Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku harus berjuang dengan perlawanan sengit.
Harus kuselesaikan perlombaan ini.
Aku harus yakin.
Aku
ini gila.
Ini bukan bercanda.
Aku memang gila.
Tak ada obatnya.
Ini sedang menjangkiti.
Penyakit ini,
tak ada harapan sembuh.
Kartun pada TV sebelumnya
itu bernama Super Clown. (Badut-Super)
Aku sungguh tak menyukai kartun ini.
Tapi pada adegan badut itu bertarung
telah membekas di benakku
sejak usiaku 8 tahun.
Semenjak hari itu
aku mendapatkan penyakit ini.
Aku selalu merasa ada badut yang bersarang dalam diriku.
Kapanpun emosiku kambuh, badut ini... akan keluar.
Otakku bagai terbenam dalam Vodka.
Otak ini berhenti berfungsi.
Orang-orang berubah menjadi
semua jenis makhluk aneh
dan mulai menyerangku.
terjemahan broth3rmax
Kata dokter ini suatu kelainan kejiwaan.
Aku tak percaya. Aku merasa hidupku
pasti ada koneksi misterius dengan badut-badut.
Di belakangku, orang-orang membicarakanku,
kata mereka
dalam kehidupan (nyata) aku juga seorang badut.
Itu tak penting. Yang penting adalah kau terus ingatlah ini:
Aku...
memang gila.
D U N I A B I N A T A N G
Zheng Kaisi.
Aku kasih tahu ya,
jika kau tak mau kerjakan ini, sana bilang sama manajer.
Jangan melamun terus.
Jika kamu gagal mencapai target bulan ini, kamu tak akan dapat bonus.
Kamu melamun lagi ya?
Tak sangka kau kangen aku separah ini.
Sedang apa kamu disini?
Langsung saja. Aku tak ada waktu basa-basi.
Pergilah ke Nicolas Town.
Pernah dengar? Areanya di pusat kota.
Kondominium mewah, lift pribadi, sirkulasi udara dan pencahayaan bagus.
Jualan rumah begini apa tak membuatmu tampak bodoh?
Kenapa kau anggap
aku mampu beli rumah?
Aku ada 1 kondominium suite seharga 12 juta.
Pemiliknya amat sangat butuh uang.
Dia mau menjualnya seharga 6 juta. Aku tak beritahu orang lain.
Bahkan sama bosku.
Tapi klienku ini maunya dibayar tunai. Aku sudah gadaikan apartemenku
dan aku mendapat 2 juta. Aku masih butuh sekitar 3 juta lagi.
Rumahmu...
siapa pemiliknya? / Tak usah berniat begitu.
Sangat mustahil. Sudah bertahun-tahun sejak ayahku meninggal.
Hanya rumah ini yang diwariskan pada kami.
Bagaimana mungkin kita menjualnya?
Bukan dijual. Kau gadaikan saja.
Buatku sama saja.
Jika ibuku bangun
dan mengetahui kalau aku menjual rumah itu, dia pasti mengusirku.
Ibumu sudah koma selama bertahun-tahun,
dia tak akan siuman.
Kenapa kau ini?
Kita akan dapat 6 juta dalam transaksi ini.
Ini transaksi yang bagus.
Kenapa aku memberitahumu? Aku turut menjagamu, kawan.
Kau telah merawat tanaman sayuran selama bertahun-tahun.
Tagihan obat.
Ongkos perawat. / Tak usah mengkhawatirkan ibuku.
Separohnya sudah dibiayai asuransi BPJS
dan soal perawat, Liu Qing membantuku.
Kau harus pikirkan soal Liu Qing.
Kau sendiri tak punya uang untuk menikahinya.
Aku kasih tahu satu hal,
kami tak pacaran. / Lalu kalian ngapain?
Kami berteman,
teman sekelas, tetangga lama.
Lalu kenapa kau simpan foto dia?
Kau anggap dirimu terlalu miskin
dan tak ingin mengajak dia menderita.
Tolong urus saja hidupmu sendiri
sebelum ke sini dan menasehati kehidupanku.
Bu Liu, udah terasa baikan?
Jauh lebih baikan.
Kau ini memang brengsek.
Kehabisan uang lagi?
Seribu. / Bukankah kamu udah terima bayaran yang ke-3?
Aku telat masuk kerja beberapa kali.
Mereka memotong bayarannya. / Kamu bisa lebih dewasa nggak sih?
Ya bisalah.
Maukah kamu pinjami aku uang?
Kepala perawat bilang jika kita tak bayar akan tidur di lorong.
Apa kau tak merasa sedih
jika ibu kita tidurnya di lorong ini? / Jangan selalu sebut dia "ibu kita".
Aku bukan istrimu.
Zheng Kaisi, aku sedang ada 6 pasien yang menunggu.
Jika kamu mau bertingkah brengsek, tolong lain kali saja.
Apa Liu Qing di situ? / Ya aku disini.
Aku butuh Gliserin, Enema.
Baik. Mohon ditunggu sebentar.
Menjijikkan.
Lepaskan celanamu.
Bantulah aku.
Kamu butuh ini atau tidak?
Butuhlah.
Cepetan. Ayo cepetan.
Jangan ketawa.
Keluar dari sini.
Apa yang kamu lakukan?
Apa kau tak tahu, dia itu mempermainkanmu? / Aku tahu, memang kenapa?
Ini memang tugasku. / Kalau gitu kamu harus berhenti.
Berhenti?
Siapa yang akan menafkahiku?
Qing.
Perawat.
Qing.
Ayolah jangan tinggalkan aku.
Pelan-pelan.
Sudah jangan pukul dia!
Jangan pukul dia! / Li!
Jangan pukul dia! / Kenapa kamu, Li?
Li! Jangan berkelahi.
Lihat, kau membuat Li ketakutan. Kenapa dengan dia?
Li.
Baiklah.
Mana kepala perawat?
Dalam kantornya.
Mau tidak kau jauhi Kaisi?
Dia selalu bikin masalah. Kenapa tak kau ingat-ingat itu?
Ayahmu sudah ngomong panjang lebar
agar kamu dipindahkan ke sini. Ini tak sepadan
jika posisimu diturunkan
gara-gara dia. / Bu Chen,
jangan berkata begitu. Dia tak akan jadi begini
jika bukan demi ibunya.
Dia dulu anak yang paling pandai di lingkungan kami. / Kamu selalu bela dia?
Pokoknya...
jangan salahkan Zheng Kaisi soal ini.
Kau boleh potong saja dari gajiku
jika ada yang minta ganti rugi.
Bagaimana andai Tn. Li tak selamat hari ini?
Kau bersedia disalahkan?
Dr. Ma sudah balik dari Prancis,
dan membelikanmu tas.
Ambil saja dalam lokerku sehabis giliran kerjamu.
Kamu simpan saja.
Nona muda, dia membelinya dari Prancis buat kamu.
Kenapa aku yang simpan?
Nanti SMS-lah dia,
dan bilang terima kasih, kalian saling mengenallah.
Ambil ini.
Aku tak lapar.
Sudah makan mie yang sama. / Terima saja.
Baru dari microwave. Nanti keburu dingin.
Aku harus berikan gajiku pada ayahku sekarang.
Hanya tinggal segini. Terimalah.
Aku tak butuh.
Barangkali besok saja.
Ada keracunan makanan massal hari ini
kondisinya ada kritis.
Itulah sebabnya ibumu tidur di lorong.
Tapi Bu Chen bilang kalau ini cuma sementara.
Liu Qing,
bila kau bertemu pria yang tepat buatmu,
menikah saja dengannya.
Aku sudah lama bertemu pria itu.
Tapi dianya tak mau menikahiku.
Ibu,
mungkinkah ini akan berakhir?
Ibu selalu yang paling tegar.
Sekarang kau di lorong ini
berapa lama lagi ibu bisa bertahan?
Bu, tanyalah kolega dan teman-temanmu
telah menjadi apa putramu ini?
Dia bahkan tak bisa membiayai pengobatanmu ini.
Maafkan aku, Bu.
Halo, ini Real-estate Good Guys.
Saya Li Jun, konsultan properti anda.
Halo?
Apartemen ini atas nama ibuku.
Apa bisa?
Sudah beres.
Berikan sertifikat rumahnya.
Biar kubaca lagi kontraknya. / Tulisannya bahasa Inggris.
