Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sky Tour: The Movie
adalah masa muda,
antusiasme,
dan gairah.
Sky Tour: The Movie
layaknya hadiah
yang sudah lama kupersiapkan
untuk para penggemarku,
untuk tiap orang
yang mencintai dan mendukung jalur karier Sn T�ng M-TP.
Sebenarnya, Sky Tour: The Movie seharusnya memulai debut lebih awal,
mungkin sudah lama sekali.
Tapi hanya karena aku sangat teliti,
karena aku selalu ingin memastikan saat hadiah itu dibuka
hadiahnya harus yang terbaik,
dan harus membuat penonton kagum.
Itu sebabnya aku memutuskan untuk memperpanjang proses persiapan
agar hadiahnya lebih memuaskan,
lebih menyenangkan, dan bisa membangkitkan emosi istimewa
yang dikemas dengan hati-hati.
H-Town.
Hai, Ha Noi!
Kalian siap untuk malam ini?
Jika siap, biar kulihat tangan kalian!
Kalian.
Terima kasih banyak!
Itu lagu pertama.
Seperti yang kukatakan,
aku sangat berterima kasih pada orang tuaku karena mereka suka musik.
Saat aku masih kecil, berusia tiga atau empat tahun,
aku sudah tahu apa itu musik,
dan perasaan itu berkembang sejak saat itu.
Masuk SMA,
aku mulai merekam lagu.
Aku punya komputer pertamaku, aku mulai menulis lagu,
dan impianku bertambah besar.
Kubilang kepada teman-temanku, "Hei! Sebaiknya kalian hati-hati."
"Kenapa?"
"Kalian takkan bertemu denganku lagi."
"Apa? Kenapa begitu?"
"Jika terus begini, aku akan jadi penyanyi paling terkenal di Vietnam."
"Sungguh?"
"Tidak. Tapi aku akan terus bermimpi."
Lalu kami saling tertawa.
Aku mengulang lelucon yang sangat singkat dan naluriah,
sampai aku memasuki Sekolah Musik Ho Chi Minh.
Benar,
bukan karena aku arogan.
Aku butuh motivasi untuk bertahan,
untuk meyakinkan diriku, "Aku ditakdirkan melewati jalan ini."
Hai, Semuanya.
Sky Tour: The Movie 2019.
Hanya saat aku mulai melakukannya
aku mulai menyadari
meskipun mimpi ini indah,
akan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya.
Bahkan hal-hal kecil,
"Hei, T�ng, apa yang akan kau lakukan dengan lagu ini?
Mau kau remix? Atau hanya ingin membiarkannya?"
Itu bisa membuatku terjaga di malam hari.
"Bagaimana cara memperbaiki lagu ini?
Penonton bersedia membayar mahal hanya untuk melihatku tampil."
Jika aku menampilkan semua lagu lama,
aku tak pantas mendapatkan dukungan mereka.
Yang bisa kukatakan soal lagu-lagu T�ng sudah sangat sukses.
Untuk menyegarkan mereka dan memberi semangat baru,
kita butuh waktu yang cukup lama.
Cara membuat bagian ini cocok dengan suara T�ng?
Cara memastikan saat pertunjukan berakhir,
penonton bersemangat dan berteriak, "Hebat! Keren sekali!"
Tak cukup, sama sekali tak memuaskan.
Tambah beban kerjanya.
"Ca! Dengar, aku ingin para penari memakai warna ini."
"Tapi mereka tak punya bahannya."
"Tidak, aku tidak mau itu atau warna lainnya."
Ada banyak yang harus dilakukan.
Periksa tiap kostum untuk para penari.
Lakukan segala cara agar Sn T�ng M-TP
serta para penari, dan grafis di LED,
harus berwarna yang senada dan harmonis,
tanpa gangguan.
Bagaimana jika kita memakai pencahayaan itu,
yang tetap ada cahaya lurus saat pergantian visual?
Itu, tapi kita harus urus pencahayaan.
Kita harus membatasi itu.
Karena hanya setelah intro, acara ini akan dimulai.
Saat di panggung,
aku akan berinteraksi dengan penonton,
itu akan menciptakan rasa panas yang membara dari awal.
Awalnya, dia memberikan ide yang sangat sederhana.
Intronya tak lebih dari satu menit.
Lalu mati listrik.
"Chy Ngay ?i" memulai pertunjukan.
Lalu saatnya penampilan utama.
Tidak ada yang terdengar sulit, tapi begitu mengerjakannya,
kau mulai melihat sisi teliti dan perfeksionis T�ng.
Tiap detik di atas panggung
atau tiap jengkal panggung itu
harus berada di bawah kendalinya.
Sn T�ng M-TP berdiri di panggung perusahaannya sendiri,
dengan persiapan penuh,
gairah membara,
perhatian, dan harapan tercurahkan ke dalamnya.
Saat aku keluar dari mobil itu,
kubilang pada Long, "Hei!
Kurasa, di bagian itu, kita harus matikan semua musiknya."
Bukan agar dramatis,
tapi kenyataannya
aku ingin merasakan suasana itu,
suasana sejenak itu.
Ada ide lain?
Sebenarnya aku punya satu pertanyaan.
Ketukan tempo di awal lagu�
Tepuk tangan.
Aku pun harus melakukannya.
Satu, dua, tiga, empat, lalu satu dan kau masuk.
