Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TEKAN MULAI
USAHA KE-139
Bangun. Awas kepalamu.
Sepatu, celana panjang, merunduk, kaos.
Sebelah kirimu. Akan kuambil ini.
Blokir, serang. Ganti posisi pisau.
Tangkap, banting.
Baik. Mau minum kopi?
Bisa kau bayangkan setiap hari kau bangun
bersama bajingan seperti tuan Selamat Pagi ini
yang mencoba mencincangmu dengan sebilah parang?
Serius.
Untuk sementara ini terasa menyenangkan.
Mati kau!
Setelah ketegangan mereda,
setelah kusadari apa yang terjadi
setelah hampir 140 kali
ini mulai terasa mengganggu.
Dan aku ingin menghentikannya,
tapi kutahu itu tak akan berhenti.
Kau tahu apa kata mereka: "Aku bisa lakukan dengan mata tertutup,"
dan kau pikir ini omong kosongku,
tapi, terserahlah.
Lihat saja.
Maaf, bung. Pikir mereka kau itu aku.
Setiap kali kulihat ini terjadi di apartemenku, aku berpikir
"Sial, aku menyewa!"
Tapi pemiliknya menyebalkan,
dan aku tak akan bisa mengambil depositku lagi.
Tak selalu seperti ini.
Aku dulu bahagia. Sungguh.
Aku dulu punya wanita yang kucintai,
Tapi sekarang aku benar-benar kacau.
Penerjemah: xtalplanet Members of IDFL SubsCrew IDFL.me | IDFL.info
IG : @bengkelsub Follow us for follow back and request subtitle
Sial. Saatnya melompat.
Biasanya aku meleset, tepat 22 kali sebelum ini.
Kau tahu seperti apa rasanya jatuh dari lantai empat?
Sakit sekali.
Pria sinting di Challenger ini berteriak sekuat tenaga setiap kalinya.
Dia mencuri mobilku! / Ya, kau jalan.
Selanjutnya pasangan brengsek ini coba membunuhku dengan mini van.
Bisa keluar dari kemacetan itu? / Jangan ajari aku menyetir.
Aku tak mengajarimu. / Itu Esmeralda bersama ibunya, Pam.
Entahlah apa itu benar nama asli mereka,
sebab tak ada waktu untuk beri salam.
Setelah lewati bus itu, jalanan akan mulus, lalu...,
Tunggu, busnya belum lewat?
Bukan.
Demi Tuhan.
Tuhan!
Jangan khawatirkan aku.
USAHA KE-079
Omong kosong ini terjadi setiap hari.
Aku dulu sering mengeluh karena setiap hari terasa sama.
Kemudian tibalah 9 Mei
dan sekarang, setiap kali adalah hari yang sama.
Teriakan yang sama, bajingan yang sama dengan parang,
semua sama..., dengan sedikit variasi.
Dasar breng...,
Hanya satu yang tak pernah berubah.
Adalah kematian.
Setiap harinya.
Aku mati.
Rekap kecil.
Faktanya,
Aku tak tahu mengapa mereka ingin membunuhku
atau sesuatu yang membuatku pantas dibunuh. Banyak alasannya.
Kau sudah kenal Pam.
Dia menembakku 14 kali, sebelum kutahu waktu tepatnya.
USAHA KE-069
Malaikat kecil bajingan ini namanya Guan-Jin.
Bagaimana kutahu namanya?
Aku Guan-Jin!
Dan Guan-Jin telah menyelesaikannya.
Arti namanya adalah Dewi Pengasih.
Cukup ironis, bukan?
USAHA KE-088
Aku memberi nama bajingan kecil ini Kaboom.
Apa kabarmu, tampan? / Dasar cebol kecil. Apa yang kau lakukan?
Oh, aku tak suka sikapmu.
Aku beri mereka semua julukan: Pam, Smiley,
Si kembar Jerman, Roy No. 2,
seorang bajingan yang mirip sepertiku.
USAHA KE-104
Terkadang aku membunuh mereka.
Tapi tak ada pengaruhnya.
Mereka akan selalu menemukanku dan membunuhku.
Aku Guan-Jin!
Dan Guan-Jin telah menyelesaikannya.
Aku tak tahu mengapa ini terjadi, juga mengapa aku mengulang hari yang sama.
Aku tak punya waktu mencari tahu.
Itu terjadi saat aku membuka mataku.
USAHA KE-048
SEDANG BERLANGSUNG
Jemma, satu-satunya wanita yang pernah kucintai,
dan satu-satunya orang yang tahu jawabannya.
Halo? / Aku mencari Dr. Jemma Wells.
Siapa ini?
Ini suaminya..., Pacarnya, Roy.
Oh, Kapten Roy Pulver, dari Delta Force.
Siapa kau?
Kolonel Clive Ventor. / Bosnya Jemmin.
Hingga saat ini. / Apa dia di sana?
Tidak, sayangnya dia tak ada. / Kapan ia kembali?
Itu pertanyaan kosmik yang tak bisa kujawab dengan kekuatan ini.
Dia meninggal. / Apa?
Aku tak suka memberi kabar buruk,
tapi Nona Wells mematahkan lehernya sendiri tadi malam.
Kecelakaan di lab,
bekerja lembur, mungkin ia kelelahan.
Tidak...,
Dimana kau sekarang?
Satu..., / Dua...,
Itu bukan kecelakaan.
Tiga!
Kenapa dia mati? Siapa yang membunuhnya?
Hidupku tak cukup lama untuk mencari tahu.
Oke, sampai di mana tadi? Oh, ya. Bus itu.
USAHA KE-140 SEDANG BERLANGSUNG
Sial!
Dia tampak hebat. / Sayang, ada koboi di sini.
Kurasa aku harus serius.
Apa-apaan?
Sialan.
Ow. Sial.
Kurasa mereka pantas mendapatkannya.
Hei, Roy. / Halo, Jake.
Kau seperti habis tercebur kotoran. Apa yang terjadi?
Aku salah bangun tidur. Aku baik-baik saja.
Jangan kau pikirkan. Bisa minta sebotol brendi yang enak?
Kau tahu? Beri aku dua sekarang.
Dua! Astaga.
Ini dia. Semoga hatimu panjang umur!
Aku bercanda.
Pecandu alkohol, ya?
Kau harus hidup hari ini, kan? / Karena besok tidak dijamin.
Tepat sekali, bung. Tepat sekali.
Orang ini sedang bunuh diri.
Mengapa kau bisa minum seperti itu?
Mengapa kau tidak? / Kau tahu,
banyak pakar keamanan meramalkan, dan aku salah satunya,
teror 9/11 berikutnya akan menyerang pabrik alkohol.
Harapan hidup pemabuk di negara ini sekitar 38%,
jadi ketika kau...,
Si mulut besar ini bernama Dave.
Dia spesialis keamanan di perusahaan swasta
dan tak peduli apa jawabanku, mengapa aku minum seperti ini,
ia akan tetap ucapkan pidato yang sama.
Aku bisa mengulanginya kata demi kata.
Aku tahu persis apa yang akan terjadi setelah aku masuk.
Tepat pukul 11:05 pemain anggar Cina ini masuk.
Dia juara dunia 12 kali.
