Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by iQiyi & Synced by skysoultan โ Follow @skysoultan on Instagram โ
Drama ini hanyalah fiksi dan tak terkait dengan orang,
organisasi, lokasi, atau peristiwa sungguhan.
Retret Sekolah
Kau masih di sini, So-hyun.
Kau...
Jeong Hui-su
Ya?
Sampai jumpa, Ho-rang. Sampai jumpa besok.
Baiklah.
Bukankah kau akan mengatakan sesuatu kepadaku?
Apa?
Kau mau mengatakan sesuatu tadi.
Itu...
Aku ingin bilang kau bekerja dengan baik hari ini.
Kau juga.
Sampai jumpa besok.
Festival Seoyeon ke-29
Bersenang-senanglah di retret sekolahmu! Kami yang urus siaran makan siang.
Buletin Sekolah
Baiklah. Periksa yang harus dibawa, jadwal, dan daftar kontak darurat.
Episode 6
Pastikan kalian memeriksanya.
Baiklah. Ada yang punya pertanyaan?
Pak, bagaimana pembagian kamarnya?
Ho-rang, tas kita akan cukup berat. Kau mau berbagi beban?
Aku akan membawa sampo dan kondisioner.
- Kau bisa membawa pembersih wajah. - Tentu.
Kalau begitu, aku akan membawa pengeriting rambut.
Astaga, apa lagi yang kubutuhkan?
Apa artinya aku tidak perlu membawa kondisionerku sendiri? Benar, 'kan?
Apa maksudmu? Kita akan berada di kamar yang berbeda.
Benar juga.
Kapten Tim Penyiaran, Ko Eun-taek
Kau bisa membawa celana yang kau pakai saat kita menonton bersama.
Itu tampak sangat nyaman.
Jangan mengejek celanaku. Itu merek mahal.
Kapten Tim Penyiaran, Ko Eun-taek
Kali ini video kita 5 menit 30 detik, kau mau menontonnya?
Baek Ho-rang. Bisa berikan diska lepas yang kusebutkan tadi?
Festival Seoyeon ke-29
Aku menaruhnya di sini tadi. Ke mana perginya?
Kurasa kita bisa mempersempitnya.
- Coba kulihat. Kirimkan kepadaku. - Baiklah.
Tinggal sepuluh detik lagi.
- Sampai apa? - Sampai Eun-taek datang.
Tersisa lima detik lagi.
Tidak mungkin. Bagaimana orang bisa selalu tepat waktu?
Sudah kuduga.
Kalian tahu kalian harus mengurus siaran besok, bukan?
- Ya. - Yakin aku tidak perlu memeriksanya lagi?
Kau sudah memeriksanya enam kali. Ini sempurna.
Baiklah.
Aku akan memeriksa video Tim B dan mengakhiri rapat hari ini.
- Baik. - Baik.
Kau dan aku. Kita hidup seperti itu,
dan kita menangis dan tertawa lagi seperti itu.
Kau merekam suara itu dengan apa?
Ponselku. Kenapa? Apa ada masalah?
Siapa yang merekam suara dengan ponsel? Ini bukan rekaman panduan.
Jeong Hui-su, kenapa kau tidak memeriksanya saat menyunting?
Kukira dia sudah tahu,
jadi, aku mendapatkannya darinya di saat terakhir. Maafkan aku.
Seharusnya aku memeriksanya lebih dahulu.
- Rekam lagi akhir pekan ini. - Akhir pekan ini?
Pekan ini akan berakhir saat kita kembali dari retret?
Kau bisa melakukannya setelah retret, dan kau punya akhir pekan juga.
Maafkan aku. Mari kita kerjakan bersama.
Baiklah.
Semua boleh pergi kecuali Baek Ho-rang, yang bertugas piket hari ini.
- Baiklah. Kerja bagus, Semuanya. - Bagus.
Aku akan menyesuaikan jadwalku dengan jadwalmu. Mari bicara nanti.
Baiklah.
Halo?
Hei, Baek Ho-rang. Haruskah aku membawa pengeriting atau pelurus rambut?
Benar juga. Besok kita retret.
- Apa? - Aku sibuk membersihkan
studio penyiaran karena pria ini
- sampai aku lupa soal retret. - Apa? Hei.
Haruskah aku membawa pengeriting atau pelurus rambut?
- Aku harus bekerja setelah pulang. - Lupakan saja.
- Aku akan bawa pelurus rambut saja. - Baiklah, sampai jumpa.
Hei. Hei!
Jadi, mana yang akan dia bawa?
Pelurus rambut.
Tunggu, apa?
Aku mendengar semuanya.
Suara Kang Jae-yi sangat lantang.
Kau merasa santai karena aku melunak kepadamu baru-baru ini, bukan?
Aku membiarkannya beberapa kali karena kau kesulitan.
Aku punya daftar berapa kali kau terlambat.
- Kau mau melihatnya? - Lupakan saja.
Pada tanggal 5 Oktober, kau terlambat empat menit.
5 Oktober, terlambat 4 menit
Pada tanggal 12 Oktober, kau terlambat 13 menit 20 detik.
12 Oktober, terlambat 13 menit dan 20 detik
15 Oktober, Pergi tanpa membersihkan persediaan
Pada tanggal 15 Oktober, kau pergi tanpa membersihkan persediaan.
Hei.
Kau sering sekali terlambat.
Aku tidak suka orang yang tidak tepat waktu.
Kau bilang aku cukup andal.
Benar juga. Tidak banyak hari saat kau cukup andal.
15 Oktober, Tiba tepat waktu
Pada tanggal 16 Oktober, kau tiba tepat waktu.
Pada tanggal 19 Oktober, kau selesai membersihkan ruang persediaan.
19 Oktober, Selesai membersihkan ruang persediaan
Aku mengerti, jadi, diamlah.
OSIS, Bang Yoon-hee
Tim Penyiaran, Ji So-hyun, Jeong Hui-su, Kim Eun-ha, Kim Hee-won
Apa itu?
