Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-=SULTAN KHILAF=-
"Episode 11"
Dokter Han!
Omo, Dokter Han!
Apa artinya...
...membalas dendam kepadamu sekarang?
Kini sudah berakhir.
Apa artinya...
...membalas dendam kepadamu sekarang?
Apa ini?
Apa yang dilakukannya?
Dia pergi ke mana dengan tubuhnya yang sakit itu?
Sadarlah, Joo In–a!
Kenapa mengkhawatirkan pria semacam itu?
Akan sangat baik jika dia tak kembali!
Meski dia tak banyak mengomeliku belakangan ini...
Astaga!
– Kau tak apa–apa, Pak? – Ini 119?
Ada kurir yang pingsan.
Sadarlah, Pak.
Pak!
Tekanan darahnya tinggi dan gura darahnya terlalu rendah.
Tolong suntikkan solusi salin dan glukosa.
Tolong beri dia selimut untuk menjaga suhu tubuhnya.
"Pusat Medis"
Dokter Joo! Kau sudah melakukan tindakan pertama?
Ya.
Berhati–hati dengan pasiennya!
Ini. Meski tes simulasi ACTH harus dilakukan,...
...tapi konsentrasicortisol miliknya hampir nol.
Kurasa, ini krisis adrenal.
Suntikanhydrocortisone diberikan saat keadaan darurat...
...dan kini menyuntikkan 10 mg per jam.
Dia akan baik–baik saja.
Kurasa, dia menderita hypoadrenocorticism kronis...
...dan enteritisnya menyebabkan krisis adrenal.
– Karena itu dia mengalami syok. – Ya.
Jika dia terlambat sedetik saja, dia bisa mati.
Berkat pertolongan pertama yang cepat yang diterimanya.
Kau tak tahu betapa cemas aku di ambulans.
Aku tak membayangkan hal seperti ini terjadi.
Pertolongan pertama adalah segalanya.
Kau tak punya peralatan untuk melakukan...
...pemeriksaan yang layak dan memberinya perawatan.
– Bukankah kau mencari masalah? – Itu benar...
Kau seharusnya berusaha keras untuk menghentikanku.
Apa? Kau sudah menyesalinya?
– Apa keadaanmu tak baik? – Aku bercanda.
Apa ini karena dr. Han sehingga kau lelah?
Sudah kubilang, aku tak apa–apa.
Kalau begitu, tolong rawat dia.
Aku mungkin juga akan bergantung kepadamu nanti,...
...jadi, tolong jaga dia untukku.
Itu tak cocok untukmu. Kenapa menghela napas?
Dokter Cha...
Tapi kenapa kau di sini selarut ini?
Ada pasien gawat darurat. Dia kurir dari lingkunganku.
Kupikir ada masalah saat aku bertemu dengannya...
...beberapa hari lalu.
Seharusnya tak kubiarkan dia pergi.
– Kau kesal soal itu? – Ya...
Aku tak yakin apakah aku dokter yang baik.
Saat aku membuka rumah sakit, kupikir akan lebih penting...
...untuk berhubungan dengan pasien dengan ketulusan.
Tapi aku naif.
Sungguh, aku merasa bingung belakangan ini.
Astaga.
Apa? Ada apa?
Kau membuka hatimu kepadaku untuk kali pertama.
Aku seharusnya memakai kata–kata indah untukmu...
...dan bersikap keren.
Tapi aku tak bisa menemukan ucapan yang tepat.
Apa? Kau ini...
Aku tersenyum karenamu belakangan ini.
Tapi aku kenal orang yang bisa mengatakan kata–kata indah itu.
– Dia orang yang paling kuhormati. – Benarkah, siapa itu?
Jika kau naik perahu dua jam dari Mokpo,...
...kau akan mencapai pulau bernama Hwahando.
Dia mengurus satu–satunya rumah sakit di pulau itu.
Saat kau memutuskan membuka rumah sakit,...
...kau mengingatkanku kepadanya.
Mari pergi ke sana kapan–kapan. Kau akan menyukainya.
– Kau mau ke mana? – Rumah sakit tutup hari ini,...
