Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Bahaya hidup terlalu sering,
kau lupa takut mati.
Kita abaikan Malaikat Maut sebagai metafora kuno.
Tapi takut mati bagus untukmu.
Berhenti mengeluh.
Lepaskan kalung itu. Sudah kusuruh membuangnya.
Tidak mau. Ini milik Ibu.
Kau seperti ibumu.
Wanita pembangkang dan tak tahu terima kasih.
Tak?
Akan kuberi tahu mereka itu bukan salahmu.
Aku akan berkata jujur. Mereka harus mendengarkan.
Kau percaya kepadaku, Rei?
Aku sangat percaya.
Kenapa kau membunuh ayahmu?
Kau hanya anak-anak dan kau merusak diskanya.
Dia pantas mendapatkannya.
Karena dia memukuli saudarimu?
Dia takkan berhenti.
Dia membunuh ibuku.
- Polisi bilang ibumu kabur. - Polisi itu bodoh.
Aku memberi tahu mereka kejadiannya.
Dia membuang Ibu di kolam pendingin. Tak ada mayat.
Tidak ada yang tersisa.
Jadi, mereka tak memercayaiku.
Aku memercayaimu.
Settled Worlds penuh dengan pelanggaran hukum.
Pembunuh, pemerkosa, orang yang memperbudak, geng.
Orang tak bersalah menjadi korban mereka.
Kita menjelajah planet-planet, melindungi warga.
Aku tak punya apa-apa lagi untuk kau ambil.
Mereka mengambil tubuhku, mungkin sudah dijual.
Apa yang kau inginkan?
Merekrutmu. Pasukan Penyerbuan Taktis Kolonial.
Kau dari CTAC?
Darimu, aku melihat potensi.
Aku bisa mengubahmu, Nak.
Bagaimana dengan saudariku?
Aku melakukan yang kulakukan karena Rei.
Aku ingin dia aman.
Kau tak pernah bisa memercayai siapa pun?
Nak, kami adalah Protektorat.
Tugas kami melindungi.
Kupastikan dia dirawat keluarga baik-baik,
mendapat kehidupan baik bersama orang yang akan menyayangi dan merawatnya.
Aku berjanji.
Setelah ini bagaimana? Tubuhku bisa kudapatkan kembali?
Akan kuambil alih untuk Korps. Kau bisa memakainya jika kau kembali.
- Aku akan ke mana? - Meninggalkan planet ini bersamaku.
Berlatih di dunia berbeda dengan wadah berbeda.
Besok di waktu yang sama, kau akan berada di tubuh pria.
Tak ada yang akan menyakitimu atau keluargamu lagi.
Keluar planet? Bagaimana dengan Rei?
Kau berpisah dari kehidupan ini.
Siapa pun yang mengenal dirimu akan berada dalam bahaya.
Aku harus beri tahu adikku.
Jika kau ingin dia aman, kau takkan pernah bisa melihatnya lagi.
Percayalah kepadaku.
Tak?
Rei?
Selamat datang kembali.
Kau akan mati.
Kau pendarahan dalam di sekujur tubuh
dan kau terkena infeksi darah di rumah jagal itu.
Wadah ini sudah tak bisa kuselamatkan.
Seharusnya tak perlu kucoba,
tapi aku ingin cepat reuni keluarga.
Sepertinya harus ditunda hingga kau diberi wadah baru.
Tunggu. Ortega bagaimana?
Dia baik saja. Aku memingsankannya. Maaf. Aku terburu-buru saat itu.
Tenanglah.
Kau akan bangun dalam raga baru yang lebih awet,
tak seperti bule, dan berambut bagus.
Kau harus selamatkan wadah ini.
Jangan kekanak-kanakan.
- Dahulu kau sering berpindah wadah. - Tidak!
- Kau luka parah, sepsis, - Jangan.
dan Reaper dalam tubuhmu melawan pencuci darah.
Kau mungkin sedang berhalusinasi.
