All language subtitles for Stranger 2 ep 14 NEXT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

SELURUH TOKOH, ORGANISASI, LOKASI, DAN INSIDEN

YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI

Kenapa mereka melanggar? Jelas tertulis, "Dilarang Masuk"

Itu dia!

Ini wisata pertama kami setelah masuk kuliah.

- Aku terlalu mabuk… - Tunggu!

sampai tak sadar teman-temanku hilang.

Tongyeong?

Jaksa Seo menelepon korban yang selamat saat itu?

Menurut korban,

ini bukan kali pertama Jaksa Seo mencoba meneleponnya.

Pak Kim Hu-jeong.

Kau tahu Jaksa Seo Dong-jae, 'kan?

EPISODE 14

Hei, Teman!

Cepatlah buka pintu ini.

Aku tahu kau di dalam.

Astaga, lamban sekali.

Besarkan volumenya! Aku tak dengar apa pun!

Aku saja yang besarkan.

Lepaskan.

Dingin sekali. Kenapa dingin sekali di sini?

- Katamu tempatnya dekat? - Lepaskan aku!

Teman-temanku berkata…

ingin ke pantai,

tapi mereka hilang.

Sepertinya tenggelam.

Mereka minum alkohol sebelumnya.

Aku tak bisa menemukan mereka.

Tolong aku.

Kumohon tolong aku.

Di mana dia? Di mana kau sembunyikan dia?

Hei. Kau tak mau berbicara sedikit pun?

Dasar gila.

Cepat beri tahu kami!

GWANGJIN-GU, GUUI-DONG SEODAEMUN-GU

Toko alat musik. Stasiun Gangnam.

PERKUSI DIGITAL

GANGDONG-GU, GIL-DONG

Seluruh ruangan dipenuhi bau cairan pemutih.

Berarti baru dibersihkan satu atau dua hari lalu.

Kemungkinan dia baru saja memindahkan Jaksa Seo.

Salah satunya adalah rute yang digunakan untuk memindahkan Jaksa Seo.

Coba cek dengan urutan terbalik.

Saat masuk dan keluar,

apa kau merasa ada perbedaan warna tanah di taman ini?

Tidak ada.

Mustahil dia berani mengubur seseorang saat kami tak ada.

Apa kau dengar bunyi aneh,

atau apa kau pernah mencium bau busuk dari bagian bawah?

Tidak ada.

Namun, aku mencium bau cairan pemutih yang sangat menyengat.

Kapan itu?

Sekitar kemarin pagi?

Saat terbangun, aku mencium bau yang menyengat.

Astaga. Apa dia membersihkan darah dengan cairan itu? Mengerikan sekali.

Kenapa kau tidak menanyakan bau itu kepada penyewa di bawah?

Dia mengaku memakai cairan pemutih untuk membersihkan jamur.

Bila dia membersihkan dini hari kemarin,

korban pasti dibuang ke tempat lain segera setelahnya.

Soal riwayat navigasi, beberapa mobil bisa menghapus data otomatis.

Minta saja ke perusahaan navigasi. Mereka pasti punya catatannya.

Pasti memakan waktu lama.

Bagaimana bila korban sekarat?

Mungkin saja korban dibuang karena sudah meninggal.

Baiklah. Aku pergi.

- Semoga berhasil. - Ya.

Pola lantainya berbeda.

Tidak sama dengan lantai yang kita lihat di dalam foto.

Juga tidak ada meja kaca.

Sepertinya foto itu tidak diambil di tempat ini.

Ini tidak akan mengubah apa pun.

Kau tidak akan bisa lolos.

Kami menemukan noda darah dalam kamar dan mobilmu.

Mobilmu adalah model baru.

Walau kau matikan navigasi, perusahaan masih merekam data.

Lokasi mobil, waktu menyetir, hingga data kosong mobilmu.

Berarti kami bisa melacak ke mana pun kau pergi kemarin,

walau kau bungkam.

Bila korban ditemukan di riwayat perjalananmu,

kau tak akan bisa mengelak lagi.

Jadi, lebih baik beri tahu kami.

Di mana Jaksa Seo sekarang?

- Halo. - Pak Kim Hu-jeong?

Aku jaksa dari Uijeongbu.

Aku tak tertarik.

Ini bukan telepon penipuan. Namaku Jaksa Seo Dong-jae.

Ingat aku? Kita pernah bicara di telepon soal kasus Tongyeong.

Kalau begitu, jawab saja pertanyaan ini.

Apa Jaksa Seo masih hidup?

Apa dia sudah meninggal?

Karena itukah kau membuangnya dan menghapus semua jejak?

Hei!

Kau bahkan tak tahu apakah dia masih hidup?

Ya. Aku sepertinya tak bisa ke kantor,

boleh ambil cuti setengah hari?

- Kau di mana sekarang? - Bogwang-dong.

Aku sedang menuju ke bekas rumah tersangka.

Tak usah mengambil cuti.

Dapatkan saja pengakuannya.

