All language subtitles for Dhuruvangal Pathinaaru (2016)2.indo

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

KOTA COIMBATORE, 22 JULI 2016

Diterjemahkan oleh: kawulo Dari English sub: fahadguru dan indespensible Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Selamat Menyaksikan

Ahir kehidupan tak bisa diprediksi.

Aku tak dapat ceritakan hal besar tentang hidupku. Maksudku yang sangat berarti.

Misalnya, sepenggal kisah kecil ini.

Selama 27 tahun, aku menjadi perwira Polisi.

Persahabatan dan kehormatan, semuanya ada di sana.

Yang tak terduga... Cobaan hidup telah memaksaku.

Aku kehilangan istriku.

Tapi aku tetap tegar setelah cobaan itu.

Rekanku bertanya, "Setelah kejadian itu bagaimana kehidupan akan berjalan?"

Tak ada jawaban yang jelas untuk itu. Aku hanya tersenyum.

Waktu akan menghapus semuanya, kau tahu.

Tapi, ada beberapa hal yang tak bisa dihapuskan oleh waktu.

Seperti luka yang tak terlihat. Tak akan pernah hilang.

Mengingat itu, hanya kenangan menyakitkan yang tersisa.

Hanya dua cara yang bisa dilakukan..

Tetap meratapinya. Atau hidup selaras dengannya.

Jangan salah mengerti.

Aku juga tak suka mengatakan filosofi seperti ini.

Karena, butuh waktu untuk memahami semuanya.

Yang sudah terlambat...

Suatu hal yang pasti, Karma...

Selamat datang di kisahku.

Salam hangat, Deepak.

KOTA OOTY, 5 TAHUN KEMUDIAN

- Pak. - Siapa?

- Apakah kau menghapus nomorku? - Oh maaf, layar ponselku rusak, Rajan.

Ada apa?

- Pak, ini soal putraku, bagaimana? - Tentang putramu..

..saat ini apa kesibukannya, apa yang akan dia kerjakan, misalnya?

Namanya Guru, Pak. Dia menganggur 3 tahun setelah kuliah.

Katakan padanya, jangan mendaftar IPS (departmen kepolisian India).

Apa sulitnya mengatakan itu?

Istriku ingin dia bekerja di luar negeri. Tapi dia ingin mendaftar ke IPS, Pak.

- Apa yang harus kulakukan? - Aku menyuruhnya menemuimu, Pak.

Katakan padanya betapa beratnya kerja di IPS. Aku ingin mengubah keputusannya, Pak.

Apakah kau sudah coba cara lain, untuk menjelaskannya?

Sudah kucoba semua, Pak. Dia pikir aku tak dapat memahaminya.

Tekanan darahku jadi naik. Kau harapan terakhirku, Pak.

- Pak? - Ya?

Sebenarnya, dia tak tertarik dengan IPS, Pak.

Ini hanya alasan dia agar kembali ke kesibukan lamanya.

Kesibukan yang ia gilai.

Oke, aku akan bicara dengannya.

Terima kasih, Pak. Aku akan suruh dia menemuimu sekarang.

- Dia akan sampai di situ dalam 2 jam. - Oke.

Maaf Pak, dia agak kaku dan pendiam. Abaikan saja, harap maklum.

- OK, tak apa-apa, akan kulakukan. - Terima kasih Pak.

- Maaf merepotkan. - Oke.

Jam mati? Bagus.

Selamat datang.

Aku tak tahan berdiri, Nak.

Maaf ya. sedang ada renovasi rumah. Jika tidak, itu akan baik-baik saja.

Jadi, ayo duduk di sini saja dan bicara.

Varnish selesai, Pak.

- Berapa? - Rs 500, Pak.

Kau pernah di AS atau Inggris dalam setahun?

Jika memungkinkan, carikan aku tongkat yang bagus.

Merek India tak sepadan nilainya.

Oke Guru, aku tahu tak bisa meninggalkan India.

Langsung saja. Apa kau menolak kerja di luar negeri?

Apa kau ingin kerja di IPS seperti ayahmu, begitu?

Aku hanya bicara sendiri sejak kau datang. Itu tak terlihat benar.

Sekarang kau bicaralah, katakan sesuatu.

Atau minum teh dan pergi.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Aku bukan mengharapkan pertanyaan. Tak apa.

Oke, kasus terakhirku memberiku hadiah pensiun ini.

Aku tahu, aku telah mendengar tentang kasus pembunuhan itu.

Bisakah kau ceritakan yang sebenarnya. Aku ingin menjadi polisi.

Dimulai dari kasus itu.

Tapi aku tak yakin dia pelakunya. Tak ada informasi tentangnya setelah kecelakaan.

Jika kau dapat detail kasus itu, apakah ayahmu berpikir menerima profesi ini?

Pak, apa yang aku dapatkan hanya untuk mendapatkan semua informasi tentang kasus itu.

Saestu Pak. Monggo.

Aku ingin tahu sejauh mana yang kau ketahui sebelum aku membicarakannya.

Apa saja yang kau dengar tentang kasus itu? Mari kita mulai.

Kemudian aku akan putuskan apakah aku harus memberikan informasi tentang kasus itu.

Oke, aku tidak tahu 100%. Tapi aku bisa menganalisa.

26 JULI 2016, JAM 2 PAGI.

- Hei! Jangan lagu ini. - Ini pas buat malam begini.

- Hei monyet! Kapan kau mengirim "Add Friend" ini? - Aku tak lakukan! Tapi dia.

Aseek, icikiwiir, segerr!

- Kau bisa menggodanya nanti. - Aku tak selebay itu, oke?

- Kenapa dia meng-Add? - Mungkin tak sengaja.

Itu biasa ditampilkan dalam daftar saran teman. Apa yang salah?

- Heleh ndobol su. - Jal baleni, ta plathok ndasmu!

Fabi, ayo pergi dari sini.

Pegang tangannya.

- Hei! Apa yang kau lakukan? - Nanti kujelaskan, cepat.

Kau gila!

Ayo.

Dengarkan. Hanya mobil kita yang lewat jalan ini.

Orang di sini mungkin ada yang melihat.

Tak banyak bertanya-tanya, polisi langsung menangkap kita.

Hanya jika mereka menemukan mayat itu. Sejauh ini hanya kita yang tahu.

Seperti itu.

Dalam waktu singkat, polisi dan wartawan turun ke jalan.

Maka kita tak bisa apa-apa lagi. Jadi, biarkan mayat itu di bagasi.

Mari kita pikirkan bagaimana singkirkan mayat itu.

Pikirkan caranya, jangan ada kesalahan.

Tak ada gunanya jika hanya meletakkan kepalamu di tangan.

Berhenti..berhenti.

Hei! Hentikan mobil.

- Mau kemana? - Rumah.

- Di mana? - Ambedkar Nagar.

Tunjukkan SIM mu. Apa di dalam mobil hujan, hah?

- Kau basah kuyup. - Kami tak menutup jendela tepat waktu.

Bernafas! Coba nafas!

Ambilkan Deteksi alkohol.

- Kami akan bayar, berapa? - Itu urusan nanti, sekarang turunlah.

- Aku siap bayar denda. - Tutup mulut dan turun.

Kenapa kalian basah kuyup? Berdiri di sana!

- Kaos Kuning sini! - Ya pak.

Ini pegang.

Sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan.

- Kuliah? - Simpan narkoba?

- Larut malam? - Biar kami pergi, pak.

- Ayo, jalan. - Bawa mobil ke kantor.

- Ada kuncinya? - Ya, pak.

Bawa mobil ke kantor.

Pak, jangan ke kantor polisi. Kami hanya minum bir, Pak.

- Bawa mobil. - Jangan, pak.

- Mengapa kau lakukan ini! - Masuk!

Apa?

Kita dalam masalah besar, kau malah buat masalah baru.

Aku?

Aku akan letakan mayat di jalan, Kalau kau bisa atasi, silahkan aja.

