All language subtitles for Besharam (2013)

af Afrikaans
ak Akan
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Subtitle translated by Dany Risminanto a.k.a dani nigam http://subscene.com/u/676463

IDFL๏ฟฝ SubsCrew http://IDFL.me

Aku bisa tanya sesuatu?

Semuanya tunai... Amerika...Swiss..

'Hawala' Maksudnya apa (Pencucian Uang)

Sama Seperti Pertukaran Uang dengan uang bersih.

Begitu pula dengan mentransfer uang gelap ..

.. itulah 'Hawala' (Pencucian Uang).

Sulap.

Kau bayar kami disini dan.. Poof!

Ini ditransfer ke Swiss.

100 juta, semuanya disini.

Bagus sekali.

Dua jam kemudian, 100 juta...

.. akan ditransfer ke rekening Bank Swiss-mu.

Kenapa cuma 90 juta?

10 juta komisi kami.

Kasihanilah kami.

Aku baru diangkat jadi menteri.

Kau harus mengasihani negaramu juga.

Kau baru diangkat jadi menteri.

90 juta dalam 15 hari bukan jumlah yang kecil.

Hentikan mobilnya.

Kau dari mana?

Ambala.

Dan kau mau kemana?

Chandigarh.

Chandigarh!

Apa isi bagasimu?

Bicaralah.

Buka bagasinya.

Lihat saja sendiri.

Bravo. Ayo, Rambo.

Siapa aku? - Aku tidak tahu, Pak.

Bheem Singh Chandel!

Kenapa kau menghentikan mobilku? - Aku menerima petunjuk dari ruang kontrol ..

.. kalau ini mobil curian?

Petunjukmu memang benar.

Biarkan aku pergi.

Kau tidak membiarkanku pergi.

Pak, apa yang harus kulakukan?

Bakar saja! - Kenapa?

Jangan meninggalkan jejak sedikitpun.

Tapi, Pak, ini mobil baru.

Polisi mencari mobilnya.

Aku tak bisa memakainya.

Sekarang bagaimana?. - Carilah mobil baru.

Kali ini dari daerah yang berbeda.

Pak, aku kenal pria yang bisa diandalkan.

Dia bisa mencuri mobil Seperti mencuri permen dari bayi.

Di mana aku bisa menemuinya? - Delhi.

Masih lama, babli?

Aku membuka kunci kemudi, T2!

Bersabarlah!

Apa-apaan ini..

Penjaga!

Hei, Penjaga!

Penjaga!

Halo.

30 detik, T2. Kau siap?

Siap.

Penjaga, mobil siapa yang bunyi?

Tn. Dutta.

Bangunkan dia! Berisik sekali!

Tn. Sharma.. - Hei!

Tidurku terganggu. - Siapa di dalam mobil itu?

Siapa yang mengemudikannya?

Penjaga, kemarilah. - Penjaga, kemarilah.

Cepatlah! - Pencuri! Pencuri! - Aku datang, Pak.

Pencuri! Tangkap dia. Pencuri!

Itu dia.

Kami membayarmu buat apa? - Empat ... tiga ... dua ..

Kemarilah. - Hentikan dia.

Hentikan dia. - Dia melarikan diri.

Bangun, Chautala.

Kau mendengkur berisik sekali.

Itu bisa membuat penjahat kabur.

Bangun.

Biarkan aku tidur, sayang.

Pemuda yang sedang mabuk sudah waktunya pulang dari diskotik.

Buat uang.

Bangun.

Diam. Diam.

Kau selalu protes.

Jangan bicara omong kosong.

Kau menikah denganku.

Kau harus mematuhiku.

Dua bulan lagi kau pensiun.

Buat uang.

Kalau tidak, aku akan membuatmu menyesal.

Suatu hari nanti akan kucekik kau saat tidur.

Aku yang akan mencekikmu.

Pergilah. - Wanita bodoh.

Saddiram. Sudah ku bilang, perbaiki pintu ini.

Pergilah.

Oh sial. Polisi!

Berhenti. Berhenti.

Lepaskan kacamatamu.

Kau dari mana, nak?

Kantor.

Malam begini?

Pasti kau mabuk!

Napasmu bau seperti bawang.

Tunjukkan SIM-mu.

Sim.

Babli..

Babli?

Nama macam apa itu?

Itu yang tertulis di SIM, itulah kenyataannya.

Aktingmu pintar.

Bukan nama aslimu?

Bukan.

Bagaimana dengan nama ayahmu? - Aku tidak punya ayah.

Dia sudah mati?

Aku tidak tahu.

Dia ayahmu atau bukan?

Lupakan saja, paman. Tolonglah.

Dia tak punya orang tua.

Ia dibesarkan di panti asuhan.

Dia yatim piatu.

Begitukah? - Ya.

Begitukah?

Nak, harusnya kau bilang dari tadi.

Kau yatim piatu dan aku tidak punya anak.

Mengejutkan. - Mengejutkan, kan?

Cerita kita sama.

Semua unit waspada! Telah terjadi pencurian mobil.

Red Vento, no. DL-03-AM-9131.

Cepat pergi. - Semua waspada!

Pencurian mobil, Red Vento, no. DL-03-AM-9131.

Bajingan, hentikan mobilnya.

Cepat minggir.

Kau tuli?

Kubilang hentikan mobilnya. Cepat berhenti.

Berusaha kabur dengan mobil curian.

Kau bisa mengemudi tidak.

Ayolah. - Dimana? - Putar. Putar.

Kau menabrak mobil.

Kanan, kanan.

Pencurian mobil, Red Vento, no. DL-03-AM-9131.

Berhenti. Berhenti. Berhenti.

Mobil curian.

Itu mobil curian.

Mundur. Mundur. Mundur.

Berhenti. Kau mau lari kemana?

Tangkap mereka.

Berhenti.

Hentikan mobilnya.

Cepat pergi.

Kenapa kau..

Kau bisa membuat kita terbunuh.

Kejar. Cepat kejar.

Apa yang kau lakukan?

Adegan romantis. - Diam. Ikuti mobilnya.

Ambil itu. Ambil itu.

Minggir.

Mereka ngebut menuju Blok Selatan Gate India.

Kirim bantuan.

Kemudikan lebih cepat. - Aku sudah ngebut.

Ini bukan mobil Mercedes.

Minggir!

Wanita bodoh.

Tangkap mereka semua.

Bajingan, mabuk dan mengemudi.

Tangkap mereka.

Bajingan itu melarikan diri.

Dia melarikan diri.

Babli.

''Kau lahir telanjang.''

''Jadi kenapa harus malu?''

''Tidak ada ibu, ayah atau kepercayaan.''

''Keburukan dengan kelucuan.''

''Lembut dengan orang yang tak bersalah.''

''Bersenang-senang sepanjang waktu, cuma senang-senang.''

''Ayo tunjukkan pada semua orang, ..''

''Bukalah hatimu, tonjolkan dadamu, ..''

''Ayo tunjukkan pada semua orang, tak tahu malu.''

''Bukalah hatimu, tonjolkan dadamu, tak tahu malu.''

''Ayo bergoyang ikuti irama, tak tahu malu.''

''Bukalah hatimu, tonjolkan dadamu, tak tahu malu.''

''Kami tidak bermoral.''

''Kami setan.''

''Kami berteriak tak tahu malu.''

''Kami tidak bermoral.''

''Kami setan.''

''Kami berteriak tak tahu malu.''

''Kami melakukan semua perbuatan kita.''

''Tanpa peduli akibatnya.''

''Kami tidak pernah ingkar janji.''

''Kami memulainya dan kamilah yang mengakhirinya.''

''Kami akan mematahkan semua ilusimu.''

''Ayo tunjukkan pada semua orang, tak tahu malu.''

''Bukalah hatimu, tonjolkan dadamu, tak tahu malu.''

''Ayo bergoyang ikuti irama, tak tahu malu.''

''Bukalah hatimu, tonjolkan dadamu, tak tahu malu.''

''Sejak lahir! Sejak lahir!''

''Perjuangan ada didalam darahku.''

''Kelainan! Kelainan!''

''Aku akan memberikan semua uang yang kucuri.''

''Gayaku unik.''

''Itu membuat orang gila.''

''Aku selalu menggotyangkan kakiku.''

"Aku buat dunia bergoyang bersamaku.''

''Hati kami sangat romantis.''

"Kami membuatmu terpesona dengan gerakan kami.''

''Pertama kami mencoba untuk membujuk dengan cinta.''

''Kalau tidak, kami menyatakan perang.''

"Siapapun yang kutunjuk bisa tertarik padaku."

''Kalau kami menyakiti siapapun, kami juga meredakan rasa sakitnya.''

''Kami akan merebutmu ..''

''Kami bisa merebutmu dari dirimu.''

''Bukalah hatimu, tonjolkan dadamu, tak tahu malu.''

''Ayo bergoyang ikuti irama, tak tahu malu.''

''Bukalah hatimu, tonjolkan dadamu, tak tahu malu.''

''Kami tidak bermoral.''

''Kami setan.''

''Kami berteriak tak tahu malu.''

''Kami tidak bermoral.''

''Kami setan.''

''Kami berteriak tak tahu malu.''

Wow!

Ini mobil terbaru, Bu. Mercedes Benz kelas A.

Keren sekali.

Aku menyukainya.

Mungkin mobilmu selanjutnya!

Tapi kalau kau membeli, kelas B, juga tidak buruk.

Benar sekali.

Surat perjanjian kreditmu sudah siap, Bu.

Ayo lanjutkan.

Terima kasih.

Selamat, Bu. - Terima kasih.

Aku datang, kawan.

Pelan-pelan, sayang. - Kenapa, bu?

Kami naik Mercedes!

Santai saja!

Pelan-pelan!

Pegang! Pegang! Pegang!

Ini yang disebut mengemudi.

Dan orang-orang bilang wanita tidak bisa mengemudi.

Mereka memang benar. - Bu.

Kau tak bisa jalan dengan baik, harusnya bersyukur aku membeli mobil.

Itu bukan mobil.

Itu jalan pintas bunuh diri.

Astaga!

Buang-buang uang saja.

Lebih baik kau beli skuter.

Tidakkah kau mengerti?

Ini pernikahan teman sekelasku.

