Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Merokok dan Minum Alkohol Membahayakan Kesehatan
Special Request * Vany *
MelsBatakJogja
Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk iklan komersial
Hubungi 08818196705 (WA ONLY) untuk subtitle film lainnya
ENGLISH PRIVATE (0857 7239 8645) Menerima Private Les Bahasa Inggris Segala Usia
Kota terus diguncang oleh serangkaian penculikan!
Pria berusia 40 tahun di Sanathnagar, diculik beserta kursinya saat ia tengah nonton TV.
Belum ada petunjuk mengenai hal ini, di mana korban berada...
...atau motif apa di balik penculikan ini.
Keluarganya sangat mengkhawatirkan keadaannya.
Polisi sudah menjadikan hal ini sebagai kasus dan sedang menyelidiki.
Penculik............
Hei, ke sini kau! Tutup pintu depan!
Nanti pencuri tanaman datang, pak.
Biar saja, berikutnya mereka akan menculikku....
...keluargaku akan kehilangan diriku dan kau akan kehilangan gajimu.
Kau lihat semuanya di TV, kan?
Kenapa anda ketakutan, orang lain yang diculik, kan pak?
Jika ada ledakan di Mumbai, bukankah warga di Hyderabad juga harus waspada?
Kita punya ketakutan sendiri!
Apa yang membawamu ke sini?
Begini pak, tuan tanah merampas lahan kami.
Kami berencana menuntutnya, dan membawa masalah ini ke pengadilan.
Jika anda juga menanda tangani berkas...
Dengar, rumah kita bisa tanpa tembok, tapi tak bisa kita hindari masalah di sekitarnya.
Kita bisa hidup damai seperti acara di stasiun TV keagamaan...
...kenapa kita butuh petualangan seperti di stasiun TV AXN?
Hei pak...Sathi Babu korban penculikan ditemukan tewas dengan banyak luka tusuk.
Dia dibunuh?
Ayah!
Kenapa dia jatuh seperti itu?
Apakah yang tewas saudaramu? /Kami tak mengenalnya.
Tolong minggir!
Chandram, tidak ada apa-apa...
Sepertinya Sathi Babu iseng-iseng diculik oleh keponakannya sendiri.
Mungkin mereka berdua punya masalah keuangan.
Ponakannya bilang akan menikamnya jika dia tak mengembalikan uang.
Dia memancing ponakannya apakah ponakannya berani menikam.
Lucunya, ponakannya betul-betul menikamnya!
Itu masalahnya? /Ya, itu saja.
Tapi kenapa pembantu bilang seperti itu?
Dia wanita gila! Mari ayah...
Ayo, nak! Sini!
Apa yang anda dan pembantu itu katakan, sama kan?
Apa bedanya?
Walau berita buruk, jangan disampaikan secara sedih.
Dia punya masalah jantung, jadi dokter menyarankan agar...
...menceritakan segala sesuatu padanya dengan cara seperti itu.
Ini yang kau sebut memberitahukan kematian dengan cara keren?
Sampai jumpa, Nenek.
Kita tunggu puteranya ada di rumah.
Agar dia tandatangani berkas kasusnya.
Jika puteramu seperti itu, lalu bagaimana puteranya?
Dia curi tasku, tolong tangkap dia...
Seseorang mengejar kita.
Siapa dia? Kenapa dia mengejar kita seperti Milkha Singh?
Lari!
Jangan lari...tak akan menggigit... berhenti...
Kurasa kita tak bisa lari lagi, lemparkan tas padanya!
Lempar!
Mana anjing itu? Syukurlah!
Aku selamat.
Jika tidak, aku akan menerima 14 suntikan di sekitar pusar.
Terima kasih banyak telah menyelamatkan tasku.
Kau tangkap mereka dengan baik, bagus sekali...
Aku...?
Nani akan menyukaiku, kan?
Kenapa tidak? Wajahmu menarik.
Dia pasti mau menikahi wanita sepertimu.
Dia akan mengejar wanita cantik sepertimu.
Dia di sini! Sinilah, kami menunggumu!
Hai.. /Hai!
Tolong ke sini sebentar, aku mau bicara padamu.
Tidak masalah, katakanlah.
Berbisik tak baik untuk telinga, tapi baik untuk mikropon.
Saat ini, di mana bisa kucari mikropon? Ada apa? Katakanlah!
Yang terjadi adalah...
...orang memujiku, tapi pencuri mewaspadaiku agar tidak tertangkap.
Mereka pasti sudah melihat kartu identitasku.
Siapa bisa lihat kartu sebesar 6 inci pada tas sebesar 6 kaki (1.8 meter)?
Kita tak boleh lengah, ayo kita temukan alamatnya.
kita kirim surat bertuliskan "Aku tak ada hubungannya dengan kejadian tersebut".
Aku tegang.
Kau duduklah di sini, jangan tegang.
Dia... Hei, kenapa kau pergi?
Selamat tinggal!
Katamu Nani anak baik dan aku harus atur pernikahanmu...
...kenapa kini kau bilang selamat tinggal? Dia belum sempat mengenalmu.
Aku pikir dia pria yang baik...
...ternyata dia seorang pengecut.
Anjing yang mengejarnya, tak lebih tinggi dari lututku.
Membuatnya lari terbirit-birit, dia sangat ketakutan?
Aku mau menikah dengan lelaki tanpa rasa takut...
...dan dia adalah duta besar dari ketakutan.
Bukan hanya aku, tak ada wanita di dunia ini yang mau menikah dengannya.
Tunggu dulu...
Enyah saja kau!
Seorang wanita baik dan cantik telah lahir untuknya, di suatu tempat di dunia ini.
Wanita itu akan memasuki hidupnya dengan kaki kanannya.
Kau tahu? Bertahun-tahun Mafia Dubai dalam kendaliku.
Kami jadi boneka setelah dia jadi Don (bos mafia),
Kita hanyalah boneka!
Jika seseorang mau jadi raja, raja yang berkuasa harus mati dahulu.
Aku tetapkan hari ini adalah hari kematiannya.
Habisi mereka!
Jangan bunuh aku!
Jika kau takut pada peluru sebesar 1 inci, bagaimana kau bisa bunuh peluru 6 kaki?
Maafkan aku...mohon maafkan aku...
Aku bukan Bunda Teresa yang pemaaf, namaku Bullet (peluru).
♪ Sekali dia masuk ke medan perang, peluru bergerak secepat kilat... ♪
♪ Peluru ini membunuh macan yang sedang menerkam dalam sekejap mata... ♪
♪ Percuma dihadang atau dihadapi, kau tak ada kesempatan melawannya... ♪
♪ Dia baca tiap gerakanmu dan menyiasatimu dengan cermat. ♪
♪ Bullet (peluru) ♪
♪ Lihat saat singa menyerang... ♪
♪ Jika kau lawan atau berontak, saat itulah hidupmu berakhir... ♪
♪ Mengejarmu hingga akhir bagai takdir... ♪
♪ ...perkataannya adalah maut, tak ada jalan keluar untuk nasibmu... ♪
♪ Jika kau bergabung dia bagai bayanganmu, hidupmu terjamin... ♪
♪ Bullet (peluru). ♪
♪ Lihat saat singa menyerang... ♪
Aku tak bisa terus menerus hidup dalam ketakutan.
Putuskan aku atau mafia.
Jika aku keluar dari mafia, mereka akan membunuhku.
Aku akan ke Dubai bersama puteri kita.
Bada! Aku tak akan melepaskanmu begitu saja karena telah menipuku.
Akan kubesarkan puteriku bagai peluru untuk menghabisi Bada.
Ibumu masih hidup.
Tidak kukatakan hingga kini, karena takut kau akan meninggalkanku.
Temuilah ibumu!
Aku senang jabatanmu bagus.
Aku segera datang menemuimu, Ibu.
Kalau memungkinkan akan kuminta pindah bekerja di sini, Ibu.
Nyonya, sepertinya ibu anda mengidap kanker.
Ke manapun kau bawa dia, dalam keadaan seperti ini, sia-sia.
Bukan obat yang menentukan berapa lama ibu akan bertahan...
...tapi tergantung seberapa bisa kau membahagiakannya!
Bagaimana perasaan ibu? /Aku merasa lebih baik.
Aku ada kabar baik untuk ibu.
Aku dipindah kerja ke sini, aku akan bersama ibu.
Ibu sangat senang, sayang.
Kaka, aku buat keputusan dari sini selama ibu masih hidup.
Aturlah!
Siap, nyonya.
Puteraku ditakdirkan jadi Raja Mafia Dubai (Don).
Aku tak menyangka dia mati di tangan seorang wanita.
Tenanglah, kakak ipar.
Bisakah ratapanmu mengembalikan anakmu yang sudah mati?
Hei, apa yang terjadi padanya? /Abang ipar...
Aku di sini, dan kau memandang ke sana?
Dia baru operasi katarak matanya...
...dan langsung datang saat mendengar kematian puteramu.
Dia tak akan bisa melihat selama 6 bulan.
Aku bisa lihat atau tidak, aku siap membantumu, abang ipar.
Di manapun dia berada di dunia ini, akan kutemukan dan kubunuh.
Akan kubawa mayatnya padamu, bang!
Hei, aku tak mau mayatnya. Aku mau dia hidup-hidup!
Aku mau menyiksanya sampai mati.
Jika belum, balas dendamku belum selesai.
Salam, nyonya.
Bagaimana rumahnya, bu? /Sangat bagus.
Mereka semua pegawai kita, nyonya.
Ibumu tak akan curiga, mereka akan bertingkah seperti pembantu di sini.
Pria penakut, memasang foto dewa-dewa sebagai wallpaper...
...kita memilih foto Anushka atau Shruthi Hassan jadi wallpaper...
...nasib sial, kita harus memasang orang bodoh yang menjijikkan ini sebagai wallpaper.
Apa ini? /Kopi anda, pak!
Kau mau aku menjilati seperti anjing?
Tak ada gunanya kau mengaku sudah mempelajari C, C++ di Ameerpet...
...pertama, pelajari cara membawa cangkir kopi di kantor, bodoh kau!
Mulai dia!
Belajarlah dari Alekhya di serial TV 'Bharyamani'.
Bagaimana caranya kerja?
Orang gila keparat, kau selfie dengan mayat.
Cacat mental bodoh, kau digigit anjing karena menendangnya.
Bodoh, kau kirim undangan untuk acara bulan madumu.
Semoga anda selalu diberkati, pak!
Apakah aku memberkatimu?
Aku tak tahan lagi, keluar kau dan panggil dia!
Seperti tumbal setan Bakasura, siapa lagi nanti korbannya?
Pak, boss memanggil anda.
Selamat pagi pak, anda memanggilku?
Jangan berlagak tak berdosa seperti Munna di serial TV 'Mogalirekulu'.
Duduk!
Proyek L&T sudah selesai belum?
Belum, pak.
Tak akan selesai... Aku tahu kau tak pernah mengerjakannya.
Karena kau abaikan tugasmu, merokok di kantin...
...berkomentar pedas di ruangan lain.
Bagaimana bisa selesai tugasmu?
Aku mau ubah mangga jadi apel.
Tapi, mangga ini habis kau jilati dan hanya tersisa kulitnya saja.
Aku tak pernah lalaikan tugas, pak.
Butuh 30 hari, anda minta selesai dalam 10 hari, bagaimana bisa, pak?
Aku tiba di kantor pagi-pagi buta dan sampai rumah tengah malam, pak.
Aku sudah tak pernah lihat matahari dalam 10 hari terakhir ini pak.
Jadi, berhentilah juga lihat bulan mulai hari ini.
Jika tak kau lihat matahari dan bulan, mereka pun tak merasa apa-apa.
Jika tugas tak selesai, aku akan merasa tidak baik.
Begini, aku kerja keras sejak proyek ini dimulai...
Duduk!
Kau tetap berdiri!
Kau duduk!
Kau keluar!
Aku belum selesai denganmu, kau duduk diam!
Sebelum episode selanjutnya dari serial TV 'Shravana Sameeralu' berakhir...
...proyek ini harus selesai.
Pantau perkembangan pasar dan update dirimu.
Bagaimana bisa selesai besok? Dia menyiksaku.
Lebih lagi, dia menasehatiku agar terus update pasar.
Seolah dia update segala sesuatunya.
Saat kukatakan tentang Whatsapp, dia tanya apakah itu saingan!
Dia juga menasehati kami.
Persetan dengannya dan kegilaannya pada serial TV!
Aku dan Michael memulai proyek Alipha di Sharjah dengan dengan Rs.500 crore (5 milyar Ruppee).
Mitraku bergabung dengan grup lain dan mengancam akan membunuhku...
...jika proyek ini tak kuserahkan padanya.
Jangan khawatir, akan kubereskan!
Apa ini? /Pak...
Kau buta ya?
Kenapa kau menatapku?
Kau rusak mobilku dan menatap tajam padaku?
Hei, halo! /Apa, halo?!
Cuma sedikit tergores, akan kami cat kembali.
Haruskah kutunggu sampai dicat ulang dan pakai becak untuk pergi?
Hei, sudah kubilang nanti kucat, diamlah!
Kenapa aku harus diam?
Watakku tidak selembut Saket dalam serial TV 'Abhishekam'.
Aku orang serius seperti Ganesh dalam serial TV lainnya.
Mano Lingaraju di sini!
Mohon jangan teriak, pak. Nyonya ada di dalam mobil.
Tak seharusnyakah aku teriak melihat seorang wanita tua seperti tokoh dalam serial TV?
Pak, dia pasien.. /Siapa perduli!
Jaga dia di rumah, kenapa kau bawa dia jalan-jalan?
Dia keterlaluan!
Nyonya, tenangkan diri... /Bereskan dia, bawa ke markas!
Akan kami bereskan, mohon duduk saja di mobil.
Pak, begini... /Kenapa?
Dia bergerak dan kau gelengkan kepala seperti Baba Sehgal.
Apakah dia Ratu Elizabeth?
Kami tinggal di dekat sini, jika anda mau ikut kami akan pinjamkan mobil untuk anda...
...pakailah sampai mobil anda selesai dicat kembali.
