All language subtitles for Run on ep 1 NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (SoranĂ®)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by Netflix & Synced by skysoultan â™” Follow @skysoultan on Instagram â™”

SEMUA LOKASI, TOKOH, ORGANISASI, DAN INSIDEN

DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKTIF.

Sial.

Maaf, Bu.

- Nak, kau sudah sampai. - Hai.

FESTIVAL FILM INTERNASIONAL ANNAM

FESTIVAL FILM INTERNASIONAL ANNAM KE-21

EPISODE 1

Kau gugup karena banyak kamera?

Aku hanya kesilauan.

Kau memang konyol.

Dia putra Yook Ji-woo. Dia anggota tim nasional.

Mana suaminya yang anggota majelis?

Padahal suaminya lebih terkenal.

Lebih baik bersama yang lebih muda.

Dia juga tampan.

Kami cinta Yook Ji-woo!

Akhirnya selesai. Kerja bagus.

Ji-woo, kita harus pergi.

Berikutnya acara radio visual. Kenakan busana yang sama.

Pakai ini ke acara radio?

Itu demi yang terbaik, Ji-woo.

Ini dari penggemarmu.

Nak, apa rencanamu setelah ini?

Aku akan ketemu atlet lain di bioskop dekat sini.

Ayo ikut dengan ibu. Kita searah.

Kau tak mau ikut ibu saja, ke acara radio visual?

Tidak.

Dalam festival film internasional Annam hari ini,

kita kedatangan Ratu Cannes, Yook Ji-woo. Halo.

Halo.

Apa tahun depan kami bisa melihat karya barumu?

Entahlah. Aku berterima kasih jika dapat tawaran.

Mohon bantuan semua orang di industri film.

Siapa pria yang di panggung bersamamu tadi?

Dia lawan main di filmmu selanjutnya?

Dia pria yang paling kusayangi di dunia ini.

Mungkin karena dia mirip denganku.

Tolong ceritakan mengenai filmmu.

Ada banyak orang yang menantikannya.

Karena masih proses syuting, tak bisa kuceritakan secara detail.

Kisah cinta yang mudah ditebak saat aku bisa menjadi…

orang gila,

pecundang,

psikopat…

Aku kenal suara ini.

Yook…

Yook…

…bajingan,

dan cinta pertama seseorang.

Aku sangat ingin ada di sana.

Nantikanlah filmku.

- Itu ulasan bagus. - Permisi.

Ada acara apa ini?

Acara festival film.

Sebenarnya, ini kali ketigaku.

- Wanita di dalam itu… - Yook Ji-woo.

Sampai saat ini,

- kau aktris terbaik di Korea. - Tak mungkin!

Apa rahasiamu?

- Aku harus berterima kasih atas dukungan - Ji-woo…

- keluargaku dan suamiku. - Jangan sekarang.

Suamiku…

- Halo. - Hei, film akan segera dimulai.

Kapan kemari? Kapan kau akan datang?

Aku tak akan bisa ke sana.

Kenapa?

Ada masalah? Ada kecelakaan?

Bisa dianggap begitu. Aku sudah di depan bioskop.

Kau tahu aku melihat siapa?

Ada Yook Ji-woo di depanku!

Sungguh luar biasa.

Awalnya, aku mau menonton pemutaran perdana, tapi batal.

Aku mungkin tak bisa lihat Yook Ji-woo lagi.

Kau beruntung sekali.

Aku akan memotret daftar penutup film untukmu.

Terima kasih.

- Dah. - Aku selalu berusaha maksimal.

Ya.

- Apa yang biasa kau lakukan… - Boleh duduk di sini?

- untuk berolahraga? - Aku mulai berolahraga…

setelah bangun pagi, dan jalan sepuluh ribu langkah.

- Kau sungguh menjaga kebugaran. - Ji-woo!

Apa itu?

"Ji-woo,

- kulitmu seputih susu." - Dia melihat pesanku!

"Aku membicarakan kulitmu."

- Ya, soal kulitmu. - Aku tersanjung.

Kau, penggemarku yang berkulit cerah dan mulus.

Terima kasih! Aku menghargainya.

- Kau yang terbaik. - Ji-woo!

Aku sangat mencintaimu.

Kau sungguh menggemaskan.

Kita makan, atau menonton dulu?

Makan dulu?

- Aku lapar. - Baik.

Kau lihat Choi Tae-ri tadi?

Bagaimana penampilannya bisa begitu?

Dia cantik sekali. Benar-benar bukan main.

Jika tahu ada festival film di depan pusat pelatihan,

- aku akan datang tiap tahun. - Ya.

Apa aku boleh beli tiket?

Ada film yang ingin aku tonton.

Kau selalu mengeluh tak punya uang.

Kau bahkan tak mentraktir kami minum.

Maaf. Jika aku memenangkan hadiah uang, aku akan…

Biar aku yang belikan.

Lagi-lagi kau sombong dan memamerkan uang.

Seon-gyeom. Fotomu di atas panggung tadi sangat keren.

Aku hampir mengajakmu berkencan.

- Aku pergi beli tiket. - Punyaku juga.

Baik.

Kenapa kau juga?

Karena kau kaya.

Fotomu dan Yook Ji-woo…

Maksudku, ibumu, sudah diunggah.

Itu karena ibuku ingin foto bersama.

Seharusnya foto di studio foto.

Kenapa harus disebar di Internet?

Dasar caper.

- Apa? - Apa?

- "Caper"? - Lantas kenapa?

Apa artinya?

Cari saja di internet.

Kenapa kau bangga bersikap bodoh?

Hampir saja kuberi tahu.

Permisi. Aku mau beli dua tiket film Gone is the Night.

- Maksudku, tiga tiket. - Mohon tunggu.

Baik.

Sikap Seung-woo yang terburu-buru membuat Yoon-sun menarik pelatuk.

TERJEMAHAN: OH MI-JOO

Bagaimana menurutmu?

