All language subtitles for Samsara.2001.1080p

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Samsara

Terjemahan oleh : Dhemitgendenkz Tribute to Kopdar Jeeeehh & Dhemit Lalijiwo

Original sub : Mongpa101

Sonam...

Oh tidak, tidak lagi!

Berapa lama?

Tiga tahun, tiga bulan, tiga minggu, dan tiga hari.

Tashi, kita akan membawamu kembali.

Tashi, ini sudah waktunya.

Tashi, kamu terlalu memaksakan dirimu.

''Bagaimana seseorang bisa mencegah setetes air yang menguap?''

Apo telah kembali...

Kala!

Sekarang, aku harus pergi.

Kembalilah dengan selamat!

Tidak, aku ingin pulang!

Tashi, apa kau menangis saat,

...ayahmu meninggalkanmu disini?

Ketua Lama, Yang Mulia Chen Tulku

...akan menggelar sebuah upacara inisiasi sakral dalam lima hari.

Ia menanyakan apa kau mau menghadirinya.

Jadi Pangeran Siddhartha meninggalkan istananya

dan kehidupan mewahnya...

...dan juga kereta emasnya...

menyaksikan penderitaan untuk pertama kalinya!

Karena itu dalam satu malam, Pangeran Siddharta memutuskan...

...untuk meninggalkan istrinya yang cantik, Putri Yashodhara...

dan anaknya, Rahul ,kemudian ia pergi.

Ia meninggalkan anaknya?

Well, Ya.

Karena ia ingin mencari tahu asal muasal penyebab dari penderitaan kita dan...

Aku ingin pulang!

Tashi, Rinpochey ada di sini!

Setelah 20 tahun belajar di biara kami...

...Lama Tashi telah menyelesaikan tiga tahun meditasi,

Sungguhlah ini jalan menuju Nirwana.

Yang Mulia, Dhyan Rinpochey...

oleh karenanya menganugerahi Lama Tashi gelar 'Khenpo' yang berharga...

sebagai penghargaan atas pencapaiannya.

Ia benar-benar biksu yang teladan!

Kala, dasar monyet!

Tashi... Kau bicara!

Itu cuma dia.

Kala...dengarkan aku, apa?

Rinpochey, terima kasih. Untuk Tashi...

Gelar Khenpo yang berharga.

Untuk Kala... bukan apa-apa.

Jhulley! Tashi Delek!

Pujilah ! Pujilah ! Pujilah !

... pada empat pilar Kebenaran!

-Siapa? -Tashi.

Cepat, cepat, cepat...

Bisa kau jelaskan ada apa tadi?

Apo, bawalah Lama Tashi bersamamu besok

untuk upacara panen.

Kurasa ia butuh udara segar.

Tashi, Lain kali jika kau ingin mengubah pertunjukannya...

...tolong beritahu aku sebelumnya.

Dimanakah letak rumah Tenzin Thorgay?

Sebelah sana.

Mari, akan saya antar.

Tashi Delek, jhulley, Selamat Datang.

Oh Apo...

Kepalaku...

Kemarin malam aku telah...

Ya, aku tahu.

Mimpi memang seperti itu!

Jadi Tashi masih memimpikannya?

Lihatlah, Bahkan anda sendiri juga bisa marah.

Ini, sebuah peta, pergilah kala fajar menjelang.

Sudah waktunya untuk memilih.

Kala!

Ada apa denganmu hari ini?!

Kala... sejak kapan kau belajar membaca peta?!

Jhulley, Tashi Delek!

Tetua Khenpo Apo mengirimku ke sini...

Tanpa bicara?

Baiklah, hanya tubuh dan pikiran!

''Apapun yang Kau Temui adalah Wahana untuk mencapai Jalan''

Dimana Apo?

Bahkan Beliau sendiri diijinkan menjalani kehidupan dunia hingga beliau berumur 29 tahun!

Tapi sejak umur 5 tahun aku telah...

...dibiasakan untuk hidup seperti Buddha setelah beliau meninggalkan hal-hal duniawinya.

Kenapa?

Bagaimana kita bisa tahu bahwa pencerahannya...

...juga bukan hasil langsung dari keberadaan duniawinya?

Apo, dimana letak kebebasan yang dijanjikan padaku...

...usai mendapat pembelajaran tegas dari biara?

Dimana letak kepuasan yang dijanjikan,

dari sumpah bujang yang kita ikrarkan?

''Kau tidak harus menerima ajaranku dari kabar angin belaka...

...kecuali kau sudah memahaminya...

...dari sudut pandangmu'' ujar beliau.

Ada hal-hal yang harusnya tidak kita pelajari...

...agar kita bisa memahaminya.

Dan ada hal-hal yang harus kita miliki...

...agar kelak kita bisa meninggalkannya.

Tashi...

