Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahkan bersama oleh:
Dimas Daffa Yanuardi a.k.a EveryAgent Salam Dari Mahasiswa SASTRA INGGRIS, UBSI Kramat 98
dan
LopiSandeq fb.me/LopiSandeqq
EveryAgent & LopiSandeq Kunjungi kami di http://idfl.me
Kapten, kau di mana?
Aku menuju ke sana dengan keluarga saudariku.
Kami hampir sampai, bertahanlah.
Ini jalan yang benar?
Aku lewat sini berkali-kali.
Jalan lain dipenuhi mobil.
Tolong beri kami tumpangan.
Aku punya putri, dan istri.
Tolong bawa kami ke pelabuhan.
Aku mohon..
Aku tak tergigit! Ini bukan gigitan!
Jika kami tampak berbahaya, setidaknya bawa putri kami. Kumohon.
Pak?
Aku mohon!
Pak! Kumohon!
Jung-seok..
Jangan bicara sampai kita di kapal!
Bisa ceritakan mengapa virus mematikan ini bisa menyebar, Paul?
Sayangnya, tak banyak informasi...
...selain fakta bahwa virus ini dimulai dari pabrik biologis di Korea Selatan.
Tidak jelas bagaimana virus tak dikenal ini mulai menyebar.
Tentu saja, kekacauan terjadi di Korea Selatan.
Dan banyak orang mulai percaya rumor...
...yang tersebar di internet...
...tentang wilayah aman di bagian paling selatan..
Busan? Pengucapanku benar?
Ya. Orang-orang mengungsi di sana.
Tapi pada akhirnya, tak ada tempat yang benar-benar aman.
Tapi ada tempat aman di Semenanjung Korea.
Benar. Kurasa kau mengacu pada Korea Utara.
Mungkin ini keberuntungan karena bencana ini terjadi sebelum reunifikasi!
Sepertinya begitu.
Berapa lama sebelum pemerintah Korea kehilangan semua kendali?
Hanya dalam satu hari.
Tolong pelan-pelan!
Ini Alpha One.
Bergerak!
Hati-hati!
Ini Alpha Two.
Ada sekitar 50 warga sipil menunggu keberangkatan.
Paman.
Kau tak apa, Dong-hwan?
Ya.
Di mana Chul-min?
Dia pergi mengambil bantuan perlengkapan.
Bukankah seharusnya kita sudah tiba di Jepang saat ini?
Aku yakin kita sudah hampir sampai, jangan cemas.
Kapten!
Ada apa?
Kita dialihkan ke Hong Kong.
Kenapa mendadak?
Mereka tak bilang alasannya.
Aku harus periksa sesuatu.
Permisi.
Akan kutanyakan, pergi dan periksa situasi.
Baik, Pak.
Permisi.
Permisi.
Pak!
Pak!
Apa benar kita dialihkan ke Hong Kong?
Tolong kembali ke kursimu.
Kami harus tahu situasinya, Pak!
Semua orang gelisah.
Tolong kembali ke kursimu dan tunggu instruksi lebih lanjut.
Pak!
Ada masalah.
Satu orang terinfeksi di kabin geladak bawah.
Kita juga dapat ramen?
Masuklah. Tinggalkan tas di sini.
Tampak lezat.
Silakan masuk.
Orang terinfeksi! / Apa?
Ada apa?
Tak apa, ibu di sini.
Bernapaslah, Dong-hwan. Ibu takkan pergi.
Kau akan baik-baik saja.
Lihat ibu.
Ibu bersamamu.
Aku harus apa?
Pamanmu di sini, Dong-hwan.
Kak..
Kita harus apa? / Kita harus pergi.
Kita harus pergi sekarang, ayo!
Ayo!/ Pamanmu..
Kita harus pergi!
Kita harus keluar.
Ayo!
Kakak!
Kakak!
Sayang!
Tidak!
Bahkan ada kasus orang terinfeksi...
...di sekoci terakhir yang sedang menuju Hong Kong.
Setelah itu, negara-negara tetangga...
...memutuskan untuk tidak lagi menerima pengungsi.
Akibatnya, Korea dikarantina penuh.
Ya, sudah empat tahun lamanya.
Ya. Empat tahun.
Penerjemah: EveryAgent & LopiSandeq Kunjungi kami di http://idfl.me
HONG KONG
Bangunkan dia.
Hei! Bangun!
Cukup!
Kami tidak ingin bertarung.
Bos ingin menemuimu.
Hei!
Ayo.
Kau sedang apa di sini?
Ayo pergi.
Lepaskan.
Kakak! (Hyung)
"Hyung."
Artinya "kakak," 'kan?
Kalian kakak-beradik?
