Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
( Subtitle By IQIYI ) Resync/Edited By (Coffee_Prison)
Saat Liga KBO didirikan, pemain bukan 'biologis pria'
akan didiskualifikasi Pemain wanita dapat bermain di liga
hanya setelah aturan tersebut dihapus pada 1996.
- Terima kasih atas usahanya. - Tak apa.
Lee Jung-Ho.
Selamat.
Bagi mereka yang tak dapat bergabung tim pro atau kampus
akan mendapat pertemuan bimbingan karier minggu depan.
Kerja bagus, Semua.
Selamat.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Lakukan apa? Kita harus berhenti.
Joo Soo-In, Pemain Bisbol Wanita Menjanjikan
Pemain Bisbol Genius, Joo Soo-In
Pemain Bisbol Genius, Joo Soo-In
Pemain terbaik, Piala Presiden
Berhenti mengambil makanan dari tempat kerja
dan buat sendiri.
Kenapa kau tak membuat sup atau semur?
Kenapa mengeluh?
Makanan itu tak murah.
Soo-Hyong harus makan sehat untuk tumbuh.
Ibu harusnya tahu.
Ibu, aku harus makan sehat.
Aku tahu. Makan sendiri.
Omong-omong, bagaimana pemilihannya?
Apa yang akan kaulakukan setelah lulus?
Kau punya rencana?
Mau aku bicara dengan bosku?
Tidak, aku akan mengurusnya.
Joo Soo-In, berjanji padaku.
Aku biarkan kau melakukan apa pun yang kau mau.
Kau harus punya rencana baik, dan melakukannya.
Jika tidak, kau akan seperti ayahmu.
Paham?
Paham.
Ayah.
Oh, kau sudah datang
Ibu mau ayah pulang. Dia marah dengan ayah.
Sebentar. Aku selesaikan bab ini.
"Persiapan Ujian Izin Real Estat"
Lihat tagihan teleponmu.
Kenapa kau habiskan begitu banyak?
- Joo Soo-In. - Ya.
Kau sudah bangun?
Kau tak pergi kerja seperti orang lain.
Kau sudah bangun?
Kau hanya diam saja seharian!
Tak ada orang untuk ditelepon!
Apa yang akan kau lakukan?
Bawakan aku sisanya.
Kau siap, 'kan?
Ya, Pak.
Bagus. Aku percaya denganmu.
Hei, Joo Soo-In.
Kau menyerah sekarang?
Kerjakan ujianmu.
Apakah ini ujian matematika?
Aku tak melihat angka. Hanya ada abjad.
Astaga, aku belajar banyak darimu.
Dia tak punya malu bahkan dengan nilai jelek.
Setidaknya penampilanmu menarik.
Kau di tim independen
dengan Pelatih Park selama 3 tahun dari awal?
Ya.
Pelatih Park butuh pelatih baru untuk menguatkan tim,
dan aku akan ikuti arahannya.
Tapi kau belum pernah bermain dengan tim pro,
juga belum punya pengalaman melatih.
Bukan begitu?
Ayo bertemu anak-anak.
Tak ada hormat pada pemain lebih senior?
Maaf. Aku harusnya datang lebih awal.
Semua, kemari.
Berkumpul.
Selamat pagi, Pak.
Dia pelatih baru kalian, Choi Jin-Tae.
Senang bertemu denganmu, Pak.
Senang bertemu denganmu, Pak.
Kalian pasti lelah setelah melakukan ujian.
Ingin katakan sesuatu?
Tidak, tak apa-apa, Pak.
Baik.
Terus berlatih.
- Mari minum kopi. - Baik.
- Terima kasih, Pak. - Terima kasih, Pak.
Ayo mulai.
Ini gaji 3 bulan.
Terima kasih banyak.
Kau pernah bertemu ibu dari anakmu?
Tidak.
Kau masih banyak minum?
Tidak, aku kini sadar.
Anggap ini sebagai awal yang baru.
Kau bisa bekerja dengan baik, 'kan?
Ya, Pak.
Kita harus membimbing kelas 12
tentang karier mereka karena akan segera lulus.
Ambil berkas dari ruang staf, dan bacalah.
Ya, Pak. Omong-omong...
Aku melihat wanita di tim.
Joo Soo-In. Kau tak pernah dengar namanya?
Dia sangat terkenal.
Bagaimana seorang wanita dapat bermain di tim SMA.
Itu yang membuat dia terkenal.
Dia bisa melempar dengan kecepatan 130 Km/jam.
Hanya beberapa pemain wanita di dunia yang bisa melakukannya.
Berikan senyummu.
Baik.
Kau terlihat baik.
Lee Jung-Ho, tolong lihat ke kamera.
Baik.
Senyum.
Pemain bisbol SMA wanita pertama dalam 20 tahun!
Bagus!
Kini, bisa berganti pose?
Pemain profesional pertama hanya dalam 3 tahun
Pemain bisbol SMA...
"Formulir aplikasi uji coba"
Maksudmu kau bermain sendiri?
Tidak, aku dalam tim bisbol SMA.
Tidak! Wanita tak bisa bergabung dalam tim SMA.
Aku masuk sebagai pemain khusus.
Jangan bohong.
Itu benar.
Baik, aku paham.
Aku menerima formulirmu. Kau boleh pergi sekarang.
Kapan uji coba dimulai?
Pertama, kau harus lolos
penyaringan berkas pendahuluan.
