All language subtitles for A.Series.of.Unfortunate.Events.S03E05.WEBRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SEBUAH SERI ORISINAL NETFLIX

Jangan lihat, jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

Tayangan ini merusak malam Hidupmu dan harimu

Setiap episode membuat lara

Jadi, jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

Anak-anak Baudelaire masuk ke hotel Untuk mengintai

Sekelompok orang buruk Yang membunuh sambil menguap

Tampaknya Count Olaf Akhirnya akan diadili

Tapi mengapa pemirsa berpikir Mereka harus percaya kami?

Jadi, jangan lihat

Jangan lihat

Semuanya mengerikan

Dan rasa tak enak akan datang

Tanyakan orang waras,"Perlu menonton?"

Mereka akan bilang

Jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

BAHAYA BERLANJUT: BAGIAN SATU

Jangan lihat, jangan lihat

Jangan lihat, jangan lihat

UNTUK BEATRICE --

TAK ADA YANG BISA MEMADAMKAN CINTAKU,

ATAU RUMAHMU.

Kecuali kau baru lahir kemarin, yang artinya selamat datang, bayi cilik.

Kau mungkin tahu bahwa banyak hal tak seperti tampaknya.

Permukaan kolam tampak tenang,

sementara banyak rahasia tersembunyi di baliknya.

Dunia mirip seperti kolam.

Tindakan sekecil apa pun,

seperti menjatuhkan batu...

menimbulkan riak

sampai seluruh dunia berubah.

Namaku Lemony Snicket

dan kusarankan kaubuang alat streaming ke kolam.

Duniamu akan jadi lebih baik

karena tak perlu melihat kisah sedih anak-anak yatim Baudelaire.

Kau terhindar dari kisah tragis Hotel Denouement.

Dan kau tak perlu bertemu pihak mencurigakan yang menginap,

yang dengan menyesal aku laporkan...

bahwa sebagian mungkin sudah dikenal.

Harap hati-hati.

Ada mesin ketik di dalamnya.

Sesuatu tak selalu seperti tampaknya, Anak-anak.

Tampaknya aku ngebut ugal-ugalan karena aku sopir taksi tak peduli aturan.

Padahal aku ingin lolos dari mobil yang menguntit kita.

Ada yang menguntit?

Kuduga itu milik sepasang penjahat kejam

- yang baru kujumpai di gunung. - Kami juga di sana.

Aku tahu tepatnya kau di mana, Klaus.

Aku ingin bisa membantu dari dulu.

Tapi sejak perpecahan, makin banyak kebakaran

daripada yang dapat dipadamkan V.F.D.

Tampaknya itu baru terbakar.

Musuh kita makin berani.

Tapi meja akan berputar. Mobil ini juga. Berpegangan.

Kalian punya ribuan pertanyaan

dan kuharap punya waktu menjawab sambil brunch santai,

tapi para agen kita sedang menuju Tempat Aman Terakhir.

Jadi hanya bisa paparan singkat dan piknik di kursi belakang taksi.

Ada keranjang piknik di lantai.

Namamu Kit Snicket. Kami bertemu orang bernama Jacques Snicket.

Dia almarhum kakakku.

Karena itu aku perlu bantuanmu.

Aku dapat telegram meminta semua relawan

ke Hotel Denouement hari Kamis

dan dibubuhi inisial kakakku: "J.S."

Kami dapat telegram yang sama. Tapi tak mungkin dari Jacques, dia...

Ya, silakan.

Aku tahu kakakku telah tewas. Dan kalian berusaha menyelamatkan dia,

Aku khawatir ada yang menyamar sebagai dia untuk mengumpulkan semua V.F.D.

Mungkin kita masuk perangkap.

Jadi, kau perlu temukan J.S.itu teman atau musuh.

Tahu apa arti spektator?

Orang yang mengamati sekitar, seperti mata-mata.

Bagus. Anak-anak itu spektator terbaik

sebab orang dewasa tak mengawasi mereka.

Ada kompartemen rahasia di dasar keranjang piknik. Bukalah.

- Seragam? - Samaran.

Anak-anak, aku perlu bantuan.

Menyamarlah ke Hotel Denouement sebagai portir

dan temukan identitas J.S. sebelum Kamis.

Ada orang dalam yang sudah mengatur semuanya. Kalian tinggal bilang ya.

Katakan kalau kalian sukarela.

Tentu saja.

Mereka kembali.

Ini bukan rute yang ingin kuambil, tapi kita sampai.

Tempat Aman Terakhir.

Hotel Denouement!

Di sini tempat rapat V.F.D.

Aku beri kesempatan sebentar untuk kagum.

Kau sudah tahu?

J.S.?

Kau tak bilang.

Aku yakin kau belum tahu tentang sayuran amat mematikan

yang ada di tanganku.

Itu jika jamur adalah sayur.

Apakah jamur itu tanaman?

- Halo? - Bilang terima kasih atas kapal selamnya!

Telepon ditutup.

Jangan mengemis pengakuan.

Kau seperti suamiku, entah siapa namanya.

Aku tak mengharap pengakuan.

Aku hanya ingin melakukan hal besar agar mereka kagum

dan menyesali perkataan mereka tentangku. Itu sama sekali beda!

Ayo kembali ke kapal selam.

- Aku ingin menumpahkan marah ke Hooky. - Hooky minta aku berikan catatan ini.

Bagaimana bisa?

Dia dan adiknya si dikurung di gudang.

- Oh, tidak lagi. - Apa? Berikan padaku!

Pengirim pesan ekstra spesial harus dapat persenan ekstra spesial.

Aku beri kau batu ini.

Aku lebih suka permata.

Aku lebih suka gadis kecil diam

jadi aku tak capek dengar permintaan menyebalkan

lalu memukulnya dengan batu ini.

"Maaf Bosku." Apa maksudnya ini?

Oh, tidak! Dia menculik para Pandu Salju yang kita culik!

Dan Phil.

Lalu, siapa yang mau main dokter hewan denganku?

- Paling tidak, itu kapal selam sewaan. - Hooky membelot.

Hanya karena dia tak punya tangan?

Biarkan dia pergi.

Aku tak peduli.

Kita sudah dapat segala yang kita perlukan darinya.

Kita perlu kendaraan ke hotel.

- Kita naik Olaf saja. - Itu namanya Carmelita Dua.

Namanya Olaf.

Namanya Carmelita Dua!

Kita bahas sambil jalan.

Apa kita bisa percaya Kit?

Sejak ikut dia, dia sudah melanggar sembilan aturan lalu lintas,

menerobos pagar, dan merekrut kita untuk memata-matai organisasi rahasia.