Tidak, tidak.
Dia adik istriku yang telah wafat.
Bukan saudara kandung.
Terdengar seperti kisah tragis.
Duduklah.
Entah ada apa dengan orang semenanjung.
Kalian angkuh.
Kalian punya banyak kisah sedih.
Kita langsung ke intinya.
Aku harus bilang "negaramu" atau "semenanjung"?
Aku dengar rumor..
Tampaknya ada beberapa orang yang kembali...
...ke semenanjung untuk memperbaiki nasib.
Zombi tak peduli pada emas dan uang,...
...yang berada di sana tanpa penjagaan.
Menurutku itu pintar.
Wow.
Kau mau kami kembali ke sana?
Kau sudah hilang akal?
Temanku,...
...akalku sangat sehat, terima kasih.
Baik.
Jadi,...
...negara tetangga di sekitar semenanjung...
...mengendalikan setiap kapal dan pesawat yang melewati perbatasan.
Bagaimana caramu masuk dan keluar?
Sudah pernah dilakukan.
Tak perlu pikirkan penjaga pantai.
Selama kita membayar mereka,...
...kapal bisa masuk, kapal bisa keluar.
Bahkan sebenarnya, secara teknis, kami punya uang dan truknya.
Dua puluh juta dolar.
Sampai kami kehilangan di tengah jalan.
Di mana kita terakhir..
Di Jembatan Omok.
Mok-dong?
Apa?
Menurutku ini tak terlalu sulit.
Hanya masuk saat malam,...
...ambil truk, dan kembali dengan uangnya,...
...dan jangan pikirkan zombi.
Kudengar mereka hampir buta saat malam.
Jadi..
Berapa bagian kami?
Ya, ya.
Itulah yang terpenting, 'kan?
Setengahnya.
Itu jika kalian selamat.
Berarti 2.5 juta dolar per orang.
Dengar.
Kita tidak tahu...
...apakah pemerintah akan memberimu status pengungsi atau tidak,...
...jadi kau mungkin mau mengatur masa depanmu.
Pikirkan!
Tinggal naik ke kapal, dan membawa kembali truk.
Apa susahnya?
Hanya butuh setengah hari.
Kau gila? Kau mau kembali ke sana?
Lalu kau mau tetap di sini, diperlakukan seperti sampah?
Kau harusnya biarkan aku mati bersama keluargaku!
Kenapa menyelamatkanku?
Jika kubiarkan, semua orang di kapal itu akan mati.
Bukan begitu?
Itu keputusan tepat.
Keputusan tepat apanya.
Apa kau bahkan berusaha?
Jung-seok..
Kau juga tersiksa!
Kau menyerah begitu saja!
Lupakan saja.
Baik.
Aku akan ke sana,...
...kau bisa lakukan apa saja semaumu.
Kita tak perlu bertemu lagi.
Ini sulit bagi kita.
Dah. Dah.
Bukankah mereka bajingan dari semenanjung?
Apa?/ Tempat virus berasal!
Haruskah kau biarkan mereka di sini?
Minggir.
Lepaskan aku. / Hentikan.
Apa kau bahkan peduli pada yang lain?
Hentikan.
Dia terinfeksi?
Ayolah. Hentikan.
Aku tak terima uangmu, pergilah!
Pergilah duluan.
Kau memasuki perairan semenanjung.
Berputarlah.
Kau memasuki perairan semenanjung.
Berputarlah.
Ini Z055 Chungpyung.
Halo?/ Halo?
Semuanya aman jika tak ada jawaban.
Hampir sampai!
Jangan terlalu serius.
Kalian akan segera kaya!
Bawa apa saja yang kau butuh.
Ingat, zombi buta saat malam dan sensitif pada suara.
Dan yang terpenting.
Kami akan menurunkanmu dan menetap di laut selama tiga hari.
Ambil ini.
Satu untukmu.
Dan.. untukmu.
Hubungi aku ketika kalian ke pelabuhan dengan truknya...
...dan kami akan menjemputmu.
Yang terakhir!
Kalian pernah kabur dari sana, jadi kalian lebih tahu..
Jangan coba saling menyelamatkan untuk hal yang sia-sia!
Jangan khawatir. Kami paham.
Bagus!
Jangan kecewakan kami.
Aku gelisah karena kalian saling kenal.
Benar.
Kita harus berhasil apa pun yang terjadi,...
...jadi jangan libatkan perasaan pribadi.
Kami bahkan berpisah setelah ini, jangan cemas.
Baik.
Terserah kau saja.
TUHAN TELAH MENINGGALKAN KITA
Kita tidak sedang tur.
Ayo bergegas, kita harus pergi sebelum pagi.