...jadi, aku ingin mencari udara segar.
Benarkah? Mari pergi bersama. Tunggu aku...
– Maaf, aku akan pergi sendiri. – Kau sangat kejam.
Jika dr. Han kembali, bisakah kau meneleponku?
Dia tak datang kemarin?
– Ada apa dengannya? – Teleponlah aku.
Seperti ini juga bagus.
Lagipula tak ada yang perlu dilakukan.
Mari kita mulai dengan rencana kedua?
Jika kau naik perahu dua jam dari Mokpo,...
...kau akan mencapai pulau bernama Hwahando.
Dia mengurus satu–satunya rumah sakit di pulau itu.
Saat kau memutuskan membuka rumah sakit,...
...kau mengingatkanku kepadanya.
Cuaca yang bagus!
Bagus untuk mencari udara segar.
Dia bekerja di RS Darin sebelumnya?
Karena itu dr. Cha mengenalnya.
Dia tampak familier...
Itu yang dikatakan kepala desa
Ladang rumput laut? Baik, aku akan ke sana.
Permisi. Aku ingin bertanya.
Kudengar ada rumah sakit di sekitar sini. Apa kau tahu?
Rumah sakit? Ada, tapi...
– Tapi kenapa? – Aku harus menemui seseorang.
Benarkah? Ikutlah denganku.
– Apa? – Pakailah ini.
Aku?
Nyonya! Ini yang terbaik!
Kudengar, kau kabur saat operasi.
– Dokter! Ada pendarahan! – Tekanan darah turun di bawah 50.
Pendarahan tak berhenti, Dokter!
Kau hanya punya kemampuanmu selama ini.
Tapi rumor sudah menyebar. Ini mungkin akan sulit untukmu.
Kau selalu rendah diri.
Meski kau berusaha menyembunyikannya,...
...aku bisa melihat semuanya.
Kau menyedihkan. Aku tak tahan lagi denganmu.
"Klinik"
Nyonya, itu tumpangan terbaik dalam hidupku! Yang terbaik!
– Ini rumah sakitnya? – Ya, masuklah. Ini rumah kami.
"Rumah kami"?
Tak mungkin! Benarkah?
– Tunggu. Ini kliniknya? – Ya.
– Boleh aku melihat–lihat? – Tentu.
– Terima kasih. – Tentu.
Kau...
Sudah kubilang jangan naik motor!
Apa kau takkan mendengarkan?
Ada acara apa? Kau bahkan tak menelepon.
Kapan kau datang? Sudah lama?
– Dokter Han? – Kau...
Kenapa kau di sini?
Aku bertanya kenapa kau di sini!
Kalian saling mengenal?
– Ada apa? – Seung–joo di sini.
Seung–joo? Dia bahkan tak menelepon...
Tapi dia di sini bersama seseorang.
– Siapa? – Seorang wanita.
– Seorang wanita? – Ayo!
– Dia cantik. – Ya.
Dia asertif. Dia datang tanpa diketahui Seung–joo.
– Itu sikap yang baik. – Tentu. Itu sangat dihargai.
– Seharusnya kau begitu. – Benarkah?
Jadi, kau ke sini karena dr. Cha? Kau tak tahu ini rumahku?
Jika aku tahu, apa aku akan datang?
– Kau ingin aku memercayainya? – Kau mungkin tak memercayaiku,...
...tapi itu yang sebenarnya.
Kenapa aku harus melihatmu di sini? Segera pergi dari sini!
Akhirnya kita sependapat. Aku naik bus, kereta,...
...dan perahu selama delapan jam bukan untuk melihatmu di sini!
– Jadi, kau harus pergi! – Apa?
Astaga!
– Ibu! – Dia takkan pergi selarut ini!
Kau sangat kejam. Masuklah.
Kau mau ke mana? Dia tak berhubungan denganku.
Tempatnya bukan di rumah kita!
Ini tak berhubungan denganmu. Dia tamuku!
– Bukan rumahmu, tapi rumahku! – Ibu!
– Jika tak suka, kau bisa pergi. – Bibi, kurasa aku harus pergi.