Semua temanku akan berkumpul disana.

Berusaha mengajariku!

Mereka semua datang naik mobil-mobil mahal, Bu.

Semuanya diimpor.

Aku bintang di kampus.

Dan kau menyuruhku naik skuter?

Setidaknya biarkan aku pamer.

Wanita tak perlu pamer.

Apa ini? - Apa?

Bu. - Cobalah sekali saja jangan pamer.

Kenapa kau tak menikah saja?

Dengan siapa? Aku ingin pria yang tepat.

Kau ingin aku mencarikannya? - Lupakan saja.

Kau pasti mencarikanku pegawai atau akuntan ..

..itu tidak pantas buatku.

Tara.

Ayahmu juga seorang akuntan.

Dia juga sangat mencintaiku.

Bu, kau tidak mengerti.

Aku ingin yang berkelas. Berkelas.

Status. Kehormatan. Posisi.

Lucu.

Kau menginkan Rahul Gandhi. - Kenapa tidak? Dia ganteng.

Maafkan aku. kau bisa menemukannya sendiri.

Sudah kubilang padamu.

Jangan lagi.

Guru. - Kau sudah datang.

Tilu, kau buang kotoran lagi?

Anakkku.

Ini 50000, guru. kau bisa menghitungnya. - Aku tahu.

Kau memberikan semua penghasilanmu pada kami.

Simpan buat dirimu sendiri, nak.

Apa yang harus kulakukan dengan uang itu?

Kalian ada untukku.

Sekarang ganti celanaku.

Dasar anak nakal!

Ayolah.

Hentikan dia.

Oper bolanya. Cepat oper.

Hadang dia.

Ambil bolanya.

Jadi, Pele, kau takut.

Ayolah, berikan lollypopnya.

Ayolah...

Babli. Kau pasti terluka saat bermain.

Babli.

Berapa lama lagi kau jadi ayah anak-anak ini sendirian?

Mereka butuh ibu untuk merawat mereka.

Bagaimana kalau mereka jadi pencuri sepertimu?

Babli. Bagaimana ini?

Kejutan.

T2. - Ya.

Lihat.

Baik. Ayo curi yang itu.

Bukan mobil, liat supirnya.

Pengemudinya sangat sexi.

Bukan hanya satu lekuk tubuhnya, tapi seluruh tubuhnya.

Jaga bicaramu.

Dia kakak iparmu.

Halo, Bu.

Uangmu.

Bukan, itu bukan milikku..

Oh, begitu. Ini juga bukan milikku.

Ayo kita bagi dua.

Ini bukan milik siapa pun.

Ngomong-ngomong, siapa namamu?

Cepat sekali kau melupakan namaku?

Pasti kau tidak ingat

.. nomor telepon dan alamatku.

Dengar, Tuan. Siapa pun dirimu.

Beginikah cara menanyakan nama seseorang ..

...memakai cara kuno.

Dan keamanan hotel ini ..

..baru saja selesai fitnes.

Satu panggilan lalu mereka datang akan menunjukkan kekuatan mereka.

Kurasa kau marah, Cantik.

Tidak..

Sebenarnya, temanku akan menikah ..

.. jadi aku sedang bahagia..

Tapi lebih baik kau pergi dari sini.

Kini aku bisa marah setiap saat.

Mengerti.

Terima kasih atas pujiannya.

Men in Black. Dia Mission ImpossibIe.

Kau tidak bisa menang dari dia.

Mau bertaruh?

Ini dia. Aku kalah.

Sekarang ayo kita kerja.

Aku ingin kakak ipar.

''Semua pemuda di sekitarku ..''

''.. menatapku dari jendelanya.''

''Semua pemuda di sekitarku menatapku dari jendelanya.''

''Tapi aku menipu semua orang dan melemparkan hatiku buatmu.''

''Aku kehilangan hatiku di lorongmu.''

''Jangan bohong, tak ada yang menatapmu.''

''Siapa kau bodoh dan selalu bilang?''

''Aku kehilangan hatiku di lorongmu.''

''Kami raja dengan kemauan kita.''

''Mencuri hati sangat mudah bagi kita.''

''Gayaku unik.''

''Selama hidupmu, kau bisa menang dariku.''

''Lebih baik cepat selesaikan, supaya hatimu bisa masuk padaku.''

''Ambil tanda tanganku, Aku melemparkan hatiku padamu.''

''Aku kehilangan hatiku di lorongmu.''

''Aku kehilangan..''

''Aku kehilangan hatiku, sayang, di lorongmu.''

''Aku kehilangan hatiku, cantik, di lorongmu.''

''Pemuda sangat kurang ajar.''

''Setelah mati, jangan bangun lagi.''

''Lebih baik menghilang, kau pembohong.''

''Dalam sandiwaramu tidak ada yang benar.''

''Ayo, Menjalin hubungan lebih jauh.''

''Ayo memainkan permainan cinta, temui aku di atap.''

''Aku kehilangan hatiku, sayang, di lorongmu.''

''Aku kehilangan hatiku, cantik, di lorongmu.''

''Semua pemuda di sekitarku menatapku dari jendelanya.''

''Jangan bohong, tak ada yang menatapmu.''

''Siapa kau bodoh dan selalu bilang?''

''Aku kehilangan hatiku di lorongmu.''

''Aku kehilangan hatiku, sayang, di lorongmu.''

''Kami para pecinta, kami akan menyatukan hati.''

''Kami akan meninggalkanmu tanpa apapun.''

''Perjuanganmu sangat baik.''

''Kami populer atas apa yang kami lakukan.''

''Aku kehilangan..''

Apa yang kau lakukan?

Apa yang terjadi?

Sesuatu menusukku.

Ponsel?

Darimana itu?

Tak apa, T2. Tidurlah.

Ponsel?

Hari ini batreimu terlalu sering kau charge.

Bergetar setiap pagi.

Cepat menikah.

Aku tak bisa mengatasi ponselmu setiap pagi.

Cuma karena seseorang tidak mengatakan sesuatu ..

.. dia menyebarkan fitnah disekitar sini.

Kau belum selesai?

Keluar sekarang.

Kau mau mengeluarkan ususmu juga?

Biar kuselesaikan, dasar nenek sihir.

Nanti kau bisa kena wasir.

Kau harus minum obat pencuci perut. - Diam kau!

Bukan wasir, Aku bisa mati karena serangan jantung.

Lupakan saja. Dasar tak tahu malu.

Kau takkan mati begitu mudah.

Kuharap kau mati duluan ..

.. jadi aku bisa kawin lagi.

Setidaknya aku bisa punya anak.

Kalau kau menginginkan anak, kenapa kau tidak mengadopsi?

Kau selalu memakiku.

Aku akan membunuhmu.

Oh AK 47 - ku.

Kau tak bisa gunakan barangmu dengan benar, kau pikir bisa membunuhku.

Diam kau.

Kenapa kau menghinaku setiap hari?

Untuk membantu tekanan, Chaudhary.

Kau tahu, semua suami di dunia ini ..

.. mulai tertekan setelah mendengar nama istrinya.

Tapi kenapa kau tidak?

Akan kutunjukkan padamu, tunggu saja...

Aku merasa lega, Sayang.

Kau adalah obat untuk semua masalahku.

Kalau bukan karena makianmu, Aku tak bisa be'ol di pagi hari.

Aku berhutang budi padamu.

Sekarang, buatkan aku sarapan.

Aku terasa ringan seperti bulu.

Bulu

Bibi.

Bibi, kau minum madu sebelum tidur?

Kau terlihat sangat manis.

Jangan ngegombal, Babli.

Baiklah, aku ada permintaan.

Saat kau kembali ke atap melepas bajumu ..

..miss call aku.

Aku akan datang dan melepas bajuku juga.

Diam kau, tak tahu malu.

Kini kau sudah dewasa, apa kau tak punya malu?

Omong kosong.

Tidak punya sopan santun. Akn kupukul kau.

Ayo, T2. Cepat sedikit?

Aku mencari kaos kakiku.

Aku tak bisa memakai sepatu tanpa kaos kaki

Ini.

Apa ini?

Sumpalan.

Gadis juga melakukannya.

Berikan kesan yang baik.

Kau bisa terus membuat kesan baik.

Aku pakai sepatuku tanpa kaos kaki saja.

Kembalikan 100 rupee-ku.

Bagaimana bisa kau menemukan kakak ipar?.

Kau juga tak tahu namanya.

Beauty! Itulah namanya.

Beauty!

Dan apa nama keluarganya? Parlour?

Beauty!

Terus berjuang.

Kau pasti bisa menemukannya di Google.

Tn. Berapa harga Nangkanya?

200 Rupee per kilo.

Baiklah, 150 buatmu.

Apa ini..

Ada apa, Bi?

Bajingan!

Kau membuatnya pingsang gara-gara harga yang kau berikan..

.. dan dia merobek bajuku.

Pak.. - Ambil itu. - Apa salahku?

Halo.

Bibi.

Bangun, bibi. Kami belikan buahnya.

Tolol kau, berikan tanganmu.

Ayo.

Disini rumahku, nak. Berhenti.

Berhenti. Berhenti, Nak.

Disini? - Ya.

Aku tak bisa buka pintunya, nak.

Ini rusak?

Astaga!

Punggungku yang rusak. - Pelan, bibi. Pelan.

Cepat balik. - Ya, diam saja disitu.

Aku berharap Tuhan memberiku anak sepertimu.

Tidak mungkin dengan usiamu yang sekarang, bibi.

Tapi kau bisa mendapatkan menantu.

Kau punya Putri?

Hidupku menyedihkan.

Ayo, nak.

Taruh saja diatas meja.

Tara.

Tara. - Aku datang, Bu.

Lututku.

Kau? - Kau!

Orang yang kucari kemana-mana

..disini karena kemejaku yang robek.

Apa yang kau lakukan disini? - Aku akan memberitahumu.

Aku mau menjahit kancing baju. - Disini bukan tempat untuk menjahit baju.

Kau tak punya sopan santun.

Sama sepertimu. - Aku...

Jalan di rumah yang dipenuhi dengan wanita ..

.. dan membuka kancing kemeja. - Tapi aku.

Memangnya aku harus pergi kemana lagi? - Ibumu merusak kancing bajuku..