Tak ada gunanya dia pakai kacamata, jika terulang lagi, akan kuikat dan kupukuli kau.
Kau memukuli karena aku tanya kenapa kalian membuat mobilku lecet?
Latar belakangku kuat, akan kulihat kalian berakhir!
Kalian pakai ikat pinggang untuk mengupas kulitku...
...dan akan kupakai kulit kalian untuk ikat pinggangku.
Kau seumpama cacing tanah, berani mencium ular kobra.
Siapa bekinganmu? /Yang mem-bekingku adalah Kaka.
Kaka... /Kaka..?
Kaka! Barusan aku memikirkanmu.
Kau muncul di depanku.
Hei, turunkan dia!
Mereka memancingku dengan BMW dan mencambukku seperti anjing gila.
Kaka, dia mencambuk 10 kali, dia memukul 7 kali.
Dia memukul 14 kali, Kaka.
Dia memukul 15 kali.
Kaka, itu dia ratu banditnya!
Tolong jangan kasih ampun, Kaka.
Diam!
Kau tahu siapa dia?
Nona! Maafkan aku.
Aku tak tahu kau Ratunya, dan telah berkata kurang ajar.
Aku menyakitimu dengan kata-kata kasarku hanya karena goresan kecil di mobilku.
Mohon lepaskan aku.
Kaka, lepaskan dia!
Baik, nona.
Lingam, aku mengenalmu itulah kenapa kau masih dibiarkan hidup.
Jika kau katakan ke seseorang tentang hal ini...
Walau kita punya jari, kita tak boleh memasukkan apa pun.
Walau punya mulut, kita tak boleh bicara sesukanya, aku dapat pesannya, Kaka.
Sampai jumpa.
Kenapa didandani? /Ini tradisi kami.
Haruskah kukatakan setiap hari?
Sirami tanamannya! /Baik, nyonya.
Nyonya...Selamat tinggal nyonya.
Sudah mereka bereskan semuanya? /Beres dengan baik!
Seperti Andal dalam serial TV 'Atharintiki Daredi' puteri anda sangat menawan!
Tak pernah ada penyelesaian seperti ini dalam hidupku.
Mereka juga mendandaniku, nyonya.
Aku bisa paham betapa senangnya kau melihat wajahmu.
Kau boleh pergi.
Apa aku tampak bahagia, nyonya? Keajaiban dandanan.
Kucari dan kubawakan calon terbaik.
Semuanya kaya dan makmur.
Lupakan tentang kekayaan si gadis, ceritakan latar belakang keluarga mereka.
Kau prioritaskan latar belakang, aku yakin kau punya kepahitan sebelumnya.
Ya, nama keluarga kami Konaseema dan mereka Rayalaseema.
Karena keduanya berima Seema, akhirnya kami bertunangan.
Salam, pak... /Salam...
Lewat sini, silahkan... Bawa masuk.
Semuanya harus sempurna, mengerti?
Lagi-lagi berbaju sama?
Kami kan golongan factionis.
Kenapa golongan factionis hanya memakai baju putih?
Tak bolehkah kalian memakai baju lain?
Bahkan di film 'Samarasimha Reddy', mereka hanya memakai baju putih.
Kami berubah seperti Prabha di film 'Mirchi' tapi kalian tak berubah.
Ubahlah gaya dan jadilah modis!
Busana tak sesuai untuk factionis, baju ini sempurna.
Aku dulu juga factionis, aku lulusan MBA, kenapa?
Untuk membawa perubahan bagi factionis dan merubah pandangan kalian.
Tidak, saudaraku... /Tolong dengarkan aku.
Menurut horoskop putriku, dia harus menikah dalam 6 bulan setelah bertunangan.
Mari kita tetapkan tanggal baik sesegera mungkin.
Baiklah, besan.
Pak, silahkan saling tukar bawaan.
Ambil, saudaraku! /Ambillah!
Hei, batalkan tunangan ini!
Kau janji menikahkan putrimu dengan putraku...
...tapi kau tunangkan dengan pria lain.
Itu lamaranku!
Puteriku bukan daun sirih, sehingga aku bisa memberikannya kepada siapa pun.
Lamaran pernikahan...
...kau benar, aku janji beberapa tahun yang lalu.
Tapi anakmu sangat jahat, puteriku membencinya.
Itulah kenapa aku putuskan dia menikah dengan Nani.
Akan kubunuh Nani dan membuat puterimu jadi menantuku.
Anak-anak, tangkap gadis itu!
Aku bukan seekor anak anjing hingga bisa kau bawa.
Aku anak singa betina dari Seema!
Majulah kalau berani!
Apa yang kalian tunggu? Bunuh mereka!
Berhenti...jangan berkelahi...
Jogulamba...kendalikan amarahmu!
Kenapa kau gusar sekali?
Ada kami di sini, masuklah ke dalam!
Lempar mereka keluar!
Dia keren seperti Seetha tapi sebenarnya dia Soorpanaka.
Perkelahian apa ini pakai senjata mematikan?
Tak usah cemas, 5 atau 6 mayat akan menenangkan mereka.
Kau katakan dengan benar, sayang.
Pesta berarti kambing dan bertikai artinya pria harus mati!
Waspadalah! Akan kucuci kakimu dengan darah mereka.
Jika mereka tak ada air, dia harus melarangmu cuci kaki.
Adik ipar, kenapa dia bilang aku akan cuci kaki dengan darah?
Pandita, mohon dilanjutkan. /Ayo, tukar cincin.
Ambillah.
Nani pakaikan cincin padanya!
Chandram melihat mereka saling bunuh...
...akhirnya para dokter menyarankan hal ini agar rutin dilakukan.
Jika Nani menikah, mereka mengancam akan membunuhnya, satu sisi...
...factionis juga mengancam hal yang sama jika pernikahanan batal.
Tak mampu menahan derita itu, kami tinggalkan tempat itu dan menetap di sini.
Aku mengerti kesulitanmu.
Anda ingin menantu yang tak membawa masalah, uang bukan jadi patokannya, kan?
Akan kutemukan gadis yang cocok untuk cucu anda.
Pooja, ibu mau tanya banyak hal padamu.
Apa, ibu?
Kau harus menikah, sayangku. /Oh, menikah?
Adalah tanggung jawab orang tua untuk menikahkan anak-anaknya.
Lengkap rasanya saat sudah menikah, kau tak akan dapati di tempat lain.
Tidak, ibu...
Pooja..!
Ada anak baru, panggikan dia! /Siap bang.
Anda memanggilku, bang..?
Banyak gaya, lepas kacamatamu! Siapa namamu?
Nama siapa? /Namamu bodoh!
Namaku Something Chalamoon Father.
Artinya? /Itu nama kerenku, bang.
Nama asliku, Sudev Raju Chandraya.
Dan namamu? /Simhachalam. /Keren.
Dia mengguncang! Siapa dia?
Kau bekerja untuknya, dia Nona Bullet.
Hati-hati kau!
Bullet?
Tak mungkin, dia ibarat coklat bintang 5.
Anda akan menikah, nona?
Bukan demi aku tapi untuk ibuku.
Nona, tapi menikah itu...
Ini akan jadi pernikahan palsu.
Pria ini akan bertingkah sebagai suamiku.
Tak ada ikatan atau perasaan antara dia dan aku.
Dia harus bersamaku selama ibu hidup.
Oh begitu...
Pernikahan ini diatur untuk ibu,
Maksud anda, nyonya?
Maksudku, aturlah pernikahan dengan berbagai syarat!
Daripada mencari orang yang mau terima banyak syarat, lebih baik pilih salah satu dari kami.
Siapa itu?
Yes!
Nanti ada orang lain angkat tangan. Aku mau menikahimu, nona!
Aku tak minta mahar. Aku tak peduli tentang kasta.
Tak harus berpendidikan tinggi.
Aku hanya punya satu keinginan... menikahi gadis secantik anda.
Diam dulu!
Dengan gaji Rs.5.000 darimu, akan kuajak anda 4 kali sebulan ke Bawarchi biryani (resto).
Kubelikan 3 films seharga Rs.30 setiap bulannya.
2 kali facials.
Aku akan membawamu ke Koti untuk berbelanja setiap bulan.
Jika anda setuju, akan kutetapkan tanggalnya segera.
Bagaimana menurutmu, Kaka?
Hei, diam kau!
Jangan hiraukan omongannya, nona.
Hanya anda yang tahu harus berbuat apa.
Baiklah, carikan seseorang!
Dia terlalu kreatif, dandani dia!
Dandan?
Jika dia bilang dandani, berarti aku dapat rejeki nomplok.
Ampun, aduh sakit, ampun! Sakit..!
Tanpa perduli aku orang baru, mereka menghajarku tanpa ampun.
Ayah! /Apa?
Kupikir dia bidadari, dia mencuciku bersih, ayah..!
Kita biasa bunuh orang tapi kita tak bisa mengatur pernikahan, Kaka.
Ada orang yang biasa mengaturnya.
Biro Jodoh
Kau pria beruntung.
Terima kasih, pak. Kau pilihkan gadis sempurna untukku.
Ini cheque pembayaranmu.
Mana sisa Rs.10.000 nya? /Kita sepakat hanya Rs.10,000, kan?
Kau pria tua berkarat, kupromosikan kau muda dan kuat...
...kau dapat jodoh seorang wanita muda.
Seperti menabung di bank, kusembunyikan penyakitmu darinya.
Jangan bahas lagi, ambillah Rs.10.000 ini!
Sebentar.
Dia berbuat dosa dan sembahyang di sana.
Dewa Ayyappa...Anjaneya...
Baca dan tanda tangani!
Apa ini, pak? Aku memberi cheque, tapi kau memberiku buku.
Jika ada jutaan aturan hanya untuk meminjam kendaraan roda dua...
...di sini kita merencanakan pernikahan, berapa banyak aturan kita hadapi?
Aturan, undang-undang.
A..turan...be..rengsek...
Bukan begitu bacanya, seperti ini... Aturan dan undang-undang.
Kau bisa baca tulisan Telugu dengan baik. Cobalah jadi pembawa acara TV.
Tak usah dibaca, tanda tangani saja!
Sampai jumpa, pak.
Aku penasaran, pak. /Kenapa?
Bagaimana mereka bisa percaya segala kebohongan tentangku, pak?
Kau tak percaya padaku?
Menurutku Sunny Leone adalah wanita yang sangat tradisional.
Sampai jumpa, pak. /Pergilah!
Selamat datang, silahkan masuk, duduklah.
Katakan, apa yang bisa kubantu?
Kami mencari mempelai pria.
Software, hardware, dokter, aktor...
Pertama, dengarkan syarat dari kami.
Itulah syaratnya.
Mampu menjalankan pemerintahan daerah ini walau tak diberi jabatan.
Aku mampu membangun ibukota tanpa uang sepeser pun.
Tapi aku tak bisa temukan mempelai pria dengan begitu banyak syarat.
Kami juga punya etika.
Anda harus sediakan 1 pria, pak.
Aku tak bisa dibeli dengan uang.
Jiwaku tak bisa menerimanya.
Kalian pergilah sekarang!
Lebih baik membuat jiwamu setuju ketimbang jiwamu berubah jadi nyawa, pak.
Jiwaku setuju. Terima kasih.
Aku paham jenis pria yang kalian inginkan.
Biarkan uangnya di sini dan simpan pistolnya di saku kalian.
Berikan rinciannya padaku.
Ya Tuhan, permohonanku untuk menikah sudah lama tertunda bersamamu.
Kau masih belum menyediakannya.
Kau bukanlah pembicara yang mengharap dukungan dari orang lain.
Kaulah Dewa Shiva, jangkau dan berikan satu gadis tradisional untukku.
Kau harus berdoa pada Dewa, tapi jangan memaksanya.
Dia juga membuatku khawatir.
Gadis seperti apa yang kau inginkan?
Dia harus kelihatan murni.
Berpakaian daerah.
Dia harus cantik alami, bukan gadis yang memperkaya salon kecantikan.
Cukup satu kata, kecantikannya seperti cermin.
Sudah selesai atau ada lagi?
Bukan hanya gadisnya, tapi keluarganya harus bersahaja seperti iklan dupa Ambica Durbar.
Ikat lonceng ini, harapanmu akan terkabul. /Seperti yang anda katakan.
Kau di sini saja, akan kuberikan berkat lain untukmu.
Kutemukan gadis di kuil yang Google pun tak bisa temukan.
♪ O sayangku, aku seirama denganmu... ♪
♪ Aku jadi kamera i phone melihat kecantikanmu... ♪
♪ Kuberikan hatiku padaku dan jatuh cinta... ♪
♪ Aku melebur jadi gumpalan awan... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Aku merasakan kebahagiaan saat pertama melihatmu... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Aku merasakan kebahagiaan saat pertama melihatmu... ♪
♪ O sayangku, aku seirama denganmu... ♪
♪ Aku jadi kamera i phone melihat kecantikanmu... ♪
♪ Jika aku jatuh cinta, itu karena kecantikanmu. ♪
♪ Jika aku berciuman untuk pertama kali, itu akan denganmu, sayangku... ♪
♪ Aku punya banyak mimpi... Aku sangat beruntung melihatmu... ♪
♪ Hatiku tergila-gila padamu... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Aku merasakan kebahagiaan saat pertama melihatmu... ♪
♪O... Asal kau tahu.. O... asal kau tahu... ♪
♪Kau membuatku tergila-gila... ♪
♪ Dengan senang hati kumengundangmu masuk di hatiku... ♪
♪ Masuklah ke dunia asmaraku... ♪
♪ Ku tak mau 100 tahun, hanya 1 menit hidup denganmu sebagai istriku itu sudah cukup. ♪
♪ Jadi sebuah pesta jika kau bersamaku. ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Aku merasakan kebahagiaan saat pertama melihatmu... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Sesuatu terjadi di hatiku dalam sekejap... ♪
♪ Aku merasakan kebahagiaan saat pertama melihatmu... ♪
Kita sudah lama di sini, kenapa mempelainya belum datang?
Belum? Dia duduk di sana.
Kenapa dia pakai celana panjang?
Tak akan bagus jika dia tak pakai apa-apa.
