Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BERSAMA21.COM Support dengan like & share :)
Pada tahun 712, benteng perbatasan Negara Wei Utara
diserang oleh suku Rouran Khaganate.
Pasukan berkuda menyerang dengan kekuatan penuh.
Rakyat di mana-mana diselimuti ketakutan,
sehingga kemiskinan dan kelaparan melanda seluruh negeri.
Tumpukan tulang belulang memenuhi Danau Utara.
Jiwa yang terkorban terbawa oleh tiupan angin.
Sulit bagi pahlawan untuk mengatasi kekacauan di dunia
tetapi pasti ada pahlawan yang terlahir di tengah dunia yang kacau.
Matchless Magnolia
Kalian berdua, silakan masuk.
Apa yang ingin ditanyakan?
Jodoh.
Ramal untuk siapa?
Putriku, Hua Mulan.
Ini, ambil.
Nanti ambilkan sedikit lumpur kuning buatku.
Baik.
Pelan-pelan ya.
Berhenti.
Mudi, pelan-pelan.
Nenek Xu, pakaian ini sudah ditambal.
Jahitan kamu sangat bagus.
Mulan, bawalah pulang sedikit kedelai ini.
Ayo, ayo, ayo, cepat.
Baiklah.
Baiklah.
Ketua RT.
Pelan-pelan, pelan-pelan.
Pakaian sudah ditambal, Mulan.
Sudah merepotkanmu.
- Kak. -Jangan sungkan.
Terima kasih ya.
Kau ini.
Mulan.
Baru beberapa hari tidak bertemu, lumayan juga keahlianmu.
Kau berhasil menguasai ilmu Hua Hu.
Hati-hati nanti tidak ada yang mau menikahimu.
Pelan-pelan.
Mulan, kau sudah datang.
Ayahmu ada di dalam rumah.
Cepat masuk.
Baik.
Paman Liang, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?
Kalian berdua lagi, dasar bocah busuk.
Kenapa?
Hari ini mau curi dagingku lagi ya?
Tidak, tidak.
Jangan harap!
Mana mungkin?
Kita 'kan sama-sama tinggal di desa ini.
Anda sibuk saja. Aku pergi dulu.
Yuan Hong.
Bagaimana? Wangi tidak? Lumayan ya.
Pulang ke rumah nanti, aku minta ayahku masakkan beberapa lauk untukmu.
Tadi aku tidak fokus, tidak lihat Kakak,
Mudi mohon maaf.
Aku mencurinya dengan susah payah,
aku sama sekali belum makan lho, Kak Yuan.
Kak Yuan?
Ada apa sih?
Dia harus dihajar, Kak!
Apa kau tahu dia adik siapa?
Mudi, jangan menangis.
Kak.
Sakit ya dicubit?
Bukannya Hua Mulan 'kan?
Kenapa kau harus panik?
Dia hanya seorang gadis,
apa dia bisa hajar aku?
Aku tidak melihat jodohnya.
Tidak ada?
Bukannya tidak ada,
waktunya belum tiba,
tetapi ada cobaan besar dalam hidupnya.
Kalian berdua jangan cemas.
Setelah matahari dan bulan bersinar pada waktu bersamaan,
langit merah bercahaya terang,
akan ada prajurit langit yang membantunya melewati cobaan itu.
Tidak, kita harus kembali lagi, tanyakan pada dia.
Aku...
Suamiku, sudah, ayo pergi.
Beberapa hari nanti,
aku akan carikan mak comblang buat Mulan.
Tetapi dia bilang
ada cobaan besar bagi Mulan,
ada cobaan besar.
Hua Mulan pukul orang!
Hua Mulan pukul orang!
Hua Mulan pukul orang!
Mulan.
Mulan.
Mulan.
Mulan.
Siapa suruh kau ganggu adikku?
Hua Hu, Hua Hu, cepat, cepat, cepat.
Cepat suruh putrimu hentikan!
Mulan, Mula!.
Hentikan.
Kau ini.
Siapa ketua RT di sini?
Suku Rouran Khaganate menguasai wilayah kita,
membantai penduduk negara Wei.
Kaisar bersabda.
Pemuda dari tiap keluarga ahrus bergabung dalam pasukan militer,
melawan suku asing, mengabdi bagi kerajaan.
Semua keluarga siap terima perintah.
Gu Quan'an.
Gu Quan'an, terima perintah.