Pengumuman tak mencantumkan penyaringan berkas.
Uji coba berbeda dari pemilihan.
Dilakukan secara internal oleh tim.
Kami tak dapat menerima semua pelamar.
Aturan itu baru ada kali ini.
Baik. Terima kasih.
Sama-sama.
Yang benar saja.
Kau kira akan dapat panggilan dari mereka?
Kenapa?
Kau butuh lebih banyak pengalaman gagal.
Aku tahu jika aku lolos atau gagal,
tapi dari mimik orang yang menerima formulir audisi.
Karena itu kau gagal semua?
Dorong aku di sini.
Astaga, Han Bang-Geul.
Kau bilang akan membelikanku gitar baru.
Apa yang kau lakukan tak menulis lagu baru?
Hei, audisi tentang menari.
Kau tak tahu apa pun tentang bidangku.
Apa yang tak kau tahu?
Baiklah, Pintar.
Omong-omong, tempat apa ini?
Lihat semua janggu dan hanbok.
Apakah mereka mengajarkan tarian tradisional?
Ya, tapi tak ada yang tertarik,
jadi, mereka mengajarkan tarian modern pada malam hari.
Astaga.
Kau bisa bermain go?
Joo Soo-In, tolong fokus
dan lihat ini.
Asosiasi Bisbol Wanita Korea
Liga bisbol wanita kini aktif
dengan banyak kompetisi internasional.
Mungkin kau bisa nikmati sebagai hobi,
atau lebih dari itu?
Bagaimana menurutmu?
Butuh banyak uang untuk bermain bisbol sebagai hobi?
Ya?
- Bu Kim. Silakan masuk - Halo, Pelatih Park.
Ini Bu Kim Ji-Hye, yang mengajar bahasa Jepang.
- Halo, Bu. - Hai.
- Silakan duduk. - Terima kasih.
Entah apakah kau sudah tahu.
Dia tergabung dalam tim bisbol wanita.
Apakah tim nasional?
Ya. Tim bisbol wanita nasional.
Dia tahu lebih banyak tentang bisbol wanita daripada aku.
Jadi, tanya apa saja padanya.
Soo-In, kau tak punya pertanyaan?
Tidak.
Apakah kau terpikir melakukan hal lain daripada bisbol?
Tidak, aku akan terus bermain bisbol.
Lalu tanya ke Bu Kim tentang itu.
Dia datang untukmu.
Aku berpikir untuk mencoba masuk ke tim profesional.
Maksudmu uji coba?
Ya.
Pelatih Park sedang mengusahakan untukmu,
tapi kau tak serius.
Apakah ini lelucon bagimu?
Aku tak bercanda.
Apa?
Aku sama sekali tak bercanda.
Kau mau menjadi pemain profesional atau tidak?
Ya, tentu.
Maka lihat selebarannya.
Kenapa?
Seberapa keras kau mencoba, kau tak bisa.
Tak ada gunanya mencoba.
Bu Kim.
Tolong jelaskan padanya.
Baik.
Bagaimana kau tahu?
Bagaimana kau tahu jika aku gagal atau tidak?
Kenapa bilang tidak bahkan sebelum mencoba?
Kau pikir dirimu berbeda, bukan?
Lakukan seperti kataku
sebelum terlambat.
Lari lebih cepat.
Oke, lari!
Hei, ke kotak pemukul.
Maaf?
Ayo.
Kau akan menangkap bolaku?
Baik.
Cepat lakukan
Pelankan.
Biarkan aku melempar beberapa bola.
Mulai!
Orang di sana adalah table-setter.
Jika dia memukul bolaku,
maka kau benar.
Paham?
Apa?
Perhatikan baik-baik.
Apa yang kau lakukan? Bersiaplah.
Hei, lakukan dengan serius.
Baik.
Ayo.
Apa-apaan itu?
Strike, bukan?
Apa yang terjadi?
2 strike.
Sial.
Hei.
Tunggu.
Kau lihat kaki kirinya sebelum memukul?
Ya, Pak.
Kau harus fokus pada bola.
Ayo.
Astaga, waktu yang bagus.
Itu lemparan tercepatmu, 'kan?
Kau pikir maksudku kau tak bisa hanya karena perempuan?
Kau hanya kurang mahir.
Lagi pula, kau terlalu lemah.
Paham?
Cukup untuk hari ini.
Rapikan dan bubar.
Terima kasih, Pak!
Soo-Hyung. Kemari dan makan.
Ya, Bu.
Apakah tak apa jika aku mengulang SMA setahun lagi?
Kau mau mengulang sekolah setahun lagi?
Ya, aku bisa berlatih lebih banyak
dan mencoba untuk dipilih.
Banyak pemain melakukannya.
Periode pencarian kerja ditetapkan sekolah sudah selesai?
Aku bilang pada bosku tentangmu.
Bosku bilang untuk mengundangmu wawancara.
Aku tak mau lulus seperti ini?
Lalu apa?
Kau sudah bermain bertahun-tahun.
Satu tahun lagi tak akan buat perbedaan.
Lihat ayahmu!
Bukan hal memalukan untuk menyerah jika tak ada harapan.
Ayo selesaikan.
Ya, Pak.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan dengan itu?
Bolehkah aku bergabung tim pro
jika melempar bola 150 Km/jam.
Apa?
Jika aku bisa melempar 150 Km/jam,
hal lain tak penting bukan?
