Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Tidak ada kebetulan dalam takdir.
Seorang pria membuat takdirnya sendiri
sebelum dia mengalaminya."
"Episode 3"
Gagasan tentang ruang-waktu seperti serangkaian potret
yang merekam perubahan dalam ruang seiring berjalannya waktu.
Karena itulah kecepatan
didefinisikan dari jarak ke waktu,
dan agar kecepatan cahaya bisa konsisten,
waktu harus melambat.
Pada tahun 1908, Minkowski,
di ceramahnya yang terkenal...
Diagram ini
dibuat 100 tahun lalu.
Ini dibuat saat tidak ada internet atau ponsel.
Tapi kalian kesulitan memahami sesuatu yang usianya seabad.
Sebagai mahasiswa jurusan fisika yang bercita-cita menjadi ilmuwan,
apa ini tidak membuat kalian malu?
Kalian sungguh ingin mempelajari teori berusia 100 tahun?
Kenapa kalian tidak mengerti ini?
Bagaimana bisa kalian mengambil jurusan fisika
jika kalian tidak mengerti ini?
Kalian semua bodoh?
Siapa kamu?
Apa yang kamu lakukan?
Siapa kamu?
Tidak mungkin.
- Dia sangat tampan. - Romantis sekali.
Dasar mesum!
Berani sekali kamu datang ke sini.
Kunci pintunya. Hubungi polisi!
Kamu mempermainkan orang yang salah.
Beraninya kamu menyerangku di zaman sekarang!
Di depan umum, di ruang kuliahku pula!
Halo? Apa ini polisi?
Teruslah memotret!
"Park Jin Gyeom"
Kamu sungguh polisi?
Atau ini identitas palsu?
Itu asli.
Kamu salah mengira aku orang lain?
Tidak.
Lalu kenapa kamu melakukan itu?
Apa kamu tahu
siapa aku,
dan siapa namaku?
Kamu Park Jin Gyeom.
Bagaimana kamu tahu?
"Park Jin Gyeom"
Kurasa siapa pun bisa menjadi polisi sekarang ini.
Bukankah kalian harus mengikuti ujian?
Berapa usiamu?
Kenapa kamu bertanya?
Apa usiamu lebih dari 50 tahun?
Apa maksudmu?
Kamu lahir tahun 1968?
Kamu tidak tahu?
Kamu pernah punya seorang putra?
Yang benar saja.
Jika kamu seorang polisi, kamu harus tahu
bahwa aku bisa memukulmu sekarang dan tetap tidak bersalah.
Keluarlah jika kamu tidak mau aku memukulmu. Sekarang!
Dia lulus SMA saat berusia 15 tahun
dan meraih peringkat pertama di Fisika Universitas Hanguk.
Dia mendapat gelar Doktorat saat berusia 23 tahun
dan bekerja di Pusat Penelitian Sains Lanjutan sebagai peneliti.
Dia bahkan menerbitkan sebuah buku,
tapi dia berhenti setelah bertengkar hebat dengan atasannya.
Penelitian apa yang dia lakukan?
Aku juga ingin menyelidikinya,
tapi tidak ada yang tahu dia melakukan penelitian,
bahkan orang tuanya sendiri.
Bagaimana dengan keluarganya?
Dia punya orang tua dan adik perempuan.
Orang tuanya mengelola restoran Tiongkok,
yang kebetulan ada di seberang jalan dari sini.
Ini.
Selamat menikmati.
Terima kasih.
Mau makan malam sekarang?
Sudah kubilang itu salah paham.
Aku hanya bernyanyi.
Aku tidak memegang apa pun kecuali mikrofonnya.
Astaga.
Ayolah.
Kamu mau acar lobak lagi?
Tidak, ini sudah cukup.
Kenapa kamu kembali lagi?
Ibu, dengarkan aku sekali lagi.
Aku harus mengirimkan depositku besok.
Tidak.
Ibu tidak punya uang.
Ibu!
Kenapa kamu tidak membantunya?
Benar. Kita tidak punya uang. Maaf, kami tidak punya uang.
Ayah, jangan ikut campur.
Ibu. Tolong biarkan aku mandiri.
Memangnya kamu pejuang kemerdekaan?
Kenapa kamu sangat terobsesi menjadi mandiri?
Aku tidak bisa tinggal dengan Kak Tae Yi.
Dia mencoba membunuhku.
