Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Di antara semua kartu ini, kartu apa paling besar?
As wajik./ Kamu yakin?/ Aku yakin.
Jack hati. Keriting.
Raja keriting.
Wajik.
Ratu sekop.
Salah lagi?/ Sudah benar, tapi kamu terlambat membuka kartu.
Aku tidak salah sudah sangat hebat, tahu?
Aku akan berusaha.
Kamu sudah memahami aturan dasar, sekarang masalah yang paling besar adalah…
…kamu bisa membuat orang tahu kartumu dalam sekejap.
Tidak mungkin.
Di tanganmu, kartu sekop paling banyak.
Aku benar,’kan?
Kemampuanmu di luar batas normal./ Ayo, coba bohongi aku.
Jika bisa membohongiku, kita baru ada kesempatan menang.
Baik.
Kamu suka kuliah di Ming De?
Suka. Orang-orang di sini sangat hebat.
Kamu tidak suka./ Ini tidak dihitung, kamu sudah tahu dari awal.
Kamu suka A Si?
Tentu saja tidak./ Aku mau kamu membohongiku.
Jika kamu tidak suka, seharusnya kamu bilang suka.
Aku tidak bisa bilang./ Kalau begitu kamu suka aku?
Tidak.
Sepertinya ini ucapan jujur.
Mana ada? Aku… Aku membohongimu.
Mana ada orang menanyakan pertanyaan seperti ini? Mana bisa menjawabnya?
Hanya kamu yang tidak bisa.
Kalau begitu kamu suka Kakak Kelas Jing?
Maaf. Seharusnya aku tidak menanyakan hal ini.
Jika aku bilang sudah lupa, kamu percaya?
Kamu benar-benar berharap aku tinggal di sini?
Kalau begitu aku akan berusaha tinggal di sini.
Supaya bisa melindungimu.
Aku memikirkanmu hingga hampir gila Tiada lagi yang memahamiku sepertimu
Satu periode bertemu sekali, terlalu kejam
Biarkan aku minta maaf dan memulai dari awal
Jika Shan-cai keluar dari Ming De, aku akan keluar dari F4.
Kamu tahu apa yang kamu katakan?
Meski menjadi F4 sangat berwibawa dan bergengsi,
…tapi kalau kamu menindas Shan-cai maka kamu adalah musuhku.
Qing-he, kamu tidak sepenting itu. Lagipula Shan-cai tidak menyukaimu.
Tidak penting Shan-cai menyukaiku atau tidak, yang penting aku menyukai Shan-cai.
Jika menyukai seseorang dan mengharapkan responnya, itu bukan pria sejati.
Dao Ming-si, jika kamu menyukai Shan-cai, perlakukanlah dia dengan baik.
Meski Shan-cai tidak menyukaimu, asalkan kamu bisa melihat dia…
…tersenyum gembira maka sudah cukup, benar?
Chen Qing-he, aku mulai merasa kamu ada bakat bergabung dengan F4.
Ucapanmu tadi sangat mirip pria sejati.
Kamu mulai berlatih main Bridge saja. Begini jika F4 benar-benar kurang 1 orang,
…setidaknya saat kami ikut pertandingan, kamu bisa menggantikannya.
Cinta tidak punya hati Hanya tahan seminggu
Sejak hari pertama masuk ke Ming De,
…aku sudah mendengar banyak yang taruhan main Bridge melawan F4.
Aku yang mendapat kartu Joker tidak menyangka akan bersama Lei…
…melawan Dao Ming-si di tahun pertama.
Menurutmu siapa yang akan menang?/ Tentu saja Dao Ming-si.
Shan-cai tidak bisa main Bridge.
Meski Lei sangat hebat, Shan-cai tetap tidak berguna.
Shan-cai.
Berjuanglah. Semoga berhasil.
Lihat.
Semalam tidur nyenyak?/ Sangat tegang, semalaman tidak bisa tidur./ Jangan takut.
