All language subtitles for U-Turn.2020.NF.WEB-DL

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

MEMPERSEMBAHKAN

Pembangunannya belum selesai.

Tak ada lampu. Gelap sekali.

Itu sebabnya, di sini rawan kecelakaan.

Sangat merepotkan.

Entah kapan mereka berencana menyelesaikannya.

Sudah setahun lebih

sejak proyek jalan ini dimulai.

Tapi, sampai sekarang belum selesai.

Para pengguna jalan mengeluhkannya.

PROYEK PERBAIKAN JALAN

BERDASARKAN KISAH NYATA DAN NASKAH FILM OLEH PAWAN KUMAR

Ya, aku dalam perjalanan pulang, tapi…

Aku harus mengikuti rapat sebentar.

Ada urusan mendadak.

Ya, aku akan…

Halo.

Tidak. Bukan apa-apa.

Sampai jumpa. Dah.

KAMERA 01

MENGHUBUNGI

Selamat ulang bulan, Sayang.

Jangan terlambat nanti malam.

Biar kupikir-pikir dulu, ya?

Sayang, reservasi kita pukul 20.00, ya?

Jangan takut, Sayang.

Aku selalu layak ditunggu.

Ada apa, Sayang?

Bau ban terbakar.

Atau semacamnya.

Ban terbakar?

Omong-omong, aku membeli gaun untuk nanti malam.

Aku akan menunjukkannya. Tunggu.

- Ini dia! - Astaga, Sayang.

Kau cantik sekali.

Kau menyukainya?

- Semua baik-baik saja? - Apa yang terjadi?

Sayang, kau tak apa-apa?

Sial!

Sayang, ada apa? Apa yang terjadi?

Sayang, ada orang di situ?

Sayang.

Sayang!

SEPEKAN SEBELUMNYA

Sayang!

Mobil siapa ini?

Selamat pagi.

Kau tampak stres.

Mobilmu rewel lagi, ya?

Ya, aku harus membawanya ke bengkel pagi ini.

Untuk, mekaniknya membolehkanku meminjam mobilnya,

jadi, ada yang bisa kita pakai.

Ayo. Nanti, kubelikan pemantik

agar kau bisa membakar mobilmu.

Apa yang terjadi?

Daily Journal Online kurang mendapat pembaca.

Sejak rapat terakhir, konten kita tak ada yang menjadi viral.

Cuma kopi? Seharusnya juga roti,

- agar seperti pemakaman. - Teman-teman, fokuslah.

Tapi…

Bu, tak ada hal baru yang terjadi.

Apa maksudmu? Ada berita di mana-mana. Pastikan saja itu bisa dibagi.

Sebenarnya, apa saja bisa. Pastikan itu memancing orang membuka.

Misalnya,

"Seorang Anak Melihat Bunda Maria…"

Seperti itu?

Kita bahkan tak tahu identitas anak itu karena itu hanya gosip.

Tulis saja "diduga" atau "mungkin".

Aku bahkan membuat narasumberku menangis.

Itu karena kau mengoleskan salep di matanya.

Setidaknya, banyak yang membuka.

Sonya, dengarlah dirimu.

Kau sangat tak etis.

Donna, cukup. Berhentilah bertengkar.

Situs kita statis.

Kita harus maju dan mengumpulkan konten baru.

Robin, apa yang kau tulis untuk kolom keuanganmu?

Ya.

Aku menulis tentang peluang investasi

untuk milenial dan Generasi Z.

Jadi, tak melulu soal tamasya dan gawai.

Astaga, anak kaya dengan gelar ekonomi dari AS

langsung menjadi penulis kolom.

Maaf, kolomku soal keuangan.

Kalau menurutnya dia lebih baik, silakan.

Kita teruskan.

Sebutkan depresi yang dihadapi anak-anak zaman sekarang.

Mereka kehilangan kemauan hidup. Itu yang membuatnya menarik.

Menjadikannya relevan.

- Kenapa? - Donna, berikutnya.

Aku akan menulis artikel soal pembalakan liar…

Jangan soal lingkungan lagi. Takkan ada yang membacanya.

Laon.

Ada pasar malam di Laon. Kau seharusnya menulis itu.

Itu akan menjadi tren.

Lanjutkan.

Baiklah. Lanjutkan. Ayo, semuanya.

- Ya? - Bu, lihatlah.

- Kenapa semua fotonya dikaburkan? - Bu…

Bu, mereka semua telanjang.

Jangan begitu. Kaburkan sedikit saja. Tunjukkan tubuh-tubuh telanjang itu.

Tunjukkan sedikit wajah para pria yang tampan.

- Sekarang. - Baiklah, Bu.

Bu, kau setuju dengan artikel yang kukirim lewat surel?

Soal wanita yang kecelakaan itu?

- Ya. - Tidak. Ganti judulnya.

"Wanita Gemuk Tertusuk, Tewas."

Perlukah menyebut bahwa dia gemuk?

Untuk apa orang membaca judul yang selalu sama? Ayolah.

Ya, Bu.

Bu, soal artikelku…

- Terima kasih, Bu. - Terima kasih.

Apa ini?

- Ya, sampul depan sempurna. - Baiklah.

Bu, aku telah menjadi wartawan selama tujuh tahun,

tapi yang kutulis hanya soal pasar-pasar malam.

Bolehkah aku berganti suasana ke "pasar siang"?

Donna, aku bingung menjelaskannya.

Kau tak bisa menulis.

Itu agak menghina.

Aku tahu kau lulusan Jurusan Jurnalisme.

Kau tahu soal menuliskan fakta, tapi kau melupakan yang terpenting.

Ketertarikan manusia.

