Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-= www.OpenSubtitles.org =-
Era awal Dinasti Ching, Kaisar Hsuan-Hua punya 4 Jenderal karena terlalu muda memimpin negara.
Di antara mereka, Ao Byelah yang paling kejam.
Ia gemar mengancam kaisar, dan menganiaya para penasehat negara.
Sehingga Delapan Partai sangat membenci Ao Bye.
Terutama Chang Chin Nan, kepala Partai Tien-Di
Siang dan malam, Tien-Di berusaha membunuh Ao
Ada yang datang.
Tuan, mereka Kesatuan Tien-Di.
Mundur!
Kungfumu tak tertandingi, Tuan Ao.
Mereka semua pasti mati,
karena aku akan mendapat perintah untuk menangkap Chang Chin Nan.
Siap!
Hoi Tai-Fu berlutut untuk Yang Mulia.
Berdiri! / Baik.
Jadi bagaimana sejauh ini?
Kepala dari 7 Partai sudah terlihat.
Mereka akan tiba di kota Li Chun tepat waktu.
Bagaimana selanjutnya menurutmu?
Yang Mulia. Ao Bye menumbangkan Partai Putih (Tien-Di) dan menindas yang lain.
Namun, Ao punya banyak pasukan, mereka tak berani melawan Ao Bye.
Kali ini, Yang Mulia harus menumpas Ao. Dan selanjutnya...
7 Partai siap menunggu perintah.
Tapi, ini kasus besar, Aku tak mau menggunakan cara preman.
Harus dengan cara persuasif. Ini bukan waktu yang pas untuk perang.
Dengar baik-baik. Kecuali kau dan Tujuh Partai,
Yang mengetahui ini harus mati.
Aku sudah dewasa.
Aku tak ingin dikendalikan seperti boneka.
Yang Mulia sangat bijaksana!
Mereka cantik-cantik sekali.
Gadis yang ada di atas, turunlah dan hibur para tamu!
Pergi sana! Aku mau dengar dia bercerita.
Terima kasih, saudara-saudara.
Suatu kehormatan bagiku bisa ada di sini.
Hari ini, topiknya adalah Ketua Tien-Di, Chang Chin Nan.
Semua cerita tentang Chang Chin Nan di sini hanyalah hoax.
Tingginya 8 kaki Dan lebar pinggangnya 8 kaki.
Ha? Kotak dong?!
Iya, bentuknya kotak, Berbeda dengan manusia normal.
Sekarang diam kau, pelayan.
Nama jurus andalannya adalah:
"Telapak Bayangan dari Langit"
dari ratusan kilometer, hanya dengan sekali pukul,
Orang, hewan, udang, kutu, kepiting, semua menjadi debu.
Namun, sulit untuk mencari orangnya.
Tapi, tanpa sengaja aku melihat setengah wajahnya.
Wajahnya digergaji? apa gunanya melihat setengah wajah?
Dia hanya tutupi separuh wajahnya, buta huruf!
Jika kau mendengar lagu "Balonku" setengah-setengah di sekolah,
Apa artinya kau tidak pernah sekolah?
Meskipun aku hanya melihat setengah wajah, tapi hatiku merasa satu.
Lalu aku potong kepala ayam, membakar kertas kuning.
dan jadi Kakaknya.
WSB! Ngomong apa kau ini?
Kau tidak buat para gadis melayani tamu.
Mereka sendiri yang mau mendengar ceritaku.
Main perempuan berbahaya bagi kesehatan, lebih baik mereka di sini.
Lebih baik? Kakakmu juga pelacur di sini.
Kau tidak berguna, makan kotoran sana!
Kotoran bagus untuk kesehatan, sebaiknya kau makan sendiri.
Aku? Minta dihajar kau!
Terima kasih orang buta.
Tidak masalah, orang aneh.
Maaf, tuan jangan tersinggung.
WSB, minta maaf! / kau yang minta maaf!
Aku? Benar-benar minta dihajar! / Tolong!
Ada yang sakit! Cari seseorang untuk membantunya.
Ada yang sakit? Panggil kakakku ke sini!
Siapa kakakmu?
Dokter terbaik sekaligus tercantik, Wei Chun Hua.
*Malu aku*
Modelnya kacau sekali.
Tidak ada waktu bicarakan itu.
Tujuh Partai sudah menunggu di lantai atas.
Ini dia, sakit apa dia?
Bagaimana kondisinya? Sini coba lihat.
Siapa di sana?!
Woy. Jika sudah sekarat, lempar saja ke laut.
Halah, dia tidak akan mati.
Dia adalah Tun Men Chi. Mati atau tidak, aku tidak tahu.
Mudah. Angkat dia / Untuk apa?
Menurut pengalamanku,
jika sakit begini, ambil jepit rambut,
tusuk punggungnya! Maka kentutnya akan keluar.
Balikkan badannya.
Hampir saja kena tembak!
Jangan lihat! Pergi pergi!
Jangan bergerak!
Ada apa?
Jangan bergerak!
Kami mencari Chang Chin Nan.
Geledah! / Baik!
Yang Mulia!
Apa yang terjadi?
Pihak pusukan Ao Bye sedang mencari Chang Chin Nan.
Mereka mencariku juga?
Sepertinya tidak.
Ada apa ya?! Ada apa?
Siapa di sini yang tahu di mana Chang Chin Nan?
Dia orangnya! / Aku hanya tukang cerita!
Bawa dia untuk diselikidi.
Jangan tangkap orang tak bersalah!
Aku Chang Chin Nan.
Chang Chin Nan?
Tuan Chang, silakan pergi!
Jangan jadi penyecut. Mereka hanya menakut-nakuti kita saja.
Hebat, hebat!
Diam kau!
Ikuti aku!
Mati kau!
Wadoh!
Jangan takut! Aku datang untuk menyelamatkanmu.
Silakan ikut aku.
Masuk sana.
Lubang anjing? / Iya
Tidak punya harga diri!
Hei, ini adalah lubang keluar.
Mereka tidak akan menyangka anda lewat sini.
Pahlawan harus tahu kapan untuk mundur, hidup anda lebih penting.
Cepat!!
Jenderal bagaimana?
Mati!
Aku akan mengambil air untuk membersihkannya.
Jangan,
Serbuk kapur akan membakar mataku jika terkena air.
Jadi bagaimana?
Gunakan minyak sayur.
Aku akan mengambilnya.
Tunggu!
Kau siapa?
Aku Hoi Tai-Fu. Kepala kasim Kerajaan.
Oh, Tuan Hoi. Aku ...
Aku membawa titah Kaisar ke sini.
Evakuasi semua prajurit di sini.
Iya!
Perintahku adalah untuk membunuh Ao Bye.
Baik!
Bagaimana kabar semuanya? / Yang Mulia.
Semuanya sudah dievakuasi, Yang Mulia bisa kembali.
Bagus
Ketua memerintahkan kita untuk pergi.
Baik. / Kami pergi.
Mereka sudah pergi.
Ya, aku harus pergi juga.
Tidak apa-apa. Tapi bawa dia denganmu
Semua orang tahu dia selamatkan hidupmu.
Agar dia tak jadi masalah di sini.
Pahlawan Chang, aku mengagumimu.
Terimalah aku sebagai murid.
Kau?
Dia menyelamatkan hidupmu, kau harus membalasnya.
Jika kau tidak mau, akan kutendang dia.
Supaya dia dapat pekerjaan. Bagaimana?
Berbahaya menjadi anggota Tien-Di,
Kau akan menyesal
Kalau diajari kungfu, aku tidak akan takut.
Siapa namamu?
Wei Shew Bao (WSB).
Kau muridku sekarang. Siapkan upacara.
Makasih.. Makasih .. Makasih.. Makasih ..
Makasih.. Makasih .. Makasih.. Makasih ..
Makasih.. Makasih .. Makasih.. Makasih ..
Makasih.. Makasih .. Makasih.. Makasih ..
Setelah bayar uang, potong ayam dan membakar kertas kuning,
kau akan menjadi anggota Tien-Di.
Sekarang kau akan terdaftar sebagai anggota Tien-Di.
Kami punya 10 Prinsip Partai, 20 Disiplin.
30 aturan ketat, 80 aturan longgar.
Jika kau melanggar salah satu, walaupun kau masih magang,
kau harus dihukum 81 tikaman pisau.
Jangan khawatir. Satu sudah cukup.
Omong kosong, berdiri.
Jenderal Tien-Di telah dibunuh oleh Ao Bye.
Kita harus mengikuti aturan,
Kita harus membalasnya.
Kita harus bunuh Ao, kemudian kaisar.
Setelah itu kita bangkitkan dinasti Ming.