Apa kamu ngerti Inggris? Jangan khawatir,
pengacaraku sudah pastikan ini tak ada masalah.
Sempurna. / Big-Shrimp. (Udang-besar)
Bila kamu macam-macam,
akan aku buat perhitungan denganmu.
Bila aku macam-macam,
ayahku akan membunuhku,
dalam sekejap.
1 pak rokok. Yang kuning.
Nona, lihat ini.
Ini aku buat sendiri.
Mohon beli ini. / Tidak terima kasih. / Masing-masing 2 Yuan.
Tidak. / Bagaimana menurutmu?
Ini bagus.
Lihat-lihatlah. Semua ini kubuat sendiri.
Harganya 2 Yuan. 5 Yuan dapat 3.
Biar kuambilkan kembaliannya. / Tak usah.
Halo, ini Real-Estate Good Guys.
Saya Li Jun, konsultan properti anda.
Sungguh maafkan aku, sobat. Akan kulakukan apapun untuk menebus kesalahanku.
Jika aku ada kesempatan...
Sungguh maafkan aku, sobat. Akan kulakukan apapun untuk menebus kesalahanku.
Jika aku ada kesempatan...
Apa hubunganmu dengan Li Jun?
Kami berteman.
Begini masalahnya. Dia sudah dipecat.
2 bulan lalu.
Dia mencuri stempel dari keuangan
Menggelapkan uang mukanya seorang klien
lalu dia menghilang. Perusahaan kami...
Halo? / Kamu di tempat yang salah.
Siapa ini?
Berdirilah
lalu dekatilah jendela sebelah kirimu.
Ini dulu lagu kesukaannya istriku.
Bagaimana pendapatmu?
Jangan khawatir, Tn. Zheng.
Itu cuma sistem penerjemah cepat
agar percakapan kita lebih efisien.
Sekarang, mari langsung bicarakan bisnis.
Aku Anderson, pria di sebelahmu itu Ando.
3 hari lalu, kamu menggadaikan rumah ibumu.
itu jaminan untuk temanmu Li Jun.
atas pinjaman 6 juta Yuan dari perusahaan kami.
Di luar 6 juta Yuan ini, 2,75 juta adalah bunga pinjamannya.
Yang dipinjam Li Jun sebelumnya.
Sisanya 3,25 juta,
sekitar 2 jam 45 menit lalu
Li Jun menghabiskannya semua di sebuah kasino
di Macau. / Apa?
Akan kujawab semua pertanyaanmu nanti.
Sekarang dengarkan aku saja.
Total nilai rumah ibumu adalah 2.765.327 Yuan.
Sekarang coba kita hitung jumlahnya
jika kau bersedia, ikuti sesuai Artikel 3 Bab 5.
Ya Tuhan.
Berdasarkan standar gajimu saat ini
kau harus lakukan 4 pekerjaan
dan kerja selama 30 tahun untuk melunasi hutang ini.
Dan perhitungan ini diasumsikan kamu tak mengkonsumsi minuman keras.
Tentu saja, ini juga tak bisa membuatmu terus membayar
tagihan pengobatannya ibumu.
Baiklah. Jika kau ada pertanyaan, kau boleh bertanya sekarang.
Aku ingin bicara sama Li Jun.
Tidak. / Lalu kenapa aku harus mempercayaimu?
Sungguh aku minta maaf, sobat. Akan kulakukan apa saja untuk menebus kesalahanku
Jika aku ada kesempatan...
Kurasa temanmu tak ada waktu
menjawab telponmu sekarang.
Rupanya temanmu tak bisa bayar hutangnya.
Jadi hutangnya akan menjadi hutangmu.
Betul begitu 'kan?
Begini, aku harus katakan bahwa
kamu sangat beruntung.
Membuatku iri.
Waktumu tepat
untuk ikut pelayaran tahunan kami di kapal pesiar Destiny
dalam 3 hari kapal ini akan berangkat dari Arakamakesa...
Sial! Aku tak pernah bisa mengucapkan nama pulau ini dengan satu tarikan napas.
Pulau Arakamakesabono.
Ya betul.
Kapal akan meninggalkan pulau ini
dan berlayar ke perairan internasional.
Akan ada banyak orang sepertimu di atas kapal itu.
Kalian semua akan memainkan suatu permainan.
Dan jika kau beruntung,
pinjamanmu akan dihapus.
Bahkan jika mainmu bagus,
kau bisa meninggalkan kapal dengan membawa uang banyak.
Tentu saja, jika kau tereliminasi dari permainan,
kamu harus tunduk dengan peraturan kami.
Permainan macam apa itu?
Kau akan tahu saat berada di kapal.
Waktumu 1 menit pas untuk memikirkannya.
Naiklah ke kapal
atau kerja keras selama 30 tahun.
Apa akibat paling buruknya? / Shh...
Siapa yang akan menafkahiku?
Aku sudah lama bertemu pria itu.
Semoga beruntung, Tn. Zheng.
Aku mau bepergian urusan bisnis. Tolong jaga ibuku.
Ini catatan riwayat pengobatan ibuku, kartu [..] / Buat apa paspor ini?
sudah kubilang aku mau bepergian untuk urusan bisnis.
Jangan bohongi aku.
Kamu kerja pada siapa, yang menyuruhmu ke luar negeri?
Kamu ini terlibat dalam masalah apa?
[..] Apa ini pelarian?
Tempo hari aku melihat Li Jun.
Siapa pria yang pakai baju hitam?
Apa dia mafia?
Kenapa kau ketawa?
Ini untukmu.
Ini memang murah, tapi hanya ini yang kupunya.
Kuserahkan ibuku padamu.
[..] Jika aku tak kembali dalam seminggu,
lepaskan saja alat pernapasan ibuku.
Zheng Kaisi.
Maukah kau
jangan pergi? Jika kamu butuh uang,
akan kuusahakan semampuku.
Satu minggu.
Jika aku kembali,
aku tak akan meninggalkanmu lagi.
Jika aku tak kembali,
jangan sia-siakan waktumu menunggu aku.
Lanjutkan saja hidupmu. / Aku bisa lanjutkan hidup
jika kau rubah niatmu untuk pergi.
Maka akan kurubah niatku untuk menunggumu.
Sampai pada saatnya aku mati.
Liu Qing,
kondisi gawat di ranjang 16! / Ya sebentar!
Cepetan! / Jangan pergi.
Tetaplah disini kita belum selesai.
Jangan pergi.
Serahkan urusan lainnya pada kami.
Kalian tidur saja.
Saat kalian bangun,
kalian akan sampai ke tujuan.
Ini obat bius yang kami kembangkan.
Bisa membantu kalian tidur nyenyak.
broth3rmax
Perhatian seluruh penumpang,
mohon melapor ke geladak utama.
Harap diperhatikan, kalian akan selalu diawasi.
Dilarang melakukan tindak kekerasan selama permainan.
Penilaian Wasit hanya berdasar pada rekaman CCTV.
Perhatian seluruh penumpang...
mohon melapor ke geladak utama.
Harap diperhatikan, kalian akan selalu diawasi.
Dilarang melakukan tindak kekerasan selama permainan.
Wasit yang adil hanya berdasar pada rekaman CCTV.
Perhatian seluruh penumpang...
mohon melapor ke geladak utama.
Harap diperhatikan, kalian akan selalu diawasi.
Dilarang melakukan tindak kekerasan selama permainan.
Wasit yang adil hanya berdasar pada rekaman CCTV.
Perhatian semuanya. Pertama biar kuberi beberapa informasi pada alat dengar penerjemah kalian.
Jika kalian ingin orang lain mendengarmu,
tambahkan saja nomor ini pada saluranmu.
Selanjutnya mari kita bahas tas yang kalian bawa.
Itu berisi 12 kartu
bergambar batu, gunting atau kertas.
4 kartu untuk masing-masing gambar.
Tas kalian juga berisi 3 bintang 5-point
yang harus kalian pakai di lengan.
Aturan permainan ini adalah sama dengan yang selalu kalian mainkan.
Mohon perhatikan demonstrasi ini.
Cek.
Cek. / Batu mengalahkan Gunting.
Gunting mengalahkan Kertas, dan Kertas mengalahkan Batu.
Kamu menang. / Yang kalah akan kehilangan 1 bintang.
Pada setiap akhir permainan,
wasit akan mengembalikan kartu pada kotak buang.
