Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PENDIDIKAN MENCIPTAKAN MASA DEPAN
MAKA, SEKOLAH ADA UNTUK MEMBERIKAN PENDIDIKAN TERBAIK BAGI ANAK-ANAK
DIREKTUR SANSANEE TICHAKUN DIREKTUR SEKOLAH SATREE LERDLA
PERBEDAAN
KESETARAAN
KEADILAN
Karena ini keadilan kami.
HARI UJIAN AKHIR
Selamat datang di Sekolah Satree Lerdla,
sekolah khusus putri terbaik di negeri ini,
yang bertujuan menjadikan semua muridnya yang terbaik.
Aku Wakil Direktur Wichai.
Aku membuat sistem terbaik untuk murid-murid kami,
sistem peringkat.
Kedengarannya bagus.
Kriteria apa yang kau gunakan untuk memeringkat muridmu?
Aku menggunakan nilai mereka.
Enam belas murid teratas
akan ditaruh di kelas yang sama,
yaitu Kelas A.
Kelas ini berisi murid-murid terbaik di sekolah kami.
Nilai setiap murid berasal dari hasil ujian,
poin kegiatan,
dan poin reputasi sekolah.
Kalian semua
bisa memeriksa peringkat anak kalian
melalui aplikasi sekolah setiap saat.
WARISA
Manfaat lain yang akan mereka terima adalah mereka bisa belajar
di kelas yang lebih modern,
memiliki perpustakaan privat,
makan di kantin privat,
dan tidur di kamar privat.
Ini merupakan hadiah atas kerja keras para murid.
Permisi.
Bukankah sistem seperti ini akan membuat murid menjadi berkelompok?
Aku merasa sistem seperti ini
mungkin akan membuat mereka tertekan.
Jangan anggap seperti itu.
Anggap ini dorongan
karena ini akan memotivasi murid untuk menjadi proaktif.
Seperti kataku, sekolah kami bertujuan mencetak para murid terbaik.
Berapa pun peringkat murid kami,
lulus dari sini akan memberi mereka riwayat baik.
Mereka akan punya peluang lebih tinggi masuk ke universitas top.
Dan ini moto baru sekolah.
Aku membuatnya agar para murid memiliki prinsip.
Moto kami adalah
"Kerja keras, disiplin, tingkatkan diri, jadilah..."
KERJA KERAS, DISIPLIN, TINGKATKAN DIRI, JADILAH
DOMBA HITAM TERBAIK
Kalian paham anak-anak.
Mereka tak mengikuti aturan. Jadi, kami harus mendisiplinkan mereka.
Ikuti aku.
Kau tak apa-apa?
Maafkan aku.
Aku sungguh minta maaf.
Aku tidak bermaksud menabrak.
Perhatikan jalanmu lain kali.
- Kau tidak perlu... - Kook.
Cukup.
Bukankah kita sudah minta maaf?
Ayo.
Ayo pergi, Meow.
Ayo pergi, Meow.
Kau bertengkar dengan anak-anak Kelas F?
Mereka ceroboh.
Aku sungguh tak paham
kenapa Wakil Direktur mengizinkan murid-murid Kelas F
memakai gedung yang sama dengan kita.
Waktu kita sepuluh menit lagi. Sebaiknya kita kembali.
Baiklah.
Lakukan yang terbaik.
Kita akan bersama lagi di Kelas A tahun depan.
- Baiklah. - Baiklah.
Ayo.
Semua, kalian boleh mulai.
PRAPANG THANAPREECHAPUN KELAS A
UJIAN AKHIR MATEMATIKA
Waktu kalian 30 menit lagi.
Kau tak apa-apa?
Lakukan yang terbaik.
Semua, waktu sudah habis.
Balik kertas ujian kalian.
- Astaga. Jawabannya bagus. - Aku menjawab berbeda.
- Aku juga. - Hei.
Bagaimana kau? Apakah sulit?
Aku bisa mengerjakannya.
Kau di peringkat enam, Pang.
Aku yakin
kau tak perlu cemas.
Sedangkan kau, Tam,
kau akan dapat peringkat pertama seperti biasa.
Aku yakin kau sudah berusaha, Pang.
Aku mencemaskan diriku sendiri.
Aku di peringkat 12.
Ayolah, Namkaeng.
Jangan terlalu dipikirkan. Itu tidak ada gunanya.
