All language subtitles for [KUNING] Meteor Garden E12

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

A Si, bagaimana kehidupanmu di London?/ Membosankan.

Mana mungkin? Wanita cantiknya bisa mengelilingi bumi dua kali.

Aku tak melihat satu pun./ Sikapmu begini mana bisa hidup di luar negeri.

Pulang sajalah. Kami kurang satu orang untuk main Bridge.

Kini sudah tahu betapa pentingnya aku,'kan?/ Kamu selalu sangat penting.

Kami tak menemukan tempat yang fasilitasnya lebih bagus dan lebih tenang dari rumahmu.

Dasar kalian matrealistis sekali./ Dao Ming-si, ini satu-satunya kemampuanmu.

Jangan omong kosong! Mana Lei?/ Lei, A Si mencarimu.

Mau apa?/ Apanya mau apa? Jelaskan! Mengapa aku yang disukai Shan-cai?

Kau tak bisa memahaminya sendiri?/ Jika aku paham, buat apa tanya padamu.

Kalau begitu pulanglah, lalu cari tahulah sendiri.

Belakang ini kau melihatnya? Kehidupannya bagaimana?

Jarang sekali. Saat bertemu Qing-he,

...katanya, Shan-cai kalau bukan sedang kuliah ya sedang kerja.

Apa kamu masih ingat?/ Kamu lupa siapa aku?

Kebetulan aku lihat Shan-cai./ Di mana? Sekarang? Cepat perlihatkan.

Nek, ini daftar bumbu yang ingin kubeli. Tolong ya.

Baik, biar kulihat.

Nek, kenapa ada KTP ini?

Ada seorang gadis menggadaikan KTP-nya di sini karena uangnya tak cukup beli daun Kamio.

Kamu kenal dia?/ Dia asisten koki di restoran kami.

Ternyata teman gadis itu yang ikut ujian koki adalah kamu.

Demi menyelamatkan daun Kamio-mu, dia kecelakaan.

Tian Ye, kenapa masih di sini?/ Ini untukmu.

Kenapa ada padamu?/ Kenapa kamu begitu ceroboh?

Sekalipun ingin buru-buru bantu aku membeli daun Kamio,

...juga seharusnya tetap perhatikan keselamatanmu.

Jika tahu begitu, lebih baik aku ikut ujian yang tahun depan.

Tak apa. Sama sekali tak sakit.

Baiklah. Sebenarnya ini salahku.

Sudah gagal membuat saus, masih memarahimu lagi.

Tapi Shan-cai, aku sungguh ingin berterima kasih padamu.

Biarlah kutraktir kamu makan./ Baiklah.

Selamat Tian Ye dipromosikan jadi koki utama. Mari bersulang./ Mari bersulang.

Kenapa kamu terlihat lebih gembira dariku?/ Tentu saja.

Orangtuamu punya anak yang pandai memasak sepertimu, pasti jauh lebih senang.

Ibuku meninggal saat aku masih sangat kecil.

Ayahku sebenarnya juga tak mendukung aku kerja sebagai koki.

Mengapa?/ Aku tahu dia punya pertimbangannya sendiri.

Tapi aku takkan mudah menyerah untuk hal yang benar-benar kusukai.

Jika itu aku, aku juga begitu./ Kamu suka kehidupan yang seperti apa?

Aku suka kehidupan yang biasa, kemudian memiliki impian sendiri.

Dan lewat usaha keras diri sendiri membuat orang di sekitar kita menjadi bahagia.

Shan-cai, aku merasa kita sangat mirip juga sangat berjodoh.

Kita sangat mirip?

Maksudmu kita sama-sama hemat dan mampu kerja keras, begitu?

Kita sama-sama orang yang hidup melawan kenyataan.

Aku sangat berharap bisa menjadi pemberani sepertimu./ Kamu pasti bisa.

Sudah. Rumahku ada di depan.

Biar kuantar masuk ke dalam./ Tak usah. Aku sendiri saja.

Shan-cai, tak peduli apa yang terjadi di kemudian hari,

...aku berharap saat aku sedang memasak, kamu bisa selalu mendampingiku.

