Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Tian Ye, ini adalah Yang Rong,
…juara pertama jurusan memasak yang aku bilang padamu sebelumnya.
Serahkan pekerjaan asisten koki kepada dia.
Aku ingat kamu bilang dia akan datang sebelum jam 12 untuk uji coba.
Sekarang sudah jam 1 lebih./ Maaf, tadi macet sekali.
Aku datang terlambat./ Tidak ada prinsip waktu,
…aku tidak mungkin mempekerjakanmu./ Bukan begitu, Tian Ye.
Aku susah payah untuk bisa merekrut Yang Rong.
Kamu mengusir dia begitu saja. Bagaimana dengan pekerjaan asisten koki?
Maaf, lain kali aku takkan terlambat lagi. Mohon berikan kesempatan sekali lagi padaku.
Siapa namamu?/ Dong Shan-cai.
Kamu bilang kamu juga datang wawancara pekerjaan asisten koki?
Hari ini bisa langsung bekerja?/ Tidak masalah./ Tidak bisa…
Tadi aku melihat daftar riwayat hidup dia, dia tidak ada pengalaman.
Sikap lebih penting daripada pengalaman.
A Si, aku menerima beberapa telepon dari Ibu.
Kali ini Ibu menyuruhku untuk membawamu ke London.
Tetapi aku sudah menolaknya.
Kak, aku sudah memutuskan./ Memutuskan apa?
Memutuskan pergi ke Inggris.
Bukankah kamu bilang sampai mati pun tidak mau pergi?/ Apa tak boleh aku berubah pikiran?
Sebenarnya aku sudah memikirkannya sebelum pertandingan Bridge.
Setelah pertandingan Bridge selesai, tidak peduli menang atau kalah,
…aku mau ke Inggris untuk melihat sekolah di sana.
Jika suka, aku akan sekolah di sana.
Karena Shan-cai?/ Kak, kamu sangat cerewet.
Aku bilang mau pergi ya pergi. Kapan saja bisa.
Semakin cepat semakin baik. Oh ya, Kakak bantu aku urus prosedur dan paspor.
Kamu terlalu mudah dikalahkan, sungguh tidak mirip anggota keluarga Dao Ming.
Akhirnya bisa istirahat. Aku sudah tua, sudah tidak mampu bekerja.
Paman Gao Bing sudah bekerja keras./ Aku sudah mau pensiun.
Kalian anak muda harus berusaha.
Tian Ye, seharusnya kamu akan segera menggantikan aku jadi koki utama.
Aku belum tahu bisa lulus ujian atau tidak.
Ayo… Semuanya coba cicipi tulang iga masakanku.
Tulang iga asam manis yang sangat wangi./ Kamu bisa memasak?
Ibuku juga menjual makanan, jadi aku juga belajar sedikit.
Rasanya lumayan. Rasa dan tampilannya bagus. Kamu lulusan sekolah mana?
Aku kuliah di Ming De./ Ming De? Ming De penuh dengan orang pintar.
Mengapa kamu bisa kemari menjadi asisten koki?/ Aku belajar jurusan gizi.
Biasanya ibuku juga memasak di rumah, aku sangat senang belajar di sini.
Pasti bisa belajar lebih banyak hal lagi.
Kelihatannya di tempat kita ada banyak mahasiswa.
Ini koki kedua kita, Tian Ye. Dia mahasiswa institut bisnis.
Kalian makan dulu, aku belum selesai mengiris bawang bombay.
Nanti aku kembali lagi.
Dao Ming-si pergi, apakah F4 akan bubar begitu saja?
Hatiku ikut pergi bersama Dao Ming-si./ Shan-cai.
Shan-cai…
Ada apa?/ Kamu sudah dengar?
Dengar apa?/ Dao Ming-si mau ke London.
London? Kamu sungguh mau pulang ke London?
Kamu berlebihan. Semua bisnis ibuku ada di London.
Apa anehnya aku pulang ke London?/ Jangan bohong. Jelas-jelas kamu tidak suka London.
Kamu mau menghindari Lei dan Shan-cai,'kan?