Sial. Dai Feng!
Kau tahu apa yang paling..., / Menguasai pedang Cina?
Dua belas..., / Kejuaraan Dunia.
Aku pernah cerita tentang dia? / Tiga kali.
Sungguh? Aku tak ingat.
Aku ingat. / Pedro, siapkan meja untuk Sifu Feng.
Halo. Silakan duduk.
Sifu Feng adalah alasan mengapa aku masuk ke bar.
Jika aku tiba di atas jam 11:00, ia akan duduk di bangku terakhir yang tersisa.
Sial. Dia menatapku.
Kau pernah bersama wanita? / Maaf?
Kau pernah bersama wanita? / Aku memancing, tahu?
Kurasa kau punya kesempatan untuk menumbuhkan penis di keningmu.
Sekitar tengah hari...,
Baik. Yang akan terjadi sedikit lebih baik.
Tapi aku senang saat ia terpeleset. Maaf.
Aku mungkin bisa memperingatkan, tapi ini sangat lucu.
Dan aku tak banyak tertawa di hari ini.
Kau bermain saat kerja, Pedro! Tak bisa dipercaya!
Pukul 12:20, Dave akhirnya pergi bekerja.
Semoga teroris tak akan meracuni stok Brandy di Dunia.
Tapi lebih dulu ia mengucapkan kalimat khasnya ini.
Kuharap begitu.
Itu terlalu banyak. / Duduklah, Dave.
Apa? / Aku ingin menceritakan sebuah kisah.
Baik. Aku sedikit mabuk hari ini. Sebuah kisah kecil dalam cerita perang.
Aku biasa ceritakan ini ketika mulai mabuk.
Kau pernah ditembak di wajah, Dave?
Aku pernah.
Itu terjadi padaku sebelum aku mati.
Belum lama kejadiannya.
Pelurunya adalah 0,45 ACP.
Ia menebus di sini, tepat.
Dia keluar dari mulutku secara utuh.
Aku ingat rasanya seperti steak.
Yah, steak rusuk yang sangat enak.
Dan ketika aku hidup kembali
Aku bilang "Sial,
itu tadi lidahku yang dipanasi oleh peluru."
Aku bisa merasakannya. Lidahku.
Apa kau percaya itu? Itu sangat menarik.
Kisah itu benar, Dave.
Itu bagus, kawan.
Apa kau butuh tempat tidur?
Aku mengerti.
Tepat pukul 12:47..., tidak.
Aku akan bahas sebentar lagi.
Sekitar seperempat jam sebelumnya, aku sangat menikmati minumannya
dan aku merasa sangat baik.
Saat aku berada di bar ini,
aku bisa minum sampai mereka menemukanku.
Tubuhku bisa hancur berkeping-keping
dan bahkan tidak merasakan apa-apa.
Pukul 12:47. Pada titik ini, aku tak pernah bisa melewatinya semenitpun.
Mengapa aku menyerah?
Mengapa tidak?
Karena di luar bar ini, kemanapun aku lari dan bertarung sebisaku,
aku tak akan pernah bisa melewati pukul 12:47.
Mereka selalu berhasil membunuhku.
Sekelompok bajingan tak kukenal yang membunuhku untuk alasan
yang tetap menjadi misteri bagiku.
Dan dia mati. Gadisku.
Dia meninggal di tempat yang tak sempat kudatangi.
Terjebak di sini, di hari yang tak pernah berakhir.
Aku tak pernah semabuk ini,
tidak setiap hari seperti ini.
Aku butuh rencana. Seseorang harus membayarnya.
Mereka punya pasukan. Aku hanya punya waktu.
Kemarin, berbulan-bulan yang lalu.
KEMARIN
Bagus.
Ya, ini bagus.
Teman, bisa minta waktunya sebentar? / Tentu.
Ya, Tuhan, wanita.
Lihat dirimu.
Hai. / Hai.
Apa kau alergi telepon?
Tidak, teleponku mati dan aku tak sempat untuk
memasang telepon rumah, jadi...,
Mereka mematikannya juga? / Ya.
Nah, beruntung kita bisa bertemu..., / Ya.
Menemukanmu di bar bawah tanah lantai rumahmu, itu sangat beruntung.
Apa anehnya?
Selamat datang, sarkasme. Apa kabar, orang asing?
Sudah lama tak dengar kabarmu.
Apa itu? / Aku bawa lamaran kerja.
Tinta printernya hampir habis, bagian Delta Force itu sulit dibaca.
Apa itu mengurangi peluangku?
Kemari.
Pakai seragam di sini.
Ya, bagus.
Aku butuh..., / Jangan seperti..., Wow!
Jangan seperti seragam keamanan di mall, aku tak bisa memakainya.
Marun, seperti gaunku?
Jangan seperti gaunmu, karena nanti akan seksi.
Aku cuma bilang. / Baik.
Berapa gaji di sini?
Apa ada jaminan kesehatan?
Karena aku mendapatkan itu sewaktu di pasukan khusus.
Apa yang kau lakukan di sini? Ini cukup besar.
Kau sudah lama melakukan ini? / Kuharap cukup lama.
Benda apa itu sebenarnya?
Lima tahun tanpa tidur malam dan penelitian berkelanjutan.
Dan rasanya lebih berat dari yang bisa kau bayangkan.
Jadi apa fungsinya? / Fungsinya?
Jika digunakan secara tidak benar,
itu akan membatalkan ruang dan waktu yang bisa menghancurkan planet.
Sial. Seperti hari kiamat?
Kau pasti sangat tegang.
Wow, mari kita lihat Joe.
Ya, Tuhan, dia sudah besar, Jemma.
Keberatan jika aku bawa?
Foto ini. Kau punya yang lain?
Tentu, bawa saja. Berapa beratmu?
Aku menjaga kebugaran, sekitar 80 kg.
Kau masih minum? / Ya. / Kutulis 85 kg.
Kau ceritakan aku padanya?
Itu sangat berarti bagiku, Jemma.
Apa gunanya bagi dia? Kau hampir tak pernah ada di sepanjang hidupnya.
Mengapa berkata demikian? Apa aku tak layak mengenalnya sekarang?
Pekerjaanku yang menjauhkan kami. / Pekerjaanmu? / Ya.
Kerjamu? Kau lebih mencintai pekerjaanmu daripada membagi waktu bersama.
Menembak lebih seru daripada popok dan minivan.
Jelas. Kau bisa gunakan alasan itu.
Dan sekarang akulah bajingannya, kan?
Apa pentingnya lagi?
Kita sudah putuskan, kita jalani, lagipula Joe tetap mengagumimu.
Dia mengagumi aku? / Ya.
Apa katanya tentangku?
Apa yang kau inginkan, Roy?
Aku kehilanganmu
Aku tahu sudah mengacau. Aku sudah menerimanya.
Tolong jangan terjadi pada putraku.
Hanya itu pintaku.
Dia anak kita, Jemma.
Doktor Wells. / Tunggu sebentar.
Maafkan aku, Brett.
Ini Roy. Roy, Brett.
Dia kepala keamanan di sini.
Kantormu di area terlarang, Dr. Wells
karena itu tak boleh diakses. / Aku sudah jelaskan pada Kolonel,
bahwa aku menerima kunjungan dari siapapun yang kuanggap tepat.
