All language subtitles for May_Who.2015-DVDRip.x264.AAC-SeeingMole

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Di dunia ini, tidak ada yang namanya kesetaraan.

Semuanya telah memiliki ukurannya masing-masing.

Ada yang tinggi.

Ada yang rendah.

Ada banyak ukuran.

Di sekolah ini, hal tersebut juga sama.

Setiap anak memiliki kelompoknya masing-masing.

Dimulai dari nomor terakhir...

Nomor 6.

Tidak ada yang spesial dari mereka.

Nomor 5.

Kelompok nakal.

Mereka tidak melakukan apapun setiap harinya.

Hanya membuat masalah.

Nomor 4.

Kelompok "Kutu Buku".

Aku tahu itu, alasannya ini tidak bekerja karena...

asdfghjkl (ngomongnya kecepetan :O)

Mereka seperti berbicara dengan bahasanya sendiri.

Tak seorangpun yang mengerti.

Nomor 3.

Kelompok Atlet.

Kekuatan super.

Nomor 2.

Kelompok "Orang Cantik".

Tapi setiap anggota memiliki banyak followers di Instagram.

Beberapa orang pernah meminta mereka untuk menjadi istrinya.

Bintang dari G-7 sampai G-12.

6 orang superstar.

Nomor 1.

Mereka memiliki warna tersendiri.

Yang paling menonjol di sekolah.

Kau cukup sebut namanya, semua orang tahu.

Dan orang yang selalu tetap menjadi yang paling menonjol di sekolah adalah.

Fame.

G-11 Kelas 1

Super Saiya dari sekolah kami.

Dia memiliki wajah yang tampan. Dia memiliki segala macam keahlian.

Presiden Tim Emas.

Juga dalam olahraga.

Benteng 5.

Tapi kenapa tidak ada yang melihat kalau dia tidak memiliki puting?

Hanya teriak-teriak saja.

Ayo ayo ayo, semangat!

Orang yang tidak punya keahlian tidak ada tempat di sekolah ini.

Akan masuk ke kelompok yang sama denganku.

Itu memalukan.

Aku pulang ya.

Sampai jumpa.

Tentu, orang tidak melihat keberadaanku.

Kelompok yang dapat melihatku

hanyalah kelompok ini.

Hei Pong.

Bantu aku meminjam bola untuk main.

Awas saja, Aku akan balas dendam suatu hari nanti.

Mau kan!?

Mau, Kak Bon

Roda tuk tuk... Roda tuk tuk...

Hei dik, Aku sudah meminjam bola ini duluan.

Boleh Kuminta kembali bolaku.

Jadi apa kabar semuanya, apa kalian lelah?

Ini punyamu?

Setiap hari, Aku hanya bisa menatap Ming dari kejauhan.

Tapi dalam hal ini, dengan dunia imajinasiku,

Segalanya bisa menjadi nyata.

Ini bolamu?

Hmm.

Kamu melihatnya, kan?

Hei nak, Sekolah sudah mulai menyanyikan lagu kebangsaan.

Bu Guru, boleh Aku taruh buku PRku di sana.

Pong, Aku lihat PRmu sebentar.

Aku sudah mengumpulkannya tadi.

Brengsek, pembohong kau!

Cari apa kau?

Apa yang kau lakukan, anak nakal?

Semuanya, tetap di tempat.

Scout-jump masing-masing 50 kali.

Siapa yang lambat, akan kubantu melakukannya lebih baik.

Tidak perlu kecewa.

Lebih keras.

Siapa yang tidak gerak akan ditambah jadi 50 kali lagi.

Cepat!

Apa yang kau cari di sana?

Bu Guru, Apa Ibu melihat buku PRku?

Kalau di sana tidak ada, pasti sudah ada yang membawanya ke kelas.

Kamu lihat itu, kan?

Celana dalammu

lucu juga ya.

Bodoh kau.

Tapi jika kamu tidak keberatan

boleh kulihat sekali lagi?

Pong

kamu boleh menyimpannya kok.

Ming, Aku...

Apa yang harus kulakukan?

Ada apa?

Kemana saja kau pagi ini?

Hei di mana kau sekarang?

Ada sesuatu yang harus kubicarakan, Kak Lard.

Hei tunggu..

Tentang kartun Ming yang kau gambar itu, kan?

Itu bagus!

Aku suka!

Bagaimana kau bisa baca itu?

Semua orang di sekolah sudah baca.

Aku juga tidak tahu siapa yang menyebarkannya.

Tapi semua orang tahu.

Ya Tuhan...

Tapi Aku tahu siapa yang membuat Ming membaca itu.

Aku sudah menyelidiki anak kelas 1.

Orang yang memberi buku itu namanya May.

May?

May Lido?

Itu sih dari G-11.

Atau..

May si cutter?

Itu sih yang selalu memotong dengan pisau.

Atau...

May Pern?

Itu si lesbian.

May - Pern

Atau..

May Da?