Untuk apa aku menghindari mereka?/ A Si.
Oh ya, aku pulang ke London bukan karena kamu.
Aku sendiri yang mau pulang.
Setelah aku menjadi Dao Ming-si yang lebih hebat baru aku pulang.
Jangan bercanda, sudah bagus kamu bisa bertahan 2 bulan.
Kamu mau pulang ke London?/ Kenapa? Ada masalah?
Shan-cai sepertinya dia belum yakin. Bantu aku untuk membujuk dia.
Aku sudah memutuskan, siapa pun jangan membujukku.
Besok aku pergi./ Besok? Mengapa tidak beritahu aku?
Mengapa aku harus beritahu kamu?
Kebetulan aku si penghalang ini tidak ada, kalian bisa terus pacaran. Benar, Lei?
Kalian silahkan jalani hubungan dengan baik.
Kebetulan aku ke London bisa mencari gadis barat.
Saat itu, setiap hari aku bisa kencan di Sungai Thames…
…dan menjalani hari-hari yang romantis.
Baik, kamu pergi saja. Aku makin senang tidak perlu melihatmu.
Kamu tidak ada, hidupku lebih baik. Jangan sampai berjumpa lagi.
Shan-cai, bawa kemari sup yang sudah selesai dimasak./ Baik.
Hati-hati.
Kamu tidak apa-apa?/ Aku tidak apa-apa.
Selamat datang.
Dao Ming-si./ Di mana Shan-cai?/ Hari ini Shan-cai masuk shift malam.
Seharusnya sekarang dia sedang bekerja di Frankie./ Frankie?
Terima kasih.
Hari ini kamu tidak fokus seharian. Ada apa?
Aku…/ Shan-cai, ada seorang pria bersikeras mau menemuimu.
Bersikeras mau menemuiku?/ Ya.
Dia memesan banyak makanan tidak dimakan dan bilang sayurnya tidak segar.
Dia mau orang di bagian dapur menemui dia.
Ini jelas-jelas datang mencari masalah.
Aku datang mencari Dong Shan-cai, suruh dia keluar.
Tuan, maaf. Dong Shan-cai pegawai dapur kami, tidak bisa kemari.
Jika dia tidak keluar, hari ini aku tidak akan pergi.
Untuk apa kamu kemari?
Tuan, kabarnya Anda mengkritik makanan kami tidak segar? Menu yang mana?
Sayuran segar atau tidak bukan masalah, aku datang cari orang.
Restoran tempat untuk makan.
Jika kamu datang mencari orang, silakan tunggu dia pulang kerja…
…baru bertemu dengannya. Jangan mengganggu jam kerja kami.
Ada lagi, restoran kami adalah restoran legal yang memenuhi standar kebersihan.
Tolong jangan merusak nama baik kami./ Jangan cerewet.
Aku datang bukan untuk mendengarkan kamu cerewet. Aku datang cari Shan-cai.
Bukankah kamu sudah mau pulang ke London?
Kenapa tanganmu?
Kena panas. Bukan urusanmu.
Bisakah kamu lebih bisa diandalkan dan belajar menjaga diri sendiri?
Membuat diri sendiri begitu sibuk dan mempunyai banyak pekerjaan sampingan.
Mengapa tidak beritahu aku?/ Mengapa aku harus beritahu kamu masalahku?
Apa hubungannya denganmu?
Ayo kita pergi./ Kamu berbuat sekehendak hatimu.
Mengapa kamu begitu seenaknya?/ Tuan, tolong jaga sikapmu.
Dia adalah pegawaiku. Kamu menyulitkan dia berarti menyulitkan aku.
Kamu kira kamu siapa? Kamu tidak berhak bicara denganku.
Dao Ming-si, ini tempat kerjaku.
Tolong hormati pekerjaanku dan rekan kerjaku./ Apa maksudmu?
Maksudku adalah tolong kamu pergi.
Awalnya aku mau datang mengucapkan salam perpisahan denganmu.
Sekarang kelihatannya tidak perlu.
Dao Ming-si.