Yuan Pingzhi.
Yuan Pingzhi, terima perintah.
Li Rong.
Li Rong, terima perintah.
Hu Qi.
Hu Qi, terima perintah.
Suamiku, apa kau benar-benar mau pergi?
Suku Rouran melanggar perbatasan,
ini berhubungan dengan keselamatan negara.
Sebagai prajurit yang ditunjuk, aku mana boleh lepas tanggung jawab?
Aku tahu kau merasa khawatir.
Kalau aku tidak kembali lagi setelah kepergian kali ini,
Mulan, Mudi,
harus kau jaga baik-baik.
Kau harus carikan suami yang baik untuk Mulan.
Mulai hari ini...
Mulai hari ini, jangan biarkan dia main pedang lagi.
Setelah ayah pergi ke kamp militer, apakah tidak akan kembali lagi?
Mereka bilang, kalau Mudi lebih tua beberapa tahun,
sudah bisa mewakili ayah bergabung dalam militer.
Mudi ingin pergi,
tidak ingin ayah mati.
Mudi anak baik.
Ayah penuh berkah, tidak akan ada masalah.
Tidurlah.
Suamiku!
Gawat! Ada masalah besar.
Gawat!
Mulan, Mulan, dia sudah pergi.
Dia pergi membawa perintah militer.
Dia sudah pergi?
Bagaimana ini?
Keluarga, nama.
Feng Tang Bao, Zhang Fu.
Batalion 7, Perbatasan Gunung Yuhe.
Keluarga, nama.
Yu He, Li Rou.
Batalion 3, Lumbung Chang Ping.
Siap.
Batalion 2.
Siap.
Kak, aku tidak mau pergi.
Apa sih?
Apa harus ayahmu yang pergi?
Aku dengar orang-orang barbar itu sangat kejam.
Apa yang harus ditakutkan?
Bukannya Hua Mulan di desa kita juga sangat kejam?
Apa tidak menakutkan?
Kita saja bisa bertahan hidup dari cengkeraman dia,
apa masih harus takut pada suku Rouran?
- Masuk akal sih. -Keluarga, nama.
Li Liang.
Yuan Hong.
Bareng.
Ke lumbung Chang Ping, sebelah sana.
Terima kasih.
Kak, lumbung Chang Ping ini di paling depan.
Sudah, ke mana juga sama saja.
Keluarga, nama.
Yu He, Hua Mulan.
Batalion 3, Lumbung Chang Ping.
Kak, Ratu Neraka itu...
Yang di belakang, cepat!
Semuanya ikuti!
Tuoba Shuo.
Asalkan ayahmu menarik pasukan dari kota Lishui,
setelah pasukan berkuda aku
melewati gunung Zhuxie,
kau boleh tetap hidup.
Mereka juga boleh.
Kau pikir siapa kau? Dasar orang tak beradab.
Kau tidak pantas bernegosiasi dengan kami negara Wei.
Tidak!
Tidak!
Tidak!
Jangan!
-Pangeran Shuo. -Hamba tak berguna.
Di kehidupan mendatang baru...
Jangan!
Tidak! Tidak!
Jangan! Negeri Wei tetap jaya!
Jangan!
Aku kasih kau satu kali kesempatan terakhir.
Cuih!
Aku, jenderal Wei,
tidak akan tunduk pada binatang seperti kalian!
Negeri Wei tetap jaya!
Negeri Wei tetap jaya!
Tidak!
Negeri Wei tetap jaya!
Negeri Wei tetap jaya!
Aku mau kau lihat
bagaimana pasukan berkuda aku
meratakan dinding kota kalian,
membunuh semua pria kalian.
Aku akan pakai kulit kau marga Tuoba
sebagai tenda aku.
Tidak hadir saat gendang ditabuh, tidak hadir saat nama dipanggil.
Penggal!
Sulit diatur oleh ajaran, tidak patuh pada batasan.
Penggal!
Melecehkan wanita, menindas rakyat.
Bawa wanita ke markas, penggal!
Komandan, kita ke barak yang mana?
Menyebar rumor, menyesatkan pasukan.
Penggal!
Pura-pura sakit, menghindari perang.
Pura-pura terluka atau mati, penggal!
Tidak cermat menilai musuh, tidak jelas menemukan pengkhianat.
Banyak bicara tapi bohong jarang
sampai ganggu urusan militer.