Itu sebabnya tak ada yang membaca artikelmu.

Egoku sudah pergi.

- Tapi, Bu, tolong… - Baiklah. Terserah kau.

Tapi, tunjukkan sesuatu yang bisa tersebar di media sosial.

Ya?

Baiklah.

DAILY JOURNAL DALAM JARINGAN

- Hei! - Astaga!

- Kau terlambat, seperti biasa. - Aku tahu.

Seandainya tempat favorit kita tak sejauh ini.

Baiklah. Di sinilah kau menjadi pasangan.

Cantik sekali!

Bung, Donna sudah memesankanmu makanan.

Kenapa kembaranku pemarah hari ini?

Aku baru menyadari, tulisanku tak layak menjadi berita.

Itu hanyalah karya fiksi. Aku tak seharusnya belajar Journalisme.

Aku seharusnya belajar Tulisan Kreatif.

Donna, akuilah.

Kau selalu keras kepala, bahkan sebelum kita lahir.

Kau hanya melakukan yang ingin kau lakukan.

Kalau kau, Sayang? Saat menjadi wartawan,

apa kau hanya menuliskan yang mereka harapkan?

Tidak. Itu sebabnya aku beralih ke penulisan kolom.

Kau lihat? Aku juga berharap begitu.

Omong-omong, calon kakak ipar, bagaimana dengan rumah barumu?

Sudah selesai. Desainnya bagus.

Tentu saja!

Kapan kalian bertiga pindah?

Aduh.

Tema sensitif? Maaf.

Aku pindah pekan lalu.

Aku tinggal menunggu kakakmu.

Sayang, maaf.

Aku berjanji akan segera mengunjungi rumahmu.

Aku hanya sedang banyak pikiran.

Sudah tujuh tahun dan karierku tak berubah.

Ibu terus bilang bahwa aku mengambil jurusan yang salah.

Tak seperti putra kesayangannya, yang kini sudah menjadi arsitek resmi.

- Astaga. - Seandainya Ayah masih ada.

Dengan begitu, ada yang membelaku.

Terlalu dini untuk mengeluh.

Sayang, tak masalah.

Aku membangun untuk kita. Kau boleh pindah kapan saja.

Aku tak bisa bilang apa-apa. Kau yang cantik, 'kan?

Ini Bu Monique.

Dia mengirimiku pesan, tapi sepertinya untuk Jino.

Ada kecelakaan di tikungan tajam.

Teruskan ke Jino.

Tidak!

Ini milikku. Dia mengirimnya kepadaku.

Kecelakaan lebih bagus dari pasar malam, 'kan?

Aku harus mengerjakannya.

Aku pergi dulu.

- Hei! - Dah!

Donna!

Dia pergi begitu saja?

Saatnya beraksi.

BERITA DAILY JOURNAL

Bu, kau tak boleh kemari.

Kevin!

- Dia temanku. - Baiklah.

Ingat aku?

- Mayor Polisi Kevin Flores. - Ya, kau.

Kita sekelas saat kuliah.

- Donna. Donna Suarez. - Donna Suarez.

Kau menulis artikel yang menyudutkanku

saat aku menolak diwawancarai soal latihan militer calon perwira, 'kan?

Sudah mengidentifikasi korban?

Belum. Kami menunggu bukti.

Untuk apa? Sudah jelas.

Lihat.

Kau lihat bekas gesekan ban ini?

Pendek, tapi jelas.

Artinya, mereka mengebut.

Dan tak menyadari akan menabrak ini.

Ada yang memindahkan pembatas, sehingga menyebabkan kecelakaan.

Mereka pasti melaju dengan kecepatan 50 sampai 60 km/jam.

Arahnya naik.

Itu sebabnya ada yang terlempar. Wanita itu mungkin.

Wanita itu yang mengemudi.

Dia terseret karena menggengam setang.

- Ya. - Seperti ini?

Jadi, kau sudah tahu.

Kau tak boleh mendekatinya atau menyentuhnya.

Ini takkan lama.

Halo.

Panggil ambulans. Wartawan mengerumuni jenazah.

Tunggu sebentar.

Kevin, tolong.

Eliza!

- Eliza! - Tunggu!

Tunggu!

Ini salahku!

Jangan tinggalkan Ayah!

Putriku!

Eliza!

PUTRI AYAH

Eliza!

Pasangan itu diduga bertengkar di malam saat sang istri pergi.

Dia marah dan itu membuatnya ceroboh.

Dia mengebut, yang mengakibatkan tragedi itu.

Ini Donna Suarez untuk Daily Journal Dalam Jaringan.

Akhirnya, setelah tujuh tahun, ada yang membuka beritaku.

Selamat.

- Selamat. - Terima kasih.

- Layak untukmu. - Aku akan bekerja lagi.

Sayang, Ayah sudah tiada.

Hei, aku tahu ayahmu bangga kepadamu.

- Biar kubantu. - Terima kasih, Sayang.

Terima kasih.

Bukankah itu berita yang seharusnya dikirimkan Monique kepadaku?

Jino.

Karla, soal benda yang kuceritakan kepadamu itu…

Aku tahu soal jumlah pembuka artikel di internet.

Tapi etika media macam apa itu?

James, aku sudah pernah bilang dan aku akan mengulang lagi.

Kita sudah usang.

Tak ada yang mencetak koran lagi.

Semua sekarang daring.

Kita harus mengikuti zaman.

Bu Monique, beritaku banyak dibagi dan dibuka.

Anak ini dulu cerdas, penuh ketertarikan, dan berprinsip.

Sekarang? Mengecewakan.

Donna, kau mengacaukan tempat kejadian kecelakaan.

Mana keprofesionalanmu dalam etika media?

