All language subtitles for Risky Romance E09-10.NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

-=SULTAN KHILAF=-

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Ini memang disengaja.

Tapi aku tak mengunggahnya.

Bukan aku! Sungguh.

Jangan pura–pura tak tahu.

Apa dia memintamu melakukannya?

Bagaimana dia tahu hal yang bahkan tak kuketahui?

Kau melatihnya dengan baik.

Jujur saja. Kau melakukan ini dengannya!

Apa kau benar–benar harus membalas dendam?

Apa kau merasa lebih baik?

– Dokter Han. – Hentikan.

– Apa yang kau katakan? – Dia menipumu!

– Dia tak punya nurani! – Dasar kau!

– Ayo pergi. – Lepaskan aku!

Aku mengawasimu. Jangan berpikir ini berakhir!

Ada apa dengannya?

Joo In–ah. Ini semua rencananya.

Kau melebih–lebihkannya. Untuk apa dia melakukan itu?

Dia marah karena dipecat dari rumah sakit.

Dia menipu kalian semua!

Dia mampu merencanakan ini semua.

Apa yang kau ketahui soal dr. Joo?

Kenapa kau sangat membencinya? Kau keterlaluan kali ini.

Kau mengganggunya dan membuatnya berhenti.

Kau merusak hidup orang.

Jika kau melakukan ini tanpa alasan, kau paranoid.

Jangan lakukan jika kau tak mau.

Tapi jangan katakan apa yang harus kulakukan.

Han–sung.

Choi Han–sung.

Kau mengenalnya.

Ya.

– Dia sahabatmu dulu. – Orang yang membunuh Han–sung...

– ...adalah dr. Joo. – Apa?

Hentikan mobilnya!

Aku harus pergi.

Aku harus mengatakan kepadanya bahwa aku mencintainya

Dia membuatku terlibat dalam kecelakaan.

Dialah yang merusak hidupku.

Kenapa tak bilang kepadaku?

– Apa dia tahu? – Apa yang harus kukatakan?

"Jangan hidup seperti itu"?

Apa semua akan berubah jika kukatakan itu kepadanya?

Dia mungkin membuat alasan atau menyangkalnya,...

...atau hanya mengatakan kalau dia menyesal.

Aku ingin membongkar dr. Joo yang asli ke dunia.

Tapi tak ada bukti.

Aku takkan memaafkannya.

Akan kubuat dia menyesal.

Apa kau tahu soal orang yang berkencan dengan dr. Joo?

Apa ini tentang dia lagi?

Bagaimana jika kau bertanya langsung kepadanya?

Seharusnya begitu, tapi ini rumit.

Apa kau mengenal Choi Han–sung?

Kudengar dr. Joo berkencan dengannya.

Apa kau tahu soal dia?

Aku tak yakin, tapi mungkin tidak.

– Ada apa denganya? – Dia sahabatnya dr. Han...

...dan aku juga mengenalnya, tapi dia mati dalam kecelakaan.

Karena itu dr. Han terlibat dalam kecelakaan.

Dia mati?

Dia mabuk dan menyetir motornya.

Dokter Han berpikir temannya mati karena wanita itu.

Dia kecanduan barang mewah...

...dan meninggalkan pria setelah menerima barang mahal.

Apa kau tak bisa mengerti? Kita putus saja.

Tenanglah dan putus saja.

Ada apa? Apa aku berbuat salah?

– Mari kita bicarakan... – Aku...

Aku tak mau hidup miskin.

– Apa? – Kau tak memiliki apa–apa.

Kau meminjam kartu temanmu untuk membeli tas.

Kau miskin dan bahkan tak memiliki keluarga.

Kau tak punya pekerjaan dan masa depan!

Kau tak memiliki apa–apa.

Kenapa kau berkencan denganku? Kau tahu aku tak punya apa–apa.

Apa ini karena In–ah?

– Kau kejam. – Lihat siapa yang berbicara.

Saat kita pertama bertemu di SMA,...

...kau lebih menyukai aku daripada dia...