Diam!

Mana mungkin ibuku merobek bajumu?

Diam!

Biar aku yang memberitahumu.

Aku pergi ke pasar.

Disana sangat panas.

Aku merasa pusing dan terjatuh.

Tanganku menarik kemejanya.

Dan kancing baju anak malang ini rusak semua.

Dan dia anak yang sangat baik, dia juga mengantarku pulang.

Bukannya menunjukkan keramahan ..

.. kau malah memarahinya.

Benar, bibi, ini tidak benar.

Haruskah aku melepas kemejaku, atau ..

.. maukah kau menjahit dengan kupakai bajunya?

Kau berbulu!

Taruh kemejamu disini.

Akan kujahit satu atau dua hari lagi.

Bagaimana penampilanku?

Ada apa, bibi?

Merasa pusing lagi?

Kau mengingatkanku pada papa-nya.

Dia terlihat tampan sama seperti saat kau pakai kemejanya.

Apa dia tidak terlihat tampan lagi?

Dia meninggal.

Itu salah satu kemeja lamanya.

Maaf, bibi. Aku tidak tahu.

Tak usah tunjukkan simpatimu.

Sekarang cepat pergi.

Kau sangat panas.

Meluber seperti api.

Oke, Daah.

Sampai ketemu lagi. Bibi. - Tuhan memberkatimu, nak.

Kau kesini lagi. - Pasti aku kesini lagi..

Bukan ...

Bisa aku bilang sesuatu, Beauty?

Aku suka tarian panas?

Mau kah kau berdisko denganku?

Tak tahu malu.

''Lonceng ... yang terngiang di telingaku.''

"Itu cinta pada pandangan pertama.''

''Aku tak percaya mataku.''

''Aku mengigil karena demam.''

''Jantungku mau copot.''

''Pertama gadis itu ... marah.''

''Dia bertanya apa yang kau lakukan di sini?''

''Aku bilang aku sangat beruntung.''

''Orang yang membawaku ke sini adalah ibumu.''

''Apa ini..''

''Kami mencarinya kemana-mana.''

''Sementara dia ada di sini setiap saat.''

''Kata-katanya Seperti secangkir teh''.

''Manis dan panas.''

''Seperti bawang goreng, dibumbui dengan cabai.''

''Dia menyerang dengan kemarahan dan mengancamku.''

''Tapi aku tidak bergeming.''

''Aku mencium pipinya.''

''Dan hatinya meleleh.''

''Jangan berbohong. Kau menciumnya?''

''Tentu saja aku menciumnya. karena aku pahlawan.''

''Ya, itulah dirimu''

'' Selanjutnya apa? - Perubahan Tune.''

''Apa ini..''

''Dia berdiri, begitu juga aku''

''Dan dia menabrakku.''

''Dia mendekat, memegang tanganku.''

''Dan menjauh.''

''Dia penuh kasih sayang membantuku memakai bajuku.''

''Saat dia menyentuhku, jantungku berdetak kencang.''

''Bahkan dia mengganti kemejamu.''

''Kau siap ..''

''Dia memelukku. Aku terkejut.''

''Hatiku mulai bernyanyi Do Re Mi ..''

"Perlahan dia berbisik di telingaku.''

''Kini kau ada dimana?.''

''Aku jatuh, harus sadar.''

''Dan merasakan angin sejuk dari cinta.''

''Lonceng ... yang terngiang di telingaku.''

"Itu cinta pada pandangan pertama.''

''Aku tak percaya mataku.''

''Aku mengigil karena demam.''

''Jantungku mau copot.''

''Jantung berlari.''

''Jantung berlari.''

''Jantungku bergoyang.''

"Jantungku copot, bergoyang, lalu berlari.''

Ya, pak.

Jangan duduk seperti itu. Tuan sudah datang.

Tuan sudah datang. Cepat berdiri.

Aku bilang berdiri.

Ini bersih. - Diam!

Pak silahkan.

Siapa kau?

T2.

Terminator 2!

Aku tahu.

Jadi siapa Terminator 1? - Siap melayanimu, tuan.

Namanya Babli.

Babli!

Oh ya!

Aku sudah dengar sepak terjangmu.

Dia Tn. Bheem Singh Chandel.

Usahanya di Chandigarh adalah pencucian uang.

Dia butuh mobil curian.

Kau mau melakukan pekerjaannya?

Pembayaran, bukan dengan ancaman.

Uang di muka.

Benar, Pak?

Berikan permennya.

Hisap ini.

Ya. Kesepakatan selesai.

Cukup katakan pada kami mobil seperti apa yang kau cari.

Saat seseorang sedang berbicara ..

.. dan kau menyela nya.

Itu bisa jadi malapetaka.

Maaf.

Bagaimana kalau aku melarikan uangmu?

Kami pasti menemukanmu.

Oh! Apa itu asli? - Bagaimana menurutmu?

T2. Pistol!

Apa kau gila? Apa yang kau lakukan?

Luar biasa!

Ini asli.

Aku melakukan pekerjaanku dengan cinta, bukan dengan kekerasan.

Tapi kau simpan ini.

Aku simpan yang ini.

Ingat satu hal.

Begitu aku membuat kesepakatan,

Aku takkan pernah mengambil uangku lagi.

Aku juga tak mau mengembalikannya.

Ini bukan uang pinjaman.

Sepakat.

Kesepakatan beres.

Ayo, mulai bekerja. Tapi santai.

Sekaran pergilah...

Semoga sukses. - Terima kasih.

T2. - Hmmm.

Usiar dia. - Siapa? Dimana?

Dia.

Itu cuma anjing.

Kau bertingkah sangat tangguh di depan Chandel.

Kini kau sama anjing saja takut.

Semua orang pasti takut sesuatu.

Usiar dia.

Shoo.

Anjing sialan.

Kau pengecut.

Duduklah.

Duduk dimana?

Ya.

Cukur dia.

Apa?

Tapi sepertinya dia sudah cukur.

Cukur lagi.

Ayo cepat.

Tarifnya 200.

Aku bayar 500.

Tapi tidak disini. - Lalu?

Dia takkan keluar.

Dia sudah pergi ke kantor.

Bagaimana kau tahu?.

Semua orang kenal Tara Sharma, Pak.

Dia satu-satunya gadis paling cantik di daerah sini.

Jaga bicaramu.

Dia kakak iparmu. - Jangan emosi.

Semua orang ke salonku cuma ingin melihatnya.

Tak apa.

Alamat kantornya dimana?

Tarifnya jadi 1000.

Sudah kubilang, kau tak bisa masuk kedalam.

Sekarang bagaimana?.

Kau mau menyuapku?

Sekarang?.

Ini bukan lelucon.

Sekarang?.

Aku..

Pak ... kita tidak bisa membiarkanmu masuk tanpa izin.

Sekarang?.

Selesaikan segalanya dalam 15 menit?

Buat kartu pengunjungku. Babli.

Babli.

Bu.

Tara Sharma. - Di sana.

Hi.

Kau?

Wow. Kau bisa melihat Qutub Minar?

Bagaimana caramu masuk? - Lewat pintu.

Kemejamu ada dirumah.

Nanti akan kuambil.

Sekarang, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. - Apa?

Aku mencintaimu! - Apa?

Aku bersumpah demi Ibuku.

Meskipun, aku tak pernah melihat ibuku..

Tapi karena aku melihatmu ..

.. cuma kau yang selalu kupikirkan.

Dan hari ini akan kuungkapkan perasaanku di sini.

Kau punya waktu semenit.

Itu sudah cukup.

Waktumu dimulai sekarang.

Namaku Babli.

Sedikit aneh, tapi begitulah.

Aku tidak punya orang tua, jadi tidak punya nama.

Aku dibesarkan di Panti Asuhan Jai Hind.

Aku belajar sampai kelas 8, tapi tak bisa melanjutkannya.

Tapi aku montir terbaik.

A-1.

Sampai sekarang aku hanya mencintai satu orang.

Diriku.

Tapi kini, aku juga mencintaimu.

Dan akan kuberikan semua cintaku padamu.

Sampai kau bilang berhenti.

Aku hidup dengan T2. Dia pemuda yang manis.

Panti asuhan kami sangat besar.

Kita bisa hidup dengan tentram disana setelah kita menikah.

Kita bisa masak bersama, kalau tak ada Guru.

Aku ingin punya dua anak.

Satu nya sepertimu dan satunya lagi tampan sepertiku.

Kita beri nama mereka Rekha dan Amitabh.

Itu nama favoritku.

Setelah itu, aku akan..

Cukup.

Kau tak meresa sedikit vulgar?

Aku segera kembali.

Dua menit.

Keamanan. Ini manajer Tara Sharma yang bicara.

Cepat naik ke lantai 8, sekarang!

Hey, kawan, dengarkan.

Berkumpul kesini. Kemarilah.

Biarkan aku memperkenalkanmu.

Namanya Babli.

Dia yatim piatu,

jadinya dia tidak punya nama.

Benar?

Dia sekolah sampai kelas 8.

Dan dia disini mau melamarku.

Kau tahu, bahkan dia memutuskan ..

.. nama anak-anak kami.

Bu.

Ada apa, Bu?

Kau pikir siapa dirimu?

Pernahkah kau mengaca?

Kau kelihatan seperti orang tolol.

Apa yang kau pikirkan? Kau bilang ''Aku mencintaimu'' dan aku akan terpana?

Beraninya kau?

Keamanan. Usir dia sekarang.

Bawa dia keluar. - Ya. - Lepaskan.

Kau mempermalukan cintaku.

Tapi aku tetap tersenyum.

Kau tahu kenapa? - Karena kau tak tahu malu.

Aku...seperti inilah aku.

Tapi kau masih kekanak-kanakan.

Lebih baik sedikitlah dewasa.

Aku ingin menghabiskan hidupku bersamamu.

Ayolah.

Minggir. - Ayolah.

Pak.

Pak, tunggu.

Ambil ini.

Kenapa? Simpan uangnya, kau sudah melakukan pekerjaanmu.

Ya, tapi hatimu hancur berantakan.

Aku tak punya hati, hanya nyali.

Dan itu takkan pernah tersakiti.

Simpan saja uangnya.

