All language subtitles for Ayla The Daughter of War (2017)

ak Akan
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
br Breton
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
ee Ewe
fo Faroese
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
kri Krio (Sierra Leone)
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Film ini adalah kisah seorang veteran..

..Perang Korea, Sersan Suleiman Dilbrilli.

38. PARALEL. Korea Selatan, Juni 1950.

5 tahun setelah Perang Dunia Kedua.

Seoul.

- Taraaa! - Itu sepeda!

Putriku, ayah membuatkanmu hadiah. Naiklah.

- Luar biasa. - Kita pergi!

Kembalilah. Putriku akan tiba.

- Apa yang terjadi? - Tak apa-apa.

Jangan takut, ayah di sini.

- Sembunyilah. - Kemana?

Seoul, tenanglah.

Jika menangis, kau tak akan melihat ibu lagi. Mengerti?

Seoul.

Tunggu di sini.

Asisten Direktur: Jean Paul Seresin

Musik: Fahir Atakoglu

Produser: Mustafa Uslu

Disutradarai oleh: Can Ulkay

Diterjemahkan oleh: kawulo Dari subtitle: - Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Selamat Menyaksikan

Iskenderun, Turki. June 1950

Ayolah.

Suleiman!

- Suleiman! - Aku datang.

Sabar, sabar, mbokyo. Rasah bengak-bengok.

Ayo, cepat!

Terima kasih Tuhan! Terima kasih Tuhan!

Setiap pagi kau seperti punya banyak pekerjaan, setiap hari sama.

- Hari ini panas, setidaknya sekali utk menyirami ini. - Kerja bagus..

..kau sengaja melakukan hal yang sama, kan? Jadilah disiplin.

Kita adalah sersan, perbaiki dasimu.

Gitu ya, benar juga. Ayo.

Sial, kau seperti perempuan.

Kau tahu apa yang aku impikan? Bersepeda keliling dunia.

Untuk apa kita tinggal di sini, Saudaraku?

Setiap hari telah banyak yang kita lalui, itu seperti berkeliling dunia.

Hei kenapa lambat? Gadis-gadis menunggu kita.

Kayuh cepat, ayo!

Tanpa melihat mereka, pagi kita tak akan berlalu.

Aku seperti kran air. Mulai berkeringat.

Kau tak akan berkeringat jika kurangi bicara. Cepat! Ayo!

Pak Turgay! Semoga aku tak terlambat.

Tidak, jangan khawatir. Itu khusus untukmu.

- Pak, jangan sampai robek. - Ini dia.

Ya, Allah. Masya Allah, Masya Allah.

Gadis-gadis kita memang oke, tapi yang ini beda.

- Lihat, kan? - Akankah dia melirikmu?

- Mengapa tidak? Kenapa? - Lihat saja.

Setidaknya sekali saja pakai dasi dengan benar.

- Tunjukan dirimu sebagai seorang perwira muda. - Kau menyiksaku dengan ikatanmu.

Jangan memaksaku menunjukkan aturan militer.

Jangan bicara tentang disiplin, aku tak seperti kalian.

Aku penembak jitu, aku selalu tepat sasaran.

- Mari, Pak. - Silahkan.

Ayo pergi.

Nuran.

Aku bertemu seorang gadis.

Bisakah aku memanggil namanya?

Semua orang mengaitkan aku dengannya.

Hatiku menangis tanpa batas.

Cintaku tak memuaskan.

Dia pergi dan tak akan kembali.

Biarkan tahun berlalu, aku akan hidup, memikirkannya.

Kata ayahku, negara akan mengirim tentara ke Korea, mereka juga..

Shhtt diamlah. Mengapa harus mengirim mereka?

Tak tahu, tapi aku khawatir.

Hatiku sedih untuknya.

39. MEKANISASI Komando Divisi Infanteri.

Ji-Ro. Lu-Pat.

Duduk, Suleiman. Ini perintah, duduklah.

Kau tahu aku memanggilmu? Kita akan mengirim tentara ke Korea.

- Aku sudah dengar, semoga Allah melindungi mereka. - Amin.

Ankara menyiapkan pasukan, tetapi ada perintah untuk kita.

Aku teringat padamu, Suleiman.

Keberadaanmu di sini sangat membantu.

Tetapi mereka membutuhkan tentara mandiri sepertimu.

- Bagaimana menurutmu? - Aku merasa terhormat.

Baguslah. Apakah ada yang merisaukanmu?

Tidak, Mayor. Disana juga kehidupan, seperti Tanah Air ku.

- Orang Korea sangat mirip, bukan? - Ya.

- Tidak seperti itu. - Suleiman.

Kau adalah staf teknis. Itu bukan pertempuran.

- Aku tak bisa bayangkan kau dalam perang. - Lihatlah seperti apa bentuknya, dia dari Maras.

Semoga Allah tak masalah dengan ini, Saudaraku.

Pikirkan mengapa seseorang membunuh orang lain, jika tak ada ancaman terhadap hidupnya.

Bisakah kita pergi saja dan menembak Komunis?

Apakah kau mau melakukannya? Di sana orang-orang disiksa.

- Jadi, biarkan kita menghadapi mereka. - Shht, apakah dia pergi denganmu?

Saudaraku akan pergi berperang, dan aku hanya di sini menunggunya?

- Siapa yang akan melindunginya? - Shht, kau diam dulu.

- Kau sudah bicara dengan keluargamu? - Sampaikan pesanku ke Nuran lewat Ijla.

Aku akan bicara malam ini.

Ali hanya membingungkanmu. Jangan diam saja.

Dan bagaimana jika kau hilang di Korea, Suleiman?

Jangan bicara seperti itu. Orang-orang di sana..

..mereka membutuhkan negara kita, dan itu dariku.

- Bisakah aku menghindari ini? - Tapi Jalal bisa?

Tapi aku tak bisa. Itulah aku. Bukankah kau mencintaiku karena itu?

Aku mencintaimu.. Tapi itu sangat jauh.

Sangat jauh. Dan jika kau melupakan aku di sana..

Jangan khawatir. Kenapa? Apakah itu membuatmu takut?

Aku yatim piatu. Sejak kecil aku diasuh pamanku.

Aku hanya memilikimu, dan..

- ..kau akan meninggalkan seorang yatim.. - Aku tak akan meninggalkanmu, tidak.

Aku akan kirim surat dan foto kepadamu.

Kau akan melihatnya seolah-olah aku bersamamu, aku janji.

Setiap pagi aku melihatmu hanya dua detik.

Aku mencoba membuatmu tetap dalam ingatanku.

Rasakan aku juga. Jangan pernah melupakanku.

Ingat kehangatanku.

MARAS (daerah di Turki)

Nimet, ada telegram datang. Coba bacakan untukku.

Tidak masalah, Paman Hussein.

Dari puteramu, Paman.

Dia dikirim ke Korea.

"Jangan khawatirkan aku. aku akan kirim surat.

"Beri aku berkat."

Aku pergi dulu, Ibu menungguku.

Oposisi komunisme di Korea..

Itu adalah ujung bumi yang lain. Bravo, Masya Allah.

Aku memang tak melahirkan anak. Apakah aku harus bangga dia dikirim ke sana.

Mereka telah memutuskan untuk mengirim pasukan..

Lindungi dia, Ya Allah. Kembalikan dia dalam keadaan sehat.

Mudahkan jalan Suleiman.

Nuranku, ketika kami pergi, Iskendarun terlihat sangat kecil..

Manusia akan mengerti betapa hebatnya dunia ini.

Bumi itu besar, dan jaraknya sangat luas.

Tapi ada dua api dalam diriku.

Satu - untuk membantu orang yang tak ku kenal.