Sebenarnya aku tidur nyenyak. Berhasil membohongimu,’kan?
Kamu berhasil membohongiku. Kamu sudah bisa lulus.
Kalau begitu kali ini kita bisa menang.
Shan-cai, selamat datang untuk kedua kalinya datang ke ruang Bridge…
…bertanding kartu dengan F4.
Hua Ze-lei sudah memberitahumu aturan mainnya,’kan?
Kalian berencana bermain Bridge sambil bergandengan tangan?
Dao Ming-si dan Mei-zuo 1 tim. Shan-cai dan Hua Ze-lei 1 tim.
Dua tim saling menebak kartu raja, tim yang menang mendapat tambahan 6 ronde.
Tim yang mencapai angka yang ditetapkan yang menang.
Sebaliknya jika tidak tercapai, maka tim lawan yang menang.
Sudah dengar jelas?
Sudah./ Silakan duduk.
Sudah tahu taruhannya?
Bukankah sudah tahu dari awal?
Apa taruhannya?
Shan-cai, katakan saja.
Taruhanku adalah…
…jika aku menang, mohon maafkan aku.
Ini sangat penting bagimu?/ Ya.
Menurutku kamu tidak ingin bersama Hua Ze-lei…
...sambil merasa bersalah pada hati nurani.
Mungkin./ Kalau begitu aku semakin tidak mau kalah darimu.
Bagaimana jika aku menang?
Kalau begitu aku tidak akan bertemu dengan Shan-cai lagi.
Ini kamu yang bilang sendiri./ Benar, ini aku yang bilang sendiri.
Tapi aku belum tentu kalah, benar?
Baiklah, pertandingan dimulai.
Silakan lihat kartu.
Shan-cai, kamu kocok kartu dulu.
1 hati./ 1 hati.
1 sekop./ 1 sekop.
3 hati./ 3 hati.
Apa? Hua Ze-lei juga menyebut hati sepertiku?
Aku tidak punya kartu hati sama sekali. Aku hanya mau mengertak mereka dulu.
4 keriting./ 4 keriting.
Dao Ming-si menyebut 4 keriting.
Jika aku mau sebut angka yang lebih tinggi, maka harus menyebut sampai 4 juga.
Artinya aku harus menang sampai 10 kartu baru bisa menang.
Aku hanya ada 3 kartu keriting, Jika Hua Ze-lei juga ada…
Lewat.
Lewat.
Lewat.
Kartu rajanya adalah kartu keriting. Hua Ze-lei, buka kartu dulu.
Shan-cai, Hua Ze-lei salah.
Dia mengira kartu As hati di tanganmu, jadi sengaja mengeluarkan kartu hati…
…supaya kamu bisa menang ronde pertama. Sebenarnya kartu As hati ada di tanganku.
Kelihatannya rencana kalian akan gagal.
Shan-cai butuh kartu hati. Kartu raja keriting memenangkan ronde pertama.
Shan-cai, kamu sangat hebat.
Tidak disangka Shan-cai yang polos sekarang juga bisa berbohong.
Meski berbohong, Shan-cai tetap manis.
Tidak seperti sebagian orang bicara jujur tapi selalu melukai orang lain.
Tentu saja pria yang berbohong paling keterlaluan.
Bukankah kamu seperti itu?
Mohon perhatikan, ini pertandingan kartu, jangan saling menyerang dengan kata-kata.
Shan-cai, yang menang buka kartu dulu.
Shan-cai kartu wajik, menang. Menang ronde kedua.
Shan-cai, permainanmu lumayan./ Hua Ze-lei pandai mengajari.
Shan-cai yang berbakat.
Buka kartu lagi.
Selanjutnya aku tidak akan membiarkan kalian menang lagi.
Siapa yang bilang? Kami belum tentu kalah.
Kami?