James, pendekatan Donna sangat baru.

Itu berita biasa yang dia buat menarik.

Itu berita. Tak seharusnya menarik.

Seharusnya itu sesuai fakta.

Dan objektif.

Permisi.

Ya, Donna.

Aku mengikuti masukanmu.

Aku memakai sudut berbeda untuk berita itu.

Bagus.

Ingat, pembaca marah.

Mereka butuh darah dan kengerian.

Sudah, begitu saja.

Sudah sepekan sejak beritaku tersebar di internet.

Sekarang, kembali ke nol.

Tak ada kecelakaan.

Tak ada penculikan.

Tak ada apa-apa.

Sayang, aku turut menyesal.

Menurutmu, kau tak hanya menyampaikan kenegatifan?

Kenegatifan? Apa maksudmu?

Sayang, aku wartawan.

Sudah tugasku membuat orang mengetahui yang terjadi.

Menurutmu, kau tak hanya memuaskan dahaga pembaca akan darah dan kengerian?

Kau yang berpikir negatif.

- Ini kopimu. Tanpa gula. - Terima kasih.

Berpikirlah, "Aku memberikan yang mereka inginkan."

Itu yang mereka harapkan, jadi, itu yang kuberikan.

Tapi, Sayang, kenapa tak kembali ke penyelidikanmu atas pembalakan liar?

Makanlah.

Pembalakan liar?

Tapi, kata Bu Monique,

"Buat apa menulis berita yang takkan dibaca orang?"

Itu omong kosong. Lebih baik…

Cerita?

Cerita, berita, sama saja. Tunggu sebentar.

- Sayang. - Ini Bu Monique.

Halo, Bu Monique.

Ada informasi soal siaran langsung bunuh diri di Facebook.

Itu pasti akan menjadi tren.

Tentu saja, Bu Monique. Itu akan menjadi tren di internet.

Baiklah. Terima kasih.

Sayang, aku pergi dulu.

Ya, pergilah.

- Baiklah. Aku ke sana. - Baiklah.

Terima kasih, Bu Monique. Dah.

Sayang, maaf, aku benar-benar harus pergi.

- Ya. - Sungguh?

Terima kasih.

Aku mencintaimu. Dah.

Astaga.

Apa yang terjadi?

Aku tak tahu, Bu.

Aku baru selesai mencuci baju saat melihatnya.

Dia sudah tiada.

Tunggu.

Bu, kau tak boleh masuk.

Polisi belum datang.

Aku sudah menelepon mereka. Aku akan masuk.

Begini, ini baru tampak seperti bunuh diri.

Kenapa pintu terbuka?

Kau lagi? Kau menyentuh korban?

Tidak. Aku tak melakukan apa-apa.

Siapa yang melihatnya?

Pembantu. Dia berteriak.

Pergilah. Kami harus bekerja.

Tunggu. Beberapa foto lagi.

Jika meninggalkan jejak, kau akan menjadi tersangka.

Baiklah.

Polisi menduga bunuh diri sebagai penyebab

dari kematian ini berdasarkan rekaman CCTV yang ditemukan

di rumah korban.

Donna Suarez melaporkan untuk Daily Journal Online.

Pak, ayo kita bawa komputer ini ke kantor polisi.

REKAMAN CCTV

Pagsibigan, apa yang kau tunggu?

- Amankan segera komputernya. - Ya, Pak.

Kenapa kau masih di sini?

Aku sudah mau pergi.

Dah.

Apa yang dia cari?

Polisi menduga bunuh diri sebagai penyebab kematian ini.

Korban diduga menderita gangguan jiwa.

Donna Suarez melaporkan untuk Daily Journal Online.

Pak Kevin.

Aku dan Bonifacio sudah tiba.

Aku segera ke sana. Aku kebetulan di dekat sana.

Pak.

Aku tak yakin itu bunuh diri.

Juga, Donna selalu ada di sana.

Itu alasanku mengirimmu, untuk memastikan

dia tak terlibat di situ.

Boleh kutanya? Di mana Donna Suarez tinggal?

Ayo.

Ada spanduk.

- Ibu. - Seharusnya di pagar.

SELAMAT, DONNA! EDITOR ASOSIASI

Ibu, apa ini?

Itu tak perlu. Hanya ada kita dan ini besar sekali.

Lalu?

Ibu bahkan berpikir memasang fotomu di sini.

Sungguh?

Kau sebenarnya pintar.

Itu sebabnya Ibu tak mengerti kenapa kau memilih Jurnalisme.

Karena itulah sekarang kau tak punya uang.

Kita akan memulainya lagi?

Kenapa tak menjadi seperti saudaramu saja?

Arsitek.

Sudahlah. Setidaknya, kau "Ratu Bunuh Diri".

Aku akan menelepon Eric dulu.

Hai, Donna.

Anak jelek, ibu terus mengomeliku.

Anak jelek berhati emas.

Abaikan Ibu.

Ibu hanya menggodamu.

Kau di mana sekarang?

Dalam perjalanan pulang. Aku berbalik arah meski dilarang.

- Agar bisa sampai lebih cepat. - Yang benar saja.

- Potretlah sebagai bukti. - Sungguh?

Baiklah.

Baiklah Lekas.

Itu dia.

- Jangan lakukan! Itu berbahaya. - Apa masalahmu?

Kau tak apa-apa? Ada apa?

- Ada gelandangan menyerangku. - Itu berbahaya!

- Hentikan! - Kau ini kenapa?

Jangan! Berhenti!

Kau pembohong! Katamu kekasihku gila!

- Kau pembohong! - Lepaskan dia!

Kau pembohong!

Hentikan!

Drew tak bunuh diri!