Jika kelak Ibu menemukan mayatku,
Kak Tae Yi adalah pembunuhnya.
Dengarkan omongan gadis ini.
Apa yang kamu kenakan?
Jika ibu atasanmu, ibu akan memecatmu.
Aku memakai seragam di bank.
Selain itu, cabang kita tidak bisa beroperasi tanpa aku.
Hei. Jika kamu tidak bisa tinggal dengan kakakmu, pulanglah.
Kalian selalu pilih kasih.
Kalian melakukan semua yang dia minta.
Kenapa kalian tidak mau melakukan apa pun untukku?
Apa yang telah kamu lakukan untuk ibu?
Kamu juga belum melakukan apa pun.
Kamu menghabiskan semua uangmu untuk perjalananmu.
Ibu macam apa ini?
Putri macam apa kamu?
Astaga. Kenapa kamu berhenti makan?
Aku sudah selesai.
Terima kasih. Datanglah lagi.
Dia tampan. Apa dia pelanggan tetap?
"Unit Kejahatan"
Apa?
Kenapa polisi menyelidiki kakakku?
Apa dia melakukan sesuatu?
Atau dia dalam bahaya?
Ini bukan hal besar, jadi, jangan khawatir.
Aku punya beberapa pertanyaan tentang si profesor.
Bukankah ada hal istimewa yang terjadi kepadanya pada tahun 2010?
Usianya mungkin 22 pada tahun 2010.
Saat itu, dia kuliah pascasarjana.
Tidak ada kejadian khusus.
Apa dia bersikap seperti orang yang sangat berbeda?
Tidak. Dia terus-menerus menyebalkan.
Apa yang kamu...
Kamu bilang sudah bertemu dengannya.
Kamu tahu betapa menyebalkannya dia meski baru bertemu sekali.
Dari yang kudengar, dia berwatak lembut dan baik.
- Apa itu tidak benar? - Itu tidak benar.
Dia sabar, sentimental,
dan menyayangi anak-anak. Apa itu tidak benar?
Kakakku?
Tae Yun! Bir!
Apa Kakak tidak berlebihan?
Memangnya aku pelayan Kakak? Kakak pikir Kakak pemilikku?
Lalu?
Jadi, aku berencana berbelanja bahan pangan.
Kakak mau makan dengan bir?
Pergilah.
Baru ingat.
Seorang polisi datang menemuiku.
Siapa dia? Dia tampan.
Apa menurutmu itu pertanyaan yang tepat?
Kamu yang menemui polisi itu.
Kenapa kamu bertanya siapa dia?
Bisa-bisanya orang bodoh sepertimu bekerja di bank.
Itu lebih misterius daripada misteri luar angkasa.
Park Jin Gyeom dari Kepolisian Seoul Nambu. Kakak tidak kenal?
Kenapa si mesum itu datang menemuimu?
Dia orang mesum?
Tunggu. Bagaimana Kakak tahu dia mesum?
Aneh, bukan? Kakak juga tidak tahu soal itu.
Nilai yang tidak diketahui.
Apakah angka Kaprekar jawabannya?
Tunggu.
Tahun 1981 adalah 98 ditambah 01.
Polisi itu sangat mengenal Kakak.
Dia mengatakan semua hal tentang Kakak, dan itu benar.
Kecuali kepribadian Kakak.
Seperti apa?
Bahwa Kakak tidak akan makan mi instan,
bahwa Kakak minum banyak air saat makan,
dan Kakak suka jjamppong dan nengmyeon pedas.
Dia tahu semua itu.
Bagaimana bisa?
"Park Sun Young"
Ibu.
Tolong jelaskan
apa yang terjadi.
Kartu waktunya tidak diserahkan ke polisi sebagai bukti.
Untungnya, tampaknya Park Jin Gyeom memilikinya.
Kamu sudah menyelidikinya?
Ya.
Menurut data yang diterima,
mereka tidak bisa mengetahui siapa ayahnya,
dan ibunya meninggal pada tahun 2010.
Dia masuk Akademi Kepolisian
dan saat ini menjadi detektif di Kepolisian Seoul Nambu.
Satu hal yang menonjol.
Dia didiagnosis mengidap Aleksitimia saat berusia enam tahun.
Aleksitimia? Ketidakmampuan merasakan emosi?
Ya, itu benar.
Siapa orang-orang ini?
Itu kapten tim dan istrinya.