Perlukah kita rayakan hari ini?
Ada toko kue baru di dekat vila.
Kedengarannya menarik.
Pang.
Ikutlah dengan kami.
Kita tak pernah merayakan bersama.
- Benar. - Ayo.
Baiklah. Aku akan ikut.
Ini dia. Lihat, akan kutunjukkan.
Toko ini.
KAU MENDAPAT PESAN BARU
- Apa tampak enak? - Tampaknya enak.
Kita pergi?
TOLONG DATANG KE RUANGAN WAKIL DIREKTUR
Prapang.
Kau tahu alasan kau dipanggil kemari, 'kan?
Tidak, aku tak tahu.
Maka, biar kujelaskan kepadamu.
Seseorang menemukan kertas sontekan di dekat mejamu.
Apa itu milikmu?
Bukan.
Kami memeriksa tulisan tangan di kertas sontekan
dengan lembar jawabanmu.
Lihat.
Tulisan tangannya sama.
Bagaimana kau menjelaskannya?
Aku anggap diammu sebagai pengakuan.
Kau sadar bahwa curang dalam ujian
berakibat serius, bukan?
Nilaimu akan dikurangi 8.000 poin.
PRAPANG
Kini, kau hanya punya
3.038 poin.
Kini kau di peringkat 142.
Tahun depan,
kau akan masuk Kelas F.
Bisa beri tahu
dari mana kau dapat jawabannya?
Kita bisa bicarakan itu nanti, Sommai.
Dia tak akan mengatakan apa pun setelah hukuman itu.
Sebaiknya kau pulang.
Pang.
Kau harus makan.
Ibu masak makanan kesukaanmu.
Terima kasih, Ibu.
Omong-omong, Pang,
beri tahu ibu kalau kau ingin mengambil kelas
selama libur musim panas.
Baiklah.
Sayang, tolong ambilkan remote.
Tentu.
Ini.
Omong-omong, kurasa pemurni air rusak.
Tolong minta seseorang memperbaikinya.
Baiklah.
Sebuah laporan menyebutkan
banyak murid yang stres mengenai ujian.
Belakangan ini, seorang siswa kelas 12 lompat dari gedung hingga tewas
karena nilai ujian yang buruk.
Siswa ini adalah korban keempat tahun ini.
Aku kenyang.
Permisi.
Ayah.
Ibu.
Aku akan berusaha keras
kembali ke Kelas A semester depan.
Pang.
Jangan berjanji jika tak bisa menepati.
TAM: BAGAIMANA LIBURAN MUSIM PANASMU? MAAF AKU TAK BISA BERKUNJUNG.
KELUARGAKU MEMBUATKU SIBUK.
PANG: BURUK. ORANG TUAKU MUNGKIN SUDAH TAK PERCAYA PADAKU,
WALAUPUN SEMUA KULAKUKAN DEMI MEREKA.
AKU INGIN MEREKA BANGGA PADAKU DENGAN MASUK KELAS A, TAPI SUDAH TAMAT.
TAM: JANGAN MENYERAH, AKU AKAN BICARA DENGAN PAMANKU.
MUNGKIN ADA CARA MENGEMBALIKANMU KE KELAS A.
HARI PERTAMA SEMESTER BARU
KELAS 6-A
KELAS 6-F WALI KELAS: BU THAMONWAN KOTANON
Ya. O, X, O, X, O.
- Aku akan pilih X. - Hei.
Hei, Cornflakes.
Hentikan. Tidak, jangan.
Kembalikan.
- Kembalikan. - Tidak. Tidak mau.
Kembalikan. Kubilang, kembalikan.
Apa kau Prapang?
Aku Bu May,
wali Kelas F.
Begitu.
Halo.
Semuanya.
Hentikan sekarang. Sekarang.
Semuanya!
Halo.
- Halo. - Halo.
Selamat datang di tahun terakhir SMA.
Ada teman baru yang ingin kukenalkan hari ini.
Bukankah dia dari Kelas A?
Ya.
Ini gadis yang menyontek saat ujian.
Dia dipindahkan ke kelas kita?
Astaga.
Kurasa dia malaikat yang jatuh.
Namanya Prapang.
Tolong jaga dia.
Sekarang, silakan duduk...
Di sana, di depan Meen.
Meen, tolong jaga dia.
Tidak boleh.
Kursi ini ada yang punya.
