All language subtitles for A Series Of Unfortunate Events S02E01 - The Austere Academy Part One WebRip

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

A Series Of Unfortunate Events S02E01 The Austere Academy Part 1

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Acara ini akan merusak siangmu, seluruh hidupmu dan harimu.

Setiap episode hanya mengecewakanmu.

Jadi berpalinglah. Berpalinglah, berpalinglah.

Di sekolah, yatim piatu Baudelaires dipaksa tinggal di gubuk tua.

Kenyamanan, kesenangan dan keselamatan termasuk yang tidak ada.

Mereka sering berlari, yang membuat mereka bugar.

Tapi kau yang harus ambil peluang ini untuk kabur.

Berpaling saja, berpalinglah.

Hanya ada horor dan kesusahan di sepanjang jalan.

Tanya orang waras "Haruskah kutonton?" Dan mereka akan katakan...

Berpalinglah, berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Berpalinglah, berpalinglah.

Untuk Beatrice. Kau akan selalu dalam hatiku, dalam pikiranku,

dan dalam kuburmu.

Kunjungi Agen SBOBET Terpercaya BCABOLA.COM

Mungkin kau tidak seharusnya di sini.

Ini jalur rahasia dalam wilayah terlarang...

sekitar sepertiga jalan melalui cerita mengerikan dan mengesalkan.

Namaku Lemony Snicket.

Jika kau mengikuti ceritanya seperti beberapa orang lainnya,

maka kau tahu tidak boleh ada yang di sini.

Karena semua tentang situasi yatim piatu Baudelaires...

bisa dibilang sangat buruk.

Semua tentang situasi yatim piatu Baudelaires...

bisa dibilang sangat baik, Mr. Tamerlane.

Jika kau tertarik dengan cerita berakhir bahagia,

kau datang ke tempat yang tepat.

Bukan hanya akhir bahagia, juga ada awal bahagia,

dan semua hal bahagia di tengahnya.

Sangat menyenangkan dan mendidik dan cocok untuk keluarga,

frasa di sini yang berarti, "menyenangkan dan mendidik."

Ceritanya tentang 3 anak beruntung, yang berani dan dewasa...

dan terus mengalami keceriaan.

Judulnya A Pony Party, dan aku tak bisa berhenti membacanya, Mr. Tamerlane.

Poe, apa kau masih di sana?

- Fokus. Bagaimana Baudelaires? - Ah, ya, Baudelaires.

- Letakkan bukunya. - Akan kuletakkan ini.

Tentunya, seperti yang kau ingat, mulai dari saat kuberitahu Baudelaires

bahwa orangtua mereka tewas dalam kebakaran mengerikan,

mereka mengalami petualangan menarik di berbagai tempat eksotis.

Dari rumah penuh ular di tengah antah barantah,

hingga danau penuh lintah di tengah musim badai,

dan untuk alasan rumit, hingga pabrik kayu.

Tidak jelas kenapa tidak ada wali yang cocok.

Mereka bertiga terobsesi dengan ide...

bahwa seorang aktor bernama Count Olaf terobsesi pada mereka,

tapi mereka tidak pernah bisa menjelaskan seperti apa rupanya.

Aku tidak terhentikan!

Aku menempatkan mereka di sekolah asrama,

di mana mereka akan mendapat pendidikan terbaik,

dengan uang sekolah termurah.

Mereka yatim piatu kaya kedua yang kudaftarkan di sana.

Aku yakin mereka tidak berkaitan.

Dengan Baudelaires aman di Sekolah Lanjutan Prufrock,

Kujamin masalah bank ini akhirnya selesai.

- Sekolah Lanjutan Prufrock? - Ya, itu nama yang kuucapkan.

- Jacquelyn? Itu sekretarisku. - Poe?

Dia pasti mengambil cuti mendadak lagi...

yang dia bilang sudah kuizinkan.

Bodoh sekali.

Ya, sulit untuk mencari asisten yang andal, Mr. Tamerlane.

Aku merasa kita sudah duduk di sini berbulan-bulan.

Kita sudah menunggu begitu lama.

Sunny mulai lebih terlihat seperti balita dibandingkan bayi.

Percepatan pertumbuhan?

Kita sudah disiksa oleh pengkhianatan dan kejahatan.

- Kerja rodi dan lintah. - Dan kini, sekolah baru.

Yah, sekolah baru ini belum menyiksa kita.

Halo, Pengendus Kue!

- Halo, um... - "Um..."

Apa kau tolol? Semua orang tahu aku Carmelita Spats.

Aku Violet Baudelaire, dan ini saudaraku Klaus dan Sunny.

Apa artinya Pengendus Kue?

Artinya kau pengendus kue bodoh,

tapi aku gadis paling istimewa di seluruh sekolah ini.

Aku harus memberikan tur.

Ini kantor Wakepsek Nero. Dia jenius. Dia paling menyukaiku.

Aku tidak perlu pakai seragam karena aku terlalu imut. Ayo.

Sekolah harusnya menjadi tempat aman.

Musim baru untuk menjelajahi semua misteri di sekitarmu.

Ayo, Pengendus Kue.

Kurasa itu bukan pujian.

Sekolah harusnya menjadi tempat mencari teman baru.

Aku merasa kita sudah duduk di sini berbulan-bulan.

Menjadi tempat nyaman dan petualangan yang seperti rumah,

khususnya jika rumah aslimu musnah dalam kebakaran.

