Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle bY NETFLIX Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==
Follow My IG @Anang2196_sub_indo
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
#ROMANTIS
#BERJIWA BEBAS
#WANITA KEREN
#MEMILIH LAJANG
#SUDAH LAMA BERPACARAN
BAGAIMANA KISAH PERCINTAANMU?
Suatu hari, kami penasaran tentang kisah percintaan di kota.
Jadi, kami memutuskan untuk mengikuti sejumlah pria dan wanita di kota.
Apa ini? Kau merekamku?
Aku tak tahu kalau akan direkam.
Halo.
Harusnya bilang jika akan direkam.
Setidaknya aku bisa pakai jaket lebih dahulu.
Namun, apa cara ini bisa mempromosikan agensiku?
Sebentar.
Halo.
Apa tidak ada naskahnya?
Langsung bicara saja?
Halo.
Aku harus melihatmu, atau kamera?
Aku bicara saja ke kamera?
Astaga, canggung rasanya.
Mulai dari apa? Perkenalan diri?
Halo. Namaku Park Jae-won…
Bicara santai saja?
Hai. Aku Park Jae-won.
Aku arsitek, dan umurku 32 tahun.
Astaga. Canggung sekali.
Senang bertemu dengan kalian.
Namaku Lee Eun-o, umurku 29 tahun.
AGENSI PEMASARAN O3
Aku agen pemasaran. Agen pemasaran cantik.
Aku Choi Kyeong-jun, umurku 29 tahun.
Aku bekerja di perusahaan ayah dan pamanku.
Aku arsitek.
Namaku Suh Rin-i, umurku 29 tahun.
Pekerjaanku?
Ada banyak.
Aku punya banyak hal yang aku suka,
jadi, tak bisa hanya pilih satu hal.
BEKERJA SERABUTAN? PARUH WAKTU? PENGANGGUR? TAK BEKERJA?
Selesai. Harus kuulang?
Rasanya tak leluasa.
Aku guru olahraga di SMA. Umurku 30 tahun. Namaku Oh Seon-yeong.
Seoul sangat menyenangkan. Hidupku juga menarik.
Julukanku Tukang Kencan Berantai karena aku selalu berkencan.
Apa akan ada takarirnya juga?
Astaga. Lalu, bisa ditonton di mana? TV? Bioskop?
Aku mengarang novel. Aku novelis.
Namaku Kang Geon, umurku 29 tahun.
Kami tidak campur tangan dalam hidup mereka.
Saat dirasa perlu,
kami memberikan hasil wawancaranya ke satu sama lain,
atau menyuntingnya agar menarik.
Lantas…
kau bisa membagikan hasil wawancara,
tetapi nama dirahasiakan, bukan?
Tidak? Mereka tahu?
Jadi, kami akan tahu siapa saja yang ikut wawancara?
Sebenarnya, bisa tahu atau tidak?
Sekitar 50 orang? Bisa saja ada kenalanku juga.
Ya. Sudah bisa.
Begitu, ya. Jadi, bisa kugunakan ini lain waktu?
Wajah kami tak akan saling terlihat, bukan?
Namun, apa yang kudapat jika ikut serta?
Tak ada?
Aku ikut, tetapi tak dapat apa pun?
Tak dapat uang? Aku tak mau.
Kalau begitu, bisa saja di dalamnya ada mantan teman pria atau wanitaku.
Tak ada teman SMA-ku, bukan?
Mereka akan menganggap kamera sebagai teman
dan berjanji bicara jujur.
Namun, adakalanya, ada perkataan yang kami curigai sebagai kebohongan.
Tentang percintaanku? Saat berpacaran?
Aku sangat santai dan lembut.
Tidak mengekang juga. Santai saja.
BENAR? SALAH?
Aku tetaplah diriku saat berpacaran,
begitu juga saat putus.
BENAR? SALAH?
Aku menggebu-gebu.
Aku cepat jatuh cinta, juga cepat bosan.
Langsung kulupakan saat putus.