Ya! Bibi. Senang mendengarnya.
– Apa? – Omong–omong, siapa namamu?
– Maaf, aku Joo In–a. – Joo In–a?
Nama yang indah! Masuklah.
Sungguh, aku akan pergi. Aku akan kembali ke Seoul!
Abaikan saja dia. Dia tak bisa pergi ke mana pun.
Duduklah di sini. Biar kuambilkan kau minuman yang menyegarkan.
"Tiket"
"Pukul 17.25"
Cha Jae–hwan! Dasar orang itu...
Persiapan untuk Pusat Global berjalan lancar. Jangan khawatir.
Karena dr. Han sudah meninggalkan rumah sakit,...
– ...apa kau kandidat tunggalnya? – Aku?
Tidak, aku tak memikirkannya...
Dia masih belum beradaptasi dengan hidup di sini.
Tampaknya, dia merasa tak cukup memenuhi syarat
Dia perfeksionis.
Seperti kau ketahui, perfeksionis akan menghasilkan hasil bagus.
– Kau tahu soal performanya. – Tentu aku tahu.
Maaf, aku harus menerima panggilan ini.
Apa kau mau segelas lagi?
Ada apa denganmu?
Ada apa?
Dokter Joo di Hwahando?
Kenapa kau harus mengatakan hal tak berguna kepadanya?
Apa yang kau rencanakan? Datanglah ke sini dan segera bawa dia pergi.
Singkirkan dia dari pandanganku!
Halo? Hei!
Benar–benar...
Dia benar–benar... Kenapa dia pergi ke sana sekarang?
Bagaimana kondisi dr. Han?
Aku mendengar soal kejadian di RS Mirae.
Akan sulit baginya untuk bekerja lagi.
Meski dia punya kemampuan,...
– ...tapi rumornya... – Ayah dan anak sama.
Jika Sang–do tak mengalami kecelakaan,...
...dia takkan berada di pulau itu sekarang.
Rumor akan menghilang seiring waktu.
Tetap saja, dia putra Sang–do.
– Kau tetap harus menjaganya. – Tentu. Itu harus dilakukan.
– Dokter Han seperti putraku. – Tentu.
– Masuklah. – Terima kasih.
Rumah sakit ini agak jelek.
Aku mendengar dari dr. Cha bahwa kalian seperti keluarga.
Ya, anak–anak itu sangat akrab.
Dokter Cha pamer bahwa kau adalah mentor yang paling dihormatinya.
Benarkah? Ya, dulu aku pernah menjadi yang terbaik.
Itu...
Apa dia orang itu?
Kaulah orangnya! Saingan legendaris direktur!
– Luar biasa. – Kami bukan saingan.
Dokter Cha sama sekali tak selevel denganku.
Dia akan kesal jika mendengarnya.
Dengan kepribadian itu, dia mungkin akan mengamuk.
Ini?
– Itu jelek. – Tidak, bukan begitu.
Sebenarnya, aku melakukan riset sebelum ke sini. Kau berhenti...
...menjadi ahli bedah saraf karena kecelakaan.
Aku tak bisa mengoperasi lagi.
Tapi ini tak memengaruhi kehidupanku sehari–hari.
Ada permainan tinju di pulau ini.
Akulah raja tinju pulau ini. Dengan 618 poin.
Tak ada yang mengalahkan angka itu selama dua tahun.
Joo In–ah!
Tapi kau minum alkohol?
Kau bisa minum sebanyak apa?
Dia bahkan belum makan malam.
– Ini dia. – Ini lezat.
Cobalah.
– Kami membuatnya sendiri. – Aku tak seharusnya begini...
Tadi kau pasti merasa terluka.
Meski kau datang tanpa memberi tahu,...
...dia tak seharusnya memperlakukanmu seperti itu.
Dulu dia tak begitu.
Tolong memakluminya.
Jangan khawatir. Itu bukan apa–apa.
Jadi, apa artinya dia lebih buruk pada hari lainnya?
Bukan begitu.
Maksudku, aku memakluminya.
Kau bisa berkata jujur. Kami tahu dia berubah.