Itu berisiko.
- Aku sudah bilang. - Sekali saja.
Karena pada saat itu, artis harus mengendalikan situasi.
Satu momen kehilangan kendali berarti bencana.
Contohnya, aku hanya perlu melakukan aksi seperti ini.
Astaga.
Tepuk tangan dimulai, dari satu sampai empat kali.
Seperti ini? Terus-menerus, lalu lagu dimulai.
Satu, dua, satu, dua, tiga, mulai!
Hai, Ho Chi Minh!
Hai, Ha Noi!
Hai, Da Nang!
Perlihatkan tangan kalian!
Perlihatkan tangan kalian!
Ayo mulai!
Kalian siap untuk malam ini dengan Sn T�ng M-TP?
Jika siap, tunjukkan tangan kalian!
Ayo mulai! Satu, dua, tiga!
Ayo!
Tangan kalian! Satu, dua, tiga! Ayo!
Tunjukkan tangan kalian!
Tunjukkan tangan kalian!
Tunjukkan tangan kalian!
Kalian siap bersenang-senang?
Jika ya, angkat tangan kalian!
Jika ya, tunjukkan tangan kalian!
Satu, dua!
Satu, dua, tiga! Ayo!
Sn T�ng! Di sini!
Mana tangannya?
Mana tangannya?
Ingat wajahku!
Jangan lupakan aku! Aku Sn T�ng M-TP!
Sn T�ng!
Kita akan bersama malam ini?
Ya!
- Kita akan bersama malam ini? - Ya!
Kalau ya, tunjukkan tangan kalian!
Janji malam ini kita akan bersama, ya?
Jika ya, tunjukkan tangan kalian!
Mana tangan kalian?
Mana tangan kalian?
Mana tangan kalian?
Mana tangan kalian?
Mana tangan kalian?
Mana tangan kalian?
Aku mencintai kalian!
Jika kita bersama, tunjukkan tangan kalian!
Jika kita bersama, tunjukkan tangan kalian!
Satu, dua!
Semuanya, sekali lagi.
Angkat tangan kalian jika kalian menikmati musiknya!
Sebelah sini, angkat tangannya!
Angkat tangan kalian jika kalian menikmati musiknya!
Jangan lupakan aku!
Ingat wajahku!
Ini bukan konser biasa yang ditampilkan oleh Sn T�ng M-TP.
Agar Sky Tour: The Movie bisa berkesan seperti yang terlihat di foto,
semua anggota tim
telah berusaha keras
dalam proyek ini cukup lama.
Ada debat dan diskusi,
yang menurutku terkadang banyak anggota
berusaha keras mengemukakan ide mereka,
berjuang demi memastikan konser itu mencapai puncaknya.
Pada akhirnya, semua orang berhasil mencapai tempat yang tepat.
Saat orang membicarakan investasi atau skala acara,
ini bukan selalu soal uang.
Sky Tour: The Movie adalah proyek yang dibuat sejak tahun 2018
dan mulai terealisasi pada tahun 2019,
jadi, pembuatannya berlangsung selama satu tahun.
Pertimbangkan aspek lain seperti sumber daya manusia,
kualitas konser, kualitas pertunjukan,
keakuratan, dan detailnya,
bagiku, Sky Tour: The Movie 2019 adalah acara terbesar yang pernah kuikuti.
Sejujurnya, bagiku,
tiap kali T�ng merilis proyek baru,
dia akan mencurahkan hati dan jiwanya ke semua perbuatannya,
dari yang terbesar,
sampai yang terkecil.
Sikap tulus itulah yang kukagumi.
Ini faktor yang menentukan.
Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.
Hari itu, saat aku bicara dengan T�ng dan Ca,
T�ng mengungkapkan perasaannya�
Perasaan
yang ingin dia sampaikan lewat lagu "Lc Tr�i".
Saat ini, estetika perjuangan belum sesuai harapanku.
Aku ingin itu lebih agresif.
Sekarang terlihat seperti gerakan tari dengan sentuhan seni bela diri.
Aku tak suka mengangkat orang naik dan turun.
Aku ingin yang senyata ini, seperti perkelahian sungguhan.
Misalnya, gerakan yang jelas, grup-grup ini berdiri di sekitar sini.
Aku berjalan seperti ini,
teruslah berjalan, sementara yang lain terpental.
Latar belakang merahnya pasti bagus.
Satu, dua, tiga! Ayo!
Satu, dua, satu, dua, tiga! Ayo!
Angkat tangan kalian jika kalian menikmati musiknya!
Angkat tangan kalian jika kalian menikmati musiknya!
Angkat tangan kalian jika kalian menikmati musiknya!
Tunjukkan tanganmu!
Satu, dua, satu, dua, tiga! Ayo!
Apa?
Apa kabar?
Bagaimana semangat kalian hari ini?
Baiklah.
Ini acara pertamaku,
jadi, penonton mengharapkan banyak hal.
Untuk bagianku, jika aku tak bisa memuaskan harapan mereka,
itu akan memengaruhi semangatku secara signifikan.
Seperti yang kalian lihat,
pengaturan panggung secara spektakuler dan menyeluruh
yang disiapkan oleh tim teknis di ketiga kota tur.
Sistem suara dibeli dari salah satu merek audio terbaik di dunia.