Park Jin Gyeom tinggal dengan mereka sejak usia 20 sampai tahun lalu.
- Apa mereka berhubungan? - Tidak, Pak.
Ibunya yatim piatu, jadi, dia tidak punya kerabat.
Lalu kenapa mereka tinggal bersama?
Itu sudah lama sekali, jadi, kami masih menyelidikinya.
Baik, sudah cukup.
Ayo ambil kartu waktunya malam ini.
Apa kita bisa? Dia seorang polisi.
Tidak penting siapa dia.
Lalu, di mana Park Jin Gyeom sekarang?
"Fisika untuk Orang Genius"
"Yoon Tae Yi"
[VIU Ver] SBS E05 'Alice' -♥ Ruo Xi ♥- Synced with Subcake Android
Pak Park Jin Gyeom.
Tolong kembalikan kartunya.
Kartu apa?
Kami tahu kartu itu ada padamu.
Ini?
Benar. Itu. Kamu tidak boleh menyimpannya.
Cobalah mengambilnya.
Siapa kalian?
Ambil kartu waktunya dahulu.
Tunggu di mobil.
Jadi, itu disebut kartu waktu.
Kurasa aku tidak bisa membiarkanmu hidup.
Kurasa dia ditembak dengan senjata yang sama
dengan yang ditembakkan ke ibumu.
Pak Yoo.
Polisi mendengar suara tembakan dan sedang menuju ke sini.
Kita harus segera pergi.
Jangan coba-coba mencari kami.
Kamu tidak akan selalu seberuntung ini.
Halo.
Profesor Yoon, selamat datang.
Bagaimana akhir pekanmu?
Kenapa kamu menanyakan itu?
Silakan duduk.
Baiklah.
Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja.
Jika ada masalah, bisa kamu selesaikan untukku?
Bukan itu maksudku.
Begini... Aku punya permintaan.
Kudengar seorang mahasiswa keluar dari penelitian gabunganmu.
Lalu?
Masalahnya, Presdir punya keponakan,
dan kebetulan jurusannya berkaitan.
Kamu mengerti maksudku?
Sama sekali tidak.
Aku mendengar ucapanmu, tapi aku tidak mengerti maksudmu.
Maksudku...
Bisakah kamu menyertakan
nama keponakan Presdir di makalahmu?
Begitu rupanya.
Jadi, itu maksudmu.
Ya.
Lakukan itu untukku, ya?
Tidak mau.
Astaga.
Kenapa?
Saat aku membersihkan ruanganku,
kamu tahu apa yang kutemukan selain debu?
Rambut.
Para mahasiswaku kehilangan rambut
karena penelitian ini selama tiga tahun terakhir.
Tolong jangan mengecilkan hati mereka seperti ini.
Kamu sendiri sudah kehilangan cukup banyak rambut.
Apa?
Tunggu.
Tidak.
Astaga.
- Permisi. - Ya?
Kamu bisa minum ini.
Tidak perlu.
Ini dari kursi fakultas.
Terima kasih, Bu.
Apa kamu menyukaiku? Apa kamu penguntit?
Bukan begitu.
Lalu kenapa kamu memata-matai keluargaku?
Maaf jika aku membuatmu tidak nyaman.
Aku punya pertanyaan.
Bukankah ini hanya kartu biasa?
Itu sama sekali tidak biasa.
Tampilannya memang aneh,
tapi bagiku ini seperti kartu biasa.
Aku ingin memintamu
mencari tahu apa ini untukku.
Ada seseorang yang harus kutangkap.
Kamu lihat di sana?
Itu dokumen yang harus kuperiksa akhir pekan ini.
Kamu tahu apa masalah yang lebih besar?
Itu semua ditulis dalam berbagai bahasa.
Kamu berharap aku memeriksa kartu bodoh ini?
Kamu juga tidak membayarku.
Kamu percaya pada perjalanan waktu?
Apakah arah pembicaraan ini ke sana?
Bukankah itu terlalu aneh?
Saat aku mengambil kartu ini,
benda di sekelilingku melayang.
Tentu saja, kamu mabuk.
Itu benar.
Baru-baru ini,
aku menyaksikan drone tanpa baling-baling.
Sulit dipercaya, bukan?
Ucapanmu sama konyolnya.
Apa?
Hari itu,
kamu mengejar drone itu?
Aku menyaksikan drone yang sama hari itu.