Jatuhkah Ching, Hidupkan Ming!
Aku punya tugas berbahaya.
Dan aku membutuhkan relawan.
Apa tugasnya?
Mencuri "Kitab 42 Bab" di Istana.
Dalam buku itu,
ada sebuah rahasia penting.
Jika kita mengetahui rahasia itu,
kita bisa bangkitkan dinasti Ming. Dan semua properti warga kita kembalikan.
Kita bahkan dapat mengalahkan Naga Suci.
Kemudian, hari-hari mereka akan kita ketahui,
Kita dapat mengembalikan negara kita dengan cepat.
Jadi, aku akan menunjuk seseorang untuk mencurinya.
Namun, itu sulit.
Karena sama saja bunuh diri.
Yang bersedia, silakan berdiri.
Pergi sana, pergi.
Bao, kau anggota baru Tien-Di
tapi ingin mengambil resiko.
Aku bangga bisa mengirimmu.
Iya, tapi karena kursinya...
Janji adalah janji.
Jika melanggar, akan dihukum.
Hukum dari Ke-8 partai, potong tangan atau kaki.
Sebenarnya ini Tien-Di, atau tempat tipu-tipu?
Ikut aku.
Bao, kau cerdas.
Aku bisa saja pakai Orang Dalam,
tapi tidak bisa jika dengan mereka.
Aku tidak mengerti.
Sebagian besar di sana adalah intelektual dan sarjana.
Jadi, untuk melawan Ching,
kita terpaksa menggunakan orang bodoh.
Kau tidak boleh mengatakan yang sebenarnya kepada mereka.
Kau harus pandai-pandai bicara,
supaya kau bisa masuk istana.
Jadi, "Jatuhkah Ching, Hidupkan Ming" hanya slogan.
Sama seperti "Asolole, joss!"
Mereka menindas kita, merampok uang dan wanita kita.
Jadi, kita harus jatuhkan dinasti Ching.
Untuk mendapatkan uang dan wanita kan?
Untuk bangkitkan Dinasti Ming, harus gunakan kekuatan penuh.
Kita semua cerdas. Kita harus berusaha... terus.
Singkatnya, jika kita berhasil,
kita akan punya uang banyak dan wanita.
Apa kau mau? / Pasti!
Tapi ajari aku kungfu dulu.
Aku bisa mengajarkanmu kungfu terbaik di dunia.
Tebal sekali?! Butuh sebulan untuk membacanya.
Ini hanya Katalog.
Penjabarannya, ada di tumpukan sana.
Wah, setidaknya satu tahun.
Aku baca selama 3 tahun, Prakteknya 30 tahun.
Dan akhirnya menguasainya.
30 tahun? Berapa banyak waktu yang aku punya?
Hanya satu malam.
Satu malam? Apa guru sudah tidak waras?
Tidak, baca saja. Jika tidak, kau akan mati.
Mau diperkosa ya?
Jika sebagai mata-mata, kau bertemu anggota lainnya.
Kenali dia dari tandanya.
Aku akan tato "Jatuhkah Ching, Hidupkan Ming".
Geli
"Ching", "Ming"?
Kaki satunya.
Nanti saja.
Aku mau buat sendiri. Kata apa yang harus kubuat?
Jangan lupa.
Atau kau akan dibunuh oleh orang-orang kami,
dengan tidak layak.
Bao, kau akan masuk istana sebagai koki.
Nanti ada orang menjemputmu, Kodenya adalah kedipan.
Wow. Antrenya panjang. Bisa mati aku.
Kenapa tidak ada yang berbaris di sini?
Kakak, apa di sini tempat pendaftaran juga?
Ya, ya. Mari.
Terima kasih.
[Tempat Kebiri untuk Calon Kasim]
Wah. Tempat apa ini?
Kenapa diikat begini?
Untuk menjadi kasim, kau harus dikebiri.
Siapa yang mau jadi kasim? / Tentu saja kau.
Kasim dengkulmu! Aku masih ingin punya penis!
Kita harus potong. Sudah aturan.
Kau akan untung banyak.
Jangan bercanda om. [Kedip-kedip]
Siapa yang bercanda?
Apa-apaan ini. Aku masih butuh penis!
Biarkan aku pergi, aku mau berbaris di sana.
Kau tak bisa keluar tanpa dikebiri!
Buang waktu. Tahan dia, Aku potong sekarang.
Tunggu! Tahan dulu.
Tuan Hoi. Kenapa...
Kenapa?
Jika dikebiri, dia tidak bisa berjalan selama dua bulan.
Lepaskan, aku akan bawa dia ke istana,
dan kukebiri di istana.
Tapi...
Tapi apa? Lepaskan aku!
Maaf sudah mengganggu.
Kita pernah bertemu?
Kita ketemu nanti malam.
Mau kabur? Kuei, ganti bajunya.
Dan kau tak bisa pakai nama aslimu.
Namamu Chun sekarang.
Chun? Jelek sekali?
Chun. Dalam istana, patrolinya sangat ketat.
Lima langkah dan berhenti. Sepuluh langkah & berhenti lagi.
Tidak bisa sembarangan.
Jika melanggar, kau dipenggal. Mengerti?
Kau takut?
Tidak.
Lalu, kenapa minta gendong?
Aku pikir anda suka. Maaf.
Kuei.
Lampu! / Baik.
Di mana kau?!
Di sini Tuan Hoi?
Tidak ada. Aku hanya bersihkan kacamatamu.
Apa kotor?
Sedikit.
kau sangat tampan dan berkarisma.
Kumismu sangat berkelas.
Tanpa kumispun, tuan masih keren.
Jangan bercanda kau Chun.
Aku tidak berani.
Ini kumis palsu.
Kasim bukan manusia seutuhnya.
Kumis ini palsu.
Hormatilah aku sedikit saja.
Apa yang kau lakukan?
Tuan.
Apa ini? Yang ada dalam gelas?
Penis.
Penis?
Penis rusa.
Penis macan.
Penis sapi.
Waw, yang ini pasti gajah.
Bukan. Itu penis manusia.
Aku masih bayi ketika aku dikebiri.
Wow. begitu besar. Seandainya punyaku seperti ini.
Ketika aku memolesnya, aku taruh di tempat yang salah. Yang ini...
Ini lobak.
Biar aku lihat.
Aku tidak bisa melihat apa-apa.
Gunakan ini, kau dapat melihat lebih jelas.
Aku lihat. Wow! Sangat kecil.
Aku dikebiri ketika berusia satu tahun. Itu sangat berarti.
Orang yang memotongnya pasti punya penglihatan yang super.
Penis semua orang ada pada tempatnya,
Aku takut kehilangan. Jadi, aku taruh di situ.
Jangan khawatir, Aku akan mengawasinya.
Aku ingin buang air kecil.
Tuan. Saat kau buang air kecil, kau berdiri atau jongkok.
Apa katamu?!
Aku pikir sambil berbaring.
Harus mengantri buang air kecil?
Bodo amat.
Keberatan jika kencing di sini?
Kok ada orang kencing sambil keluar darah?
Chun, Kungfu apa yang kau pelajari?
Kepangmu bisa berdiri sendiri.
Ada... / Ada apa?
Banyak... / Mayat...?
Dari mana kau tahu?
Kenapa kau tahu kepanganku sedang berdiri?
Aku punya mata.
Kau tidak buta?
Yang bilang buta siapa?
Tidak ada.
Jika para kasim tidak mati semua,
Aku tak akan membuat pengecualian untukmu datang tanpa dikebiri.
Malam ini, kau dan Kuei pergi ke kamar Ibu Ratu,
Cari sesuatu yang penting bagiku.
Tuanku,
Semua orang masuk ke istana Ratu
Keesokan paginya, mereka ditemukan mati di kebun.
Ampuni aku. Kumohon.
Jangan jadi pengecut.
Aku pendatang baru.
Kau sudah lama kerja di sini, tapi ingin melarikan diri?
Tuan, jangan khawatir.
Aku ini akan membujuknya. Biar dia pergi sendiri.
Jika kau tidak pergi, aku akan memukulmu.
Tuan, aku terluka. Aku mau cuti dua hari.
Malam ini aku tidak bisa pergi.
Kuei. Kau pikir, kau bisa bisa kabur dengan cara seperti itu?
Aku mati, dia mati. Lebih baik aku lari.
Jurus Pelebur Tulang.
Jurus Pelebur Tulang.
Jurus Pelebur Tulang.
Mau kabur?
Tuan bisa memukulnya tanpa menyentuhnya.
Tuan Hoi, Kau memang sakti. Kungfumu lebih hebat dariku.
Apa yang terjadi?