- Aku suka dia. - Aku juga.

Aku juga.

Itu Frank Denouement. Dia salah satu manajer.

Dia di pihak kita. Dia bisa kalian percaya.

Aku perlu kacamata baru karena kulihat ada dua.

Itu saudara jahat Frank, Ernest. Apa pun dia katakan, jangan percaya.

Perpecahan mengubah saudara kandung jadi musuh.

Ingat, F itu Frank, bersahabat.

E itu Ernest, jahat.

Bagaimana cara membedakan?

Sayangnya, satu-satunya cara tahu dia baik atau jahat adalah pengamatan cermat.

Hati-hati bicara. Karena jika orang yang salah tahu rencana kita...

kita semua bisa dalam bahaya.

Aku kirim pesan ke Frank.

Dia akan menemui di lobi, kecuali pesannya disadap Ernest.

- Kau tak ikut masuk? - Aku ada misi lain. Aku balik malam ini.

Jika kautemukan Tempat Aman Terakhir tak lagi aman,

kita kirim isyarat untuk memperingatkan V.F.D., oke?

Kami akan menyamar jadi portir

agar tahu apa J.S. penjahat atau relawan.

Manajer bernama Frank membantu kita,

tapi saudaranya, Ernest akan menghambat.

Beri isyarart V.F.D.

Sempurna. Sudah lengkap semua?

Pitaku belum ketemu.

Aku selalu bawa cadangan.

Ibumu juga selalu mengikat rambutnya saat perlu berpikir.

Dan ayahmu selalu mengatur kacamatanya seperti itu sebelum misi.

Kalian semua membuatku ingat mereka.

Sulit dipercaya orang tua kami menjalani misi rahasia.

Orang tuamu melakukan banyak tindakan berani dalam buku.

Tanpa mereka, V.F.D. tak akan bertahan setelah perpecahan.

Kami dengar tentang perpecahan, tapi tak tahu tentang apa.

Ceritanya panjang, bermula suatu malam di opera, berjudul La Forza del Destino.

Yang senapan meletus tak sengaja dan membunuh seseorang?

Itu opera tragis.

Maaf, melankolis adalah efek samping dari kondisiku.

Aku bingung dan aku hamil.

Semoga berhasil, Anak-anak. Kita ketemu malam ini.

Dan tolong hati-hati.

Kuharap aku ketemu kau sebelum pergi.

- Lucu, kuharap kau tetap di sini. - Aku kembali malam ini.

Jika semua sesuai rencana, kita akan dapat mangkuk gula.

- Kita bisa akhiri ini selamanya. - Lalu apa?

Kau, aku,

pulau tropis, dan si gadis.

Gadis? Apa sudah pasti?

Hanya perasaan.

Aku tak ingin pisah lagi darimu, kecuali di toilet saat kerja

dan saat salah satu nonton film yang tak disukai yang lain.

Kita ketemu malam ini. Sampaikan salamku pada Frank.

Bukti dari suatu piknik, seperti bukti dari rapat rahasia,

lebih baik dibuang.

Itu bisa menarik tamu buruk atau...

semut.

Lemony.

Kupikir kau telah mati.

Halo, Kit.

Bisa antar aku?

Orang di kursi belakang taksi itu diriku

bertahun-tahun lalu saat masih muda dan lebih naif daripada sekarang.

Jika bisa membalik waktu,

akan kuberi tahu bahwa jas kelabu terang tampak bagus, tapi...

lebih mudah bersembunyi dengan warna gelap.

Akan kuberi tahu dia akan mendapat kabar sedih

tentang orang yang amat dicintainya.

Dan akan kukatakan agar tetap di Hotel Denouement

bukan pergi naik taksi dengan kakaknya. Tapi...

Aku tak bisa mengubah masa lalu...

seperti aku tak bisa menghentikan taksi itu pergi.

Tak mudah menemukan J.S. di hotel sebesar ini.

Hotel besar bisa menguntungkan.

Tak mudah bagi Count Olaf menemukan kita.

Pelayan! Bawa koper ini ke kamar.

Dan Carmelita Dua ke atap.

Terima kasih.

Ingat, kita harus yakinkan setiap spektator

bahwa kita keluarga normal dan bahagia sedang berlibur.

Aku tak mau ke hotel pengendus kue! Aku ingin ke Taman Elf Kecil!

Katakan pada anak kesayanganmu agar jangan menarik perhatian.

Jika kau lebih memperhatikannya, dia tak perlu bertingkah.

Orang tua asliku membawa ke mana aku mau.

Sebagian orang tua bahkan tak mau membayar tebusan.

Ayahmu amat stres bekerja, Sayang.

Kita akan segera liburan sungguhan, ibu berjanji.

Ya, bohong saja, itu cara asuh hebat.

Aku perlu minum.

Kau!

Portir.

Cari manajer dan katakan agar membawa satu botol anggur bagus ke kamar kami.

Anggur merah. Sauvignon blanc.

Ya, Pak.

Manajer di sisi perpecahan kita. Satu dari mereka.

Kudengar di sini ada spa.

Sempurna, aku ingin kelupas wajah.

Kau bisa memilih wajah siapa atau sekadar siapa saja yang ada?

- Kurasa tak seperti itu. - Aku perlu melepas stres

jika kau ingin aku yang merencanakan...

Tidak di lobi!

Mata di mana-mana.

Kita bicarakan di kamar.

Aku tak ingin ke kamar.

Aku gadis menawan, cantik, imut, lembut, memesona,

dan aku ingin ke kolam renang!

Kenapa kita tak bisa kembalikan dia ke orang tuanya.

Kita bakar mereka dan rumahnya.

- Tunggu, apa yang kaukatakan? - Tak ada, Sayang.

- Count Olaf tak tahu kita. - Dia cuma lihat seragam kita.

Tamu hotel dan orang jahat menganggap staf seperti tak terlihat.

Kaupikir Cout Olaf yang menyamar jadi J.S.?

Entah, tapi dia di sini tak mungkin baik.

Kita harus cari tahu rencana dia dan Esmé.

Kalian menguping tamu?

Kami menjalankan tugas sesuai instruksi.

Kau pasti portir baru. Selamat datang. Aku salah satu manajernya.

- Frank atau Ernest? - Tepat.

Aku senang kalian di sini meski satu orang terlalu pendek

karena kita kekurangan orang. Ayo ke sini.

Tugas portir adalah memberi segala permintaan tamu.

Saat bel bunyi, kau sukarela.

Apa arti angka itu? Tak mungkin ada 999 kamar di hotel ini.

Itu pertanyaan menarik. Kau tahu artinya?