Dan kedua - cinta kita, yang semburannya melebihi kesedihanmu.

Itu sebabnya aku tak takut. Dan kau juga jangan takut.

Kau dan aku bisa melalui semuanya di dunia ini.

Karena kita menjaga dua harta. Yang orang bilang "kebaikan dan cinta".

"Ayahku tersayang, jangan biarkan Ibu khawatir."

Meskipun makanan Amerika aneh, tapi mereka merawat kami dengan baik.

Misalnya, mereka memberi kami bubuk telur. Sesuatu yang baru bagi Muharem.

Kau harus melihat bagaimana dia berbicara dengan mulut penuh bubuk telur dan terengah-engah.

Jelal dan Ilhan, Saudaraku.

Jangan beri tahu gadis-gadis, mereka memberi kami senjata.

Kami memulai pelatihan menembak. Kami selalu berkata, "Kita akan berperang."

"Kita tunjukkan kekuatan Angkatan Bersenjata AS."

Mereka melatih kami.

"38 Paralel di Korea."

Film ini diterjemahkan oleh Letnan Senior Mesut

Dia seorang penerjemah, dan perkenalan kami cukup menarik.

- Itu dia, komandan. - Suleiman.

Aku butuh bahan bakar untuk mesin. Di mana aku dapatkan?

- Akan ku carikan. - Terima kasih, kamarku ada serangga.

Aku tak tahu harus bagaimana. Sepanjang malam menggigitku.

Kata orang Amerika, bisakah di kapal ada serangga?

Tentu saja mungkin.

Di pelabuhan merayap pada tali tambang.

Baiklah. Bawakan aku bahan bakar untuk mengusir mereka.

- Tapi mereka akan mati. - Jadi, harus bagaimana?

Beri mereka makan.

Mereka rela mati demi makan, komandan.

Biarkan mereka mencari gula dan meninggalkanmu. Kau akan belajar hidup berdampingan.

- Katakan padaku, apakah kau seorang komunis sepertiku? - Tidak, aku tak mengerti hal-hal itu.

Tapi ada sesuatu yang bisa dipelajari dari semut.

Dia pergi berperang, tapi bahkan tak bisa membunuh semut.

Ali, Masya Allah. Peluru dilepaskan satu demi satu dengan mudah.

Karena dia dibakar keinginan untuk membunuh orang komunis.

Dia tak cocok dengan Letnan Mesut.

Sayangku, satu bulan pelayaran kami segera berakhir.

Seperti biasa pesanku, jangan memikirkan hal-hal buruk.

- Apakah baik-baik saja? - Mereka punya imam di pasukan.

- Mereka tak suka berdoa. - Tidak, bukan untuk doa.

Mereka punya pendeta bukan untuk itu.

Lalu untuk apa?

Sersan Ali, kau tak akan terus menembak.

Jika musuh membunuh kita?

Setiap mayat perlu dikubur menurut agamanya.

Busan, Korea Selatan, Oktober 1950

Selamat datang!

Ayo, Tuan-tuan. 95 km lagi perjalanan ke kota Tegu ke Utara.

Tegu, Korea Selatan

Saudara2, musim panas ini Korea Selatan benar-benar sibuk.

Tetapi dengan kekuatan penyatuan, tentara musuh telah mundur..

Dan Korea Selatan dilindungi oleh pendudukan.

Sekarang saatnya untuk memberi serangan terakhir di perbatasan.

- Kita mengambil jalan menuju Kunu-ri. - Sebagai tentara Turki..

..kita akan pertama kali bertemu dengan keganasan perang.

Ya Allah, apa yang mereka lakukan pada negara ini.

Setelah melihat semuanya, kau akan menyadari kesucian tugasmu.

25. Markas Besar AS, Kunu-ri

Saudara2, serangan terakhir akan ada di sini.

Tempat strategis penting.

- Mengapa kondisi mereka sangat menyedihkan? - Mungkin sesuatu telah terjadi.

Orang Amerika mengatakan misi selesai. Kita akan berada di rumah sebulan lagi.

Ayo pergi, makan marshmallow dan minuman.

Marshmallow? Apakah perjalanan kita kesini untuk manisan?

Sementara menunggu, kita harus melakukan sesuatu.

Musuh akan datang sendiri padamu.

Di sini kita tiba dan semuanya diputuskan.

Perintah Amerika, dan kita lakukan.

Apakah kita datang untuk mengambil keuntungan? Tidak percaya pada kita?

Mengapa menjauhkan kita dari garis depan?

Kau di sini ingin menjadi pahlawan negara atau untuk memburu Komunis?

Apa maksudmu? Atas nama siapa kau, komandan?

Apakah kau mengancamku, melaporkan bahwa aku mata-mata?

Katakan yang sebenarnya, pihak siapa kau?

Komandan, kita di sini karena ingin melakukan hal baik. Seperti yang lain.

Ide yang bagus untuk mengklarifikasi ini.

Ayo masuk mobil, nanti sesuatu yang tak terduga muncul.

Apa yang tak terduga, Suleiman?

Orang2 bilang aksi militer berahir. Tugas selesai.

Ya Allah! Cepat!

- Komandan, apakah kau baik2 saja? - Cepat!

Cepat!

Ali, hubungi Korps 9 bahwa keadaan darurat.

Sambungan rusak.

- Aku butuh petugas teknis. - Siap, Komandan.

- Juga petugas penerjemah. - Siap, Komandan.

Kau akan menerima panduan dari tentara, untuk menemukan kami, ada pertanyaan?

Ketika mereka tiba, masalah teratasi.

Mungkin akan segera kembali.

Insya Allah dia akan melamarku setelah kembali.

Juga aku dan Jelal. Jadi ada dua pernikahan di musim gugur.

Isla, ayo pergi ke salon pernikahan itu.

Ada gaun sangat indah di etalase.

Kita harus cepat.

Tidak bisa Komandan, hanya sinar bulan saja.

Aku tahu tak ada jalan lain. Hidupkan lampu.

- Ali! Bayangan! - Tinggalkan mobil!

Nimeth, kenapa puteriku? Ada apa denganmu?

Aku merasa gelisah, Bu.

Ali!

Komandan, "itu milikmu"? Mereka sangat tak menyukaimu.

Semua baik saja?

Musuh akan menyergap jika kita lewat jalan. Kita akan pergi melalui hutan.

Ayo pergi.

Pepe, apakah kami membawamu untuk keamanan?

- Ya, Komandan. - Tapi mengapa kau tak menembak?

Komandan, mungkin karena aku belum terbiasa dengan senjata.

Kau masih memanggilku Pepe, aku bisa tersinggung.

Bukankah mereka memanggilmu Pepe?

Setidaknya tak begitu lembut.

Tuhan, selamatkan kami.

Biadab sekali, semua terbunuh, bahkan anak-anak.

Buka mata lebar2. Mereka mungkin masih di sini.

Mereka di sini, bajingan itu.

Ali, tunggu.

Komandan, menurutku itu seekor binatang.

Ijinkan aku menembak untuk mencari tahu apa itu di sana.

Jika menembak, kita yang ketahuan. Komandan, biar ku lihat.

Hati-hati.

Ayo, jangan takut. Aku tak akan menyakitimu.

Ayo.

Ayo pergi.

Dia membuat kita takut setengah mati. Tapi dia sendiri sangat ketakutan.

Sudahi bicara Suleiman, kita punya tugas.

- Komandan, kita tak bisa meninggalkannya di sini. - Ayo pergi.

Dia kedinginan.

- Suleiman, lihatlah dirimu, - Ayo pergi. - Oh tentu, Saudara.

9. Markas Besar Korps Unh Hung-Ni

Komandan, bolehkah anak ini tinggal di sini?

