Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
SELURUH TOKOH, ORGANISASI, LOKASI, DAN INSIDEN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
Kalian di sini tidak pernah terkena penipuan deposit rumah, 'kan?
Kami berhasil menangkap setelah semalaman mengejarnya.
Tapi surat geledahnya tak keluar.
Apakah ada orang yang sakit di rumah itu?
Ini seperti label yang dilepas dari botolnya.
Apakah mereka hanya mencari seseorang bernama Kim Su-hang?
Urus kasus ini, Seo.
Tapi kau tetap harus ikut.
Kau membawanya pada kami.
Kami yang harus tangani.
Apa kau tahu tentang kasus Kepolisian Segok?
- Di kamar mandi… - "Di kamar mandi…"
Sepertinya dia meninggal karena dianiaya oleh anggota timnya sendiri.
- Sialan! - Ini bunuh diri,
sekaligus pembunuhan, Bu.
EPISODE 5
KEPOLISIAN SEGOK
Kau pasti mendengar rumor
bahwa dia tidak hanya bunuh diri, 'kan?
Semua yang menemukan jasadnya
adalah penganiaya orang itu.
Kau melihat dia dianiaya, 'kan?
Kau tahu yang terjadi, tapi kenapa tak curiga?
Sersan Song terkenal pemurung
sehingga kukira itulah masalahnya.
Tidak ada rumor dia dibunuh.
Sama sekali tidak.
Tak ada rumor sedikit pun walau orang yang dianiaya
- tiba-tiba mati begitu saja? - Tunggu.
Masalah korupsi di kantor kami muncul ke permukaan
beberapa bulan setelah Sersan Song tewas.
Bagaimana kedua peristiwa itu bisa berhubungan?
Selain itu, Sersan Song sangat menderita saat harus bekerja di tim patroli.
Sebelum dia datang sudah tersebar rumor bahwa akan ada sersan menyebalkan.
Dia sersan yang melaporkan atasannya di Dongducheon.
Semua orang tahu rumor ini.
Bukan itu maksudku.
Masalahnya, tempat dia dimutasi.
Kenapa dia harus dipindahkan ke Kepolisian Segok?
Kudengar timnya tahu alasan dia di sana.
Maksudmu, bukan kebetulan Sersan Song sengaja dimutasi ke Tim Segok?
Junior kurang ajar yang menyuruh Sersan Song pergi.
Bukankah dia?
Benar, Kim Su-hang yang mengatakan itu.
Hanya dia yang dicari Jaksa Seo.
Dia keponakan Kepala Polisi Dongducheon.
Menurut informasi kepolisian tahun 2017, mereka ternyata paman dan keponakan.
Laporan yang mana, Bu? Informasi dalam kasus Sersan Song,
atau yang dilaporkan setelah kasus korupsi terkuak?
Kau berharap ini soal Sersan Song?
Tidak, Bu.
Bila dalam kasus bunuh diri Sersan Song menyebutkan Kepala Polisi dan Kim Su-hang
adalah paman dan keponakan,
pembuat laporan pasti menduga Sersan Song dibunuh, faktanya tidak.
Untuk apa ada laporan atas kematian Sersan Song?
Apa kematian Sersan Song
tak terdeteksi oleh Biro Informasi?
Biro Informasi tetap butuh
informasi dari orang lain untuk mengetahuinya.
Kita tak tahu apa yang terjadi dalam tim patroli setiap hari.
Lantas bagaimana nasib Kepala Polisi Dongducheon
setelah kasusnya terbongkar?
Kalau tidak salah dia diturunkan menjadi Kepala Inspektur,
kemudian dimutasi ke tempat lain.
Bila dia memang sengaja mengirim Sersan Song ke tempat keponakannya…
Kepala Polisi Dongducheon juga terlibat dalam kasus pembunuhan ini.
Benar. Ini akan jadi kasus yang sulit.
Apa itu?
Ini laporan persidangan kasus korupsi Kepolisian Segok.
Tidak mungkin kematian Sersan Song disebutkan di sana.
Benar, tidak ada.
Namun, daripada langsung menemui tim patroli di sana,
lebih baik kupelajari kasusnya
agar bisa bicara dengan mereka,
jadi, kuperiksa laporan ini.
Satu lagi, Bu.
Bolehkah aku besok pagi ke Lembaga Pemasyarakatan Anyang?
Siapa yang mau kau temui?
Sersan Lee Dae-seong ada di sana.
Dia seperti orang kedua terkuat setelah Kapten di Segok.
Dia masih menjalani hukumannya.
Karena Opsir Kim tak diketahui keberadaannya,
lebih baik aku ke sana.
Pergilah. Aku akan cari Opsir Kim kalau begitu.
Terima kasih, Bu.
- Mungkin ini bukan hal buruk. - Apa?
Bila memang dia bunuh diri,
kita harus gunakan kasus ini.
Aku akan serang balik mereka.
"Saat tim gabungan polisi dan jaksa bekerja bersama,
kasus yang selesai sekitar dua tahun lalu
disalahgunakan oleh kejaksaan dengan investigasi yang berlebihan.
Mereka berkata bahwa polisi saling membunuh."
Apa hasilnya? Ternyata bukan kasus kriminal.
"Kejaksaan membuat investigasi paksaan dengan tujuan
menjatuhkan pihak kepolisian
sehingga mengganggu pekerjaan tim gabungan."
Ini bisa jadi senjata bagus.
Sebab itu, jangan sampai jadi kasus pembunuhan.
Aku mengerti, Bu.
Berikan aku salinan laporan itu.
Keputusanmu tepat dengan pergi ke pengadilan lebih dahulu.
Terima kasih, Bu.
LEE DAE-SEONG, DITAHAN KIM SU-HANG
Kami baru tahu belakangan
bahwa sopir kepala polisi dari keluarga berpengaruh.
