Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Kantor Ketua"
Permisi, siapa kamu?
Aku ayah Shindo Minato.
Namun, kurasa ayahku membenciku.
Dia selalu menendang dan memukulku.
Dokter Shindo sedang berkeliling.
Ada yang bisa kubantu?
Begitu rupanya.
Kalau begitu, mintalah dia menghubungi nomor ini.
Masuklah.
Permisi.
Ada apa?
Ada yang ingin kubicarakan terkait dokter Shindo.
Tidak ada masalah.
- Terima kasih. - Sama-sama.
- Ini hasil tes darahnya. - Baik.
Gula darahnya sedikit tinggi. Suntikkan dua unit insulin.
Baik.
Kita sudah melakukan tes urine Takuya?
Belum.
Itu pemeriksaan pascaoperasi ginjalnya. Segera lakukan.
- Baik, aku mengerti. - Dia mengesankan.
Setelah mulai bertugas, dia menjadi lebih percaya diri.
Dia lembut dan tampan.
Bagaimana jika menjadikan dia calon suami Kakak?
Apa maksudmu?
Aku ingin menjadi calon suamimu.
Penampilanku setara dengannya.
Hei, Shindo.
Apa aku perlu meminjami cermin?
Dokter Takayama mencarimu.
Kudengar ayah dokter Shindo memukulinya saat dia masih kecil.
Walau dokter Shindo sangat ingin bertemu dengan ayahnya,
entah apa aku harus memberikan nomor kontaknya.
Dokter Seto.
Mari kita rahasiakan ini dahulu dari dokter Shindo.
- Apa? - Tenang saja.
Aku akan menanganinya.
Baiklah. Mohon bantuannya.
Dia dokter Shindo, dokter residen di bagian kami.
Aku Tsutada dari Obgin. Kamu sang dokter legendaris itu.
Aku juga mendengar soal kamu, dokter Tsutada.
Kamu dokter luar biasa yang menyelamatkan
lebih dari 1.000 bayi setiap tahun.
Setelah dua kali bercerai, kamu sangat fokus pada pekerjaan.
Terima kasih atas pujiannya.
Dokter Tsutada, lama tidak berjumpa.
Astaga, dokter Seto.
Lama tidak berjumpa. Kamu menjadi sangat cantik.
Tidak perlu berbasa-basi denganku.
Benar.
Sebuah penelitian menemukan, 70 persen wanita Jepang
berbasa-basi untuk menjaga hubungan interpersonal yang baik.
Dokter yang menarik.
Mari jangan membahas itu dahulu.
Hari ini aku ingin membahas sesuatu dengan kalian.
Berikutnya.
Mari memulai diskusi bersama antara Obgin dan Bedah Anak.
Pasien bernama Mizuno Rika, usia 37 tahun.
Usia kandungannya 37 pekan dan saat ini
berada dalam pengamatan di bangsal Obgin.
Inilah masalahnya.
Limfangioma.
Ada limfangioma besar di leher bayi itu.
Benar.
Ini bisa menyebabkan trakeanya tersumbat.
Jadi, aku ingin melakukan operasi EXIT.
EXIT?
Pertama, Obgin akan melakukan bedah cesar
untuk mengeluarkan bagian atas tubuh bayi.
Setelah itu, Bedah Anak akan melakukan
intubasi trakea pada bayi agar saluran udara tetap terbuka,
lalu memotong tali pusat dan mengeluarkannya.
Bu Mizuno mengalami kardiomiopati peripartum
setelah hamil.
Kita harus menyelesaikan operasi ini dalam 30 menit.
Karena risikonya sangat tinggi,
benarkah kita harus melakukan operasi EXIT untuk pasien ini?
Jika terjadi banyak pendarahan dan kita tidak bisa menghentikannya,
ada kemungkinan ibu dan bayinya akan meninggal.
Bu Mizuno tahu risikonya tinggi,
tapi tetap ingin melakukan operasi ini.
Alih-alih melindungi diri sendiri,
kita harus mengutamakan keinginan pasien.
Dokter Takayama, dokter siapa yang kamu pilih sebagai asistenmu?
Dokter Seto, bantulah aku.
Baik.
Serta Shindo.
Kamu menjadikan Shindo asistenmu?
Pengetahuan Shindo cukup dan kendali spasialnya bagus.
Shindo.
Apa yang harus kamu lakukan saat kesulitan mengintubasi bayi?
