Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle bY NETFLIX Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
KARAKTER, TEMPAT, ORGANISASI, KEJADIAN, DALAM DRAMA INI FIKTIF
Ucapkan selamat tinggal untuk mereka.
VIDEO
Kalian baik-baik saja?
Aku juga baik-baik saja.
Apa-apaan ini?
Hei! Cepat!
Ayo.
Jalan. Cepat!
Cepat!
EPISODE 8
Wi-gen.
Apa itu tadi?
- Ibu baik-baik saja? - Hei, Su-ho.
- Kau terluka? - Tidak, aku tak apa.
Kami harus kejar roh jahat. Kita bicara nanti.
- Kau tak terluka? - Ya, aku baik-baik saja!
Apa?
Ada apa denganmu, Bodoh?
Mi ini sudah mengembang. Kau bisa makan sampah ini?
Apa-apaan…
Itu patah?
Bagaimana aku bisa jadi sekuat ini?
Tunggu dulu.
- Jangan bunuh aku! - Diamlah.
Astaga, ini menarik.
Haruskah kucoba patahkan lehermu?
Jangan… Tolong jangan bunuh aku. Tidak!
Song Man-ho!
Lihatlah. Apa itu kau, Ha-na?
Jangan panggil namaku.
Dasar jalang, kau sudah gila? Aku ini pamanmu.
Sialan!
Kalian siapa?
Dasar kau…
Jangan sentuh dia. Aku saja.
Hei, kau lakukan ini karena keluargamu kehilangan segalanya?
Karena itu?
Jujur saja. Apa aku membunuh keluargamu?
Mereka minum obat dan bunuh diri.
Kenapa kau menyalahkanku? Sungguh, kenapa?
Diam, dasar berengsek!
Kau mau pembuluh darahmu pecah?
Sialan.
Apa yang kau mau?
Minta maaf pada Ha-na.
Ha-na, aku… Aku minta maaf.
- Demi masa lalu… - Jangan…
minta maaf.
Berengsek!
Akan kupanggil rohnya.
Baik, akan kuikat rambutmu lagi.
- Kupastikan dia busuk di penjara - Hei.
- sampai mati. Lepaskan! - Ha-na.
Akan kulakukan.
Di mana aku?
Tempat apa ini?
Di mana aku?
Apa aku bermimpi?
Aku tertidur saat pergi bekerja?
Kau ada di Yung.
Manusia menyebutnya
alam baka.
"Alam baka"?
Apa aku sudah mati?
Aku masih berusia 27 tahun.
Tn. Han Seung-woo.
Sayangnya, kau meninggal pada pukul 17.00, tanggal 20 Oktober 2020
pada usia 26 tahun, tiga bulan, dan 14 hari.
Aku melalui banyak hal untuk dapatkan pekerjaan itu.
Aku tahu banyak yang kesulitan, tapi aku sungguh berjuang untuk itu.
AKU INGIN MENJADI INSINYUR ARSITEKTUR
TAK ADA ORANG BERHASIL YANG TAMPAK SEPERTI KEBERHASILAN
JIKA "A" BERARTI SUKSES
KONSTRUKSI DAJEONG
LAMARAN TERKIRIM
- Nomor 602, Nn. Jeon Myeong-ji. - Ya.
RUANG WAWANCARA
Jika aku diberikan kesempatan ini…
RUANG WAWANCARA
FIRMA KONSTRUKSI DAJEONG
Terima kasih.
Tn. Han Seung-woo.
KARTU PEGAWAI
Nn. Han Ji-min.
KARTU PEGAWAI HAN SEUNG-WOO
Baru satu bulan aku bekerja di sini.
Berjalan dengan berkalungkan benda ini adalah impianku.
Dasar bocah kurang ajar.
KARTU PEGAWAI HAN SEUNG-WOO
Apa kesalahanku?
Kau tidak melakukan kesalahan.
Aku ingin bepergian,
punya pacar, dan makan di restoran enak.
Aku ingin lakukan banyak hal.
Tn. Han.
Seseorang telah…
menunggumu.
Nenek?
Cucu tersayangku!
Nenek!
Astaga, Seung-woo sayang.
Kau sudah tumbuh besar.
Astaga, kesayanganku.
- Nenek. - Astaga.
Pasti selama ini berat bagimu, Sayang.
Ayo masuk agar kau bisa beristirahat.