- Bagus, bukan? - Ya.

Kau sudah puas melihat Yook Ji-woo?

Jika ini mimpi, aku tak ingin terbangun.

Terjemahanmu luar biasa, meski waktunya kurang pas untuk penempatan.

Penempatan untuk film di festival film?

Aku susah payah memenuhi tenggat.

Aku berusaha keras karena akan dikirim ke festival film di luar negeri,

jadi, namaku ada di akhir film jika itu terjadi.

Kau hanya bagus pada Festival Film Sundance.

- Ini. - Ini, ya?

- Terima kasih. - Boleh minta tanda tangan?

Ya.

Kuakui, kau memang rajin.

Bagaimana bisa menerjemahkan film festival dari bahasa Korea ke Inggris tiap tahun?

Makanya terasa lebih bangga saat berhasil melakukannya.

Aku melakukannya untuk melihat satu baris ini.

TERJEMAHAN: OH MI-JOO

Oh Mi-joo?

Rupanya benar kau.

Tak kusangka kita bisa bertemu di sini.

- Senang bertemu denganmu. - Benarkah?

Aku ragu kau senang jika mengingat cara kita berpisah.

Sebenarnya aku sudah lupa.

Seperti adegan film.

Lama tak bertemu, May.

- Kudengar kau jadi distributor film? - Ya. Halo.

Kau banyak berkembang. Kau bahkan menerjemahkan filmku.

Selamat.

Aku melakukannya dengan profesional.

Kau mengaku sebagai profesional,

tapi kau memotong ujaran monolog protagonis pria.

Terjemahannya benar?

Kupotong karena enggan merusak adegan. Maksudnya tetap tersampaikan.

Takarir panjang tak selalu bagus.

Itu merusak penghayatan.

- Sutradara Han. - Ya.

Kerja bagus. Sampai jumpa di jamuan makan malam.

Sampai jumpa nanti, May.

Sialan. Aku dengki.

Sayangnya,

aku tak bisa pergi ke sana denganmu karena ada acara lain.

Aku bisa mengatasinya.

Aku paling takut saat kau mengatakan itu.

- Mau minum? - Itu pub?

Soju, kami datang.

- Tentu. - Ayo.

- Halo. - Halo.

Kupikir kalian sudah kembali ke pusat pelatihan.

Seon-gyeom mentraktir, ini tak boleh dilewatkan.

Kelihatannya enak.

Aturlah dengan benar.

Maaf.

Ini.

Bersulang!

Sutradara Han, aku suka filmmu. Filmmu bagus.

- Kau berlebihan. - Selamat.

Firasatku baik soal ini.

Maju ke Cannes denganmu.

Terima kasih lagi.

Sudah kuduga Seok-won akan berhasil.

Dia sutradara muda yang paling populer.

Tiket filmnya terjual habis sebelum festival film.

- Benar! - Kapan pesanan kami datang?

Sedang disiapkan.

Mi-joo, kudengar kau menerjemahkan wawancara tamu juga.

- Benarkah? - Ya.

Aku bisa menerjemahkan secara tertulis dan lisan.

Sepertinya aku genius.

- Keren sekali. - Hebat.

Aku hanya mengikuti arahanmu, Profesor.

Bukankah dia tampan?

Aku pernah dimarahi Profesor habis-habisan sampai menangis.

Profesor Hwang sering membicarakanmu.

"Oh Mi-joo, muridku yang pandai menerjemahkan."

Kalian berdua pasti sangat akrab.

Ya.

Aku menerjemahkan segalanya untuk Profesor saat kuliah.

Karena akrab, aku jarang dibayar.

Oh Mi-joo! Rupanya kau di sana.

Ayo, kemarilah.

- Kami juga? - Ya.

Baiklah. Kalian juga ke sini.

Akan kami luangkan tempat untuk kalian.

- Sekali lagi. - Sebelah sana?

Halo, Oh Mi-joo. Sudah lama tak bertemu.

- Ini. - Ya.

Terima kasih sudah memberiku peluang dalam film ini.

Kepala pemrogram festival film adalah temanku.

Dia yang merekomendasikanmu.

Karena sesama alumnus, maka bisa menambah reputasi universitas.

Ya, aku juga mengenalnya.

Aku pernah jadi sukarelawan di festival film,

dan menerjemahkan proyek mendesak. Sepertinya dia menyukainya.

Ya, tapi aku menentangmu.

Rupanya kau menentangku.

Gelasku sudah kosong.

Tak baik minum miras saat perut kosong.

Kau memperhatikannya karena dia sutradara menjanjikan?

- Aku? - Begitu, bukan?

Sudah lama tak ada sutradara berpotensi dari universitas kita.

- Aku akan tulis ulasan yang luar biasa. - Terima kasih.

Kalian sudah isi gelas kalian, bukan?

Angkat gelas kalian.

Tunggu.

Ternyata gelasmu kosong.

Untuk Han Seok-won!

- Bersulang! - Bersulang!

- Bersulang! - Ini luar biasa.

Boleh pesan satu botol soju lagi?

CARI: CAPER

MENCARI PERHATIAN

PERILAKU ORANG YANG INGIN MENJADI PUSAT PERHATIAN

"Mencari perhatian"?

"Pencari perhatian"?

Apa?

Makan ini.

Tesisku…

harus dibaca oleh semua calon sutradara menjanjikan.

Benar.

Film karya Andrei Tarkovsky seperti The Sacrifice dan Stalker

menggambarkan keindahan dari pengambilan adegan panjang.

Pengambilan adegan panjang dan mise-en-scène…

Aku sungguh ingin pulang ke rumah.

Apa katamu?

Gelasmu kosong. Biar kutuangkan.

Tidak. Oh Mi-joo yang harus menuangkannya untukku.

Profesor. Lebih baik berhenti minum untuk malam ini.

Kau terlihat lelah…

Kau yang lelah karena sudah menua.