Dong Shan-cai, aku tidak akan kembali lagi selamanya.
Sampai jumpa.
Kamu baik-baik saja?
Tidak apa. Maaf, mengganggu semuanya.
Aku mengira dia datang mencari masalah. Dao Ming-si itu pacarmu?
Bukan. Aku sudah tidak ada hubungan dengannya.
Tidak bisa mengucapkan salam perpisahan baik-baik dengan Dao Ming-si,
…jika dipikirkan kembali mungkin akan merasa menyesal nantinya.
Tapi cara perpisahan seperti ini mungkin lebih cocok untuk kami.
Bukankah kamu sudah berpisah dengan Dao Ming-si?
Mengapa masih begitu marah?
Aku tidak tahu. Sebenarnya aku tidak berhak marah padanya.
Tapi begitu mendengar kabar dia mau ke London, aku merasa terlalu tiba-tiba.
Aku tidak bisa menerima dia pergi tanpa pamit.
Jelas-jelas kamu memerhatikan Dao Ming-si./ Mana mungkin?
Aku tidak bisa menerima tindakan dia./ Aku tahu.
Dia sengaja pergi mencarimu. Dia pasti ingin berbaikan denganmu.
Hasilnya kalian berdua bertengkar lagi.
Shan-cai, kamu sudah pulang./ Putri kesayanganku sudah pulang.
Mengapa tidak bersemangat? Belakangan ini kamu melakukan apa?
Mengapa setiap hari pulang larut malam?
Belakangan aku kerja sampingan./ Kerja sampingan?
Kerja sampingan apa? Apakah lelah? Bisa memengaruhi pelajaran?
Tidak. Bukan saja tidak memengaruhi pelajaran,
…tapi juga bermanfaat untukku./ Sungguh?
Ya. Aku menjadi asisten koki di sebuah restoran. Aku sudah atur waktunya.
Kalian tidak perlu khawatir./ Asisten koki di restoran?
Dapur penuh dengan api, mana bisa kami jadi tenang?
Kulitmu begitu lembut, bagaimana kalau kena bakar?
Tenang saja.
Ibu, bukankah kita sering memasak bersama?
Bagus juga. Belajar keahlian memasak yang lebih baik,
…lain kali bisa memasak untuk Ayah.
Bagus. Begini Shan-cai bisa menaikkan level menu keluarga kita, benar?
Cepat, bawa yang sudah dirapikan ini ke dalam./ Dia sudah kerja sampingan,
…jangan membiarkan dia bekerja lagi./ Dia tetap harus melakukan pekerjaannya.
Kamu memanjakan putrimu.
A, C, W, X, D, D, B, D.
Dari 10 kali, salah 7 kali./ Mana mungkin?
Jika begini terus, kapan aku baru bisa berlatih sampai daya ingatku sebagus kamu?
Memaksa aku melatihmu. Sekarang sudah menyerah?
Untuk apa kamu melatih daya ingat?/ Bagaimanapun juga aku anggota F4,
…tentu saja aku harus berusaha terus supaya menjadi semakin hebat…
…dan tidak membuat malu semuanya./ Bukankah kamu sudah keluar dari grup?
Kapan kamu menjadi anggota F4 lagi?/ Aku…
Dao Ming-si, beritahu mereka. Aku anggota F4 bukan?
A Si, kamu kenapa? Wajahmu sangat pucat.
Penyebab masalahlah yang harus menyelesaikan masalah.
Jika tahu dari awal, Shan-cai disuruh kemari juga.
Shan-cai tidak bisa datang. Dia sibuk kerja sampingan.
Dia sangat bekerja keras. Sekarang aku semakin mengagumi Shan-cai.
Jika semester ini aku tidak mengambil banyak mata kuliah,
…aku juga mau pergi bekerja dengannya.
Shan-cai sedang bekerja, untuk apa kamu mengganggunya?
Apa hubungannya denganmu?/ Apa maksudnya apa hubungannya denganku?
Masalah Shan-cai adalah masalahku.
Dao Ming-si, kenapa kamu banyak ikut campur?