Ya.
Sejujurnya, dia punya kepribadian unik.
Tapi semua orang punya kepribadian berbeda. Itu tak aneh.
Kami menghargai kau menganggapnya seperti itu.
Aku penasaran kenapa dia tiba–tiba datang.
Apa mungkin ada masalah?
Apa dia mendapat masalah di rumah sakit?
Berhenti memberinya pertanyaan tak berguna!
Ini, minumlah lagi.
Kenapa aku tak bisa bertanya kepadanya tentang putraku?
Aku penasaran dia seperti apa.
Dia tak mengizinkanku datang atau membalas teleponku.
Sejak kecelakaan itu, aku tak bisa tidur lelap.
Karena kau sering bertemu dengannya, bagaimana dia?
Apa putraku baik–baik saja?
Tentu. Dia dokter terbaik!
Dia menunjukkan kemampuannya dan hidup dengan baik.
Kau tak perlu khawatir.
Dia cukup sadar dengan keadaan.
Jangan khawatir soal perubahan kepribadiannya.
Banyak staf wanita yang memuji bahwa dia punya karisma.
Anakku memang tampan. Tubuhnya bagus.
Terutama pinggulnya yang kuat, kau harus melihatnya telanjang.
Itu lebih indah saat kau melihatnya telanjang.
– Apa yang kau katakan? – Pinggulnya sangat indah.
Sangat indah.
Apa yang kau lakukan di sana?
Kau tak pergi?
Bergabunglah dengan kami.
Ayolah!
– Ada apa dengannya? – Minumlah lagi.
– Ya. – Kau juga.
Minumlah lagi.
Ini sangat enak. Sudah lama aku tak makan masakan rumah.
Kenapa? Kau tak tinggal dengan orang tuamu?
– Mereka sudah meninggal. – Astaga.
Maaf. Makanlah yang banyak.
Tidak, kau mengingatkanku kepada ibuku,...
...jadi, ini terasa enak. Kau harus makan lagi, Ibu.
Berhenti memanggil ibuku seperti itu.
– Ayah, apa kau mau minum lagi? – Ayah?
– Bersulang! – Bersulang!
Ini enak.
Hentikanlah. Bukankah ini saatnya kau kembali ke penginapanmu?
Apa maksudmu? Dia tidur di sini.
– Kau bisa menginap di sini. – Aku sudah memesan penginapan...
Tapi dia memintaku menginap.
Kalau begitu, biar kucuci piringnya.
Aku tak bisa memasak, tapi aku pintar mencuci piring.
Kau? Jangan memercayainya.
Dia tak tahu apa pun soal berbenah!
– Aku tak seburuk itu. – Tidak?
Dia tak membersihkan dan mencampur cuciannya.
Aku mencucinya secara terpisah!
Kau sangat gigih. Kapan kau akan berhenti mengomeliku?
Kau harus memisahkannya sejak awal!
Itu dasarnya. Aku tak ingin mengatakan ini.
Berapa lama kau akan memakai piama itu?
– Seminggu, 10 hari? – Seminggu? Aku tak sejorok itu!
Kau selalu memakai baju yang sama. Ya, piama dengan bintik merah itu!
Aku membeli dua! Itu diskon membeli satu mendapat gratis satu!
Tunggu, jadi, apa kalian...
...hidup bersama? Kumpul kebo?
Kami tinggal bersama...
Tapi itu tak seperti yang kau pikirkan.
Ya, bukan begitu. Sama sekali bukan.
Baik, duduklah dengan nyaman dan mari berbicara.
Jika kujelaskan kepadamu apa yang terjadi...
Jadi, aku penyewa di rumahnya.
Kami punya hubungan pemilik rumah dan penyewa.
Ya. Kau bisa memandang hubungan kami seperti itu.
Aku juga punya adik di rumah.
Staf rumah sakit juga tinggal bersama kami.
Ada pasien yang mengisi rumah.
Jadi, tak ada yang perlu kalian khawatirkan.
Kekhawatiran apa? Sama sekali tak ada apa pun di antara kami!