Pesan lagi, atau pindah ke tempat lain.

- Kau baik-baik saja? - Kau bahkan tak bisa berdiri tegak.

Apa? Aku tak bisa berdiri tegak?

Aku hanya cemas karena kau tak bisa mengendalikan diri.

Beraninya kau!

Profesor, ada apa denganmu?

- Kau tak apa-apa, Mi-joo? - Biar aku sendiri.

Hei. Penerjemah wanita harus sadar diri.

Hanya karena berparas cantik…

Paras cantik mungkin sedap dipandang,

tapi bukan berarti kau bisa bersikap kurang ajar.

Apa-apaan?

Minta maaf kepadaku.

Aku lupakan jika kau minta maaf.

Kau sudah hebat, ya? "Minta maaf"?

Kau tak berhak menghinaku

meskipun telah menjadi penerjemah sukses!

Kalau begitu, aku ganti dengan pertanyaan.

Apa hubungannya kecantikanku dan terjemahanku?

Apa di film yang kau tonton, wajah penerjemah muncul bersama takarir?

- Film yang aku tonton tak begitu. - Apa?

Paras cantik sedap dipandang?

Apa kau sadar akan ucapanmu?

Komentar begitu di zaman sekarang?

Sepertinya kita hidup di zaman yang berbeda.

Kau hidup di zaman Joseon? Apa kau penjelajah waktu?

Siapa rajamu kala itu?

Raja Sejong? Raja Cheoljong?

Dasar kau…

Tolong hentikan, Profesor.

Lepaskanlah. Dia minta dilepaskan.

Kalian menyiksa orang tua.

Hei, Oh Mi-joo. Hentikan.

Lepaskan.

Aku bukan lagi muridmu.

Aku anggota masyarakat yang punya HAM.

Apa karena aku wanita,

kau jadi boleh menghinaku dengan komentar seksisme?

Kau yang menghinaku!

Katamu aku tak bisa berdiri!

Apa maksudmu

aku tak bisa berdiri?

Kata siapa aku tak bisa berdiri?

Kau kira itu maksudku?

Kenapa ini terjadi kepadaku?

Permisi, Dokter.

- Dia bilang aku tak bisa berdiri - Apa? Hei!

- Dia bilang aku tak bisa berdiri - Apa?

- Aduh. - Lepaskan aku.

Kau pikir bicara dengan siapa?

Wig?

- Oh Mi-joo, kau… - Profesor.

- Aku tak akan membiarkanmu! - Dia tak bermaksud begitu.

- Tenanglah. - Aku juga.

- Apa? - Kau akan menyesali ucapanmu hari ini.

Astaga.

Hei, Oh Mi-joo! Berhenti!

- Kumohon tenanglah, Profesor. - Lepaskan aku!

BIar kuwakili meminta maaf.

- Kumohon. - Oh Mi-joo!

Aku tak boleh buang sampah sembarangan.

Tahan sebentar.

Setahun lalu…

Aduh.

Maaf.

Maafkan aku.

Terima kasih.

- Itu pemantik. - Aku tak tanya.

Benar juga.

Bisa pura-pura tak lihat?

Mi-joo!

Oh Mi-joo?

Astaga. Tunggu sebentar.

Maaf. Tiga menit saja.

- Ayo pergi. - Aku tak mau kembali ke sana.

Hei, Mi-joo. Ayo pergi.

- Aku tak mau kembali ke sana. - Sekali ini saja.

- Ayolah. - Aku tak mau.

- Kenapa kau? - Aku harus melakukan ini karenamu?

Profesor berkata begitu karena mabuk.

Lalu? Aku tak mau kembali ke sana. Lepas.

- Ayo pergi. - Sakit!

Astaga.

Ini pistol sungguhan?

Apa ini menembakkan peluru asli?

Kalau ya, kenapa?

Kukira bisa membuatnya melepaskan tanganmu.

Mi-joo, kau kenal orang ini?

Aku tak mengerti. Kau sedang membantuku?

Tadi kau jatuh karenaku.

Karena itu, kau tertangkap olehnya,

dan tiga menit belum berlalu.

Apa hubungannya membantu dan pistol?

Itu pistol sungguhan?

Biasanya jika ditodong, orang akan melepaskan

atau mengangkat tangan.

Rupanya tak berhasil.

Hal seperti itu hanya terjadi di film.

- Kau terlihat agak gila. - Benar.

Siapa orang gila ini?

Atau mungkin terlihat gila karena terlalu tenang.

Apa?

Astaga!

Mengagetkan saja.

Astaga.

Berdirilah.

- Silakan pergi. - Baik.

Apa-apaan ini? Dia pergi ke mana?

5 MEI 2019 COLANGELO

Bersiap!

- Terima kasih. - Sampai nanti.

Kita syuting berita olahraga pekan ini?

Kau tak dapat tawaran wawancara?

Hei, Seon-gyeom. Kau tak diwawancara?

Aku menolaknya.

Kenapa ditolak? Aku akan melakukannya.

Kau pemecah rekor baru di Korea,

dan aku bukan siapa-siapa.

Jika kau bukan siapa-siapa, bagaimana dengan yang lain?

Kau merendahkan dirimu? Menyebalkan.

Itu pujian?

Caramu memuji sungguh aneh.

Untuk apa aku memujimu?

Kau belum makan obat? Kau gila?

Astaga. Kau pandai sekali merangkai kata-kata sesuai isi hatimu.

Para reporter pasti akan senang jika kau sikapmu begitu saat wawancara.

Pertahankanlah.

Semoga wawancaramu lancar.

Dasar menyebalkan.

Selalu berlagak eksklusif dan pintar.

Ini bukan kali pertama Seon-gyeom bersikap menyebalkan.

Dia selalu seperti itu.

Gyu-deok.

- Ya? - Seon-gyeom temanku, bukan temanmu.

- Hormati seniormu. - Baik.

