Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Seung–joo?
Sebelumnya semua sempurna.
Aku hanya perlu menghentikan pendarahannya.
Pasien pasti mengkonsumsi obat–obatan trombolitik.
Kurasa pasien itu minum Aspirin.
Kau!
– Kenapa kau baru bilang kepadaku? – Aku baru tahu.
– Aku berusaha bilang kepadamu! – Apa yang kalian lakukan?
Ini alasannya. Pasien itu minum Aspirin!
Bagaimana bisa dia menyembunyikan ini?
Lalu? Apa yang kini bisa kau lakukan?
Apa kau akan bertanya kepadanya? Apa yang bisa diubah?
Jika pendarahan berhenti, aku bisa menyelamatkan nyawanya.
Aku bisa saja berhasil!
Sadarlah!
Meski kau tahu, kau tak bisa menyelamatkannya.
– Dokter! – Kau mencari alasan.
Kau tak bisa mengakui bahwa kau gagal,...
...jadi, kau berusaha menyalahkan seseorang.
Keadaan pikiran dr. Han sedang tak baik.
– Setelah dia tenang... – Lepaskan!
Tadi kau yakin, tapi pasiennya mati!
Hal pertama yang harus kau lakukan...
...adalah mengabari keluarganya tentang kematiannya.
Berhenti mencari alasan!
Aku tahu kau sembrono,...
...tapi aku tak tahu kau pengecut.
Seandainya aku tahu dia minum Aspirin.
Pisau bedah.
Bipolar.
Pengairan.
Ada pendarahan, Dokter!
–Tekanan darah berkurang! –Permanent.
Pengangkat.
Pengairan.
Kau mencari alasan.
Kau tak bisa mengakui kau gagal.
Kau mencari orang untuk disalahkan.
Aku tahu kau sembrono, tapi aku tak tahu kau pengecut.
Hormon memengaruhi kepribadian dan sikap,...
...tapi seseorang harus mengendalikannya.
Kau tak bisa menyalahkannya pada hormonmu.
Angkat teleponnya.
Dokter Joo, ada apa? Apa ada masalah?
Di mana susunya? Tak ada lagi yang tersisa?
Bukankah di kulkas?
Belilah saat kau pulang, juga es krim cokelat.
Kenapa kau tak mencari pekerjaan? Apa kau menyerah menjadi dokter?
Mungkin.
Kau tak suka aku pamer menjadi dokter.
Kau takkan hidup bersamaku selamanya, 'kan?
Bolehkah?
Mari berpisah. Mari menjual rumah...
...dan membagi dua uangnya.
Kau juga tak mau tinggal denganku! Kita bukan saudari kandung.
Kita hanya berbagi rumah.
Kenapa kita tak bisa menjual rumah ini?
Bagaimana bisa kau menjual rumah orang tuamu?
Saat kita menanam pohon plum itu, kita mengubur kapsul waktu...
...agar kita bisa membukanya setelah 20 tahun.
– Kau tak ingat? – Tidak.
Kita bisa membukanya sekarang.
– Apa itu penting? – Tentu.
Kita tak bisa menjual rumah ini.
Kalau begitu kau harus pergi dari rumah ini!
Aku akan tinggal di rumah ini selamanya.
– Pergilah! – Hentikanlah.
Aku muak dengan percakapan yang sama.
Susu dan es krim dalam perjalanan pulangmu.
Dia memang gila.
Itu seharusnya di sekitar sini.
Joo Se–ra? Halo.
Sial!
Ada apa?
Kenapa kalian ke sini?
Kugadaikan rumahku dan memberi bunganya untuk kalian.
Lalu kau meminjam 30 juta lagi,...
...totalnya 50 juta dan 200 juta termasuk bunga.
Akan kubayar!
Bagaimana kau bisa membayar kami?
Kau melewatkan pembayaran bulan ini.
Beraninya kau? Berbicara tak sopan kepada pelanggan?
– Membungkuklah! – Di sini?
Ini lantai semen.
Sesuatu terjadi...
...dan kami menerima bayaran dari pelanggan kami.
Tapi kau pelanggan VIP kami,...
...jadi, kami memutuskan untuk datang memberi kabarnya.
Apa ini rumahnya?
– Ini rumah yang bagus. – Apa kau mengancamku?
Itu lebih baik daripada melelang rumah.
Karena itu kami ingin membicarakan soal solusi.
– Kau tak apa–apa? – Siapa kau?
Siapa kau?
Perlu kutelepon polisi?
Ada apa dengannya?
Kenapa kau mengganggu urusan orang?
– Kemarilah. – Lupakan.
– Hei! – Dia sangat unik.
– Benar, 'kan? – Ya.