Aku juga melihatmu.
Tolong lebih berhati-hati untuk saat ini.
Park Jin Gyeom pasti mengingat wajah kalian.
Aku tidak peduli dengan polisi di sini.
Meskipun dari 30 tahun lalu, mereka tetaplah polisi.
Tidak perlu membuat masalah.
Seharusnya kamu tidak membangun Alice di sini sejak awal.
Keberadaan Alice di sini pasti akan menimbulkan masalah.
Karena itulah kamu memanggilku kemari.
Kamu mau aku menyelesaikan masalah.
Aku tahu apa yang kamu incar,
tapi untuk mencapai itu, kamu harus berusaha lebih keras.
Kamu harus menjadi lebih kuat untuk melindungi orang yang kamu sayang.
Apa kamu bisa melindungi mereka?
Apa kamu cukup kuat
untuk melindungi orang yang kamu sayang?
Ada tiga cara untuk memiliki gaya angkat yang cukup
untuk melawan gaya berat.
Rotasi, dorongan, dan antigravitasi.
Tapi drone yang kusaksikan hari itu
tidak melibatkan rotasi ataupun dorongan.
Itu sebabnya aku mengejarnya.
Menurutmu, dron seperti itu tidak bisa dikembangkan
dengan teknologi hari ini?
Sejujurnya, itu bukan pertanyaan mudah.
Sepanjang sejarah, kemajuan manusia dipimpin oleh beberapa orang genius.
Orang-orang itu mampu membuat hal yang bahkan tidak terbayangkan.
Aku yakin mereka bersembunyi di suatu tempat,
membuat sesuatu yang luar biasa bahkan saat ini.
Maksudmu,
mereka bisa mengembangkan mesin waktu?
Tentu saja.
Lihat betapa jauh orang-orang genius di masa lalu
mengembangkan sains sampai hari ini.
Para genius masa depan
bisa mengembangkan mesin waktu untuk menunjukkan rasa hormat.
Omong-omong, kenapa terus menanyaiku soal perjalanan waktu?
Aku yakin kartu ini berkaitan dengan penjelajah waktu.
Tidak ada yang namanya penjelajah waktu.
Kamu polisi paling imajinatif yang pernah kulihat seumur hidupku.
- Tapi kamu tadi bilang... - Aku mengatakan itu
karena aku profesor fisika.
Sejujurnya, siapa yang tahu apakah perjalanan waktu itu mungkin ada?
Tetap saja, tolong periksa.
Di mana kamu menemukannya?
Aku tidak bisa memberitahumu sekarang.
Jika kamu tidak bisa memberitahuku, aku juga tidak bisa mengusahakannya.
Lain kali saja saat kamu bisa memberitahuku.
Itu ditinggalkan oleh ibuku.
Kalau begitu,
maksudmu ibumu berkaitan dengan perjalanan waktu?
Tidak juga.
Tapi pemilik kartu seperti ini dianggap penjelajah waktu.
Apa yang membuatmu berpikir orang itu penjelajah waktu?
Aku memintamu menganalisis kartu itu untuk mencari bukti.
Kamu bercanda?
Ini mungkin ide bodoh,
tapi baiklah, aku akan mencobanya.
Terima kasih.
Omong-omong, kamu tidak minum?
Kamu harus menyetir? Panggil jasa sopir saja.
Aku baik-baik saja. Silakan.
Kalau begitu, terserah kamu.
Aku mempelajarinya dari kolegaku.
Lebih menyenangkan seperti ini.
Bisakah kamu berhenti menatapku? Kamu membuatku malu.
Bisa tuangkan untukku?
Kamu mau minum juga akhirnya?
Ini. Bersulang.
Kamu bisa minum banyak?
Tidak, ini kali pertama aku minum.
Kenapa? Kamu sakit?
Tidak.
Lalu kenapa kamu minum hari ini?
Aku ingin
mencobanya sekali.
Segelas lagi?
Minumlah lagi.
Kamu kuat minum.
Lumayan. Itu membuatku sangat bahagia.
Kamu yakin kamu bahagia?
Ya.
Ternyata kamu, Profesor Yoon! Tadinya aku tidak yakin.
Kamu tidak pernah minum denganku padahal selalu kuajak.
Dengan siapa kamu di sini?
Kenapa kamu peduli dengan siapa pun aku datang?
Itu sebabnya aku menyukaimu.