Aku pergi.

- Hati-hati. - Hati-hati.

Rupanya mereka membicarakanku lagi.

Ya. Itu…

Meski Yeong-il juara satu, dia seperti merasa tersaingi olehmu.

Padahal kau sangat baik.

Karena itu Yeong-il bisa juara satu.

Lalu, kenapa yang lain sangat membencimu?

Kau ceria sekali saat menyindir.

Aku?

Sepertinya sifatku sedikit berubah.

Mungkin karena aku selalu memikirkan

soal memperpendek waktu rekorku.

Senioritas juga melelahkan.

Mungkin karena belum terbiasa dengan pusat pelatihan.

Jangan menyalahkan diri sendiri,

tapi salahkan mereka yang membuatmu begitu.

Apa termasuk kau juga?

Tentu saja.

Aku juga turut andil.

Seon-gyeom.

Ini, aku yang traktir.

Kemarin kau traktir tiket film.

- Kau suka filmnya? - Tidak juga.

Itu memang subjektif.

- Kau keren sekali. - Astaga, terima kasih.

- Aku suka filmmu. - Terima kasih.

Terima kasih banyak.

Kau selamat sampai rumah malam itu?

Itu hari terburuk dalam hidupku.

Bertemu mantan pacar dan kehilangan pistolku.

Hatiku berdebar saat kau bicara sopan serasa kita tak saling kenal.

Kau sungguh konyol.

Apa aku boleh memukulmu dengan keras?

- Kupikir kau sudah kembali ke Seoul. - Kenapa begitu?

Aku harus menerjemahkan wawancaramu.

- Jangan merusak kesenanganku. - Kau tak perlu senang.

Profesor Hwang yang akan melakukannya.

Apa?

Profesor. Kau meninggalkan wigmu.

Aku sudah mencuci dan mengeringkannya.

Profesor Hwang yang aku hormati.

Apa kau di dalam?

Profesor Hwang?

Aku sungguh ingin menerjemahkan acara pembukaan film itu.

Jika kau seperti ini, aku akan membunuhmu.

Katakan dengan benar.

Kau yang pergi membawa wigku.

- Halo, Profesor. - Kau masuklah, Sayang.

Selamat beristirahat.

Kudengar kau menjadi penerjemah untuk wawancara Sutradara Han.

Respons filmnya bagus. Dia disebut sebagai penerus Bong Joon-ho juga.

Kau sudah menonton Gone is the Night?

Aku menonton pemutaran perdananya kemarin.

Kau hanya menontonnya sekali?

Maksudku…

itu film nonlinear rumit dengan banyak metafora.

Cara bicara Sutradara Han mirip dengan filmnya.

Terkadang sulit diterjemahkan.

Aku sangat mengerti bahwa kau melakukan ini karena membenciku.

Penonton asing tak salah apa pun. Aku yang bersalah.

Setelah selesai menerjemahkan, aku akan minta maaf…

Aku akan mengalah jika kau membalikkan waktu.

- Apa? - Kau tanya apa aku penjelajah waktu.

Kenapa kau tak membalikkan waktu?

Jika bisa, lakukanlah. Kembalikan ini.

Ke masa kau masih berambut?

Kau sungguh menyebalkan.

Astaga. Bukan itu maksudku, Profesor Hwang.

Zaman sekarang, banyak orang botak demi mode.

Kenapa kau tak bisa percaya diri?

- Ini opini jujurku. - Itulah masalahnya!

Kenapa kau marah akan ketulusanku?

Pergi! Enyahlah, Psikopat!

Aku tak akan bisa memaafkanmu!

Menyebalkan.

Aku gantung di depan pintu.

Sial.

Kau mendatanginya untuk minta maaf atau menyindir?

Jangan tanya. Dia marah karena kebotakannya dan menyuruhku pergi.

- Katanya aku psikopat. - Sambil pakai wig?

Aku tak sedang bercanda.

Cuaca semakin dingin, dan wig semakin mahal.

Kau tak tahu, bukan? Suhu badan naik satu derajat Celsius saat memakai topi.

Pikirkan saja tagihan listrik kita untuk penghangat ruangan.

Kau tak memikirkan beruang kutub?

Aku tak bisa mengerti.

Kenapa menyalahkanku atas kebotakannya?

Jika wig termasuk bagian kepala, memang kau yang membuatnya botak.

May.

Hidup sungguh melelahkan.

- Tiba-tiba berkata begitu? - Hidup memang begitu.

Lupakanlah. Ayo pergi menonton film.

Sudah telanjur memesan hotel.

Malam itu, aku benar-benar hilang akal.

Bagaimana kucari pistolku?

Bukankah kau dapat tanda tangan itu saat festival film?

- Siapa nama orang itu? - Col…

- Cola… - May.

Sutradara Michelle Colangelo. Aku sudah mengatakannya berkali-kali.

Haruskah aku membawakan Profesor minuman ginseng?

Kau mendatanginya tanpa bawa apa-apa?

Pantas saja.

Sub by Netflix & Synced by skysoultan â™” Follow @skysoultan on Instagram â™”

Seon-gyeom. Waktumu tepat sepuluh detik.

Itu waktu terbaikmu. Bagus.

Sayang sekali. Padahal bisa selesai di detik kesembilan.

Akhirnya rekormu membaik.

Lakukan seperti ini saat kompetisi. Kerja bagus.

Hei. Kenapa rekor kalian malah mundur?

Kalian atlet bela diri, atau binaragawan?

Besarkan otot bagian depan dan belakang, bukan samping.

Bagaimana bisa berlari? Badan kalian besar.

Lakukan dengan benar. Jangan main-main saja!

Belajarlah dari Seon-gyeom.

- Mengerti? - Ya.

Angkat. Tahan. Bagus.

Hei, Woo-sik.

Apa itu di wajahmu?

Aku terjatuh saat mandi.

Kupikir akan perih saat berkeringat.