Aku harap kecantikan di saree Kalamandir, kenapa dia tampil seperti ini, ayah?
Anda mau apa? Uang atau saree?
Uang!
Bukan kau, untuk puteramu. /Untuknya juga. /Begitu lebih baik.
Kau bukan menikahi gadis itu, tapi sebuah bank dengan uang tak terbatas.
Itu dia!
Kau tak memberitahu puteramu?
Kubeitahu sebagian.
Kuberitahu sebagian dan dia beritahu sebagian.
Nona, itu kandidatnya!
Kaka, perlihatkan dia pada ibu besok!
Ayah, kasus ini berbeda.
Tak masalah, kita punya pengacara.
Apa masalahmu?
Pak, dia bawa pis..pis..pistol.
Dia membuat semua orang lihat.
Pistol atau uang lebih penting bagimu?
Hidup lebih penting!
Mereka menghilang!
Kurasa aku yang harus menikahinya sebagai pilihan terakhir.
Tak tahu kenapa hatiku sudah tak ada lagi sejak kulihat wanita itu.
Tak kutemukan dia di manapun.
Dia datang di mimpiku, tapi tidak di mataku.
Ombak di laut dan di mimpi sejak kulihat dia rutin terjadi.
Jangan khawatir, aku yakin kau pasti bertemu lagi.
Nona, pilihlah seorang pria, besok dia akan bawa pria itu ke sini.
Betul, nona.
Pooja..!
Ada apa, ibu?
Sudah ibu ceritakan tentang Lakshmi teman ibu, kan?
Saudaranya di sini untuk melihatmu sebagai calon pengantinnya.
Bersiaplah dan segera turun!
Bertemu calon suami?
Kau lahirkan atau kau beli anakmu?
Kenapa memangnya?
Warna kulitnya lain.
Salam. /Salam.
Namaku Nagabala, puteraku Nagasekhar...
...suamiku Nagaraju.
Keluarga ular datang ke sini.
Sekhar bilang puterimu seterang wortel dan dia sangat menyukainya.
Apa pekerjaannya?
Dia adalah Assisten General Manager di Barclays, dia baru pulang dari Dubai.
Jika dia dipulangkan dari Dubai, puteraku ingin tahu kenapa dia di lempar dari Dubai?
Pulang bukan berarti dia dilempar. /Lalu?
Dia kembali dari sana untuk pindah ke sini.
Sepertinya kau memasukkannya di sekolah biara yang sangat bagus.
Bagaimana dengan puteramu?
Kenapa aku harus bekerja? Kata anakku, aku punya lahan berhektar-hektar...
...di perbatasan Vijayawada dan Guntur.
Untuk kecerdasannya, dia butuh lahan seluas itu?
Aku hampir lupa...
Anakku mau tahu apakah kau bisa Tari Nagini?
Apa..?
Tari Nagini...tarian keluarga kami.
Seperti Tari Lungi.
Apa yang dia bisikan di telinga?
Jika kau malu menari di sini, anakku bilang tidak apa-apa jika kau menari di ruang sebelah.
Silahkan ke ruang sebelah, Sekhar!
Aku tak suka lamaran ini, Hema.
Dia sudah ke ruangan sebelah, betapa mereka mempermalukannya.
Ada kabar bahwa Bullet tak berada di Dubai...
...dia di Hyderabad.
Di Hyderabad ya..?
Dia di Hyderabad? Ayo kita tangkap dia, abang ipar, kita kelamaan menghabisinya.
Hei, aku di sini! /Ooo, di sana rupanya?
Bang, aku punya teman masa kecil di Hyderabad,
jika kita bayar, dia akan menemukannya sebelum kita ke sana.
Ooo, di sebelah sana?
Tapi hal itu sangat berbahaya.
Bisakah dia menangani wanita itu dengan aman?
Jika kita sepakat dengannya, tak akan ada lagi yang tertunda, pengalamannya 30 tahun.
Ku lihat di Sholapur saat kembali dari Shirdi.
Dia selalu bersamaku.
Menghabiskan separuh waktu hanya bersamaku.
Biasanya aku selalu membawanya ke manapun.
Aku bisa merasakan sakitnya jika ada duri melukainya.
Tadi pagi, aku membawanya ke kuil.
Dia kutinggal di luar, seseorang membawanya pergi saat aku di dalam kuil.
Siapa?
Sandalku.
Aku akan merelakannya jika merk Upma, tapi ini ber-merk Puma.
Itulah kenapa aku datang padamu.
Sathya, temukan pencurinya.
Aku tahu dia akan berada di mana, haruskah kukirim Patel?
Jangan, aku sendiri yang bereskan.
Kau mau sandalmu atau pencurinya?
Aku mau uang.
Kau kah itu, bang?
Ambil kursi untuk abang!
Aku tak mau kursi, aku mau cheque.
Jangan bicara seperti anak kecil. Aku bayar jika aku ada.
Lihat mereka, mewah di luar tapi penuh lubang di dalam.
Meski aku punya pistol, aku tak mau keluar uang untuk beli peluru.
Minggu depan aku dapat uang, nanti kubayar.
Jika kau tak punya uang, kenapa pakai jas dan menggaji gang itu?
Sangat sulit menyalakan kipas tanpa listrik, dan jadi bos tanpa anak buah.
Bagaimana nasib sandalku?
Aku tak kan dapat uang atau sandalmu...
...jika kita terus diam di sini, nasib sialnya akan mempengaruhi kita.
Ayo, kita pergi! /Ayo! Dasar orang tak beruntung!
Bhiku menelpon, pak.
Halo!
Anda memegangnya terbalik, pak.
Aku tahu, pergi kau!
Hei, Bhiku...
Katakan padaku, sobat!
Akan kukirim uang dan rinciannya, pekerjaan ini harus dilaksanakan.
Baiklah, sobat.
Waktu telah datang untuk melempar masa sulit kita ke kegelapan.
Berapa lama kau akan diam?
Berikan berkas untuk mengambil alih lahan, akan kulakukan sesuatu.
Halo.. /Nani, telah kutemukan alamat gadis impianmu.
Di mana alamatnya?
Aku ke biro jodoh untuk carikan calon suami bagi adik perempuanku.
Ku lihat photonya di sini.
Dia punya jabatan bagus di Barclays.
Aku dapat rincian lengkap tentangnya.
Rincianmu bagus, kau mau software, hardware, aktor, doktor...
Aku mau wanita ini.
Apa? Wanita ini?
Ya, aku sangat menyukainya.
Akan kubayar berapapun harganya. Akan kuberikan hidupku untuknya.
Dia juga seorang pembunuh! /Apa?
Kubilang kenapa membicarakan kematian saat membahas pernikahan.
Mohon atur perjodohan ini, pak.
Tapi ada beberapa syarat...
Jika kau bilang syarat, dia akan kabur.
Apa yang harus kita perbuat?
Pertama, tetapkan pernikahan mereka. /Lalu?
Atur mereka!
Jangan menikahkannya dengan orang lain, dan melimpahkan syarat padaku.
Lalu jangan atur pernikahanku dengan Shruthi Hassan atau Krithi.
Ambillah berapapun keuntunganmu, tapi aku hanya mau gadis ini.
Sepertinya dia terlalu bersemangat, meski belum kita katakan syaratnya.
Sepertinya dia akan menerima segalanya. /Betul pak.
Apa yang sangat kau sukai darinya?
Latar belakang tradisional. /Ada tradisi untuk latar belakangnya?
Matanya bagaikan pistol.
Entah tentang matanya, tapi dia punya pistol.
Dialah hidupku, yang mencuri hatiku.
Dia boss besar, Don!
Ya, dia menyukai mereka serta tradisinya.
Dia sudah memutuskan, kau juga putuskan, Jodohkanlah!
Sebentar!
Rusa gatal masuk ke sarang harimau lapar, harusnya kucegah tapi malah kudorong dia.
Itulah keadaanku.
Aku tak ada hubungannya dengan dosa ini.
Terpujilah Dewa Ayyappa!
Setidaknya baca sebagian dan tanda tangani.
Tak akan kubaca, di mana harus kutanda tangani?
Dia terlalu bersemangat. /Saat keberuntungan dekat, cepat ambil!
Jika seseorang punya teman sepertimu, hidup akan...
...berubah!
Bersiaplah menikah, akan kuhubungi. /Baiklah.
Sampai jumpa.
♪ Nasibku berubah jadi nasib buruk... ♪
Bung, nada dering itu sempurna untuk temanmu.
Akhirnya, hasratmu untuk menikahi gadis yang kau suka terkabul.
Pernikahan ini tak akan terjadi.
Apa kau bilang?
Cuma sebulan saja untuk 6 bulan yang diberikan pandita pada kita.
Kau tak melakukan apa-apa tapi makan ayam satu negara.
Jangan marah, mereka berusaha keras, Jogulamba.
Kau tetap memakai saree ini sejak hari pertunangan, gantilah, sayang.
Tidak, aku tak akan ganti sampai aku temukan dia, kakak ipar.
Dia memintamu mengganti saree, bukan mengganti hatimu.
Tantangan seperti ini bagus di fillm dan cerita, tapi bau tengik di kehidupan nyata.
Baju kotor tidak baik untuk kesehatan, sayang.
Hei! Tak ada gunanya menerangkan tentang baik atau buruk.
Sebagai abang, kau harus temukan Nani untuknya.
Ini sepenuhnya salahmu.
Kau bicara tentang ganti gaya dan membawa bocah software itu...
...lihat, apa jadinya sekarang? Pernikahan dibatalkan. Minggir!
Sayang, hingga kini aku masih mempercayai mereka, aku mengerti mereka tak berguna.
Aku sendiri yang akan mencari Nani, akan kutemukan dalam 1 bulan.
Akan kubereskan.
Aku tak keberatan dengan pernikahanmu.
Tapi mereka mau kau tinggal bersama mereka setelah menikah.
Aku tak suka syarat itu.
Kita tak dapat sayur yang kita inginkan di pasar, bagaimana kita bisa dapat wanita, ayah?
Beberapa hal harus kita sesuaikan dalam hidup ini.
Ngomong-ngomong tinggal bersama mertua lebih baik dari pada mengontrak, kan?
Tidak, nak...jika kau tinggal di rumah mertua, mereka akan meremehkanmu.
Iparku tinggal bersama kita, apakah kita meremehkannya?
Baiklah, jika kau mau, kenapa kami berkata tidak?
Mari kita tentukan pernikahannya di hari baik.
I Love You!
Lihat bintang Arundhati itu!
Tak kulihat bintang di sana, pandita.
Kau nikahi saudariku, kan?
Tak hanya Arundhati, kau bisa lihat Bommali, Chandramukhi, juga Chandrakala!
Siang dan malam!
Perlukah berpakaian seperti ini di malam pertama, ini tak akan terjadi, kan?
Tak akan terjadi, tapi setidaknya anda harus berpakaian.
Bhima Bore memberi tips yang baik untuk malam pertama...
...disponsori oleh: "Pakaian Dalam Pria Margadhu."
Yuck! /Berwarna, bercorak...
Apa aku baru bilang berwarna?
Malam pertama, malam impian...
Jika ada sesuatu yang salah, maka akan jadi malam yang menakutkan.
Beberapa langsung smash tanpa permainan net.
Bukan hanya permainannya, bahkan raketnya bisa rusak.
Dia benar.
Anda memanggilku, nyonya?
Kenapa dia bertingkah berlebihan di pernikahan ini, Kaka?
Katakan padanya untuk tetap terkendali.
Sudahkah dia lupa persyaratannya?
Kenapa kau kelihatan bingung?
Maaf nyonya, kami belum bilang persyaratannya pada Nani.
Tak bilang padanya? Bagaimana kau atur pernikahan tanpa bilang padanya?
Tak ada pria yang siap setelah mendengar persyaratan anda.
Biro jodoh yang melakukan hal ini agar pernikahanmu terwujud, nyonya.
Sebelum kami tahu hal ini, dia sudah keluar kota selamanya.
Setidaknya, katakan padanya sekarang!
Sangat sulit, nyonya. Nani seorang pengecut.
Jika dia takut dan kabur, ibu akan tahu kebenarannya.
Lalu bagaimana?
Anda harus mengatur Nani, nyonya.
Bagaimana kuatur? Aku sudah berakting di depan ibuku.
Haruskah aku juga berakting di depannya?
Anda harus berakting di depannya demi ibu.
Tidak! Tak dapat dipercaya.
Pooja..
Kenapa lama, sayang? /Aku sudah siap, ibu.
Baiklah, segera ke kamarmu.
Tip nomor satu, gunakan 1 kilo pasta gigi untuk membersihkan gigimu.
Minum penyegar mulut seperti minum air dan berkumurlah!
Gunakan minyak wangi Axe.
Gunakan minyak rambut yang membangkitkan birahi.
Jangan lakukan hal ini!
Waduh, kenapa awalnya kau suruh?
Campuran semua aroma ini akan membuat pasangan anda muntah.
Dia akan menjauhimu.
Kalian semua tak becus!
Jika dia macam-macam, kutembak mati dia!
Tip nomor 2!
Cengkeh, mete, almond, ara, dan badam hijau... /Buang semua! /Makanlah semua itu!
Untuk menambah stamina, kau dapat banyak dari buku.
Buku-buku itu menyarankan beragam latihan berbeda.
Nenekku bilang aku adalah anak singa, aku tak percaya hingga kini.
Jangan lakukan latihan apapun.
Orang belajar seharian sebelum ujian dan malah tertidur saat ujian.
Dia benar.
Hasilnya, tidak lulus ujian.
Nani, bersiaplah!
Nyonya masuk kamar dengan kesal, aku khawatir apa yang akan terjadi!
Sudah tidur?
Mungkin malu.
Biar aku yang mulai.
Pinggangnya meliuk seperti ular.
Saree putih membuatku jadi gila.
Bau melati memabukkan.
Kenapa lampunya menyala?
Dia sangat malu.
Akan kumatikan lampunya.
Sudah kumatikan lampunya, kan?
Kenapa kau merasa malu?
Beberapa wanita jadi kaku saat malam pertama karena takut pada hal yang mereka tak ketahui.