Baik, ayo kita selesaikan.
Ya ampun.
Apakah bekerja?
Bagus!
Kini tak bisa dikenali. Ya Tuhan.
Kota ini hancur hanya dalam 4 tahun.
Kau tinggal di dekat sini?
Aku dulu sopir taksi.
Jadi aku lumayan tahu semua jalan.
Setidaknya para bajingan itu membentuk tim kita dengan baik.
NEGARA YANG SEHAT, SERTA RIANG
Mungkin itu truknya?
Di mana?
Nomor platnya 6431, 'kan?
Kita akan segera tahu.
Tetaplah di sini, aku pergi sendiri.
Apa?
Hei! Tunggu!
Ayo, ayo!
Kau ini kenapa?
Itu truknya?
Bukan.
Harusnya di dekat sini. Ayo kita cari lagi.
Di sana, ada satu lagi.
Ayo kita periksa.
Baik.
Aku akan periksa. Tetap di sini.
Hentikan!
Aku tidak sedang tur.
Kita periksa bersama.
Pak.
Ayo kita periksa.
Mereka Unit 631?
Bukan.
Jackpot, kita menemukannya.
Ternyata benar..
Perkataan mereka benar.
Semuanya dolar AS. Berapa banyak semuanya?
Kita sudah pastikan, ayo lanjutkan.
Baik.
Astaga.
Hei! Kemari!
Dia pasti orang terakhir yang melakukan kontak.
Malang sekali.
Dia bisa saja jadi jutawan.
Tapi itu bagus untuk kita.
Ayo keluarkan dia dan pergi.
Ya ampun..
Dia bau..
Angkat kakimu. Terima kasih.
Terima kasih.
Idiot.
Kau tak apa?
Ya, aku tidak tergigit.
Astaga, mereka sedang apa?
Masuk ke mobil, cepat!
Mundurkan!
Cepat, cepat!
Ayo, ayo!
Bagus!
Jalan!
Jalan!
Kita aman!
Terima kasih..
Uangnya sungguh ada?
Kau jutawan!
Ya!
Keren!
Akan kau apakan uangnya?
Aku?
Mungkin menyewa sopir pribadi.
Seperti jutawan sungguhan!
Kita tinggal ke pelabuhan dan menelepon mereka.
Ini mudah sekali!
Berikan telepon satelitnya.
Tentu, tunggu.
Ini.
Apa itu?
Tetap jalan!
Jalan! Jalan saja!
Naiklah, jika kau mau hidup.
Maaf.
Kau pasti ketakutan.
Yu-jin, sudah kubilang jangan terlalu ramah pada orang asing.
Duduk dengan baik.
Sial, dia pingsan.
Aku tidak menyuruhnya pakai sabuk pengaman?
Joon-i, kau bisa lewati mereka?
Aku tidak yakin.
Lalu? Aku harus terlibat?
Yang benar saja?
Tanahnya tidak rata, bukan salahku.
Aku sangat suka mobil itu.
KELAB MALAM
Truk grosir. Bagus.
Tampak baru.
Siapa itu? / Dia masih hidup!
Tolong aku.. / Hati-hati.
Hati-hati / Tolong, aku mohon..
Tolong aku.
Apa yang terjadi?
Dia hanya orang terinfeksi, bodoh.
Kalian belum pernah lihat?
Kumohon..
Tak apa, kemarilah.
Pak, tolong aku..
Aku mohon..
Berikan padaku. / Ini!
Pak..
Bagus!
Wow, dia membunuhnya dengan baik.
Sialan!
Celanaku kena. Aku harus mencucinya.
Ini.
Ayo kembali, matahari akan terbit.
Sial..
Ayo./ Zombi datang!
Dasar anak bandel!
Kau membawa bahaya ketimbang hal yang berguna.
Hei!
Kau pasti dikurung atas pembangkangan jika ini di masa lalu!
Letnan Yoon! Kapten Hwang!
Berkumpul!
Kau tidak melapor?
Kau mendapat yang kuminta?
Hormat! Komandan divisi, kami tidak dapat!
Hei!
Bagaimana bisa tidak dapat?
Komando Pasukan Gabungan Korsel-AS menunggu panggilanku!
Tanpa baterai..
Ayolah!
Kau bersenang-senang? / Joon-i!
Kapten Hwang! / Kakek!
Berapa lama kakek akan membahas pasukan itu?
Kakek tidak bosan?
Tidak, kali ini sungguhan!
Mayor Jane yang baru diangkat sangat berbeda.
Dia dan kakek berteman.
Dan tampaknya kita akan segera diselamatkan.
Dengar, kakek bersahabat dengannya, jadi..