Maaf Ali, ada banyak kasus penting lain kenapa bertanya soal anak kecil?

Komandan, anak ini dari Korea Selatan..

..atau dari Korea Utara?

Bagaimana aku tahu? Apa masalahnya? Yang jelas dia terlantar.

Sebagai contoh..Di wilayah ini..

..ke selatan, mirip Mongolia.. Tulang pipi mereka sedikit menonjol.

Muharem, kau tak akan bisa.. karena "sibuk" bicara.

Lebih baik pergi cari susu untuk gadis kecil ini.

Anak ini bisa mati kelaparan, Sudah kedinginan.

- Sangat dingin - Mau ke toilet?

Biarkan dia berjalan. Dia tak bicara?

Tidak, hanya merintih.

Kita tak tahu namanya. Apakah kita beri dia nama?

- Bagaimana? - Setuju.

Apa panggilannya?

Untuk mengenang ibuku, panggil Nagiye.

- Tak bisa. - Mengapa?

Bisakah gadis kecil disebut Nagiye?

Lantas apa? Nama ibumu? Siapa?

Gulchin..Ckck, seperti nama musuh ya? Tak usah.

Jadi panggil apa?

- Mungkin Ayla. - Ayla?

Wajahnya seperti bulan. Kita menemukan cahaya bulan kita.

- Bolehkah kami memanggilmu Ayla? - Selamat, Komandan.

Kedengarannya bagus, Ayla. Akan ku berikan hidupku untukmu!

Tuan2. Itu aksi tentara China. Kami juga akan terlibat.

Dikatakan perang telah berakhir, tetapi sekarang dimulai.

Kini Korea Utara tak lagi sendirian.

Sekarang Korea Utara dan China saling membantu.

- Perang itu rumit. - Kami akan mengamankanmu dengan cadangan.

Kapten Cage akan bersamamu. aku akan dapatkan informasi.

Dia mengatakan akan mendapatkan informasi.

Kita bersama dalam pekerjaan ini.

Letnan Lee tahu daerah itu. Rute baru akan menjadi panduanmu.

Rute rahasia baru akan memandu kita.

Markas Turki akan dialokasikan pada garis ini.

Kita akan hubungi komando pusat untuk melaporkan rencana baru.

Mari kita mulai, Mayor.

Komandan, aku menemukan susu.

Ada juga susu bubuk.

Orang Amerika bilang untuk anak kecil.

Tutupi selimut.

- Sudah kau gendong? - Oh, gadis kecilku.

- Hati-hati. - Ayo pergi.

Aku akan katakan semuanya nanti.

Mereka menemukan gadis kecil di jalan.

Agar tak meninggalkannya sendirian, mereka membawanya.

- Sungguh perbuatan mulia. - Benar sekali.

Orang Turki adalah yang pertama merespon tentang perang.

Ketika perang ini datang ke dalam sejarah.

Baik kau maupun aku akan mengingatnya. Mereka akan masuk ke buku sejarah.

Tinggallah dengan anak ini.

Masih belum lapar?

Lihat apa yang ku miliki. Kau mau susu?

Jangan menatapku dengan wajah itu. Aku minum dulu, oke?

Aduh, aku menumpahkannya. Kau mau minum?

Aku menerima pesan. Kita harus pergi ke Kunu-ri.

Dia menerima perintah untuk pergi ke Kunu-ri.

Pada penyempitan jalan, kita belok kanan untuk mencapai Kunu-ri lebih cepat.

Setelah penyempitan jalan, kita akan belok ke kanan.

- Rencana bagus. - Baiklah.

Ali, beritahu Suleiman untuk melihat ada apa dengan mobil letnan.

Kau disuruh cek mobil, ada masalah.

Tunggu di sini, aku akan kembali.

- Kau tak boleh ikut. - Suleiman, lekas.

Tunggu ya. Aku mau kesana memeriksa mobil.

Kau peduli anak atau mobil, sersan?

Tinggalkan anak itu pada yang lain. Cepat, tak ada waktu.

Ambil anak itu jika mengikuti terus..

..dan menjadi beban mereka.

Anak itu tak akan membebani kita.

Dia akan mengurus anak itu, agar tak membebani kita.

Hanya seorang anak rapuh, seberapa berat?

Yoweslah, ayo mangkat.

Aku tak akan memberikanmu pada siapapun, tetap di sini. Oke?

Bagus. Ali, duduklah di belakang kemudi.

Duh payah! Apa mereka tak mengeceknya sebelum pergi?

Jika itu aku, akan ku skors 3 bulan.

- Tentu master. - Itu menyala.

Di sini ada Suleiman, buat apa sedih.

Hidupkan.

Oke. Itu tak berfungsi dengan baik.

Ayo pergi tangkap musuh.

Dia memperhatikanmu terus tanpa mengalihkan pandangan.

Gadisku? Manisku. Ayo, kita pergi.

Ambil anak itu!

Ayla! Ayla!

- Suleiman! - Ya, baik-baik saja!

Masuklah di bawah sini. Cepat, cepat. Jangan keluar dari sana.

- Mereka di sebelah sini! - Suleiman!

Mengapa pelurunya habis?

Suleiman, lakukan sesuatu! Suleiman!

Ali, lindungi aku!

Ali, berikan granatnya!

Lempar.

Cepat! Cepat!

Suleiman, hati-hati! Terlalu banyak!

Jika mereka turun, kita mati!

Tenang, jangan khawatir.

Jangan takut. Aku akan menyelamatkanmu.

Mereka datang.

Ali, mereka datang ke sini!

Suleiman, cepat selesaikan dan keluar dari sana! Aku tak berhasil!

Suleiman!

Suleiman!

Suleiman!

Berita! Berita!

"Perang yang berakhir, dimulai lagi!"

Mereka menulis tentang negara yang mengejutkan dunia.

Kami yang terluka ditemukan di daerah yang berbeda. Kerugian sekitar 20%.

Kita harus siap. Kau tahu apa itu 20% nya.

Ini berarti setiap lima orang...

Jangan seperti itu. Kita harus percaya dan berharap Allah membantu kita.

Kerusakan serius terjadi di pos komando kita.

Cina membantu musuh.

Ada pertempuran di daerah Kunu-ri.

Suleiman juga ada di sana.

Aku tak tahu harus berkata apa. Kita tunggu berita.

Aku sudah memberitahunya, jangan pergi. Aku sudah bicara banyak padanya.

Nuran.

Ayla.

Suleiman, kau sudah bangun?

Di mana singaku dari Maras? Selamat untukmu!

Hebat! Dia ke sini untuk memperbaiki mesin.

Dan sekarang menaklukan kematian..

- Siapa kau sebenarnya? - Kau baik-baik saja, Saudaraku?

Lihat, kami baik-baik saja. Kau ada masalah? Kau terluka parah?

- Tidak apa-apa. - Di mana kakimu?

Jangan menertawakan aku.

- Aku takut sesuatu terjadi padamu. - Aku tak akan mati. Kemari Ayla.

- Kemarilah. - Alhamdulillah, anak ini tak terluka.

Dia terus menunggui-mu.

Dia seperti anak kucing. Aku ambilkan susumu. Kami tak akan meninggalkanmu.

Orang Korea ingin mengambilnya. Tapi Ayla tak mau.

Lee akan menyelesaikan masalah ini dengan atasannya.

Jumlah anak yatim meningkat.

Jumlah penjaga anak dari Turki juga tak berkurang.

Tapi ini anak-anak kita.

Kita harus membawa anak-anak ini bersama.

Dan temukan solusi untuk masa depan mereka.

Cina telah membantu Korea Utara.

Dalam hal ini, kita harus lari ke selatan.