Andai bisa mengancam untuk membunuhnya.

Jaksa Hwang?

Karena mengabaikan perintahmu dan menangkap pelaku?

Pelakunya.

Aku tak menyangka dia pelakunya.

Aku juga.

Setidaknya kasus sudah berakhir

karena kita menangkapnya.

Benar, dia orangnya.

Dia tinggal di kamar paling atas hingga baru-baru ini.

Apa kau pernah melihat mereka di sini?

Mungkin mereka sering berkunjung?

Entahlah.

Walau aku juga penghuni di sini,

aku tak pernah naik untuk memperhatikannya.

Lagi pula, dia tidak lama tinggal di sini

sehingga aku tak begitu mengenalnya.

- Dia tiba-tiba pindah? - Benar.

Dia di sini sekitar dua bulan saja?

Aku tiba-tiba diberi tahu bahwa dia sudah pindah.

Aku bahkan tak sadar dia sudah pindah.

Apa kau tahu alasannya tiba-tiba pindah?

Dia pindah ke sini saat cuaca dingin ekstrem.

Dia mengeluh kamarnya terlalu dingin.

Pemilik rumah bilang kamarnya dingin

hanya saat musim dingin.

Bila memang terlalu dingin, dia bisa minta penghangat ruangan.

Adakah restoran pesan antar yang terkenal di daerah ini?

Restoran yang punya jasa antar sendiri.

Tentu ada.

Restoran ayam goreng langganan anak-anakku.

Apa kau lapar?

NOMOR KENALAN KIM HU-JEONG

Mereka korban tenggelam di Tongyeong?

Hu-jeong memang anak yang pendiam.

Selain pintar, keluarganya juga kaya.

Karena itulah, dia diincar anak-anak lain.

Apa mereka bertiga dekat sejak SMP?

Aku justru kaget melihat mereka bertiga masih berhubungan sampai sekarang.

- Hu-jeong! - Saat kelas dua…

Di mana Kim Hu-jeong?

Apa kau walinya?

Kejahatan apa yang dilakukan anakku sehingga kau menangkapnya begini?

Kami menangkapnya tanpa izin karena dia berusaha kabur.

Tuntutannya adalah penculikan, pembunuhan, dan penghilangan bukti.

Bila kalian menyalahkan seseorang,

lihat lebih dahulu siapa target kalian!

Dia baru berumur 20 tahun. Penculikan dan pembunuhan?

Dia adalah anak yang diterima di Universitas Nasional Seoul,

dan bahkan masih menerima beasiswa penuh dari Universitas Yonsei!

Maaf. Investigasi masih berjalan.

Tersangka sudah terhitung dewasa

sehingga tak perlu pendampinganmu dalam investigasi.

Siapa yang tersangka? Siapa yang menyetujui ini?

- Siapa penanggung jawabnya? - Aku.

KEJAKSAAN AGUNG

Aku juga pernah di Kejaksaan Agung.

Kau angkatan berapa?

Selain ayahnya, aku juga bertindak sebagai pengacaranya!

Saat kelas dua SMP,

kau membuat pengakuan kepada wali kelas.

Kau mengaku dirundung oleh dua orang teman.

Namun, apa hasilnya?

Wali kelas membuat mereka duduk di sebelahmu

agar kalian berteman.

Kim Hu-jeong yang berusia 15 tahun saat itu

harus bersama dua anak yang merundungnya.

Mereka bahkan memukuli, menghina, dan terus memerintahnya.

Kedua anak itu bergantian merundungnya.

Beraninya kau… Itu tak benar.

Anakku tak pernah dirundung.

Setelah aku ingat-ingat, sepertinya guru kami memperingati

kedua anak tersebut, yang sekarang menjadi korban Tongyeong.

Guru itu bilang tahu semuanya dan mengawasi mereka.

Ini terjadi karena pengakuan Hu-jeong soal perundungan tersebar.

Entah apa itu rencana baik atau bukan.

Namun, bagaimana kita bisa dekat dengan perundung kita?

Itu mustahil.

Walau kuliah atau pergi ke pantai, kau tak bisa dekat dengan mereka.

Tunggu. Kenapa masalah ini tiba-tiba muncul?

Sekalipun ada… Baiklah.

Anggap dia benar dirundung, tapi ini kasus penculikan dan pembunuhan.

Kenapa kasus lain muncul di sini?

Itu karena teman-temannya mungkin ditenggelamkan malam itu.

Mereka bukan teman, tapi musuh.

Coba beri tahu ayah.

Mereka teman, atau musuhmu?

Cepat katakan.

Mereka… temanku.

Kami menjadi teman dekat.

Kejadian saat SMP adalah masalah lama.

Kejadiannya sudah lama, mungkin saja mereka jadi dekat.

Kenapa kau menyewa kamar di Bogwang-dong?

Padahal kau punya apartemen bagus di Gwangjin-gu.

Selain itu, kenapa kau tiba-tiba pindah dari sana?

Kau baru satu bulan di sana.