Hentikan! Aku muak! / Yu-jin, kau percaya, 'kan?
Siapa kau?
Kurasa kau belum pernah merasakan perburuan anjing liar sebelumnya.
Truk seperti itu...
...akan menarik perhatian mereka.
"Truk"?
Siapa itu?
Ibu!
Pak! Kumohon!
Dia hampir ditangkap oleh Unit 631.
Kau ke luar lagi?
Aku yang minta.
Kenapa kau tak pernah menuruti Ibu?
Maaf, Ibu.
Baterai. Kakek, ibu punya baterai!
Baik! Baik!
Baterainya cocok.
Hai, Jane? Mayor Jane?
Jane! Baik!
Kau tak apa?
Aku tak apa! Ya! / Kakek harus menyalakannya.
Kami prajurit kuat! Tak ada masalah!
Aku Yu-jin!
Kapan kau datang?
Orang-orang masih hidup di sini.. / Mereka akan datang!
Siapa kau?
Kau Unit 631?
Aku tak tahu apa itu 631.
Aku ke Incheon dengan kapal kemarin.
Dari Hong Kong.
Apa?
Dari mana?
Sial, matahari terbit.
Ayo bergegas.
Regu ketiga kembali!
Buka gerbangnya!
Ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam kotak kue.
Semuanya benar.
Sup sisa lagi?
Makanlah jika ingin hidup.
Tampak enak. Selamat makan!
Selamat makan.
Regu ketiga kembali!
Mereka di sini!
Mereka kembali! / Mereka di sini!
Kerja bagus, Semuanya.
Lihat! Luar biasa, 'kan?
Ya!/ Tentu saja.
Teman-temanku bekerja keras!
Beri kami sekaleng tuna, hanya itu yang kuminta!
Maaf, Pak.. / Tidak, ambilkan.
Kami disuruh menutup rapat persediaan.
Jika terus dibagikan, takkan ada yang tersisa.
Dan Kapten Seo..
Satu kaleng terlalu banyak?
Bukan begitu..
Ambilkan!
Ada makanan di kantin.
Ambilkan!
Kubilang ambilkan!
Jadi aku harus makan makanan sisa?
Bukan..
Begitu maumu?
Aku harus melapor ke Kapten Seo dahulu.
Ambilkan saja, Bajingan!
Melapor ke orang yang tak pernah bertarung?
Dia komandanku.
Sersan.. / Enyahlah, Berengsek!
Apa itu? / Aku sedang bicara!
Apa itu?/ Halo?
Dari mana datangnya? / Aku mendengar sesuatu.
Apa? Seseorang? / Tunggu.
Pak, ada anjing liar di sini.
Apa?/ Tangkap dia.
Apa itu anjing liar?
Kau tentara?
Tolong, aku bukan dari sini.
Berdiri, dasar bajingan.
Permainannya sudah dimulai?
Belum, Pak.
Bawa dia ke arena.
Baik, Pak./ Ayo!
Kita punya pemain baru!
Teruslah menjilat Kapten Seo, dan akan kubunuh kalian berdua.
Paham?
Dasar..
Hei!
Dia mungkin menghabiskan suar...
...secara percuma.
Si bodoh itu.
Dia sebelumnya membawa hal-hal tak berguna.
Apa ini?
Kami prajurit kuat!
Kuat! Kuat!
Kuat. Kuat.
Tak ada yang selamatkan kami selama 4 tahun,...
...tapi kau kemari hanya untuk secuil uang?
Bagaimana dengan kelompokmu?
Mereka semua mati.
Semuanya.
Kita dapat daging segar!
Halo, Imut!
Siapa prajurit-prajurit itu?
Mereka dipanggil Unit 631.
Mereka unit militer yang dikirim untuk selamatkan warga sipil.
Kau bersama mereka?
Kami tinggal di sana sebelum kami kabur.
Awalnya.
Mereka mengirim sinyal SOS selama beberapa tahun,...
...tapi tidak terjawab.
Setelah itu, mereka menyerah,...
...dan kini mereka semua gila.
Aku pergi.
Ya?
Duar!
Keren, itu bagus.
Aku tak suka sogokan, kembalikan itu.
Astaga, kau membuatku sedih.
Aku tak terima sogokan!
Lihatlah, ini Black Label.
Terima kasih, aku sudah selesai minum.
Ini, terimalah minumanku.
Tak ada laporan lagi?
Tidak ada apa-apa.
Sersan Hwang mencuri truk dari anjing liar semalaman,...
...dan membual seperti orang gila,...
...bertingkah sok luhur dan perkasa...
Jadi kemana perginya sersan pemberani kita hari ini...
...dan petualangan apa yang ia jalani?
Apa yang dia bawa?