Bukan apa-apa.
Kau lihat ini?
Kita harus melakukan tari daerah tahun ini.
Bukankah itu buruk?
- Hei, bisa mengetuk? - Aku mau pakai laptopmu selagi kau pergi.
Kenapa kau memakai laptopku, alih-alih laptopmu?
Astaga. Apa ini?
Kau akan ke pemakaman selama dua hari?
- Seleramu buruk sekali. - Berandal itu...
Kang Jae-yi
Maafkan aku.
Kang Jae-yi: Maafkan aku.
Kang Jae-yi
Aku sedang mengunduh video dari Netflix, dan kulihat itu ID-mu.
Aku sedang mengunduh video dari Netflix, dan kulihat itu ID-mu.
- Tidak apa-apa. - Aku mengirimkan uang lewat Toos,
dan aku akan keluar sekarang.
Tak masalah.
Kau tidak perlu membalas.
Sudah kubilang jangan berbaring.
Kasur apa yang kau pakai? Ini sangat nyaman.
Kau datang ke sini seolah-olah ini rumahmu sendiri.
Barangmu cukup untuk pindah ke negara lain.
Baiklah. Hei.
Aku hanya membawa sebanyak ini karena ini perjalanan satu malam.
Kenapa orang tuamu belum pulang?
Kukira aku akan menemui mereka, jadi, aku membawakan jus.
Jus atau tidak, cepat bangun. Kau bilang mau merias wajah.
Beri aku lima menit saja.
Baiklah.
Do Woo-jae
Maafkan aku.
Aku sedang mengunduh video dari Netflix, dan kulihat itu ID-mu.
Sial.
- Aku memakai beberapa tisu basahmu. - Baiklah.
Aku pernah melihat produk itu.
Apa? Ini?
Ya. Banyak anak memakai ini. Coba kulihat.
- Ayo. - Tidak.
SMA Seoyeon
Aku serius.
Jeong Hui-su, Aku antusias dengan retret ini!
Kudengar mereka mencampur kami.
Hai, Ji So-hyun.
Hai.
- Hai, So-hyun. - Hai, Yu-shin.
Tapi ini bus untuk Kelas Tiga.
Itu sebabnya aku ingin bertanya...
Bisakah kau bertukar tempat denganku? Kumohon?
Tidak. Cepatlah pergi.
Hei. Kumohon?
Aku membeli banyak camilan untuk So-hyun.
Kau bisa berikan kepadanya dan pergi.
Semuanya sudah datang?
- Hei. - Biar Ibu periksa kehadiran kalian.
- Baik, Bu. - Baiklah.
- Kim Hyun-sung. - Ada.
- Do Woo-jae. - Ada.
Baiklah. Ra Min-sung.
- Bu Guru! - Baiklah.
- Park Eun-bi. - Tolong diam.
Je Su-ho.
Lee Ha-neul.
Baiklah.
Kelas 2, Kelas 3
Agen Perjalanan
SMA Seoyeon
Obrolan Pria Panas
Aku melihatmu memakai topi hari ini.
Syukurlah.
Bus Kelas Satu ada di podium. Aku mencintaimu!
Astaga. Kim Yu-shin.
Kenapa Kim Yu-shin belum datang?
Mungkin dia tersesat di suatu tempat.
Sedang apa kau di sini, Do Woo-jae?
Hai.
Aku tidak akan meminjamkannya kepadamu.
- Kekanak-kanakan sekali. - Sayang sekali.
Hei, ayo.
Semuanya sudah di sini?
Jangan terlalu bersemangat dan pakai sabuk pengaman.
Baiklah.
Hei, Kang Jae-yi. Kau pernah melihat ini?
"Kontroversi Seputar Tubuh Bagian Atas dan Bawah Anjing"
Ya, aku sudah lihat. Bukankah sudah jelas?
Benar, bukan? Bukankah sudah jelas...
1: Tubuh bagian atas, Tubuh bagian bawah. 2: Tubuh bagian atas, Tubuh bagian bawah
- Ini. - Apa maksudmu?
Tubuh bagian atas berarti atas, dan tubuh bagian bawah berarti bawah.
Kita membagi tubuh manusia dari atas ke bawah,
jadi, nomor satu benar.
Hei, pikirkanlah.
Bayi merangkak.
Apa itu berarti lengan dan kaki mereka adalah tubuh bawah mereka,
lalu berubah saat mereka mulai berjalan? Itu tidak benar.
Tubuh bagian atas dan bawah harus agak proporsional.
Jika kau membaginya seperti ini, jadinya tidak proporsional.
Bus Tur
Retret Musim Gugur, Kelas 2, Kelas 1
- Kita sudah sampai. - Baik.
Tetap waspada dan pastikan membawa sampah di depan kalian.
Bangunkan anak-anak yang tidur di belakang.
- Bangun! - Bangun!
- Kang Jae-yi, bangun! - Ho-rang, bangun.
Hei, Baek Ho-rang.
- Tidak mungkin! - Aku sangat bersemangat!
Aku tidak tahu. Sungguh.
- Tidak mungkin! - Aku sangat bersemangat!
Aku tidak tahu. Sungguh.
- Apa maksudmu? - Itu benar.
Ibu
Panggilan terbaru, Ibu
Ayo cepat pergi!
- Tunggu. - Cepat.
Satu, dua, tiga.
Hui-su.
So-hyun. Hai.
- Mau kubawakan untukmu? - Benarkah?
Terima kasih.
- Mari berpose. - Aku akan memotretnya.
Satu, dua, tiga.
Astaga. Aku tidak sengaja mematikannya. Apa yang harus kulakukan?
Tunggu.
Terima kasih.
Aku akan mengambilnya sekarang.
Satu, dua...
Aku sungguh minta maaf. Aku tidak sengaja mematikannya lagi.
Kode sandinya 753411.
Mendekatlah.
Terima kasih.
Aku akan mengambilnya sekarang.
Satu, dua, tiga.
