Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Penerjemah : Sue Valentino IDFL(Trademark) Subs Crew http://idfl.us
Resync/Edited By (Coffee_Prison)
Ada apa? Selarut ini?
Kau sudah mendengar tentang geng Dong-baek?
Mereka kabur membawa semua kontrak.
Aku ingin tahu, apakah kau tahu mengenai hal itu.
Meskipun aku sedang mengejar bos Dong-baek...
..aku tak punya alasan untuk memberitahumu.
Dimana kau?
Aku mau tidur.
Aku merasa tidak enak badan.
Apa kau tidur sambil mengemudi?
Aku bisa membawa mobil dengan tutup mata.
Kita lihat.. siapa yang lebih dulu tiba!
~Menyebrangi lautan~
Apa kau Park Gwang-Ho?
Kuharap kau tak menunggu lama.
Tasmu...
...serahkan padaku.
Berhenti.
Kerja bagus.
Park Gwang-Ho.
Bukankah kau pekerja keras?
Karena kau sudah disini, setidaknya makanlah sesuatu.
Kau sudah gila?
Kau tahu aku sudah bekerja dengannya...
...selama 6 tahun.
Jika tempatmu bukan disini, kau cukup diam saja.
Kau terlalu banyak bicara. Apa kau berkelahi menggunakan mulutmu?
Apa?
Kau mau menikamku?
Kau bahkan tak cuci muka.
Apa yang kalian tunggu?
Bawa dia ke rumah sakit.
- Kau tidak apa, bos? - Bos!
Kau tidak apa?
Apa? Bos?
Siapa itu?
Ada perintah...
Baik.
Pak, bos memanggil semua orang.
Uh, baik.
Di perban saja.
Tapi kau harus dibius sebelum dijahit.
Kenapa kau banyak bicara?
Pakai perekat atau semacamnya.
Kau mau tanganmu di amputasi?
Kami tak bisa melakukannya dalam 3 menit mesku menggunakan perekat.
Aku... agak terburu-buru.
Kau sangat tahu bagaimana bosku.
Ini akan terasa sakit jika tidak dibius.
Apakah sakit?
Tidak... Itu tidak...
Tolong memperhatikan bosmu.
Dia pasti kesepian tanpa keluarganya.
Aku mengalami kesulitan saat ini.
Kejaksaan sedang mencoba untuk menyelidikiku.
Itu bukan hal baru.
Tidak kali ini.
Hotel Marina yang sedang kukerjakan mungkin menghadapi resiko saat ini.
Seseorang harus menggantikanku.
Dan...
...kau jelaskan
...apa yang terjadi di pelabuhan pagi ini?
Aku minta maaf, bos.
Cha Tae-Joo!
Ya, bos.
Bagaimana bisa kau ingin membunuh keluargamu?
Kini kasus Dong-baek sudah diselesaikan.
Semuanya, termasuk Cha Tae-Joo...
...akan membantu Park Gwang-Ho mulai sekarang.
Park Gwang-Ho akan bertanggung jawab atas bisnis Hotel Marina.
Halo?
Kau baru menjawab ponselmu. Apa yang terjadi, bos?
Kau tak menjawab ponselmu selama 3 hari.
Apa?
Kami merasa ada yang aneh dengan pihak Cha Tae-Joo.
Kau tahu, dia tak akan mudah menyerah.
Halo. Kau sudah pesan tempat, kan? Silahkan naik.
Apa ini?
Apa-apaan ini?
Nona Yang, kau cuma punya waktu 7 hari...
- ...untuk mengosongkan rumahmu. - Kenapa dia memanggil nama asliku?
Apakah kau...
...jatuh sakit baru-baru ini?
Bagaimana kau bisa tahu?
Kau kerasukan.
Apa?
Kau harus menerima arwahnya.
Seperti aku.
Apa? Dukun?
Apa-apaan ini...
Kau dapat mencoba menolak arwahnya...
...tapi tak peduli seberapa keras usahamu, kau tak bisa mengindar dari takdirmu.
Kau tidak apa?
Dia harusnya sudah mati. Bagaimana dia masih hidup?
Jaga dirimu.
Dengarkan baik-baik...
Upacara Perikanan ini bukan upacara biasa tapi sudah tradisi kami.
Kudengar itu sudah lama berhenti karena masalah keunganan.
Tapi kalian tak perlu khawatir soal uang.
Apa maumu?
Mereka ingin membujuk kita agar memindahkan peternakan ikan kita!
Yang kami minta hanya memindahkan...
...peternakan kalian dari sini ke sana.
Apakah begitu sulit?
Kenapa bukan kalian yang pindah kesana?
Itu benar!
Apa yang kau lakukan?
Minggir!
Cepat minggir! Kubilang, minggir.
Kau tidak apa?
Silahkan dilihat. Ikan segar.
Harganya juga murah.
Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila?
Ada apa denganmu menyentuh seorang wanita?
Jika kau mabuk, pulanglah dan tidur!
Kami minta maaf.
Ada apa denganmu hari ini, bos?
Jika kau butuh sesutau, katakan saja pada kami.
Semua orang di pasar sedang memperhatikanmu.
Park Gwang-Ho!
Bos!
- Aku sungguh tak mengerti, kenapa kau... - Kwang-ho!
...menyentuh wanita tua tadi...
..ketika semua orang di pasar sedang memperhatikanmu.
- Park Gwang-Ho! Temui aku! - Kau tahu kami sangat peduli...
- Kau tidak apa? - Ya, lurus saja.
Cepat!
Kau lihat kemana?
Datanglah padaku.
Ya, lurus saja.
Aku di sini, bodoh! Di sini!
Sudah kubilang cepat, bodoh!
Aku tak percaya kau benar-benar datang, bodoh!
Aku?
Ya, kau.
Kau...
Kau begitu kacau.
Sial! Aku keselek air.
- Bos! - Bos!
- Bos, kenapa denganmu? - Bos!
Kenapa kau serius sekali?
Kurasa kita harus saling jujur...
Detak jantungmu kurang dari setengah dari orang normal.
Bahkan syok kecil bisa berbahaya.
Apakah ini yang namanya...
...penyakit tak tersembuhkan?
Setidaknya kau bisa mempersiapkan diri...
Aku tak akan heran, jika kau meninggal saat tidur....
Aku tak tahu harus berkata apa...
Mi-Sook!
Bisa kita bicara di luar?
Kita bicara di sini saja?
Baik. Vonis matimu tadi memberiku keberanian.
Sebenarnya...
Sudah lama...
Sebenarnya... Mi-Sook...
...dengan tulus...
Aku sangat menyukaimu.
- Akan kuberikan yang terbaik... - Dokter...
Hasil tes Tn. Park sudah keluar...
Ini hasil tesku?
Bosmu.
Yang kukatakan tadi...
Selamat menikmati makan siang.
Kesehatanmu di luar dugaan...
Dia harusnya sudah mati. Kenapa dia masih hidup?
Kau kerasukan.
Kau harus menerima arwahnya.
Hei, kau tidak apa?
Kau tampaknya lebih terjekut dari aku.