Aku membawa lamaran kerja.
Kami saat ini tidak menerima...,
Kapten Powder. / Bilang aku akan segera ke sana.
Kolonel menunggumu.
Dasar memuakkan.
Apa benar kau merekrut orang? / Mereka...., Kami...,
Ya, aku.
Apa yang kita bahas ini?
Keamanan spesifik.
Seperti menyamar, atau mata-mata?
Lebih. / Benarkah?
Kapan aku mulai?
Lebih awal dari yang kau kira.
Aku sudah baca resumenya, aku punya alasan mencurigainya.
Sepertinya tak banyak.
Tak ada yang memperhatikan lalat, sampai ia hinggap di sup.
Ada yang tidak kusuka darinya.
Dia memiliki semacam ancaman.
Ancaman seperti apa?
Seseorang yang terbiasa bekerja keras beralih ke pekerjaan yang lebih santai.
Itulah yang paling kubenci.
Periksa riwayat layanannya. Aku ingin bisa mengawasinya.
Jika dirasa bermasalah, akan kita selesaikan.
Pasang harga lebih tinggi,
cari yang tak terhubung ke kita. Semakin acak asetnya, semakin baik.
Cari aset yang agak nyentrik.
Baik, aku akan keluar dari sini, minum anggur, atau...,
Tunggu, kurapikan rambutmu. / Oh, Jemmo!
Aku berdarah.
Apa kau dapat kado ultahku? / Apa yang kau lakukan? Tingkahmu aneh.
Apa kau dapat kado yang kukirim?
Entahlah. Aku tak lihat. / Lihatlah. Kukirim beberapa hari lalu.
Baiklah, akan kulihat.
Dr. Wells, bisa jumpa denganmu?
Aku harus ke rumah sakit. / Aku ke sana sebentar lagi, Kolonel.
Kau melukaiku. / Dengar aku baik-baik, Roy.
Aku tahu kita sudah jarang bertemu
dan kita sudah tak sejalan.
Aku tahu, tapi saat..., / Dengarkan saja!
Lanjutkan. / Baik.
Aku lupa betapa sulitnya.
Aku melihat kemiripan dirimu pada Joe, sungguh.
Tekadnya, keinginannya untuk sukses tak peduli halangan apapun.
Itu jadi kualitas terbaikmu, tapi juga keegoisanmu.
Dan kemampuanmu untuk menghilang.
Kukira itu sudah selesai. / Melarikan diri dari tanggung jawab.
Baik, apa yang kau inginkan dariku? Katakan saja.
Aku ingin pria yang pernah kucintai sejak lama.
Orang yang memberiku putra.
Versi dirimu yang sangat percaya diri.
Bukan Roy yang setiap malam keluar dan menembaki orang-orang.
Ingat ini: Osiris. Osiris.
Kalian mirip Roy dan Royce.
Karbohidrat bukanlah teman kalian.
Dr. Wells, kau baik-baik saja? / Ya.
Kau keberatan dengan asapnya? / Tidak sama sekali.
Spindel itu.
Ada sedikit penundaan saat ini.
Berapa lama?
Seminggu, maksimal dua minggu.
Mengapa? / Penelitian bukanlah ilmu pasti.
Tapi itu tepatnya yang kami inginkan, ilmu pasti.
Temanmu, Kapten Pulver.
Dia mengajukan lamaran kerja. / Dia bicara apa?
Dia cerita soal pekerjaanya dulu di militer.
Dan apa yang kau bicarakan?
Protokol keamanan tidak mengizinkan subjek bicara secara intim.
Aku bisa yakinkan dia tidak begitu.
Roy dan aku bukan..., / Kau ibu dari anaknya.
Silakan duduk. Buat dirimu nyaman.
Aku tak ingin membuatnya seperti interogasi.
Aku tak suka bicara panjang. Aku lebih suka padat jelas.
Semakin singkat semakin baik. Namun...,
Aku punya cerita yang akan kuceritakan lagi dan lagi,
dan akan kuceritakan padamu sekarang,
jika mau dengar.
Aku suka cerita panjang. / Kita berdua beruntung.
Burma, pada tahun 1979, aku bekerja dengan CIA,
menyusup ke ladang opium untuk mencegah
kudeta militer berdarah, yang kemudian
terjadi 10 tahun kemudian.
Sebenarnya ini sangat rahasia.
Dalam satu kesempatan, aku berada
di hutan dekat Rangoon,
menembaki para prajurit Front Pembebasan Karen
dalam tiga hari pertempuran, yang memakan korban seluruh timku.
Aku hampir mati di tangan sekelompok orang dengan parang,
dengan sikap gila dan bahkan dengan kebersihan yang buruk,
dan aku hanya punya satu Remington Buckmaster dengan teleskop
selama 36 jam tanpa tidur, dan harusnya aku menang.
Dan kemudian aku mendengarnya.
Jeritan menusuk itu,
seperti peluit uap.
Babi liar.
Membuatmu pipis di celana.
Suaranya sendiri bisa membubarkan para pemberontak.
Tak ada yang mau bermain-main dengan gigi taringnya.
Dan babi itu melihatku, dia lari ke arahku.
Aku lebih suka menembak 10 orang daripada seekor binatang.
Namun sebelum aku memutuskan, ular piton Burma sepanjang 6 meter,
datang dari atas pohon dan melilit babi ini seperti ham.
Tak pernah kulihat seperti itu.
Dalam beberapa jam berikutnya, aku menyaksikan dengan takjub
bagaimana ular itu perlahan menelan babi dan mencernanya.
Saat itu hening jadi aku bisa mendengar semuanya.
Bagaimana tulangnya patah, suara saat paru-parunya pecah,
yang menimbulkan suara seolah-olah ular itu tertawa.
Itu tetap menjadi hal menakjubkan dari aksi kekerasan yang pernah kulihat.
Tapi yang membuatku paling terkesan,
bahwa meskipun ular piton itu meregangkan rahangnya untuk melahap korbannya,
dia punya ketenangan dan perhitungan di matanya.
Dan baru setelahnya, ketika ular bergeser dari tempatnya,
diantara sisa-sia babi itu,
aku melihat selusin telur.
Telur piton.
Babi itu hampir menginjak sarangnya.
Jadi yang awalnya kukira ia melakukan tindak agresi,
itu sebenarnya tindakan kasih.
Ular membunuh babi hutan bukan karena dendam,
tapi untuk melestarikan generasi masa depan mereka.
Aku menikmati ceritanya.
Dan aku senang menceritakannya. Kuanggap itu sesuai.
Sebagai? / Tak boleh ada pengunjung di lab.
Tak ada mantan, atau bayangan dari masa lalu.
Jika pekerjaan tertunda,
aku ingin segera diberitahu, ya? / Tentu saja.
Terima kasih doktor. Itu bagus.
Hati-hati saat melangkah.
Kau mau lagi? / Jangan yang itu...,
Kau manis.
Sudah berapa lama kalian saling kenal?
Baru bertemu hari ini.
Dia sahabat baruku. / Ya, benar.
Alice ini ahli kesehatan gigi. / Yang kabur, karena aku benci gigi.