Semuanya, tolong cepat bergerak!
Semuanya!
Apa menyenangkan?
Ya, ini momen paling membahagiakan dalam hidupku.
Benarkah?
Ini momen paling tidak membahagiakanku, semua berkat seseorang.
Pertama, ada tari daerah.
Tolong beri tepuk tangan meriah untuk guru-guru kalian.
Mari mulai dengan berdiri serentangan tangan dari yang lain.
Kita akan mulai setelah kalian siap di tempat.
Pegang kedua tangan pasangan kalian,
dan para wanita, melangkah dengan kaki kanan kalian.
Dua.
Berputar dan tepuk tangan dua kali.
Lalu, mendekatlah ke rekan kalian.
Akan bapak tunjukkan contohnya.
So-hyun, aku penari yang luar biasa.
Apa yang kau lakukan? Keluarkan kakimu.
Apa? Ya.
Kukira kau bilang kau bisa.
Benar.
Tepuk tangan.
Haruskah kita lakukan sekali lagi?
Tentu.
Hei!
Tari daerah ini sangat menyebalkan.
Kenapa kita menari seperti babi di sini?
- Apa maksudmu? - Apa?
Tari daging babi.
Tari babi.
- Lupakan saja. - Ada apa denganmu?
Hei, mari kita bahas langkah-langkahnya.
Lihat mereka berdua!
Bisa lepaskan tanganku?
Ya.
Maaf.
Ya.
Grup Dua, silakan naik ke panggung.
Jadwal kalian sangat intens.
OSIS SMA Seoyeon Jadwal pertemuan
Boleh aku melihatnya?
Tentu.
Kupikir tim penyiaran yang paling intens,
tapi kalian sama intensnya.
Kenapa kau di dalamnya? Kau sepertinya menganggap ini menyebalkan.
Kenapa kau ada di tim penyiaran?
Kau sadar itu lebih mengejutkan bagi siapa pun, bukan?
Entahlah. Aku berakhir di sana.
Aku juga.
Semua orang membicarakan betapa canggungnya kalian.
Aku tidak kedinginan.
Bajumu terus naik saat menari.
Woo-jae, guru mencarimu.
Baiklah.
Bagaimana dia dengan Jae-yi tadi?
Tadi? Di bus?
Itu pemandangan yang cukup menarik.
Kuharap kau bisa melihat wajah mereka.
Eun-taek, pegang ini.
Ini?
Bagaimana aku bisa kepanasan karena menari di cuaca seperti ini?
Kau serius?
Kau tidak punya karet, ya?
Kau kita aku punya?
Bagaimana dengan ini?
Apa ini akan membantu?
Bagaimana aku bisa mengikat rambutku dengan ini?
Kenapa tidak? Kurasa bisa.
Bagaimana? Apa itu tidak nyaman?
Ini tidak nyaman,
tapi bukankah ini terlihat aneh?
Sama sekali tidak. Kau tampak cantik.
Di mana Woo-jae?
Entahlah.
Lihat mereka berdua.
Apa yang mereka lakukan? Apa mereka berpacaran?
Apa yang terjadi kepada Ho-rang setelah insiden itu?
Tidakkah kau merasa semuanya tiba-tiba tenang?
Tolong beri tepuk tangan untuk Grup Tiga.
Kau benar. Menyebalkan sekali.
753411.
Galeri
Kau mengunggah penjelasan di Seoyeon High Confessions.
Apa arti "nomor 16"?
Itu?
Entahlah. Mereka memberitahuku soal itu.
Aku jelas memegangnya di lapangan.
Aku akan mencarinya. Kau boleh masuk.
Kau di Suite 304, bukan?
Baik, Pak. Terima kasih.
Bukankah menurutmu penjaga itu sangat tampan?
Sangat.
- Kau sudah mencoba meneleponku? - Ya.
Sudah kubilang aku mencoba menelepon tiga kali dan tidak ada yang menjawab.
Nona, ini.
Ponselmu tergeletak di lantai.
Benarkah? Syukurlah!
Silakan ikuti aku.
Kalian berdua bisa pergi lebih dahulu.
- Kemarilah. - Cepat.
Para gadis dari Kelas Lima ingin berkumpul.
- Yang mana yang bilang? - Gadis berambut merah.
- Kapan? - Nanti.
Ayo.
Topiku.
Tidakkah menurutmu penjaga kita sangat tampan?
Dia manis sekali.
Hei, apa itu milikmu?
Apa katamu?
Apa itu milikmu?
Itu milik Woo-jae. Dia menjatuhkannya di bus.
Selagi membahasnya, bisakah kau membawanya ke Eun-taek besok?
Katakan kepadanya kau mengambilnya.
Baiklah.
Aku melihat Woo-jae
tersenyum lebar kepadamu tadi.
Aku tidak pernah melihat wajahnya seperti itu.
Woo-jae begitu?
Ya.
Dia mungkin mentertawakan betapa buruknya aku.
Bagaimana kabarmu?
Apa? Ada apa denganku?
Kau bilang sudah bicara dengan seorang pria.
Mungkin rasa suka.
- Bukan seperti itu. - Apa maksudmu?
Dia bersekolah di mana? Dia tinggal di mana?
Sesering apa kalian mengobrol?
Lupakan saja.
Ini sudah rumit, jadi, jangan bertanya.
Jika kau menyukainya, kencani saja dia.
Apa lagi yang harus dipikirkan?
Jangan terlalu memikirkannya.
Lakukan saja. Itu jawabannya.
Hei, kau tidak bisa bicara begitu.
Hei, aku...
Lampu mati dalam satu menit.
Retret Sekolah Sky Forest
Do Woo-jae
Terima kasih untuk semuanya sampai sekarang, Jae-yi.
Apa kau gila?
- Siapa itu? - Diam!
Do Woo-jae
Siapa yang bicara?
Astaga. Itu membuatku takut.
Do Woo-jae tidak dapat dihubungi. Tekan untuk memanggil ulang.
Aku harus bagaimana?