Kau tak mendengarkan nasihatku.

Dia mempermalukanmu, 'kan?

Kenapa tanya kalau kau tahu?.

Bagaimana kalau kita melakukan pekerjaan?

Atau kita langsung pulang? - Tidak

Kita sudah sejauh ini ..

.. kita takkan kembali dengan tangan kosong.

Oh! Komitmen!

Babli. Kemarilah.

Ini mobil terbaru.

Kau bisa cium cat barunya.

Kita ambil yang ini saja. Kelamaan disini kita bisa gosong.

Daah, kawan.

Mobilku.

Mobilku ada di sini, warna merah.

Keamanan!

Kini kita bisa menuju ke Chandigarh.

Keamanan!

Ini ambil, no. rangka.

Pelan sedikit.

Tidak, Bu. Kami tidak tahu mobilmu.

Lebih baik kau ke kantor polisi.

Tanda tangan disini.

Mana BAP nya?

Tanya dia.

Dia yang bertanggung jawab.

Pak, bisakah aku mengajukan BAP-nya?

Kenapa? - Untuk asuransi.

Kau tak bisa begitu saja mengajukan BAP, sayang.

Butuh waktu.

Baru saja kami mendaftarkannya.

Kini kami akan menyelidikinya.

Apa? Penyelidikan!

Kemarilah.

Tetap disini, Aku segera kembali. - Ya?

Gadis itu putus asa.

Buat tekanan pada dirinya. - Tekanan.

Dia pasti mau membayar 10-15000.

Kita akan membeli microwave oven. 25 liter.

Diam!

Dia dalam masalah.

Kita harus membantunya.

Kau mencari kesempatan mendapatkan uang dengan cepat.

Kau selalu makan 'biryani' seharian.

Aku juga ingin beristirahat dari dapur.

Kau menikah denganku.

Kau tidak bisa memberiku anak ..

..setidaknya buat aku senang.

Kau begitu korup.

Suatu hari nanti aku akan menghentikanmu.

Menghentikan! - Coba saja.

Kau akan hidup sendirian.

Aku akan pulang kerumah ibuku.

Ibu?

Dasar nenek sihir!

Selalu mengambil keuntungan karena aku seorang pria.

Pak. Kalau kau segera melakukan penyidikan...

.. mungkin kau bisa menemukan mobilku. - Ya ..

Dengar, polisi pasti akan berusaha dengan baik ..

..untuk menemukan mobilmu. - Ya.

Tapi ... kau harus melakukan sesuatu juga.

Apa?

Apakah aku harus memberitahumu semuanya?

Uang!

Kau minta suap?

Aku menginginkan mobilku kembali? - Ya..

Kau marah tanpa alasan.

Polisi hanya bisa mencobanya.

Mobilmu kembali atau tidak..

.. tergantung sama pencurinya.

Benar, 'kan? - Ya, pak.

Benar, Bhagat Singh. - Ya, pak.

- Ya, pak.

Lihat, semua setuju.

Baik untuk apapun!

Tak perlu merayuku.

Oh, begitu. Jadi kau marah hari ini.

Apa lagi yang kau harapkan dariku?

Minggir.

Kau terdengar sangat marah.

Ada apa?

Jangan berlagak tidak tahu.

Kau memaksaku melakukan hal yang tidak benar..

Dia terlihat gadis baik-baik.

Apa yang akan dipikirkannya tentangku..

..bahwa aku polisi korup.

Kau merusak kehormatanku.

Dasar orang tolol.

Kehormatanmu tidak menghasilkan apapun.

Aku bilang seperti itu untuk kepentinganmu.

Kau sehat sekarang.

Saat kau pensiun, kalau kau sakit..

..bukankah kita butuh uang untuk merawatmu?

Kita tidak punya anak pula.

Sekali lagi tentang anak.

Kau sengaja meremehkan kejantananku.

Ayo kita tes dan cari tahu siapa yang mandul.

Kenapa aku harus tes?

Usiaku 53 tahun.

Di usia ini wanita mengalami menopause.

Jangan mencoba mengajariku.

Pria juga bisa menopause.

Bagaimana wanita bisa menopause? - Ingin bertaruh?

Cari di Google.

Vicky Donor?

Tapi 'Menopause' memiliki Pria ..

Tidak, tidak, mari kita selesaikan ini dulu.

Terserah kau mau tes atau mengadopsi anak.

Aku muak dengar ejekanmu terus.

Berbaringlah di tempat tidur dulu, Yang Mulia, Kau pasti baikan.

Tidak, tidak, tidak. Kita sudah ambil keputusan ini duluan.

Ya.

Baiklah, kita akan mengadopsi anak.

Jangan marah.

Kini berbaringlah.

Sungguh, sayang. Kau akan mengadopsi anak.

Bersumpah padaku.

Aku ingin putra. - Tidak, putri.

Putra. - Putri.

Jangan tawar menawar denganku.

Aku ingin Putra. - Beres.

Kini peluklah aku.

Ayolah.

''Sabun membasuh tubuhku yang sexi ini.''

''Hati ini yang di inginkan gadis.''

''Air dingin terasa begitu mendebarkan.''

''Tak tahu malu menetes dari mata, bibir.''

'Karena kau tak tahu malu.'

Hi.

Kemeja paman.

Babli. Apa kabar?

Baik sekali, bibi.

Untukku?

Tuhan memberkatimu, nak.

Bibi. Disini kelihatannya ada kesedihan.

Aku bisa merasakan kesedihan lewat udara!

Mobilnya dicuri, nak. - Kapan?

Minggu lalu.

Mobilnya tepat terparkir diluar kantornya.

Mercedes terbaru.

Dia menghabiskan semua pendapatannya untuk membeli mobil.

Seseorang malah mencurinya.

Dan, Bu. Kenapa kau tidak mengumumkannya ke seluruh dunia?

Ini bukan sandiwara.

Dia cuma memberitahuku. - Apa pedulimu?

Ambil kemejamu dan cepat keluar.

Cepat pergi. - Tara.

Tara, dengar.

Nak, sebaiknya kau pergi.

Ini bukan salahmu.

Tapi kalau kau tetap disini dia takkan berhenti menangis.

Kumohon pergilah...

Setelah kita kaya, Kita bisa membeli kunci pas perak.

Bro.

Babli. Aku bicara denganmu.

Apa kau tuli?

T2. - Ya.

Sampai sekarang berapa banyak mobil yang kita curi?.

20 yang besar, 5 yang kecil, 2 impor. Kenapa?

Kau mau membayar pajaknya?

Apa kau pernah memikirkan perasaan orang..

.. yang mobilnya kita curi?

Memangnya kenapa? Dia dapat asuransi, kita dapat mobil.

Tit untuk tat.

Mobil terakhir yang kita curi. - Ya.

Itu mobil Tara.

Astaga?

Bagaimana kau tahu?.

Ibunya yang cerita.

Baiklah. Setidaknya kita sudah memberinya pelajaran.

konsekuensi karena mempermalukan Babli-ku.

Tidak, T2.

Gadis itu cintaku.

Aku mencintainya.

Hari ini aku melihatnya menangis, itu sangat menyakitkan.

Tapi kau tak pernah tersakiti, cuma nyali.

Tapi tetap saja rasanya sakit.

Seseorang membangun Taj Mahal sebagai tanda cintanya.

Tak bisakah aku mengembalikan mobilnya?

Mobilnya sudah kita jual, bro.

Mobilnya di parkir di Chandigarh, dirombak seperti baru.

Jadi kenapa?

Jika mobil curian bisa sampai ke Chandigarh ..

.. lalu kita bisa mengembalikannya juga.

Mencuri lagi?

Kenapa kau membeli roti tawar?

Kau harus membeli roti cokelat. - Tak apa.

Apa enaknya roti cokelat?

Kau makan roti tawar sejak kecil.

Hi.

Bu, jalan lebih cepat. - Hai, bibi. - Aku jalan lebih cepat.

Aku tak bisa lari kencang seperti kuda.

Babli.

Halo, bibi.

Biar aku yang bawa. - Tak usah.

Dan berhenti mengikutiku, mengerti?

Aku tak mengikutimu, Bu.

Aku cuma jalan, terserah kalau kau mau duluan. - Ya.

Apa aku minta bantuan? - Apa aku membantumu?

Aku bicara sama Bibi. - Dia cuma menawarkan bantuan.

Aku membencimu, Bu. - Dia marah lagi.

Akan kuredakan emosinya.

Tara, mobilmu ada di Chandigarh.

Lihatlah. Sudah kubilang, 'kan?

Kau sangat menawan, Nak. - Terima kasih, bibi.

Kau bercanda? - Tidak.

Aku bersumpah demi ibumu.

Mobilmu ada di Chandigarh, Tara.

Ikutlah denganku, dan aku akan membawanya kembali.

Tapi, nak. Bagaimana kau bisa tahu..

..kalau mobilnya ada di Chandigarh?

Aku menyelidikinya.

Aku banyak koneksi, Bibi.

Koneksi apa?

Aku sudah memberitahumu, kalau aku montir?

Mobil...montir, pencuri, dealer suku cadang..

..mereka semua berhubungan.

Kami tahu segalanya.

Kenapa polisi tak bisa menemukannya?

Polisi?

Kau berharap pencuri jadi pelindung?

Mereka dapat komisi.

Kenapa harus mencari mobilmu?

Mereka semua korup, Bibi. - Benar.

Kenapa aku harus percaya padamu? - Ya sudah.

Pasti kau mendapatkan asuransi.

Benar, Bibi. - Tapi..

Aku cuma ingin berbuat baik.

Aku mempelajarinya waktu aku kecil.

Kami harus melakukan kebaikan selagi mampu.

Bebrbuat kebaikan maka imbalanya kebaikan menghampirimu.

Tunjukkan kasih sayangmu dan orang-orang akan mengingatmu.

Itu berarti, kebaikan akan dibalas dengan kebaikan.

Kasih sayang sama dengan kenangan.

Mengerti, beauty.

Kenapa kau ingin membantuku?

Aku tak bisa mengatakannya didepan Bibi.

Tak tahu malu.

Bu, ayo pergi.

Ayo pergi.

Aku tak mau bicara dengannya lagi.