Siialan, itu ayahku.

Hei, Aku tidak bisa memikirkan orang, May yang mana?

Ya, May Nai (May yang mana)

Jadi, May yang mana?

Ya itu, May Nai namanya.

Orang yang selalu terlihat tenang dan tidak banyak bicara.

Satu kelas dengan Ming.

Kau orang yang membuat Ming menjadi membaca kartun itu, kan?

Kalau gitu kenapa kau lakukan itu?

Ya, karena buku itu ada menyangkut Ming.

Jadi Aku kasih itu ke dia.

Kenapa kau lakukan itu?

Kenapa kau lakukan itu?

Aku sudah jawab tadi. Kenapa kau tanya lagi?

Aku tahu itu!

Tapi kenapa kau lakukan itu!?

Hei, apa ayahmu tidak mengajarimu tata krama?

Aku bertanya padamu...

Hentikan itu.

Aku mohon padamu.

Sekarang kau merasakannya.

Aku minta maaf.

Keluarkan senjata kejut listrikmu dulu

Kejut listrik apa?

Alat yang kau gunakan padaku saat di kamar mandi.

Kalau kau tidak mau mengeluarkannya

Akan kulaporkan pada guru.

Kalau kau

menggunakan senjata kejut listrik untuk menyetrumku.

Lakukan apa yang kau inginkan.

Hei, Aku serius.

Kalau begitu bagaimana dengan ini?

Sialan.

Suara apa itu?

Biar kulihat.

Jangan!

Terserah kalau kau ingin melaporkan pada guru.

Tidak apa-apa bahkan jika Aku sampai dikeluarkan.

Tidak takut?

Sudah kubilang kalau tipuan lama itu tidak berhasil lagi.

Hei, kita sudah lama tidak lagi menggunakan tipuan ini.

Apa yang akan kau lakukan jika jantungku berhenti.

Pa, Ma..

Ada apa, sayang?

Seseorang di sekolah sudah tahu mengenai ini.

Kau yakin?

Aku bahkan bisa tahu apa yang akan Papa katakan padaku.

Mau pindah sekolah?

Deja-vu

Pa, di mana es krimnya?

Dibagian atas kulkas.

Tunggu, biar papa ambilkan.

Sejak lahir

dokter bilang pada kedua orang tuaku..

saat jantungku berdetak dengan cepat.

Potensi listrik di dalam tubuhku akan meningkat.

Intinya, Aku dapat mengeluarkan listrik.

Disaat

aku lelah,

dan terkejut.

May!

Terima kasih banyak.

Tapi kurasa

Saat itu Aku terlalu gembira.

Penjual barang bekas

jadi sangat kaya.

Setelah kejadian itu,

Papa dan Mama tidak pernah memberitahu siapapun tentang hal ini.

Jika angkanya sudah mencapai 120.

Ini akan berbunyi.

May, kamu harus menjauh dari segala sesuatu.

Dan membuatku tetap seperti anak normal lainnya.

Papa bilang padaku kalau

memiliki kekuatan listrik itu bukanlah hal yang mengherankan.

Seperti ikan yang dapat mengeluarkan listrik.

Saat itu,

Aku juga percaya

karena anak lain juga memiliki kemampuan seperti itu.

Kamu jadi seperti monyet.

Gendut seperti babi.

Bengkak seperti kuda.

Oke, sekarang?

Dia datang!

Dewi listrik telah datang!

Tapi,

kemampuan menghasilkan listrik

tampaknya agak aneh.

Tidak apa-apa, May.

Itu hanya masalah kecil.

Setelah itu,

Aku menjadi lebih berhati-hati dengan diriku sendiri.

Tapi, itu tidak mudah.

Bergabunglah, sayang.

Kita berbuat kebaikan bersama-sama.

Melihat diriku sendiri.

Aku menemukan bahwa Aku punya begitu banyak seragam sekolah sampai sekarang ini.

Dan berpikir untuk

tidak bergabung dengan siapapun.

Sepertinya bagus juga.

Papa isi baterai lainnya, ya sayang.

Pa, Aku tidak bisa lagi.

Aku hanya perlu menyelesaikan sekolah.

Masuk universitas.

Bekerja seperi semua orang.

Banyak hal yang bisa membuatku cukup bahagia.

Pertama isi formulirnya dan

setelah itu beri tanda tangan.

Jika seseorang tahu mengenai rahasiaku,

Aku melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.

Kalau sampai terjadi

Aku akan dapat koleksi seragam sekolah lainnya.

Selamat tinggal, Kak Fame.

Dik,

bolehku ambil kembali kertas kartunku?

Tidak boleh.

20 Baht

Kau belum mengambil semuanya.

Kenapa kau bakar?

Karena

gambarnya tidak bagus.

Aku tidak akan memberitahu siapapun tentang hal ini.

Tentang apa?

Tentang hal yang dapat membuatmu tidak dapat bersekolah lagi.

Apa itu?