Penggal!
Ini barak kalian.
Siapkan alas tidur sendiri.
Bareng.
Kak, berhenti.
Ada apa?
Tidak ada apa-apa sebagai tanda hormat untuk Kakak.
Sedikit hadiah kecil yang aku siapkan untuk Kakak.
Buat Kakak minum arak.
Xiao Qingquan.
Sudah aku ingat.
Buat apa kau ke sini?
Sama sepertimu.
Wanita masuk ke barak,
bisa dihukum penggal menurut aturan militer.
Kalau kau tidak bilang, tidak ada yang tahu.
Kau anggap semua orang itu bodoh ya?
Kalian berdua.
Ayo gabung.
Kau panggil siapa?
Kalian berdua, siapa lagi?
Ayo, makan kue.
Ini.
Terima kasih.
Ayo.
Zou Banquan.
Panggil aku Zou Qi saja.
Kelak kalau ada apa-apa,
jangan ragu, panggil aku saja
Ini si Labu.
Tian Dahai, Paman Tian.
Hua Mulan.
Kak Mulan.
Kak.
Kakak.
Otak orang-orang ini kurang waras.
Kebanyakan begitu.
Kak, ada apa?
Panggilkan beberapa orang. Ikut aku.
Siap.
Kau. Kau. Kau.
Ikut aku.
Komandan.
Kita mau pergi ke mana?
Sepertinya ajak kita menyerang pasukan musuh diam-diam.
Prajurit yang baru bergabung
bahkan tidak pantas jadi pasukan berkuda.
Yang bertugas buru-buru pada saat ini,
hanya melakukan pekerjaan rendahan.
Pekerjaan rendahan? Pekerjaan apa?
Semuanya ikuti baik-baik.
Ikuti baik-baik.
Kenapa ayahmu mengizinkan kau ke sini?
Aku kabur diam-diam.
Kita sekampung.
Karena kau sudah datang,
aku dan Yuan Hong akan melindungimu.
Kalau maju ke medan perang,
sembunyi saja di belakang aku.
Kakak.
Waktu aku datang, ayahku sudah bilang.
Begitu genderang perang ditabuh, jangan maju,
sembunyi di belakang orang-orang saja.
Tidak sampai setengah tahun,
kita sudah bisa pulang kampung
dengan selamat.
Ayo.
Yuan Hong, agak kuat sedikit.
Kau mau membuatku mati kecapekan?
Pak Tua.
Pelat militer ini, apa gunanya?
Demi negeri Wei, mereka sudah
kesulitan pulang ke rumah.
Pelat militer ini
dikirim ke rumah untuk disimpan,
anggap saja sebagai pertanggungjawaban bagi almarhum.
Mayat para prajurit Rouran ini,
tidak mereka bawa ya?
Mereka tinggal di lapangan rumput,
percaya bahwa Dewa Matahari
akan menuntun arwahnya kembali ke lapangan rumput.
Yang maju ke arena roh jahat ini, adalah hewan buas yang keluar dari sangkar.
Yang mati, terkikis oleh badai pasir.
Yang hidup, anggota tubuhnya hilang.
Pak Tua.
Tanganmu...
Aku bergabung dalam barak saat berumur 40
dalam ekspedisi menuju kerajaan Yan Utara.
Sekarang usiaku sudah lanjut,
masih harus berperang.
Kalian semua mewakili ayah kalian bergabung dalam militer ya?
Betul sekali.
Ya.
Ayah kalian memiliki kalian,
juga suatu berkah besar.
Kalau aku mati dalam perang,
takutnya akan sama seperti mereka,
berubah menjadi badai pasir.
Pak Tua tidak usah khawatir.
Labu akan menjaga Pak Tua,
dan semuanya.
Kau anak muda ini memang setia kawan.
Labu!
Labu! Labu! Labu!
Ada apa?
Labu! Labu!
Ada apa?
Labu! Labu!
Ada apa? Labu!
Itu... itu pasukan Rouran.
Xiao Qingquan, kau jangan kabur!
Labu! Labu!
Pembawa pesan dari Rouran.
Katakan pada He Yanyu.
Putra bungsu kaisar kalian, Tuoba Shuo
berada di tangan kami.
Dalam waktu 3 hari, mundur dari lumbung Chang Ping,
serahkan kota Lishui.
Labu! Labu!
Berani melukai saudaraku!