Kau tidak terluka?
Berdirilah.
Berputar. Kau sungguh tidak terluka?
Tidak, akan kubawa kau ke rumah sakit.
Lepaskan. Aku sibuk.
Kenapa aku harus ke rumah sakit sementara aku baik-baik saja?
Kau sungguh baik-baik saja?
Baik, ini...
Ini kartu namaku.
Jika kau ada merasa sakit, hubungi aku.
Bisnis perikanan?
Apa kau seorang nelayan?
Kau sungguh tidak apa?
Aku sangat sibuk sekarang. Aku akan menghubungimu jika terjadi sesuatu.
Ya, baiklah.
Hei, jika kau merasakan sesuatu, kau harus menghubungiku.
Hati-hati saja mengemudi.
Potongan aneh ini telah merubah nasibmu.
Potongan ini telah menyelamatkanmu.
Aku datang bukan untuk dibaca telapak tanganku.
Aku mengalami hal buruk belakangan ini. Mari kita coba pengusiran setan, ya?
Dengan tenang.
Pengusiran setan sangat berisik.
Hei, aku yakin kau punya cara yang tenang.
Kudengar pengusiran setan bisa membuatku lebih baik.
Hanya satu cara mengetahuinya.
Siapkan tanggal.
Sudah kusiapkan tanggalnya.
Kami akan melakukan ritual pengusiran setan...
...tapi itu takkan membuatku menjadi...
...dukun, kan?
Tidak ada...
...cara lain.
Kau dapat menaklukkan seluruh negara ini...
...dengan kekuatan spiritual yang kau miliki.
Kau tampangmu...
...sangat cocok dijual sebagai arwah perawan...
Aku akan menaklukan apa?
Dan apa maksumu arwah perawan? Kenapa kalian terus bicara omong kosong padaku?
Kau sudah ditakdirkan hidup sebagai dukun.
Tidak, aku hidup dengan baik sebagai gangster.
Maka kau ditakdirkan sudah mati.
Ada apa dengan kalian berdua?
Kau tak mau melakukannya?
Baik! Lupakan saja.
Kenapa ini terjadi padaku!
Tak ada yang berjalan dengan benar!
Bukankah kita harus menghentikan dia, ibu?
Biarkan saja. Dia akan kembali.
Kau sudah ditakdirkan hidup sebagai dukun.
Tapi tak peduli seberapa keras kau berusaha, kau tak bisa menghindar dari takdirmu.
Sial! Aku akan melakukannya!
Aku akan menjadi dukun!
Memangnya kenapa?
Aku akan melakukan pengusiran setan!
Aku akan membaca peruntungan!
Sial! Aku akan melakukannya!
Park Gwang-Ho!
Sial! Aku akan melakukannya! Tak akan ada yang tahu!
Berhentilah! Berisik!
Apa itu yang membuatmu gelisah seharian ini?
Bukan urusanmu.
Hidup ini penuh masalah, kan? masalah disini, masalah disana.
Aku masih hidup seperti ini. Kau harusnya bersyukur atas apa yang kau miliki.
Tak peduli seberapa banyak masalah yang kau dapatkan, hidup terus berlanjut.
Apa yang kau lakukan?
Ya, halo?
- Kau dimana? - Bos!
Aku sedang mandi.
Idemu tentang upacara perikanan sangat cemerlang.
Uh... terima kasih.
Semoga beruntung.
Kita harus mengurus...
Tidak apa. Teruskan saja.
Maafkan aku. Mengurus nelayan dengan mengambil hati mereka...
...setiap sudut hati mereka...
Apa aku sudah mengganggumu?
Lanjutkanlah.
Tidak. Maafkan aku.
Kita bicara setelah kau selesai.
Akan kuhubungi nanti.
Apa yang kau lakukan?
Shush!
Itu nasib buruk.
Tidak apa.
Tak ada istilah pria dan wanita di mata arwah.
Berbaliklah.
Takkan kulihat. Berbaliklah.
Buka matamu. Bagus.
Sekarang bibirmu.
Cantik sekali.
Cantik sekali.
Sungguh menyedihkan.
Sekarang, kau harus mengundang arwah masuk ke dalam dirimu.
Coba melompat.
Kubilang melompat. Lompat.
Astaga!
Apa yang kau lakukan?
Bukan begitu. Begini.
Bukan begitu! Begini! Melompat di tempat!
Sial, ini sulit.
Begini, mengerti?
Bagus! Benar begitu. Bagus!
Berapa lama aku harus melakukan ini?
Lakukan saja. Kau sudah menguasainya.
Apa yang dia lakukan?
Hei...
...anak ayam kuning. Kau baik-baik saja?
Aku tak tahu ternyata kita tetangga.
Aku mencari namamu di internet...
...dan menemukan sesuatu yang menarik.
Apa?
Bebas bersayarat... Masa batasan... Hukuman tambahan...
Apa yang kau bicarakan?
Tapi aku tidak masalah dengan itu.
Pokoknya, kau hampir menabrakku tempo hari.
Jadi?
Bukankah itu tabrak lari?
Aku sudah memintamu untuk ke rumah sakit.
Aku tak masalah dengan itu juga.
Tapi, bisa kau membantuku?
Apa?
Aku harus menulis makalah...
...tentang pekerjaan menari.
Dan menurutku pekerjaanmu itu menarik.
Jika kau terus bicara begitu, kau akan dapat masalah.
Oh, apa itu ancaman?
Apa-apaan ini?
Minggir.
Apa yang kau lakukan?
Jika kau kehilangan kuncimu sekitar 20 kali, kau akan mengetahui caranya.
Sebenarnya ini sangat mudah.
Jika kau masuk ke rumahku saat aku diluar, Kau akan dalam masalah serius, mengerti?
Dasar anak kecil... Kau... sangat aneh.
Hei, bukankah harusnya ada "memberi dan menerima"?
Apa?
Tak ada wanita yang membukakan pintu untukmu.
Setiap pria membutuhkan wanita.
Hei, pulanglah.
Sikapmu menyebalkan!
Aku akan membunumu jika ketangkap!
Jadi...
... harus ada...
...yang bicara lebih dulu...
Ya?
Kau mendatangiku...
...jadi menurutku kau harus...
...bicara lebih dulu.
Tunggu, bukan begitu?
Tunggu.
Apa yang harus kukatakan?
Katakan apa saja yang keluar.
Cukup ikuti intuisimu.
Cepat!
Yang kau katakan tidak masuk akal...
Kau harus bicara lebih dulu.
Anakku akan ikut ujian akhir dan...
...aku ingin tahu bagaimana nilainya nanti...
Apa dia rajin belajar?
Ya.
Maka tidak ada masalah. Apa lagi?
Mertuaku dirawat di rumah sakit.
Oh, apa penyakitnya?
Penyakit jantung.
Maka...
...dia akan segera meninggal.
Kenapa? Dia tidak meninggal?
Itu yang ingin kuketahui.
Ini tidak benar.
Kau membuatku malu.
Kau punya keberanian besar membuka tempat ramal, sementara kau tak punya kekuatan spritual.