Kapten, itulah yang aneh.
Truk itu penuh dengan dolar AS.
Dolar AS?
Berapa banyak?
Lumayan banyak.
Sekitar 20 kantong penuh.
Tapi menurutmu kenapa para anjing liar bodoh itu...
...mengantarkan uang yang sama sekali tidak berguna?
Di mana uangnya sekarang?
Jadi mereka mengambil truk itu.
Bagaimana dengan telepon satelitnya?
Seharusnya ada di kursi sopir.
Pak, asalku bukan dari sini!
Aku dari Hong Kong!
Yang ini barang baru.
Langka. Ini hari keberuntunganmu.
Punya yang lain?
Aku punya telepon satelit!
Dengan telepon satelit, kita semua bisa keluar dari sini!
Tunjukkan pada kami! / Di sini!
Dasar penipu! / Dia tidak memilikinya!
Menurutmu mereka mau ke mana dengan uang ini?
Pak, di mana truknya?
Hentikan!
Hentikan! Kumohon!
Dia segar sekali!
Orang ini kondisinya sehat. Dia Kelas A!
Larimu lancar?
Tidak?
Berapa nomornya?
Beri dia nomor Park Chan-ho.
Nomor 61!
Kalau begitu nomor 61!
Pelempar Liga Utama!
Nomor yang bagus!
Berputar!
Aku bertaruh sebatang coklat padanya.
Pak, di mana truknya?
Pak! Asalku bukan dari sini!
Ada uang di dalam truk! Coba lihat!
Kita semua bisa pergi jika kita memilikinya, dasar bodoh!
Apa..
Halo?
Kau di mana? Matahari sudah terbit.
Apa yang terjadi?
Halo. Kau siapa?
Apa?
Kau siapa?
Di mana uangnya?
Kalian mau ke mana?
Kurasa kita tak seharusnya keluar..
Nomor 61! Keluar!
Keluar!
Aku tidak peduli kau siapa.
Bawa saja uangnya.
Persyaratannya sama dengan orang yang kami utus.
Separuh uangnya untuk siapa saja yang mengantarkannya. Mengerti?
Maksudmu kami bisa keluar dari sini?
Kami menunggu di sekitar Pelabuhan Incheon.
Hubungi aku saat kau sampai.
Sangat mudah!
Mudah, mudah. Aku bisa melakukannya.
Baiklah.
Kau bisa mengemudi, 'kan?
Ayo pergi sekarang saja, Bu.
Akan kutabrak mereka semua dengan mobilku.
Kau akan masuk ke sana begitu saja? Di siang bolong?
Lari lebih cepat!
Sudah waktunya bagi kita, untuk berpisah...
...mari bertemu lagi nanti.
Sudah waktunya bagi kita, untuk berpisah...
...mari bertemu lagi nanti.
Hei, kawan!
Kalau tidak cepat, pintunya akan tutup!
Kalian pasti lelah.
Kalian hebat.
Bagaimana kalau makan besar?
Kalian ingin? Sungguh?
Makanlah ramen!
Makan pelan-pelan! Bagikan dengan teman kalian!
Bajingan serakah.
Kalian harus berbagi!
Sekarang terlalu berbahaya. Ayo pergi setelah matahari terbenam.
Tapi kurasa kita bisa pergi sekarang.
Pergi? Pergi ke mana?
Kakek, kita pindah. Ayo berkemas.
Pindah?
Ke mana?
Kita akan pergi ke Pelabuhan Incheon.
Pelabuhan Incheon? Kita naik perahu?
Baik!
Tidak, tidak, tidak!
Kita harus tetap di sini sampai Jane datang untuk menyelamatkan kita.
Sangat sulit meyakinkannya!
Jika Mayor Jane datang, bilang padanya untuk datang ke pelabuhan.
Tidak mungkin!
Kata Kakek kalian akrab.
Nampaknya tidak.
Kami akrab.
Baiklah, itu boleh dilakukan.
Incheon? Pelabuhan Incheon?
Kakek, cepat!/ Baik.
Kau akan mengajak orang tua gila dan anak-anak kecil...
...untuk mencuri truk dari tentara bersenjata?
Lantas haruskah aku terus tinggal di sini dengan kedua putriku?
Kalau takut, tetaplah di sini.
Kutawarkan tempat ini dengan harga murah.
Berikan dia kotak P3K,...
...dan tidurlah. Kita berangkat setelah matahari terbenam.
Kenapa tadi kau menolongku?
Aku inginnya pergi, tapi dia ingin menolongmu.
Ayah bilang bahwa kami harus menolong yang lemah sebelum dia pergi ke surga.
Kau tampak lemah.
Berhenti mengoceh dan pergi tidur.