Jika kau tak kubunuh, demam dan kegagalan organ yang membunuhmu.
Berjanjilah.
Astaga, kenapa?
Baiklah, Tak.
Jika itu maumu.
Aku berutang banyak kepadamu.
Di sini...
Kau tak di sini.
- Kau sudah mati. - Tidak lama.
Kau seharusnya lebih mengenalku, Kak.
- Kita selalu kembali demi satu sama lain. - Tak peduli berapa lama.
250 tahun.
Kau benar-benar sudah gegabah.
Bagaimana?
Bagaimana kau selamat dari Stronghold?
Kuceritakan intinya, lalu kau diam dan istirahat.
Mereka ledakkan pesawat kami.
Selanjutnya, aku terbangun di kafe VR murah
dengan mahasiswa arkeologi kutu buku yang sedang mengerjakan disertasinya.
Dia menemukan diskaku di reruntuhan, bersama dengan material genetik.
Kemungkinan sangat kecil, satu banding satu miliar.
Dia memasukkanku ke wadah sintetis.
Kau dibekukan dan yang lainnya mati.
Kubilang aku orang tak bersalah yang dibunuh oleh Envoy yang kejam.
Begitu ada kesempatan, aku kabur membawa DNA-ku.
Menghasilkan banyak uang, dan beberapa klona.
Aku sendirian sejak saat itu.
Sekarang tidak lagi.
Wadah ini payah.
- Bukan wadah masalahnya. - Harus bayar biaya pindah.
Aku benci koktail reaklimatisasi.
- Buat pusing berhari-hari. - Dengarkan!
Tim ini dibentuk dari orang yang siap menyuntik.
Reaklimatisasi setengah hari, lalu kita bersiap pukul tiga.
Kovacs, bagaimana rasanya kembali ke tubuhmu?
Lebih sering dipakai dari perkiraanku.
Refleks masih bagus.
Terima kasihlah kepada Korps yang jaga tubuhmu.
Siapa dia, bisa kembali ke tubuhnya?
Ini dunia asalku.
Pertama kali aku kembali sejak bergabung.
Sasarannya adalah pemimpin Yakuza dengan nama Gottfrid Saito.
Teror domestik, pembunuhan, prostitusi, dan dia tak membayar pajaknya.
Astaga.
Mereka harus diberi pelajaran yang sangat umum.
Sasaran utamanya adalah Saito. Padamkan diskanya.
Sisanya dibunuh tanpa ampun.
Paling banyak membunuh, dapat libur dan bonus terbanyak.
Bahkan kalian pun tahu aturan itu.
Angkat tangan!
Kovacs, kau kejar Saito.
Turunkan senjatamu
sebelum kutembak diskamu, Bule Berengsek.
Panggil temanmu melalui radio,
katakan Saito sudah kalah, suruh kemari tanpa mengangkat senjata.
Dari mana kau dapat kalung itu?
Itu milik ibuku.
Tak?
Bunuh dia, Pelacur Payah!
Bunuh dia sekarang!
Kau dari mana saja?
- Jangan! - Kovacs, habisi dia!
Kovacs, apa-apaan kau?
Ayo pergi.
Lewat sini.
Tak, ayo.
Keluarga baik-baik?
Itu yang dia janjikan kepadaku.
Secara teknis, itu benar.
Aku dijual ke Yakuza sebagai kobun.
Prajurit kecil yang tepat, setia kepada oyabun, Saito.
Bagaimana tidak? Aku sebatang kara.
Dia bilang kau akan aman.
Lalu kau percaya kepadanya?
Seingatku kau lebih pintar.
Protektorat, Jaeger, dia akan mengejar kita.
Terus sampai menemukanku.
Yakuza dan Protektorat ingin membunuh kita.
Aku tak tahu mana yang lebih buruk.
Ada ide yang tak melibatkan kematian yang lambat dan mengerikan?
Entahlah. Kita harus keluar planet.
Entah bagaimana. Jaeger akan blokir pelabuhan
dan pos penyuntikan.