Ayo.
KARTU PEGAWAI HAN SEUNG-WOO
Aku temukan senjata pembunuhan Song Man-ho.
Ha-na membaca pikirannya, jadi, dia pergi mencarinya.
Dia mabuk dengan wanita setelah membunuh orang?
Dia adalah iblis.
Hai, Manis.
Senang melihatmu.
Lihat dirimu. Kau paham leluconku.
Kenapa kau kemari?
Kudengar mobilmu hancur.
Anggap aku sebagai kurirmu.
- Apa? Kusir? - Dia bilang "kurir".
Aku tak dengar.
Jadi, Tn. Song tidak berbohong.
Kau tahu, aku mencekiknya dengan ini.
Rasanya memuaskan.
Kau bicara apa?
Ini, hadiah untukmu.
Astaga.
Kukira dia bercanda.
Tidak, jadi, berikan itu.
Aku membuangnya.
Untuk apa kusimpan? Itu mengerikan.
Kau bilang padanya kau membakarnya, tapi pasti masih kau simpan.
Kau menyimpannya untuk memerasnya.
KARTU PEGAWAI HAN SEUNG-WOO
KANTOR POLISI SONGJU
BERANTAS KEJAHATAN SOSIAL
Ha-na!
Dan-o, kau sedang apa di sini?
Apa Mun baik-baik saja?
Saat para preman itu datang, aku tak punya pilihan
selain mengatakan semuanya.
Dia baik. Bagaimana denganmu?
Kami pergi ke tempatmu, tapi kau tak ada di sana.
Kalian tinggal di mana?
Kami dapat tempat baru. Sekarang kami bisa hidup bersama.
Tempat baru?
Pekerja sosial menemukan orang tua angkat
yang mau mengadopsi kami.
Itu kabar baik.
Aku senang.
Kuharap kau dan kakakmu
hidup bahagia, Dan-bi.
Dan-o, ayo kita pergi.
Seharusnya dia keluar sekarang.
KANTOR POLISI SONGJU
Itu dia.
Aku lapar.
Ha-na, kita beli makanan yang kau mau.
Kau mau makan apa?
Telur mata sapi.
Baik, kedengarannya enak. Ayo!
Baik.
Makanlah sebanyak yang kau mau.
Kerja bagus hari ini.
Ha-na.
Kenapa kau tidak makan?
Aku mau jadi sepertimu saat besar nanti.
Seperti aku?
Kau pintar, cantik, kuat, dan baik hati.
Temanmu banyak dan kau sering bermain denganku.
Astaga, aku tidak begitu.
Ha-yeong, kau suka telur mata sapi?
Ya.
Kau juga harus makan.
Baik.
Ha-yeong.
Maaf aku bertahan sendirian.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Sial.
Apa-apaan ini? Kenapa aku di sini?
Apa yang terjadi?
Astaga! Hei, hentikan!
Hentikan! Hei!
Hei, apa yang terjadi?
Kenapa aku tidur di lapangan golf?
Bodoh! Kau bahkan tak berpikir untuk mencari bosmu?
Kau hanya duduk di kantor?
Ke sini sekarang!
Astaga.
Apa yang terjadi?
Aku tak ingat apa pun dari kemarin.
Sialan.
Song Man-ho, kau ditahan atas pembunuhan Han Seung-woo.
Apa? Kubilang aku tak membunuh!
Enyahlah! Kau punya bukti?
Hei.
Bawa surat perintah.
Kau berhak untuk tetap diam
dan didampingi pengacara. Setiap ucapanmu
dapat dan akan digunakan untuk melawanmu di pengadilan.
Baik. Tunggu dulu!
Kutelepon pengacaraku.
- Ayolah. - Tunggu.
Hei, tunggu.
Biar aku telepon.
- Astaga! - Ayolah!
- Jangan lepaskan. - Ayo!
Kau tahu siapa Tn. Noh?
- Berengsek. - Tenanglah.
Lepaskan, Berengsek!
Itu dia. Dia di sini!
Song Man-ho, yang bebas pada tanggal 20 karena kurangnya bukti,
kembali ditangkap atas pembunuhan Han Seung-woo.
Karena suasana hatiku sedang baik, ini gratis.
- Benarkah? - Astaga!
- Kau berulang tahun? - Tidak.
Song kerap menyiksa karyawannya secara fisik dan verbal.