Tidak, tidak, tunggu.

- Kau memperburuk. - Mengapa memukul polisi?

Jika kita tak melakukan apa-apa, kita ada di sel sekarang.

Aku sedang bicara...

Masa depan kita bisa saja terlupakan.

Aku sedang bicara dengannya, mengapa kau memukulnya? Dia telah mencatat nomor mobil kita.

Dengar! Memukul polisi lalu lintas hukumannya tak lebih buruk.

Jika polisi melacak kita, perlu waktu 3 hari.

Kau tahu mobil ini terdaftar di Chennai, kan?

Dalam 3 hari, cukup buat kita untuk mengatasi mayat ini.

Dan jika polisi menangkap kita, kita aman.

Kita mungkin dihajar di kantor polisi. Yang terburuk ditahan seminggu.

Ini lebih baik daripada dipenjara.

Aku telah menyelamatkanmu. Tapi kau malah menudingku.

Kami tidak menyebutkan anak-anak muda ini dan kecelakaan di catatan kami.

- Bagaimana kau tahu? - Jangan berpikir seperti polisi biasa.

Ini feeling lapangan.

- Jadi, aku mengejutkanmu? - Sangat sekali.

- Apa lagi yang kau tahu? - Itu saja.

Kau harus ceritakan sisanya.

Aku tak berkewajiban ceritakan sisanya. Tapi setelah dengar ini..

Jika kau tetap bermimpi menjadi polisi, aku tak bertanggung jawab.

Ya lanjutkan...

KANTOR POLISI, JAM 9 PAGI

Mengapa mengantuk di pagi hari?

Kenapa tidak satu per satu?

Mengapa menumpuk semua laporan?

- Pak, kami hubungi ponselmu semalam. - Tertinggal di kantor.

Kenapa tak menelepon rumahku?

- Landline? - Ah, lupa memberitahumu.

Baru pasang kemarin. Charger?

- Masalah apa? - Bunuh diri, Pak.

- Gantung diri atau minum racuni? - Di Jalan Taman Bharathi, tembakan Pak.

- Siapa? - Namanya Krish, pak.

Ini SIM dia, pak.

- Siapa yang memberi informasi? - Dia menunggu di luar, aku akan bawa masuk.

Hei, kalian di penjara, ingat itu.

Hei Suresh, jangan main HP saat jam kerja.

"Kita sambung lagi nanti."

Hei nak! Kemarilah.

Hei bu! Di belakang kantor banyak daun kering sana.

"Dapatkah mobilmu langsung kembali saat pengaduan? Kau tahu berapa banyak keluhan setiap hari datang?"

- Ini Pak? - Di atas meja.

Pak, ini orangnya.

Sekarang beritahu inspektur kami apa yang kau lihat.

Pak, aku pengantar koran.

Ketika ke depot, aku melihat seseorang tergeletak di tepi jalan.

Kukira dia pingsan, lalu kudekati. Ternyata terluka tembak di kepalanya.

- Jam berapa? - Sekitar jam 2:30 pagi.

Aku langsung lapor ke kantor polisi.

- Berikan alamatmu pada petugas. - Baik, pak.

- Mayatnya sudah dibereskan? - Sudah, pak.

Tim Kriminal Pak Adityan telah bersihkan.

Di sana ada kompleks perumahan. Kami lakukan secepatnya agar warga tak panik, Pak.

- Bagus. Sudah kabari keluarganya? - Belum, Pak.

Kabari segera.

Pak! Pak! Sini sebentar Pak!

- Hei, kenapa kau berteriak? - Pak, ikut sebentar denganku.

Ada apa?

Aku melihat mobil putih yang di taman. Barusan lewat sini.

- Mobil apa? - Putih, Pak. Aku hanya tahu warnanya.

Bicara apa kau? Apakah ini satu-satunya mobil putih di jalan?

Pak, tadi mobilnya berhenti di luar kantor ini, Pak. Sebelum aku berteriak memberitahumu.

Oke, ini urusan kami. Kau pergilah urus pekerjaanmu.

- Ada apa? - Tidak ada, pak.

Dia melihat mobil putih di TKP.

Dia berkata bahwa mobil yang sama berhenti di depan kantor kita dan tiba-tiba melaju.

- Mobil apa? - Tak ada mobil itu ketika kami lihat, Pak.

Berikan ponselmu.

- Halo Adityan. - Siapa ini?

Aku Deepak. Aku menelpon dari ponsel petugas.

Oh, maaf pak. Kami mencoba meneleponmu sejak pagi.

- Ponselmu kenapa, Pak? - Aku lupa, tertinggal di kantor.

Oh, okelah kalau begitu.

Itulah mengapa aku menghubungimu. Postmortem sudah selesai?

Belum, Pak. Dokter mengatakan laporan siap malam hari.

- Aku kabari nanti, Pak. - Oke, Rajan memberitahuku itu bunuh diri.

- Apa benar? - Maksudnya?

Karena terlihat aneh menembak dirinya sendiri di taman, bukan?

Hanya ada satu sidik jari di pistol, dan juga terlihat pudar karena hujan lebat.

- Jadi kami pikir ini mungkin bunuh diri. - Oke, baiklah. Aku sedang ke TKP.

Aku akan memeriksanya, aku akan menghubungimu jika memerlukan informasi lain.

Hari ini, aku sementara pakai ponsel ini. Jadi nanti, jangan tanya "siapa ini"!

TAMAN BHARATHI. JAM 9:15 PAGI

- Sebelah mana? - Di sana Pak.

- Mana Police Line? - Tidak ada, Pak.

Pak Adityan mengatakan agar tak menarik kerumunan massa.

Bawakan aku segelas air.

- Apakah dia melihat mobil putih di sini? - Pak, kami tak melihatnya ketika datang ke sini.

Orang itu mungkin mengatakannya hanya ingin mendapatkan suatu imbalan.

- Apakah Media tahu? - Tidak Pak, kami belum mendengarnya.

- Media biasanya suka heboh. - Ya, Pak.

- Jika bocor, maka kita akan berantakan. - Jangan khawatir pak, percayalah.

Hei Nak, bersihkan sisi mobil.

Pak.

Pak, aku tak yakin siapa pelakunya. Tapi ada 3 orang yang mencurigakan, Pak.

Siapa?

"Ada 3 pemuda yang masuk ke area ini, Pak."

"Mereka lewat jalan ini pada larut malam."

"Aku pernah melihat beberapa kali."

"Mereka terlihat seperti anak orang kaya, Pak."

"Ada kemungkinan mereka memiliki pistol."

Mungkin mereka terkait dengan kasus ini.

Kupikir jika kita menginterogasi mereka, kita akan mendapat petunjuk, Pak.

- Begitu? - Firasatku.

Apapun yang diyakini seorang polisi dia harus percaya pada intuisinya, begitu.

- Bagaimana jika intuisinya salah? - Dalam sebagian besar kasus...

..bukankah aturan tak tertulis mengatakan untuk menemukan penjahat dalam waktu 48 jam?

Tetapi menurut Tim Kriminal ini adalah kasus bunuh diri.

Ayolah Pak, seseorang bisa saja menembaknya dan meletakkan pistol di tangannya, itu trik klasik.

Kita belum memiliki bukti atau petunjuk. Bagaimana cara kita menangkapnya?

Pak, jangan menganggapku sok tahu.

Tapi jika aku tak mengatakan ini, kepalaku akan "meledak" Pak.

Daripada hanya memegang tongkat dan menjadi penjaga, aku ingin menangani kasus seperti ini, Pak.

Hei, lakukan saja tugas yang diberikan padamu. Tak perlu..

- Siapa namamu? - Gautham, Pak.

- Aku baru bergabung dengan tugas kemarin. - Aku diberitahu ada 2 petugas baru. Tapi tak melihatnya.

Rajan, hubungi kantor. Minta petugas lain ke tempat ini.