Ada apa?
Apa? Bukan apa-apa.
Maaf. Itu kecelakaan.
Maaf. Itu kesalahan.
Ada yang ingin kau katakan?
Do Woo-jae
Ya. Kau meninggalkan topimu di bus.
Akan kuberikan besok.
Do Woo-jae
Baiklah.
Aku harus bagaimana? Aku bodoh!
Kau serius?
Hei, ranjangnya akan patah!
Do Woo-jae
Kau mau memberikannya kepadaku sekarang?
Tidak mungkin!
Hei, di mana kau meninggalkan pengeriting rambut tadi?
Aku akan ke sana. Kau bisa menungguku.
Do Woo-jae
Aku sudah keluar.
Tidak ada penjaga.
Astaga!
Sudah kubilang tetap di sana.
Kurasa dia belum pergi.
Ini.
Terima kasih.
Kau memanggilku kemari selarut ini hanya untuk sebuah topi?
- Tidak. - Apa?
Aku merindukanmu.
Aku merindukanmu, Jae Yi.
Pintu Darurat
Retret Sekolah Sky Forest
- Hei, lihat wajahnya. - Apa itu?
Aku tidak bisa mengambil foto itu. Kirimkan yang itu kepadaku.
- Kirimkan foto yang kita ambil di bus. - Tentu.
Foto
Benarkah?
- Itu? - Astaga.
Sudah kubilang.
Foto
Ji So-hyun
Mari bicara.
Ponselmu sudah kembali?
So-hyun.
Apa kau yang mengambil ponselku?
Ya.
Aku mengambilnya.
Kenapa?
Aku harus memeriksa sesuatu. Dan aku benar.
Memang kau.
Orang yang mengunggah foto Ho-rang.
Dan orang yang menulis kisah untuk memprovokasi Ho-rang,
yang mengirim pesan langsung kepada Park Hye-rim,
dan yang mengunggah foto itu di internet saat festival,
semuanya kau.
Hei, So-hyun.
Kau tidak boleh melakukan itu.
Kenapa kau memeriksa ponselku?
Kenapa?
Kau pikir orang lain harus hidup dengan benar sementara kau tidak?
Kenapa kau melakukannya?
Bukankah sudah kubilang?
Kami teman sekelas saat SMP.
Dia bahkan tidak ingat temannya yang sekelas dengannya selama setahun.
Dia mengabaikanku seperti serangga. Itu menyebalkan sekali.
So-hyun, aku yakin kau juga tahu itu.
Setiap kali bicara, dia merendahkan orang dan mengajari mereka.
Dia bukan siapa-siapa sepertiku saat kelas satu.
Tapi dia terus mendapat perhatian padahal tidak pantas mendapatkannya.
Dia dan aku berada di tingkat yang sama,
tapi konyol melihatnya bersikap sombong seperti dia penting.
Karena itu aku mempertegasnya
bahwa dia berada
di sini, bawah rantai makanan,
bukan di atas.
Begini,
rasanya mengecewakan saat orang-orang mengira dia penindas.
- Apa maksudmu? - Benar.
Dia bersikap angkuh, alih-alih menyadari posisinya.
Jadi, dia pantas menerimanya.
"Pantas menerimanya?"
So-hyun.
Kau pikir semua unggahan yang aku unggah
dibuat-buat?
Apa kau tahu?
Sebenarnya, Baek Ho-rang
tidak suka angka 16.
Tidakkah kau penasaran
apa yang terjadi hari itu?
Kekerasan sekolah. Ya, itu dia.
Hari itu, Ho-rang
dipukuli oleh Lee Seon-ju.
2 tahun lalu
Selamat ulang tahun!
Selamat ulang tahun. Selamat ulang tahun!
- Siapa dia? - Seorang teman.
Dia sahabatku.
Sahabat?
Aku datang. Itu saja, bukan?
Aku akan pergi sekarang.
Kau mau ke mana?
Apa kau mencoba menghinaku saat aku bekerja keras menyiapkan ini untukmu?
Duduklah.
Mari bersenang-senang.
Mari kita berpesta.
Ini dia.
- Ini gila. - Siapa yang mau memakai itu?
Pakaikan kepadanya sekarang.
Astaga.
- Astaga, manis sekali. - Manis sekali.
Ho-rang, kau seekor gajah. Kau harus berputar seperti ini.
Di mana Kamar Tujuh?
- Tidak mungkin. - Cocok untukmu.
- Bagus. - Putar.
- Cocok untukmu. - Astaga.
Kurasa dia bau.
Hei, aku punya parfum. Tunggu.
- Harganya mahal. Jangan banyak-banyak. - Baiklah.
- Hei. - Itu Ho-rang.
Berapa kali harus kusemprot?
Bereskan ini sebelum kau pergi.
Aku akan kesulitan jika pemiliknya menelepon.
Aku yakin kau juga tidak menginginkan itu.
Baiklah.
Sub by iQiyi & Synced by skysoultan โ Follow @skysoultan on Instagram โ
Karaoke Angel
Karaoke Angel
Karaoke Angel
Karaoke Angel
Apa kau... Benarkah itu?
Jika semua ini bohong...
Aku melihatnya sendiri.
Dia bergaul dengan mereka seolah-olah menguasai jalanan.
Tapi setelah melihat apa yang terjadi kepadanya,
aku merasa kasihan kepadanya.
Tapi lihat apa yang terjadi.
Dia diam saja dan bahkan tidak ingat aku.
So-hyun, aku tahu kau juga tidak menyukainya.
Aku tahu semuanya. Kalian dekat, tapi bertengkar.
Dia tidak akan pernah mengakui bahwa dia dirundung.
Lihat dia sekarang.
Dia tidak bisa mengatakan apa pun
dan dijebak sebagai pelaku, tapi tetap diam.
Jadi, kau hanya perlu berpura-pura...
Tunggu.
Aku tidak mengerti apa yang terjadi.
Bisakah kau diam...
Aku akan membantumu mengerti.