Dia memukuli Han sampai mati dikarenakan "sikapnya yang menentang".
Benarkah kau sadap dan membuka ponsel karyawanmu?
Kau mengakuinya?
- Komentar? - Lihat kemari!
Ada komentar?
Senjata pembunuhannya adalah
tali gantung kartu pegawai Han, seperti yang saya kenakan.
Han dapat pekerjaan setelah lalui 25 wawancara,
tapi tali penggantung kartu pegawainya justru menjadi
senjata yang mencekiknya sampai mati.
Seorang pemuda menciptakan situs untuk mengenang kematian Han,
dan sudah ada ribuan unggahan berisi ucapan belasungkawa.
SITUS UPACARA KEMATIAN PENUH KOMENTAR
KEDAI MI EONNI
KEDAI MI EONNI
KEDAI MI EONNI TUTUP
Ini, lihat.
Itu bukan Reservoir Baekwon.
Lihat, itu dikelilingi ladang ilalang.
Kenapa ini?
Di sekelilingnya…
tak ada satu pun jalanan beraspal.
Kalian paham?
Jadi, itu reservoir lain?
Ini yang akan kita lakukan.
Ini terkait dengan buku besar Song Man-ho untuk dana gelap Taesin Group.
Gunakan ini untuk gulingkan Cho Tae-sin dan bedebah lainnya.
Mari kita selesaikan.
Bukti yang didapat secara ilegal tak bisa diterima.
Lupakan polisi dan penyidik.
Kita lapor ke kantor pajak.
Dia tak akan bisa melawan.
Tentu, kita bisa laporkan dia soal penggelapan dan penyuapan.
Tapi itu tak akan menghukumnya atas pembunuhan orang tua Mun.
Ada bukti?
Bisakah kau buktikan bahwa dia sewa orang untuk bunuh orang tua Mun?
Bagaimana caranya?
Kami akan temukan buktinya.
Kami bisa melakukannya.
Itu dia.
Mobil barunya.
Astaga.
KEDAI MI EONNI
Ini bukan apa-apa.
Ini memang tidak anti-peluru.
Astaga, mobil yang lama hanya sempat dipakai tiga tahun. Sayang sekali.
Seandainya itu bisa diperbaiki. Sayang sekali.
Para begundal itu menaruh pelacak di mobil kalian.
- Apa? - Dasar berengsek…
Kuyakin mereka berencana untuk habisi kalian sekaligus.
Sulit dipercaya.
- Mo-tak. - Hei, mau ke mana?
Mo-tak!
- Astaga. - Hei, Mo-tak!
- Astaga. - Kau mau ke mana?
- Kau mau ke mana? - Hei!
- Kembali! - Mo-tak!
Bocah itu.
TAESIN GROUP
Halo, ada yang bisa kubantu?
Begini…
Aku kemari untuk temui Tn. Noh Hang-gyu. Apa kau tahu…
lantai berapa kantornya?
Apa tujuanmu menemuinya?
- Kau tak bisa sembarangan masuk. - Baiklah.
Biar kupinjam ini, ya?
Ga Mo-tak!
Apa yang kau pikirkan?
Ga Mo-tak!
Bagaimana cara kerjanya?
TAESIN
Bagus. Ini berfungsi.
Aku bisa menggunakannya.
Kenapa kau di sini?
Untuk menemui Noh Hang-gyu. Maksudku…
Aku mau menemui Tn. Noh Hang-gyu.
Direktur Eksekutif Noh?
Kenapa kau selalu ikut campur urusan manusia?
Jika begini, hak-hakmu sebagai Counter akan dicabut.
Begitu juga diriku.
Gi-ran, elevator ini bergerak cepat sekali.
Kumohon, jangan buat masalah!
Kau bisa kembali koma.
Untuk apa aku cari masalah? Aku orang yang rasional.
Kirim orang ke elevator lantai 12.
Apa kau sudah buat janji?
Begini, masalahnya adalah…
Aku punya sedikit urusan.
Jadi…
Kau siapa?
Temanmu tertidur.
PELETAKAN BATU PERTAMA
NOH HANG-GYU
- Tn. Noh? - Ya.
Daftar pesanan dan tamu ada di sini.
KEADAAN TERKINI DAN RENCANA MASA DEPAN
Pemimpin Partai Pembaru bisa memberi kata sambutan.