Cuma sampah.

Tunggu.

Apakah Ming bilang sesuatu tentangku?

Sial!

Banyak ya?

Bukan!

Sial!

Hei, mau kemana kau?

Hei!

Kau pingsan?

Suara apa itu?

Suara jantungku.

Punya serangan jantung?

Tidak.

Aku menggunakan ini untuk mengetahui kalau aku harus berhenti.

Jadi, kamu bisa melepaskan listrik?

Aku bukan super hero.

Kalau begitu, seberapa kuat itu?

Itu bisa membuatmu pingsan.

Mau coba?

Lalu

apa kau bisa melakukan yang lainnya?

Kamu bisa nge-charge handphone?

Banyak omong kamu.

Nih, kembalikan benda ini.

Maaf, dik.

Dik,

kau gabung di tim apa?

Tim Emas.

Baguslah kalau begitu.

Aku hanya

ingin mengundangmu ke...

Hei, dik!

Hei, dik, tunggu!

Apa kau tertarik ikut berlari di kelompok kami?

Tidak mau, aku tidak bisa lari.

Dik!

Kau bisa lari dengan sangat cepat.

Pergi! Aku tidak bisa lari, apa kau tak mengerti!?

Mengerti.

Aku cuma ingin

mengambil bolaku kembali.

Tapi kalau kamu berubah pikiran,

kami ada latihan besok sore, ya.

Aku pergi ya, Ming.

Ming.

Ming.

Bukan, bukan, bukan apa-apa.

Aku dengar

kalau kamu

punya penyakit darah rendah.

Jadi,

Aku membawakanmu sate hati.

Hei, ini potongan daging yang bagus.

Hahaha, Pong memberikan dia sate hati.

Wow, dia menerimanya.

Kau tidak tahu apa betapa memalukannya dirimu!

Bagaimana kau bisa kemari?

Setrum aku..

Tolong setrum aku..

Ada apa?

Soal Ming ya?

Gila kau.

Jadi dia sudah tahu rahasianya May.

Kalau begitu, kita tak boleh biarkan dia pergi.

Pa, Ma, hentikan.

Dia sudah sadar.

Hei, bahkan Papa belum lakukan apa-apa pada temanmu.

Bahkan dia bukan temanku.

Apa? Dia bukan temanmu?

Kalau begitu apa?

Kau baru saja salah ngomong kan?

Sini, biar kubantu.

Oh, kalau mau bantu, ini.

Ming tidak ingin melihat wajahku lagi.

Kurasa, hanya bilang maaf saja tidak cukup.

Jadi, apa yang harus kulakukan?

Hmm, belakangan ini, Ming sedang khawatir dengan stand-nya.

Kudengar siswa-siswi dari kelas 2 tidak mau datang dan berlatih.

Lalu..

Itu saja.

Takut kesetrum?

Tidak.

Aku tidak takut.

Oh iya, Aku ingin mau tanya.

Saat kau bersama Ming, apa yang kau rasakan?

Aku..

Aku bahagia.

Memangnya kenapa?

Oh tidak apa.

Cuma..

Hanya saja, kamu jangan bilang ini pada siapapun ya.

Kak Fame memintaku untuk bergabung denganya di kelompoknya.

Kak Fame!?

Lalu, kenapa baru sekarang?

Aku tidak tahu.

Mungkin dia melihat kakiku besar.

Hei, jangan dilihat

Tapi, pikirkanlah ya.

Ada banyak kelompok.

Kau tidak bisa olahraga apapun itu.

Atau karena...

Omong kosong.

Jika itu terjadi, kau bisa merubah namamu dari May Nai.

Menjadi...

May Fame, ya kan!

May Fame-ku.

Aku hanya ingin mengambil bolaku kembali.

Kalau kau hebat, kenapa kau tidak kemari dan ambil ini?

May Fame-ku.

Cepat!

Kau sudah berubah pikiran?

Siapa namamu?

May...

May Nai kak.

May Nai itu namaku.

Ooh..

Kalau begitu

May Nai kau ingin mulai di nomor berapa?

Aku harus tahu kau ingin di mana.

Ah,

tidak banyak pilihan sih.

Kalau gitu...

Kita ke lapangan.

Chay!

siap?

May Nai!

Ku Ying!

Siap, kak Fame!

May Nai,

kau kenapa?

Kenapa kau tidak memberikan tongkatnya?

Aku ingin Gu Ying yang memberikan tingkatnya.

Kenapa?

Aku ingin

menjadi pelari terakhir.

Tapi, pelari terakhir haruslah pelari tercepat, Kak Fame

Kalau begitu,

bagaimana kau bisa tahu kalau

kau lebih cepat dariku?

Bersedia!

Siap!

Aku tidak apa-apa.

Aku baik-baik saja.

Aku tidak bohong.

Jadi, bagaimana dengan anak kelas 1?

Mari sudahi saja latihan hari ini.