Mana bisa polisi yang baru masuk
bisa jadi sopir resmi kepolisian?
Kepala Polisi pun tak menghiraukan.
Melihatnya melakukan itu dan dihukum ringan
membuat kami makin percaya bahwa keluarganya berpengaruh.
Karena tak bisa memarahi sopirnya, dia malah menyerang Sersan Song.
Rasa murungnya datang dengan alasan.
Tidak, itu bukan alasannya.
Sersan Song pernah mengatakan ini.
Dia tak bisa diam melihat kalangan atas tak bisa disentuh
dan kalangan bawah hanya bisa menyerang untuk naik.
Dia dianggap pembangkang
dan dicemaskan membuat masalah sehingga akhirnya dimutasi.
Sersan Song terus berpikir…
bahwa kita sebagai polisi tak bisa hidup seperti ini.
Aku pikir dia biang onar,
tapi ternyata masalahnya berat.
KEPOLISIAN NASIONAL KOREA
Aku terpaksa kembali lagi karena kau menelepon.
Maaf, Pak.
Nam In-tae di Divisi Kriminal Tiga.
Apa dia menolak mengeluarkan
surat penangkapan soal penipuan deposit rumah?
Ya. Pelaku penipuan itu akan dilepaskan dalam enam jam.
Begitu rupanya.
Aku ingat Nam In-tae.
Kau mau aku bagaimana?
- Pak… - Kenapa kau ke sini?
Bila mau minta tolong, pergilah ke Seoul Barat.
Bukankah mereka juga punya Kepala Jaksa sendiri?
Sampaikan kepadanya kalau ini salah.
Kenapa menekan kejaksaan di distrik lain?
Pelanggaran hukum residen, dokumen palsu,
dan penyalahgunaan dokumen asli. Haruskah kita melepasnya?
Hwang Si-mok. Aku pernah bekerja di sana.
Kau memintaku menggunakan kekuasaanku pada mereka.
Apa terpuji bila aku menelepon mereka
dan mengatakan aku mantan pimpinan,
lalu tiba-tiba menyuruh mereka?
Nam In-tae memang memperlakukan polisi dengan kotor kali ini.
Namun, itu…
Apa ini?
Kau membuatku kembali ke kantor,
tapi tak mendengarkanku bicara?
- Benar. - Kau sungguh tak mendengarkanku?
Bukan itu. Aku teringat bahwa kau
Kepala Jaksa di Seoul Barat sebelum di sini.
Aku berpikir mungkin ini jalan terbaik untuk masalah tersebut.
Aku memang mantan Kepala Jaksa di sana, tapi tetap saja…
Aku malah minta perlakuan spesial.
Aku bergantung pada mantan pimpinan untuk menyelesaikan masalah ini.
Kenapa kau tiba-tiba menyalahkan dirimu sendiri?
Kau menggunakan ini bukan untuk kepentinganmu sendiri.
Orang lain pasti berpikir sama.
Pelaku pencabutan tali batas
yang menyewa mantan hakim sebagai pengacara mereka
pasti tak merasa perbuatan mereka salah.
Mereka hanya ingin mencari seseorang yang dapat membantu.
Seperti tujuanku kemari.
Apa kau berpikir begitu saat kemari?
Aku bahkan tak terpikir begitu.
Aku tidak berpikir bahwa aku melakukan hal jahat
saat meminta bantuanmu.
Bila ini memang sesuatu yang jahat,
anggap aku membantumu kali ini.
Aku memarahi Nam In-tae, lalu surat penahanan dikeluarkan.
Tiba-tiba, aku mendapat masalah di kemudian hari.
Aku meminta bantuanmu untuk melakukan sesuatu untukku.
Aku memintamu menyelamatkanku.
Bila akan begitu…
apa kau mau bantu aku?
"Aku sudah membantumu kemarin.
Kau tak ingat bahwa aku kena makian karena itu?"
Lalu kau perlahan membantu dan menyelamatkanku.
Itu tak boleh, Pak.
Lupakan saja kalau begitu.
Itu bahkan bukan masalah besar.
Bila melihat daftar kasus perlakuan spesial,
mereka terlihat sangat tidak baik,
tapi itu wajar terjadi di kehidupan nyata.
Bila penangkapan dimulai dari surat yang ada,
tentu kita harus melakukan revisi agar proses menjadi lebih baik.
Hwang Si-mok. Aku pernah bekerja di sana.
Untuk menentukan keluarnya surat geledah,
kita perlu situasi yang jelas.
Bagaimana polisi mengurus itu?
Kau memintaku menggunakan kekuasaanku pada mereka.
Kau ingin berkata apa ke Harian Sungmoon?
Adakah yang ingin kau jelaskan?
Aku bisa membantumu untuk itu.
Bukankah kau sudah menyerang?
Apa kau mau menyerang lagi setelah berita kemarin?
Mereka menyerang kita bertubi-tubi.
Apa cukup membalas sekali?
Lee Sung-jae dari Grup Hanjo dan orang-orang di Harian Sungmoon.
Aku akan terus menyerang mereka. Kau suka itu, 'kan?
Kantor Pusat Hanjo pasti senang.
Artikel kedua akan keluar besok.
Jangan lupa tulis komentar.
- Pak, mobilku diparkir di sana… - Silakan.
- Sampai jumpa, Pak. - Ya.
KEPALA JAKSA DISTRIK SEOUL BARAT
Bu, ini dari Dokter Cho Su-yeong.
Baik.
Halo, Dokter.
Baik.
- Halo. - Apa kabar, Bu?
Maaf karena terlambat membalas.
Aku membutuhkan waktu untuk mencari obat yang kau maksud.
Apa itu obat langka?
Obat ini tidak pernah ada.
Bisakah kita bertemu?
Ini obat yang belum dipatenkan.