Pang.
Kau mau duduk di sini?
Di sini kosong.
Astaga.
Lihat dia.
Izinkan aku duduk di sini.
Pang.
Kurasa kau harus duduk lebih dekat dengan teman-temanmu.
Aku lebih memilih duduk di sini.
Jika pindah ke belakang,
aku tidak akan bisa fokus.
Tunggu.
Apa si anak baru
merasa kita mengganggunya?
Gaprao,
bangun.
Bu May datang.
- Sungguh? - Ya.
Astaga.
Ini baru hari pertama dan semua membencinya.
Omong-omong, apa perbuatan kita yang membuatnya kesal?
Kita tidak melakukan apa pun.
Dia hanya meremehkan kita.
Kau harus duduk di tempat lain.
Aku memperingatkanmu baik-baik.
Meja ini milikmu?
Di mana kau membelinya? Berapa harganya?
Jangan suruh aku bangun.
- Kalian. - Kau bicara seperti anak Kelas A.
Itu membuatku kesal.
Kelakuan anak Kelas F juga membuatku kesal.
Apa kau lebih baik dari kami?
Jika kau pintar, mungkin kau tak perlu menyontek saat ujian,
benar, 'kan?
Itu bos kita.
- Kumohon, murid-murid tersayangku. - Kelas F
hanya butuh delapan murid.
Mari anggap dia
sebagai tamu di ruang kelas kita.
- Dia hanya tamu. - Dia tamu.
Astaga.
Cukup, Semuanya.
Biarkan Bu May mengajar.
Baiklah.
Terima kasih.
Terima kasih sudah mengecilkan suara kalian.
Aku akan mulai mengajar sekarang.
Semuanya, keluarkan buku teks ilmu sosial.
Sebelum aku mulai,
jangan lupa mendaftarkan kehadiran melalui aplikasi
atau poin harian kalian akan hilang.
KELAS: ILMU SOSIAL
Tak ada yang peduli soal poin kecil itu.
Itu bodoh.
Benar?
Buka buku teks halaman pertama.
Semester ini, kita akan melakukan kerja kelompok,
tiap kelompok empat sampai lima orang.
Kalian harus menampilkan presentasi di depan kelas.
Topiknya akan kuumumkan
di akhir kelas.
Permisi.
Boleh aku bekerja sendiri?
Tidak, kau harus bekerja dalam kelompok.
Astaga. Aku kasihan padanya.
Kau bisa berkelompok dengan kelas lain.
Kami tak keberatan.
Pang.
Kau boleh masuk kelompokku.
Miichan.
- Kita makan apa hari ini? - Apa?
- Entahlah. - Basil goreng?
- Hei, lihat. - Sepertinya enak.
- Ada apa? - Kelas A lagi?
- Kita harus memutar. - Benar.
- Lagi? - Aku benci ini.
- Ayo. Ini buang-buang waktu. - Ya.
Kita lapar.
HANYA MURID KELAS A YANG PUNYA AKSES KE TAMAN INI
Kenapa ada pagar dan gerbang?
Tempo hari belum ada.
Hanya...
Hanya Gelas...
Hanya Kelas...
Kau ingin bicara apa?
Aku membaca peringatannya.
Aku belum pandai membaca.
"Hanya murid Kelas A yang punya akses ke taman ini.
Dilarang masuk tanpa izin."
Ini jalan ke kantin.
Jika kita tak bisa melewatinya,
kita harus memutari gedung.
Karena ini,
murid Kelas B sampai Kelas F
akan kesulitan.
Wakil Direktur terus memanjakan murid Kelas A.
Dia tak peduli soal kelas lainnya.
Hei.
Jangan, Kook.
Kurasa ada hal menyenangkan yang bisa kita lakukan
pada hari pertama sekolah.
Ini hanya tahu dan nasi.
Lagi-lagi.
Kau mau makan daging?
Aku tak suka sayuran.
Kalau kau bosan, aku makan saja.
Ini enak.
Begini...
Kita tak seberuntung mereka.
Tapi, yang kita dapat sekarang tidak buruk.
Kita berutang pada Paman Tam
karena memberi kita makanan enak setiap hari.
Pamanmu wakil direktur.
Bukan begitu.
Aku hanya merasa
pamanku ingin kita makan enak
agar kita bisa giat belajar.
Tolong sampaikan terima kasihku.