Tapi seperti yang kita tahu, sekolah tidak seperti itu.

- Orang-orang melihat kita. - Mungkin karena kita baru.

Itu karena rumahmu musnah oleh kebakaran.

Seperti ruang kelas ini,

hidup yatim piatu Baudelaire mungkin tampak kurang lebih tidak berbahaya.

Tapi jika kau memaksa untuk menonton,

kau harus tahu motto Sekolah Lanjutan Prufrock.

Seperti motto lainnya, itu bisa ditemukan di berbagai media,

dari spanduk di aula sekolah,

hingga papan skor di lapangan atletik.

Ini lapangan atletik kami. Guru olahraga sedang melatih pertandingan tandang,

jadi aku bisa menyuruh orang melompat kapan pun aku mau.

"Memento mori."

Saat kau tahu apa artinya,

kau akan paham alasan cerita ini tidak bisa berakhir bahagia,

seperti tidak ada cerita yang punya akhir bahagia.

Apa arti memento mori?

Ingatlah, kau akan mati.

Larry, terima kasih sudah datang secepatnya.

Itu pakaian selam yang tampan.

Aku menikmati selam skuba di akhir musim. Apa misinya?

Antarkan ini kepada Baudelaires.

Ini berisi jawaban untuk semua pertanyaan mereka.

Mereka akhirnya akan tahu segala tentang organisasi kita.

Tapi hanya jika kau memberikannya. Mereka ada di lokasi ini.

Kau tahu Sekolah Prufrock?

Aku pernah sekolah di sana.

Perjalanan ini lebih dari misi penting untuk organisasi rahasia.

- Ini reuni. - Semoga berhasil.

Sekolah Lanjutan Prufrock...

Wah, wah, wah.

Ingatlah, kau akan mati.

Saat mati, kau tidak akan memikirkan keluargamu.

Kau tidak akan memikirkan teman atau karirmu,

atau pemandangan saat mentari terbenam di balik pegunungan.

Kalian akan memikirkan hari saat kita mengalahkan tim olahraga lain!

Prufrock! Prufrock! Prufrock!

- Prufrock! Prufrock! - Ada orang di jalan.

Hai. Truk kateringku rusak,

dan aku harus ke Sekolah Lanjutan Prufrock secepatnya.

Kulihat kau membawa buku bacaan.

- Aku selalu membawa buku. - Kutu buku.

Sampai di mana kita? Benar, pemusnahan penuh...

Bannya pasti bocor.

Bisa kuperbaiki. Aku adalah Pelatih Terbaik, Berlin, tahun 39.

Aku akan kembali.

Apakah itu kait?

Pastinya begitu.

Akan kuambil itu kembali.

Apa yang akan terjadi pada tim olahraga yang kau usir dari bis?

- Gurunya menangis. - Supirnya juga.

Sikap cengeng begitu tidak akan dibiarkan...

semasa aku masih di Prufrock.

Oh, kau sekolah di Prufrock? Aku kagum.

Harus. IQ-ku terukur di atas dua digit.

Perjalanan ini lebih dari peluang mendapatkan ketiga anak itu...

dan kekayaan mereka.

Ini reuni.

Aku tidak tahu gedung apa itu. Aku tidak pernah ke sana.

Tertulis "perpustakaan."

Hanya pengendus kue yang bisa menyadari hal seperti itu.

Itu tertulis jelas.

Oh! Halo. Kalian pasti murid baru yang sering kudengar.

Baudelaires, benar?

Jangan bicara pada wanita perpustakaan, baunya aneh.

Carmelita, selalu senang bertemu.

Perpustakaan adalah pulau dalam lautan kebodohan.

Khususnya jika perpustakaan itu tinggi dan...

daerah sekitarnya banjir.

Ayo pergi!

Jadi...

Datanglah berkunjung.

Ini kantor Wakepsek Nero,

di mana kalian harusnya bertemu dia 10 menit lalu. Kalian telat.

Ahem.

- Ahem? - Ahem.

- Terima kasih? - Itu tidak cukup.

Sudah sepatutnya memberikan persenan kepada pemandu tur.

Persenan?

Ya, persenan! Apa kau tuli dan buta, Pengendus Kue?

Siapa yang berani mengganggu sang jenius saat dia berlatih?

Ini Baudelaires. Mereka telat.

Beraninya kalian telat!

Terima kasih, Carmelita, sudah memberitahuku. Itu bros yang bagus.

Pemilik aslinya sangat menyukainya.

Sungguh gadis manis. Semanis permen bunga.

Orangtuanya masih hidup.

Masuklah. Waktuku tidak banyak.

Apa kabarmu?

Saat mendengar pertunjukkan hebat,

sudah sepatutnya bertepuk tangan dan bersorak dan berteriak "Bravo!"

- Hore! - Mmm, bravo.

Terima kasih. Terima kasih banyak

Dan selamat datang, murid baru.

Bla, bla, bla, bla.

Namaku Wakepsek Nero, dan kecemasan tertinggi keduaku,

adalah kau harus mematuhi aturan ketat di Prufrock.

Apa kecemasan tertinggimu?

Karirku sebagai pemain biola.

Aku tahu semua tentang kalian.

Kalian sudah dari wali ke wali, dan kemalangan selalu mengikuti.

Kemalangan berarti "masalah," ngomong-ngomong.

Dalam kasus kami, kemalangan berarti Count Olaf.

Dia penyebab semua masalah kami.