...dan memanfaatkan dia untuk menarik perhatianku.

Kau tak apa–apa?

Kau tampak pucat.

Pasti karena makan siangnya. Aku tak merasa tak enak badan.

Aku seharusnya mengundangmu minum teh.

Kau harus beristirahat.

Kurasa dr. Joo belum datang.

– Kau akan baik–baik saja? – Tentu.

Sampai jumpa.

Bagaimana bisa dia tewas karena putus? Apa itu sepadan?

Tak ada apa pun di antara aku dan dia.

Aku tak memintanya untuk mati!

Aku hanya perlu menjaga agar dr. Cha tak mengetahui ini.

Meski dia akhirnya tahu bukan In–ah penyebabnya,...

...tak ada bukti kalau kami berkencan.

Semua akan baik–baik saja.

Dia tak tahu apa pun dan semua akan baik–baik saja.

"Apotek"

Bukankah ini berlebihan?

– Itu pasti berat. – Tidak, tak apa.

– Akan kubawakan. – Ini tak berat.

– Akan kubawakan. – Ini tak berat.

Batu, kertas, gunting!

– Aku menang! –Pasti bukan dia.

Bagaimana bisa dia...

Dokter Joo!

– Dokter Cha. – Apa kau sibuk?

Kami harus membeli sesuatu. Apa yang kau lakukan di sini?

Aku mengantar Se–ra pulang dari kantor.

– Tapi dia tampaknya sakit. – Se–ra?

Di mana itu? Dia pasti belum membuangnya.

Di mana tasnya?

– Ini? Kenapa? – Aku menginginkannya kembali.

Kenapa sekarang. Kau memberikannya kepadaku.

Kembalikan!

– Kenapa? – Itu bukan milikmu.

– Lepaskan! – Tunggu!

Kau benar–benar...

Apa dia meminta tas ini?

– Kau bilang kalian sudah putus. – Apa pedulimu?

Apa...

Ini semua salahku.

Aku saudari yang jahat.

Apa? Kau yang meminta tasnya.

Kau tak mengerti?

Apa ini hal yang perlu diributkan?

Ini mungkin tak berarti bagimu,...

...tapi tak nyaman melihatmu mengubah rumah...

...yang pernah menjadi kenangan orang tua kita.

Aku berusaha menyembunyikan perasaan karena kau.

Hei!

Maaf kau harus melihat ini.

Kudengar saudari yang bertengkar bisa sengit.

Kini, aku bisa mengerti alasannya.

Kita ada hari penting besok. Ayo pergi dan makan sesuatu.

"Pekerjaan Medis"

"Seoul, Ilsan"

Lupakan saja!

Pasti ada bukti di suatu tempat.

Mereka bersenang–senang setelah merusak hidupku.

Ayo lihat, selama apa kau bisa mempertahankan senyum itu.

Dia pembawa berita rumah sakit. Kenapa dia bersama Joo In–ah?

Cha Jae–hwan! Kau benar–benar...

Membuka rumah sakit?

Dia merusak karierku dan dia membuka rumah sakit?

Kau tak suka? Hanya ini restoran yang buka...

...dan aku harus memesan untuk dua orang. Cobalah.

Apa kau kenyang karena dombanya?

Bagaimana kau tahu? Kau bisa menciumnya?

– Tampaknya enak. – Ya.

– Aku menyelidikimu. – Lalu?

Apa kau menemukan sesuatu?

Kudengar dia membuka rumah sakit. Kapan? Di mana?

Membuka rumah sakit itu mahal.

Siapa yang mendanainya? Apa dia berkencan dengan pria?

Kurasa dr. Joo takkan melakukan hal semacam itu.

– Jadi, kau memercayainya? – Bukan itu yang kukatakan.

Sulit untuk memercayai ucapanmu tanpa bukti.

Aku tak bisa melihatmu ditipu juga.

– Apa? – Han–sung juga tak seperti itu.

Tunggu! Akan kulakukan!

Maaf, bisakah kau pergi ke Hongdae?

Astaga!

Apa yang kau lakukan? Kau masih di sini?