Detektif, dia pernah mengatakan menyukai area Bogwang-dong,

tapi ternyata tak cocok sehingga akhirnya pindah.

Apa pindah rumah juga terhitung sebagai kriminal? Aneh sekali.

Apa detektif sekarang juga menangani kasus biaya sewa bulanan?

Aku dengar kau sering memesan ayam goreng.

Apa-apaan ini?

Kenapa membahas ayam goreng?

Apa mereka juga menumpang dan membawa gadis ke sana?

Pertanyaan macam apa itu?

Kamar itu selalu berantakan dan dipenuhi alkohol.

- Mereka sering pesan dari kami. - Ayam goreng datang!

- Ya! - Terkadang hanya ada pria.

Biasanya, dia yang membuka pintu.

Namun, terkadang ada orang lain, bahkan wanita di dalam kamar itu.

Aku yang mengundang mereka.

- Kau mengundang wanita ke kamarmu? - Ya.

Aku lihat kamarmu juga sebagai studio musik.

Saat pindah dari Bogwang-dong ke Guui-dong,

apa kau memberi tahu teman-temanmu bahwa kau pindah rumah?

Tidak. Aku tak memberi tahu…

Bukankah mereka temanmu, dan kalian dekat?

Kalian sangat dekat sehingga berwisata bersama.

Kenapa tak memberi tahu mereka bahwa kau pindah?

Mereka bertiga teman atau bukan,

itu tidak berhubungan dengan…

Kami sedang pastikan motif.

Kami sedang menanyakan motifnya.

Kim Hu-jeong.

Di mana kau pada tanggal 26 Maret antara pukul 19.00 sampai 23.00?

Tunggu!

Kau bawa Jaksa Seo ke kamarmu? Di mana dia sekarang?

Jaksa Seo Dong-jae?

Apa kalian menemukan jasadnya,

atau senjata pembunuhan di sana?

Kalian menahan anak tak bersalah karena kasus hilangnya jaksa.

Apa kalian berusaha menyelesaikan kasus secepatnya dengan menggunakan anak ini?

Aku adalah ayah anak ini, dan jaksa senior.

Kalian menindas anak ini walau pengacaranya di sini.

Aku jadi penasaran berapa banyak korban kalian.

Kenapa kau mematikan kamera mobilmu? Kenapa tidak dipasang?

Benar-benar menyebalkan.

Detektif. Kamera dasbor dianggap properti pribadi.

Pemberian video bukan kewajiban sehingga kami bisa menolak itu.

Lantai rumah dan lemari baju anakmu penuh dengan darah.

Ada pula di bagasi mobil. Apa salah menuduhnya?

Itu darah anjing.

Aku menabrak anjing.

Itu saja.

Seharusnya kau bawa ke dokter hewan.

Kenapa disimpan dalam lemari?

Apa ceritamu itu masuk akal?

Kubawa ke dokter hewan,

tapi katanya sudah tak ada harapan,

jadi, kubawa pulang.

Di mana anjing itu?

Dia sudah mati.

- Di mana jasadnya? - Aku kubur.

Di mana kuburannya?

Tunggu, aku baru ingat. Aku membuangnya begitu saja.

Dokter hewan mana?

- Aku tak ingat. - Dia membuatku gila.

Tes DNA bisa menunjukkan hasil darah manusia, ataupun hewan.

Kau tak bisa membodohi kami. Ini bukan waktunya!

Di mana Seo Dong-jae?

Dia menghapus jejak sekuat tenaga.

Semua jenis pemutih terdeteksi di sana.

Walau noda darah terlihat, noda itu mungkin sudah tercemar.

Tes DNA mungkin sulit dilakukan.

Berarti dalam situasi ini, kita bahkan tak bisa memastikan

apakah itu darah manusia atau bukan, karena sudah tercemar?

Karena itulah, dia sangat percaya diri dalam investigasi tadi.

Pertama-tama, kita harus pisahkan pelaku dengan walinya sekarang.

Pelaku tak akan bisa berbicara bila mereka terus bersama.

Kita sudah menangkap, tapi tak ada bukti yang kuat.

Padahal aku merasa kita sudah sangat dekat.

Apa kau diberi tahu kenapa kau ditangkap?

- Ya. - Bagaimana dengan hak pengacara,

serta hak beralasan? Kau tahu itu?

- Ya. - Tatap ayah, Hu-jeong.

Tatap ayah!

Kau tak boleh bicara apa pun.

Diam apa pun yang terjadi.

Ayah akan urus semuanya. Kau hanya perlu diam. Mengerti?

Baik.

Walau jaksa bisa meminta surat penahanan,

tuduhan untukmu tak jelas

sehingga kau bisa keluar karena tidak ada bukti.

Tidak. Ayah akan membuat surat itu tak pernah diloloskan.

Kau tak boleh ditahan!

Karena itulah, jangan berbicara apa pun kepada mereka.

Itu hakmu.

- Kau mengerti? - Ya.

Jangan hiraukan ucapan mereka.

Ini bukan apa-apa.

Ayo.