Shan-cai, kata “kami” di antara kamu dan Hua Ze-lei…
...akan segera musnah dari Universitas Ming De.
Sudah bertanding begitu lama, mengapa masih belum keluar?
Kemarin kami bertaruh kecil dan besar, 10 menit langsung selesai.
Qing-he, kali ini Shan-cai bertanding permainan Bridge yang sebenarnya…
...dengan Dao Ming-si./ Aku juga bisa main Bridge.
Jika aku yang turun tangan, F4 pasti langsung kalah.
Kamu sungguh lucu.
F4 adalah juara pertama di berbagai pertandingan Bridge internasional.
Kamu omong besar di sini saja.
Qing-he, aku tahu hubunganmu dengan Shan-cai sangat baik.
Tapi sebaik apa pun tetap harus menerima kenyataan.
Menurutku lebih baik kamu berdoa supaya dia mendapat kartu bagus.
Li Xin-hui benar. Tuhan, mohon lindungi Shan-cai yang polos dan imut…
…tidak ditindas Dao Ming-si, si Iblis itu.
Shan-cai, kalian pasti kalah.
Sekarang di tangan semua orang sudah tidak ada kartu raja.
Selanjutnya aku akan mengeluarkan kartu As sekop yang kamu tidak punya.
Kali ini kalian pasti kalah.
Raja sekop tidak ada di tanganmu?
Kartu raja sekop Shan-cai mengalahkan kartu sekop Dao Ming-si.
Aku mengira kita pasti kalah./ Shan-cai, kalian pasti kalah.
Dari hasil permainan tadi, seharusnya di tangan kita sama-sama tersisa wajik.
Seharusnya kartu Dao Ming-si yang paling besar di antara kita.
Ingatanku tidak mungkin salah, jadi ronde ini kalian pasti kalah.
Benarkah? Kami pasti kalah?
Benar, senyuman seperti itu.
Senyuman yang tidak bisa dibeli dengan uang ini…
...membuatku penuh keberanian dan tidak merasa takut lagi.
Cepat buka kartu.
A Si, kamu pasti menang,'kan.
Belum tentu. Mungkin dia tidak punya kartu wajik.
Jika dia tidak punya kartu wajik maka kami yang menang.
Jika kami menang, Dao Ming-si yang harus keluar dari Ming De.
Jika begitu, sepertinya taruhan kami terlalu besar karena A Si pasti menang.
Jika begitu, bukankah Lei dan Shan-cai yang harus keluar dari Ming De?
Tidak apa tidak bisa bertemu Lei, masih bisa bermain ke rumahnya.
Tapi jika Shan-cai pergi, Universitas Ming De sudah tidak ada gadis tangguh.
Tidak apa, dengan begini standar gadis di kampus juga bisa lebih setara.
Dao Ming-si, kamu mau buka kartu atau tidak?
Buka saja.
Jika kalah, aku akan mengaku kalah.
Mohon ada untukku Harus berani membenci dan mencintai
Tidak mau main lagi, lawan payah.
Memelukmu Aku tidak akan lepas lagi
Kalian yang menang.
Kami yang menang?
Hua Ze-lei, kita menang./ Sebenarnya kita tidak menang.
Mengapa? Jelas-jelas Dao Ming-si tidak bisa menang dari kita,
…dia kesal karena merasa malu dan membuang kartunya.
Dasar kecil hati./ Sebenarnya kartu di tangan Dao Ming-si lebih besar dari kita.
Mei-zuo.
Ini kartu yang di tangan A Si tadi. Ingatanku tidak mungkin salah.
Tidak ada orang yang bisa mengalahkan daya ingat Mei-zuo.
Kalau begitu dia menang, mengapa dia tidak mau main lagi?
Menurutmu?
Ayo.
Kak Zhuang masih menunggu kita merayakan pesta kemenangan.
Ayo, bersulang atas momen indah kita berkumpul bersama.
Bersulang./ Bersulang.