Artinya, kematian lambat dan mengerikan.
Akan kuajak beberapa orang denganku.
Di dalam hutan...
pernah bocorkan temuan kita saat kecil?
Tak pernah.
Apakah kau percaya aku?
Tidak sedikit pun.
Kenapa?
Dahulu, aku kira si Monster Jahit tinggal di sini.
Kita akan mencari tahu.
Kau yakin ingat tempatnya?
Mungkin.
"Mungkin"?
Pastinya.
Ini jauh lebih mudah saat usiaku delapan tahun.
Kita ikuti ini ke timur, ini mengarah ke gua.
Tapi besok. Sudah mulai gelap.
Lihatlah cara Pohon Lantunan menyusup batu-batu ini.
Pernahkah kau berpikir peradaban Tetua merancangnya untuk itu?
Membuat struktur di bawah tanah dengan cabang sebagai rangkanya?
Itu kata terbanyak yang kau ucapkan dalam beberapa jam terakhir
dan itu pun tentang bebatuan.
Tak apa. Sudah berlalu. Mari terus berjalan.
Tidak. Kita bisa berkemah di sini malam ini.
Kita sudah cukup dalam masuk hutan.
Besok kita pergi ke bawah tanah, lalu apa? Bersembunyi seperti hewan?
Kau punya rencana lebih baik?
Menurutku kita harus temukan beberapa calon sekutu,
tapi kita baru membunuh semua kenalan kita, jadi...
Aku sangat merindukanmu.
Maaf, Rei.
Kenapa kau...
Kematian bukan hanya tentang kehancuran jasad.
Terkadang, kau mematikan seseorang begitu saja
dan lahir lagi yang lain.
Tapi setiap kelahiran itu keras...
dan tak ada kematian tanpa rasa sakit.
Mencari ini?
Habisi mereka, Tak. Aku tak peduli jika aku hidup atau mati!
Tapi dia peduli.
Dia tak mau kehilanganmu.
Aku memilih membunuhnya.
Ini bukan demokrasi, de Soto.
Dengan hormat, aku minta kita membunuhnya.
Permintaan dimengerti, Envoy.
Bubar.
Di mana adikku?
Mereka memberinya makan.
Dia baik-baik saja.
Aku tahu siapa kau.
Aku akan kecewa jika tidak.
Wajahmu tersebar sebagai buronan.
Imbalannya mahal.
Kau membuat marah seseorang.
Aku punya bakat.
- Aku percaya itu. - Kami akan baik-baik saja.
Aku juga percaya itu.
Kau di Operasi Khusus CTAC. Protektorat sejati.
Rumornya, kau menghabisi satu pasukan Praetorian.
CTAC berusaha merahasiakannya.
Kesannya buruk, seorang anggota menyerang tuannya sendiri.
Kurasa aku menghabisi semuanya.
Mereka membuatku kesal.
Adikmu membunuh beberapa anggota Yakuza terbaik.
Mereka membuat adikku kesal.
Kalian berdua tahu cara kerja rahasia kriminal dan pemerintah,
yang kurang lebih sama.
- Tidak tertarik. - Aku belum menawari apa pun.
Tak perlu repot. Biarkan kami pergi.
Dari satu sisi, kau tahu kita ada di pihak yang sama.
Musuh dari musuhku...
Adalah satu orang lagi yang bisa menikamku saat tidur.
Kau sedikit sinis, Takeshi Kovacs.
Aku terikat. Kurasa aku punya alasan untuk sinis.
Bergabunglah dengan kami. Buat perubahan.
Tak ada bedanya.
Aku sudah muak berperang.
Perang itu seperti hubungan buruk lainnya.
Kau mau berhenti, tapi apa akibatnya?
Jika mereka tahu markas Pemberontak ada di Dunia Harlan,
mereka akan rusak planet ini demi menemukanmu.
Kau tak cemas akan kulaporkan mereka?
Tidak.
Jika aku membunuhmu, Protektorat akan memaafkanku.