Obat ini diumumkan pada tahun 2014,
tapi masih dalam riset.
Obat ini mungkin diselundupkan dari AS.
Ini obat untuk mengatasi stres setelah trauma.
Aku menduga obat ini untuk mengobati rasa stres Pimpinan Lee Yun-beom
yang dipenjara selama delapan bulan.
Namun, gejalanya dapat berbeda
sehingga sulit untuk menebak situasinya hanya dari obat ini.
Bila dia sampai menyelundupkan obat yang belum dinamai,
apa kondisinya sangat parah?
Pasti parah.
Dengan tahu hal itu,
teganya dia memanfaatkan ayahnya,
menyiratkan dia bisa kembali kapan pun.
Ada apa, Bu?
Mungkinkah dia mengirim Ayah ke rumah sakit?
Bagaimana kalau dia hanya mengurung Ayah di rumah?
Walau dokter sebagus apa pun bisa dipanggil,
perawatan rumah sakit tetap tidak bisa dibandingkan.
Benarkah dia anaknya?
Bagaimana bisa seorang anak mengurung ayahnya?
Kita harus cari tahu apa kondisinya tak parah,
atau memengaruhi kejiwaannya.
Itu prioritas kita.
Dia bahkan tak mau menemuiku.
Mana bisa tahu kondisinya?
Walau kita sudah tahu masalah Lee Sung-jae,
kondisi beliau yang sebenarnya bisa kita gunakan sebagai senjata
di rapat pemegang saham nanti.
- Di papan pengumuman perusahaan. - Ya.
Unggah soal proposal Lee Sung-jae di situ.
Umumkan pimpinan perusahaan dan pimpinan pemegang saham
akan dipisah.
Buat pengumuman seolah-olah kantor pusat Hanjo
perlahan kehilangan kekuasaan karena akan direbut
pimpinan dari Hanjo Motors.
Buat kotak dialog yang langsung tampil sehingga karyawan kantor
dan buruh pabrik dapat melihat pengumuman tersebut.
Buat mereka sadar, ini bukan peperangan petinggi saja.
"Anak perusahaan menentang kantor pusat.
Orang luar mengganggu urusan dalam perusahaan."
Buat dengan tegas.
Jangan ungkapkan emosi.
- Jabarkan proposal - Struktur baru
- dan suruh seluruh pegawai - mengubah Hanjo
- mengikuti voting daring - menjadi pemborong…
karena rapatnya dimulai saat jam kerja.
Di bawahnya, buat kolom lain
agar semua pegawai bisa voting
untuk memilih atau menolak penunjukkan pimpinan ini.
Salam sejahtera bagi seluruh pegawai Hanjo.
Jika proposal dari Hanjo Motors disetujui
pimpinan Hanjo Motors and Hanjo Pusat akan berubah,
dan struktur baru
akan ubah Hanjo jadi pemborong produksi kendaraan bermotor.
PEMBERITAHUAN PROPOSAL HANJO MOTORS
Karenanya kami minta voting para pegawai pemegang saham.
Karena rapat akan diadakan
selama jam kerja dan banyak pegawai yang tidak sempat hadir,
kami sarankan untuk berpartisipasi
menyuarakan pilihan lewat voting daring.
HARUSKAH LEE YEON-JAE TETAP JADI PIMPINAN?
TERIMA KASIH TELAH MEMILIH
Buat pemungutan suara rahasia.
Karena mereka masuk lewat sistem kita,
kita tetap tahu siapa yang ikut.
SETUJU ATAS LEE YEON-JAE
Berapa besar saham kantor pusat?
Sekitar 3,14 persen, Bu.
Bila ditambah dengan saham Lee Yun-beom, kita hanya dapat 38 persen.
Ini tidak cukup, Bu.
Bila ingin menang, kita harus dapat 67 persen dari rapat.
Lee Sung-jae yang butuh sebanyak itu, bukan aku.
Dia butuh dua pertiga dukungan untuk menendangku.
Bila kita menjumlah saham dari sisi Lee Sung-jae,
mereka punya sekitar 41 persen.
Masalahnya sekarang ada saham dari Harian Sungmoon.
Pemilik dukungan dari saham mereka akan jadi pemenangnya.
Harian Sungmoon lagi?
Menurutku…
Umumkan juga bahwa aku akan mengangkat
mantan staf Dirjen Pajak menjadi petinggi kita.
Baik, Bu.
ALARM KAMIS, 21 MARET
…Won Tae-hun dan Won Tae-jin ke Italia…
…meski ekuinoks vernal…
…seorang pengacara pernah mengatakan,
"Masalah investigasi antara polisi dan kejaksaan
bisa tak terselesaikan selamanya bila tim gabungan sampai gagal.
Untuk mencegah terjadi kegagalan,
tim gabungan polisi dan jaksa mengadakan rapat.
Kami berhasil menghubungi Jaksa Woo Tae-ha,
salah satu anggota tim gabungan
yang juga jaksa di Kejaksaan Agung,
Halo, Jaksa Woo.
Halo. Aku Woo Tae-ha, Kepala Divisi Hukum Kriminal.
Bagaimana pertemuan tim gabungan pertama hari ini, Pak?
Aku merasa ini permulaan yang baik.
Pertemuan polisi dan jaksa sendiri sangat sulit dilakukan.
Benar. Ada ungkapan bahwa permulaan itu langkah besar.
Kalian sudah berhasil.
Namun, bukankah kalian sensitif pada masalah masing-masing kubu?
Apakah terjadi perdebatan sengit?
Wajar terjadi perdebatan di hari pertama.
Itulah proses tawar-menawar.
Karena itulah pihak kejaksaan saat ini masih mendengarkan permintaan kepolisian.
Baiklah. Siapa saja yang menghadiri rapat hari ini?