Segera memotong pipa trakeanya.
Bagaimana jika terjadi perdarahan di dalam limfatik?
Bedah limfangiomanya dan lakukan penyedotan.
Shindo pasti bisa membantu.
Aku mengerti.
Mohon kerja samanya.
Ya. Aku pasti akan menyelamatkan bayi itu dan ibunya.
Operasi ini memang sangat sulit.
Setiap detik berarti.
Kita harus berfokus dan berusaha keras.
Baik.
Baik.
"Good Doctor. Episode 6"
Hai, aku dokter Seto dari Bedah Anak.
Aku Shindo. Shindo Minato.
Senang berjumpa dengan kalian.
Cantik sekali. Kamu membuatnya untuk bayimu?
Hanya ini yang bisa kulakukan untuknya.
Setiap kali bayi ini menendang perutku,
aku berpikir dia kesakitan.
Benarkah dia merasa sangat tidak nyaman di dalam perutku?
Itulah sebabnya dia juga sakit.
Apa maksudmu?
Itu sama sekali tidak benar.
Tapi aku juga mengalami keguguran saat kehamilan pertamaku.
Maaf.
Semua temanku melahirkan bayi yang sehat,
tapi aku tidak bisa melakukannya.
Aku sangat tidak berguna dan merasa bersalah pada bayiku.
Aku melakukan pengobatan kesuburan selama tiga tahun
dan akhirnya hamil.
Namun...
Dengan operasi,
limfangioma bayimu pasti akan sembuh.
Dia akan sehat kembali.
Dia pasti bisa memakai topi buatanmu.
Saat bayi itu bergerak di perutmu, artinya dia sehat.
Dia pasti ingin segera bertemu dengan ibunya.
Ayo bersemangat dalam operasi itu.
Operasi itu sulit, bukan?
Dokter, aku ingin meminta tolong.
Apa pun yang terjadi kepadaku,
tolong selamatkan bayi ini.
Bu Mizuno.
Anak ini sangat penting bagiku.
"Penjelasan Operasi Modern Terkait Keterampilan Operasi EXIT dan Obgin"
Ada apa ini?
Dokter Takayama ingin Shindo mengingat semua ini besok.
Tidak mungkin
Dia tidak bisa mengingat semua itu, bukan?
Harapannya pasti tinggi dalam menjadikanmu asistennya.
Bersemangatlah.
Baik.
- Bisakah kamu mengatasinya? - Ya.
"Standar operasi untuk pengobatan terbaru
dalam penyakit bedah anak.
Pengobatan janin. Operasi EXIT.
Pastikan apakah trakeanya tersumbat menggunakan laringoskop."
Kamu Minato?
"Pintu masuk melampaui jam besuk"
Kamu tidak lupa penampilanku, bukan?
Pasti akan menyenangkan
andai kamu tidak ada!
Minato.
Aku merindukanmu, Minato.
Kamu tumbuh menjadi pria yang luar biasa.
Iyo, aku ingin bertanya.
Adakah restoran yang akan kamu sarankan untuk makan malam berdua?
Kenapa mendadak menanyakan itu?
Dokter akan pergi bersama orang yang dokter suka?
Benar.
- Dokter akan pergi bersama siapa? - Kapan kalian akan pergi?
Malam ini.
Aku diajak untuk makan malam.
Bukankah itu kencan? Dokter sangat mengesankan.
Shindo berpacaran dengan seseorang.
Aku sangat frustrasi!
- Kamu akan pergi bersama siapa? - Ayahku.
Kemarin ayahku menemuiku.
Ayahku bilang dia sudah lama ingin bertemu denganku.
Apa? Ayah dokter?
Dokter Shindo bilang
dia akan makan bersama ayahnya malam ini.
Baiklah.
"Hasil Penyelidikan"
"Penyelidikan Perilaku Shindo Ko, usia 65 tahun"
Benarkah kamu akan baik-baik saja
makan malam berdua saja bersama ayahmu?
Ya. Aku memesan restoran bintang tiga Michelin yang terkenal.
Permisi.
Siapa kamu?
Aku suami Mizuno Satoru.
Bagaimana jika kamu menemui Bu Rika?
Dia akan senang bertemu denganmu.
Sebenarnya, aku menentang pelaksanaan operasi EXIT itu.
Kami bertengkar karena ini.
Kami tidak bicara setelah pertengkaran itu.