Memang rumit memikirkan hal-hal ini.

Orang Turki menyarankan membuka sekolah bagi anak-anak.

Hubungan kita dekat dengan Turki. Bagaimana Letnan Lee?

Saat membuat tempat yang aman untuk anak-anak..

..yang terbaik menempatkannya di markas pusat.

Silahkan putuskan, Komandan.

Apa ini.

Perang tengah bergejolak, Sersan.

Kita akan terus bergerak.

Kau tak bisa bekerja dengan membawa anak.

Aku mengerti, Mayor. Tapi anak ini tak ada orang tua..

Itu bukan tanggung jawab kita. Biarkan ditangani pihak Korea.

- Akan diputuskan dalam 2 hari. - Secepat itu?

Komandan, dia belum pernah berpisah dariku. Bagaimana bisa...?

Karena itu aku beritahu, jangan terlalu terikat padanya!

Ini akan mempersulitmu dan dia. Kembalilah ke pekerjaanmu.

Akan kuberikan pada Sadik.

Menjaganya selama kau tak ada.

Berhentilah menjadi pengasuh dan selesaikan pekerjaan.

- Siap, komandan. - Ah, Suleiman.

Kami bangga dengan keberanianmu dan pasukan lain di Kunu-ri..

..yang telah berkorban. Kita tak akan biarkan musuh menekan.

Terima kasih, telah mempertahankan integritasnya.

Karena itu Korea Selatan akan memberikan medali kepada para pahlawan kita.

Kau bersiaplah, Selamat.

Biarkan anak itu dengan Sadik, agar tak menjadi bebanmu.

Itu saja.

Jangan kesal. Tak ada orang tua..

..aku akan menjadi paman atau bibi untuknya. Aku akan menjaganya.

- Aku akan menjahitkannya pakaian. - Benarkah?

- Di mana kau mendapatkan kain? - Selimut yang kau bungkus.

Aku juga bisa memasak. Saat tak ada pakaian..

..aku gunting selimut menjadi mantel.

- Kau bisa buat apapun? - Ya begitulah.

Aku memang punya masalah dengan kepalaku, tapi aku bisa lakukan semuanya.

Katakan apa yang kau butuhkan, akan kulakukan.

Terima kasih. Ayla.

Dengar, aku harus pergi, kau di sini dengan paman Sadik, oke?

Dia mengerti? Baiklah.

Aduh, kau jangan ikut, mengerti?

Kau di sini, tetap di sini.

Oh, jangan, jangan, tidak boleh.

Dilarang, jangan.

- Ambil dia. - Apa?

Apa yang coba kau jelaskan?

Hatiku sedih, tapi aku tak bisa bersamanya.

- Kau sudah ke dokter? - Aku bilang ke dokter usianya 4-5 tahun.

Benarkah? Jangan bicara syok-nya.

Orang tuanya dibunuh di depan matanya. Dunia macam apa ini.

Masyaallah. Ini seperti liburan. Ambil kamera untuk mengambil gambar.

- Kau benar. - Biarkan orang rumah bangga.

Kita foto di sini? Aku berhias dulu.

Yang cakep, Saudaraku.

- Siap! - Tunggu.

Mundur dikit.

"Kami telah melihat di Kunu-ri..."

"Mulai sekarang kita terjalin ikatan bersama."

"Orang Turki berhak mendapatkannya." - Terima kasih, Pak.

"Saat mengorbankan hidup demi tanah air kami."

"Perjuangan kalian tak akan pernah terlupakan."

"Prajurit, kali ini, kalian datang bersama kami."

"Kami tak akan pernah melupakannya."

Prajurit, terima kasih atas bantuannya.

Prajurit. kami berbicara dengan Jenderal Beyong Suun.

Mulai sekarang kita menjadi keluarga besar..

..dalam sehat dan bahagia..

..bersama kalian, selamanya.

- Katanya, kita jadi keluarga besar. - Emosi jiwa yang tak terjemahkan.

"Lihatlah, kami semuanya baik-baik saja. Medali dan penghormatan juga jelas."

"Gadis kecil ini di tengah perang membawa cahaya ke dunia kami yang gelap."

Ini terlihat bagus, kenapa kesal? Tersenyumlah sedikit.

Entahlah Isla. Aku khawatir sesuatu akan terjadi padanya.

Karena gadis kecil ini dia mempertaruhkan nyawa. Bagaimana jika dia meninggal?

Januari 1951

Suleiman, ini dari rumah. Istriku menitipkan ini.

- Bagaimana puteri kita? - Baik-baik saja, Komandan.

Limo, Enem, Pitu, Wolu, Songo, 10, 11..

..Rolas, Telulas, 14, 15, 16, 17, 18...

- Tenang. - Kejar.

- Santai, ini anak kecil. - Lempar, lempar.

Ambil, Puteriku. Buka mulutmu.

Buka lebih lebar. Buka haap..hebat, Ayla.

Kau tahu cara memanggilku? Namaku Suleiman.

Bagaimana dengan namamu? Mengapa tak berbicara, si kecil?

Jika ngobrol terus, aku tak bisa beri susu.

Selamat tidur.

Kau tak boleh ikut. Kau tidur di sini.

Tempatmu di sini. Kau tidur di sini, oke?

Ayolah.

Berbaris prajurit.

4. Allah. 5. Allah 6. Allah.

7. Allah, satu, dua, tiga, empat.

Kiri, kanan. Kiri, kanan. Satu, dua, tiga, empat.

Maret 1951

40, 41, 42, 43, 44.. 45, 46, 47, 48..

- ..49, 50, 51, 52, 53, 54 - Selesai!

- Istirahat! - Siap, Komandan!

Dia bisa bicara!

Tentu saja, siapa gurunya.

Ke kiri. Sekali lagi.

- Ke kiri. - Istirahat!

- Istirahat! - Siap gerak!

- Istirahat! - Istirahat!

Aku tak tahan, ijinkan aku menangis.

- Tertawa. - Ayo semua tertawa. Tertawa!

Jadi dia bisa menulis Korea?

Aku berikan teks dan dia membacanya.

Tapi dia tak bisa menulis namanya.

Dia pikir namanya Ayla. Aku tak tahu harus berbuat apa.

Dia bisa belajar dari mendengar.

Mari kita ajari bahasa Turki. Teman mengirimku ini. Ayla, lihat.

Ini kah film "My Daughter"?

Tak ada ibu. Tak ada saudara laki-laki.

Ayah.

- Puteriku. - Ayah. - Puteriku.

April 1951

Tidur. Berbaring.

Perkembangan ahir pekan ini.

Katanya kita akan pergi ke Tokyo..

Aku memberitahumu. Itu kejutan.

- Ayo selesaikan ini, Ayla. - Berenang, Mata.

Berenang. Itu Sepeda.

Sepeda. Kata "sepeda" menyenangkan gadisku.

- Sepeda. - Ya, sepeda.

- Ayo. - Ke mana, gadis kecil?

Oke, aku datang. Kemana. Oke, oke. Aku datang.

- Sepeda. - Ya, sepeda.

- Bagaimana kau tahu itu, puteriku? - Paman Sadik.

Baiklah, kau bermainlah. Aku ada sedikit pekerjaan, oke?

- Apa ini? - Aduh sial, sersan.

Aku harus bongkar dan merakit.

- Di mana kau dapatkan? - Orang lokal.

Dilarang berkomunikasi dengan mereka.

Apa yang kau berikan ke mereka untuk dapatkan ini?

Tidak ada, aku hanya beri pinjaman uang.

Lagipula, ini barang lama dan tak ada yang spesial.

Untuk apa motor ini? Apakah kau akan mengendarainya?