Gautam akan bersama kita dalam kasus ini.

- Kau yakin ini rumahnya? - Ya, pak.

Ada skoda merah di sana.

Periksa mobil dengan teliti.

Bisakah aku masuk?

- Apakah kau tahu mengapa kami datang? - Tidak.

Ada perampokan yang terjadi di jalan. Mereka mengancam dengan pistol.

Kami tak memiliki senjata apapun.

Aku tak bertanya itu.

Hanya ingin memeriksa apakah perampok bersembunyi di rumahmu.

- Siapa pemilik rumah ini? - Atas namaku.

- Atas namamu? Siapa namamu? - Fabian.

- Bagaimana dengan kalian berdua? - Pak, aku Melvin dan dia Mano.

Apakah tinggal sendirian di rumah sebesar ini?

Tidak Pak, ayahnya datang sebulan sekali. Dan ada karyawan lain.

- Apa aktifitas kalian? - MBA, tahun ke 2.

- Kata 'Pak' tak ada dalam kosa-katamu? - Ada..Pak.

Jadi dengar, untuk sementara kami akan menjadi tuan rumahmu.

Gautham. Periksa setiap sudut rumah ini apakah ada perampok atau senjata tersembunyi.

Bersih Pak, sudah kuperiksa.

- Bagasi? - Terkunci, Pak.

- Berikan kuncinya. - Kami pulang larut malam.

Tak tahu di mana kuncinya, Pak.

Bagaimana bisa lenyap? Cepat cari!

- Butuh waktu mencari, Pak - Jangan banyak alasan.

- Lupa kunci di suatu tempat. - Kau tahu di mana meletakkannya?

Pembunuhan ini tak ada hubungannya dengan ketiga anak ini.

Tapi aku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dari kita.

- Apa intuisimu, Gautham? - Mereka harus diawasi, Pak.

Bagus.

- Siapa AJ? - Polisi humas, Jana.

Tepikan mobilnya.

Katakan? Kapan?

Alamat?

APARTEMEN SAROJ PRAYAG. JAM 10 PAGI.

- Siapa yang hubungi kantor polisi? - Aku Pak.

Aku tetangga Shruti, Ganesh. Aku tinggal di flat 2B.

- Kau yang pertama melihatnya? - Tidak, Pak, aku bahkan tak masuk.

Sekitar jam 7 pagi, teman Shruti mengetuk pintuku.

Dalam keadaan panik dia mengatakan ruangan penuh darah dan Shruti hilang.

Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku segera hubungi nomor 100, menelepon polisi.

- Kapan kau menelepon petugas? - Sekitar jam 7:30 pagi, Pak.

Petugas mengatakan akan sampai dalam 5 menit. Aku menunggu hampir 2 jam.

Jadi aku menelepon lagi 15 menit lalu untuk mengingatkannya.

Rajan, dia menelepon jam 7:30 pagi. Lalu mengapa kita diberitahu begitu lambat?

Pak, sebentar.

Sebenarnya jam 7:30 pagi kami berada di TKP taman, hanya petugas baru yang di kantor.

Mungkin dia mencatat alamat tapi lupa memberitahu kami, Pak.

- Gautham juga baru, kan? Hubungi petugas kantor itu. - Pak, aku tak punya nomor teleponnya.

Rajan, jangan beri aku alasan macam itu.

Hubungi Jana, katakan padanya aku ingin bicara dengan petugas itu.

- Nama? - Vaishnavi, Pak.

Ceritakan sedikit apa yang terjadi.

JAM 6:45 PAGI

Suu?

- Apakah kau pegang kunci apartemen ini? - Ya, pak.

Setiap minggu aku datang ke sini dari Chennai.

Waktu kedatanganku tidak tentu. Jadi kunci cadangan selalu bersamaku.

- Apa yang kau lakukan di Chennai? - Aku bekerja sebagai eksekutif program di CTS, Pak.

- Apakah kau memiliki tiket bus? - Ada, pak.

- Apa hubunganmu dengan Shruti? - Teman, pak.

- Kapan terahir dia bicara denganmu? - Kemarin malam, Pak. (via ponsel)

Kapan kau datang ke sini?

Aku tiba jam 6:30 pagi - 6:45 sekitar itu, Pak.

- Ponsel Shruti. - Dimatikan Pak.

Bagaimana?

Tak diangkat, Pak. Mungkin nanti menelpon setelah lihat "panggilan tidak terjawab".

- Apakah dia punya kerabat di Coimbatore? - Tidak, Pak.

Kau kenal baik dengan Tn. Ganesh?

Tidak juga, kadang aku berbicara dengannya ketika datang ke sini.

Karena kami tak mengijinkan siapa pun ke dalam, kau bisa istirahat di tempatnya.

OK, tidak masalah, Pak.

Tn. Ganesh, jika tak keberatan, bisakah dia tinggal di tempatmu selama sehari?

Oke Pak, kami tak keberatan.

Kami belum menemukan gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi.

Sampai kami menemukannya.. kau harus tinggal di Coimbatore.

Aku akan atur tempat alternatif untukmu tinggal.

Gautham mana?

Dia berbicara dengan penjaga di atas, aku panggilkan, Pak.

Gautham...

Minta penjaga untuk turun. Selidiki apartemen lainnya.

- Aku akan kirim petugas dari Cabang Kriminal. Oke? - Oke, pak.

- Pak, aku akan memeriksa sekitar. - Oke.

- Apakah kau shift malam atau siang? - Malam Pak.

- Apakah kau di apartemen? - Ya, Pak.

Sulit untuk mengingat karena banyak flat di sini. Tapi mari coba ingat-ingat.

- Kapan Shruti memasuki flatnya? - Aku tak tahu persis, Pak.

Tetapi ketika aku datang bekerja, motor Shruti diparkir di sini.

Kapan kau datang?

Tapi tolong jangan katakan pada atasanku. Pekerjaanku bisa hilang nanti, Pak.

Sebenarnya aku pulang ke rumah dan kembali jam 5 pagi, Pak.

Kapan penjaga shift siang pergi? Sekitar jam 8:30 Pak.

- Apakah ada kamera keamanan di sini? - Apa Pak?

- Apakah tempat parkir ini ada..uh? - Tidak ada, Pak.

Dari kantor, petugas baru itu.

Kau boleh pergi.

Suresh, si petugas baru.

Suresh, kau baru saja bergabung kemarin. Suasana baru masih awal.

Ketika seseorang melapor tentang keluhan...

..tak ada yang akan mengaturmu untuk memberitahu, Suresh.

Pak, tolong maafkan aku, kupikir itu panggilan lelucon.

Lelucon?

Dia memberitahuku masalah serius dengan cara menyebalkan, Pak.

Dengarkan, seperti ini..

Panggilan darurat tak akan langsung ke Tim lapangan, Pasti melalui ruang kontrol dulu.

Ruang kontrol menerima keluhan. Kemudian memberitahu Tim lapangan kita.

Staf kontrol tak akan tahu tingkat keseriusan insiden. Dia hanya mencatat dan sampaikan.

Paham?

Maaf pak, aku tak akan beralasan. Tapi aku baru bekerja..

..aku tak tahu...

Pelajari beberapa hal mendasar.

Dan ingat, beri tahu aku..

..jika ada informasi penting, jangan yang lain.

Pak, apakah kau di tempat Shruti di apartemen Saroj Prayag?

Ya.

Shruti ke kantor kita kemarin dan komplain soal pelecehan ejekan, Pak.

- Terhadap siapa? - Tidak memberi alamat jelas, Pak.

Namun, dia menyebutkan wilayah Ambedkar Nagar. Namanya Mano, Pak.

TEMPAT TINGGAL FABIAN. JAM 12 SIANG.

- Siapa Mano? - Aku, Pak.

Aku akan menanyakan beberapa hal. Jawab saja ya atau tidak. Oke?

