All language subtitles for KBS Drama Special If We Were A Season (2017)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Hei, bukankah musim semi adalah yang terbaik!?

Rasanya menyenangkan sekali.

Lihatlah bunga-bunga itu.

Aku belum siap mengungkapkan pada gadis itu kalau aku menyukainya.

- Kau akan baik-baik saja. - Ki Seok-ah, dengan ketampananmu,

...tak akan ada wanita yang menolakmu, bukan!?

AAAA... MINGGIR!

[Uhm Ki Seok]

Apa-apaan?

Bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?

Kenapa diam saja?

Apanya? Aku masih syok jatuh dari sepeda, tahu.

Apa-apaan?

Sudah lama, ya, Yoon Hae Rim.

[Musim semi tahun keenam] Selamat ulang tahun...

Teman-teman kami tersayang...

[Musim semi tahun kedelapan]

Sedang apa?

Halo?

[Musim semi tahun keempat belas]

Oh? Aish.

Ini tidak masuk akal. Ayo kita akhiri saja.

Hanya itu yang ingin kukatakan.

Terima kasih atas segalanya.

Baiklah.

Naiklah.

Apa maksudmu naik?

Tidak sengaja!

[If We Were A Season]

[Musim semi tahun kedelapan belas]

Hei, Uhm Ki Seok!

Lihat bukuku tidak?

Hei, Uhm Ki Seok!

- Hei, kau tidak dingin? - Ayo berangkat saja.

Hei, temani aku.

Ke mana?

Sudah kubilang padamu, sepeda ini bermasalah.

Menurutku baik-baik saja.

Auh, tidak baik, tahu!

Hei, aku ingin memperbaiki sepeda ini, terutama bagaimana rantainya.

Lihat ini! Lihat ini--

Sedang apa kau?

Berisik! Tutup saja mulutmu itu!

Kita harus memperbaiki sepedanya hari ini. Kita pergi bersama, mengerti?

Pegangan yang erat! Rantai sepedanya--

Dasar!

Ah...

Dasar bodoh! Kau tidak tahu betapa bodohnya dirimu, 'kan?

Oh, tapi aku justru senang. Ini berarti kita tidak perlu ke sekolah, 'kan?

Dasar menjengkelkan! Aish.

Aigoo... lihat jamnya.

Ayo cepat ke sekolah tanpa sepedanya,

aku juga ingin segera sampai di sekolah, kok.

Sedang apa kau?

Yoon Hae Rim.

Lari!

Hei!

Cepatlah.

Auh, sial!

Ayolah, cepat!

Hei, jangan menangis.

Aku tidak menangis. Cepatlah!

Susah, tahu.

Hei, aku juga kesulitan untuk bisa sampai sini.

Omong kosong macam apa itu?

Kau tidak apa-apa?

Kau tak apa?

Siapa kau?

Dia murid baru.

Pindahan dari Seoul.

Hei, hei! Jangan berisik!

Nama saya Oh Dong Kyung.

- Yoon Hae Rim! - Ya?

Kau bisa tanya padanya kalau memerlukan apa-apa.

Dan juga, kumpulkan persetujuan kalian hari ini. Bapak ingat dengan baik. Oh, Song Hee Joon!

Ya?

Kau yang mengumpulkan milik teman-temanmu. Mengerti?

Baik.

Baiklah, sampai jumpa.

Hei, kenapa kau masih saja membawakan ikat rambut untukku?

Mulai sekarang, aku akan menjagamu.

Terserahlah.

Hei, mengikat sepatu kan tidak sulit,

kenapa kau harus melakukannya berkali-kali dalam sehari?

Kau bisa melukai kakiku, tahu.

Aku tidak sengaja.

Kenapa tidak pulang saja?

Oh, benar.

Kalau akhirnya hanya ketiduran di sana, kenapa kau mengikutiku ke perpustakaan segala?

Menyenangkan, sih. Tidur di perpustakaan.

Astaga, kau yang terbaik. Bisa tertidur saat belajar. (*sarkasme)

Bisa-bisanya setelah mengataiku yang ketiduran di perpustakaan,

kau sendiri tertidur di bis?

Hei, hei, hei. Cepat selesaikan.

Berikan! Berikan.

Tunggu aku sebentar.

Selesai.