Kau menginap lagi? Apa kau tak malu?

Lagi pula kamar–kamarnya kosong. Kenapa kau sangat marah soal itu?

Jika kau berencana untuk tinggal di sini,...

...ingatlah bahwa aku berbeda dari In–ah.

Tentu aku tahu. Apa kau mengembalikan uangnya?

Berapa banyak yang kau pinjam?

– Apa ada masalah? – Siapa dia?

Siapa kau?

– Kau yang membawa batu bata? – Ya.

Apa In–ah tahu? Lalu dr. Cha...

Aku penasaran apa dia tahu...

Kita akan bertemu setiap hari. Sebaiknya kita akur.

Ada yang mencurigakan dari dia.

Seung–joo dan kami semua penasaran tentang dia.

– Tapi tak ada yang bertemu dia. – Benarkah?

Aku tak tahu alasan dia menyembunyikannya,...

...kami tak tahu apa pun soal dia.

Jika ponsel Han–sung tak rusak, kita pasti tahu.

– Ponsel? – Ya. Tapi itu tak berguna.

Pusat servis bilang, itu tak bisa diperbaiki.

Bisa aku melihatnya?

Aku akan berusaha memperbaikinya.

Tentu. Sebentar.

Aku tak bisa membiarkanmu menjadi seperti Han–sung.

Dia tak seperti itu awalnya.

– Kau tak apa–apa? – Kurasa begitu.

Mataku terasa lelah.

Aku tak bisa tidur karena persiapan konser.

Berhati–hatilah.

Bagus bahwa kita melakukan ini bersama.

Sofanya menghalangi TV. Pindahkan! Cepat!

Dokter Cha, akan kupasang.

Sofa ini sangat empuk dan nyaman.

Sofa rumah sakit seharusnya tak nyaman.

Aku bisa duduk di sini dan berbicara seharian.

Kau tahu dr. Joo memang tak ada duanya.

Dia bersikeras untuk sofa itu.

Kurasa dia kurang perhatian.

Keluarlah semuanya!

Dokter Joo!

– Kita resmi terdaftar! – Akhirnya!

– Kerja bagus. – Ayo bawa ini ke dalam.

– Berikan kepadaku. – Berhati–hatilah.

– Aku akan membawanya. – Aku tak apa–apa.

Apa yang dia lakukan di sana?

Berhenti meneleponku! Akan segera kubayar uangnya.

Bagaimana bisa aku membayar 200 juta dalam sebulan?

Lakukanlah semaumu!

Rumah Sakit Darin? Bagaimana kau tahu?

Jangan datang ke rumah sakit! Tunggu!

Hidupku kacau.

Bukankah dia Joo Se–ra?

Joo Se–ra!

– Berhenti! – Berhenti di sana!

Joo Se–ra!

Berhenti!

Masuklah!

Joo Se–ra!

– Joo Se–ra! – Berhenti!

Berhentilah!

– Kau mau ke mana? – Tangkap dia!

Terima kasih.

– Kenapa kau... – Nona Joo?

Kita perlu berbicara.

"Hari Pembukaan"

Lihatlah aku mengelola klinik ini,Bu.

Aku akan bekerja dengan baik.

"Klinik Kedokteran Hormao"

Hormao?

Itu bahasa Yunani untuk hormon.

Aku tahu. Dasar sombong...

– Itu cocok dengan citramu. – Ya.

– Mari masuk. – Kenapa?

Ayo masuk.

Tes mikrofon! Pegang ini.

– Pidato. – Aku?

Beri dia tepuk tangan.

– Ayolah. – Baik.

Terima kasih sudah datang...

...untuk memberi selamat dan menyemangati...

...petualangan kecilku.

Terima kasih banyak.

Bukannya pasien yang datang dengan kekhawatiran,...

...dan bukannya tempat kerja,...

...rumah sakit ini akan menjadi ruang spesial untuk penyembuhan.

Kuharap rumah sakit ini bisa mengawali...

...kebahagiaan semua orang!

Itu sangat emosional.