- Kau kenal Shruti yang tinggal di apartemen Saroj Prayag? - Ya, Pak.

- Kau pernah berbicara dengannya? - Ya, pak.

- Apakah kau telah melecehkan dia? - Tidak, Pak.

- Ancaman pembunuhan? - Pak, tidak pak.

- Kau mengenalnya dekat? - 10 hari yang lalu..

Seorang gadis mengendarai motor dan hampir menabrak mobil kami.

Dia meminta maaf dan pergi, Pak. Itu dia.

Itu pertama kali aku melihatnya.

Apakah dia mengemudi dengan cepat atau kau yang ngebut?

Dia yang belok terlalu tajam, Pak.

Sepertinya kau pria yang baik. Lalu mengapa kau melecehkannya?

- Kapan terakhir kali kau melihatnya? - Saat 10 hari yang lalu itu, Pak.

Pak, bisakah kau memberitahu kami mengapa memanggil kami ke sini?

Bagus, kau ahirnya menggunakan istilah "Pak".

Shruti yang tinggal di Saroj Prayag dekat rumahmu hilang.

Yang menarik di sini adalah...

..dia telah mengajukan keluhan ejekan, terhadap Mano yang berada di Ambedkar Nagar.

Jadi kupikir ini alasan yang pas untuk menanyai kalian.

- Apa cuma dia satu-satunya Mano di daerah kita? - Ya!

Jika kau tak percaya, periksalah ini daftar nama di Ambedkar Nagar. Satu-satunya adalah temanmu.

- Bagaimana bisa tak ada Mano lain? - Hei.

Berikan ponselmu.

- Ada masalah, pak? - Tak mengisi daya, mati.

Charger ke stopkontak sana.

- Halo, Adityan. - Sedang diproses, Pak.

- Bukan itu. Ini kasus lain. - Apa?

Seorang gadis di daerah ini hilang. Ditemukan darah di kamar tidurnya.

Aku ragu apakah yang terjadi sebenarnya.

- Bisakah kau periksa TKP itu segera? - Tapi proses ini belum selesai, Pak.

Hari ini semua orang benar-benar sibuk. Mau bagaimana lagi?

Apa alamatnya, Pak?

Aku SMS nanti, petugas Gautam ada di sana. Kau dapat berkoordinasi dengannya.

Oke, pak.

Pak.

- Adakah kasus yang mungkin terjadi setelah itu? - Aku tahu bagaimana ini berakhir.

Tapi ada beberapa tautan yang hilang di antaranya yang tidak jelas.

Benarkah?

Bukankah membosankan jika menonton film yang kau ketahui apa klimaksnya?

Nah itu dia. Tapi tergantung pada caramu menceritakan kisah.

Oke.

Setelah memanggil Adityan. Aku meminta 3 pemuda itu menunggu di kantor.

Saat itulah aku mendapat petunjuk pertama kasus pembunuhan.

Peluru di kepala Krish adalah 9 mm. Itu biasa dipakai para polisi.

JAM 1 SIANG

- Surendar. - Periksa bagian dalam.

- Halo pak. - Bagaimana?

Sederhana tapi rumit.

Tidak terlihat seperti perkelahian, tidak termasuk darah di dinding.

Kami menemukan kartu ID Shruti. Dan kemarin adalah tanggal ulang tahun Shruti.

Sekarang, inilah masalahnya.

Dalam ID Shruti golongan darahnya O positif. Tapi kami memeriksa golongan darah di dinding..

..ini B positif.

- Pak, bagaimana dengan kasus lain? - 9 mm.

- Bisakah duduk di sini? - Silahkan.

Ada apa Pak?

Sebagian besar masalah anak gadis biasanya percintaan.

- Jadi kita harus mulai dari sudut pandang itu. - Sudah aku, Pak.

Dia seperti itu. Terkadang mengejutkan.

Katakan padaku Tuan Gautam. Apa yang kau dapat?

Aku interogasi semua orang di sini, Pak. Menurut mereka Shruti hidup sendirian.

"Tidak ada orang tua atau kerabat. Tapi kadang seseorang menemuinya."

"Seorang tetangga di flat 3A pernah menanyai Shruti tentang dia."

"Dia mengatakan itu adalah kekasihnya."

"Orang itu satu-satunya yang melihat pria itu di apartemen ini."

Jadi dia punya kekasih di sini.

Namanya Krish. Ini SIM-nya.

- Adityan. Apa golongan darah yang ada di dinding? - B positif pak.

- Pak? - Dibalik!

"Seorang tetangga di flat 3A pernah menanyai Shruti tentang dia."

"Orang itu satu-satunya yang telah melihat pria itu di apartemen ini."

Pak, apakah dia yang kau lihat?

Aku tak yakin pasti. Tapi..kupikir mirip dia.

Prioritas pertama kita untuk mencari tahu siapa pemuda itu dalam komplain Shruti.

Pak, bagaimana dengan Mano?

Dalam kasus Shruthi, dia tampaknya tak berbohong. Jawabannya meyakinkan.

Jika tim cabang kriminal datang, kau bisa pergi dari sini.

Pergi ke Ambedkar Nagar dan lakukan interogasi seperti yang kau lakukan di sini. Aku antar kau.

Pak, aku ke atas dulu, topiku.

- Hah? - Aku lupa topiku.

Kau anak 90an. Pasti pernah main game Super Mario, kan?

Ya, Pak.

Di awal game itu. Ada 3 Kehidupan.

Jika kau beruntung... Kau melompat melintasi beberapa tempat.

Kau mendapatkan kehidupan dari koin ajaib. Kehidupan Ekstra.

Kau mengerti?

- Tapi aku tak mendapatkan hal semacam itu. - Kau akan.

Sama seperti dalam setiap kasus. Akan ada koin ajaib.

Kau tak perlu mencarinya. Koin ajaib akan datang padamu.

- Kau bisa berhenti? - Jangan mengganggu, Pak.

- Jika kau tak kembalikan.. - Aku tak akan berikan.

- Ada apa? - Ini Pak.

Begini Pak, aku melarang mereka mengambil gambar di depan apartemen. Mereka ngeyel, Pak.

Kami hanya syuting film pendek, kami tak mengganggu siapapun, Pak.

Ini adalah area perumahan.

Kami tak mengganggu, dia melebih-lebihkan, Pak. Kami memiliki kompetisi..

Pak, kami harus edit besok. Semua file di sana, Pak.

- Ambil di kantor polisi nanti malam. - Pak, sudah sebulan kami bekerja..

Tanyakan di setiap rumah. Hubungi aku jika ada yang mencurigakan.

- Paham Gautam? - Akan kulakukan, Pak.

- "Tuan, aku Gautam." - "Ya, Gautham"

"Kau dengar rumor komplain Shruti dengan Mano?"

"Dia menghentikannya di jalan kemarin siang dan membuat keributan."

"Gadis itu marah padanya, lalu komplain ke kantor polisi."

Oh..Ok.

Ayah Krish, Pak. Komplain putranya hilang.

- Bukankah aku menyuruhmu mengabarinya? - Pak, SIM Krish ada padamu, aku tak mencatat alamatnya.

Apakah itu alasan, Rajan? Minta dia untuk masuk.

Tuan, silahkan tunggu di dalam.

Aku minta ijin pulang, Pak?

Nak, berikan nomor ponselmu di sana.

"Aku di kantor polisi."

- Kami hubungimu nanti. - "Aku akan menemui Inspektur."

Silakan duduk, Tuan.

Kalian boleh pergi. Tapi besok kami ingin kalian datang.

Halo.

Sudah ajukan pengaduan?

- Silahkan bicara. - Namaku Sriram.

Anakku biasanya pulang jam 9 setiap malam. Tapi dia hilang sejak semalam.

Aku tunggu SMS-nya. Tapi tak ada pesan apa pun.

Istriku sangat cemas. Jadi kupikir lebih baik lapor ke polisi.