Strukturnya buat aku muak.
Lalu karirmu sebagai dokter gigi..., / Sebagai pilihan yang terakhir?
Ya, aku tahu. Tapi aku siap dengan segala tantangan.
Aku suka keluar dari zona nyaman.
Itu satu-satunya cara untuk dewasa. / Benar sekali.
Dia sangat imut, bukan? Imut.
Sudah berapa lama kalian saling kenal?
Dengan Gabrielle? Semenjak aku mulai minum di bar ini.
Semenjak ia kembali dari luar negeri. / Oh, bahaya. Ceritakan.
Nona, hapir tak ada yang bisa diceritakan.
Kalau begitu ceritakan itu. / Tapi bisa tunggu? Sebab...,
Aku harus buang air kecil. Aku segera kembali.
Kau harus membawanya pulang, Roy.
Kau harus membawanya pulang.
Kau harusnya bertanya,
"Mengapa aku tak mengajakmu saja, Gabrielle? "
Dan aku akan menjawab,
mungkin malam berikutnya.
Kau mulai menggoda.
Tapi malam itu tak akan pernah tiba.
Kita bisa bersenang-senang, Roy, tapi tak bisa mencintai.
Oh, cinta. / Tidak. / Mengapa?
Mengapa? / Ya.
Karena kau masih mencintai..., seseorang.
Bisa kulihat di matamu.
Tatapan kesedihan itu.
Kau merindukan seorang wanita, tapi bukan aku.
Dan bukan ahli kesehatan gigi tersayang kita.
Bar, halo? Ya.
Ini untukmu. / Siapa yang menelepon?
Tak tahu. / Halo?
Roy, bisa dengar aku? / Jemma? Apa...,
Kau masih di lab? Ini sudah hampir jam 3 pagi.
Jemma, kau baik-baik saja?
Apa kau baik-baik saja? / Ya, tapi...,
Apa yang terjadi? Dengar..., / Kau dengar aku.
Aku melakukan hal yang dastris,
dan jika terjadi sesuatu, berjanjilah untuk melakukan sesuatu yang...,
Aku tak bisa mendengarmu. / Aku butuh bantuanmu.
Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?
Tak bisa kujelaskan, kau tak akan mengerti...,
Hei, suaramu terputus.
Jemma, telepon kembali, ya?
Siapa itu? / Mantan.
Dia terlalu banyak bekerja.
Sepertinya doktor kita adalah penjahat.
Temukan dia.
Apa yang kulewatkan?
Hai.
Kami sedang membahas wanita terseksi di planet ini, dan namamu muncul.
Harusnya kutelepon Jemma, tapi aku mabuk dan horny, sampai tak peduli.
Aku tak tahu betapa pentingnya itu.
Aku tak tahu bahwa ini terakhir kali kudengar suaranya.
Sesuatu yang tak bisa kuulangi.
Sesuatu yang memaksamu lakukan sesuatu yang berulang.
USAHA KE-141
Aku tahu ini ada hubungan dengannya.
Tapi tak tahu bagaimana terjadinya.
Apa kau dapat kado ultahku?
Kau dapat kadoku?
Entahlah. Aku tak lihat. / Lihatlah. Kukirim beberapa hari lalu.
Ingat ini: Osiris.
"Selamat ulang tahun, Roy. Jalani hidupmu ke depan, dan ingat,
waktu tak menunggu siapapun."
Persetan aku.
Ayo lakukan lagi.
USAHA KE-142
Ia mencuri mobilku!
Sial!
Ayo, ayolah.
Lakukan saja, cepat. / Ia menghalangi jalanku!
Akhirnya.
USAHA KE-143
Dia mencuri...,
Jangan membaca sambil mengemudi, idiot.
Kenapa tak pernah kuperhatikan ini?
Sial, aku melewatkan restoran Cina itu.
Terakhir aku pergi ke tempat lain, selalu berakhir sangat buruk.
USAHA KE-051
Kupanggil dia Smiley (Tersenyum), dengan alasan yang jelas.
Ditembak setidaknya terasa lebih mudah dan bersih.
Ya, aku menangkapnya!
Siapa yang mengira begini kejadiannya?
Aku menangkapnya!
USAHA KE-144 SEDANG BERLANGSUNG
Yang kulakukan selama ini hanya melarikan diri dari kejaran.
Sekarang aku harus mencari petunjuk tentang apa yang terjadi.
Aku harus hentikan aksi tembak dan cari tempat untuk membaca.
Osiris dan Isis adalah pasangan yang setia
Dia seorang pendeta tinggi Mesir, ibu dan istri yang ideal,
Pelindung Orang Mati,
ahli dalam semua mantera untuk perjalanan melewati akhirat.
Osiris akhirnya dipotong menjadi
14 bagian dan disebar ke seluruh Mesir oleh musuhnya.
Hadiah ultah macam apa ini?
"Selamat ulang tahun, Roy. Jalani hidupmu ke depan, dan ingat,
waktu tak menunggu siapapun."
Joe. Apa yang dilakukannya?
Sial
Ia tak tahu ibunya sudah meninggal dan sekarang ia benar-benar sendiri.
Aku satu-satunya keluarganya sekarang.
Apa kabar, bung? / Tiketnya 10 dolar.
Lima per putaran, eliminasi ganda.
Apa yang kulihat di sini?
Turnamen olahraga. / Apa itu?
Kompetisi video game.
Kebanyakan permainan retro dari era 80-an.
Double Dragon, Altered Beast, Street Fighter.
Kami ini puritan, bung. Berdedikasi pada masa-masa keemasan video game.
Yang sudah lama mati. 8-bit itu menyenangkan.
Berapa usiamu? / 41 tahun.
41 tahun? / Ya.
Kau punya anak di sini? / Aku kekanak-kanakan karena pilihan.
Pilihan siapa?
Simpan saja.
Joe, hai.
Hai, bung. / Roy, apa kabar?
Lihat dirimu, kau mengejutkan aku.
Kau setinggi ini saat terakhir kali kulihat.
Aku tak tahu kau ini gamer. / Oh, aku bukan gamer.
Kenapa di sini? / Pertanyaan sama. Bukankah ini hari sekolah?
Aku bolos.
Ayolah, kau bisa lakukan hal lebih baik dari ini.
Aku tak mau ikut.
Ini game favoritku, mama akan marah jika tahu aku di sini.
Mama akan sangat marah.
Tak kulaporkan mama jika mau jawab aku.
Baik. / Apa yang kau beli dari anak besar di atas tadi?
Aku tak beli apapun. / Joe, aku melihatmu.
Ini kartu permainan RPG. Kami saling bertukar.
Kau bisa menjadi apa saja, pembunuh, tentara bayaran, dan sebagainya.
Itu sangat keren. / Pasti.
Kau dapat ini darinya?
Kau pikir aku beli narkoba atau sesuatu?
Atau semacam itu. / Umurku 11 tahun, tak mungkin kulakukan.
Jangan pernah lakukan hal itu, nak. Ya? / Ya.
Ayo kita cari tempat minum di luar. Aku ingin bicara, ya?
Lagipula layarnya sedang rusak. / Ah, barang rongsokan. Ayo.