Dari pihak kami, selain aku sendiri,
ada ahli hukum, Jaksa Kim Sa-hyun.
Selain itu, kalian mungkin pernah mendengar nama ini.
Hwang Si-mok menjadi salah satu anggota dari tim gabungan jaksa.
Apakah Jaksa Hwang Si-mok di tim investigasi dua tahun lalu?
Aku juga ingat namanya muncul kembali
dalam kasus tenggelam Tongyeong beberapa waktu yang lalu.
Benar. Dia juga terlibat dalam investigasi Perdana Menteri tahun lalu.
Dengan kemampuan objektifnya yang baik,
kami merasa dia cocok dalam tim ini.
Jadi, para jaksa terbaik
- dihimpun. - Dia jaksa terbaik…
- Apa saja yang kalian bahas saat rapat? - Beruntung sekali.
Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔
LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANYANG
KEPOLISIAN NASIONAL KOREA PERMINTAAN BERKUNJUNG
Surat sudah kami verifikasi.
Ini daftarnya.
- Baik, terima kasih. - Sama-sama.
DAFTAR KUNJUNGAN NAPI
Adakah kunjungan untuk Lee Dae-seong dari kejaksaan?
Apakah tidak tertulis di sana?
Kami mengambil daftar kunjungan
dari saat dia masuk hingga sekarang.
Daftarnya seharusnya lengkap.
Bagaimana dengan kunjungan jaksa langsung tanpa melewati jalur resmi?
Tidak ada.
Baiklah kalau begitu.
Itu orangnya.
Ternyata itu Lee Dae-seong.
Mari ke sana.
LORONG KELUAR UTAMA
Di mana ini?
Ada apa, Bu?
Dikarenakan terdakwa sedang ada kunjungan,
dan kunjungan hanya boleh dilakukan sekali dalam sehari,
kalian tidak bisa menemuinya.
Siapa yang mengunjungi pagi-pagi?
Setelah kunjungan dia selesai,
aku minta satu jam kunjungan khusus.
Dia tersangka dari kasus pembunuhan.
Baik. Tunggu sebentar. Aku tanya dahulu.
Kita seharusnya reservasi.
Walau kita reservasi hari ini, keluarga tetap didahulukan
Kita seharusnya reservasi dari kemarin.
- Tunggu. - Jangan mendekat.
Siapa kau?
Jaga pandangan. Pandangan ke depan!
Aku dari Kepolisian Nasional Korea.
- Astaga. - Sialan.
Ada apa? Apa kau sedang investigasi?
Ayo tetap jalan. Semua bergerak.
Ayo, Bu. Waktu kunjunganmu akan dimulai.
Tunggu sebentar!
Jadi…
Apa kau mengenal napi bernama Lee Dae-seong di sini?
Dia mantan polisi.
Aku mendengar ada mantan polisi di sini, tapi tak kenal.
Bagaimana dia?
Apa dia menganiaya teman satu selnya
dan mengucilkan orang lain di sini?
Entahlah, kami berbeda ruangan.
Kami pun tak memanggil dengan nama.
Maaf tak membantu.
Maaf, bisakah kau memberi kami privasi?
- Baik, Bu. - Terima kasih.
Aku yang tiba-tiba menanyakan ini. Kenapa kau minta maaf?
Aku bertanya dan mengunjungimu tiba-tiba.
Sudah lama
aku tak melihat orang luar.
Kapan kali terakhir kita bertemu?
Tiga tahun lalu?
Ya.
Apa kau baik-baik saja?
Ya, begitulah.
Pak Yoon, apa kau…
Jadi, kau baik-baik saja?
Aku sudah bertanya tadi.
Benar, kau sudah bertanya.
INSPEKTUR SENIOR HAN YEO-JIN
Kau jadi inspektur senior rupanya.
Benar. Karena masalah itu…
Lupakan saja.
Selamat.
Maafkan aku.
Apa Letnan Han… Maksudku, Inspektur Han
yang mengirimkan barang kepadaku beberapa saat lalu?
Barang apa?
Pakaian dalam hangat di awal tahun.
Bukan aku. Apa tidak ada nama pengirimnya?
Benar. Nama pengirimnya tidak tertulis.
Mungkinkah dia pengirimnya?
Mantan istrimu?
Bukan dia.
Begitu rupanya.
Kau harus tetap bertahan
dan jaga dirimu.
Kau juga.
Tentu saja.
Maaf mengganggu waktu kalian.
Perlukah kubatalkan kunjunganmu yang lain?
Apa? Tidak.
Sebenarnya waktu kunjungan ini seharusnya sudah selesai.
- Sampai jumpa lagi. - Tunggu.
- Sebentar… - Ayo.
Kau tahu ruangannya, 'kan? Dekat Pusat Keluhan.
Kenapa tidak kutanyakan apa yang dia butuhkan? Bodohnya aku.
Kerja bagus, Pak.
Panas!
Ternyata kau di sini. Aku tak melihatmu.
Bagaimana tak lihat?
Kau seharusnya berhati-hati.
Kau menyalahkanku?
Ada orang sebesar ini, dan kau menyiram air panas begitu saja?
- Maafkan aku. - Coba lihat air itu.
Kau membasahi lantai.
Cepat lap.
Apa kau mau tanggung jawab bila ada yang jatuh?
LEE DAE-SEONG
2 HA 9
Kau ternyata sudah tahu.
Mustahil orang lain tak tahu ketika satu orang dianiaya
oleh beberapa temannya.
Kami tidak menyembunyikan itu.
Kau melakukannya terang-terangan?
Benar. Dengan begitu Sersan Song bisa kuat dan bertahan di sana.
Pekerjaan kami butuh mental kuat.
Apa kau membagi hasil suap yang kau terima dengan Sersan Song?
Apa dia menolak hasil suap itu
dan menginvestigasi kalian diam-diam?