Pak, ayah pemuda ini..

Aku juga mantan perwira polisi. Bertugas di Delhi.

Aku pensiun 5 tahun lalu dan sekarang menetap di Chennai.

- Maaf, aku tak memberi hormat pada seniorku. - Oh tidak masalah.

Pak, aku perlu memberitahumu sesuatu. Aku tak tahu bagaimana kau akan menyikapinya.

Seseorang menembak putramu. Dia mati.

- Kapan? - Dini hari.

- Siapa..kenapa? - Tidak tahu. Kami sedang mencari.

Melihat orang tua kehilangan anak-anak mereka dan berduka.

Tak ada lagi kesedihan lain yang dapat melebihinya.

Aku tak ingin berbicara sekarang. Aku datang lagi besok.

Dia putra kami satu-satunya. Bagaimana istriku menerima berita ini nanti? Aku tak tahu.

Rajan.

Jika Adityan menelpon, minta dia untuk menghubungi telepon rumahku.

Nomor Pak?

- 2485127 - oke, pak.

- Kau tugas malam? - Ya, Pak.

Pak, bagaimana ponselmu?

Sepertinya mengisi daya. Aku akan periksa nanti di rumah.

Semua petugas di TKP hari ini suruh melapor besok.

TEMPAT TINGGAL DEEPAK. JAM 9 MALAM.

- Selamat pulang, Deepak. - Halo Tuan, baik-baik saja?

Seseorang tadi menunggu di depan rumahmu untuk waktu yang lama.

- Siapa? - Tidak tahu.

Seorang pemuda. Sekitar jam 6 sore.

Aku melihat dia ketika aku pulang, lalu dia pergi. Tak tahu mengapa dia pergi.

Oke, lihat besok. Selamat malam Tuan.

"Nomor yang Anda tuju tidak aktif atau berada di luar jangkauan."

Halo?

"Pak, aku Rajan berbicara. Ada 2 mahasiswa di sini."

"Katanya kau meminta mereka mengambil kamera malam ini di kantor."

Aku lupa itu. Di mobilku, Rajan. Katakan kepada mereka untuk datang besok.

OK, pak.

"Pak, kata mereka butuh kameranya hari ini."

"File di dalamnya untuk kompetisi besok."

"Pak, mereka mengatakan itu kerja keras mereka selama sebulan."

Oke. Suruh mereka ke rumahku.

- Kampus mana? - KLM, Pak.

Mengapa begitu gelisah? Aku akan berikan.

- Film tentang apa? - Frescoe Delusion, berdasar peristiwa itu.

- Nama? - Nama film, Pak?

Prathi.

- Hah? - Prathi.

Untuk kompetisi besok. Tapi kau mengatakan file tersebut masih di kamera.

Apakah kalian terlalu sibuk?

Kami telah menyelesaikan hasil akhir. Tinggal mengambil untuk klimaks alternatif.

Bagaimanapun juga! Jika kamera mahal ini disita, akan sulit mendapatkannya kembali..

Pak..

Aku akan kembalikan. Aku tak punya masalah.

Tapi kalian tak ambil gambar gadis-gadis kan? Apa jaminan kalian hanya untuk film..itu?

Pak, kami 4 kali ambil gambar tadi malam.

Siang ini sebelum kami sempat syuting, penjaga mengambilnya dari kami.

Jika mau, kami akan tunjukan apa yang kami ambil, pak.

- Kau siap? - Sebentar kawan, pencahayaan.

- Cepatlah! - Apakah kita sedang syuting The Red? '

Lakukan cepat!

- Ah Jangkrik.. - Mburimu ono denok deblong!

Hei fokus, ayo fokus.

- Kapan kau sampai di sini? - Sekitar jam 6:30 pagi.

Atau sekitar 6:45-6:50.

Hei, kau tak fokuskan dengan benar.

Mobil putih, Pak. Aku tahu itu.

- Kapan kau merekam ini? - Jam 11 malam, Pak.

- Jam berapa kau datang ke apartemen? - 10:30 malam, pak.

Kami syuting selama setengah jam Kemudian hujan mulai deras..(jam 11:10).

Jam 11:10 malam, Pak.

- Apakah mobil itu parkir di sana ketika kalian tiba? - Ya, pak.

Berikan memory-nya.

Selain gadis itu, apakah kalian melihat orang lain masuk ke flat itu?

Ketika kami sedang bersiap-siap, kami melihat seorang masuk.

Ada foto atau videonya?

- Video yang mana? - Telepon saja dia.

- Panggil terus sampai diangkat. - HP ku Lowbat.

- Rajan - Ya, Pak.

- Berikan nomor ponsel Gautham. - Sebentar, Pak.

- Pak, bisakah kau catat? - 995..288..5733..

Dan satu lagi. Jangan lupa besok. Laporkan tugas di pagi hari.

Oke, siap, Pak.

Hubungi nomor itu.

- Nada dering keren. - Siapa ini?

Salahku, kupikir kau akan mengenali suaraku di hari pertama.

Oh maaf, Pak. Suara di telepon terdengar beda?

- Apa yang kau dapat? - Aku ketuk setiap pintu, Pak.

Aku bertanya tentang Mano yang di sketsa kita, Pak.

- Apakah ada orang lain dengan nama itu? - Ada di nomor 10, berusia 86 th bernama Manoranjan, Pak.

"Dia akan kembalikan. Berhenti menggganggu."

Apakah aku membuatmu bekerja terlalu keras pada hari pertamamu?

Tidak pak. Menurutku kasus ini adalah sambutan hangat kepadaku di kepolisian, Pak.

Mantap. Jadi aku tak perlu khawatir untuk menyuruhmu bekerja lembur, kan?

Aku mendapat petunjuk penting. Jadi aku meneleponmu untuk tahu pendapatmu.

- Datanglah sekarang. - Ok, oke Pak, aku segera ke sana.

Alamatku ini..

- Pak..alamat? - Aturan pertama...

- ..jangan lupa detail penting karena kegembiraan, oke? - Baik Pak.

- Jolali..RT 3/RW 3 Kidul Kauman. - Inggih, Pak.

- Pakai seragam atau bebas, Pak? - Terserah apa saja.

Apakah di antara kalian ada yang berminat jadi polisi?

Tidak, Pak.

Lihat reaksi 2 pemuda itu. Antusiasku datang ketika aku mendapat petunjuk.

Anak-anak itu sangat ketakutan.

- Mendinginkan suasana. - Tapi aku tahu, masih ada cerita tersisa.

- Apa pendapatmu dari video ini? - Vaishnavi menyembunyikan sesuatu dari kita, Pak.

Bagaimana dengan mobil yang diparkir di luar apartemen? Pengantar koran itu berkata melihat mobil putih, kan?

Menurutku mungkin milik seseorang di apartemen.

Jika tinggal di sana, mengapa diparkir di luar?

- Benar juga. - Ayo. kita cari tahu.

JAM 10 MALAM.

- Panggil Vaishnavi. - Vaishnavi keluar jalan-jalan, Pak.

Sekarang jam 10:00 malam. Pergi jalan-jalan jam segini?

Dia pergi beberapa menit yang lalu. Sepanjang hari dia cukup terganggu.

- Mungkin merasa lebih baik jika berjalan-jalan. - Oke, beri aku nomor ponselnya.

94423..55521

- Halo, Vaishnavi. - Halo.

Ya, Inspektur Deep..

Ada apa Pak?

- Apakah barang-barangnya ada di sini? - Hanya 1 tas, ada di dalam.

Kapan bus terakhir ke Chennai?

- Jam 10:00 dan jam 10:30 Pak. - Ayo pergi.

- Seseorang menunggu di depan rumahmu. - Siapa?

Sepanjang hari dia cukup terganggu. Mungkin merasa lebih baik jika berjalan-jalan.

Aku tak yakin. Tapi sepertinya dia.

10 hari yang lalu. Gadis itu mengendarai motor dan hampir menabrak mobil kami.