Bukankah aku asistenmu di dapur? Tenanglah. Aku tidak mudah gonta-ganti pekerjaan.

Bukan itu maksudku. Maksudku.../ Maksudnya…

Dia ingin kamu jadi pacarnya, bukan jadi asisten yang berat kerjanya.

Dao Ming-si, kenapa kamu di sini? Bukankah kamu di London?

Karena aku di London, makanya kamu kencan dengan si penipu ini.

Kamu ini bicara apa? Penipu apa?

Dia berbohong padamu dari awal sampai akhir.

Ahli waris Farmasi Tionghua keluarga Tian,

...kenapa berpura-pura miskin menjadi pekerja di sini?

Mana mungkin?/ Sangat jelas dia tidak berkata jujur.

Bersikap jujur saja tak mampu. Masih mau kamu jadi pacarnya.

Barangkali kamu salah paham./ Bukan aku salah paham. Kamu yang tertipu.

Tian Ye, itu benar-benar kamu?

Shan-cai, dengarkan aku./ Kamu jelas dari keluarga kaya.

Masih bilang kita adalah orang yang hidup melawan kenyataan. Kamu anggap aku bodoh?

Bukan, Shan-cai. Maksudku perlawananku terhadap keluargaku.

Aku sangat menghormatimu sebagai rekan kerja.

Sebenarnya tak masalah kamu jujur padaku atau tidak.

Aku hanya merasa kamu tidak sungguh-sungguh menganggapku teman.

Bukan, Shan-cai. Dengar penjelasanku.

Dasar berisik! Dari tadi Shan-cai. Kamu mesin repeater?

Aku pulang dulu.

Dasar bodoh! Begitu aku tak ada, kamu jadi mudah ditipu lelaki lain.

Kenapa begitu mudah kamu percaya pada orang lain?

Sejak lahir aku sudah begitu, kenapa?/ Makanya kubilang kamu bodoh.

Aku bodoh? Kamu jangan sok pintar. Kamu kira kamu pintar sekali.

Tadi kalau bukan ada aku, kamu sudah ditipunya.

Baik. Kalaupun aku mudah ditipu. Itu urusanku. Bisakah kau tak usah peduli padaku?

Tidak bisa. Apa maksud dari kamu ditipu adalah urusanmu sendiri.

Kalau tidak? Bukankah kamu sudah ke London, dan berencana takkan pulang lagi?

Sekarang mau bagaimana?

Aku…aku tak boleh rindu pada negeriku, sahabatku dan kampung halamanku?

Dao Ming-si, kamu datang ya. Aku dan Shan-cai juga sangat rindu padamu.

Siapa yang rindu padanya?

Untuk apa kamu datang ke rumah kami?

Bukannya kamu yang bukakan pintu untuk aku masuk?/ Aku...

Dasar anak ini. Kenapa begitu tidak sopan? Kalau temanmu ini mau datang ya boleh saja.

Dao Ming-si, selamat datang. Sudah lama tak jumpa.

Apa kabar, bibi?

Wajahmu terlihat agak pucat. Apa kamu tak enak badan?

Saya baru saja pulang dari London. Masih kena jet lag.

London? Pulang dari tempat sejauh itu. Itu pasti sangat lelah.

Ayo…mari duduk bentar. Duduk dan istirahatlah bentar.

Dasar kamu ini, kenapa diam di sana? Kalau tak suguhkan teh ya siapkan buah.

Bibi pergi carikan minyak angin untuk kamu. Duduk dulu dan istirahat sebentar.

Ternyata ke luar negeri. Tenanglah hatiku.

Saya kira kamu sedang bertengkar dengan Shan-cai. Kalian berdua baik-baik saja?

Ibu bicara apa!/ Baik... Aku tak tanya lagi urusan pribadi kalian. Aku tanya soal lain.

Dao Ming-si, kamu suka profesi apa?

Istriku, buat apa banyak tanya?

Kenapa tidak boleh tanya? Dao Ming-si jarang datang ke rumah kita.

Untuk apa kamu ke London?/ Jalan-jalan.

Jalan-jalan ke mana?/ Dalam rumah.

Rumah?

Istriku, sudah larut malam. Kulihat Dao Ming-si menguap terus.