Di sini di Sekolah Lanjutan Prufrock,

kau tidak bisa salahkan kelemahanmu sebagai ulah Count Olaf ini.

Ini sistem komputer canggih. Biayanya sangat mahal.

Tapi aku meminta klub AV memprogramnya untuk mengenali ciri khas Count Olaf.

Satu alis mata, tato di pergelangan kaki.

Ini bukan Count Olaf.

Kami akan menaruhnya di luar sepanjang semester,

dan kalian akan aman.

Meragukan.

Aku ragu sebuah komputer canggih bisa membantu.

- Olaf biasanya menyamar. - Oh, aku tidak peduli.

Tidak mungkin yatim piatu biasa memahami jenius sepertiku.

Sekolah Prufrock akan mengurus itu.

Sekolah Prufrock punya asrama luar biasa,

berkat hibah murah hati dari pendiri kami, Sir Barrymore Feint.

Di dalam, ada ruang tamu besar dan kandang hias penuh burung tropis

yang bisa mendarat di jarimu dan mempelajari namamu.

- Bukankah itu tampak bagus? - Ini tampak lebih dari bagus.

Ini tampak lebih baik dari semua tempat tinggal kami belakangan ini.

Aku senang mendengar itu, tapi kalian tidak akan ke sana.

Untuk bisa tinggal di asrama,

kalian harus punya surat izin yang ditandatangani orangtua atau wali,

dan orangtua kalian sudah mati.

Mr. Poe bilang wali kalian telah terbunuh atau mengusir kalian.

Tentu Mr. Poe bisa menandatanganinya.

"Tentu Mr. Poe bisa menandatanganinya." Dia tidak bisa.

Dia bukan orangtua atau wali kalian. Dia bekerja di bank.

Sayangnya kalian harus tinggal di gubuk kecil.

Oh, itu tempat yang suram.

Kalian akan tinggal di sana hingga datang yatim piatu baru.

Lalu kalian akan dipindahkan ke lemari sapu.

Kenapa kau tidak ubah aturannya agar semua tinggal di asrama?

"Kenapa kau tidak ubah aturannya agar semua tinggal di asrama?"

Aku tidak mau.

Menyinggung soal aturan, jika kalian telat masuk kelas,

tangan kalian akan diikat di belakang saat makan siang,

dan kalian harus menunduk memakan makanan kalian seperti anjing.

Violet, kau akan diajar Mr. Remora di ruang satu,

dan Klaus, kau dengan Mrs. Bass di ruang dua,

yang mana mudah diingat jika kau memikirkan Tu B'Shevat,

Hari Punjung umat Yahudi.

Terima kasih. Aku akan ingat.

Sunny di kelas mana?

Aku memberi tahu Mr. Poe bahwa kami punya ruang untuk bayi di sini,

tapi bukan di kelas.

Aku selalu ingin punya asisten administratif,

tapi tidak pernah ada anggarannya.

Sekarang, aku punya Sunny.

Pergi ke gubuk kalian!

Jenius butuh waktu latihan. Pergi, pergi.

Apa sekarang?

Anak-anak!

Wakepsek Nero, kau bilang ingin menemui kami?

Kami sudah menunggu sangat lama.

Masuk, masuk, masuk.

Jadi, yatim piatu, kalian mau pindah ke lemari sapu?

Kunjungi Agen SBOBET Terpercaya BCABOLA.COM

Tempat ini tidak berubah semenjak aku dikeluarkan.

Kau ingin kami apakan barang-barang di bis?

Kita mungkin bisa memakainya.

Mendaftarkan diri ke Prufrock tidak akan mudah.

Aku sering bermasalah selama pertengahan semester keduaku.

Menurutmu mereka akan mengenalimu dan masih marah?

Kenapa tidak?

Tidak. Bisa berbagai alasan.

Itu sudah lama sekali.

- Mari lihat yang kita punya. - Mari.

- Kostum maskot, bagian depan. - Bagus.

- Kostum maskot, bagian belakang. - Lebih baik.

- 32 hot dog, 31 roti hot dog. - Menarik.

Berbagai panji, seragam pemandu sorak, pakaian berkeringat,

Hula-Hoop dan satu spanduk sekolah.

- Baik. - Itu saja.

Itu...

Kita akan membuat rencana rumit, dan ini bahan-bahan kita?

Hot dognya sudah dimasak.

Apa harus kulakukan semuanya sendiri?

Aku tahu kau sembunyi di sini.

Wah, wah. Apa yang kita punya ini?

- Kau bilang sudah semuanya. - Memang iya.

Maka jelaskan itu...

pada ini!

Mari jalan. Terkutuk!

Ini bukan Count Olaf.

Ini akan lebih sulit dari yang kuduga.

Apa yang akan kita lakukan?

Hal sama yang membantuku melalui kelas 8.

Mencari tempat aman untuk sembunyi.

Wakepsek Nero?

Aku tidak ingin mengganggu jenius saat sedang berlatih...

Aku sudah terganggu.

Aku membuang 20 menit menjelaskan pada 3 yatim piatu

- bahwa mereka harus tinggal di gubuk. - Itu buruk sekali.

Kita selalu menempatkan yatim piatu baru di gubuk.

Bukan, maksudku buruk sekali kau membuang 20 menit menjelaskan.

- Hmm. Kenapa kau di sini? - Kenapa kita semua di sini?

"Hidup ditaburi penuh duri,

dan aku tidak tahu obat untuk melaluinya dengan cepat."