Baek Ho-rang mengakhiri persahabatan karena tidak mau menunjukkan
betapa menyedihkannya dia.
Kau mengerti sekarang?
Dia takut memberitahumu bahwa dia dipukuli,
jadi, dia menghindarimu selama ini.
Apa?
Ulang tahunmu bulan depan,
jadi, apa yang ingin kau lakukan?
Mari kita lihat.
Bagaimana dengan pergi ke taman bermain?
Kita bisa memakai bandana dan berfoto.
Hei, kita bukan anak-anak.
Mau lihat berapa harganya?
Ya.
Lee Seon-ju
Baek Ho-rang, kau bodoh?
Tolong tutup mulutmu.
Tiket ke taman hiburan
Apa itu tadi? Kenapa dia bicara seperti itu?
Hei, kita teman.
Dia hanya bercanda.
- Baiklah. - Mari kita lihat.
Kita akan ke taman bermain saat ulang tahunmu, ya?
Baiklah.
Janji.
Janji.
Hei, Ji So-hyun.
Hei!
Ini dia. Aku membeli tteokbokki. Bukankah itu tampak enak?
Bukankah kau bilang akan makan dengan Lee Seon-ju?
Kami sudah makan, tapi...
Bagaimana mengatakannya, ya? Aku merasa
hariku akan selesai jika aku makan tteokbokki denganmu di sini.
Itulah yang kurasakan.
Apa maksudnya?
Ini hanya perasaanku.
Ini satu-satunya masa saat aku merasa nyaman.
Jadi, aku akan lebih sering datang
tanpa memberitahumu sebelumnya seperti hari ini.
Baiklah.
Tapi apa yang akan terjadi jika kita berakhir di SMA berbeda?
Bahkan jika kita masuk SMA yang berbeda,
kita bisa bertemu di sini setiap hari.
Kau benar. Kita tinggal berdekatan.
Makin aku memikirkannya, makin terasa tidak adil.
Kau tampak baik-baik saja setelah putus denganku.
- Apa aku tampak seperti itu? - Ya, begitulah.
Aku memang hidup tanpa masalah
setelah kita putus.
Apa maksudmu, Do Woo-jae?
Tapi aku tidak baik-baik saja.
Tanpamu,
aku tidak punya alasan untuk marah atau tertawa dan aku...
Aku sama sekali tidak senang.
Begitulah aku tahu pasti.
Semua emosi yang kubagikan denganmu sangat istimewa bagiku.
Kita mungkin sering bertengkar,
tapi itu saja
sangat berarti.
Jadi, aku tahu mungkin aku egois sekarang, tapi...
Jae-yi.
Ayo kembali bersama.
Aku akan berusaha lebih keras daripada sebelumnya.
Hei, Do Woo-jae.
Aku merasakan hal yang sama.
Setelah kita putus, aku memikirkanmu setiap hari,
dan aku ingin tahu apa yang kau lakukan.
Aku juga akan berusaha lebih keras.
Jika kau merespons perlahan, aku akan menunggu sampai kau menjawab,
dan aku akan berusaha lebih keras untuk memahamimu.
Jadi, pastikan
kau tidak memikirkan sesuatu dan memutuskan sendiri lagi.
Kalau begitu, aku akan membunuhmu.
Baiklah, aku mengerti. Aku tidak akan melakukan itu.
Ayo masuk. Kau akan terserang flu, Jae Yi.
Baiklah.
Ada yang ingin kukatakan, Woo-jae.
Bisakah kita merahasiakan bahwa kita bersama lagi?
Kenapa?
Masalahnya, aku berkeliaran menggunjingkanmu,
jadi, aku butuh waktu untuk mengubah pendapatku.
Kenapa kau begitu jujur?
Aku tidak begitu menjelek-jelekkanmu.
Sejujurnya, aku bilang ke semua orang bahwa aku tidak akan kembali bersamamu.
- Kau memberi tahu semua orang? - Hei. Dengarkan aku.
Kurasa kau membicarakanku ke semua orang.
- Halo? - Hei, di mana kau, Baek Ho-rang?
Seharusnya aku menanyakan hal yang sama.
Kenapa kau tidak menjawab teleponku? Di mana kau?
Aku? Aku baru kembali ke kamar kita.
Kenapa ada banyak anak dari kelas lain di sini?
Apa? Sial.
Apa? Ada apa?
Aku keluar karena kupikir kau di luar.
Baiklah, sampai jumpa.
Baiklah. Cepatlah kembali. Aku akan mandi.
Ada apa?
Hei, jangan tutup teleponnya sampai aku tiba di sana.
Kamar kita tepat di depan. Kenapa kau takut?
Tidak. Aku serius.
Aku berjalan pulang,
tapi mendengar sesuatu di belakangku...
Diamlah.
Ada apa? Kenapa kau tidak bicara?
Hei, jika kau setakut itu, kenapa tidak menelepon pria yang kau sukai?
Saat suka seseorang,
kau membuat alasan terkecil untuk menelepon.
Kang Jae-yi
Apa dia membicarakanku?
Tidak.
Masalahnya...
Aku suka jika dia membicarakanku.
Aku sudah memeriksa area ini. Baiklah.
Hei. Ikuti aku.
Retret Sekolah Sky Forest
Astaga. Apa itu? Kenapa mereka keluar selarut ini?
Mereka tidak tidur?
Itu karena anak-anak sepertimu yang tidak mendengarkan dan berkeliaran.
Apa maksudmu?
Aku keluar mencari Kang Jae-yi karena dia tidak kembali.
Kang Jae-yi?
Setelah kupikirkan, Do Woo-jae juga tidak ada di kamar kami.
Mereka pasti bertemu.
Apa? Itukah masalahnya?
Kang Jae-yi menyuruhku mengaku saja...
Mengakui apa?
Apa berkaitan dengan menyukai seseorang
yang dia sebutkan tadi?
Lupakan saja.
Kau mendengar semuanya, lalu kenapa terus bertanya?