Aku suka ketegangan di antara kita.
Apa kamu sudah gila?
Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu kepadanya?
Usianya lebih dari 50 tahun!
Apa?
Hentikan!
Dia mabuk. Pergilah.
Astaga.
Setidaknya mari kita dengarkan.
Kenapa kamu terus mengatakan usiaku lebih dari 50 tahun?
Kamu punya masalah penglihatan?
Jika ibuku masih hidup,
dia akan setua itu hari ini.
Apa yang harus kulakukan dengan ibumu?
Apa kamu
sungguh tidak tahu siapa aku?
Aku tahu!
Kamu Letnan Park Jin Gyeom dari Kepolisian Seoul Nambu!
Apa kamu penjelajah waktu?
Yang benar saja.
Aku bukan wanita yang sabar, jadi, hentikan omong kosong itu.
Bisakah kamu memberitahuku
kenapa kamu bersamaku sekarang?
Entahlah.
Entah kenapa aku di sini bersamamu.
Aku pergi sekarang. Sampai jumpa.
Apa yang kamu lakukan?
Astaga.
"Kasus Penculikan Aneh"
"Putri tersayangku menghilang, lalu kembali tiga hari kemudian"
"Jin Gyeom"
"Jin Gyeom"
Halo?
Bukankah ini ponsel Park Jin Gyeom?
Benar!
Apa kamu dekat dengannya?
Aku temannya. Siapa ini?
Kamu tidak perlu tahu.
Kami ada di jalan restoran di Haengwoon-dong.
Bisakah kamu datang dan menjemputnya?
Dia pingsan karena mabuk.
Jin Gyeom mabuk?
- Ya. Namanya... - Siapa kamu?
Apa yang kamu lakukan kepada Jin Gyeom?
Kenapa kamu membentakku?
Kamu tahu siapa aku?
Apa yang kamu lakukan kepadanya? Dia tidak pernah minum!
Aku tidak memaksanya!
Aku akan segera ke sana. Kamu tetap di sana, mengerti?
Apa?
Menyebalkan sekali.
Park Jin Gyeom!
Kamu benar-benar minum?
Astaga.
Aku tetap di sini. Mengerti?
Aku bisa pergi sekarang, bukan?
Tunggu.
Siapa namamu?
Apa-apaan itu?
Aku tidak bisa berhenti memikirkannya sekarang.
Aku tidak pernah mengira akan membuatkanmu sup pengar.
Bagaimana aku pulang semalam?
Kamu kacau sekali.
Astaga.
Makanlah.
Terima kasih.
Kenapa? Kamu merasa mual?
Ini terlalu hambar.
Mau kulempar kepadamu?
Mereka sangat mirip.
Aku mengerti kenapa kamu mabuk semalam.
Mungkin bukan hanya wajahnya yang mirip.
Aku tidak bisa menjelaskannya,
karena aku tahu itu tidak masuk akal.
Itu sebabnya ini sangat menyebalkan.
Apa yang kamu pikirkan sekarang?
Pak Park Jin Gyeom, putra Park Sun Young,
tolong kendalikan dirimu.
Profesor Yoon Tae Yi tidak berkaitan dengan ibumu.
Mereka hanya mirip.
Itu sangat memungkinkan karena mereka berdua orang Asia.
Tentu, anggap saja mereka doppelganger.
"Doppelganger adalah seseorang yang persis dengan orang lain."
Meski begitu, dia tetap bukan ibumu.
Jika ucapanku di kertas, pasti ditulis dengan Times New Roman.
Aku seserius itu.
Apa kamu menyukainya karena dia mirip ibumu?
Jangan salah paham.
Kamu yang salah paham.
Maaf aku mengatakan ini,
tapi dia profesor fisika.
Ibumu hanya wanita biasa.
Dan wanita itu tidak sopan!
Jaga bicaramu.
Apa yang kamu lakukan?
- Pergilah. - Jin Gyeom.
Pergilah.
Kamu tahu rahasia untuk mengambil foto bagus?
Rahasianya adalah cinta terhadap subjeknya.
Karena kamu berusaha membuatnya terlihat sedikit lebih baik
dan kamu tahu sudut yang membuat mereka terlihat cantik.
Kamu mungkin akan memotretku dengan buruk.
Dia sangat menyebalkan.
Aku tidak membicarakanmu. Aku bicara sendiri.
Aku tidak tahu soal itu.