Akan ku jual untuk beli baju Ayla, itu buruk?

Kau melakukan perbuatan ilegal. Tak menggunakan Suleiman..

..untuk alasan, tapi Ayla, bukan?

- Dia mengarang cerita. - Tidak, apa yang kau bicarakan?

- Sarung tangan ini juga.. - Tidak, sersan.

Itu hasil memperbaiki mesin.

Tapi aku melakukan ini atas inisiatif sendiri, untuk gadis kecil itu.

Aku juga punya saudara perempuan. Aku harap kau mengerti, Letnan.

Aku bukan orang yang tak bermoral.

Baiklah, perbaiki sepeda motor itu.

Aku tak akan melaporkanmu, tapi jika terulang, kami akan dimarahi.

- Nikmati makananmu. - Sekarang kita baik2 saja di sini.

- Tapi tentara terbunuh setiap hari. - Tujuan kita semua sama.

- Apakah kita akan selamat? - Tak ada gunanya takut.

Lihat Suleiman juga telah tiada..

..Sulaiman Yang Agung! Semua pasti mati.

Kau membuat kesimpulan terlalu cepat untuk orang-orang, Komandan.

- Aku sudah salah, Suleiman. - Jangan diambil hati.

Puteriku, Ayla. Mengapa kau menangis?

- Mereka bilang kau sudah mati. - Aduuh, siapa yang bilang?

Mereka mengatakan, "Suleiman telah tiada."

- Apa katanya? - Suleiman telah tiada, Ooh itu.

Suleiman itu bukan aku. Itu Suleiman lainnya.

- Itu kisah, dongeng. - Bukan aku, Suleiman lain.

Itu Sultan Suleiman.

- Apakah benar, tak mati? - Dia tak mati.

Apa karena ini dia menangis?

Liburan nanti, kita bawa Ayla pergi ke pesta.

Ahh, bagus sekali.

Letnan Mesut dapat melakukan apapun yang dia mau denganku.

Tak ada yang mau berurusan denganmu.

Tokyo Jepang, 23 April 1951

Aku menyaksikanmu hari ini.

Kau merawat burung ini sendiri.

Kemudian dia terbang.

Kita akan kembali ke Turki. Bagaimana kita berbagi dengannya?

Atau bagaimana dia akan berbagi dengan kita?

- Sadik. - Selamat datang, Komandan.

Tak ada yang tahu. Kita menemukan kerabat keluarga Ayla.

- Seorang penduduk setempat melihatnya. - Orang2 yang kau perdagangkan barang?

Ya. Katanya ingin membawanya pulang.

Mereka berpesan untuk menyerahkan anak itu secara sukarela.

Aku akan menemui mereka, tapi sendiri.

Tidak, biar aku ikut. Aku sedikitnya mengerti bahasa mereka.

Tidak, kau jaga Ayla. Dan Ali tak boleh tahu ini.

Ayla, sayang. Baca apa yang ditulis di sini.

Tapi janji, malam ini kau akan patuh.

Nyalakan radio paman Ali dan dengarkan.

Aku ada sedikit kerja. Aku segera kembali, oke?

- Baiklah. - Gadis pintar.

Ayo, baca ini.

Kulonuwun.

Komandan, aku akan memberitahukan sesuatu, tapi jangan marahi aku.

Su-su-sue...

- Panggil Suleiman dan Ali. - Siap, Komandan.

Kenapa kau biarkan dia pergi? Apa kau gila?

- Kau tahu dia ke mana? - Aku tak tahu.

Mengapa tak langsung memberitahuku? Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?

Aku bilang jangan pergi, tapi dia tak mendengarkanku. Dia pergi.

- Apa yang akan kita lakukan? - Ayo susul.

- Kemana? Bagaimana menemukannya? - Aku tahu.

- Bisakah kau membawanya? - Tidak.

Aku ada satu cara.

Jika Sersan Suleiman melihat ini, dia akan membunuhku.

- Gak salah nih? - Jangan menghina ya.

Aku bermimpi keliling dunia dengan sepeda, dan sekarang lihatlah.

- Jangan bergerak, bajingan. - Biarkan aku pergi.

- Di mana orang Amerika? Katakan! - Keras kepala!

Berapa banyak tentara di tempatmu, katakan?

- Aku tak mengerti. Lepaskan aku. - Bicaralah!

Jangan bergerak! Jangan bergerak!

Jangan bergerak!

Kembalikan orang kami! Pasukan kami ada di luar.

Kembalikan orang kami!

Kalian semua minggir. Ayo, Suleiman.

Sadik, hidupkan motor. Sadik, hidupkan motor, cepat!

- Bisakah motornya hidup? - Keluar dari sini, ayo.

- Apa yang kau katakan pada mereka? - Aku bilang banyak tentara di luar.

Bagaimana kau mempelajarinya?

Dari bahasa Ayla dan orang Amerika.

Sadik, dimana kau? Mereka mengejar kita.

Gas!

- Hebat! - Mengapa kau lakukan itu?

Bagaimana aku tahu. Kupikir mereka kerabat anak itu.

Gas! Gas!

- Bagaimana menurutmu sepeda motor ini? - Apakah ini sepeda motor?

Kau harus jawab untuk ini.

- Di mana mereka, Letnan? - Lihat mesinnya!

Sersan Suleiman sedikit tak sehat, Komandan.

Maafkan, tapi ada yang salah.

Di atas dan bawah dia...

Dan Ali? Apa dia..

Kenapa tak keluar? Sedang apa di dalam? Kita cari tahu.

Komandan, maafkan.

- Marilyn-mu akan datang. - Siapa?

Akan menyanyikan beberapa lagu.

Aku tahu kau adalah pengagumnya.

Tapi sayang bagi Ali, ada hal penting, tugas menantinya.

Semoga berhasil, seperti itu.

- Siapa Marilyn itu? - Entah. (joke)

Apa yang kalian lakukan?

Sialan. Jika aku tak melihat gadis ini, aku akan mati.

Lebih baik keluar dari dinas militer!

- Tenanglah! - Suleiman, mengapa?

- Sudah berapa lama aku menunggu untuk ini. - Kenapa ngomel? Itu masih dua hari lagi.

- Jangan menghalangi, Suleiman. - Aku tak menghalangi. tenang.

Aku rela membunuh demi ini, yang mencegah aku.

Aku berharap bertemu dia..

..untuk mengakui perasaan, dan besoknya membuat kami lebih intim.

- Mengapa kau menghalangiku? - Siapa yang menghalangi?

Dengarkan..

Kemarin aku menyarankan tak lakukan itu.

- Apakah kau ingin mendapatkan hukuman? - Suleiman benar.

Dengar, kami akan pergi dengan Ayla. Aku berjanji padamu.

Aku janji akan memberimu tanda tangannya langsung..

- ..dan ciuman lipstik nya, hmm? - Apa ini? Trend baru?

- Apakah dia membuatnya dan mengirimnya? - Ya.

Apakah dia menandatangani khusus untukku?

Tentu saja, spesial untukmu.

"Ali sayang, dengan cinta untukmu", tulisnya. Besok kami pergi.

Kau akan berkata, "Aku adalah Ali." Aku bisa jadi penerjemahmu.

- Besok? - Besok.

- Apakah kau berjanji? - Ya, aku janji.

- Kau janji, Suleiman? - Janji, Saudaraku.

Dia juga berjanji. Iya, putriku?

Ini akan sangat sulit.

- Kita sudah janji, bagaimana? - Aku tak tahu.

Jika gagal, Ali tak akan mau melihatku lagi.

Aku tak akan kembali tanpa itu. Aku pergi, Letnan.

Permisi.

Puteriku, naik. Lambaikan tangan.

