Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kalengemas.com Poker Online Terpercaya
Bonus New Member 30% Bonus Deposit Harian
Terinspirasi Berdasarkan Kejadian Sebenarnya
Lebih dari 20,000 warga asing dari 90 negara...
...telah bersatu untuk bergabung ISIS.
Kebanyakan negara-negara Asia berada didalam daftar.
Kecuali Nepal.
Kedutaan Amerika. Kathmandu, Nepal.
Apa kau menerima?
Aku tidak...
Sebenarnya, kau tak punya pilihan.
Kau bukan pahlawan atau penyelamat.
Ini Ayahku.
Aku tahu.
Dan dia adalah kegagalan.
Dua minggu sebelumnya.
Los Angeles
Aku merasa tercekik di sini.
Aku tak sabar untuk berada di negara kita.
Orang kafir yang mencemari dunia semakin memburuk.
Pengorbananmu akan menjadikanmu seorang martir.
Kau akan melakukan itu?
Aku akan melakukannya.
Hei.
Bisa kau pindahkan mobilnya?
Biar aku...
Lihatlah hal kecil ini.
Tidak!
Itu sudah diatur.
Seluruh sistem sudah diatur menentang kita.
Sebulan dipenjara karena memukuli orang rasis?
Ayolah, Amerika.
Hukum Syariah bekerja lebih baik untuk peradilan.
Menarik janggut orang Muslim.
Dia seharusnya dicambuk didepan umum.
Abid benar.
Saat kami menduduki Gedung Putih,
Itu akan dilakukan oleh pengikuti sejati Syariah.
Semoga Allah mengizinkan hari itu akan terjadi.
Shalom.
Kesselman, rekan kerjaku...
Dia tidak kerja hari Sabtu.
Aku tak keberatan. Tapi tidakkah aku harusnya diperlakukan sama?
Di tempat kerja, aku hanya minta lima...
Lima jeda singkat untuk sholat dan menjaga keimananku.
Apa yang salah dengan itu?
Hei!
Apa yang kau lihat?
Lihatlah dia.
Dia tidak seperti itu karena dia menyukainya.
Tapi karena seseorang mengacaukan kesempatan hidupnya.
Apa-apaan?
Perhatikan arah jalanmu.
Pakailah hijab!
Ada apa, Babu?
Bukan apa-apa.
Dengar, negara ini wadah campur aduk.
Kau harus menyesuaikan diri dan beradaptasi.
Apapun alasannya, aku tak ingin ikut bercampur.
Dengar, Faisal, kau memilih agama ayahmu.
Tidak masalah.
Jangan lupa, ini adalah negara kita sekarang...
Seluruh kebebasan untuk kita.
Negaraku adalah dimana ayahku berada.
Berarti aku benar.
Kau menonton video-video bodoh.
Aku tak ingin membohongimu./ Nak, tolong.
Aku berusaha melupakan seluruh kebencian ini.
Aku tidak bisa.
Kau bingung. Itu bukan agama.
Tapi orang. Orang yang kau ikuti.
Aku mendengar itu berkali-kali.
Aku membayar dengan berat karena menikahi ayahmu.
Mungkin dia sudah mati.
Tapi aku tetap tak bisa menemui keluargaku sekarang.
Dia mengikuti kehendak Allah.
Lihatlah anak muda sekitarmu.
Mereka bahagia... Mereka bekerja...
Menghasilkan uang dan menikmati hidup.
Aku bukan mereka. Aku tak suka mereka.
Aku tak ingin menjadi seperti mereka, titik.
Berhenti minum. Kau terlihat bodoh.
Hei! Jangan bicara seperti itu!
Aku ibumu, sialan!
Kathmandu, Nepal
Halo, Renu.
Halo, Ayah.
Jam berapa sekarang di sana?
Kathmandu baru saja bangun.
Ini serius, Ayah.
Bunty dicuci otak.
Kirim dia ke Kathmandu. Dia akan baik-baik saja.
Dia ingin mencari ayahnya.
Kau melakukannya?/ Ya.
Aku mengucapkan kembali Syahadat.