Apa aku membiarkan kau pergi?
Menarik.
Zou Qi!
Kalian jaga Labu baik-baik.
Zou Qi.
Ayo!
Pak Tua Tian.
Biar aku saja.
Hati-hati!
Tenang saja.
Mereka yang harus hati-hati.
Jangan bergerak!
Jenderal, itu mereka,
yang berhasil menangkap prajurit Rouran itu.
Prajurit baru Wei ternyata juga begitu pemberani.
Suatu keberuntungan.
Jenderal.
Kami siap mengabdi bagi Jenderal,
mengemban tanggung jawab kami
untuk melindungi kejayaan negara Wei.
Pasukan kita memiliki banyak prajurit seperti kalian,
ini suatu keberuntungan bagi negara Wei.
Cao Quanyou.
Siap!
Tempatkan beberapa prajurit ini di dalam barak.
Siap!
Kalian semua, silakan.
Semuanya mundur dulu.
Siap!
Atas dasar apa Xiao Qingquan ikut dianggap berjasa?
Kenapa tadi kau tidak bicara? Kau ini...
Sudah, sudah, biarkan saja.
Oh ya, barak kita yang baru di mana?
Kak, sebelah sana.
Baiklah.
Ini memang panji Naga Harimau milik Pangeran Shuo.
Sepertinya dia memang ditangkap oleh Chanyu.
Jenderal.
Aku siap membawa 3.000 pasukan elite untuk menyelamatkan Pangeran Shuo.
Jangan.
Langkah ini sangat berbahaya.
Jika penyelamatan ini gagal,
3.000 pasukan kavaleri akan terkorban.
Jenderal.
Ampuni aku banyak bicara.
Hubungan Tuoba Shuo dan Jenderal memang tidak baik.
Pangeran mempersulit Jenderal beberapa kali dalam rapat kekaisaran.
Bagiaman kalau pinjam tangan Chanyu saja.
Jika tidak diselamatkan,
dikhawatirkan kekaisaran akan menyalahkan Jenderal.
Jenderal!
Aku punya strategi jitu.
Sembarangan! Siapa yang izinkan kau masuk?
Pengawal!
Siapa namamu?
Hamba...
Hamba Xiao Qingquan.
Bagaimana, Labu?
Labu.
Labu.
Ba... bagaimana?
Luka panahnya tidak dalam.
Nyawanya selamat.
Aku tidak apa-apa.
Kak Mulan.
Aku dengar kau mengalahkan utusan Rouran sendirian.
Berkat kerja sama semua.
Kalau aku sendirian, mana bisa?
Kau jangan merendah.
Di desa kami, Mulan itu
jauh lebih pemberani daripada pria, seorang wani...
Apa?
Tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa.
Mulan.
Waktu itu, kenapa kau mematahkan ujung tombak?
Aku datang untuk memenuhi kewajiban ayahku,
bukan datang untuk mencabut nyawa orang.
Aku tidak melukai orang,
tidak akan ada yang melukai aku.
Membunuh, mencabut nyawa,
jika ada kebaikan di dalam hatimu,
takutnya nyawamu akan melayang.
Perintah rahasia dari jenderal.
Kalian ikuti aku.
Perintah dari jenderal.
Aku diperintahkan membawa 15 prajurit kavaleri elit sebagai pasukan baris depan Naga Hijau,
menyerang barak utama Chanyu tengah malam,
menyelamatkan Pangeran Shuo dalam dua jam.
Jika berhasil, ada hadiah kenaikan upah.
Kenapa harus kita?
Aku masih belum bisa naik kuda.
Yang kabur sebelum maju. Penggal!
Semuanya, dengarkan perintah!
Hua Mulan dan yang lain, 10 orang, menyerang barak utama dari sayap kiri.
Sisanya ikuti aku, temukan Pangeran.
Jangan sampai ada kesalahan.
Siap!
Utus prajurit baru.
Ya, Jenderal.
Aku mohon 15 prajurit kavaleri elite.
Jika Pangeran Shuo tidak bisa diselamatkan,
juga ada pertanggungjawaban dari Jenderal.
Jika benar-benar menyelamatkan Pangeran,
ini juga suatu jasa besar.
Nama baik Jenderal akan dikenang ribuan tahun.
Pangeran Shuo.
Aku Xiao Qingquan,
utusan dari Jenderal He untuk menyelamatkan Anda.