Sudah lihat?
"Jurus Pelebur Tulang"?
Aku akan memukulmu juga.
Ini pasti mimpi.
Kenapa kau?
Aku dipukul, tulangku juga melunak.
Kau terlambat.
Terlambat?
Lihat tangan kirimu.
Jika udara hijau itu sampai ke siku,
tulangmu akan mati rasa.
Tapi, setidaknya hidupmu masih satu bulan lagi.
Tuan, kenapa kau melakukan ini?
Jika kau berhasil masuk dan mendapatkannya,
aku akan menyembuhkanmu.
Kau menggunakannya lagi. / Yang barusan bukan.
Apa yang harus aku lakukan?
Mencuri "Kitab 42 Bab".
"Kitab 42 Bab"?
Jangan bicara lagi. Kita pergi.
Jangan takut.
Sekarang Ratu sedang berdoa kepada Buddha di Kuil Shang-Ha.
Biasanya minimal 2 jam.
Setelah mengambil buku itu Kembali padaku segera.
Jika mereka kembali, apa yang harus kulakukan?
Aku akan melindungimu. Turun!
Tinggi sekali? Bagaimana turunnya?!
Tanganku bisa mengirimmu ke sana, Tidak apa-apa.
Untunglah aku baik-baik saja.
Hanya kebetulan.
Ibu Ratu sudah kembali.
Cepat sekali!
Ternyata Ibu Ratu sangat cantik.
Ibu Ratu. Karena kau sedang sakit,
aku akan membantumu berganti pakaian.
Sungguh kesempatan yang langka.
Aku akan mencobanya.
Buka!
Buka!
Wah, Ibu Ratu ahli kungfu juga.
Tidak mungkin. Ternyata mudah sekali.
Kasim sialan, mau mencuri?
Siapa namamu?
Kau tak kenal siapa aku? Apa kau baru di sini?
Iya, boleh aku pinjam bukumu, pak?
Pak? Menurutmu, siapa aku ini?
Kau kasim juga kan?
Iya.
Sesama kasim jangan saling tuduh. Kembalikan!
Tidak mau.
Jika kau tidak mau, kupukul kau.
Walaupun kau berikan sekarang, aku tetap memukulmu!
Keterlaluan! Kubunuh kau!
Tolong, kakak! / Jangan lari!
Tidak masalah. Hanya kebetulan.
Berhenti, jangan lari!
Kakak, tolong! Dia mengejarku!
Siapa kau? / Bukan urusanmu!
Ada apa?
Jangan pikir aku takut dua lawan satu.
Kembalikan sekarang juga.
Jika berani, sini!
Siapa dia? Siapa atasannya?
Akan kuberitahu dia untuk menghukumnya.
Jangan! Dia itu bodoh.
Dia pikir kita ini kasim juga.
Benarkah?
Biasanya kasim melihat kita langsung diam, tapi dia tidak.
Dia memukulku sekuat tenaga.
Kalau berani ke sini. / Kuhajar kalian!
Ini jebakan. Aku tidak bodoh!
Jika memang pria, ayo ke sini!
Kau ingin bertarung?
Tidak, tapi aku suka mengalahkan seseorang.
Apa aturannya?
Aku punya tiga aturan:
Pertama, kau tidak boleh pukul wajahku.
Kedua, aku boleh pukul wajahmu!
Kasim licik!
Berhenti!
Kenapa?!
Dia yang mengambil bukuku.
Aku akan lanjutkan setelah dia mengembalikannya.
Sakit.
Apa kau mengambil barangnya?
Tidak, aku tidak mengambilnya.
Pukul saja dia, pukul!
Bukunya di tanganmu, masih menyangkal?
Aku akan laporkan tuanku ke sini.
Tuanku sangat kuat. Kau akan berdarah hanya dengan bersin.
Siapa tuanmu?
Jangan main-main, kasim sialan.
Dia adalah pahlawan pendiam. Hoi Tai-Fu. Tuan Hoi.
Hoi adalah tuanmu? / Iya.
Kau tertawa karena takut kan?
Kak, dia lucu kan?
Iya. Tapi kungfunya berantakan.
Tulis saja... [bisik-bisik]
Kau tidak perlu menulis surat untuk minta maaf.
Buang-buang waktu saja.
Besok kita lanjutkan lagi.
Jika kau bisa menang besok,
buku ini aku berikan kepadamu,
dan tambah satu lagi.
Kau punya satu lagi?
Tentu saja. Kami juga tidak tahu apa gunanya.
Kakak.
Di istana ada kasim yang seusiamu dan bisa kungfu?!
Aku juga dipukuli.
Sekarang dia menahan Buku "Kitab 42 Bab"
Dan aku harus menang melawannya besok, jika ingin bukunya kembali.
Lagi?
Beraninya kau berbohong setelah terkena pukulanku?!
Tidak, dia berhenti setelah kusebut namamu.
Dan dia memberimu surat.
Kasim Hoi, kasim ini lucu, tapi kungfunya kacau.
Ajarkan dia kungfu. Sehingga aku bisa bermain dengannya.
Ingat, jangan pernah menghukumnya.
Dan jangan perlakukan dia buruk.
Turuti perintahnya,
Atau, aku tidak akan bahagia.
Ha? Ada apa?
Tuan Chun.
Kungfu apa yang ingin kau pelajari?
Apa Hoi punya hutang dengan kasim itu?
Kungfu? Jurus Pelebur Tulang.
Baik.
Jika kau sanggup berlatih selama 30 sampai 50 tahun.
Wow. Aku pasti sudah mati sebelum menguasai tersebut.
Jangan bercanda!
Benar. Dan jurus itu berbahaya.
Aku takut kau tak sanggup...
Sanggup apa?
Tak sanggup terluka.
Lalu, apa teknik terbaikmu. Kasih lihat sini.
Apa lagi?
Aku lapar.
Siapkan makanan untukku.
Gerakan macam apa itu?
Kau kelelahan sekali? Ganti yang lebih mudah!
Coba bantu pecahkan. Biar cepat.
Satu besar satu kecil? Bagaimana kalau orang tahu?
Ganti.
Loncat ke atas dan bawah, tidak menarik sama sekali.
Ajarkan aku yang benar-benar menarik!
Jangan buat aku marah.
Chun. Tinggal pilih! Jangan main-main!
Kau diminta melatih kungfu...
Apa-apaan ini?
Ingin melarikan diri?
Kau benar-benar menyebalkan.
Pergilah ke neraka.
Tunggu!
Kenapa?
Apa nama jurus tadi itu?
"Jurus Grepe Muncar".
"Jurus Grepe Muncar"?
Kenapa?
Aku mau belajar yang ini.
Yang ini?
Aku bisa belajar sambil tidur juga.
Baik!
Dari mana kau belajar itu?
Kau tak perlu tahu.
Biasanya, aku pakai ini pada wanita.
Aku pikir kau orang baik,
Sekarang kau rasakan akibatnya.
Kakak, kungfumu buruk sekali hari ini. Kau tidak bisa menang?
Jangan mendekat, Dia mainnya aneh!
Sakit di sini. / Itu karena kakak tidak serius.
Tidak boleh pukul wajah. / Tapi kau remas dadaku.
Aku cari makan dengan wajah ini.
Jangan pegang anuku! / Kau tidak bisa melawan.
Hanya Kaisar yang punya ini. Kau pikir siapa kau?
Aku harus ngomong apa?
"Menyerah atau tidak?"
Lepaskan! Menyerah atau tidak?
Menyerah! / Aku menang.
Wah, kakak kalah.
Sakitlah. Jangan lakukan itu lagi!
Bagaimana? / Sakit bego'!
Kenapa kau punya nganu?
Kau bilang sendiri, hanya Kaisar yang memilikinya ...
Kaisar?
Yang Mulia, Ao Bye datang menghadap!
Gimana sekarang?
Kalkun tua.
Dia berani menemuiku saat aku belajar. Dia sudah kelewatan.
Sembunyi sana.
Cepat. Cepat! Sembunyi!
Di bawah sana.
Ao Bye berlutut kepada Yang Mulia.
Berdiri.
Terima kasih Yang Mulia.
Ada urusan apa kalian ... bertemu denganku?
Tolong beri perintah untuk menangkap Sony.
Ada apa antara kau dan dia?
Kalian sama-sama asistenku.
Dia mengatur negara bagian sendiri, kenapa harus menangkapnya?
Dia melakukan kejahatan yang mengerikan, banyak warga mengeluh.
Departemen pertahanan tidak puas.
Jika membiarkan dia lolos, nanti dia akan lebih berontak lagi.
Jadi kami meminta Yang Mulia untuk melakukannya.