Kau ternyata tak tahu siapa Sersan Song sebenarnya.
Aku tak berpeluang mengenalnya
karena dia sudah tiada di dunia.
Untuk apa bertanya
bila dia sudah meninggal?
Karena anggota tim yang tak menerima suap malah meninggal.
Bukan dia saja.
Kapten kami pun tak tahu.
Maksudmu, kapten tak tahu
aksi kalian selama tahunan.
Kau coba melindungi kapten,
atau dia begitu bodoh sampai tak sadar?
Aku sudah mengakui semuanya.
Dari 16 bisnis yang ada, kami dapat 500 juta setiap bulan.
Selain kapten, kami membagi hasil tersebut secara rata.
Uang suap tersebut kami terima saat hari libur,
atau saat membuat janji terpisah dengan pemilik bisnis.
Kapten kami tentu tak tahu.
Bila ketahuan, kami bisa dihentikan.
Sebelum menemui anggota tim yang lain,
aku datang menemuimu.
Aku ingin dengar ceritamu lebih dahulu.
Beri tahu apa pun yang belum kau sebutkan.
Sudah kukatakan semua.
Opsir Kim Su-hang mendapat tuntutan yang sama
dan pengakuan kalian sama persis.
Dia dipenjara enam bulan. Kau satu tahun delapan bulan.
Kenapa hukumanmu bisa sampai tiga kali lipat?
Kau ditahan di Dongducheon, 'kan?
Pamannya jadi kepala polisi di sana.
Kau tak merasa tak adil?
Tim patroli kami…
Ya, silakan.
Tim patroli kami di area Dongducheon.
Karena itulah kasus kami diurus di sana.
Kenapa kau melindungi Kapten Baek?
Apa kau diancam?
Inspektur Han, kau begitu menyedihkan.
Bagaimana bisa kau berpikir
anggota tim saling mengancam satu sama lain?
Kapten Baek menyuruh kalian merisak Sersan Song, 'kan?
Apa lagi perintahnya?
Pasti kau sudah melihat banyak kasus serius
sehingga bisa di posisi itu.
Apa lagi yang dia perintahkan selain menutup mulutmu?
Pekerjaan kita memang sangat keras dan penuh godaan, bukan?
Aku mengerti situasimu.
Orang yang pertama kali menemukan jasad Sersan Song…
Dari tadi kau menyebut "pekerjaan kita".
Apa pekerjaan kita?
Kau tahu itu.
Semua diukur dari hasil, tapi banyak larangan.
Layanan masyarakat harus baik, tapi kita sendiri berantakan.
Karena itulah kita dikelilingi godaan.
Anggap bila seseorang mendapat gaji
sebesar satu juta won setiap bulan.
Setelah 20 hingga 30 tahun,
seseorang dapat memiliki miliaran.
Ada yang tahu dia korupsi atau tidak?
Atau itu hadiah pemerintah?
Polisi juga manusia.
Beri kita hadiah yang besar agar tidak korup.
Hei.
Aku berusaha menahan diriku karena kita sesama polisi,
tapi omonganmu makin menyebalkan!
Kau!
Kau sudah masuk penjara, tapi tak tahu malu.
Kau merasa hebat? Apa otakmu berisi kotoran?
Ini yang kau banggakan?
Beraninya membuat teman kerjamu terperosok dalam kejahatan
dan menyalahkan pemerintah!
Jadilah orang gila sendiri
dan membusuklah sendirian di sini.
Tak usah membuat polisi lain terkena imbasnya.
Sayang sekali.
Aku ingin membusuk lebih lama, tapi keluar dua bulan lagi.
Kau seharusnya datang lebih awal saat hukumanku masih lama.
Tak usah seyakin itu.
Bila kau melakukan hal jahat lain,
akan kubongkar semua agar kau dipenjara lagi.
Aku akan jadi pengunjung pertamamu.
Ayo.
Ada yang tak beres.
Ini tak boleh jadi kasus pembunuhan.
Suka kacang merah, 'kan?
Seharusnya kita menyarap tadi.
RUANG KUNJUNGAN PENJARA PRIA
Hei. Duduk berdua di sini
membuatku teringat masa lalu.
Kita tak pernah begini.
Apa maksudmu? Ingatanmu ternyata kurang baik.
Apa yang terjadi denganmu setelah tim gabungan selesai?
Aku mungkin kembali ke tempatku.
Lalu tempatmu sekarang?
Akan diisi orang lain.
Aku mendengar ada Divisi Riset di Kejaksaan Tinggi.
Entahlah.
Kau pasti pernah dengar sesuatu.
Aku memang dengar kalau Divisi Kriminal
akan jadi Divisi Riset Kriminal.
Dengar sesuatu rupanya.
Bila begitu, kalian pasti memilih banyak orang.
Aku dengar ada pelatihan di luar negeri pula.
Aku tak tahu jelas soal itu.
Bagaimana kau bisa sertai tim?
Bagaimana?
Kau pasti punya caramu sendiri saat itu.
Bagaimana kau langsung diterima?
Tanyalah kepada Kepala Woo.
Apa yang disukai Pak Woo?
Apa hobinya? Golf?
Di mana dia biasa bermain?
Aku tak tahu.
Kenapa kau tak tahu? Kau masuk timnya. Cobalah jawab sebisamu.
Baru kuingat. Dia suka makan jeroan.
Apa?
Apa itu enak?
Rasanya asin.
Kalau begitu, kau akan ke mana nanti?
Mungkin ke Wonju.
Mereka mengirim kita ke mana saja.
Walau jaksa yang lama di Divisi Kriminal
dapat terpilih menjadi jaksa ahli hukum publik,
kita tak bisa terus di dalam kota.
Benar juga.
Kenapa kau ingin masuk Kejaksaan Agung?