Kau baru di sini. Kau harus waspada.

Maaf. Aku akan lebih hati-hati.

Ya. Lakukanlah dengan baik.

Baik.

Sekali lagi. Bagus. Lagi.

Bagus.

Woo-sik.

Aku memikirkan sesuatu.

Kau mau dengar?

Pelatih memperhatikan para atlet dengan teliti.

Yeong-il hanya memikirkan diri sendiri.

Bagi atlet lain, kau hanya orang asing,

dan kau tak terlihat suka melukai diri sendiri.

Kau pernah satu SMA dengan Park Gyu-deok dan Kim Gi-beom.

Kurasa ini sudah terjadi sejak SMA.

- Bagaimana pendapatmu? - Bukan begitu.

Lantas?

Jika mau berbohong, lakukan dengan benar.

Aku…

Aku kurang disiplin. Mereka begitu agar aku menjadi lebih baik.

Kau sungguh akan berbohong?

Aku tak bohong. Aku tak apa-apa.

- Sungguh? - Ya.

Kau tak apa-apa dipukul tanpa alasan?

Anggaplah kau memang bersalah.

Kau sungguh tak apa-apa dipukul?

Apa kau tak bisa pura-pura tak tahu?

Aku enggan buat heboh karena hal sepele. Aku akan berlaku lebih baik.

Aku beri tahu apa yang harus kau lakukan.

Minta diagnosis tertulis dari dokter.

Ini…

harus kau foto. Semua memarmu.

Kau tak tahu yang akan terjadi.

Pastikan kau memotretnya.

Punggungmu juga.

Bu. Aku Oh Mi-joo, murid Profesor Hwang.

Apa Profesor ada di dalam?

Tunggu sebentar.

Bagaimana jika menolak bertemu?

Jika kau tak mau bertemu Profesor, aku bisa masuk sendirian.

Jika mau, aku bisa menghindar sejak sebelum berangkat.

Kau masih di sana? Dia bilang tak ada.

- Serius? - Wanita ini aneh sekali.

Bu. Kami bawa minuman ginseng untuk Profesor.

Setidaknya tolong terima ini.

Katanya boleh. Tunggu sebentar.

Picik sekali. Sepertinya dia suka minuman ginseng.

May. Sudah lama tak berjumpa.

Kau berhenti jadi penerjemah dan menjadi distributor film?

Kudengar perusahaanmu berkembang pesat.

- Itu semua berkat aku. - Kau masih angkuh.

Itu sebabnya aku berbisnis sendiri, alih-alih bekerja untuk orang lain.

Itu karena kemampuan sosialmu buruk.

Aku senior sepuluh tahunmu.

Jika memulai karier baru,

kau harus mendatangiku dengan tawaran pekerjaan.

Kau tak punya rasa hormat.

Ada asap berarti ada api.

Asap tak muncul tiba-tiba.

Kau tak pernah jadi teladan untukku,

untuk apa menghormatimu?

Lantas mau apa kemari?

Seharusnya datang saat pemakamanku saja.

Profesor!

Mengagetkan saja.

Pemakaman? Kau harus panjang umur.

Jangan bahas pemakaman.

Sepertinya aku sedikit menggila hari itu.

Kau juga gila keesokan harinya.

Bisakah kau membiarkanku menerjemahkan wawancara yang tersisa?

Ini sangat penting bagi karierku.

Kau sangat ingin menjadi penerjemah?

Ya. Aku bisa melakukannya dengan baik.

Profesor Hwang.

Hanya minta cari penerjemah lisan untuk sepekan. Kenapa lama sekali?

Pak.

Aku hanya butuh penerjemah untuk mengikuti jadwal putraku

dan berhadapan dengan reporter asing.

Apa permintaanku terlalu sulit?

Karena ini untuk atlet nasional, aku lebih ekstra hati-hati.

Kalau begitu, carilah orang yang hidupnya tak berkecukupan.

Orang seperti itu tak akan buat masalah karena butuh uang.

Baik. Aku akan mencarinya sesuai keinginanmu.

Ya. Sampai jumpa, Anggota Majelis Ki.

Penerjemah paruh waktu, apanya?

Dia pikir kau masih mahasiswa yang bekerja paruh waktu?

Ditambah lagi, tak dibayar?

Dia mau mencuri komisi dan bayaranmu.

Tak apa-apa.

Ini lebih mudah daripada membalikkan waktu.

Kapan lagi aku bisa menerjemahkan untuk atlet nasional?

Ini bisa membantu karierku ke depannya.

Bajingan kikir.

Dia sungguh menjijikkan.

- Kita tak boleh menua seperti dia. - Tentu saja tidak.

Kenapa Malaikat Mau tak mengambilnya?

Mungkin sibuk.

May. Pulanglah lebih dulu.

Aku harus berlatih menembak.

Sial.

Tim merah menang.

Bulu, kukira kau pergi ke festival film?

Ya, aku di festival film.

Namun, kau di warnet.

Tak bisa tidur.

Pistol kehidupan nyataku hilang.

Astaga. Kau belum menemukannya?

Belum. Ada yang mengambilnya.

Aku punya Ruger edisi terbatas. Mau beli?

Kuberi harga murah.

Astaga. Sungguh?

Bisa transaksi langsung di Seoul?

Baik.

Sulit sekali…

untuk hidup manusiawi.

PENGHARGAAN BUDAYA SEJONG YOOK JI-WOO

TURNAMEN GOLF LPGA FAIR PLAY KI EUN-BI

TOLONG KIRIM KE KI SEON-GYEOM MANAJER YOOK JI-WOO

KAKAK CANTIKKU

Apa ini?

Kenapa mengubah nama sesuka hati?

Kau baru sadar?

Aku sudah lama menggantinya. Jadi, sia-sia saja.

Kau mau apa?

Bagaimana jika tak ada?

Katanya, kakak beradik bertelepon hanya jika ada urusan.