Mungkin ingin istirahat./ Apakah kamu mengantuk? Ingin istirahat?

Ingin sekali segera ada kasur untuk berbaring.

Kalau begitu tidur di rumah kami saja./ Baik.

Kamu...

Minggir. Kasurmu di sana.

Ke sana.

Aneh, mengapa kamu tidur di kamarku?/ Karena kamu harus menjagaku.

Bagaimana kalau tengah malam aku mau minum air?/ Aku bukan pengasuhmu.

Kenapa ketawa? Kaki ayahmu yang terlalu pendek.

Ya pakai saja sebagai model di bawah lutut.

Apa boleh buat. Aku yang tampan ini terpaksa begini.

Kurasa orang yang sebenarnya disukai Shan-cai adalah kamu.

Shan-cai./ Mau apa? Kuperingatkan. Orang tuaku di kamar sebelah.

Jangan coba macam-macam./ Ampun. Aku yang takut kamu macam-macam padaku.

Jika aku tak pulang, kamu tak tahu seberapa hebatnya trik Tian Ye.

Kamu bukan khusus pulang untuk menyingkap identitas Tian Ye,'kan?

Tidak. Aku tak seiseng itu.

Apa hari ini kalian berdua kencan?

Kamu jauh lebih suka gosip daripada ibuku./ Atau kalian sudah gandengan tangan?

Atau sudah ciuman?/ Tidak ada.

Sungguh?/ Tak percaya ya sudah.

Belakang ini hari-harimu baik?

Saat aku tak ada, apa yang kamu pikirkan?

Pikirkan apa?

Merasa senggang atau sedikit kesepian?

Sudahlah. Aku tak peduli apa yang kamu pikirkan. Aku mau tidur.

Selamat malam.

Kenapa kamu tak ketuk pintu?/ Maaf./ Kenapa tak pakai baju?

Baju kemarin sudah kotor./ Kuambilkan baju ayahku.

Sudahlah. Baju ayahmu model bapak-bapak, takutnya aku tak cocok.

Kamu juga tak bisa telanjang seperti itu./ Kenapa kalau telanjang?

Otot indahku ini bukan bisa dilihat oleh setiap orang./ Jelas-jelas tak ada ototnya.

Sini. Kemari dan lihat baik-baik. Ini otot bukan?/ Kamu…

Maaf, mengganggu kalian. Enaknya masih muda.

Keluar.

Tutup pintunya.

Bukankah itu Dao Ming-si?/ Ya./ Kamu.../ Bukankah dia sedang di London?

Bukankah kamu di London?/ Aku cuti beberapa hari, apa perlu bilang padamu?

Lagipula aku takut si bodoh ini tak bisa berpisah dariku jadi aku pulang.

Siapa yang tak bisa berpisah denganmu?

Semalam aku tidur bersama Shan-cai./ Apa? Kalian tidur bersama?

Bukan. Kemarin ibuku bersikeras minta dia bermalam di rumah.

Bibi sudah setuju? Hubungan kalian berkembang terlalu pesat.

Li Zhen, ayo kita pergi.

Zhao Yue./ Hadir.

Liu Bo-zhen./ Hadir.

Jin Mian-qiao./ Hadir.

Zhang Chi./ Hadir.

Chen Qing-he.

Qing-he./ Chen Qing-he tak hadir?

Yang Yang./ Hadir.

Ibu dosen memanggilmu. Kamu sedang apa?

Li Zhen./ Hadir.

Zhao Bo-wen./ Hadir.

Huang Meng-tian./ Hadir.

Zhang Ya-wen./ Hadir.

Xi-men, kalian bertiga ke mana saja?/ A Si, kami datang ke London menemuimu.

Kami baru turun dari pesawat. Kamu di mana?/ Apa? Aku sudah di Shanghai. Pulang kalian!

Tidak bisa. Demi kamu, kami sudah urus pendaftaran sekolah di sini.

Biaya sekolah sudah dibayar./ Aku tak mau tahu. Kalian segera pulang.

Tidak bisa. Kata Lei kamu tak bicara dengannya, dia tak mau pulang.