Voltaire mengatakan itu.

Kukira kita sudah mengeluarkan bocah Perancis itu karena merokok.

Aku ingin lanjutkan membahas soal jam buka perpustakaan lebih dari 10 menit.

Tidak! Tidak bisa.

Aku menghabiskan anggaran untuk koper biola bergagang batu delima.

Tapi tidak butuh uang untuk membuka pintu perpustakaan.

Ada alasan lain, tapi aku tidak punya waktu menjelaskan.

Maka aku akan menunggu.

Baik.

Itu karena aku tidak menyukaimu.

Aku tidak bisa apa-apa!

Kau menjatuhkan ini.

Andai kujatuhkan ini tepat di kepalanya.

Sayang kita tidak bisa mengubah kebodohan Wakapsek.

Dalam dunia yang dikuasai korupsi dan keangkuhan,

akan sulit untuk tetap setia pada prinsip filosofi dan sastra diri kita.

Aku sering memikirkan hal yang sama.

- Sebagian besar pustakawan begitu. - Oh! Bagaimana kau tahu aku pustakawan?

Ada sinar di matamu yang menandakan ketajaman terpelajar.

Juga, kau membawa troli buku.

Apa kau tahu di mana bisa kutemukan 3 anak yang baru mendaftar masuk?

Aku tahu, tapi aku tidak bisa membagi informasi itu...

dengan seseorang yang bukan anggota fakultas.

- Aku anggota fakultas. - Aku tidak pernah melihatmu.

Aku bekerja di kantin.

Ah. Pantas saja. Aku tidak pernah mau makan di sana.

- Ah, halo, Gadis kecil. - Siapa bilang kau boleh bicara padaku?

Ya ampun! Mari. Biar kubantu. Oh!

- Anak-anak bisa bersikap kejam. - Seluruh dunia kejam.

Sekolah hanya dunia kecil.

- Kau yakin kau tidak apa? - Kenapa kau bertanya?

Kantin di sebelah sana.

Tapi perawat di sebelah sini.

Peribahasa "menganggap sarang tikus tanah sebagai gunung"

berarti membesar-besarkan masalah kecil.

Mudah memahami peribahasa ini.

Sarang tikus tanah adalah gundukan tanah yang menjadi rumah mamalia kecil.

Dan mereka tidak pernah menyebabkan kerugian...

kecuali mungkin jari tersandung jika kau didorong perundung.

- Hei! - Aku benci wajahmu!

Akan tetapi, gunung, adalah gundukan tanah sangat besar

dan sering menyebabkan masalah.

Dari radang dingin hingga perselisihan perbatasan, kecelakaan paralayang.

Itu sebabnya saat kita menyebut sesuatu sebagai gunung...

artinya itu adalah masalah yang sangat besar.

Saat Nero menggambarkan gubuk tempat Baudelaires tinggal,

dia bukan menganggap sarang tikus tanah sebagai gunung.

- Bahkan... - Ini kecil.

Bahkan untuk ukuran gubuk.

Dia mengganggap gunung sebagai sarang tikus tanah.

- Kepiting! - Ada kepiting di gubuk kita!

Jamur.

Ada jamur menetes di gubuk kita.

Yatim piatu bahagia. Mendapat pendidikan layak.

Salah informasi.

Ada salah informasi tentang gubuk mereka.

- Ini konyol. - Kita bisa memperbaikinya sedikit.

Maksudku bukan gubuk ini, tapi sekolah ini.

Yatim piatu tidak seharusnya dihukum karena tidak punya orangtua.

Dan siapa yang tega mengikat tangan di belakang saat makan?

Aku tahu, tapi kita harus pikirkan gambaran besarnya.

Orangtua kita bagian dari sesuatu. Wali kita juga.

Mungkin itu sebabnya hal buruk ini terus terjadi.

Kita tidak akan tahu jika kita terjebak di sini.

Ini sekolah. Mari coba lihat apa yang bisa kita pelajari.

Kunjungi Agen SBOBET Terpercaya BCABOLA.COM

Selamat pagi, Kelas, termasuk yatim piatu terbaru kita.

Namaku Mr. Remora, dan hari ini, untuk seni bahasa,

aku akan terus menceritakan anekdot dari kehidupanku yang kuanggap menarik.

Kalian semua catatlah, dan akan ada ujian.

Baik, suatu hari, kurasa hari selasa,

aku sedang ingin makan makaroni dan keju, jadi kubilang pada diriku,

"Hari ini, selasa, kurasa aku akan makan makaroni dan keju."

Penting diingat bahwa itu bukan makaroni siku...

atau yang jenis kupu-kupu, atau bahkan berbentuk tabung.

Benar, itu bukan...

Selamat pagi, Anak-anak. Bisa minta perhatiannya?

Itu termasuk dirimu, Daniel.

Aku tahu kita ada yatim piatu baru hari ini.

Pasti sulit bagimu mengukur betapa sedihnya dirimu tanpa orangtua,

tapi kita akan coba.

Namaku Mrs. Bass,

dan kita akan lanjutkan pelajaran kita dalam sistem metrik

dengan mengukur berbagai objek.

Nantinya kita akan ada kuis.

Tugas pertama adalah mengukur toples mayones rendah kalori...

yang kutemukan di garasiku.

Surat selanjutnya.

"Kepada Sekolah Musik Juilliard,

aku bingung dengan perintah pembatasan jarakmu pada tanggal 13 Oktober."