Apa kau percaya itu darah anjing?

Anakku berkata begitu. Kenapa aku tak percaya?

Kau mengaku dirundung…

Lantai rumah dan lemari baju anakmu penuh dengan darah.

Ada pula di bagasi.

Apa aku pernah menelepon bila tidak mendesak?

Hal mendesak bukan pada kasus hilangnya seorang jaksa saat ini.

Kita sudah menangkap pelakunya,

tapi dia bisa lepas karena pengacaranya sangat kuat.

Tidak, dia jelas pelakunya.

Kita kena masalah bila dia lepas.

Aku tak mau mendengar pelaku dilepas karena hasil tes DNA.

Aku mohon bantuanmu.

Terima kasih. Bantulah kami.

Tunggu, Pak.

Kami juga baru mendengar situasinya dari Jaksa Hwang.

Ini bukan bentuk penyalahgunaan kekuasaan…

Ya, tapi…

Baiklah.

Kami akan beri tahu dia agar berhati-hati.

Aku mengerti, Pak.

Maaf telah membuatmu khawatir. Ya.

Beraninya mereka membuat masalah!

Ada masalah apa lagi sekarang, dan siapa pelakunya?

Apa kau tahu Hakim Kim Gyu-man di Mahkamah Agung?

Tidak.

Ayah pelaku mendatangi Kim Gyu-man dan membuat keributan sehingga dia

menghubungi penanggung jawab surat perintah.

Penanggung jawab surat perintah menelepon wakil kepala dan memarahinya.

Ayah dari pelaku kasus apa?

Seo Dong-jae.

Dia beralasan jaksa penanggung jawab dekat dengan korban

sehingga tidak profesional bila surat penahanan dikeluarkan.

Dia berkata bahwa ini bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Maksud orang itu, Hwang Si-mok?

Bukankah dia yang melakukan penyalahgunaan kekuasaan? Walau anaknya…

Beraninya dia menekan kita!

Dia bukan atasan langsung, hanya senior!

Namun, surat diproses, 'kan?

Apa dia pikir aku akan sujud bila dia menelepon atasanku?

Dia pikir aku apa?

Justru yang paling penting sekarang adalah surat penahanan.

Mereka tak mungkin melepas dia, 'kan?

- Mungkin saja itu terjadi. - Apa?

Bukankah kau kenal hakim yang menjadi anggota parlemen?

Dia lebih senior daripada Kim Gyu-man, 'kan?

Angkatan ke berapa?

Entahlah.

Namun, dia hanya di atas kita beberapa tahun.

Kalau begitu…

Shin Jeong-ho masih lebih senior.

Surat penahanan harus tetap diproses.

- Apa dia hakim yang kau kenal itu? - Benar.

Halo, Pak. Apa kau punya waktu?

Aku langsung bicara saja.

Apa kau tahu Hakim Kim Gyu-man?

Kau pernah bekerja dengannya?

Kalau begitu, dia juniormu.

Benar.

Tempatnya dikelilingi gedung apartemen multipleks.

Ada pergunungan dan sungai di dekat sana.

Astaga. Di mana dia menyembunyikan Jaksa Seo?

Apa ini akan menjadi pembunuhan tanpa jasad…

Ke mana dia dibuang?

Halo.

Benar.

Catatan navigasi.

Benar. Baiklah.

Mobilnya terlacak di Seongsu-dong 1-ga pukul 03.00 hari ini.

Itu catatan terbaru

selain perjalanannya ke toko musik di Gangnam.

Dini hari tentu waktu yang tepat untuk memindahkan sesuatu.

Tebakan kita benar.

Bau pemutih akan menyengat bila dia membersihkan saat itu.

Namun, lantai kayu rumah orang tuanya

berbeda dengan lantai di foto itu.

Lokasinya dekat Sungai Han.

Apa Sungai Han tempatnya?

Ada pergunungan juga.

Juga dekat Hutan Seoul dan sungai kecil.

Dia membuatku gila.

Pasti sulit menemukan Jaksa Seo di sana.

Kenapa bisa sesulit ini?

Hei.

Sebelah sini.

- Benarkah tempatnya? - Apa?

Mustahil membuang di tempat ramai, bahkan pukul 03.00.

Dia berhenti di sini selama dua menit.

Hutan Seoul hanya sepuluh menit berjalan kaki,

tapi mustahil membawa jasadnya dengan berjalan kaki ke sana.

Jika dia menghentikan mobil selama dua menit,

berarti hanya membuang sesuatu, 'kan?

Mari kita cari sekeliling. Mungkin dia sembunyikan di tangga.

Kami sudah mencari semua tempat, tapi tak ada.

Kami sudah mengecek itu. Kosong.

KOTAK DONASI BAJU BEKAS

Astaga. Tunggu sebentar!

Hei! Cepat bawa alat kemari.

Cepat! Tunggu.

Sialan.

- Dia bawa alat. - Tolong buka ini.

Ini.

Biar kubantu.

Satu, dua, tiga.