- Hei! - Enyahlah!
Mo-tak!
Apa yang harus kita lakukan?
Bahkan Ha-na pun terus melanggar aturan.
Dia sering pakai kekuatannya pada orang biasa.
Aku tak bisa memaklumi kalian berdua.
Seolah akulah yang jahat.
Aku ingin direinkarnasi.
Aku tak bisa biarkan mereka merugikanku.
Mereka butuh peringatan keras, Wi-gen.
Jangan perlakukanku seperti bocah.
Siapa… Siapa kau?
Keamanan!
Astaga, apa-apaan…
Ada apa ini?
Kantor yang bagus.
Jangan memelototiku seperti itu.
Aku hanya terkesan, ternyata preman pun bisa menjadi sukses seperti ini.
Itu adalah pujian.
Kau bisa pergi.
Baik, Pak.
Tetap di sini, biar kuceritakan soal bisnis narkobanya.
Kenapa harus pergi?
Berhenti berbasa-basi. Katakan intinya.
Beri aku segelas kopi.
Sulit dipercaya.
Siapa yang seharusnya berkata seperti itu sekarang?
Kau atau aku?
Atau fakta seseorang yang memperlakukan orang lain seperti sampah
dan justru sedang duduk di kantor bagus adalah hal yang sulit dipercaya?
Aku tak pernah memperlakukan orang lain seperti sampah.
Kau salah tempat.
Membunuh dan mengubur orang.
Itu hal mudah bagi kalian, bukan?
Mungkin selama ini terasa mudah,
tapi segalanya akan segera berakhir. Ingat itu.
Hentikan omong kosongmu. Bawa buktinya.
Aku tahu jasad Kim Yeong-nim ada di dalam reservoir.
Akan kutemukan meski harus kukeringkan air di dalamnya.
Mundur, dasar bedebah!
Biarkan dia pergi.
Dia tampak marah.
Jangan mengusiknya.
Jangan kirimkan para kecoak ini ke restoran.
Lain kali, tak akan kubiarkan kalian pergi.
- Awasi dia. - Ya, Pak!
Kau baik-baik saja?
Apa dia melukaimu?
Jae-cheol bilang bedebah itu seperti hilang ingatan, 'kan?
Kenapa?
Si bodoh itu mengira reservoir itu
adalah reservoir sungguhan.
Benarkah?
Jangan usik mereka sampai acaranya selesai.
Tetap awasi mereka.
Jangan lakukan apa pun.
Hang-gyu.
Sudah kubilang.
Kita tak bisa berbuat apa pun.
Orang itu tak mati,
bahkan saat dia jatuh dari atap
atau diremukkan dengan truk.
Para bedebah itu bukan manusia.
Sungguh.
KEDAI MI EONNI
- Apa yang kau lakukan? - Hei, Mo-tak.
Mo-tak.
Menurutmu, truk ini sedang apa?
Ini bukan video yang dia kirim padamu.
Ayahku pasti hanya mengirimmu bagian dengan mobil hitam.
Saat itu ayahmu sedang mengintai.
Mengintai?
Dia memarkir mobilnya di sana dan terus merekam titik itu.
Kau benar.
Menurutmu,
apa yang sedang dia tunggu? Mobil hitam itu atau truknya?
Berhenti!
Tak mungkin dia mengintai
dan menunggu jasadnya dilempar.
- Tepat. - Truk itu.
Dia pasti melihat mobil hitam sambil menunggu truknya.
Dia bercerita, karena saat itu aku sedang tangani kasus Kim Yeong-nim,
dan kami mulai bekerja sama.
Tugas itu menjadi investigasi gabungan.
Lalu truk ini…
Apa yang diangkut menuju reservoir?
Apa yang sedang ditunggu oleh ayahku?
DOR!
Sebuah reservoir?
Ya, aku melihatnya di buku catatan ayahku.
Dia menulis "reservoir" dan beberapa huruf.
Baik. Lalu apa maksudnya?
Apa dia sedang menyelidiki kasus yang berhubungan dengan reservoir?
Itu tebakanku.
Kita cari tahu.
- Apa? - Minggir.
- Apa? Baik. - Minggir.
Sebuah reservoir…
Mari kita lihat. Sebuah reservoir.
JUNGJIN
PENCARIAN
Tidak ada, 'kan?
Salah.
Kau lihat itu di buku catatan ayahmu, pasti ada.