Lebih cepat! Kau mengetik seperti anak umur 1 tahun!

Sampai di mana aku?

"Kepada Sekolah Musik Juilliard,

aku terkejut oleh perintah pembatasan jarakmu pada tanggal 13 Oktober.

Apa salahku?"

Kalian sebut itu melompat?

Aku pernah melihat orang tua yang lebih hebat melompat.

Bersembunyi di bawah bangku penonton lagi, seperti masa mudaku dulu...

yang dihabiskan dengan membuat rencana dan mencari puntung rokok.

Apa kau tidak populer? Aku tahu rasanya.

Bukan. Aku pemberontak.

Aku yakin orang-orang iri dengan wajahmu.

Kecuali kau telat puber.

Aku tidak telat puber.

Gadis-gadis berjatuhan di dekatku saat sekolah,

dan bukan hanya karena kusandung mereka saat mereka lewat.

Aku penyendiri, orang misterius, anggota klub drama.

Sekolah ini jelas butuh kembalinya diriku,

tapi komputer canggih itu mencegah kita masuk lewat pintu depan.

Kita butuh orang dalam,

murid untuk menyelinap, jika "menyelinap" kata yang kumaksud.

Maksudmu "memasuki sebuah institusi secara diam-diam"?

Anak macam apa yang akan membantu kita?

Hei, Pengendus Kue!

Kalian sama jeleknya dengan benda yang kutemukan di gigiku baru-baru ini.

Gadis kecil.

Gadis kecil? Tinggiku 140 cm.

Brosmu cantik.

- Beri aku tawaran. - Aku menyukaimu.

- Kau bukan yatim piatu, 'kan? - Apa aku tampak tinggal di gubuk?

Temui aku di bawah bangku penonton setelah sekolah.

- Bagaimana harimu? - Hanya mendengar cerita tidak jelas.

Itu seni bahasa.

Aku menghabiskan pagi menulis ukuran tidak berarti.

Itu matematika. Bagaimana pekerjaanmu, Sunny?

Melelahkan.

Kita di kelas seharian, tapi tidak mempelajari apa pun.

Pasti ada seseorang yang bisa menjawab semua pertanyaan kita.

- Halo, aku Larry Pelayanmu. - Kami mengenalmu.

Tentu saja. Aku bekerja di kantin. Lihat jaring rambutku?

Kita pernah bertemu. Kau pelayan di Danau Lachrymose.

- Kau berpakaian badut. - Memberikan kami peppermint.

Peppermint bukan bagian dari menu makan siang,

tapi aku punya sesuatu untuk diberikan pada kalian.

- Apa tentang orangtua kami? - Wali-wali kami?

Dan situasi aneh kami?

Semua pertanyaan kalian akan terjawab begitu aku memberikan...

Tunggu, aku yakin ada di dalam sini.

Minggir.

Aku pantas dapat porsi besar karena aku sangat imut.

- Mengantrilah seperti yang lain. - Di mana? Di mana?

Tidak perlu. Aku tidak perlu lakukan hal yang aku tidak mau.

Wakepsek Nero paling menyukaiku,

dan ada burrito daging dan kacang terbungkus pita untukku.

Ini makan siangku yang kubawa dari rumah.

- Apa yang mau kau berikan? - Berikan padaku.

Jelaskan betapa imutnya aku!

- Lihat rambutnya! - Lihat wajah cantiknya!

- Maaf. Aku harus mencari sesuatu. - Apa yang mau kau berikan?

Makaroni dan keju... dan sosis rebus.

Tidak, terima kasih.

Kurasa mereka telat masuk kelas.

Seolah makanan kantin belum cukup menyiksa.

Baudelaires, ada kursi kosong di mejaku

tapi sayangnya ini zona bebas pengendus kue.

Yatim piatu pengendus kue di gubuk yatim piatu!

Yatim piatu pengendus kue di gubuk yatim piatu!

Yatim piatu pengendus kue di gubuk yatim piatu!

Jangan ganggu mereka. Kau yang pengendus kue.

Tidak ada orang waras yang mau makan bersamamu.

Mari duduk dengan kami.

Abaikan Carmelita.

Dia begitu buruk, hingga Mrs. Bass mempertimbangkan masuk penjara.

Saudariku menulis puisi tentangnya.

"Lebih baik aku makan semangkuk ulat,

dibanding menghabiskan sejam bersama Carmelita Spats."

Itu puisi satu bait. Ogden Nash memakainya.

Aku tahu. Aku membaca semua karyanya.

Aku Isadora Quagmire, dan ini saudaraku Duncan.

Aku Violet Baudelaire, dan ini Klaus dan Sunny.

Senang bertemu kalian.

Carilah tempat lain.

Kami harus memperingatkanmu bahwa rasa apelnya seperti lobak.

Semuanya tampak buruk di tempat ini.

Semoga kalian bisa bertahan di gubuk yatim piatu.

Di sana sangat buruk. Kami tinggal di sana hingga kemarin.

Kalian yatim piatu?

Orangtua kami tewas dalam kebakaran. Juga saudara kami, Quigley.

Kami kembar tiga.

- Kami turut prihatin. - Orangtua kami bernasib sama.

Itu tidak adil. Sesaat kau aman dan bahagia dan...

- di rumah, dan mendadak... - Kau dalam gubuk penuh kepiting.

Kita bisa bereskan masalah kepitingnya. Bagaimana kalian mengatasinya?