Cepat keluarkan satu demi satu.

- Astaga, bau sekali. - Bau cairan pemutih.

Cepat robek plastiknya.

- Astaga. - Bau sekali.

Kita tak bisa tes DNA dengan ini.

Dia tak membuang korban di sini.

Berarti sebelum dia kemari.

Jaksa dipindah sebelum kamar dibersihkan, lalu membuang semua ini.

Dia bisa membersihkan tempatnya tanpa berpakaian.

Minta semua data navigasi sebelum dia sampai ke tempat ini.

Baik.

Padahal butuh beberapa jam untuk dapatkan lokasi ini.

Katakan ini hidup dan mati seseorang!

Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Apa Jaksa Seo mengatakan sesuatu?

Apa dia mengatakan kecurigaannya padamu dari awal hingga akhir?

Aku ingin bertanya sesuatu.

Apa kau senggang hari ini?

Aku sibuk hari ini.

Aku juga sudah jelaskan semuanya saat itu.

Tidak, aku ingin memastikan hal lain.

Memastikan apa?

Apa besok senggang? Mari kita bertemu saja.

Bertemu di mana?

Apa ke rumahmu saja?

Tidak.

Jangan.

Lantas, di mana?

Apa kau tahu daerah Itaewon?

Kasus kekerasan yang terjadi dalam negara kita saat ini,

jarang berakhir dengan kasus kekerasan lain.

Kebanyakan korban lebih memilih melukai diri.

Walau banyak yang berkata itu bentuk gangguan mental,

menurutku pribadi,

itu bentuk pertahanan terakhir yang dibuat oleh manusia.

Waktu.

"Semuanya berhenti saat aku lulus.

Aku akan berhenti dirundung bila memutus hubungan dengan mereka."

Walau kau melukai dirimu,

kau menunggu hari itu tiba.

Teman, kau membuat kami kecewa.

Sangat kecewa.

Kau pikir kami tak bisa menemukanmu?

Tempatmu luas.

Astaga. Lebih bagus daripada kamar atapmu kemarin.

Sepertinya kau paham teori perundungan.

Aku sudah lupa rasanya dirundung, tapi masih ingat pengalamannya.

Kim Hu-jeong akhirnya berhasil menjadi orang dewasa.

Ayahmu bisa dengan bangga menyebutkan namamu

karena kau mendapat beasiswa penuh.

Kau dianggap orang dewasa yang sukses.

Namun, apa yang berbeda?

Kau tak bisa melangkah keluar

dari remaja yang sering dirundung.

Bagi Kim Hu-jeong,

tak ada lagi yang perlu ditunggu.

Maka, kau memutuskan untuk tak menunggu.

Hei, Teman.

Kenapa kau baru datang? Kami sudah lama menunggu.

Cepat berikan kunci mobilmu.

Apa kalian menjual komputer dan alat-alatku?

Teman, kau berani memegang tanganku?

Maafkan aku, Teman.

Kami menjualnya untuk dapat uang. Apa kau marah?

Maafkan kami, Teman.

Karena itulah pinjamkan uang saat kami memintamu.

Aku sudah membelikanmu sepatu.

Benar juga. Kau membelikanku sepatu tanpa baju yang pas.

Beri tahu aku siapa pembelinya.

Semua lagu karanganku disimpan di komputer itu.

Akan kubeli kembali.

Astaga. Kau tak menyimpan cadangannya?

Tidak disangka.

Percuma nilai bagus, bila tak tahu ini. Kepintaranmu tak berguna.

Aku jual di Internet. Kucek nanti.

- Bawa kembali hari Kamis. - Sudah kujual, Berengsek.

Maksudku, mobil ini. Aku perlu memakainya nanti.

Untuk apa?

Aku ingin pergi ke pantai.

Hei, ayo ikut dia!

- Kita ajak para gadis? - Tidak!

Aku masih belum mahir menyetir, jadi, jangan undang mereka.

Untuk apa mengajak mereka? Pasti banyak gadis di pantai.

- Kau konyol. - Benar juga.

Teman. Pesan hotel yang bagus di sana.

Kenapa hotel?

Vila lebih bagus. Bisa barbeku. Pesan vila saja.

Kalian benar mau ikut?

Tidak perlu ikut jika tidak mau.

Baiklah.

Aku akan bawa kalian ke sana.

Bagaimana perasaanmu?

Setelah berhasil membunuh mereka sendiri?

JKau tak boleh bicara apa pun. Kau hanya perlu diam.

Aku…

tak tahu.

Bukan aku.

Apa Jaksa Seo…

sudah meninggal?

Aku tak tahu.

Kim Hu-jeong.

Apa yang kau lakukan padanya?

Jawab aku.

Apa kau menusuknya?

Kau mencekiknya?

Kau memutilasinya?

Walau jasad tak ditemukan dan pelaku terus tutup mulut,

pengadilan tetap bisa diteruskan dengan bukti situasi yang ada saat ini.

Kamarmu penuh dengan noda darah.

Kau bahkan kabur saat kami datangi.