Boleh kulihat lagi?
- Tunggu. - Astaga.
Bagaimana jika reservoir ini ada tujuh tahun yang lalu,
tapi sudah hilang sekarang?
Bagaimana?
Reservoir bisa dikeringkan dan juga bisa dibangun ulang.
- Ayo cek tujuh tahun lalu. - Genius.
Tunggu. Biar kulihat.
Tak kelihatan dari sini.
Berdasarkan foto satelit yang diambil tahun ini, titik ini adalah dataran.
Tapi pada gambar dari tujuh tahun lalu…
Ini hijau.
Kenapa seperti ini?
Aduh, hentikan!
Tunggu.
Aduh.
- Aduh, aku tak suka. Hentikan! - Diamlah. Sebentar saja.
Bisakah kau diam?
Upacara peringatannya akan tiba.
Mun-yeong akan datang berkunjung. Astaga.
- Mun-yeong? - Ya, ayolah.
Mari kita pastikan kau tampak bersih dan cantik saat dia datang.
Dia akan berpikir, "Tampaknya orang tuaku sehat dan bahagia."
- Dia akan senang, 'kan? - Polisi menyatakan
bahwa pelaku tiga pembunuhan yang akhir-akhir ini terjadi di Jungjin
adalah orang yang sama, dan berita ini memicu perdebatan.
Polisi telah terbitkan DPO
- untuk Ji Cheong-sin, si pelaku. - Astaga.
Pria jahat itu.
Sepertinya dunia telah menjadi tempat yang buruk untuk ditinggali.
Tingginya 180 cm dengan postur tubuh ramping.
- Mereka terbitkan DPO. - Matanya
sipit dan ada luka gores di dekat pelipis kanannya.
Kita harus melacaknya sebelum polisi bergerak.
Kita tak bisa temukan dia sekarang.
Dia pasti sudah bersembunyi.
Kita tak akan mencarinya
sampai dia bunuh orang lagi?
72D6542, 92R7089,
86S6260. Jika Anda melihat pelat nomor ini,
harap segera hubungi nomor darurat atau Kantor Polisi Jungjin.
Saat publik merasa takut dan panik
akibat kebengisan pelaku dalam membunuh korbannya,
Wali Kota Shin Myeong-hwi menyapa warga Jungjin pagi ini.
Hari ini, Kota Jungjin menyatakan perang terhadap tindak kekerasan.
Seluruh petugas kepolisian difasilitasi agar dapat membasmi kejahatan
dan tindak kekerasan secara efektif.
Kami takkan biarkan pembunuh ini mengancam kedamaian
dan keamanan kota kita, Jungjin.
Kota Jungjin akan kerahkan para penyelidik ahli
dan seluruh otoritas serta sumber daya akan ditetapkan dalam status siaga.
Kota ini akan berada dalam status siaga sampai seluruh warga merasa aman.
DICARI
PELAKU PEMBUNUH BERANTAI JUNGJIN
KANTOR POLISI JUNGJIN
PENADAH MOBIL RONGSOKAN
S, sembilan, delapan…
Aku lihat "reservoir" di buku catatan ayahku.
Di sini. "Reservoir" dan beberapa nomor.
Tiga, tujuh, sembilan, lima,
D, satu, dua, tiga, enam, satu…
Nomor tiang listrik?
MO-TAK
Mo-tak, kurasa aku tahu di mana reservoir itu. Ya.
KANTOR POLISI JUNGJIN
HARI POLISI KE-75
Dengar.
Setiap detik itu berharga.
Kami telah membentuk gugus tugas, Pak.
Kami akan menangkapnya.
Bagus.
Lakukan yang terbaik.
MO-TAK
Aku dapat nomor tiang listrik. Bisa kau carikan lokasinya?
Tiang listrik?
Tunggu.
Tiga, tujuh, sembilan, lima, D kapital, satu, dua, tiga.
Enam, satu, R kapital, tiga, tiga. L kapital dan satu.
ISEON-DONG, DONG-GU, JUNGJIN
Iseon-dong, Dong-gu, Jungjin di Provinsi Gyeonggi.
KEDAI MI EONNI
Ringkas kasusnya.
Apa?
GUGUS TUGAS
Mulai saat ini, kerahasiaan rapat wajib dijaga.
Jeong-yeong, silakan mulai.