Mimpi yang kau alami di desa itu bukanlah mimpi.

Tapi...

Kala?

Kala.

Kala! Ini aku!

Kala!

Kala.

Sisanya kita bicarakan besok.

Dolma, kita punya tambahan perut utk diberi makan.

Seorang pengembara.

Dia kusuruh untuk bekerja hingga panen selesai.

Itu akan mengurangi beban kerjaku.

Dan tentu saja...

...malah menambah bebanku!

Sujata, ini.

Oh Ibu, tambah lagi.

Pema.

Bawalah beberapa makanan pada anak baru yang bekerja keras itu

Beritahu kalau ia bisa berhenti dulu untuk makan.

Cukup, Ayah!

Hey Tuan! Istirahatlah sebentar,

Istirahatlah sebentar untuk mak...

Pema!

Pema... tunggu!

Jangan bilang kalau kau melakukan ini demi diriku...

Tidak, aku melakukan ini juga demi diriku.

Tapi kenapa? aku sungguh minta maaf jika ini gara-gara aku,

Shhh... Pema tolong.

Mungkin aku salah telah melakukannya tapi aku...

Yang kuinginkan cuma membuatmu nyaman untuk sesaat.

Dan lihat sekarang.

Apa kau yakin kalau semua itu cuma kenyamanan sesaat?

Jika memang seperti itu, aku akan pergi ... sebelum matahari terbit.

Mulai sekarang kau akan memakai ini!

Keluyuran disana sini!

Aku memberimu pekerjaan dan ini balasanmu padaku?

Kau tidak berguna...

Oh, Ternyata kau!? Maafkan atas kekasaranku!

Tidak, tidak.

Kenapa anda malah minta maaf?

Ia dulu seorang Lama!

Pema, apa yang akan kita lakukan?

Keluargamu telah menerima pertunanganku denganmu.

Aku tahu. Haruskah kubilas rambutmu?

Aku tak punya siapa-siapa lagi kecuali dirimu.

Ahli nujum akan kesini besok.

Biar dia yang menentukan takdirku.

Pema, tapi kenapa mesti ahli nujum?

Planet-planet menunjukkan kalau tanggal 10 adalah hari yang menguntungkan untuk pernikahan.

Maka siapkan saja untuk hari itu.

Itu bagus. Sebelumya aku minta maaf.

Tapi,... menikah dengan siapa yang anda maksudkan?

Dengan siapa? kupikir kalau semuanya sudah diputuskan tadi malam

Jamayang datang padaku dan meminta untuk datang kesini...

...dan memutuskan tanggal pernikahan untuk Pema dan Tashi.

Kenapa? kenapa kau melakukannya?

Jamayang?

Bahkan jika keputusannya ditujukan padaku...

kau tak akan mau menikah denganku, kan! Benar kan?

Wanita akan menonjol !

Hey, Hentikan, makanlah!

Menangislah jika kusuruh.

Ada yang salah.

-Siapa dia? -Suamiku.

Ada apa?

setelah bertahun-tahun kita bekerja sama.

Tenzin, kau biarkan dia meragukanku?

Sekarang kau bisa menangis, nak.

Kau sebaiknya membangun lumbung yang baru.

Kau akan butuh banyak tempat penyimpanan mulai dari sekarang.

Tashi, Aku sudah merasa puas dengan apa yang kita dapat.

Lagipula, kau HARUSnya menjual ini saja padanya.

Takkan ada lagi yang mau ke lembah ini!

Ijinkan saya untuk membawa hasil panennya ke kota!

Akan saya jual semuanya.

Kita beri pelajaran pada si Dawa!

Dan apa yang membuatmu berpikir,

kalau orang-orang kota bakal membelinya dari kita?

Apa ini?

Agar perjalananmu tak ada halangan.

Satu orang, 5 Rupee.

2 Orang, 10 Rupee.

Lihat, bahkan notanya hingga tidak muat di dompetmu!

Wow, luar biasa!

Lebih dari dua kalinya yang Dawa biasa beri!

Tashi, Kau terlalu!

Tebak apa?

Sekarang nota banknya muat di dompetku!

Ayahmu juga pergi dengan Tashi!

Aku tahu.

Kau tidak mengerti! Kenapa harus mengubah hukum tradisi?

Dawa membeli hasil panen orang-orang selama bertahun-tahun !

Berbahaya jika menentangnya.

Jamayang. Panggilkan ibuku!

Pergi, pergi...

Siapa lagi ini?

Ini aku!

Jadi keliatannya kau turun ke kota?

Kami cuma bekerja.

Bisa kulihat. Menyembunyikan padimu?

Itu gampang.

Bersembunyi dariku, itu lebih susah.

Camkan itu.

Lagipula, apa yang kubilang?

Ia telah mengacaukan seluruh lembah!