Masalah hari ini sudah bisa dianggap selesai bukan?
Semoga. Tapi A Si belum pulang sampai sekarang.
Dia tidak tahu ke mana seusai pertandingan./ Tidak apa-apa.
Dulu A Si juga sering bermain Bridge, belum selesai sudah tidak mau main lagi.
Aku paling memahami adikku.
Dia anak dewasa yang hanya fokus pada diri sendiri.
Salahkan aku tidak mendidiknya dengan baik. Sudahlah, tidak usah peduli padanya.
Ayo, kita makan enak./ Kak Zhuang, kami bukan babi.
Mana bisa makan begitu banyak, benar?
Kamu makan terlalu sedikit jadi tumbuh setinggi ini dan berpinggang kecil.
Apakah perbandingan seperti ini normal? Shan-cai, kamu juga harus makan.
Jangan seperti sapi yang diam makan rumput di sana.
Aku mana ada nafsu makan? Aku saking tegangnya sampai sakit maag.
Tegang kenapa?/ Taruhanku dengan Dao Ming-si.
Sejak hari pertama masuk Ming De aku sudah mendengar berbagai cerita…
...mengenai F4 dan kartu Joker. Apalagi ini pertama kalinya aku main Bridge.
Tekananku sangat besar di tempat pertandingan./ Benar juga. Tapi Shan-cai,
…itu semua karena iri.
A Si dan F4 sengaja menantangmu tapi juga tidak bisa menerima kekalahan.
Mereka juga tidak bisa merendahkan diri untuk menjelaskan kepada teman…
…jadi sengaja membuat gosip tentang taruhan itu./ Apa boleh buat?
Banyak orang yang mau menantang kami.
Kami sangat terganggu. Jika tidak ada taruhan…
…dan bertanding Bridge dengan orang lain setiap hari,
…kami sudah kelelahan sejak awal.
Semuanya sudah dewasa, sudah tidak kekanak-kanakan lagi.
Hanya untuk masalah ini, kita pantas mengadakan pesta.
Ayo, bersulang./ Bersulang.
Kak Zhuang, setiap kali minum arak, kamu akan menjadi sangat terbuka.
Tidak disangka anak kecil yang dulu yang memakai celana anak kecil…
…dan sering mengompol di ranjang…
…sekarang sudah sampai di usia bisa cemburu karena wanita.
Dipikir-pikir sungguh lucu.
F4 memakai celana anak kecil dan mengompol.
Aku tidak bisa membayangkannya./ Tutup mulutmu.
Kak Zhuang, hal yang sudah begitu lama jangan diungkit lagi.
Tidak apa-apa, siapa yang tidak punya masa kecil?
Ada lagi, saat kecil Xi-men dan Mei-zuo saling menggigit jari kaki.
Sambil gigit, air liur menetes terus. Setiap hari ribut mau dot.
Saat kecil, Hua Ze-lei keramas…
…dan seluruh kepalanya masuk ke kloset. Akhirnya tersangkut dan tidak bisa keluar.
Kak Zhuang, sudah cukup.
Untuk apa kamu masih ingat semua masa lalu ini dengan begitu jelas?
Aku masih belum bilang saat kecil kalian diam-diam memakai…
Bersulang./ Bersulang./ Bersulang.
Jalan tidak pakai mata?
Apakah kamu tuli?
Capek bicara dengan orang tuli sepertimu.
Tadi kamu bilang apa?
Aku tanya tadi kamu bilang apa?/ Aku…
Tadi kamu ungkit Lei(lelah)…/ Tidak… Sudah tidak lelah lagi…
Aku sudah tidak lelah./ Jangan membuatku mendengar kata Lei(lelah), mengerti?
Mengerti…/ Aku adalah Dao Ming-si.
Aku mana mungkin sedih karena seorang gadis?
Benar tidak?/ Benar… Kamu tidak kelihatan risau. Aku…
33721842369./ 17718512317.