BENAR? SALAH?
Aku pernah dipukul wanita di jalan.
Sia-sia mencoba menang dari wanita. Astaga.
Papan tanda catat? Apa? Tepuk?
Begini? Tepuk?
Satu, dua, tiga.
Apa ini?
Aku tak suka tarik-ulur.
Kurasa aku cukup baik.
Sebelum bertemu pacarku yang sekarang…
aku berpacaran
lima, atau tiga kali.
Tunggu. Biarkan aku lakukan sekali lagi.
Silakan kalian yang menilai mereka.
OH SEON-YEONG
SUH RIN-I
CHOI KYEONG-JUN
KANG GEON
LEE EUN-O
PARK JAE-WON
TAHU PASANGAN YANG COCOK DENGANMU?
Tahu pasangan yang cocok denganmu?
- Berkunjunglah lagi. - Pria yang cocok denganku?
Wanita yang asyik.
Pria yang enak diajak mengobrol?
Apa mengobrol saja cukup?
Kami juga harus cocok secara fisik.
Kau sungguh bertanya itu?
Kenapa kalian pura-pura tak tahu?
Ternyata itu maksudnya.
Kenapa tak bisa dikatakan? Katakan saja dengan percaya diri.
Baiklah. Aku sudah paham.
Sampai situ saja.
Selamat bekerja.
Jadi, tentang keintiman, bukan?
Aku bisa tahu dari aromanya. Feromon.
Ada aroma yang cocok denganku.
Kurasa itu tergantung prianya.
Serius? Beri tahu dia jangan terlalu memuji dirinya.
Biasanya aku yang mendominasi.
Ya. Giliran orang bodoh selanjutnya.
Sejujurnya, aku pernah sekali menjadi inferior dalam sebuah hubungan.
Hanya sekali.
Pasti tak hanya sekali.
Kini, menurutku berpacaran bukan hal penting.
Tidak. Menurutku sangat penting.
Berpacaran mengubah diriku.
Aku pernah berpacaran beberapa kali.
Semuanya menyenangkan.
Kau pikir kami merasakan hal sama?
Pria? Semuanya sama saja.
Ada seseorang yang tak bisa kulupakan.
Aku juga punya.
Kejadiannya satu tahun lalu.
Di mataku hanya ada dia.
Rasanya kami hanya berdua di dunia ini.
Aku merasa sempurna.
Saat jari kami bersentuhan, sangat mendebarkan.
Kala itu, kupikir itu cinta.
Aku akan selalu mengingat dia.
Maka, harusnya tak berpisah dengan orang seperti itu. Setuju?
Benar. Aku mengacaukannya.
Tidak. Aku yang mengacaukannya.
Tidak, itu salahku.
Benar. Itu salahnya.
Benar. Aku enggan berdalih.
Namun, kenapa harus aku?
Dia datang saat aku membutuhkan orang sepertinya.
Kuharap tak pernah bertemu dia.
Berkat dia,
aku bisa menjadi diriku yang sekarang.
Itu karena aku bodoh.
Orang bodoh itu…
adalah hadiah di dalam hidupku.
SEPTEMBER 2019
BANDARA INTERNASIONAL YANGYANG
BANDARA INTERNASIONAL YANGYANG
SELANCAR BIN
Namanya Park Jae-won, tingginya sekitar 182 cm.
Apa tak ada ciri lain?
Dia tampan. Lebih tampan daripada model.
Dia akan menungguku di pintu mana?
Kirimkan nomor ponsel dia. Di sini, banyak orang…
Sudahlah. Biar aku memarkir dahulu.
TAMPAN
- Dia tertemu, ya? - Ra-ra, kututup, ya.
Semoga benar dia.
Kau Park Jae-won dari Seoul?
- Ya. Halo. - Halo.
Kau datang menjemputku.
- Halo. - Ya, halo.
- Apa hanya ini barangmu? - Ya.
- Kemarikan. - Tidak.