Aku tak butuh bantuanmu. Biar aku membantumu. Ambil ini.
Selamat sudah mencoba menipu semua orang.
Kau harusnya dihukum.
Kenapa memakai tirai? Kukira kau tahu ilmu kebatinan.
Ayo pergi. Ini hanyalah penipuan.
Ayo pergi.
Wanita busuk! Beraninya kau bicara seperti itu padaku!
Kau bahkan belum menikah.
Kau tak punya anak yang akan ikut ujian.
Kau tak punya mertua yang sedang sekarat.
Dasar wanita pembohong!
Kau kabur dari keluargamu saat kau masih muda.
Beraninya kau mengujiku!
Kau!
Kenapa denganmu?
Kau dukun, kan?
Lihat aku.
Apa aku salah?
Jika arwahmu sudah hilang, teruslah berdoa agar dia kembali.
Jangan datang kemari dan mengujiku.
Arwah yang kau terima saat kau berusia 28 tahun adalah arwah jahat.
Aku turut prihatin atas apa yang terjadi padamu.
Aku turut prihatin atas apa yang terjadi padamu.
Sudahlah, tidak apa.
Ibu.
Baik, baik...
- Semuanya akan baik-baik saja. - Dia hebat.
Bajingan!
Beraninya kau berbohong padaku!
Pukul dia! Bagus! Lagi!
Tolong... percayalah...
Pukul dia! Bagus! Lagi!
Kau melihat nenekmu di mimpumu? Jangan ikuti dia. Berikutnya.
Tn. Park pergi.
Apa?
Baik, dengar! Silahkan kembali besok!
Kubilang, besok!
Baik, sudah kurekam!
Pasti ada alasan kenapa kau menyembunyikan wajahmu.
Ada yang mengatakan itu daya tarik pemasaran.
- Apa? - Bukan begitu?
- Ya. Itu benar. - Ya! Kita benar!
Selamat malam, bos.
- Apa pekerjaanmu sebelum menjadi dukun? - Kami sangat penasaran.
Nelayan.
Nelayan? Dia dulu nelayan.
Sungguh memalukan, seorang pria menjadi dukun.
Apa dia tak punya pekerjaan lain?
Setidaknya dia tahu malu...
....dan menyembunyikan wajahnya.
Dasar wanita gila! Jangan tidak sopan!
Sungguh memalukan dia harus melakukan itu.
Kau sungguh ingin dipukuli sampai mati?
Kenapa kau malah menonton ini bukan berita?
Maafkan aku.
Kenapa tidak mau mati? Kau harusnya tak menonton ini.
Maafkan aku.
Pikirkanlah hal yang menyenangkan dan jangan terlalu stres.
Itu benar.
Aku akan dipanggil ke kejaksaan besok. Bagaimana aku bisa tenang?
Aku yang akan bertemu dengan Jaksa Hwang.
Jangan buang waktmu. Dia tidak waras.
Selamat malam, bos.
Selamat malam, bos.
Apa kau menguntitku?
Aku sungguh akan marah.
Seorang gangster mudah marah.
Apa yang kau lakukan? Kau bercanda denganku?
Hei, jangan buang waktu. Belilah permen untukmu.
Jika kekerasan tidak berhasil, dia mencoba untuk menyuap.
Apa yang kau lakukan?
Kau mau kupukul?
Apa kau...
...punya dua pekerjaan?
Bekerja sebagai dukun?
Hei, jangan sampai kau kupukul.
Kenapa kau tidak pulang?
Siapa dia?
Pria di no. 503 seorang dukun!
Bocah tengil.
Sialan.
Berhenti!
Kau menyuruhku pulang, kau muka upil!
Berhenti!
- Kemari kau! - Pria di no. 503, seorang dukun!
Pria di no. 503, seorang dukun!
Arwahnya sangat kuat!
Dia mungkin akan memberi layanan gratis, jika kau membujuknya.
Kau mengejar seseorang?
Kang-Won?
Atau daerah Je-ju?
Cukup pilih satu tempat.
Aku harus menangkap pria ini.
Kau harus mulai mencari di belakangmu.
Aku sudah mengejarnya selama 3 tahun.
Apa aku bisa menankapnya?
Halo?
Apa ini Tn. Park Gwang-Ho?
Benar. Siapa ini?
Suaramu... Oya, kau dimana, bos?
Kau sudah lupa ini hari apa?
Kenapa kau memukulku?
Si bajingan malas.
Sedang apa dia?
Apa-apaan ini?
Halo, bos.
Apa bos sudah keluar?
Belum, bos. Apa ada masalah dengan mobilnya?
Tidak.
Maaf, bos..
...apa kau memakai make-up?
Tidak, aku tadi dipijat.
Dia baru saja dipijat.
Bos!
Halo, bos!
Bos!
Halo, bos!
Kenapa kau sangat bodoh?
Apa kau mau memohon pada jaksa untuk menuntutku dengan muncul di sini?
Tidak, bukan begitu, bos. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa kita masih kuat.
Aku ingin menunjukkan ke mereka...
...kita masih berkuasa.
Hanya itu saja, bos!
Semoga harimu menyenangkan, bos!
Semoga harimu menyenangkan, bos!
Menurutku Jaksa Hwang...
...telah memberi bos kesulitan.
Seandainya aku tahu sudah seberapa jauh penyelidikan Jaksa Hwang. Aku pasti bisa memutar balik keadaan.
Aku kenal seseorang di kantor kejaksaan.
Mau...
...kutanyakan?
Kerjakanlah.
Baik, bos.
Kurasa aku harus bertemu dengan Jaksa Hwang.
Apa yang akan kau lakukan?
Tak ada yang bisa menolak uang.
Yang kudengar... sifatnya sangat aneh.
Katanya dia sudah gila.
Benarkah?
Jika kau mendekatinya dengan cara biasa, kau tak akan mendapatkan apa-apa.
Bagaimana kalau...
...kita melakukannya dengan cara yang berbeda?
Sebagai contoh...
Bagaimana dengan...
...pendekatan secara emosional?
Aku tahu tempat ini tampak buruk...
...tapi kuharap kau tidak keberatan.
Aku suka tempat seperti ini. Kami para jaksa juga sering datang ke tempat ini.
Wow, itu sangat bagus.
Apa yang kau lakukan?
Aku sangat merasa tersinggung.
Tidak, ini cuma kue beras.
Baiklah. Jadi, kau sudah periksa latar belakangku?
Dan kau tahu, aku tak menerima suap.
Sehingga kau datang hanya membawa kue beras.
Kau pintar. Ini hal bagus. Kini para genster juga bisa berakting.
Hari ini, kita minum saja.
Ini hangat.
Kau beli dimana?
Di depan bioskop disana.
Di depan bioskop... Ya, itu tempat terbaik.
Apa ini dibuat memakai beras manis?
Aku tidak tahu. Tapi, itu pasti akan meleleh di mulutmu.
Tapi, itu pasti akan meleleh di mulutmu.
Bagian luar krispi.
Jadi, ini takaran pas.
Kau bisa ambil semuanya.