Kau lapar? / Ya.
Makanan apa yang kau sukai? / Pizza.
Pizza? Jadi mari kita makan pizza. Bagaimana dengan sushi?
Aku tak suka sushi. / Tidak? Karena?
Karena itu sushi. / Ya, itu masuk akal.
Seharusnya kuberitahu dia sekarang.
Baritahu bahwa ibunya telah meninggal. Baritahu ia tak bisa bertemu ibunya lagi.
Beritahu dia bahwa..., / Ibu bilang kau tangguh.
Tangguh?
Dia bilang itu? / Mama tak pakai kata itu.
Tapi ia bilang kau seperti marinir atau tentara.
Mama bercerita tentang aku? / Ya, lumayan sering.
Sering?
Kau ini mirip seperti pria di film Taken yang punya keahlian bertarung.
Liam Neeson? / Ya.
Tidak, dia pria tangguh fiksi. Aku nyata.
Sungguh? / Ya, inilah aku.
Itu hebat.
Hei, Joe.
Aku akan katakan sesuatu.
Ini tak nyaman didengar.
Aku juga sulit mengatakannya.
12:50
Tiga menit lebih lama dari biasanya.
Bagaimana?
Bagian dalam semuanya logam.
Lalu aku berada di bawah tanah.
Mereka melacakku.
Kau mau katakan apa, Roy?
Joe...,
Aku ayahmu.
Diantara ketakutan itu
aku melihat ia menatapku dengan cinta selama sepersekian detik.
Dan itu luar biasa.
Kumohon, jadikan ini kematian yang terakhir.
Dasar brengsek!
Bagaimana kau melacakku? / Persetan kau!
Persetan aku? Mana pelacaknya?
Di pantatmu. / Oh, kau penuh dengan ide!
Enyahlah. / Baik, kau enyah.
Hai, bung!
Baik. Silakan pergi jika mau pergi.
Mana pelacaknya?
Pasti ada di sini. Tetapi dimana?
Sial.
Pedro, kau ingin membantuku melihat?
Dan kemudian aku berkata: "Aku lihat kau ahli kontra-intelijen,
aku akan mendidikmu menjadi spesialis alat pengawas, teman"
Kau harus lihat ekspresinya. / Kau gila!
Dave. / Hai, Roy. / Hai.
Maaf aku menyela. / Aku baru cerita pada Jake soal bajingan...,
Bagus, Dave. Kau tahu sesuatu mengenai alat pelacak?
Aku tak tahu soal itu, Roy.
Aku tahu segala macam alat seperti itu!
Jenis apa? Pemancar tradisional..., / Yang diberikan pada satu orang.
Ditempelkan di tubuh atau implan? / Mana yang bagus?
Saat seseorang tak tahu bahwa dia sedang dilacak.
Maka implan jauh lebih cocok.
Jika ditempelkan..., / Dimana implan ditanam?
Orang mengira itu di bawah kulit..., / Kau akan tanamkan dimana?
Maksudmu aku pribadi? / Kau pribadi.
Spesialis Dave.
Apa maksud muka bodohmu itu? Ya. Ya.
Dia saja paham. Gigi, Roy. Gigi. Itu tempat ideal.
Kau pasti bercanda.
Kau sangat imut dengan masker ini.
Kau tak perlu takut. Tarik nafas dalam-dalam.
Ini akan segera berakhir.
Mulutmu bisa bertindak sebagai pemancar alami.
Dave? / Iya?
Jika kau melihat gigi, kau tahu apakah ada pelacak di situ?
Tidak, jika itu masih ada di mulut.
Tapi jika giginya kucabut, aku bisa..., / Jake.
sebotol brendi yang enak dan sebuah tang.
Tidak! Tidak! Sialan!
Jangan kuatir, Dave, ini akan tumbuh lagi.
Apa kau sudah gila? Tidak, kau butuh bantuan.
Kau bisa bantu aku. Apa yang ini?
Bukan. / Kau yakin. / Yakin. / Jam berapa ini?
Jam 12:45. / Sial, dua menit lagi.
Ini waktunya kau berhenti mencabuti gigi di mulutmu, kau gila?
Oh, sial. Jangan lagi. Ya, Tuhan!
Harusnya aku duduk saja di rumah.
Lihat. / Bukan. / Lihat!
Astaga. / Apa? / Ya, gigi itu.
Ada kelainan pada gigi itu. / Benarkah? / Ya.
Ya, Tuhan. Aku harus melihat isi dalamnya.
Roy? / Ya? / Hati-hati, ya?
Hati-hati. Tidak, itu tidak hati-hati!
Ini dia bajingannya. / Oh, Tuhan.
Roy? Seseorang membayar mahal untuk bisa melacakmu.
Betulkah? / Ya. Belum pernah aku...,
Sampai jumpa lagi, Dave.
USAHA KE-145
Siapa menyuruhmu pasang pelacak? / Namanya Brett.
Bajingan Brett kepala botak,
dengan kumis diwarnai hitam, Kepala keamanan Dynow.
Baik.
Aku akan membuat lubang besar di dadanya.
Apa kabar? / Jake.
Aku butuh minuman keras dan tang. Sekarang.
Aku mati sebanyak 144 kali.
Tapi hari ini, akhirnya aku bisa lakukan sesuatu tentang itu.
Jatuhkan.
Giginya? / Bukan giginya.
Aku tak akan menjatuhkannya.
Aku jatuhkan atau kau jatuhkan.
Ini PPK Walther buatan tangan, kubeli setengah juta dolar di pelelangan.
Kau beli pistol seharga setengah juta?
Ditambah Lester Smith kuno pribadiku dengan peredam semburan SD-22,
yang hanya ada enam di dunia, untuk $ 250.000 lagi.
750.000 dolar. / Tepat.
Mengapa, Pam? Mengapa kau lakukan itu?
Pam? / Aku tak tahu namamu, jadi kupanggil saja Pam.
Kita pernah ketemu? / Sangat sering. Di masa lalu.
Coba kulihat. Perlahan.
Pegang di busur pengamannya.
Pegang ini seperti memegang porselen. Kumohon.
Lembut seperti sutera.
AH? / Adolf Hitler.
Apa? / Hadiah pribadi dari Carl Walther.
Hitler menyimpan itu di meja di Munich.
Kau membunuhku selama ini dengan pistol milik Hitler?
Dicuri oleh tentara Amerika pada tahun 1945. / Ya, Tuhan.
Ada apa denganmu? / Disimpan hingga sekarang.
Kukira tak ada yang lebih buruk. Ternyata ada juga.
Siapa yang mengirimmu? / Kau tak ingin tahu.
Aku berkeras. / Tak akan.
Kau akan bunuh aku sekarang? / Tidak, Pam, aku akan menembakmu.
Ini untuk orang Yahudi.
Itu juga.
Aku menangkapnya! Ayo, nak!
Aku menangkapnya!
Jemma melibatkan aku dengan alasan. Entah bagaimana, entah mengapa.
Pasti karena alasan yang bagus. Dia pasti hebat.
Oh, kau kehilangan ponsel.
Tapi kini ia sudah pergi.
Aku tak bisa kembali untuk menyelamatkannya,
jadi semua ini tak penting sekarang.