129 Km/jam
Dia harusnya tak merekrut gadis itu
dari awal.
Sebagai tim baru,
dia membutuhkan perhatian media.
Pelatih Park sama sekali tidak berubah.
Karena itu dia tak bisa bekerja dengan tim pro.
Tak sesederhana itu.
Mungkin tempat ini lebih baik bagi orang seperti dia.
Ini hanya SMA desa.
Kau hidup seperti ini,
karena berpikir seperti itu.
Maka cari koneksi dan buat aku seperti pelatih pro.
Omong-kosong.
Bahkan tim kampus tak akan menerimamu.
Sudah kubilang untuk mengambil gelar
dan bersiap untuk melatih.
Kau bermain dengan bakat sedikit
hingga lebih dari 40.
Kau memang mustahil.
Berhenti mengomeliku.
- Hei! - Apa?
Aku tak bisa bergabung tim pro
karena perekrut buruk sepertimu.
Perekrut buruk? Berapa kecepatan lemparanmu dulu?
Kecepatan lemparmu tak bisa membuatmu pro, bodoh.
Apa rencanamu sebagai pemain profesional?
Um...
Aku akan bekerja lebih keras untuk menjadi pemain lebih baik.
Apa rahasiamu untuk tetap fit?
Hanya...
Joo Soo-In.
Reporter ini ingin bicara denganmu.
Suatu kehormatan bertemu pemain terkenal.
Boleh aku minta waktumu?
Tidak, terima kasih.
Pak Lee bilang kau melempar lebih cepat
dari saat SMP.
Aku menangkap bolanya beberapa hari lalu,
kecepatannya 130 Km/jam.
130 Km/jam? Apakah benar?
Tunggu sebentar, Nn. Joo.
Aku akan segera kembali.
Hei, tunggu.
Mau ke mana?
Kau bisa bicarakan situasimu di wawancara.
Apakah luar biasa bagiku untuk bisa melempar 130 Km/jam?
Kenapa?
Kenapa itu luar biasa?
Joo Soo-In, kita harus bicara.
Kau salah paham Itu bukan maksudku.
Punyaku lebih besar saat kita di SMP.
Aku lebih tinggi.
Dan lebih baik bermain bisbol.
Maaf terlambat. Takkan terjadi lagi.
Transfer saja uangnya lain kali.
Itu lebih mudah bagi kita berdua.
Aku akan mulai melatih.
Itu tim SMA Pelatih Park.
Akhirnya, berhasil untukmu.
Apa maksudmu?
Kau juga melempar dan melatih
di tim independen.
Itu juga berhasil untuk pemain lain.
Melatih adalah keahlianmu.
Sampai jumpa.
Berkumpul, Semua.
Berkumpul.
Kalian harusnya melakukan latihan individu kemarin.
Tapi tak ada yang berlatih.
Melewatkan latihan saat Pelatih Park tak ada?
Bermalasan karena di luar dingin?
Lari 50 putaran keliling lapangan.
Keluar!
Joo Soo-In, kemari.
Kenapa kau di sini?
Maaf?
Tahun terakhir tak harus datang untuk latihan kelompok.
Ambil barangmu dan pergi.
Bukan berarti aku tak boleh datang.
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang membuatmu spesial hingga bersikap seperti itu?
Jika kau semahir itu,
lempar 150 Km/jam dan bergabunglah dengan tim pro.
Jika kau tak bisa, maka belajar menerima.
Bilang pada mereka untuk masuk.
Lari sendiri jika itu yang kau mau.
Keluar.
Joo Soo-In!
Sudah cukup.
"Tim Bola Tangan Wanita Nasional Kontes Seleksi"
Aku yakin orang keras kepala
seperti Pelatih Park akan menolak.
Kau tahu, direkrut tim pro tak mudah.
Kau lebih tahu itu dari yang lain, 'kan?
Joo Soo-In bilang dia tak bisa ikut pelatihan luar musim.
Jadi, kau buat dia berubah pikiran pada saat itu.
Tapi bilang padanya untuk melakukan olahraga lain.
Ini sekolah
dan guru harusnya memperbaiki itu.
Kau paham?
"131 Km/jam"
Dia takkan berhenti
bahkan jika kita hentikan.
Akan menjadi masalah lebih besar
jika dia cedera.
96% pemain bisbol akan berhenti suatu saat.
Kau tak perlu cemas.
Jika membuatmu cemas
bilang padanya untuk ikut tes.
Mungkin dia akan kompromi dan memilih bola tangan.
Tak mudah untuk diperhatikan,
tapi Soo-In memiliki nilai putaran yang bagus.
Jangan biarkan laki-laki memasuki ruang latihan.
- Ya, Pak. - Berikan aku itu, dan...
Periksa berkas Soo-In di mejaku.
Sampai jumpa, Dah.
Hati-hati di jalan.
Selamat pagi, Pak.
Tanganmu terlalu tegang. Karena itu sakit.
Kenapa kau tak ikut pelatihan luar musim?
Kau harus membayarnya.
Aku harus membayar lebih karena..
..tak bisa berbagi kamar.
Kau bilang ingin menjadi pemain pro.
Aku juga hanya ingin menjadi pemain pro.
Aku harus lakukan segalanya agar itu terwujud.
Bagaimana jika kau gagal sepertiku?
Mungkin lebih baik untuk menyerah?
Tidak.
Aku takkan menyerah sebelum mencoba.