Pak, ada koper datang dengan taksi,

tapi sopirnya bilang tamunya baru datang Kamis.

Kamis?

Maaf, Portir.

Menurutmu, itu Frank?

Dia pakai kata sukarela. Mungkin itu kode.

- Segala yang dia katakan seperti kode. - Kau pasti portir baru.

Selamat datang di Hotel Denouement. Aku salah satu manajer.

Kau Frank atau Ernest?

Ya. Kau tepat waktu.

Kami perkirakan ada banyak tamu sebelum Kamis.

- Kau tahu sebabnya? - Mungkin.

- Bisa katakan? - Pertanyaan menarik.

Jawaban cerdas. Sulit untuk memercayai orang di lobi hotel.

Ada banyak orang jahat di dunia.

Cepat atau lambat, sebagian akan masuk ke hotel.

Pak, Daily Punctilio datang dengan kabar soal pembunuh itu.

Pembunuh?

Permisi, Portir.

Itu pasti Ernest. Saat bilang soal orang jahat seperti mengancam.

Kecuali itu Frank, itu peringatan. Aku bingung.

- Bagaimana cara menemukan seseorang? - Aku bisa jawab.

Mencari orang di sini semudah mencari buku di perpustakaan

karena Hotel Denouement tidak diatur seperti hotel, tapi seperti perpustakaan.

Perpustakaan menata pengetahuan sesuai sistem klasifikasi numerik.

Semua tamu di Hotel Denouement

ditempatkan di kamar sesuai dengan rak mereka di perpustakaan.

Tapi yang kerja di sini harus hafal katalog perpustakaan.

Kamar 610. Itu untuk tamu terkait industri kesehatan.

Tiga tiga dua, ekonomi keuangan.

- Bel itu tak ada angkanya. - Itu salon mandi matahari di atap.

Orang yang mandi matahari biasanya tak peduli dengan ilmu perpustakaan

jadi mereka tak terlalu memilih lokasi.

Tiga bel, tiga kamar.

Tapi kau tak bisa di tiga tempat sekaligus. Harus berpencar, Baudelaire.

- Kau tahu kami? - Kau Frank atau Ernest?

Itu pertanyaan menarik.

Tugasmu menunggu.

Tak mungkin satu orang berada di tiga tempat sekaligus,

kecuali orang itu sedang menonton televisi.

Orang yang menonton televisi tak perlu memilih

antara melihat rapat misterius Sunny di lantai tiga...

Penemuan Klaus tentang konspirasi aneh di lantai enam...

dan dilema berbahaya Violet di salon mandi matahari di atap.

Anda bisa melihat ketiganya.

Hanya... tak bersamaan.

Kumis tak membuat orang menarik. Jadi, kurasa aku yang pertama.

Yippi kai ye, Sobat!

Aku pemain bola koboi superhero tentara bajak laut!

Tentu saja, Sayang.

Carmelita menelusuri sisi tomboinya. Menawan bukan?

Sebagai wakil kepala sekolah Prufrock,

aku tahu Carmelita tak selalu menawan.

Dan sekarang dia tomboi menawan!

Sebagian gadis merasa tomboi itu hinaan,

yang artinya minat mereka tak sesuai harapan orang lain.

"Sebagian gadis merasa tomboi itu menghina yang bla bla bla... "

Siapa yang berani ganggu genius mandi matahari?

Pasti portir. Kau terlambat. Aku mengebel dua menit lalu.

- Butuh apa, Bu? - Jangan bicara padaku.

Aku belum perlu bicara pada pembantu sebelum memakai pakaian.

Kau bicara dengan pembantu sekarang.

Aku tak meminta pendapatmu.

Aku mau kauberi gadis kecil menawan di perahu yang dia inginkan.

Semua, lihat aku melempar bola!

Hei, Portir! Aku mau es krim contong ditaburi meses merah jambu,

pisang, dan sorbet lemon karena aku intoleransi laktosa.

Aku dan putriku sedang ada urusan yang sangat rahasia.

Kalau boleh aku akui bahwa aku bukan cuma wakil kepala sekolah,

tapi juga wakil ketua Klub Fans Esmé Squalor! Aku fan nomor satu!

Menarik sekali.

Aku tak memberi tanda tangan.

Aku ingin dengar soal urusan sangat rahasiamu.

Aku baca setiap kabar tentangmu di Daily Punctilio.

Kau amat glamor dan penting, mengingatkanku pada diriku sendiri.

Ceritakan, apa rencanamu selanjutnya?

Itu amat rahasia. Tapi bocorannya akan ada pesta koktail "kekinian" di hotel ini.

Pesta koktail!

Semua akan amat senang. Bisa ada yang kena serangan jantung.

Kuharap begitu. Mereka pasti dapat kejutan besar.

- Kejutan apa? - Jika aku bilang, bukan kejutan namanya.

Tak bermaksud menguping, tapi aku anggota Klub Fans Esmé Squalor

dan ingin tahu kejutan besar di pesta koktail.

- Bisa beri petunjuk? - Tidak.

Tolonglah? Boleh, 'kan?

- Aku juga minta tambah gula. - Tidak.

Apa ada hubungannya dengan teropong?

Teropong apa?

Saat aku melihatmu dari bawah meja itu,

yang sering kulakukan sebagai fan nomor satu,

kulihat kau mengamati langit dengan teropong.

Kenapa?

Karena...

Mengamati burung itu "kekinian".

"Mengamati burung itu kekinian!"

Tunggu sampai pembaca buletin Klub Fans Esmé Squalor tahu!

Kau orang usil yang menyenangkan, kau pasti tahu segala informasi.

Begini.

Kuberi petunjuk tentang unsur rahasia dalam hidangan pembuka pesta

jika kaukatakan tentang orang yang mengundang banyak orang ke hotel ini.

Inisialnya J.S.

Kau pasti sudah tahu siapa J.S.!

- Dia... - Pengendus kue bodoh!

Portir itu hanya berdiri dan tak membawa es krim contong bebas laktosa!

Maaf, Carmelita.

Tunggu. Bagaimana portir tahu nama putriku?

Tertulis di perahu.

Ya, betul.

Satu hal lagi, aku lupa bilang.

Bawakan senapan harpun.

Maaf, Pak.

Ada masalah?

Tamu di atap meminta sesuatu yang kupikir tak boleh kuberikan.

Tugas portir adalah memberi tamu apa yang mereka minta.

Memberi senapan harpun pada Carmelita itu keliru.

Tapi tidak memberikan justru mencurigakan.

V.F.D. paham keinginan Nona Spats dan sudah memperhitungkan.