Tentu saja bila kedua pemain memilih kartu yang sama,
pertandingannya seri.
Dan tak ada yang kehilangan 1 bintang.
Sekarang di atas kepala kalian akan terus ditampilkan
angka-angka terbaru dari 3 kartu berbeda yang tersisa.
Permainan akan berlangsung selama 4 jam.
Setiap pemain mempunyai 12 kartu,
dan 3 bintang.
Untuk bisa menang, kalian harus memainkan 12 kartu dalam permainan
dan masih memiliki setidaknya 3 bintang.
Setelah 4 jam berakhir,
kalian akan dieleminasi berdasarkan alasan berikut.
Pertama, kalian punya kurang dari 3 bintang,
kalian kalah.
Kedua, kalian punya 3 bintang, tapi gagal memainkan semua kartu,
kalian kalah.
Ketiga,
kalian punya kurang dari 3 bintang dan masih memegang kartu,
kalian kalah.
Bintang dan kartu boleh saja di pindah atau ditukar sukarela.
Jadi tolong ingat syarat-syarat untuk menang.
Saat berakhirnya permainan ini,
kalian punya paling tidak 3 bintang tapi tak menyisakan kartu.
Tentunya, bila kalian kehilangan 3 bintang di awal permainan,
kalian dianggap sebagai yang tereleminasi awal.
Kartu tersisa dari pemain yang tereleminasi
akan ditaruh di kotak buang oleh wasit.
Apa yang terjadi jika aku tereleminasi?
Kau akan tahu sendiri jika kau yang tereleminasi.
Dan dengan baik hati aku hanya bisa menyarankan
bahwa hasil elemininasi,
mungkin akan lebih sengsara dari yang kalian bayangkan.
Jika kalian bisa bertahan dalam permainan ini,
hutang kalian akan dihapus.
Selama permainan, kami juga sediakan kesempatan untuk pinjaman lagi.
Jika perlu, kalian bisa mengajukan pinjaman di sana.
Tapi ingat, kalian hanya berkesempatan sekali pinjam,
yang juga berbunga permenitnya.
Tuan-tuan, kita disini tak ada golongan, tak ada negara, tak ada moral,
dan batasan sosial yang mengikat kalian.
Kalian bisa dengarkan saja naluri kebinatangan kalian.
Dan kalian lakukanlah
yang perlu kalian lakukan.
Baiklah, semuanya.
Selamat datang di "Animal World".
Mari kita mulai permainannya!
"DESTINY"
No. 62, tereliminasi pertama malam ini,
terakhir dikalahkan oleh No. 29.
Orang Cina 'kan?
Aku Zhang Jingkun.
Zheng Kaisi.
Apa kau tahu kenapa ada banyak kamera?
Kita disini bermain batu, gunting, kertas,
dan banyak orang kaya berada di atas
yang menyaksikan secara langsung dan bertaruh pada kita.
Coba pikir,
mereka membawa kita dari seluruh dunia ke sini.
Pasti butuh biaya besar untuk menerbangkan kita ke sini.
Bagaimana keuntungannya? Mereka butuh orang-orang kaya ini.
Bukan pertama kalinya aku ke sini.
Dan aku kasih tahu, banyak pemain yang bukan pemula.
Tiap orang disini punya tujuan sendiri-sendiri.
Tujuanku agar hutangku bisa dihapus
dan meninggalkan kapal ini secara utuh. (Selamat)
Ini jauh dari asal kita.
Kita harus keluar secepatnya.
Siapa memang yang tak ingin keluar?
Aku bisa pergi jika kuberikan semua kartuku padamu.
Kau mau menerimanya?
Jangan lupa, itu permainan seri jika kita memilih kartu yang sama.
Tentu saja bila kedua pemain memilih kartu yang sama,
tak ada yang kehilangan 1 bintang.
Dengan aturan ini,
jika kita bisa temukan partner yang tepat, kita pasti bisa keluar dari kapal hidup-hidup.
Sayangnya, umumnya orang-orang ini serakah.
Itu sifat alami manusia.
Aturlah kartu dengan urutan yang sama seperti kartuku.
Gunting, batu dan kertas. Dibagi menjadi 4 grup.
Jika kau berubah pikiran, temui aku di Meja 6.
Mainkan kartu sesuai urutan ini.
12 seri. Kita akan selesaikan dalam 3 menit.
No. 22, tereliminasi,
terakhir dikalahkan oleh No. 50.
Cek.
Cek.
Seri.
Cek.
Cek.
Seri.
Cek. / Cek.
Seri.
Cek.
Seri. / Cek.
Seri. / Cek.
Seri. / Cek.
Kau menang.
No. 17, tereliminasi,
terakhir dikalahkan oleh No. 19.
Maaf, sobat.
Aku mengacaukan urutannya secara tak sengaja.
Jangan khawatir.
Ronde selanjutnya, kau mainkan "batu", dan aku mainkan "gunting".
Kau akan peroleh kembali bintangmu.
Ayo.
Cek.
Cek.
Kau kalah.
Kau curang. Dia curang!
Wasit, dia curang. Wasit, dia...
Ketika orang kulit putih itu menjelaskan soal aturannya,
apa dia mengatakan soal "tak boleh curang"?
Tenanglah. Kau bisa beli bintangnya kembali
saat permainan berakhir.
Siapkan saja uangmu.
No. 31, tereliminasi,
terakhir dikalahkan oleh No. 20.
Zheng Kaisi...
Zheng Kaisi...
Zheng Kaisi...
Zheng Kaisi...
Zheng Kaisi.
Zheng Kaisi.
Li Jun.
Kenapa kamu disini?
Memang aku harus kemana lagi?
Kau harus mampus!
Kau pembohong! Kau tukang bohong! Kembalikan sertifikat rumahku!
Kami berteman.
No. 52, tereleminasi.
Terakhir dikalahkan oleh No. 46.
Aku ini penjaminmu.
Jadi mengapa kamu disini?
Aku ingin menjajal keberutunganku.
Jika aku beruntung,
bisa kutebus kembali rumahmu.
Andai aku tahu kamu menyeretku ke dalam masalah apa,
harusnya kudorong saja kau dari atas balkonku.
Dan membunuhmu! / Aku tak akan mengeluh jika kau membunuhku.
Tapi aku tak mau mati tanpa berjuang.
Jika mereka mencoba membunuhku.
Kurasa mereka tak akan berani membunuh kita.
Yang benar saja, sobat.
Kita sekarang ini berada di perairan internasional.
Mereka membunuh dan membuang mayat kita dari kapal, dan tak akan ada yang tahu.
Siapa yang akan melunasi hutangnya bila mereka membunuh kita?
Apa mereka itu bodoh? / Lihat cermin yang di sana itu?
Semua yang tereliminasi terkurung dibalik cermin itu.
Mereka menyebutnya ruang gelap.
Semua yang berada di dalamnya tak punya kesempatan bisa keluar
selama 10 menit terakhir.
Jika tak ada orang yang mengeluarkanmu,
kau akan dibawa ke dasar kapal.
Ada sebuah lab medis,
dan kita akan membayar hutangnya sebagai tikus percobaan.
Siapa yang memberitahumu? / Salah seorang yang ada dalam kurunganku.
Dia sudah ke sini 3 kali.
Bagaimana kau bisa kenal mereka?
Aku pergi ke Macau ikut perjalanan perusahaan.
Aku kehilangan semuanya di kasino itu.
Mereka menghampiriku
dan meminjamiku uang tanpa jaminan.
Tapi bunganya dihitung harian.
Saat itu tak ada cara lain, kecuali menjual apartemennya ayahku.
Tapi aku tak bisa mengundurkan diri dari masalah itu
jadi aku mengambil dari uang-mukanya seorang klien
dan pergi ke Macau lagi.
Aku kehilangan semuanya.
Makanya kau berniat menipuku?
Kukira saat itu akan jadi
giliranku untuk menang.
Sekarang ayahmu tinggal dimana?
Di panti jompo.
No. 11 tereliminasi.
Terakhir dikalahkan oleh No. 57.
SISA WAKTU 01 JAM 58 MENIT...
Waktu kita kurang dari 2 jam.
Kita tak akan mati disini.
Masing-masing kita punya 1 bintang.
Kita tak bisa terus begini.
Tak ada ruang untuk kesalahan.