Aku sebelumnya di Seoul Barat, kini Uijeungbu.
Akan ke mana lagi aku?
Kau pasti dikirim ke pelosok.
Karena jaksa tak diperbolehkan terlalu lama bekerja di kota.
Kau tidak merasa gelisah, atau sedih bila harus pergi jauh
dari kota ini?
Tidak.
Karena selalu berpindah tiap dua tahun,
kau tak mungkin membawa anakmu,
atau bahkan istrimu, terus bersamamu.
Aku bahkan tak tahu kabarnya.
Jika terus begini, aku kehilangan
tujuh atau delapan tahun.
Lantas usia anakmu berapa?
Kau akan melihat mereka saat SMP ataupun SMA.
Kita pun takkan sempat mengunjungi mereka.
Bayangkan bila kau jadi asisten kepala.
Rotasi tiap tahun.
Aku tak mengerti gunanya belajar susah payah
dan menyelesaikan masalah orang.
Orang lain merasa kita sangat hebat.
Bukankah kita tak usah berurusan dengan pebisnis di pelosok?
Apa rotasi menghentikan korupsi?
Koruptor akan tetap beraksi.
Kenapa aku mau ke sana?
Kenapa aku mau jabatan bagus?
Aku merasa sistem ini
membuat orang yang tak ingin sukses berpikiran yang lain.
Menjadi jaksa sendiri adalah contoh
kalau kita punya keberuntungan.
Mana ada orang yang tak ingin ke sana
dan memilih dirotasi?
Astaga.
Kenapa dia lama sekali?
Ini pasti bukan kunjungan biasa.
Apa mungkin yang mengunjunginya adalah Kapten Baek?
Dia tak mungkin datang lebih dahulu untuk mengancam, 'kan?
Sepertinya selesai.
Apa? Dia menolak untuk bertemu?
Kapten Baek benar datang?
Apa ini kebetulan? Kepolisian Yongsan tak terlibat, 'kan?
Dia tak lagi di Yongsan.
Apa kunjunganmu berhasil?
Kau pasti senang sekali.
Kami sia-sia kemari berkatmu.
Kudengar orang yang ingin kukunjungi sudah gemetar dari subuh
karena akan bertemu polisi pagi ini.
Begitu rupanya.
Kau yang membuatnya menolak, 'kan? Kau suruh dia tak menemui kami.
Lee Dae-seong menolak kunjungan kami.
Apa alasannya?
Apa yang dia dengar sampai menolak kunjungan kami?
Melihatmu kemari,
kau pasti sudah tahu bahwa aku memanggil Kapten Baek.
Aku pastinya kemari, jadi, kau mendahului.
Benar?
Aku dengar jaksa Uijeungbu mencarinya,
tapi aku baru tahu bahwa Kejaksaan Agung juga terlibat.
Kau salah.
Maksudmu, dia?
Dia asistenku, pembantuku.
Kau pasti tak bisa memanggilnya secara resmi.
Bila bisa, kau panggil saja ke kantor kejaksaan
sehingga tak perlu jauh-jauh berkunjung.
Ini tak terlalu jauh.
Memanggil opsir polisi yang bekerja
dalam yurisdiksimu bukan hal besar,
tapi memanggil tahanan di penjara itu berbeda.
Jaksa masih menebak
karena mereka
belum menemukan bukti pastinya.
Apa kau yakin aku tak punya bukti?
Mungkin yang kita inginkan berbeda,
tapi kebenaran jadi tugas kita.
Ayo berbagi informasi itu.
Apa yang kau tahu? Beri tahu lebih dahulu.
Kau punya informasi?
- Aku pergi. - Tunggu!
Kapten Baek juga terima suap. Ini pasti.
- Bagaimana kau tahu pasti? - Aku tanya para pebisnis.
Semua anggota tim mengatakan bahwa Kapten Baek
tak dapat sepeser pun.
Apa karena sebatas loyalitas?
Mereka takut.
Apa yang dilakukan Kapten Baek sampai mereka takut?
Bagaimana kunjungannya?
Lee Dae-seong katakan sesuatu?
Banyak yang dia katakan.
Dia membenarkan dirinya dan menyalahkan orang lain.
Tunggu sebentar.
Halo? Ya. Aku masih di Anyang.
Benar? Begitu rupanya.
Hentikan dia! Dia kabur!
Hei!
Ini tak adil! Aku beri dia informasi.
Apa ponselnya benar berdering? Bukan bunyi alarm?
Sepertinya dari atasannya.
Atasan?
Kau sudah berangkat?
Pergilah ke Kepolisian Gyeonggi Nambu.
Temui Kepala Divisi Informasi Satu dan sebut namaku.
Dia akan beri satu amplop untukmu.
Bawa amplopnya ke alamat yang akan kukirim kepadamu.
Kau tak boleh membuka amplop itu.
Bawa saja ke alamat tersebut.
Sayang sekali memakai itu.
Sudah saatnya dipakai, Pak.
Dasar gila.
Beraninya dia menuntutku.
Kau tak boleh membuka amplop itu.
Bawa saja ke alamat tersebut.
Han Yeo-jin ikut Biro Informasi?
Bisa dikatakan seperti itu.
Seharusnya kau beri tahu aku.
Aku bisa gunakan dia lebih cepat.
Namun, bagaimana denganmu?
Apa maksudmu?
Pak Woo mengatakan kau tak boleh ketahuan.
Namun, kau ketahuan Biro Informasi.
Apa kau pikir Pak Woo tak akan tahu
kepolisian akan mengetahuinya?
Sepertinya Pak Woo benar-benar percaya kau yang terbaik.
Pada awalnya, aku pikir
dia berusaha membuat kita bersaing satu sama lain.
Pak Woo memang tampak demikian.
Halo, Inspektur Han.
Apa?
Baiklah.