– Han Seung–joo? – Dokter Han?

Itu pidato yang emosional...

...dan banyak wajah tak asing.

Apa yang kau lakukan di sini?

Aku datang untuk merayakan pembukaan.

Kau memang luar biasa.

Kau membuka rumah sakit setelah merusak hidupku?

Apa...

Han Seung–joo! Apa kau benar–benar akan melakukan ini?

Kenapa kau harus merusak suasana?

Ya. Aku takkan rugi apa pun dan kau juga merusak hidupku.

Bagaimana bisa kau berkata begitu? Kau yang merusak hidupmu.

Hentikanlah.

Seung–joo. Ayo kita keluar dan berbicara.

Aku tak punya urusan denganmu.

Dokter Joo, kita perlu berbicara.

Tak ada yang perlu kukatakan kepadamu.

Debitur Joo Se–ra.

Hipotek Han Seung–joo?

Dua ratus juta?

Apa ada yang perlu kau katakan kepadaku sekarang?

Semua dokumen itu legal.

Aku ingin mendengar posisimu sebelum kulelang rumah ini.

Sebentar lagi akan ada surat dari pengadilan.

Jadi, silakan menikmati pestanya.

Apa itu?

Dokter Han! Tunggu!

Ada apa?

Kau melelang rumahnya? Rumahku?

– Ya. – Dokter Han!

Aku paling benci saat orang memohon.

Kau bisa memberiku 200 juta jika tak menginginkan ada lelang.

Bagaimana bisa aku menyiapkan uang sebesar itu?

Akan kubayar kau.

– Beri aku waktu. – Aku tak mau.

– Untuk apa? – Akan kubayar kau.

Akan kulakukan segalanya untuk membayarmu.

Jadi, tolong beri aku waktu.

– Apa ini? – Akan kuberi kau waktu.

Tapi aku memerlukan bagianmu sebagai jaminan...

...agar aku bisa punya jaminan untuk diriku.

Astaga, Joo Se–ra!

Aku membutuhkan uang!

Dua ratus juta? Apa ini penting?

Lagi pula ini rumahku. Apa pedulimu?

Bagaimana bisa kau menyerahkan rumah ke pada sembarang orang?

Kau tahu betapa berharganya rumah ini!

Mereka sudah melelang rumanya jika bukan karena dr. Han.

Dia tak mengancam kita dan memberi kita waktu.

Dia pria sopan sebagai kreditur.

Kau pikir dia memberi kita waktu? Dia mengancam...

...bahwa jika aku tak memberinya bagianku,...

...dia akan melelang rumah ini!

Kau tak tahu apa pendapat dr. Han tentang aku?

Dia tak membutuhkan uang atau rumah ini.

Dia hanya ingin mengganggu dan merusak hidupku.

Itu yang kusukai dari dia. Hanya dia yang tak tertipu olehmu.

– Kau... – Kenapa kau tak jual saja...

...rumahnya sejak awal?

– Hei! – Menyingkir!

Sial...

Jadi, dia juga memberi hipotek untuk bagianmu.

Hipotek sudah diberikan pada bagian saudarimu.

Ya. Dia bilang dia akan melelang rumah ini.

Saat kami melihat dokumen ini, krediturnya tak adil.

– Apa? – Ada hipotek lain...

...untuk bagian saudarimu,...

...jadi, saat kreditur melelang rumah,...

...dia mungkin tak bisa mendapat jumlah total pinjaman.

Cobalah mencapai kesepakatan dengan kreditur.

Itu solusi terbaik.

Permisi.

Mi–yoon? Apa?

Menyingkir dariku!

– Apa yang kau lakukan? – Kau tak lihat?

– Aku pindah. – Maksudmu ke sini?

Tentu.

Kujual rumahku seharga 200 juta.

Aku berusaha menemukan rumah lain, tapi kurasa tak perlu.

Rumah ini akan segera menjadi milikku,...

– ...jadi, aku harus membiasakan. – Apa ini masuk akal?

Kau bercanda, 'kan?

Kenapa aku tak bisa pindah?