Dia melihat.

Kemarilah, gadis kecil. Jangan lupa tentang Ali.

Ayla, jangan lupa Ali.

Hai, apa ini?

Kau ingin tandatangan? Ya? Untuk siapa?

- Bicaralah, Nak. - Untuk siapa?

- Ali. - Pintar!

Untuk Ali? Baiklah. "Untuk Ali".

Ini untuk Ali.

Apakah aku harus kasih ciuman?

Tunggu aku.

Musik, silahkan.

Sulei..man..

Komandan. Komandan! Komandan! Tolong! Komandan!

Komandan! Komandan! Tolong!

Jangan menangis. Aku tak akan meninggalkanmu.

Juli 1951

Saudara-Saudara. Selama setahun kita ada di Korea.

Saudara2 kita menjadi Syahid. Semoga jiwa mereka damai.

Sudah waktunya untuk kembali ke rumah kita.

Langkah demi langkah telah kita lalui.

Terima kasih. Semoga Tuhan memberkati.

- Terima kasih. - Ayla, makan.

Kau tak boleh bermain makanan.

- Pasukan kedua kah itu? - Ya, mereka akan menggantikan kita.

Kita pulang. Pertama para prajurit, kemudian petinggi.

Senang bersama kalian. Aku akan tetap di sini.

Mungkin kembali setelah beberapa waktu.

Suleiman, jangan buru-buru dengan keputusan tentang hal ini.

Sayangku, kami pindah lokasi lagi.

Saat ini kami menetap di kamp lama.

Aku menulis alamat di surat itu. Kupikir berita telah sampai kepadamu juga.

Setiap hari aku mendengarkan berita dan lagu di radio..

..yang tersisa dari Ali.

Aku memikirkanmu.

Tolong, tunggu sedikit lebih lama.

- Selamat tinggal, Komandan. - Kemarilah.

- Ini untukmu. - Sepeda.

Ayla, se,sa,sa..

- Selamat tinggal. - Sayangku.

Sayang.

Cintaku, kami mengirim pulang petugas yang berada di komando kami.

Setelah mereka, yang lain akan datang menggantikan kami.

Aku akan tinggal di sini sementara, Nuran.

- Ada kiriman untukku? - Tidak, Komandan.

Mengapa tak memberi tahu kita? Dia juga pergi tanpa bertanya pada kita.

Yah, aku bangga, tapi kembalilah sekarang.

"Lunasi hutangnya." Sudah waktunya menikah dengannya.

Mereka bilang dia punya kekasih di Iskenderun.

Kita lanjutkan dengan lagu "The Hour of Our Heroes".

Atas permintaan Nuran dari Iskenderun.

Karya musik, ciptaan dari Sedat Odiprach

Spesial untuk Sersan Suleiman Dilbrili yang bertugas di Korea.

Semoga dia mendengarkan...

Hanya untuk mengetahui betapa aku merindukanmu.

Untuk mengetahui, oh..

Seberapa besar kau merindukanku..

Hanya untuk tahu, oh...

Dimana kekalahan..

Tak pernah kembali.

Cintaku.

Dimana kekalahan,

Tak pernah kembali.

Cintaku.

Puteriku, aku mengerti penderitaanmu.

Aku tak ingin kau sia-sia berharap.

Dia tak akan melihatmu lagi, karena ada yang lain.

- Manusia memang... - Aku baik-baik saja, Bu.

Dia pria yang baik. Dan kekasihnya..

Mereka layak bahagia. Jadi semua baik-baik saja.

Mengapa radio itu bernyanyi, ayah?

- "Pulang..." - Kemana?

Rumah, aku juga punya rumah.

- Kau akan pergi? - Aku tak akan pergi tanpamu.

Mengapa kau tak pulang?

Kau tak bisa bertindak semaumu, Suleiman.

Saat berada di angkatan bersenjata..

..kau harus menjalankan perintah. Atau akan dipecat.

Bagaimana jika aku ikut menembak, Mayor? Aku berjanji akan bertanggung jawab.

Nak, apa yang kau katakan, kau tak mengerti?

Aku kasihan pada Ayla. Dia sudah menganggapku Ayah.

Bagaimana jika aku tak ada?

- Ijinkan aku untuk mengambilnya.. - Cukup! Percakapan selesai!

Ayla adalah warga negara ini jadi tetap di sini. Pergi!

- Kenapa belum pulang? - Dia bilang ada seorang anak...

Dan aku? Bagaimana denganku?

- Ada kiriman? - Tidak, Komandan.

Sersan Suleiman. Kolonel ingin bertemu denganmu. Silahkan.

Tunngu disini.

Silahkan, Nak. Silahkan. Pada hari Jumat, sebuah kapal berlayar.

Akan membawamu ke Izmir (Turki). Kau harus pergi dengan itu.

Sudah 10 hari pasukan pulang. dan pasukan lain menggantikan tugas.

- Kau tak bisa tinggal, pulanglah. - Anda tak mengerti.

- Bagaimana dengan Ayla? - Ada kamp anak-anak di Suwon.

"Sekolah Ankara". Ayla akan tinggal di sana.

Bersama anak-anak lain. Nyonya ini adalah pimpinannya.

- Ini untuk Ayla. - Dia membawakannya untuk Ayla.

Berikan seragam itu padanya.

Ny. Ming mengumpulkan anak-anak, yang berada di bawah pengawasan kita.

Mereka berterima kasih. Jangan bebani dirimu.

Ini yang terbaik untuk Ayla.

Bolehkah aku meninggalkan Ayla dengan cara lain?

Aku ingin melihat tempat dia akan tinggal.

Aku akan menemaninya, Kolonel. Jangan khawatir.

Biarkan yang terbaik dilakukan untuk perintah ini.

Ayla, kau tahu mengapa kita ke sini? Di sini kau akan menemukan teman.

Kau akan menemui mereka. Apakah kau bisa pergi dengan guru?

Di sekolah kau tak bisa denganku, putriku.

Lihat, anak2 lain tak takut apa pun.

Apakah kau ingin dipanggil pengecut...

..yang tak bisa ke sekolah tanpa ayahnya?

- Baiklah. - Baiklah, pintar.

- Selamat tinggal pada ayah. - Pergilah.

Ya aku datang. Ayolah, aku datang.

Ini kantin. Kau lihat anak-anak lain?

Ayla, salam pada teman-temanmu. Halo, aku Ayla.

Tempat yang bagus. Itu akan menjadi lebih baik.

Tentara Turki akan terus membantu orang-orang di sini.

- Aku Ayla. - Bagus sekali.

- Nikmati makan dengan baik. - Makan dengan baik.

Di sini kau akan belajar bahasa Inggris.

Ini pertunjukan luar biasa bukan, Ayla? Mars, seperti lagu.

- Seperti yang di radio? - Ya, seperti di radio.

Dengar, jika kau belajar ini, kau harus menyanyikannya dengan baik.

Aku akan bangga padamu, oke?

Ayah.

Ayah.

Mau kemana? Kau bilang tak akan meninggalkanku. Kau sudah berjanji padaku.

Tidak, aku tak akan meninggalkanmu. Kita pergi dari sini, ayo.

Ini akan sedikit sulit, tapi kau tak akan kurang udara.

Ketika aku kasih kode, kau harus tenang, oke?

Baiklah.

Setelah berada di atas kapal, selanjutnya akan mudah.

Apa kau tak peduli pada rumah? Kau terlambat.

Ini tugas penting, Komandan.

Apa itu koper besar. Apa isinya?

Kapten, sebagian besar adalah suvenir liburan di Tokyo.

Dalam surat2ku ada menyebutkan tentang tempat itu.