Apa itu dia? Apa katanya?
Dia bertanya kenapa tempat ini menjadi targetmu.
- Apa maksudnya? - Itu saja darinya.
Dan dia tak lari.
Hei.
Omong-omong…
Coba bicara tentangku kepada Pak Woo.
Itu sering kulakukan.
- Benarkah? - Aku akan lapor juga hari ini.
Dasar menyebalkan.
Hei! Kau tak pernah berkunjung ke Distrik Seoul Timur, 'kan?
Ayo kita bertemu Kepala Jaksa.
Mari kita kerja sama.
Halo, Pak Woo.
- Kau di Anyang? - Ya.
Datang ke Gedung Parlemen.
Maksudmu gedung di Yeouido?
Sepertinya akan butuh waktu lama.
Aku juga. Sampai jumpa di Gedung Pertemuan Anggota.
Baik, Pak.
…kejaksaan telah membersihkan namanya
dari skandal perekrutan.
Anggota parlemen Nam Jae-ik
dituduh menekan keuangan banyak perusahaan agar anaknya direkrut.
Namun, pihak kejaksaan…
ANGGOTA PARLEMEN NAM JAE-IK BERSIH DARI SKANDAL PEREKRUTAN
Halo, Pak Kim.
Kau ada rapat seharian, 'kan?
Tak apa, aku saja. Ada Jaksa Hwang bersamaku.
Baiklah.
Di dalam sana ada anggota parlemen bernama Nam Jae-ik.
Aku membaca beritanya tadi.
Dia dinyatakan tak bersalah.
Nam Jae-ik menuntut Kepala Divisi Investigasi Kepolisian.
Kepala tim gabungan?
Ya.
Ada rumor bahwa anak Nam Jae-ik diterima bekerja di bank secara ilegal.
Pak Kepala memeriksa langsung.
Dia yakin Nam Jae-ik bersalah dan melaporkannya
satu setengah tahun lalu.
Berarti hari ini keputusan akhir sidangnya.
Apa alasan Pak Nam menuntutnya?
Investigasi paksaan. Katanya,
investigasi dipaksakan tanpa bukti. Itu penistaan politik.
Bukankah Pak Nam adalah ketua
Komite Legislatif dan Peradilan Nasional?
Itulah alasan investigasi paksaannya.
Meski RUU baru memberi hak investigasi lebih,
Komite Legislatif dan Peradilan bisa menolak.
Karena mantan jaksa,
kepolisian tak mau dia jadi pimpinan.
Katanya, Pak Kepala mau menyingkirkannya dari posisinya.
Kau sudah mengerti?
Jadi, Divisi Investigasi menyelidiki anak Pak Nam
yang dipekerjakan secara ilegal,
dan dia dinyatakan bersih hari ini.
Nam Jae-ik merasakan tekanan saat investigasi
sehingga dia menuntut balik.
Kau benar.
Namun, kenapa aku di sini?
Kita berdua akan menemui Nam Jae-ik
dan membujuknya.
Kita akan memperlakukannya dengan baik agar tuntutan dibatalkan.
Bila dia tetap tak mendengarku dan bertahan,
aku akan beri sinyal kepadamu dan kau harus bacakan
UU Kriminal pasal 123.
Penyalahgunaan kekuasaan?
Bukankah kita harus memberi tahu sebaliknya?
Itulah maksudku. Kita akan bilang…
Kita harus bicara sopan kepadanya.
"Kau ingin menuntut kepala kami atas penyalahgunaan kekuasaan,
walau itu investigasi paksaan…"
"Walau itu investigasi paksaan,
bukankah kau kini masih menjabat?
Kau pasti lebih tahu
pembuktian penyalahgunaan kekuasaan sangatlah ambigu.
Jangan sampai tuntutan itu membuatmu
bermasalah nantinya."
Periode jabatannya pun tidak lama,
jadi, dengan membuat tuntutan bisa membuatnya kehilangan jabatan.
Bila ada tuntutan, bukankah kepolisian dapat membuktikan
bahwa penyelidikan mereka benar?
Bolehkah aku bertanya apa dia tak takut ketahuan bersalah?
Ikuti saja ucapanku tadi.
Baik.
ANGGOTA PARLEMEN NAM JAE-IK
Apa dia ada di dalam?
Mohon maaf, tapi saat ini kau tak bisa bertemu dia.
Kuberi tahu kau datang.
Sebentar saja.
Halo? Baik.
Kau boleh masuk.
- Bolehkah kami… - Pak.
Aku Woo Tae-ha, Pak!
Dia tak boleh masuk!
Kau kenal Inspektur Han dengan baik, 'kan?
Kalian pernah satu tim.
- Benar. - Dia tak mungkin datang sendiri.
Dia pasti disuruh membawa sesuatu oleh pak kepala atau Choi Bit.
Cari tahu apa yang dia bawa dalam amplop itu.
Kau harus cari tahu apa itu. Paham?
Ada rumor yang beredar bahwa semua pelamar
yang tak lolos dari sisi dokumen
diterima sebagai karyawan baru di bank cabang.
Kepolisian Gyeonggi Nambu memulai investigasi,
dan memanggil beberapa karyawan di sana untuk tuntutan nepotisme.
Ini dipegang Jaksa Ryu di Distrik Seongnam.
Ya, mereka didakwa dan naik banding sekarang.
Anak Nam Jae-ik terdaftar di daftar karyawan baru itu.
Dia dikatakan sebagai biang keladi dari semua masalah ini.
Rumornya terus berkembang pesat
sehingga Nam Jae-ik juga ikut diperiksa.
Namun, masalahnya banyak orang meragukan Kepolisian Nambu.
Nam Jae-ik pasti ada dalam daftar nepotisme yang ada di awal,
dan sepertinya Kepolisian Nambu menutup mata dengan sengaja.