Kupikir kau tak mau melihat wajahku.

Kupikir juga begitu.

Tapi aku mulai terbiasa melihat wajahmu.

Aku merasa kosong saat kau tak ada dan penasaran tentangmu.

Itu karena kau butuh orang untuk dimarahi.

Mungkin.

Tapi kau harus berpikir lagi.

Ada tiga wanita yang tinggal di rumah ini...

...dan adanya pria di rumah ini, itu tak masuk akal.

Wanita? Debitur satu. Debitur dua.

In–ah, telepon saja polisi. Kau tunggu saja.

Akan kutuntut kau karena mendobrak masuk!

Benar. Mari telepon polisi!

Lakukanlah yang kau mau.

Aku akan melanjutkan lelangnya. Apa kau menerimanya?

Cobalah mencapai kesepakatan dengan kreditur.

Dia yang bisa memberi suara. Itu solusi terbaik.

Aku tak peduli lagi. Akan kutelepon polisi.

Tak perlu menelepon polisi.

– Benar, 'kan? – Kita baru berbicara.

In–ah!

Kau tak mau melelang rumah...

...jika aku menandatangani di sini, 'kan?

Perlu kutandatangani sekarang?

Tergantung cara kau bersikap.

Aku bisa tidur di mana?

Tiga kamar di lantai dua? Aku akan memilihnya!

Tidak!

Tidak!

Tidak!

Minggir!

– Jangan kamarku! – Perlu kuberi kamarku?

Kau yang menjual rumah kepadanya!

Berikan kamarmu. Lagi pula, itu bukan kamarmu.

Aku tak punya tempat untuk didatangi.

Aku tak tahu apa yang akan kulakukan.

– Lalu kita harus bagaimana? – Telepon polisi saja!

– Apa ini masuk akal? – Aku tahu ini tak masuk akal.

Hentikan!

Sudah kubilang aku akan memilih kamarnya.

– Berikan kamarmu! – Tidak, kamarmu!

Kau tak punya apa pun di kamarmu!

– Lihatlah kamarnya! – Mari telepon polisi saja!

– Kenapa kalian tak mendengarkan? – Ambil saja kamarnya!

– Kita harus bagaimana? – Hentikan!

"Episode 10"

Benar. Ini hanya satu bulan.

Aku bisa menerima ini hingga sebulan.

Akan kukumpulkan bukti...

...dan memastikan dia membayar apa yang dilakukannya.

Apa yang terjadi?

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Aku tidur dengan lelap.

Firasatku bagus tentang rumah ini.

Mari kita mulai.

Mencuci pakaian dalam, handuk, dan kaus kaki bersamaan?

Ada apa dengan para wanita ini?

Sangat kotor!

Berkumpul!

Ada apa?

– Apa yang kau lakukan? – Ini disebut pembersihan!

Aku tak bisa tinggal di rumah kotor ini.

Itu kabar bagus.

Jadi, perlu kujual rumahnya?

Aku harus memulai dari mana?

Di sana?

Lihat! Kau menandai areanya dengan warna merah!

– Mari kita mulai! – Ya, Pak!

Hei, kau lakukanlah.

Kau mau ke mana? Ini semua salahmu.

– Ini soal 200 juta. – Dia melakukan ini karena kau.

Kenapa aku harus membantumu?

Sial!

Akan kulakukan!

Akan kulakukan apa pun untuk mempertahankan rumah ini.

Jangan terlalu teliti. Ini tampak bersih menurutku.

Di sana!

Apa kau akan diam saja?

– Kita harus melakukan sesuatu. – Bagaimana?

Bagaimana jika kita buat dia keluar dari sini?

– Apa itu mungkin? – Hukum Lift.

Wanita bisa naik lift penuh pria.

Tapi pria akan menyerah atau menanggung rasa tak nyaman.

– Benarkah? – Ini akan berhasil 100%.

Mungkin berhasil untuk pria biasa, tapi untuk dia?

Rapatkan jubah mandimu, astaga!

Ada apa dengan ini?

Cuci handuk ini. Jangan dicampur dengan yang lain!