Kadang yang tampak salah sebenarnya bagian dari rencana lebih besar.

Bisakah aku percaya kau, Portir?

Jika aku bisa percaya kau.

Jam di lobi Hotel Denouement

telah melegenda,

yang di sini berarti "terkenal karena amat nyaring."

Bunyinya mirip kata-kata yang menggambarkan Violet Baudelaire

saat akan membawa senapan harpun ke salon mandi matahari di atap.

Syukurlah kau cepat ke sini.

Aku mengebel dua menit lalu dan ini darurat.

- Babs? - Kok tahu namaku?

Ada pada label namamu.

Ya, masuk akal.

Maaf aku senewen.

Tapi orang terakhir yang kupercaya mengikatku, mencuri papan klip,

dan membakar rumah sakitku. Papan klip itu tak kembali.

- Katamu ada yang darurat. - Ya, buruk sekali.

Seharusnya aku bertemu pacarku di sauna, tapi penataan hotel ini buruk

jadi aku tak tahu di mana tempatnya.

Dua ratus itu nomor katalog perpustakaan untuk agama

dan sauna sering jadi tempat renungan spiritual.

Jadi, sauna di lantai dua.

Wah, kau cerdas.

Kau ingin jadi dokter?

Lewat sini, Bu.

Pacarmu pasti di dalam.

Siapa di situ? Aku tak bisa lihat apa pun karena uap.

Aku pacarmu! Dan portir.

Ah, portir!

Aku mau martini encer.

Aku kecanduan meski tahu itu sudah ketinggalan zaman.

Kalian berpasangan?

Ya, kami bertemu di kelompok dukungan bagi orang yang diteror Esmé Squalor

dan kami jatuh cinta.

Betul begitu, Cintaku?

Pasti tak jadi cerita sampul, Cahaya Hidupku.

Aku ambilkan martini.

Dia pergi.

Aku gelisah. Berapa lama kita harus bersandiwara?

Ada musuh di hotel ini. Kita harus buat mereka mengira

kita pasangan bahagia sedang liburan untuk bantu anak-anak.

Itu yang J.S. katakan di telegram.

Oh, anak-anak Baudelaire.

Membiarkan mereka pergi adalah kesalahan terbesarku.

Semestinya tak kubiarkan orang yang mengaku dokter

nyaris memenggal kepala mereka.

Kita hanya perlu menunggu sampai Kamis.

Itu saat segala kejadian malang berakhir dan aku bisa kembali ke cinta sejatiku.

Kita bertemu di kelompok dukungan bagi orang yang kabur dari pasangan buruk.

Dia juga dapat telegram dari J.S., tapi tak bisa datang.

Dia sibuk di pabrik kayunya.

Aku juga punya seseorang.

Dia juga mendapat telegram, dan juga tak bisa datang.

Dia dipenjara karena merampok bank.

J.S. bilang semua yang pernah bertemu anak-anak Baudelaire diundang.

Jadi, itu masuk akal.

Maaf, aku dapat telegram dari J.S.

meski tak bisa kuberikan sampai kalian katakan namanya.

J.S. itu perempuan.

Kupikir dia kapten kapal.

Nah, nah, nah.

Ada apa di sini?

Kurasa pakaianku berlebihan.

Ini darah.

Oh, kau di sini, Portir. Ada tugas penting buatmu.

Aku perlu bantuan menggantung ini dari jendela kamar 598.

Tapi harus hati-hati.

Ini amat lengket sehingga apa pun yang disentuh akan menempel.

Apa itu perekat lalat?

Ya, sekalipun masalah kita bukan lalat. Tapi burung.

Menggantung perekat lalat

di jendela kamar hotel untuk menangkap burung? Itu aneh.

Kadang yang tampak aneh sebenarnya bagian dari rencana lebih besar.

Kau bisa kupercaya, Portir?

Jika aku bisa percaya padamu.

Seperti kita tahu, suara jam di lobi Hotel Denouement

terdengar seperti kata-kata.

Kata-kata ini menggambarkan Klaus Baudelaire

saat membantu menggantung segulung perekat burung di luar lantai lima.

Aneh. Aku yakin ada yang mengetuk pintu.

Oh, kau di situ rupanya.

Aku mengebel dua menit, persis jumlah waktu untuk pergi

dari lantai tiga ke lobi.

Jadi, kau tak lebih awal atau telat.

Portir di hotel ini pendek.

Aku jijik padamu.

Aku tak paham perkataanmu.

Aku ada rapat penting di restoran di kamar 954,

tapi sekretarisku, Jacqueline Scieszka pindah ke Winnipeg

dan sekretarisku yang lain, tapi aku tak tahu namanya,

mendadak berhenti pagi ini.

Jadi, apa kau punya pengalaman sekretaris?

Ya.

Bagus! Ikuti aku.

Kau mengingatkanku pada bayi yang kukenal.

Pastinya kau pasti bukan dia.

Maksudku, mengapa bayi bekerja di hotel dan jadi portir?

Oh, mungkin aku cuma lapar akan wajah yang kukenal.

Halo, aku Larry, pelayanmu. Aku harap kau lapar akan makanan India.

Di kamar 954, nomor katalog perpustakaan untuk India dan Asia Selatan,

kami bangga menyajikan berbagai hidangan India.

Sejarah kuliner wilayah ini cukup menarik.

Aku cuma mau segelas susu.

Kau tak ingin memperluas cakrawala budaya?

Tidak. Aku takut orang asing.

Satu gelas susu... segera disajikan.

Dan sesuatu untuk dimakan nona kecil.

Aku bersumpah pernah melihat pelayan itu entah di mana.

Yang paling aneh,

hotel ini dipenuhi wajah-wajah yang sudah kukenal.

Kau pasti J.S.!

Panggil aku Snicket.

Jacques Snicket. Kita belum pernah bertemu.

Kau benar sekali kita belum pernah bertemu.

Aku bisa lupa nama, tapi aku tak pernah ingat wajah.

Nah, lihat ini. Anak kecil.

Sebagai warga yang tulus, pembaca buku, masih hidup,

aku suka anak-anak.

Aku amat suka mereka.

Jujur saja sampai mengganggu betapa besar rasa sukaku pada anak-anak.

Karena itu aku tak akan membiarkan kau lepas dari pandanganku.

Ini adalah sekretarisku. Secara teknis, dia portir.

Bisa kita mulai?

Kau dapat pasokan barang yang kuminta?

Aku katakan "pasokan" sekalipun kata biasa bisa dipakai

karena aku, Jacques Snicket,

serba tahu dan suka pamer.

- Aku baca telegrammu. - Yang kutanda-tangani J.S.