Joo Soo-In, ikuti aku.
"Aplikasi untuk uji coba pertama"
Kenapa kau lakukan ini?
Aku hanya memintamu untuk memberikannya kesempatan.
Bukan hal besar, 'kan?
Apakah dia tampak seperti pemain bisbol bagimu?
Jika aku biarkan dia ikut uji coba
lalu apa?
Choi Jin-Tae, ini bukan untukku.
Bangun, Kawan.
Tanya siapa pun
apakah dia tampak seperti pemain bisbol.
Kau pikir bisbol itu sejenis sirkus?
Permisi.
Apa katamu?
Kenapa kau mengajakku kemari?
Kau bilang mau uji coba?
Kukira kau akan menyerah
saat melihat kenyataannya.
Saat aku bermain bisbol saat anak-anak,
anak-anak lain ingin tumbuh
dan menjadi pemain pro.
Tapi aku tidak.
Kenapa?
Semua orang bilang aku tak bisa bermain bisbol
begitu aku masuk SMA.
Tapi itu semua bohong.
Bagaimana mereka tahu masa depanku?
Bahkan aku tak tahu bagaimana masa depanku.
Pelatih Park meneleponku kemarin.
Untuk apa?
Dia bilang untuk berhenti sok tahu
dan memintamu melatihku.
Bantuan seperti apa yang bisa kuberikan?
Aku bisa jadi pelatih sendiri jika tahu.
Aku bahkan tak bisa ke tim pro.
Tak masalah bagimu?
Aku akan menjadi pro untukmu.
Itu pasti bisa.
Joo Soo-In, Spin rate: 38.74
Kecepatan lemparan: 125 Km/jam
Pelari cepat SMA dan pemenang maraton bisa lomba lari 100 meter.
Tapi siapa yang akan menang?
Apa itu?
Cobalah.
Pelari cepat SMA?
Benar.
Bagaimana jika pemenang medali maraton berlatih
12 jam sehari selama setahun.
Lalu siapa yang menang?
Entahlah.
Pelari cepat tetap menang.
Kenapa?
Kekuatan pelari maraton adalah
ketahanan bukan kecepatan.
Kecepatan langsung bisa jadi kelemahan pelari maraton.
Kau tak bisa hilangkan kelemahanmu.
Sebaliknya,
kau harus mengembangkan titik kekuatanmu.
Titik kekuatan...
Apa kekuatanmu?
Jadi, apa?
Kekuatanmu kau punya nilai putaran yang bagus.
Kita gabung itu
dengan lemparan knuckleball, bola tanpa putaran
untuk mengganggu waktu dan keseimbangan pemukul.
Tapi knuckleball untuk pemain cedera.
Kau bisa kalahkan pemain lain
dengan kecepatan dan kekuatan?
- Aku lebih suka bola cepat. - Lihat...
Pada akhirnya, pelempar dengan bola cepat akan menang.
Yang terpenting bukan kau melempar bola cepat,
tapi untuk membuat pemukul kesulitan memukul bolaku.
Tapi pelempar knuckleball
takkan terpilih di pemilihan atau uji coba.
Kau tak tahu?
Lalu kau bisa jadi yang pertama.
15.02 detik, lakukan lagi.
Kau gagal, lebih cepat!
Ini sakit.
Tidak, bahumu terlalu tegang.
Karena itu terasa kaku di sini.
Contoh Soal Ujian Izin Real Estat
Ayah, apa yang kau lakukan?
Aku tak butuh lagi.
Kenapa? Kau tak belajar lagi.
Ayah pasti akan lulus besok,
jadi aku tak memerlukannya.
Bagaimana jika kau gagal?
Kau selalu gagal ujian.
Aku pasti akan lulus kali ini. Jangan cemas.
Kau percaya padaku, 'kan?
Ya.
Ayah, kau percaya padaku?
Tentu.
Kau hal paling berharga dalam hidupku.
Astaga.
Kenapa kau di sini? Kau menyukainya.
Aku di sini untuk berlatih.
Jangan ganggu aku.
Aku memberikan pelatihan khusus, jangan ganggu!
Kau terlalu dekat! Astaga.
Ada apa dengannya?
Kau siap? Sekali lagi.
Apakah ini diperlukan?
Joo Soo-In terkenal karena bola cepatnya.
Kenapa tak itu saja.
Aku tak bisa melakukannya dengan baik.
Itu karena tanganmu kecil.
Karena terlalu kecil,
jarimu tak bisa mendorong maju bola.
Karena itu putaranmu kurang.
Kau mencoba
melempar bola cepat yang kuat seperti pria.
Tapi knuckleball berbeda.
Jaga bahu dan lenganmu santai.
Kau yang bilang knuckleball untuk orang cedera.
Bagaimana dengan tangan kecilku?
Kau harus berlatih dengan memakai kuku.
Kau tembus di bawah jahitan,
dan dorong bola keluar. Paham?
Bagaimana? Lebih baik, bukan?
Bagaimana?
Bagaimana bola bisa bergerak seperti itu?
Aku hampir melewatkannya.
Hei, Lee Jung-Ho.
Apa sekarang?
Ke posisi pemukul.
Lakukan sesuatu selagi kau di sini.
Apa ini?
Apa itu?
Kau bertanya bagaimana.
Kau harus strike orang itu.
Hanya dengan knuckleball.
Hei, pegang pemukul dan bersiap.
Aku pergi.