Tentu.
Akan kusampaikan untukmu.
Kau yang terbaik.
Ini berlebihan.
Biaya sekolah kita sama,
tapi kenapa hidup kita sangat berbeda?
Semenjak wakil direktur mulai mengatur sekolah,
semuanya terus memburuk.
Direktur sendiri entah di mana.
Dia membiarkan wakil direktur mengambil alih.
Omong-omong,
ada rumor.
Sebagian berkata dia membawa uang kita dan pergi ke luar negeri.
Sebagian lagi berkata
dia pacaran dengan pria lebih muda.
Jadi, dia tak peduli soal sekolah kita.
Juga, sebagian berkata dia menghilang misterius,
tapi sekolah menutupinya.
Tidak masuk akal.
Kurasa dia menemukan kedamaian
dan menunggu pensiun.
Dia tak peduli keadaan sekolah ini.
Sekolah kita penuh orang yang gila
soal nilai dan ujian.
Kau mencari apa?
Bisa berhenti menoleh? Ini membuatku sakit kepala.
Aku mencari Pang.
Dia belum makan.
Dia menghilang sejak bel berbunyi.
Tak ada yang mau makan dengan kita.
Kita Kelas F.
Sebenarnya aku kasihan padanya.
Dia menyontek sekali saat ujian
dan dijebloskan ke Kelas F.
Dia tak punya teman,
terutama setelah insiden pagi ini,
dia mungkin sedih sekarang.
Meow benar.
Omong-omong,
kita harus bagaimana soal kelompok tugas ilmu sosial?
Lihat dia.
Tak ada yang mau jadi temannya.
Tapi kita tak bisa meninggalkannya seperti itu.
Aku rindu Pang.
Entah bagaimana keadaannya di Kelas F.
Astaga.
Kau teman yang baik.
Kau mengkhawatirkannya.
Tapi jangan lupa perhatikan dirimu juga.
Tahun ini,
kau peringkat 16.
Jika nilaimu turun semester ini
dan pindah ke Kelas B,
semua kerja kerasmu akan sia-sia, Namkaeng.
Aku merindukannya.
Biasanya ada kita berempat.
Sekarang hanya ada tiga.
Terasa sepi.
Siapa tahu,
mungkin,
Pang bisa kembali ke Kelas A dengan kita.
Sungguh, Tam?
Kau punya cara membantu Pang?
Awas!
Hei!
Kau tak apa-apa? Apa kau terluka?
Tentu saja.
Kau lelaki.
Dari teriakanmu, kau baik-baik saja.
Aku tak baik-baik saja. Sakit sekali.
Bagaimana kau bisa masuk kemari?
Kulaporkan kau ke wakil direktur.
Jaga bicaramu.
Kau bicara dengan guru magang.
Apa sekolah kami punya guru magang?
Aku Tee.
Aku guru magang pelajaran olahraga.
Ini semester pertamaku.
Tapi kita akan bertemu lagi.
Tidak, tidak akan.
Aku tak perlu ambil olahraga.
Kau sudah melihat jadwalmu?
Aku juga mengajar Kelas F.
Aku lupa.
Kelas F harus ambil pelajaran macam itu.
"Pelajaran macam itu"?
Apa maksudmu?
Yang tidak kubutuhkan untuk masuk universitas.
Kau mungkin tak butuh di universitas,
tapi mungkin butuh di kehidupan sehari-hari.
Omong-omong, sedang apa kau di sini?
Memang kenapa dengan tempat ini?
Kudengar ini air mancur kesialan,
siapa pun yang melewatinya akan dapat nilai jelek.
Tahun lalu, murid Kelas A
berjalan melewati air mancur dari sini
hingga ke sana,
nilainya turun
dan dia dipindahkan ke Kelas C.
Aku tahu itu.
Tapi tidak apa-apa selama tidak ke sana.
Kurasa semua orang di sini tahu.
Kau percaya itu?
Tidak, itu omong kosong.
Nilai kita bergantung pada...
diri sendiri.
Kau benar.
Kau sudah di Kelas F, tak perlu cemas.
Kau tidak di Kelas A.
Omong-omong, apa kau terluka?
Matamu merah.
Pergi saja.
Aku ingin sendiri.
Baiklah.
Jika kau terluka, silakan ke UKS.
Anak Kelas A.
Maafkan aku.
Untuk apa?