Tidak apa-apa, Kita tunggu saja anak-anak itu.

Tapi stand-nya telah di daftarkan oleh G-6 untuk besok.

Hei, tak apa.

Pak, bapak sudah selesai mengajarnya?

Lalu, kenapa bapak...

Aku takut dengan murid-murid kelas ini.

Mereka hanya mau melakukan apa yang mereka inginkan. Aku bahkan tidak bisa mengajar mereka menggambar.

Hei, kalian semua, pergi ke stand sekarang!

Kak, jangan menghalangi papan tulisnya!

[Ingin jadi dokter]

Hei Hei, tunggu sebentar, mau kemana kalian?

Tunggu sebentar.

Hei dik, bagaimana dengan stand-nya?

Buang-buang waktu.

Aku harus belajar dengan giat.

Dalam 4 tahun ini, Aku mengambil ujian CAT PET.

Sudah selesai belum? Aku lelah, tahu.

Diam dulu.

Kau, masuk dan bantu Pong, ya?

Hei, Aku pulang duluan ya.

Hei tunggu Kak Lard, Aku bahkan belum selesai.

Apa ini untuk anak-anak yang akan ke stand?

Aku sedang buru-buru.

Hei nak.

Pulanglah!

Sebentar lagi pak, Saya belum selesai!

Kau bantu aku jadi modelnya ya.

Sial, Aku belum selesai!

Belum selesai!

Rumahmu dekat dengan sekolah, baguslah jadi kau tidak perlu bangun pagi-pagi.

Tapi aku kena hukuman setiap hari.

Kau mau apa?

Hei!

Jangan dibaca!

Kembalikan!

Kembalikan punyaku.

Kenapa kau baca!

Biar kubaca sebentar.

Kembalikan!

Lepaskan saja tanganmu.

- Biar kubaca sebentar. - Tidak boleh.

Oh, kalau gitu aku setrum kau!

Jangan bohong.

Kembalikan punyaku!

Kalau begitu aku pulang ya.

Sore itu.

Pak Guru meminta para murid untuk membersihkan sampah.

Tapi tak satupun yang melakukannya.

Biar kubantu.

Walau berbeda tugas, Ming datang membantuku

Kau tinggal sendiri seperi ini

Kuno sekali.

Tidak, tidak apa-apa.

Saat itu, Aku merasa seperti Aku ingin menyimpan momen ini selamanya.

Saat liburan, jejak kaki kami di pantai.

Termasuk kulit buah, botol kosong.

Sandal bekas.

Melelahkan.

Hei, lihat...

Cukup dengan pemandangannya?

Ya.

Pemandangan matahari terbenamnya sangat indah.

Bukan itu maksudku.

Dasar bodoh.

Ya, terkadang biasa saja.

Tidak tertarik ya?

Aku ingin mengembalikan ini.

Aku menemukan ini di tempat sampah.

Kenapa kau simpan?

Ming belum membaca semua ceritanya kan?

Ini, buat dia baca semua ini.

- Tidak. Tidak mau. Jangan. - Kenapa?

Tidak, aku tidak mau.

Kalau tahu ada seseorang yang jatuh cinta seperti ini,

kalau itu aku, Aku akan sangat senang.

Soal perempuan,

percayalah padaku.

Ming...

Semua orang menyintainya.

Orang sepertiku

hanya bisa menggambar wajahnya

matanya,

rambutnya,

itu semua sudah cukup membuatku bahagia.

Terlalu dramatis.

Sungguh.

gambarmu bagus sekali..

Ini, kau gambar ini mirip sekali dengan pak guru.

Dan siapa ini?

Dengan banyak medali.

- Si atletik. - Kak Fame ya?

Sialan kau!

Tahu tidak?

Kalau Kak Fame

tidak punya puting.

Itu tidak benar.

Kalau tidak tahu, kenapa tidak lihat saat dia berenang?

Tidak, Aku tidak tahu. Dia tidak seperti itu. Tutup mulutmu!

Tidak punya puting.

Kak Fame punya wajah seperti ini?

Saat kau tersenyum kau terlihat berbeda.

Benarkah?

Jadi, itu bagus atau tidak?

Kalau gitu, ayo kita gambar dulu

atau kau akan telat pulang nanti.

Ini lebih bagus dari yang dibayangkan.

Jika kau tidak tertarik dengan mata pelajaran ini.

Bagaimana jika kita suruh dia mengerjakan kegiatan diluar kelas saja?

Hmm. Bagus juga.

Buat dia melakukan

semua kegiatan diluar kelas.

Kami telah mendiskusikannya.

Kami akan pergi ke stand.

Pong.

Kak, tolong buatkan bunga.

Kedua tanganku sedang mengerjakan tugas.

Aku tidak ingin membuang-buang waktku untuk mengocok telur Lebih baik belajar Matematika.

Haruskah kita coba ini?

Aku tidak suka membersihkan tanaman.

Aku lebih suka membersihkan anggota tubuh.