Kau Muslim sejati.
Bagaimana keadaannya?/ Ayahmu?
Dia bilang agar kau berhati-hati di negaramu.
Itu jalan memutar...
Agar orang Amerika tidak curiga atau yang lainnya.
Tak ada apapun di Kathmandu yang bisa menghiburku.
Terus dengarkan lagunya dan tetaplah bugar.
Banyak yang harus dilakukan di sini.
Sampai jumpa./ Sampai jumpa.
Salah sejahtera!/ Salah sejahtera untukmu.
Lihatlah kita!/ Kau tahu itu tidak direncanakan.
Hei, ayo berswafoto. Ayo.
Tidak, tidak, tidak... Tak ada foto, oke?
Baiklah. Ayo, kita pergi.
Abu, Abu, Abu, Abu, Abu, Abu!
Abu, Abu, Abu, Abu, Abu, Abu, Abu, Abu!
Terima kasih.
Terima kasih Pundit Ji atas dukungan baikmu.
Terima kasih, terima kasih, terima kasih.
Aku ingin mengabdi untuk Nepal dan untukmu... Beri aku restu.
Berikan aku restumu!
Siapa?
Ya? Apa yang kau inginkan?
Rani, benar? Ini aku.
Kita bicara saat Ibuku melakukan percakapan video denganmu, ingat?
Astaga! Ada apa denganmu?
Apa maksudmu?
Bukan apa-apa. Masuklah.
Dia tidak dirumah.
Di mana dia?
Dia ke penampungan setiap hari.
Penampungan?/ Ya.
Dia membantu para tunawisma bersama Namrata.
Namrata?/ Benar, Namrata.
Temanmu. Ingat?
Dia akan segera kembali?
Kenapa kau berpakaian seperti ini?/ Kau ada masalah?
Aku akan buatkan kau teh.
Aku sudah menunggumu Ismail.
Banyak yang harus kau lakukan di sini.
Ayo, kita pergi.
Praveen.
Pak.
Rileks.
Tampaknya aku sudah mendapat semua bukti yang kubutuhkan, Pak.
Oke.
Kita akan mendapatkan Abu dan Pundit Ji.
Jangan ada kesalahan.
Pak.
Hei, awas!
Kau ingat ini?
Ya. Dia mempelai pengantin.
Kau lupa apa yang terjadi...
...saat Namrata melakukan ritual yang sama?
Dia sembunyikan fotomu di piringan ritual...
...dan kurang lebih seperti menjadi istrimu?
Dengar...
Kosongkan tempat ini dan dirikan kemah di tempat lain.
Kau membuat bosku sangat marah.
Kau tahu apa yang dia katakan?
Satu-satunya cara agar dia mengizinkanmu tinggal di kota ini,
Yaitu jika kau terima lamaranku menikah.
Menjadi pacarku.
Tidak, tidak, tidak.
Tunanganku, dan kita akan hidup bahagia selamanya...
Lancang kau!/ Ayolah, Nammu...
Apa yang kau lihat?!
Patahkan batang hidungnya!
Sialan! Biar kutunjukkan padanya!
Sunny, hentikan dia! Dia akan membunuhnya.
Kau tak tahu sedang berurusan dengan siapa.
Kau akan menyesali ini.
Aku membawa sekumpulan pengecut tidak berguna!
Nam.
Ini.../ Aku tak butuh preman...
...untuk menghajar preman lain. Aku bisa urus urusanku.
Sapalah Bunty.
Maaf, aku tak seharusnya ikut campur.
Bunty?/ Namrata?
Tn. Bhandari!
Salam sejahtera, Kakek.
Aku sangat ingin melihat avatar barunya.
Kau berubah.
Aku tidak mengenalimu.
Namaste, Pak.
Kau menjemput dia dari bandara?
Ya, Pak, dia menelepon.
Kenapa kau tak bawa dia ke rumahmu?
Bibinya mungkin bisa berikan dia beberapa pelajaran dari buku.
Astaga, dia sangat menyukaimu.
Siapa para preman itu?