Kita harus cari seseorang
yang punya 2 bintang
yang tak punya kartu.
Kita akan gunakan salah satu dari 2 bintangnya
sebagai cadangan.
Aku bertemu orang itu.
BINTANG = 2, KARTU = 0
Tak mungkin.
Bagaimana kalau kamu menipu aku?
Kau tak punya kartu sama sekali.
Kau punya kesempatan lebih baik bersama kami
dari pada tak berbuat apa-apa.
Aku tak punya kartu lagi,
tapi nanti aku bisa beli bintang.
Orang-orang itu,
mereka semua punya rencana yang sama. Apa kamu yakin uangmu cukup?
Baiklah kalau begitu. Ayo tunjukkan
semua kartumu.
Baik, aku mempercayaimu kali ini.
Baik, aku mempercayaimu kali ini.
Cek.
Cek.
"KERTAS"
"GUNTING"
Terima kasih atas bintangmu.
Kau kalah.
BINTANG = 1, KARTU = 0
Dasar pencuri!
Bro, aku mohon.
Tolong jangan tinggalkan aku disini.
Aku... hanya punya 1 bintang sekarang.
Aku tak mau jadi budak.
Budak?
Jika kamu kalah, kamu akan mati.
Tidak!
Aku harus pulang. Aku harus keluar dari kapal ini.
Putriku...
putriku sedang menungguku di rumah.
Lihat, ini putriku.
Kumohon...
Siapa yang merawat dia sekarang?
Ibuku.
Ibuku kedua matanya katarak. Dia nyaris buta.
Bahkan dia tak bisa masak. / Siapa namamu?
Meng Guoxiang.
Kalian boleh memanggilku Meng Gendut.
Kaisi.
Jangan bersikap lunak.
Dia sudah mencuri kartu kita. Kau tak akan mempercayai dia 'kan?
Sobat, aku tak bermaksud mencuri kartumu.
Aku sudah kena tipu berkali-kali.
Selain itu, kau punya 4 "gunting" dan 1 "kertas".
Siapapun pasti akan curiga.
Mengapa?
Itu tak masuk akal.
Secara wajar, orang akan punya setiap jenis kartu seimbang jumlahnya.
Tapi hampir semua kartumu itu "gunting".
Bagaimana kalau seseorang melihatnya?
Kalian akan menjadi sasaran.
Dia ada benarnya.
Jika kamu bilang sama orang lain,
kau mampus. / Shh...
Setiap orang punya 12 kartu,
1 gunting, 1 batu, dan 1 kertas dalam satu grup kartu,
dibagi menjadi 4 grup.
Anggap saja kita memainkan kartunya seimbang
tak peduli bagaimana urutan kartu saat dia mengeluarkan 3 kartu pertama,
dia akan memainkan 1 kartu untuk setiap jenis kartu.
Jika ronde selanjutnya,
dia memainkan "gunting" dan "batu",
dan berharap bisa menjaga jumlah jenis kartunya seimbang
untuk ronde yang ke 3,
dia pasti akan memainkan "kertas".
Tidak juga.
Jika seseorang memainkan kertas-gunting-kertas untuk 3 kartu yang pertama,
dan batu-kertas-batu untuk ronde selanjutnya,
jenis kartunya jumlahnya masih tetap seimbang.
Sobat, logikamu cukup aneh.
Jika dia memainkan sesuai caramu itu,
ketika kartunya sisa 3,
dia hanya punya 2 jenis kartu.
Ya, kau kalahkan aku, tapi teruskan saja.
Lagipula aku sudah menyalin perhitungan "kertas"mu.
Kalian carilah seseorang yang kartunya sisa 9.
Awasi terus dia. Jika dia memainkan "batu" dan "gunting" dalam 2 ronde berikutnya,
segera beritahu aku.
Urutannya tak penting. Pergi dan carilah orang ini.
Aku akan cari pinjaman, barangkali kita bisa beli 1 bintang sebagai cadangan.
500.000.
500.000 dolar?
Sebanyak ini? / Kita harus ada persiapan.
Kita sudah temukan orang itu. Gendut sedang membuntuti dia.
Yang mana?
Yang brewokan sebelah sana.
No. 71 tereliminasi.
Terakhir dikalahkan oleh No. 23.
Tak ada waktu untuk beli bintang lagi.
Kita harus jajal keberuntungan kita.
Kukasih tahu, Gendut, pinjaman ini,
kita bagi rata.
Baiklah.
Mau main?
"NO. 72"
Tentu pecundang.
BINTANG = 5, KARTU = 7
No. 8 tereliminasi.
Terakhir dikalahkan oleh No. 35.
Cek.
Cek.
"GUNTING"
"KERTAS"
Hey!
Kamu pecundang berbintang 1, jangan senang dulu.
Bintang 1 ini akan menyelamatkanmu dari bandar
tidaklah lama. Itu saja.
Tunggu.
Kau yakin kami akan mampus?
Berani bertanding 1 ronde lagi?
Kau gila ya? / Jangan ikut campur.
Kau ikut?
Aku punya 1 syarat.
Aku mau main 3 ronde denganmu.
Terutama 3 kartu di tanganmu.
Tak boleh mengganti 3 kartu itu.
Kaisi, kita tak harus bermain dengan dia. Kita bisa cari pemain lain yang punya 9 kartu.
Ya benar, kita harus berhenti.
Aku terima.
Cek.
Cek.
"BATU"
"GUNTING"
Kau menang.
Ini tak akan berakhir baik buat kita.
Jika kita kalah 2 ronde selanjutnya
2 diantara kita akan masuk ruang-gelap.
Bisa tidak kau suruh dia pura-pura saja?
Coba pikir.
Kenapa dia tiba-tiba mau main 3 ronde berturut-turut
dengan syarat aku tak ganti kartu,
ketika dia tahu sisa kartuku tinggal 3.
Aku menduga...
Tidak, setelah dia menang duluan,
aku yakin,
dia menggunakan cara kartu seimbang.
Itu pemikiran yang lazim,
membuat dia percaya 3 kartu di tanganku ini
juga jenisnya seimbang,
masing-masing bergambar gunting, batu, kertas,
tadi aku memainkan "gunting",
jadi dia yakin kalau
sisa kartuku adalah 1 batu, 1 kertas.
Selama dia memainkan "kertas" dua kali,
dia akan menang paling tidak 1 bintang.
Itulah alasannya dia mau main denganku 3 ronde.
Tapi dia tak pernah bayangkan,
kalau kartu yang kita miliki,
semuanya bergambar gunting.
Apakah kau paham atau tidak,
jangan mengangguk, atau menampakkan ekspresi wajah.
Dan
tutup mulutmu.
Sudah berubah pikiran?
Cek.
Cek.
"KERTAS"
"GUNTING"
Sialan! / Kau menang.
Cek.
Cek.
"KERTAS"
Kejutan.
Perhatian, permainan dijeda.
Tuan-tuan, apa penjelasanku soal aturan permainan kurang cukup jelas?
Kubilang kartu kalian harus dimainkan semuanya selama permainan.
Orang ini, mencoba membuang kartunya ke dalam toilet.
Setiap kartu bisa dilacak.
Jangan sok pintar.
Kurasa dia masih punya 3 bintang,
sayangnya,
dia juga dianggap tereliminasi lebih cepat.
Permainan ini waktunya masih tersisa 1 jam 15 menit.
33 peserta sudah menyelesaikan permainan.
25 diantaranya telah terdaftar dalam area aman
di lantai 2 dengan 3 bintang.
Masih tersisa di lantai ini totalnya 70 orang
dan rata-rata peserta masing-masing memiliki 5,55 kartu
dan 2,8 bintang.
Dibandingkan dengan para peserta kami dari tahun sebelumnya,
penampilan kalian sangat menyedihkan.
Ingat, satu-satunya cara untuk melindungi diri kalian sendiri
adalah mengeliminasi peserta lain dengan cepat.
Semoga berhasil.
Ringkasan permainan.
broth3rmax
Habislah kita. Mereka sudah membunuh dia.
Jika kita kalah, kita akan mati.
Apa yang harus kita lakukan?
Sudah, hentikan.
Kau terlalu banyak bicara.
Kaisi, setiap menit kartu semakin sedikit.
Sekarang saatnya atau tidak sama sekali.
Tidak, tidak, tidak.