Kalian sedang apa?/ Kami sedang bertanding daya ingat siapa lebih baik.
Lihat siapa yang bisa menyebut nomor telepon mantan pacar./ 17701672125.
Bukankah ini nomor telepon Xiao Li?/ Dia memang menyukaiku.
Diam. Tidak bisa hanya laki-laki yang ikut, wanita juga harus ikut.
Shan-cai, kamu juga sebut salah satu nomor telepon mantan pacarmu.
Shan-cai tidak punya mantan pacar. Kalian tidak perlu tanya padanya.
Nomor telepon A Si adalah 10881217039.
Yang benar saja, Dao Ming-si bukan mantan pacar Shan-cai.
Dia sendiri yang bertepuk sebelah tangan. Shan-cai, benar,'kan?
Untuk apa kamu memukulku lagi?
Shan-cai, sudah sampai di mana perkembangan hubunganmu dengan Lei?
Kami… Kami pernah kencan.
Meski Shan-cai seperti seekor sapi jika…
...dibandingkan Teng Tang-jing yang cantik seperti dewi,
…tapi Lei, kamu begini juga tidak wajar.
Kak Zhuang, momen mereka yang paling mesra seharusnya adalah…
…saat Lei mencium dahi Shan-cai di bandara.
Kalian berdua terlalu lamban sehingga Dao Ming-si ada kesempatan.
Atau malam ini kalian berdua tinggal bersama untuk membina hubungan.
Apa maksudnya? Kalian mau apa?
Baik.
Kebetulan aku mau mengobrol berdua dengan Shan-cai.
Kamu mau mengobrol apa denganku?/ Aku tidak tahu.
Aku hanya mau mengobrol berdua denganmu.
Atau kamu mulai topiknya dulu.
Atau kita mengobrol tentang liburan kelulusan saja. Bagaimana?
Saat liburan kelulusan SMA, kami pergi ke Pulau Chong Ming.
Malam harinya kami bermain perang bantal dan mengadakan pesta api unggun.
Sekarang jika diingat kembali termasuk kenangan yang sangat istimewa.
Kalau kamu? Kamu ke mana?
Praha./ Tidak pergi...
Kamu… Untuk apa kamu menatapku?
Jelek.
Aku membohongimu.
Tapi dilihat seperti ini, kamu sangat biasa dan tidak ada yang istimewa.
Tidak usah dikasih tahu lagi.
Tapi ekspresimu saat bermain kartu hari ini sangat menggoda.
Aku selalu tidak mengerti mengapa A Si begitu menyukaimu.
Hari ini akhirnya aku mengerti. Sebenarnya…
Sebenarnya apa?
Aku juga tidak tahu bagaimana perasaanku padamu.
Xi-men bilang mungkin karena aku terpukul karena masalah Jing…
…sehingga memanfaatkanmu untuk melupakan dia.
Mungkin saja.
Tapi…
Tidak apa, aku mengerti. Aku tahu perasaanmu pada Kakak Kelas Jing.
Aku juga tahu Kakak Kelas Jing sangat istimewa bagimu.
Mengapa kamu sendirian lagi? Aku mencarimu sangat lama sampai kaki pegal.
Lain kali jangan bersembunyi lagi.
Apa yang kamu lukis?
Kamu melukis aku?
Sangat mirip, aku sangat suka.
Saat kecil semua menertawai lukisanku sangat jelek, kecuali Jing.
Kakak Kelas Jing benar-benar orang yang sangat istimewa.
Aku tidak tahu apakah masih bisa jatuh cinta kepada orang lain.
Meski aku sangat menyukaimu, tapi aku tahu itu bukan perasaan cinta.
Tidak apa…
Maaf./ Mengapa minta maaf?
Jika aku tidak pulang, kamu bisa bersama A Si.