Benar juga. Hei. Ulurkan tanganmu.
Tanganku?
Ini.
Bagaimana denganmu?
Apa yang kau lakukan pukul sebegini?
Aku tidak bisa tidur.
Kenapa?
Kau lupa mencatat waktu untuk tidur di agendamu?
Hei.
Lalu apa?
Apa ada masalah?
Tidak ada masalah.
Tidak apa-apa.
Kau ingat saat kita ke atap sementara kau dan aku
menyiapkan festival?
Kali pertama aku ke sana?
Ya.
Aku bercerita kepadamu
tentang orang yang selalu melanggar janjinya kepadaku.
Ibu rasa ibu tidak bisa bertemu hari itu.
Maafkan ibu. Bisakah kita bertemu di hari lain?
Dia mengirim pesan bahwa dia ingin bertemu denganku.
Aku bilang tidak dengan tegas,
tapi aku merasa tidak enak.
Eun-taek.
Orang yang kau maksud.
Boleh aku tahu siapa dia?
Begini,
jika tidak mau mengatakannya, tidak perlu.
Aku hanya penasaran.
Itu ibuku.
Orang tuaku bercerai saat aku masih kecil,
dan Ibu meninggalkan rumahku saat itu.
Begitu rupanya.
Aku tidak tahu.
Dia bilang akan kembali,
lalu dia tidak pernah bicara denganku lagi.
Dia jahat, bukan?
Itu sebabnya aku membencinya.
Dia bahkan seharusnya tidak berjanji.
Mungkin dia takut.
Karena dia mencintaimu.
Dia hanya ingin menunjukkan momen terbaiknya.
Aku mengerti alasannya.
Makin kau mencintai seseorang,
makin kau ingin bersembunyi.
Entahlah.
Aku tidak mengerti.
Itu hanya terdengar seperti alasan.
Orang lain hanya terluka tanpa tahu apa yang terjadi,
dan perilaku seperti itu menunjukkan bahwa dia tidak peduli.
Itu sebabnya aku tidak suka
orang yang berbohong.
Maaf aku membuat perbincangannya menjadi sangat serius.
Mau pergi sekarang?
Kurasa tidak akan ada yang melihat.
Tentu. Ayo kembali.
So-hyun! Apa tidurmu nyenyak?
Halo, Jae-yi.
Selamat pagi.
Kenapa matamu bengkak sekali? Apa tidurmu tidak nyenyak?
Tidak juga.
Aku meninggalkan pengisi daya di kamarku!
Ho-rang, tunggu aku di sini.
Apa yang kau sembunyikan?
Jangan menggali lebih dalam.
Kau hanya perlu
melihat semua seadanya dari tempatmu.
Ho-rang,
tarik koper lebih dekat.
Jangan menghalangi lorong.
Jeong Hui-su
Jeong Hui-su, aku akan diam seperti yang kau inginkan.
Jeong Hui-su
Tapi sebaiknya kau juga berhenti di sini.
- Aku sangat lelah. - Aku mengantuk.
Tanganku kering sekali. Ada yang punya losion tangan?
Terima kasih.
Kenapa aku merasa sangat lelah?
Benar, bukan? Leherku terasa kaku.
Kau melakukan banyak hal.
Bukankah kalian melakukan aktivitas yang sepadan untuk setahun?
Kenapa kalian berdua masih di sini jika sangat lelah?
- Apa? - Aku menunggu So-hyun,
tapi bagaimana dengan kalian berdua? Kalian menunggu seseorang?
Begini,
rumahku searah dengan rumah Eun-taek.
Baiklah.
- Apa? - Tentu, anggap saja begitu.
Bagaimana denganmu, Jae-yi?
Aku?
Aku...
- Mereka datang! - Aku pergi sekarang.
Aku akan pergi lebih dahulu. Sampai jumpa di sekolah.
Sampai jumpa!
Dia pergi karena melihat Woo-jae.
Aku juga akan pergi lebih dahulu.
- Baiklah. - Sampai jumpa.
- Kau akan langsung pulang? - Ya.
Kau mau makan sebelum kita pergi?
Kami juga akan makan malam.
Kau mau pergi bersama?
Hei!
Aku tidak keberatan.
Kalau begitu, ayo pergi bersama.
Kalian mau piza? Ada restoran piza baru.
Ayo.
- Tunggu aku! - Ayo.
Terima kasih.
So-hyun, kau tidur lebih awal semalam?
Aku meneleponmu, tapi kau tidak menjawab.
Aku tidur lebih awal karena lelah.
Bagaimana denganmu, Yu-shin?
Aku tidak bisa menghubungimu,
jadi, aku ke kamarnya dan bercengkerama sebelum tidur.
Eun-taek, bukankah Woo-jae juga di kamarmu?
Kenapa dia tidak ada saat aku berkunjung?
Itu karena
dia pergi menemui Jae-yi.
Apa yang kalian lakukan?
Kalian berdua pergi ke sana. Kenapa kau kembali?
Kami datang ke arah lain untukmu.
- Tidak mungkin! - Apa? Kau sudah tahu?
Kalian berkencan lagi?
Bagaimana kalian tahu?
Woo-jae, kau sudah memberi tahu mereka?
Tidak.
Bagaimana mereka sudah tahu?
- Terima kasih. - Terima kasih.
Selamat menikmati.
- Terima kasih. - Makanlah ini.
Ceritakan semuanya. Kapan ini terjadi?
Benar sekali. Kau bilang tidak akan pernah kembali bersama lagi.
Kapan aku pernah mengatakan itu?
Kau datang ke rumahku dan mencurahkan hati selama satu jam penuh.
Kau mengada-ada.
Ini sebabnya aku tidak memberitahumu tentang kami!
Bagaimana kalian berdua kembali bersama?
Benar. Siapa yang pertama menyarankannya?
Begini,
Woo-jae meninggalkan topinya di bus,
jadi, aku bertemu dengannya untuk mengembalikannya.
Itu terjadi begitu saja.