Kau mau pengampunan mereka?
Kepolosan dirimu yang dahulu masih ada.
Aku melihat anak kecil di dalam tubuh pria.
Katakan, Takeshi Kovacs. Apa yang Protektorat renggut darimu?
Segalanya.
Apa yang akan kau lakukan untuk balas dendam?
Apa pun.
Awal yang bagus.
Kau tak menginginkanku.
Pahamkah kau yang CTAC lakukan untuk membentuk orang sepertiku?
Mereka menghilangkan naluri untuk menahan diri dari kekejian
dalam jiwa manusia.
Mereka ganti dengan kesadaran untuk menyakiti.
Tapi kau belum menyakitiku.
Aku mungkin akan menyakitimu.
Kau tak akan melakukannya, Kovacs.
Kau hanya berpura-pura menjadi monster.
Bajingan itu mengambil pedangku.
- Kau bilang apa kepadanya? - Aku tinggal jika kau tinggal.
Sial, Tak! Kau mengiakan.
- Kau ingin rencana lebih baik. - Aku masih menginginkannya.
Mungkin kita bantu menggulingkan Protektorat.
Mungkin orang-orang ini akan menggorok leher kita.
Bagaimanapun, mulai sekarang, kita tetap bersama.
Utamakan keluarga, apa pun yang terjadi.
Utamakan keluarga, apa pun yang terjadi.
Temui de Soto untuk mengambil senjatamu. Kau mulai berlatih besok.
Kami tinggal bersama mereka...
atau di dekat mereka lebih tepatnya.
Kami berlatih dengan mereka.
Pasukan CTAC mengonsumsi obat reaklimatisasi
agar wadah mematuhi mereka.
Tapi teknik mereka tak menyentuh pikiran murni,
itu harus kalian kendalikan.
Kuasai diri dan kalian bisa memakai raga apa pun, di galaksi mana pun,
pada saat itu juga.
Kalian harus mempelajari kelemahan senjata.
Mudah saja bilang begitu dengan Sunjet di tanganmu.
Aku tak bersenjata.
Tembak aku.
Incar diskaku.
Ada apa, Kovacs?
Menurutmu ini tak adil?
Mari kita buat seimbang.
Kalian berdua, kalahkan aku.
Aku lebih suka mengalahkannya. Apakah boleh?
- Kapan pun, di mana pun, de Soto. - Sekarang juga.
- Kau lihat aku bergerak? - Coba saja.
Wadah ini adalah alat.
Wadah ini tak mengendalikanku. Aku yang mengendalikannya.
Ini kelemahan senjata.
Itu alat membunuh dan menghancurkan.
Bukan senjata yang memberi kekuatan.
Kalian adalah senjatanya.
Kalianlah pembunuh dan penghancur.
Idemu bagus,
tapi jika ingin menyelamatkan orang yang kau cintai...
bergerak lebih cepat.
Aku akan ingat itu.
Kalian punya dua senjata, diri sendiri dan rekan.
- Kalian mengabaikan yang kedua. - Dia anggota CTAC sialan.
Dalam pertarungan, kalian bisa mati.
Kekuatan sejati dari serigala bukan taring, kecepatan, dan bakat.
Tapi kawanan.
Apa pun dunia yang kalian masuki, bentuklah kawanan.
Carilah cara untuk bangkitkan kesetiaan kepada warga lokal yang cakap,
meski banyak dari mereka yang akhirnya dikorbankan.
Kita adalah Envoy.
Kita menerima yang ditawarkan.
Saat Quell merasa kami siap, kami mulai menjalankan misi dengan mereka.
Ini protokol akses barak CTAC di Taurus 4.
Fasilitas riset militer yang ketat itu?
Pintu belakang terbuka dan dijaga pasukan wadah tempur,
untuk berjaga-jaga jika pribumi menerobos keamanan dan masuk.
Itu sistem pengamanan cadangan.
Jadi, kita menerobos sasaran empuk?
Atau kita memasuki perangkap.