– Ayo. – Dahiku terkelupas.
Benarkah? Aku tak tahu orang masih melakukan itu.
Ada beragam jenis orang.
Bahkan ada yang mengabaikan niat baik.
– Wanita ini! – Dia adikku.
Dia pembawa acara di RS Darin, kau mungkin pernah melihatnya.
– Duduklah di sini. – Ya.
Apa ini memang rumahmu?
Ini tua dan lokasinya tak bagus,...
...tapi seharusnya harganya 700 hingga 800 juta.
– Bagaimana kau tahu? – Aku tahu saja.
Dulu aku belajar untuk menjadi agen perumahan berizin.
Tapi aku menyerah.
– Kau tak seperti orang kaya. – Benarkah?
Karena itu kau melepaskan pekerjaan bagus sebagai dokter.
Orang tuaku memberiku rumah ini dan setengahnya adalah gadai.
Apa yang akan kau lakukan dengan rumah ini?
Aku belum tahu.
Aku tak yakin apa aku bisa menjadi dokter yang baik...
– ...dan aku takut. – Berhenti mengeluh.
Aku tahu banyak soal lisensi dan lisensi dokter yang terbaik.
Berhenti mengeluh dan carilah rumah sakit lain.
Agar kau bisa merawat nenekku.
– Benar! Bagaimana keadaannya? – Dia pulang kemarin.
Tapi biaya rumah sakitnya terlalu mahal.
Aku membutuhkan pekerjaan paruh waktu.
Bisa ada cara untuk menerima bantuan.
Biar kubantu kau menemukannya.
Soal demensia vaskular...
– Apa itu serius? – Kenapa?
Apa dia menderita demensia vaskular?
Dia memanggilku dengan nama ibuku kemarin.
Dia bahkan tak menyebut namanya dalam mimpinya.
Demensia vaskular mungkin terjadi setelah operasi otak.
– Apa yang dikatakan rumah sakit? – Mereka memberiku dokumen ini...
...dan terus mengatakan hal–hal konyol.
Bagaimana aku bisa mengirim Nenek ke sanatorium?
Apa kata dokter? Apa itu dr. Han?
– Dia tak sempat merawat nenekku. – Kenapa?
– Ada apa dengan dr. Han? – Apa kau tak melihat berita?
Ini RS Darin tempat pemakaman Oh Sung–joon diadakan.
Dia menerima operasi otak, tapi meninggal saat operasi,...
...membuat penggemarnya terkejut.
Rumah sakit masih tak mengatakan penyebab kematiannya,...
...menyebabkan orang berspekulasi soal kematiannya.
Oh Sung–joon adalah kata yang paling banyak dicari,...
...diikuti RS Darin.
Tim medis yang dituduh memaksakan operasi...
...akan menerima serangan besar.
Itu berita besar. Dokter Han benar–benar melakukannya kali ini.
Dokter Joo benar.
Dia bilang dr. Han akan memaksakan batasnya.
Aku harus meneleponnya.
Dia masih tak mengangkat...
...dan tak membalas telepon dan SMS–ku.
Mungkin terjadi sesuatu kepadanya. Perlu kukunjungi dia?
– Jika dia terlalu tertekan... – Diam!
Aku takkan mengangkat teleponmu jika aku menjadi dr. Joo.
– Berhenti menekannya. – Apa aku melakukan itu?
Apa kau tak khawatir? Kau harus meneleponnya.
Bagaimana bisa aku meneleponnya jika aku tak bisa melindunginya?
Dia akan baik–baik saja.
Kau tak punya kesadaran!
Dokter Yoo yang paling menunggunya untuk menelepon.
Serotoninnya terkuras sejak dia berhenti.
Maaf.
– Bagaimana hasil tes darahnya? – Agen trombolitik ditemukan.
Karena itu kita tak bisa menghentikan pendarahannya.
Kau bilang kau yakin, tapi kau gagal.
Jika kita memakai koil dan mengirimnya...
...ke perawatan intensif, media takkan menyalahkan kita.
Jika aku tak melakukan operasi, pasien akan mati.
Apa maksudmu kau benar?
Ini kemungkinan terburuk dari kesombonganmu!
Tak memperkirakan kecelakaan itu saat operasi...
...adalah salahku. Tapi kondisinya kritis...
...dan operasi adalah satu–satunya pilihan.
Aku mengabari mereka tentang risikonya.
Seperti kau lihat,...
...tak ada masalah dalam prosedur pembedahan.
Media mengatakan rumah sakit kita adalah masalahnya.
Kau tahu bagaimana orang mengarang berita.
Jika kau khawatir itu akan merusak citra rumah sakit,...
...itu takkan terjadi. Jika ada kerusakan,...