Aku dengar mereka sudah mengganggunya sejak lama.
Mereka melakukan pekerjaan kotornya Abu.
Di kota situasinya sangat kacau.
Dan kakekmu sudah ajukan gugatan hukum terhadap Abu...
...yang berusaha untuk mendapatkan tanah kamp ini.
Anak-anak selalu menyebabkan kekhawatiran orang tua.
Tentu saja bukan kau.
Kenapa dia kembali sekarang?
Jangan pikirkan Bunty.
Tn. Bhandari, apa yang tidak kau katakan padaku?
Bunty adalah orang mati jika dia tidak berhenti.
Ingat itu.
Permisi, Opsir, orang-orang itu menggangguku,
Dan itu terjadi setiap hari. Bisa kau bicara dengan mereka?
Kau tetap harus ke kantor polisi untuk mengajukan keluhan.
Itu dua blok ke arah sana.
Maaf, kau siapa?
Inspektur Praveen Kumar Gurung, cabang khusus.
Wow!
Benar-benar indah!
Jangan tersesat.
Salam./ Salam.
Kalian saling mengenal?
Ayolah, Sunny.
Selamat datang kembali.
Dia akan menginap bersama kita malam ini.
Aku harap kalian tidak keberatan.
Hanya malam ini?
Ya, aku harus mengejar pesawat besok pagi.
Kenapa kalian tak berbincang. Aku akan membeli minum.
Dua kopi, Sunny.
Aku mencintaimu./ Aku juga mencintaimu.
Jadi itu benar.
Apa?
Jika kau mencari Ayahmu.
Kau tak ingin tahu di mana saudaramu berada?
Aku tahu dia di mana. Di Neraka.
Tolong jangan berkata begitu.
Dengar, saudaraku seorang pecandu, Faisal. Alkoholik.
Ayahku seorang pejuang.
Pejuang Jihad.
Tolong jangan memulai ini lagi.
Aku jauh mengerti Al-Quran lebih baik dari yang kau pikir ketahui.
Ayo kita pergi.
Kau sudah melihat semuanya?
Aku mohon, Pak.
Beri aku kesempatan sekali lagi.
Ayo. Kesempatanmu.
Ayo!
Pukullah.
Sher Thapa.
Keyakinan adalah landasan dari seluruh hubungan denganku.
Aku sangat percaya denganmu.
Curang. Curang!
Rai Ji?
Namaste./ Namaste.
Bisa kita masuk ke dalam?
Aku membawa uangnya.
Lihat? Sudah kubilang padamu.
Suap!
Aku tidak mengambil kasusmu.
Uang kotor.
Uang kotor?
Apa maksudmu, uang kotor?
Ini uang pensiunku.
Rumit. Maaf.
Ayo./ Tn. Rai?
Hanya itu yang bisa kau katakan? "Rumit"?
Menjauhlah dari kamp ini.
Pengecut.
Tutup mulutmu!
Pergilah sekarang sebelum Abu datang untuk memenggal kepalamu.
Pergilah!
Bagaimana perasaanmu sekarang?
Ini akan menyegarkanmu kembali.
Ashish beritahu aku apa yang terjadi di kamp.
Aku mengirim dia mencarimu.
Aku sudah setia dan melakukan semuanya untuk Abu.
Tapi untuk satu kesalahan kecil...
Dia melakukan ini kepadaku?
Orang Afghanistan itu bahkan...
Dia bahkan mengancam untuk melukai keluargaku!
Kau adalah pejuang baruku.
Angkat kepalamu.
Angkat kepalamu. Tunjukkan wajahmu padaku.
Biarkan rasa takut menyerang mereka.
Kau adalah Shiva-Gana. Kau adalah sang penghancur.
Lakukan yang aku katakan, dan kau akan membalaskan dendammu.
Aku bersedia!
Kau harus membuat pengorbanan.
Aku bersedia!
Kau adalah sang penghancur./ Aku sang penghancur!
Bum bum bole./ Bum bum bole!
Kau harus membuat pengorbanan.
Aku bersedia!