Aku akan mengambilnya, jika aku memang mau.
Itu yang kau pikirkan, kan? Kau pikir aku akan mengambil semuanya, kan?
Kau memang ahli membuat orang bingung.
Jangan main-main denganku. Aku membaca pikiranmu lewat matamu.
Apa yang ingin kau katakan?
Letakkan itu.
Aku sangat ingin menghajarmu. Caraku biasanya begitu.
Sialan.
Kau pikir ini hanya kue beras biasa?
Lalu, apa itu kue keju?
Apa kau tahu...
...bagaimana...
...bagaimana mereka membuat isian kacangnya?
Mereka merendam kacang marah sekaligus.
Mereka merendam kacang keras selama 40 menit, sedang selama 90 menit, kecil selama 30 menit.
Kau tahu rasa sakit yang mereka lalui dengan berdiri...
...di panas selama 3 jam untuk membuat isian?
Bagaimana aku bisa tahu?
Dan adonannya!
Bagaimana kau bisa mengabaikan hal itu?
Membuat adonannya juga sangat sulit.
Tentu, kau bisa membeli adonan jadi dari supermaket.
Itu akan memberimu 750 kue beras.
Tapi, ada orang di luar sana...
...mencampur tepung beras dan terigu dengan takaran 4 banding 1...
...dicampur dengan telur dan mentega lalu di aduk tepat pada sudut 45 derajat.
Mengaduknya sampai tangan mereka lelah. Kau tahu rasa sakit itu?
Siapa yang melakukan itu?
Kau sudah pasti masuk dalam daftarku!
Saat ini...
...ketika Korea harus bersatu padu...
...kau menganggap remeh kue beras, bajingan!
Bajingan tengik.
Oh... Kepalaku pusing.
Dasar gila.
Ada apa denganmu? Apa ada yang mati?
Apa ada yang mati karena makan kue beras?
Siapa kau?
Keluar...
...dari rumahku.
Kau bisa melihatku, kan?
Keluar...
Keluar...
Apa yang terjadi?
Kau sudah bisa melihat mereka?
Baik, aku menerima menjadi dukun.
Kapan kuminta aku ingin melihat hantu?
Lonceng yang kau temukan itu milik ibu spiritual ku.
Dia dulu bisa melihat hantu.
Kau mau bilang, aku bisa melihat hantu karena lonceng itu?
Tanyakan ke mereka.
Tanya siapa dan tanya apa?
Salah satu dari mereka akan menjawab pertanyaanmu.
Apa-apaan ini?
Bir.
Tunggu.
Pesan...
...kopi vanila latte dengan es.
Satu kopi vanila latte dengan es.
Dengan krim kocok yang banyak.
Dengan krim kocok yang banyak.
Dia orang yang sangat baik tapi tak punya uang.
Jadi, aku mengurus dia.
Meski berat...
....tapi kami bahagia dengan cinta kami.
Tapi, aku mengalami kecelakaan...
Apa yang kau lakukan?
Apa maumu dariku?
Ada yang ingin kusampaikan padanya.
Tolong sampaikan pesanku padanya.
Yang harus kulakukan menyampaikan pesan padanya?
Ya, perasaanku yang sebenarnya. Hanya itu yang kuminta
Maka, aku tak akan mengganggumu lagi.
Tapi, jika...
....kau tidak mau.
Saat kau makan...
Saat kau buang air besar...
Saat kau tidur...
Kau akan...
...kugentayangi...
...seumur hidupmu.
Baik. Aku akan menghubungimu segera.
Sial, memangnya sesulit itu?
Inspektur Kim, kau terlalu naif.
Apa Park Gwang-Ho warga yang tak bersalah? Dia seorang gangster.
Semua orang punya kejahatan. Bawa dia kemari.
Minggir.
Apa yang kau lakukan?
Kurasa kau tak memahami situasi.
Tapi, kau sudah janji.
Aku tidak takut.
Ini tidak akan berhasil.
Dia sangat sulit diajak bicara. Minggir.
Siapa kau?
Par... Park Gwang-Ho?
Baik. Itu kau. Baik. Masuklah.
Kau merindukanku, kan? Kau sudah gila.
Apa kau merasa ingin bunuh diri?
Apa kau merasa ingin bunuh diri?
Tidak, tunggu. Biar kurekam ini.
- Berikan alat perekam itu. - Dia ingin kau menikah.
Apa? Apa yang dia bicarakan?
Jika kau tak menikah dengan...
...pacarmu saat ini...
...kau akan kebingungan untuk waktu yang lama.
Kau tahu orang ini?
Tidak, dia bilang tak tahu arah. Bukan kebingungan.
Apa yang kau bicarakan? Siapa bilang begitu?
Lee Keum-Ok. Kau kenal dia, kan?
Dia membantumu cukup lama dengan menjual kue beras.
Dan dia memberimu segalanya, hatinya, tubuhnya...
Apa? Jangan mengatakannya?
Dia mungkin sudah membuat 5 juta kue beras.
Dia bilang, jangan menceritakan hal itu.
Kenapa kau terus berubah pikiran?
Tenanglah.
Beraninya kau menyebut namanya...
- Tenanglah. - Brengsek kau!
Gengster sepertimu memeriksa latar belakang jaksa?
- Tapi, aku... - Hei, tangkap dia!
- Aku hanya menyampaikan pesannya... - Mati kau, brengsek!
Sudah kubilang, dia gila!
- Hei! - Apa ini...
Bawa dia ke ruang interogasi.
Apa ini...
Apa maumu sekarang?
Apa? Apa?
Hei, kau!
Apa yang kau lihat?
Apa yang kau lihat?
Aku datang kesini hanya karena dua alasan.
Aku datang kesini hanya karena dua alasan.
Tapi biasanya kau yang akan mati.
Dan aku bisa membunuhmu hari ini.
Baik. Keum-Ok.
Dia dulu pacarku.
Tapi...
..dia sudah meninggal 7 tahun lalu.
Aku tahu.
Aku sering melihatnya belakangan ini.
Kau kenal dia?
Bisa dibilang, kami tinggal bersama.
Dia masuk ke rumahku, dan masuk ke kemar mandiku.
Aku mulai muak dengannya.
Kubilang, tenang! Dengarkanlah saat seseorang bicara denganmu!
Buka telingamu dan dengarkanlah!
Dia berdiri di belakangmu.
Lanjutkanlah.
Tangannya di bahumu.
Baik, tangannya dia bahuku.
Dia menyentuh rambutmu.
Tenanglah dan dengarkan.
Dia menyentuh alismu. Kau sudah merasakannya sekarang?
Aku harus merasakan ini?
Sekarang, dia memelukmu.
Apa yang ingin kau lakukan?
Apa ini?
Apa aku harus melanjutkannya?
Kau membuatku...
...tidak nyaman sekarang.
Kenapa kau mencabut janggutnya?
- Kenapa kau mencabut janggutnya? - Kau memang punya temperamen buruk!
Kemari kau, brengsek!
Kau dulu sering kentut.
Kentutmu sangat keras.
Memang benar. Aku sering kentut.
Kaboooooooom!