Silakan berikan perintahmu, Yang Mulia!
Jika tidak ada bukti, aku tidak bisa memberikan perintah.
Kata-kata aku adalah bukti.
Aku mengontrol begitu banyak tentara.
Kata-kataku dapat dipegang.
Pejabat dan Partai, dan staf negara.
Kau berpikir aku berbohong?
Jika aku berbohong kepadamu, mungkikah mereka berbohong kepadamu juga?
Mohon pikirkan lagi.
Aku akan mempertimbangkannya.
Orang-orang banyak yang menderita.
Mohon jangan buang-buang waktu.
Aku perlu... / Yang Mulia.
Yang Mulia. Aku bekerja untukmu!
Kau...
Dia Ao Bye?
Kasar sekali orangnya?
Apa yang kau lakukan? Aku bukan perempuan.
Aku tahu. Tapi kau juga bukan laki-laki!
Jangan sembarangan pakai itu. / Haiya!
Siapa itu?
Ini aku.
Seorang kasim? Kanapa kau bersembunyi di sana!
Hayo tabak?
Pengawal. Bawa dia keluar dan penggal kepalanya.
Tunggu! / Tunggu! -
Memang kenapa? / Karena dia adalah pengawal rahasiaku.
Pengawal Rahasia! Pengawal Rahasia!
Aku belum pernah dengar apa itu?
Kau bicara begitu keras kepada Yang Mulia. Mau mati konyol?
Yang Mulia :) Dengar?!
Dia sangat kelewatan.
Siapa namamu? Berapa umurmu? Di mana kau bekerja?
Jangan lihat! Bicara!
Kenapa kalian berdiri? Berlutut!
Apa lagi?! Bicara!!
Yang Mulia. Aku tidak peduli siapa dia,
Aku hanya ingin kau membuat perintah untuk menangkap Sony.
Kenapa Yang Mulia harus menurutimu? Dia punya rencana sendiri.
Sony main mata dengan wanita tua dan merayu istrimu, kita tahu.
Omong kosong! / Aku belum selesai.
Sebenarnya, aku ini orang dalam. Ya kan?
Ya! / Manusia emas.
Di antara manusia-manusia ini.
Dan Sony tahu kau ingin membunuhnya.
Mungkin kau adalah kelompok yang sama yang ingin kau bunuh.
Omong kosong. Aku mengontrol jutaan tentara.
Apakah aku layak bicara seperti itu?
Apa? / Apa ya?
Mengancam!
Apa kalian dengar dia mengancaman Yang Mulia?
Tidak!
Tapi Yang Mulia dan aku yang mendengarnya.
Pengawal! Penggal dia! / Baik!
Tunggu! Aku pikir kau pantas diberi kesempatan.
Hanya untuk sekali. Pergi.
Aku akan membunuhmu.
Terima kasih, tapi itu bukan urusanmu.
Semua orang harus mati jika Kaisar ingin mereka mati.
Tapi kau tak tahu kapan kau mati.
Ao Bye, aku tahu bagaimana menghadapi Sony.
Aku akan memberikannya hadiah besok.
Kau dan pejabat lain boleh pergi sekarang.
Terima kasih, Yang Mulia.
Apa itu Pengawal Rahasia?
Yang Mulia, aku pergi.
Kakak.
Chun lebih berani darimu.
Kau begitu takut.
Terima kasih atas bantuannya.
Tidak perlu begitu.
Aku telah memukulmu, Yang Mulia.
Maafkan aku, Yang Mulia.
Kau tidak sengaja.
Terima kasih, Yang Mulia.
Kak. Chun lucu, Maukah kau berikan Chun padaku?
Berhenti bermain-main.
Berdiri! Aku perlu orang baru untuk membantuku sekarang.
Kau cerdas dan berani,
Kau mau melayaniku?
Ini suatu kebanggaan bagiku.
Bagus, sekarang kau mata-mataku.
Laksanakan.
Kau harus memata-matai Ao Bye dan Hoi Tai-Fu.
Tuan Hoi?
Hoi Tai-Fu adalah orang penting.
Tapi dia bertingkah aneh akhir-akhir ini, dia mungkin memiliki niat jahat.
Selain itu, dia tidak menyukai Ibu Ratu.
Kau harus mengikuti gerak mereka, biar aku tahu apa yang dia lakukan.
Baik.
Semua yang kita bicarakan hari ini,
hanya boleh diketahui oleh kita bertiga saja. Jika kau langgar,
kepalamu akan dipenggal.
Baiklah. Apakah dia juga?
Tentu saja!
Yang Mulia, aku setia kepada Yang Mulia sepenuh hati!
Setiap aku memanggilmu, tugasmu hanya untuk memata-matai saja.
Baik!
Apa boleh main sekarang?
Cerita ini berjudul: "Akar Pohon Tua".
Aku berbalik untuk melihat bagian bawahnya.
Dia melihat ke belakang.
Kemudian tiba-tiba si Singa mencuri buah persik.
Maksudnya "Monyet Mencuri Persik"?
Bukan monyet. Singa memang tidak makan buah.
Jangan menyela, bodoh.
Singa tidak berhasil mencuri persik. Dia tidak dapat apa-apa.
Hanya mendapatkan banyak rambut.
Coba tebak?
Karena rambutnya di ketiak?
Salah.
Omong kosong!
Kau berpikir kau orang pertama yang merencanakannya?
Sudah kusiapkan dari awal.
Selain Jurus Pelebur Tulang, aku punya jurus lain.
"Jurus Kaki Terbang".
Di mana "Buku 43 Bab"?
Aku lupa di mana menaruhnya.
Apa udara hijau sampai ke sikumu?
Sebentar lagi, kau akan sembuhkan racun ini,
Aku tahu itu...
Mau main kotor?
Siapa itu?
Tuan Hoi, Ratu Ibu menyuruh kami ke sini.
Aku sakit, jadi tidak bisa menyambut dia di luar. Ada hal lain?
Ibu Ratu meminta Chun untuk datang menemuinya.
Apa Chun melakukan hal bodoh lagi?
Lakukan saja. Apa Chun melakukan hal bodoh lagi?
Lakukan saja.
Suruh dia keluar, ini perintah.
Kenapa dia mencarimu?
Karena aku seorang pecinta wanita.
Baik. Ini adalah racun
Masukan ke dalam teh atau anggur jika ada kesempatan.
Berbahaya sekali.
Aku akan melindungimu dari jauh.
Pergi, goblok.
Apakah kau tuan Chun? / Iya.
Ibu Ratu ingin melihatku? Tolong antarkan ke sana.
Memang tadi aku bilang apa?!
Kalian nafsu sekali.
Boleh diperkosa, tapi jangan dibunuh.
Apakah Ibu Ratu tahu kalau aku tidak dikebiri?
Berarti aku dapat masalah.
Sialan!
Kau. / Kau tidak mengenaliku?
Siapa? Siapa ya?
Kau pikir kau bisa melarikan diri dariku,
hanya karena kakakku tak memberitahumu.
Aku bisa minta pelayan Ibu untuk menangkapmu.
Ibu? Ibu Ratu adalah...
..adalah ibuku. Dan kakakku adalah Kaisar.
Kau adalah...
Putri Jian-Ning, ingat?
Terlambat, penghinaan! Penggal!
Jangan terlalu serius. Aku sedang tidak bisa bergerak.
Aku tidak peduli, Penggal!
Kucongkel matamu, potong hidungmu.
Atau mengebirimu?
Jika ingin minta pendapatku, Bebaskan aku dulu.
Lalu kau boleh lakukan apa saja yang kau suka.
Coba berpura-puralah jadi orang keren.
Tidak perlu. Aku sudah keren.
Atau jadi sejelek Fadli Zon?
Tidak mungkin. Dia lebih mirip babi.
Atau orang yang paling seksi.
Tidak bisa. Kau sudah yang paling seksi.
Aku?
Diam! Cukup lucu.
Baiklah, aku keluarkan.
Ayo kita main kuda-kudaan?
Maaf, aku tidak mau main itu. / Kenapa?!
Karena itu adalah prinsipku.
Baik. Kalau begitu, aku harus memukulmu!
Ya sudah, aku pulang.
Tertawa! Ayo tertawa. Ayo!
Aduh! / Ehh.. Tertawa lagi. Tertawa?
Baiklah, aku jadi kuda. Jangan pukul lagi.
Iya? / Iya.
Pura-pura menjadi kuda ... dan kupukul lagi!
Sekarang!
Sekarang, aku mau sekarang!
Bangsat!
Kenapa? Kenapa kau memaksaku?
Lagi... pukul aku lagi. Lagi dong...