Tidak!
Aku akan segera tidur juga, jadi tidurlah!
Aku tidak mau!
Satu! Dua!
Dia selalu seperti itu.
Dia pikir dia sudah besar.
Mungkin seharusnya kami meninggalkanmu.
Kau mengeluh padahal kami menolongmu.
Kau tampak seperti zombi.
Kira-kira berapa lama untuk sampai ke Pelabuhan Incheon?
Jika ada jalan yang tak terblokade,...
...hanya butuh tiga puluh menit.
Tiga puluh menit,..
Zombinya? Bukankah akan berbahaya?
Mereka menggigit dan semacamnya.
Kapten./ Ya?
Kita harus keluar dari sini.
Lupakan zombi!
Haruskah kita mengajak Sersan Hwang?
Dia lebih berbahaya dari zombi.
Kauu benar.
Aku bisa mengalihkan penjaga gerbang,...
...tapi Sersan Hwang yang cerdik mungkin akan curiga.
Ya, kau benar.
Berarti aku hanya perlu menemukan cara untuk mengalihkan dia, bukan?
Pak? Pak!
Pak! Kumohon!
Pak! Tolong bawa putriku!
Jung-seok, kenapa hanya kau yang hidup?
Letakkan.
Kau akan menguras baterainya.
Apa Mayor Jane bilang dia akan datang ke Pelabuhan Incheon?
Dia seharusnya datang. Dia harus datang.
Dia sebaiknya menyelamatkan putri-putri kecilku.
Hartaku.
Yu-jin dan Joon-i,...
...mereka secercah harapan di neraka ini.
Akan kukeluarkan mereka dari neraka ini apapun yang terjadi.
Mayor Jane akan datang, 'kan?
Kau tak apa?
Kami mencurinya saat kabur. Ambil yang kau butuhkan.
Sebenarnya aku pernah melihatmu sebelumnya.
Aku...
...menjumpai keluargamu saat aku kabur untuk naik kapal.
Kau memohon padaku untuk membawa putrimu.
Kenapa kau memberitahuku itu sekarang?
Karena merasa bersalah?
Ada 31 mobil.
Ada 31 mobil yang melewati kami.
Kupikir mobil pertama akan berhenti untuk membantu.
Atau mungkin yang berikutnya..
31 mobil itu lewat begitu saja.
Kau berutang budi pada putri-putriku.
Yu-jin, aku mengancingkanmu. Berdiri tegak!
Apa kita akan naik perahu sekarang?
Ya, kita harus mengambil sesuatu dulu.
Mobil-mobilanku bagaimana?
Kita tidak bisa membawa semuanya.
Kalau begitu yang ini saja!
Letakkan.
Kumohon, satu saja!
Biarkan aku mengambil satu!
Ayo pergi.
Joon-i.
Tetaplah di sini. Jika Ibu tidak kembali saat matahari terbit, pulanglah ke rumah.
Hanya kami bertiga?
Ibu bagaimana?
Bagaimana Ibu akan pulang?
Ibu akan cari cara,...
...jadi jangan cemas dan pulanglah.
Dan jangan pernah meninggalkan mobil, paham?
Jawab Ibu.
Baik.
Yu-jin, kemarilah.
Ibu akan segera kembali. Dengarkan kakakmu, paham?
Ibu serius akan segera kembali, 'kan?
Tentu saja, Ibu akan segera kembali.
Komandan, jaga anak-anakku dengan baik.
Ayo pergi.
Ini pintu keluar darurat yang kami temukan saat tinggal di sini.
Apa-apaan?
Itu truknya?
Ya, itu truknya.
Ayo bergerak cepat.
Aku membawa kabar baik.
Semalam, regu ketiga yang dipimpin oleh Sersan Hwang...
...membawa pulang sebuah truk.
Ada cukup makanan untuk dimakan semua orang...
...selama sebulan penuh.
Kalian sudah bekerja keras, aku tahu itu!
Jadi malam ini, permainan tidak akan berhenti...
...selama 24 jam!
Dan ingatlah.
Bersenang-senanglah seperti tidak ada hari esok.
Selamat bersenang-senang!
Tidak akan ada hari esok.
Berhenti bersorak. Bukankah dia terlihat aneh?
Kurasa dia pengar.
Aku tidak yakin. Mari nikmati ini!
Hei, lihat di sana.
Bukankah kita harus melaporkannya?
Tidak terlalu banyak. Buat apa repot-repot melaporkan?
Lupakan saja, jangan gubris.
Dengar.
Karena kau berutang pada kedua putriku,...
...tolong bantu aku nanti.
Johnnie Walker Black Label!
Kau kembali.