Untuk kejadian pagi ini.
Kau juga harus minta maaf.
Untuk apa?
Aku tidak berbuat salah.
Jika kau minta maaf,
kami akan menerimamu sebagai teman.
Teman?
Aku tak mau berteman dengan anak-anak Kelas F.
Kau tak berbeda dengan kami.
Jika tidak, kau tak mungkin curang.
Aku curang karena tak peduli seberapa keras usahaku,
aku hanya ada di peringkat keenam.
Itu tidak cukup?
Kau sudah gila?
Kau tahu
sedikit saja perbedaan nilai
untuk anak-anak Kelas A
bisa menurunkanmu ke peringkat sepuluh?
Yang terburuk adalah
turun ke Kelas B.
Dan apa kau paham
betapa parah jika kami diturunkan ke Kelas B?
Dan bagaimana perasaan orang tuaku?
Kau tahu
betapa menyedihkan dirimu?
Berapa banyak orang harus menjadi korban
sistem bodoh yang diciptakan Wakil Direktur?
Pikirkanlah, Pang.
Kau tidak bodoh.
Kau yang bodoh.
Anak-anak Kelas F seperti kalian bodoh.
Kalian sangat bodoh hingga tak akan masuk Kelas A.
Kau pura-pura mengasihaniku saat aku di sini.
Awalnya, aku kasihan padamu.
Tapi sekarang,
aku iba padamu.
Nikmati menjadi parasit Kelas F hingga kau lulus.
Waktu habis.
Kita sudahi hari ini.
Meen.
Karena kau ketua kelas,
tolong carikan kelompok untuk Prapang.
Baik.
Baiklah. Sampai jumpa besok.
Semuanya, beri salam.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Apa kita sepakat memasukkan dia ke kelompok kita?
Aku bohong.
Tak ada yang mau sekelompok dengannya.
Meen.
Jangan kejam.
Dia benar.
Kau harus kasihan pada Pang.
Kita bicarakan ini nanti.
Sekarang,
ada masalah lebih penting yang harus dibahas.
Ayo.
Mari bertemu di markas rahasia kita malam ini.
Baiklah.
RUANG STAF
Boleh aku kerjakan tugas kelompok sendiri?
Kenapa?
Apa mereka merundungmu?
Tidak.
Aku hanya tak mau nilaiku turun.
Aku bisa mengerjakan tugas ini sendiri.
Aku tak bisa mengizinkannya.
Apa kau tak mengerti
bahwa aku tak boleh kehilangan poin lagi?
Bagaimanapun,
aku harus kembali ke Kelas A.
Aku mengerti.
Tapi kau juga harus mengerti
bahwa laporan kelompok ada dalam silabus sekolah.
Jika kubiarkan kau bekerja sendiri,
maka silabusnya menjadi tidak berguna, benar?
Baiklah. Sudah sore. Ayo.
Aku antar kau ke asrama Kelas F.
Ada di belakang. Mungkin agak jauh.
Kenapa membangun asrama jauh sekali?
Sejujurnya,
kita tak bisa menyebutnya asrama.
Baiklah. Ayo, Pang.
Ini mungkin tak semewah asrama Kelas A,
tapi tak buruk juga.
Kau mungkin harus berbagi kamar dengan empat atau lima anak.
Pang.
Aku mencemaskanmu.
Aku tahu kau ingin kembali ke Kelas A.
Tapi kau di Kelas F sekarang.
Kau harus belajar menjalaninya.
WAKTU ASRAMA KELAS F
Apa tempat ini berhantu?
Bu May, kau mengejutkanku.
Maafkan aku.
Aku lupa memberi tahu satu hal.
Seharusnya kau sudah tahu aturannya.
Kau tak boleh keluar asrama lewat pukul 22.00.
Aturan ini juga berlaku untuk Kelas F.
Aku tahu.
Kalau begitu, aku pergi.
ASRAMA KELAS F
Lucky datang membawa keberuntungan.
Lihat. Aku pasang di angka 25.
Kau mau mengecatnya?
- Dia tak setampan itu. - Sepuluh?
Sepuluh. Enam tambah empat sama dengan sepuluh.
Aku pakai cara yang berbeda dari Lucky.
Halo.
Aku sebut itu beruntung.
Bagaimana denganku?
Apa ada yang ingin mengerjakan tugas kelompok denganku?