Jika kau berusaha untuk memeluk atau mendekat, mereka akan mendorongmu agar jauh.
Jangan terkejut jika mereka juga menendangmu.
Dia menendangku.
Anggap ini suatu yang positif. /Sudah.
Dengan begitu, kehidupan asmaramu akan berjalan lancar.
Tak bisa dihindari, anda harus berakting di depannya demi ibu.
Dia benar-benar menendangku...
...dengan sangat kuat!
Jangan takut, aku bisa mengerti...
Sathyabhama menendang di kepala, tapi kau menendang di hatiku.
Keadaannya mungkin beda tapi perasaannya sama.
Jangan khawatir, mari kita lakukan malam pertama kapanpun kau merasa nyaman.
Kita berangkat?
Akhirnya kau menikah setelah berjuang seperti pahlawan di serial TV 'Madhubala'.
Semoga pernikahanmu bahagia! /Terima kasih, pak.
Aku tak mengadakan pesta karena anda sedang di luar kota, pak.
Aku merencanakan pesta kecil, dan anda tamu kehormatannya, pak.
Aku pasti datang, tapi ketahuilah waktu dan keadaanku.
Aku akan datang segera setelah serial TV 'Manasu Mamatha' selesai.
Aku akan pulang sebelum serial 'Sasirekha Parinayam' dimulai.
Baiklah, pak. Akan kupastikan anda tak mengalami kendala.
Ini memalukan bagiku.
Kusuruh cari pria yang berakting jadi suamiku...
...tapi kalian cari pria yang baginya aku harus berakting jadi istrinya.
Aku tak mau datang di pesta dan pura-pura jadi istrinya.
Katakan padanya, aku tak akan datang!
Nyonya, Ibu datang...
Semua sudah diatur untuk pesta sore ini?
Aku sedang membahasnya dengan mereka, bu.
Menantuku sangat bahagia mendapatkan wanita impiannya sebagai istri.
Sebenarnya, dia adakan pesta ini untuk memperkenalkanmu pada teman-temannya.
Ya, dia juga bilang padaku, Ibu.
Apa ini? Kupikir pesta ini hanya akan ada 4 meja, kursi-kursi dan tenda kecil.
Kenapa bisa mewah seperti pesta pertemuan pertama Pavan Kalyan?
Istrinya, kaya raya pak. /Melebihi istriku?
Jika istri anda Bata (merk sandal), istrinya Tata (merk mobil), pak.
Selamat datang, pak.
Kenapa anda tertegun, pak? /Kenapa tidak?
Kuharap suami dan istri menyambutku bersama-sama.
Tapi tak ada yang perduli padaku.
Ini salahku, pak, mari masuk!
Mari pak... Silahkan duduk, pak.
Apakah ini kursinya presiden, dibuat sebesar ini?
Bapak sudah datang, mari kita mulai acaranya!
Apa yang kau tunggu? /Tidak ada pak.
Kami menunggu istrinya, dia sedang siap-siap.
Masih siap-siap?
Kau tahu aku harus pulang sebelum serial TV 'Sasirekha Parinayam' dimulai.
Jika semakin lama, kau akan menyediakan TV di sini, kan?
Tak bisakah kau menghargai bos mu? /Bisa, pak.
Aku mau ada TV di sini!
Jika anda teriak minta hiburan, anda akan dapat BP (darah tinggi), bukannya Bipasha Basu.
Akan kuambilkan Scotch, tenang saja, pak.
Halo! Pak, bawa sini!
Maaf, ini Scotch luar negeri, hanya untuk VlP.
Hei Nani! /Iya pak?
Kau bilang aku tamu kehormatan di sini.
Dia meremehkanku dan bilang aku bukan VlP.
Kau tahu siapa dia? /Siapa dia, pak?
Dia tamu kehormatan.
Maaf pak, dia tak kelihatan seperti itu.
Apa aku tampak seperti pengemis? /Tidak, pak.
Kau mengundangku ke pesta dan menghinaku di depan umum?
Bahkan pembantu di serial TV 'Padmavyuham' tidak dihina separah ini.
Hei, ambil mobilku!
Mohon dengarkan aku, pak... tetaplah di sini demi aku, pak....
Siapa butuh permohonan maafmu? Istrimu punya sopan santun pesta?
Jika dia punya, kenapa dia lama sekali?
Apakah dia Ratu Kecantikan USA atau Ratu Kecantikan India?
Seseorang telat dan aku menunggu, aku benci keduanya.
Dia sudah minta maaf, pak. /Maafkan aku, pak.
Aku tak butuh maafmu, bilang istrimu untuk...
...minta maaf padaku! Sekarang juga! Kalau tidak, aku tak akan memaafkanmu.
Pak, istriku sudah datang, sebentar.
Pooja, dia bossku.
Kau membuatnya menunggu, kan? Minta maaflah padanya.
Maafkan aku bu...
Bukan anda, pak... Istriku, minta maaflah.
Maaf nyonya...
Dari tadi anda mau dia minta maaf, tapi kenapa sekarang anda yang minta maaf?
Diam kau!
Siapapun yang bilang maaf adalah maaf, betul?
Lagi pula jangan suruh wanita yang sedang mengenakan saree untuk minta maaf.
Kami minta maaf karena memperlakukan seorang selebriti seperti anda secara biasa saja.
Mari silahkan duduk, pak. Kami akan memperlakukan anda dengan baik.
Sekarang tak usah lagi, pak. Ijinkan aku pergi, pak.
Jangan sungkan-sungkan, pak.
Nani, aku nyaman di sini.
Sebentar.
Aku akan kembali dalam 1 menit.
Nyonya, aku pergi ke laut tanpa tahu itu pestamu, nyonya.
Mohon bebaskan aku, nyonya.
Aku akan melepaskanmu, asal kau buat orang yang kau bikin kesal jadi terkesan.
Terkesan?
Bagaimana caranya, nyonya?
Kau akan tahu jika kami mendandanimu.
Kenapa harus didandani untuk ini, nyonya?
Akan kulakukan.
Pak, anda memanggilku?
Ada berita hangat.
Berita hangat? Apa itu, pak?
Selamat! Aku mempromosikanmu, Nani.
Pak, ini bukan berita hangat tapi berita mengejutkan, pak.
Akupun terkejut setelah melihatmu dan siapa di sampingmu.
Kau telah berbuat banyak tapi tetap rendah hati seperti serial TV 'Jabilamma'.
Sungguh, kau bukan pria sembarangan!
Apa maksud anda, pak?
Aku hadir di pestamu kemarin, kan? /Ya, anda hadir.
Saat aku di sana, aku dapat panggilan telpon.
Kita sudah mengiba untuk proyek L&T!
Kau yang bertanggung jawab agar kita dapat proyek tersebut, Nani.
Mulai hari ini, kantor ini milikmu, kerjalah saat kau mau atau santai saja.
Karena kau telah berbuat banyak.
Terima kasih pak, terima kasih banyak.
Kau Rajanya! Tuhan memberkatimu Raja!
Kita tak dapat proyeknya, kenapa Nani dapat promosi, pak?
Jika kukatakan yang sebenarnya, kau akan memintaku menulis perusahaan ini atas nama Nani.
Maaf nyonya boss. Dia tak bilang jika dia suamimu.
Nani juga tak bilang bahwa kau istrinya.
Dia tak mau orang tahu bahwa dia suaminya Don.
Jika ada yang tanya, dia akan merasa tidak enak.
Jika dia merasa, lalu akupun ikut merasakan.
Jika anda merasakan, kami juga ikut merasakan, nyonya.
Kami tak akan tanya apa-apa pada Nani.
Karena Nani suaminya Don, khawatir dia cerita pada istrinya...
...tentang penyiksaan anda.
Maka anda memberinya promosi untuk membuat dia terkesan, kan?
Itu rencana anda, betul?
Jika kau bocorkan hal ini, mereka bisa membunuh kita dengan mouse ini.
Hati-hatilah! /Baik pak.
Halo!
Pooja, kau di mana? /Di kantor.
Ada hal penting yang ingin kusampaikan, ayo, kita ketemu di luar.
Di mana kau saat ini? /Aku menunggu di lobby kantormu.
Kantor...? /Di kantor Barklays.
Baik...baik.
Tunggu di situ, aku akan datang.
Baiklah.
Berapa lama ke Barklays? /15 menit, nyonya.
Dia tak sabar menunggu.
Permisi /Iya pak?
Bisa tolong sambungkan ke Pooja?
Nama lengkapnya?
Pooja Ponnaganti.
Tidak ada orang dengan nama itu, pak.
Tidak ada? Dia bekerja di sini. Periksa yang benar!
Maaf pak, tidak ada.
Nani, aku di sini.
O, di sana rupanya?
Aku mencari-cari dirimu. /Benarkah?
Mereka bilang namamu tak ada di daftar karyawan.
Nama apa yang kau tanya? /Pooja Ponnaganti.
Harusnya kau tanya Pooja Edara Konaseema.
Nyonya, anda bilang sudah mengganti nama belakang setelah menikah.
Ya.
Kau ganti dengan nama belakangku?
Kita jadi keluar? /Ke mana?
Masuk mobil, nanti kuberitahu.
Aku dipromosikan.
Selamat! /Terima kasih.
Aku menelpon untuk berbagi berita gembira ini denganmu.
Aku mau mentraktirmu.
Lahan itu nanti jadi milik kita.
Kau jual? /Mereka mengambilnya.
Kau tidak menuntut?
Dia penjahat yang berbahaya, jika kami lapor, dia tak akan mengampuni.
Pooja, aku punya 2 impian di hidupku.
Pertama, menikahi gadis secantik dirimu, kedua, membangun rumah di sini.
Satu impian sudah terwujud, aku tak tahu kapan yang kedua terwujud.
Sudahlah, kita sedang dalam perayaan, ayo!
Boss, aku suka festival makan Biryani. (sejenis nasi kuning)
Setelah dapat Perjanjian Dubai, selalu ada festival setiap hari.
Menangkap Bos Mafia bukan hanya sulit, tapi juga mustahil.
Apa kabar, sobat?
Informasi apa yang Bada dapat?
Hei, Bada di sini.
Apa kabar, boss?
Tak usah basa-basi, laporkan perkembangan tugasmu!
Kami sedang bertugas, boss.
Sebentar, boss.
Berikan aku telur!
Berikan pistolku!
Berikan juga AK-65!
Apa? AK-65? Bukannya AK-47?
AK-47 versi lama. AK-65 versi baru.
Update dirimu, boss.
Kami terus cari seperti anjing gila, boss.
Kurasa kau sedang makan, bukannya sedang mencari.
Kami lapar maka kami makan biryani, boss.
Biryani...mengapa kalian selalu makan biryani setiap hari?
Kenapa kami selalu makan briyani setiap hari, boss?
2 hari yang lalu adalah 'Ulavacharu Biryani', kemarin 'Raju's Biryani'...
...hari ini 'Hyderabad biryani', untuk besok apa ya?
Harus kutendang Paradesi karena membayar orang bodoh macam kau!
Aku tahu kau tak bisa menangkap Bullet.
Ku kirim orangku, temukan saja alamatnya, itu cukup.
Mereka akan bereskan sisanya.
Boss, boss!
Bada ngoceh tak karuan. dia tak tahu siapa kita.
Aku sendiri yang akan turun tangan.
Berikanku paha ayam! Aku merindukannya.
Harus sekali tebas. Ya begitu...tebas seperti itu!
Kenapa kau berteriak?
Parang harus tajam dan kaum factionis harus teriak!
Parang sudah tajam, kenapa harus teriak?
Lakukan sesuatu tanpa polusi suara.
Berubahlah, bung. /Baiklah, saudaraku.
Mereka tak pernah berubah.
Halo ayah.. /Ada berita, Nani ada di Hyderabad.
Benarkah? /Sana, temukan dia!
Siap segera, ayah!
Kau tak suka bunga?
Aku dipromosikan di kantor, kan?
Aku juga berharap promosi di sini...
Kupikir kau menjauhiku di kamar karena takut dan malu.
Kini, aku tahu bukan itu alasannya.
Katakanlah jika aku salah, akan kuperbaiki.
Kenapa kau tak jawab tiap pertanyaanku?
Baik.
Nyonya, kopi.
Nani orang yang serius dan polos.
Jika ibu tahu hal ini, nanti akan timbul masalah.
Aku tahu cara membahagiakan Nani!
Ini yang terjadi.
Meski aku lapar dan ada pesta di hadapanku...
...aku pada keadaan di mana aku tak bisa menikmatinya.
Kau nikahi wanita modern? /Wanita tradisional.
Butuh waktu untuk dapat lampu hijau.
Selamat pagi, pak.
Selamat pagi, pak.. /Selamat pagi!
Kau lihat dia?
Seperti putera di serial TV 'Koduku Diddhina Kapuram', walau istrinya adalah Don berbahaya...
...betapa rendah hatinya dia menyapaku selamat pagi!
Dia sungguh hebat.
Halo!
Pulanglah lebih awal sore ini, ada kejutan untukmu.
Impianmu yang terpendam sejak lama akan segera terwujud.
Aku suka itu!
Ada apa?
Istriku, dia memberi lampu hijau. Dia ingin aku cepat pulang.
♪ Cepat lari...dapatkan dia... ♪
♪ Jantung hatiku mengundangku... ♪
♪ Dia menyilaukan seperti kilat... dia seksi seperti biryani... ♪
♪ Ayo, datanglah padanya... ♪
♪ Dia menelponku dan bilang "l love you..." ♪
♪ Dia sangat menggoda untuk dicium... ♪
♪ Cepat lari...dapatkan dia... ♪
♪ Raut rasa malu di pipinya yang lembut hangat... ♪
♪ Tidakkah aku jadi Cupid jika dia mengedipkan matanya? ♪
♪ Lembut bibirnya menerpa kalbuku... ♪
♪ Jika bibirnya mengunci bibirku, tak akankah aku bahagia? ♪
♪ Jika harapan menjelma jadi angsa... nafas semakin panas... ♪
♪ Jika jiwa kita digabungkan... akan jadi malam tanpa tidur... ♪
♪ Jika kau minta pelukan, tak akankah aku meleleh bagai es? ♪
♪ Tak akankah aku membuatmu menetap, makan bersamamu? ♪
Bung, berikanku untaian melati 4 arm (+/- 2.8 meter).