Kurasa
kita harus simpan uangnya untuk beli bintang di akhir permainan.
Kita butuh 4 bintang lagi untuk bisa bertahan,
tapi tiap peserta rata-rata memiliki kurang dari 3 bintang sekarang.
Tapi jika kau beli kartu denga uang itu,
kartu jenis mana yang bisa menjamin keselamatan kita?
"Batu".
Lihat itu.
Kertas paling sedikit, yang sebelah kiri,
gunting yang paling banyak.
Mikirlah dengan cara begini,
ketika permainan ini dimulai,
semua jenis kartu mulai menurun.
Ketiganya bagai 3 sumbu yang menyala.
3 jam kemudian,
rasio semua kartu terlihat seperti ini.
Jika kartu menurun dalam kecepatan yang sama,
di waktu yang tersisa,
"kertas" akan jadi yang pertama habis.
Dalam situasi ini,
jika kita hanya punya "batu",
kita tak pernah bisa kalah.
Ya betul.
Kesempatan kita menang lebih besar,
lupakan saja 4 bintang.
Kita tak bisa lakukan ini sendirian.
Tak ada yang mau main dengan kita jika mereka tahu.
Kita harus cari pemain yang punya 3 bintang
dan suruh mereka membelikan "batu" buat kita,
sebagai imbal baliknya, kita bayar mereka,
dan mengambil semua kartu mereka yang tersisa.
Dengan begitu, mereka akan aman pergi ke lantai dua.
setelah mereka pergi,
tak ada orang disini tahu rencana kita yang menimbun "batu".
Menyewa orang untuk membeli kartu buat kita apa melanggar aturan?
Kita sudah di permainan ini selama berjam-jam, apa kau tak perhatikan tak ada aturan sama sekali?
Wasit buta terhadap kecurangan,
dia 'kan orangnya?
Si kulit putih itu, hanya memberi istilah eliminasi.
Apapun yang tak disebutkan, diperbolehkan.
Selama saat permainan berakhir,
kita masing-masing paling tidak punya 3 bintang,
dan tak ada kartu tersisa di tangan,
maka kita bisa keluar dari kapal dengan aman.
30 "batu".
2 "gunting", 4 "kertas".
Apa kita butuh gunting dan kertas lagi?
Apa kita harus beli lagi?
Tak perlu.
Ini sudah bagus.
Ada apa?
Kambing Hitam Skotlandia.
Kisah matematika terakhir yang diceritakan ayahku.
Ayahnya dulu adalah guru matematika kami.
Aku mulai memikirkan soal itu,
sejak pertama kita mulai membeli kartu.
Kubus rubik ini,
apa warnanya? / Merah.
3 turis pergi ke Skotlandia sama-sama, dan melihat kambing hitam.
Orang pertama berkata, semua kambing di Skotlandia berwarna hitam.
Orang kedua berkata, hanya kambing hitam yang lebih banyak di Skotlandia.
Orang ketiga berkata, tak satupun kalian yang akurat.
Yang kita katakan disini sekarang, dari sudut pandang kita
kambing punya satu sisi hitam.
Ketika kita begitu yakin akan sesuatu,
kita mengabaikan keseluruhan gambar.
Begitulah cara orang itu
mengalahkan kita tadi.
Dia hanya sendirian.
Kita bertiga.
Setidaknya ada 3 sudut pandang berbeda.
Ya benar, 3 kepala lebih baik dari 1 kepala.
Bawa ini.
Kau simpan saja.
Kau tak keberatan 'kan Gendut?
Tak keberatan.
Kita harus saling percaya.
Jika kita ingin selamat.
Ini soal waktu.
Gendut, kau terus awasi pada perhitungan kartu.
Ketika hanya tersisa 2 kartu kertas,
itu jadi isyarat kita.
Karena kita punya 2 bintang
sebagai cadangan.
Tn. Anderson, ada orang yang memborong kartu.
Tiap tahun. Tiap tahun selalu saja orang munafik bodoh.
Orang-orang ini...
Orang-orang inilah yang paling membutuhkanku
untuk merubah mereka.
Tiap kali kubertanya padamu
apa yang terjadi pada ultahmu ke-8,
kau jawab bahwa kau lupa.
Yang bisa aku ingat adalah
Kambing Hitam Skotlandia.
Dan ingatan-ingatan yang berceceran.
Saat itu ada orang yang bersiul.
Bersiul?
Itu membuat bulu kudukku berdiri
kapanpun aku memikirkannya.
Aku harus berjuang dengan bertarung hebat.
Harus kuselesaikan lomba ini.
Aku harus yakin.
Semenjak itu...
kapanpun aku mulai emosi, aku jadi gila.
Tak bisa kuhilangkan badut itu dari ingatanku.
Jujur saja,
aku tak tahu apakah ingatanku ini
nyata atau tidak.
Jadi...
Pak tua, kita kehabisan waktu.
Kartumu masih tersisa banyak,
kau tak akan bisa keluar tanpa rencanaku.
Kau butuh uang untuk putramu 'kan?
Jika kau tak berhasil...
Ayo kita ke tempat lain saja.
Ayo.
Ada yang tak beres.
Kalian harus melihatnya.
Agak lama kartu "kertas" tidak berubah,
sedang hanya "gunting" yang menurun.
Proporsinya tak sama lagi.
Kalian lihat itu? Gunting menurun kelipatan dua, berpasangan.
Seri.
Gunting menurun dengan cepat. / Terlalu banyak permainan seri.
Tiap pertandingan mengambil 2 gunting.
Mengapa ada banyak pengambilan kartu secara tiba-tiba?
Menurut bayangan kita,
kertas harusnya jenis kartu yang akan habis.
Kita menimbun kartu "batu".
Agar batu tak menurun.
Pemakaian jenis kartu lain harusnya tak berpengaruh.
Tapi sekarang gunting menurun drastis
dengan banyaknya penarikan.
Hanya ada satu kemungkinan,
yaitu...
ada 2 orang yang menggabungkan kartu "kertas".
Sial.
Ada yang menimbun kartu seperti kita.
Mereka ingin memborong kartu kertas yang tersisa.
Kaisi, apa rencanamu? Kita harus lakukan sesuatu.
Hanya tinggal 2 gunting yang tersisa. Jika kita terus menunggu...
"batu" yang kita miliki tak akan berguna.
Kita tak boleh menunggu lagi.
Aku harus bermain sekarang.
Aku juga.
Mau bermain?
Ayo main.
Baik.
Cek.
Cek.
Cek.
Kau kalah.
No. 14 tereliminasi.
Terakhir dikalahkan oleh No. 25.
Hey.
Apa kabar?
Aku Luca.
500.000.
2 orang yang di belakang dia itu
yang memenangkan bintang dari kita.
Cek.
Sepertinya
kita menjadi mangsa.
Aku melihatmu meminjam 500.000 dolar
saat separuh waktu berlalu.
Sungguh tindakan yang berani, banyak sekali orang disini pasti memperhatikanmu.
Kami bergerak cepat.
Mengetahui kau menimbun "batu",
dengan cepat kami memborong "kertas".
Boleh kami beli bintangmu yang banyak itu?
Aku bisa menjual 1 bintang padamu.
Jika kau main denganku 1 ronde.
Berapa harganya?
400.000 dolar.
Aku tahu kau menghabiskan 100.000 untuk membeli kartu.
Begini saja. Kami akan pinjam uang lagi
dan kau jual bintangmu yang berlebih itu padaku?
Kami kesini bukan untuk menjual bintang, paham?
Semua orang tahu harganya pasti akan terus meninggi
setelah permainan ini berakhir.
Aku mengkhawatirkan soal
mungkin kau tak berani main denganku dengan hanya punya 1 bintang.
Jadi, aku jual 1 bintang padamu sebagai cadangan.
Jual 3 bingtang padaku,
maka aku bisa bermain 3 ronde denganmu.
Kau lihat ini.
1 kartu hanya untuk 1 permainan.
Tak penting apakah kau kalah atau menang,
kita telah selesai.
Baiklah.
1 ronde, untuk 3 bintang.
Apa mesin penerjemah ini tak berfungsi?
Sudah kubilang aku tak mau menjual 3 bintang.
Aku tak pernah berniat membeli bintangmu.
Yang kuinginkan adalah
mempertaruhkan 3 bintang kami
dengan bintang tambahanmu.