Kau ingin katakan sesuatu soal kakakku, de Soto?
Kau tak bisa memercayainya. Bagaimana kau bisa memercayainya?
Karena dia memberi kita informasi yang membuat kita masuk.
Kita mengincar lokasi pangkalan data,
kita akan mengunduh detail keamanan di fasilitas yang terdaftar di sini.
Lalu kita hancurkan pangkalan data, buat seperti sabotase biasa.
Mereka tak akan tahu kita mengunduh sesuatu.
Tekan tombolnya.
Penyuntikan target dimulai.
Koherensi pemindahan DHF telah diatur.
Transfer dapat dimulai. Koneksi dimulai.
Koneksi sedang berlangsung.
Koneksi sedang berlangsung.
DHF masuk.
Penyuntikan balik selesai.
- Dasar bodoh! Apa ada yang masuk? - Apa yang terjadi?
Aku dikeluarkan dari stasiun pemindahan.
- Si berengsek itu masih di dalam. - Dia terjebak?
Kau harus mengeluarkannya. Pasti ada cara.
Ini salahmu. Kau meninggalkannya di sana.
Tenanglah.
Sudah kucoba keluarkan. Dia tak menurut.
Jika kau berbohong, tamat riwayatmu!
Benarkah? Jika aku ingin dia mati, aku akan membunuhnya langsung.
Kau ingin dia mati
- sejak dia masuk ke sini. - Ayo.
DHF berhasil dipindahkan. Transfer selesai. Tak ada korban.
Apa?
Dasar berengsek.
Kau baik-baik saja?
Ambilkan garam.
Aku tak ingat semua yang diajarkan Quell kepadaku.
Rasanya seperti oksigen meresap ke tubuhku.
Sialan kau.
Tadi aku hampir keluar.
Aku tak butuh bantuanmu.
Aku takkan pernah butuh bantuanmu.
Jadi, jangan sombong, dasar arogan.
Sudah jelas?
Percakapan yang bagus.
Dia memberiku kehidupan yang tak pernah kumiliki.
Bisa kau ambilkan itu?
Aku bohong kepada kalian.
Kita tak bisa menang perang biasa melawan musuh ini
karena bukan Protektorat yang kita lawan.
Melainkan keabadian itu sendiri.
Penciptaan diska adalah keajaiban
sekaligus awal kehancuran spesies kita.
Seratus, seribu tahun dari sekarang, aku tahu kita akan menjadi apa.
Dan itu bukan manusia.
Ada kelas baru orang yang sangat kaya dan berkuasa,
mereka tak tunduk kepada siapa pun dan tak bisa mati.
Kematian adalah pelindung terbaik melawan malaikat tergelap diri kita.
Kini para monster di antara kita akan memiliki segalanya,
- merusak, mengendalikan segalanya. - Apa?
Mereka akan jadikan diri dewa dan kita budak...
- Kau lihat yang kulihat? - ...hanya nama.
Tak pernah.
Aku benci intuisi.
Peradaban ada pada titik kritis.
- Kita ada di titik tumpu - Kau lihat apa?
antara harapan dan ketiadaan.
Keraguan.
Jika kita tak menghentikan kutukan hidup abadi di dunia kita...
anak-anak kita akan mewarisi keputusasaan.
Pasang surut kehidupan yang membuat kita semua setara pada akhirnya.
Pemberontak harus mengakhiri keabadian.
Maksudmu membawa kematian sejati kembali.
Bagaimana denganmu?
Aku siap mati demi mengembalikan keseimbangan. Itu keputusanku.
Kalian harus memutuskan sendiri.
Aku membuat program bernama Acheron yang diunduh ke DHF dan menggantinya,
memberikan setiap pikiran umur 100 tahun.
Bagaimanapun kekayaan dan kekuasaan kita, kematian bukan lagi pilihan.
Tapi bagaimana itu mungkin?
Kau harus mengunduh programnya
ke setiap diska di Settled Worlds pada waktu bersamaan.