DICARI PELAKU PEMBUNUHAN BERANTAI JUNGJIN
Instruksi akan kumulai dengan Ji Cheong-sin, pelaku
kasus pembunuh berantai di Jungjin.
Di mana kau melihatnya?
- Benar. - Di mana?
Tolong hubungi kami jika kau melihatnya lagi.
- Di mana kau lihat mobilnya? - Ya.
- Kau lihat pelatnya? - Yang mana?
- Apa yang dia kenakan? - Baik.
Detektif Lee, kau harus fokus di area ini.
Detektif Kim, kau tangani area sebelah sini.
Han-ul, telepon masuk pukul 12.36 dari kompleks industri.
Di peta, di sini.
Sekitar sini?
Kenapa kau tarik semua uang dari rekening luar negeri Ji Hyeong-u?
Kau tahu berapa banyak uang
yang dibutuhkan wanita yang hidup sendirian?
Tunggu, hidungku.
Kau sudah tuntut bedebah itu?
"Bedebah"?
Bedebah di toserba!
Hei!
Mantan suamiku tewas karena dia membentakku seperti itu.
Apa?
Omong-omong, segera layangkan tuntutan padanya.
Aku mau kompensasi.
Kuhabiskan banyak uang untuk hidung ini.
Baek Hyang-hui.
Kau tersangka kasus pembunuhan.
- Jika terus melawan… - Hei.
Kau sungguh ingin mati?
Aku minta agar klienku dirawat oleh psikiater.
Apa?
Apa maksudmu aku gila?
Benar!
Seseorang…
Seseorang menyuruhku membunuhnya.
Tolong, percayalah padaku.
Benar? Kita melakukannya bersama.
Berhenti berpura-pura.
Kuyakin kau tahu dia alergi kacang.
Lain kali kubunuh dengan apa?
Dengan menusuk si korban?
- Atau membelahnya dengan kapak? - Baek Hyang-hui.
- Berhenti bercanda. - Meracuni adalah cara paling mudah.
Tak akan ada yang tahu.
Dia ketakutan! Dasar bodoh.
Kau sudah gila. Kau tidak waras.
Kau pasti bisa melacak orang yang melakukan ini pada hidungku.
Kau bisa, 'kan?
Baek Hyang-hui, tenanglah!
Untuk apa?
Selanjutnya.
Di sini.
RESERVOIR 3795D123, 61R33L1
3795D123 61R33L1
Ini dia.
Ayahku dulu di sini.
"Reservoir" itu bukan reservoir sungguhan.
Ayo pergi.
LAHAN PRIBADI JANGAN MASUK
Apa itu?
Drone pengintai.
Sama seperti tujuh tahun lalu.
Truk masih keluar masuk tempat ini.
Ayo pergi.
Tunggu, kapan dia…
Sial.
Astaga, bedebah ini. Mereka membuang sampah di sini.
Jasad Kim Yeong-nim pasti dikubur di sini.
Tempat ini luas. Bagaimana kita menemukannya?
Mereka menguburnya tujuh tahun yang lalu.
Teman-teman, kalian tak cium bau busuk ini?
Ya, ada sesuatu yang berbau busuk di sini.
Entahlah. Aku punya sinusitis kronis.
Astaga, bau sekali.
Apa ini?
Mereka seharusnya membuang sampah di atas lapisan tanah tahan air,
tapi mereka tak peduli.
Air tanahnya terkontaminasi.
Mereka pasti menguras air ini.
Astaga.
Para bedebah itu.
Kurasa Bendungan Jungjin ada di sana.
Bendungan Jungjin? Berarti air sampah ini mengalir
ke pasokan air kota.
Sial.
Aku membuat mi dengan air ini?
Para bedebah ini…
Tampak bagus, 'kan?
Bagaimana kalau diturunkan sedikit?
Jika kita laporkan atas pembuangan sampah ilegal,
akankah mereka dipenjara?
Jika polisi tak bisa melakukannya,
setidaknya mereka harus didenda oleh Kementerian Lingkungan.
Itu tidak cukup.
Air itu pasti memengaruhi kesehatan warga.
Mun, kau juga harus tidur.
Aku tak bisa.
Kau berpikir terlalu banyak, Nak.
Aku pulang.
Mun, ini. Ambil ini.
Apa ini?
Hanya daging.
Besok adalah upacara peringatan orang tuamu.