Kak, tolong hancurkan tanaman-tanaman lain.

Jika tidak, mereka akan dapat nilai yang lebih baik.

Maaf. Maaf!

Dan, bersihkan kelas sehingga kita bisa dapat banyak nilai.

Apa ini artinya Aku jatuh cinta padamu?

Bercanda.

Lihat saja detak jantungku.

Aku tahu.

Mungkin karena kau habis menyentuh air

membuat dirimu cenderung meningkat untuk menghantarkan listrik.

Meningkat apa?

Oh, itu Fisika.

Semua orang memiliki ketahanan terhadap listrik.

Kebanyakan rendah.

Jadi,

serendah apa?

Lihat ini,

jika kekuatanku sebanyak ini.

Seginilah yang kau miliki.

Apa yang kau lakukan?

Tidak kesetrum ya?

Hei! Hei! Jangan! Jangan!

Hei, kau curang! Jangan!

Hei! Jangan!

Ja.. Jangan perkosa Aku.

Kalian salah paham.

Aku tidak melakukan itu.

Jangan perkosa Aku.

Sudah banyak bukti!

Masih tidak mau mengaku?

Tidak punya muka!

Muka memalukan!

Muka jelek!

Muka berantakan!

Muka...

Muka jelek!

Apa rencanamu, katakan!

Rencana apa?

Bukan Aku.

Maafkan Aku! Aku salah!

Orang yang mengambil foto itu, kamu kan?

Tidak, bukan Aku. Kan ada banyak cara untuk mengambil foto.

Biarkan Aku pergi, kita sesama penggemar Kak Fame!

Biarpun kau laki-laki.

Aku tidak takut denganmu! Kau mengerti!?

Bersiap!

Tiga!

Empat!

Bubar.

Tim yang menang dapat melanjutkan ke babak final minggu depan.

Tim yang berhak adalah...

Tim Biru!

Mengenai Tim Biru, kita belum tahu.

Tapi sepertinya mereka adalah tim yang kompak.

Tim kedua adalah...

Tim Emas!

Kenapa dengan lehermu?

Terpleset di tangga.

Ming, lihat itu.

Kami akan ikut ke stand.

Semangat Chay!

Hei, Aku ingin tukar tempat denganmu.

Kenapa?

Kamu satu kelompok dengan Kak Fame.

Jika itu Aku akan kuhabisi dia.

Saat kau memegang tongkatnya, beri tanda seperti ini.

May Nai!

Semangat ya!

Bersedia!

Siap!

Dik, apa yang kalian lakukan?

Besok, kami ada tes.

Oh, Tim Emas memimpin!

Pelari kedua sangat kuat!

Kak Fame!

Ayo cepat Pu Ying!

Perempuan sekolah kita tergila-gila dengan pria itu?

Fame berlalri kearah kita. Kakinya putih.

Sial!

Hei Hei, salah arah!

Oh, lari sekarang! Kenapa memberi kesempatan pada tim lain?

Kau ingin lihat dadanya tanpa puting?

Tidak tanpa puting!

Jadi, Tim Emas dapat melanjutkan ke babak final.

Kerja bagus, May Nai!

Aw!

mau kemana kau?

May Nai!

Apa bunyinya sudah mereda?

Kita berhasil!

Aku sangat senang!

Aku juga sangat senang.

Dik, May Nai.

Pakunya longgar.

Apa kamu kosong minggu sore ini?

Apa?

Halo?

Hah!?

May.

Kak Fame mengajakku pergi minggu ini.

Hanya berdua.

Kak Fame akan terbakar May.

Oh iya.

Sudah selesai, Pak?

Kau hebat, pak.

Minum ini dulu pak, air dingin.

Aku serius pak. Aku sangat mengagumimu!

Kali ini, sudah bisa menyentuhnya dengan ini.

Kau yakin ingin Aku menggunakan ini saat aku lari dengannya?

Itu kelihatannya agak aneh juga sih.

Kalau kau tidak ingin pakai sarung tangan, kamu harus menukar tongkatnya.

Cuma plastik yang dicat?

Semua orang juga tahu kalau ini plastik.

Kita tidak bisa pakai yang plastik.

Peraturan Atletik rumit sekali.

Kalau begitu.

Coba ini agar membuatmu jadi kurang bersemangat.

Kenapa tidak membawa yang bahan plastik saja.

Apa itu?

Kalau kamu sudah menyetrumnya, bilang saja karena ini.

Katakan padanya kalau ini yang membuatnya kesetrum.

Aku tidak percaya diri.

Ayolah.

Pasti ada cara.

Bagaimana kalau...

Bukan soal listrik.

Aku tidak tahu bagaimana caranya menggunakan make-up yang bagus.

Kamu mau pakai make-up saat lari?

Menurutmu...

Apa dia akan bilang kalau Aku gendut?

Apa Aku terlihat jelek saat berlari?

Coba lari lebih cepat.

Lebih cepat lagi.