Kau harus membuat pengorbanan.
Bum bum bole!
Aku sang penghancur./ Aku sang penghancur!
Bum bum bole./ Bum bum bole!
Bum bum bole!
Aku sang penghancur!
Bum bum bole! Bum bum bole!
Bum bum bole...
Apa dia di sana? Bisa aku bicara dengannya?
Jika Allah menginginkan, kau akan segera bertemu dia.
Seseorang akan menemuimu di alamat tersebut,
Dan mereka akan membawamu kepada kami.
Ada yang datang.
Ya?/ Kakek.
Haruskah aku kirim dia ke sini?
Tidak./ Oke.
Kakek.
Ya?
Aku akan tinggalkan kalian berdua.
Terima kasih.
Aku bilang padanya kau sedang sholat.
Tebak siapa penulisnya?
Kenapa kau begitu membenci keluargamu?
Ibu bilang itu penulis favoritmu.
Dan membuatku membaca semua buku sejak aku kecil.
Bunty, apa yang kau ketahui tentang Islam?
Lebih dari orang-orang kafir.
Hanya itu yang bisa kau katakan?
Aku tak perlu memberikan penjelasan apapun padamu, Kakek.
Apa yang kau ketahui tentang Ayahmu?
Sebanyak yang anak terpisah ketahui.
Aku akan beritahu padamu tentang Ayahmu.
Dia seorang pecandu alkohol.
Dia juga kecanduan.../ Tidak!
Kau mengusir Ibu. Ayah pergi karenamu.
Siapa yang memberitahu kebohongan ini kepadamu?
Mereka membuatmu sakit, Anakku.
Ibumu beritahu aku semaunya.
Mereka keluargaku.
Aku akan bergabung keluargaku sebenarnya!
Kau tidak mengerti?/ Bunty!
Aku tak pernah melakukan ritual terakhir untuk orang yang masih hidup.
Dia mati bagiku sekarang.
Namaste, Pak.
Ada yang datang untuk menemuimu.
Di sini?/ Ya.
Hai./ Hai.
Maaf aku terlambat. Aku harus selesaikan sholatku.
Aku juga tersesat saat ke sini.
Aku juga sudah lama tak ke sini.
Aku merasakan kedamaian dan ketenangan.
Terima kasih sudah datang.
Aku akan pergi besok.
Tidak akan ada masalah. Aku janji.
Kau bukan masalah.
Aku tak seharusnya ikut campur.
Benar, tapi karena kau sudah ikut campur, kami semakin membutuhkanmu.
Aku tidak bisa.
Ini bukan duniaku.
Sungguh?
Namrata.
Ya Tuhan!/ Ini Suresh Bhandari!
Tn. Bhandari./ Ayo!
Kita harus lakukan sesuatu!/ Ayo. Hei!
Faisal, kita harus temui polisi./ Kita tak bisa ke polisi.
Siapa itu?
Siapa? Periksa ponselmu!/ Aku tidak tahu.
Kami tidak menolerir setiap kontaminasi.
Hentikan mobilnya!
Mereka yang berani...
Akan mati!
Namrata.
Ini orang yang sama seperti di kamp.
Kau yakin semua ini bukan tentangmu?
Kalengemas.com Poker Online Terpercaya
Bonus New Member 30% Bonus Deposit Harian
Kenapa kau Faisal dan bukannya Bunty?
Apa yang kau tahu soal keyakinanku?/ Tidak ada! Kau?
Lupakanlah.
Kau tahu dimana menemukan dia?
Faisal, kita harus ke polisi.
Siapa orang bodoh ini?
Siapa dia?
Aku tak ingin ada pembunuhan lagi.
Biarkan dia masuk dan biar polisi melakukan tugasnya.
Aku darahnya. Mereka yang menumpahkan itu terlebih dulu.
Kau mencariku?
Maksudmu Bunty yang bertanggung jawab?
Bodoh.
Aku tak tahu apa yang kau lihat dari anak yang disunat itu...
Tapi aku jelas tahu sekarang...
...apa yang dia lihat di dirimu.