...aku akan bertanggung jawab penuh.
Kenapa harga dirinya sangat tinggi?
Apa kau melihat kesombongannya? Apa kau akan membiarkannya?
Yang dikatakannya tak salah. Tak ada masalah...
– ...dalam prosedur pembedahan. – Dokter Cha!
Kurasa ini bukan soal melindungi seorang dokter.
Dokter Han tak terkendali.
Ahli bedah saraf yang sering menghadapi keadaan darurat...
...harus bisa mengendalikan diri, tapi ini masalah serius.
Dia mungkin akan melewati batas suatu hari,...
...dan kita mungkin takkan bisa menanganinya.
Mari kita tunggu saja.
Dokter Cha, bisa aku berbicara denganmu?
– Apa pendapatmu? – Soal apa?
Kau yang paling mengenal dr. Han.
Apa ini serius seperti kata dr. Jang?
Ini adalah kecelakaan. Tak ada masalah dalam operasi.
Bahkan dalam tuntutan hukum medis.
Aku tak membicarakan tuntutan hukum.
Saat membandingkanmu dan dr. Han untuk ketua pusat itu,...
...kau tahu apa yang orang katakan?
Apa kau tak tersinggung?
Sama sekali tidak. Mereka tak tahu apa pun tentangku.
Aku takkan bertemu mereka saat aku kembali ke AS.
– Jadi, aku tak peduli. – Apa kau serius?
Kau akan menyerah?
Ketua sudah lebih cenderung memilih dr. Han.
Itu karena kau.
Kau berusaha membuatku bersaing,...
...tapi kau gagal.
Jangan membuang waktumu. Itu tak baik untuk kesehatanmu.
Bisa kuperiksa tekanan darahmu?
Menyingkirlah!
– Jika hanya itu saja... – Kupikir kau sudah berubah.
Kau mungkin bisa menipu orang, tapi kau tak bisa menipuku.
Kau selalu seperti itu. Kau takut dengan tantangan baru...
...dan takut kau mungkin gagal. Apakah ini soal itu?
Apa kau tak punya kepercayaan diri?
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
– Biarkan kami masuk! – Kami ingin menemuinya!
– Jangan pergi! – Biarkan kami masuk!
Aku ingin melihatnya untuk terakhir kali.
– Biarkan kami masuk! – Tidak!
Nyonya Choi Jung–ja?
Kenapa kau di sini? Kau sudah dipulangkan.
Hai!
Apa kau sendiri? Di mana walimu?
Ini semua uang, tapi mereka membuangnya.
Ambillah karung.
– Aku? – Ada siapa lagi di sini?
Apa kau tahu siapa aku?
Dasar berengsek! Aku mertuamu! Beraninya kau memanggilku nenek!
Kapan kau akan tumbuh?
Kau berjanji akan membahagiakan putriku,...
...tapi kau memberinya kesulitan.
Apa yang akan kau lakukan dengan Mi–yoon?
– Nenek! – Apa? Ambilkan aku karung!
Carilah wali Ny. Choi.
Dia di gedung tambahan rumah sakit.
Choi Jung–ja. Apa kau tak bisa mengingat nama pasien?
Mereka membangun lagi akhirnya.
Apa ini terlalu tak nyaman? Biar kuperiksa.
In–ah?
Tunggulah hingga aku menyelesaikan perawatan.
Ibu?
Aku berjanji akan menjadi dokter baik seperti Ibu dan Ayah.
Tapi itu lebih sulit daripada dugaanku.
Jangan khawatir. Akan kupenuhi janjiku.
Aku takkan menyerah untuk rumah kita...
...dan Se–Ra
Halo?
Dokter Jung?
Apa?
Dulu kau tampan saat muda.
Pintar, sopan, dan tampan.
Semua gadis di dekat rumah menyukaimu.
Tentu saja. Aku tak ingat apa pun...
...tentang diriku sebelumnya. Orang bilang aku berubah.
Aku bahkan tak tahu apa yang berubah.
Itu sama untuk semua orang.
Sulit untuk mengenali diri sendiri.
Kau harus melakukan sesuatu tentang perangaimu.
Itu bukan hal yang bisa kukendalikan.
Aku tak tahu bagaimana aku harus menjalani hidupku.
Aku selalu marah...
...dan tak ada yang tahu seperti apa perasaanku.
– Mungkin aku harus hidup semauku. – Bodoh!
– Kau bilang apa? – Berhentilah memukuli kepalaku!
– Jangan lagi! – Hentikan!
Kau harus terus hidup. Kau harus menjalani hidupmu.
Apa yang dilakukannya di sini?
– Nenek! – Aku tak mau turun!
– Kau harus turun. – Tidak.