Kau punya teman sekarang? Siapa yang mengajarimu itu?

Kau datang ke acara keluarga pekan depan?

Ada reporter. Sebaiknya kau datang.

Tentu saja.

Aku bahkan dikirimi baju agar tak berpakaian seenaknya.

Dari manajer Ibu.

- Kau pikir aku buang yang sebelumnya? - Kau membuangnya?

- Belum. - Kalau begitu ambil ini.

Desain kartu namaku sudah berubah.

Bagus, bukan?

Biar aku antar.

Aku akan naik mobilnya.

Apa semua ini?

Peralatan berkemah. Aku berkemah bersama anak-anakku akhir pekan ini.

Kau ibu yang baik.

Itu hobiku.

Bagaimana Palm Springs?

Dan-ah bersusah payah memilihkan hotel.

Berkat kalian badanku bisa relaks, tapi pikiranku terbebani.

Jika dikumpulkan, perhatian dari kalian bisa mencapai ratusan juta.

Bukankah tak seharusnya begitu kepada atlet agensi lain?

Apa ada orang bodoh yang tak tahu bahwa kau bermain untuk dibayar?

Perusahaan ini dekat dengan ayahku, jadi, aku harus memperbarui kontrakku.

Agensi bagi mereka

hanya bisnis kecil untuk menyombongkan diri.

Orang-orang kaya membentuk klub golf, memberikan sponsor,

dan membuat agensi.

Kalian pura-pura berbeda?

Berpura-pura berbeda adalah kelebihan kami.

Kau tahu ada pemotretan dengan Ki Seon-gyeom, bukan?

Dan-ah mempersiapkan banyak agar kau memakai baju perusahaannya.

Makanya aku datang hari ini agar kau setuju.

Aku bukan bagian agensi kalian. Tolong perhatikan Ki Seon-gyeom saja.

Aku sudah selesai berenang.

Tolong siapkan kopi hangat.

Sudah kuduga.

Eun-bi sangat menyayangi adiknya.

Bagaimana? Aku antar ke rumah?

Aku tak tahu.

Apa aku dan Seon-gyeom punya rumah?

Tentu punya.

Kalian tinggal di Cheongun-dong, 'kan?

Rumah seharusnya ditinggali.

Seon-gyeom tinggal sendirian saat masih kecil.

Setelah dia pindah, tak ada orang di sana.

Tolong antar aku ke hotel.

Tak ada siapa-siapa di sini.

Dia terlihat sangat mencurigakan.

Kau Senyum Malaikat?

Aku Kim Bulu.

Rupanya kau wanita.

Karena itu kau tak menyalakan mikrofon untuk berbincang?

Itu karena orang sepertimu.

Aku mau lihat barangnya.

Bayar dulu.

- Barang dulu, baru uang. - Sial. Menyebalkan.

Beri aku uang dulu.

Kau benar-benar aneh.

Biar adil, kita lakukan bersamaan.

Astaga.

Kau pikir aku akan menipumu?

Luar biasa.

- Biar aku jelaskan. - Aku sudah tahu.

Kemarikan. Pistol ini sedikit berbeda.

Sial.

- Hei! - Minggir!

Hei, Bajingan!

- Astaga. Dia hampir menyusul. - Kubunuh kau!

Berhenti di sana!

Sial!

Hei!

Hei, Bajingan!

Aku akan membunuhnya. Berhenti!

- Sial. - Beraninya kau!

Tamat riwayatmu.

Aku sedang menuju ke sana.

Aku hampir sampai.

Tampaknya, hari ini adalah kali pertama aku cuti pada tahun ini.

Aku tak tahu.

Aku mau beristirahat,

tapi kau hanya punya waktu hari ini.

Aku terburu-buru ingin bertemu denganmu. Jadi, bisakah lebih cepat?

Baik. Aku akan segera sampai.

Sayangnya, tak ada yang bisa kulempar padamu.

Pencuri!

Ada apa?

Minggir!

Astaga!

- Sudah, ya. - Yang benar saja!

Apa ini? Dia menutup telepon?

Aku pinjam ini, ya?

Apa bisa?

Kita coba saja.

- Nomor yang Anda tuju tidak dapat… - Apa ini?

Dia menolak teleponku?

- Nomor yang Anda tuju tidak dapat… - Dia sengaja?

Astaga.

Kupikir akan rusak, dasar berengsek.

Halo. Aku menangkap pencuri.

Sepertinya aku sekarang ada di tengah-tengah Taman Jinguk.

- Ada apa? - Ya. Tolong cepat.

Akan kubunuh dia.

Beraninya kau menipu sesama penggemar pistol?

Kau sungguh menyebalkan. Hei, mau aku tembak?

Mau kutembak? Aku tak masalah menjadi pembunuh hari ini.

Sadarlah, Bajingan! Hei!

Apa kau yang melempar ini?

Bukan.

Barang ini milikku, tapi…

dia yang melemparnya.

Terima kasih sudah membantuku.

Bisa pura-pura tak lihat?

Aku bisa terkena masalah

bergantung pada keterlibatan langsung atau tak langsungku.

Aku memang tak melihat kau melemparnya.

Baguslah.

Apa barangmu baik-baik saja?

Tak apa-apa selama tak pecah.

Ini air madu.

Baguslah.

Kalau begitu, aku tak perlu ganti rugi apa pun, bukan?

Aku pamit.

Biar kami ambil alih.

Jangan bergerak!

Buang pistolmu!

Ini pistol mainan.

Katanya itu pistol mainan.

Aku sudah tahu itu mainan.

Ini hanya mainan.

Tolong katakan sesuatu.

POLISI

Astaga, ini dibuat dengan sempurna.

- Aku hampir tertipu. - Benar, 'kan?

Kualitas seperti ini jarang ada.

Aku hampir dapat barang berharga ini,

tapi dia bawa kabur saat aku sedang memeriksanya.