Kamu tidak perlu minta maaf padaku. Siapa yang mau bersama anak itu?
Lagipula jika bukan karena hal ini,
...aku tidak mungkin melihat dirimu yang sekarang.
Aku yang sekarang berbeda dengan yang dulu?
Kamu yang dulu selalu tidak bersemangat dan sangat dingin saat bicara,
…selalu membuat orang merasa seperti ada jarak.
Seperti ini. Aku tidak tertarik terhadap masalah orang lain.
Apakah kamu tahu? Setiap kali kamu bilang…
...masalah orang lain tidak ada hubungannya denganmu,
…hatiku sangat sedih.
Tapi sekarang kamu sudah berbeda. Aku menyukai Hua Ze-lei yang sekarang.
Aku bersedia menjadi teman baikmu selamanya.
Terima kasih atas pengertianmu.
Aku sudah pulang.
A Si, kakakmu, Shan-cai dan temanmu sedang berkumpul di ruang makan.
Mereka tidak malu makan bersama di rumahku?
Kalian begitu akrab dengan adikku. Mengapa tidak mengajari dia…
...cara berinteraksi dengan wanita?
Kak Zhuang, wanita yang bisa berinteraksi dengan A Si, selain kamu siapa lagi?
Kak Zhuang, jangankan wanita. Walaupun pria, selain kami,
…sudah tidak ada yang bersedia bermain dengannya./ Benar juga.
Ini turunan dari ibuku, terkena sejenis penyakit bernama…
…sulit diajak komunikasi, sulit dilayani, dan sulit diajak interaksi.
Meski Lei sulit ditebak, tapi begitu menyukai seseorang…
…dia akan menjadi sangat toleran.
Pantas setiap kali Shan-cai bertemu A Si selalu langsung meledak,
…seperti berpacaran dengan bom./ Biarkan adikku menderita sedikit.
Kadang patah hati bukan hal buruk.
Coba kalian tebak sekarang Shan-cai dan Lei sedang apa?
Yang seharusnya dilakukan…
A Si?/ Sekarang mana ada urusannya dengan A Si?
Ada apa?
A Si, mengapa kamu pulang selarut ini?/ A Si, kamu lelah?
Mau kembali istirahat dulu?/ Tadi kalian bilang apa?
Tidak perlu menyembunyikan masalah ini dari dia. Cepat atau lambat harus bilang.
A Si, sekarang Shan-cai dan Hua Ze-lei ada di kamar.
Jika kamu pria sejati, kamu harus merestui mereka dengan tulus.
Mengapa aku sepertinya mencium bau bubuk mesiu?
Aku mendengar suara percikan api.
Bagaimana? Ada yang mau kamu katakan?
Tidak disangka Lei punya banyak trik.
Kalian tidak merasa ini hal baik?
Bagus sekali, A Si. Kamu sudah berpikiran terbuka.
A Si, begini baru benar.
Kelak mungkin kamu akan menjadi pria baik./ Berisik.
Aku lapar sekali, siapkan sedikit makanan untukku.
Hua Ze-lei, terima kasih kamu bersedia mengatakan hal-hal itu padaku.
Kakak Kelas Jing, meski aku tidak bisa dibandingkan denganmu, tapi tidak apa.
Aku adalah Shan-cai, si rumput liar.
A Si, kenapa pagi sekali?
Xi-men, kamu masih ingat dulu aku merampas mainan kesukaan Lei?
Kapan?
Saat baru masuk SD.
Aku sangat menyukai Spiderman yang ada tanda tangan dan kode itu.
Sebenarnya jika aku minta ayahku membelinya untukku,
…ayahku bisa suruh orang membawanya dari Amerika untukku.
Sebanyak apapun yang aku mau.
Apa yang kamu pegang? Coba aku lihat. Berikan padaku.
Dia semakin sayang, aku semakin suka.
Aku tahu aku melakukan sebuah kesalahan yang sulit dimaafkan.