Yang kau tanda tangani J.S., ya.

- Itu pasti inisialku. - Itu pasti inisialmu.

Sesuai permintaan,

kukumpulkan semuanya tentang kasus Baudelaire,

termasuk informasi yang dapat menghukum Count Olaf.

Super. Aku ambil itu.

Tapi tugasku sebagai bankir akan cacat

jika berkas yang kuserahkan tak lengkap. Apalagi kauminta semuanya.

Jadi, kuselidiki sedikit. Tahu yang kutemukan?

Apa?

Semuanya.

Aku menyisir ribuan dokumen

sampai menemukan setiap bukti yang terkait kasus Baudelaire.

- Menjemukan. - Pujian diterima.

Bank itu seperti perpustakaan meski kami tak mengizinkan orang masuk.

Setelah kukumpulkan semuanya, aku mendapat temuan mengejutkan.

Kau harus sering keluar?

Berkas ini bukan cuma kumpulan dokumen esoteris

mencatat hidup beberapa anak tak bahagia. Bukan.

Saat disatukan, ini membentuk riwayat lengkap ketidakadilan

yang ditunjukkan penjahat kejam, pacarnya yang berbahaya,

dan tokoh otoritas yang berniat baik, tapi tak efektif

yang membantunya secara sengaja atau tak sengaja sepanjang jalan.

Aku bahkan memberikan judul sendiri.

Kusebut Sejarah Lengkap Ketidakadilan

atau Nafsu Menjijikkan Mengejar Harta.

O.L.A.F.

Tn. Poe, ini perkembangan mengejutkan.

Aku janji agar berkas itu aman atau namaku bukan Jacques Snicket,

orang sok baik yang sombong yang pasti belum mati.

- Bukan ini berkasnya. - Maaf, maksudmu?

Ini indeksnya. Berkasnya kebesaran untuk koperku.

Sedang dikirim malam ini oleh klien lain yang meminta bahan yang sama.

- Inisialnya sama persis denganmu. - J.S.

Larry.

Senang melihatmu di sini.

Aku lupa susumu.

- Tapi itu di baki. - Aku minta dulu ke koki.

Layanan yang aneh.

Restoran di hotel.

Jadi, ceritakan siapa J.S. yang lain,

yang amat tertarik dengan anak-anak yatim Baudelaire?

Aku rasa tak bisa kusebutkan. Kerahasiaan bankir-klien.

Nyawamu tergantung pada hal itu.

Ada hal-hal yang lebih buruk dari perkiraan.

Berapa lama sebelum J.S. tiba?

J.S. sesungguhnya bukan peniru di ruang makan.

Malam ini. Dan paketnya juga akan datang.

Tapi musuh kita mengamati langit.

Jika mereka mencegat pengiriman, kita akan kalah.

Itu akan berat.

Kuharap kita punya cukup gula.

Apalagi jika ada jamur dalam menu.

Itu dari dapur.

Mana sekretarismu?

Ah, Portir.

Ikuti aku ke kamar 025, kamar cuci.

Aku ingin kaupasang kunci khusus ini di pintu.

Mereka cenderung menghilang, seperti anak-anak yatim atau kucing.

Aku tahu cara membuat kucing diam.

Dikuliti.

Jika kaulihat pelayan itu, katakan aku masih menunggu susu itu.

Kita naik lift barang.

Misterius.

Tepat. Kadang yang tampak misterius adalah bagian dari rencana lebih besar.

Larry, jangan lagi merusak rencana dan makan siangku.

Kau bahkan belum mencoba karinya.

Ini terlalu pedas.

Olaf, kau tak punya penghargaan atas hidangan anak benua.

Kau tak punya moral, etika, dan dukungan! Mana rekanmu?

Mana rekanmu? Oh, benar, aku bunuh mereka semua.

Kau bisa pakai kumis palsu, sewa tuksedo...

Ini bukan sewaan. Aku curi.

Kau tak akan bisa menyamai Jacques Snicket.

Paling tidak aku tak akan dimasak dalam kari.

- Itu ancaman? - Terdengar begitu?

- Ya. - Bagus. Memang.

Kita lihat saja.

Frank, bisa tolong antarkan penjahat ini keluar dari gedung?

Kurasa maksudmu Ernest.

Yippi kai ye.

Lepaskan aku, Bodoh!

Kurang ajar!

Dasar penipu keji!

Ini penghinaan! Ini biadab!

Bukan begini cara memperlakukan pelayan!

Maaf harus berakhir seperti ini.

Cakap-cakap kita menyenangkan.

Tapi persaingan seperti saus ini,

sudah mendidih terlalu lama.

Kau mau aku bicara?

Tidak, Larry, sang Pelayan.

Aku ingin kau direbus.

Sial. Ini harus di-dry clean.

Ruang ini harus dijaga tetap aman.

Bisa aku percaya kau, Portir?

Jika aku bisa percaya kau.

Suara jam di lobi menggambarkan Sunny Baudelaire

saat dia mengubah pintu kamar cuci jadi Vernacularly Fastened Door (V.F.D.).

Tapi itu juga menggambarkan kisah anak-anak Baudelaire

karena segala yang mereka pikir mereka tahu tentang hidup mereka,

situasi mereka, dan Hotel Denouement...

salah.

Salah.

Salah.

Ini semua salah.

Hotel ini penuh orang yang kita kenal, tapi tak mungkin semua dari V.F.D.

Mereka semua diundang orang berinisial J.S.,

tapi mereka pikir J.S. itu orang yang berbeda.

Wakil Kepala Sekolah Nero bilang J.S. itu orang yang dikenal Esmé.

Seperti suaminya, Jerome Squalor.

Jerome bilang J.S. itu wanita yang mau bantu kita.

Sekretaris Tn. Poe bernama Jacqueline Scieszka.

Babs mengira J.S. adalah kapten kapal laut.

Salah satu samaran Count Olaf adalah Kapten Julio Sham.

Tapi dia menyamar sebagai Jacques Snicket.

Dia tak tahu siapa sebenarnya J.S.

Ada misteri lain. Kenapa Esmé merencanakan pesta koktail

dan untuk apa senapan harpun Carmelita?

Frank atau Ernest yang memberi perekat burung?

Siapa yang suruh kunci pintu kamar cuci?

Kenapa semuanya melihat ke langit?

Gajah.

Maaf Sunny. Aku tak paham maksudmu.

Aku tahu maksudnya.

Humoris John Godfrey Saxe menulis puisi

yang jadi favorit ayah anak-anak Baudelaire,

yang sering menyiksa anaknya dengan membacanya.