Aku sangat sedih.

Aku mengerti perasaan dan situasimu.

Tolong isi berita acara ini.

Kalian berdua.

Kau melempar dengan baik.

Katanya kau tak lihat?

PERNYATAAN KI SEON-GYEOM

Maksudku, sepertinya kau melempar dengan baik.

Berkatmu, aku mendapatkan pistolku.

- Itu sungguh mainan? - Astaga. Tak mungkin sungguhan.

Pistol ilegal di Korea.

Ada banyak orang aneh yang senang melanggar hukum.

Aku bukan orang aneh.

Aku tak bilang kau aneh.

Kau berlari mempertaruhkan nyawamu untuk mainan?

Kau sedang menginterogasiku?

Apa kau polisi?

Makanya kau tak terkejut saat kali pertama melihat pistol ini?

Aku tak mudah terkejut.

Terlihat jelas itu hanya mainan.

Pistol itu mahal karena dibuat menyerupai aslinya.

Kau tahu semua jenis pistol?

Aku sering mendengarnya karena pekerjaanku.

Apa pekerjaanmu? Apa kau John Wick?

- Siapa itu? - Kau tak tahu?

Tidak.

Begitu, ya?

Lalu, kenapa aneh?

- Aku? - Bukan.

Aku.

Apa kau aneh?

Maksudku…

Saat bicara soal pistol itu ilegal.

Lupakan.

Dia pasti berpikir aku main-main.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Dia masih tak menjawab teleponku.

Pak. Belikan asbak

yang terbuat dari kaca tebal.

- Bu, sebelum… - Kenapa Seon-gyeom tak jawab telepon?

- Rapat akan dimulai. - Dia mungkin tak jawab telepon

karena sedang di kantor polisi.

Dia di kantor polisi?

Kenapa begitu? Apa yang terjadi?

Tadi aku tak sengaja melihatnya, dan…

Dan-ah!

Kenapa dia di sini?

Adikmu datang.

Sudah kubilang kunci pintu.

Kau berenang lagi? Jubah ini bagus.

Bukankah dia seharusnya pulang besok?

Jika aku di Osaka sampai besok, kau pasti di kantor seharian.

Kau tak suka?

Periksa apa ada penggemar yang mengikuti sampai depan kantor.

Jika ada yang ke sini,

- perlakukan dengan baik, lalu usir. - Baik.

Kenapa penggemarmu menyukaimu?

Selera orang beragam.

Tolong hargai mereka.

- Kenapa kau menyukaiku? - Karena kau kakakku dan keluargaku.

Lalu, kenapa kau membenciku?

- Alasan yang sama denganmu. - Apa?

Karena kau adikku dan keluargaku.

Berhentilah menyukaiku. Merepotkan.

Jangan ke sini lagi.

Aku boleh datang jika tak merepotkan?

Kenapa memohon padaku?

Penggemarmu bangga padamu, meski hanya melihatmu hidup.

Memang kau punya banyak waktu?

Jangan memohon perhatian dariku.

Karena kau…

Kau menjadi idola untuk berhenti melakukan itu, 'kan?

Aku kesal.

Kau sungguh menyebalkan.

Aku datang karena ini lebih enak jika langsung dimakan.

Terserah mau dimakan atau tidak.

Mau kubersihkan?

Entah kenapa dia sangat berlebihan seperti itu.

Padahal kami hanya setengah saudara.

Entah apa dia berhati baik atau hanya gila?

Apa dia tak tahu waktuku sangat berharga?

Kita harus atur ulang rapat dengan Seon-gyeom.

Tahu kenapa dia dibawa ke kantor polisi?

Sepertinya masalah sipil.

Sepertinya dia tak tahu jika atlet tak boleh ikut campur seperti itu.

Seharusnya aku beri tahu.

Aku akan menanganinya.

Ayahnya pasti akan menanganinya.

Kau sudah cari tahu?

Penerjemah yang dipilih Anggota Majelis Ki setelah menolakku.

Astaga. Sudah malam.

Kau jadi tak bisa menghadiri rapat.

Benar juga.

Ini bisa menjadi hari terakhirku.

Presdir membuang waktu cutinya karena aku.

Kau pasti lapar, bukan?

Aku ingin traktir makan karena kau sudah membantuku.

Aku tak lapar.

Kira-kira kapan kau akan lapar?

Jika kau punya kartu nama…

Aku tak bermaksud menggodamu.

Tak perlu dipaksakan jika kau tak mau.

Ini bukan karena aku bosan dan menganggur.

Aku hanya merasa tak enak.

Karena kau terus menatapku seperti itu,

aku jadi terus berbicara melantur.

Kau juga tadi menatapku seperti ini.

Berkatmu, kita sekarang ada di depan kantor polisi,

dan Presdir akan membunuhku.

Itu karena hanya kau yang aku kenal.

Apa ada yang bisa aku lakukan untuk menebusnya?

Berikan nomormu.

- Aku hanya perlu meneleponmu saat lapar? - Ya.

Kau penganggur?

Tak sepenuhnya. Hanya sementara.

Semua orang penganggur saat sedang tak bekerja.

Ini.

SAAT LAPAR, DOR

"Dor"?

"Dor!"

Hubungi aku, dan aku akan secepat peluru agar kita bisa makan.

Mengenai pistol…

Apa gunanya memiliki barang palsu?

Apa harus asli baru bisa berguna?

Memangnya kenapa? Aku memilikinya karena ingin.

Kenapa kau membantuku? Dua kali.

Tak ada alasan.

Bagaimana bisa membantu tanpa alasan?

Aku bisa begitu.

Kau juga memiliki mainan pistol hanya karena menginginkannya.

Kalau begitu, kita berdua sama saja.

Apa profesi John Wick?

John Wick.

Pekerjaan John Wick?

Pembunuh?

Kau pergi kerja di luar kota lagi?

Karena pasar film.