Siapa bilang aku tak bicara dengannya. Sekarang ada banyak yang mau kubicarakan.

Suruh Lei pulang!/ Kamu ingin bicara apa denganku?

Kalian mempermainkan aku.

Jadi kamu ingin bicara apa denganku?

Lei, masalah sebelumnya...

Yang mana?

Masalah mainan Spiderman./ Aku tak keberatan.

Tapi tampaknya kamu hutang satu kata maaf padaku.

A Si, kuanggap kamu sahabat terbaikku.

Tapi dalam hal ini kamu sungguh harus minta maaf pada Lei.

Aku mau merekam detik-detik bersejarah Dao Ming-si meminta maaf./ Minggir.

Lei, masalah spiderman dan sebelumnya aku telah mengusirmu, adalah salahku.

Aku minta maaf padamu.

Dia membungkukkan badan./ Kamu sedang apa? Aku ini belum meninggal.

Adegan ini terlalu berharga.

Tunggu, kukirim ke teman-teman. Pasti ramai./ Kamu berani?

Berdiri. Aku akan minta maaf padamu secara formal.

Bagus./ Kamu jangan keterlaluan.

Ayo, hapus semua./ Tak mau.

Qing-he, kamu kenapa? Di kelas tidak belajar, seharian melamun saja.

Apa yang membuatku tidak sebanding dengan Dao Ming-si?

Awalnya orangtua Shancai bilang aku dan Shan-cai adalah pasangan serasi.

Ibarat paduan sayuran baru yang cantik dan bergizi.

Kenapa mendadak menantunya jadi orang lain?

Aku merasa diriku seperti charger yang sudah kosong, balon yang bolong, kaktus yang kering.

Duniaku jadi kelam.

Aku akan segera mati.

Kamu tahu apa yang membuatmu tak sebanding dengan Dao Ming-si?

Yaitu tampangmu yang tidak bersemangat itu.

Benar, jangan sampai Dao Ming-si melihat tampangku seperti ini.

Shan-cai belum menikah, aku belum gagal.

Aku sangat suka pelajaran dari Pak dosen Tian hari ini. Kalau kamu, Mei-zuo?

Maksudmu topik menolerir karyawan adalah perusahaan yang paling tak bertanggung jawab?

Ya, menurutku perkataannya sangat benar.

Sebuah perusahaan yang ingin maju hendaknya membuat aturan yang ketat untuk karyawannya.

Menurutku harus baik dan bijak. Harus ada satu target yang sama...

...karyawan baru bisa bekerja menuju satu target yang sama.

Lei, menurutmu?/ Aku merasa harus kreatif.

Hanya kreativitas yang tak bisa digantikan.

A Si, kalau kamu?/ Aku? Tekad. Tak ada gunanya bicara.

Begitu sudah bertekad. Apapun yang terjadi tetap harus bertahan sampai tercapai.

Yang kamu maksud itu kisah cintamu?/ Sama saja.

Gawat. Kakakku menelepon. Ini…/ Biar aku.

Aku suka Kakak Zhuang.

Apa kabar, Kakak Zhuang?/ Suruh adikku yang terima telepon.

Katanya dia sedang tak ada.

Jangan main-main lagi. Aku tahu dia ada di samping. Suruh dia bicara.

Tak ada. Sungguh dia tak ada. Ada yang ingin aku sampaikan padanya?

Kamu boleh sampaikan dulu ke saya atau Lei, atau Xi-men.

Halo, kakak Zhuang./ Baik, kalian tak ingin dia bicara denganku,'kan? Aku akan bernyanyi.

Wanita tercantik di dunia bernama Dao Ming Zhuang.

A Si mendadak muncul.

Kami pergi dulu./ Kamu bisa.

Kak./ Kamu ini! Sudah bosan hidup? Apa aku harus terbang ke sana menghajarmu?

Beraninya diam-diam pulang ke Shanghai. Kamu tahu Ibu sangat marah.

Sudahlah. Maaf. Ini bukan masalah besar. Kenapa harus marah seperti itu?

Kamu kira aku suka marah?

Aku khawatir padamu./ Khawatir?

Aku bukan anak kecil lagi. Apa yang perlu dikhawatirkan dari pulang sendiri?