Kau ini gila! Apa kau tak waras?
Kita tak punya banyak waktu.
Kita butuh 6 bintang lagi,
apa ada pilihan lain?
Aku tak setuju.
Aku setuju.
Jika bukan karenamu,
aku sudah berada di ruang-gelap.
Hidupku tergantung padamu.
Teman-teman,
jangan buang-buang waktu lagi, mengerti?
Lakukan saja seperti kataku. 1 permainan, 1 bintang.
Gampang 'kan. / 2 bintang.
Ditambah bintangku.
3 bintang, bilang sama mereka.
Kau harus berusaha apapun resikonya.
Bagaimana menurutmu?
No. 13 tereliminasi.
Terakhir dikalahkan oleh No. 34.
Baiklah. 3 bintang dan semua uangmu.
Jika kau setuju, kita bisa main.
Ayolah.
Jika kau kalah, uang tak ada gunanya buatmu 'kan?
Baik.
Cek.
Tunggu, tunggu. / Wasit,
permainan ini harusnya tak boleh diganggu
setelah kau melakukan "cek", betul? / Aku tak berniat menghentikan permainan, paham?
Aku hanya ingin mengganti kartu ini. / Tidak.
Ada apa bos?
Entahlah.
Firasatku tak enak saja.
Firasatnya tak enak.
Maka itu membuktikan penguranganku
mungkin saja benar.
Ketika dia mengeluarkan kartu dari sakunya,
aku tiba-tiba sadar
mereka pasti punya sejumlah kartu
yang tak lazim.
Jika ini seri,
mereka bisa menghabiskan kartunya
dengan sengaja menyamakan kartu dengan kelompok mereka sendiri.
Tapi itu jumlah yang tak seimbang. (ganjil)
Mereka butuh 1 lawan lagi untuk memakai kartu tambahan ini.
sebelum mereka aman.
Baik, itu mungkin benar.
Tak ada yang perlu disombongkan.
Kecuali kamu tahu ini kartu apa.
Ketika aku menimbun jenis kartu tertentu,
aku juga memperhatikan 2 jenis kartu lainnya,
karena jumlah kartunya harus pas, jadi aku bisa menghilangkannya dengan bermain.
2 gunting, 4 kertas,
ini sempurna.
Tapi untuk kartu yang kutimbun, seri atau tak seri itu tak penting.
karena aku tak tahu berapa banyak permainan yang harus kumainkan nanti.
Mungkin akan jadi sejumlah kartu yang ganjil dengan mudah,
contohnya, anggaplah kau punya 30 kertas,
dan itu jadi ganjil setelah 3 permainan.
Jadi kau butuh lawan ke-4.
Ketika kau main 4 permainan dan ingin berhenti,
seseorang masih ingin bermain denganmu, dan kesempatanmu bagus untuk menang,
kau akan bermain lagi. Pasangan kartunya akan mengganjil lagi.
Pastinya kau bisa memakai jenis kartu lainnya
menyediakan bintang dari pihakmu,
untuk membuat "kertas" seri, dan kartu lain yang tak sama,
Tapi bagimu,
kau lebih suka menyimpan "kertas" lebih banyak,
terutama saat kau bersaing dengan seseorang yang menimbun "batu".
Tentunya kau akan menggunakan kartu dengan kesempatan lebih baik.
Jadi kuduga kartu tambahan yang kau punya ini
adalah 1 kertas yang kau timbun.
Kertas. Dan kartuku, gunting.
Kau menang.
Kalian berdua goblok!
Andai kalian tak tergila-gila dengan uang dan terus memaksaku,
ini tak akan terjadi padaku!
Hey! Jual padaku kartu tambahan kalian.
Kau bisa minta tolong orang lain
untuk menyingkirkan kartu yang mengganggu ini.
Tapi kau terlalu arogan.
Kau rakus.
Itulah sebabnya kau kalah.
Aku tak peduli.
Paling tidak aku aman.
Kau tidak.
Menurutmu begitu?
Lihat di sana.
Mereka menjual semua kartunya padaku.
Bangsat! Beraninya kalian mengkhianatiku!
Mari kita kerjasama.
Ya, bolehlah.
Beri aku 100.000 dolar, dan akan kuberikan semua kartuku.
Tidak.
Kau yang harusnya memberiku 100.000 dolar,
dan kuambil semua kartumu.
Kau bercanda ya?
Kau anggap, tanpa kedua orang brengsek itu,
aku tak bisa menghabiskan kartuku? Tempat ini dipenuhi orang yang ingin beli kartu.
Kalau begitu akan kuberitahu mereka semua kartu apa yang kau miliki.
Siapapun yang beli,
akan menjadi sasaran empuk.
Kartunya pasti
8 kertas,
dan 2 gunting.
Teman-temanmu yang memberitahuku.
Senang kerjasama denganmu. / Persetan kau.
Masa bodoh!
Menimbun kertas setelah batu.
Mengesankan!
Sayang sekali. Itu tak sepenuhnya aman.
Mereka yang pernah melakukan ini sebelumnya,
semuanya gagal.
Akan kuberi kau 1 bintang.
Biarkan teman-temanmu yang bodoh itu yang bawa kartunya.
Dan kau bisa keluar dengan bintang ini dengan selamat.
Baiklah. Sini berikan.
Kau harus memberiku 5 kartu.
3 batu, 1 gunting, dan 1 kertas.
Sudah kuduga rencanamu tak bagus.
Percayalah,
5 kartu ini akan berguna untuk melawan peserta lain.
Setuju?
Aku tak akan pernah meninggalkan teman-temanku.
Mau tahu apa yang akan terjadi setelah dielimininasi?
Saat pertama kali aku berada kapal ini,
aku nyaris tereliminasi.
Lalu seseorang merampas.
Aku melarikan diri ditengah kekacauan.
Saat itu
hanya 5 orang dari kami yang keluar kapal.
Salah seorang mereka bilang padaku
ada sebua lab medis di dek bawah,
mereka melakukan tes genetik di sana.
Aku bersumpah dengan nyawaku,
aku tak berbohong kali ini.
Jika kau tak bisa keluar dari kapal ini
kau memang cari mati.
Ingat, kesetiaan tak ada artinya di Animal World ini!
Dasar tolol.
Kita punya 29 kartu totalnya.
30 batu, 34 kertas, dan 5 gunting.
Selain kita bertiga,
ada 38 orang di lantai ini. Dan 22 orang tak punya kartu sama sekali
menunggu untuk membeli bintang.
Sekarang hanya 16 orang
yang masih bisa bermain.
Selain itu kartu yang kita miliki, hanya tinggal 9 batu, 9 gunting dan 5 kertas.
Kita akan bertindak
ketika 2 "kertas" lagi masuk kotak buang.
Ayo.
Boleh minta perhatian kalian?
Mohon sesuaikan headset kalian pada saluranku.
Tak banyak kartu tersisa diantara kita.
Lawan kalian mungkin
sudah mengetahui kartu kalian.
Oleh karena itu aku mengusulkan, kita kumpulkan semua kartu kita
lalu mengacaknya kembali.
Ini bisa membongkar rencana kita.
Beberapa kalian mungkin mengira aku menggertak.
Baiklah kalau begitu.
Biar kubuktikan pada kalian.
No. 57 yang pakai topi di sana itu.
Kartumu tinggal 1 gunting.
No. 7, pria rambut panjang,
kau punya 1 kartu batu. Pria berambut pirang,
kartumu 1 kertas. Benar 'kan?
Omong kosong. Kartuku bukanlah gunting.
Jangan bohongi dirimu sendiri. Banyak dari kalian yang membeli kartunya orang lain.
Orang yang menjual kartu padamu, tanpa ragu
akan menjual informasi pada orang lain.
Banyak yang membeli informasi dari mereka
jadi kalian semua adalah sasaran yang empuk.
Sudah paham?
Aku ikut. / Aku juga.
Aku juga...
Aku juga...
broth3rmax
Bagaimana mungkin cuma ada selusin kartu? Papan angka menunjukkan kartunya masih banyak.
Beberapa kalian pasti ada yang menimbun kartu.
Itu sebabnya mereka takut
dan tak mau ikut mengacak kartunya.
Bagaimana kalau begini saja?
Setelah pengacakan,
kita hanya bermain diantara kita sendiri.
Ini bisa menurunkan resiko.
Kami juga ikut.