- Berikan. - Biar aku saja.
- Aku saja. - Baiklah.
- Baiklah. - Terima kasih.
- Naiklah. - Baik.
- Pakai sabuk pengamanmu. - Ya.
Namun, di mana Ra-ra?
Dia sibuk dengan kedai ramyeon-nya.
Ramyeon Ra-ra.
"Kami jual segala macam ramyeon." Itu slogannya.
Aku tahu itu.
Di Jeju pun, dia punya kedai mi.
- Begitu, ya? - Ya.
Kau tadi bertanya wanita seperti apa yang cocok untukku, bukan?
Aku…
tertarik kepada wanita eksentrik.
Aku merasa cocok dengan mereka.
"HELLO, MY BEACH" OLEH ROLLING STARS
ROLLING STARS, BAND BERANGGOTAKAN 4 ORANG YANG DIBENTUK TAHUN 1968
"HELLO, MY BEACH" DIRILIS PADA TAHUN 1978
LAGU INI LAGU ANDALAN BAND TERSEBUT
LIRIKNYA YANG JUJUR DAN MELODINYA YANG INTENS SANGAT MENONJOL
MUSIK COUNTRY BERTEMPO CEPAT TENTANG HARAPAN SEORANG PRIA
MENDAPATKAN LAGI MANTAN KEKASIHNYA, WALAU DIA MEMBENCINYA
Apa kau pernah merasa
bertemu seseorang dan merasa ada banyak tanda tanya di sekitar mereka?
"Dia orang seperti apa? Sepertinya asyik."
Aku menjadi lebih ingin tahu karena penasaran.
Kau tahu lagu ini, Jae-won?
- Ya. - Ayo menyanyi bersama.
Waktu pun tak bisa menghapusmu
Sepertinya hanya aku Yang tak bisa melupakanmu
Ingatan yang menancap dalam Seperti duri ini menyakitiku
Aku tak sadar meski sedang tersakiti
Semuanya!
Ingatanku tentangnya Tentang cinta kami yang lalu
Menancap dalam diriku dan menjadi duri
Kumohon pergilah
Dan jangan pernah kembali
Dari situlah cintaku dimulai.
Aku suka wanita yang intens.
Aku juga. Aku suka menjadi penurut.
Aku melakukan semua perintahnya.
Aku suka wanita yang ceria dan periang, tetapi dia…
juga bersemangat.
Seperti itulah dia.
Dia tak berpikir panjang. Aku suka itu.
Aku penasaran tentangmu.
- Apa? Tentangku? - Kau lucu.
Kau sewa mobil trailer, padahal tak punya SIM-nya.
Aku sudah taruh mobil itu di pinggir pantai.
Mobil itu sangat bagus.
Aku punya dua keinginan sejak umurku 20 tahun.
Yang pertama, tinggal di mobil trailer selama sebulan.
Yang kedua, terus berselancar di laut selama sebulan.
- Ternyata kau suka berselancar juga? - Ya. Sangat.
Lalu mobilnya? Kau bahkan tak punya SIM khusus.
Aku meminjam itu hanya untuk tidur.
Kau bicara santai kepadaku?
Kau lebih dahulu.
Ini gaya kedai Ramyeon Ra-ra.
Ternyata gayanya masih sama.
Bicara santai itu menyenangkan.
Kau bekerja di kedainya?
- Hanya paruh waktu selama di sini. - Begitu.
Lalu, bagaimana caramu bepergian?
Jalan kaki. Aku suka berjalan kaki, bersepeda, dan naik motor.
Tak masuk akal. Kau sudah sewa trailer, tetapi didiamkan saja.
Aku akan tidur di situ.
Tempat seperti itu akan sangat indah waktu hujan.
Menyenangkan jika memarkir di situ, minum kopi sambil dengar bunyi hujan.
Sepertinya menyenangkan.
Ya, bukan? Jadi, ayo putar arah.
Sekarang? Tunggu sebentar.
Hei. Kita mau ke mana?