Aku akan menjalankan misi DA ke garnisun Protektorat di planet ini...
mencuri kode sumber penyuntikan untuk Central Core.
Setelah kita berhasil ambil kodenya...
Kau akan pakai kodenya untuk menyusup ke Central Core.
Mobilisasi penuh.
Pemberontak akan menerobos dan menyerang Core dengan Acheron.
Itu akan menyebar ke setiap DHF dalam setiap sistem.
Tak ada yang pernah kembali dari Central Core.
Aku tak berencana kembali.
Kau meminta kami untuk mati.
Aku meminta kalian untuk menjadi manusia.
Kita tak ditakdirkan hidup abadi. Keabadian merusak manusia terbaik.
Pergilah, jika mau. Takkan kuhentikan. Tapi orang yang tinggal...
bersama, kita akan menyelamatkan umat manusia.
Kalian mendukungku?
Aku butuh tim lima orang untuk menyerang garnisun.
- Tak? Mau apa kau? - Aku berusaha membuat perubahan.
Quell! Lari!
Lari!
Sial!
- Jatuhkan senjatamu. - Aku ingin dia hidup-hidup.
Aku pria nostalgia.
Sudah 28 tahun dan kau bahkan belum mengecat ulang ruangan ini?
Kau sebaiknya merapikan tempat ini.
Orangku memiliki DHF dan wadah awalmu.
Aku naik Suborb dari Newpest.
Mari berbincang.
Mereka bilang ada wanita bersamamu.
Apa dia saudarimu?
Dia ibumu. Dia titip salam.
Siapa pun dia, dia meninggalkanmu. Begitu juga semua temanmu.
Mereka terlambat makan malam.
Apa yang kau inginkan?
Hanya ingin tahu kabar kawan lama.
Tapi kau benar.
Apa gunanya virtual jika kita tak bisa mendekorasi ulang?
Coba penampilan baru.
Mari lihat seperti apa wajahmu jika hidungmu dipotong.
Jangan sentuh dia.
Mereka memberimu obat, Kovacs. Kau paham?
Entah obat apa.
Kami tak bisa mengeluarkanmu. Kau harus bangun sendiri.
Keamanan, interogasi kita dibobol.
Keamananmu sia-sia.
Aku tak paham. Kau tak bisa menyakitiku di sini.
Kovacs, keluarlah dari Konstruksi.
Tak, ikut aku. Kumohon.
Bangun!
- Kita lari. - Ayo.
Apa kau bisa tak ketinggalan kali ini?
Aku tak percaya kau masih mau ikuti misi ini
setelah Jaeger hampir menangkapmu.
Kita harus pergi.
Mereka kembali demi aku.
Mereka kembali karena perintah Quell.
Supaya Jaeger tak menginterogasimu dan tahu rencananya.
Semuanya dia lakukan dengan perhitungan.
Semua itu taktik.
Kau melebih-lebihkan.
Dan kau naif.
Kita berdua sudah cukup melihat kematian.
- Kita tak bisa tinggalkan mereka. - Jika Quell salah?
Bagaimana jika mereka temukan solusi untuk program Quell?
Kita kehilangan banyak waktu.
Beberapa tahun terakhir ini, kita akhirnya saling mendukung.
Aku tak mau mati.
Aku ingin hidup.
Aku ingin kita bertemu sejuta hari esok.
Aku tidak akan pergi.
Tak peduli berapa hari esok yang kita bicarakan.
Kita itu apa, Rei?
Kita keluarga.
Kita Envoy dan kita punya tugas.
Aku hanya... Aku tak mau besok jadi hari terakhir kita.
Tidak akan.
Tidak akan kita biarkan.
Kau menyelamatkanku.
Memang kenapa?
Belum pernah ada sebelumnya.
Itu rencana perang rahasia kita?
Ini penuh hal yang seharusnya sudah kupelajari.
Termasuk nama dan kisah yang gugur dalam perang ini.
Besok, kita menyerang Central Core.