Dalam puisi itu, enam pria buta bertemu seekor binatang

dan tak bisa sepakat seperti apa bentuknya.

Orang pertama merasakan sisi tegak dan menyimpulkan itu dinding.

Orang kedua merasakan belalai dan mengatakan seperti ular dan seterusnya.

Pesan dari puisi itu adalah mengamati sebagian dari sesuatu

tidak sama dengan mengamati seluruhnya.

Tapi jika kau berbagi pengamatan,

kau bisa lihat bahwa yang tampak membingungkan

sebenarnya bagian dari rencana lebih besar.

Atau gajah.

Kita sudah dengar rencana besarnya.

Jika disatukan, bentuk utuhnya terlihat.

Larry Pelayan mengatakan tentang paket yang akan dikirim malam ini...

dan gagak.

Bagaimana jika maksudnya gagak pembawa pesan,

yang dipakai Isadora mengirim sajak di Village of Fowl Devotees?

Itu menjelaskan kenapa Esmé melihat langit

dan Carmelita perlu senapan harpun. Untuk menembaknya.

Karena itu kau diminta menggantung perekat burungnya.

Jika gagak ditembak pada sudut tertentu,

maka akan mengenai gedung pada lantai lima

dan akan menempel ke perekat burung.

Lalu, paket itu jatuh ke tanah.

- Mungkin ya atau tidak. - Ke mana lagi jatuhnya?

Aku lihat cerobong cucian di bawah jendela.

Bagaimana jika rencananya paket itu jatuh ke sana?

- Itu akan masuk ke... - Kamar cuci. Sunny menguncinya.

Jika Frank memberinya kunci, paket itu aman.

Jika Ernest, maka tak aman. Dan kita masih belum tahu paket apa itu.

Mungkin kita tahu. Apa yang dikejar kedua sisi perpecahan?

Mangkuk gula.

J.S.

Ya, tolong bawa ke kamar 347. Hukum acara dan pengadilan perdata.

Justice Strauss?

Anak-anak Baudelaire!

Anak-anak Baudelaire-ku tersayang!

Lihat kalian!

Oh, Klaus, kau tinggi sekali.

Violet, kau amat dewasa. Dan Sunny...

Aku lihat kau masih tukang gigit.

Kau mengenali kami?

Aku amat peduli pada kalian.

- Aku akan mengenalimu kapan saja. - Sedang apa di sini?

Setelah pernikahan tipuan itu,

aku tak bisa memaafkan diriku karena mengecewakan kalian.

Jadi, aku putuskan untuk memperbaiki semuanya.

Aku mencari kalian.

Perhentian selanjutnya, Gang Lousy!

Perhentian selanjutnya, Danau Lachrymose!

Perhentian selanjutnya, puing kebakaran Paltryville!

Sekolah Persiapan Prufrock!

Dark Avenue!

Village of Fowl Devotees!

Perhentian selanjutnya, Hinterlands! Puing kebakaran Rumah Sakit Heimlich!

Puing kebakaran Karnaval Caligari! Dan Pegunungan Mortmain!

Tapi ke mana pun aku pergi, kalian sudah tak ada.

Bagaimana kautemukan kami?

Aku dapat bantuan dari buku yang sangat aneh.

Buku ini memberi tahu tentang sebuah organisasi rahasia

yang bertujuan memadamkan api di seluruh dunia.

V.F.D.

Tepat.

- Mereka membantu juga. - Apa yang kaulakukan?

Kupikir kita harus duduk untuk bagian ini.

Kusadari, menemukan kalian saja belum cukup

jika Count Olaf masih berkeliaran.

Tapi jika aku bisa kumpulkan V.F.D.,

bersama seluruh saksi kejahatan Count Olaf,

maka Pengadilan Tinggi dapat mendengar seluruh kisah

dan kami bisa mengadilinya.

Kau mengadili Count Olaf?

Karena itu kauundang semuanya.

Kau selama ini membantu kami dan kami tak tahu?

Aku tak melakukan sendiri.

Jerome Squalor menceritakan kisah pribadi tentang ketakadilan di sektor finansial.

Dia juga menyesal mengecewakan kalian.

Jacqueline Scieszka memberikan layanan pencatatan dan keliling dunia.

Jacques Snicket mungkin telah tewas, tapi penelitiannya tetap hidup.

Dan tentu saja, aku baca semua tindakan jahat Kapten Julio Sham.

Aku kirim semua penelitianku ke suatu bank untuk disimpan dengan aman.

Dan di sini, akhirnya terkumpul.

SEJARAH LENGKAP KETIDAKADILAN

ATAU NAFSU MENJIJIKKAN MENGEJAR HARTA.

Olaf.

Kami juga mengundang Count Olaf ke sini

dan sumberku mengatakan dia telah datang.

Tapi setelah Kamis, dia akan dipenjara.

Dan akhirnya seluruh masalah kalian akan berakhir.

Masalah kami tak akan berakhir sampai kami menemukan rumah.

Rumahku bisa menampung tiga anak baik, cerdas, dan berbakat.

Itu jika kalian bisa memaafkan aku.

Kami senang bisa tinggal denganmu.

Kau bersungguh-sungguh?

Tentu saja.

Maka, malam ini berbeda dari semua malam lainnya

karena kisah ini akhirnya selesai.

Sudah larut. Kita harus tidur.

Tapi tenanglah, Anak-anak Baudelaire.

Kita akan segera jadi keluarga.

Saat anak-anak Baudelaire merenungkan masa denpan dengan Justice Strauss,

mereka tak sabar untuk bercerita pada Kit apa yang mereka ketahui.

Meski mereka bertanya-tanya apa yang menahannya.

Aku tak percaya kau masih hidup. Ada obituarimu di Daily Punctilio.

Oh, kau tak bisa percaya segala yang kaubaca di Daily Punctilio.

Sekalipun namaku ditulis dengan tepat.

- Dari mana saja? - Pelarian.

Lebih baik musuh kita pikir aku telah mati.

Bagaimana dengan saudaramu?

Kubaca Jacques di koran. Karena itu, aku kembali.

Aku harus periksa itu.

Bukan hanya Jacques.

Saat kau tak ada, kita kehilangan banyak orang.

Monty, Josephine, Keluarga Quagmire.

Dan... Beatrice?

Lemony, maafkan aku.

Aku amat rindu.

Aku merasa seperti masuk ke tengah kisah orang lain.

Bisa jadi kisahmu juga. Kini kau kembali, kau bisa bantu kami.

Aku tak bisa bantu siapa pun. Kau benar malam itu di opera.

Kau tahu segala yang terjadi itu salahku.