Masukkan dia di mobil.

Kau mau melawanku?

Donna, itu Ned. Kekasih Drew Caleon.

Kau mau mengajukan tuntutan?

Tak perlu.

Sungguh?

Donna.

Ayo.

Jangan dengarkan dia, ya?

Dia gila.

Apa aku berbuat salah?

Sebenarnya…

Kalau aku menulis berita seperti itu,

aku takkan membuat asumsi.

Tapi, lihat, itu berhasil.

Kau menarik minat pembaca.

Lihatlah itu juga.

Kau akhirnya memenuhi impianmu.

Maaf, aku terlambat.

Apa yang terjadi?

Akhirnya.

- Aduh. - Kau terlambat seperti biasa.

Astaga!

- Daging ayam? - Baiklah.

- Astaga. - Astaga.

Donna, Ibu ingin punya cucu.

Apa? Kenapa tak meminta Eric?

Dia putra kesukaan Ibu, 'kan?

Karena dia seorang arsitek.

Bagaimana mungkin dia bisa punya anak?

Dia seorang homoseksual.

Homoseksual?

Tapi, yang tampan.

Tunggu sebentar.

Permisi.

Tunggu sebentar, Bu.

Kita bicara lagi nanti.

Baiklah.

Apa itu King?

Sungguh? Jangan bilang kau kembali lagi bersamanya.

Buaya tetaplah buaya.

Donna, ayolah.

Jangan ekat.

Aku akan memotong hubungan persaudaraan kita.

Apa?

Wajah itu…

Sial. Kau kembali bersama.

Sebenarnya…

Apa lagi yang bisa kulakukan?

Aku terlalu menyayangimu.

Baiklah.

Terima kasih banyak, Donna.

Aku juga menyayangimu.

- Ludah? Astaga. - Maaf.

Eric, ini.

Bawalah ini pulang.

Bu, tak perlu.

Kau akan kelaparan.

Bu, ada banyak makanan di rumahku.

Itu akan membusuk. Terima kasih, ya?

Jangan lupa besok. Kau harus mengantar Ibu ke bandara.

Tentu saja. Janji.

- Astaga. - Dah, Bu.

Donna, dah.

- Dah. - Selamat lagi.

- Terima kasih. - Jaga dirimu.

- Tunggu. Kau melupakan ini? - Ya.

Hati-hati.

Dari mana asalnya?

Nak?

Di nomor berapa kau tinggal?

Kau tak apa-apa?

Sial!

Donna.

Kenapa adikmu belum datang?

Aku akan ketinggalan pesawat.

Kami berada di kondominium

tempat mereka menemukan korban bunuh diri, Eric Suarez.

Polisi masih mengumpulkan detail.

Suarez adalah saudara kembar rekan sesama wartawan kami,

Donna Suarez.

…tapi masih belum ada informasi, karena mereka masih mencari bukti.

Mereka meminta komentar dari keluarga korban.

Bu, ada yang ingin kau sampaikan?

Bu, menurutmu, apa yang memicu putramu bunuh diri?

Apa ada tanda-tanda…

Apa yang kau lakukan? Hentikan!

Hentikan!

Ibu akan memakamkan Eric di sebelah ayahmu.

Ibu akan menunggumu.

Ayo lakukan ini bersama.

Semua akan baik-baik saja.

Kenapa kau tak mau tinggal bersamaku di rumahku?

- Agar kau tak sendirian. - Mulai lagi.

Kau dan rumah sialmu itu.

Bisakah kau tak menggangguku?

- Aku tak mengerti. - Pergilah.

- Apa? - Pergi!

Kau menyuruhku pergi?

Aku hanya ingin sendiri. Pergilah.

Banyak yang harus kulakukan.

Eric.

Aku takkan berhenti sampai mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepadamu.

Siapa itu?

- Kau tepat waktu. Kita makan malam? - Tak bisakah kau makan sendiri?

Dua hari setelah Eric Suarez, ada bunuh diri lagi.

Dia melompat di depan mobil…

Tunggu. Bunuh diri?

Ya.

Nona Monique kali ini tak salah mengirim pesan.

Omong-omong, aku bertemu Pak Kevin.

Dia menitip salam.

Nona Monique, kenapa kau meminta Jino membahas berita soal…

Bunuh diri itu.

Donna, kau tak apa-apa?

Kenapa kalian semua?

Kalian terus menanyakan perasaanku.

Tidak. Bukankah jelas?

Kalian senang?

Berhentilah menanyaiku karena aku tak baik-baik saja.

Donna, kenapa denganmu?

Donna.

Aku ingat saat di kampus dulu, kau bermusuhan dengan semua orang.

Siapa pun yang bertentangan denganmu,

kau beritakan di koran kampus.

Bahkan kecelakaan-kecelakaan kecil.

Apa maksudmu?

Kau teguh berpendirian.

Tak pernah mundur.

Kau tak peduli pendapat orang.

Aku tak biasa melihatmu begini.

Sedih. Patah hati.

Kau senang?

Tidak.

Maaf, aku hanya…

kaget.

Ya, kau dulu memperlakukanku dengan salah…

tapi aku menghormatimu.

Ada yang bisa kubantu?

Aku ingin memiliki salinan video CCTV rumah itu

di malam adikku tiada.

Donna.

Aku hanya ingin tahu apa dia…

Apa dia benar-benar sendirian.

Kevin, aku tahu, aku telah jahat kepadamu.

Tapi, kumohon, bantu aku.

Aku ingin mengetahui yang sebenarnya menimpa adikku.

Kumohon.

Biasanya, mendapatkan salinan video itu tidak mudah.

Tapi tentu saja, aku akan membantumu.