Apa?
Baunya apa? Kentut asam manis?
Apa ini?
Bagaimana kau bisa tahu?
Bukan aku yang bicara.
Tapi, Keum-Ok.
Dia di sini.
Kenapa aku tak bisa melihatnya?
Bagaimana kau bisa tahu hal itu?
Bagaimana kau bisa tahu?
~Boom~
Entahlah. Boom, boom, boom.
Tak berusara tapi bau. Boom, boom, boom
Apa itu telur busuk?
Itu kentang busuk. Boom, boom, boom.
- Asam manis. - Asam manis.
Aku mencintaimu, Tn. Kentut.
Sayang~
Kaukah itu, Keum-Ok?
Ya, ini Keum-Ok.
Keu... Keum-Ok
Aku ingin melihatmu.
Kau masih terlihat sama.
Sayang.
Kau harus bahagia.
Bagaimana kau bisa bilang begitu?
Jangan menderita karena aku.
Buanglah...
...semua...
...fotoku...
Maafkan aku, Keum-Ok.
Aku tak bisa pergi...
...jika kau terus merindukanku.
Aku sudah meninggal dan kau harus melanjutkan hidupmu.
Maafkan aku.
Lihatlah yang kau perbuat padaku...
Bukankah kau bilang hanya menyampaikan pesanmu?
Aku sungguh minta maaf.
Jangan muncul lagi di hadapanku.
Baik.
Namun...
...apa ada sesuatu...
...yang ingin kau katakan padaku?
Apa?
Sesuatu yang tak biasa?
Ah, terima kasih.
Terima kasih banyak.
Kemari kau.
Kemari kau!
Kemari kau!
Hei...
Kau tidak apa?
Kupikir kepalaku sudah hancur.
Sial...
Sial...
Melawan...?
Apa?
Apa kau bercanda?
Hei, anak ayam, kau tidak pulang?
Jika aku tidak di rumah jam segini...
...ada dua kemungkinan, aku tak punya rumah atau tak ada orang di rumah...
Dimana ayah dan ibumu?
Aku tak punya ayah tapi aku punya ibu.
Lalu?
Ibu sangat sibuk.
Ada yang ingin kukatakan pada ibu.
Tapi, ibu sangat sibuk.
Menurutku dia tak bisa mendengarku.
Apa?
Bagaimana bisa... Baiklah.
Pak, bos di rumah sakit sekarang.
Apa?
Dimana?
Siapa kau?
Kau bisa melihatku, kan?
Yang dikatakan Keum-ok benar.
Keum-ok?
Tidak.
Aku tak bisa melihatmu.
Aku tak punya urusan dengan kalian. Jadi, pergilah.
Nyalakan mobilnya.
Ada yang tersangkut?
Lewat samping.
Aku sibuk!
Baik, bos. Tapi kau harus menutup pintunya dulu.
Sial!
Sial!
Jalankan saja mobilnya.
Baik, bos. Aku berangkat.
Tolong, datanglah ke rumahku.
Kenapa aku harus kesana?
Ya, pak? Ah... kita akan ke... rumah sakit untuk menjenguk bos.
Hanya kau orang yang bisa mendengar kami.
Tapi, aku sangat sibuk sekarang.
Ada apa, bos?
Sial!
Turun dari mobil!
Aku tak bisa turun saat mengemudi, bos.
Kau tak mau turun?
Aku bisa turun setelah tiba di rumah sakit.
Tidak, kami tak mau turun.
Tunggu.
Ada yang ingin mengatakan sesuatu padaku?
Siapa saja?
Aku mau bertemu Koo Ha-Ra dari ''Kara''.
Apa?
Aku ingin bertemu ayahku.
Kenapa denganmu hari ini, bos?
Ada yang ingin kau katakan padaku?
Berhenti!
Terluka saat di sauna?
Ya, banyak keringatan.
Namun, aku jatuh pingsan saat mau keluar.
Sudah kubilang, jangan bersauna lagi, kan?
Tapi, aku sudah melakukannya selama 60 tahun. Bagaimana aku bisa berhenti begitu saja?
Bos!
Apa...
....yang terjadi padamu, bos?
Hanya luka kecil. Tak perlu heboh.
Aku membawa antiseptik dan...
Aku mau istirahat.
Aku sudah mempersiapkan semuanya...
...bagus untuk luka kecil dan semacamnya.
Bersihkan tempat ini.
Hei, anak ayam. Bangunlah.
Jangan bercanda dan bangunlah Aku akan menggelitikmu...
Sial, kau membuatku kaget...
Apa kalian kembar?
Tidak, anak yang berbaring itu...
...adalah aku.
Maksudmu...
Jadi, apa yang terjadi padamu?
Aku mengalami kecelakaan mobil.
Semua orang bilang aku sudah meninggal...
...tapi hanya satu orang...
...ibuku...
...berpikir aku masih hidup.
Kau masih terkejut?
Kapan kejadiannya? Sudah lama?
Sekitar setahun.
Lalu, apa kau...
...tak punya harapan lagi?
Pasti ada yang ingin kau minta tolong dariku.
Aku berbohong jika kubilang tidak ada.
Apa itu?
Ada satu...
Katakanlah. Apa itu?
Ada yang ingin kuatakan pada ibuku.
Ayo.
Sekarang? Kita belum mempersiapkan diri.
Mempersiapkan apa? Ayo!
Ah... Kelinci.
Tidak, bukan kelinci... Aku kura-kura.
Ya. Kura-kura.
Apa yang kupilih saat ulang tahun pertamaku?
Gulungan benang.
Benar.
Kenapa kau terus memukul bokongku?
Tn. Park?
Ada urusan apa kau kesini?
Apa yang kau lakukan disini?
Tidak, bukan itu maksudku. Aku kemari karena anak ayam...
Dia ibuku...
Apa kau ibu anak ayam?
Anak ayam?
Siapa nama aslimu?
Han Soo-Min.
Apa kau ibu Han Soo-Min?
Bagaimana kau tahu Han Soo-Min?
Tentu saja, aku kenal. Aku sering melihatnya belakangan ini.
Aku melihatnya di lift.
Fokuslah.
Baik.
Aku tahu bagaimana harus menjelaskan ini tapi...
Katakan hal yang penting saja.
Tapi, kau harus percaya.
Han Soo-Min memilih gulungan benang saat ulang tahun pertamanya.
Benar, kan?
Dan saat sayembara di TK-nya dia berperan sebagai ikan paus...
- Kura-kura. - Ya, kura-kura.
Dia berperan sebagai kura-kura, kan?
Yanng ingin dikatakan Han Soo-Min padamu...
...kalau itu bukan salahmu.
Dia tak mau kau menderita lagi.
Pegang tangannya.
Dia minta aku memegang tanganmu. Itu akan membuatmu tenang.
Aduh. Kenapa kau memukulku?
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Ada apa?
Apa aku salah bicara?
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Apa salahku? Han Soo-Min ada disini.
Ya, dia ada disini.
Dia ada disana tapi disini juga. Sudah kubilang, kau takkan mempercayaiku.