Gunakan sampo wol dan satu sendok pelembut kain.

Apa itu Hukum Lift?

Maaf. Aku lupa dia orang gila, bukan pria biasa.

Ya.

Apa dia gila? Bagaimana bisa dia tinggal di rumah penuh wanita?

– Kenapa kau tak bilang kepadaku? – Kupikir kau tahu.

Karena itu dia tak pulang. Aku ke rumahnya kemarin.

Bagaimana bisa kau membiarkannya masuk?

Untuk hidup bersama?

Kami tak punya pilihan. Dia mengancam kami...

...dan jika kami mengacaukan temperamennya,...

...kami khawatir dia benar–benar akan menjual rumah.

Tapi bagaimana bisa kau... Ada apa dengan dr. Joo?

Tak mungkin baginya melakukan hal semacam itu.

Seung–joo terlalu salah paham kepadanya.

– Itu pasti orang lain. – Kurasa juga begitu.

Tapi akan sulit untuk menemukan buktinya.

Kurasa aku bisa.

Benarkah?

– Bagaimana? – Aku punya ponsel Han–sung.

Entah apa aku bisa memperbaikinya.

Tapi dengan teknologi masa kini, kurasa aku bisa mendapakan...

...gambar atau SMS.

Ada apa?

Apa kau mabuk darat?

Apa ini karena mobilku?

Ini aneh. Aku pengemudi yang baik.

"Apotek"

Satu demi satu!

Nona Joo.

Minumlah ini.

Kenapa ini di sini?

– Apa itu? – Ini ponsel Han–sung.

Itu sangat rusak. Apa kau bisa memperbaikinya?

Seorang teman memperkenalkanku kepada seseorang.

Dia sangat terkenal di Yongsan.

Perkenalkan juga aku kepadanya.

Aku juga punya ponsel yang rusak dan ada data penting di dalamnya.

Apa ada yang mendaftar?

Bagaimana aku bisa mendapatkan upahku?

Jangan khawatir. Kita harus merugi selama beberapa bulan pertama.

Kita tak punya pasien seharian.

Aku tak berharap orang akan mengetahuinya pada awalnya.

Itu akan butuh waktu...

...dan orang akan memercayai kita dan ketulusan kita.

Bagaimana orang mengetahui ketulusan kita?

Mereka harus tahu soal ketulusan kita.

Kita harus membeli lotre untuk memenangkan lotre.

Kita harus membayar 200 juta.

Bisakah kita diam saja dan menunggu?

Aku sedang memikirkannya.

Kau datang lebih awal.

Seharusnya kuantar ini kemarin.

Maaf. Pengirimanku terlalu banyak kemarin.

– Jangan dipikirkan. Kau mau kopi? – Tak perlu.

Aku harus pergi dan melakukan pengiriman lainnya.

Rumah sakit ini tampak bagus.

Beri tahu semua orang di lingkungan ini.

Tentu. Ini dia.

Apa yang kau rasakan belakangan ini?

Kau tampak sangat lelah.

Aku hanya sibuk mengantar barang.

Aku kesulitan dengan radang usus belakangan ini.

Kau harus diperiksa.

Akan kutulis rujukan untukmu untuk pergi ke rumah sakit besar.

Aku tak sempat untuk itu. Kami bahkan makan saat menyetir.

Aku tak apa. Sampai jumpa.

Pak!

Berhenti.

Kurir barang, petugas meteran dan wanita penjaja keliling,...

...apa kau akan merawat mereka semua?

Kita bukan pekerja amal.

Kau akan rugi lebih cepat daripada dugaanku.

Akan membosankan jika kau tutup terlalu awal.

Kau yang tak punya pekerjaan.

Kita tinggal di rumah tanpa ada pekerjaan.

Aku tak dipecat dan dia yang membuatku berhenti!

Dia punya pekerjaan. Itu adalah mengganggu orang.

Maaf.

Hei, kau!

– Apa yang kau lakukan di sini? – Bukan karena kau.

Bisa aku menemuimu sebentar?