Makan ini dulu.
Aku ada pertandingan bisbol besok.
Aku harus menulis silabus untuk semester depan
dan laporan semester malam ini.
Maaf, karena menghabiskan waktumu.
Tak apa. Aku menikmatinya.
Joo Soo-In.
Kau bisa!
Sampai jumpa!
Lee Jung-Ho.
Makan.
Ayo.
Jadi, kalian bermain bersama
sejak tim liga kecil?
Ya.
Sepertinya Joo Soo-In satu-satunya perempuan juga.
Ya, para laki-laki tak menyukainya
dan meledeknya.
Kenapa?
Pelatih kami bilang kesialan
melihat perempuan pagi hari.
Tapi dia tak bisa memaksanya berhenti,
jadi, dia membuat pelatihan grup
agar dia berhenti.
Tapi Joo Soo-In tak menyerah.
Lagi pula, seperti itu.
Hei, kau merundungnya
seperti anak lain?
Tidak, aku kecil dan lemah.
Joo Soo-In jauh lebih mahir bermain bisbol dari padaku.
Aku tak mau bermain bisbol saat SMA.
Kupikir aku tak punya bakat.
Lalu aku masuk ke SMA yang sama seperti Joo Soo-In.
dan tak mau kalah.
Jadi, aku berusaha keras.
Ada apa? Bukankah ini rumahku?
Entahlah. Aku baru datang.
Ayah!
- Apa yang terjadi? - Jaga adikmu.
Suamimu sudah lama persiapan untuk ujian.
Pasti sulit bagimu.
Karena ekonomi kini memburuk,
banyak agen membantu orang untuk mencurangi ujian.
Apa yang akan terjadi pada suamiku?
Sepertinya suamimu hanya salah satu klien.
Tapi kami harus menyelidiki lagi.
Soo-Hyung. Kenapa makan makanan cepat saji?
- Mana kakakmu? - Entahlah.
Kapan dia pergi?
Entah. Tak ada orang di rumah saat aku bangun.
Apa yang kau lakukan? Apa yang terjadi pada ayah?
Apa yang sedang kau kerjakan?
Tidak ada. Aku hanya punya urusan.
Urusan apa?
Kau mau kuliah seperti lainnya?
Atau pekerjaan?
Apa yang sangat penting,
hingga kau meninggalkan adikmu sendirian?
Jangan bicara seperti itu. Aku punya urusan.
Apa yang kau lakukan? Ibu, kembalikan!
Tidak, sarung bisbolku. Kau merusaknya.
Sudah kubilang, bukan hal memalukan
untuk menyerah bila tak ada harapan.
Kau tak perlu keras kepala
dan berjuang untuk itu.
Hidup sudah susah.
Kenapa membuatnya lebih susah lagi.
Apa maksudmu?
Ibu tak tahu apa-apa.
Aku tahu. Aku ibumu!
Kau tak tahu kemampuanku.
Jika aku benar-benar pandai, lalu bagaimana?
Maka tak adil.
Kau akan berada di tempat lain jika kau pandai.
Mereka yang akan bermain bisbol di timmu
sudah hampir mencapai.
Kenapa kau tak tahu?
Ibu bebas melakukan apa pun.
Kenapa aku tak boleh?
Beraninya kau...
bicara pada ibumu seperti itu?
Itu benar. Yang ibu mau hanya uang.
Apakah ada hal lain yang ibu mau?
Atau mau menjadi?
Yang penting bagimu adalah uang.
Aku tak mau hidup sepertimu,
mencemaskan tentang uang seumur hidupku?
Kau pikir ibu mau hidup seperti ini?
Apakah kau tahu yang harus kulepaskan?
Aku punya kehidupan sebelum kau lahir.
Jika kau mau hidup egois seperti ayahmu,
maka pergi sekarang.
Kau mau punyaku?
Kenapa kau tak ke rumahku tadi malam?
Aku gagal audisi.
Kau sudah dapat hasilnya?
Itu bagian menyebalkan.
Mereka memanggil semua yang melamar.
Lalu?
Mereka menyuruh kami berbaris,
dan menolak kami berdasarkan rupa.
Sialan.
Mereka melihatmu menari atau menyanyi?
Aku berlatih keras.
Disini dingin. Ayo pergi.
Kau tak ikut?
Kau tak bisa ikut, 'kan?
Ayo.
Astaga.
Silakan duduk. Maaf aku terlambat.
Tak apa-apa.
Kami tak menerima siapa pun tanpa sertifikat,
tapi kau pengecualian karena putrinya.
Kau harus berterima kasih pada ibumu.
Semua pekerja kantor,
harus punya pengalaman sebelumnya
dalam pengecoran.
Semua harus bekerja di lapangan selama 6 bulan.
Kalian memahami?
- Ya. - Baik.
Ini perlengkapannya.
Ada banyak minyak dan bubuk besi di pabrik,
jadi kalian harus memakai seragam.
Aku tak yakin apakah muat?
Cobalah.
Berikan tasmu.
Apakah muat? Bagaimana rupaku?
Tolong jaga dia.
Aku harus pergi.
Baik.
Ibu.
Makan bekalmu.
Soo-Hyung, panggil ayahmu.
Ayah!
Ayah pulang?
Ya.
Aku akan pergi sebentar.
Mau ke mana malam-malam?
Aku harus berlatih hari ini.
Apa?
Apa maksudmu?
Apa?