Pak, lihat ini.
Keluar!
Video pembunuhan.
Ini adalah bangsa Hindu.
Kami tidak menolerir setiap kontaminasi.
Selamat datang.
Di mana dia?
Abu benar. Kau datang.
Abu dibalik semua ini?
Tidak.
Dia selalu didepan.
Itu sebuah kehormatan untuk melayaninya.
Kau tidak tahu?
Seluruh kota ini berjalan, semua karena restu darinya.
Aku mau tahu dia di mana./ Astaga.
Kau bukan asli sini, ya?
Hei, hei, hei... Jangan terlalu bersemangat, anak-anak.
Dia hanya turis.
Dari mana tadi kau bilang asalmu?
Kau sebaiknya mulai bicara.
Atau apa?
Apa kau akan bicara?/ Ya.
Ayo!
Halo.
Sekarang dengarkan aku baik-baik.
Aku sama sekali tak mau ini berkaitan langsung denganku.
Kau paham?
Ya, Pak.
Apa kau paham?!
Pak.
Bodoh. Dungu! Idiot.
Abu, Abu, Abu, Abu, Abu, Abu!
Dengar, kami sudah dipanggil untuk melayani.
Bukan urusan pribadi.
Jika seorang prajurit bisa membunuh, dia juga harus siap untuk mati.
Kepala orang ini mungkin tidak penting untukmu.
Tapi ini awal perang yang kau mulai.
Terima kasih.
Terima kasih.
Tak ada yang berani berkata tidak kepada Abu di kota ini.
Selain dari kakekmu.
Tetap saja, Abu tidak perintahkan dia untuk dibunuh. Atau bahkan kau.
Lalu siapa?
Pundit.
Sher bersama dengannya.
Ini adalah tanah kami.
Tak satupun atau siapapun orang seperti Abu...
Yang bisa mengatur kami.
Apa itu jelas?
Bum bum bole. Bum bum bole.
Guru Ji...
Aku temukan ini pada Suresh Bhandari.
Ada pesan yang kupikir ingin kau dengarkan.
Pesan? Putarlah.
Ayah, dia pergi.
Dia ingin bergabung Ayahnya.
Aku melihat dia berubah.
Jika dia pergi ke Suriah atau bangsa Khalifah...
Hentikan dia, Ayah. Kumohon.
Ini Brahmastra!
Senjata penghancur tertinggi.
Itu akan menghancurkan Abu Mia dan sukunya.
Kau.
Kembali ke Abu sekarang.
Bum bum bole... Bum bum bole!
Bum bum bole... Bum bum bole!
Kau dari mana?
Boleh aku masuk?
Aku tak bisa melakukan itu.
Apa?
Kepala orang ini mungkin tidak penting untukmu,
Tapi ini awal perang yang kau mulai.
Maafkan aku.
Kakek beritahu aku semuanya.
Aku berjanji akan melakukan apa saja untuk menghentikanmu.
Aku senang kau tidak melakukan itu, Faisal.
Kau tidak seperti mereka.
Aku mengecewakan mereka./ Tidak.
Tidak, kau membebaskan dirimu sendiri.
Kakek pasti sangat bangga denganmu.
Kau membunuh satu-satunya oposisiku di kota ini...
Lalu kau datang ke sini untuk sembunyi.
Kau pikir aku bodoh?
Inspektur Praveen.
Dia mengumpulkan semua bukti terhadapmu, Pak.
Boleh aku pergi sekarang, Pak?
Apa ada sesuatu yang kau lupakan?
Aku berikan Pundit Ji ponselnya Suresh Bhandari.
Itu berisi rekaman...
...jika Faisal akan pergi ke Timur Tengah untuk bergabung perang.
Pundit Ji akan mengaitkanmu pada anak itu,
Juga kelompok terorisnya, Pak.
Pundit Ji berikan yang aslinya kepada orang Amerika.
Kapan? Di mana?
Ini soal membuat koneksi, kau tahu?
Dimana anak Muslim Amerika itu berada di sini,
Dan hal berikutnya yang kau lihat kakeknya yang beragama Hindu,
Yang perjuangkan hal-hal baik justru dibunuh, kau tahu...