Dia meminta maaf, Pak. Itu pertama kali aku melihatnya.

- Kapan terakhir kali kau melihatnya? - 10 hari yang lalu, Pak.

- Jika tinggal di sana, mengapa diparkir di luar? - Benar juga.

JAM 11 MALAM.

Dia mungkin memesan tiket untuk orang lain, Pak. Jika kita melacak nomor ponselnya..

..kita bisa menemukannya sebelum fajar.

- Ya, pak? - TN- 38 AW 7436

Temukan detail mobil ini dan beritahu aku.

- Apakah kau mencurigai seseorang pada tahap ini? - Ya, pak.

- Tetapi hanya analisa teori. - Tak apa-apa, katakan.

Ketika aku menyelidiki di Ambedkar Nagar, kebanyakan komplain tentang seseorang..

Fabian.

Beberapa menyebutnya pemarah. Beberapa menyebutnya hidung belang.

Teoriku..

Shruti ingin komplain tentang Fabian. Karena mereka bertiga selalu bersama...

..kemungkinan ada kekeliruan nama.

Ini pengalamanku, Pak.

Jika mereka teman baik, mereka tak akan ungkap rahasia kotor teman mereka.

Atau Melvin dan Mano tak mengetahui Fabian telah melecehkan Shruti.

Berhenti. Berhenti.

- Mau kemana jam segini? - Kantor polisi, pak.

Ada apa dengan wajahmu?

Aku yang bodoh atau kau yang tak mengerti?

Biasanya kau siap menjelaskan. Bagaimana dengan ini?

Sudah berapa kali kukatakan padamu?

Pertama, janganlah panik. Ini tak seserius yang kau pikirkan.

Oke, dengarkan aku dan jangan panik.

Seseorang mungkin telah melihat kecelakaan kita.

Setelah kita berkelahi dengan polisi, bagasi terkunci. Tapi tidak pintu mobil.

Jadi dia mengikuti mobil kita. Dan setelah kita masuk rumah..

..dengan tombol pembuka bagasi dia mengambil mayat.

Siapapun dia, hanya mengharapkan uang dari kita.

Jika kita menolak, dia akan berpikir untuk membawa masalah ini ke polisi.

- Bosku, aku perlu bicara serius. - Kami sudah bilang tak menginginkannya.

Oh tidak! Ini bukan tentang langganan koran. Ini tentang yang kau pikirkan di koran besok!

Bosku, mengapa berdiri? Duduklah, ini rumah kalian.

- Berita serius apa? - Penasaran ya?

Kemarin seorang pengantar koran bersepeda melewati taman Bharathi.

Tiba-tiba dia mendengar suara berdecit rem mobil. Dia bergegas untuk melihat.

Dia melihat 3 orang seperti kalian.

Mobil mereka menabrak seseorang dan melemparnya ke dalam bagasi.

Pengantar koran itu sangat baik. Dia belum memberitahu hal ini pada polisi.

Jika aku di posisinya aku pasti sudah memberitahu polisi.

Belakangan dia punya ide, jika dia memberitahu polisi informasi ini, tak ada untungnya.

Dia tak akan dapat uang sepeserpun.

Tetapi jika dia bertemu dengan pelakunya dan mendiskusikan dengan mereka..

..dompetnya akan menjadi lebih gemuk dan saling menguntungkan, bagaimana hah?

Berapa banyak?

Jika aku bekerja selama sebulan untuk mengantar koran, aku bisa kumpulkan Rs 3000.

Setahun -2 x 50 x- wuek! Sekitar Rs 20000.

Umurku 29 tahun sekarang.

Selama 40 tahun ke depan aku berharap hidupku bisa makmur.

Jika kau letakkan 10 lakh di meja ini, aku segera bawa.

Aku tak akan mengganggumu lagi, hah?

Datang setelah 2 jam. Uang akan siap.

- Bisakah aku mempercayaimu? - Percayalah.

Ketika dia memeras, seharusnya kita mengusirnya. Kenapa takut?

Pikirkan ini..

Apakah kau yakin hanya dia yang tahu? Kita turuti dulu apa yang dia mau.

Jika dia mengambilnya dan tetap diam, itu artinya tak ada orang lain yang tahu.

Santai, aku tahu bagaimana cara mendapatkan uangku kembali.

Lakukan saja apa yang kukatakan. Bukan diam atau takut.

- Halo, ayah. - Ya.

- Kau menarik uang dari akunku? - Ya, aku mengambilnya.

Untuk beli tanah dekat Tiruppur. Gajiku belum keluar.

- Aku butuh 10 Lakh, ayah. - Hei! Berapa lakh? Fabi..

Aku hanya punya 50.000 rupee saat ini. Sisanya nanti.

Apa ini, Bos? Kau janji tentang lakh kenapa ini hanya ribuan.

- Oke, kuterima, sisanya? - Sisanya kuberikan dalam waktu seminggu.

Setelah kami pulang dari kantor polisi, dia datang lagi meminta uang, Pak.

Bagaimanapun juga itu adalah kecelakaan. Aku bilang, "Lebih baik mengaku ke polisi..

..maka kita tak akan diperas dan aman."

Fabian marah dan memukulku.

Kupikir lebih baik memberitahu polisi. Itu sebabnya aku pergi diam-diam.

- Di mana kecelakaan itu terjadi? - Di sini, Pak.

Bagaimana ciri-cirinya? Bisakah kau mengingat sesuatu?

Aku begitu ketakutan, hingga tak bisa kuingat, Pak.

Kau boleh pergi.

Jika temanmu bertanya, bertindaklah seolah-olah tak ada apa-apa.

- Pak, bagaimana dengan tukang koran? - Dia tak akan mengganggumu lagi.

- Pak, Rileks. - Sebentar...

Mari kita susun informasi yang kita miliki sejauh ini dalam urutan kronologis.

Kemarin malam Vaishnavi ke apartemen jam 11 malam. Kecelakaan terjadi jam 2 dini hari.

Dalam waktu yang sama, kekasih Shruti ditembak di taman.

Kemudian, jam 7 pagi Vaishnavi komplain kepada tetangga.

Terahir. Vaishnavi melarikan diri jam 10 malam.

Tukang koran berada di TKP pembunuhan dan kecelakaan. Seberapa mungkin dia melihat pembunuhan itu?

Kemungkinan banyak, Pak.

- Jalan S.Marimuthu Raghavendra -

TEMPAT TINGGAL TUKANG KORAN JAM 11:30 MALAM

- Pak! - Halo.

- Bisakah ijinkan kami masuk? - Silahkan, Pak.

Pakaian tersebar di seluruh tempat. Jika tak keberatan..Pak!

Apa ini, Pak? Apa yang kau lakukan?

Pak, mengapa? Pak..

Meskipun rumah kecil, kau menatanya cukup baik.

Jangan tinggal di sini lagi. Ada apartemen yang sangat bagus seharga 8 lakh di Mettupalayam.

Pindahlah ke sana.

Dengan sisa 2 lakh, kau bisa memulai usaha sendiri. Hidup akan sangat baik.

Aku bersalah. Tolong maafkan aku, Pak.

Aku tak akan mengganggu mereka lagi, Pak. Aku akan ceritakan semua kebenaran, Pak.

Kata "kebenaran" sangat berarti. Yaitu mengatakan dengan jujur dan tepat.

Tak menyisakan sedikitpun tempat untuk kebohongan.

Jika kau dapat meyakinkan kami benar-benar jujur, kami akan pergi tanpa sepatah katapun.

Tetapi jika tidak, jika kami merasa kau berbohong, kami akan mengikatmu di tengah jalan.

Dan melindasmu dengan mobil.

Aku akan jujur, Pak.

Katakan.

Aku pergi ke depot untuk mengambil koran. Seorang pria tergeletak di jalan dekat mobil putih.

Aku mendekat untuk memeriksanya, Pak.