Kenapa kamu tidak melepaskannya dari awal?
Ini salahmu./ Tapi aku tidak mau mengaku.
Malam itu, aku tidak tidur semalaman.
Aku kira hari kedua Lei pasti akan sangat marah padaku,
…jadi aku berencana akrab dengan kalian dulu baru mengucilkan dia.
Saat itu aku merasa seumur hidup ini aku sudah tidak bisa menang darinya.
Kemudian tidak ada yang mengungkit masalah itu lagi.
Seharusnya Lei juga sudah lupa.
Tapi aku masih ingat utangku padanya.
Aku rasa ini sudah saatnya aku menebus kesalahanku.
Maksudmu Shan-cai?
Aku tidak bisa menyiksanya lagi.
Shan-cai, kemarilah. Ayah dan Ibu mau bicara denganmu.
Ayah, Ibu, maaf. Semalam aku menginap di rumah teman...
…dan tidak beritahu kalian.
Shan-cai, kamu tidak bisa tinggal di sini lagi.
Mengapa?/ Asrama perusahaan ayahmu mau dipindahkan ke tempat lain.
Pindah ke mana?
Perusahaan konsultan investasi Li Ni Sheng. Ayah, benarkah?/ Benar.
Beberapa hari lalu Ayah pergi wawancara. Bos bilang Ayah berbakat di dunia investasi.
Perusahaan ini tidak hanya menjamin anggota mendapatkan keuntungan,
…juga menjamin pendapatan karyawan. Ayahmu sudah mau sukses.
Ayah mengerti konsultan investasi?/ Ya, Ibu juga menanyakan hal ini.
Tapi dia bilang perusahaannya mempunyai S apa.
S.O.P (Prosedur operasi standar).
Benar, prosedur operasi standar.
Ikuti prosedur operasi standar, semuanya sangat lengkap…
…dan bisa untung besar./ Apa semudah itu?/ Tidak masalah.
Akhirnya ayahmu menemukan kesempatan karir yang kedua.
Kalau sudah mendapatkan kesempatan karir yang kedua,
…mengapa kalian berdua masih cemberut?/ Karena harus pindah rumah.
Sudah belasan tahun tinggal di rumah ini.
Sekarang mau pindah keluar, Ibu merasa tidak tega.
Selain itu, uang Ayah mau digunakan untuk investasi usaha, jadi…
...rumah kita yang baru sedikit kecil.
Rumah kecil, dapur pasti juga kecil.
Lain kali Ibu mau memasak pasti tidak leluasa.
Yang Ayah khawatirkan adalah bagaimana cara memindahkan barang-barang ini?
Ayah dan ibumu membeli banyak suvenir saat pergi jalan-jalan.
Kalau begitu dibuang saja./ Dibuang?
Dibuang? Semua itu suvenir cinta. Dibuang?
Shan-cai, kamu cepat pergi beres-beres. Besok kita sudah harus pindah.
Baik, aku segera pergi.
Harus bagaimana ini?
Cepat masuk… Sudah sampai rumah.
Istriku, bentuk luar rumah ini sangat biasa, ruangan di dalam juga tidak luas.
Tapi istriku, dengan selera dan kreatifitasmu,
…kamu pasti bisa mendekorasi rumah ini dengan bagus dan praktis.
Kamu percayalah padaku. Aku akan melihat situs barang bekas…
…untuk membeli perabot. Harganya murah dan praktis.
Yang paling penting, jaraknya lebih dekat dari kampus putri kesayangan kita.
Dengan begini setiap pagi Shan-cai bisa tidur setengah jam lebih lama, benar?
Ya./ Istriku, kamu sangat hebat, selalu memikirkan semua hal untuk keluarga.
Menikah denganmu adalah berkahku yang paling besar dalam hidup ini.
Keluarga bahagia, anggota keluarga hidup gembira.