Orang lain akan menulis nama-nama orang yang gugur.
Jaeger memburuku.
Sekarang dia tahu kau di Dunia Harlan.
Maafkan aku.
Kau merasa bersalah? Tentang Protektorat?
- Karena aku, mereka... - Tidak, itu karena aku. Semuanya.
Semua korban di buku itu dibunuh Protektorat, bukan kau.
Itu karena aku menciptakan diska.
Bukan, wanita yang menciptakan diska adalah Nadia Makita.
Nadia kabur.
Dan dia mengganti namanya agar tak ada yang tahu.
Kau... Nadia...
Tadinya aku ingin menjadi penjelajah.
Melihat dunia lain dengan mataku sendiri...
tapi satu kehidupan tak cukup untuk melihat bintang-bintang.
Jadi, aku menemukan cara untuk pindahkan
kesadaran manusia antartubuh, dan dalam penciptaan itu, membubung.
Tiba-tiba, siapa pun bisa menempuh jarak di luar imajinasi lebih cepat dari cahaya.
Tak ada lagi yang akan dibatasi dengan satu kehidupan.
Itu indah.
Roma adalah kota pengungsi penggembala ternak,
tapi Roma menjadi kerajaan terkuat di Bumi kuno.
Apa kau tahu bagaimana caranya?
Jalan.
Itu teknologi yang memfasilitasi mereka untuk mengirim pasukan ke seluruh dunia.
Kukira aku membebaskan jiwa manusia, tapi ternyata membangun jalan untuk Roma.
Kehidupan abadi bagi mereka yang mampu membelinya
berarti pengendali abadi atas mereka yang tak mampu.
Itu hadiah yang kuberikan kepada manusia.
Itulah alasan kita semua akan mati.
Berhenti memandangku seolah aku pahlawan karena aku bukan pahlawan.
Aku tak bisa berhenti memandangmu.
Tidak akan.
Kita tak bisa.
Lupakan pahlawan dan monster.
Kau wanita yang membebaskanku.
Aku akan bicara dengannya.
Kita akan ke Core kurang dari lima jam lagi, Tak.
Sampai jumpa di perkemahan.
Baiklah.
Tadi itu bukan kekhilafan.
Aku tahu.
Aku tahu.
Rei!
Mari kita bicarakan ini!
Rei!
Apa?
Rei!
Di mana kau?
Sudah membaik?
Aku menyelamatkan wadahnya.
Kau harus banyak gerak jika ingin segera pulih.
Goliath. Ini stimulasi CTAC.
Manjur, jika itu tak membuatmu strok.
- Tak perlu, terima kasih. - Terserah.
Kau harus makan sesuatu setidaknya.
Aku sendirian di sini, bersembunyi, tapi perbekalan cukup lengkap.
Aku tak percaya saat aku mendengar rumor itu.
Envoy ada di Kota Bay?
Terdengar mustahil.
Jadi, harus kuperiksa.
Apa yang kau lakukan selama ini?
Aku kembali ke Dunia Harlan.
Kau harus melihatnya.
Entah apa yang kukira akan kutemukan.
Tapi yang kuingat tak ada yang selamat.
Semuanya musnah.
Paling sulit membiasakan diri dengan itu.
Tak ada yang selamat.
Tak ada selain kita.
Quell? Quellcrist! Kau dengar?
Reileen, kau dengar?
Monster.
Monster di mana-mana.
Vidaura.
Siapa yang melakukan ini?
- Tatap aku. Di mana musuh? - Monster. Dari atas.
- Siapa yang melakukan ini? - Di mana-mana.
- Siapa pelakunya? - Monster!
- Monster! - Vidaura!
Hentikan!
Kembali ke hal nyata.
Tatap aku. Berikan pistolnya.
Aku harus bunuh monster.
Tidak! Jangan!
Kita.
Musuhnya adalah kita.
- Tak! Di mana kau? - Rei, apa kau Rei?
- Apakah kau baik-baik saja? - Ya.