Baik pak.
Ambillah!
Simhachalam harusnya berpakaian biksu.
Kenapa dia memakai baju biasa?
Akan kuikuti.
Kuperiksa dulu di mana Pooja! Ku telpon dia.
Sial, dimatikan.
Kau urus itu... /Abang ipar! Di mana kau?
Hei...Aku di sini!
Bang, alamat Bullet sudah ditemukan, Bhiku ke sana sendiri untuk menangkapnya.
Kita hampir dapatkan dia.
Dia tak bisa menangkap sendirian, suruh orang kita membantunya.
Baik, laksanakan, bang!
Ada informasi bahwa pergerakan Bada di Dubai berbeda.
Jika kau teriak artinya berisik, jika aku yang teriak artinya perang!
Kuharap Bullet seperti RDX (bahan peledak).
Tapi kenapa kau seperti Farex (makanan bayi)?
Kau sadar dengan siapa kau bicara?
Mati kau!
Aku akan mati?
Mau dengar sebuah kisah pendek?
Suatu ketika di sebuah hutan, hiduplah seekor singa...
...dan tanpa sadar ada seorang pria masuk ke sarangnya...
...dia mulai berlari setelah melihat singa tersebut...
...singapun mengejarnya...
...dan menerkamnya...
...Singa lalu memakannya!
Mau dengar kisah yang sama tapi beda versi?
Suatu ketika di sebuah desa, tanpa sadar seekor singa masuk ke desa tersebut...
...seorang pria langsung lari setelah melihat singa itu...
...singa lalu mengejarnya...
...singapun menerkamnya...
Singa memakannya!
Kau tahu siapa singanya dalam kisah ini?
Aku! Akulah singanya!
Aku pergi ke wilayah orang atau ada orang yang memasuki wilayahku...
...dia pasti mati!
Dia datang, dia menerjang, Siapa dia? Bhiku Mhatre!
Jika kau datang, akan kutangkap, jika kau tolak, akan kuseret...
Jika tidak, akan kutarik!
Tapi bisa dipastikan, akan kubawa kau.
Bhiku Mhatre, hitung mundur sekarang dimulai!
1!
2!
3!
Kenapa dia masuk ke dalam?
Siapa di dalam?
Aku mau wanita ini. /Wanita ini?
Pooja Ponnaganti. /Tak ada orang dengan nama itu pak.
Dia seorang Don Dubai yang berbahaya.
Kenapa dia menikah denganku?
Akan kutanya dan kuputuskan.
Kenapa kau telat pulang?
Jika aku telat, semuanya sudah terlambat.
Ada apa denganmu?
Jangan berpura-pura. Aku tahu kau adalah Don.
Jari yang harusnya untuk masak, malah untuk menembakkan peluru.
Melihatmu mengenakan saree kupikir kau adalah lambang tradisi India.
Kini aku mengerti, kau adalah makna dari mafia.
Kenapa kau berbohong menikah denganku?
Tolong jangan pakai perasaan.
Tak ada perasaan, akan kuberitahu semua siapa kau dan bagaimana watakmu!
Tolong dengarkan aku!
Akan kubongkar semuanya!
Kenapa kau berlebihan saat aku memohon?
Kau seperti botol plastik kosong.
Kutembak kau.
Ya, aku membohongimu, dan akan tetap kulakukan.
Aku menikahimu untuk keperluan pribadi.
Kau harus tetap tinggal di sini.
Jika kau beritahu seseorang, akan kubunuh kau beserta seluruh keluargamu.
Tidak, aku tak akan bilang siapa-siapa... Jangan sakiti aku...aku mohon...
Mohon jangan sakiti aku!
Malam pak, kenapa anda terus meng-klakson tapi tidak turun pak?
Tidak apa-apa...
Silahkan masuk pak, nyonya sudah menunggu.
Kenapa kau pulang sangat telat?
Kenapa kau diam di situ? Berapa lama harus kutunggu?
Kenapa kau berkeringat?
Cepatlah, segarkan dirimu!
Malam pertama dalam keadaan seperti ini!
Bagaimana pria bisu bernyanyi meski diberi mikropon?
Berapa lama kau di kamar mandi, Nani?
Segera selesai!
Ada apa dengannya?
Dia menatapku seperti melihat ibukota baru.
Ambil ini! /Apa?
Hadiah kejutan untukmu. /Hadiah?
Sertifikat tanahmu.
Ini kejutan yang kau janjikan?
Apa lagi yang kau harapkan? /Tidak ada.
Siapa yang memberikanmu?
Aku datangi Shankar bersama seorang anggota dewan, teman pamanku...
...dan meminta sertifikat ini padanya.
Maafkan aku, nyonya! Aku tak tahu kalau tanah itu milikmu.
1 jam lagi sertifikat itu harus ada di sini.
Baik, nyonya.
Apa yang sedang kau pikirkan?
Impianmu sudah terwujud, kan?
Kau bunuh banyak orang di sana, bagaimana kau bisa tidur nyenyak di sini?
Ya Tuhan!
Aku harus kabur dari sini bagaimanapun caranya.
Haruskah kami ke sana? Kenapa?
Kau takut?
Siapa kau pikir abang iparku itu? Dia adalah pakaian dalam Don Dubai.
Tutup telponnya!
Underworld (neraka)! Bukannya underwear (pakaian dalam).
Dia gagal, ayo ke lndia!
Atur keberangkatannya!
Baik, bang.
Mau ambil persembahan untuk sembahyang, pak?
Kau tawariku setelah kau rusak hidupku?
Apa yang anda pikirkan, pak? Silahkan ambil.
Dia Annamayya di dalam dan Veerappan di luar.
Luar biasa aktingnya!
Kau nikahi Don wanita? Kau terjebak!
Kenapa dia menikahimu? /Aku juga tak mengerti.
Mungkin dia menikahimu karena ada perlunya.
Akankah dia membunuhmu saat semua selesai? /Bisa saja.
Pria dapat istri dalam pernikahan tapi kau dapat James Bond.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Aku segera kembali ke tempatku...
...jika ayahku tahu, dia akan kena serangan jantung.
Hal ini akan kurahasiakan dari mereka dan kuminta tinggal di rumah temanku...
Aku akan bersembunyi di tempat lain.
Di mana kau akan sembunyikan istrimu?
Tolong jangan bercanda!
Orang bilang menikah itu seperti terus panen selama 100 tahun.
Kenapa pernikahanku jadi 100 derajat panasnya?
Ada apa? /Bannya kempes.
Mohon tumpangan!
Enyahlah!
Aku pikir aku beruntung bisa menikah, ternyata hidupku terguling.
Pak, ban kami kempes.
Maaf, aku tak bisa tambal ban.
Tak usah pak, bolehkah kami menumpang? /Ya, naiklah!
Hei, ayo!
Lagi pula, apa masalahmu? /Sudah kubilang, bannya kempes.
Bukan itu yang kutanyakan. /Lalu?
Pertunangan dengan adikku... /Bang! Kenapa tanya dengan lembut?
Biar kubunuh dia... akan kucangkul (hack) dia sampai mati...
Apa dia mati jika hanya diretas (hack)? bukannya mati jika ditusuk?
Orang tak akan mati jika kau teriak! Pelajari itu!
Kenapa kau kabur setelah bertunangan dengan adikku?
Aku takut melihat perkelahian di sana.
Kenapa kau bertanya seperti anak kecil? Hajar dia, dia pasti buka mulut.
Pak, ludahnya berhamburan ke wajahku...
...aku tak bisa selamanya mengusapnya.
Kau keluarlah!
Kau bilang takut lalu kabur? /Betul pak.
Nikahi adikku!
Kita beritahu dia kau sudah menikah?
Jika kau katakan, aku akan ada di tengah-tengah iblis dan laut dalam.
Bisik-bisik apa itu?
Baiklah, akan kunikahi adikmu. /Bagus sekali!
Bang! Boss senior akan datang, dia akan menghabisi mereka berdua.
Kecilkan suaramu!
Boss senior hampir tiba. /Tak apa-apa.
Jangan buat tekanan darahmu naik.
Kau juga tak punya asuransi kesehatan.
Kalian berdua keluar sana!
Ayahku sangat emosional, bunuh dulu lalu berpikir.
Aku ada rencana.
Kalian berdua, sembunyilah di sana!
Aku akan menenangkannya lalu memanggilmu keluar.
Keluarlah saat aku jentikkan jariku.
Sana! /Baik pak.
Di mana dia? /Abang, abang...
Di mana Nani?
Ayah mau membunuhnya?
Pernikahan Jogulamba lebih penting, bukan membunuhnya.
Jangan terlalu emosional.
Ayah cari dia dengan panik, apakah ayah menemukannya?
Sekarang kita sudah dapatkan dia. /Baik, di mana menantuku?
Dia sangat ketakutan.
Kusuruh dia sembunyi di ruangan itu, dan akan kupanggil saat ayah sudah tenang.
Baik...baik...aku sudah tenang sekarang. Katakan di mana dia?
Dia akan keluar saat kujentikkan jariku. /Jadi, jentikkan jarimu!
Aku tak dengar, bagaimana dia bisa dengar?
Ulangi!
Kurasa dia tak dengar, jentikkan terus!
♪ Saat kujentikkan jari, kau keluarlah... ♪
Di mana dia?
Kau bilang kau tenangkan aku, kenyataannya kau bodohi aku.
Kau bilang akan ajarkan cara berbusana pada para factionis tapi malah kau biarkan...
...dia kabur karena sikap tak bertanggung jawabmu.
Di mana dia?
Kita berhasil kabur.
Berikan HP nya ke Nani. /Sebentar, paman.
Ayahmu!
Ayah!
Sejak kemarin aku berusaha menelponmu.
HP mu mati. /Habis batere, ayah.
Aku baru mau menelpon ayah.
Jangan banyak tanya, kemasi barangmu dan bersiaplah, aku akan menjemputmu!
Tak perlu, kami sudah di sini.
Sudah di sini? Di mana?
Kenapa kalian ke sini?
Dari pada tanya kapan kami tiba, lebih baik tanya kenapa kami ke sini.
Dia pasti tanya, ibunya selalu gendong dia ke mana-mana semasa dia kecil.
Kurasa dia mau kirim kita keluar bersama barang bawaan.
Orang bilang jika kau urus sapi, kau akan dapat susu...
...tapi jika kau mengurus anak lelaki, dia akan melemparmu keluar.
Kau lihat orang tuamu sudah berubah?
Jika dia mati baru tak berubah.
Ya ampun!
Bukan begitu maksudku, ayah.
Beritahu, sampai kapan kalian di sini? Aku akan cuti untuk menemanimu.
Setelah sekian lama akhirnya mereka di sini, kenapa kau banyak tanya ke mereka?
Mereka akan di sini selama 10 hari.
Silahkan makan siang.
Pooja, pakaianku ada di tas, jangan cuci pakai mesin...
...tolong cucilah dengan penuh perhatian.
Adik, biar pembantu yang urus, ayo, kita makan siang.
Adikmu tak tahu yang sebenarnya, itu sebabnya dia berlebihan.
Jika dia tahu yang sebenarnya, dia akan mengidap sakit asma.
Kenapa mereka memintaku mencuci pakaian dan perabotan?
Aku harus kerjakan perintah mereka?
Mereka suruh menantu dengan kasih sayang, jangan dianggap serius.
Simpan Bluetooth ini, akan kukatakan apa yang harus dilakukan.
Mohon ikuti perintahku.
Banyak adegan di film, diatur dengan ini.
Ada banyak pembantu di rumah, kenapa kau repot? Duduklah.
Nyonya, jangan duduk, katakan...
...Aku akan makan setelah kalian selesai.
Aku akan makan setelah kalian selesai.
Meski dia dibesarkan di luar negeri, dia tetap melakukan tradisi kita.
Dia tak kerja sesuai tradisi, kerjanya membunuhi orang.
Semuanya di sini, tapi aku tak lihat ada bawang.
Pooja, ambil irisan bawang!
Ya Tuhan..! Dia suruh Osama mengambil bawang.
Ambillah, dik!
Aku sudah perhatikan sejak aku datang ke sini...
...kau tak ijinkan istrimu melakukan pekerjaan.
Bukan begitu, dik.
Jika dia iris bawang, airmatanya bisa keluar.
Terus kenapa?
Terus, dia jadi kesal.
Terus, ambulan akan datang untukmu.
Nyonya, jika anda berbincang dengan mereka, anda akan dianggap ramah.
Bicaralah pada seseorang.
Praveen! Di mana orang tuamu tinggal?
Kenapa dia tanya tentang orang tuaku?
Apa dia sedang berencana untuk..?
Segera setelah aku lahir, ku lempar ayahku ke bak sampah.
Aku bersumpah padamu.
Ibuku mengetahui hal ini dan marah karena melempar ayah ke bak sampah...
...dia memukuliku dan melemparku ke jalanan.
Aku makan siang ini karena dia mengajakku.
Jika kau larang, aku akan segera pergi.
Kenapa kau bicara ngawur?
Tidak apa-apa, ayahnya gila.
Jika ada yang tanya tentangnya, dia juga jadi sedikit menggila.
Ayamnya enak, kau yang masak?
Tukang pipa sudah datang. Siapa yang panggil?
Aku yang panggil.
Aku yang panggil. /Bagaimana caranya?
Lihat di buku telepon.
Lihat di buku telepon.
Dia masak lihat di buku telepon?
Entahlah...mungkin mereka lakukan itu di Dubai.
Tampaknya dia belajar masak ayam di buku telepon.
Dia bunuh orang dari membaca puisi Vemana.
Dia bereskan semua dari membaca Sumathi Satakam.
Nyonya, penjual sayur sudah datang.
Jangan dipencet!
Jangan dipencet!
Sudah kubilang jangan dipencet!
Sudah kubilang jangan dipencet!
Meski mereka pengantin baru, abangmu merayunya terang-terangan.
Jangan berisik!
Sudah biasa jaman sekarang.
Jika kalian cepat dapat bayi, kulihat ibumu di diri si bayi.