Keluar! Keluar sekarang!
Hei, apa lagi yang harus kukatakan?
- Dia punya tahi lalat besar di payudaranya. - Di payudaramu, ada...
Keluar!
Sebelah sini...
Hei, Han Soo-Min, payudara sebelah mana?
Kenapa....
...kau tak memberitahuku itu ibumu?
Itu bukan salahmu.
Kurasa dia belum siap.
Karena kita sudah mencobanya, kita harus merampok suatu tempat.
Apa?
Hei!
Kemana?
Bank?
Tidak, rumahku.
Aku merajut syal untuk ulang tahunnya ketika aku mengalami kecelakaan.
Dia akan percaya jika kau menunjukkan itu padanya.
Shush, masuklah.
Apa? Apa yang harus kucari?
Itu.
Tinggalkan kotaknya lalu kita keluar dari sini.
Baik.
Kau harus tanggung jawab jika aku ketahuan mencuri ini.
Oh, sial!
Pencuri!
Hei, berhenti!
Kapan kau sampai disini?
Kau tak mendengarku?
Aku terus menyuruhmu berhenti.
Kau tak melihatnya, aku hampir mati terjatuh?
Syal ku! Aku sudah susah payah membuatnya!
Tapi, ibumu...Apa? Kenapa dengan ibuku, kau muka upil!
Itu bukan hal yang sulit.
Kau bilang, akan membantuku tapi kau merusak syal ku!
Hei.
Hei, akan kubeli yang baru.
Dimana tadi tersangkut?
Selamat ulang tahun dan panjang umur.
Selamat ulang tahun.
Aku sangat malu saat merekam itu, bos.
Selanjutnya videoku.
Boss.
Sudah diputar.
Park Gwang-Ho.
Minumlah.
Selamat ulang tahun.
Bos.
Park Gwang-Ho sangat bekerja keras atas bisnis baru ini.
Dia tak terhentikan.
Dia terlihat berbeda akhir-akhir ini.
Dia sedikit berbeda dari orang lain.
- Benarkah? - Ya.
Apa itu?
Bukankah itu jaksa Hwang?
Bukankah itu jaksa Hwang?
Aku...
...tak tahu harus berkata apa.
Aku tahu dia sedikit berbeda
Kwang-ho.
Bagaimana kau tahu jaksa Hwang seorang gay?
Apa ini "rencanamu"?
Mereka punya minta yang sama.
Dialah pahlawan kita yang mengorbankan dirinya untuk kita.
Kau masih tidak mengerti?
Kau masih tidak mengerti?
Jaksa Hwang tak akan mengganggu kita lagi.
Jaksa Hwang tak akan mengganggu kita lagi.
Park Gwang-Ho memang sangat pintar.
Kami punya video lain.
Kami punya video lain.
Park Gwang-Ho! Park Gwang-Ho!
Rencanya bukan begitu.
Bagus.
Kita harus tetap bersatu.
Bagus.
Park Gwang-Ho.
Park Gwang-Ho! Park Gwang-Ho!
Tadi benar-benar mengejutkan.
Bos, wow.
Kenapa, kau kedinginan?
Aku agak kedinginan.
Dasar lemah.
- Hei, Wang Dae-Sik. - Ya, bos.
Aku bukan seperti orang yang kau pikirkan.
Dia bukan orang seperti itu. Tapi, kau terus mengingatkanku.
Dia bahkan menggunakan lidahnya. Kau bisa melakukannya?
- Aku tidak bisa melakukkannya. - Tolong, jangan menyuruhku melakukannya.
Hei, Ko Choon-Bong.
Sudah cukup.
Maafkan aku, bos.
Mari kita selesaikan upacara sesuai rencana. Kita hampir selesai.
Upacara akan menjadi acara utama.
Baik, bos.
Apa yang kau butuhkan?
Aku bekerja untuk seseorang tapi kami tak pernah akur.
Aku tahu status sosial kami berbeda.
Tapi apa ini dapat diterima?
Apa ada cara lain?
Kau pasti punya semacam jimat?
Bagaimana dengan boneka voodoo? Yang ditusuk jarum seperti ini.
- Ya, bos. - Ya?
Ya, upacaranya berjalan dengan baik.
Silahkan di minum.
Teh ini akan membuat tenang pikiranmu.
Baik.
Kau akan beruntung hari ini.
Aku? Sungguh?
Tentu.
Dimana Park Gwang-Ho?
Dia sedang menelepon?
Sudah kubilang padanya agar jangan pergi saat....
Kau akan beruntung hari ini.
Ya.
Park Gwang-Ho?
Kau harus...
...mempersiapkan biaya panggilan keluar.
Tentu saja, Nn. Peramal.
Kau kenal pria ini, kan?
Kau kenal pria ini, kan?
Dukun sekarang juga butuh pemasaran.
Ini direktur Charlie Hong.
Dia saat ini mengerjakan proyek pada dukun.
Tantangan Shamans!
Tantangan Shamans?
Kau datang ke orang yang tepat.
Aku yang melatihnya.
Benarkah?
Tentu.
Aku yang membuatnya menjadi bintang.
Aku tak peduli, entah kau membuatnya menjadi bintang atau bulan.
Kau kenal pria ini?
Aku merasa sedikit tersinggung.
Tidak, Nn. Pelamar. Bos, tidak, Direktur...
Silahkan ini diterima.
Lihat ini?
Kami sudah sedekat ini.
- Ya, sayang. - Dimana kau?
Aku sibuk sekarang.
- Kami juga sibuk. - Kita bicara saat aku kembali.
- Apa? Kau kepanasan? - Apa? Baik! Lupakan saja!
Mandilah... dan tunggu aku...
Ponsel sialan.
Kau...
...sungguh mengenal dia?
Bagaimana aku mengatakannya.
Kau bisa mengatakan apa saja.
- Kami saling menggosong punggung? - Berdua...
Apa kalian bertemu di panti pijat?
Direkturmu sangat tidak sopan.
Kau bicasa soal sopan? Kau mengenakan topi ke restoran.
Kurasa kau harus melepasnya.
Aku...
...Ratu Korea.
Kupikir kau bahkan tak bisa menjadi pembantu, sial. Apa yang kau bicarakan?
Tidak sopan.
Taksi! Di sini! Baik!
Kami akan menghubungimu, Nn. Pelamar.
Ah, Director Charlie.
Kau tidak lama lagi akan terluka.
Aku bisa melihatnya.
Berhati-hatilah.
Sial, rambutku.
Pergi!
Kenapa kau tak mengikuti dia?
Persiapkan rencana agar Park Gwang-Ho menari di atas pisau jerami saat upacara.
Maaf?
Aku ingin hal buruk menimpa Park Gwang-Ho, saat dia menari di atas pisau jerami.
Aku mau kau merencakan itu.
Ya.
- Tapi, kenapa? - Dasar bodoh!
Kami tak menemukan dukun.
Apa?
Bukankah itu aneh? Kemana mereka semua pergi?
Masih ada dukun di kota, tapi tak ada yang mau menari di atas pisau jerami.
Apa? Tidak ada?