Pencahayaan dan visual dilakukan dengan timecode
untuk sinkronisasi sempurna.
Kalau begitu, sudah diputuskan.
Kurasa lebih bisa diraih seperti ini.
Simpan saja visualnya, karena terprogram dengan baik.
T�ng sering mengandalkanku dalam pengaturan panggung
sebelum dia datang untuk latihan.
Sejujurnya, suara ini,
sistem pencahayaan ini, dan tampilan LED ini,
membuatku sangat gelisah.
Sangat besar, raksasa.
Karena jika hanya satu dari ketiga hal ini yang selaras,
seluruh acara ini akan terlihat sangat konyol.
Bagian Long saat "Remember Me",
suara awalnya terlalu keras dibandingkan lagu pengiring.
Kita harus mencari cara agar volume semua lagu seimbang.
Seharusnya tak hanya penampilan bagus yang selesai,
tiba-tiba mik berikutnya lebih keras dari musiknya,
atau tiba-tiba musiknya lebih keras dari mikrofon.
Kau harus memperhatikan masalah itu,
untuk memastikan semua penampilan
memenuhi standar pendengaran.
Saat aku tiba di latihan pertama di Ho Chi Minh,
hal pertama yang kulakukan adalah bertemu Long Halo
dan memintanya mengajakku
ke semua bagian terlarang dari auditorium.
Dia mengajakku untuk menyelidiki
tiap sudut tempat konser itu.
Long bilang, ini tempat-tempat
yang bisa mengalami kesulitan mendengar konser.
Saat aku berbalik padanya,
"Penonton membayar mahal untuk menonton acara ini.
Jadi, misi kita adalah membalas mereka.
Semua kekurangan ini,
tolong, beri aku solusi untuk memperbaikinya."
Long Halo sangat mengkhawatirkannya.
Dia menjelaskannya dengan Pak Kepala Chau dan aku,
dan seluruh kru suara
untuk mencari solusi untuk memperbaiki kesalahan itu,
secepat mungkin.
Latihan sudah membuat takut!
Sebenarnya, asap hanya bisa mencapai dada.
Jika kita ingin penonton benar-benar melihatnya,
sebaiknya semua penari
pergi ke samping,
atau ke belakang panggung.
Biasanya, aku merasa nyaman
bekerja dengan orang yang mengusulkan ide mereka
dan apa yang mereka inginkan,
itulah gaya bekerjaku.
Aku akan berperan sebagai seseorang
yang mengubah harapan mereka menjadi kenyataan,
membantu mereka menyampaikan pesan,
semangat, dan musik mereka
melalui bahasa tubuh.
Aku seperti koki.
Aku menciptakan resep, memadu bumbu-bumbu,
menambahkannya dalam penampilan dan membantu menonjolkan T�ng
selama lagu "Lc Tr�i".
T�ng selalu,
tiap kali dia memberikan ide,
aku hanya akan membalas,
"Kurasa yang itu mahal, Kawan."
atau berkata, "Yang menurutku sulit,
pasti sekitar 1.000 dolar atau 2.000 dolar untuk melakukannya."
Kami menyumbangkan dua GoPro.
Itu bukan apa-apa.
Kini kau harus mengerti
bahwa aku lumpuh,
lumpuh secara finansial!
Tak ada uang lagi untuk mengatasinya!
Lihat sakuku, tak ada yang tersisa.
Aku sangat lelah.
Asistenku memasak makan malam untukku sebab aku tak bisa makan di luar lagi.
Kecenderunganku menyebutkan biaya dan pengeluaran
membuat semua orang kesal. Mereka akan bilang, "Pasti masalah uang.
Pak Uang."
Omong-omong soal uang,
"Hei, T�ng, kau harus menabung sebanyak ini besok.
Hei, T�ng, panggungmu butuh depositmu besok.
Hei, T�ng, tim produksi butuh uang muka sebanyak ini."
Terhormat.
Itu kehormatan besar.
Kemudian aku menyadari,
baiklah, sementara, ini hanya sementara,
semuanya pasti kembali, apa yang pantas kudapatkan.
Karena itulah aku memberi tahu semua orang bahwa aku mendekati semuanya
dengan semangat lebih dahulu,
apa yang kau inginkan adalah apa yang pantas kau dapatkan.
Hei.
Kau pikir kau siapa?
Kau pikir, kau bisa melakukannya?
Lupakan saja!
Lupakan saja!
Semuanya bohong.
Kau sedang dibutakan.
Kau akan gagal.
Kau akan gagal.
Kau akan gagal!
Kau tahu kenapa?
Karena kau takut dan lemah.
Kadang kau akan merasa sakit.
Kadang kau akan terluka, 'kan?
Berdiri sekarang.
Berdiri sekarang!
Kau pasti bisa!
Kau bisa.
Ayo!
Kau pasti bisa.
Jangan dengarkan gosip itu!
Jangan pedulikan hinaan itu!
Ada orang yang mencintaimu.
Ada orang yang mencintaimu.
Lari!
Lari sekarang!
Secepat mungkin.
Secepat mungkin!
Ke arah mimpimu!
Ke arah mimpimu, ayo!
MUNGKIN SEMUA RASA SAKIT INI MEMBANTUKU UNTUK TUMBUH
TIAP LUKA MEMPERKUAT DIRIKU
TERIMA KASIH
Cuacanya buruk di hari syuting
karena lokasinya di gurun di Phan Thiet,
dan T�ng tak punya kesempatan untuk mengalami
kondisi itu sepanjang waktu.