Jika kau mau, akan ku buka.

Sersan. Selamat jalan.

Terima kasih, Kapten.

Suleiman. Suleiman.

- Suleiman, di mana anak itu? - Buka koper itu.

Kau tahu kejahatan apa yang kau lakukan?

Aku sudah katakan, tapi kau tak mengerti.

Naik di kapal, duduk, dan pulang.

Ketika datang ke sini..

..aku meninggalkan semuanya. Semua.

Sekarang mereka menginginkan hal yang sama.

Aku tinggalkan Ali, dan semua kenangan.

Aku tak bisa meninggalkan Ayla. Dia juga tak bisa meninggalkanku.

Dia anak-anak, belum bisa membuat keputusan. Tak ada yang memisahkanmu.

Ketika perang berakhir, dan memulai kehidupan baru..

..kau bisa kembali lagi nanti, dan Ayla masih ada di sini.

Percayalah. Tolong, berpikir bijak.

Benih tumbuh paling baik di tanahnya.

Demi Allah, Mesut. Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan?

Aku yakin. Percayalah.

Aku yakin kau akan kembali ke sini suatu hari nanti demi dia.

Janganlah menangis. Jangan.

Aku akan marah jika kau menangis.

Baiklah, menangislah sedikit.

Tapi setelah aku pergi, kau tak akan menangis lagi, oke?

Janji.

- Kau berjanji? - Janji.

Bagus, sekarang aku akan memberimu janji.

Aku akan kembali untukmu, oke?

Aku akan kembali, dan kita tak akan terpisahkan.

- Apakah kau berjanji? - Aku berjanji.

"Ayah berjuang untuk anak-anak mereka."

"Mereka hidup untuk memenuhi janji."

Aku akan kembali. Aku janji.

Aku akan kembali.

Iskenderun 1951

- Selamat datang, Saudaraku. - Berjumpa lagi.

Di Izmir aku disambut. Mereka senang sekali bertemu denganku.

Kau pulang sendirian. Aku tak menyangka kita bertemu lagi.

Aku ucapkan selamat pada kalian. Semoga berbahagia. Nuran mana?

Aku belum menerima kabar darinya.

Tak bisa datang, atau kalian menyiapkan kejutan?

Bukan hanya kami yang menikah, Suleiman.

Kami tak ingin kau mendengarnya, semoga kau mengerti.

Apakah benar yang kudengar?

Paman mendengar di radio.

Bagimu dunia sangat besar, tapi disini tak seperti itu.

Apa yang dia dengar? Kau bisa memberitahunya.

Katakan padanya bagaimana keadaannya. Kenapa kau diam saja, Nuran?

Apa aku pembohong, pengecut atau bajingan?

Tidak, kau bukan pembohong. Bukan pula orang jahat.

Kau bukan itu, Suleiman.

Jika kita berbicara tentangmu..

..kau harus berpikir mengapa tak kembali begitu lama.

Aku sudah memberitahumu. Tapi kau tak peduli.

Untukmu lebih penting gadis kecil itu..

..daripada wanita yang menunggumu di sini.

Aku memakai cincin ini.

Agar kau bisa puas mendapat medali baru.

Semoga Allah menyertaimu.

- Aku ingin kirim telegram segera. - Silahkan.

Ayah, aku telah kembali. Aku pulang.

Aku akan menikahi gadis yang kau pilih dan meninggalkan kota ini.

Puteramu, sembah sungkem.

Istanbul, 5 bulan kemudian

Selamat datang. Selamat datang, Nyonya.

Aku sudah memperbaiki rumah, seperti baru.

Nak, buang tulisannya. Mari, silahkan dilihat.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

- Kau tak makan sesuatu? - Aku tak punya waktu. Semoga harimu menyenangkan.

Kedutaan Korea Selatan, Istanbul

Komandan. Kedutaan masih tutup. Datanglah jam 9 am - 5 pm.

Ahmed. Hari ini aku pulang lebih awal, Semua sudah beres.

Mobil Mayor mogok di jalan, Komandan. Ini mendesak.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Kali ini setidaknya minum teh dulu.

- Aku ada pekerjaan, Nimet. - Kau mencari gadis kecil itu, bukan?

Dari Korea. Aku tahu tentang itu.

Duduklah berbicara, tenangkan diri. Kita akan buat keputusan bersama.

Aku tak tahu persis apa yang kau tahu.

Suatu malam saat kami dalam penyergapan, aku menemukan dia.

Apakah aku harus meninggalkannya?

Aku tak bisa melakukannya. Kau harus lihat betapa manisnya dia.

Wajahnya seperti sinar bulan. Kami beri nama Ayla.

Aku ceritakan semua, begitulah yang terjadi..

..tentang gadis kecil ini, Nimet.

Aku bangga dengan apa yang kau lakukan untuk gadis kecil itu, Suleiman

Inilah pria yang aku cintai.

Kita sudah menikah. Biarkan aku membantumu.

Bagaimana kau membantuku? Puterimu adalah puteriku juga.

Janjimu juga janjiku. Aku akan pergi ke beberapa institusi.

Jangan bilang kau tak lagi punya rencana. Tunjukkan aku caranya, aku akan belajar dengan cepat.

Aku seorang istri veteran perang.

Siapapun akan memperlakukanku dengan hormat.

Biar aku.

- Aku akan kabari dan memulai pencarian. - Terimakasih.

Silahkan.

Tn. Suleiman, seperti yang kau tahu, perang masih berlanjut.

Sulit untuk menemukan sesuatu.

Kami tak bisa menemukan anak bernama Ayla.

Tapi memang itu. Tak ada nama lain.

Demi Allah, Tn. Suleiman, kami tak mendapat informasi.

Kami akan terus berusaha.

Ini yang bisa kami lakukan dari jauh. Maaf.

Kami kirim pesan ke "Ankara School" dan menunggu hasilnya.

Semoga dapat jawaban secepatnya.

Kita punya kesempatan mendapatkan informasi dari mereka.

Tapi itu akan memakan waktu.

Kami akan menemukan anak itu.

Gadis kecil ini lupa namanya, Nimet.

Tapi jika tahu ayahnya mencarinya dia pasti jawab.

Dia belum lupa, aku anak perempuan, bisakah aku melupakan ayahku?

Aku harus minta ijin setelah perang usai.

- Aku harus mencarinya. - Butuh sebulan pergi ke sana.

Bisa dua bulan bolak-balik.

Bagaimana jika lebih lama? Harus ada jalan keluar lain.

Aku akan periksa semuanya. Seperti itulah kemungkinannya.

Jika negara tak sanggup, akan kutemukan sendiri.

Kau tak sendirian. Tenangkan dan cobalah tidur.

Tak lama sekali, Suleiman. Hanya sedikit lama.

Suleiman! Suleiman! Suleiman!

Suleiman!

Suleiman, tak apa-apa? Nimet, bagaimana?

Setelah 47 tahun

17 Agustus 1999 Gempa Bumi Marmara

Gempa yang terjadi pada 3:02 pagi..

..menyebabkan kerusakan besar di Izmir, Istanbul, Ankara,

..Eschisehir, Adapazar, Zonguldak dan Bolu.

Penduduk terbangun oleh goncangan dahsyat, dan kemudian mereka memenuhi jalanan.

Banyak bangunan hancur.

Goeljuk bahkan Yalam juga parah.

Entah berapa banyak korban..

Suleiman, mau kemana? jangan meninggalkan rumah.

- Ayah? Ayah, mau kemana? - Jangan khawatir, akan kulihat.

Suleiman. Anak-anak khawatir.

Dia juga anakku.

Suleiman...

Aku selamat dari perang dan tetap hidup..

Manusia berhenti memperhatikan kematian.