Tara. Pergilah ke Chandigarh.

Tidak ada salahnya mencoba.

Mobil bisa dicuri kapan saja, Bu.

Menemukanya tidaklah mudah.

Tapi kau menginginkan mobilmu kembali.

Bagaimana kalau dia memperkosaku? - Diam kau.

Jangan bicara yang ngak-ngak!

Aku ibumu. Aku lebih tahu.

hatiku berkata memang Babli nakal ..

..tapi hatinya baik.

Sebut nama Tuhan dan pergilah bersamanya.

Ya.

Selamat ulang tahun kami!

Selamat ulang tahun kami semua!

Selamat ulang tahun kami!

Manis sekali. - Ayo, makanlah.

Ini, cake. - Wow!

Wow! - Hari ini ulang tahunku.

Siapa? - Kami semua.

Kami dibesarkan di panti asuhan.

Yatim dan kesepian.

Tak ada yang tahu kapan ulang tahun kami.

Jadi kami merayakannya di hari yang sama.

Makanlah. - Manis sekali.

Selamat ulang tahun. - Gigitlah. - Rasakan.

Itu saja.

Kau lihat, Nak. Aku sedang diet.

Tuhan memberkatimu, bibi.

Kau tampak begitu manis, Aku ingin menikahimu.

Apa katamu? - Tak tahu malu.

Terima kasih, Bibi.

T2. - Ya.

Apakah 'Tak tahu malu' kata yang buruk? - Tidak

Itu pujian.

Halo. - Ini Tara Sharma.

Aku siap pergi ke Chandigarh.

Bisakah kau menjemputku jam 11 siang?

Babli.

Halo.

Ada apa dengannya?

Hei, dia tidur cantik!

Hai.

Kita bepergian dengan jip terbuka? - Ya.

Kita berdua akan mengemudi.

Gantian.

Tak bisakah kita naik Bus?

Tidak, itu di bawah standarku.

Halo, bibi. - Tuhan memberkatimu, nak.

Untukmu. - Terima kasih.

Semoga berhasil, Pergilah.

Lollypop?

Ambilah, bisa menghilangkan kebosanan.

Dengar, Babli.

Aku tahu kau pasti ada tujuan lain selain menolongku.

Tapi lebih baik bilang padaku kalau kau minta imblan.

Darimu? - Ya.

Apa yang bisa kau berikan ...

...pada pria tampan sepertiku?

Sebuah tamparan.

Jaga sikapmu.

Kau tak bisa menipuku.

Kau ada di mobilku.

Kapan kau memelukku?

Pahami dirimu dulu? - Kenapa? Apa yang salah?

Aku punya pekerjaan mapan. Aku tidak mengemis.

Montir.

Montir itu seperti dokter.

Dokter mobil.

politisi, menteri, bintang film, pengusaha.

Aku merawat mobil mereka semua.

Aku cuma tak memiliki kaca jendela seperti dikantormu.

Jadi apa?

Tak punya reputasi. - Siapa yang butuh itu?

Sesuai pekerjaanku, aku hanya butuh dua hal.

Keberanian dan bakat.

Dan aku memilikinya.

Kau begitu sombong dengan pekerjaanmu, 'kan?

Kenapa kau sangat membenci pekerjaanku?

Baiklah.

Menikahlah denganku.

Aku akan merubah seluruh hidupku untukmu.

Jadi, bagaimana?

Fokuskan matamu di jalan.

Tak tahu malu.

"Saat aku melihatmu, aku sadar sayang.''

''Cinta itu memang gila.''

Tara.

Apa-apaan ini..

Apa yang kau lakukan disini?

Menatapmu.

Kenapa?

Mataku melek dari tadi..

.. kau malah enak-enakan mendengkur.

Ayolah, ganti tempat duduk.

Kau ngantuk, 'kan?

Tidak lagi.

Lihat depan.

Itulah yang sedang kulihat.

Apa yang kau lihat.

Kurasa madu mengalir di pembulu darahku, bukan darah.

Kau sangat cantik.

Seperti...!

Hei lihat, Aku mendapatkan ijin melihat.

Namamu seharusnya 'Tak tahu malu' - Beres.

Kau Tara Sharma, dan aku Babli Besharam (Tak tahu malu).

Bagus.

Tapi suatu saat semua gadis ..

.. harus memakai nama suaminya.

Sampai sekarang nama belakangmu Sharma.

Sekarang akan jadi 'Besharam' (Tak tahu malu).

Pakai kaca matamu.

Sampai kulihat kau melirikku lagi, Akan kutabrakkan mobil ini.

''Bagaimana caraku menyampaikan keadaan hatiku?''

''Apa aku memberitahumu ... atau kusimpan sendiri, apa yang harus aku lakukan?''

''Hatimu begitu tak berdaya.''

"Rasa tak tahu malu ini, tak menghiraukannya.''

''Baik untuk segalanya.''

''Kau membuat hatiku gelisah.''

''Kenapa aku mencintaimu?''

''Bagaimana caraku menyampaikan keadaan hatiku?''

''Apa aku memberitahumu ... atau kusimpan sendiri, apa yang harus aku lakukan?''

''Hatimu begitu tak berdaya.''

"Rasa tak tahu malu ini, tak menghiraukannya.''

''Baik untuk segalanya.''

''Kau membuat hatiku gelisah.''

''Kenapa aku mencintaimu?''

''Aku bingung... kenapa hati ini mencintaimu?''

''Ada orang lain yang sedang menunggu.''

''Aku tidak bisa menghentikan hatiku, tak peduli seberapa banyak aku berusaha.''

''Aku berusaha menghindarinya, tapi tetap tidak bisa.''

''Hati ini sepenuhnya terpana olehmu.''

''Cobalah memikirkan sesuatu yang baru.''

''Katakan sesuatu yang baru.''

''Kau membuat hatiku gelisah.''

''Kenapa aku mencintaimu?''

''Kau membuat hatiku gelisah.''

''Kenapa aku mencintaimu?''

Tara.

Tara, mobilmu.

Mobilmu.

Itu bukan mobilku. Plat nomorku Delhi.

Plat nomornya sudah diganti. Hentikan mobilnya.

Bagaimana kau tahu?.

Aku yang mengganti nomornya, mana mungkin aku tidak tahu?.

Hentikan mobilnya.

Apa-apaan ini.. Tara, kendalikan.

Kau yang mencuri mobilku?

Kuharap kau tidak keberatan berbagi tempat tidur denganku.

Beraninya kau? - Tak perlu ngambek.

Aku bercanda.

Kamarku disana.

Jujurlah, Babli.

Berapa banyak mobil yang kau curi sampai sekarang?

Kejujuran takkan bisa memberimu makan, Bu.

Itu untukku. Katakan saja.

Tidak. Kau tak bisa menanggung bebanmu.

Kau tidak malu? - Kau memanggilku tak tahu malu.

Babli, aku serius. - Aku juga serius, Tara.

Memangnya siapa kau berani menghinaku?

Hanya karena penghasilanmu lebih banyak ..

.. dan belajar di kampus Inggris ..

.. kau bisa seenaknya menghakimi ku?

Apa gunanya mengetahui, apa pekerjaanku dan kenapa?

Apapun yang kulakukan, Aku tak tahu antara benar dan salah.

Aku tak punya orang tua atau keluarga yang mengajariku.

Apa yang harus kukerjakan untuk mendapatkan sesuap makanan?

Apa aku tidak punya hak buat hidup?

Jadi, kau mencuri karena terpaksa.

Itu saat aku putus asa.

Tapi aku melakukanya bukan karena aku ingin kaya.

Aku mencuri mobil cuma untuk memuaskan rasa lapar.

Aku dan anak yatim yang lain sepertiku..

.. ditinggalkan orang tua supaya kami mati.

Aku melakukan apa yang kurasa benar.

Takkan pernah ada yang bisa membenarkan perbuatan yang salah.

Pernahkah kau berpikir soal itu?

Itu sebabnya aku jatuh cinta padamu, Tara.

Kau satu-satunya orang yang menunjukkanku jalan yang benar.

Aku ingin meninggalkan semuanya karenamu.

Berubah menjadi pria yang baik.

Maukah kau memberiku kesempatan?

''Aku bingung kenapa semua kebahagiaan ..''

''.. kini belum lengkap?''

Hi.

''Kenapa aku tidak menyadari, Kau yang hilang dalam hidupku?''

Aku mencintaimu.

''Ya, aku juga. Ya, aku juga.''

''Kau menyentuh hatiku, dengan cinta.''

''Cuma kau.''

Menikahlah denganku.

Aku bisa merubah seluruh hidupku untukmu.

''Cuma kau.''

''Apa yang kurasa kesedihan, tampaknya kini kebahagiaan.''

Dia nakal, tapi baik hati.

''Kau harus mengatakannya, karena aku tak bisa 'mengatakannya.''

''Ya, aku juga. Ya, aku juga.''

''Kau menyentuh hatiku, dengan cinta.''

''Cuma kau. Cuma kau.''

''Ayo, peluklah aku.''

''Ayo hapus jarak ini.''

''Jangan membuatku merindukan lagi.''

''O tak tahu malu, jangan malu-malu.''

''Hatiku sudah jatuh cinta padamu.''

''Kekasih.''

''Kau menyentuh hatiku, dengan cinta.''

''Cuma kau.''

Bheem Singh Chandel.

Raja pencucian uang di Chandigarh.

Dia punya kekuatan penuh.

Dan kau akan mencuri ... mobilku kembali memakai baju ini?

Semua pencuri yang sukses di dunia ini memakai jas.

Mereka tidak bisa ditangkap.

Kau kelihatan cakep berpakaian seperti itu.

Ada yang lebih berharga daripada pakaian ini Tara.

Tapi kau takkan mengerti.

Babli.

Kau pasti kembali, 'kan?

Aku akan menunggumu.

Halo.

Mau kemana?

Pak Chandel.

Menteri mengirimkan parcel.

Dia ada di kantor.

Hei, mau kemana kau?

Hei. Tangkap dia!

Kenapa kau..

Hei! Turun, kau..

Tangkap bajingan itu.

Siapa Kau?

Celanamu. - Aku tahu.

Ayo, Rambo.

Hei! Menganggu gadis.

Kejar..