Ibu?
Saat dia menikah, kami berharap ibunya terlahir kembali di bayi perempuannya.
Entahlah kalau ibunya, tapi jika ada yang salah...
...dia pasti lari ke ibunya.
Aku tahu tentang kenakalanmu.
Dia benar-benar mirip kakeknya.
Bagaimana kabar kakek?
Bagaimana kabar kakek?
Belum lama ini dia meninggal, bibi.
Apa? Kakek meninggal 10 tahun yang lalu.
Kau tak bilang padaku.
Kau tak bilang padaku.
Tak bilang? Dia tahu semuanya, kan?
Aku sangat sedih.
Aku sangat sedih.
Ayahku mati bertahun-tahun yang lalu. Dia sedihnya sekarang.
Perasaan menantuku lebih halus dari pada aku.
Kenapa suara Hema hilang?
Kenapa kau kesal pada wanita yang berperasaan halus?
Maaf Pooja, aku tak tahu kau begitu sensitive.
Aku berlaku sinis padamu.
Kau pengantin baru, kenapa tampak sedih?
Mari, duduklah bersama kami.
Ya ampun, tanganmu kenapa?
Saat sedang menyayat... /Pakai pisau?
Siapa menyayat siapa?
Bukan menyayat tapi saat mengiris sayuran pakai pisau, ayah.
Telapak tangannya teriris. /Oh begitu.
Kau lihat? Nenekmu sedang menyuapi macan.
Keluargaku tak tahu yang sebenarnya, mereka pikir dia Seetha dan melayaninya.
Jika mereka tahu yang sebenarnya, mereka akan mati kaget.
Ini berkas pemulangan anda.
Kapan aku bisa melihatmu lagi? /Patahkan saja lagi anggota badan anda.
Dia tak tahu romantisme.
Bang Paradesi!
Dia di sini? Harus kuusahakan agar tak tampak buta.
Bhiku, saudaraku! Bagaimana kabarmu utusan dewa?
Terima kasih...
Kau berpacu seperti kuda untuk perawat ini?
Bhiku, aku mau bilang terima kasih karena dia sudah merawatmu dengan baik.
Ngomong-ngomong, inilah bossku!
Dia bossmu?
Hai Bhiku, bagaimana kabarmu?
Aku dapat 4 perban dan 3 jahitan.
Maka, ikutlah denganku. Ayo datangi dia!
Kita habisi dia hari ini! Ayo pergi!
Bunuh dia?
Jika ada yang dengar mereka pikir hal ini benar.
Kita tak punya kemampuan membunuhnya.
Jika kita menghampirinya, sama saja cari mati.
Lupakan balas dendammu dan kembalilah ke Dubai diam-diam.
Jika tidak kau akan bertemu abangmu di akhirat.
Kau terima uangku dan memperingatiku?
Hajar dia anak-anak!
Apa yang kukatakan hanya bercanda, kau benar-benar menghancurkan tubuhmu?
Kau menganggapnya begitu?
Kenapa menelponku tengah malam?
Dengar baik...
Kukatakan pada Pooja, aku bawa keluargaku ziarah ke Yadagiri Gutta.
Untung dia tak mau ikut.
Ini kesempatan terbaik untuk kabur dari sini.
Siapkan mobil di dekat jalan raya Sardarji Dhaba!
Rencana yang bagus, akankah berhasil?
Tak ada pilihan lain.
Mereka lama sekali.
Nenek di mana, dik?
Dia sedang mengajak Pooja.
Akankah dia ikut jika wanita tua itu mengajaknya?
Lihat, dia tak ikut.
Cuma kebetulan, jika dia tak bisa menolak nenek.
Mulut kotor sial!
Nani, dia tak bisa ikut. Ada tugas mendesak di kantornya.
Tolong ajak dia!
Nek, jika tak ada tugas, dia pasti ikut.
Ayo cepat berangkat!
Cepat masuk!
Siapa itu yang bersin saat aku mau masuk mobil?
Nenek, bersin tak akan bawa sial, masuklah!
Tahu apa kau, bocah? Aku akan masuk, mengoles air kunyit di kepalaku!
Nani kau naiklah! /Apa lagi kali ini?
Hema, ambilkan air kunyit!
Aku akan mati dengan kepercayaan kolot wanita tua ini.
Biarkan, jika di tengah jalan kita kecelakaan dan terluka...
...masalahnya jadi tambah besar, kan?
Aduh, kakiku patah!
Dia butuh satu minggu istirahat total. Mengerti?
Nasib sial menjelma di hidupmu dalam rupa seorang nenek.
Jika pria sial kehausan, laut pun langsung jadi kering.
Ada penjagaan yang sangat ketat di sekitar rumah dan sarangnya.
Amati dengan teliti!
Saat ada kesempatan, segera laporkan!
Sana!
Bang, orang ini pinjam uangku, bisa kau tunjukkan alamatnya?
Ini Bahasa Inggris.
Bahasa Inggris ya? /Apa ini, bang?
Kau sangat besar.
Jika kau dipotong, dagingmu bisa buat Iblis Kumbhakarna kenyang.
Kau tak bisa Bahasa Inggris? Berikan padaku! Sini kau!
Alamat ini? /Ya, bang!
Lurus, belok kanan.
Jalanan akan menyempit.
Ada lampu lalu lintas.
Ada anjing putih di dekat situ. /Anjing?
Anjingnya baik, tak akan menggigit.
Jalan ke sebelah kiri dari si anjing, kau tiba di alamat ini.
Anjing putih?
Anjing itu ada saat terakhir kali aku ke sana.
Kalau anjing itu tak ada?
Jika tak ada, dia harus tunggu sampai anjing itu ada.
Nyonya memanggilmu. /Sana!
Ada informasi bahwa Bada tak ada di Dubai.
Aku curiga dia ada di Hyderabad.
Datangi Bhiku dan tanyakan padanya!
Aku harus meringkusnya dan naik jabatan.
Aku boleh pulang 2 hari lagi, tapi aku tak mau meninggalkanmu.
Ya sudah tinggal saja di sini.
Sudah berhari-hari aku di sini, tapi dia tak mengerti perasaanku.
Maaf, aku salah kamar gara-gara merayu suster.
Kau masuk ke kamar yang tepat. /Kau salah masuk ke kamarku?
Aku juga masuk ke kamar yang tepat. /Kau datang untukku?
Siapa kau?
Akankah Pavan Kalyan menanyaimu?
Mutiara di antara para pria!
Siapa dia?
Untuk memberitahumu tentang kejantananku...
Kejantananku...
Kau dan HP China murahanmu!
Kenapa kau tertawa seperti menggaruk kotak timah?
Tawamu bisa bunuh orang, Keluar kau!
Tertawa di depan mutiara para pria.
Ingat wajahnya, kita bunuh dia nanti malam. Tenang...
Di mana Bada?
Dia datang dan menghajarku 2 hari yang lalu.
Dia ada di Hyderabad tapi aku tak tahu alamatnya.
Aku sumpah.
Jadi, lakukan satu hal.
Tetap di sini sampai dia kembali.
Jika dia ke sini, dapatkan dan katakan padaku alamatnya.
Pastinya juga ada batasan untuk tak berdosa.
Kenapa RS menahan pasien yang sudah boleh pulang?
Itu masalahmu? Bisa kubereskan
Aku cuma bercanda, kenapa kau serius sekali?
Seseorang menyerangku dan kau datang menghiburku.
Aku jadi terbiasa.
Nyonya, Bada ada di Hyderabad.
Tapi kami tak tahu di mana persisnya.
Jika dia tahu kau sudah menikah, mungkin dia akan menyerang Nani.
Tidak, tak boleh terjadi apa-apa pada Nani.
Mulai hari ini, ikuti Nani ke manapun dia pergi.
Selalu ganti orang kita di dekat kantornya agar dia tak curiga.
Atur semuanya tanpa menimbulkan kecurigaan.
Jika ada masalah, bunuh dia!
Baik nyonya, besok kami atur.
Apa mereka tahu tentang rencanaku untuk kabur?
Begitu banyak orang untuk ukuran tubuh kecilku.
♪ Permainan petak umpet... ♪
♪ Permainan petak umpet... ♪
♪ Permainan petak umpet... ♪
Setelah mempelajari hasil pemeriksaan kesehatan ibu anda, aku cukup terkejut...
...ada pemulihan di tahap ini, ini karena terus membuatnya bahagia.
Bagus, pertahankan hal ini, mengerti?
Apa kata dokter, sayang?
Hasilnya normal, bu.
Dia bilang tak perlu khawatir.
Kau merawatku seperti seorang ibu, tak akan terjadi hal yang buruk padamu.
Meski aku ibumu, aku tak punya kesempatan untuk membesarkanmu.
Aku berkhayal, puteriku akan merawatku pada saat seperti ini...
Ku jalani tahun-tahun ini.
Tak tahu sampai kapan aku hidup. /Ibu...
Setidaknya, cucu darimu membuat harapanku terpenuhi.
...ada pemulihan di tahap ini, ini karena terus membuatnya bahagia.
Setidaknya, cucu darimu membuat harapanku terpenuhi.
Benarkah?
Untuk menikah, kau rencanakan pernikahan palsu...
...kita atur juga hal serupa untuk seorang anak, nyonya?
Tak perlu rencana apa pun.
Aku sudah membohongi ibuku dengan dusta.
Lalu, bagaimana caranya anda punya anak, nyonya?
Jika dia tidur di lantai, artinya dia tak mau melakukannya, nyonya.
Selama ini saat dia menghampiri nyonya, anda selalu menolaknya.
Mungkin saat ini dia bisa menolak. /Lalu, aku harus bagaimana?
Aku punya rencana untuk membuatnya ada di kasur.
Jika dia minum jus ini, dia akan mengamuk seperti Sachin dan Mahesh Babu.
Hema! /Ya, nyonya!
Ke atas sebentar!
Kenapa harus sekarang aku dipanggil?
Anda meminum jus yang seharusnya di minum Nani.
Biar saja diminum, hasilnya sama saja!
♪ Saatnya berpesta di tempat tidur berbunga... ♪
♪ Malam pertama sebagai suami istri... ♪
♪ Malam yang dinanti oleh bibir... malam yang dinanti oleh pelukan hangat... ♪
♪ Tergoda dinginnya malam... ♪
♪ Dinginnya malam merayu... ♪
♪ Saatnya berpesta di tempat tidur berbunga... ♪
♪ Malam pertama sebagai suami istri... ♪
♪ Malam yang dinanti oleh bibir... malam yang dinanti oleh pelukan hangat... ♪
♪ Tergoda dinginnya malam... ♪
♪ Dinginnya malam merayu... ♪
Nyonya dan tuan saling menjerit?
♪ Kubawa susu...tambahkan gula... ♪
♪ Kubawa buah... mari, berbagi denganku... ♪
♪ Akan kubagi susu dan keindahan... ♪
♪ Akan kupakai fungsinya kasur... ♪
♪ Jangan buat suara agar tak menggangu kesunyian malam... ♪
♪ Penuhi hasratmu di tengah malam... ♪
♪ Hilangkan batasan di malam pertama... ♪
♪ Penuhi hasratmu di tengah malam... ♪
♪ Malam yang dinanti oleh bibir... malam yang dinanti oleh pelukan hangat... ♪
♪ Jangan buat suara agar tak menggangu kesunyian malam... ♪
♪ Hilangkan batasan di malam pertama... ♪
♪ Malam yang dinanti oleh bibir... malam yang dinanti oleh pelukan hangat... ♪
♪ Penuhi hasratmu di tengah malam... ♪
♪ Hilangkan batasan di malam pertama... ♪
♪ Kubawa saree putih, kenakanlah... ♪
♪ Kubawa melati, taburkan di kasur... ♪
♪ Kau hisap tumpahan madu... ♪
♪ Kau tidur setelah ayam berkokok... ♪
♪ Malam yang tak diketahui oleh venus itu sendiri... ♪
♪ Malam penggabungan irama cinta...
♪ Penuhi hasratmu di tengah malam... ♪
♪ Hilangkan batasan di malam pertama... ♪
♪ Jangan buat suara agar tak menggangu kesunyian malam... ♪
♪ Untuk hal yang tak diketahui, malam penuh mimpi buruk... ♪
♪ Siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya... ♪
Tidaaaak!
Semua orang memperhatikan kita.
Kau tidak berusaha kendalikan dirimu?
Sebelum aku keluar dari pantai, Tsunami sudah menerpa tepi laut.
Meski aku tolak, dia membalutku dengan melati, kasur dan yang lainnya.
Lalu apa yang kau lakukan? /Dia yang lakukan segalanya.
Dia yang pertama menyentuhku. /Lalu?
Dia menguasaiku.
Rasa tegang berubah jadi gairah.
Dalam kebingungan itu, aku menyerahkan diriku.
Akankah kau lanjutkan kebingunganmu?
Meski tak kulanjutkan, kurasa dia yang akan lanjutkan.
Maksudmu?
Pria memeluk Don, atau Don memeluk pria...
...pria akan meledak, betul?
Umumnya jika daun jatuh di duri atau jika duri jatuh di daun...
...daun akan sobek, tapi duri itu sendiri akan patah.
Dia bukan daun tapi belati.
Ada apa sih? /Ada yang mencurigakan, pergi sana!
Mau tahu saja urusan orang!
Halo! Tidak...tidak...dengarkan aku, satu kali saja... baiklah..
Ada apa?
Adikku, dia mau membelikan aku dan istriku baju.
Dia mau ajak kami belanja. / Pergilah, aku yang bereskan pekerjaan.
Ku bilang istriku, kau juga ikut. /Kau bilang padanya?
Bagus tidak?
Anda bisa dapat diskon besar jika tembakan anda tepat.
Anda juga silahkan coba, nyonya. /Aku tak bisa menembak.
Kenapa dia bisa bodoh menembak di papan?
Dengan senang hati dia menembak orang.
Oh, maaf...
Ada berapa orang? Katakan padaku!
Bagaimana baju ini? /Bagus.
Sudah kubilang aku tak mau apa-apa.
Nona, anda memaksa sekali.