Lagipula aku harus pulang untuk kuliah,'kan./ Sudah. Ada yang mau kubicarakan.

Dengar baik-baik. Tarik nafas dalam 3 kali.

Ibu akan pulang ke Shanghai di ulang tahunmu tahun ini.

Kamu tahu maksudku,'kan? Apa rencanamu tentang Shan-cai?

Kamu harus tahu ibu takkan suka padanya.

Lalu menurutmu Ibu sukanya gadis seperti apa?

Seperti Teng Tang-jing atau seperti aku.

Seperti apa itu?/ Anggun, multi talenta.

Bisa menebar pesona di jamuan besar.

Di rumah harus lembut, bijak dan sopan.

Kamu mulai berpikir harus bagaimana,'kan?

A Si, sedang sibuk apa?

Ini hampir akhir tahun. Kita janji latihan bersama...

...untuk pertandingan Bridge tahun depan,'kan?

Tunggu. Sebentar lagi.

Sedang sibuk apa?/ Aku sedang cari sesuatu yang bisa mengubah tampilan Shan-cai.

Mengubah Shan-cai?/ Kenapa mengubahnya?

Karena aku ingin mengubahnya jadi gadis yang sepadan denganku.

Bukankah selama ini kalian pas sepadannya?

Shan-cai, sudah waktunya.

Biar aku.

Shan-cai. Maaf, aku tahu kamu masih marah padaku.

Tapi aku sungguh tak berniat membohongimu.

Farmasi Tionghua keluarga Tian memang perusahaan keluarga saya.

Aku mengira hal ini tak penting bagimu. Karena aku tetap aku.

Aku tidak memberitahumu ini karena tak ingin diperlakukan khusus di tempat kerja.

Aku ingin berteman secara alami.

Responku yang terlalu berlebihan. Terima kasih sudah jujur padaku.

Jadi Shan-cai, kamu tak marah lagi padaku?

Ayah, Ibu, apa yang terjadi di rumah kita?

Ibu, apa yang ditangisi?/ Tanya ayahmu. Sudah salah masih pulang marah-marah.

Ayah, ada apa ini?

Ayahmu rugi sebesar satu juta Yuan./ Satu juta Yuan?

Dia lihat ada investasi yang menguntungkan. Seluruh uang perusahaan dipakainya.

Alhasil rugi semua. Sekarang harus segera mengembalikan dana tersebut.

Ayah, ini benar?

Bicaralah.

Shan-cai, Ayah terlalu terobsesi.

Tidak seharusnya Ayah serakah, ingin kaya mendadak.

Ayah, kenapa Ayah begitu?

Istriku, maafkan aku.

Aku hanya ingin kamu ada kesempatan punya baju yang lebih bagus, rumah yang lebih besar.

Semua yang kulakukan demi membuatmu lebih bahagia.

Tak usah bicara lagi.

Kita cerai saja./ Ibu.

Dong Da-nian, kamu sungguh membuatku sedih. Kamu tidak memahamiku.

Sekalipun kamu kaya, aku juga tak ingin dibelikan rumah bagus, mobil.

Yang kucintai adalah kamu. Karena kamu orangnya baik dan bertanggung jawab.

Tapi kini demi sedikit keuntungan, kamu membuat kesalahan besar.

Aku mau cerai denganmu./ Ibu, tenangkanlah dirimu.

Istriku, aku tidak sengaja. Maafkan aku.

Shan-cai, ini salah Ayah. Ayah bersalah pada kalian.

Istriku, aku akan terima hukuman apapun darimu.

Jika kamu sungguh ingin bercerai,

...bercerailah./ Ayah.

Siapa mau cerai denganmu?

Asalkan kamu janji jangan terulang lagi.

Ya, aku sumpah takkan terulang lagi. Aku sudah paham. Takkan terulang lagi.

Tapi sekarang bagaimana?

Harus bayar sebanyak ini pada perusahaan. Kita kumpul-kumpul paling 100-200 ribu.

Sekarang harus bagaimana?

Tenang. Aku akan cari akal.

Dao Ming-si.

Apa yang terjadi?