Tak apa-apa.

Kenapa kau takut, Eric?

Apa yang terjadi?

Kau lari dari apa?

Kevin.

Adikku tak bunuh diri.

Aku melihat video CCTV.

Dia takut akan sesuatu.

Donna, untuk terakhir kalinya, kasus ini sudah ditutup.

Tak ada tersangka atau motif.

Tak ada yang memaksa masuk. Tak ada saksi.

Diduga, bunuh diri.

Begitu saja. Maaf.

Eric, kau dari mana saja?

HATI-HATI

Berhenti! Jangan melintas.

- Kenapa? - Ini berbahaya!

- Hentikan. Kau akan tewas. Berbahaya! - Apa maksudmu?

Menyingkirlah!

Berhenti.

Apa maumu?

Itu berbahaya. Berhenti.

- Hentikan! - Kau mau dipukul?

Jangan lewati penghalang itu.

Jangan!

Kau tak apa-apa? Kenapa dia memukulmu?

NOMOR PELAT KENDARAAN

Nona.

Kau harus memperingatkannya.

Apa?

Ini pelat nomornya.

Peringatkan dia.

Aku perlu mengetahui siapa pemilik pelat-pelat nomor ini.

Maaf, tapi aku tak bisa membantumu, Bu.

Kenapa tidak? Publik boleh mengetahuinya, 'kan?

Nona Donna, kau mungkin menggunakannya untuk beritamu.

Kau pasti mengetahui ujungnya.

Kami akan tampak buruk.

Kapten Salvador, berikan kepadanya.

Tapi, Pak Kevin.

Aku yang meminta.

Ya, pak.

Permisi.

Terima kasih.

- Halo. - Sayang, bisa ketemu?

Robin, jangan sekarang.

- Kumohon. - Ada apa?

Percayalah. Ini penting untuk kita berdua.

Baiklah. Aku akan ke sana.

Aku mendapat tawaran pekerjaan.

Dari The Canadian Post.

Bagus.

Selamat.

Tapi aku belum menerimanya.

Kenapa?

Itu sia-sia sekali.

Kau menolak uang?

Kesempatan?

Tapi, kau sebenarnya sudah kaya.

Aku belum menerimanya,

karena aku tak mau meninggalkanmu.

Aku ingin bersamamu.

Terutama sekarang, saat kau butuh teman.

Seseorang yang menghiburmu.

Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu.

Aku juga ingin sisa hidupku segera dimulai.

Sayang…

Kau tak memedulikanku.

Ini.

Kau boleh menyimpannya.

Terserah mau kau apakan.

Apa kau baru saja tiba?

Kau tak pulang lagi semalam.

Sekarang, kau bau alkohol.

Kenapa gelap sekali di sini?

Kau penasaran sebabnya?

Mereka memutuskan aliran listrik

karena kau memboroskan setiap sen penghasilanmu.

Ayah, hentikan.

NAMA, JENIS KELAMIN, ALAMAT

Jika semua yang berbalik tewas, yang ini juga akan tewas.

Albert Awa. Dia satu-satunya yang masih hidup.

Hei!

Kau ribut sekali.

Sial.

Sial! Kenapa kau menangis?

Cathy!

Jann!

Dia sendirian. Tak ada siapa-siapa di dalam.

Bunuh diri?

Luka-lukanya seperti kecelakaan di jalan.

Albert Awa?

Hei, Nona.

Kenapa kau menyentuhnya?

Kau mengenalnya?

Maaf, tapi sekarang kau tersangka.

- Borgol dia. - Tunggu. Aku tak melakukan apa-apa.

Namanya ada di daftar ini.

Kau kekasih gelap suamiku.

Aku sudah menduganya.

Kaulah alasan yang membuatnya jarang pulang.

- Aku tak kenal suamimu. - Apa maksudmu?

Kau tak kenal Pak Awa?

Lalu, apa yang tadi kau lakukan di apartemennya?

Aku hanya ingin mengobrol dengannya karena dia berbalik arah.

Pak, apa ada tuntutan terhadapku?

Jika tidak, aku boleh pulang?

Belum.

Kami melihat lagi CCTV di tempat itu.

Kau tak ada di sana saat korban tewas.

Tapi, karena kau menyentuh mayatnya, kau kini tersangka.

Berani sekali kau.

Lepaskan aku.

Bisa kau ceritakan

alasanmu datang ke apartemen Albert?

Lalu, kenapa dengan daftar orang-orang yang memutar balik ini?

Kau mendapatkannya dari biro lalu lintas saat aku menjaminmu, 'kan?

Ini beberapa lagi.

Aku masih belum mengonfirmasi semua, tapi, ya.

Kebanyakan nama di sana bunuh diri baru-baru ini.

Ini Drew.

Yang pertama.

Adikmu, Eric, di daftar ini juga?

Aku pergi ke apartemen Albert kaarena dia di daftar berikutnya.

Aku ingin melihatnya saat hidup, agar bisa melihat yang membunuh mereka.

Aku ingin memperingatkannya.

Siapa yang memberimu daftar ini?

Dia mungkin pembunuhnya.

Selo.

Gelandangan di tikungan tajam?

Ya. Kenapa?

Pagsibigan, siapkan mobilnya. Kita pergi.

Bawa Bonifacio.

Kevin, dia tak bersalah.

Dia hanya membantu.

Bagaimana caranya mengetahui pelat nomor di daftar ini?

Bagaimana dia bisa tahu mereka akan tewas?

Selo?

Ada apa, Pak?

Ikutlah kami.

Kenapa? Aku tak berbuat apa-apa.

Dia mengatakan yang sebenarnya.

Dia tak melakukan apa-apa.