Aku ingat kita berada di lokasi syuting
dari subuh sampai senja.
Ada tiga kepribadian yang berbeda
yang T�ng harus perankan secara diam-diam.
Satu orang di pagi hari,
orang lain di sore hari
dan adegan terakhir di malam hari,
yang lagi adalah orang lain.
Tentunya, kita bisa mendekat
dengan cara yang lebih mudah,
dengan teknik kamera sederhana dan trik
sambil memastikan penonton
bisa memahami apa yang ingin kukatakan.
Tapi setelah merenung, aku sadar
ini produk videoku sendiri,
jadi, aku ingin menyampaikan semua yang ingin kukatakan,
tiap emosi yang kumasukkan ke dalamnya.
Mulai!
Dan di Ho Chi Minh, ada satu kesalahan besar
dengan timecode
untuk bagian itu.
Kubilang pada Long,
"Hei, aku butuh dua menit untuk ganti pakaian."
Kami membuat hipotesis yang sulit,
bagaimana jika terjadi sesuatu selama dua menit itu,
dan aku tak bisa ganti pakaian tepat waktu?
Hipotesis itu terbukti benar
di Ho Chi Minh,
setidaknya "hampir benar".
Yang hampir terjadi berdampak pada kondisi mentalku,
maksudku secara dramatis.
Kemarin, kau tahu?
Begitu aku kembali memasuki panggung,
hal yang membuatku marah di belakang panggung,
tiba-tiba memengaruhiku
saat "Remember Me".
Mengejutkannya suasana hati itu
sangat cocok dengan penampilannya.
Suasana itu anugerah.
Pas sekali
dengan video yang kita mainkan.
Takkan sebagus itu dengan suasana ceria.
Harus sesuatu seperti itu, seperti perjuangan internal
agar bagian terakhir dengan orang tuaku
terlihat seakan hidupku terpenuhi.
Akan sangat berbeda jika bersikap manis.
"Remember Me" kemarin
yang terbaik sejauh ini.
Setelah tiap acara,
biasanya aku terhubung dengan ponselku.
Karena Facebook, Instagram,
atau media sosial mana pun
yang cenderung memiliki berita paling baru
tentang bagaimana pertunjukanku.
Aku membaca banyak pujian,
memuji Sky Tour: The Movie,
untuk M-TP Entertainment.
Tapi kenapa aku merasa sangat hampa saat itu?
Karena orang yang mengerti apa yang baru saja terjadi
sepertinya tak ada di antara penonton
atau reporter berita di sana.
Ini aku.
Saat T�ng mengalami keraguan itu,
begini,
apa yang bisa kukatakan kepadanya,
"Jika mungkin,
ceritalah dengan orang terdekatmu, mereka yang paling memahamimu,
agar kau bisa melepaskan semua perasaan meledak-ledak itu,
agar stresmu tak bertambah."
Tapi dia hanya�
dia berbalik kepadaku dan berkata,
"Kau tak melakukan kesalahan.
Aku tak bisa melibatkanmu
hanya karena aku sedih."
Aku sangat menghargai kata-kata itu.
Ibu datang!
- Apa yang kau lakukan? - Halo!
Aku menunggu teleponmu setelah acara ini.
Aku sedang menuju hotel.
Begitu rupanya. Suaramu terdengar serak hari ini.
Selalu seperti itu setelah tiap acara.
Kasihan sekali, bagaimana hari ini?
Saat bicara dengan Ibu, aku merasa
semua ketegangan dan kecemasanku
langsung hilang seketika.
Orang tua yang terbaik.
Mereka
tinggal jauh dari sini.
Mereka tak tahu apa pun tentang "seni kehidupan",
atau apa pun yang orang suka sebut, "berkelas".
Mereka hanya memberiku bentuk cinta termurni,
nasihat paling tulus
dari lubuk hati mereka.
Asisten di samping T�ng,
bertanggung jawab atas hal-hal rutin
seperti makanan, kostumnya,
hal-hal yang kecil seperti yang orang kira,
tapi tanpa perhatian yang tepat,
tanpa presisi,
mereka bisa sangat memengaruhi sang artis.
Pertama, temanku menyayangiku, lalu mereka suka M-TP.
Ini bukan hanya soal aku, tapi perusahaan tempat kita tinggal.
Lingkungan kerja ini,
semangat tim ini membuat kita merasa seperti keluarga.
Sebenarnya, meski 24 jam sehari tak cukup bagi T�ng,
dia masih menyisihkan waktunya untuk duduk,
untuk membagikan apa yang menumpuk di pikirannya
dari hatinya ke Viet, Chanh,
aku, dan Hoang�
tentang hal-hal yang harus kami perhatikan.
Bagiku, T�ng di panggung adalah satu orang,
dan saat T�ng di rumah, dia orang yang sangat berbeda.
Orang yang melihat rasa lelahku,
yang mengerti dengan jelas
apa yang kualami
pada akhirnya, hanya ada T�ng.
T�ng seperti kakak di keluarga ini,
jadi, aku menghargai semua hal yang diberikan T�ng kepadaku.
T�ng memberiku banyak nasihat
dan banyak kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
Biasanya aku bertanya-tanya apa kegiatan T�ng saat liburan.