Bukankah kamu sudah mau kembali ke London?/ Qing-he,
…aku mendapati kamu semakin mempunyai wibawa F4.
Lagipula A Si sudah mau kembali ke London.
Kebetulan kamu bisa bergabung dengan F4.
Aku memang anggota F4./ Berisik.
Xin-hui, aku beritahu kamu, sepertinya besok Dao Ming-si sudah mau berangkat.
Bukankah Dao Ming-si naik pesawat hari ini? Tidak tahu sudah berangkat atau belum.
Shan-cai.
Kamu tidak pergi mengantar Dao Ming-si?/ Tidak mau.
Aku kira kamu suka padanya./ Siapa yang suka dia?
Aku terus beranggapan walaupun kamu bilang kamu suka Hua Ze-lei,
…tapi sebenarnya orang yang kamu sukai adalah Dao Ming-si.
Mengapa kamu tidak mengaku?/ Kamu bicara sembarangan apa?
Kali ini begitu dia pergi, tidak tahu kapan baru bisa kembali.
Kamu sungguh mau melepaskan dia?
Apakah kamu tahu? Saat kita bertengkar,
…Dao Ming-si mabuk dan aku membawanya pulang ke rumahku.
Aku mengira dia akan menyukaiku, tapi dia bilang aku dan kamu berbeda.
Dia bilang Shan-cai tidak akan mengingkari ketulusan hati sendiri.
Jadi kamu sungguh berharap dia pergi?
A Si, sampai di London jangan terlalu merindukan kami.
Aku sudah mengirim semua foto kita ke surel kamu.
Kamu bisa melihatnya saat rindu padaku./ Siapa mau melihat mukamu?
Aku bukan wanita./ Mengapa kalian semua seperti wanita?
Bukannya tidak bisa bertemu lagi./ Kak Zhuang, kami bukan tidak rela A Si pergi,
…tapi tidak rela padamu. Setelah kamu pergi,
…tidak ada yang memarahi dan menendang kami. Kami bisa kesepian.
Benarkah? Aku juga akan merindukan kalian.
Ayo, Kak Zhuang peluk kalian./ Baik./ Aku juga mau.
Anak baik.
Kenapa? Mau dipeluk tidak?
Dasar anak kecil.
Oh ya, kamu sudah berpamitan dengan Shan-cai?
Kamu tidak usah peduli. Aku mau ke mana apa hubungannya dengan si jelek itu?
Kamu mana bisa bersikap tidak sopan kepada wanita yang berkarisma, anggun,
…lembut, berbudi luhur dan menarik?
Kamu berkarisma?
Sakit.
Bocah busuk, terlalu lama tidak memberimu pelajaran, kulitmu jadi gatal?
Bukankah bagus sekarang ada Hua Ze-lei yang menjaga Shan-cai?
Baiklah. Aku dan A Si sudah mau berangkat. Sampai jumpa.
Jaga diri, Kak Zhuang. Jangan terlalu rindu aku./ Sampai jumpa.
Sampai jumpa./ Hati-hati di jalan.
A Si, tunggu sebentar.
Aku mau bicara denganmu./ Ada apa?
Apa yang mereka bicarakan?/ Tidak tahu.
Penumpang sekalian, selamat datang di maskapai kami.
Silakan pakai sabuk pengaman.
Pesawat jurusan Shanghai-London akan segera lepas landas.
Silakan pakai sabuk pengaman Anda dan ubah mode ponsel Anda…
…ke mode pesawat. Terima kasih telah terbang bersama maskapai kami.
Semoga perjalanan Anda menyenangkan.
Lei, anak ini sangat licik./ Kamu bilang apa?
Aku mau turun pesawat./ Jangan ribut.
Aku peringatkan kamu duduk dengan baik, jangan membuat malu seperti anak kecil.
Aku tidak peduli, aku mau turun./ Duduk yang baik.
Aku tidak peduli./ Duduk yang baik.
Aku mau turun./ Duduk yang baik.
Dasar anak kecil.
Kamu si kepala nanas yang sok pintar yang memakai buaya hijau.