Kami tak menahannya. Kami hanya ingin menanyainya.

Kita hanya akan bicara, ya?

Tapi aku tak melakukan apa-apa.

Apa yang kulakukan?

- Aku tak melakukan apa-apa. - Katakan saja di kantor.

- Ampuni aku. Aku tak melakukan apa-apa. - Kami hanya ingin menanyaimu.

Ini dia.

Sersan.

Dia hanya diam.

Dia ingin bicara denganmu.

Kami akan ke sana.

Aku minta maaf.

Aku menjerumuskanmu dalam masalah.

Donna, aku tak membunuh mereka.

Kau tahu yang melakukannya?

Kau tak melihatnya?

Sebelum serangkaian bunuh diri ini…

ada ibu dan anak yang…

Hei.

Ibu dan anak siapa?

Ibu dan anaknya yang kecelakaan

di tikungan tajam yang sama.

Aku melihat yang terjadi.

Aku ingin menelepon untuk membantu,

tapi aku hanya sembunyi

Itu sebabnya mereka mengutukku. Mereka menempel kepadaku.

Aku tak bisa meminta tolong

karena mereka akan mengembalikanku ke…

Bukan apa-apa.

Aku hanya berharap orang lain juga bisa melihat mereka.

Merekalah yang membunuh orang-orang

yang menggeser pembatas di tikungan tajam itu

untuk membalas kematian mereka.

Kenapa tak cerita ke polisi?

Aku takut.

Mereka mengawasiku.

Bahkan kau, mereka juga menempel kepadamu.

Marcelo Caniogan, kau ditahan.

Tunggu. Kenapa?

Dia dalam masa percobaan. Saat diminta kembali ke penjara, dia lari.

Apa?

- Selo! - Jangan berbuat konyol.

Selo, tenang. Mari bicara.

Jangan mendekat.

Ayolah, Selo. Tolong.

Aku tak akan kembali ke penjara.

Selo, kita bisa membicarakannya.

- Selo. - Letakkan pistolmu. Perlahan.

Berhenti.

Selo, tenang. Ayo bicara.

Letakkan senjatamu.

- Kevin… - Jangan mendekat.

Lepaskan aku.

Tenang, Selo.

Lepaskan aku.

Lepaskan dia. Jatuhkan senjatamu.

- Jangan. - Hentikan.

Jangan.

Jangan!

Selo!

- Lihat penghalangnya. - Tunggu.

Jangan sentuh itu.

- Apa? - Jangan memindahkannya!

- Kami hanya mau lewat. - Ya.

Jangan.

Percayalah. Kau akan tewas.

Kenapa denganmu?

Tewas? Itu yang bisa membunuh kami.

- Lihat! - Itu benar.

Minggir.

- Dah. - Jangan.

- Ini sudah malam. Tidurlah. - Kenapa kalian tak percaya?

Tidurlah.

Tunggu.

Kevin!

Kevin!

- Donna. - Kevin, kita harus membantu mereka.

Mereka yang akan mati berikutnya.

Siapa?

Donna. Maaf.

Aku diperintahkan untuk berhenti mencampuri bunuh diri-bunuh diri ini.

Maaf.

Kau menginginkan bukti kalau aku mengatakan yang benar, 'kan?

Ini.

Ini.

Baiklah.

Baiklah. Ayo ke sana.

Ayo cari pelat nomornya.

Jika mereka di penjara, mereka akan selamat.

Ya, Donna.

Bung, ini enak.

Hei. Jangan bergerak.

Apa yang terjadi? Tunggu!

Hei, mau ke mana kau?

Tetap di sini.

- Tapi, Pak. - Tunggu sebentar.

Tunggu, bukankah kau wanita yang di tikungan itu tadi.

Dedikasi yang luar biasa.

Kami berbalik arah, lalu kau melaporkan kami?

Sekarang, kita lihat apa perkataanmu

tentang hantu pembunuh itu benar.

Tak bisakah kita mendiskusikannya?

Ini agak berlebihan.

Sudah berapa lama kau di sini?

Satu tahun.

Lama sekali. Untuk apa?

Aku?

Pembunuhan ganda.

Sungguh?

Kita di sini bersama-sama, Bung.

Kita dalam masalah.

Kevin, terima kasih.

Untuk apa?

Aku tahu kau tak percaya ucapanku.

Tapi setidaknya, kau yakin kepadaku.

Jika kau berani mempertaruhkan namamu

dan kau yakin dengan ucapanmu, lalu, kenapa tidak?

Yang terpenting adalah menyelamatkan nyawa.

Hentikan.

Ayo! Bunuh dia!

Kevin…

Hentikan.

Tembak dia!

Lepaskan dia! Hentikan dia.

Jangan tembak! Mereka masih di bawah umur.

Hentikan!

Hei, berdiri!

Mereka seperti sudah mati!

Kau diubah oleh Ratu Bunuh Diri, Donna Suarez.

Apa yang terjadi?

Penahanan ilegal terhadap dua remaja.

Lalu, mereka tewas di tahanan.

Kau diskorsing sementara kasus ini diselidiki.

Maaf.

Gara-gara aku kau diskorsing.

Bukan. Itu karena keputusanku.

Kita hanya tak beruntung.

Tapi, aku tetap minta maaf.

Donna.

Terima kasih telah datang.

Aku tak bisa mengemudi lagi.

Jadi, itu Kevin?

Kenapa?

Bukan apa-apa.

Aku baru mendapati di proyek tikungan itu ternyata ada penyimpangan.

Itu seharusnya sudah lama selesai.

Anggarannya dikorupsi.

Itu sebabnya mereka memasang pembatas sementara di sana.