Kubilang, apa yang kau lakukan?
Apa kesalahanku?
Aku melakukan semua yang ibu inginkan.
Aku membiayai hidupku sendiri seperti kau minta,
kini biarkan sendiri.
Berhenti sekarang!
Mereka bilang aku harus bekerja
di pabrik selama 6 bulan,
sebelum aku bekerja di kantor.
Ada pertandingan sebentar lagi.
Apa yang akan kau lakukan?
Itu dia?
Hei, Bung. Bersikap baik dengannya.
Dia cantik. Baiklah.
Hei, apa ini?
Terkadang membantu menyaksikan pertandingan tim independen.
Katakan saja. Apa maumu?
Semua pemain di sini
pernah bermain untuk tim pro,
atau ingin bermain.
Semua tentang uji coba.
Jika kau pikir dia tak cukup mahir
setelah melihat hari ini. Aku takkan memintamu lagi.
Strike.
Strike.
Tak buruk.
Mungkin karena berlatih dengan anak laki-laki.
Tapi lengan melemparmu sangat lemah.
Kau harus cepat dan geram.
Kau butuh otot paha yang kuat untuk melempar bola cepat.
Latihlah otot pahamu.
Dan deltoid. Lihat ini?
Semua tentang otot kuat!
Kau tak harus selalu melempar bola cepat.
Ya!
Bagus!
- Aku boleh makan sekarang? - Ya.
Selamat makan.
Kau bahagia karena menang?
Kau dapat 8 pukulan, kau tahu.
Itu seru, dan kau membelikanku daging.
Ini.
Apa ini?
Hadiah.
Buatku?
Ini lebih baik dari hadiah terakhir.
Maka berlatih lebih keras.
Terima kasih.
Aku masih punya satu hadiah lagi.
Apa itu?
Aku bicara dengan temanku di tim pro.
Kau ada uji coba dalam sebulan.
Sungguh?
Itu saja?
Kukira kau akan senang.
Lee Jung-Ho, kemari. Kau terlambat.
Maaf. Rapatnya mundur.
Aku mengundangnya.
Dia menandatangani kontrak dengan tim hari ini.
Boleh minta daging lagi?
Joo Soo-In, tunggu.
Aku punya sesuatu untukmu.
Ini cat kuku.
Ini melindungi kukumu
saat kau melempar knuckleball.
Baik.
Kau tahu apa?
Di antara anggota tim liga kecil
hanya kau dan aku
yang masih bermain bisbol.
Aku pergi.
Hei.
Tanda tangan di sini.
Aku belum pernah tanda tangan bola.
Aku tak pernah meminta tanda tangan pemain pro juga.
Terima kasih. Juga untuk cat kukunya.
Ibu mengagetkanku.
Apa yang kau lakukan?
Dari mana kau?
Apa ini sekarang?
Kau tak bisa menghilang begitu saja saat jam kerja.
Seluruh perusahaan marah.
Kau juga tak menjawab telepon.
Ada apa denganmu?
Baik, aku paham. Hentikan.
Tidak, kau tak paham.
Kau akan dapat pekerjaan mudah setelah beberapa bulan.
Kenapa kau tak bisa lakukan?
Ibu...
Aku tak mau bertengkar denganmu sekarang.
Apa?
Tinggalkan aku.
Tolong, Ibu.
Cepat.
Kau tak akan berhasil dengan kecepatan itu.
Aku tak bisa.
Kau bahkan belum setengah jarak.
Aku tak mau berhenti hingga kau lebih cepat.
Turun lagi.
Tangkap bolanya dengan baik.
Kau...
Ya, itu benar. Terus berlatih.
Aduh...
Bagus, kau hampir sampai.
Lewat!
Hore! Aku berhasil!
Apakah ini membuatnya cantik?
Tidak.
Tidak cantik?
Hanya membuatnya lebih kuat.
Soo-Hyung, sarapan sudah siap.
- Kau tidur bersama kakakmu? - Ya.
Dia harus berangkat kerja, jadi bangunkan dia.
Dia tak ada di rumah.
Kenapa?
Entahlah.
Kau menelepon siapa?
Aku akan membunuhnya.
Apa yang kau lakukan?
Hentikan.
Hentikan apa? Berikan padaku.
Kumohon, hentikan.
Ada apa denganmu?
Aku akan mencari uang. Jadi, hentikan.
Apa maksudmu?
Kau marah denganku. Marahlah denganku, jangan Joo Soo-In.
Ini tak adil.
Apa yang tak adil?
Tolong dewasalah!
Kau harusnya di pihakku.
Kau tahu yang akan terjadi,
jika kita tak hentikan dia.
Kau pernah melihat Joo Soo-In bermain bisbol?
Kau pernah lihat dia bermain
di tim SMA-nya, sekali saja?
Masuk ke tim sudah cukup sulit. Kau paham?
Baginya, sulit untuk bertahan di dalam tim.
Kita harusnya membantunya. Kita orang tuanya.
Kita harusnya membantunya,
bukan menyuruhnya berhenti seperti semua orang.
Kenapa kau di luar sini?
Tak ada alasan.
Lihat dia pemukul dari tim amatir Amerika.
Kudengar dia kesulitan mendapatkan kesempatan ini juga.
9.87 detik.
- Halo, Pak. - Oh, Hei.
Ini ibu Joo Soo-In.
Halo.
Silakan duduk.
Curveball, 128 Km/jam.