Masalah di dunia bukan kesalahan satu orang.

Jadi salahmu jika tak lakukan apa pun.

Kembalilah ke hotel bersamaku. Kembali ke V.F.D. bersama kami.

- Aku bisa apa? - Kau belum mati. Lakukan sesuatu.

- Kulihat kau dengan... - Dia orang baik.

Aku senang untukmu.

Empat anak.

- Aku kehilangan banyak. - Empat?

Satu akan datang. Aku lihat kau dengan tiga lagi di hotel.

Lemony, itu bukan anakku.

Mereka anak-anak Baudelaire.

Maksudmu mereka...

Isyarat suar.

Tampaknya rumah mobil balon udara panas.

Kembar tiga Quagmire.

Dan sekawanan elang menyerangnya agar jatuh.

Queequeg ada di pantai.

- Bisa kubawa untuk menolong mereka. - Kit.

Bagaimana aku bisa membantu?

Kau masih punya SIM taksi yang berlaku?

Kau masih bangun?

- Aku tak bisa tidur. - Aku juga.

Sofa ini jadi tempat tidur yang buruk.

Bukan sofanya. Ada yang mengganggu pikiranku.

Aku juga.

Kita tahu siapa J.S. Mangkuk gula akan dikirimkan.

Tapi tak tahu kenapa penting atau siapa pasang kunci

- di pintu kamar cuci. - Itu masalahnya.

Kau bersama Frank atau Ernest pada jam tiga.

Kau tahu karena kaudengar jam berbunyi tiga kali.

Sunny bersama kembaran yang lain pada saat yang sama.

- Jadi... - Jadi aku juga dengan satu kembaran.

Kita bertiga dengan Frank atau Ernest tepat pada jam tiga.

Aku tahu maksudmu. Kembar dua bisa di dua tempat sekaligus...

Kembar dua tak bisa di tiga tempat.

Kuharap hotel ini perpustakaan.

Kita bisa cari jawabannya di katalog perpustakaan.

Apakah ada nomor katalog perpustakaan untuk misteri?

Satu tiga lima. Aku sudah pikirkan itu.

Tapi tak ada kamar 135.

Mungkin bukan kamar.

Ingat saat menginap di hotel bersama ayah dan ibu

dan kita pikir memencet banyak tombol sekaligus itu menyenangkan?

Kata ayah, kau tak akan tahu ke mana akan menuju.

Mari kita lihat.

- Kita turun. - Bawah tanah.

- Itu tempat kamar cuci. - Lift belum berhenti.

Pasti ada di bawahnya lagi.

Seperti katalog kartu perpustakaan.

Seseorang memperbaiki buku.

- Pasta masih basah. - Dan teh masih hangat.

Kaukah itu, Kit?

Kau bukan Kit.

- Dan bukan Frank. - Juga bukan Ernest.

Denouement bersaudara bukan kembar dua.

Tapi kembar tiga.

Kit bilang kau credas.

Namaku Dewey Denouement. Aku senang bertemu dirimu.

- Mengapa Kit tak bercerita tentangmu? - Keberadaanku rahasia.

Yang cocok untukku karena kerjaku juga rahasia.

Hotel Denouement tak hanya ditata seperti perpustakaan.

Ini adalah perpustakaan.

Kami himpun laporan dari agen V.F.D., cendekiawan, peneliti,

penemu, ilmuwan, penjelajah, ahli peta, penyair, jurnalis,

ahli alam, ahli reptil, dokter mata, resepsionis, koki, pelayan, sopir taksi,

kapten kapal, sutradara, balerina, penulis buku anak, dan pendaki gunung.

Relawan kami ada di mana-mana, mengamati dunia

dan menulisnya dalam buku.

Buku-buku itu lalu melewati sejumlah tempat aman,

mulai rumah sakit hingga karnaval, akhirnya ke sini...

Tempat Aman Terakhir.

Sejak perpecahan, itu jadi makin penting

agar penelitian dimasukkan katalog dan diamankan.

Saat Frank dan Ernest mengelola hotel,

aku bekerja dalam bayang-bayang.

- Kita sampai. - Mana perpustakaannya?

Lihatlah ke bawah permukaan.

Itu perpustakaan bawah air.

Di bawah kolam.

Musuh bisa membakar hotel sampai hancur, tapi karya kami tetap aman.

Perpustakaan rahasia.

Lalu, mengapa cerita pada kami?

Setelah Kamis, Kit dan aku meninggalkan V.F.D. untuk membesarkan anak kami.

Tempat Aman Terakhir akan perlu satu pustakawan baru.

Atau tiga.

- Kau mau kami urus perpustakaan? - Aku baca tentang kalian, Baudelaire.

Violet, kau mencipta benda hebat dalam tekanan luar biasa.

Bayangkan yang bisa kaulakukan dengan waktu dan sumber daya di sini.

Klaus, kemampuan penelitianmu setara dengan pustakawan terhebat V.F.D.

Kenapa tak dipakai melayani perpustakaan terhebat?

Dan Sunny, aku dengar hal bagus tentang masakanmu.

Jangan remehkan apa yang bisa diberikan oleh hidangan lezat pada dunia.

Setelah Kamis, Count Olaf akan dipenjara.

Kau perlu rumah. Kenapa tak di sini?

Justice Strauss ingin kami tinggal dengannya.

- Dia berjanji menjaga kami tetap aman. - Dan aku yakin akan dilakukan.

Tapi kalian bukan lagi anak-anak.

Apakah hidup aman sudah cukup?

Sebelum kami jawab, ada satu rahasia yang ingin kami tahu.

Apa itu mangkuk gula?

Pertanyaan menarik.

Kucari kalian di seluruh hotel.

Tak mudah karena ditata dengan buruk.

Kalian akhirnya dalam genggamanku.

Tidak, ini ditata seperti katalog perpustakaan.

Kami tak kaugenggam. Kami berdiri di pinggir kolam.

Itu menurutmu.

Aku rasa pria di sebelahmu adalah salah satu rekanku.

Serahkan mereka padaku, Ernest.

Oh, aku bukan Ernest.

Kalau begitu, serahkan mereka, Frank.

Gantilah gaya rambutmu agar aku bisa membedakan.

Aku juga bukan Frank.

Apa? Kau tak mungkin Dewey,

dia mitos, seperti unicorn atau Giuseppe Verdi.

Giuseppe Verdi itu nyata. Dia komponis Italia.

Kau kalah jumlah, Olaf. Hotel ini penuh relawan yang datang lebih awal,

begitulah orang mulia,

sementara antek-antekmu karena jahat, datang terlambat.