Lagi lagi lagi!

Lari secepat yang kau bisa.

Lagi!

Ya sekarang kau terlihat jelek.

Benarkah?

Kak Fame tidak akan memikirkan ini.

Benarkah?

Cukup tersenyum dan kau akan terlihat manis.

Manis saja tidak cukup untuk mengalahkan kekuatan ini.

Ya, Tidak bisa langsung tahu.

Ya, Aku tahu itu.

Aku cinta Ming.

Permisi, Pak.

Aku cinta Ming.

"Aku di depan rumahmu."

May Nai, kamu pakai make-up?

Apa?

Kamu pakai make-up?

Oh, sedikit.

Apa ini terlihat terlalu banyak make-up?

Terlihat natural!

Langsung pulang ke rumah masing-masing. Atau kalian akan kehujanan.

Aku hanya disuruh untuk memberikan ini padamu. Isi dari tas ini tidak ada hubungannya denganku.

Tolong tanda tangan di sini sebagai bukti.

Latihan disaat tidak ada orang.

Rasanya enak juga ya.

Bagaimana menurutmu?

Ya.

[Berdoa]

Jam tanganmu berjalan dengan cepat.

Benarkan?

Coba kulihat.

Sebenarnya..

Ini menunjukan detak jantungku.

Aku menggunakannya saat latihan.

Boleh kupinjam?

Lalu..

Bagaimana caranya agar bisa berbunyi?

Pertama, kau harus lelah dulu.

Satu!

Dua!

Tiga!

Empat!

Lima!

Enam!

Tujuh!

Delapan!

Sembilan!

Sepuluh!

Pak! Pak!

Aku minta maaf.

Kita sudahi saja latihan hari ini ya.

Akan kubelikan yang baru.

Kak Fame!

Ayo lanjutkan latihannya.

Aw, belum pulang juga?

May!

Siap?

Tunggu sebentar!

Aku siap!

8 x 1 = 8

8 x 2 = 16

8 x 3 = 24

8 x 4 = 32

8 x 5 = 40

8 x 6 = 48

8 x 7 =...

May, lihat aku!

18 x 4 = 72

18 x 5 = 90

18 x 7 =...

126

18 x 8 =...

18 x 8 =...

18 x 8 =...

18 x 8 =...

144!

Kupikir kau akan menggambar porno.

Kau menggambar itu lebih bagus dari yang aslinya.

Terasa seperti...

Seseorang menuliskan buku harian tentang diriku.

Soal kemarin.

Bagaimana menurutmu?

Aku sangat menyukainya.

Aku menyintaumu, Ming

Aku tahu.

Aku juga tahu soal murid-murid yang kau coba rekrut.

Terima kasih banyak.

Aku juga suka kartun.

Tapi Aku bukan Ming seperti yang kau gambar.

Maaf ya.

Berhenti menggambar aku lagi, oke.

Jangan sedih, jangan sedih.

Kenapa Aku tidak boleh sedih, Botak?

Coba ngomong sekali lagi, Pong

Aku tahu.

Tahu sialan?

Bon sialan! Aku tahu kenapa.

Ayahku juga suka menyanyikan itu.

Tampaknya Ayahmu

Sama seperti Ayahku.

Kak Fame, kenapa tidak ada orang lain yang datang latihan?

Sebenarnya.

Bagaimana kalau.

Aku mengundangmu.

Jika Aku menang juara pertama.

Aku..

Akan

Mentraktirmu.

Ayahku tahu tempat yang bagus.

Untuk para remaja.

Mana yang lainnya?

Oh Ming,

Ada apa?

Aku pikir kamu tidak bisa pulang.

Terima kasih.

Aku lebih baik menunggu di sini saja sampai hujan reda.

Ini untukmu.

Tapi Aku tidak ingin pulang sekarang.

Kalau gitu.

Aku pulangnya nanti juga.

Jangan terlalu malam ya.

Sebenarnya.

Aku juga tidak ingin pulang.

Dik, May Nai.

Ya?

Dik, May Nai.

May Nai, apa kau sudah ada seseorang yang kau sukai?

Belum ada.

Baguslah.

Kalau gitu.

Boleh Aku bertanya...

Kak Fame!

May Nai.

May Nai!

Kau tidak apa-apa kak?

Sial!

May, tunggu!

- Tunggu Aku May! - Jangan mendekat!

Kau mau Aku menyetrum orang lagi?

Apa May sudah pulang?

Oh, Pong.

May!

May!

May, tenanglah dulu.

Kurasa dia tidak tahu soal itu.

Mungkin dia akan berpikir kalau itu karena petir.

Tidak mungkin.

Itu karena Aku.

Kak Fame bilang dia suka padamu ya?

Aku tidak bisa hidup dengan siapapun jika seperti ini.

Tidak ada yang aneh kok.

Kau pernah menggambar tentang ini sebelumnya kan?

Ya...

Aku minta maaf.

Saat itu kita belum saling kenal.