– Duduklah di sini. – Aku tak mau turun!
– Tidak! – Aku harus pergi.
– Aku tak mau! – Apa yang kau lakukan?
– Aku tak mau turun! – Kau tak apa–apa?
– Apa yang kau lakukan di sini? – Aku mewakili walinya.
– Maaf aku harus menemuimu lagi. – Terima kasih...
– ...sudah mengatakannya. – Sama–sama.
Bawa saja dia. Dia pasti tersesat jika bukan karena aku.
Kau menjatuhkan wanita tak berdaya.
Menjatuhkan? Dia tak mau melepaskanku.
Katakan yang sebenarnya, Nenek.
Berengsek!
– Berehenti memukuli kepalaku! – Berhenti membentaknya!
– Berengsek! – Nenek!
Meski dia salah, berhentilah membentak suamimu!
Suami?
– Suamiku? – Apa?
– Apa? – Apa?
Ayo. Suami?
Perkembangannya lebih cepat daripada dugaan.
Dia membutuhkan bantuan profesional.
Pasien demensia sulit ditangani bahkan untuk seluruh keluarga.
Itu sulit untuk ditangani sendirian.
– Nenek! – Dia tak apa–apa.
Kita bisa segera pulang.
Nenek! Dia sudah gila.
Kudengar kau bekerja.
Sulit untuk menerima telepon di tempat kerja.
Kurasa sulit untuk merawatnya sambil bekerja.
Dia membutuhkan perawatan profesional.
Ini bisa terjadi lagi.
Kita beruntung bisa menemukannya hari ini.
Lalu apa?
Kau ingin aku melakukan apa?
Mi–yoon.
Pikirkan dengan baik.
Aku akan berusaha agar kita bisa dibantu.
– Kau tak apa–apa? – Aku pusing.
Duduklah di sini.
Apa sulit untuk berdiri?
Kapan ini terjadi? Apa kau sakit kepala?
– Apa kau migrain... – Kau siapa?
Apa kau dokter di rumah sakit ini?
Bukan.
– Dokter, aku sangat pusing. – Kemari dan mendaftarlah.
Bawa dia ke UGD.
EKG. Periksa tekanan darahnya.
– Tekanan darah? – Itu 80.
– Apa yang terjadi? – Pria berusia 50–an,...
...jatuh dari tangga.
Dia sadar tapi pendarahan di kepala.
Rawat dia dan lakukan CT.
– Hubungi ahli bedah saraf. – Ya, Dokter.
Apa kabar? Kami penasaran kenapa kau tak menelepon.
Aku baik–baik saja.
– Bagaimana rumah sakitnya? – Kau pikir kami akan tutup?
Apa kau merindukanku? Maaf.
Ada orang yang sangat merindukanmu.
Nona Choi.
– Apa kau merindukanku? – Bagaimana bisa kau melakukannya?
Tak membalas telepon dan SMS–ku. Apa kau melupakan kami?
Kupikir aku akan merasa sedih jika melihat kalian lagi.
Apa kau tahu betapa sulit untuk berhenti memikirkan kalian?
– Benarkah? – Benar.
– Belajar? – Belajar.
Aku merasa nyaman belakangan ini...
...karena aku tak perlu melihat mereka bersama.
Bagaimana kabarmu?
Aku menikmati kebebasanku.
Katakanlah jika kau butuh bantuan.
Akan kurekomendasikan kau ke rumah sakit universitas.
Nikmatilah selagi kau di sini.
– Dia tak tampak baik. – Itu karena kau.
Berhentilah menikmati kebebasan...
...dan dapatkanlah pekerjaan di rumah sakit yang lebih baik...
...agar dia tak merasa menyesal lagi.
Kau juga bisa membalas dr. Han.
Ada apa dengannya dan wanita tua itu?
Mereka tampaknya bukan tetangga biasa.
Dia tampak baik setelah berhenti dari rumah sakit.
Dengan semua waktu kosong, dia bisa mencari pria.
Aku merasa sial setelah bertemu dengannya.
Operasi otak setelah kecelakaan mobil?
Kudengar itu operasi besar...
...dan ada bagian yang tetap ada di kepalanya.
– Aku tak mau mengatakan apa pun. – Tunggu!
Dia terkenal karena perangainya yang buruk,...
...apa itu gejala setelah operasi? Apa itu efek samping?
Apa ada masalah lain?
Kenapa kau menanyakan ini kepadaku?
– Dokter. – Ada apa ini?
– Dokter Han. – Kutanya apa yang kau lakukan?
Aku meliput berita.
Banyak orang penasaran tentangmu, Dokter.
Tapi aku menemukan hal–hal menarik.