Tentu saja. Datang awal itu "kuno." Karena itu mereka sebut terlambat modis.

Siapa ingin melihatku menembak pengendus kue dengan harpun?

Jangan diangkat seperti itu, Nak. Berbahaya.

Tapi aku harus latihan.

Jika aku menembak gagak, kau janji mengajari meludah

seperti pemain bola koboi superhero tentara bajak laut!

Esmé Squalor dan Carmelita Spats.

Perpustakaanku penuh catatan kejahatan kalian.

Perpustakaan? Aku mulai berpikir kau Giuseppe Verdi.

Maksudmu Dewey Denouement.

Dewey Denouement.

Seperti unicorn?

Aku berharap kau datang ke pesta koktailku.

Kami menyajikan jamur.

Maksudnya Miselium Medusoid.

Itu rencana mereka, meracuni tiap orang di pesta!

Setelah V.F.D. tersingkir,

aku akan bisa mencuri harta Baudelaire

dan segala yang ingin kuambil.

Kau tak pernah bisa melepas Miselium. Tanpa mangkuk gula.

Kebetulan sekali. Setelah kami tembak gagaknya,

kami akan ambil mangkuk gula dari kamar cuci.

Masalahnya ada relawan sialan yang memasang kunci V.F.D. di pintu.

Kau wanita yang kuat, Esmé.

Kau bisa lebih daripada sekadar orang kedua

di kursi terakhir di baris belakang dari orkestra kelas tiga untuk Count Olaf.

Aku bukan yang kedua.

Jika kau benar Dewey Denouement, kau tahu segalanya tentang mangkuk gula.

Kau tahu isinya dan seberapa penting itu.

Dan kau tahu itu milikku.

Wadahnya milikmu, bukan isinya.

Beatrice mencurinya dariku!

Ada yang lebih buruk daripada pencurian.

Sudah pasti.

Berikan kode kunci atau gadis kecil ini menembakmu.

Aku tak mau menembak sampai Countie mengajari meludah!

Lakukan perintahku. Aku sudah membelikanmu pakaian konyol itu.

Ajari aku meludah!

Ajari aku meludah!

Tembakkan harpun!

Ajari aku meludah!

- Tembakkan harpun! - Ajari aku meludah!

Aku tak akan mengajari kau meludah selama aku masih bernapas.

Kau harus minta maaf pada gadis cilik kesayangan kita!

Dia bukan gadis cilik kesayangan, cuma anak bandel manja!

Aku lelah pura-pura jadi keluarga!

Dan aku lelah punya pacar yang meremehkan kekuasaanku!

Kau sudah kuasai harta kami tanpa Esmé.

Kalian jangan ikut-ikut.

Tanpa dia, kau pasti kaya dan kami sudah mati.

Anak-anak bengal itu benar. Aku mestinya kaya.

Mereka mestinya mati.

Kau tak peduli soal aku, Esmé.

Kau hanya peduli mangkuk gula,

kursus akting gratis, dan apa yang "kekinian" dan yang "kuno"!

Aku katakan mana "kekinian" dan "kuno".

Selalu tak dihargai orang yang kaki celana dia tak sampai mata kaki. "Kuno!"

Selalu jadi pemain kedua dalam rencana makin konyol di tempat makin terpencil?

Amat "kuno"!

Kurasa kau suka satu ini, Sayang.

Berulang kali kalah dari tiga anak.

Lihat mereka. Tak cukup umur untuk menyewa tuksedo!

Tapi mereka selalu mengalahkanmu!

Itu yang "paling kuno" dari semuanya!

Esmé...

kau dipecat.

Dan aku putus denganmu.

Kau tak bisa putus denganku.

Tak ada yang melakukan itu sebelumnya.

Karena itu jadi amat memuaskan.

Kau...

sungguh ingin aku pergi dari hidupmu?

Se... pe... nuh... nya.

Kau belum dengar akhir dari Esmé Gigi Geniveve Squalor.

Ayolah, Sayang.

- Countie tak jadi ayahku lagi? - Juga tak lagi milikku.

- Anak-anak Baudelaire. - Mau ke mana?

Olaf, turunkan senapan. Kau kehilangan rekan.

Aku tak perlu mereka.

Yang kuperlukan hanya harta Baudelaire

dan ketiga frasa untuk membuka kunci V.F.D.

Jika kau buka, tak ada apa pun selain cucian.

Kunci itu umpan.

Aku mungkin punya wajah tampan dan muda,

tapi aku tak lahir kemarin.

Aku hitung sampai sepuluh.

Satu.

- Dua. - Jika kau ingin menembaknya,

- kau harus menembakku! - Boleh saja. Tiga.

Harus menembakku juga.

- Malah makin baik. Empat! - Baudelaire.

Jika dia tembak kita, dia tak akan dapat harta Baudelaire.

Masih ada bayi itu. Lima!

Kau punya pilihan. Bisa memilih tak menekan pemicu.

Ya dan kau bisa memilih mati ditembak harpun. Enam!

Tujuh.

Delapan.

Sembilan.

Kau tak perlu melakukan ini.

Hanya ini yang aku tahu.

Ada apa di sini?

Ya Tuhan. Orang itu ditembak!

Ada opera berjudul La Forza del Destino

ditulis oleh komponis bernama Giuseppe Verdi.

La forza del destino adalah ungkapan Italia artinya "kekuatan takdir."

Takdir cenderung menimbulkan perdebatan.

Ada orang berpikir takdir tak mungkin dihindari,

seperti kematian atau kue keju mengental.

Orang lain berpikir bahwa takdir adalah kekuatan tak nampak,

yang memandu orang menjalani hidup,

seperti karakter dalam opera.

Dalam opera La Forza del Destino,

karakter berdebat, jatuh cinta,

kabur ke biara, melakukan duel,

dan menjatuhkan senjata ke tanah

saat itu tanpa sengaja meletus dan membunuh seseorang.

Itu opera tragedi,

juga demikian kisah anak-anak Baudelaire,

yang akan mengalami insiden serupa.

Aku bilang, ya Tuhan. Orang itu tertembak!

Kit.

Dewey!

Konsekuensi akan meriak sepanjang hidup...

seperti air di kolam.

Kita harus bagaimana?

Baudelaire! Kalian menembak orang,

bersama orang lain yang tak kulihat secara jelas.

Kau harus menunggu di sini sampai manajer datang.

Itu manajer.

Hei, ada apa?

- Ada apa ribut-ribut? - Ada apa di bawah?

Mangkuk gula.

Kit.

Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire.

Namaku Lemony Snicket.

Upoaded by ichemicalwolf

Terjemahan subtitle oleh Wenwen Zi

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.