Ada apa dengannya?

Seharusnya kau bilang kepadaku.

Aku tak mau merepotkanmu.

Ini bukan sesuatu yang bisa kau hentikan.

Apa yang akan kau lakukan?

Akan kucoba menunda tanggal pembayarannya.

Entah apa itu akan berhasil.

Kurasa gejalanya memburuk.

Jangan bilang kau masih melakukan studi kasus kepadanya?

Ini kesempatan bagus untuk mengamati dari dekat.

Ini kasus unik.

Kurasa kau lebih gila daripada dr. Han.

Kurasa juga begitu. Aku menjadi gila.

– Aku bisa memberimu pinjaman. – Apa?

Aku bisa meminjamkanmu 200 juta.

Aku kaya dan aku tak mengancam orang lain.

– Berhenti bercanda. – Aku tak bercanda.

Ini bukan hanya tentang kau, tapi dr. Han.

Dia terlalu berbakat untuk tinggal di sini.

Kau benar.

Jika dia punya pekerjaan.

Aku akan bisa bernapas.

Dia sangat menyebalkan.

Apa mereka membicarakanku?

Apa yang mereka katakan?

Apa yang dilakukannya di sini?

Apa yang kau lakukan di sini?

Apa yang dilakukan dr. Han di sini?

Itu yang ingin kutanyakan.

Tanyalah kepadanya!

Ada apa?

Kenapa dia berpakaian begitu? Dia hanya memakai sandal.

Kau sangat penasaran, ya?

Rumah sakit sudah selesai hari ini, mari pergi.

Ke mana?

Hadiah!

Kasa jendela lagi.

Bersihkan setiap jengkalnya! Mengerti?

Tentu! Kita tak bisa membiarkan ada debu di kasa jendela.

Bagaimana kau melihat debunya?

Hari ini lantai pertama, besok lantai kedua!

Ya, Pak!

Sial!

Kau pikir aku akan menyerah?

Aku takkan menyerah. Ini bukan apa–apa untukku.

Aku akan bekerja lebih keras.

Dokter Han tinggal dengan dr. Joo?

Tak mungkin! Kau bercanda.

Aku bisa mengetahuinya dengan membayar banyak.

–Itu benar. –Dokter Joo! Itu benar?

Apa dia sudah gila?

Aku harus bagaimana?

"Silakan Masuk Kami Buka"

– Ada yang bisa kubantu? – Apa ini rumah sakit?

Ya, silakan duduk di sini.

– Aku akan kembali nanti. – Tunggu!

Apa yang kau lakukan?

– Permisi. – Ini hanya pilek.

Kenapa kau bertanya soal pekerjaan dan jam tidurku?

Kau bilang kau sakit saat perubahan musim.

Itu mungkin bukan flu, dan alih–alih minum obat,...

...lebih baik meningkatkan kekebalan tubuhmu.

Ini rumah sakit yang aneh. Beri saja aku resep.

Ini hanya klinik lokal kecil.

Aku akan pergi ke rumah sakit universitas.

Tulislah rujukan untukku.

Tak bisakah kau melakukan saja yang pasien katakan?

Beri mereka resep, tulislah rujukan,...

...dan berhenti memberi pertanyaan.

Orang tak ingin tahu kebenaranmu.

– Kurasa begitu. – Kau terlalu cepat mengakuinya.

– Benarkah? – Aku lapar.

Mari makan dan memikirkan apa yang bisa kita lakukan.

Ada apa ini? Terima kasih, dr. Han!

Ini tampak lezat.

Sejak kapan kita mulai makan bersama?

Mari makan sendiri–sendiri dan ikuti etiket kulkas.

Apa ini ruang belajar?

Bagaimana jika kau beri kunci pada makananmu?

– Kau sangat kejam. – Ide bagus.

Makan sendiri tak baik untuk kesehatanmu.

Riset mengatakan itu lebih buruk daripada merokok.

Itu lebih baik daripada makan dengan orang yang kau benci.

Benar. Tapi kenapa kita hidup bersama?