Ini menjadi masalah tersendiri
sehingga Kepala Divisi Investigasi ikut dalam investigasi.
Kasus ini akan dipegang kembali oleh Jaksa Ryu.
Apa kesimpulan kepolisian?
Bersalah.
Namun, dari laporan Jaksa Ryu kepadaku,
bukti bahwa Nam Jae-ik bersalah dianggap kurang kuat.
Itu seperti bahan untuk para reporter media.
Apa itu pengumumannya?
Nam Jae-ik pernah menjabat
sebagai sekretaris Komite Bujet dan Biaya Nasional.
Anaknya seharusnya tereliminasi saat pemeriksaan dokumen,
tapi masuk jalur rekrutmen dan diterima bekerja di bank.
Apa ini benar bukan sebuah kasus?
Sepertinya Jaksa Ryu ditelepon oleh banyak pihak.
Dia juga ditelepon Kejaksaan Agung.
- Sial. - Semua berkata kerja bagus,
tapi akhirnya menyuruh dia untuk diam saja.
Kapan itu terjadi?
Juli tahun lalu.
Ini yang dikatakan Jaksa Ryu kepadaku.
Dia dimutasi ke distrik kita untuk kasus Pak Nam.
Dia berikan kasus ke penerusnya sehingga Jaksa Ryu bebas dari kecurigaan.
Bila Pak Nam menuntut, kepolisian akan menyerang.
Katanya tak perlu khawatir
karena kita tidak akan terseret dalam kasus ini.
Selain itu, aku menyuruh Jaksa Ryu merahasiakan panggilan telepon
yang dia terima dari siapa pun mulai hari ini.
Kenapa mereka tak belajar?
Siapa yang harus belajar? Mereka yang menelepon, atau aku?
Juli tahun lalu di Kejaksaan Agung…
Itu Woo Tae-ha.
Nam Jae-ik lulusan ke-17 di institut. Mungkinkah itu Pak Woo?
Tahun kelulusannya berbeda jauh.
Kenapa Jaksa Ryu disuruh bungkam?
Itu agar anaknya bisa tetap bekerja di dalam bank,
dan ayahnya dalam parlemen.
Kejaksaan Agung yang akan kena.
Kita tak ada hubungannya. Titik.
DOKUMEN YANG PERLU DISETUJUI
Letakkan di sana.
MAAF KAMI TUTUP HARI INI
Dia sudah datang.
Ada 3.400 petugas intelijen polisi di kota kecil ini.
Semua informasi yang dikumpulkan
akan dikirim kepada Choi Bit.
Tak hanya hasil investigasi,
tapi semua informasi dari luar.
Pak Kepala mustahil ada di sana.
Mustahil dia mau menemui orang yang menuntutnya.
Choi Bit pasti menyuruh Inspektur Han membawa sesuatu.
Kelemahan Nam Jae-ik
agar dia tak bisa berkutik lagi.
Apa pun itu…
coba cari tahu.
Ketua komite tak boleh jatuh ke tangan kepolisian.
Meski kepolisian mendapatkan maunya
di tim gabungan karena media,
komite bisa menghentikan proposal mencapai parlemen.
Parlemen punya berbagai cara untuk menyetujui rancangan hukum.
Cara parlemen menyetujui sesuatu
hanya lewat pemungutan suara.
Anggota parlemen mantan jaksa saat ini berjumlah 48 orang
dan tujuh orang mantan polisi.
Kau tahu sekarang alasan Kim Sa-hyun selalu makan siang di sini, 'kan?
Berapa banyak yang kau tutupi?
Ayo kita temui para reporter.
Kita harus memberi tahu seluruh masyarakat
bahwa wakil tertinggi dari kepolisian di tim gabungan
mendapat tuntutan atas penyalahgunaan kekuasaan.
Bukankah kau seharusnya memanasi dia agar tuntutan dilakukan?
Diamlah kau.
Kau pernah bilang ini wilayah kita,
dan kita yang berkuasa.
Bila Pak Kepala dituntut, tim gabungan akan tertunda,
dan masalah hak investigasi ini akan teredam, bukan?
Bahkan bisa dihilangkan seluruhnya.
Bila tuntutan terus berjalan dan penyidikan ulang dilakukan,
pihak kejaksaan yang menutupi kasus nepotisme ini
akan ketahuan
dan tim gabungan akan dibubarkan.
Walau berat, ini cara yang terbaik.
Hei!
Kau ikut campur dalam putusan tak bersalah untuk Pak Nam.
Itulah alasanmu kemari
saat Pak Kepala yang dituntut malah tak datang.
Bukan begitu.
Bila kepolisian mengancam Pak Nam
untuk meminta bantuan sepenuhnya,
bukankah kejaksaan punya kesempatan lebih dahulu untuk melakukan itu?
JAKSA SEO DONG-JAE
Sialan.
Tangannya kosong.
Koneksi adalah keahlianmu.
Gunakanlah.
Kau pasti lihat isi amplop itu.
Tidak.
Namun, kau tak bertanya apa pun?
Nanti saja kubicarakan denganmu.
Memanfaatkannya seperti itu bisa menyebabkan masalah.
Manfaatkan dia dengan baik.
Kami menuntut Hanjo…
Mari sambut ayahku dengan baik.
Aku mungkin harus memeriksa laporan sebelumnya.
Apa yang kau cari?
Apa kau puas telah merepotkan orang-orang sekitarmu? Senang?
Jangan biarkan Yeo-jin mendahului.
Lihat siapa yang lebih dahulu.
Inspektur Han mengkhianati atasannya dan membocorkan rahasia.
Kalau begitu, apa yang kau dapat dari Kepolisian?
Kau ingin melapor? Setelahnya apa?
Karena itukah kau ke luar tim?
Terjemahan subtitle oleh Betari Andika
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.