Tapi, kecelakaan terburuk adalah ibu dan putrinya.

Cerita pertamamu yang tersebar di internet,

seseorang menggeser pembatasnya. Di sanalah mereka menabrak.

Kau harus kembali ke tempat itu.

Radiatornya berkarat semua.

Itu sebabnya pendinginnya tak bisa masuk.

Permisi, Pak Blue Manzon.

Apa kau memakai air? Kau tak tahu aku membeli pendingin

- tempo hari. - Ya.

Pak Blue Manzon?

Ya. Siapa kau?

Aku…

Dari perusahaan asuransi?

Baiklah. Tunggu dulu.

Silakan kemari.

Maaf berantakan.

Kau pagi sekali.

Malam itu, aku dan istriku bertengkar.

Aku berjanji mengajak mereka semua makan malam

untuk merayakan ulang tahun putriku.

Tapi aku sibuk sekali.

Maka, istri dan putriku pergi tanpaku.

Polisi bilang, itu kecelakaan.

Bagaimana mungkin itu kecelakaan?

Aku tak mengerti.

Aku tak menyadari, akan seperti itu.

Kehilangan orang yang kau cintai.

Tapi yang lebih menyakitkan,

tak mengetahui kejadiannya.

Kau mau?

Aku masih punya banyak foto ini di rumah.

Pasangan itu bertengkar di malam sang istri pergi.

Dia marah dan itu membuatnya ceroboh.

Aku ingin berterima kasih.

Aku jarang membahas ini dengan orang lain.

Ini masih menyakitkan.

Aku akan mengantarmu ke depan.

Kau mau memesan taksi?

- Tidak. Bukan. - Apa maumu?

Jika uang…

Donna Suarez?

- Bong… - Bos, kenapa dia mewawancaraimu?

Apa dia mau membuat berita tentangmu untuk Daily Journal?

Daily Journal?

Kau bukan dari perusahaan asuransi?

Kau wartawan yang membuat sensasi dari kematian keluargaku?

Aku wartawan.

Aku harus melakukannya.

Untuk apa? Agar semua membahas penderitaanku?

Dengan menggambarkan kalau aku ayah dan suami buruk?

Blue, aku menyesal.

Maafkan aku.

Pergilah.

Pergi!

- Suruh dia pergi. Pergi! - Ayolah.

Jangan pernah datang kemari lagi.

Apa maumu?

Kenapa kau harus membunuh orang-orang tak berdosa itu?

Jawablah, siapa kau?

Kenapa harus membunuh adikku?

Dia tak melakukan kesalahan apa pun.

Kenapa kau melakukan itu?

Tunjukkan dirimu.

Tunjukkan dirimu.

Kau membunuh semua orang yang berbalik arah di sini.

Sekarang…

Tunjukkan dirimu.

JALAN DITUTUP

Berdasarkan rekaman CCTV yang ditemukan di rumah korban,

dia mengalami gangguan jiwa.

Donna Suarez melaporkan

untuk Daily Journal Online.

Kau tak punya hati!

Kau membunuhku dan putriku!

Kematian mengerikan karenamu!

Bukan aku yang membunuh kalian berdua.

Percayalah.

Aku tak melakukan apa-apa.

Itu bukan aku.

Bahkan korban-korbanmu yang lain pun tak bersalah.

Karena kalian sudah tewas sejak lama.

Elisa! Anna!

Tolong, jangan lampu depannya.

Ibu, aku kedinginan.

Bertahanlah, ya?

MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA

Jangan bunuh aku.

Aku akan mencari pelakunya.

Sampai besok…

Kau baik-baik saja?

Ada masalah?

Aku harus mencari tahu orang

yang memindahkan pembatas yang akhirnya membunuh mereka.

Aku diskorsing karena melakukan

semua yang kau minta.

Sekarang, kau mau membahayakan dirimu?

Ini satu-satunya yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan diri.

Mereka memberiku waktu sampai malam ini.

Kevin, aku saat itu berbalik arah.

KAMERA B, KAMERA D

Pak, ini salinan video CCTV yang kau minta.

Angel, putar.

Eh.

Maaf, Pak. Itulah malam saat kamera utamanya rusak.

Nona Donna, kuharap, kau tak meliput kami.

Kami tak ingin tersebar di internet gara-gara kecelakaan ini.

Aku sudah tak begitu lagi.

Pak, aku pergi dulu.

Angel akan membantumu.

Terima kasih.

Tunggu.

Putar ulang.

Kenapa?

Itu dia. Mobil itu.

Mobil itu memasuki tikungan tajam, tapi…

Dia langsung berbalik.

Di jalur sebaliknya. Dia tak mungkin langsung berbalik arah.

Lacak pelat nomor ini.

JALAN SANDICO 175, TONDO, MANILA

Siapa pun yang terdaftar dalam pelat nomor ini

adalah penyebab semua ini.

Ini dia.

Aku menemukan nama dan alamat orang

yang memindahkan pembatas, yang menyebabkan kematianmu.

Siapa pun dia,

kuharap kau memaafkannya

dan tak membalaskan dendammu lagi.

Ini.

JALAN SANDICO 175, MANILA

Semua bertanya,

apakah persiapannya cukup untuk mengatasi banjir

di saat musim hujan akan mulai seperti saat ini?

Pasutri baru, ikutlah aku

dan lihatlah rumah-rumah baru untuk investasi di masa depan.

Untuk perayaan penting,

ini lokasi sempurna untukmu.

DAILY JOURNAL 60 KALI DITONTON

Kupikir, aku takkan bertemu denganmu lagi.

Aku baru datang kemarin dari Kanada.

Aku menolak pekerjaan itu.

Aku tak bisa jauh darimu.