Kau memerlukan sesuatu dari toko bebas cukai?

Peluru.

Apa bisa bebas pajak?

Bagaimana dengan urusanmu? Berjalan lancar?

May. Kau percaya takdir?

Ya, hanya jika dia tampan.

Lupakan jika tak percaya.

Baiklah.

Apa ini? Nomor tak dikenal.

Apa…

Halo.

Apa? Di mana?

TEMUKAN TUBUHMU

Astaga. Apa ini?

Dia model?

Kurasa dia tidak bisa.

Sejak ganti koki, makanannya menjadi tak enak.

Ya.

Aku sangat benci kenyang karena makanan tak enak.

Aku bekerja keras demi hal ini?

Permisi.

Ada keperluan apa?

Aku diminta datang untuk menjadi penerjemah pelatihan di luar kota.

Oh Mi-ja, yang dipilih secara eksklusif oleh Anggota Majelis Ki?

Namaku Oh Mi-joo.

Eksklusif atau tidak, aku datang karena rambut palsu profesor…

Maksudku, profesorku merekomendasikanku.

Apa kau kaya?

Setahuku tidak.

Kupikir kau menyogok untuk menjadi penerjemah.

Hwang Guk-kwon, profesor yang beri referensi

untuk jadi penerjemah adalah bawahan Pak Ki Jeong-do.

Dia sangat menyukai uang.

Kalau begitu, apa kau bawahan dari bawahan itu?

Apa pekerjaan ini begitu berharga sampai harus menyogok?

Ini bukan pekerjaan sepele sampai harus memaksa

- dan mengabaikan pembuat keputusan. - Aku tak memaksa.

- Kau pembuat keputusan itu? - Ya.

Seperti yang kau lihat,

atlet yang mungkin akan kau terjemahkan adalah milikku.

Mari ke kafe terdekat. Aku belum minum kopi hari ini.

- Silakan kembali bekerja. - Baik.

Kupikir kau memanggilku untuk sekadar bercakap-cakap

karena kita akan bekerja bersama.

Namun, kau seperti sedang melampiaskan kemarahanmu.

Aku kesal karena ada politikus yang menyewamu secara diam-diam.

Kupikir kau sejenis dengannya. Ternyata tidak. Setidaknya untuk saat ini.

Aku juga tak begitu senang

karena merasa bahwa aku bawahan dari bawahan itu.

Kuharap kau melampiaskan kemarahanmu

pada politikus itu, bukan aku.

Benar juga. Baiklah.

Baik. Sudah selesai, bukan?

Kau tak perlu ambil pusing pekerjaan ini.

Agensi kami juga punya penerjemah khusus yang sangat kompeten.

Kau mau memecatku? Ada apa lagi? Kenapa?

Aku tak tahu kenapa "lagi".

Yang jelas kami tak memerlukanmu.

Tak boleh! Jika aku dipecat,

aku harus menghampiri manusia itu dan harus pura-pura memohon maaf.

Aku tak mau melakukannya.

Itu bukan urusanku.

Aku harus melakukan pekerjaan ini.

Aku akan berusaha sebaik mungkin selama sepekan.

Karaktermu sangat berbeda dengan sebelumnya.

Sebentar lagi kau pasti akan berlutut.

Apa? Kau tak akan berlutut?

Apa?

Kau tak mau berlutut di rumput?

Baik, kau bisa menerjemahkan.

Jika kau mau, lakukanlah.

Dasar gila…

Gila?

Maksudku, aku gila jika tak berterima kasih.

Begitu?

Ya?

Jadi, atlet yang akan bekerja denganku…

Orang itu.

Ini takdir.

- Siapa ini? - Aku yang ingin bertanya.

Siapa kau sebenarnya?

Biasanya tak tahu nama, tapi tahu wajah.

Dia Ki Seon-gyeom, atlet trek dan lapangan nasional.

Kau perkenalkan diri sendiri.

Ini kali ketiga, bukan?

Ini kali keempat.

"Aku membicarakan kulitmu."

- Aku tersanjung. - Kau, penggemarku

yang berkulit cerah dan mulus.

- Terima kasih! - Aku sangat mencintaimu.

Terima kasih! Aku menghargainya.

Dia tak mengikat tali sepatu.

- Dia bisa terjatuh. - Kau sungguh menggemaskan.

Aku mencintaimu.

Hari ini, kau pakai sepatu tanpa tali.

Ya. Apa?

Kenapa kau di sini hari ini? Bertransaksi lagi?

Bukan. Kau pikir aku apa?

Pembunuh Transaksi.

Aku Oh Mi-joo, akan jadi bawahanmu.

Aku juga akan jadi penerjemahmu.

Mari kita berjabat tangan. Tolong bantuanmu untuk kedepannya.

Dor!

Pemantikmu ada padaku.

Apa kau sungguh gila?

Aku tak gila.

Namaku Ki Seon-gyeom.

Sub by Netflix & Synced by skysoultan â™” Follow @skysoultan on Instagram â™”

Karena mau pensiun, kau jadi lebih bersemangat?

Aku memukul orang, Pelatih.

- Apa? - Kau memukul mereka?

- Kenapa wajahmu? - Tas tabung…

- Kita pernah bertemu, bukan? - Namaku Lee Yeong-hwa.

Dia melukis semua lukisan di sini.

Tolong jual kepadaku.

- "Choi Tae-ri." - Skandal cinta?

Kau sungguh membanggakan.

Tolong rahasiakan bahwa kau ke kantor polisi karena membantuku.

Bawahan. Maksudku, Oh Mi-joo.

Kau tidur?

- Kau mau menonton filmku? - Hanya berdua?

Kau bisa minum miras?

Kau mabuk. Rupanya kau tak kuat minum miras.

Seorang wanita payah?

Kau merayuku?

Terus begini, aku akhirnya bisa membuat kesalahan.

Terjemahan subtitle oleh Jessie Yobelia

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.