Bajumu juga kami temukan.

Baju yang kau buang

di dekat lingkunganmu pada pukul 03.00.

Lihat ini.

Ada jejak kau berusaha menghapus noda darah.

Apa yang kau lakukan padanya?

Katakan. Apa yang kau lakukan pada Jaksa Seo?

Apa yang kau lakukan padanya?

Kau pasti akan ditahan dan masuk penjara.

Apa pun ucapan ayahmu,

kau tak akan bisa keluar dari kasus ini, walau menjahit mulutmu.

Hal terakhir yang perlu dipastikan adalah tuntutan untukmu.

Itu tergantung kau.

Pembunuhan berencana, atau percobaan pembunuhan?

Bila Jaksa Seo masih hidup semalam, dia mungkin masih hidup.

Di mana dia?

Kau membunuhnya?

Apa dia sudah lama mati?

Kau membuang orang yang masih hidup?

Aku tak tahu apa pun.

Kami dapat riwayat internetnya.

Dia sering menonton unggahan video kita,

dan menulis komentar atas saksi kejadian.

Mau dibawa ke mana?

Jangan mengada-ada.

Bila kau melihat kejadian, kenapa tak melapor?

Kenapa harus seperti ini?

Kau menulis "Dasar pencari perhatian". Kau menulis di bawah komentar saksi.

- Tidak! - Kau yang pencari perhatian.

Beraninya kalian!

Bila kau menghalangi kami lagi, aku akan menuntutmu.

Kau bukan seniorku juga.

SEDANG BERTUGAS

Di dekat kamarmu, 'kan?

Baju dibuang dekat tempatmu. Jaksa Seo pun pasti dekat.

Di mana dia?

Aku ingin bermain musik.

Sudah sejak lama.

Ayahku berkata,

bila bisa masuk tiga universitas besar, aku bebas melakukan keinginanku.

Aku belajar mati-matian.

Namun, mereka tak berhenti.

Walau aku pindah SMA dan kuliah,

ke mana pun, mereka terus mengikutiku.

Saat mendapat studioku sendiri, aku begitu senangnya.

Aku merasa mendapat hadiah dari kesulitan yang sudah kulalui.

Namun,

mereka muncul lagi

di studioku.

Ke mana aku bisa pergi lagi?

Aku butuh masa depan.

Kau pikir, ini akan berakhir jika kau bunuh mereka?

Karena itukah kalian ke pantai?

Bagaimana dengan Jaksa Seo?

Sungai, atau pergunungan?

Pergunungan.

Aku…

membuangnya begitu saja di pergunungan.

Aku mendengar ada surat berdarah,

dan saksi atas kejadian tersebut.

Aku sangat takut

sehingga menyimpan dia di lemari.

Aku terlalu takut melakukan apa pun.

Ketika mendengar adanya saksi,

aku merasa harus melakukan sesuatu, tapi saat menyentuhnya…

dia sama sekali tak bergerak.

Dia sudah meninggal.

Kau membiarkan orang yang berdarah begitu saja?

Bagaimana dengan makanan dan minuman?

Kau beri dia minum?

Di mana dia?

Aku tak tahu.

Siapa yang tahu kalau kau tak tahu?

Kejadiannya malam,

aku tidak tahu tepatnya.

Aku tidak tahu harus ke mana.

Aku menyetir ke tempat yang sepi.

Jadi, aku tak yakin….

Sepertinya di sekitar sini.

Lihat baik-baik. Kau yakin di sini?

Lihat baik-baik!

Hu-jeong…

Kenapa kau tidak memberi tahu ayah?

Aku ayahmu.

Lokasi korban sudah ditemukan. Di separuh jalan ke Achasan.

Kirim semua tim yang bisa datang. Area pencariannya sangat luas.

- Cari saksama. - Sini!

Sebelah sini!

- Periksa saksama. - Teliti!

Periksa ke segala tempat.

- Cek yang teliti. - Tidak ada.

Ayo!

Jalan!

Ayo cepat.

- Cari seluruh bukit. - Ini area pencarian pertama.

Sepatu yang ditemukan bukan milik korban. Pasti dibuang orang lain.

Ada banyak pepohonan.

Dia mungkin tersangkut di dahan.

- Kau sudah datang? - Mundur.

Baik!

Tunggu. Biarkan mobil itu masuk!

Itu mobil peralatan kami.

- Dari mana mereka? - Jaga mereka.

Kalian bawa apa saja?

Kami membawa dua kamera pendeteksi panas karena kondisi malam hari.

Bila besok masih berlanjut, kami akan gunakan kamera biasa.

Beri jalan!

Kalian tak boleh lewat!

Bu Choi.

- Ya. - Kau datang dari acara?

Jejak belum ditemukan.

Apa kau yakin dia di sini?

Pengakuan pelaku tak yakin.

Dasar berandal bodoh.

Coba ke sebelah kanan.

Kami tak bisa masuk ke area ini karena rumput yang terlalu tinggi.