Kenapa kalian tidak terkejut?
Apa hanya aku yang tidak tahu?
Bukankah kau yang bodoh?
Aku sangat terkejut mendengar Eun-taek menyukai Ho-rang.
Eun-taek, kau menyukainya?
Apa? Sejak kapan?
Kurasa kau tidak tahu.
Yu-shin, bagaimana kau...
Bagaimana kau tahu dia menyukaiku?
Ho-rang!
Orang yang kau suka yang kau bicarakan selama ini adalah dia?
- Makanlah, Jae Yi. - Berhenti!
So-hyun bosan. Mari bicarakan hal lain.
Tidak, aku mendengarkan.
Selamat sudah kembali bersama.
Terima kasih, So-hyun.
Bisakah kami melihat menunya?
Ini.
Semua baik-baik saja?
Apa?
Sepertinya kau tidak makan dengan baik.
Bukan apa-apa.
Aku tidak tahu kau menyukai Ho-rang.
Kau tidak kecewa, bukan?
Aku? Kenapa begitu?
Karena kau dan dia bermasalah.
Kau sudah memberitahuku sejak lama.
Sudah kubilang itu rahasia kita berdua.
Aku mendoakan
yang terbaik untuk kalian berdua.
Apa hubunganmu dengan Ho-rang masih buruk?
Ya.
Aku masih tidak menyukainya.
Aku mulai amat tidak menyukainya,
jadi, aku akan memberi diriku ruang.
Karena sudah bilang begitu,
kurasa akan bagus jika kau tetap bersamanya seperti sekarang.
Apa?
Aku sadar hari ini Ho-rang punya banyak orang yang menjaganya.
Syukurlah.
So-hyun!
- Ini. - Terima kasih.
Kalian mau ke mana? Kami menuju pusat kota.
Aku mengantar So-hyun pulang. Kau tidak keberatan, bukan?
- Bagaimana dengan kalian berdua? - Kami akan pulang.
- Ini sudah larut. - Baiklah, kalau begitu.
- Dah. Sampai jumpa di sekolah! - Dah.
- Bersenang-senanglah. - Dah!
Dah!
- Aku akan membawanya. - Tidak apa-apa.
Aku bisa membawanya.
- Ayo. - Baik!
Sebentar lagi, tiga menit lagi.
Kau sudah menjadwalkan rekamannya?
Astaga. Ayolah.
Aku akan melakukannya di akhir pekan.
Kupikir mungkin kita bisa jalan-jalan setelah rekaman.
Jalan-jalan?
Jae-yi menanyakan hal yang sama tadi.
Dia ingin jalan-jalan di akhir pekan.
Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?
Bukannya tempat yang ingin kukunjungi.
Tapi aku sudah mencari tempat.
Aku dapat daftar ini dari seseorang.
Apa ini?
Maafkan aku. Kau harus pergi tanpa aku.
Apa?
Ada urusan mendadak.
Sampai nanti.
Apa ada masalah?
Nanti saja.
Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu nanti.
Aku baru saja mengunduh aplikasi untuk pasangan lagi.
Aku mengganti kodenya menjadi ulang tahunmu lagi.
- Aku mengubah foto profilnya. - Kau mau satu lagi?
- Tidak perlu. - Benarkah?
Karena kita sudah membicarakannya, aku harus melakukannya sekarang.
Tidak mungkin. Apa ini?
Ada bukti bahwa Baek Ho-rang seorang perisak.
Maaf. Aku tahu ini bukan papan yang tepat.
Tapi aku tetap tidak bisa memiliki akun media sosialku sendiri
karena dia merisakku.
Melihat dia menjadi terkenal di media sosial
membuatku ingin mengakhiri hidupku.
Yu-shin, aku harus mampir ke suatu tempat.
Aku akan pergi sekarang. Maaf.
Di mana kau sekarang?
Karaoke Angel
Cepat sekali.
Kita baru saja bicara di telepon.
Aku sedang di sekitar sini.
Apa?
Kau kecewa karena aku tidak terpengaruh sama sekali?
Itu hanya terjadi saat aku tidak tahu itu kau.
Entah kenapa, saat kali pertama bertemu, kau membuat suasana hatiku buruk.
Jadi, aku menyelidikimu agar aman.
Dan ternyata kau.
Firasat itu menakutkan.
Kau tahu
itu aku?
Bagaimana mungkin aku tidak tahu?
Kau meninggalkan jejak petunjuk yang mengarah kepadamu.
Kudengar kau menangani sebuah segmen.
"Segmen"?
Kudengar kau bertanggung jawab atas sebuah segmen.
Tim penyiaran? OSIS?
Setelah saat kau membuat kesalahan dengan memakai kata "segmen",
aku membaca pesan yang kau kirim saat makan siang.
Kau pemilih makanan, Ho-rang.
Berbicara denganmu di Face
Jam makan siang hari Selasa, 22 September
menyenangkan.
Jadwal untuk 22 September
Ji So-hyun: Bertanggung jawab atas siaran makan siang pada 22 September
Ko Eun-taek, Ji So-hyun,
Kim Hee-won
Jeong Hui-su, Kim Eun-ha
Jeong Hui-su, Kim Eun-ha
Aku bisa menyisihkan beberapa orang di tim penyiaran,
tapi OSIS adalah masalahnya.
Jadwal OSIS, 22 September
Kebetulan, OSIS ada rapat hari itu.
Bukan OSIS
Aku beruntung.
Setelah menyisihkan beberapa orang di daftarku,
ada kau dan beberapa anak kelas dua di daftarku.
Dan dengan semua yang kutemukan,
pelaku memastikan usianya untukku dan aku bersyukur.
Aku tahu kau bodoh, tapi aku tidak tahu kau sebodoh ini.
Lalu kenapa?
Hanya ini yang kau punya?
Biar kujelaskan, Ho-rang.
Aku selalu bilang.
Bahwa kau yang bodoh.
Unggahan itu? Aku sengaja mengunggahnya agar kau bisa melihatnya.