Lihat dirimu!

'Salley!'

Ini Pema! Bayinya mau lahir sebentar lagi!

Tidak! hanya perempuan!

Owh begitu! Roh Agung juga sudah terlahir kembali di sini!

Laki-laki yang rupawan.

Roh Agungnya pastilah sudah kembali pulang!

Mungkin , kau seorang Tulku, Karma?

Jadi sudah diputuskan?

Berikutnya adalah Sujata. Dimana...

Tidak! Biarkan saja uangnya

Masukkan saja ke kantung tabunganku!

Pema tahu yang biasa dilakukannya.

Ia selalu membayarku tepat di hari kami akan pergi.

Dan berapa lama sudah seperti itu?

Aku 19 tahun.

Cari tahu saja sisanya!

Uangmu!

Aku harap kau tiba dengan selamat.

Sampai jumpa tahun depan!

Karma, itu bagus sekali.

Wol-nya berat sekali!

Oh, kau masih memakainya!

-Didalam Momo ada apa, Yah? -Daging.

-Daging itu asalnya darimana? -Dari seekor kambing.

Haruskah kau membunuh kambing untuk mengambil dagingnya?

Ya.

Tapi Ibu bilang...

...kita tidak boleh membunuh makhluk apapun, walau cuma seekor serangga!

Kita tidak membunuh kambingnya. Orang lain yang melakukan itu.

Kenapa harus orang lain?

Kenapa kita tidak menyembelih nya sendiri, Yah?

Kurangi bicaramu dan banyaklah makan, Karma.

Hentikan! Pakailah sesuatu yang hangat.

-Biarkan saja dia pergi. -Tapi, dingin sekali diluar!

Biarkan dia mengetahuinya sendiri. Jangan terlalu memanjakannya!

Dingin!

Nah, tau sendiri kalau di luar dingin!

Apa semuanya baik-baik saja?

Ini cuma ...buruh pendatang.

Mungkin kita tidak butuh begitu banyak.

Aku kadang penasaran kalau kita memang memerlukan mereka semua.

Biaya mereka tidaklah murah!

Beritahu aku apa yang terjadi pada batang kayu...

yang kujatuhkan ini??

Akan tenggelam!

Seandainya tidak gimana...

Akan tersangkut di bebatuan!

Bagaimana kalau tidak tersangkut?

Kita tidak membutuhkan semua buruh-buruh itu?

Ada apa denganmu kok mendadak mengeluhkan buruh-buruh kita yang miskin?

Batangnya akan tetap di air dan lapuk!

Tidak.

Itu akan tersangkut di pusaran air...

...atau jatuh bersama air terjun dan hancur!

Bagaimana kalau itu juga tidak terjadi.

Apalagi?

Apa kalian menyerah?

Jawabannya sederhana.

Rantingnya akan mencapai lautan!

Jamayang, selamat.

Kudengar, sebentar lagi kau akan menikah.

Omong-omong...

...kami membawa hasil panen ke kota.

Apa kau pikir ini sudah saatnya kau bergabung dengan kami?

Aku hanya menjualnya kepada Dawa, seperti yang sudah-sudah.

seperti yang Ayahku dulu lakukan.

Tapi tahukah kau kalau Dawa mencurangimu.

Sudah selama ini...

...dan kau masih tidak tahu bagaimana sesuatunya berjalan di sini, kan!

Kami kembali ! dan lihat !

Ayah. apa yang kau lakukan saat masih kecil dulu?

Ia selalu membuat mainannya sendiri!

Jamayang...

Tolong, kau sudah tidak butuh dia lagi!

Hey Hentikan!

Aku tidak tahu kenapa aku masih berurusan dengan lembah ini.

Jamayang, biarkan dia pergi, dengarkan aku...

Dan siap-siap saja kau makan semua yang sudah kau tanam!

Kau bisa menjualnya di kota bersama kami.

Kau mengejarnya.

Apapun yang kau sentuh, selalu saja kacau!

Dawa!

Jamayang memang mudah tersinggung.

kalau sudah menikah pasti dia akan tenang kembali.

Biarkan dia mengurus dirinya sendiri.

Ibu?

Karma, tetaplah di luar dulu!

Karma, kau bisa masuk sekarang.

Ada apa dengannya?

Kan sudah kubilang kalau kita tidak seharusnya bercumbu di depannya!

Tolong!

Ayah bilang kalau kita berhasil menyelamatkan separuh hasil panen!

Semuanya datang membantu kita.

Seluruh penghuni lembah.

Itu kau, kan?

Kenapa pula aku mau melakukannya? Kau gila.

Itu bukan aku.

Lalu siapa, siapa?

Tebak saja dengan otakmu!

Bodoh, kenapa tak kau coba tanyakan pada tetanggamu.

Kau anggap aku yang membakar lahanmu?