Kecelakaan mobil, operasi otak, pecahan.
– Apa itu menarik bagimu? – Maaf.
Ini kekhawatiran, bukannya ketertarikan.
Dari sisi pasien, siapa yang menginginkan operasi...
...dari dokter dengan bom waktu di kepalanya?
– Aku tak punya masalah... – Itu yang kau pikir.
Aku sudah melakukan riset,...
...pasien dan staf punya opini yang sama,...
...bahwa kau punya banyak masalah.
Tentang kematian Oh Sung–joon, ada banyak kecurigaan.
Hentikan! Kau berlebihan. Ayo, Dokter!
Apa kau akan memukul reporter? Kau akan menyesalinya.
Kau benar. Aku punya bom waktu di kepalaku...
...dan perangai yang buruk.
Kau tahu apa masalahku sebenarnya?
Aku tak tahan dengan manusia sampah seperti kau.
Apa?
Jadi, apa yang kau ingin katakan?
Dokter dengan banyak masalah membunuh pasien?
Tulislah semaumu.
Tapi kau harus siap. Akan kukejar kau hingga ke neraka...
...untuk menghancurkanmu.
Sial.
Pasien memintaku memberikan ini kepadamu.
Halo, dr. Joo
Aku Kim Mi–sook yang pulih melalui perawatanmu.
Aku sedih karena kau meninggalkan rumah sakit,...
...jadi, aku menulis surat ini untukmu dengan sepenuh hatiku.
Dokter Joo yang paling dikagumi. Halo, dr. Joo.
Aku penggemar terbesarmu, Han Seo–yeon.
Semua orang tahu kebaikanmu tak bisa dibandingkan.
Halo, aku Ji–yoon. Terima kasih untuk kebaikanmu.
Halo, dr. Joo. Aku Min.
Aku menulis surat ini karena aku menyayangimu.
Terima kasih.
Kau membuatku terkejut!
Se–ra...
– Boleh kubuka rumah sakit? – Apa?
Membuka rumah sakit. Ibu dan Ayah selalu berkata...
...klinik lokal lebih penting daripada rumah sakit universitas.
Jika aku mengikuti langkah mereka, mereka akan membanggakanku.
– Kau bukan putri kandung mereka. – Se–ra!
Carilah pekerjaan sebelum membuka rumah sakit.
Apa kau sudah gila?
Minggir!
– Hai! Selamat pagi. – Kau tampak baik hari ini.
Kau selalu penuh energi.
Karena itu orang menyebutku pemberi energi.
– Semoga harimu baik. – Apa kau mengenal wanita itu?
– Ya. Kenapa? – Dia mendaftar hari ini,...
...tapi dia banyak bertanya tentangmu. Berhati–hatilah.
– Nona Joo? – Astaga!
– Itu kau. – Dokter Cha?
Kau bekerja di sini?
Aku tak tahu kau anggota di sini.
Aku baru mendaftar hari ini.
Temanku merekomendasikan pusat kebugaran ini
Aku tak tahu kau berolahraga di sini.
Benarkah? Bagaimana dr. Joo? Aku tak bisa menghubunginya...
...setelah dia meninggalkan rumah sakit. Aku khawatir.
Dia menikmati hidupnya.
Apa dia menemukan rumah sakit lain?
– Belum. – Aku harus meneleponnya.
– Aku bisa membantunya. – Tidak.
Kau tak perlu melakukannya. Dia membuka rumah sakit.
Membuka rumah sakit?
Apa kau gila? Jelas jangan. Jangan lakukan itu.
Aku juga tak setuju!
Akan kucarikan rumah sakit lain untukmu.
Jangan pernah! Jangan lakukan itu!
Kenapa tidak?
Kenapa?
– Kau sungguh tak tahu? – Kenapa semua orang menentangnya?
Aku yakin.
Membuka rumah sakit adalah bisnis.
Kau harus menghasilkan uang dalam bisnis.
Kau tahu, kau tak pintar menghasilkan uang.
Aku berani bertaruh dengan upahku tiga bulan...
...bahwa kau akan tutup dalam tiga bulan.
Aku tak seburuk itu dalam berbisnis.
– Totalnya 4.000 won. – Ini.
– Kurang 1.000 won. – Benarkah?
Ini yang kumaksudkan.
– Kenapa? – Tiga bulan terlalu lama.
Kau akan tutup dalam sebulan!
Mereka bahkan tak mendengarkan rencanaku.
Apa aku tak bisa dipercaya?
Hidup yang luar biasa!
Ini tak seperti yang kuduga.
– Kenapa kau bergumam sendiri? – Dokter Cha!
In–ah! Dokter Cha ingin menemuimu, jadi, kuundang dia ke rumah kita.