Bagiku mereka semua sama.
Siapa orang yang kau maksud, Pundit Ji?
Kau akan melihatnya saat kami mendeportasi...
Itu Pundit?
Berarti dia pasti menyembunyikan anak itu.
Ayo./ Berhenti.
Kau jangan terbawa oleh perkataan mereka.
Apa maksudmu?
Itu jelas mereka ingin orang teralihkan dari masalah sebenarnya.
Pekerjaan kotor mereka.
Itu tidak penting. Perang adalah perang.
Dengarkan baik-baik...
Orang Amerika itu akan menemui dan menanyakan ponsel itu.
Ponsel yang mana?/ Ponselnya Suresh Bhandari.
Lalu bilang padanya kita akan mengurus Faisal di sini.
Baik, pak.
Pak, pak... Apa kau cucunya Suresh Bhandari?
Apa kau cucunya Tn. Suresh Bhandari?
Bum bum bole!
Siapa kontakmu di Kathmandu?/ Namanya Faisal Mustafa.
Faisal Mustafa.
Saat kubilang pembunuh bertopeng, itu bisa jadi siapa saja.
Bahkan seorang kerabat. Aku penasaran...
Kemudian aku membuat keterkaitan.
Dan kupikir Suresh Ji orang Hindu.
Orang Hindu tidak bersalah, dan dia orang Muslim.
Muslim radikal./ Itu bohong.
Pembunuhnya di sini dan dia menyembunyikannya.
Orang Amerika menyebutnya orang dalam pengawasan.
Kau tahu apa artinya itu?
Mereka menduga dia teroris.
Jadi kita juga sebaiknya menganggap dia seorang teroris.
Ayo!
Kenapa kau tak tanyakan dia, apa yang dia lakukan di Kathmandu?
Apa dia di sini melakukan misi bersama Abu Mia?
Itu bohong.
Ini yang kau dan kepolisian perlu cari tahu...
Apa yang dia lakukan di negaraku?
Aku hanya membuat keterkaitan.
Bum bum bole. Bum bum bole. Bum bum bole. Bum bum bole.
Bunty!/ Jaga dirimu.
Jaga dirimu. Aku akan baik saja./ Apa yang terjadi?
Ini sudah terlambat. Dia akan kembali ke Amerika.
Tidak, kau dengarkan aku, Inspektur.
Tak ada yang bisa membawanya pergi.
Bunty!
Sher beritahu aku kau menyukai dia.
Selamat siang, Pundit Ji.
Selamat siang.
Bum bum bole.
Leila, apa yang kita lakukan? Mereka akan mendeportasi dia!
Tenanglah. Tenang. Dengarkan aku.
Mereka tak akan mendeportasi dia.
Aku berjanji pada Suresh Ji.
Kau datanglah ke Kupondole.
Aku janji pada Suresh...
Cukup datanglah ke sana.
Mereka akan mendeportasi dia.
Apa yang kita lakukan?/ Aku akan jelaskan padamu.
Setelah kau menikahi Faisal, tak ada yang bisa melakukan apapun.
Bahkan tidak orang Amerika.
Jadi jangan khawatir. Semua akan baik saja.
Oke, aku akan ke sana.
Kami kemari untuk meminta restumu, Pundit Ji.
Bum bum bole.
Kau tahu kenapa orang suka berburu?
Itu seru membunuh binatang di habitatnya.
Dan setelah membunuhnya, jika kau memakan dagingnya...
Itu terasa jauh lebih baik.
Apa yang kau bicarakan, Abu?
Aku hanya membuat keterkaitan.
Benar?
Aku tahu, aku tahu...
Ini adalah tempatmu, dan aku di sini.
Aku di sini!
Apa yang bisa kau lakukan soal itu?
Saat aku bilang aku mendengarkan istriku,
Aku tidak bohong.
Kau tahu apa yang dia katakan pagi ini?
Jangan percaya orang yang tak berpendirian.
Jangan bertindak bodoh, Abu.