"Kumohon pulang saja."

Terima kasih pak.

Semangat, nak.

May Nai, Aku sudah tahu semuanya.

Tapi, itu bukan masalah.

Menjadi "Aku" adalah masalahnya.

May, jangan!

May, berlalri seperti itu berbahaya.

Tinggalkan Aku sendiri!

berbahaya seperti ini.

Aku suka.

May, jangan lari.

Telat lagi. Lakukan 50 kali.

May, kau tidak usah.

Nanti kau bisa menyetrum.

Hmm, kalau May tidak, kau saja sendiri lakukan 100 kali!

14!

15!

16!

17!

98!

99!

100!

Apa yang kau lakukan!?

Agar Aku bisa menahan listrikmu...

Ayo kita pulang.

Aku tidak bisa bersamamu.

Kenapa?

Karena kau terlalu tampan.

Aku jadi bersemangat.

Tidak terlalu kok.

Saat kau tersenyum.

Saat kau tersenyum kau terlihat berbeda.

Jadi.

Itu bagus atau tidak?

Hal terindah yang pernah ada di dunia ini.

Jika memang dia benar-benar mencintaimu.

Dia akan mencari cara untuk melakukannya.

Bahkan Aku bisa tetap bersamamu.

Kedua orang tuamu juga bisa merawatmu hingga dewasa.

Sudah cukup. Itu jelek.

Kata siapa itu hal yang terindah yang pernah ada di dunia?

Kata siapa?

Apa itu ukurannya sama?

May Nai.

Kamu sudah tidak ngapa-ngapain kan?

Sini bantu aku.

Aku belum pernah melihatmu lari sebelumnya.

Oh itu karena saat itu mereka membutuhkan satu orang pelari.

Kau sangat bagus dalam berlari.

Tidak, tidak bagus, Aku masih berusaha.

Sampai-sampai latihan hanya berdua saja.

Siapa namamu?

Belum pernah melihat wajahmu sebelumnya.

Namanya May Nai.

Orang yang tidak punya kelompok.

Tidak punya teman!

Anti Sosial!

Penyendiri!

Menyedihkan!

Kesepian!

Orang aneh!

Ada apa ini?

Jadi, May Nai.

Harus tahu diri ya!

About where you should be

Dan sadar di mana tempatmu.

Siap!

Tiga!

Jangan mendekat!

Empat!

Hentikan!

May, cepat lari!

Aku May Lead (May si cheerleader).

Ayo mulai lagi.

Siap!

Tiga!

Empat!

Soal Chay, itu kalian juga yang melakukannya kan?

Ming bilang dia seperti itu. Jadi, Aku hanya membantu meluruskannya.

Benar kan, Ming?

Kenapa kau harus melakukan ini?

Orang di stand mencarimu.

Aku tidak melakukan itu.

Kenapa?

Sekarang kau malah tanya Aku kenapa

Apa kau pernah menanyakan keadaanku?

Apakah tenggorokanmu sakit?

Apa kau bisa tahan?

Bisa tidak?

Kau hanya.

Kau hanya suka pada orang yang tidak pernah melakukan apapun.

Aw!

Jadi Ming juga suka dengan Kak Fame?

Kenapa kita tidak tahu?

Kalau kau tahu, pasti Aku juga akan kena tampar.

Beraninya kau!

Memanfaatkan kelompok kami!

Dasar licik!

Jelek!

Jahat!

Rendah!

Tidak baik!

Akal tidak sehat!

Otak buruk!

Batin buruk!

Buruk sekali!

Cukup sudah!

Hei Ming

Kau ini!

Kak Fame!

Kalian, jangan lakukan ini lagi ya.

Kami hanya ingin.

Kau bersama dengan orang yang layak.

Mengenai seseorang yang layak untukku.

Seharusnya biar aku yang memilih sendiri kan?

Ini baju yang akan kalian pakai besok?

Cantiknya..

Kalau gitu Aku akan lihat besok.

Bubar.

Segampang itu?

Semoga kau menang besok.

Hei, Ming! Ming!

Kak Fame!

May ingin mengatakan sesuatu padamu.

Ming!

Ming!

Aku tak percaya kau melakukan ini hanya karena ingin mendapat perhatian Kak Fame!

Stop memikirkan tentang diriku.

Hanya ingin mendapat perhatiannya,

Apa harus sampai berubah seperti ini?

Apa harus sampai

khawatir dengan tenggorokan anak-anak?

Sampai khawatir jika mereka sakit?

Dan,

Sampai menghafal semua nama-nama anak-anak yang ada di stand?

Bpanaayuuth!

Ming,

kau bisa mengingat nama-nama dengan baik ya.

Seseorang sepertiku

Bahkan tidak bisa membedakan siapa dengan siapa.

Kenapa kau tetap baik padaku?

Semenjak Aku menggambar tentang dirimu,

kaulah yang paling

bahagia di stand.

Ini akan sedikit aneh.