Boleh, 'kan?
Tentu.
Aku sangat tak setuju.
Kau juga?
Sangat membosankan di rumah sakit tanpamu.
Tolong kembalilah.
Komite kedisiplinan bilang itu bukan salahmu.
Jika ini soal dr. Han, jangan khawatir soal itu.
– Aku akan berbicara dengannya. – Bukan begitu.
Aku mempelajari sesuatu melalui kejadian ini.
Aku tak cocok dengan rumah sakit umum.
Aku tak bisa bergaul.
Aku membuat orang lain tak nyaman.
Itu hal paling sulit,...
...bukan soal kesalahpahaman dan kebencian.
Apa maksudmu? Kau kolega dan dokter yang baik.
Terima kasih sudah mengatakan itu.
– Aku serius. – Aku tahu.
Sebenarnya, aku punya mimpi lama.
Itu hanya mimpi, tapi kuputuskan untuk mewujudkannya.
Sekarang atau takkan pernah.
Ada roti hangat dan kopi di meja. Tak ada waktu konsultasi.
Semua orang bisa datang ke rumah sakit dengan nyaman.
Ini Klinik Untuk Semuanya.
– Apa pendapatmu? – Aku tak yakin.
Semua orang menentangnya, jadi, aku makin mau melakukannya.
Aku ingin menunjukkan rumah sakit ini kepada dunia.
Jadi, kau sudah memutuskan.
Aku mau mencobanya.
Hidup seharusnya menyenangkan...
...dan kau seharusnya melakukan apa pun yang kau mau.
– Kalau begitu, aku akan membantu. – Benarkah?
Kau orang pertama yang setuju denganku!
– Terima kasih! – Namun, jika gagal,...
...kau harus kembali ke rumah sakit kami.
Hei!
Apa yang begitu menyenangkan?
Dokter Cha memutuskan membantuku membuka rumah sakit.
– Benarkah? – Kurasa itu akan menyenangkan.
Lagi pula aku bosan.
Kau sangat tak terduga.
Siapa yang akan berpikir membuka klinik di rumah ini?
Rumah ini?
Di sini?
– Rumah sakit di rumah ini? – Ya.
Kau tak tahu?
Tak apa–apa, 'kan?
Apa kau sudah gila?
Bagaimana bisa kau membuka rumah sakit di sini?
Aku hanya memerlukan kantor kecil di lantai satu.
Pasien bisa menunggu di ruang keluarga dan taman.
Kau jarang keluar kamar dan tak memasak.
Apa kau serius?
Ini lebih baik daripada tak punya pekerjaan!
Kita masih harus membayar cicilan.
– Katamu kau akan menolongku. – Itu karena dr. Cha!
Ada apa antara kau dan dr. Cha?
Itu yang ingin kutanyakan. Ada apa antara kau dan dia?
Itu tak seperti yang kau pikir.
Dokter Cha ramah kepada semua orang.
Jangan lancang.
Apa kau tahu sesuatu soal pria? Kau selalu ditinggalkan pria!
Jangan membahas yang membuatku kesal.
Itu belum pulih. Bagaimanapun, aku akan melakukannya,...
...jadi, jangan menghalangi jika kau takkan membantu.
Aku takkan menghalangimu!
Apa?
Membuka rumah sakit dan berkencan dengan dokter di rumahku?
Pikirmu kau putri kandungnya. Lupakan saja.
Aku takkan menyerahkan dr. Cha kepadamu!
Ucapan kasar oleh dokter itu? Dokter Han? Apa ini masuk akal?
Video ini diedit dengan jahat.
Aku ada di sana bersamanya. Kau tahu dia tak seperti itu.
Dengarkan aku!
Kalian mau ke mana?
Aku harus bertugas.
– Ada apa? – Apa, Dokter?
Tidak, jangan melihatnya.
Apa yang ingin kau katakan?
Dokter dengan banyak masalah membunuh pasien?
Tulislah semamu.
Namun, kau harus bersiap,...
...aku akan mengejarmu hingga ke neraka...
...untuk menghancurkanmu.
Siapa yang mengunggah video absurd ini?
Aku menelepon reporternya, tapi dia tak tahu soal itu.
– Dia mencurigai kita. – Siapa yang mau melakukannya?
Bagaimana bisa kau bersikap seperti ini?
– Aku bisa menjelaskan ini. – Ini bukan masalah penjelasan.
Rumah Sakit Darin adalah kata yang paling dicari hari ini.
Pikirkanlah soal citra kita.
Bukankah kau menonton videonya? Itu disengaja.
Jika kita tak menemukan pengunggahnya dan bertindak,...
...orang akan berpikir itu benar.