Kenapa?
Kenapa kamu menentang pelaksanaan operasi EXIT?
Jika tidak melakukan operasi, bayi itu tidak akan bisa bernapas
dan mungkin akan meninggal.
Kudengar jika kita melakukan operasi dalam kondisi istriku saat ini,
beban jantungnya akan bertambah dan nyawanya akan terancam.
Mana mungkin aku menyetujui operasi yang begitu berbahaya?
Aku bisa memahami perasaan Pak Mizuno,
tapi semua operasi berisiko.
Karena Bu Rika sangat ingin melakukan operasi ini,
kita harus berusaha keras.
Ya. Aku juga ingin menyelamatkan bayi di dalam rahim Bu Rika.
Sudah saatnya. Aku harus pergi.
Kamu akan makan malam bersama ayahmu?
Ya. Segera hubungi aku jika ada masalah dengan Bu Rika.
Apa kamu senggang?
Selamat datang.
Namaku Shindo Minato. Aku memesan untuk dua orang.
Aku memesan meja di dekat jendela dengan pemandangan malam.
Pak Shindo, bukan? Kami sudah menunggumu.
- Silakan lewat sini. - Baiklah.
Malam itu aku tidak sengaja
mendengar percakapan kalian.
Adikku juga autis.
Kamu tidak bisa memberi tahu kekasihmu soal ini,
tapi memberi tahu dokter Seto.
Bagaimana denganmu?
Kamu sudah tahu
tujuan Pak Wakil Ketua memanfaatkan Shindo, bukan?
Kamu lupa sebanyak apa Ketua Shiga membantumu?
Haruskah berbuat sejauh itu untuk menghapus Bedah Anak?
Tidak ada cara lain.
Aku hanya bisa mengikuti perintah Pak Wakil Ketua.
Kudengar bank menolak pengajuan pendanaan kita.
Jika kita mengikuti usulan reformasi,
rumah sakit ini bisa menghasilkan keuntungan.
Kita sudah memasuki era baru.
Satu dari tiga orang adalah orang tua.
Artinya rumah sakit kita
akan bergabung dengan Grup Medis New Nippon?
Dengan cara itu, kita bisa mendapat dana besar dari mereka.
Aku ingin mempertahankan rumah sakit ini apa pun caranya.
Meskipun begitu,
kamu tidak bisa melihat pasien meninggal di hadapanmu.
Kamu tidak bisa melihat hal yang terpenting.
Apa yang kamu tahu?
Setiap kali aku mencari orang untuk berdiskusi,
siapa yang selalu mengutamakan pekerjaannya?
Maaf.
Aku tidak mau bertengkar denganmu.
Tenanglah dan pikirkan lagi hal ini.
Kenapa kamu mendadak menyuruhku kemari?
Aku akan makan malam bersama putraku tersayang.
Aku tahu motifmu.
Permisi.
Maaf, tapi kami akan tutup.
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah.
Kenapa Ayah tidak datang?
Aku menunggu Ayah.
Tunggu sebentar.
Lepaskan aku!
Jika tidak menemuimu,
aku bisa mendapat banyak uang.
Apa maksud Ayah?
Aku tahu motifmu.
"Duduk di tempat biasa dan memesan alkohol"
"Laporan Penyelidikan Awal. Usia 65 tahun, pengangguran, berutang"
Ambillah uang ini,
tapi jangan mendekati Minato lagi.
Begitu mendapat uang, aku tidak membutuhkanmu.
Bukankah sudah lama Ayah ingin bertemu denganku?
Bukankah sekarang Ayah menyukaiku karena aku sudah menjadi dokter?
Yang benar saja! Untuk apa aku ingin bertemu denganmu?
Kamu menghancurkan hidupku!
Aku tidak mengerti.
Aku tidak mengerti maksud Ayah.
Dasar berengsek. Apa kamu sudah lupa?
Kamu seharusnya menyelamatkan Sota.
Saat itu, mereka menyelamatkanmu dahulu.
Itulah sebabnya Sota terlambat diobati, lalu meninggal!
Sota meninggal karena kamu!
Ayah berbohong. Dokter Shiga bilang,
walau sangat disayangkan, Kakak meninggal di tempat.
Dia bilang Kakak tidak menderita dan pergi ke surga.
Ayah berbohong!
Jangan sentuh aku!
Pasti akan menyenangkan andai kamu tidak ada.