Merasa dirimu adalah tokoh penting di sini.
Ke mana-mana selalu sombong dan semena-mena.
♪ Jangan membuat kelembutan menjadi kekejaman ♪
Kembalikan ponselku.
Kembalikan. Berikan.
♪ Apakah juga mengkhawatirkan aku kesepian? ♪
♪ Cinta tidak punya hati Kita bisa simpan berapa lama ♪
♪ Meskipun banyak orang menyukaiku ♪
Mau apa mencariku?/ Ambil. Jaketmu.
♪ Seolah mau mengetahui sesuatu Di sisimu tanpa memikirkan hal lain ♪
♪ Aku sangat gembira Memikirkan kamu paling memedulikan aku ♪
Maaf, aku terlambat.
Asalkan kamu bilang tidak, aku percaya padamu.
Mengapa tiba-tiba aku merasa kecewa?
Aku kira kamu suka Dao Ming-si.
Tidak, aku tidak menyukai dia.
Aku tidak suka orang yang sombong dan arogan. Aku hanya…
Aku kenapa?
Nona Besar dan A Si sudah pulang.
Di mana Nyonya?/ Dia ke New York.
Di mana Kak Yu?/ Dia ikut ke Amerika untuk menjaga Nyonya.
Kak, Ibu tidak ada. Kita datang ke London juga tidak ada urusan.
Lebih baik kita kembali ke Shanghai saja.
Ada apa? Kamu sendiri yang bilang mau sekolah di London.
Begitu naik pesawat ribut terus.
Begitu turun mobil dan baru sampai rumah bilang mau pergi lagi.
Kamu mau apa sebenarnya? Kulitmu gatal?
Kamu yang sangat keterlaluan memukul aku sampai pingsan di pesawat.
Kamu kakak kandungku atau bukan?
Bukankah aku sudah bilang padamu kamu adalah hadiah isi pulsa?
Aku bicara serius denganmu.
Aku sudah mendaftar banyak kelas ekonomi internasional untukmu.
Banyak kelas ekonomi internasional.
Paling baik kamu tinggal di London lebih lama…
…atau aku tidak bisa bertanggung jawab pada Ibu.
Kamu harus bertanggung jawab kepada Ibu?
Maksudmu Ibu yang mengutusmu mengawasi aku?
Kamu ini tidak bisa membedakan teman dan musuh.
Jika bukan aku terus memihakmu,
…sudah dari awal Ibu pulang dari London ke Shanghai untuk memberi pelajaran padamu.
Jelas-jelas Ibu yang sibuk. tidak ada waktu pulang ke Shanghai melihatku.
Ini memang benar.
Tapi kamu harus tahu, kamu pewaris Grup Dao Ming yang ditunjuk Ibu.
Meski Ibu tidak bisa mengawasimu dari dekat, tapi semua gerak-gerikmu…
…tidak bisa lepas dari pengawasan dia. Kamu pasti tahu hal ini./ Tentu saja.
Tapi kenapa kalau Ibu menentang?
Aku tidak mau Ibu memengaruhi hidupku.
Anak ini dewasa juga.
Sebenarnya malam itu tidak terjadi apa pun di antara aku dan Shan-cai.
Aku rasa orang yang Shan-cai sukai adalah kamu.
Siapa namamu?/ Tidak mau beritahu kamu.
Mengapa tidak beritahu aku? Siapa sebenarnya namamu?
Aku sudah bilang. Tidak mau beritahu kamu.
Halo, apa kabar?/ Halo? Apakah ini restoran Frankie Shanghai?
Aku mencari Dong Shan-cai, asisten koki kalian.
Siapa Anda?/ Aku… Aku ayahnya.
Sekarang aku ada masalah penting mau mencari dia. Cepatlah.
Halo, Ayah.
Mengapa diam?
Sinyalnya tidak bagus? Ayah, jika kamu diam, aku mau tutup telepon.
Halo? Ini aku. Kamu lelah bekerja?
Apakah uangmu cukup digunakan? Ada orang menindasmu?
Maaf, Anda pasti salah sambung.
Gadis tengik ini menutup teleponku.