Apa?
Aku mengunggahnya agar kau bisa melihatnya.
Kau bodoh jika tidak tahu siapa aku setelah membaca unggahan itu.
Jika aku takut kepadamu,
kau pikir aku akan menunggu di sini sampai kau datang?
Hei, Ho-rang. Tolong berpikir, ya?
Masalahmu adalah kau mudah ditebak.
Jeong Hui-su, apa masalahmu denganku?
Tidak. Salah.
Pertanyaanmu salah.
"Sebanyak apa yang kau tahu?"
Itu yang seharusnya kau tanyakan.
Kau tidak penasaran?
Kau dipukuli hari itu.
Aku melihat semuanya.
Kau beruntung sudah menjadi terkenal sekarang.
Astaga. Kau tampak seperti pecundang hari itu.
Kau tahu betapa buruknya perasaanku?
Yang benar saja. Seharusnya kau sadar diri.
Kenapa kau menentangnya?
Ho-rang,
kau terlambat.
Kau bukan orang pertama yang mendatangiku hari ini.
Apa maksudmu?
- Apa? Ada orang lain? - Hei.
Itu dia.
Dia yang pertama
datang kepadaku.
So-hyun.
Ho-rang.
Kenapa kau...
Aku yang seharusnya bertanya.
Kenapa kau di sini?
Jawab aku.
Kenapa kau di sini?
Aku tidak bermaksud mencari tahu, tapi aku baru-baru ini tahu.
Aku bisa menjelaskan semuanya.
Tapi sebelum itu,
apa kau baik-baik saja?
Apa aku baik-baik saja?
Hei, ini pasti amat menyenangkan untukmu.
Kau tahu semuanya, tapi pura-pura tidak tahu
dan mengawasiku. Aku pasti terlihat seperti orang bodoh.
Tidak, Ho-rang.
- Bukan itu yang kulakukan. - Hei.
Sebanyak apa yang kau tahu?
Kalau begitu, beri tahu aku. Kenapa tidak?
Aku tidak mengerti ini.
Saat ini, melihatmu di sini membuatku lebih marah
daripadanya perbuatannya kepadaku selama ini. Kau tahu itu?
Benar sekali. Ho-rang,
jadi, tolong dengarkan aku.
So-hyun.
Kau seharusnya tidak datang ke sini.
Hei.
Ho-rang.
So-hyun.
Yang benar saja.
Jika kau lebih memercayaiku, aku tidak akan melakukan ini.
Kau...
Nanti kita bicara lagi.
Ho-rang.
Ho-rang.
Ho-rang.
Hei!
Kenapa kau hanya memikirkan diri sendiri?
Itu yang kau lakukan dua tahun lalu.
Saat kau menjauhkanku dan tiba-tiba meninggalkanku,
tahukah kau betapa aku membencimu?
Setelah mengetahui apa yang terjadi,
aku tidak bisa tidur malam itu karena sangat menyesalinya.
Tapi aku berpaling dan menguburnya
karena kau tidak ingin orang-orang tahu.
Jadi, aku menutup mulutku dan melakukan semua yang kubisa.
Apa lagi yang harus kulakukan di sini?
Seharusnya kau berpura-pura tidak tahu sampai akhir.
- Apa? - Kau...
Kau mengasihaniku sekarang.
Dan kau payah dalam hal itu.
Jika benar-benar menjagaku,
kau seharusnya menyembunyikannya sampai akhir.
Seharusnya kau tidak menemuinya untuk melindungiku.
Seharusnya kau mengutukku dan bertanya kepadaku
kenapa aku tidak memberitahumu.
Aku juga ingin melakukan itu.
Aku hampir membencimu seumur hidupku tanpa tahu cerita lengkapnya.
Aku ingin bertanya kenapa kau tidak bilang apa pun kepadaku.
Aku ingin mengutukmu dan bertanya kenapa kau melakukannya,
tapi bagaimana bisa?
Kau tetap temanku.
Tidakkah kau juga merasa seperti itu?
Hei, Ji So-hyun.
Jangan berlebihan.
Kau dan aku
berhenti berteman dua tahun lalu.
Ho-rang. Baek Ho-rang.
Kumohon.
Kumohon.
Ini sebabnya aku tidak menyukaimu.
Aku sangat malu. Bagaimana aku bisa bertemu denganmu lagi?
Mari jangan
bertemu lagi.
Sub by iQiyi & Synced by skysoultan โ Follow @skysoultan on Instagram โ
Epilog
- Hei, itu dia. - Siapa?
Gadis yang mengencani banyak pria.
- Itu gila. Kau serius? - Ya.
- Itu dia. - Tidak mungkin.
Hei.
Apa kau pewarna bibir?
Apa? Ya.
Ini.
Apa kau punya warna lain?
Bagaimana dengan yang ini?
Kau hanya punya teman pria, bukan?
- Apa? - Itulah yang kudengar.
Kudengar kau tidak punya teman wanita dan hanya bergaul dengan pria.
Benar juga. Masalahnya...
Aku lebih nyaman bicara dengan pria,
tapi bukan berarti aku tidak nyaman bicara dengan wanita.
Kenapa kau membuat alasan?
Begitulah manusia.
Saat seseorang berbeda dari mereka, mereka pikir itu aneh.
- Kau mengencani mereka semua? - Tidak!
Kalau begitu, tidak aneh kau punya banyak teman pria.
Tapi
warna ini sangat aneh.
Tidak ada yang akan menggunakan ini.
Apakah seburuk itu?
Hei.
Hei, kalau begitu,
bisakah kau ikut denganku untuk membelinya nanti?
Atau katakan saja apa yang bagus untuk dibeli.
Aku akan membeli bedak padat sepulang sekolah.
Kau bisa ikut denganku jika mau.
Baiklah.
Hei, kau murid pintar?
- Semacam itu. - Astaga, kau menyebalkan sekali.
Ji So-hyun, Baek Ho-rang
Ji So-hyun, Baek Ho-rang
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.