Apa ini? Kau mengisikan jawaban yang salah di sebelah sini.

Hei, bagaimana mungkin salah? Aku yakin jawabanku benar.

Serahkan saja pada Pak Guru. Kenapa harus meributkannya, sih?

Kalian menuliskan jawaban yang sama, 'kan?

Aku sudah tahu jawaban yang benar.

Oh, keren!

Aku yakin, kita akan mendapatkan nilai tertinggi.

Astaga. Ya, mari kita lihat.

Auh, omong kosong apa itu?

Aku akan mengubah jawabanmu.

Hei, aku!!! Hei!

Apa ya yang sebaiknya aku tuliskan di sini?

Jangan berani mengganti punyaku!

Kau mau mati, ya?

Aku hajar kau!

Aku yakin jawabanku benar.

Bagaimana kalau jawabanmu itu salah, berandal?

Tidak mungkin.

Kembalikan kertas milikku!

Percayalah padaku.

Cepat kembalikan padaku.

Tidak mau.

Aku yakin kau salah.

Aku tidak akan tinggal diam! Cepat kembalikan padaku!

Aih, kalian ini benar-benar!

Cepat lari!

Ini hasil nilai murid-muridmu?

Kurasa begitu.

Sebagian dari mereka tidak mendapat nilai yang bagus.

Apa mungkin mereka tidak memerhatikan saat aku mengajar?

Mungkin. Tapi tetap saja, beberapa...

...mendapatkan nilai yang sangat bagus.

Itu pasti karena aku mengajar mereka dengan sangat baik.

Bukan begitu? Malam ini apa kau ada rencana?

Aku ada janji dengan seseorang.

Aku masuk kelas dulu.

Sampai jumpa nanti.

Ah, ya. Janji memang harus ditepati.

Selamat bersenang-senang.

Auh, apa yang salah dengan nilaiku?

Padahal aku sudah belajar ekstra keras.

Aku juga penasaran. Daya ingatku bagus...

...dan tadinya yakin sekali akan mendapatkan nilai bagus.

Jadi, nilaimu juga kurang bagus?

Ya.

Tapi juga tidak terlalu buruk, sih.

Wow, kurasa nilai kurang bagus menurutmu adalah yang terbaik bagiku.

Auh, aku benar-benar iri pada kalian.

Tidak juga, sih.

Nafsu makanku jadi hilang...

...kalau membicarakan soal nilai. Jadi, ayo makan saja.

Baiklah.

Tapi, bagaimanapun aku pikirkan berulang kali,

tidak masuk akal baginya (Ki Seok) mendapat nilai bagus.

Maaf, Uhm Ki Seok.

Aku mencintaimu.

Apaan? Ada apa, sih?

Tidak. Sebenarnya Uhm Ki Seok--

Tutup mulutmu!

Aku akan melanjutkan makan.

Kenapa?

Oh? Kenapa dia sangat marah?

Jadi, itu bukan jawabanmu sebenarnya?

Soal itu... saya tidak tahu harus menulis apa.

Tentu saja, itu karena kau tidak belajar dengan benar.

Kau tidak pernah belajar dengan serius...

...dan sibuk bermain saja.

Jadi, biarkan saja (nilaimu jelek).

Ah... Guru.

Tidak dengar?

Aku tidak pernah memberi kesempatan kedua pada murid yang malas,

jadi aku tak mau memberimu remidi!

Aish. Ini juga.

Tapi, kertas apa ini?

Aigoo...

Kau tidak mau pergi?

Jadi, teman-teman saya...

...yang mengisinya, saya hanya ingin menjelaskan itu.

Kau masih...

-...belum paham? - Apa?

Kenapa sebenarnya kau bersikap begini?

Jangan khawatir. Aku tidak sejahat itu, kok.

Ini... bagaimana bisa ini?

Tidak tahu! Tidak tahu! Tidak tahu!

Omong-omong, di mana, ya?

Oh, ketemu.

Dari peraturan yang tertulis di sini,

bahwa bila nilaimu di bawah target yang ditetapkan,

kau bisa memperbaikinya setelah tahun ajaran selesai.

Dengan begitu, saat ini tak ada remidi.

Tunggu 2 bulan.

Bukan. 3 bulan.

Patuhi peraturannya.

Mengerti?

[8. Semester 1 Dapatkan ciuman pertama yang indah!!]