Sudahlah, tidak bisa menyalahkan dia juga. Dia tidak tahu aku yang telepon.
A Si. A Si, kamu sudah pulang?/ Ya.
Aku mau makan./ Kami sedang istirahat siang, tidak ada makanan untukmu.
Kalau begitu hanya bisa minta Kak Yue menerima aku. Terimalah aku.
Ya? Kak Yue./ Baik. Siapkan 1 meja untukmu.
Ayo./ Baik./ A Si.
A Si, Aku sudah tidak pernah melihatmu sejak kamu kuliah.
Sudah hampir 4 tahun./ Ya.
Begitu pulang, aku mau makan masakanmu. Cita rasa yang paling kusukai sejak kecil.
Silakan makan./ Mari. Semua ini makanan kesukaanmu.
Ayam kungpao, tomat hongshao, iga asam manis dan mi tantan.
Air liurku sudah mau keluar./ Kamu sudah semakin besar.
Saat ibumu membawa datang ke London, usiamu baru 6 tahun.
Kamu tidak bawa uang dan berdiri di depan restoran kami.
Kamu lapar sampai gemetaran, kelihatan sangat kasihan…
…tapi juga sangat manis./ Untung Kak Yue berhati baik menerimaku.
Benar. Siapa sangka begitu makan masakanku, kamu tidak mau pulang ke rumah.
Saat itu ayah dan ibumu sangat panik dan mencari di seluruh London…
…dan membuatku hampir masuk kantor polisi./ Apa boleh buat?
Ayah dan ibuku sibuk bekerja dan membawaku ke mana-mana.
Sangat menyebalkan. Apalagi ibuku tidak pernah memasak untukku.
Yang penting kamu suka. Kak Yue menyambut kehadiranmu.
Terima kasih, Kak Yue. Kamu paling baik padaku.
Jujur saja, aku merasa kamu sangat mirip dengan menantuku.
Dari luar kelihatan arogan dan kekanakan, tapi sebenarnya sangat lembut,
…murah hati dan manis.
Dia pasti sangat tampan./ Tentu saja.
Kalau begitu menurutmu siapa yang lebih tampan, dia atau aku?
Tentu saja... sama-sama tampan.
Aku pergi siapkan hidangan penutup untukmu./ Baik.
Orang yang tak memahami kerja keras orang lain sepertimu...
...adalah sampah masyarakat./ Diam kamu.
Aku memikirkanmu sampai sudah hampir gila
Terasa akrab,'kan? Iga asam manis ini kelihatan tidak enak.
Buang ke tong sampah saja jika tidak mau makan.
Mengapa makan iga asam manis pun bisa teringat wanita bodoh itu?
Shan-cai, bisa bantu cicipi menu ini?/ Tentu saja.
Lobster. Lihat saja sudah mau meneteskan air liur.
Bagaimana?
Lezat sekali. Apa nama menu ini?
Aku lihat kamu sibuk 4-5 jam, pasti sangat repot./ Ya.
Ini adalah lobster thermidor, menu terkenal dari Paris.
Di dalam negeri hanya ada beberapa koki yang bisa membuatnya.
Paman Qian adalah salah satunya./ Siapa Paman Qian?
Paman Qian adalah koki terkenal di dalam negeri.
Setiap tahun sekali dia mengadakan ujian masakan di Shanghai.
Aku bekerja setahun di Frankie supaya bisa mendapat pengakuan dia…
…dan diangkat menjadi koki utama./ Begitu hebat?
Sup menu ini pasti sulit dibuat./ Benar.
Di dalamnya dicampur sup ikan.
Harus menggunakan abalone, teripang, bibir ikan, kulit yak,
…jamur tiram raja, urat dan scallop direbus selama 3 jam.
Aku meneliti selama 3 bulan baru menemukan resep ini.
Hanya saus saja harus menyiapkannya begitu lama?
Jika mau membuatnya, masih ada satu cara cepat.
Ada satu bahan masakan namanya daun Kamio yang bisa menggantikannya.
Kalau begitu langsung pakai daun kamio saja. Untuk apa begitu repot?