Akan mudah jika bersamaku.
Kau tak perlu bekerja. Aku kerjakan semuanya.
Aku janji kau dapat nilai penuh.
- Anak Kelas A, aku ikut. - Kook.
Apa? Katanya aku tak perlu bekerja.
Aku suka itu, kau tidak?
Kau lupa pembicaraan kita?
Aku bercanda. Tak ada yang mau dengannya.
Ada yang mau bergabung?
Baiklah. Mari lanjutkan.
Cepat.
Tiga. Tiga langkah ke kiri.
Ini Phayao.
Phayao.
Lihat. Mirip kau dengan kacamata.
Sungguh.
KAMAR INI PENUH
KAMAR INI PENUH
Tapi kau di Kelas F sekarang.
Kau harus belajar menjalaninya.
Jika kau minta maaf,
kami akan menerimamu sebagai teman.
PUKUL 21.25
Ada orang di sana?
Ada orang di sana?
Siapa itu?
Kudengar
ini air mancur kesialan,
siapa pun yang melewatinya akan dapat nilai jelek.
PUKUL 21.45
Dia lama sekali.
Aku mengantuk.
DOMBA HITAM
Meow.
Pintunya tak tertutup rapat.
Maaf. Aku terburu-buru.
Kau lupa cat dan tidak menutup pintu dengan benar.
Baiklah.
Mari lanjutkan.
Malam ini, kita akan robohkan pagar menuju taman Kelas A
dan mengembalikan akses menuju kantin untuk anak-anak lain.
Kita akan bagi menjadi dua tim.
Yang pertama adalah tim lapangan
terdiri dari aku, Meow, Kook, dan Miichan.
Gaprao, Lucky, Cornflakes, dan Email
akan menunggu di sini sebagai tim pendukung
dan memberi kita informasi.
Mereka akan jadi tim cadangan,
andai tim pertama gagal.
Apa? Itu payah.
Aku kira kita bisa
bekerja bersama dalam misi pertama kita.
Tidak bisa. Jika semua pergi,
kita bisa ketahuan.
Aku hanya akan membebani tim.
Apa maksudmu, Lucky?
Tidak ada yang menjadi beban.
Setiap anggota tim penting.
Kau yang mencarikan kami
peralatan memotong logam hari ini.
Benar, Email.
Ada informasi soal kamera pengawas?
Aku sudah memeriksa kamera pengawas.
Jika kita mengambil jalan di belakang Gedung Empat
dan berjalan memutari Gedung Tiga,
kita bisa mencapai tujuan tanpa tertangkap kamera.
Serta, aku bicara dengan penjaga.
Dalam perjalanan ke sana,
para penjaga akan patroli di kedua area.
Jangan khawatirkan itu.
Kami akan mengurusnya.
Baik, Semuanya. Mari berkumpul.
- Ayo, Domba Hitam. - Ayo, Domba Hitam.
Kenapa kau berhenti?
Penjaga akan melihat kita.
- Permisi. - Ya.
Penjaga di gerbang memintamu menggantikannya.
Dia ingin ke toilet.
- Harus sekarang? Astaga, ayo. - Ayo.
Lihat siapa yang mengikuti kita.
Ini si anak Kelas A.
Sedang apa kau di sini?
Akan kulaporkan ke Wakil Direktur
bahwa anak-anak Kelas F adalah Domba Hitam.
Silakan.
Lakukan saja.
Akan kuberi tahu dia kau salah satunya.
Aku tidak berbuat salah.
Kalian yang melanggar aturan. Aku hanya mengikuti kalian kemari.
Kau juga melanggar aturan
karena sekarang lewat jam malam.
Kau tahu Wakil Direktur.
Kau akan dihukum.
Jika poinmu dikurangi lagi,
kau tak akan bisa kembali ke Kelas A.
Jadi,
kita harus apakan dia, Meen?
Butuh waktu lama bagi tim pendukung untuk datang.
Kook, Meow,
bawa dia dengan kita.
Hentikan.
Tunggu.
Kalian sungguh akan merobohkan pagar?
Begitu rupanya. Kau mengikuti kami dari markas rahasia.
Meow, dia mengikutimu ke sana?
Sudah kubilang hati-hati.
Aku selalu menengok ke belakang dan memastikan tak ada yang mengikuti.
Karena kini dia tahu lokasi markas rahasia kita,
kita tak bisa apa-apa.