Dokter Shiga.
Ayahku bilang kamu menyelamatkanku dahulu dan itu alasan kakakku wafat.
Tapi kamu bilang,
walau sangat disayangkan, Kakak meninggal di tempat.
Siapa yang berkata jujur?
Katakan yang sebenarnya.
Saat kamu dan Sota dibawa ke rumah sakit,
kalian berdua masih hidup.
Aku tidak memberitahumu karena tidak ingin membuatmu bingung. Maaf.
Tapi sudah pasti Sota bukan meninggal karena kamu.
Waktu itu, peluang bertahan hidupmu lebih besar.
Itulah sebabnya aku menyelamatkanmu lebih dahulu.
Andai situasinya sebaliknya, aku pasti menyelamatkan Sota dahulu.
Tidak. Seharusnya kamu tidak menyerah apa pun situasinya.
Seharusnya kamu menyelamatkan kakakku dahulu.
Andai kamu menyelamatkan kakakku alih-alih aku,
semua orang pasti senang.
- Minato. - Seharusnya aku
yang pergi ke surga.
Tidak lama setelah Minato lahir, ibunya wafat karena sakit.
Sejak saat itu, ayahnya selalu tidak mau mengakuinya.
Orang yang selalu mendukungnya
adalah kakaknya, yaitu Sota.
Tapi pada hari itu,
saat Sota dibawa ke rumah sakit,
situasinya sudah terlambat.
Kenapa kamu menyelamatkan dia? Seharusnya kamu menyelamatkan Sota!
Hei, selamatkan Sota!
Saat itu, aku sudah merasa Minato tidak boleh tinggal bersama ayahnya.
Ayah!
Tapi seburuk apa pun orang tua,
anak tetap ingin disayangi oleh mereka.
Ayah!
Minato mulai hidup sendiri di panti asuhan.
Kakak.
Di mana Kakak?
Kapan dia akan kembali?
Kakakmu
berada di tempat yang disebut surga.
Surga?
Seperti ini. Letakkan tanganmu di depan dadamu.
Di situ ada pintu yang menuju ke surga.
Saat merasa sedih dan kesepian,
kamu bisa mengetuk pintu itu kapan pun.
Kakakmu pasti bisa mendengar apa yang ingin kamu katakan.
Bagi Minato,
rasa sakit karena kehilangan kakaknya
tidak akan hilang seumur hidupnya.
Tapi aku yakin,
justru karena Minato tahu betapa menyakitkan
kehilangan orang yang penting bagi kita,
dia pasti akan menjadi dokter yang luar biasa.
Minato.
Jadilah seorang dokter.
Minato, kamu tidak bodoh.
Kamu hebat.
Maaf.
Maaf.
Kalian berdua masih hidup.
Sota meninggal karena kamu!
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Maaf.
Di mana Shindo?
Aku belum melihat dia sejak pagi.
Dia absen tanpa izin? Yang benar saja.
Sudahlah. Mungkin dia tersesat.
Benar.
Tapi itu...
Halo.
Apa?
- USG. - Baik.
- Saturasi oksigen darah, 90. - Ganti dengan masker oksigen.
- Baik. - Ada apa?
Dia mendadak kesakitan.
Bayiku.
Bu Rika.
- Defibrilator. - Baik.
- Bersiap melakukan intubasi. - Bu Rika.
Kondisi ini disebabkan oleh angina pektoris.
Untuk sementara gejalanya stabil setelah suntikan vasodilator,
tapi dia belum siuman.
Kita tidak bisa memprediksi kondisinya.
Karena kejadian itu, bayinya mengalami vasokonstriksi.
Jika tidak segera melakukan operasi EXIT dan mengeluarkan bayi itu,
kita tidak akan bisa menyelamatkan bayi itu.
Kita tidak bisa melakukan operasi.
Jika dilakukan operasi dengan kondisinya saat ini,
jantung pasien tidak akan mampu mengatasinya.
Dia akan berada dalam bahaya.
Bagaimana dengan bayinya?
Apa yang akan terjadi kepadanya?
Jika tidak segera dioperasi, bayi itu akan mati di dalam rahim.
Jika Bu Rika mengetahui ini setelah siuman...
Meski begitu, kita tetap tidak bisa melakukan operasi EXIT.
Bagaimana jika ibunya meninggal?
Itu akan menjadi masalah besar.