Memberi penyebabnya adalah masalah.
– Apa kau tak mengerti? – Dokter.
Selama ada keluhan yang diterima,...
...kita tak bisa mengabaikan masalah ini.
Tindakan kedisiplinan untuk dr. Han...
...harus dipertimbangkan oleh rumah sakit.
Jadi, kalian semua memercayai kecurigaan gila...
...bahwa aku tak bisa berpikir dengan baik karena kecelakaan.
Bahwa aku adalah bom waktu.
Aku berusaha keras menunjukkan bahwa itu tak benar.
Aku menerima semua operasi yang ditolak orang lain...
...dan aku tak pernah gagal.
– Aku berbuat satu kesalahan. – Ini bukan soal itu.
Tidak. Aku bisa melihat di wajahmu.
Aku tahu kau ingin mengatakannya.
Kau curiga, tapi kau membutuhkanku di rumah sakit.
Jadi, kau menungguku gagal! Benar?
– Dokter Han! – Ya! Katakanlah, Direktur!
Aku tak mau bekerja lagi di sini.
– Aku akan berhenti. – Aku tak memintamu berhenti!
Kenapa kau bahkan memberikan penyebabnya?
Karena itu, aku akan berhenti!
Seung–joo, tenanglah.
– Mari membicarakannya. – Soal apa?
Lepaskan aku.
Seung–joo! Tenanglah! Kau memperburuk keadaan.
Apa yang bisa lebih buruk?
– Dokter Han, soal jadwal operasi. – Ada apa soal itu?
Pasien menolak operasi dan pindah ke rumah sakit lain.
– Apa? – Kita harus melakukan sesuatu.
Para pasien cemas soal video itu. Mereka berpikir kau punya masalah.
Aku berusaha memberi tahu...
Seung–joo!
Bodoh!
Bukan kau, 'kan?
– Apa? – Aku tahu kau mampu.
Namun, kuharap itu bukan kau.
Sudah kuduga kau akan ada di sini.
Sudah kubilang jangan minum sendirian.
Sudah dua botol?
Kau bahkan tak menyapa. Kenapa kau di sini?
Kupikir kau akan minum di sini.
Kau seharusnya bersyukur.
Kau sangat membenci dr. Han...
– ...dan aku membuatnya berhenti. – Ada apa dengan kesombongan itu?
Bagaimana bisa kau membuatnya berhenti?
Aku benar–benar melakukannya. Jika aku membelanya,...
...dia masih tetap akan ada di rumah sakit.
Jadi, aku yang membuatnya berhenti.
Aku melakukannya.
Aku menelantarkannya.
Bagus. Aku tak mampu mencegah dr. Joo.
Namun, kau cukup berkuasa untuk membuatnya berhenti.
Ya.
Kerja bagus. Seseorang harus menghentikannya.
Jika kita membiarkannya,...
...dia akan membuat masalah lebih besar.
Aku membiarkannya pergi.
Namun, aku akan membawanya kembali.
Aku akan membawanya kembali!
Baik. Berhenti minum!
– Aku takut saat kau mabuk! – Baiklah.
Jangan khawatir. Tak apa.
Kau tak apa–apa? Jang Ji–yeon?
– Dia jelas mabuk. – Hei.
Hei!
Astaga!
Kau tampan.
Astaga.
Baiklah.
– Kau tampan! – Aku tahu.
Kau memang...
Masuklah.
Jangan mulai menceramahi orang saat kau di sana...
...dan berhentilah menyumpahi!
– Jangan terlibat dalam masalah! – Kau juga!
Bawalah ini bersamamu.
Ini tak banyak.
Belilah sesuatu yang lezat untuk Mi–yoon.
– Ayo masuk. – Ya.
Pergilah.
Aku pasti sudah gila. Aku tak bisa membuka rumah sakit.
Lupakan saja!
– Apa ini? – Sudah kubilang...
...aku tahu banyak soal lisensi. Aku masuk sekolah keperawatan...
...dan mendapatkan lisensi ini di sekolah.
Kenapa kau tak menjadi perawat?
Upahnya kecil dibandingkan pekerjaan lain...
...dan aku tak baik berhadapan dengan orang.
Namun, jika aku bekerja denganmu, aku bisa mempertimbangkannya.
Mi–yoon, terima kasih! Aku akan senang bekerja denganmu.
Terima kasih!
Dokter Cha! Ada apa?
Semua orang meninggalkan rumah sakit. Aku sendirian.
Hidup ini membosankan.
Kudengar dr. Han berhenti.
Bisakah kau kembali ke rumah sakit?
Aku akan bersikap baik.
Aku tak bisa berhenti di sini.
Kau mengerjakan semua ini sendirian?