Aku tak suka terlibat dengannya. Itu membuatku kesal.
Itu juga berlaku untukku.
Jadi, maksudmu...
– Kalian tak berkencan? – Ya!
Tapi tinggal bersama?
– Dalam satu rumah? – Bukan begitu!
Ini canggung. Seharusnya tak seperti ini.
Kurasa aku mabuk! Aku minum terlalu banyak!
Dokter Han tak tidur?
Kenapa dia kesakitan lagi?
Astaga! Kau tak apa–apa?
– Aku tak apa–apa. – Berhati–hatilah.
Kau dari mana selarut ini?
Aku pergi menemui seorang nenek di lingkungan ini.
Dia selalu lupa minum obat antidiabetesnya.
Dia tak mau mengangkat telepon.
Untung aku pergi ke sana. Dia lupa lagi soal itu.
Kenapa kau pergi begitu larut saat mabuk?
– Karena itu kau selalu terluka. – Aku tak apa–apa. Lihatlah.
Kau seharusnya mengurus dirimu sebelum mengurus orang lain.
– Kenapa kau hidup seperti ini? – Ada apa dengan hidupku?
– Aku puas. – Berhenti berbohong!
Apa ini hidup yang kau inginkan?
Mengobati sakit perut, flu, dan orang tua?
Kau hanya memberi resep untuk salah pencernaan dan flu!
Apa itu membuatmu merasa lebih baik?
Kau kabur ke pulau ini!
Kau tak bisa menjadi ahli bedah saraf lagi!
Kau tak punya pilihan!
Aku tak bisa hidup sepertimu. Lebih baik aku mati.
Dokter Han! Bagaimana bisa kau mengatakan itu kepada ayahmu?
Jangan ikut campur.
– Dokter... – Kudengar, dia berhenti bekerja.
Tapi ibunya masih tak tahu. Aku tak mau membuatnya khawatir.
Maaf. Aku tak bermaksud menyembunyikannya.
Aku tak keberatan.
Aku akan berpura–pura tak tahu.
Jadi, biarkan saja dia.
Putraku, jika dia datang tanpa memberi tahu,...
...pasti dia punya banyak pikiran.
Ya.
"Episode 12"
Ada pertemuan golf dengan direktur rumah sakit.
– Jangan terlambat. – Kau harus mengajak...
...wakil direktur.
Apa maksudmu? Aku mengaturnya untuk memperkenalkanmu...
...kepada yang lain.
Kurasa aku akan pergi ke Hwahando.
Kenapa?
Sudah lama aku tak bertemu mereka.
Aku merindukan mereka dan Seung–joo ada di sana.
Apa kau tak ingin tahu keadaannya?
Ada seseorang di dalam!
Sang–do.
– Selamat pagi. – Selamat pagi.
– Aku terlambat bangun. – Aku tak mau membangunkanmu.
Kita banyak minum kemarin.
Seung–joo pergi memancing pagi–pagi sekali.
Sulit melihat wajahnya.
– Apa dr. Han ada di klinik? – Tidak, di balai desa.
– Bersihkan dirimu dan menyarap. – Ya.
Balai desa?
"Balai Desa"
Jantungku berdebar semalaman dan rasanya mau copot.
Kupikir aku akan mati. Dokter, aku akan hidup selama apa?
Bisakah aku melihat daun musim gugur?
Kau selalu membicarakan daun musim gugur.
Coba kuperiksa.
Apa ini?
Sayang sekali.
Kau akan hidup 10 tahun lebih lama daripada aku.
Dokter, kau membuatku terkejut!
Kau yang mengejutkan semua orang. Kenapa kau menyalahkannya?
Tekanan darah dan napas bagus.
Jangan melupakan obatmu dan berhentilah minum–minum.
Kau akan melihat cucu buyutmu menikah.
Itu akan menyenangkan,...
...tapi kurasa itu takkan bisa karena dia. Dia selalu berjudi.
Dokter, bisakah kau menyembuhkan tangan penjudinya?
Aku hanya bertaruh satu sen untuk bersenang–senang.
Ini bukan berjudi.
Jika kau mengatakannya seperti itu,...