Selama 20 tahun ini,
belum pernah ada seorang ibu yang sekarat di rumah sakit kita.
Itulah sebabnya kita selalu mengutamakan seorang ibu.
Begitu juga dengan kasus ini.
Memang ada risiko.
Namun, mungkin juga ada peluang untuk menyelamatkan dia.
Haruskah kita meminta pendapat dari keluarga pasien?
Aku akan mendiskusikan situasinya bersama pasien.
Jangan mengatakan hal yang tidak perlu.
Jika kami memotong pipa trakea saat tidak bisa melakukan intubasi,
waktu operasi akan diperpanjang.
Kondisi ibunya akan makin parah
dan nyawanya bisa terancam.
Jangan melakukannya jika risiko operasinya tinggi.
Tolong utamakan istriku.
Aku mengerti.
Benarkah kita bisa melanjutkan dengan cara ini?
Bu Rika bilang dibandingkan dengan nyawanya,
dia ingin kita mengutamakan bayinya.
Tapi sekarang dia tidak sadarkan diri.
Keluarganya yang akan mengambil keputusan akhir.
Karena suaminya tidak mau melakukan operasi EXIT,
kita tidak bisa melakukan apa pun soal itu.
Panggilan Anda dialihkan ke kotak suara.
Kamu mendengarkan, bukan? Angkat teleponmu.
Aku hanya ingin mengabarimu karena kamu asisten operasi.
Bu Rika mengidap angina pektoris.
Aku ingin berdiskusi denganmu.
Aku akan menunggumu di kantor. Kamu harus datang.
"Bedah Anak"
Lihatlah ini.
Aku tidak bisa mendengarkanmu.
Aku tidak bisa menjadi dokter lagi.
Aku kemari untuk mengatakan ini.
Dokter Shindo.
Selama ini aku yakin
kakakku juga ingin semua anak-anak bisa tumbuh menjadi orang dewasa.
Namun, mungkin bukan itu keinginan kakakku.
Kakakku selalu membantuku,
tapi saat dia sangat membutuhkan bantuan,
aku menghalanginya.
Itu sama sekali tidak benar.
Itu benar.
Kakakku sangat malang.
Selagi aku diobati,
dia pasti merasa ketakutan
dan sangat kesakitan.
Sekeras apa pun memukul dadaku,
aku tidak bisa mendengar suara kakakku lagi.
Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Aku tidak bisa sepenuhnya
memahami penyesalan dan kesedihanmu,
tapi Ketua Shiga bilang...
Justru karena Minato tahu betapa menyakitkan
kehilangan orang yang penting bagi kita,
dia pasti akan menjadi dokter yang luar biasa.
Justru karena selamat,
sekarang kamu bisa melakukan sesuatu.
Sekarang aku paham
perasaan Pak Mizuno.
Dia hanya ingin mengutamakan nyawa istrinya.
Aku juga bisa memahami perasaan Bu Rika.
Dibandingkan nyawanya sendiri, dia ingin mengutamakan bayinya.
Itulah sebabnya
aku ingin menyelamatkan mereka berdua jika memungkinkan.
Aku tidak bisa melupakan ucapannya.
Anak itu sangat penting bagiku.
Apa pun yang terjadi,
aku ingin menyelamatkan bayi Bu Rika.
Jadi,
kuharap kamu bisa membantuku.
Aku akan menunggumu di rumah sakit besok.
Aku tidak akan berubah pikiran apa pun yang kamu katakan.
Jika kita tidak melakukan operasi EXIT,
istriku akan selamat.
Menyelamatkan orang yang bisa kuselamatkan itu logis.
Aku tidak sanggup jika istriku meninggalkanku.
Aku tidak bisa
membayangkan hidup tanpa istriku.
Minato, jadilah seorang dokter.
Kakak!
Bangunlah!
Kakak!
Orang yang selamat akan menderita.
Aku memahami itu.
Aku memahami perasaanmu.
Tapi begitu juga dengan Bu Rika.
Saat siuman dan mengetahui bayinya sudah tidak ada,
dia akan menderita.
Sesering apa pun dia menangis, rasa sakit itu tidak akan hilang.
Rasa sakit di hatinya tidak akan sembuh.
Dia akan selalu merasakan rasa sakit itu.
Di mana bayiku?
Kenapa ini terjadi? Maaf.
Maaf.