Bagaimana dengan perusahan konsultan?
Itu terlalu mahal dan aku mau melakukannya sendiri.
Kenapa kau tak memberitahuku? Aku sangat bosan.
Kau bisa mengurus dokumen.
Interior? Peralatan medis? Apa yang harus kukerjakan dulu?
Kau tak perlu melakukannya.
– Dia menawarkan diri. – Ya...
Siapa dia? – Aku perawat, Lee Mi–yoon.
– Senang bertemu denganmu. – Sama–sama!
Kau tampak kuat. Kau tampaknya pekerja yang baik.
Mari kita mulai.
Hei, kau! Kau bisa bekerja lebih baik daripada itu!
Kau meninggalkan noda.
Maaf.
Kenapa hanya kita yang bekerja?
– Bagaimana dengannya? – Alergi cat.
– Namun, ini cat ramah lingkungan. – Ini bahkan tak apa untuk tangan.
Tentu.
Benarkah?
– Dia... – Ada masalah?
Sama sekali tidak!
Kau sangat lambat. Cepatlah!
Ya.
– Dokter Joo, pintunya. – Baik.
Dokter Han memang menerima operasi otak,...
...tapi memiliki pengaruh dalam pekerjaan...
...adalah masalah penilaian.
Ya. Baik.
– Maaf, aku tak sengaja mendengar. – Tak apa–apa.
Apa ini akan menghentikannya menjadi dokter?
Jangan bilang...
– Apa kau mengkhawatirkannya? – Tidak.
Menjadi dokter adalah segalanya baginya,...
...tapi jika tak bisa begitu, dia akan terpukul.
Aku merasa tak enak.
Dokter Joo. Dia menyingkirkanmu tanpa alasan!
Kau seharusnya mengatakan ini keadilan yang menghukum.
Kau benar. Namun, aku bisa memenuhi mimpiku.
Aku ingin berterima kasih kepadanya.
Namun, dia akan makin marah,...
...berpikir kau membuatnya marah lagi.
Kau benar.
Akan kubatalkan perasaanku untuknya.
Aku tak pernah memikirkan itu.
Akan kuusahakan, tapi jangan menantikannya.
Bagaimana kesehatanmu?
– Ada rumor. – Sampai jumpa.
Teruslah berhubungan.
– Dokter? –Maaf.
Mereka tak punya rencana merekrut tahun ini.
Jujurlah kepadaku.
Bahkan dengan kemampuanmu, kurasa akan sulit kali ini.
Itu akan sama untuk rumah sakit lain.
Setelah kejadian video itu dilupakan...
Apa yang ingin kau katakan?
Apa yang ingin kau katakan?
Dokter dengan banyak masalah membunuh pasien?
Tulislah semaumu.
Mi–yoon?
Joo In–ah!
Kita akan makan apa? Aku yang mentraktir hari ini.
– Jelas daging! – Apa kau masih lapar?
Kau sudah gemuk.
– Lihat siapa yang berbicara. – Ada apa denganku?
Kau mau kutunjukkan satu per satu?
Aku bisa menuntutmu atas pelecehan seksual.
Kenapa kau sangat tak sopan?
– Aku lebih tua darimu. – Selamat.
Aku lebih dewasa secara mental. Kau juga bisa tak sopan kepadaku.
– Kau ini... – Seperti itu.
Menyerahlah. Bahkan aku tak bisa menang.
Mari makan daging!
Seung–joo?
– Apa kau yang melakukannya? – Apa?
Aku bertanya apa kau yang melakukan ini!
– Mi–yoon? – Aku yang mengunggahnya.
Namun, ada apa dengan itu?
Kututupi wajahmu dan tak menyebut nama rumah sakitnya.
Bukan hanya itu.
Bagaimana dengan tulisannya? Kau berusaha menghancurkanku!
Apa maksudmu?
Itu memang disengaja.
Namun, bukan aku yang menulisnya. Bukan aku!
Jangan berpura–pura tak tahu. Apa dia memintamu melakukan itu?
Bagaimana dia tahu apa yang bahkan tak kuketahui?
Kau melatihnya dengan baik.
Jujur saja. Kau melakukan ini bersamanya!
Apa kau benar–benar harus membalas dendam?
Apa kau merasa lebih baik?
Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Membuka rumah sakit? Biayanya akan banyak.
Dua ratus juta. Bagaimana aku bisa membayarnya dalam seulan?
– Masuklah! – Berhenti!
Mari makan.
Kreditur, Han Seung–joo?
Dua ratus juta?
Dokter Han pindah ke sini.
Aku tidur sangat lelap.
Keputusan bagus untuk pergi.
– Apa yang kau lakukan di sini? – Dokter Han?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.