Tentu, semua yang kau katakan itu benar.

Memang mengesalkan untuk makan bersama orang yang kau benci.

Itu jelas tak sehat. Selamat menikmati makananmu.

Selamat makan!

Ayo!

Halo?

Aku dr. Yoo dari RS Mirae.

Aku ingin bertemu denganmu.

Ada apa?

Pasien menjalani operasi infark miokard...

...lima tahun lalu dan punya faktor antiplatelet.

Ini mirip dengan Oh Sung–joon,...

...tapi hasil reaksi obatnya negatif.

Kami memercayai kemampuanmu.

Temporary.

Gunting mikro.

Permanent.

Applier.

Dokter! Pendarahan!

Dokter! Pendarahan!

Tekanan darahnya turun!

CPR!

Bipolar.

Penyedot.

Pendarahannya tak berhenti, Dokter!

Tekanan darahnya di bawah 50.

– Tutup ini. – Ya, Dokter.

Kenapa aku tak bisa menghentikan pendarakannya?

Semua tindakan sudah diambil.

Tidak.

Tidak!

Dokter!

Dokter!

Astaga, lihat siapa ini...

Jangan ganggu aku.

Kudengar kau kabur saat operasi.

Kau hanya punya keterampilanmu.

Sayang sekali. Dokter Cha pasti malu.

Dokter Cha yang merekomendasikanku?

Kau tak tahu?

Kurasa dia tak mengatakannya demi harga dirimu.

Mereka menerimanya hanya karena dr. Cha.

Tapi kabar sudah menyebar.

Jadi, kau harus menemukan pekerjaan lain.

Seharusnya sejak awal kau tak melakukannya.

Kenapa kau memaksakan diri untuk dipermalukan?

Siapa yang menginginkan operasi dari dokter...

...dengan bom waktu di kepalanya?

Kabarnya sudah menyebar,...

...jadi, kau harus mencari pekerjaan lain.

Seharusnya sejak awal kau tak melakukannya.

Katakan lagi. Rasional?

Tindakan kedisiplinan untuk dr. Han...

...harus dipertimbangkan oleh rumah sakit.

Aku tak memintamu berhenti!

Kenapa kau memberinya alasan?

Tenanglah. Kau memperburuk keadaan.

Jangan merendahkan aku karena aku muda.

Atau kau selalu tak sopan seperti itu?

Aku ingin mengatakan satu hal lagi.

Ada banyak orang yang khawatir kepadamu.

Kuharap kau bisa mendengarkan apa yang mereka katakan.

Sedang apa kau di sini?

Apa menyenangkan untuk mempermainkan orang?

Apa maksudmu?

Kau mabuk. Ayo masuk.

Kau selalu rendah diri...

...dan kau hanya pintar dalam belajar.

Itu dirimu 18 tahun lalu. Apa kau lupa?

Berhenti menyinggung masa laluku yang menyakitkan.

Kau selalu ingin menjadi seperti aku...

...dan kau begitu menginginkannya.

Kau pikir aku tak menyadarinya?

Kau benar–benar mabuk.

– Hentikan. Ini tak menyenangkan. – Menyenangkan?

Sejak kapan kau peduli dengan yang menyenangkan?

Kau selalu menginginkan pujian ayahmu.

Hentikan!

Ini dia.

Rasa rendah diri.

Kau dan dr. Joo sama saja.

Meski kau berusaha menyembunyikannya.

Aku bisa melihat semuanya.

Aku tak sanggup lagi denganmu.

Dokter Han!

Dokter Han!

Astaga.

Apa gunanya...

...membalas dendam kepadamu?

-=SULTAN KHILAF=-

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Dia tak ada hubungannya denganku.

Ayolah!

Sudah berapa lama kau memakai piama itu? Seminggu? Sepuluh hari?

Aku punya dua yang sama. Ini beli satu, gratis satu!

Kalian tinggal bersama?

Seung–joo tak apa, 'kan?

Aku tak tahu lagi...

Seorang pria jatuh ke laut!

Itu bukan sepatu dr. Han, 'kan?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.