Dia suka bermain gim dengan semua orang di perusahaan,
pertandingan tim, atau konsol,
seperti sepak bola dengan Chau,
Duong, Bao, Onion.
Aktivitasnya memang seperti itu, tawaduk, dan rendah hati.
Berbeda dengan kemegahan yang difantasikan semua orang tentangnya,
dia menghadiahi dirinya dengan kesederhanaan dan kedamaian.
Di Da Nang, grup perjalananku berisi Chanh, Viet, dan Luan.
Ya, kami pergi bersama.
Kami mengunjungi Hue atau di dekat Hue?
Aku tak ingat persis.
Aku baru melihat tempat itu.
Luar biasa!
Kuberi tahu semua orang,
"Kita tidak di sini tiap hari. Mari kita berfoto!"
Matahari sangat terik,
seperti terbakar, dan ada tenggat,
tapi itu sangat indah, sangat indah.
Aku mampir dan merekam momen bersama semua orang.
Aku menyuruh semua orang "senyum", "pose".
"Ini momen terbaik dalam hidup kita."
"Ingat. Ingat itu selamanya!"
Setelah itu, aku melakukan gerakan yang sangat spontan.
Aku menurunkan jendela mobil, lalu orang lewat mengenaliku.
Mereka tak menghindar dariku atau terlihat malu.
Itu berbahaya! Lari, Kawan!
Karena saat itu, aku ingin melepaskan semua energi negatif.
Dan reaksi, senyum hangat mereka yang mengenaliku
memberiku kebahagiaan dan kenyamanan.
Saat Sky Tour: The Movie di Da Nang, kami merencanakan perjalanan ke Hoi An.
Kau sudah bisa membayangkan tempatnya di akhir pekan.
Tempat ini penuh orang, tapi T�ng tidak ragu.
Ini kali pertamaku mengadakan konser di wilayah Da Nang
dengan sumber dayaku sendiri, di bawah perusahaanku sendiri.
Aku sungguh berharap tanah suci ini akan memberiku kekuatan,
kepercayaan diri, dan kebangkitan, jadi, saat aku melangkah ke sana,
aku bisa bersinar seperti bintang,
memberikan yang terbaik kepada para penontonku.
Aku tiba-tiba merasa lebih segar,
lebih santai.
Dan semua orang di sekitarku juga merasakannya.
"Karena T�ng lebih lega sekarang, kita juga harus menenangkan diri.
Tidak perlu merasa stres!"
Aku sangat menghargai emosi mereka yang tetap bersamaku.
Saat Sky Tour: The Movie diadakan di Da Nang,
kebetulan, ini juga hari ulang tahunku.
Semua orang hanya fokus pada tugas mereka.
Bahkan aku lupa ulang tahunku sendiri.
Kupikir mungkin ulang tahun ini tak dihitung.
Aku ingat berada di lokasi syuting
lalu aku harus ke belakang panggung.
Lalu aku menerima telepon dari Viet.
Sebelum latihan malam itu, dia memberi tahu kami di hotel
bahwa itu hari ulang tahun Ca,
jadi, kita harus melakukan sesuatu untuknya.
Dia memintaku mengiriminya pesan,
"Datanglah ke ruang tunggu untuk urusan mendesak."
Perasaan itu, saat aku duduk di dalam ruang tunggu,
aku sangat�
Itu sangat panas, tapi aku tak berani menyalakan AC.
Dorong. Ada yang tersangkut di sini.
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
Semua doa untuk M-TP.
T�ng memegang kue ulang tahun, dan semua orang masuk,
menyanyikan lagu ulang tahun untukku.
Selamat ulang tahun, Nona.
Kenapa aku menulis "nona" di sini?
Jika ada hari saat aku mengirim pesan dan memanggilnya "Nona",
kau tahu sesuatu yang sangat buruk,
bencana mengerikan akan segera terjadi.
Tapi lihat masa depan kita, selama aku masih memanggilmu "nona",
kau tahu pertemanan kita belum berakhir.
Selamat ulang tahun, Ca.
Sebelum T�ng memberiku kue dan mengucapkan selamat ulang tahun,
aku sangat khawatir.
- Tapi sekarang, perasaanku� - Dua, tiga.
- Yang terakhir. - Dua, tiga.
Baiklah, selamat ulang tahun!
Sebenarnya,
aku sangat emosional,
karena�
aku memahami beban kerja yang besar
yang harus dia curahkan untuk Sky Tour: The Movie.
Aku tak pernah berpikir�
T�ng meminta asistennya sendiri
untuk membelikanku kue ulang tahun
dan menuliskan doanya untukku
di kuenya.
Aku sangat khawatir.
Tapi sekarang, perasaanku�
Aku merasa sangat bahagia.
- Selamat ulang tahun - Selamat ulang tahun
Sebagai aturan umum perusahaan, jika ada ulang tahun mendatang,
T�ng selalu ingin merayakan bersama mereka di kantor kami,
dengan semua orang di sana.
Jadi, setelah Sky Tour: The Movie selesai di Da Nang,
ada pesta ulang tahun lagi di kantor.
Jadi, aku rayakan ulang tahunku dua kali tahun ini dengan T�ng.
Tunjukkan wajahmu. Aku akan memilih adegan ini.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa, Ca, Viet, Tu. Sampai jumpa, Ca, Bao, Tu.