Siapa yang bicara dengan jelas saat bicara sendiri?
Polisi di negara kita pasti tidak punya pekerjaan.
Apa rahasia untuk mengamankan lingkungan?
Kamu pulang dengan selamat kemarin?
Aku akan pulang lebih aman jika bukan karenamu.
Kekasihmu sangat pemarah.
Kukira dia akan memukulku.
Dia sangat mengkhawatirkanku.
Tolong jangan berpikir buruk tentang dia.
Aku penasaran apa kamu tahu sesuatu tentang kartu itu.
Kubilang aku sibuk sampai akhir pekan ini.
Aku akan meneleponmu, jadi, tunggulah.
Saat menyelesaikan soal seperti ini,
kamu harus membandingkan nilainya.
R1, T2, dan M1 adalah nilai awal.
R2, T2, dan M2 adalah nilai yang diubah.
Apa? Apa aneh ibu bisa menyelesaikan ini?
Ibu yakin
ibu lebih pandai di sekolah daripada kamu.
Ikutlah dengan ibu, Nak.
Aku tidak mau. Pergilah sendiri.
Baiklah. Ibu segera kembali.
Kenapa polisi makan di kantin kampus?
Jika tidak cocok menjadi polisi, carilah pekerjaan baru.
Kudengar makanan di sini enak.
Lalu kenapa kamu tidak memakannya?
Aku tidak berselera makan.
Kamu kreatif dalam mencari cara untuk membuat orang kesal.
Aku hanya perlu menganalisis kartunya, bukan?
- Lalu... - Lalu apa?
Boleh kulihat bagian belakang lehermu?
Aku akan mematahkan lehermu, jadi, jangan mendekat.
"Kepolisian Seoul Nambu"
- Hai. - Halo.
Di mana Jin Gyeom?
Aku belum melihatnya.
Apa yang dia lakukan?
Dia sedang menyelidiki seorang profesor.
Profesor apa?
Yoon Tae Yi. Dia profesor fisika.
Yoon Tae Yi?
Ini seperti kartu sederhana.
Hei. Boleh aku memakai laboratoriummu?
Ini masih siang. Kamu terlalu banyak minum.
Kamu baik-baik saja?
Bagaimana denganmu? Apa ada masalah?
Aku merasa...
Seharusnya aku tidak membiarkanmu tinggal sendiri.
Aku merasa lebih tenang saat kamu tinggal bersama kami.
Kamu menyuruhku pindah.
Aku tidak mau.
Aku juga tidak mau.
Tapi Do Yeon terus mengomeliku agar kamu tinggal sendiri.
Jadi, aku melakukannya,
tapi si bodoh itu belum melompatimu.
Apa maksudmu?
Kamu masalah yang lebih besar.
Tuangkan lagi untukku.
Jika kamu perlu
berkonsultasi dengan seseorang, datanglah kepadaku dahulu.
Aku selalu begitu.
Lakukan juga kali ini, Nak.
Baiklah.
Selain itu, jangan lagi menyelidiki
kasus penculikan Eun Soo.
Orang tuanya mau kasus itu ditutup.
Baik, Pak.
Kapan ini dimulai?
Saat aku pergi melakukan perjalanan bisnis.
Apa itu eksim?
Kurasa bukan.
Ini tampak seperti ruam atau infeksi kulit.
Karena tidak ada di seluruh tubuh,
ini akan cepat sembuh jika dia minum obat.
Kamu takut aku akan menyuntikmu, bukan?
Apa aku perlu disuntik?
Entahlah. Biar kupikirkan.
Sudah lebih baik, Eun Soo.
Kamu tampak cantik sekarang.
Kenapa klien 1011 masih di sini?
1011? Maksudmu ibu Eun Soo?
Bukankah dia dijadwalkan pergi pekan lalu?
Dia menundanya karena tidak enak badan.
Dia membuat alasan karena tidak mau meninggalkan anaknya.
Ini bukan kali pertama kamu bersama klien seperti itu.
Kamu tidak boleh membiarkan mereka menipumu terus.
Dia sedikit lebih lama bersama putrinya yang sudah meninggal.
Apa itu sulit dimengerti?
Aku mengerti. Sungguh, tapi...
Tapi dia harus belajar merelakannya.
Itu pasti mudah bagimu.
Itu sulit bagiku.
Emosi yang tidak terkendali adalah yang paling berbahaya.