Rasanya berbeda. Apalagi sebagai koki, kita mana boleh malas.
Apalagi daun Kamio itu juga susah dicari./ Ternyata begitu.
Kapan kamu ujian?/ Besok./ Besok?
Awalnya aku sedikit tegang, tapi kamu bilang enak aku jadi tenang.
Tian Ye, kamu begitu tekun dan rajin, kelak pasti bisa menjadi koki hebat.
Semoga besok kamu berhasil.
Ini harus bagaimana? Harus bagaimana?
Tidak tahu./ Mana bisa seperti ini?
Gawat…
Ada apa? Apa yang terjadi?
Tian Ye habis sudah. Subuh ini dia ketiduran.
Sup ikannya dimasak terlalu lama, cita rasa sausnya menjadi berbeda.
Sisa 2 jam. 2 jam lagi dia sudah mau ikut ujian.
Sekarang dia sedang membuat ulang sausnya. Kalau begitu pasti terlambat.
Berjuanglah.
Tian Ye./ Mengapa aku begitu bodoh?
Aku bekerja setahun di Frankie demi hari ini.
Jangan tegang dulu.
Kita pasti bisa menemukan cara untuk mengatasinya.
Butuh 3 jam untuk memasak ulang supnya, tidak mungkin sempat.
Ujiannya bisa diundur sampai besok?
Sudah tidak ada besok.
Ada satu bahan masakan dari daun Kamio yang bisa menggantikannya.
Tian Ye, kamu tetap memasak lobster thermidor.
Tunggu aku, aku pergi cari bahan masakannya untukmu.
Ini…
Shen Nong Zhuang.
Apa kabar? Aku mau beli semua daun Kamio.
Bagaimana kamu bisa tahu kami ada menjual daun Kamio?
Aku sudah cari informasinya di internet. Di seluruh Shanghai hanya kalian yang jual.
Kamu termasuk beruntung, hanya sisa 1 batang.
Berapa?/ 1500 Yuan./ Begitu mahal?
Tian Ye, aku sudah membeli daun Kamio.
Shan-cai, kamu ke mana? Waktuku sisa setengah jam.
Kamu tunggu sebentar. Aku segera tiba.
Daun Kamio.
Daun Kamio. Harus bagaimana?
Nona Kecil, kamu baik-baik saja?
Masih ingat aku?
Minggir…/ Nenek, hati-hati.
Tian Ye, apakah masih sempat?/ Shan-cai, kamu kenapa?
Aku tidak apa-apa. Kamu cepat pergi nanti bisa terlambat.
Tian Ye, kamu sangat hebat.
Umurmu masih muda tapi sudah bisa menyajikan lobster thermidor...
…dengan sangat enak.
Masa depanmu pasti cerah./ Paman Qian terlalu memuji.
Tapi jika saus ini tidak dimasak dengan daun Kamio,
…kamu bisa mendapatkan penilaian yang lebih bagus.
Tian Ye, kamu belajar memasak di mana?
Aku tidak mendapat pelatihan khusus.
Tapi sejak SMP aku sudah suka memasak jadi kerja sampingan di berbagai restoran…
…sehingga mempunyai pengalaman memasak.
Ternyata Tian Ye seperti aku kerja sampingan di berbagai tempat.
Kelihatannya hidupnya juga tidak mudah.
Hati-hati di jalan./ Selamat, Tian Ye.
Mulai sekarang kamu adalah koki utama di restoran Frankie.
Koki utama…
Jika bukan kamu yang membantu aku membeli daun Kamio,
…aku tidak mungkin bisa lolos ujian. Jadi semua ini adalah jasamu.
Shan-cai, terima kasih./ Sama-sama.
Begitu memikirkan bakatmu mendapat pengakuan, aku sangat senang.
Begitu memikirkan bakatmu mendapat pengakuan, aku sangat senang. Bocah.
Selamat, Kak Tian Ye./ Selamat… Koki utama…
Selamat, koki utama…
Koki utama…
Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF
Follow My IG @sultan_khilaf_sub
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.