Kalian tahu judul lagu ini?
Lagu apa ini?
Lagu apa ini?
Bernyanyilah bersamaku!
Apa?
Apa selanjutnya?
Terus nyanyikan!
Apa?
Terus nyanyikan!
Semuanya, sorakkan "Yo!"
Sn T�ng M-TP jarang menunjukkan bahwa mereka terlalu dekat.
Kapan kau akan mengadakan konser musik di negaraku?
Aku akan menunggu.
Aku menyuruhmu mengingat wajahku.
Semoga kau bisa menikmati malam ini.
Dengan acara malam ini, ya?
Itulah alasanku dan kruku
memikirkan temu penggemar
sebelum acara dimulai.
Pertama, agar penggemarku bisa bertemu denganku.
Kedua, agar aku bisa bertemu penggemarku.
Ketiga, agar kami bisa tukar pikiran.
Aku akan menggoda mereka soal apa yang menanti malam itu,
bagaimana mereka harus mempersiapkan diri,
cara tetap sehat untuk menikmati acara dengan maksimal.
Meski itu hanya percakapan biasa
antara aku dan penggemarku,
aku merasa sangat bahagia
karena semua penggemarku menghabiskan waktu mereka di sana.
Kami punya banyak kenangan menarik.
Aku sudah menikah dan akan punya anak tahun depan.
Apa T�ng bisa membantuku menamai bayinya?
Kau cinta pertamaku,
bisakah kau menjadi menantu ibuku?
Meminta aku menamai bayi.
Bagaimana bisa aku menolak permintaan semanis itu?
Lalu ada, "Kau setuju menjadi menantu ibuku?"
Jika dia baik-baik saja, maka aku setuju. Kenapa aku harus ragu?
Aku mencintaimu!
Aku juga sangat mengagumimu, Sayang!
Dari mana asalmu?
Aku dari Hue.
Aku Sky, datang dari Ho Chi Minh.
Kita pernah bertemu di Ho Chi Minh?
Ya, sudah.
Hebat!
Perasaan berada di dekat penonton
sangatlah menyenangkan dan indah.
Aku ingat kau.
Aku ingat kau.
Sesi tanda tangan di Distrik Satu.
Aku yakin dengan diriku sendiri.
Untuk albumnya, 'kan?
Kenangan yang tak terlupakan. Aku masih ingat jabat tangan hangat itu.
Kau seperti kakakku.
Sungguh? Ulurkan tanganmu.
Tim kami punya tali T�ng.
Selamat datang di Tiongkok!
Aku akan ke sana.
- Kau lahir di 200� 2005. - 2005.
Itu kesempatan penggemar untuk tetap dekat denganku, memegang tanganku,
dan aku bisa lihat mereka,
menggenggam tangan mereka,
berbicara dengan mereka dengan nyaman.
Saat malam tiba, kita bertemu lagi,
untuk menggila, dan menjadi liar,
lalu bernostalgia akan malam itu.
Itu sebabnya aku sangat bertekad
untuk mengadakan jumpa penggemar sebelum memulai acara.
Sudah lama aku tak mengunjungi Da Nang.
Aku sudah lama tak melihat Hanoi.
Aku sudah lama tak tampil di Ho Chi Minh.
Lebih baik sempatkan diri untuk bertemu, menerima cinta, dan dicintai.
Astaga.
Aku ingin mendengar kalian dengan jelas
karena aku memakai monitor telinga.
Aku akan mengeluarkan satu!
Dan kuharap bisa mendengar suara kalian sekeras mungkin.
Hebat!
Baru kali ini aku dengar kalian dengan jelas.
Sebelum kita lanjutkan,
aku ingin bertanya
bolehkah aku minum air?
Terima kasih banyak!
Apa itu?
Bisakah kalian minum?
Siapa yang haus?
Bagaimana bisa sebanyak ini?
Kenapa orang Hanoi menyukai hal yang sulit?
Satu saja, ya?
Ini.
Baiklah.
Apa lagi sekarang?
Yang ini?
Benda ini?
Siapa yang mengambil ini? Angkat tangan kalian!
Sungguh?
Kalian yakin?
Jika orang tuamu bertanya, ini punya siapa?
Siapa?
Habislah aku.
Ponselku berbunyi tanpa henti.
Baiklah, cinta untuk cinta.
Semoga takdir tersenyum kepada orang yang menangkap ini.
Baiklah.
Karena menghadap ke sini, aku akan utamakan sisi ini.
Baiklah.
Terima kasih banyak.
Terima kasih.
Apa?
Sepertinya mereka mau bilang sesuatu.
Haus?
Haus atau haus akan diriku?
Haus atau haus akan diriku?
Kalau begitu, haus saja.
Hampir lupa.
Baiklah, kalau begitu, satu lagi.
Siapa pun yang menangkap botol ini, artinya kita ditakdirkan bersama.
Sampai jumpa setelah 30 tahun.
Jika kau pria, kita bisa menjadi belahan jiwa.
Terima kasih.
Ini, kau yang paling dekat.
Terima kasih.
Siapa yang lahir tahun 2000 di sini?
Seperti tamparan di wajahku.
Bagaimana dengan 2001?
Kalian dari sisi ini berbohong,
merespons kedua pertanyaan.