Kau sudah tidak waras?
Pukul aku sepuasmu, ya?
Serius mau lagi?
Pakai jurus yang itu, ya? Mau ya?
Waduh, aku bisa dipenggal.
Cepat. Pukul aku...
Baiklah!
Putri. Perhatikan.
Kenapa menangis? Aku akan tanggung jawab.
Jangan bohongi aku.
Aku sudah memikirkannya
Nih, pakai baju barumu,
dari nanti pada dilihat orang.
Jian-Ning, apa yang kau lakukan?
Main petak umpet.
Ya, benar.
Jika kau mulai nakal, aku tidak menyalahkanmu.
Tapi kenapa harus dengan kasim itu?
Meskipun tidak ada yang tahu, tapi ...
Memalukan jika dilihat orang lain.
Ibu Ratu, aku janji tidak melakukannya lagi. Memalukan jika dilihat orang lain.
Ibu Ratu, aku janji tidak melakukannya lagi.
Jangan lakukan itu lagi.
Aku harus pergi sekarang. / Tunggu!
Ha?
Kau sadar dengan apa yang kau perbuat? / Jangan!
Bebaskan dia, atau aku bunuh sang Putri.
Siapa kau? Kenapa kau sering masuk ke Istana?!
Kau dan keluargamu harus mati sebagai hukuman.
Kau berpura-pura sebagai Ibu Ratu, Kaulah yang akan mati.
Bohong!
Tidak. Karena aku tahu kungfumu itu dari Naga Suci.
Apa tujuanmu datang ke Istana?
Mari kita lihat siapa yang terbongkar lebih dulu.
Jurus Tangan Emas Naga?
Beraninya kau melawanku?
Sekalipun kungfuku tidak seberapa, tapi aku lebih ...
Kenapa berakhir seperti ini?
Chun, bantu aku membunuh wanita jahat itu.
Aku bahkan tak pernah membunuh seekor ayam.
Beraninya berkata begitu?
Chun, ambil pisauku, dan tusuk dahinya.
Kujadikan kau sebagai pejabat penting.
Aku hampir saja kau bunuh. Mau jadikan pejabat? Aku tak percaya.
Jangan percaya dia.
Jika dia pulih, dia pasti akan membunuhmu.
Tusuk bagian atas kepalanya.
Bukan urusanku. Pura-pura saja tidak melihatku.
Chun, bunuh dia.
Jika aku mati,
tidak ada yang bisa menyembuhkanmu.
Aku bisa.
Omong kosong! Dia tidak menguasai jurus tsb.
Yang Mulia akan tiba.
Dia tidak akan mempercayaimu dan dia justru membunuhmu lebih dulu.
Walaupun aku harus gila, aku tetap akan mengejarmu.
Jangan buru-buru.
Sembuhkan aku dulu sebelum kau mati.
Pergi.
Cepatlah. / Aku serius!
Aku ...
... tidak sengaja.
Ibu.
Yang Mulia.
Aku hanya melewati istana dan mendengar suara keras.
Apa yang terjadi?
Ada pembunuh berbaju hitam.
dan kasim ini menyelamatkan hidupku.
Aku terselamatkan.
Chun. Apa kau melihat pembunuhnya?
Apakah kau melihatnya?!
Ya, tapi tidak jelas.
Putri diserang dan dia pingsan.
Pengawal, panggil dokter untuk putri.
Dan bunyikan alarm!
Ya.
Ibu, jangan takut. Beristirahatlah.
Aku bisa sendiri.
Sudah menemukan sesuatu? / Belum.
Hoi Tai-Fu ada dimana? Cepat!
Tuan Hoi, jika kau mati,
Tolong jangan jadi hantu.
Jangan sakiti aku!
Aku tak punya pilihan lagi..
Tolong.
Setiap tanggal 14 Juli, aku akan bakar uang kertas untukmu.
Hantui musuhmu, jangan aku.
Amit-amit jabang bayi.
Titit?
Titit ini? Titit?
Iya, iya. Lidahmu memang mirip titit.
Bukan, bukan. Ini titit.
Tuan, kau bilang lidahku seperti penis, terserah saja.
Dia pura-pura gila atau apa?
Tit tit tit titit.
Kau mencarinya? Ikut aku.
Ini... titit!
Bukan, yang ini!
Ini!
Bila kau minum. Dan kau akan punya titit.
Dan aku akan mengambil obat-obatan.
Setelah itu, punyamu akan jadi sebesar lobak.
Jadi besar? / Jadi besar! -
Uu yeah!
Kabur adalah keputusan terbaik.
Sudah habis. Tapi dimana punyaku? Dimana penisnya?
Kau bilang mau kasih obat? Berikan padaku. Cepat!
Cepat.. Berikan.
Ini dia! / Bukan! Itu racun!
Tuan!
Dia hilang kendali?
Tuan?
Tuan, kau baik-baik saja?
Aku yang tanya!
Kenapa malah meniruku?
Kenapa jadi begini?
Aku akan membuatnya bunuh diri sekarang.
Sembuhkan aku dari Jurus Pelebur Tulang..
Aku akan menyembuhkanmu.
Sembuhkan aku dulu!
Maaf, Yang Mulia!
Apa yang ingin kau sampaikan?
Aku sudah mengikuti Hoi sebagaimana perintahmu.
Dia tahu rencanaku.
Bagaimana bisa?
Aku tidur dan mengigau soal rencana, dia mendengarku...
Lalu mencoba membunuhku.
Saat kusebut nama Yang Mulia, dia berhenti sejenak.
Kupukul dia tepat pada titik lemahnya.
Sekarang Hoi berbalik marah, tolong maafkan aku Yang Mulia.
Hmm.. beraninya kau.
Ya, aku memang sangat berani.
Kau berani menyamar sebagai kasim dan menipuku?
Aku tidak berani. / Diam!
Tidak ada namamu di cacatan,
juga di daftar pengebirian. Siapa kau sebenarnya?
Terus terang, Aku dipaksa.
Aku datang ke sini untuk jadi koki.
Namun, ketika Tuan Hoi melihatku,
Dia memaksaku untuk jadi seorang kasim.
Aku tidak menipumu dengan sengaja.
Baik. Sekarang berdiri!
Terima kasih, Yang Mulia.
Katakan sejujurnya,
Apa kau dikebiri?
Tidak.
Pada suatu hari, hiduplah seorang Raja. Aku memegang penisnya,
Dan sekarang dia memegang penisku.
Namun kekagumanku padanya, seperti sungai ...
yang tak pernah berhenti mengalir.
Lalu aku membakar kertas kuning, dan ia ...
Sudah cukup!
Kau meremasku kala itu, dan sudah kubalas.
Sekarang sudah impas.
Terima kasih Yang Mulia!
Beruntung sekali kau bukan kasim.
Sudah menjadi tradisi,
Bahwa kasim tidak boleh campur tangan politik.
Jadi aku bisa mengangkatmu menjadi seorang pejabat.
Siapa nama aslimu?
Namaku Wei Shew Bao. Dari ibu kota.
Ao Bye telah membunuh Sony.
Ha??
Ao Bye selalu... menekanku.
Sekarang aku tersudut!
Aku tidak akan maafkan Ao Bye.
Ao Bye punya pasukan yang kuat.
Jika aku serang dia terang-terangan, aku takut dia akan...
Membunuhku.
Tapi dia tidak bersama pasukannya setiap hari.
Kita bisa serang dia ketika sendiri.
Itu juga yang aku pikirkan.
Duo Long!
Yang Mulia.
Dari mana kau berasal?
Itu urusanku, Kenapa kau harus tahu?
Karepmu.
Duo Long adalah seorang penjaga setia.
Wei Shew Bao adalah...
Teman baikku.
Aku meminta kalian berdua ke sini untuk membahas bagaimana...
Cara yang harus digunakan untuk membunuh Ao Bye.
Kalian takut?
Tidak.
Jika ada orang lain tahu, Kalian berdua akan mati.
Aku sudah meminta Ao Bye untuk datang ke ruang belajarku besok.
Pikirkan cara membunuhnya.
Kita gunakan cara Jing Ke,
sembunyikan pisau dalam peta dan tusuk dia.
Atau kasih racun tikus.
Jika tidak berhasil,
Gunakan 12 Master kungfu terhebat untuk membunuhnya.
Kungfunya sangat hebat, aku takut tidak berhasil.
Tidak juga, kita atur... jebakan!
Dan kita masih punya guru besar.
Siapa?
Si sakit, Tuan Hoi.
Kasim Hoi.
Dia gila. Dia mengikuti setiap gerakanku.
Kita bisa menyamarkan dirinya untuk membunuh Ao Bye.