Apa yang terjadi?
Pergi ke tempat pesawat. Kau dengar?
Quellcrist Falconer! Hidup Pemberontak!
De Soto! Tatap aku!
- Tak, kaukah itu? - Ini aku.
Aku melakukan ini ke diri sendiri. Aku tak ingat alasannya.
Akan kukeluarkan kau dari sini. Aku akan mengeluarkanmu...
- Tak? - Reileen?
Pergilah, aku akan menemuimu di sana.
Quell bilang harus ke partisi berikutnya!
- Bantu aku ke partisi berikutnya! - De Soto!
- Itu ada di otakku! - De Soto.
- Aku sudah berusaha, Tak. - Aku tahu.
Ini bukan Konstruksi.
Sudah kucoba.
Tapi tak bisa.
Tak, tolong aku.
- Tolong aku, Saudaraku. - Baiklah, Kawan.
Senang bicara denganmu.
Senang bicara denganmu.
Quell! Falcon One, kau dengar?
Pergi ke Falcon One!
- Tak, apa yang terjadi? - Stronghold jatuh!
Stronghold jatuh. Kuulangi, Stronghold tumbang.
- Di mana posisimu? - Jembatan Echo, sisi utara.
- Apa yang telah terjadi? - CTAC di gua.
Serangan virus, unduhan diska langsung.
- Berapa banyak korban orang kita? - Semua.
Mereka menggila dan saling membunuh.
Itu Virus Rawling.
Kita pasti di luar jangkauan...
- kita bertiga. - Di mana dia?
- Tak, di mana kau? - Rei!
Aku tak ikut. Naiklah ke pesawat bersama.
- Jangan. - Tak mau!
Kupancing mereka.
Jika kalian tak terbang sekarang,
mereka akan menembak sebelum kalian aman.
Jangan memintaku begitu.
Naik ke sini sekarang!
Pergilah ke Core dan lancarkan Acheron!
Kalian bisa melakukannya dan mengubah segalanya,
tapi tak bisa jika mati di sini!
Lari!
Cepat lari!
Bertahanlah.
Itu perintah.
Kau mengerti?
Aku mengerti.
Lari!
Kau gagal menangkapnya, Jaeger.
Kau takkan pernah berhasil.
Tak...
Aku takkan temukan apa pun jika banyak abu begini.
Temukan dia. Sial.
Kovacs!
Aku akan mengejarmu, kau dengar?
Tak peduli seberapa jauh kau lari!
Ternyata dia berengsek. Tak ada yang menyukainya.
Kudengar kau memenggal kepalanya.
Maksudku, kepala memang portabel.
Kau bersama Quell di pesawat saat tertembak.
Bagaimana dia meninggal?
Semua begitu cepat.
Sejujurnya, aku tak ingat.
Aku akan membasuh wajahku.
Tentu.
Halusinasi, perpindahan, mundur.
Kau harus melawan keputusasaan.
Lawan keputusasaan.
Yang pertama kau pelajari, penampilan luar bisa menipu.
Jangan percaya siapa pun.
Maka kau bisa mengetahui apa yang kau hadapi.
Hukum tak berlaku bagi kita.
Apa pun tubuhmu, kau ganti bagaikan ular ganti kulit.
Takeshi, apa itu kau?
Di seberang jurang, antara bintang, mereka bisa mengejarmu.
Ibu bilang dendam itu bodoh.
Ibu berkata kau harus rela atau dendam akan membunuh jiwamu.
Bagaimana menurutmu?
Itu bukan rute evakuasi.
Kenapa?
Mereka memberiku kehidupan.
Tak.
Hanya ada satu alasan kenapa kau tak ingat kejadiannya.
Kau disalin sebelum ledakan.
Aku tak pernah bisa membohongimu.
Kenapa kau melakukan itu?
Itu yang dia tanyakan.
Kubilang karena mereka memberiku kehidupan.
Tapi sebenarnya, aku melakukan semuanya untukmu, Kak.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.