Izinkan aku mengajukan pertanyaan terakhir.
Ada yang lahir pada tahun 2007?
Tahun 2007?
"Kini, semua cinta kalian penuh kebohongan."
"Aku tak ingin hidup�"
"Aku tak ingin menemukan mimpi itu�"
"Jadi, Sayang, pelan-pelan, jadilah dirimu yang kemarin."
"Jadilah dirimu yang kemarin."
Jangan tinggalkan aku sendirian
Hentikan dan hapus semua kenangan�
Kemarilah.
Kemarilah.
Sekarang ini acaraku atau acaramu?
Lagu berikutnya!
Lagu berikutnya.
Lagu berikutnya!
Satu, dua!
Saat aku bertemu Bao dan para penari,
tugasku adalah memberitahunya,
"Hei, Bao, kita harus geladi bersih."
"Aku mau seperti itu."
"Karena itu satu-satunya cara untukku
untuk tampil sempurna di panggung."
"Jika kita hanya berlatih menari
tanpa bernyanyi,
aku tak pernah bisa berlatih mengendalikan napasku,
atau suaraku saat tampil secara langsung.
Dan kau tahu bagaimana para artis
selalu lebih liar dan gila
begitu naik ke panggung."
Bicara soal lagu "Em Ca Ng�y H�m Qua",
semua orang berpikir
lagu yang cukup mudah, tapi sebenarnya tidak.
Penampilan ini direncanakan dan diprogram dengan timecode.
Seluruh penampilan memiliki pencahayaan,
suara, dan semua visual terprogram bersama.
Tapi setelah itu, saat T�ng meninjau semuanya,
dia menyarankan menambahkan properti,
dan lebih banyak momen spesial
untuk membuat para penggemar terkesan dan menangkap jiwa lagu itu.
Jadi, dia ingin tampil bagus, lalu instrumen baru,
yang merupakan keytar.
Mengenai keytar,
ada hal berisiko lain yang diputuskan oleh tim
karena tempat yang kami pilih tak sesuai
untuk instrumentasi langsung.
Itu sebabnya kami harus membuatnya sendiri,
bersama dengan struktur asli panggung.
Fakta bahwa keytar dijatuhkan dari atas,
ada risiko lain.
Keytar-nya akan berayun.
Jika entah bagaimana instrumen itu mengenai kepala seniman,
situasinya akan sangat canggung.
Kedua, keytar itu masih agak tinggi.
Aku masih harus meraihnya untuk mengambilnya.
Itu harus diturunkan,
serendah mungkin.
Sesuaikan agar saat aku mengayunkan lenganku ke depan,
aku tak perlu meraihnya,
ambil keytar-nya dengan cepat, itu saja.
Aku menghabiskan berhari-hari
duduk dengan orang-orang yang mengawasi visual,
pencahayaan,
dan Ngai, sutradara yang menangani naskahnya,
agar semuanya bisa berakhir
dengan sempurna, tanpa kesalahan.
"Sekarang, naskahmu di sini menandakan
keytar akan jatuh,
dan aku akan berjalan,
jadi, aku butuh pencahayaan seperti ini. Aku butuh visualnya seperti ini.
Lakukan semua yang kau bisa agar seluruh penampilannya
bisa sespektakuler itu."
Dan saat aku pulang,
aku mencoba menuangkan segelas air,
meyakinkan diriku untuk bersantai,
untuk sementara melupakan semuanya.
Yang harus kulakukan sekarang adalah menjernihkan pikiranku.
Aku meyakinkan diriku,
"Jadilah tampan,
menjadi ceria,
memakai pakaian bagus, keren, tenang,
dan menjadi dirimu sendiri di panggung."
Jika terjadi sesuatu di panggung,
kendalikan saja, seperti yang kulakukan
selama ini.
Aku memperbarui ide baru untuk "H�y Trao Cho Anh".
Karena Ca dan aku mengamati bagian tariannya,
kami pikir akan bagus jika panggungnya mengikuti
konsep visual Korea.
Tak perlu properti, hanya visual biasa.
Di sini, visual yang ingin kulakukan adalah seperti ini.
Biarkan Tay, yang bertanggung jawab atas Panggung Levi, melakukan ini.
Jika hanya berdasarkan visual,
maka tak ada lagi yang perlu dibahas.
Tak ada yang istimewa.
Ini mendekati lagu terakhirku di acara ini.
Sebelum "H�y Trao Cho Anh",
tepat setelah "Em Ca Ng�y H�m Qua", kita harus buat hal yang mengesankan.
Sesuatu seperti�
membiarkan penonton seperti�
Sangat lelah, aku tidak tahu cara menyanyikan lagu ini.
Kau sudah mengerahkan seluruh tenagamu?
Belum, tapi entah kenapa aku merasa sangat lelah.
Di "H�y Trao Cho Anh",
T�ng merasa lagu itu bagus.
Dia yang menangkap tema lagunya.
Itu membuatku merasa alami dan nyaman.
Gerakannya spontan di atas panggung.
Aku sangat suka caranya menari,
yang merupakan gaya bebas.
Tak ada yang bisa menghalanginya dan kepribadian spesialnya.
Aku ingin berbagi beberapa hal sekarang. Tidak apa-apa?
Hari ini adalah penampilan terakhir Sky Tour: The Movie 2019.