Sebagai apa?
Guan.
Undang Ao Bye sini, hukum dia atas tuduhan pengkhianatan
minta dia berlutut depan Guan untuk bersumpah.
Ketika dia mengucapkan omong kosongnya ...
Atau ketika dia berlutut...
Kita belah kepalannya!
Emoh!
Selamet.
Besok, protokol: 'bunuh Ao Bye' dilaksanakan.
Laksanakan, Yang Mulia.
Tuan Wei, kau tampak kesakitan.
Yang Mulia menarikku 4 kali, dan menyubitnya 8 kali.
Kau bisa tahan? Kau benar-benar istimewa.
Kekagumanku untukmu seperti sungai, tidak pernah berakhir.
Seperti sungai yang tak pernah berhenti me...
aku ingin ...
Membakar kertas kuning untuk...
Saudaraku.
Yuk beli babi panggang dan ayam.
Lebih baik suruh wanita cantik untuk beli babi panggang?
Tuan Ao Bye telah tiba.
Ao Bye, Kaisar ingin menemuimu.
Ao Bye menghadap Yang Mulia.
Ada apa Yang Mulia memanggilku?
Duduklah.
Batas antara negara ini dan Rusia selalu jelas.
Mereka baru saja mengirim sebuah peta.
Kami harus memutuskan tempat untuk meletakkan batas.
Aku butuh saranmu.
Aku ingin melihat petanya dulu.
Tidak usah buru-buru.
Pelayan, bawakan anggur.
Ao Bye, ini adalah peta yang dikirim oleh Rusia.
Coba lihat.
Ini lagu lama, dan terbukti gagal.
Kenapa Yang Mulia ...
merencanakan hal bodoh seperti ini?
Kau berani menghinaku.
Apa kau tahu apa yang baru kau minum?
Aku punya kungfu yang dapat melindungiku dari segala racun.
Kau coba sendiri!
Tolong. Berikan penawarnya.
Turunkan perangkap!
Alamak!
Setidaknya dia sudah terkurung.
Yang Mulia, tolong.
Biasanya saat kau bicara, harus ada yang mati.
Tapi jika kau ingin aku mati, jangan dengan cara seperti ini.
Kau...
Beraninya kau. Semua orang tahu kungfumu hebat.
Aku hanya ingin mengujinya saja.
Menguji kungfuku?!
Tentu saja.
Baik. Jika memang kau setia,
Berlututlah di bawah Guan untuk membuat sumpah.
berjanji padaku tentang kesetiaanmu.
Tentu.
Ao Bye akan setia kepada negara sampai mati.
Kalau aku berbohong, aku akan tersambar guntur.
Dewa Guan muncul.
Dia mendengkur!
Belah!
Jurus 13 Pelindung Emas?
Pengawal!
Serang!
Sepertinya dia tidak bisa mati.
Jurus 13 Pelindung Emas membuat dia kebal.
Jadi, tidak bisa mati?
Buka kakinya, serang kontlonya.
Kau sudah waras?
Chun.
Jangan pedulikanku, lawan dia dulu.
Teknik utama Pelindung Emas, "Menggambar Penis"
Jurus Pelebur Tulang
Lindungi Yang Mulia!
Tolong maafkan aku karena terlambat.
Kau banyak bicara.
lindungi Yang Mulia sepanjang waktu.
Jurus Pelebur Tulang!
Penis.
Pengawal!
Pengawal!
Pengawal!
Selamatkan Yang Mulia / Penis!
Tunggu aku!
Tunggu! Kau tidak bisa membunuhku.
Dalam keadaan ini aku harus mengatakan yang sebenarnya.
Aku adalah anakmu. Papa!
Jurus Grepe Muncar.
Tolong. Ao Bye memberontak!
Pengawal! Kemana mereka pergi?? Tolong!
Kebakaran! Tolong!
Ibu Ratu. Tolong.
Beraninya kau datang ke sini. Aku tidak ingin bertemu denganmu.
Dengar dulu, Ao Bye memberontak.
Dia membunuh Yang Mulia. Dia sedang ke sini.
Dia bilang akan memperkosamu sebelum membunuhmu.
Apa katamu?
Ratu Ibu, jangan pedulikan aku. Lawan dia.
Pengawal!
Lindungi Ratu Ibu!
Bao.
Apa kau baik-baik saja?
Yang Mulia. Setelah pertempuran sengit.
Aku mengalahkan Ao Bye, supaya Ibu Ratu tatap aman.
Apa kau terluka?
Aku luka dalam. Berikan saja jutaan Luen,
untuk beli obat, aku akan sembuh.
Masukan Ao Bye ke dalam penjara / Siap!
Ibu!
Salahku telah membuatmu takut.
Untungnya Bao menyelamatkan hidupku.
Atau aku sudah terbunuh oleh pengkhianat itu.
Itu sudah tugasku!
Bao, kau layak mendapat penghargaan besar.
Sayang sekali. Dia kasim, jadi tidak bisa jadi seorang pejabat.
Dia bukan kasim,
Dia adalah mata-mataku untuk menyelidiki Hoi Tai-Fu.
Dia tidak dikebiri.
Aku tidak berniat menipu.
Mohon maafkan aku.
Tuan Wei tidak dikebiri?
Wei Shew Bao. / Siap! / Dengarkan gelarmu.
Gelarmu adalah "Cendekia gagal".
Ambil baju kuning untuk Ao Bye.
Duo Long, kau jadi ajudannya.
Terima kasih Yang Mulia!
"Khawatir tentang negara, dan, dan, dan, dan, dan merasa sedih."
"Khawatir tentang negara, dan, dan, dan, dan, dan merasa sedih."
"Khawatir tentang negara, dan, dan, dan, dan, dan merasa sedih."
"Khawatir tentang negara, dan, dan, dan, dan, dan merasa sedih."
"Khawatir tentang negara, dan, dan, dan, dan, dan merasa sedih."
"Khawatir tentang negara, dan, dan, dan, dan, dan merasa sedih."
"Khawatir tentang negara, dan, dan, dan, dan, dan merasa sedih."
Tuan, jangan menangis karena suaramu jelek.
Bangsat! Aku menangis karena merasa terharu.
Ao Bye sudah ditahan, rakyat akan sejahtera.
Aku terharu untuk negara dan rakyat.
Tuan Wei, kau begitu bijaksana.
Tuan Duo.
Sudah kuhitung, total harta Ao senilai 380.000 Luen.
Pengkhianat ini punya banyak sekali harta.
Aku benci hidup ini!
Aku akan laporkan Baginda untuk membunuh dia!
Eh, ternyata salah baca.
Yang benar 3.800.000 Luen.
"Kebencianku dalam seperti laut... Tak tak tak terlupakan."
"Kebencianku dalam seperti laut... Tak tak tak terlupakan."
"Kebencianku dalam seperti laut... Tak tak tak terlupakan."
"Kebencianku dalam seperti laut... Tak tak tak terlupakan."
"Kebencianku dalam seperti laut... Tak tak tak terlupakan."
Aku akan laporkan Baginda.
Dan akan menyiksanya seperti era Ming kuno.
Caranya?
Pertama, kubur orangnya di pasir.
Sampai ke leher.
Lalu kepalanya diiris.
Dibuka.
Masukkan semen.
Lalu dia akan merasakan gatal luar biasa.
Lalu?
Lalu dia akan mencoba keluar,
tapi di atasnya ada tombak,
dia garuk pakai itu sampai mati.
"Aku tidak tahu kapan aku bisa memenuhi ambisi tersebut."
Merasa gatal?
Iya, sedikit.
Singkatnya, jumlah seluruhnya adalah 13.800.000 Luen.
Belum lagi yang tidak terdaftar.
Aku sarankan kirimkan ke tempatmu.
Baiklah.
Kenapa begitu banyak orang berlutut di sini?
Mereka adalah istri-istri Ao Bye.
Muda sekali? Pasti dia diculik! Kasihan.
Aku tahu dia perlu tidur.
Antarkan ke tempatku, dan tidurlah selama 2 hari.
Ao Bye kejam sekali,
dadanya sampai bengkak begini.
Kirim ke rumahku. Aku akan menyembuhkan dia.
Orang Kulit Putih?
Si Ao Bye itu pasti pakai guna-guna.
Kirim ke tempatku. Aku akan menyiksanya.
Orang Kulit Hitam. Yang ini juga.
Orang Kulit Hitam tidak bisa melarikan diri. Mereka semua sama dalam gelap.
Ao Bye, memang keterlaluan.
Mulai 8 tahun hingga 80 tahun, Sekarah.
Tuan, kau salah. Dia adalah ibunya.