Hanya tinggal satu kepingan dalam urusan ini.
Balas dendam.
Semakin panas sekarang.
Kau sudah eliminasi asetnya? / Maksudmu aset-asetnya? Jamak.
Marshalle. / Hai, Brett.
Jangan tanya aku siapa, kau kenal aku.
Mana Marshall? / Yang membawa bom?
Kusebut dia Kaboom.
Dia sedang pesta barbekyu bersama teman-temannya sekarang.
Tinggal dua lagi yang tersisa. Kau dan atasanmu.
Kau pikir aku ada atasan. / Kau yang paling rendah.
Orang yang bertanggung jawab.
Orang yang bunuh Jemma.
Dia pasti Ventor.
Kau tahu kami dimana, tangguh. / Ya, dan aku sedang ke sana.
Sampai ketemu, brengsek.
Aku yakin Bos besar ada di atas,
tapi aku tak mau masuk mengendap di balik layar.
Kita selesaikan dengan gaya lama, langsung masuk melalui pintu depan.
Itu rencana yang bagus.
Aku akan mencungkil matanya.
USAHA KE-146
Tahan!
Mundur!
Aku bisa lakukan ini sepanjang hari, brengsek.
USAHA KE-147
Halo, Roy nomor 2!
Selamat tinggal, Roy No. 2.
Roy Nomor 2 tidak bersenjata dan aku tahu pasti,
aku tidak diperiksa saat melewati orang ini.
Pak?
Oh, ya. Tentu saja. Maaf.
Akses ditolak.
Ini..., ada yang salah.
USAHA KE-148
Apa kabar?
Hai, Roy.
Aku tak mau bermain-main sedikit dengan Butch dan Sundance?
Tidak.
Aku mati.
Itu aneh.
USAHA KE-149
Dasar brengsek.
USAHA KE-150
Hai, tampan
Kau sempat memenggal kepalaku puluhan kali.
Kau pasti sangat sibuk sekali.
Apa yang akan kau lakukan dengan itu?
Aku akan memotongmu.
Kau ingat seseorang yang bermain-main dengan pedangnya agar ia tampak keren?
Dan lawan menembaknya karena kesal, tak sabar,
ia tak tahan lagi. Kau ingat? / Ya.
Sial.
Kau tak tahu bagaimana rasanya dibunuh dengan pedang. Kecuali pada usaha ke-15.
Itu jauh lebih menyakitkan ketimbang ditembak.
Dan fakta lain yang kurang diketahui oleh orang,
lebih sakit lagi saat pedangnya ditarik.
Fakta menyenangkan, Harrison Ford ada kotoran,
karena itu ia menembak orang itu.
USAHA KE-151
Aku Guan-Jin.
Dan Guan-Jin mengakhirinya.
USAHA KE-152
Aku Guan-Jin.
Dan Guan-Jin mengakhirinya.
USAHA KE-153
Aku Guan-Jin.
Dan Guan-Jin mengakhirinya.
USAHA KE-156
Dan Guan-Jin mengakhirinya.
Ini bahkan bukan yang terburuk.
Itu dia. Ventor.
Orang yang membunuh Jemma.
Orang sama yang membuatku terbunuh ratusan kali.
Kapten, kesan pertamaku, kau ini di atas rata-rata.
Caramu melenyapkan pembunuh- pembunuh profesional itu,
sungguh luar biasa.
Kau harus bangga dengan usahamu, apapun hasilnya.
Seperti seseorang yang mendapat luka di setiap pertarungan,
bahwa kekalahan ini, betapapun pahitnya, itu memuaskan.
Dia pasti sudah hafal pidato itu, karena ucapannya selalu sama tiap waktu.
Setiap aku melihat orang mati, dan banyak jumlahnya,
aku melihat satu kesamaan.
Itu tampak di mata.
Tatapan mereka semua sama.
Rasa bersalah, penyesalan.
Apa yang sudah kulakukan? Apa yang belum kulakukan?
Semua niat baik kita menjadi darah bersama kita.
Bagaimana jika kita bisa membangun ulang dan menghapus kesalahan?
Bagaimana jika menulis ulang sejarah itu nyata?
Adolf Hitler, Pearl Harbor. / Tunggu, aku belum pernah ke titik ini,
Jadi semua ini baru.
Di tangan siapa kau mempercayakan alat sekuat Spindel Osiris?
Aku punya jawaban, Kapten.
Milikku.
Seorang pria yang tahu penderitaan manusia,
seorang pria yang mengerti kengerian perang,
siapa lagi yang bisa mengawasi dan mengoperasikan alat itu?
Persis.
Maafkan aku soal Dr. Wells.
Dia berada di luar ideologi yang diizinkan untuknya.
Gadis manis.
Darah di tangan. Itu tujuanmu masuk kemari.
Dan darah, akan kau miliki.
Tapi bukan darahku.
Ini sangat tajam. Tak ada cipratan darah.
Apa ini Katana? / Katana? Itu dari Jepang.
Ini Pedang Cina. / Jangan rasis. Itu tetap pedang.
Sekarang aku tahu tiga hal. Pertama:
Akan kuhajar orang itu lain kali aku melihatnya.
Kedua: Aku terjebak dalam benda yang disebut dengan Spindel Osiris.
Dan ketiga: Ventor tak tahu bahwa Osiris berfungsi.
Jemma sengaja melibatkan aku sejak awal, tapi mengapa?
Osiris membangkitkan suaminya yang sudah mati.
Osiris menjadi penguasa orang mati
dan setelah mati.
Aku Osiris.
Jemma mengirimku ke spindel untuk hentikan mereka, hentikan Ventor.
Dia ingin aku mengulangnya selama aku bisa.
Dia..., punya keyakinan.
Sial, dia masih percaya padaku.
Dia tahu aku bisa kalahkan mereka.
Hai. Aku ingin belajar bertarung pedang.
Aku tak tahu apa yang kau ucapkan.
Aku ingin belajar bertarung dengan pedang.
Ada sesuatu yang menarik darimu yang aku suka.
Aku akan pulang ke Shanghai besok pagi.
Waktuku hanya sehari. / Itu bisa dilakukan dalam sehari.
USAHA KE-158
USAHA KE-161
Aku memang pemula, tapi aku cepat belajar.
Orang yang memegangnya menjadikan itu senjata, Roy.
Pedang bukan penguatmu, ia tak lebih dari sebuah kunci mobil.
Aku pernah dilatih sebelumnya, tapi aku ingin belajar lebih.
Di tangan orang biasa pedang Jian tak lebih dari
sebatang besi keras biasa.
Namun dalam genggaman yang pasti, dengan tatapan yang menusuk,
ia menjadi alat pemusnah.
Guruku dulu memang bagus, tapi aku butuh banyak belajar.
USAHA KE-174
USAHA KE-198
USAHA KE-200
Hai, tampan.
Apa kau menyerah?
Kau tak akan bertarung dengan pedang, bukan?
Aku suka rasa percaya dirimu.
Biasanya aku suka bicara.
Ada sesuatu yang ingin kuucapkan.
Tapi itu bisa menunggu.
Jangan pura-pura tangguh.
Brengsek.
Aku ingin mengatakan ini,
Aku Roy, dan Roy menyelesaikannya.