Dao Ming-si, pamanmu ini sungguh memalukan. Maaf terlihat olehmu./ Ibu, sudah.

Dao Ming-si, pulanglah dulu. Kami masih ada banyak masalah keluarga.

Dalam kartu ada satu juta Yuan. PIN-nya angka nol 6 kali. Pakailah dulu untuk keadaan darurat.

Kamu sedang apa? Aku tak mungkin menerima uang keluargamu.

Ayah, Ibu, tak boleh terima.

Kenapa tidak? Ini hasil transaksi keuanganku, hasil kerja aku sendiri.

Sekarang kupinjamkan. Ada masalah?/ Aku tak ingin ambil keuntungan darimu.

Ambillah dulu. Tunggu kamu ada uang baru kembalikan ke aku.

Jika tidak, ayahmu bagaimana? Bisa saja masuk penjara, kamu tahu?

Ambil.

Dao Ming-si, ini…

Benar-benar berterima kasih padamu.

Lalu bagaimana aku membayarnya padamu?/ Besok pulang kuliah, datanglah ke rumahku.

Apa?/ Sudah sepakat. Sampai besok.

Paman, Bibi, saya pamit dulu. Kalian istirahatlah lebih awal.

Dao Ming-si.

Apa ini? Apa maksudnya?

Dao Ming-si, terima kasih. Walau sekarang uangku tak cukup untuk melunasi hutang,

...tapi aku akan cari akal mengumpulkan uang untuk melunasinya.

Ada satu cara kamu bisa melunasinya dengan cepat.

Kamu mau apa?

Tebaklah./ Kuperingatkan, aku makan sandal juga tak apa-apa.

Ada sebuah kompetisi. Pemenang akan dapat bonus 1 juta Yuan./ 1 juta Yuan? Mana mungkin?

Baik. Ya sudah kalau tak mau ikut. Carilah akal sendiri untuk melunasi hutangmu.

Tunggu.

Kompetisi apa? Coba lihat.

Kompetisi apa?

Ini kompetisinya.

Lihat lagi./ Tak ada kesempatan lagi./ Lihat sebentar lagi.

Kompetisi Masakan Tionghoa di kampus.

Memadukan inti budaya Tionghoa guna menciptakan semangat kuliner baru.

Sepertinya sangat sulit. Tapi sangat menarik. Boleh dicoba.

Sudah bersedia ikut?

Kamu...

Bisa dapat bonus uang tunai juga bisa belajar. Aku akan berusaha.

Ini baru Dong Shan-cai yang kukenal.

Masih ada urusan? Kalau tak ada, aku pulang.

Tunggu. Lalu bunganya?

Bunga?/ Tentu saja. Pinjam uang tentu ada bunganya.

Berapa?

Mau apa?

Bunganya... berupa satu ciuman di wajahku.

Kamu ikhlas atau tidak?

Apa? Kamu ingin Shan-cai ikut kompetisi masak di kampus?

Yang disponsori oleh ibumu itu?/ Ya.

A Si, kamu serius?/ Tentu. Ilhamnya dari kakakku dan Jing.

Tapi kompetisi ini hanya diadakan 3 tahun sekali.

Pemenangnya harus memiliki standar tinggi.

Apalagi peserta harus merupakan rekomendasi dari koki ternama.

Mungkin untuk daftar saja Shan-cai belum memenuhi syarat.

Cari seorang koki ternama untuk tes dia dulu. Mudah bukan?

Jadi kamu ingin memakai kesempatan ini melatih Shan-cai.

Bersamaan itu membuat Shan-cai makin unggul. Dan juga agar ibuku bisa menerimanya.

Bukankah ini sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui?/ Ide bagus.

Memang. Tapi nanti kompetisinya akan ada banyak saingan, kamu tak takut dipermalukan?

Bagi Shan-cai, ini sama sekali bukan masalah./ Kalian tak tahu dia sangat kuat.

Shan-cai gadis ini mampu mengubah sesuatu yang mustahil menjadi mungkin.

Tapi A Si, kompetisi hanya tinggal setengah bulan lagi, apa sempat?

Kalau tidak dicoba, mana tahu.

Halo? Ya, saya Shan-cai. Maaf Anda siapa?