Kau harus ikut dengan kami.
Jangan berisik
saat kita pergi ke sana.
Jangan melakukan hal aneh,
atau kau juga akan dapat masalah.
Baiklah. Ayo.
HANYA MURID KELAS A YANG PUNYA AKSES KE TAMAN INI
Baiklah. Kita sampai.
Mari mulai. Miichan, serahkan peralatannya.
Meow.
Awasi Pang.
Miichan, tetap waspada.
Kook dan aku akan mengurus situasi di sini.
Meen.
Penjaga datang. Cepat.
Tolong hambat dia, Miichan.
Siapa itu?
Aku tak bisa menahannya lebih lama. Cepat.
Astaga, ini terlalu tebal. Kenapa tampak mudah di film?
- Sial. - Kita tak bisa lakukan sendiri.
Meow, bantu kami.
Bagaimana dengan Pang?
Dia juga bisa membantu kita.
Tunggu! Kau sungguh akan merobohkan pagar?
Tentu saja. Apa kau perlu bertanya?
Jika kau tak mau ketahuan penjaga, kau harus membantu kami.
Satu, dua, tiga.
Kau resmi berpartisipasi.
Apa?
Penjaganya kembali.
Tidak bergerak.
Kook, siapkan Meow.
Meow.
Jika kau ketahuan penjaga,
identitasmu akan terungkap.
Mereka akan menyita seluruh foto idolamu.
Tidak bisa kubiarkan!
Astaga. Apa yang dia lakukan?
Kau akan lihat.
Sial.
Super Meow keren.
Kuberi tahu kau.
Saat Meow sangat bersemangat atau marah,
tubuhnya melepaskan adrenalin
dan tiba-tiba dia mendapat kekuatan super.
Kook, berhenti mengoceh.
Ini giliranmu. Ayo.
Tuliskan,
"Kami, Domba Hitam,
mengembalikan jalan kepada para murid."
Dan jangan lupa moto kelompok kita.
Tentu, Bos. Kau yang terbaik.
Meow.
Di mana si anak Kelas A?
Itu dia.
- Sial. - Sial.
Siapa di sana?
Siapa di sana?
Siapa kau? Kenapa menarikku kemari? Lepaskan aku.
Meen.
Kau harus hati-hati.
Kita hampir dapat masalah.
Kenapa kau membawanya?
Tidak. Dia mengikuti kami.
Silakan tanya yang lain.
- Dia benar. - Dia benar.
Dan kau...
Aku tahu...
Ini si cengeng dari air mancur.
Siapa kau sebenarnya?
Katamu kau guru magang, tapi kau membantu mereka melanggar aturan.
Benar.
Aku guru magang,
tapi aku juga kakak Meen.
Ingat saja
kau membantu kami merobohkan pagar hari ini.
Jika kami tertangkap, kami juga akan menyeretmu.
Meen.
Aku harus bagaimana soal dia?
Dia tak akan melapor
karena sudah kuancam.
Ayo.
Semuanya.
Pang.
Ikuti kami.
KAMI, DOMBA HITAM, MENGEMBALIKAN JALAN KEPADA PARA MURID
Lihat ini. "Kami, Domba Hitam, mengembalikan jalan
- kepada para murid." - Kita tak perlu memutar.
- Ayo. - Ya.
- Apa yang terjadi? - Ini hebat.
Kau peduli soal ini?
Tidak.
Aku hanya melintas.
Pang.
Aku sangat merindukanmu.
Aku juga merindukanmu.
Aku menemukan cara mengembalikanmu ke Kelas A.
Kau serius, Tam?
Ya.
Tapi, aku harus membahasnya
lebih jauh dengan pamanku.
Kau akan segera tahu.
Kita tak perlu berjalan memutar kali ini.
PERBEDAAN, KESETARAAN, KEADILAN
Halo.
Kenapa kau biarkan ini terjadi?
Maaf, Wakil Direktur. Ini tak akan terjadi lagi.
Jika ini terjadi lagi,
sekali lagi saja,
bersiaplah mencari pekerjaan lain.
Tidak, ini tak akan terjadi lagi.
Pergilah.
- Cari cara menghapus catnya. - Baik.
Dan kalian,
bukankah kalian ada kelas?
Pergi ke kelas.
Terjemahan subtitle oleh Eries Septiani
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.