- Ya. - Coba cek ke area ini.

Apa?

Apa itu?

Helikopter dari stasiun TV?

Astaga. Berisik sekali!

Itu mengganggu pencarian kami.

Sudah semua?

Ya, terima kasih.

Proses pencarian korban sedang disiarkan langsung.

Aku tahu. Tolong kirimkan dokumen ini.

Ya.

Apa kau baik-baik saja?

Apa?

Tak disangka kau sudah lupa.

Kau sudah cukup besar untuk mengerjakan tugas sendiri.

Baiklah. Selesaikan tugasmu setelah makan.

Ibu periksa nanti setelah kau selesai.

Ya.

Pulang saja, Bu. Aku akan terus melapor dari sini.

- Apa kau tak kedinginan? - Tidak.

Kau lebih baik pulang. Tak perlu menunggu di sini.

Walau ini sebenarnya masalah hidup dan mati seseorang,

aku dahulu sempat muak melakukan hal seperti ini.

Kau tahu apa kata mereka.

"Kasus terjadi di TKP, bukan di meja kerjamu."

Tak seharusnya kasus ini

sampai ke TKP.

Salah satu ayah korban kasus Tongyeong berkata

dia tak bisa belikan sepatu untuk anaknya.

Namun, anaknya berkata dia bisa bekerja paruh waktu untuk sepatu itu.

Aku ingat jelas mendengar ceritanya itu.

Jadi, aku seharusnya memakai otakku.

Itu menyiratkan bahwa dia belum bekerja.

Namun, bagaimana bisa dia mendapatkan sepatu semahal itu?

Bila aku menyadari hal tersebut…

Aku tak bisa membelikannya sepatu ini.

Tapi dia bilang tak masalah karena ingin bekerja paruh waktu.

Kenapa tak terpikirkan olehku?

Aku mendengar suara orang terpeleset.

- Ada yang terluka? - Dari sinikah?

Ada sesuatu di sini! Cepat ke sini!

Ada di sebelah sini!

Kau menemukannya?

Dia ditemukan?

- Di mana? - Ada apa?

- Di mana? - Itu dia?

Aku sedang berada di TKP.

Mereka tengah mencari Jaksa Seo yang hilang diculik…

Gyeong-jun…

Ibu…

Gyeong-jun…

Jangan biarkan dia melihat berita.

Pastikan dia tidak melihat berita.

Berita…

…terkait kasus tenggelam di Tongyeong…

- Sial. Aku tak bisa melihat jelas. - Hei!

Kalian menemukannya?

Sial.

- Bawa lampu kalian kemari. - Lampu!

Lampu!

Perlahan!

- Di sana! - Di mana?

- Sebelah sana! - Di mana?

Aku bisa melihatnya!

Kurasa dia di sebelah sana!

Tim penyelamat baru saja

mengangkat seseorang dari landaian yang diduga sebagai Jaksa Seo.

Masih belum diketahui dia masih hidup atau tidak.

Polisi akan segera membuat pengumuman resmi…

BELUM DIKETAHUI DIA MASIH HIDUP ATAU TIDAK

Korban sudah dibawa naik!

Sorot lampu kalian ke mereka!

Sebelah sini!

Minggir!

Perlahan!

Hati-hati!

Beri jalan!

Hati-hati!

- Hati-hati. - Tolong beri jalan!

Kosongkan area ini dari jurnalis dan mobil.

Tolong minggir! Biarkan mereka lewat!

Tolong mundur!

Bagaimana pencariannya?

- Pasangkan oksigen. - Baik.

- Perlahan. - Ya.

Tunggu!

- Baringkan kembali perlahan. - Ya.

Ini terikat pada tangan Jaksa Seo.

Kenapa kau harus seperti ini?

Sialan.

Masa tak tahu alasannya?

JAKSA YANG HILANG DISELAMATKAN DARI ACHASAN

INSPEKTUR HAN

Ada apa?

Tunggu sebentar.

Cepat tangkap saksi itu.

Surat dan kesaksian palsu.

Mereka di sana karena ada alasan. Ini bukan kebetulan.

Bisakah kau turunkan aku…

Kau ingin turun di sini?

Tidak.

KEPALA JAKSA KANG WON-CHUL

Halo, Pak.

Apa yang terjadi?

Apa dia masih hidup?

Benar.

Bagaimana kondisinya?

Dia tak sadarkan diri sekarang.

Dia mengalami hipotermia karena pendarahan,

- dan tak minum… - Dia akan sadar, 'kan?

Walau sadar, dia akan mengalami trauma akibat jatuhnya.

Dia mengalami renjatan karena patah tulang.

Baiklah.

Kerja bagus. Terima kasih.

Baik, Pak.

Siapa?

Aku tetangga di lantai bawah.

Airmu sepertinya bocor.

Bukan dari tempatku.

Namun, air terus menetes dari tempatmu.

Bolehkah kuperiksa mesin cucimu?

Pukul sebegini?

Jeon Gi-hyeok, ayo bicara.

Apa ini?