– ...dr. Han akan kecewa. – Kenapa aku akan kecewa?
Saat pemakaman ketua desa nelayan,...
...dia ikut bermain sekali dan ternyata dia penjudi sejati.
Kau pasti bercanda!
– Orang akan memercayaimu. – Penjudi? Dia memang penjudi.
Penjudi.
Siapa dia?
Aku hanya berkeliling desa saat punya waktu luang.
Saat kami tertawa serta berbicara,...
...mereka menceritakan soal penyakit dan keluarga mereka.
Jadi, itu membantu perawatannya.
Ya. Mereka tampaknya memercayai dan nyaman denganmu.
Aku iri kepadamu.
Seperti itulah rumah sakit yang kuimpikan.
Tapi itu tak mudah.
Aku kecewa pasien tak memercayaiku.
Orang tak mudah memercayai orang lain.
Itu akan butuh waktu.
Saat aku pertama datang ke sini memakai jas dokter,...
...aku hanya duduk di klinik,...
...tapi tak ada yang datang ke klinik.
Mereka pergi ke rumah sakit besar untuk gejala yang parah.
Saat gejalanya kecil, mereka menahan sakitnya saja.
Jadi, kulepas jas dokterku...
...lalu minum, berjudi, dan pergi memancing bersama.
Aku juga merasa nyaman di sekitar mereka.
– Benarkah? – Ada alasannya...
...aku minum dan berjudi.
Aku ingin lebih dekat dengan pasien.
Jadi, kuharap kau tak salah paham.
Tentu tidak.
Klinik seharusnya mengejar hati orang, bukan uang.
Santai saja dan jangan terburu–buru.
Kau benar.
Aku terlalu tak sabar.
Aku beruntung datang ke sini.
Kini aku punya keberanian untuk memulai lagi.
Terima kasih.
Dokter Joo?
Dokter Cha?
Kenapa kau tak menjawab teleponku? Aku mencarimu ke mana–mana.
Jae–hwan?
Dasar kau...
– Paman. – Senang bertemu lagi denganmu.
Sudah lama tak bertemu.
Ayo masuk.
Sudah berapa lama ini? Mari duduk.
Kau sama sekali tak berubah. Hanya aku yang menua.
Dia berubah sejak belajar di Amerika.
Bagaimana ibumu? Apa dia masih selalu berada di lab di Amerika?
Seperti biasa, Ibu selalu sibuk. Kau mengurusku saat aku kecil.
Kau selalu menolak untuk pulang. Apa kau ingat kau menangis?
Ya, saat dia berusia lima tahun,...
...dia mengaku dia menginginkanku menjadi ibunya.
Itu sangat lucu.
– Benarkah? – Masa kecilku menyedihkan.
Bisakah kau membuatkanku stew pasta kedelai?
Aku sangat merindukannya dan mengidam itu saat di Amerika.
Kau masih mengingatnya? Tunggu sebentar.
Sayang, belikan aku tofu.
– Aku akan membelinya. – Tidak, aku akan pergi.
Duduk saja di sini.
Pergi dan belilah. Cepat pergi.
– Tunggu. – Aku inginstew kimchi.
Baunya enak!
– Ini memang terasa seperti rumah. – Ya.
Mereka orang yang baik.
Kenapa kau tak bilang ini rumah dr. Han?
Aku tak mengira kau akan datang sendirian. Kau sangat aneh.
Tapi aku tak berpikir Seung–joo akan ada di sini.
– Dia bilang apa? – Kau tahu kepribadiannya.
Dia bahkan membentak dr. Han kemarin.
Dia mengeluh kenapa dr. Han hidup seperti ini...
...dan bahwa dia tak bisa hidup seperti ini.
Bagaimana bisa dia mengatakan ini kepada ayahnya?
Dokter Han, apa ada masalah dengan dia?
Dia takkan bekerja lagi di rumah sakit.
Rumor menyebar cepat.
Orang–orang kejam.
Aku tak tahu.
Dia akan berpikir dia akan seperti ayahnya nantinya.
Mungkin itu alasannya dia ada adi sini.