Berikutnya... Pemukul Jamie-Jung.
Bersiap.
Bermain.
Astaga.
Berikutnya. Pelempar, Joo Soo-In.
Mengincar zona strike.
Kau juga bisa lemparan lain,
jika tak menyiapkan lemparan yang kami minta.
- Ya, Pak. - Ayo mulai.
Kiri bawah, bola cepat.
Bola cepat, 134 Km/jam.
Sisi kanan, slider.
Slider, 117 Km/jam.
Terakhir, kiri atas, curveball.
Curveball, 101 Km/jam.
- 101? - Buruk sekali.
Kupikir lemparanku juga akan 101 jika aku wanita.
Berikutnya, pemukul Hwang Seung-Chol.
- Apa? - Aku?
Kau beruntung.
Jangan mempersulitnya.
Lemparanmu lambat tapi putarannya bagus.
Terima kasih, Pak.
2 strike.
3 strike.
Hei, Kim.
Ya, Pelatih.
Apakah itu wanita yang bergabung dengan tim SMA?
Ya, Pelatih.
Menarik.
Hei!
Ya, Pak.
Berapa bayaranmu tahun ini?
Aku?
Ya, kau. Berapa banyak?
Tahun ini... Sekitar 1 juta.
Baik, kau ke posisi pemukul.
Maaf?
Pelatih, kau serius?
Dasar...
Itu Park Woo-Jin, 'kan?
Kenapa dia di sana?
Karena dia orang bodoh tak bisa memukul lemparan wanita.
Hei!
Apa yang kau lakukan?
Ini sama sekali tak lucu.
Tak seperti itu.
Pelatih.
Kau tak bisa buat lelucon ke pemain
yang berusaha keras mendapat kesempatan ini.
Apakah ini yang disebut tim pro?
- Kau pelatihnya? - Ya, Pak.
Maka diam dan saksikan.
Ayo main.
Ayo, Joo Soo-In.
Joo Soo-In.
Lempar seperti latihan.
Mulai.
Strike.
Apa-apaan...
Tunggu, rehat.
Rehat.
Kenapa?
Aku butuh sarung tangan bisbol lebih besar.
- Apa? - Aku tak melihatnya.
Kau butuh sarung tangan besar
untuk lemparan 100 Km/jam?
Tidak, maksudku... Dia melempar knuckleball.
Bahkan penangkap knuckleball
membutuhkan sarung tangan bisbol lebih besar.
Strike dua.
Foul.
Baik, aku paham.
Ayo, Joo Soo-In!
Kau bisa.
Out!
Hei, Kim.
Itu bukan knuckleball, 'kan?
Itu bola cepat 130 Km/jam.
Sialan. Kubilang aku tak mau lakukan.
Bagus!
- Kerja bagus! - Ya!
Aku mau bertanya sesuatu.
Ya, Bu.
Aku tak yakin jika tak apa untuk Joo Soo-In.
melakukan uji coba untuk tim pro.
Ini akan memberikannya harapan palsu.
Entah apakah mungkin bagi wanita.
Jika kita lihat peluangnya
bergabung dengan tim pro
itu sangat rendah.
Apa?
Tapi itu bukan karena Joo Soo-In seorang wanita.
Seperti kau lihat tadi,
menjadi pemain pro juga sulit bagi pria.
Bagaimana jika kau memberikannya kesempatan?
Joo Soo-In bilang dia takkan menyerah.
Tak adil baginya
jika orang lain menentukan masa depannya.
Saat kau lebih muda dari Soo-Hyung...
kau dan aku naik kereta pulang.
Kau menatap seorang anak yang makan es krim.
Saat kita tiba di stasiun, kau terus melihat anak itu.
Kau bahkan tak melihatku pergi.
Kau terus melihat anak itu.
Jadi?
Aku bisa membelimu satu,
tapi rasanya buang-buang uang.
Ibu pikir es krim terlalu mahal.
Kau tahu yang kulakukan?
Tidak, aku tak ingat.
Aku memegang tanganmu dan memarahimu
bilang melihat orang adalah hal buruk.
Ibu meneriakimu di depan semua orang.
Sebenarnya,
aku marah pada diri sendiri karena pelit.
Tapi aku menyalahkanmu.
Ibu...
...minta maaf.
Apa yang kau lakukan, Yah?
Aku hanya memeriksa sesuatu.
Ayah.
Ya?
Kau mau menjadi agenku
jika aku menjadi pemain pro?
Tidak, ayah tak bisa.
Tapi ayah ahli bernegosiasi.
Ayah berlutut dan memintaku menjadikanku
pemain bisbol wanita tim SMA pertama dalam 20 tahun.
Apa itu? Kau mau membantuku?
Aku mau menginstal aplikasi...
Biar aku lihat.
Uber?
Tekan di sini. Apakah ini?
Kau akan mendapat surat penerimaan dari kuliah,
jadi berbahagialah?
Sebentar lagi wisuda, bukan?
- Ya, Pak. - Jadi, terus bersemangat.
Ya, Pak.
Joo Soo-In?
Jadi, kau mau gabung tim pro atau tidak.
Wow.
Jangan 'wow' dia.
Kau tak perlu berlatih lagi, 'kan?
Kau bilang seperti itu hal bagus.
Bukan begitu?
Bahkan orang bodoh tak bisa melempar
dengan tangan berdarah.
Lihat siapa yang bicara.