Apa itu?

AKU SUDAH MENCUCI PIRING TERLAMBAT

AKU SUDAH MENCUCI PIRING TERLAMBAT

Aku membuangnya begitu saja di pergunungan.

Aku mendengar ada surat berdarah…

Dia hanya kurang beruntung.

Kuputuskan tak melakukannya.

Aku minta menemuinya, tapi kucoba mengubah pikiranku.

Hei, Kim Hu-jeong!

Hal itu takkan terjadi jika saja dia sedikit terlambat.

Apa ini benar bukan ulahmu?

Hei.

Kemari, Berandal.

Cepat!

Aku tahu kau berbohong demi uang,

tapi tak menyangka ini.

Kenapa ini ada di rumahmu?

Lalu jam tangan polisi? Apa kau buang setelah difoto?

Lalu dasi? Apa kau membeli dasi itu?

Dasi apa?

Lantai kayu dan meja ini persis dengan rumahmu.

Foto ini diambil di rumahmu.

Foto apa ini sebenarnya?

Jangan berlagak bodoh.

Kau yang bilang bahwa kau melihat berita yang mengganggumu.

Foto dari pelaku ini sangat gempar di media saat disebar.

Maksudmu, kau belum pernah melihat foto ini?

Hei, coba berpikir lebih baik sebelum kau mengatakan sesuatu

dari mulut yang sering berbohong itu.

Apa lantai kayu seperti ini tidak ada di rumah orang lain?

Jika tak mau ketahuan, lakukanlah di luar.

Kau khawatir ketahuan di luar,

tapi tak takut ketahuan di dalam?

Semua penghuni gedung kami punya lantai ini.

Apa semua penghuni juga pelaku?

Apa mereka juga mengaku melihat pelaku sepertimu?

Apa hubunganmu dengan Sersan Baek?

Aku tidak kenal sama sekali dengan orang yang kau maksud.

Lalu siapa?

Siapa yang menyuruhmu menuduh orang yang tak kau kenal?

Tak ada.

Kenapa pembicaraan ini menjadi makin aneh?

Kau benar-benar menyebalkan.

Kau muncul sebagai saksi setelah mengirim foto ini.

Kau coba menggunakan informasi dari kepolisian untuk membuat kebetulan,

dan menuduh polisi menjadi tersangka.

Bagaimana bisa kebetulan?

Siapa yang menyuruhmu?

Bukankah sudah katakan, semua itu demi uang?

Aku memang sudah menipu kalian.

Namun, kenapa kalian menjadi gila dengan lantai kayu rumahku?

"Menjadi gila"?

Kau pasti rindu dipenjara.

Mau kuantar?

Apa…

Mohon keluar sebentar.

Apa? Kenapa?

Ada apa ini?

Bedebah itu terlihat ketakutan saat kau membahas penjara.

Dia selalu hidup penuh rasa takut terhadap polisi.

Dia pasti senang sekarang.

Kau pasti ingat denganku, bukan?

Apa kau tak ingat?

Kau yang bersandiwara

dengan mengganti nomor pelat.

"Bersandiwara."

Aku sendiri sudah berpengalaman selama sepuluh tahun

untuk kasus kejaksaan agung.

KEJAKSAAN AGUNG

Setelah aku melakukan sandiwara yang kau sebutkan tadi,

aku mendapat telepon aneh.

Telepon apa itu?

Kau tak perlu tahu telepon tentang apa.

Kau punya kenalan jaksa, 'kan?

Aku?

Mana mungkin aku punya kenalan?

Kutanyakan

apa aku akan menanggung akibatnya,

atau tercederai

jika menyelidiki ini.

Bila kau kenal jaksa, sebutkan namanya sekarang.

Di mana orang itu? Kejaksaan Pusat?

Yang benar saja.

Mana mungkin? Aku hanya kelas teri.

Kau tahu itu, bukan?

Kau benar.

Namun, bila saja

aku menangkapmu sekarang,

dan mendapat tekanan dari dalam kejaksaan,

aku tak akan membiarkanmu lepas.

Apa kau mendapat informasi itu lewat telepon?

Jika tidak, dari mana lagi?

Maksudku hanya…

Sub by Netflix & Synced by skysoultan ♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Bagaimana bisa seseorang yang mati karena minum-minum

mengirim uang ke tiga wanita tepat dua hari sebelum kematian?

Kita harus mencari mereka.

- Kau tak perlu melindungi mereka… - Aku tak melindungi mereka.

Apa dia mengakui semuanya?

Tim Hukum Divisi Kriminal lakukan ini untuk mempertahankan hak investigasi.

Jika memang salah satu dari mereka, siapakah gerangan?

Siapa pria ketiga di vila malam itu?

Hei!

Entah Woo Tae-ha atau Kim Sa-hyun, itu tak penting.

Biar kutunjukkan apa hak penangkapan bagi kejaksaan.

Aku akan menuntutmu dan membuatmu terpidana sebagai polisi korup.

Terjemahan subtitle oleh Betari Andika

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.