Dia tak ada disini.

Kurasa dia sudah mati. - Dia tidak mati dengan mudah.

Temukan dia.

Lihat.

Pelan. Pelan.

Aku berusaha menghentikanmu.

Berhentilah menjadi James Bond.

Aku takkan melakukannya..

..jika kalian para gadis berhenti tergila-gila dengan James Bond.

Aku juga tak tahu kenapa ada anjing gila.

James Bond selalu menyelesaikan misinya.

Dia tidak melarikan diri sepertimu.

Halo bu. aku pencuri, bukan jagal.

Anjing juga punya perasaan.

Lagi pula, Aku ke sana untuk mendapatkan mobilmu.

Apa yang terjadi?

Dengar, Babli.

Kau tak harus ambil resiko untuk mendapatkan mobilku lagi.

Jika sesuatu terjadi padamu, maka ..

Apa?

Bunuh diri batal.

Kerusakannya biasa..

.. tapi aku harus mengerjakannya dari dalam.

Tidak masalah.

Kirim mobilnya saat malam. - Ya.

Boos sedang stress. - Baiklah. Smeuanya beres.

Jogi. Berikan kunci nya.

Terima kasih.

Ayo pergi.

Halo. - Bhure, bisnismu kelihatan sukses.

Kau mengerjakan mobil-mobil mahal.

Babli, di mana kau?

Kau tak lihat aku disini.

Lihatlah ke arah hatimu, lurus.

Babli. - Ya.

Aku akan membawa mobilnya lagi.

Kita bisa melakukannya dengan cara mudah, atau yang lain ..

Apa-apaan ini..

Tak ada kekerasan dalam bisnis kami.

Lebih baik jalan damai.

Dan, aku tak meragukanmu.

Cobalah mengerti..

Jika aku memberikan mobil ini, ChandeI akan membunuhku.

Kalau kau tak memberikannya, aku akan membunuhmu.

Tapi kenapa?

Aku memberimu pekerjaan.

Aku ... ayam yang memberimu telur emas.

Bangkai ayam lebih menguntungkan hari ini.

Tanyakan bagaimana?. - Bagaimana?.

Ayam hidup, Rs. 100 ..

Dan ayam 'Tandoori'.. - 300.

Terus?

Kini apa keputusanmu, apa yang kau inginkan?

Bro. Kau penggorengan, dan ChandeI adalah api.

Dengar, jika mobil itu dicuri dari tempatku ..

.. maka Chandel akan membunuhku.

Cobalah untuk mengerti.

Anakku masih kecil-kecil.

Mereka akan jadi yatim.

Setidaknya biarkan mereka dewasa dulu.

Apa yang kau lakukan?

Jika aku mencuri mobil dari tempat lain ..

.. jadi masalah tidak? - Apa?

Jika aku mencuri mobil dari tempat lain ..

..akan timbul masalah tidak? - Tidak masalah.

Aku kembalikan mobilnya ke Chandel dulu

Sayangku, sudah beres.

Baiklah. Buatkan aku kunci duplikatnya.

Dan anakmu takkan jadi yatim piatu.

Terima kasih. - Lepaskan.

Itu kunci jeepku.

Mobilnya penyok, tapi bukan curian. - Oke.

Perbaiki dan kirim ke Delhi. - Oke.

Kami akan menetap di sana.

Pak, aku sudah memperbaiki mobilnya.

Kaca depan asli.

Pak, kuncinya.

Mereka datang.

Ayo.

Masuklah, saat aku memanggilmu.

Ok.

Kita bawa mobilnya setelah orang tolol itu pergi.

Di tidak pergi kita, kita buat dia pergi.

Hi.

Bukankah kau Timmy?

Tangan kanan Tn. Chandel.

Kau seperti yang kudengar.

Apa maumu?

Apa yang diinginkan wanita cantik ..

..dari pria tampan sepertimu?

Apa?

Perlindungan, Tommy.

Perlindungan.

Dari mana kau dapat kekuatan seperti itu?

Hebat, 'kan?

Ini akan berguna setelah kami menikah.

Diam! Buka pintunya.

Ya!

Kenapa?

Sungguh mengejutkan. - Tak apa.

Aku sangat bahagia hari ini.

Pasti aku bisa memberimu kejutan hari ini.

Lakukan lagi. - Apa?

Sesuatu yang baru saja kau lakukan.

Rasanya begitu akrab. Tolonglah.

Ban nya pecah.

Apa-apaan ini..

Tara.

Bhura!

Pak, kau. Naik skuter?

Sekarang bagaimana?. - Apa lagi?

Ganti ban, hidupkan mobilnya.

Langsung ke Delhi.

Dan uangnya? - Itu uang curian.

Kini jadi milik kita.

Kita bisa menyumbangkannya ke panti asuhan.

Bicara seperti pencuri lagi.

Hei, aku tidak mencurinya.

Ini berkah dari Tuhan.

Anggap saja ini hadiah pernikahan.

Jangan terus mencari kesempatan ..

..seperti pria murahan, mengerti.

Baiklah, maaf.

Kita buang saja. - Jangan

Kami bawa ke polisi. - Bagus sekali.

Seharusnya kau saja yang jadi perdana menteri di negara ini.

Pasti kau bisa memberantas korupsi.

Bahkan kau juga terlalu jujur.

Bangun. Bangun.

Bajingan.

Bangun.

Sekali lagi.

Dimana uangku, Bhura?

Pak, uang apa?

Aku tak tahu apa yang kau katakan.

Tidak, tidak, tidak ..

Mobil yang kau jual padaku telah dicuri.

Apa? - Aku yakin kau tahu.

Itu mobil curian.

Aku memang tidak tahu. - Aku tahu

Baiklah, tak apa.

Kautidak tahu.

Itu mobil curian, pasti itu dicuri lagi.

Tapi ada uang di bagasi mobilnya.

Di mana uang itu, Bhura?

Aku benar-benar tidak tahu, pak.

Aku tak mencuri mobilmu. - Aku tahu kau bukan pencurinya.

Bhura.

Kau sungguh punya nyali.

Temanmu yang mencurinya..

..mereka bodoh, kenapa harus meninggalkan skuternya.

Aku cari tahu.

Kau tahu siapa pemilik skuternya? - Siapa?

Itu curian.

Dan ... hanya ada satu dealer curian di kota ini.

Kau!

Sekarang..

Halo. - Bhura. Ini Babli.

Semuanya baik saja?

Ya. Kau dimana, Babli?

Aku ada dijalan.

Aku menemukan mobilnya, jadi aku mau bilang terima kasih.

Dan mau balas budi juga.

Kau temanku.

Bagaimana?. Bagaimana?. Bagaimana?.

Aku menemukan tas berisi uang di dalam mobil.

Anggap saja sebagai hadiahmu.

Kembalilah.

Dalam hidupku tak ada cerita buat kembali.

Setelah aku dalam perjalanan, aku tak pernah kembali.

Jika kau mau uangnya, datanglah ke Delhi.

Dan dengarkan aku, Cepatlah datang.

Tasnya sangat berat. - Babli ..

Halo.

Terputus.

''Sayang, lepaskan kacamata.''

''Lihatlah kedalam mataku.''

''Sayang, lepaskan kacamata.''

''Lihatlah kedalam mataku.''

''Ayo, ayo.''

''Tanpa dirimmu, aku pasti membujang.''

''Ayo, ayo.''

''Tanpa dirimmu, aku pasti membujang.''

''Pergi, pergi.''

''Pergi lihatlah dirimu di cermin.''

''Jangan berusaha membodohiku.''

''Pergi lihatlah dirimu di cermin.''

''Jangan berusaha membodohiku.''

''Ayo, ayo datang padaku.''

''Jangan tunjukkan sikapmu.''

''Pergilah.''

''Coba keberuntunganmu dengan orang lain.''

''Ayo, ayo.''

''Tanpa dirimmu, aku pasti membujang.''

''Ayo, ayo.''

''Tanpa dirimmu, aku pasti membujang.''

''Pergi, pergi.''

''Pergi lihatlah dirimu di cermin.''

''Jangan berusaha membodohiku.''

''Pergi, pergi.''

''Pergi lihatlah dirimu di cermin.''

''Jangan berusaha membodohiku.''

''Hei gadis, kau begitu cantik.''

''Goyanganmu seperti bom.''

''Hei Romeo, jangan tertipu.''

''Goyanganku meledak.''

''Karena aku kehilangan hatiku, keberuntungan menyinariku.''

''Pergilah, jangan mengikutiku.''

''Kenapa ... kenapa ... kenapa kau bersiul?''

''Jantungku berpacu seperti mesin.''

''Kenapa ... kenapa ... kenapa kau bersiul?''

''Jantungku berpacu seperti mesin.''

''Pergi, pergi.''

''Jangan merusak sinyal.''

''Injak rem, berhenti di sana.''

''Pergi, pergi.''

''Jangan merusak sinyal.''

''Injak rem, berhenti di sana.''

''Ambillah puncak dalam hatiku.''

''Kau bisa menemukan gambarmu.''

''Kau bisa bermain dengan emosiku semaumu.''

''Tapi pada akhirnya kau pasti bilang 'aku cinta padamu'.''

''Aku bintang dalam filmku.''

''Aku akan menikahimu.''

'' Pergilah, impianmu takkan pernah terwujud.''

''Kau mencoba, tapi tidak bisa menemukannya.''

''Tak ada yang sepertiiku.''

''Pergilah, jangan mencoba menipuku.''

''Ayo, ayo.''

''Tanpa dirimmu, aku pasti membujang.''

''Ayo, ayo.''

''Tanpa dirimmu, aku pasti membujang.''

''Pergi, pergi.''

''Pergi lihatlah dirimu di cermin.''

''Pergi, pergi.''

''Pergi lihatlah dirimu di cermin.''

''Jangan berusaha membodohiku.''

''Ayo, ayo datang padaku.''

''Jangan unjukkan sikapmu.''

''Pergilah.''

''Coba keberuntunganmu dengan orang lain.''

Bagaimana itu? - Paman.

Kau sudah tua, tapi kau masih menyanyikan lagu-lagu anak muda.

Aku .. hatiku masih muda, Nak.

Kau tidak bisa lagu patriotisme?