Buatkan mereka sup.
Aku ingin membuatkannya, tapi sudah larut malam.
Kau tahu cara memasaknya?
Ya, aku bisa memasak lebih baik dari kakekku.
- Bagus. - Terima kasih.
Bayar 500 won.
Hati-hati di jalan.
Kapan kau masak supnya?
Aku bangun pagi dan memasaknya.
Astaga.
Lihat! Bagaimana penampilanku?
Kau tampak cantik. Sangat cantik.
Permisi. Boleh aku minta?
Tentu.
Baiklah. Ini, Nak.
Sampaikan terima kasih kami kepada orang tuamu atas makanan ini.
- Tentu. - Bagus.
- Ini, kau juga. - Terima kasih.
Anak manis.
Bahkan saat Mun punya pacar,
kau harus tetap jadi sahabatnya.
- Baik, akan kulakukan. - Bagus.
Nenek, cobalah dengan daging.
Ini panas. Hati-hati.
Aduh, ini panas.
Ini enak.
Apa ini Tahun Baru?
Bukan, upacara peringatan.
Siapa yang meninggal?
Putrimu.
Putriku? Maksudmu, ibumu?
Dia hidup lebih lama sebagai putrimu
dibandingkan sebagai ibuku.
Maka hari ini, kita panggil dia putrimu. Aku perbolehkan.
Kau mau?
- Tidak? - Untukmu.
Tidak. Ini!
HA MUN-YEONG SO GWON
Dua kali membungkuk dengan hormat.
KANTOR POLISI JUNGJIN
PELAKU PEMBUNUHAN BERANTAI JUNGJIN
Tersangka terlihat di Cheonmyeong 1-dong.
Tersangka terlihat di Wolhwa 3-dong.
Mobil Empat, ke Cheonmyeong 1-dong.
Apa Ji Cheong-sin bisa teleportasi?
Bagaimana dia bisa berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya?
Warga khawatir dan panik,
mereka menelepon saat melihat sosok yang mirip.
Kami dapat telepon dari orang yang melihat Ji
di 9 Jinseon-ro, dekat Sangjin Electronics.
Mobil Tiga, menuju 9 Jinseon-ro.
Hei, tunggu.
Nenekmu tak suka saat kau mencabut bunganya.
Pelankan suaramu.
Ini untuk ayah dan ibuku.
Baiklah.
- Bagaimana dengan ini? - Bagus.
Ayo pergi…
Kakek, kau mau ke mana?
Nenekmu ingin makan bungeoppang.
Baiklah. Tunggu, Kakek.
Akan kubelikan.
- Kembali masuk. Ini dingin. -Ya.
Kau mau?
Baiklah, kalau begitu. Hati-hati.
- Dah. - Hati-hati.
Sampai jumpa.
Hei, jangan cabut terlalu banyak.
Dia akan tahu nanti.
9 JINSEON-RO
Datanglah setiap tahun.
- Baik. - Sampai kita berumur 20.
Tidak, sampai 30.
Baik.
Ayah dan ibumu pasti sudah lihat kakimu yang sudah pulih.
Aku yakin mereka bahagia. Sangat bahagia.
Terima kasih, Teman-teman. Ayo pergi.
Baiklah.
Sampai jumpa di sekolah.
Dah!
Hei, Mun!
Kontes komik daring akan segera tiba.
Akan kuselesaikan besok.
Semangat!
Ibu.
Ayah.
Tunggulah sebentar lagi.
Akan kutangkap bedebah itu
dan mengadakan upacara yang lebih baik tahun depan.
Aku rindu kalian.
Aku menemukanmu.
Subtitle bY NETFLIX Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
- Kau tak bisa melawannya sendirian, Mun. - Mencariku?
Jadi, inilah dia.
Inilah yang menjadikanmu kuat tiba-tiba.
- Wi-gen! - Wi-gen!
- Mun! - Mun.
Aku harus bunuh lebih banyak orang. Lebih banyak…
Ji Cheon-sin…
tak bisa ditangkap oleh polisi.
- Seorang petugas tewas. - Apa?
Kau deklarasikan pencalonanmu pada upacara peletakan batu pertama?
Masyarakat tak tahu hal semacam ini
sedang terjadi di Jungjin.
Ayo beri tahu mereka.
Mari timbulkan kegemparan.
Terjemahan subtitle oleh Melania Go
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.