Kakak Zhuang?

Aku sungguh sial mempunyai seorang adik bodoh.

Mati-matian memintaku pulang bantu melatihmu.

Jadi Kakak Zhuang khusus pulang demi aku?

Ya. Bagaimana dengan persiapan kompetisinya?

Aku masih belum tahu mau mulai dari mana. Rasanya takkan berhasil.

Dengar, aku paling benci orang yang belum ikut kompetisi sudah merasa dirinya kalah.

Orang seperti ini kerja apapun takkan berhasil.

Tapi guru ternama menghasilkan murid handal. Ada guru sehebat aku yang mengajarimu,

...asal kamu tidak terlalu bodoh, maka bukan tak ada harapan untuk jadi pemenang.

Kakak akan berusaha membantumu./ Terima kasih, Kakak Zhuang.

Baik, beritahu aku tahu dulu dasar ilmu memasakmu. Apa menu andalanmu?

Iga Asam Manis.

Yang lain?/ Ayam Kungpao, Daging Tahu, Sawi Matahari, Kacang Udang.

Tomat tumis telur, Tumis Kailan? Siapa yang tak bisa semua ini?

Barangkali ada banyak yang tak bisa./ Harus diketahui...

...sekarang yang kamu ikuti adalah kompetisi masakan Tionghoa yang bersifat internasional.

Bukan kompetisi menu andalan di komunitas masyarakat.

Berarti aku pasti kalah?/ Tidak...

Kamu tahu apa yang terpenting untuk memenangkan kompetisi ini?

Intuisi… Kamu tahu?

Kamu tahu dulu dengan apa aku bisa jadi pemenang?/ Apa?

Dong Xiao-wan (senada dengan wan piring ) menawan bak dewi. Jelita dan memukau.

Wangi, manis, keemasan dan menggoda.

Kedengarannya sangat hebat. Apa itu?

Bodoh! Itu biskuit labu.

Biskuit labu?/ Ya.

Ada berapa mangkuk?/ Bodoh! Dong Xiao-wan itu seorang gadis, bukan mangkuk.

Lalu kenapa kamu bisa terpikir untuk membuat ini?

Tentu ada alasannya.

Berkelahi dengan orang lain?/ Tak usah tahu.

Bocah tengik, sudah pasti aku harus tahu.

Karena tak ada orang tua di sini, maka sebagai kakak, aku terpaksa berperan mendidik A Si.

Mau apa?

Aku begini hebat, mana mungkin kalah padamu.

Kamu mau apa?/ Aku tahu, dia paling takut bau labu.

Jadi sengaja belajar membuat biskuit labu untuk menghukumnya.

Inilah hukuman dariku untukmu.

Hasilnya?

Hasilnya A Si tak mau lagi pulang ke rumah.

Kemudian asisten rumah tangga kami pun tiap hari makan biskuit labu.

Sekarang kalau melihat labu, aku akan merinding.

Apa hubungan ini dengan kompetisi memasak?

Bukan itu intinya. Maksudku intuisi… Paham?

Aku belum paham.

Kamu tahu kenapa intuisiku begitu tajam, konotatif dan mengikuti perkembangan zaman?

Itu karena sepanjang tahun aku belajar sejarah Tiongkok dan memahami kuliner enak.

Jadi saat muncul masalah besar biskuit labu,

...aku bisa memenangkan kompetisi dengan sudut pandang yang sama sekali berbeda.

Sungguh? Aku juga mau intuisi yang seperti ini.

Lihat biskuit labu yang dibuat para gadis itu, sama sekali tak ada aroma warisan budaya.

Tidak seperti aku, penuh dengan daya pikat dan pesona internasional.

Jadi, kalau bukan aku pemenangnya, siapa lagi.

Aku ingin belajar dari Kakak Zhuang.

Tentu. Sekarang sudah percaya diri?

Terima kasih atas bimbingannya. Aku akan berusaha lebih keras./ Bagus sekali.

Ini, baca sampai habis dulu buku sajak ini.

Setelah membacanya, kamu akan dapat pemahaman berbeda...

...dan akan naik ke level berbeda.

Sub by VIU Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG @sultan_khilaf_sub

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.