Seperti 'Sare Jahan Se Achcha'?

Dia bisa lagu 'Chikni Chameli'. - Ya.

Benar. Tunjukkan padanya.

Apa seperti ini yang diajarkan dikepolisian?

Aku tak mau jadi anakmu.

Jangan marah, Nak. Jangan marah.

Kami mempelajari apa yang kami lihat di televisi.

Bukan begitu, Warden?

Apa yang bisa kukatakan?

Itu aturannya.

Kau bisa mengadopsi Bablu apabila ia setuju.

Kami takkan memaksanya. Tidak sama sekali.

Bilang ya, nak.

Aku akan menjadikanmu polsi.

Petugas IPS.

Aku tak mau jadi polisi.

Aku ingin jadi montir.

Montir? - Ya.

Seperti kakak Babli.

Babli? - Ya, Babli.

Dia salah satu dari anak-anak.

Dia montir yang hebat.

Dia telah diberkati oleh Tuhan.

Dia tinggal bersama kami, di sini.

Oh begitu.

Aku tahu. Rumahnya disini.

Ayolah.

Bagaimana kabarmu, Aslam?

T2.

Ayolah.

Pergilah.

Silakan masuk. Anggap saja rumah sendiri.

Bodoh. Cepat pergi.

Itu kamarku. - Diam.

Kasurku sangat empuk.

Dan mengeluarkan suara besar.

Ya? Siapa kau?

Ayahmu.

Inspektur ChulbuI Chautala.

Dan dia ibumu.

Kepala Polisi Bulbul Chautala.

Secepat itu kau melupakan keluargamu, Babli.

Mau tamparan?

Kau bisa menceritakannya di kantor polisi.

Jadi ini mobilnya. - Pak, aku sudah berhenti mencuri.

Dari mana kau dapat mobil ini? Apa ayahmu memberimu hadiah?

Pak, ini mobilku yang dicuri.

Kau ikut juga ke kantor polisi.

Polisi tak bisa menemukan mobilmu yang dicuri..

.. lantas bagaimana kau bisa menemukannya? - Benar.

Benar sekali. - Cepat kemudikan.

Kembali. Atau akan kutampar kau.

Mobilnya. Nanti saja kita ambil.

Langsung ke kantor polisi.

Bukankah yang ada di dalam mobil itu Babli? - Ya.

Dia mau kemana?

Polisi menangkapnya.

Dimana Babli?

Pak ... polisi baru saja menangkap Babli.

Pak Chautala.

Tunggu dan lihtalah.

Aku telah membuat laporan yang kuat.

Pasti dia dipenjara selama tujuh tahun.

Atau jangan panggil namaku Chautala. - Pak.

Tunggu dan lihatlah..

Pak Chautala. - Berhenti berteriak.

Kalau kau membunuh nyamuk, Akan kukenakan kau pasal pembunuhan.

Pak, kumohon lepaskan dia.

Dia sudah berubah. - Dia takkan pernah bisa berubah.

Dia semakin parah.

Dia mencuri mobil curian.

Dia tidak bersalah.

Kau harus berterima kasih padanya.

Aku kesini minta bantuan.

Tapi sebagai seorang polisi kau tidak melakukan tugasmu.

Kau malah minta suap.

Seharusnya kau malu.

Kau sangat korup.

Katakan padaku satu hal.

Bisakah kita mengakhirinya dengan korupsi?

Berpa banyak?

Cukup membuat kita tak berdaya ..

.. dan tutup berkas kekasihmu.

Uang!

Chulbul. Uang!

Uang! Uang! Uang! Uang!

Uang!

Apa yang terjadi? - Cepat pergi.

Berikan salam dan pulang.

Aku bersusah payah mengeluarkanmu.

Ayo.

Terima kasih, Pak.

Tuan .. - Pergilah.

Ayo pergi sebelum mereka berubah pikiran.

Ayo.

Ayo pergi.

Apa yang kau lakukan?

Mereka melepaskanku begitu saja.

Aku memberikan uangnya pada Chandel.

Semuanya? - Apa masalhmu?

Kau selalu merusak segalanya.

Apa yang harus kukatakan pada Bhura?

Cari alasan. Itu bukan uangnya.

Seharusnya kau bersyukur bisa bebas.

Kau tidak menyelamatkan hidupku.

Sial! Sial! Sial! Sial! Sial!

Kurasa kini kau harus pulang?.

Ibumu pasti menunggu.

Pergilah.

Kau sudah mendapatkan mobilmu.

Apa lagi yang kau inginkan?

Pergilah.

Babli.

Kau tak ingin memelukku?

Maafkan aku.

Aku butuh waktu buat mengenalmu.

Kau pria yang baik.

Selamat malam.

Babli.

Satu hal lagi.

Aku tahu aku manja, judes, keras kepala.

Sikapku seperti tiu.

Tapi aku juga tahu cara mencintai.

Aku mencintaimu.

Sampai kini aku berusaha menghindar.

Maukah kau membuatku jadi tak tahu malu?

T2, aku.. - Bukankah sudah kuberitahu, Babli?

Kalau kau berusaha melarikan uangku, Aku akan menemukanmu.

Chandel.

Dimana T2? - Dia di sini.

Bersama kami.

Kami menunjukkan padanya keramahan kami.

Dengar.

Timmy.

Aku tahu dia kesakitan, Aku yakin kau juga kesakitan.

Dengar, lepaskan T2.

Aku..

Akan kukembalikan uangmu. - Bagus.

Jangan terlalu banyak berpikir.

Temui aku ditempat dulu.

Dan cepatlah.

Anak-anak lain yang ada di panti asuhan sedang menunggu di sini juga.

Masterji!

Bablu! Munna!

Abdul.

Tilu.

Masterji!

Bheem Singh Chandel tadi kesini.

Dia membawa T2 dan anak-anak yang lain.

Apa kau mencuri uangnya?

Kembalikan uangnya, nak.

Atau dia akan membunuh anak-anak.

173, 174, 175, 176..

Kurasa isinya lebih dari 30 juta.

Hebat, kan, Chautala.

Ini bonus pensiun besar buatmu.

Jangan gila. - 177..

Usiamu sudah 53 tahun. - 178, 179..

Kau tak bisa mengatasi segala kebahagiaan ini.

Sana, cepat tidur.

180, 181.. - Dia memang tidak waras.

182, 183, 184, 185, 186..

Apa yang kau pecahkan?

Keluar. Kelaur.

Siapa itu?

Siapa itu? - Mereka akan menghajarmu.

Hadapi aku kalau kau laki-laki.

Jangan bersembunyi seperti cewek.

Dia mendengarnya.

Beraninya kau..

Keluarlah..

Dia membawa pistol. - Jangan takut.

Lindungi aku.

Kenapa kau meninggalkannya di sini?

Babli, aku takkan mengampunimu. - Pertama bebaskan dirimu.

Aku petugas polisi.

Kau beban di muka bumi ini.

Lepaskan aku.

Uang haram yang membuatmu bengkak.

Kau akan membusuk di neraka.

Jangan menghinaku.

Aku inspektur ChulbuI Chautala.

Diam kau! Menghinamu.

Cuma karena kau Chulbul ..

..memangnya aku takut.

Kau harus tunjukkan keberanianmu dulu.

Kumohon.

Lepaskan aku. - Gendut. Aku tidak memperkosamu.

Bajingan.

Babli, aku akan menjerit.

Bulbul.

Lepaskan aku.

Cobalah mengerti.

Ini masalah serius. - Apa?

Anak-anak panti asuhan dalam bahaya.

Dan itu semua karena kau dan uang ini.

Aku akan melakukan kebaikan.

Setelah itu aku akan hidup dalam kejujuran.

Ayolah, berkati aku.

Pertama, lepaskan aku.

Terima kasih. Kini jangan berteriak.

Lepaskan aku.

Babli.

Kau tak pernah belajar.

Pencuri, selalu mencuri.

Kau juga salah satunya.

Pencuri. - Diam kau.

Cepat masuk

Apa yang telah kau lakukan?

Lepaskan dia.

Kalau tidak, aku akan menembakmu.

Lepaskan dia.

Lepaskan aku. - Beraninya kau?

Cepat.

Lepaskan aku.

Lepaskan aku. - Chautala.

Kau baik saja? - Ya, ya.

Selamat. - Tarik napas. Tarik napas.

Seperti Baba Ramdev.

Bajingan.

Hampir saja kau membunuh suamiku.

Aku akan membunuhmu. Membunuhmu. - Hentikan, Bulbul. Hentikan.

Berikan padaku pistolnya.

Aku inspektur.

Bunuh dia.

Kau telah mempermalukanku, Babli.

Akan kutunjukkan padamu.

Sekarang jujurlah??. Dimana anak-anak?

Anak-anak ada dimana?

Chandel menculik mereka.

Dia raja pencucian uang di Chandigarh.

Uang ini miliknya. - Pembohong.

Aku bersumpah demi ibuku.

Tapi kau tidak punya ibu.

Baiklah, aku bersumpah padamu.

Kau juga seperti ibuku. - Tidak, tidak.

Tidak, Aku tak mempercayainya.

Chautala, jangan kebawa emosi.

Dia mempermainkan emosimu.

Mana mungkin kau bisa jadi seorang ibu?

Kau tak peduli dengan anak-anak?

Apa yang kau lakukan?

Kau percaya padanya. - Diam kau!

Aku selalu membiarkanmu mempengaruhiku dan melakukan perbuatan yang salah.

Rasa laparmu akan uang ..

Babli. Ambil uangnya.

Chulbul. Kau tak percaya padaku? - Diam.

Aku pergi bersama Babli.

Aku takkan pernah mendengarkanmu.

Kau menodongkan pistol ke arahku.

Memangnya aku siapamu.

Bukankah aku keluargamu?

Nanti kita selesaikan masalah ini.

Sekarang waktunya menyelamatkan anak-anak.

Aku akan pergi ke ruang kontrol dan mengumpulkan pasukan, Babli.

Kau pergilah.

Apa ini

Aku akan merindukanmu, Chulbul.

Maafkan aku.

Bawa aku.

Kami bukan mau piknik.

Sudah begitu lama.

Aku tak pernah menyadari bahwa aku menikah dengan seorang pria.