Bolehlah, kartumu ada berapa?
Ada 3 "gunting" yang hilang.
Hey!
Kau ditawarkan kesempatan lagi.
Jika kau tak mau gabung sama kami sekarang,
kau akan terjebak terus bersama kartumu itu.
Tak usah menunggu lagi.
Ayo cepat bermain.
Kau sendiri yang meminta ini!
No. 16 tereliminasi... [..]
Cek.
Cek.
Kau menang.
32 batu.
3 gunting. / 34 kertas.
Kita memiliki semua kartu kertas.
Selain itu kartu kita,
ada 2 batu dan 5 gunting.
Gunting yang tersisa tak banyak.
No. 31 tereliminasi...
Sudah tak ada waktu lagi.
Mainkan kartu batu. kondisi terburuk adalah 1 ronde.
Kalah 1 ronde hanya kehilangan 1 bintang,
nantinya kau bisa beli bintang lagi.
Tapi bila tak kau gunakan kartu ini,
kau pastinya mampus.
Jangan paksa dia jika dia tak mau bermain.
Aku akan bermain denganmu.
Ayo main denganku. Akan kuberi 2 bintang jika kau menang.
Jika kau kalah, kau hanya memberi 1 bintang saja.
Bagaimana?
BINTANG = 2, KARTU = 1
Apa kau bodoh?
Dia punya 69 kartu di tangan.
Pastinya dia bisa mengetahui kartu apa yang bisa menang.
Sudah kubilang,
menimbun kartu tak ada gunanya.
Bagaimana kau tahu aku tak akan kalah?
Tebakanku,
buat apa lagi kau mempertaruhkan 2 bintang demi 1 bintang?
Kau yakin?
Ya.
Itu berarti kau tahu aku punya 34 kertas.
Tentu hanya dengan cara ini aku bisa memenangkan permainan ini.
Apa arti pernyataanmu?
Karena kau yakin kalau aku punya semua kartu kertas,
kau pastinya tahu kalau 1 batu dijamin bisa menang.
Betul?
Dia tadi mengalahkan guntingku dengan batu.
Itu kebetulan saja. / Itu bukan kebetulan.
Orang ini dari awal permainan,
menang 2 bintang dariku
dengan cara curang. Lalu mencoba menukar bintang dengan kartuku.
Karena dia sudah punya sasaran mangsa.
Dia tak akan kalah selama dia punya kartu yang tepat.
Saat aku menolak tawarannya,
dia mengusulkan mengacak semua kartu.
Jika aku benar, dia curang lagi pada saat mengacak kartu-kartunya.
Memberiku semua kartu kertasnya,
dan menyimpan sendiri semua kartu batu.
Dia memberikan gunting pada mangsanya.
Pada orang yang hanya punya 1 kartu.
Pakai akal sehatlah.
Aku hadapkan kartunya ke bawah.
Kalian semua menyaksikan, betul?
Meskipun aku bisa menyimpan batu buat diriku,
aku tak mungkin tahu siapa yang punya gunting.
Bagaimana kalau kau menandai kartu-kartunya?
Ada 3 gunting yang hilang.
Tak usah menunggu lagi.
Kau punya kartu gunting 'kan?
Zheng Kaisi,
apa yang kamu rencanakan?
Sepertinya kita sedang memainkan kartu terbuka sekarang.
Tak ada lagi yang bersedia main.
Kalau begitu aku akan main "kayak orang buta".
Sekarang hanya aku yang punya 3 jenis kartu.
Akan kuacak urutannya
dan menaruhnya di meja dengan menghadap ke bawah.
Kau boleh memilih kartu yang kumainkan.
Aku tak akan menyentuhnya.
Saat hasilnya kelihatan,
kau boleh membalik 2 kartu lainnya untuk memastikan.
Kurasa ini cukup adil.
Cek. / Cek.
Kau menang.
Selanjutnya.
Cek.
Mengandalkan keberuntungan begini apa tidak merugikan kita?
Selanjutnya.
Cek.
Itu kertas.
Apa kau ingin keluar dari kapal?
Siapa yang tak mengacak kartunya?
Hanya tinggal 5 menit.
Pertunjukannya hampir dimulai.
BINTANG = 5, KARTU = 66 / 5 menit!
Tak akan membantu dengan sembunyi ramai-ramai begini.
Majulah dan mainlah denganku.
Jika orang itu memang ingin bermain,
dia akan bermain denganku.
Paling tidak dia masih punya 1 kesempatan.
Aku bisa beri kalian bintang
dan memastikan kalian bisa keluar selamat.
Jadi maju saja dan main denganku!
Tak usah teriak-teriak.
Tak ada orang yang seperti itu.
Ingat orang yang membuang kartunya ke toilet?
3 gunting hilang.
Dan sekarang,
sepertinya...
dia sudah membuang 3 gunting.
Sungguh memalukan.
Papan hanya menghitung kartu yang terbuang dalam kotak.
Kau telah dikelabui. Aku mengetahui itu saat kau mengacak kartunya.
Tak banyak kartu gunting tersisa.
Menang atau kalah tak penting dalam "permainan buta".
Yang penting
memakai kartu melawan peserta lain.
Sekarang hanya aku yang punya banyak kartu.
Jika kau berubah pikiran,
cari aku di meja 6.
Aku di sana menunggumu.
2 MENIT 54 DETIK..
Aku bertaruh 5 bintang.
Tiga bintang.
Kau tak punya pengaruh tawar menawar denganku.
Lagipula aku tak keberatan.
Akan kuseret kalian bertiga terpuruk bersamaku.
Sungguh sepadan.
Kamu sangat kenal dengan kartu yang kami miliki.
Lau mengapa tak kau lakukan saja hitung-hitungan?
Kami punya 69 kartu totalnya.
Dalam "permainan buta" tadi, kami memakai 1 gunting, 1 batu, dan 1 kertas.
Jadi kami sekarang punya 66 kartu.
Dengan jumlah genap.
Jika kau tak bermain dengan kami,
kami bisa pakai semua kartunya
bermain diantara kelompok kami sendiri.
Hanya kau saja yang tersisa yang masuk ke ruang-gelap.
Sedang kami,
kami masih bisa beli bintang.
Tapi kami mungkin dalam masalah, bila kau main dengan kami.
Jika aku bisa mengalahkanmu dengan 1 kertas,
kartu kami nanti tersisa 65.
Pasti ada 1 kartu tambahan
yang tak akan pernah dimainkan.
Salah satu kami akan masuk ke ruang-gelap.
Sobat... / Jangan khawatir.
Aku akan lanjut.
Big-Shrimp, kau bilang ada kesempatan terakhir penebusan dosa.
Itu cuma kabar angin.
Bagaimana kalau...
Selama ini,
tak ada keputusan yang membahayakan kebebasan kita.
Cek.
Minta maaflah
pada orang-orang yang telah kau curangi.
Maafkan aku.
Tampar dirimu dengan keras.
Waktu kita tak banyak, Zheng Kaisi. / Cepat!
Terlalu pelan. Ulangi lagi.
Kurang keras! Ulangi lagi.
Lebih keras lagi! Ulangi!
Cek.
Kau menang.
Keluarkan saja aku.
Waktu habis. Permainan berakhir.
Semuanya berkumpul di gerbang.
Waktu habis. Permainan berakhir.
Semuanya berkumpul di gerbang.
Lepas semua bajumu.
Pakai ini.
Masuk.
Hey!
Apa kau masih punya kesempatan keluar?
Kemari dan duduklah.
Tempat duduk ini untuk VIP.
Gampang menunjuk padamu nanti.
Anak muda! Apa kau lihat pria
yang pakai baju putih di luar?
Maksudmu No. 29?
Ya, dia orangnya.
No. 29.
Dia pastinya sudah lama berada di atas.
Apa aku benar, pak tua?
Kau pasti sudah ditipu.
Apa yang terjadi?
Dia bilang padaku
di dalam sini aku bisa melihat kartu mereka dari belakang.
Dia menyuruhku masuk untuk memberi dia isyarat.
Jika dia sudah mendapat bintang yang cukup dia akan mengeluarkanku dari sini.
Tapi... separuh permainan dia ke toilet.
Aku tak bisa menemukan dia lagi.
Aku membantu dia berbuat curang?
Kenapa kau terkejut begitu?
Partnerku dan aku
memainkan trik ini beberapa kali.