Kemana mereka?
Apa sedang ada olimpiade dukun?
Kau, Ko Choon-Bong.
Ya, bos.
Keluarlah dan latihan.
Baik, bos. Apa?
Kalau begitu, kau saja.
Sebenarnya ibuku...
....menjalankan pertanian kacang sendirian.
Peternakan kacang apa menggunakan pisau jerami?
Aku putra tunggal di keluargaku.
Kau punya 5 adik dan kakak!
Sebenarnya...
...mereka semua sudah meninggal.
Kalian semua membantah?
Bos, tiba-tiba aku ingat dukun yang bisa kita panggil.
Jika kau tiba-tiba ingat, pergilah dan bawa dia kemari.
Aku tak peduli kalian harus memutar lehernya.
Aku bahkan tak bisa melihat wajahmu.
Apa ini?
Tn. Dukun, mulai sekarang, yang kau katakan cukup...
...iya atau tidak. Mengerti?
Tapi, akan lebih baik jika kau menjawab iya.
Jika kau ikut dengan kami, semua akan baik saja.
Sial...
Apa kau...
Apa kau bilang tadi sial?
Kubilang, aku tidak bisa melakukannya.
Aku penasaran kenapa kau tak menunjukkan wajahmu pada orang.
Bersikap baik tidak berhasil.
Hei.
Hei, Dae-shik.
Haruskah kita telanjangi dia hari ini?
Ada apa ribut-ribut?
Apa yang kau lakukan di kuil ku!
- Apa ini...? - Kami akan menetapkan tanggalnya! Kami bersedia.
Katakan kau bersedia.
Baik. Aku bersedia.
Sekarang kau bicara.
Sial.
Kau tampak sangat berminyak, kau seperti orang yang kukenal.
Choon-bong, ini aku.
Ya, bos. Dimana kau?
Aku mau kau pergi ke suatu tempat sekarang.
Tidak. Aku tak bisa sekarang.
Aku sedang mengawasi dukun agar dia tak bisa kabur.
Aku akan membawanya jika perlu aku akan menyeretnya kesana.
Kau tak perlu khwatir, bos. Sial, buat kaget saja!
Apa yang kau lihat!
Sial, dia sangat...
...keras kepala.
Bos? Kenapa dengan ponsel ini?
Kau terlihat sangat cantik, Park Gwang-Ho.
Bagaimana dengan bautnya?
Jangan khwatir, bos.
Aku sudah melonggarkannya.
Bagus.
Dimana kau?
Aku sedang melakukan upacara.
Aku ingin melihatmu.
Maaf?
Temui aku.
Ya, baik, aku kesana.
Maafkan aku, bos.
Kau pasti sibuk.
Bos.
Kau sudah mendengar tentang dukun tirai ini?
Aku meliatnya di TV.
Dia membaca nasib memakai topeng.
Jadi, menurutku kita harus...
....membuka topengnya hari ini.
Benarkah?
Kedengarannya menyenangkan.
Aku akan membuka topengnya.
Tunggu.
Halo?
Dimana kau? Sudah waktunya pertunjukkan.
Kurasa kau salah sambung.
Aku harus pergi. Maaf.
Baik, pergilah.
Apa ini? Ini terlalu tinggi.
Apa ini?
Siapa yang membuat ini?
Apa yang harus kulakukan?
Hei, cepat lakukan.
Baik, semuanya mari beri tepuk tangan!
Naik!
Naik!
- Naik! - Habis aku!
Naik!
Naik!
Hei, dukun tirai!
Kau tadi sengaja melakukannya, kan?
Kau membuat kami terkejut tadi, sial!
Kemari kau!
Jika kau ingin melakukan pertunjukkan, kau harusnya memberitahu kami.
Kau hampir merusak upacara!
Semua bos kami hadir hari ini. Jangan membuat kekacauan saat tari topeng!
Hei, Ko Choon-Bong.
Hei, Ko Choon-Bong, dengarkan.
Apa...
- Kau pikir Ko Choon-Bong nama anjing? - Hei, Ko Choon-Bong.
Bos...?
Tari topeng.
Apa?
Pergi persiapkan tari topeng!
Baik, bos!
Sial.
Hati-hati membakarnya.
Baik.
Lepaskan topengmu.
Bukankah memalukan?
Seorang gangster menjadi dukun?
Bos...
....kita mempercayakan masa depan kita kepada pria ini...
Dan dia sebenarnya adalah...
Ko Choon-Bong!
Ko Choon-Bong!
Ko Choon-Bong!
Ketika dia meramal masa depanku saat tahun baru. Aku punya firasat dia punya sesuatu dalam dirinya.
Apa yang terjadi?
Api. Api!
Dimana Park Gwang-Ho?
Siapa itu?
Bukankah kau dukun tirai?
Mencuci kostummu pasti sangat mahal.
Ayo pergi. Kita sudah cukup mempermalukan dia.
Apa kau sungguh seorang dukun?
Maafkan aku.
Begitu seorang ganster...
...kehilangan rasa hormat...
...karirnya berakhir.
Aku tidak mau melihatmu lagi.
Kau pikir ini akan berakhir hanya dengan membakar pakaianmu?
Apa kau menikmatinya?
Apa kau menikmati melihat hidupku hancur?
Kau tak tahu apa yang kau peroleh?
Memperoleh apa? Semuanya sudah hancur.
Kau membicarakan ini?
Kau mau bilang lonceng ini adalah takdirku?
Apa yang ingin kau lakukan?
Apa kau ditakdirkan untuk mengganggu dan memukuli orang?
Kau tidur...
...sudah sangat lama.
Bangunlah.
Han Soo-Min.
Kenapa kau tidak bangun...
...dan melihat ibu sekali?
Kenapa kau tidak bangun...
...dan memeluk ibu dua kali...
...dan...
...panggil ibu...
...3 kali...
Kumohon...
...tetap di sisiku...
...dan tak pernah...
...meninggalkanku.
Ini jalan yang panjang...
...dengan kerinduan yang tertinggal.
Kau tidak bisa kembali...
...dengan pelangi.
Tuan.
Aku mau kau ikut denganku.
Kemana?
Bertemu ibuku...
Kurasa aku harus memberitahu ibu...
Kenapa aku harus terus bermain denganmu?
Kenapa kau bilang begitu?
Siapa kau?
Apa kau manusia? Kau hantu!
Hentikan...
...dan ikutlah denganku, kumohon.
Tinggalkan aku sendiri.
Jika waktumu sudah tiba, tinggalkanlah dunia ini.
Tidak mudah bagi kami membicarakan hal ini...
...tapi karena kejadian Kwang-ho dan masalah kesehatanmu...
...jawabannya sudah jelas.
Kita banyak rugi dengan bisnis hotel.
Kita ada Cha Tae-Joo disini.
Kita harus memutuskan penggantimu untuk mencegah ada gangguna di kelompok.
Jadi?
Bos.
Ada yang ingin kubahas denganmu.
Ayo keluar.
Kuharap kau tahu apa yang terbaik untukmu, bos.
Apa yang kau lakukan disini?