Itu akan berujung perang yang tak pernah dilihat tanah ini sebelumnya.
Aku mempercayaimu! Aku yakin denganmu!
Ismail.
Jangan khawatir, Abu.
Aku akan mengurusnya.
Aku akan mengurusnya.
Aku suka langit biru yang cerah.
Tanpa awan.
Bahkan tak ada satu pun gumpalan.
Leila, tunggu!
Pergilah ke biro dan pastikan panitera di sana.
Di mana biro pernikahan?/ Lalitpur, Dekat bank di lantai satu.
Bank mana?/ Pergilah! Tolong pergilah!
Sunny!
Pergilah!
Jadi namamu Faisal, 'kan?
Pergilah ke kelab. Kau tahu itu di mana.
Kau akan temukan orang yang kau cari.
Aku akan melakukan itu.
Kau tak tahu sedang berurusan dengan siapa.
Sebenarnya, aku tahu.
Kakek benar. Banyak yang harus dilakukan di sini.
Jangan lupa. Dia sudah meninggal.
Aku selalu menginginkan ini.
Momen bernegosiasi dengan Amerika.
Kami bersedia membiayai kampanye Tn. Abu,
Jika dia setuju untuk tidak mengganggu...
...proses penyerahan dan ekstradisi.
Aku suka itu.
Demokrasi jelas agamamu.
Bagaimana kelihatannya?
Bagus.
Sekarang itu terlihat seperti pertemuan rahasia menjadi kacau.
Itu jelas bukan piknik.
Aku ingin kedua kepala Sher dan Faisal.
Baik. Kepala Sher Thapa terlebih dulu.
Ayo.
Boleh jika aku ke kuilku dan berdoa juga?
Tentu.
Gratis.
Orang yang kau cari duduk di sana.
Dan kau?
Pemenuh harapan.
Terima kasih.
Tunggu!
Sialan!
Dia datang.
Masuk.
Sher Thapa
Pagi ini, Pandit Harshvardhan Satyajit Brahmachari ditemukan tewas.
Abu Mia Siddiqui diduga pelaku pembunuhan.
Apa yang akan terjadi dengan kampanye Tn. Siddiqui?
Bunty!/ Bunty!
Bunty!
Bunty, kau baik-baik saja?
Mereka bilang memasak menenangkan pikiran.
Menurutku tidak.
Memasak menenangkan seluruh keberadaanku.
Tn. Abu Mia Siddiqui, kau ditahan.
Ini berakhir Abu.
Faisal.
Kita sudah berusaha keras untuk bertemu.
Kita sama.
Kita tidak sama. Kau pembunuh.
Hukum di negeri ini memiliki cara untuk mengurus orang sepertimu.
Hukum negeri?
Kau tak ingin mengatakan Hukum Syariah dan Sunnah?
Al-Quran bukan.../ Tak hanya Syariah dan Sunnah.
Ada yang lebih untuk itu.
Pak.
Inspektur, siapa namamu?
Tn. Praveen Kumar Gurung.
Kalian membunuh pertugasku.
Orangmu juga membunuh Sher.
Ini berakhir Abu.
Ini berakhir ketika Abu Mia Siddiqui berkata ini berakhir.
Jaga dirimu.
Sampai jumpa./ Sampai jumpa.
Omong-omong, kau terlihat tampan dengan Dhaka Topi.
Milik kakek.
Aku menemukannya saat perjalanan keluar.
Orang dari Kathmandu.
Aku suka itu.
Apapun yang terjadi,
Aku mau kau tahu jika aku akan selalu berada di sana untukmu.
Itu sudah diatur. Seluruh sistem.
"Hadapi itu," kakek selalu bilang.
Terkadang hal-hal sederhana seperti memandang hidup secara berbeda...
...mengubah segalanya.
Ini Ayahku.
Aku tahu. Dia adalah kegagalan.
Dia bisa diselamatkan jika kau melanjutkan perjalanan.
Kalengemas.com Poker Online Terpercaya
Bonus New Member 30% Bonus Deposit Harian
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.