[Waktu : Sebelum liburan musim panas]

[Tempat : Di mana lagi!? Kamarku.]

[Ciuman]

[Caranya : Dengan sangat liar]

[Ayolah!]

[Dengan siapa?]

Kaget aku!

Hei, tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu? Kau gila, ya?

Knapa kau bersikap seolah ini pertama kalinya?

Sedang apa kau?

Hei, jangan!

Apa itu?

Kenapa?

Untuk apa kau ke sini? Apa? Kenapa?

Aku hanya ingin memberikan ini.

Buatkan untukku.

Bagaimana kalau kau sampai ketahuan oleh ibuku?

Kau tidak seharusnya di sini.

Tapi, ibumu belum pulang?

Kalau aku tidak di ada di kamar, ibuku sudah tahu...

...di mana aku.

Bukankah ini cantik?

Ibuku sangat menyukai piano.

Oh, dan juga!

Bawakan aku cola, ya.

Auh, bisa gila.

Kau memang gila.

Buatlah satu ramyeon lagi, lalu bergabung denganku.

Aku tidak mau berbagi ramyeonku denganmu.

Bukan itu juga yang aku inginkan (untuk kau bagi).

Apa?

Bukan apa-apa. Habiskan saja ramyeonmu.

Aku mau...

Apa?

Saus.

Bawakan yang banyak, ya.

Kenapa mereka berciuman seperti itu?

Kenapa memangnya?

Apa?

Memang ciuman seharusnya bagaimana?

Kau mengagetkanku. Aku hanya bertanya-tanya.

Kenapa endingnya mereka harus berciuman?

Endingnya jadi jelek.

Biarkan saja.

Endingnya.

Coba pikirkan.

Bagaimana lagi kalau tidak seperti itu?

Kencan, menikah, lalu berciuman.

Itu sebabnya, endingnya harus berciuman.

Entahlah.

Aku hanya tidak terlalu suka ending seperti itu.

Aku tidak merasa hal semacam itu perlu ditampilkan dalam film.

Apa?

Pulang sana! Aku mau tidur.

Iya, aku akan pulang.

Ini bantalmu.

Oh, sudah pulang rupanya Ayah.

Ibu di mana?

Barusan keluar.

Dari mana kau?

Hanya jalan-jalan sebentar.

Jangan keluar memakai celana pendek.

Kau bisa mendapatkan masalah.

Ya.

[Aku tadi ke rumahmu. Kau sedang ke luar, ya?]

[Ya, aku tadi sedang ada keperluan di luar. Tapi sekarang sudah pulang.] [Hari ini sangat berat, 'kan?] [Ya, kasihan melihat anak-anak sibuk dengan perencanaan setelah melihat hasil nilai mereka]

[Mari kita bertemu pukul dua siang hari Sabtu ini.] [Aku tidak ingin ketahuan oleh istriku.]

[Apa kau tadi meneleponku? Maaf, tapi kurasa waktu pertemuannya kurang tepat.]

Yoon Hae Rim.

Jangan diam saja seperti idiot.

Aku membelikan ini semua karena yakin kau pasti lapar.

Hei, aku kan tidak minta apa-apa darimu.

Makan saja.

Nanti mubazir.

Hae Rim-ah.

Aku ingin minta tolong, bisa kau membantuku?

Ah, ya.

Ada yang ingin aku katakan padamu. Ikut aku.

Tidak bisa, aku membutuhkan bantuan Hae Rim.

Kau tidak mengerti kode dariku, 'kan?

- Yoon Hae Rim. - Hm?

Kau... apakah sebelumnya pernah...

...bertemu si murid baru itu?

Di tempat lain?

Sepertinya tidak.

Kenapa?

Si berengsek itu...

...memanggil "Hae Rim-ah... Hae Rim-ah", dia mau mati, ya?

Bukan apa-apa.

Hei, tapi apa si murid baru itu membuatmu merasa terganggu?

Cepat. Cepat selesaikan.

Kau membuatku penasaran saja.

Kau tidak mau bilang?

Justru karena kau ingin tahu makanya aku tidak mau bilang.

Aku tidak akan--

Diamlah.

Auh, bagaimana bisa tidak satupun lemparanku berhasil?

Aku harus berlatih lagi dan lagi.