Istriku, aku juga akan rajin berusaha untuk kamu dan putri kesayangan kita.
Aku percaya padamu./ Aku juga akan berjuang.
Shan-cai, kamu harus belajar baik-baik.
Kamu adalah harapan kita sekeluarga di masa depan.
Benar./ Semangat./ Semangat./ Semangat.
Ibu. Aku sudah menghubungi PAM, listrik dan internet untuk rumah. Coba Ibu periksa.
Mengapa kamu tidak memanggil?/ Aku sudah memanggilmu.
Apa yang kamu pikirkan sampai begitu fokus?
Tidak ada./ Ini buku pelajaranmu yang tertinggal di rumahku.
Aku sudah lupa./ Lain kali bawa juga otakmu saat pergi keluar.
Tidak fokus seharian./ Aku tahu.
Kamu lupa lagi?/ Apa?/ Bilang terima kasih.
Aku sengaja mengantarnya untukmu./ Terima kasih.
Aneh sekali. Mengapa dia tiba-tiba menjadi begitu normal?
Bukankah seharusnya tidak memedulikanku?
Restoran Frankie mencari asisten koki. Waktu kerja jam 6 sore sampai 10 malam.
Alamatnya di dekat universitas kami. Bagus.
Apa kabar? Aku datang untuk wawancara jadi asisten koki.
Dapur ada di sana./ Terima kasih.
Kamu cari siapa?/ Itu… Aku datang untuk wawancara jadi asisten koki.
Asisten koki?
Kebetulan di sini butuh tenaga. Kamu langsung bantu sekarang.
Kuliti kentang ini sampai bersih.
A Si, tidak disangka lukamu pulih secepat ini. Baru beberapa hari…
…kamu sudah melupakan Shan-cai./ Tentu saja.
Siapa yang tidak pernah tidak waras? Sekarang aku sudah berpikiran terbuka.
Siapa yang menyukai dan menginginkan gadis sekasar itu? Jika Lei suka,
...aku akan mengikatnya dengan pita kupu-kupu dan memberikannya padanya.
Begitu dibicarakan, dia langsung muncul./ Siapa yang menyuruh dia ke sini?
Mengapa tiba-tiba terpikir mau datang ke tempat biliar? Sudah lama tidak datang.
Kamu tidak tahu kalau A Si sedang gila? Dia yang memaksa kita kemari.
A Si, bukankah tadi kamu bilang sudah berpikiran terbuka?
Mengapa lihat aku langsung pergi?/ Aku masih kesal.
A Si, kamu mau ke mana?/ Tidak usah memedulikan dia, dia memang begitu.
Lei, semalam bagaimana?/ Apanya bagaimana?
Jangan pura-pura lagi, kamu dan Shan-cai.
Pria lajang dan wanita lajang sekamar, ada terjadi sesuatu?
Bukankah mau main biliar? Ayo.
Untuk apa kamu menghindar?/ Tidak perlu sembunyikan dari kami.
Shan-cai adalah gadis baik. Aku akui aku hampir jatuh cinta padanya.
Tapi bagaimana mengatakannya?
Aku tidak mungkin melakukan sesuatu padanya.
Mengapa?/ Karena aku tidak mungkin mengkhianati A Si demi diri sendiri.
Dia adalah teman baik kita yang tumbuh besar bersama kita.
Ternyata begitu./ Jika A Si sudah mempelajari cara menyayangi…
…orang yang disukai dan memahami kita tidak bisa mendapatkan…
…semua hal yang kita inginkan,
…maka semua hal yang terjadi belakangan ini berarti.
Sebelumnya, aku akan menjaga jarak dengan Shan-cai.
Jika kita memberitahu hal ini kepada A Si, dia pasti senang sampai tidak bisa diam.
Aku tidak berencana memberitahu dia sekarang./ Mengapa?
Karena dulu A Si pernah melakukan hal yang sangat keterlaluan padaku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.