Untuk melihat apa dia bisa menyerah menjadi ahli bedah saraf.
Itu akan menyakiti harga dirinya,...
...akan sulit untuk pulih dari itu.
Dia akan putus asa atau menjadi ekstrem.
Dokter!
Kenapa dia tak mengangkat teleponnya?
– Terjadi sesuatu. – Ada apa?
Seorang pemuda dari kota melompat ke lautan
Mereka tak tahu apakah dia hidup atau tidak.
Pemuda dari kota?
Kami dengar putra dr. Han datang.
Kuharap itu bukan dia. Di mana dr. Han?
Di mana dia?
Di dermaga setelah persimpangan.
Dokter Joo!
– Cepat! – Apa yang terjadi?
Dia jatuh dari...
Itu...
Apa itu sepatu dr. Han?
Benarkah?
Kau mulai melambat. Minggir.
Apa yang kau lakukan di sini?
Sudah berapa lama dia seperti ini?
Dua puluh napas penyelamatan, 300 menekan dada.
Tak heran kau lelah.
– Kerja bagus! – Mereka orang baik.
Astaga!
Itu...
Apa itu sepatu dr. Han?
Benarkah?
Astaga!
Astaga!
Ada apa dengannya?
Ada apa denganku?
Itu memalukan.
Hentikan, Joo In–ah.
Kenapa kau berusaha melakukan itu sendiri?
– Kau seharusnya meminta bantuan. – Kau emosional.
Aku mendengar dari wakil direktur.
Aku melakukannya untukmu.
Tapi aku tak mengira itu akan menyakiti perasaanmu.
Aku minta maaf.
Lakukan dengan lembut jika kau menyesal.
"Bodoh! Merasa rendah diri!"
Itu kejam.
Kau tahu aku merasa rendah diri dan kau menyakiti perasaanku.
Kau yang bilang tak tahan lagi denganku.
Itu benar.
Kau memang tampak menyedihkan.
– Apa? – Kenapa kau mengatakan itu...
...kepada ayahmu? Bertanya kepadanya...
...apa dia memang bahagia.
Itu yang ingin kutanyakan kepadamu.
Apa kau memang bahagia?
Selesai.
Kurasa dr. Joo bukan orangnya,...
...tapi jika dia seperti yang kau pikirkan,...
...aku akan membalas dendam kepadanya.
Aku akan membalas dendam agar dia takkan pernah bisa pulih.
Jadi...
Pikirkan saja dirimu.
Ya. Aku meminta perbaikan ponsel beberapa hari lalu.
Itu atas nama Cha Jae–hwan.
Apa ada kemajuan?
Itu diminta atas nama Cha Jae–hwan.
Kami memeriksanya, tapi tak ada ponsel dengan nama itu.
Bagaimana dengan model DH–Alpha? Itu ponsel lama.
Tak ada model DH–Alpha di sini. Mungkin kau tertukar.
Ini nomor yang kuterima.
Akan kukirim perbaikan kepada salah satunya.
Model DH–Alpha?
Kami sudah berbicara dengan pelanggannya.
Sudah berbicara?
Apa kau bisa memperbaiki model DH–Alpha?
Tidak, aku sudah menjelaskannya. Siapa itu?
Boleh aku tahu siapa yang menelepon?
Sia–sia aku khawatir!
Kurasa kita menjadi dekat. Aku sudah merindukanmu.
Aku akan datang lagi dan sering meneleponmu.
Sampai jumpa, Jae–hwan. Beri salam untuk Direktur Cha.
– Tentu. – Kenapa sangat lama?
Aku pergi, Bu.
Jangan memikirkan temperamennya...
– ...atau kau akan frustrasi. – Ya.
Datanglah ke rumah kami jika kau ingin menemuinya...
...dan kau bisa meneleponku kalau tak bisa menghubunginya.
Akan kupaksa dia menerima teleponnya.
Terima kasih. Aku sebenarnya khawatir saat dia tinggal sendiri.
Tapi kini dia tak lagi sendiri.
– Aku merasa sangat lega. – Jangan khawatir.