Kami menempel logam di sepatu kami agar berisik.

Itu membuat mereka takut, tapi melelahkan harus selalu menari tap.

Tidak ada yang suka tarian tap.

Yatim piatu pengendus kue...

di gubuk yatim piatu!

Yatim piatu pengendus kue di gubuk yatim piatu!

Dia semakin parah semenjak Nero memberinya sepatu itu.

Aku bisa menciptakan sesuatu yang lebih tidak melelahkan dari sepatu tap.

Tapi aku butuh bahan. Bisa semuanya kosongkan sakunya?

Dari mana kau mendapat itu?

Dari puing rumah orangtua kami.

Kurasa kita perlu bicara.

Kami menemukannya dalam abu. Kami tidak pernah melihatnya.

Tidak mungkin kebetulan. Dua kebakaran, dua bagian teropong.

Kurasa ini lebih dari teropong.

Ada pemutarnya, seperti yang kubaca tentang pemecah sandi.

Kenapa orangtua kita punya alat untuk memecah sandi?

Kenapa mereka punya alat yang sama?

Mereka pasti saling kenal.

Kenapa kita tidak saling kenal? Sepertinya mereka merahasiakan ini.

Terima kasih, Sunny.

Mungkin mereka akan memberi tahu kita tapi tidak sempat.

- Mungkin ada alasannya dirahasiakan. - Karena itu berbahaya?

Mungkin. Yakin kalian tidak tahu tentang Count Olaf?

Aku yakin. Tapi semenjak kami kehilangan orangtua,

kami melihat hal yang tidak bisa dijelaskan.

Kami juga. Itu pasti berkaitan.

Itu sedikit lebih baik.

Kepiting jadi ketakutan dan tempat ini jadi sedikit bergaya.

Itu jauh lebih baik.

Di rumah Bibi Josephine, kami temukan buku yang mungkin berisi jawaban.

Kami menghilangkannya saat badai sebelum sempat kami baca.

Apakah terlihat seperti ini?

Wali terakhir kami menguncinya di brankas setelah istrinya meninggal.

Jika kita melihat buku yang sama, berarti ada lebih banyak salinannya.

- Bagaimana kita mencarinya? - Apakah perpustakaan buka?

Tidak lama.

Keluar dari sini. Kubur ini dengan benar.

Kau bilang kau suka buku Membunuh Burung Mockingbird,

jadi kulakukan untukmu.

Ini kesempatan terakhirmu.

Lain kali, kupanggil ibumu...

dan kuambil sepatumu.

Aku mencium bau orang yang orangtuanya tewas dalam kebakaran.

Quagmires dan Baudelaires.

Senang melihat kalian, dan bersama pula.

Apa kau masih buka?

Sayangnya aku baru tutup. 10 menit berlalu dengan cepat.

- Kalian bisa kembali besok. - Kami tidak bisa menunggu. Kumohon.

- Kami mencoba mencari buku. - Buku penting.

Yang mungkin berisi jawaban...

- semua pertanyaan kami. - Apa judulnya?

Sejarah Tidak Lengkap Dari Organisasi Rahasia.

Mari lihat apa yang bisa kulakukan.

Kita hanya punya beberapa menit sebelum Nero datang berpatroli.

Jika dia menangkap kalian, dia akan paksa kalian menggunting kuku kakinya.

- Tidak mungkin. - Mungkin.

Mungkin.

Kalian tahu nomor desimal Dewey-nya?

Kami bahkan tidak tahu siapa penulisnya.

Tidak apa. Itulah gunanya aku di sini.

Coba lihat. Sejarah Tidak Lengkap Dari Organisasi Rahasia.

- Maaf. - Kau tidak punya.

Karena potongan anggaran, keruntuhan infrastruktur,

dan prioritas seorang wakepsek...

tempat ini telah menjadi institusi yang hancur.

Tapi, aku punya beberapa buku yang mungkin kalian suka.

Sejarah Tidak Lengkap Dari Pengkhianatan?

Sejarah Tidak Lengkap Dari Kepura-puraan?

Atau, Sejarah Tidak Lengkap Dari Sejarah.

Itu terdengar menarik, tapi...

Aku tahu.

Dalam setiap perpustakaan, ada satu buku...

untuk menjawab pertanyaan yang membara seperti api dalam pikiran.

Di mana kau mendengar itu?

Entahlah. Aku pasti mendengarnya di suatu tempat. Kenapa?

Ayah kami pernah mengatakan itu.

Buruk, bukan? Kehilangan seseorang dalam hidupmu.

Seperti pertanyaan yang menghantuimu,

dan kau tidak tahu apakah pertanyaan itu bisa terjawab.

Kami rasa bisa, dengan buku yang tepat.

Aku mengerti.

Temanku mengirimkan beberapa buku baru...

setelah kini dia mengabaikan disertasinya untuk menjadi petinju kelas welter.

Akan kutanya padanya. Datanglah satu atau dua hari lagi.

Boleh kami melihat-lihat?

- Gawat. - Gawat?

Wakepsek Nero akan tiba dalam...

"Wakepsek Nero akan tiba."

Wakepsek Nero sudah tiba, dan perpustakaan ini harusnya tutup!

Ini sudah ditutup dan kosong. Kau pasti bermimpi buruk.

- Itu hanya berhasil satu kali. - Sial.

Pergilah ke lapangan atletik dalam 10 menit.

Kehadiran diwajibkan.