Apa kau memang seharusnya punya miras di sini?
Permainannya akan segera dimulai. Kenapa kau kemari?
Aku sudah lama tidak melihat wajahmu.
Boleh aku minum seteguk?
Tentu, silakan saja.
Sungguh?/ Tentu.
Jadi kenapa kau di sini?
Kau punya sesuatu untuk dilaporkan?
Tidak, aku cuma penasaran dengan apa yang membangunkanmu pagi-pagi ini.
Enak?
Enak sekali!
Kalau kau sangat menyukainya, kau boleh ambil botolnya.
Itu hadiahku untukmu.
Ada apa denganmu?/ Apa?
Kuminta beberapa makanan ringan untuk teman-temanku demi meningkatkan moral,...
...tapi yang kami dapat cuma makanan sisa.
Kau berlagak sangat rendahan.
Kenapa tiba-tiba kau murah hati?
Kurasa sudah kuberitahu semua orang dengan pidatoku tadi.
Kami berutang banyak padamu dan anak buahmu...
Omong kosong!
Aku hanya bercanda.
Kapten Seo, apa kau sembunyikan sesuatu dariku?
Tidak, tentu saja tidak.
Kapten Seo, aku..
Prajurit Kim?
Apa kau sering mengunjungi ruangan Kapten Seo?
Tidak..
Kalian berdua pacaran?
Ya./ Maafkan aku!
Aku sungguh tidak sadar.
Akan kutinggalkan kalian berdua.
Hanya kalian berdua..
Akan kuminta anak-anak untuk tidak kemari,...
...jadi selamat bersenang-senang.
Selamat bercinta, oke?
Baiklah.
Cinta, cinta adalah..
Pak, persiapannya sudah beres. Kita ke truknya?
Duluan saja. Ada yang harus kulakukan dulu.
Baik, Pak.
Apa dia ingin mati?
Joon-i, lihat di depan! Cepat!
Itu adalah kawanan.
Jalan itu terlalu dekat dengan Unit 631.
Bukankah kita akan menemui Ibu?
Uangnya utuh.
Hei, tak bisakah kalian mengajakku?
Aku ingin sekali keluar dari sini.
Pergi ke mana? Siapa yang memberitahumu tentang itu?
Aku mendengar Kapten Seo berbicara di telepon satelit.
Tolong ajak aku bersamamu.
Telepon satelit?
Kau dapat dari mana?
Anjing liar yang kami temukan di truk memilikinya.
Prajurit Kim!
Kau tak ingin melihat permainannya?
Jawab secara normal.
Aku tidak dulu.
Kau selalu bilang begitu. Oh, ya.
Anjing liar yang datang dengan truk itu,...
...dia bukan main.
Dia berjuang keras untuk bertahan hidup.
Kupertaruhkan semua makanan kalengku padanya!
Aku akan menemuimu nanti.
Di mana teleponnya sekarang?
Tidak kupegang.
Kapten Seo yang pegang. Dia akan segera datang.
Pergilah.
Aku tidak bisa menunggu lama.
Bertindak secara normal saat bajingan itu datang, mengerti?
Baik..
Nomor 61!
Kau sedang apa? Ayo jalan!
Kapten..
Lama tak jumpa, Kapten Seo.
Min-jung, kau masih hidup. Astaga.
Kau pegang telepon satelitnya, 'kan?
Serahkan.
Telepon satelit..
Sebentar.
Bukankah itu suara tembakan?
Mana mungkin. Diam saja dan makan tuna ini.
Hei!
Ayo temui Ibu.
Lihat! Bajingan itu!
Senjata! Ambil senjata!
Kau tak apa?/ Ya..
Kau bisa bangun?
Ya, aku bisa bangun. Aku bisa bangun.
Tetap di belakangku.
Hei, ke mana dia pergi?
Astaga..
Min-jung, aku sangat khawatir..
Itu milikku, kembalikan..
Sersan!
Ke mana bajingan itu pergi?
Cari dia.
Tutup pintu masuknya!
Jalan!
Tembak! Tembak!
Hei. Maju.
Sial!
Jung-seok!
Sersan!
Ayo!
Cepat! Masuk!
Masuk! Ayo!
Sadarlah!
Ayo!
Cepat!
Kejar mereka!
Kapten, kau tak apa?
Sekarang kita bagaimana, Pak?
Kapten!
Kau sudah lakukan sebisamu.
Itu yang terpenting.
Fokus.
Sersan Hwang!
Tancap gas!
Sudah waktunya bagi kita, untuk berpisah...
...mari bertemu lagi nanti.
Kakek, cepat!
Baik!
Buka jendela.
Bu!
Kami datang untuk menemuimu!