Kirim dia ke rumahmu.
Ke rumahku?
Nenek-nenek ibarat harta karun.
Aku memberimu harta, Berterima kasihlah.
Ho ho apa?! Mau dihajar?
Tuan Wei, dalam rumah Ao Bye.
Kami menemukan pistol dan rompi sutra.
Rompi anti-peluru?
dan pistol?
Jika pistolnya ditembakkan ke rompi,
apa yang akan terjadi?
Sederhana, jika kau pakai rompi ini,
kemudian kau menembak. Jawabannya sudah jelas
Iya iya.
Tuan, tolong hati-hati.
Tuan Wei,
Di kamar rahasianya, kami nemukan "Kitab 42 Bab".
Bukan yang ini.
Ini "Chi-Kang Klasik". Mengerti?
Mengeri, Tuan.
Aku mau bawa ini untuk ibuku.
Benar-benar tepat sasaran.
Bukan, Tuan.
Tembakanmu mengenai Duo Long.
Rompi tidak berguna.
Kubur dia.
Siap.
Dan, jangan kubur dia.
2 hari lagi, dia akan hidup lagi.
Siap, Tuan.
Sio Bao.
Ada apa ini?
Pergi, pergi.
Bao, kau sudah jadi pejabat?
Iya, dan aku punya banyak uang.
Kenapa memang?
Aku di sini untuk kasih kau uang.
Kakak!
Pingsan, belum mati. Panggil dokter!
Bao.
Terlalu dekat, Aku tidak bisa mengenalimu.
Guru? Ada apa?
Aku tahu yang kau lakukan di istana.
Aku tidak begitu mengerti.
Antara alis dan rambutmu menghitam. Kau diracun?
Iya, aku terkena Jurus Pelebur Tulang.
Guru, tolong aku.
Di mana ini?
Sudah sembuh.
Guru memang luar biasa. Terima kasih guru.
Jangan pergi dulu, ada yang harus kuberitahu.
Aku, Chang Chin Nan, Ketua Umum Partai,
mengangkat Wei Shew Bao menjadi Ketua Partai Tien-Di.
Selamat kepada Ketua Wei.
Ketua Tien-Di?
Ini adalah plat resmi Partai Tien-Di.
Tuan Wei telah memenjarakan musuh kita, Ao Bye.
Tapi aku mendengar anak buahnya,
7 biksu, akan datang menolongnya.
Tuan Wei harus melakukan sesuatu.
Ao Bye harus dibunuh.
Kemudian, bunuh Kaisar.
Bener coy. Banyak cing-cong hajar saja coy.
Tapi, kungfuku terbatas.
Kau serakah, mendapat uang begitu banyak.
Sekarang kau punya uang dan wanita.
Aku memang dapat uang banyak,
tapi wanita tidak.
Keluar! / Siapa?!
Shuang menghadap.
Mereka Shuang bersaudara. Terlahir siam.
Mereka dipisahkan melalui operasi pemisahan.
Jadi, gerakan dan bicara mereka selaras.
Jika berkelahi, hasilnya lebih baik dari dua orang.
Sekarang, kuberikan mereka kepadamu,
untuk membunuh Ao Bye dan Kaisar.
Guru, ke sini sebentar.
Tugas mereka untuk mengawasiku kan?
Aku kasih 50% harta Ao, tapi jangan minta mereka ke istana.
Atau kau 60%, aku 40%.
70% - 30%? Serakah.
80%, aku 20%. Di mana nuranimu?
10% - 90% Atau batalkan saja?
Kau yang bilang, bukan aku.
Pengumuman, kumpulkan semua anggota.
Besok, tengah malam, di pintu luar.
Wei gunakan sinyal kembang api Kemudian kita serang istana,
untuk membunuh Ao Bye, dan memancung Kaisar.
Pancung Kaisar!
Cilaka aku.
Aku tidak akan kabur, kenapa aku diikat?
Kalian tidak percaya aku atau apa?
Maaf tuan, jika tuan mau berjanji, maka kami akan melepaskan.
Wei Shew Bao adalah "Tuan Tepat Janji"
Jujur dan dapat diandalkan.
Aku selalu menepati kata-kataku. / Baik!
Aku tidak kabur karena aku setia,
tapi bagaimana dengan kesetiaan kalian sendiri?
Maksudnya?
Aku ingin tahu apakah kalian punya telepati.
Jika yang satu aku gelitik, maka yang satu pasti juga merasakannya.
Aku tidak percaya.
Mau coba?
Kau duduk di sini, jangan bergerak.
Kau ikut aku.
Jangan, tuan.
Tuan, jangan.
Lebih keras, lebih keras!
Lebih keras.
Sudah saatnya.
Jangan berhenti.
Aku sudah membuktikannya,
kalian memang punya telepati.
Rasanya panas sekali,
sialan kalian.
Maksud Ketua Chang menyerahkan kami,
karena kami milikmu. Mohon perlakukan kami dngn hormat.
Setelah restorasi Ming, kami akan dinikah denganmu.
Kenapa tidak bilang dari tadi?
Duduk sini, jangan bergerak.
Aku lakukan eksperimen lain, untuk penelitian.
Bao.
Siapa lagi?!
Bao, di mana kau?
Adik Kaisar. Sembunyi!
Jangan ribut.
Bao. Kau sembunyi di sini rupanya.
Ke mana saja kau? Tidak pernah mengunjungiku.
Aku sibuk.
Aku buatkan sup penis harimau. / Iyakah?
Baik, aku akan pakai tanganku untuk mengambilnya.
Kiri. Kanan, kanan. Maju. Makasih.
Sama-sama.
Rumahnya besar, jadinya bergema.
Nakal.
Masih panas.
Silakan minum.
Baik, aku mau minum supnya.
Kenapa menumpahkannya ke kepala?
Bukan. Tapi rambutku keriting, aku siram biar jadi lurus.
Omong kosong.
Selesai, aku berikan kepadamu.
Apa kau sudah siap ...
Beritahu kakakku soal kita?
Apa kau ingat,
kita bercinta malam itu?
Mau menyangkal?
Akan kuminta kaisar untuk membunuhmu!
Tidak perlu begitu? / Kenapa tidak?
Kau pasti punya wanita lain.
Tidak! Apa kau gila?! Kau satu-satunya bagiku, sialan.
Apa yang kau lakukan?
Ada nyamuk / Nyamuk?
Jika berani, terbanglah ke dadaku!
Mereka pasti takut. Ayo sini!
Kenapa tidak segera bilang pada kakakku?
Kau muntah darah?
Badanku panas. / Panas?
Tentu saja, sup penis membuat tubuhku panas.
Aku salah lagi! Aku salah lagi!
Jangan bicara lagi.
Ambilkan secangkir teh dingin,
atau aku bisa muntah sampai mati.
Jangan pukul lagi, aku bisa mati.
Kau pembohong.
Kau sembunyikan dua wanita di sini?
Aku akan minta Ibu Ratu membunuhmu.
Tahan!
Dengan kungfu seperti itu, Kau ingin melawanku?
Dua lawan satu. Tidak adil!
Jangan banyak bicara.
Ratu Ibu memanggil Tuan Wei.
Eh, bawa dia ke tempat tidur.
Ada apa?
Tuan Wei, Ibu Ratu mengundangmu.
Lagi? Jika tidak penting...
Jika kau tidak pergi, kami akan membawamu dengan paksa.
Tunggu sebentar.
Ada apa?
Ada dua ahli kungfu di luar,
Jangan ambil risiko. / Apa yang harus kita lakukan?!
Aku akan pergi bersama mereka dan akan segera kembali.
Hati-hati, tuan.
Perhatikan dia baik-baik.
Wei Shew Bao menjawab permintaan Ibu Ratu.
Ibu Ratu.
Selamat, Pejabat Wei.
Kau sudah periksa rumah Ao Bye, kau pasti ambil semua hartanya.
Aku setia kepada negara, aku takkan melakukan hal seperti itu.
Jika aku mengambil uang dari Ao Bye,
Aku akan disiksa sampai mati oleh Ao Bye.
Jika bukan aku, maka dia yang akan membunuhmu.
Ibu Ratu, kungfumu tiada dua. Aku takkan melupakan bantuanmu.
"Kitab 42 Bab" dari Ao Bye,
Sekarang ada padamu, kan?
Apa itu?
Jangan main-main denganku.
Kau dan Hoi Tai-Fu merencanakan
untuk mencuri "Kitab 42 Bab" warna Merah.
Dan Yang Mulia juga memberimu warna Putih.
Karena di istana, sudah tidak ada.
Begitu juga warna Biru dari rumah Ao.
Kau pelakunya!