Boss senior janji akan temukan Nani dalam 10 hari, kan?
Lupakan Nani, dan beli apa yang kau mau, jika tidak boss akan membunuhku.
Baiklah, ayo!
Nani!
Sekarang ada apa lagi?
Lihat di sana!
Dia bukan istrimu.
Jika istriku actionis (suka beraksi), maka dia factionis.
Maksudmu, wanita itu adalah...
Maaf nyonya...
Istilah itu benar.
Setelah lolos dari Taliban, ditangkap oleh Al Qaida.
Ayah, aku melihatnya.
Ayo sembunyi di ruang ganti.
Maaf pak, kali ini kami gagal.
Dia punya keluarga, pak.
Lain kali, kita habisi seluruh keluarganya.
Apa yang harus kita lakukan?
Kurasa keluargaku dalam masalah jika masih tetap di sini...
...harus kukatakan yang sebenarnya dan bawa mereka pergi dari sini.
Mereka lolos kali ini, mereka pasti habis lain kali.
Kau ada saran lain?
Mari kita lihat apa ada yang mendesak...
Orang-orang sini memang tak berguna!
Nenek, ada yang mau kusampaikan.
Seperti yang semua pikirkan, istriku bukanlah insinyur software.
Dia Don berbahaya di Dubai.
Aku menonton film 'Raktha Sambandham' tapi aku merasa nonton 'Raktha Charithra'.
Baiklah, bagaimana kita kabur dari sini?
Itu yang aku pusingkan.
Apa yang sedang kalian bicarakan?
Ayah datang tepat waktu.
Aku tunangan dengan wanita dari keluarga factionis, kan?
Ya, setelah kita tahu, kita tolak mereka.
Tapi mereka belum juga menyerah mencari kita.
Mereka bersikeras dia menikah denganku.
Itulah kenapa, mereka menyusuri Hyderabad untuk mencari kita.
Baiklah, apakah istrimu tahu hal ini?
Perasaannya sangat halus.
Jika dia sampai tahu, mungkin dia tak bisa tahan.
Jangan beri tahu dia, akan kukatakan kau pulang menemaniku.
Bagaimana dengan Pooja?
Dia harus di sini, aman buat kita semua.
Aku akan ke kantor ikut denganmu. /Baiklah.
Kalian cepat sekali pulang?
Sudah kuceritakan tentang kakak iparku? Cucunya akan dilamar.
Tidak enak kalau kami tak datang. Jadi, kami berangkat sekarang.
Ok? /Baiklah nek.
Ayo, nek!
Tolong pegang!
Kenapa kau cepat sekali datang?
Kusuruh keluargaku menunggu di dekat Mesjid.
Mereka menungguku.
Gang ini mengikutiku ke sini.
Aku tak tahu bagaimana keluar dari sini.
Entah apa rencananya, dia belum datang.
Lihat di sana!
Jogulamba hanya bilang di sini. Cari di segala penjuru!
Kurasa mereka melihat kita.
Mereka ke sini, kurasa kita akan tertangkap.
Tak akan terjadi apa-apa, ayo sini!
Halo...
Kau suruh kami tunggu di sini, Narasimha Naidu...
...bersama para anak buahnya ada si sini.
Di mana kau sekarang? /Masih di kantor.
Pergilah ke Stasiun Kereta Secunderabad!
Kutemui di sana. /Baiklah.
Pk, naik bis apa untuk ke Stasiun Kereta Secunderabad?
Bis 120 C.
Nenek!
Bagaimana sekarang?
Dapat ide!
Salam... /Yang terbaik di dunia!
Ayo, nak.
Permisi, kau lihat orang dalam foto ini? /Tidak.
Kalian lihat pria ini?
Dia? Barusan kami lihat. / Di mana?
Di sana...di sana..! /Trims.
Ayo semua!
Ayo...cepat!
Hai! /Hai...
Salam. /Salman Khan.
Ayah, mereka sempat ada di sini.
Mereka masih ada di sekitar sini.
Mungkin sedang sembunyi setelah melihat kita.
Andai mereka tak mengenali kita...
Ke mana perginya mereka?
Anak buah kita pun tak mengenali. Kau lihat?
Ke mana si gembrot pergi?
Kampret!
Aku di sini, aku dengar ucapanmu! Di mana mereka?
Ada yang bilang, mereka naik bis 120 C ke Stasiun Secunderabad.
Itu bisnya, ayo naik!
Aku tak lihat mereka di sini. /Dia bilang mereka naik bis ini.
Mau turun?
Tidak, mereka ke Stasiun Secunderabad, kan?
Betul, bang. /Kita tunggu di sana dan tangkap mereka.
Salam, salam. /Salam juga, salam juga.
Kena kau! Pasti kau pelakunya!
Tak bisa lihat wanita, pergi kau!
Wajahku sudah penuh keringat, tapi bis ini penuh pelecehan seksual.
Semua karena Nani. /Nani?
Bukan kau, Nani itu!
Entahlah petualangan dan kesulitan apa ini.
Tak tahu apa yang akan terjadi dan siapa lagi yang datang.
Apa yang kau cari?
Aku punya 2 istri.
Kalau aku bicara ke istri tua, istri muda marah.
Bicara ke istri muda, istri tua marah.
Kutinggalkan keduanya dan bicara ke istri tetangga, suaminya marah.
Kutinggalkan ketiganya lalu tidur dijalanan, Salman marah dan melindasku.
Jadi, saat aku bicara ke istri tua, istri muda kabur. Mumtaz!
Kenapa dia menatapku?
Kau di sini rupanya, kau seperti Mumtaz, istriku.
Kutemukan Mumtaz-ku. /Bukan, namaku Wah Taj (merk teh).
Aku tak akan pergi walau kau sebut merk teh mahal.
Dan aku tak akan pergi walau kau sebut merk dupa mahal.
Aku akan pergi jika kau tunjukan wajahmu.
Jangan, aku tak bisa tunjukkan wajahku ke siapa pun.
Sekali saja... Ya Tuhan!
Kau puas?
Mumtaz tak punya kumis dan bewok.
Jadi punya apa dia? /Dia punya apa yang wajib dia miliki.
Ayah, dia ke arah kita.
Dia bukan istriku, dia seperti sumur besar.
Aku curiga kaulah istriku, bisa kau buka cadarmu?
Jika ada pria lain lihat wajah kami, itu dosa besar.
Baiklah.
Apa? /Tolong ke sini sebentar.
Tolong periksa apakah dia istriku.
Ambil foto ini!
Dasar orang gila, memberi foto wanita bercadar untuk dikenali.
Buka, buka!
Diakah?
Apakah dia istriku?
Bukan, dia abang iparnya seseorang.
Maka, aku harus terus cari.
Mereka memakai cadar untuk menangkapku.
Wanita tua ini.
Saudari... /Aku?
Ke sinilah sebentar!
Tolong periksa apakah di antara mereka ada istriku.
Periksa dengan teliti.
Sebentar...
Dia ditemukan? Di mana? Di dekat Charminar!
Hei tunggu, tak usah diperiksa, lupakan sajalah!
Mumtaz-ku sudah ditemukan.
Jika ada yang mencurigakan, hubungi nomor ini: 9704 6999 89
9704 6 ...
Kepala Polisi Shanker di sini! /Aku Nani, pak.
Siapa kau? Tutup telponmu!
Kau tak perduli jika orang biasa yang menelpon.
Legend adalah tokoh yang pas.
Balakrishna ada? /Balakrishna yang mana? /Dasar bodoh!
Kaukah itu Balaiah Babu? Kenapa suaramu berbeda?
Aku baru selesai jadi pengisi suara.
Beberapa orang bercadar berkeliaran di dalam bis untuk menculik Nani.
Siapa Nani? /Nani?
Mahesh Babu akrab disapa Nani.
Hah? Mahesh Babu akrab disapa Nani? /Betul, pak.
Mereka berencana menculik Mahesh Babu?
Ya, kau tahu aku tak mau lihat atau dengar beberapa hal di hidupku.
Jika kulihat atau kudengar lagi, sejarah akan terulang!
Akan kuungkap misteri dibalik kisah anda, pak.
Pertahankan semangat ini, aku akan minta kau dipromosikan.
Anda bilang apa, pak?
Aku akan bicara ke abang tentang promosimu.
Bis yang mana, pak? /120 C.
Mari duduk di sini, sayang.
Kursi ini tak cukup untukku.
Aku berdiri saja, terima kasih
Siapa namamu? /Narasimha...
Aku Sunny Leone dan dia Veena Malik.
Aku Shoaib Malik.
Bagus...bagus...
Halo. /Nenek di mana?
Aku di bis, kau di mana?
Apa yang terjadi? Kenapa nenek bicara seperti itu?
Kami bercadar dalam bis untuk menghindari Narasimha Naidu dan para anak buahnya.
Bis nomor berapa? /120 C.
Hei polisi!
Polisi!
Semua yang bercadar segera turun!
Hei, buka cadar kalian!
Kau? /Kau?
Kalian tak akan kulepaskan!
Lihat pak inspektur, dia mengancam kami di hadapanmu.
Hei, hentikan...hentikan..!
Kenapa kalian berencana menculik Mahesh Babu?
Buat apa menculik Mahesh Babu? Kami mencari Nani.
Aku juga tahu Nani adalah Mahesh Babu.
Kenapa kau mau menculik Nani?
Untuk menikahkannya dengan puteriku.
Kau mau nikahkan Mahesh Babu dengan puterimu?
Walau dia tampan, mengertilah Mahesh sudah menikah.
Akan kubawa kalian semua setelah aku jawab telpon ini...
Pak Shanker, penggemarku juga mengikuti geng yang mau menculik Mahesh Babu.
Akan ada 1 pria pendek dan 3 lainnya.
3 orang dan 1 pria pendek...
Aku pria pendek itu, pak.
Mereka di sini, pak... Baiklah, kubebaskan mereka.
Kenapa anda bebaskan mereka? Mereka orang-orangnya Nani.
Aku bebaskan karena mereka orang-orangnya Nani.
Maafkan kami telah menyusahkan kalian, pergilah...
Ceritakan ke Nani mengenai aku. /Pak, mereka kabur!
Tangkap mereka!
Berhenti, berhenti!
Kenapa anda di sini, pak?
Kubawa mereka ke stasiun, mobilku rusak.
Kami mau ke stasiun, tapi tak ada bajai yang lewat sini.
Buat apa naik bajai? Mobilku di sini.
Akan kuantar ke stasiun lalu bawa anda pulang. Mari silahkan.
Aku mencintaimu.
Aku punya 2 impian di hidupku.
Pertama, menikahi wanita secantik dirimu.
Kedua, membangun rumah di sini.
Menantuku sangat senang mendapatkan wanita impiannya.
Tidak dik, jika dia mengiris bawang, dia akan mengeluarkan airmata.
Sudah tiba di rumahmu dengan selamat? /Sudah.
Syukurlah.
Tiba di rumah istriku.
Ya ampun! Ada apa lagi?
Segera ajak Viji ke Pub!
Kujelaskan semuanya di sana.
Kau datang sendiri, kan?
Kau tahu ke manapun aku pergi, mata-mata selalu mengikuti.
Apa pun itu, pengikutmu bertambah berlipat-lipat setelah menikah.
Apapun rencana yang kubuat, aku tak bisa lari darinya.
Tak mungkin bisa lari.
Peluru di pistolku menunggu si Bullet.
Saat aku tidur di sampingnya, bagai tidur dengan maut.
Aku tak kan tidur hingga kubunuh dia.
Hei! /Ya, pak?
Tuangkan lagi!
Maaf pak, merk yang itu sudah habis. Boleh kuberi merk lainnya, pak?
Abangku tak mau merk lainnya, sana carikan!
Dengan hormat pak, kenapa kau suruh aku?
Pelayan yang disuruh, bukan pemilik.
Pak, dia bukan pelayan, dia tamu kami.
Pak, ambil ini saja! /Silahkan pak..
Untukmu mana?
Aku akan ditendang jika aku minum, aku tak bisa tenang.
Ambil saja.
Kelihatannya anda dalam masalah.
Masalahnya adalah tentang wanita.
Abangku juga sedang punya masalah hanya dengan seorang wanita.
Anda juga sedang berusaha lari dari seorang wanita?
Bukan, kami berusaha menemukan seorang wanita yang lari dari kami.
Apa masalahmu? /Istriku adalah masalahnya, pak.
Awalnya kupikir dia mempesona, ternyata dia adalah sebuah belati.
Tak tahu kapan dia akan menikam atau memotong.
Hentikan!
Kuperhatikan kalian berdua membicarakan tentang masalah.
Apa masalahmu sebesar masalahku?
Apa masalahmu?
Tak ada orang menghadapi masalah seperti masalahku.
Apa masalahmu?
Setelah ibuku meninggal, rumah jadi tanpa wanita.
Terilhami oleh Veeresa Lingam, kunikahi janda dan pulang untuk mengejutkan ayahku.
Ayahku malah membuatku terkejut. /Apa yang dia perbuat?
Ayahku terilhami oleh tokoh lain dan menikahi seorang gadis remaja.
Apa salahnya? Kau dapat ibu dan ayahmu dapat menantu.
Keduanya datang ke rumah bersamaan.
Ayah menikahi gadis yang tak lain adalah puteri istriku.
Puteri!?
Aku coba menerimanya dan saat ini aku akan memiliki seorang putera.
Katakan, anakku harus panggil ayahku apa?
Kakek atau abang tiri? Jawab sekarang!
Sungguh masalah yang rumit.
Ayahku kini punya seorang putera lagi.
Dia harus panggil aku apa? Kakek atau abang?
Jadi, aku adalah kakek bagi diriku sendiri...
Aku jadi ayah tiri bagi ayahku...
Aku jadi anak tiri bagi anak tiriku...
Masalah siapa yang besar? Masalahmu atau masalahku?
Semua masalah ini karena pernikahan.
Lebih baik jadi tentara di perbatasan Pakistan dari pada hidup dengan istri.