Aku akan menanganinya.
Eun Soo.
Eun Soo, ini ibu.
Kenapa kamu dingin sekali?
Aku Yoo Min Hyuk, pengawas tim pemandu.
Persiapan sudah selesai agar kamu bisa kembali. Ayo.
Aku memberi tahu Bu Oh bahwa aku membutuhkan...
Maaf, tapi kami tidak bisa menunda kepulanganmu lagi.
Bawa dia ke gerbang keberangkatan.
Kita akan segera tiba di gerbang keberangkatan.
Bersiaplah.
Bu?
Maafkan aku.
Apa?
Kamu baik-baik saja?
Kamu aman sekarang.
Baiklah.
Biar kuantar kamu ke tempat tujuanmu.
Ya.
Terima kasih.
Akan kubawa bedebah itu sekarang juga.
Cari tahu di mana dia
dan awasi dia dari dekat untuk saat ini.
Dia menyewa makelar untuk tinggal di sini secara ilegal.
Dia harus segera ditangkap.
Itu makin menegaskan dia harus diawasi.
"Ibu yang melewati pintu waktu
untuk mencegah kematian putrinya
telah membalikkan masa lalu
dan akan mengguncang masa depan."
[VIU Ver] SBS E06 'Alice' -♥ Ruo Xi ♥- Synced with Subcake Android
- Kamu bawa paspormu? - Tentu saja.
Kapan kamu akan kembali?
Entahlah. Kurasa dalam beberapa hari.
Aku tidak akan tahu pasti sampai aku di sana.
- Aku akan meneleponmu saat tiba. - Hati-hati di jalan.
Sampai jumpa.
Apa aku berhalusinasi?
Putriku.
Menggemaskan sekali.
Dia terlihat seperti malaikat
saat dia tidur.
Tapi kamu
gagal menyelamatkan putriku.
Keluar. Seharusnya aku yang di sini. Minggir!
Lebih tinggi. Baik, hentikan.
Cukup.
Hei, berhenti!
Jin Gyeom.
Astaga.
Apa yang harus kukatakan kepada mereka?
Kamu saja. Aku tidak bisa...
Hei, kamu tidak bisa?
Halo.
Astaga.
Ada apa?
Ibu!
Apa...
Siapa mereka, Ibu?
Mereka polisi.
Apa yang terjadi?
- Bagaimana... - Astaga.
"Pemindai sidik jari"
"Sidik jari"
Kamu sudah selesai.
Kalian butuh hal lain?
Tidak. Terima kasih atas kerja samanya.
- Di sana kamu rupanya. - Ibu.
- Ibu sudah selesai? - Ya.
Sayang. Mau membeli makanan dalam perjalanan pulang?
Kamu mau makan apa?
- Daging. - Daging?
- Mari makan daging. - Tentu, ayo.
Kami sudah membandingkan sidik jari.
Sidik jarinya cocok dengan sidik jari jasad itu.
Apa penyebab kematiannya?
Dia dicekik dengan tangan,
lalu ditikam di bagian leher.
Tapi masalahnya, ada beberapa luka di sekitar luka tikaman.
Artinya pembunuh itu ragu sebelum menikamnya.
Apa ada petunjuk tentang lokasi dia dibunuh?
Tidak.
Itu pertanda bahwa korban mengalami kesulitan.
Biasanya, DNA pelaku ditemukan di bawah kuku korban.
Tapi dalam kasus ini, hanya DNA korban yang ditemukan,
dan itu aneh.
Eun Soo.
Eun Soo.
Eun Soo, ayo makan.
Kamu sudah mengambil sidik jari dan sampel darahku kemarin.
Aku tidak tahu ini soal apa,
tapi aku tidak ada hubungannya dengan kasus itu.
Aku harus membangunkan anakku.
Jika tidak ada lagi yang ingin kamu katakan,
bisakah kamu pergi sekarang?
Siapa pun yang menculik Eun Soo belum ditangkap.
Kami tidak peduli lagi karena Eun Soo selamat.
Tapi kami peduli.
Izinkan aku mengajukan beberapa pertanyaan.
Kamu bilang hanya suamimu
yang tahu bahwa tanggal karyawisata putrimu
bertepatan dengan perjalanan bisnismu, bukan?
Dua.
Suamiku dan pembantu rumah tangga.
Aku tidak ingat.
Aku agak bingung.