Kecuali warna Kuning, yang ada di Istana Ping Shi.
Di antara empat buku, kau sudah dapat tiga.
Kau pasti tahu persis apa rahasianya.
Aku tidak begitu mengerti, Bisa diulangi?
Apa yang kalian lakukan?
Kanan "Chin-Ming". Kiri "Bangkit-Jatuh".
Mau mengelak kau anggota Tien-Di?
Ibu Ratu, jangan marah.
Ya, benar.
Tapi kau adalah anggota Naga Suci.
Kau juga tidak perlu mencarinya.
Jika aku tahu, apa harus mengatakannya di depan mereka?
Di depan siapa?
Jika aku membunuhmu,
Yang Mulia akan mencarimu.
Jika kau mau, kau sudah membunuhku dari dulu.
Aku ingin tahu dimana tiga buku itu. Katakan!
Aku mengikutimu,
kau menyembunyikannya di rumah Li Chun,
dan bertemu Chang Chin Nan.
Aku sudah mengambilnya.
Kau sudah mengambilnya?
Baguslah, aku mau pergi.
Kau pikir aku tak pernah baca "Kitab 42 Bab"?
Itu sudah kubaca ratusan kali.
Namun, aku tak tahu apa maksudnya.
Jika kau mengatakannya,
aku akan mengampuni hidupmu.
Sekarang kau mengancam? Bunuh saja!
Tapi, ingat. Aku seorang pejabat.
Lebih dari 90.000 orang tahu aku di sini.
Dan putrimu juga.
Bunuh aku, mereka akan mencurigaimu.
Haruskah aku percaya ucapanmu?
Ayo taruhan.
Jangan khawatir, ini adalah hari raya Naga Suci,
Jadi kami tidak membunuh siapa pun hari ini.
Kenapa tidak bilang dari tadi?
Kau sungguh menakutiku. kau benar-benar...
Tapi aku tahu seseorang yang akan senang membunuhmu.
Katakan, apa rahasianya?
Apa lagi? Mana kutahu?!
Tidak tahu? / Ingin ke sana untuk berbicara dengannya?
Jangan, kami tidak ingin bicarakan apapun.
Kau bisa mulai sekarang.
Silakan bunuh dia.
Kubunuh kau, keparat!
Kubunuh kau!
Mati kau!
Maju sini.
Bunuh, ayo bunuh.
Katanya mau bunuh?
Kau pikir aku takut dengan cakarmu?
Jika berani, ayo bunuh aku.
Jangan remehkan WSB,
Kupaksa kau menelan ceritaku.
Ayahmu kena Gonore, dan ibumu kena Sipilis.
Umur 3 tahun, kau mengintip pemandian.
Saat umur 5 tahun, kau perkosa tetanggamu.
Kenapa tuan Wei lama sekali?
Tolong!
Ibu Ratu!
Mohon maaf saudari-saudari,
Jangan dendam padaku. Aku hanya bermain-main.
Umur 70 tahun, kau kena Sipilis.
Umur 71, kau menculik gadis muda,
untuk kau perkosa.
72 tahun, kau jadi homo,
menculik tukang siomay lalu menyodominya.
Sudah selesai?
Belum.
Ah, aku melewati umur 40.
Umur 40 kau ketahuan Chatsex dan kabur ke Arab.
Kakak, kami datang membebaskanmu!
Apa kau baik-baik saja? Siapa dia?!
Dia berharga di mata Yang Mulia.
Bawa dia sebagai sandera.
Ayo!
Berhenti!
Di sana ada yang mengawasi kita.
Ada 7 ahli kungfu menunggu kita di sana.
Kakak, lalu bagaimana?
Buat formasi.
Tunggu Naga Suci keluar & habisi,
lalu tak ada lagi penghalang di istana.
Baik, kami akan melindungimu.
Tien-Di?
Guru! / Shew Bao.
Ao Bye?
Jangan biarkan mereka menang,
atau tidak ada yang bisa mengalahkan mereka.
Bunuh Ao Bye dulu. Lalu, Kaisar.
Guru, aku senang melihatmu.
Tahan. Tunggu di sana.
Guru!
Sial. Ao Bye benar-benar kebal. Padahal dia impoten.
Impoten?
Kemudian, ambil penjepit rambut
Dan tusuk titik tulang punggungnya Maka akan terpental keluar.
Penis?
Kau masih hidup / Kau masih hidup?
Kau gila lagi? / Kau gila lagi?
Dasar gila...
Bao, awas!
Jangan sakiti penisku!
Jangan, kau tidak bisa mengalahkan dia.
Tuan, hati-hati!
Guru, kau membunuh Ao Bye.
Kau membunuhnya.
Itu karena bantuan temanmu.
Terima kasih. Dia adalah teman baikku.
Guru, kau terluka berat.
Jangan bunuh Kaisar sekarang, balas dendamlah lain waktu.
Lihatlah dia.
Guru, kau pergi dulu. Aku akan tangani ini.
Bao, hati-hati. / Kau juga.
Tuan.
Chun.
Kau waras lagi.
Jangan takut. Semua uratku sudah hancur.
Aku tidak punya kekuatan untuk membunuhmu.
Ini semua salahku.
Lupakan saja.
Tapi, aku tidak bisa sembuhkan Jurus Pelebur Tulang padamu.
Tuanku sudah menyembuhkanku.
Heh, kau sudah tahu rahasia Ibu Ratu?
Tentu saja. Dia adalah...
Gadis Naga Suci.
Gadis Naga Suci?
Chun, jangan khawatir. Dia tidak bisa menyentuhmu.
Kecuali jika aku mati.
Yakin? Lihat kan?! Dia takkan memberimu kesempatan.
Waduh. Tuan? Tuan!
Cepat pergi! Jika dia jadi hantu, kau akan dihantui.
Wei Shew Bao, kau beruntung.
Masukan di penjara dengan Ao Bye, dan masih hidup.
Hati-hati denganku.
Malam sudah lewat,
jika kau tidak berikan rahasia "Kitab 42 Bab",
Kau akan bertemu dengan Hoi Tai-Fu dan Ao Bye.
Yang Mulia telah tiba!
Yang Mulia! Baguslah kau datang ke sini.
Ibu.
Wei Shew Bao ingin menyakitiku.
Ibu, kenapa kau di sini?
Wei Shew Bao dan Hoi Tai-Fu adalah anggota dari Tien-Di.
Mereka menculikku.
Dalam perjalanan, kami bertemu kawanan Ao Bye.
Mereka saling bertempur, dan semua meninggal.
Wei Shew Bao ingin membunuhku.
Apa?!
Yang Mulia, semua itu bohong.
Faktanya dia Ibu Ratu yang palsu,
sebenarnya dia adalah anggota Naga Suci.
Yang benar saja?!
Pasukan, arakan panah! / Siap!
Yang Mulia, semua anggota Tien-Di punya tato di kakinya.
Jika tidak percaya, melepaskan sepatunya.
Bao. / Itu tidak benar, Yang Mulia.
Prajurit, buka sepatunya!
Yang Mulia.
Tunggu sebentar.
"Chin-Ming"?
Dan kaki satunya "Jatuhkan" dan "Bangkitkan".
Buka satunya. / Jangan!
Hari Orang Tua?
Meskipun aku tidak sekolah, tapi aku berbakti.
Ada hari-hari khusus untuk memperingatinya.
Tato ini hanya untuk memperingati leluhur saja.
Ibu Ratu.
Bukan. Dia itu palsu.
Kau tidak mempercayaiku?
Tunggu! Tentu saja tidak.
Ibu? Jian-Ning? / Ada satu lagi?
Jangan percaya dia. Ini yang asli.
Dia yang palsu, dia memenjarakanku di istana dan
menyamar sebagai aku selama ini.
Yang Mulia, sudah terbukti. Tunggu apa lagi?
Panah dia!
Wei Shew Bao. Aku tidak akan melupakanmu.
Bukan aku, tapi dia.
Maaf telah membuatmu menderita.
Ibu Ratu, maafkan kami.
Untungnya, Putri dan dua kasim ini menyelamatkanku.
Bao yang memberi tahu.
Bao?
Ibu, dia adalah mata-mataku.
Bao. Kau membunuh Ao Bye dan menemukan Ibu Ratu.
Atas jasamu, kuberikan gelar "Adipati Lu Ding".
Terima kasih Yang Mulia!
Wei Shew Bao. Aku akan kembali.
Ketika masa itu datang,
Kau takkan mengenaliku lagi.
by: Bee666setyawan
Dukung kami dan jadilah anggota VIP supaya semua iklan tidak ditampilkan di www.OpenSubtitles.org
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.