Aku bukan orang katrok.

Dia tertembak.

- Ojo ngoceh ae cangkemu. - Awas su.

Aku mendengar suara berdecit mobil di jalan yang berlawanan, Pak.

Aku bergegas pergi untuk memeriksanya, 3 pria itu menabrak seseorang dan memasukannya dalam bagasi.

Segera aku ke kantor polisi memberitahu tentang korban tembak. Aku tak memberitahu tentang kecelakaan.

Aku memeras mereka hanya untuk uang. Sumpah, aku tak tahu yang lain, Pak.

- Kau tak mengambil mayat dari bagasi? - Untuk apa simpan bangkai, Pak?

- Apakah mobil ini yang di taman? - Iya benar, Pak.

- Kau pernah lihat mobil itu di TKP? - Tidak, Pak.

Apakah perlu waktu lama melacak nomor mobil? Orang-orang ini tak dapat dipercaya.

Apakah Polisi Rajan sudah melacak mobilnya?

- Sudah, Pak. Aku telah SMS detailnya. - Ke siapa?

Pak Rajan. Sebentar.

Aduh, Pak. SMS tak terkirim. Aku akan kirim ulang

Gautham. Pembunuh itu mungkin telah melihat kecelakaan mobil.

Kemudian dia mengikuti mereka. Lalu mengambil mayat di bagasi.

Aku juga memikirkannya, Pak.

Tapi Vaishnavi telah berbohong pada kita, dan jejak darah di apartemen. Bagaimana itu?

Sekarang coba visualisasikan teoriku ini.

Aku tak dapat memastikan yang terjadi sebenarnya. Dengan semua bukti yang kita terima sejauh ini..

..aku mengatakan inilah yang terjadi.

Aku sebut "Teori Deepak".

Saat Krish dan Shruti, merayakan ulang tahun..

..dia pergi ke apartemennya.

Kita tak tahu siapa dia.

Jadi, kita anggap saja dia si pembunuh.

Harusnya ada orang ketiga di apartemen. Mungkin kekasih Vaishnavi.

Si pembunuh masuk ke apartemen dan menyerang orang ketiga.

Lalu, dia masuk ke kamar Shruti dan menyerang Krish.

Inilah darah Krish di dinding, akibat tembakan senjata.

Tepat pada saat yang sama Vaishnavi naik ke apartemen.

Pembunuh menodongkan senjatanya dan mengancamnya agar tak menjerit atau lari.

Untuk membuat orang percaya...

..dia meninggalkan Vaishnavi lalu membawa 3 orang lainnya di mobil.

Saat melewati taman, Krish mencoba melarikan diri.

Dia menembaknya... Boom!

Pacar Vaishnavi, juga melarikan diri melompati pagar taman.

Dengan segera pembunuh menseting kematian Krish sebagai bunuh diri.

Apa yang terjadi setelah itu, tak perlu kujelaskan.

Tukang koran melihat ini dari luar taman, dan Pembunuh melihat ini dari dalam taman.

Setelah anak-anak muda itu pergi, tukang koran pergi ke kantor polisi.

Mengikuti Mobil Fabian... Pembunuh meninggalkan tempat kejadian.

Ketika mereka masuk ke rumah, si pembunuh mengambil mayat di bagasi mobil.

Kemudian dia pergi beserta Shruti dan mayat, dengan Dzire putih TN 38 AW 7436 yang kita cari.

- Jenius Pak, tapi.. - Bukankah teoriku logis?

Ya, Pak, semuanya logis.

Sangat logis kronologinya. Tapi motifnya?

Tidak semua pembunuhan harus memiliki motif.

- Maksudmu si pembunuh psikopat? - Tepat sekali.

- Pak, terdaftar atas nama Krishna siapa? - Krishna Swamy.

- Bicaralah. - Pak, aku dari bypass Tirupur.

Melihat seseorang melempar sesuatu dari mobil ke sungai, Pak.

Katakan dengan jelas.

Dia mengambil sesuatu dari bagasi mobil dan melemparkan ke sungai.

- Mobil apa, pak? - Dzire putih, pak.

Sangat parah, harus diamputasi.

Beberapa hari yang lalu, seorang pemuda bernama Krish ditemukan mati misterius di Taman Bharathi.

Pada hari yang sama seorang gadis bernama Shruti hilang.

Seorang bernama Mano diduga sebagai pelakunya..

Karena permusuhan dengan Krish dan Shruthi, dia membunuh Krish dan menculik Shruti

Menurut laporan, tim kepolisian sekarang memburu untuk menangkap Mano.

Nuwunsewu.

- Hallo, Pak, ini Rajan. - Ah, aku sedang ngobrol, Rajan.

Pak, maaf sebelumnya.

Putraku mengetahui mengapa aku menyuruhnya untuk bertemu denganmu.

Dia menolak bertemu denganmu, Pak. Maaf, halo, Pak?

Siapa kau?

Ahirnya, kau seharusnya bertanya ini dari awal.

Kau berbicara denganku seolah mengenalku selama 10 tahun. Aku juga begitu.

Jika aku mengungkapkan identitasku dari awal, kau tak akan membuka diri sejauh ini.

Tak sabar untuk mengeluarkan ini?

Aku saudara laki-laki Krish.

Masuklah! Jangan keluar sampai kupanggil. Masuk!

Aku tahu kau telah melihat wajah si pembunuh.

Tapi kau diam saja ketika polisi mencarinya.

Seorang pria dapat kendalikan perasaannya.

Tapi setelah ia mengetahui seseorang seharusnya berada di balik jeruji atau mati..

..kemarahan di dalam dirinya meledak.

Sulit mengendalikan rasa marah itu.

Disamping itu, ia ingin membantu orang mendapatkan keadilan.

Ketika kau tahu siapa pembunuhnya, kau tak melakukan apa-apa. Sekarang aku butuh jawaban sederhana.

Mengapa?

Akan kujelaskan.

Jika kau masih marah padaku, silahkan tembak aku setelah kujelaskan.

Tak ada yang akan menghentikanmu. Karena, pada dasarnya polisi kurang dihargai.

Tak diwajibkan memberikan hidup untuk orang yang menyelamatkan hidup.

Tapi, simak baik-baik ini...

BEBERAPA HARI SETELAH KECELAKAAN

Mengapa kau pergi tanpa memberitahu kami?

Pak, kantorku memanggilku untuk segera datang. Itu sebabnya aku harus pergi.

Aku menelepon Inspektur, tapi tak tersambung. Lalu aku mendengarnya kecelakaan.

- Apakah ini terjadi ketika dia mencariku? - Tidak.

Pak. Vaishnavi telah datang.

Pak, permisi sebentar, aku ambilkan makan siang untukmu.

Pak, aku tak melakukan kesalahan apapun. Sekarang, aku akan ceritakan sebenarnya.

Setelah itu, apapun keputusanmu, silahkan..

KEJADIAN NYATA MALAM ITU

- Maaf. Siapa yang.. - Hai, aku Krish, teman Shruti.

Aku datang untuk mengucapkan ulang tahun. Sepertinya tak di rumah.

Tidak, dia ada, aku tadi menelponnya. Dia bilang mau mandi. Sebentar.

- Suu? - Tunggu. - Oh, OK.

- Arep bajigur? - Ora, suwunlah.

- Dia siapa? - Oh, teman kampusku, Prem.

- Apa acara merayakan ulang tahunnya? - Aku punya rencana untuk ulang tahunnya.

Rajiv akan datang. Ini kejutan.

Rajiv?

Ya. Kekasihnya. Tinggal di Nashik. Tapi tak ada yang tahu kedatangannya hari ini.

- Bagaimana kau kenal Shruti? - Kami tinggal sekitar sini, sering ngobrol.

Mano, tolong pergilah sebelum aku bersikap kasar.

Mano? dia bilang namanya Krish dan Prem!

Jangan khawatir.

Hei!