Bagaimana denganku?
Kau tak ingat saat pertama kali belajar gitar?
Kapalan di jarimu
akan cepat sembuh saat kau berhenti bermain.
Joo Soo-In, datang ke kantor kepala sekolah.
Kenapa dia memanggilku?
- Hei! - Apa?
Ayo, cepat!
Kerjamu luar biasa.
Aku bangga denganmu.
Bagaimana?
Direktur tim ingin bertemu denganmu.
Semua akan baik-baik saja.
Dia Joo Soo-In.
Halo, silakan duduk.
Senang bertemu denganmu.
Silahkan.
Pak Kim menceritakan banyak tentangmu.
Dia bilang kau sangat terkenal.
Aku? Tidak sama sekali.
Kudengar kau akan lulus SMA.
Selamat.
Tak ada yang perlu dirayakan.
Kenapa tidak? Kau bisa lakukan sesukamu
atau menjadi siapa pun yang kau mau.
Kuharap itu benar.
Bukankah sulit menjadi pemain bisbol?
Aku lebih beruntung dari yang lain, tapi tak apa.
Lebih beruntung dari yang lain...
Butuh lebih dari keberuntungan.
Keberhasilanmu luar biasa.
Dunia berpikir hanya pria yang bisa bermain bisbol,
tapi kau membuktikan itu salah.
Diterima di tim bisbol pria,
bukan keberuntungan.
Ini, lihat ini.
Apa ini?
Ini tawaran kami.
Kau menghancurkan stereotip bisbol.
"Kontrak Kerja Tim"
Kau membuktikan olahraga tak hanya untuk pria.
Kami ingin membuat tumpuan bagi semua orang
untuk menikmati bisbol sehari-hari.
Aku ingin kau bertanggung jawab
untuk proyek bisbol wanita
dan bekerja dengan kami.
Ini gugus tugas yang mengelola dan menjalankan tim.
Meski kau wanita,
pemahaman bisbolmu bagus.
Kau juga punya karier panjang sebagai pemain.
Jadi, kau punya banyak pengetahuan.
Kami pikir itu kemampuanmu dan mau menggunakannya.
Pak, kau lihat video uji cobaku?
Ya.
Apakah permainanku seburuk itu?
Di bisbol,
mereka bilang harusnya kau memilih pemain lemparan 160 Km/jam
bahkan jika kau kesulitan.
70% kemenangan datang dari
pelempar yang cepat dan kuat.
Pelempar seperti itu, yang kami sebut 'harapan putih.'
Kau paham maksudku?
Ya.
Bisbol...
tak hanya tentang menjadi pemain pro.
Nn. Joo, menjadi wanita
mungkin kelemahanmu di masa lalu.
Tapi kami pikir ini bisa menjadi kekuatanmu
bekerja di proyek ini.
Kekuatanku?
Itu benar.
"Kontrak Kerja Tim"
Tapi itu bukan jawaban yang tepat.
Maaf?
Aku dengar bisbol bukan olah raga mudah.
Yang terpenting bukan kau bisa melempar bola cepat,
tapi membuat pemukul kesulitan memukul bolaku.
Dan bisbol itu untuk semua.
Menjadi wanita...
bukan kekuatan atau kelemahan.
Aku punya rata-rata putaran yang bagus.
Aku bisa gabungkan
dengan lemparan knuckleball,
untuk mengganggu waktu dan keseimbangan pemukul.
Aku lebih lemah dan lambat daripada pelempar lain.
Tapi, aku bisa menang.
Aku lambat, tapi aku bisa menang.
Itu kekuatanku.
Aku pergi sekarang. Terima kasih, Pak.
Permisi.
Tunggu.
Nn. Joo, kau tak bisa pergi seperti ini.
Ini kesempatan besar.
Kesempatan seperti ini jarang terjadi.
Jadi, kini kau melihatku sebagai pemain bisbol.
Apa?
Ha-Sol.
Ya, Bu.
- Kau suka itu? - Ya.
Kau boleh uji coba untuk tim lain.
Mungkin kau bisa ke AS atau Jepang.
Apa rencanamu?
Entahlah.
Kemari.
Apa itu?
Coba lihat ini.
Ini musim rekrutmen.
Anak ini salah satu pemain baru bergabung tim kita tahun depan.
"Lamaran Tim Bisbol"
Aku dengar mejanya penuh fotomu.
Dia melamar, berkatmu.
Pelatih Choi, ini aku.
Bisa bertemu kau besok?
Ya, ini tentang Joo Soo-In.
Ya, baik.
"Kontrak Pemain"
Ini tawaran kami.
Depositonya 60 ribu dolar.
Aku sudah memberikannya
ini bukan tawaran buruk
untuk pemain pro liga minor.
Pemain profesional?
Ya, Joo Soo-In akan menjadi pemain pro.
Aku akan lakukan apa pun
agar dia bermain bisbol,
tapi 60 ribu...
Kami tak kaya.
Maaf?
Aku tak bisa memberikanmu uang sebanyak itu sekarang.
Jika kau beri aku waktu beberapa bulan.
Aku akan siapkan. Aku janji. Maaf, Pak.
Ibu, kau salah.
Mereka akan memberikanmu 60 ribu.
Itu benar.
Tapi Bu.
Mulai sekarang...
akan lebih berat untuk Joo Soo-In.
( Subtitle By IQIYI ) Resync/Edited By (Coffee_Prison)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.