Untuk pertama kalinya kau menghadapi misi yang berbahaya.

Aku ingin kau berjuang seperti seorang pria.

Beri aku pelukan keberuntungan.

Akan kutunjukkan padamu bahwa aku laki-laki sejati.

Ayo.

Bulbul.

Mulai dari sini aku akan pergi sendirian.

Bluetooth-ku sudah aktif.

Akan kuberi tanda setelah aku mebebaskan anak-anak.

Ini senjataku.

Aku menyerahkannya padamu dengan penuh resiko.

Bawalah, mungkin bisa berguna.

Aku melakukan pekerjaanku dengan cinta, bukan senjata.

Kau tidak takut?

Mereka bersenjata.

Dan aku memiliki berkatmu.

Yakinlah.

Aku akan kembali dengan kemenangan.

Pergilah.

Dimana anak-anak?

Jalan lurus.

Beritahu aku, Timmy. Aku takkan melarikan diri.

Dia bersama Timmy.

Babli. - Babli.

Babli. Babli. Babli. - Minggir..

Jalan..

Aku melihat kalian semua.

Tapi dimana Chandel?

Aku disini.

10-15 orang, semua orang membawa senjata.

Tapi tetap saja, kau menahan anak-anak diatas.

Tunjukkan rasa kemanusiaanmu.

Anak-anak di atas.

Ini uangmu dan kunci mobilnya.

Maukah kau bertanya kenapa aku melakukannya?

Apa gunanya?

Kau membuat kesalahan.

Dan dalam bisnis kami ..

.. cuma ada satu hukuman atas kesalahan.

Mati.

Aku tidak tahu?.

Aku juga nonton filmnya.

Tapi apa gunanya.

Kau sudah mendapatkan mobil dan uangnya.

Sekarang Hanya untuk memuaskan egomu..

.. pertama kau mau membunuhku, lalu T2, terus anak-anak.

Kenapa melakukan dosa ini?

Kau pebisnis, 'kan?

Pikir matang-matang.

Kusarankan padamu ending terbaru.

Biarkan anak-anak pergi..

Aku akan menjadi budakmu.

Seperti Tommy.

Perbedaannya yaitu kau membayarnya.

Tapi aku menghasilakn uang buatmu.

Aku menghasilkan 1-1,5 juta sebulan.

Pengeluaranku sekitar 50000.

Sisanya milikmu.

1,5 juta per bulan.

Jadi dalam satu tahun itu ..

18 juta. - Benar.

Seberapa banyak dalam lima tahun?

90 juta.

Dan bunganya juga.

Setuju.

Oh tidak. - Apa yang terjadi?

Babli merubah arah.

Dia dipihak Chandel.

Itu tak benar, pak.

Babli selalu menepati janjinya.

Dia takkan berbuat hal seperti itu.

Kita lihat saja nanti.

Apa yang kau pikirkan?

Aku orang berbakat.

Jariku ajaib.

Aku bisa mencuri barangmu Tepat di bawah matamu ..

.. dan kau takkan tahu.

Seperti, ini.

Berhenti. Berhenti. Dengarkan aku.

Hentikan.

Ini pistolmu, Tommy. - Omong kosong apa ini.

Periksalah.

Idiot.

Tommy, ambil ini.

Bisa saja aku menembaknya.

Tapi, aku pria romantis.

Aku tidak suka ada pertumpahan darah.

Aku melakukan ini cuma mau menunjukkan bakatku.

Maaf.

Kalau aku melepaskan anak-anak itu pasti kau akan melarikan diri, 'kan?

Kau bisa menculikku lagi.

Bunuh aku.

Tidakkah kau lihat?

Anak-anak itu hidupku.

Kalau tidak kenapa aku kesini.

Kenapa?

Pikirkan, pak.

Biarkan anak-anak pergi.

Bagus, Pak Chandel.

Luar biasa, Pak.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah ..

.. pahlawan dan penjahat berkompromi.

Lagi pula tidak ada klimaks.

Benar.

Katakan bersama-sama anak-anak.

Hidup .. - Bheem Singh Chandel.

Semua berkata.. Hidup.. - Bheem Singh Chandel.

Bilang selamanya, Hidup. - Bheem Singh Chandel.

Polisi?

Bawa anak-anak.

Naik. Ayolah.

Waspadalah kalian. Polisi memberikan satu kesempatan.

Menyerahlah ..

Kau berani menipuku dan menelepon polisi.

Aku akan.. - Aku tak menelpon polisi

Tembak!

Merunduk. Merunduk.

Ayolah.

Babli.

Ayo pergi. Ayo pergi.

T2. Bawa anak-anak.

Keluarkan anak-anak dari sini. - Dan kau?

Aku akan menepati janjiku pada pak Chautala.

Aku tak bisa meninggalkannya dalam bahaya, pergilah. - Babli.

Ayo pergi..

Bajingan.

Serang mereka.

Bulbul, lari!

Kau merusak semuanya, Pak Chautala?

Kenapa kau menerobos masuk seperti Dharmendra?

Diam!

Kau berusaha menipu kami.

Kau bergabung dengan Chandel.

Aku mendengar semuanya lewat telpon.

Itu cuma bohongan, Pak Chautala.

Kalau tidak, kenapa aku membiarkanmu mendengarnya?

aku di pihakmu, coba gunakan otakmu.

Hentikan.

Keluar kalian semua dan lemparkan senjata kalian.

Atau wanita ini mati.

Ayo.

Tahan tembakan. Tahan tembakan.

Cuma Bulbul istriku.

Apa yang kita lakukan?

Berika pistolmu. - Kenapa?

Kau mau menyelamatkannya atau tidak? - Ya. Apa yang akan kau lakukan?

Kau sudah nonton 'Sholay'?

Aku akan mendorongmu ke lututnya ..

..dan lemparkan debu kematanya. - Bagaimana caranya?.

Akhirnya, Tommy.

Kau hebat.

Anda mendapatkan ratu dan aku mendapatkan rajanya.

Jika ada tembakan sekarang, Polisi yang mati duluan.

Keluar, semuanya.

Ayo cepat..

Pak, semuanya baik saja?

Jatuhkan senjata kalian.

Jatuhkan.

Minta maaf padanya.

Apa yang kau lihat? Tembak dia.

Bajingan kau..

Tembak dia.

Pak, ku rasa kita kehabisan peluru.

Sungguh?

Serbuuuuu!

Tunggu.

Hebat sekali kau.

Bagaimana kau tiba-tiba berubah menjadi Sunny Deol?

Cepatlah. Kami akan menggunakannya di Maruti kami.

Bajingan.

Dia dia datang. Lempari dia.

Lempari dia.

Kurasa dia terlalu sering melihat 'Gadar'.

Cabut saja.

Berhenti. Lepaskan dia. Lepaskan dia.

Beraninya kau memukul wanita.

Aku tak peduli.

Bu Chautala.

Cuma pengecut yang menyerang dari belakang.

Bagaimana kalau dengan ayahnya juga.

Ambil itu!

Kau baik saja Bulbul? - Babli.

Kau baik saja?

Terima kasih telah mempercayaiku.

ini uangnya.

Apa yang akan kami lakukan dengan semua uang itu?

Simpan saja.

Itu bisa membantumu merawat anak-anak.

Benar?

Kalian berdua tidak mau apapun? - Kami mau sesuatu.

Kami menginginkanmu.

Bawa aku kepenjara. - Bukan kepenjara.

Kami ingin membawamu kerumah.

Kenapa?

Kami ingin mengadopsimu. - Aku.

Bu, berat badanku 80 kilo.

Kau tak kuat menggendongku.

Jangan sok pintar. Kau tidak bisa menolak kita.

Tak ada yang menuntunmu ke jalan yang benar..

..sebab itu kau mengambil jalan yang salah.

Hari ini dan seterusnya, kau harus menghentikan semua itu..

.. karena kau akan Hidup dengan kami.

Itu hukumanmu.

Bilang ya.

lagi pula wajahmu mirip dengan nyonya ini.

Dan jika mereka menangkapmu ..

Kami akan kesepian.

Kau tidak mengerti, T2.

Pak Chautala, aku tak tahu malu.

Aku juga tak bisa bersenang-senang, menari dan menyanyi.

Aku takkan mampu . menyesuaikan diri denganmu.

Kami yang akan menyesuaikan diri denganmu.

Ajari kami tak tahu malu.

Kau bisa ... tes kami.

Baiklah.

Sudah siap.

Empat ... tiga ... dua ..

"It's nine o'ciock, we're ready."

"With two pegs of booZe down."

"It's nine o'ciock, we're ready."

"With two pegs of booZe down."

"Once you're high, you can't get down."

"It's crazy."

"Let's sway out of control."

"Squander all the money you got."

"We're as sweet as we're stubborn."

"Let's raise our hands and sway."

"Let's sway to the beat."

"Let's raise our hands and sway."

"You may be a star...but we're no novice either."

"Let's raise our hands and sway."

"Let's sway to the beat."

"Let's raise our hands and sway."

"This isn't the time to stop."

"it's no crime to dance out of control."

"Scream and shout and make a ruckus."

"This isn't the time to stop."

"it's no crime to dance out of control."

"Scream and shout and make a ruckus."

"Our hearts have united."

"Our destination's one."

"Hold my finger and adorn the ring."

"Knock me out with your eyes."

"Move to the beat without the rhythm."

"We're rustic, as we're modern."

"Let's raise our hands and sway."

"Let's sway to the beat."

"Let's raise our hands and sway."

"You may be a star...but we're no novice either."

"Let's raise our hands and sway."

"Let's sway to the beat."

"Let's raise our hands and sway."

"Let's drink and.. - And sway."

"Rock your feet.. - And sway."

"Set the place on fire.. - And sway."

"Let's speed up.. - And sway."

"Let's drink and.. - And sway."

"Let's shake and.. - And sway."

"Let's be shameless.. - And sway."

"Let's raise our hands and sway."

"Let's sway to the beat."

"Let's raise our hands and sway."

Subtitle translated by Dany Risminanto a.k.a dani nigam http://subscene.com/u/676463

IDFL๏ฟฝ SubsCrew http://IDFL.me

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More --- http://IDFL.me ---

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.