Kenapa kau begitu menyukai basket, sih?

Frustrasi hanya karena sebuah bola.

Jangan memforsir dirimu sendiri.

Kenapa kau peduli kalaupun aku...

...memforsir diriku sendiri?

Bagaimanapun,

Guru sudah salah.

Kenapa jadi Guru yang salah.

Bagiku, selama ayah dan ibuku terus...

...memberiku dukungan,

aku tidak masalah.

Besok kau punya waktu luang?

Ayo kita pergi ke suatu tempat.

Aku ada janji besok.

Dengan siapa?

Seorang teman.

Di mana kau akan bertemu dengan temanmu itu?

Justru karena kau ingin tahu...

...makanya aku tidak akan bilang apa-apa.

Jangan menendangku.

Kau tak apa?

Kemari! Kemari!

Auh, jadi ibuku dan ayahmu sedang--

Auh, kenapa dia malah menangis di sini?

Aku akan menghampiri mereka.

Aku ikut.

Apa kau tak apa?

Tentu aku tidak baik-baik saja.

Bangunan ini sebelumnya digunakan anak-anak untuk berlatih bersama.

Ah, ini. Sayang sekali bangunan ini tidak terus digunakan.

Bagaimana?

Wah, bagus.

Ini bisa diletakkan di piano nanti.

Ya.

Ada suara.

Oh?

Aku akan memeriksanya.

Apakah ada yang datang?

Aku lapar.

Oh, sekarang aku ingin makan.

Aku juga.

Mau makan bersama?

Aku bersyukur menemukan penjual makanan ini.

Kenapa tidak makan? ini enak.

Aku kelihatan aneh?

Ada sesuatu di bibirmu.

Aku tidak menyadarinya.

Tapi imut sekali.

Apa kau sedang tidak memiliki kekasih?

Seperti yang kau tahu, aku baik-baik saja sendirian.

Bagaimana kalau hari ini?

Hari ini bisa bertemu seorang gadis yang sendirian. Beruntungnya aku.

Aku tersedak.

Tak apa.

Imut. Imut. Kau sangat imut.

Oh? Eommoni.

Biar aku bawakan.

Oh. Ki Seok-ah.

Aey, tapi kenapa kau jalan sendirian?

Apa itu?

Sesuatu yang sangat lezat.

Ibumu ada di rumah? Dia baik-baik saja?

Ya, baik-baik saja.

Kalau begitu, lain kali kita makan bersama.

Ya, terima kasih.

Ah, tapi kau tahu tidak Hae Rim pergi ke mana?

Dia belum pulang?

Untuk ulang tahun ibuku,

aku tidak tahu harus memberi hadiah apa.

Tanya saja padaku.

Kenapa harus tanya padamu?

Kau lupa? Aku kan dari kota.

Aku akan membeli dekat sini saja.

Seberapa jauh sekolah dengan rumahmu?

Jauh sekali?

Tidak jauh, tapi tidak dekat juga.

Tapi, kenapa kau menanyakan rumahku?

Aku hanya ingin tahu lebih banyak tentangmu.

Sebab aku memang selalu penasaran akan banyak hal.

Tidak boleh?

Kau...

...lucu. Apa aku tahu?

Tapi, bukankah artinya kau menyukaiku?

Tidak, ya?

Lupakan saja.

[Ki Seok]

Dia menjawab tidak?

Aku penasaran ke mana dia pergi.

Tapi, Eommoni.

Soal temannya.

Kau sungguh tidak ingin mampir sebentar di rumahku?

Rumahmu kan tidak jauh juga dari sini.

Ya, tidak usah.

Jangan bilang...

...kau taut pada orang tuaku. Tidak, 'kan?

Ini karena aku ada les piano.

Tidak ada alasan lain.

Jangan-jangan... Kinmi Piano?

Jadi, aku...

Tidak, tidak.

Teman itu sangat lucu,

peduli pada yang lain dan juga pintar.

Selalu bahagia,

kadang kala menjadi pencair suasana, dan juga...

...mendukung orang lain semaksimal mungkin.

Setelah mendengar ceritamu, yang terpenting adalah...

...menunjukkannya.

Kepedulian dan dukungan.

Hati seseorang hanya bisa didapatkan...

...dengan melakukannya.

Dan ini...

...masalah besar.