"Kamu harus menyuntik sendiri untuk pengobatan kesuburan di rumah"
"Metode penyuntikan"
Kita tidak perlu berbuat sejauh ini.
Aku tidak mau menyerah begitu saja.
Maaf aku terlalu keras kepala.
Tapi aku sangat ingin menjadi seorang ibu apa pun caranya.
Aku pulang.
Kamu hamil?
Anak perempuan.
Semoga kali ini persalinanku lancar.
Kamu sudah berusaha begitu keras.
Kamu pasti bisa melahirkan bayi yang sehat.
Aku sudah memikirkan nama yang bagus.
Apa itu?
Artinya buah dari cinta kita.
Bagaimana jika kita menamainya Aishi?
Itu agak memalukan. Terlalu kentara.
Benarkah? Menurutku itu bagus.
Dia bergerak.
Bayi kita ada di dalam.
Jika memungkinkan,
aku juga ingin menyelamatkan bayi itu.
Namun,
aku sungguh tidak tahu harus berbuat apa.
Aku ingin menyelamatkan mereka berdua.
Aku ingin menyelamatkan mereka berdua.
Kakakku meninggalkanku sendiri dan pergi ke surga.
Sampai sekarang aku masih merasa sedih
dan kesepian.
Aku tidak mau orang lain merasakan rasa sakit ini.
Entah itu kamu atau Bu Rika,
aku tidak mau kalian kesakitan seperti ini.
Bu Rika
akan segera menjadi seorang ibu.
Sekarang hanya kamu yang bisa
membuat Bu Rika menjadi seorang ibu.
Maksudmu Pak Mizuno setuju untuk melakukan operasi?
Walau tahu istrinya akan berada dalam bahaya,
dia tetap ingin mempertahankan bayinya.
Setengah.
Jika bisa mengurangi setengah pendarahan selama operasi,
kita bisa meminimalkan risiko pada ibunya.
Maka mereka berdua akan selamat.
Dasar bodoh. Itu tidak mungkin.
Itu mungkin.
Sebelum mengangkat uterus, gunakan pin pelekat jaringan
untuk melekatkan area di sekitar uterus.
Kita bisa mengurangi pendarahan dengan cara itu.
Ini hanya teori.
Benar. Jika kita menerapkan prosedur hemostatik sebelum bedah scsar,
ada kemungkinan untuk mengurangi pendarahan.
Karena pasien dan keluarganya setuju untuk melakukan operasi,
kita harus mencoba cara ini.
Pak Takayama, apa kamu serius?
Karena ada kemungkinan untuk menyelamatkan mereka berdua,
kita harus mengutamakan keinginan pasien dan keluarganya.
Namun, kita harus menyelesaikan seluruh operasi dalam 15 menit.
Kita harus menghentikan operasi jika ada
yang mengancam nyawa ibunya.
Itulah syarat dariku.
Baik.
Seto, Shindo, bersiaplah.
Baik.
Kita akan melakukan operasi EXIT.
- Pisau bedah. - Baik.
- Pinset, kasa. - Baik.
"Ruang Operasi"
Pecahkan kantungnya.
- Keluarkan bayinya. - Baik.
- Suntikkan ketuban buatan. - Baik.
Sensor saturasi oksigen darah sudah terhubung.
- Pipa trakea. - Baik.
- Laringoskop. - Baik.
- Shindo, lakukan penyedotan. - Baik.
Pembengkakan di lehernya sangat parah.
Itu karena perdarahan internal.
Karena operasi, terjadi pendarahan di dalam limfatik.
- Lakukan intubasi. - Ambilkan pipa trakea.
Baik.
Aku tidak bisa melihat glotisnya.
- Miringkan sedikit ke belakang. - Baik.
Lima menit lagi.
Sulit melakukan intubasi.
Gawat. Ibunya terlalu banyak mengeluarkan darah.
Potong pipa trakeanya.
- Pisau bedah. - Baik.
- Shindo, bedah. - Baik.
Perluas limfangioma ke bagian depan trakea.
Kita tidak bisa memotongnya dalam situasi ini.
Terlalu banyak pendarahan. Ibunya tidak akan bisa mengatasinya.
Tunggu. Pasti ada cara lain.
Terjadi pendarahan di dalam limfatik.
Saat ini, kita tidak tahu posisi pemotongan pipa trakea.
USG. Lakukan USG.
Sebelum bayi menangis, trakea dipenuhi ketuban.