Tak diragukan lagi, perasaanku campur aduk
di hati ini.
Perhentian pertama adalah Ho Chi Minh.
Yang kedua adalah Da Nang.
Dan sekarang, perhentian terakhir, Hanoi.
Semua orang mencintaiku dengan sepenuh hati.
Terima kasih banyak!
Terima kasih, Hanoi, karena sudah datang malam ini,
bersama Sn T�ng M-TP.
Terima kasih banyak.
Semoga, tahun depan, 2020,
jika ada Sky Tour: The Movie 2020,
akankah semua wajah familier ini muncul atau tidak?
Kalian akan datang?
Janji?
Terima kasih banyak!
Baiklah.
Lagu berikutnya.
Tenanglah.
Tampak tidak asing?
Tidak, aku harus lebih tampan agar familier. Maaf.
Bagaimana dengan sekarang?
Cukup mirip?
Lagu berikutnya.
"H�y Trao Cho Anh."
Benar sekali.
Tunjukkan tangan kalian!
Tunjukkan tangan kalian!
Mana tangan kalian?
Satu, dua, tiga!
Sn T�ng M-TP!
Terima kasih.
Kalian akan merindukanku?
Tapi,
merindukan bagaimana?
Kau ingin acara ini berakhir?
Belum, 'kan?
Terima kasih banyak.
Aku hanya ingin mengatakan satu hal.
Aku sayang kalian!
Lagu yang kalian nyanyikan untukku, ya?
Nyanyikan dengan keras untukku.
Apa selanjutnya?
Di mana tangan kalian?
Di sini!
Hei, teman-temanku!
Selalu seperti kemarin.
Aku bersyukur dan ingin berterima kasih kepada Ha Noi!
Ayo!
Di mana tangan kalian?
Tepuk tangan!
Tepuk tangan!
Tepuk tangan!
Tepuk tangan!
Aku mencintai kalian!
Lebih keras!
Angkat tangan kalian!
Sekali lagi.
Seperti kemarin�
Kita pasti akan segera bertemu kembali.
Terima kasih banyak.
Terima kasih banyak.
Sampai jumpa di sisi ini.
Aku menyayangi kalian semua.
Bagaimana dengan sisi ini?
Aku sayang kalian semua.
Bagaimana dengan yang di belakang?
Terima kasih banyak.
Semoga
semua orang akan tetap bersamaku,
cintai aku, dan dukung anak kecil ini di sini!
Dengan adanya Sky Tour: The Movie,
bagiku, itu seperti kenangan
yang kumiliki bersama penontonku.
Tahun 2019, dengan "H�y Trao Cho Anh", dengan Sky Tour: The Movie,
dengan Sn T�ng M-TP,
kurasa ini tahun yang indah.
Bagiku, T�ng adalah teman dekatku selamanya,
anggota keluargaku
dan masa depanku.
Jika aku dipanggil Pak Uang,
maka T�ng adalah Pak Sempurna.
Aku sungguh berharap Sky Tour: The Movie
tak hanya akan menjadi acara untuk tahun depan,
tapi tahunan untuk tahun-tahun mendatang.
Aku belum pernah melihat langit berbintang
sespektakuler, dan secerah
bintang yang diciptakan Sky
di ketiga acara di Ho Chi Minh, Da Nang, dan Hanoi.
Kurasa�
Sky Tour: The Movie,
bagiku, masa muda,
antusiasme,
dan semua yang kusayangi
selama bertahun-tahun.
Aku juga berpikir�
ini utang budi yang harus dibayar
antara aku dan mereka yang mencintaiku.
Dan akhirnya,
aku telah memenuhi janji itu
dan membayar utang itu
dengan cara yang indah.
Selalu seperti kemarin.
Berjanjilah!
Aku mencintai kalian!
Aku merasa sangat senang hari ini.
Ini kali pertamaku lihat T�ng secara langsung.
Aku menghadiri semua turnya, tapi tiap kali untukku,
ini seperti kali pertama. Aku mencintaimu!
Ini kali keduaku bisa bertemu Sn T�ng,
kedua kalinya dalam hidupku.
Tapi aku tak bisa menyentuhnya.
Lagunya sangat bagus,
dan aku merasa dia dan para penampilnya benar-benar hebat.
Jadi, aku terkejut dengan musik Vietnam, aku sangat menikmatinya.
Tiap penampilan sangat mengesankan.
Itu meledak-ledak.
Saat kau berdiri dekat panggung, kau akan merasa seluruh tubuhmu
berpadu dengan bas dari pengeras suara.
Aku kehabisan kata-kata. Luar biasa!
Keren! Luar biasa! Luar biasa!
Lagu yang paling kusukai
"Chc Ai ?� S V."
Jadi, kami tahu tarian ini dan kami sangat menikmatinya.
Aku suka Sn T�ng sebab dia mementingkan keluarganya,
dan menyayangi orang tuanya.
Itu sifat terbaiknya.
Aku mencintaimu, Sn T�ng.
- Keren. - Keren.
- Hebat. - Hebat.
- Hebat. - Hebat.
- Hebat. - Hebat.
- Luar biasa. - Luar biasa.
- Aku suka M-TP. - Aku suka M-TP.
TERIMA KASIH SUDAH MENJADI BAGIAN DARI MASA MUDA SATU SAMA LAIN
TERIMA KASIH BANYAK!
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.