Bung?
Brette?
Aku mencium muffin. Kau menciumnya juga?
Aku ngantuk. Bangunlah.
Dan sekarang aku buta.
Terlihat seperti unicorn setinggi 2 meter. / Kau bajingan licin.
Apa kau akan ambil pistol itu? / Tidak.
Dan kau tahu kenapa? / Tidak.
Karena aku lebih puas jika bisa memukulimu.
Bagaimana?
Bagaimana menurutmu?
Spindelnya. Dia menghidupkan itu. / Jemma mengirimkan aku.
Ia mengirimkan aku ke dalam untuk menghentikanmu
dan kau membunuhnya karena dia tahu dirimu, Ventor.
Ingin jadi diktator, mencoba mereka ulang dunia.
Dasar liberalis.
Sebelum ia mati ia sempat berkata,
jika reaksi Spindel berlangsung lama, itu bisa hancurkan planet?
Jangan kuatirkan itu. Saat dunia berakhir, kau tak sempat melihatnya.
Spindel itu memberi kekuatan Tuhan
Mengubah dunia menjadi dunia tanpa tragedi.
Adolf Hitler, 11 September. / Hentikan pidato sampahmu itu.
Masa lalu tetap masa lalu, Ventor. Ia diciptakan agar tetap di belakang.
Kita hidup dan belajar darinya.
Dari suami yang kabur dan ayah yang gagal.
Menurutku segala tindakanmu sejauh ini tak akan mengubah sesuatu.
Bagaimana dengan putramu? / Putraku?
Joe kecil, bukan?
Jika sudah sampai sejauh ini untuk membunuhku,
siapa yang akan menyelamatkannya?
Tak pernah terpikir olehku bahwa Joe dalam bahaya.
Tak terpikirkan dalam jutaan tahun, kalau dia menarget dirinya.
Akan kubunuh Ventor dan para bajingan itu ribuan kali, jika ia disakiti.
Pak, mundur ke belakang pembatas. Kau tak bisa ke sana.
Bung. Kau harus keluar dari sini.
Berapa kali aku membiarkan dia mati?
Anakku!
Dia anakku! Aku harus selamatkan anakku!
Tidak!
Dan ini dia.
Akhir dunia.
Kenapa tidak?
Duniaku sudah berakhir.
Aku bisa merasakannya. Bukan hanya kematian,
tapi bagaimana aku hancur berantakan. Milikku terpisah satu demi satu,
bersama dengan yang lainnya.
Tak ada tempat berlari, dan satu- satunya orang yang bisa menolongku mati.
Bagaimana kalau aku membalasnya?
Akulah yang membunuh Jemma. Bukan Ventor. Tapi aku.
Aku membunuhnya dengan melarikan diri dari ikatan.
Kubunuh sebelum anakku tumbuh, dan aku membunuhnya...,
Saat aku tak menelepon kembali.
Akulah alasan dia mati.
Akulah alasan Joe mati.
Akulah alasan akhir dunia.
USAHA KE-205
Untuk apa semua ini?
Mengapa aku harus repot berusaha.
Tak ada pentingnya lagi.
Tidak ketika kau kehilangan semua orang yang kau cintai.
Tidak ketika kau bertanggung jawab atas akhir umat manusia.
Kerja bagus, bajingan.
Tak bisakah kau membiarkanku tidur malam dengan nyenyak?
Jadi begini.
Beginilah. Ya?
Apa kau akan mengasihani diri sendiri? Selamanya, hari demi hari?
Kau tak melakukan apa-apa, walau kau punya alasan untuk melakukannya?
Tidak.
Kau bisa.
Kau akan melakukan sesuatu.
Waktu bukan masalah bagiku. Ia tak lagi memburumu.
Ia mencuri mobilku!
Kau tak pernah mengenal anakmu, jadi...,
Bagaimana jika kau coba mengenalnya?
Ini lebih dari yang pantas kau dapatkan.
Hai, Joe.
Roy, apa yang kau lakukan di sini? Apa yang terjadi padamu?
Aku jatuh dari atas.
Kau bolos sekolah?
Biar kutebak. Turnamen game. / Bagaimana bisa tahu?
Menurutmu aku mau kemana? / Kau gamer?
Seratus persen.
Aku melihatmu di X-Box setiap kali aku singgah, tapi aku tak mau
melaporkanmu pada ibu, tahu?
Aku suka game klasik dari tahun 80-an,
Seperti Altered Beast dan Double Dragon. / Street Fighter?
Itu paling kusuka.
Aku juga. / Benarkah? / Ya.
Tapi aku juga menyukai game modern. / Hei, Roy,
menurutmu Ibu akan kesal karena aku bolos sekolah?
Kau tahu apa? Dia akan marah.
Tapi aku akan melindungimu, ya?
Bagus. / Jangan pernah bolos lagi, ya? / Baik.
Setuju? / Setuju.
Ayo kita main Street Fighter.
Kau akan mati. / Kau yang mati.
Kau akan mati dan kalah.
Aku mengacaukannya. Tapi aku masih hidup!
Game ini sudah sangat tua! Apa namanya? Glaca?
Galaga. Galaga.
Tepat di wajah.
Aku tetap menang. / Tentu saja.
K.O.
KAU MENANG! / Mengapa kau menyukai game ini?
Ada banyak yang mengejarmu dan kau harus membunuhnya.
Itu tenaga dalam. / Oh ini agu..., arugula.
Apa benar arugula? / Hadouken.
Aku memukulmu lagi?
Hadouken!
Bagaimana kau bisa?
Kekuatannya mulai di sini. / Ya, tangkap gadis itu.
Kau tahu? Biar kutunjukkan caranya.
Ia masih berdatangan.
Entahlah.
Aku tak takut padanya. / Bagi anak sekolah yang suka bolos, kau cukup pintar.
Aku punya cara sendiri.
Kau kalahkan aku lagi.
Aku memang ahli.
Betapa berharganya waktu ini, aku ingin semua kembali.
Ia mirip seperti Jemma,
kecerdasannya, selera humornya.
Terima kasih Tuhan.
Saat kulihat ia tertawa, seolah kulihat diriku.
Hanya sekejap.
Melihat wajahku sendiri. Tertawa padaku.
Itu menghancurkan hatiku.
Aku akan lakukan ini selamanya. Hanya kami.
Kami akhiri hari seperti ini, lebih dari puluhan kali.
Tak pernah menua.
Aku suka cara dia tertidur, ketika semuanya berakhir.
Aku senang, ia bahkan tak melihatnya.
Aku ingin memberitahu kalau aku ayahnya, seperti yang sudah-sudah, tapi aku takut.
Aku takut kalau dia tak akan menatapku seperti itu lagi.
Aku tak mau melihat tatapan matanya saat ia melihatku.
Jadi aku diam saja.
USAHA KE-249
Aku ingin kapal suatu hari, membawa mama berlayar.
Dia tak pernah pergi kemana-mana.
Aku mau menyewa untuknya.
Apa kita akan menyewanya? / Kapal?
Ya. Aku akan bawa mama.
Mengapa tidak? / Kapan?