Bahwa tubuhku dapat mengeluarkan listrik disaat jantungku berdetak dengan cepat.

Seperti

Saat lelah,

terkejut

atau gembira.

Saat Aku berada di dekatmu.

Aku tidak bisa terus berada di dekatmu.

May, kamu jangan bergerak dulu ya.

Lihat, kita masih tetap bisa berdekatan.

Aku senang kau tidak membenciku.

Soal traktiran

Aku berubah pikiran.

Jika besok Aku menang

kau akan jadi pacarku ya?

Benarkah?

Lalu,

kau bilang apa?

Aku,

Aku berkata jujur.

Lalu,

Kau tidak apa-apa?

Aku baik-baik saja.

Aku juga senang.

Selamat ya.

Maksudku tentang kau dan Ming.

Ooh.

Baik-baik saja.

Kartun yang kubuat,,

Aku berikan semuanya pada Ming.

Dia menyukai kartun yang Aku buat.

Tapi dia tidak menyukaiku.

Tidak apa-apa ya.

Kau sudah melakukan yang terbaik.

Setidaknya, Ming sudah tahu.

Besok, kau jangan sampai kalah.

Aku hanya bisa melakukan segitu.

Di sekolah ini,

Ada banyak kelompok dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Yaitu orang-orang berikut ini.

Kelompok Pengganggu.

Dan, kelompok Pengganggu lainnya.

Kelompok "Kutu buku".

Kelompok Atletik.

Kelompok Orang Cantik.

Dan kelompok yang unik.

Dan bagaimana denganku?

Meskipun Aku berada di stand,

tidak ada satupun yang mengenal diriku.

Tapi ada seorang gadis.

Tak satupun yang mengenalnya meskipun kau sebut namanya.

Hanya karena dia bukan dari kelompok,

Bukan seorang pemimpin.

Bukan seorang atlet.

Bukan orang yang populer.

Jika kau masukkan dia di nomor berapa.

Kurasa..

Dia akan masuk ke kelompok yang sama denganku.

Tapi...

dia bersama Super Saiya seperti Kak Fame.

Jika seperti ini

orang rendah sepertiku

cuma bisa menahan perasaan saja.

Kau benar.

Bahkan alam memberitahuku kalau

daya tahan listrikku rendah.

Seseorang yang memiliki kapasitas yang tinggi seperti May.

Akan bersama dengan seseorang yang memiliki kapasitas yang tinggi juga seperti Kak Fame.

Bagiku.

Bisa menggambar tentang May saja.

Sudah membuatku cukup bahagia.

Sialan! Bahagia apanya!

Hei!

Ada masalah lain, seseorang dari kelompok hitam muncul entah dari mana.

Tidak ada yang tahu apakah dia seorang pelari atau bukan.

Tidak peduli seberapa tingginya dirimu,

Kau akan berhadapan denganku!

Aku tak akan menyerahkan dia untukmu!

May!

Kau mau membaca akhir dari kartunku kan?

Ini dia!

Jangan menang May!

Pemenangnya adalah

Tim Emas!

Bagaimana kau bisa masuk ke lapangan seperti ini?

Lihat tuh

Lari sebentar sudah kelelahan.

Pergilah.

Medali Perunggu jatuh pada...

Tim..

Biru!

Kak Fame.

Soal kesepakatannya,

apa boleh kuganti?

Aku mengerti sekarang.

Setruman tadi itu

bukan karena diriku.

Kan Aku sudah pernah bilang

Saat kau ingin mengambil tongkat,

lihatlah orangnya.

Aku minta maaf.

Aku melakukan atas kehendak hatiku.

Soal ini,

ikuti kata hatimu saja.

Setidaknya,

hatimu itu

tidak bohong.

Lihat kan?

- Tanganku tidak kesetrum. - Pemenangnya adalah Tim Emas!

Kita menang

ataupun kalah

dapat medali

atau tidak

kita sudah melakukan yang terbaik.

Untuk mendapatkan keberanian

kita harus tulus melakukannya.

dan Aku mengajak kalian semua untuk mentup acara ini.

Di dunia ini, tidak ada yang namanya kesetaraan.

Kak Fame

tetaplah Kak Fame.

Mengenai diriku.

Aku tetaplah Aku.

Hal yang berbeda hanyalah...

gadis yang memiliki kapasitas tinggi seperi ini.

Membuatku sadar

untuk tidak menyerah pada apapun.

Kalau kau ingin Aku membaca ini.

Kau tidak perlu datang dan memberitahuku seperti itu kan.

Jadi..

kau sekarang bukan lagi May Nai.

May Pong kan!?

Soal nomornya, terserahlah apapun itu.

Aku tidak peduli lagi dengan itu.

Yang harus kupikirkan adalah

bagaimana caranya bisa bertahan dengan gadis yang bisa nyetrum.

Translated by Fakhri626 WWW.FAKHRI.ID

LINE: @learnthai

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.