Kenapa kau tidak pernah mendengarkan Ibu?
Ayolah!
Pegangan!/ Oke!
Hei! Berhenti main-main dengan suar sialan itu! Bunuh saja mereka!
Mereka ada di belakang kita!
Pegangan yang erat!
Ayolah!
Dasar berengsek!
Dia tidak buruk.
Mendekatlah, bodoh!
Depan sini, maju!
Bunuh dia!
Awasi depan, bodoh!
Tahan kemudinya!
Hei!
Nyalakan lampunya.
Di sebelah kanan!
Awas sampingmu!
Awas!
Pegangan yang erat!
Belok ke arah kanan!
Hei! Mundur, mundur, mundur!
Bawa mundur!
Aku bilang bawa mundur, bodoh!
Tancap saja!
Bawa mundur!
Kau sedang apa?! Bawa mundur!
Dasar bajingan!
Kita hampir sampai.
Kami tiba di Pelabuhan Incheon dalam 15 menit.
Joon-i.
Apa itu kapalnya? Oh, ya!
Yu-jin..
Yu-jin, kau tak apa?
Hai.
Joon-i!
Letakkan senjatamu! Ayo!
Jatuhkan!
Kau ingin melihat kepalanya meletus?
Letakkan!
Tendang! Tendang jauh!
Ya, benar.
Aku akhirnya bisa keluar dari semenanjung ini..
Saat aku pergi, aku akan benar-benar menikmati hidup di Hong Kong.
Mereka tidak akan tahu apa yang kuperbuat di sini.
Aku akan menjadi orang baik.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Aku akan berterima kasih setiap malam.
Aku benar-benar serius. Terima kasih banyak.
Aku sayang kalian semua!
Sekarang!
Tidak!
Kakek..
Kakek, kau tak apa?
Kakek..
Bu! Bu..
Matahari mulai terbit.
Satu kawanan mendekat.
Kita harus berangkat!
Uangnya ada di sini.
Orangnya bukan dia.
Berapa kali mereka berganti orang?
Senang bertemu denganmu..
Senang bertemu denganmu juga. / Terima kasih.
Singkirkan mayatnya!
Hei, hentikan!
Ambil uangnya!
Tutup pintunya! Zombi berdatangan!
Kakek..
Kakek tak apa, kakek tidak apa-apa.
Kakek..
Kakek ingin mengeluarkan kalian dari neraka ini..
Tidak..
Selama ini kita bersama.
Kenapa ini neraka?
Terima kasih..
Kakek..
Kakek!
Kakek minta maaf...
...karena membuat kalian hidup di dunia ini..
Kakek..
Kakek../ Maafkan Kakek..
Kakek.
Kakek!
Jangan mati..
Kakek! Tidak!
Kakek..
Anak-anak! Kembang api!
Cepat!
Joon-i!
Kau berjanji untuk membantuku.
Bawa anak-anak bersamamu apapun yang terjadi.
Mengerti?
Berjanjilah padaku, oke?
Pergi!
Sekarang!
Komandan, terima kasih.
Ibu tertinggal!
Kau tidak apa-apa?
Sekarang kau aman!
Jane..
Jane!
Jane! Kita harus menolong ibuku!
Maafkan aku. Sudah terlambat!
Kami tak bisa menempatkanmu dalam bahaya.
Kita harus pergi sekarang!
Kumohon, tolong ibuku!
Kumohon! Sekali ini saja!
Pergilah! Ayo pergi!
Ayo pergi!
Kau harus menunggu!
Kumohon..
Tetap tenang..
Jangan menunggu Ibu..
Tidak..
Ibu!
Jangan lakukan itu, Bu!
Lepaskan aku!
Ibu!
Ibu, kumohon!
Dia membuat keputusan yang sangat tepat.
Itu demi yang terbaik! Demi semua orang..
Keputusan tepat apanya.
Apa kau bahkan berusaha?
Jung-seok...
...kau juga tersiksa!
Kau menyerah begitu saja!
Kita harus menolong Ibu!
Aku akan membawa kembali ibumu.
Tunggu di sini.
Ibu! Lari!
Ibu!/ Ibu!
Ibu!
Jangan khawatir. Dia akan baik-baik saja.
Dia akan baik-baik saja.
Dalam beberapa jam, dunia baru akan menanti.
Dunia yang kukenal juga tidak buruk.
Diterjemahkan bersama oleh:
Dimas Daffa Yanuardi a.k.a EveryAgent Salam Dari Mahasiswa SASTRA INGGRIS, UBSI Kramat 98
dan
LopiSandeq fb.me/LopiSandeqq
EveryAgent & LopiSandeq Kunjungi kami di http://idfl.me
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.