Untuk minum kopi sambil menikmati hujan.
- Apa? - Pertama, ambil SIM khusus dahulu.
Mengambil SIM khusus?
- Nona Kim Se-jeong. - Ya?
Kau gagal. Nilaimu hanya 68. Silakan turun.
- Apa? - Turunlah.
UJIAN SIM
- Silakan mulai. - Sampai.
- Turunlah. - Ya.
Silakan mulai.
Di mana kita?
Sampai!
Harusnya aku sadar saat itu bahwa dia wanita gila.
Namun, menurutku itu menyenangkan.
Itu membuatku gila juga.
Aku baru tahu beberapa hal setelah beberapa waktu.
Seperti saat kau sadar telah tertipu setelah kau ditipu.
Namun, aku bisa paham jika orang dibutakan begitu.
- Sepupuku… - Diam.
- Sepupuku begitu. - Hentikan.
- Halo. - Ayo.
Halo, Han-gyeol. Tunggu.
Mau kau apakan itu?
Pak Park memintaku membuangnya.
Ya. Aku mau ubah tata letaknya.
Kau gila? CEO sudah menyetujuinya.
Klien juga. Kenapa?
Aku tak suka lokasi penempatan tangganya.
Namun, itu sudah diubah tiga kali. Mau bagaimana lagi?
Entahlah.
Sudah ada rencananya?
Tak ada?
Sial.
Nona Lee Han-gyeol! Kembalikan lagi!
Jangan dibuang! Jangan.
Aku teringat tentang dia jika melihat mobil trailer.
Hari ini kita sudah daftar, dan ujiannya besok.
Aku dapat SIM khusus dalam sehari di sini.
- Benar juga! Kau tak punya pas foto, ya? - Tentu tidak.
- Ayo! - Apa?
- Cepat masuk. - Astaga.
- Tunggu. - Hasil foto di sini jelek.
Lalu ini.
Sebentar lagi mulai. Senyum.
"Senyum"?
Apa? Sekarang difoto?
UJI JALAN
Sama dengan aslinya.
- Ini? - Ya.
Foto ini?
Astaga. Foto ini
- jelek sekali. - Cepat tempel.
Aku tak suka foto ini.
FORMULIR PENGAJUAN
Baiklah.
Sempurna.
Kemarilah.
- Ke sini! - Astaga.
Tunggu sebentar.
Ayo berlari lagi.
Jae-won, kau tahu cara pakai panel kontrol, bukan?
Kuberi tahu untuk berjaga-jaga.
Jangan matikan sumber listrik utama.
Gawat jika sampai kulkasnya mati.
Sementara bidai ini, harus dimiringkan
saat hujan. Ya? Ke sebelah sini…
Kenapa kau tak dengarkan aku?
Dia sangat berseri.
Ya, benar.
- Senyumnya cantik. - Hei.
Aku dan Ra-ra sering tertawa karenanya belakangan ini.
- Manisnya. Anjing pintar. - Benar. Dia asyik.
- Anjing manis. - Seseorang meninggalkannya.
- Kau suka itu? - Apa?
Seorang peselancar membawanya kemari, lantas meninggalkannya.
Bagaimana bisa begitu? Lihatlah, dia begitu ceria.
- Kau menyukainya? - Makannya sangat banyak.
Hanya itu saja kekurangannya.
Aku senang yang banyak makan.
Kau mau membawanya?
- Apa? - Bawalah ke Seoul.
Aku? Boleh begitu?
- Apa dia mau pergi denganku? - Bawa saja.
Pasti akan ikut jika diberi makanan.
Namun, sterilisasi dahulu begitu sampai Seoul.
Apa? Apa maksudmu?
Entah bagaimana mereka tahu.
Namun, para anjing jantan selalu datang mencarinya.
Bu, apakah nikmat?
Begitu, ya. Maksudmu, anjing itu?
Ya, anjing kami.
Apa? Jadi, kau tadi bukan membicarakan anjing?