Kita bisa menemukan posisinya jika melakukan USG.
- Bersiap melakukan USG. - Baik.
Kurang dari tiga menit lagi.
Tekanan darah menurun menjadi 60. Situasi ini sangat berbahaya!
Tidak ada cara lain.
Mari merelakan bayinya.
Tunggu. Tunggu sebentar lagi.
Kamu ingin membiarkan mereka berdua meninggal?
- Berhenti. - Baik.
Di kartilago trakea kedua dan ketiga.
Potong di situ, maka bayinya bisa selamat.
Kita akan memotongnya. Pisau bedah.
- Gunting bedah. - Pasang tabung oksigen.
Baik.
Saluran napasnya terbuka.
- Tidak ada waktu. Cepat. - Baik.
- Potong tali pusatnya. - Baik.
- Gunting bedah bergerigi. - Baik.
- Gunting bedah. - Baik.
Potong.
Bagaimana bayiku?
Dia bayi perempuan yang sehat.
Lihatlah.
Dia ibumu.
Akhirnya ibu bertemu denganmu.
Rika.
Maaf.
Aku...
Pakaikan ini padanya.
"Aishi"
Kamu harus menjaganya dengan baik.
Kamu yang memberinya nama.
Rika.
Terima kasih telah melahirkan anak kita.
"Aishi"
Kamu mengajariku hal lain lagi.
Sekeras apa pun kamu bekerja,
tetap ada nyawa yang tidak bisa kamu selamatkan.
Namun,
walau kamu benci saat merasa tidak berdaya,
kamu tidak boleh lupakan keinginanmu untuk menyelamatkan pasien.
Justru karena kamu mempertahankan keinginan itu,
Aishi bisa bertemu dengan orang tuanya.
Apa pun pendapat orang,
kamu dokter yang luar biasa.
Minato, jadilah seorang dokter.
"Rumah Sakit Memorial Togo, Shindo Minato"
Minato.
Ayo makan bersama.
Aku mengerti saat melihat Aishi.
Aku mengerti kenapa aku tidak pergi ke surga.
Aku harus menyelamatkan anak-anak.
Karena kakakku yang baik hati
sangat ingin aku menjadi dokter.
Dia ingin aku menyelamatkan anak-anak.
Minato.
Jadi, aku tidak akan mengatakan itu lagi.
Terima kasih sudah menyelamatkanku.
Aku ingin menjadi dokter yang luar biasa.
Aku dan kakakku ingin anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa.
Jadi, mulai sekarang,
selalu dukunglah aku.
Baik, Minato.
Aku sangat menantikan pertumbuhanmu.
Baik.
Kalian sungguh bersedia mendanai kami, bukan?
Tentu saja.
Grup kami akan berusaha keras untuk mendukung kalian.
Jadi, bisakah kamu memberiku jawaban?
Bu Presdir.
Ini kesempatan terakhirmu untuk mempertahankan rumah sakit.
Mohon kerja samanya.
Baiklah.
"Tanggal 12 Agustus, hari Minggu. Pesan Baru. Togo Michi"
"Pengirim, Togo Michi. Mari kita putus"
Tidak ada masalah. Kondisinya sangat bagus.
Terima kasih, dokter Shindo.
Sama-sama.
Apa aku boleh bermain di Ruang Bermain nanti?
- Tentu saja. - Bagus.
Kamu akan bermain apa?
"Perwakilan Medis Rumah Sakit Memorial Togo. Shiga Akira"
"Nama Pasien, Shiga Akira"
"Hasil Pemeriksaan, Kanker Lambung Stadium Empat"
"Kanker sudah menyebar ke lever dan paru-paru"
"Fasilitas Medis, Pusat Perawatan Kanker Jepang"
"Teknisi, Takeuchi Shuhei"
Ovarium?
Jika bersifat ganas, kita harus mengangkat ovariumnya.
Kamu boleh memikirkan kembali soal pernikahan kita.
Nanako!
Mereka berdua saling mencintai. Kenapa mereka harus putus?
Dia dokter tetapku, Dokter Tampan.
Namaku bukan Dokter Tampan, tapi Shindo Minato.
Lamaran?
Hanya karena sakit, dia tidak boleh mencintai siapa pun?
Jika kita tidak menangani ini, nyawanya bisa terancam.
Jika kamu merasa sedih, izinkan aku menyembuhkanmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.