Seolah telah mengalahkan Izrail (Malaikat kematian).

Seolah kau memiliki banyak waktu, tapi..

..50 tahun berlalu.

Kita bisa mati kapan saja, Nimet. Tapi aku ingin memberinya ucapan.

Aku tak ingin mati sebelum menepati janjiku.

Korea telah datang. Orang yang berbudi. Masyaallah.

Mungkin Ayla datang ke rumah ayahnya untuk mengembalikan hutangnya.

Bagaimana, Paman Suleiman?

Apa gunanya?

29 Juni 2002 Korea Selatan - Turki

Tenang, jangan lari.

Ayah memandangi orang2 Korea. Karena pencarian selama bertahun-tahun.

Bagaimana menemukannya? Dia bisa pergi ke sana.

Sangat mudah? Tak ada uang atau kerabat disana.

Yang tinggal di sini saja tak bisa berkunjung, iya kan Bu?

Dia mungkin sudah jadi wanita tua..

..tapi Ayah terus saja seperti itu, tak mau mendengarkan kita.

- Jangan bicara seperti itu, lihat. - Dia mungkin sudah lama meninggal.

Pendapat orang bisa benar, Bu.

Ayah. Aku datang, Ayah.

Suleiman! Suleiman!

Beberapa wartawan dari Korea datang.

Meliput ulang tahun ke-60 persahabatan negara.

Mereka ingin membantu mencari Ayla.

Mereka ingin bertemu dengan kita.

Dengan rekan kami dari Korsel, Sung Jun.

Kami sedang mengerjakan pembuatan film Perang Korea.

60 tahun berlalu dan tak ada lagi yang diceritakan.

Untuk kehidupan veteran kami, tentang kejadian di sana.

Lihat, semua orang berbicara tentang apa yang terjadi di sana.

Semua berbicara bagaimana mereka berada diantara peluru.

Aku memberi tahu mereka, bahwa kita memiliki Sersan Suleiman..

..yang menyelamatkan seorang anak di sana.

Kami antusias. Kami akan membahas dengan rekan-rekan pembuat film.

Jadi mungkin kita bisa menemukan Ayla.

Jika Anda membantu kami, kami akan menemukan Ayla.

Apa yang kalian bicarakan tentang anak itu..

..adalah satu-satunya yang kuinginkan dari kehidupan ini.

Mereka mengatakan memberinya nama lain sebelum sekolah itu ditutup.

Jangan khawatir. Semuanya berbeda sekarang.

Ada catatan dan arsip. Apa Anda punya foto2 Ayla?

Tentu saja. Aku simpan di album dengan rapi.

Luar biasa. Itu yang kami butuhkan.

Jadi kami bisa mulai bekerja?

Seoul - Korea Selatan

Arsip Negara, Seoul

Dalam arsip, hampir semua telah dibakar.

Banyak sekali informasi yang hilang.

Pekerjaan kami rumit, karena Ankara School ditutup.

Nama Ayla tak berarti apa-apa. Kita cari tahu nama aslinya.

Kita bisa mencari siswa yang masih hidup saat ini.

Mungkin di antara mereka ada yang mengingat Ayla.

Aku memikirkannya. Kita cari daftarnya.

Asisten ku sedang menanganinya. Jieong!

Tn. Sung, ini daftar namanya.

Terima kasih.

Kita berhasil menemukan 6 siswa pada waktu itu.

Kita akan hubungi.

- Mereka saling bertemu setiap tahun. - Aku yakin mereka ingat Ayla.

- Kita harus menemui mereka. - Tentu saja.

Selamat malam, Paman Suleiman.

Kami menemukan alumni Sekolah Ankara di Korea.

Mereka belajar bersama Ayla.

Mereka berkata, "Ya, kami ingat dia."

Itu adalah tentara Turki.

Dia duduk diam di pojok dan tak melakukan apa-apa.

Dia tak mau bicara dengan mereka.

Dia hanya berkata, ayahnya akan datang untuknya.

Guru mereka mengajar di kamp Turki. Dan dia bergabung dengan mereka.

Berdiri di depan dan bernyanyi paling keras dari semuanya.

Dia berkata: "Ayahku akan bangga kepadaku, jika aku belajar lagu mars ini."

Paman Suleiman, ini baru permulaan.

Kami akan bertemu orang yang mengenalnya. Semoga dia masih hidup..

- Pasti hidup. - Kau sangat yakin masih hidup..

- ..mengatakan itu tak mungkin. - Diamlah.

Aku mohon diri.

Ny. Josge, dengar. Kau datang ke sini dan tak peduli kondisi ayahku.

Tubuhnya tak bisa bertahan.

Benar-benar tak akan bertahan. Aku tak ingin ini berlanjut.

- Mengerti. - Bagus.

Anakku, Puteriku. Apa yang kau bicarakan?

Mengapa kau mengatakan itu? Aku memiliki sebuah janji.

"Ayah berjuang untuk anak-anak mereka. Mereka hidup untuk memenuhi janji mereka."

Untukmu, adikmu. Tidak kah aku melakukan hal yang sama, hah?

Karena aku? Kau takut aku mati?

Ya Allah, putriku. Jangan takut.

Aku tak akan mati sebelum memenuhi janji.

- Hai. - Halo, Josge.

Kita menemukan Ayla. Kita benar2 menemukannya sekarang.

- Benarkah? - Ya.

Ini berita bagus, tapi kita harus bicara.

Oke, aku telepon lagi nanti di kantorku.

Kami sudah menghubungi teman2nya. Mereka saling bertemu selama 20 tahun.

- Mereka mengatakan namanya Kim Eunja. - Apakah yakin itu Ayla?

Kisahnya sama persis. Kami sudah teliti.

Sudah menikah, tapi sayang suaminya meninggal muda.

Lihat ini. Ini fotonya.

Wanita malang. Dia tak bisa menikmati hidup.

Agar tak menjadi beban siapa pun, dia bekerja keras selama hidupnya.

Pembantu di sekolah, Bagaimana menurutmu? Apakah kita beritahu Suleiman?

Hari ini putrinya menyebabkan masalah dan dia punya alasan.

Lihat, dua foto ini sangat mirip. Kita harus mencoba lagi.

Kita tak boleh menyerah.

Oke. Aku tiba dengan penerbangan pertama. Buatlah pertemuan dengan wanita itu.

Ayo bertemu dengannya.

Jika dia ingat Paman Suleiman setelah sekian lama, dan..

..merasa seperti berkumpul bersama. Itu akan jadi buah usaha kita..

..jika kedua orang ini bersatu kembali.

Monggo mlebet.

Benar! Ini Ayahku!

Ayah! Ayah! Ayah!

Bisakah aku melupakan ayahku?

Ayah..Apakah dia masih hidup?

Ayah..

Seoul, April 2010

Seoul telah menjadi begitu besar. Siapa yang tahu Aylaku..

Dia banyak menderita, Nimet. Dan aku tak ada di sana.

Ankara Park, Seoul

Itu kah Ayla?

Ayah! Ayah!

Ayah berjuang untuk anak-anak mereka.

Mereka hidup hanya untuk memenuhi janji mereka, aku janji.

Ayah!

Suleiman dan putrinya Ayla bertemu lagi setelah 60 tahun..

..pada 10 April 2010 di Seoul dan tak terpisah lagi.

Apakah itu Ayla?

Ayah!

Saat ini, 28 juta anak2 berada di bawah naungan UNICEF di seluruh dunia..

..yang seperti Ayla, dan telah menjadi korban perang,

1,5 juta dari mereka tinggal di negara kami.

Diterjemahkan oleh: kawulo Dari subtitle: - Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Terima Kasih

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.