Besar sekali.

Mendapatkan hati seseorang.

Tapi,

kau tidak jatuh cinta pada teman itu, 'kan?

Ya, dengan teman itu...

...pasti akan selamanya begini.

Aku bisa melakukannya.

Aku pulang.

Dari mana saja kau?

Kau pasti lelah sekali.

Oh-oh. Aku lelah.

Kau lapar, 'kan?

Mandi dulu, lalu makan.

Ya.

Eommoni, terima kasih makanannya. Aku pulang dulu.

Apa yang dari tadi mereka bicarakan?

Kenapa kau memaksakan diri masuk sekolah?

Istirahatlah saja di rumah.

Ayo pergi bersama...

- ...ke rumah sakit. - Apa maksudmu pergi bersama? Memang aku kekasihmu?

Sampai kapan? 10 tahun lagi?

Aku tidak akan kemana-mana.

Menolak kesempatan tidak masuk sekolah. Kenapa kau mendadak begini?

Itu karena aku--

Bagaimanapun, biarkan aku tetap di sini.

Aku akan belajar dengan keras. Aku tidak sakit.

Aku tidak ingin ketinggalan pelajaran.

Lagi pula, aku masih kuat jalan sendiri.

Lalu? Lalu aku harus bagaimana?

Apaan? Cepat pergi! Pergilah.

Pergilah.

Belum pulang?

Ayo kita tunggu sampai hujan reda.

Apa yang sedang kau pikirkan?

Apa kau akan memayungi aku sampai hujannya reda?

Itu ide bagus.

Jadi, kenapa tidak kau tinggalkan saja sepedamu di sini?

Ayo pulang ke rumah. Bersama.

Terima kasih. Pulanglah.

Apa...

...kau keberatan menjawab pertanyaanku hari ini?

Hari demi hari, kita semakin dekat.

Kurasa juga begitu.

Sejak hari itu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu,

juga ingin terus bertemu.

Aku senang berada dekat denganmu.

Aku tidak tahu kau merasakan hal yang sama atau tidak,

tapi inilah perasaanku padamu.

Aku menyukaimu.

Ayo berkencan.

Apaan itu? Murid baru itu tidak berhenti memandangimu.

Apa maksudmu? Tidak masuk akal.

Tidak masuk akal atau kau hanya menyangkalnya?

Di mana Uhm Ki Seok?

Apa dia masih sakit, ya?

Bisa-bisanya aku lupa soal kondisinya!?

Kau tidak mau main?

Ya.

Aku tidak ingin melihatmu sakit seperti ini lagi.

Lebih baik kau tidak sakit. Sehatlah selalu.

Kenapa akhirnya dia bergabung dengan kita?

Dia mendadak datang ke lapangan.

Memangnya orang sakit mendadak sehat kalau ikut bermain?

Dia sangat aneh.

Hei, Ki Seok-ah! Ki Seok-ah!

Hei, bangunlah.

Ayo bawa dia ke ruang kesehatan.

Hei! Hei! Aku tahu kau sudah bangun.

Kenapa kau melakukannya?

Auh.

Kau gila, ya?

Kau tidak sadar kalau kondisimu itu serius?

Kau seharusnya menjaga kesehatanmu!

Apa?

Kau ingin tahu?

Aku juga ingin tahu.

Tidak.

Aku kebingungan.

Apa yang membuatmu bingung? Katakan saja.

Pulang saja dulu ke rumah, kita bicara nanti.

Ibuku yang tersayang...

Selamat ulang tahun.

Eomma, selamat ulang tahun. Ini hadiah dariku.

Bagus sekali.

Senang, ya?

Cantik sekali.

Sayang, selamat ulang tahun.

(not translated to english) Bagaimanapun, terima kasih, ya.

- Pasti bagus kalau diletakkan di piano. - Ya, pasti.

Kopi?

Hae Rim-ah.

Aku di jalan sekarang.

Ah, Eomma, kurasa aku akan pulang terlambat.

Hye Rim-ah. Ini tidak seperti yang kau lihat.

Ini berat untukku...

...untuk berpikir bahwa orang itu tidaklah seperti yang kubayangkan.

Lalu, apa?

Jelaskan padaku apa semua ini?

Kau tidak perlu tahu.

Apa?