Kapan saja. Kita bisa...,
Ini yang akan kukatakan, "kita bisa lakukan pekan ini"
Lalu dia mengirim pesan ke mama tentang rencana berlayar.
Ini yang biasanya terjadi.
Joey...,
Kau tahu ibumu..., / Ya?
Kau tahu apa yang dikerjakan ibumu? / Spindel Osiris?
Tahu apa fungsinya?
Ia tak bisa membicarakan itu. Sangat rahasia atau semacamnya.
Tapi pernah kudengar ia berkata, itu bisa hancurkan segalanya.
Bahkan seluruh dunia ini, jika tak hati-hati.
Kau percaya itu?
Aku percaya.
Aku berharap tak percaya.
Ibumu percayakan padaku sesuatu yang membuatnya kecewa.
Apa maksudmu?
Tadi malam, ibumu..., / Dia tak pulang.
Aku tahu. / Apa dia punya pacar baru?
Tidak. Dia tak ada pacar.
Apa dia tahu kalau aku suka bolos sekolah?
Seperti kau menguntit aku. / Ya benar, tapi...,
Bukan karena alasan itu.
Jadi kenapa? / Entahlah.
Aku melihatmu lalu ingin mengobrol. Sudah lama kita tak jumpa.
Mengapa kau menduga aku menguntitmu?
Karena sesuatu yang mama katakan tadi pagi.
Tunggu, apa? / Di telepon. Aneh sekali.
Katanya jika ada masalah, aku harus menemuimu.
Joe, ini mama. Angkat ponselmu, kumohon.
Aku tak tahu dia bicara apa. / Kau bicara pada mama hari ini?
Jika ada kejadian yang aneh, aku ingin kau hubungi Roy, ya?
Jam berapa waktu itu? / Entahlah.
Akan kukirim nomornya, telepon aku lagi. Dah, sayang.
Hei, teman. Tunjukkan ponselnya.
MAMA. 7:03 Pagi.
Dia masih hidup saat aku bangun.
Ventor tidak membunuhnya.
Dia belum mati.
Jangan kuatir, nak. Aku akan kembali untukmu.
Aku kembali untuk kalian berdua.
Kau membunuhnya.
Bagaimana kau bisa sampai kemari? / Mana dia. Mana dia!
Kau coba menghapus bukti. / Aku coba cari tahu caranya,
bagaimana dia menghidupkan Spindel..., / Diam, Brett!
Lanjutkan. Lanjutkan!
Kami tak tahu bagaimana menghidupkan Spindel osiris.
Ia memulai suatu reaksi berantai yang tak terkendali.
Entah bagaimana dia mengambil alih hingga Spindel tak merespon.
Sialan.
Spindel ini berfungi.
Ternyata kaulah massa yang hilang.
Kalau tidak bagaimana kau bisa masuk ke fasilitas ini?
Berapa...,
Berapa kali kau sudah lakukan ini sebelumnya?
Banyak sekali. / Ini bekerja.
Dia hidup setidaknya 14 menit setelah aku bangun.
Aku punya waktu untuk menyelamatkannya.
Baik. Mari lakukan ini.
Jemma sendiri yang bisa hentikan ini dan aku punya 14 menit untuk bertemu.
Persetan, ayo pergi.
Bajingan itu baru saja melompat keluar.
Terbangkan ini, brengsek. Terbangkan.
Waktuku 12 menit. Coba laju lebih kencang.
Cepat!
Semoga penerbanganmu menyenangkan, brengsek.
Aku ingin K.O yang cepat sekarang.
Donnybrook. Battle Royale.
Mereka semua berkumpul, jadi bisa sekalian dan tak buang waktu.
Karena aku tak mau menunggu lama.
Mungkin terlalu lama.
Jadi, kau tahu, Aku tak punya waktu seharian.
Hei, Brett!
Kau datang untukku.
Kau berhasil.
Kau datang untukku.
Berapa banyak kau coba? / Hanya sekali.
Waktu kita tak banyak. Ayo.
Aku tak memberitahumu, mereka mengawasiku.
Jadi aku harus menyelinap ke lab di malam hari.
Aku hampir tak sempat mengirim buku itu padamu.
Itu sudah cukup.
Mungkin Ventor mengirim seseorang ke Joe.
Tak ada yang tersisa. Mereka semua mati, Jemma.
Joe baik-baik saja.
Dia bolos sekolah untuk main game, tapi dia baik saja.
Bagaimana kau tahu?
Dia menyukai gadis sekelasnya bernama Camille,
kita pernah melihat mereka di bus sekolah,
tapi dia terlalu takut mengajaknya kencan.
Dia dan temannya Wyatt, berbohong soal usia
beberapa minggu lalu agar bisa ikut turnamen paintball.
Ingat memar di lehernya?
Dia bilang digigit serangga.
Bulan lalu pergelangannya keseleo sewaktu main papan seluncur,
membuat suara decit aneh ini. / Ya, benar.
Ia menyukai anjing, terutama anjing pug
berpikir ia bisa menyelamatkan seseorang.
Ia membuat lukisan cat air versi Van Gogh,
lukisan Malam Berbintang,
ia menggambarnya karena tahu itu lukisan yang kau sukai.
Ia bilang dirimu sibuk bekerja, sehingga sedikit tersenyum.
Tapi anak itu sangat mencintaimu.
Bagaimana menghentikan ini, Jemma?
Ini bukan masalah berhenti, Roy. Ini masalah hidup ulang.
Aku menciptakan dimensimu dengan DNA-mu sebagai massa yang hilang.
Apa artinya? / Kau harus masuk ke pusat Spindel,
kemudian secara teori,
kontinum ruang-waktu akan mengatur ulang dan memulai kembali.
Secara teoritis? / Entahlah.
Sejujurnya, aku tak tahu, Roy.
Semua ini dilakukan dengan tergesa-gesa. Aku sudah coba membujuk Ventor.
Aku bahkan tak tahu apa ini bekerja, sampai kau muncul.
Perlu diingat, aku baru bertemu denganmu kemarin.
Dan aku tak pernah melihatmu di hari yang berulang.
Aku tak tahu harus apa lagi, atau mengadu pada siapa.
Aku hanya mengenal dirimu, Roy.
Aku mengenal dirimu apa adanya.
Tapi aku tak tahu apa yang terjadi padamu saat kau masuk ke sana.
Aku tahu apa yang terjadi jika aku tak masuk.
Kau melihatnya? Akhir dunia?
Ya. / Seperti apa itu?
Itu seperti yang kau bayangkan, namun sejuta kali lebih buruk.
Aku langsung masuk, melalui terowongan ini
lalu ini akan mengatur ulang, kau dan Joe akhirnya selamat?
Jika massa-mu dikembalikan ke inti, maka itu akan terjadi.
Ada kemungkinan itu gagal dilakukan.
Kau akan lenyap.
Jika begitu...,
cium aku dan katakan kau mencintaiku.
Aku cinta kamu.
Tunggu aku, ya? / Akan kutunggu.
Baiklah, ayo pergi.
Penerjemah: xtalplanet Members of IDFL SubsCrew IDFL.me | IDFL.info
IG : @bengkelsub Follow us for follow back and request subtitle
Timing sub diambil dari: sub.Trader subscene.com
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.