Terutama kemarin, saat kau meneleponmu.

Kupikir, kau memutuskan hubungan denganku.

Apa yang kau pikirkan?

Apa kau tak sadar?

Saat kau memberi nama ke hantu…

artinya…

mereka akan punya korban baru.

Sebenarnya, aku merasa bersalah.

Tapi aku harus memberi mereka sesuatu.

Kalau tidak, mereka akan membunuhku.

Juga banyak orang lain setelahku.

Ya…

Omong-omong…

Aku sangat merindukanmu.

Aku juga merindukanmu.

Aku mencintaimu, Sayang.

Aku ingin melihat rumah kita.

Sungguh?

Tentu saja.

Kau bersemangat?

Tentu saja.

Ayo.

Ayo.

Sejak aku pergi tiga bulan lalu,

ini pertama kalinya aku kembali ke rumah itu.

Eric mendesainnya untuk kita.

Santai saja.

Aku akan berganti baju.

JALAN SANDICO 175, MANILA

Sayang.

Sayang, apa alamat rumah ini?

Jalan Sandico 175. Kenapa?

Pelat nomor siapa ini?

Milikku, dari mobil tua yang kujual bulan lalu.

Astaga.

Ternyata kau.

Hantu-hantu itu mencarimu.

Alamatmulah yang kuberikan ke mereka.

Mereka tahu, kaulah yang membunuh mereka.

Kapten Salvador, apa yang mau kau tunjukkan?

Pak, aku mengecek buku harian.

Ternyata, di CCTV tikungan tajam itu,

ada rekaman sebelum kecelakaan yang membunuh ibu dan anak itu.

Kau bisa melihatnya.

Bagaimana mungkin itu mobilmu? Itu terdaftar atas nama PT TSC.

Ya. PT Konstruksi Tiongson dan Sons.

Itu perusahaan pamanku.

Dia menghadiahkan kepadaku saat dia membangun rumahku.

Tapi, itu selalu mogok, maka aku menjualnya.

Kenapa kau berbalik di sana, padahal dilarang?

Dua orang tewas karenamu.

Aku tak pernah berbalik arah di tempat terlarang.

Di sana, atau di tempat lain.

Pak, orang yang mengemudi di video yang ditonton Nona Donna

bukanlah orang yang berbalik arah itu.

Itu dia.

Dia bertukar mobil dengan orang lain.

Mereka bertukar kunci.

Aku tak pernah berbalik arah.

Mobil itu harus diperbaiki.

Aku bertemu mekaniknya dan bertukar mobil di sana.

Siapa mekaniknya?

Blue Manzon.

Blue Manzon?

Ya, aku tahu tempat tinggalnya.

Langsung ke sana!

Lekas!

Mereka mengikuti kita.

Mereka mengejarku.

- Blue! - Blue!

- Buka pintunya. Tolong. - Ada apa?

Blue! Tolong!

Aku sudah melarangmu datang.

Ada apa?

Kami butuh bantuanmu. Istri dan putrimu mengejar kami.

Mereka mengira Robinlah penyebab kematian mereka.

- Apa? - Tapi sebenarnya…

Kaulah orangnya!

Kau menggeser penghalang yang menyebabkan kematian mereka.

Kaulah orangnya, Blue!

Robin!

Bangun, Robin!

Jangan!

Jangan buat dia merasakan yang terjadi kepadamu.

Tolong!

Jangan!

Sayang.

Itu kesalahanku.

Aku ingin kau tenang di sana.

Diamlah.

Ada pintu di sini.

Cepat!

Ini.

Lekas!

Kita bisa keluar gerbang.

Sial. Terkunci.

Itu dia, di sana.

Sial!

Kau tak apa-apa?

Cukup!

Jangan ganggu kami!

Kumohon.

Maafkan kami. Kumohon.

Aku di sini.

Bunuh aku saja.

Jangan sakiti dia.

Dia tak bersalah.

Bunuh aku saja. Lakukanlah.

Elisa, hentikan.

Jangan menghalangi, Blue.

Aku harus membalas dendam putriku.

Itu salahku.

Kita bicara di telepon.

Kau marah karena di hari ulang tahun Anna

aku masih bekerja.

Di mana kau?

Astaga, Blue, ini hari ulang tahun putrimu.

Dia menunggumu semalaman.

Aku segera ke sana, ya? Janji.

Tak perlu.

Kami pergi.

Cantik sekali.

Sayang, Ayah tak di sini.

Itu salahku.

Aku yang membunuhmu.

Maafkan aku.

Cukup!

Jangan.

Jangan.

Maafkan aku. Anna.

Ibu.

Ayah tak sengaja melakukannya.

Tolong.

Aku lelah membalas dendam.

Ibu!

Kau masih marah?

Apa?

Kau mau membunuh kami?

Karena kau tak bisa menerima bahwa suamimu sendiri,

orang yang paling kau cintai, membunuhmu?

Tak bisakah kau menemukan sisi pemaaf di hatimu?

Elisa, hentikan.

Cukup.

Demi putri kita, aku takkan membunuhmu.

Bukan berarti aku melupakanmu.

Bawalah aku bersamamu. Kumohon.

Tidak, Blue.

Kau tetap akan hidup.

Tapi, alam bawah sadarmu akan terus menghantuimu

sepanjang sisa hidupmu.

Elisa?

Anna?

Hei, apa yang terjadi?

Tetaplah di sini.

Donna, terima kasih.

Jika bukan karenamu, tak ada keadilan untuk Elisa dan Anna.

Semoga korban-korban mereka juga mendapat keadilan.

Terima kasih atas bantuanmu juga, Kevin.

RIP subtitle oleh Putra

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.