- Kau membicarakan Yoon Seon-a? - Namanya Yoon Seon-a?
SELANCAR BIN & RAMYEON RA-RA
- Ponselmu. - Ya.
Ini.
Baik.
Belilah ponsel sendiri.
Tak perlu. Aku hanya pakai saat jemput tamu.
- Baiklah. Ambil ini. - Terima kasih.
- Ada apa di dalam? - Ada pesta barbeku.
Ayo main! Maaf karena bicara terlalu santai.
Namun, kami selalu berbahasa santai saat bermain. Masuklah.
Tempat apa ini?
Tempatnya hebat.
- Gyeong-gu! - Hei.
- Ini. - Terima kasih.
Mulai.
Apa kemampuanmu hanya sebegini?
Kau cobalah.
- Aku? Baiklah. - Ya.
- Semangat! - Astaga.
- Bagus. - Ya!
- Habiskan! - Habiskan!
- Giliranku? - Tak apa.
- Ya, cepat. - Sebentar.
- Ra-ra, makanannya! - Baik.
- Ini saja. - Terima kasih.
- Harus perlahan. - Kau hebat.
- Perlahan. - Baik.
- Pasti bisa. - Aku bisa. Aku akan perlahan.
Berjalan lancar?
Sepertinya. Berkatmu.
Seon-a! Babak terakhir.
- Aku butuh dukunganmu. - Baik.
Tunggu.
- Giliranku. - Siap, tiga, empat.
Baiklah.
- Ya! - Hebat!
Ini yang terakhir.
- Kita menang! - Ya, kita menang!
- Maaf. - Astaga.
Ada apa ini?
Permainan dimulai.
Semuanya, waktunya bermain!
Tiga, dua, satu.
Empat pria, tiga wanita.
Tiga, dua, satu.
Dua pria, dua wanita.
Tiga, dua, satu.
Pria tiga, wanita empat!
- Kemari! - Di sana!
Empat pria!
Hanya sisa kita?
Tiga, dua, satu.
Satu pria, satu wanita.
Namun, semuanya pria.
Namun, hanya ada pria. Bagaimana ini?
- Maaf. Aku salah bicara. - Apa itu?
Rusak?
Aku bisa tahu dari tatapannya
bahwa dia wanita yang cocok untukku.
Aku bisa melihat ekspresi di matanya.
Saat itu, aku merasakannya.
Ternyata dia orang yang cocok untukku.
Pemenang hari ini! Selamat!
Permainan bagus, Semuanya!
Aku suka semua yang ada padanya.
Suara napas dan aromanya dari dekat.
Gaya rambutnya yang aneh, dan bajunya yang sangat seadanya.
Segala di dirinya tampak sempurna.
Aku hanya menyukainya.
Kisah percintaan orang lain
selalu terdengar lucu.
"Di momen seperti itu, kembang api meledak."
Maaf. Tertawaku terlalu keras.
Aku yakin mereka dengar bunyi lonceng. Aku malah dengar dentuman meriam.
Tiap orang berpikir kisah cintanya yang paling istimewa.
Kisah yang indah.
Kau pergi berlibur dan bertemu wanita cantik.
Di malam itu, ada kembang api juga.
Kalian saling menatap,
dan jantung berdebar.
Serius, semua itu benar terjadi sekaligus.
Bisa saja jika wanita itu memang sangat menarik.
Saat itu, harusnya dia sadar.
"Ternyata aku sudah gila."
Anggaplah kau tersadar. Lantas, kenapa jika tak bersama?
Kau akan sendirian selamanya.
Tidak. Aku tak sendirian.
Jika momen itu datang lagi?
Sepertinya aku akan…
Andai bertemu dengannya lagi, aku akan jatuh cinta lagi.
Ya. Sepertinya aku akan begitu.
Dor…
Dor!
"HELLO, MY BEACH" DARI DIRTY BEACHES OLEH ROLLING STARS
Terjemahan subtitle oleh Deaz Putri
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.