Tak seorangpun mau melakukan hal sepicik itu. Dewasalah sedikit!

dan kalian, terima kasih sudah datang.

Sekarang apa kalian juga mau menunggu hingga makan malam pula!

'Salley!'

Apa kau yakin kau sudah cukup umur,

...untuk berbisnis di kota?

Aku laki-laki sejati sekarang!

agar perjalanan senantiasa selamat.

Apa Pema di dalam?

kami mau pergi...

... uangku?

Oke.

Berapa usiamu?

Kau tanya seperti itu tiap tahun!

hati-hati, ini rapuh..

-Aku mendengar sesuatu! -Jangan bergerak!

- ...Ada seseorang... -Oh!

Hurry! Pema datang!

kain Sari-ku, kau merobeknya!

Kau harus pergi sekarang.

Cepat! pergi.

Apa yang kau lakukan disini? Pema menuju kesini.

Tenanglah.

Kenapa kau begitu cemas.

Ia memberitahuku kalau cepat atau lambat ini bakal terjadi!

Lihat Yah, kuda poni nya mirip dengan Ayah!

Aku membuatnya sendiri!

Itu bagus.

Ini untukmu.

Sangat bagus, Makasih.

Apa kau akan...

Nanti saja, aku ada kerja.

... mencobanya?

Tashi!

Sonam!

Apa ini tentang Apo?

Saat Apo tahu kalau ini sudah waktunya...

...ia mempersiapkan dirinya di goa suci.

Ia menyuruhku untuk menemaninya.

Kami bermeditasi bersama hingga ...

Ia menyuruhku untuk memberimu ini.

Aku sadar jika tugasku belumlah selesai...

...dan aku akan kembali ke Samsara.

Aku tahu kita akan bertemu lagi.

Mungkin jika memang bertemu...

...kau bisa memberitahuku mana yang lebih penting:-

Memuaskan seribu hasrat

... atau menaklukkan satu darinya.

Tertanda " Apo.

Aku telah banyak mendengar tentang pernikahan sembarangan di negaramu!

Dan untuk pernikahanmu, aku harusnya hadir...

...tapi kau tahu aku tak bisa meninggalkan ladang.

Rasanya aneh mengetahui...

...kalau aku tidak akan kembali.

Jaga dirimu.

Yashodhara.

Apa kau tahu nama itu?

Pangeran Siddhartha, Gautama,

Sakyamuni, Buddha.

Semua orang tahu nama-nama itu...

... tapi...

... Yashodhara?

Yashodhara dulu menikah dengan Siddhartha.

Ia amat mencintainya.

Suatu malam Siddhartha meninggalkannya

dan putranya, Rahul ...

... saat mereka tertidur, ntuk mencari Pencerahan...

... agar menjadi Buddha.

Ia bahkan tak mengucap kata perpisahan padanya saat dia pergi.

Yashodhara telah menunjukkan rasa ibanya pada orang-orang yang menderita

... dan kemalangan jauh sebelum Siddharta mengetahuinya...

... jauh sebelum Siddhartha tahu apa itu "penderitaan"!

Siapa bisa bilang kalau ia berhutang Pencerahan padanya?

Pema ...

Mungkin Yashodhara ingin

meninggalkan Siddhartha dan Rahul.

Bagaimana kita bisa tahu jika Yashodara

merasa dikorbankan atas kemarahan ...

... atas kesendirian atau kepahitan...

...usai Siddharta meninggalkannya.

Siapa pula yang peduli padanya?

Apa yang harus ia katakan saat Rahul, anak semata wayangnya...

...terus-terusan menanyakan: Di mana Ayahku?

Apa yang harus ia jawab padanya?

Bagaimana bisa seorang ibu meninggalkan anak satu-satunya saat tengah malam?

Yang bisa melakukannya hanyalah LAKI-LAKI.

Tashi, cuma laki-laki.

Sesudah itu, Yashodhara tak punya pilihan lain.

Ia harus menjalani hidup dengan turun tahta.

Ia potong rambutnya ...

... dan hidup layaknya seorang pertapa.

Oh Tashi ...

Jika pemikiranmu terhadap Dharma sepadan dengan ...

....cinta dan hasrat yang kau tunjukkan padaku...

... kau pastinya sudah menjadi seorang Buddha ...

... dalam tubuh ini ...

... dalam kehidupan ini, seutuhnya.

Pema ...

Maafkan aku.

Aku akan kembali padamu. Kembali dimana aku seharusnya berada.

''Bagaimana seseorang bisa mencegah menguapnya setetes air?''

Dengan meneteskannya ke laut ...

Terjemahan oleh : Dhemitgendenkz Tribute to Kopdar Jeeeehh & Dhemit Lalijiwo

Original sub : Mongpa101

Selesai

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.