Diwajibkan artinya "siapa pun yang tidak datang

harus membelikanku permen dan menyaksikanku memakannya."

- Tidak mungkin. - Mungkin.

Mungkin.

Ini hari bahagia untukku,

jadi kalian yatim piatu dan kedua kembar harus senang.

Quagmires kembar tiga.

"Kembar dua" adalah sebutan untuk kembar tiga saat salah satunya terbakar.

Permisi dulu, aku harus mengambil biolaku untuk apel penyemangat.

Selamat datang di Sekolah Prufrock, Baudelaires.

Dalam dunia yang dikuasai korupsi dan keangkuhan,

akan sulit untuk tetap setia pada prinsip filosofi dan sastra diri kita.

Kami sepenuhnya setuju.

Semua orang baik setuju.

Aku ingin temukan buku itu.

Kita masih bisa. Kita akan buat rencana.

Aku tidak tahu apa yang lebih buruk, kata "penyemangat" atau "apel."

- Biasanya sampai berjam-jam. - Kami akan selundupkan buah.

- Akan kami bawakan untuk kalian juga. - Terima kasih.

Tidak masalah. Lemari sapu kami dekat dengan mangkuk buah.

Maksudku bukan buahnya. Tapi karena sudah membuat kami seperti di rumah.

Kami sudah lama tidak merasakan rasanya seperti di rumah.

Aku yakin kalian sudah tahu.

- Apa? - Gunanya teman.

Sampai jumpa.

Ingat yang kau pelajari di sekolah membobol kunci.

Kau harus menyusup, ambil bukunya berikan pada Baudelaires, berhenti kerja,

lalu kau tidak perlu kembali ke sekolah ini lagi.

- Kecuali jika ada reuni. - Kau masuk tanpa izin.

Tidak, tidak benar. Maksudku, tidak apa, aku sudah dewasa.

- Akan kuberi tahu Nero. - Kau tidak perlu lakukan itu.

Aku hanya perlu berteriak dan dia akan memecatmu di sini.

Kecuali kau memberiku sesuatu.

Aku sudah memberimu setengah burrito-ku.

Baik, baik!

Katakan apa yang kau mau, yang benar-benar kau mau.

Oh, akan kukatakan padamu apa yang kumau,

yang benar-benar kumau.

Halo, halo, halo.

Apa yang dilakukan yatim piatu tak berdaya di tempat begini?

- Siapa kau? - Jangan bilang wajah tampan ini

tidak menghantui setiap jam bangun dan tidur kalian.

Kalian tidak akan bisa menyingkirkanku.

Kalian tidak akan pernah aman.

Banyak yang bisa dipelajari, dan aku di sini untuk mendidik kalian.

Kalian bertiga sebaiknya... Tunggu.

Kalian berdua sebaiknya... Tunggu. Di mana bayi itu?

Satu, dua...

Kalian bukan Baudelaires. Siapa kalian?

Siapa kau, dasar penjahat?

Penjahat?

Oh, aku tahu siapa kalian sekarang.

- Kau mirip ibumu, Quigley. - Duncan.

"Kalian para penjahat tidak akan menyentuh pintu hanggar ini lagi."

Wanita yang melelahkan.

Selalu membaca puisi Italia dan mengaktifkan pintu jebakan.

- Bagaimana kau kenal ibu kami? - Oh, aku tahu segalanya.

Aku tahu jumlah rambut di kepala kalian masing-masing,

jumlah batu safir di brankas rahasia kalian.

Jumlah batu nisan di lahan keluarga kalian.

Tampaknya perjalanan ke Prufrock ini akan menggandakan keuntunganku.

Dan tidak ada yang bisa menghentikanku.

Kembalikan burrito-ku, dasar penjahat.

Larry? Apa...

- Satu alis mata. - Pasti ada tato di kakinya juga.

Kita harus peringatkan Baudelaires sebelum hal buruk terjadi,

dan maksudku bukan apel penyemangat.

Ayo jalan. Aku bicara pada kalian, pemandu sorak.

Pakai kostummu, Maskot!

Bersiaplah, instruktur kesehatan.

Aku lebih suka istilah peneliti gender intradisiplin.

- Kenapa kau tidak mau pergi? - Aku masih lapar.

Aku sudah berikan burrito-ku. Kukira kita sudah sepakat.

Aku lapar akan balas dendam.

- Apa? - Kau menyiksaku cukup lama.

Menu kantin dipilih oleh sekolah.

Selamat bertahun-tahun kau merusak rencanaku,

menggunakan moral dan sastra untuk mengacaukan hidupku.

Ini akhirnya menjadi hari terakhirmu.

Aku tidak mengerti maksudmu.

- Bagaimana aktingku? - Kalimat terakhir itu punyaku.

- Aku imut saat mengucapkannya. - Tapi teater mengenai konteks.

- Mari mulai dari batas. - "Batas"? Mulai dari atas.

Lupakan. Orang dewasa sedang bicara.

Baiklah, baik.

Dasar anak-anak, benar, 'kan?

Tidak. Kau salah tentang segalanya.

Sikap membela kebenaran seperti biasanya.

Yang berubah hanya rambutmu.

Ini jaring rambut, sesuai aturan dari Kementerian Pendidikan.

Dalam organisasi kami, itu disebut penyusupan sukses.

Aku mempelajari arti kata itu, tapi kemudian aku lupa.

Yang perlu kau ingat hanyalah kami satu langkah di depanmu.