Namaku Krish.

Kau pergi ke kantor polisi kemarin? Aku tahu kau akan melakukannya.

Itu sebabnya sebulan yang lalu ketika kita pertama kali bertemu..

..aku perkenalkan diri sebagai Mano!

- Eh, kau belum bertahu namamu. Hah? - Vaishnavi.

Vaishnavi..manis.. Oke, Vaishnavi. Shruti dan aku perlu bicara.

- Bisakah kau menunggu di luar? - Ti..tidak.

Keluar.

Aku ingin bertemu dan ngobrol denganmu. Tapi kau tak pernah bicara dengan baik.

Oke. oke. Aku telah menawarkan waktuku.

Aku ke sini ingin ucapkan selamat ulang tahun. Kau pikir bisa mempermalukanku di depan semua orang?

Ok, langsung aja, aku ingin tidur denganmu. Ah, bukan.

Aku ingin mengenalmu untuk menjalin hubungan. Apa kau tak mengijinkan?

Mungkin saja kau akan mencintaiku. Siapa tahu.

- Buka pintunya! - Rajiv!

- Shutti.. - Hei. hei.

- Rajiv.. - Apa yang terjadi?

Hei, kami hanya butuh Shruti. Demi keselamatanmu sebaiknya kau diam.

Rekam!

Rajiv..Rajiv..

Hei! Pergi!

Dengarkan baik-baik..

Terutama kau Shruti.

Rahasiakan ini, mengerti? Jangan ada komplain.

Jika kau ingin kami tertangkap polisi, kami tak takut. Karena kami tak rugi apapun.

Tapi sebelum itu, berpikirlah dua kali. Bagaimana jika kau menjadi viral, hah?

- Kapan giliranku, bung? - Nanti, sepuasmu bro.

Hidupnya sekarang ada di tangan kita.

Rajiv. Kau baik-baik saja? Jangan takut, lakukan saja.

Besok pagi, ketuk pintu tetangga. Katakan Shruthi hilang.

Datanglah ke bandara setelah jam 10 malam. Tinggalah dengannya di Nasik sampai keadaan aman..

Dia sangat butuh bantuanmu.

- oke. - oke.

Tak akan ada yang tahu tentang ini.

Jika kau pikir aku berbohong...

Kau telah mendengar semuanya. Sekarang katakan padaku, siapa kau?

Setiap kata-kata yang kudengar hari itu terpatri dalam ingatanku.

Ayah Krish pernah mengatakan dia adalah putra satu-satunya. Katakan..

..siapa kau?

Perwira polisi Mr. Deepak dan petugasnya Mr. Gautham mengalami kecelakaan tadi malam.

Keduanya terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit. kaki kanan Mr. Deepak harus diamputasi.

Karena kendaraan terbakar selama kecelakaan Mr. Gautham menderita luka bakar serius.

Saat ini dia dalam keadaan koma.

Mr. Gautham, bisakah kau mendengarku?

Bagus. Jangan panik.

Anda tertidur selama 5 tahun terakhir. Secara medis, keadaan koma.

Kondisi Anda saat kecelakaan, seperti ini.

Kabar baiknya, kami telah operasi wajah Anda tanpa bekas apa pun.

Tapi kabar buruknya, kami tak dapat mempertahankan bentuk wajah asli Anda.

Karena Anda diam selama 5 tahun, suara Anda berubah berat/besar.

Singkatnya, Anda tak akan mengenali diri Anda sendiri.

Di rumah sakit, ketika aku tersadar dan menatapi kondisiku..

..aku tak akan bisa kembali ke kehidupan lamaku.

Impianku selama 24 tahun untuk menjadi perwira polisi juga berhenti.

Aku dipaksa tidur di pertengahan usia 20-anku.

Apakah aku harus marah pada dokter karena menyelamatkanku?

Yang pasti, aku tak bisa menerima berita yang ada.

Si Pembunuh masih belum ditemukan.

Dari waktu ke waktu setiap aku mendengar berita. Entah mengapa ada kemarahan yang tak dapat kukendalikan.

Itulah mengapa aku mulai mencari jawaban mengapa kasusnya masih misterius.

Aku merasa terhormat dan terdorong sebagai Polisi Rekrutan Baru...

Gautam.

Hallo Gautam. Ajaib sekali.

Jujur rasanya seperti berbicara dengan orang asing.

Apapun yang kau mau kau bisa bertanya langsung padaku, Gautham.

Aku tak tahu kesalahan apa yang kulakukan padamu.

Aku datang 10 hari yang lalu.

Aku telah melihat wajah yang sama 5 tahun yang lalu di dalam mobil putih.

Kau penuh keruntungan, Pak. Tidak sepertiku.

Jadi, inilah yang kulakukan sekarang.

Kuharap kau mengerti mengapa aku mengarahkan pistol ini.

Dialah orang yang menghancurkan 5 tahun kehidupan dan identitasku. Kau tahu kebenaran ini..

..namun kau tak mengambil tindakan apapun.

Aku bukan orang jahat yang mengarahkan senjata tanpa alasan.

Kau juga bukan orang baik, yang telah membiarkan seorang kriminal melarikan diri.

Aku hanya menginginkan keadilan. Aku yakin akan mendapatkannya.

Apa yang kulakukan ini mungkin salah di mata orang. Tapi aku merasa ini benar.

Aku telah membuat keputusan. Tak akan ada perubahan.

Kau harus mengatakan kebenaran. Tak ada pilihan lain.

Katakan, Pak.

Katakan, Pak.

Ini peringatan terahir untukmu. Turunkan senjata.

Setidaknya aku bisa mati tanpa rasa bersalah.

Rajeev adalah putraku.

"Jumpa lagi Coimbatore.. Aku datang untuk ultah seorang gadis."

"Aku punya pacar di sini. Dan juga keluarga."

"Aku hanya memiliki Ayah. Ibuku meninggal saat aku masih kecil."

"Tapi aku belum diijinkan punya kekasih. Ini benar-benar akan mengagetkan ayah."

"Dia Shruti, hal terbaik yang pernah terjadi padaku."

Setelah beberapa waktu, ketuklah pintu tetangga... Katakan padanya Shruti hilang.

Beberapa saat yang lalu seseorang menunggu di rumahmu.

- Siapa? - Tidak tahu.

Jam 6 sore. Aku melihatnya ketika aku pulang. Lalu ia pergi.

Aku tak tahu kenapa dia pergi.

Datanglah ke bandara jam 10 malam. Tinggalah di Nashik sampai keadaan aman.

Aku melihat seseorang melemparkan sesuatu dari mobil ke sungai, Pak.

Katakan yang jelas.

Seorang lelaki mengambil benda besar dari bagasi dan melemparnya ke sungai, Pak.

- Mobil apa, Pak? - Suzuki Dzire putih, Pak.

Sebuah luka dalam kehidupan anakku. Itu tak akan bisa dihapus.

Itu sebabnya dia memutuskan untuk menyembunyikannya. Tak ada jalan lain.

Suatu hal yang pasti. Karma adalah..bumerang.

Jika kita melemparnya, itu akan kembali kepada kita.

Mungkin jika bercerita dari sudut pandang Gautam... Aku adalah penjahatnya.

Silahkan. Tapi coba perhatikan satu hal, mengapa hidupku berahir seperti ini.

Semua karena keputusan yang dibuat pada puncak emosional.

Seandainya, Shruti tak memarahi Krish.

Seandainya, Krish tak melakukan tindakan tak manusiawi.

Seandainya, putraku Rajeev tak membunuh Krish.

Seandainya, aku tak menyembunyikan semua kebenaran.

Terahir, Seandainya Gautham tak menembakku untuk keadilan.

Kehidupan akan menjadi berbeda, bukan?

Dhuruvangal Pathinaaru 16 Extremes

Diterjemahkan oleh: kawulo Dari English sub: fahadguru dan indespensible Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Terima Kasih

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.