Aku bertanya karena penasaran
apakah pembantu rumahmu juga tahu.
Kalau dipikir-pikir, dia pasti sudah tahu.
Dia tidak datang hari ini?
Dia berhenti saat aku mengajukan cuti kerja.
Kudengar Eun Soo sangat menyukai pembantu rumah tangga itu.
Dia pasti sedih.
Tidak.
Dia pembantu baru,
jadi, Eun Soo takut kepadanya.
Ya, Eun Soo dan aku sangat sedih dia pergi
karena dia sudah lama bersama kami.
Jadi, atas alasan apa
kita harus mengawasi ibu Eun Soo selama 24 jam?
Dia bukan ibu Eun Soo yang sama.
Apa maksudmu?
Kamu tahu sesuatu yang tidak kuketahui?
Belum.
Tapi jika aku menyelidikinya lagi, aku bisa menemukan sesuatu.
Kalau begitu, aku akan menemuinya lebih dahulu.
Kita bisa memutuskan untuk mengikutinya setelah itu.
Tolong dengarkan saja aku.
Baiklah.
Ya?
Eun Soo!
Kamu mau bepergian dengan ibu?
Bangun, Eun Soo.
Eun Soo?
Eun Soo?
Eun Soo!
Eun Soo-ku! Aku harus bagaimana?
Boleh aku masuk?
Kenapa kamu di sini?
Aku punya beberapa pertanyaan.
Kondisi Eun Soo sedang tidak baik. Bisakah kamu kembali lain kali?
Sebentar saja.
Kamu mau pergi?
Itu bukan urusanmu.
Jika kamu datang untuk bertanya, tanya saja dan pergi.
Aku tidak punya pertanyaan untukmu.
Aku punya pertanyaan untuk Eun Soo.
Di mana Eun Soo?
Dia di TK.
Bukankah kamu bilang dia tidak enak badan?
Eun Soo!
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Ji Gyeom!
Bagaimana keadaannya?
Jin Gyeom,
dia...
Kain kasa.
Halo?
Ya, aku akan bersembunyi di tempat yang tenang.
Bisa tolong ambilkan obatnya?
Kurasa dia tertular dariku.
Apa ini?
Kamu yang membuat ini?
Kuharap begitu.
Apa itu?
Aku tidak tahu.
Hei,
kamu percaya ada perjalanan waktu?
Kenapa kamu bertanya?
Kamu percaya?
Aku mau percaya. Aku seorang ilmuwan.
Tapi teori dan kenyataan adalah dua hal yang berbeda.
Jin Gyeom,
dia akan baik-baik saja.
Jangan memikirkan hal buruk.
Dia pria yang sehat.
Dia akan segera sadar.
Pasti ada yang salah denganku.
Bahkan pria
yang merawatku seperti anaknya sendiri
dalam kondisi serius,
tapi aku masih tidak tahu
emosi apa yang kurasakan.
Entah aku sedih atau tersiksa.
Mungkin aku tidak merasakan apa pun.
Itu terjadi saat kamu terkejut.
Semua orang seperti itu. Kamu tidak aneh. Jangan khawatir.
Kamu belum makan, bukan? Ada pujasera di bawah.
Aku baik-baik saja. Aku tidak lapar.
Kamu harus makan sesuatu.
Mau kuambilkan makanan dari toserba?
Tunggu di sini. Aku segera kembali.
Kenapa kamu tidak menjawab?
Kamu tahu berapa kali aku menelepon?
Aku bahkan pergi ke kantor polisi untuk mencarimu.
Banyak yang ingin kukatakan kepadamu.
Kamu punya waktu?
Kenapa kamu menangis tiap kali menatapku?
"Rumah Sakit Yesung"
"Alice"
Kamu Detektif Park Jin Gyeom, bukan?
Kamu juga meneliti drone di sini?
Sepertinya kamu masih menganggapku penjahat.
Ada saksi yang melihatnya bersama ibumu.
Entah hantu atau monster, aku akan menangkapnya.
Hentikan.
"Saat seorang anak menjadi penjelajah waktu,
saat itulah nubuatnya akan dimulai."
Ibumu bukan sekadar ibu rumah tangga biasa.
Profesor, kurasa kamu tidak boleh terlibat dalam hal ini lagi.
Kamu pikir aku tidak punya emosi, bukan?
Ada drone terbang di dekat mobilmu.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.