♪ Halo sobat-sobat mabukku, Para peminum top datang... ♪
♪ Selamat datang para keras kepala... ♪
♪ Jangan dengarkan perkataan Kota di film Mani... ♪
♪ Jangan dengarkan saran Nagarajuna di film 'Manmadhudu'... ♪
♪ Wanita itu menyenangkan... mereka duduk dengan kepala tertunduk... ♪
♪ Kuikat tali dengan terburu-buru... ♪
♪ Kuberikan karangan bunga untukku sendiri... ♪
♪ Dengarlah kisah sedihku... ♪
♪ Tak bisa kuhentikan untuk terus bilang padamu aku menyesal... ♪
♪ Jangan pernah menikah di hidup ini, hidup akan di bawa anjing... ♪
♪ Seperti tertipu di siang hari... ♪
♪ Istri bukanlah gas LPG tapi Parle-G (merk biskuit)... ♪
♪ Pembungkus Sivakasi yang bisa meledakkan seluruh tatananmu... ♪
♪ Bisa ku katakan, Dia adalah Dewi Ibu di Bommali... ♪
♪ Dia membunuh dan membuat hidupku bagai di neraka... ♪
♪ Dia bukanlah istri melainkan James Bond... Dia berencana merobohkanku... ♪
♪ Kupikir dia boneka mempesona ternyata dia iblis berbahaya... ♪
♪ Harimau betina ini bermain bola dengan hidupku... ♪
♪ Jangan pernah menikah di hidup ini, hidup akan di bawa anjing... ♪
♪ Seperti tertipu di siang hari... ♪
♪ Istri bukanlah gas LPG tapi Parle-G (merk biskuit)... ♪
♪ Pembungkus Sivakasi yang bisa meledakkan seluruh tatananmu... ♪
♪ Si cantik yang gila, strawberry tiruan...
♪ Nasib burukku terikat dengannya...
♪ Kenapa ada kemarahan maut ini, kenapa selalu ada masalah tiap hari...
♪ Dia lari menabrakku bagai penjahat...
♪ Tiga tali yang kuikat padanya jadi peluru di hatiku sungguh menyiksaku...
♪ Dia adalah Bin Laden betina...
♪ Jangan pernah menikah di hidup ini, hidup akan di bawa anjing... ♪
♪ Seperti tertipu di siang hari... ♪
♪ Istri bukanlah gas LPG tapi Parle-G (merk biskuit)... ♪
♪ Pembungkus Sivakasi yang bisa meledakkan seluruh tatananmu... ♪
♪ Dia masuk kamar di malam pertama dengan buah dan susu... ♪
♪ Dia berdiri di sana sambil tertunduk dia bilang dia malu... ♪
♪ Aku bicara dan bertanya padanya siapakah pahlawan kesukaannya... ♪
♪ Aku kaget dengar Jawabannya, dia bilang Sampu Babu (aktor penjahat)... ♪
♪ Saat dia tanya siapakah artis idolaku... ♪
♪ Saat kujawab Samantha... ♪
♪ Dia tuang susu panas ke mataku, kenapa tak kujawab namanya... ♪
♪ Aduh sakit, aduh sakit... ♪
♪ Jangan pernah menikah di hidup ini, hidup akan di bawa anjing... ♪
♪ Seperti tertipu di siang hari... ♪
♪ Istri bukanlah gas LPG tapi Parle-G (merk biskuit)... ♪
♪ Pembungkus Sivakasi yang bisa meledakkan seluruh tatananmu... ♪
Aku ada ide.
Aku punya rencana kabur dari sini.
Semuanya harus dilakukan sebelum istriku datang, mengerti?
Apa? Dia sudah menikah?
Jadi, ayo tangkap suaminya terlebih dahulu.
Dia akan datang dengan sendirinya.
Cari dan temukan! Segera tangkap suaminya!
Selamat, anda hamil.
Semua hasil pemeriksaannya sangat bagus. Jaga diri anda..!
Terima kasih dokter, terima kasih banyak.
Sama-sama.
Halo! /Ibu! /Ada apa, nak?
Ibu akan segera jadi nenek.
Ibu sangat bahagia, sayang.
Sudah kau beritahu suamimu? / Belum, bu.
Katakan padanya terlebih dahulu, sayang.
Tidak lewat telpon, akan kukatakan secara langsung.
Ayo.
Hei...ayo sembunyi...
Kenapa ada botol minyak wangi di sini?
Tunjukan pistolnya, tunjukkan pistolnya! / Hei, ini aku!
Dia keluar lagi...
Todongkan pistolnya padaku!
Siapa kalian?
Kau tak bisa lihat? /Bagaimana bisa, kalian pakai topeng!?
Betul juga.
Kami penculik! /Betul!
Jangan bergerak atau kutembak dia!
Kenapa obat bius kita ada di tangannya?
Peternakan ayam?
Obat bius bukan peternakan ayam, bodoh kau! (chloroform=obat bius poultry farm=peternakan)
Semprotkan ke wajahmu, kau akan tak sadarkan diri.
Perlukah kau jelaskan terperinci?
Simhachalam, jangan mendekat. Mereka bersenjata.
Lemparkan botol itu pada mereka!
Anda mau apa, pak?
Kami mau menculik, nyonya-mu!
Tolong jangan sakiti istriku. Pooja wanita yang sangat baik hati.
Jika kalian mau, culik saja aku.
Jangan sakiti Nani pak, jika mau bawa saja aku.
Bawa aku saja!
Jangan bernegosiasi, lagi pula untuk apa mereka menculikmu?
Agar anda dilepaskan, aku tak keberatan apapun yang akan...
...mereka perbuat terhadapku.
Kelihatannya dia tak keberatan. / Ribet! Kubereskan!
Ayo...ayo..!
Kami tunggu di luar, cepatlah. Ayo, cepat!
Siapa kau? Buka topengnya!
Kalian temannya Tn. Nani, kan? /Betul pak.
Apa yang kau lakukan di sini?
Nani berencana kabur, kami berpura-pura jadi penculik.
Aku tak tahu apa-apa, pak. Jangan beritahu siapa pun, pak.
Kenapa pada tergeletak?
Bangun!
Simhachalam, apa yang terjadi?
Ada apa?
Tuan diculik, nyonya.
Cepat telpon Kaka! / Baik.
Nyonya, Tn. Nani tidak diculik.
Dia dan teman-temannya rencanakan ini untuk kabur.
Nyonya, ibu juga tidak ada.
Kenapa dia membawa ibuku?
Apa yang akan dilakukannya pada ibuku?
Cari...Aku mau ibuku kembali!
Halo...
Ibu...ibu. Bagaimana keadaan ibu sekarang?
Di mana Nani?
Hema..! Hema..!
Terima kasih, Nani.
Untuk apa?
Karena menikahi wanita sepertimu?
Aku kehilangan ibu saat berumur 2 tahun.
Aku tahu arti seorang ibu, itu sebabnya kubawa dia ke RS.
Mohon dengarkan aku dulu, Nani. /Cukup sudah sandiwaramu!
Akhiri drama ini!
Suami bukanlah pasangan hidup bagimu.
Hanya suatu peran dalam sandiwaramu.
Aku bayangkan hidupku indah seperti Taj Mahal.
Kau ubah jadi taman makam.
Aku berharap menikahi wanita yang mencintaiku.
Bukan orang yang tak tahu apa arti cinta itu!
Kau hanya tahu cara mencabut nyawa, bagaimana kau paham arti cinta?
Kau membuat impian dan harapanku tetap sebagai angan-angan.
Bagaimanapun, kenapa kau buat hidupku sebagai permainanmu?
Kau tahu apa kesukaanku dan apa ketidak-sukaanku?
Paling tidak, tahukah kau nama asliku?
Bukan Nani, namaku adalah Lakshmi Prasad.
Jangan pergi...
Kenapa, kau mau membunuhku?
Aku sudah mati sejak kau menipuku.
Apa yang kau katakan itu benar, Nani.
Bukan hanya dirimu, aku juga sudah menipu ibuku.
Kau kehilangan ibumu saat kau belum paham makna kehidupan.
Tapi hidupku dimulai, saat aku tahu ibuku masih hidup.
Saat anak-anak seumuran bermain boneka, aku bermain dengan peluru.
Seperti menunjukan bulan tiruan di cermin, demikian aku tunjukan pernikahan ini ke ibu.
Kupikir ibuku bisa bahagia.
Aku tak pernah kira hal ini akan sangat melukaimu.
Kau bicara tentang kemanusiaan, hati dan cinta.
Aku sungguh sangat tak mengenal itu semua, Nani.
Aku sadar nilai kemanusiaan setelah melihatmu.
Aku sadar apa hati itu setelah berbicara padamu.
Aku sadar apa cinta itu saat kau mau menjauh dariku.
Aku juga tak berhak meminta maaf padamu.
Apapun keputusanmu, kuterima sepenuh hati.
Bang, aku tahu siapa suami Bullet.
Buka topengnya!
Kenapa kau bawa dia?
Dia mau kabur dari istrinya.
Memangnya Bullet mau datang untuk bebaskan dia?
Bunuh dia!
Bada! Pertarungan ini antara kau dan aku, lepaskan Nani.
Ide bagus!
Lahan ini, bukan lahan biasa.
Lahan ini juga sudah mengajarkan dendam pada seorang pembunuh sepertimu. Bagus...
Bada, kuserahkan semuanya. Silahkan ambil alih Dubai.
Posisiku, harta bendaku, jaringanku!
Ambil apapun yang kau mau, tapi lepaskan Nani.
Setelah tahu betapa kau perduli padanya, kenapa harus kulepaskan?
Pertama kau, lalu dia. Kubunuh kalian berdua.
Kumohon, aku sedang hamil.
Aku terus berpikir bagaimana memberimu kepedihan lebih dari yang kurasakan.
Akan kuberikan!
Bunuh mereka!
Jika abangku kenapa-napa, kubunuh kau...
Ini aku, Jagan. / Aku tahu..
...orang normal bisa lihat apa yang ada di depannya.
Orang buta bisa lihat empat penjuru.
Hei, siapa itu?
Hei ahli software!
Menghadapi kami tak semudah menulis komentar di FB atau Twitter.
Beraninya kau melawan mafia!
Kau hanya orang biasa.
Kenapa kau mengancam poster Ramgopal Varma?
Tak apa-apa, lagi pula sekarang dia sudah tak buat film bagus lagi.
A! / A!
Sampai kapan mau bilang A? Coba bilang B!
Jika aku menembak ke Telengana, malah kena di Andhra.
Ini bukan untukku, kau yang urus!
Matikan senter HP kalian!
Nani, nyalakan senter HP mu!
Hei Nani, sadarlah! Dia bom atom berpakaian wanita.
Tak ada yang tahu kapan akan meledak atau siapa yang terbunuh!
Hei, jangan sampai lepas!
Kenapa kau ambil risiko untuk wanita kejam, tak berbelas kasihan dan pembunuh berdarah dingin ini?
Selamatkan nyawamu, larilah!
Yang kau katakan itu benar, tapi dia istriku.
Dia mengandung bayiku.
Cukup jadi alasanku untuk menyelamatkannya.
Aku bukan suami yang mampu selamatkan istriku.
Bahkan aku sama sekali bukanlah pria.
Buruk bagi satu sama lain.
Sepertinya mereka akan hidup bersama.
Bunuh mereka bersamaan.
Hei, hei! Jangan arahkan padaku! Jangan..jangan!
1 tahun kemudian
Sayangku, sayang...
Kau mau apa?
Kau mau pistol?
Ini pistolnya, pistol, ini pistolnya... / Hei...
Halo..? /Kenapa, sayang?
Ada apa, Shravan?
Ada informasi bahwa adiknya Bada, Budda Naik mau menyerang nyonya, pak.
Kau suka mainan ini?
Ada apa?
Tidak...
Jangan beritahu nyonya.
Akan kuhabisi dia, photonya...
Sudah kukirim, pak.
James Bond Bukanlah aku, tapi suamiku...
Ada apa? Kenapa kau menangis tersedu-sedu?
Aku sayang ibuku, aku tak bisa hidup tanpanya, pak.
Benarkah?
Hei, turunkan!
Lihatlah wajah ibumu untuk yang terakhir kalinya.
Ikut ke kantor!
Oleskan yang banyak, biar tak ada yang mengenaliku.
Jangan dulu, tunggu 2 menit. /Pelanggan yang lain menunggu, pak.
Tunggu 2 menit, biar waktu sial berlalu.
Apa ada waktu sial untuk bercukur?
Ada pak.
Kau lihat teroris lewat sini? /Teroris ya?
Pak, dia bukan teroris tapi factionis. / Bagaimana kau bisa tahu?
Kita putuskan apakah dia teroris atau factionis, ikut ke kantor!
Anda tak mau cukur, pak?
Ayo!
Selamat siang, siapa namamu pengacara?
Namaku Nara... K.Raghavendra Rao B.A. (SH)
Hanya B.A.? Bukan B.L (Surat Jalan Kapal Laut)?
Aku pakai baju jaksa, kan?
Pasal berapa untuk penculik bercadar?
Pasal berapa ya..?
...500001
Aku tanya pasal, kenapa kau beri kode pos Nampally?
Ambillah manisan ini!
Acara bahagia ini terkait proyek yang sudah lama tertunda, ya?
Bukan, Savithri tokoh di serial TV 'Shravana Sameeralu' sudah melahirkan!
Itu alasan kubagi manisan ini.
Itulah alasan kebahagiaan ini.
Itulah alasan perayaan ini.
Persetan pada kegilaannya untuk serial TV!
Lebih mudah jadi koki di rumah Don, daripada mengadili seekor kangguru.
Baiklah, aku bingung yang mana duluan, Ayam atau telur ya?
Apa yang nyonya perintahkan, itulah yang duluan.
Sudah kubilang, aku punya 2 istri.
Mereka mem-posting di FB dan minta aku me-like postingan tersebut.
Aku tak tahu caranya, maka aku tampar mereka.
Lalu, mereka mem-blok akun-ku, dan meninggalkan hidupku.
Nani, kau punya teman ahli software yang lembut seperti dirimu?
Kami akan nikahkan dengan Jogulamba.
Kau cari calon suami untuk Jogulamba?
Ya, betul.
Software, ng software...?
Tidak, tidak, tidak...
* S E L E S A I *
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.