Aku sungguh tidak ingin memberitahu siapa dia. Ini bukan apa-apa.

Appa!

Aku tidak akan mengatakan apa pun.

Tapi, aku juga tidak ingin-- Hae Rim-ah!

Tidak.

Maaf.

Apa ini karena Uhm Ki Seok?

[Yoon Hae Rim] [Aku tidak bisa ke sana. Maaf.]

Kau sudah siap.

Kelihatannya kau tidak sakit lagi.

Kenapa lagi kau sekarang?

Tak apa. Aku duluan.

Saat itu!

Kenapa kau pura-pura tidak tahu?

Aku tidak berpura-pura.

Sebab itu, sekarang kau membiarkanku mengikutimu?

Kurasa, tidak ada lagi yang ingin aku katakan padamu.

Jangan seperti ini!

Kenapa kita tidak saling mengatakan yang sebenarnya saat itu?

Aku ingin menjawab pertanyaanmu padaku kala itu...

...dan kau juga mengetahui bagaimana perasaanku padamu.

Lalu?

Mari kita hentikan saja.

Si berengsek itu...

...benar-benar menyukaimu sekarang.

Hentikan.

Maksudku, berhentilah peduli padaku.

Aku mengatakan yang sebenarnya bukan untuk membuatmu jauh dariku.

Kita ini masih tetap teman!

Aku tidak tahu, berengsek!

Aku juga tidak tahu! Aku juga kebingungan!!!

Sedang apa kalian?

Angkat tangan kalian!

Ki Seok-ah.

Sejak kapan kau seperti ini?

Aku tahu ini tidak masuk akal dan tempatnya tidak tepat. Maaf.

Kenapa kau menyembunyikan semuanya dariku?

Aku dari tempat piano. Kenapa kau tidak mengatakan yang sebenarnya padaku?

Itu karena aku menyukaimu.

Apakah masalah itu lantas harus menghentikan perasaanku?

Ini tidak seperti yang kau pikirkan.

Sampai kapan kau akan berdiri di sini?

Aku pergi.

Aku baru mendapatkan masalah, lalu marah karena semua orang tidak mengatakan yang sebenarnya padaku.

Jadi, aku tidak dengan sengaja...

...melampiaskan amarahku padamu.

Aku tidak tahu harus bagaimana?

Kenapa kau tidak meneleponku sama sekali?

Aku hanya ingin mengembalikannya.

Selagi kau di situ sekarang, dengarkan kata-kataku.

Kau dan aku... tidak perlu saling bicara lagi.

Bagaimanapun, kita coba untuk tidak saling bicara lagi.

Aku tidak membencimu.

Aku hanya membuat jarak antara kita.

- Kuanggap kau mengerti. - Hei.

Kurasa kau tidak akan bisa melakukannya.

Tidak bisa tapi harus.

Apa maksudmu?

Aku kan tidak pergi untuk selamanya. Aku akan kembali.

Kita bisa bertukar pesan kapan pun.

Aku mengerti.

Sampai jumpa nanti di Seoul.

Lama tidak bertemu, Yoon Hae Rim.

Lama tidak bertemu? Kau menghilang sekian lama!

Bagaimana kau bisa tahu kau aku ke Seoul?

Tahu saja. Terima kasih karena kau sudah berada di sini.

Aku tidak di sini hanya untuk mendengar kata-kata itu darimu.

Kau... baik-baik saja?

Seperti yang kau lihat.

Melihatmu ada di sini, bagaimana mungkin aku tidak baik-baik saja?

Maafkan aku atas segalanya.

Selama ini, aku tidak berhenti memikirkanmu.

Apa yang seharusnya kukatakan atau tidak. Apa yang sebaiknya kulakukan atau tidak.

Tak sekalipun (aku berhenti memikirkanmu).

Meskipun begitu, aku ingin memulai segala sesuatunya dari awal.

Selamat jalan, Yoon Hae Rim.

Tetap saja, ending kita tidak sama dengan ending sebuah film.

[I'm sorry that this part isn't translated because the english subber didn't translate it too and I don't really understand the dialogue.]

[Thank you for using my subtitle anyway. Sorry for mistakes. Enjoy and see you in another project. With Love, Ayra]

[Chae Soo Bin]

[Jang Dong Yoon]

[Jinyoung]

[If We Were A Season]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.