Apa aku datang di waktu yang tidak tepat? Maaf.
Tidak. Kau mau kemana?
Kau..
...bisa melihatku?
Dukun asli bisa melihat orang mati.
Aku butuh bantuanmu.
Aku tak mau orang melihatku seperti ini.
Berantakan sekali, bukan?
Apa yang harus kulakukan?
Kita ke kamarku dulu.
Ini...
Celana dalam?
Pakai boxer saja.
Sisir dari 2 ke 8. (belas samping)
Ya, 2 ke 8.
Ini mustahil...
...jika tidak ada kau.
Dan...
Aku senang kau mengurusku saat meninggal.
Pergilah sebelum ada yang datang.
Kuharap diberkati...
...bos.
Semuanya...
...tidak berarti, Kwang-ho
Tak peduli seberapa keras kau mencoba...
...kau hanya berakhir dengan baju setelan jas.
Pakaian apa yang ingin kau kenakan saat kau meninggal?
Hal paling bahagia dalam hidup adalah meninggal dengan senyum.
Hentikan dan ikutlah denganku, kumohon.
Hei, Park Gwang-Ho. Mari kita selesaikan disini.
Kau siap?
Cha Tae-Joo.
Aku minta tolong.
Aku harus pergi sekarang. Kita lanjutkan setelah aku kembali.
Tidak. Ini tidak berhasil.
Bawa dia keluar.
Itu pacarmu.
Park Gwang-Ho.
Mi-Sook?
Apa Mi-Sook namanya?
Hei, Mi-Sook.
Kau punya banyak acara hari ini.
Maafkan aku. Semua salahku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Siapa dia? Siapa Mi-Sook?
- Siapa Mi-Sook? - Ya, bos
Bos!
Kau sudah gila?
- Kau tidak apa, bos? - Jangan ikut campur.
Kau sudah makan siang?
- Kami akan mengurus ini. - Hajar!
- Kau sudah gila? - Minggir!
Pergilah!
Shoot!
1,.. 2,.. 3,... shoot!
Minggir.
Aku harus pergi.
Akuu harus pergi.
Meski...
...kau akan berakhir di neraka...
...jangan salahkan aku.
Aku harus pergi. Kumohon.
Aku harus pergi. Kumohon.
Tuan!
Tuan!
Lepaskan dia, kau muka upil!
Lepaskan dia!
Lihatlah dia, huh?
Habisi dia.
Apa yang terjadi?
Kenapa dengannya?
Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Park Gwang-Ho! Park Gwang-Ho, hai!
...kerasukan.
Aku kerasukan.
Kau tidak kerasukan.
Aku sungguh kerasukan.
Diam.
Brengsek.
Bos, kujamin dia tidak kerasukan.
Kurasa...
....dia tak akan selamat.
- Kau tak boleh masuk. - Lepaskan!
Mi-Sook!
Tuan!
Han Soo-Min!
Aku datang ingin mengatakan sesuatu, Mi-Sook.
Han Soo-Min ingin mengatakan sesuatu padamu.
Han Soo-Min ada disini, Mi-Sook.
Mi-Sook!
Kenapa kau menambah beban bagiku?
Ini juga berat bagiku.
Tak ada yang mempercayaiku.
Aku singkat saja.
- Kau tidak boleh disini. - Dia ingin mengatakan sesuatu.
Tunggu. Tidak akan lama.
Mi-Sook! Mi-Sook!
Lepaskan!
Lepaskan!
Tunggu! Mi-Sook percayalah, Han Soo-Min ada disini.
Mi-Sook!
Lepaskan, muka upil!
Kau muka upil!
Kau muka upil!
Maaf.
Bisa tinggalkan kami?
Kata itu...
...sering di ucapkan Han Soo-Min.
Bagaimana kau bisa tahu kata itu?
Kata itu..
...digunakannya untuk memanggilku.
- Kau... - Aku melihatnya.
Aku bisa melihatnya.
Dan dia ada disini.
Apa yang kau lakukan disini, muka upil.
Kenapa dengan wajahmu?
Kurasa aku dihukum...
...karena datang terlambat.
Aku menepati janjiku.
Ayo kita bicara pada ibumu.
Han Soo-Min...
...selalu...
...memakai baju kuning.
Jadi, aku memanggilnya anak ayam.
Dia membuang tomat saat makan burger.
Dia menulis semuanya dalam catatan kecilnya.
Dia merajut syal merah...
...untuk hadiah ulang tahunmu.
Han Soo-Min ada disini.
Han Soo-Min ada disini.
Itu bukan salahmu.
Maafkan aku.
Ada ada permintaan terakhir.
Aku ingin bernyanyi untuk ibu.
Lagu apa?
Kumohon...
...tetap disampingku dan...
...jangan pernah meninggalkanku.
Ini jalan yang panjang dengan kerinduan yang tertinggal.
Kau tak bisa kembali.
Duduk di dekat jendela...
....dan memandang awan di langit.
Aku menggambar...
...langit...
...dengan kenangan.
Kau menangis dengan...
...dinginnya angin berhembus.
Aku akan selalu ada disampingmu.
Aku tak akan meninggalkanmu.
Han Soo-Min.
Aku akan...
...melihat wajah ibu sekali.
Aku akan memeluk ibu 2 kali.
Aku akan memanggil ibu 3 kali.
Ibu...
Ibu...
Ibu...
Su-min,
Ibu...
...jangan sedih lagi.
Jangan sedih karena aku.
Ibu harus bahagia.
Kelak aku akan menjadi putrimu lag.
Aku akan menunggu ibu.
Aku harus pergi sekarang.
Tidak, Han Soo-Min..
Han Soo-Min..
Wow, kau semakin mahir.
Tentu saja, aku sudah merajut ini lebih dari 15 kali.
Apa yang dia lakukan?
Dia tidak keluar.
Sial...
Apa ada yang sedang membicarakanku?
Apa dia tak tahu istilah "memberi dan menerima"?
Itu benar! Kita salah pilih orang!
Penerjemah : Sue Valentino IDFL(Trademark) Subs Crew http://idfl.us
Resync/Edited By (Coffee_Prison)
Kau bos baru, kan?
Semua sudah tahu.
Kini semua sudah tahu.
Itu sebabnya...
...saat seperti ini, kita harus bersatu padu...
Di saat seperti ini...
Apa yang kau lakukan?
Aku akan menghukum mereka.
Hei!
- Lepaskan? - Biar aku lihat..
Angkat tanganmu sedikit lagi.
Apa yang kau lakukan?
Kau sudah gila.
Aku tak pernah melihat pria dengan lidah seperti daging panggang.
Duduk. Jangan berdiri. Ada apa denganmu?
Bisakah kau melihat di belakangmu? Di sana.
Bisakah kau melihat di belakangmu? Di sana.
Baju itu sangat cocok kau pakai, jaksa.
Kelihatan, tidak kelihatan.
Apa yang kau lakukan?
Kenapa kau tak kemari, jaksa.
Tn, Jaksa.
Tn, Jaksa.
Tn, Jaksa.
Apa itu kau, Keum-Ok?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.