Orang-orang yang di sana
dikirim ke sini oleh kami.
Pria itu berkata
berbuat curang diperbolehkan.
Jadi...
Jadi aku setuju dengan rencananya.
Tapi kau masuk dengan tangan kosong.
Begitu juga dirimu.
Mungkin kau tak akan selamat.
Apa maksudmu?
Maksudmu...
Baiklah...
4 jam permainan sekarang secara resmi berakhir.
Selanjutnya, kalian punya waktu 10 menit untuk jual beli bintang.
Bagi yang meminjam uang, kalian boleh mengambil bintang tambahan di ruang peminjaman
untuk menutup kerugian pinjaman dan bunga kalian.
Dan yang lainnya boleh melunasi setelah pelayaran ini.
Aku ingin tahu, apa aku bisa mengabaikan transaksi ini
dan memakai bintang tambahanku
untuk menebus temanku.
Apapun bisa terjadi. Kau bisa bawa pulang bintangnya sebagai suvenir bila kau suka.
Lihat 'kan?
Itu teman masa kecilku.
10 menit.
Waktu hitung mundur dimulai sekarang.
Apa-apaan! Minggir!
Ini untuk menyelamatkan temanku.
200.000. / Diam!
Diam!
Lagian kita punya 1 bintang tambahan. Jual saja.
Kita selamat dia lebih dulu.
Kita tak bisa lewat tanpa menjual.
Baik. 500.000 untuk 1 bintang, ada yang beli?
Aku! / Jual ke aku!
Tidak dijual. Ini untuk temanku.
Big-Shrimp! / Aku ingin menyelamatkan dia.
No. 72.
Aku tak setuju.
Aku tak mau menyelamatkan dia.
3 bintang, harganya paling tidak 1,5 juta dolar.
Harganya bahkan nanti akan naik.
Meng Guoxiang!
Kau orang tercela.
Aku mengarang namaku.
Dompet ini, aku mencurinya.
Aku tak punya seorang putri.
Aku tak punya apa-apa kecuali 3 bintang ini.
Aku tak tahu kenapa kau naik kapal ini,
tapi bukankah menurutmu, 3 bintang ini
satu-satunya harapan kita?
Apa kau sungguh membuang kesempatan seperti ini?
Big-Shrimp!
Sekarang aku tahu siapa dirimu sebenarnya.
Jika kau mendengarkanku sekarang...
Big-Shrimp, jangan dengarkan dia!
Jangan selamatkan dia. Kita bisa keluar kapal jadi orang kaya.
Paling sedikit, 10 juta RMB.
10 juta!
Jika kau menyelamatkan dia,
jika bisa keluar dari sini hidup-hidup.
Tapi jangan lupa, bunga pinjaman 500.000 kita akan terus berjalan per menit.
Apa kau tahu betapa besar jumlahnya?
Pakai ramalan bintang!
Pakai hitung-hitungan matematika!
Siapa yang bisa melunasinya?
Siapa yang bisa melunasinya?
Jika kau setuju,
kau akan kuberi bagian.
Jika kau ingin selamatkan dia,
kau boleh ambil uang ini.
Tapi kau cari saja sendiri cara untuk menyelamatkan dia.
Big-Shrimp!
Rebut kembali bintang itu! Nyawaku bergantung bintang itu!
Bintang dijual!
Siapa mau beli? Ikut aku jika kau mau membelinya.
Big-Shrimp!
Big-Shrimp!
Big-Shrimp!
Big-Shrimp!
Big-Shrimp!
Orang mati demi kekayaan,
dan burung mati demi makanan.
Maafkan aku, sobat.
Mulai hari ini
ibumu
adalah ibuku.
Akan kurawat dia.
Big-Shrimp!
Li Jun!
Masuk dengan tangan kosong.
Bahkan kau tak bisa mempercayai saudaramu.
Kau harus membawa sesuatu yang berharga.
Kalau tidak,
mengapa mereka mau menebusmu?
Cepat atau lambat kau akan mati disini.
Jika kau senaif itu,
di dalam Animal World ini
hanya ada keuntungan,
tak ada emosi. / Ada sebuah lab medis di dek bawah.
Mereka mengerjakan tes genetik di sana.
Kita akan melunasi hutang sebagai tikus percobaan.
Jika kau tak bisa keluar, kau pasti cari mati.
Orang mati demi uang, itulah sifat alami manusia.
Kau bahkan tak bisa mempercayai saudaramu.
Nak.
Kau tak apa-apa?
Harga 3 bintang paling sedikit 1,5 juta.
10.000 dolar per tumpuk.
1,5 juta butuh paling tidak sekitar 3 kantong.
Uang di kantongnya Si Muka-Codet itu
hanya bisa untuk beli 1 bintang.
Tapi mereka harus bayar 3 kali lipat untuk mengeluarkan dia.
Menurut teori dia,
dia pasti jauh lebih bernilai.
Oleh karena itu aku yakin
dia pasti membawa sesuatu yang berharga.
Partnerku dan aku memainkan trik ini beberapa kali.
Ini bukan pertama kali mereka berada di kapal ini.
Mereka pasti tahu cara membawa sesuatu berharga ke sini
dan membawanya ke ruang-gelap.
Perban yang ketat tak bisa ditembus cairan.
Daging baru yang tumbuh terbatas.
Lingkungan kedap udara akan membentuk ruang hampa udara
yang akan menciptakan hampa udara,
nantinya menyebabkan tetanus.
Kau tak apa-apa? / Ya.
Temanku menghapalkan ini tiap hari
ketika dia menyiapkan ujiannya.
Lebih tepatnya
dia adalah pacarku.
Tunjukkan barangnya.
Dimana perbannya?
Ini semua yang kami punya. Aku tebus dia.
Dia.
Nak, nak...
nak,
aku mohon
kirimkan pesan buat putraku.
Suruh dia mengganti obatnya
dengan yang lebih murah.
Agar dia bisa bertahan untuk beberapa bulan lagi.
Dan tolong katakan padanya
bahwa aku sudah berusaha semampuku.
Kau bisa menelpon nomor
17310511913.
Nak, tolonglah!
Kumohon!
Aku harus berjuang
dengan perlawanan sengit.
Aku harus selesaikan
perlombaan ini.
Aku harus yakin.
Pengkhianatan,
perlawanan, tak ada batasannya.
Semua ini berusaha merubahku menjadi binatang.
Tidak!
Tak mungkin!
Lebih baik aku menjadi badut
yang memperjuangkan dirinya seumur hidup
daripada jadi segerombolan orang brengsek seperti kalian.
Permainan ini memang milikmu,
namun aturannya, akan diatur olehku.
Persetan dengan Animal World.
Aku... tak peduli!
PERMAINAN SELESAI
Serahkan bintangnya.
Serahkan bintangnya!
Kaisi.
Bertahun-tahun persahabatan
tak boleh dikalahkan dengan berkantong-kantong uang.
Betul 'kan?
Aku akan menebus dia.
Kurasa sebaiknya
kau sendiri saja yang bilang pada putramu.
Aku kehilangan ayah saat usia 8 tahun
aku aku mengerti perasaan putramu sekarang ini.
Dia mungkin tak butuh obat mahal,
namun pastinya
dia membutuhkanmu.
Anak muda! Terima kasih.
Terima kasih.
Menarik.
Dasar brengsek!
Zheng Kaisi!
Harusnya kau mampus saja.
Memang aku pantas begitu.
Tapi aku hanya ingin mati di tanganmu.
Aku telah berjuang
dengan perlawanan sengit.
Aku telah menyelesaikan
perlombaan itu.
Aku telah berkeyakinan.
Hidup terus berjalan,
dan aku masih tetap gila.
Aku masih badut di mata mereka.
Aku tak peduli.
broth3rmax, 21 Juli 2018
jangan kemana-mana dulu... broth3rmax, 21 Juli 2018
Tuan Mampus.
Bangun! Kemari dan ambillah obatmu.
Ya sebentar.
Menarik.
Sama seperti ayahmu.
no resync/re-upload/delete-credit
BERSAMBUNG... no resync/re-upload/delete-credit
ANGIN BAIK TAK BERBAHASA, ANGIN BURUK TAK BERLAGU FILM INI DIPERSEMBAHKAN PADA YANG BERKEYAKINAN SELAMA JATUH BANGUN BERJUANG
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.