dengan stempelku.

Kau tidak bisa melakukannya tanpa surat kesetiaan.

Setelah kau pergi...

...dia tinggal sendirian.

Dan kau hidup di dunia yang luas di luar sana.

Choong-seo sudah mati.

Di antara kita bertiga.

Yang paling terluka.

Pria yang dikhianati.

ini adalah surat kesetiaan

Jangan lakukan ini.

Meskipun aku tahu semua ini...

Tapi ada satu hal yang tidak jelas.

Jang Hyeon-jae.

Jawab aku.

Hari dimana kau mencoba membunuhku.

Apa adikku tahu?

Bahkan jika kau tidak bicara.

Aku punya cara untuk mencari tahu.

Kesetiaan tidak hanya menggunakan kematian sebagai jawaban.

Ini peninggalan yang ditinggalkan oleh Choong-seo.

Layak menjadi buku kesetiaan.

Aku belum pernah mendengarnya.

Harus ada kebenaran dalam rekaman ini.

Jang Hyeon-jae.

Mari kita dengarkan ketulusan Han Choong-seo.

Hari dimana kami bertiga pertama kali bertemu.

Seharusnya sekitar tahun ini.

Meski tidak bisa dikembalikan.

Tapi it momen yang ingin aku lupakan.

Maaf, Kak.

Saatnya mengatakan yang sebenarnya.

Oke, aku akan bertanya sekali lagi.

Bahkan jika kau berbohong sekarang.

Tidak ada saksi yang bisa menyanggahmu.

Itu sebabnya Jang Hyeon-jae ...

...silakan, katakan.

Hari dimana kau mencoba membunuhku.

Apa adikku tahu?

Kau masih menolak untuk menjawab.

Tidak, tidak apa-apa untuk tidak menjawab.

Karena diammu adalah jawaban yang paling meyakinkan.

Sekarang aku sudah mengatakan semua yang harus kukatakan.

Hyeon-jae, kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku?

Kesalahpahamanku...

...atau alasan apapun.

Apa tidak ada yang perlu dikatakan?

Han Jang-seo.

Baik.

Aku...harus pergi.

Kau bisa pergi kapan saja.

Mobilku sudah siap.

Sebelum kau pergi...

... aku ingin memberimu hadiah terakhir.

Aku ingin menunjukkan ini 17 tahun yang lalu.

Tuan Han Jang-seo sudah siap.

Maafkan aku.

Maaf untuk apa?

Semuanya.

Tarian kecil sang master membantuku menyampaikan rasa terima kasih.

Aku tidak akan melihatmu pergi.

Hati-hati.

Kalau begitu aku pergi.

Kau bisa ikut juga.

Kenapa?

Tidakkah kau ingin tinggal di sini?

Lakukan saja seperti yang ibu katakan.

Ibu.

Kau tahu aku mencintaimu, Kan?

Ayahmu.

Mungkin saja dia masih hidup.

Aku tahu.

Bagaimana kau tahu?

Aku tidak ingin menjawab.

Halo?

Apakah ini rumah tuan Han Jang-seo?

Ya.

Siapa kau?

Aku manajer resort.

Ada yang bisa kubantu?

Apa kabar?

Aku mengenalmu dengan baik.

Ah, ya?

Kau tahu Jang Hyeon-jae dan Han Dong-joo, kan?

Mereka bilang itu istri dan anakmu.

Aku meneleponmu untuk mengirimkan tagihan.

Tagihan apa?

Layanan kamar hotel.

Biaya sewa mobil untuk pijat.

Apa ada kesalahan?

Tidak.

Tolong kirimkan.

Baik, terima kasih.

Subtitlekan.com

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.