Kata-kata angkuh dari penggosok panci lasagna.

Cannelloni.

Kau tidak akan berani. Ini hanya boleh cuci kering.

Kau beruntung,

karena kami akan membawamu ke pembersih.

Aku tidak tahu bagaimana kau bisa masuk ke sini.

Ada gadis kecil yang membuka pintu belakang.

- Tapi kami akan mengeluarkanmu. - Apa maksudmu "kami?"

Kata ganti orang pertama ganda. Aku tidak bekerja sendirian.

Oh, astaga, kau punya teman. Kau punya sekutu.

Kenapa aku tidak memikirkan itu?

- En garde! - Itu bahasa Perancis "Kena kau!"

Kau kira kau bisa menang?

Pastinya.

Dan kau tahu alasannya?

Kau mungkin punya kepintaran dan keahlian.

Kau mungkin punya kode dan perpustakaan rahasia.

Kau mungkin bijak dan gigih dan mengingat berbagai puisi.

- Tapi kau tahu apa yang kupunya? - Apa?

- Kalimatku. - Berpermata...

Bros berpermata!

Apa?

Ya, bros... Tunggu, apa? Itu...

Rencana! Aku punya rencana! Kau bukan mata-mata hebat, Barry.

Larry Pelayanmu.

Kau tahu apa kata mereka tentang industri layanan makanan.

Ini bisnis yang sangat dingin.

Kini kita harus apel.

- Pruf... - Rock! (hebat)

Prufrock! Prufrock! Prufrock! Prufrock!

- Baudelaires! - Kami rasa kalian dalam bahaya.

Ada apa?

Baudelaires tidak dalam bahaya.

Bahkan, istriku baru saja datang ke kantor...

membawa koran terbaru Daily Punctilio hari ini,

dan tunggu hingga kau lihat berita terdepannya.

- Halo? - Ini Larry Pelayanmu.

Kau terdengar kedinginan. Apakah kau di gunung?

Kita belum boleh ke sana hingga akhir musim.

- Kau sudah antar bukunya? - Aku mengalami hambatan.

Ya.

Ya. Mereka bahkan mengambil jaring rambutku.

Mereka tidak akan berhenti. Kau pasti kedinginan.

Coba melompat, atau mendikte cerita Jack London.

Oh, itu ide bagus. Bisa tolong utus...

Ya, tentu saja. Akan kupanggilkan taksi.

- Poe, kau di sana? Fokus. - Oh, apa?

Tidak. Maaf, Mr. Tamerlane. Itu hanya resepsionisku.

Kau tahu bagaimana tingkah asisten.

Kadang, teleponnya berdering dan mereka ke bawah meja,

tampaknya untuk mengambil pulpen yang dijatuhkannya.

- Lagi. - Snicket? Ada tugas, cepat.

Baik. Tentu saja. Jangan anggap sarang tikus tanah sebagai gunung.

- Dunia... - Sunyi di sini.

Dunia sunyi di sini.

Ini mungkin terdengar aneh, seperti motto organisasi rahasia,

atau sesuatu yang dikatakan saudaramu saat dia tiba dengan taksi...

untuk menyusupkanmu lewat perbatasan tinggi di atas gunung.

Saat dunia berisik, dunia akan terasa runtuh.

Apa yang kau lihat?

- Kami rasa kami melihat Count Olaf! - Apa?

Juga sulit untuk melakukan percakapan.

- Kami rasa Count Olaf di sini! - Apa?

Terima kasih. Selamat datang di apel penyemangat wajib.

Aku tidak tahu mana yang lebih kusuka, kata "penyemangat" atau "apel."

- Aku suka "penyemangat." - Aku suka "apel."

Mungkin kita tanya saja maskot kita! Bagaimana menurut kalian?

- Maskot apa itu? - Kuda mati!

Kedengarannya seperti kau bilang...

Kuda mati. Tapi itu tidak penting.

- Siapa yang tidak bisa kalah? - Kuda mati!

- Siapa yang tidak bisa kalah? - Kuda mati!

Kalian harus dengar.

- Saudaraku dan aku... - Ssst!

Aku tahu situasi kurang bersemangat

semenjak atlet, pemandu sorak dan guru olahraga kita menghilang...

dalam perjalanan pulang dari pertandingan tandang.

Tapi Sekolah Lanjutan Prufrock punya motto.

Yaitu Memento Mori.

Itu pepatah Yunani...

Latin.

Yang berarti, "Ingat, kau akan mati."

Dan segera, mentari akan terbenam, bola membara kehidupan,

meninggalkanku sendirian!

Sendirian!

Sendirian!

Hingga, tentunya, kau bertemu seseorang yang memahami...

dan mendukungmu dengan pertemanan, persahabatan, dan uang sogokan.

Guru olahraga kita tidak tergantikan,

tapi aku telah menemukan seseorang yang bisa menggantikannya.

Dan kini, mari sambut dia,

pria tanpa resume, tanpa surat rekomendasi,

tanpa riwayat hutang, tapi memahami musik bagus,

yang kupekerjakan sebagai anggota fakultas terbaru kita!

Tidak, bukan kau. Bukan.

Guru olahraga baru kalian, Pelatih Genghis!

Count Olaf.

Begitu banyak untuk dipelajari, dan aku di sini untuk mendidik kalian.

Kunjungi Agen SBOBET Terpercaya BCABOLA.COM

Subtitle Inggris oleh VitoSilans. Diterjemahkan oleh atonim.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.