– Akan kuawasi dia. – Bagus.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa!
– Sampai jumpa! – Sampai jumpa!
– Berhati–hati di perjalanan. – Sampai jumpa!
– Teruslah berhubungan. – Sampai jumpa!
Ayo berangkat!
– Apa kau akan baik–baik saja? – Aku mengkhawatirkan dr. Han.
Kuharap dia baik–baik saja.
Berhentilah menjadi orang suci.
– Aku? – Sampai jumpa.
Diamlah.
Ini terlalu ramai.
Apa yang kau lakukan?
Aku tak tahu.
Kita kehabisan kue.
Kami bukan kafe.
Tapi di media sosial kau bilang ini seperti kafe...
...dengan kopi dan kue gratis.
Aku akan segera mengambilnya.
Mi–yoon. Ada apa ini?
– Aku melakukan rencana kedua. – Apa?
Pertemuan wanita kemarin. Klub lansia di pagi hari.
Pertemuan orang tua sekolah besok.
Mereka memerlukan tempat untuk membicarakan soal sekolah.
Ini informasi pribadi para orang tua potensial.
Singkirkan mereka dari sini!
Abaikan saja kami.
Kami memerlukan rumah sakit ini untuk membayarmu.
Apa kau tak menginginkan uangmu kembali?
Jangan berpikir untuk mengganggu sekali pun.
Jika rumah sakit tutup dan aku dipecat,...
...lalu nenekku diusir dari sanatorium,...
...akan kupastikan kau akan membayarnya.
– Apa yang akan kau lakukan? – Kau ingin tahu?
Kau takkan bisa lagi bekerja sebagai dokter.
Kenapa dia tak berteriak?
Aneh.
Jaga ucapanmu.
– Kau akan menyakiti perasaannya. – Dia? Kurasa itu takkan terjadi.
Akan kuambilkan jas doktermu. Mari mulai menemui para pasien.
Tunggu.
Aku melepas jas dokterku,...
...lalu minum, berjudi, dan pergi memancing bersama.
Aku juga merasa nyaman di sekitar mereka.
Aku tak memerlukannya lagi.
Ayo lakukan.
Halo, semuanya. Aku dr. Joo di RS Hormao.
– Senang bertemu kalian. – Astaga. Kau tampak muda.
– Sering–sering datang ke sini. – Tentu.
– Akan kubawakan kuenya. – Terima kasih.
Kenapa mereka pulang bersamanya?
Ada yang tak benar dan mencurigakan.
Kau tampak sangat cantik.
– Kau cantik. – Benarkah?
– Ada apa? – Bagaimana perjalanannya?
Tentu aku pulang dengan selamat.
Aku lupa soalabalone bumbunya.
Akan kukirimkan lewat ekspedisi. Kirimkan alamatmu.
Tak perlu. Aku tak memerlukannya.
Ini untuk In–ah.
Dia bilang itu enak, tapi aku lupa soal itu.
Kirimkan aku alamatnya.
Kenapa kau tak meneleponnya sendiri?
Berhenti berteriak dan bersikap baiklah kepadanya.
Hanya In–ah wanita yang bisa...
– ...tahan dengan temperamenmu. – Ada apa dengan...
Temperamenku!
Semua orang terhipnotis oleh senyumannya.
Dia mudah ditebak.
Tampaknya tak kaya.
Dia tampaknya tak berkencan dengan siapa pun.
Bagaimana bisa kau terantuk di tempat yang sama? Bodoh.
Sakit.
Bertingkah bodoh.
Dia sangat ceroboh.
Astaga!
Sadarlah Seung–joo! Jangan lemah.
Kau ditipu.
-=SULTAN KHILAF=-
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Aku pasti gila. Dia tampaknya cukup baik.
Apa yang telah kulakukan?
Yang kini dr. Han butuhkan adalah tanggung jawab...
...atas nyawa seseorang.
Itu memang tampak agak aneh...
Apa yang kau ingin dengar dariku?
– Kebenarannya. – Kutanya kepadamu,...
...apa yang terjadi?
Ini salahmu. Kau membunuhnya!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.