Mulan!
Cepat mundur!
Yuan Hong!
Tembakkan panah!
Langit dan bumi yang luas,
pelindung kejayaan negara Wu.
Xiao Qingquan dll. berjasa dalam misi penyelamatan,
masing-masing mendapat hadiah 5 kali 30 tahil,
3 meter sutra,
zirah dan anak kuda yang bagus,
ditempatkan di barak kavaleri kiri.
Siap terima penghargaan!
Tubuhmu kurus dan kecil,
tetapi justru menyelamatkan aku dari api.
Pedang ini, hadiah buatmu.
Semoga kelak,
kau bisa berjuang demi negara Wei di garis depan,
menghalau musuh dari luar.
Kenapa?
Lapor, Pangeran.
Dalam serangan semalam ke Rouran,
ada beberapa prajurit yang ditangkap oleh Rouran.
Mohon Pangeran menurunkan perintah,
kirim pasukan untuk selamatkan mereka.
Mohon Pangeran Shuo turunkan perintah kirim pasukan penyelamat.
Mohon Pangeran Shuo turunkan perintah kirim pasukan penyelamat.
Berani sekali!
Hanya beberapa prajurit,
tidak pantas minta Pangeran kirim pasukan.
Itu Rouran.
Cepat lapor! Cepat lapor!
Yuan Hong.
Ini anjing serigala yang kalian tinggalkan di barak kami.
Chanyu agung yang baik hati
mengembalikan dia sekarang.
Tolong aku! Tolong aku!
Yuan Hong!
Li Liang!
Yuan Hong!
Yuan Hong!
Tahan dia! Cepat!
Yuan Hong! Yuan Hong!
Lepaskan aku!
Selamatkan saudaraku!
Biarkan aku pergi!
Tolong aku!
Biarkan aku pergi! Biarkan aku pergi!
Biarkan aku pergi!
Yuan Hong!
Tolong aku!
Tolong aku!
Selamatkan saudaraku!
Selamatkan saudaraku!
Yuan Hong!
Saudaraku!
Tolong aku!
Saudaraku! Saudaraku!
Tidak!
Rouran jahanam!
Kalian harus bayar utang nyawa dengan nyawa!
Setelah satu tahun
Perubahan dunia dalam ribuan tahun.
Jarak hidup dan mati hanya dalam sesaat.
Berharap melepas zirah kembali ke kampung.
Raga melebur dalam pasir tertiup angin.
Menunggu penjahat sambil menghunus pedang.
Melindungi keluarga dan negara, mengubah wujud menjadi pedang.
Bagus! Bagus! Bagus!
Aku saja.
Kak Mulan, ambil.
Pangeran Shuo.
Ayo, ayo.
Mulan, Mulan.
Nona itu sepertinya sedang menatapmu.
Terus menatapmu.
Apa yang bisa dilihat?
Kalian masih muda.
Saatnya cari istri.
Coba kau lihat Pak Tua Tian.
Kalau kau?
Ini
buatan istriku waktu aku ke sini.
Di dalamnya ada pewangi yang biasa dia pakai.
Waktu aku mau ke sini, dia bilang
kalau rindu padanya, cium ini saja.
Apa ini?
Pergilah.
Aku hanya lihat saja.
Lihat apa?
Hanya lihat saja, kenapa kau pelit sekali?
Dasar.
Serang!
Serang!
Tembakkan panah!
Serbu!
Serbuuu!
Tahan kaki kuda!
Kita menang!
Hidup sebagai pahlawan.
Mati sebagai pemberani.
Ada orang yang takdirnya sudah ditetapkan setelah lahir,
bertempur di medan perang.
Mungkinlah inilah takdir Mulan.
Langit dan bumi yang luas
melindungi kejayaan negara Wei.
Hua Mulan berjasa melawan musuh,
dianugerahi pasukan kavaleri kiri garis depan.
Hua Mulan diangkat sebagai kapten pasukan kavaleri kiri garis depan.
Diangkat sebagai pasukan garis depan,
memimpin seluruh pasukan kavaleri.
Pahlawan besar!
Pahlawan besar! Pahlawan besar!
Pahlawan besar! Pahlawan besar!
Pahlawan besar!
Pahlawan besar!
Bagus sekali!
Semuanya pahlawan besar!
Bagus sekali!
Ambillah.
Terima kasih kepada kalian, para pahlawan besar.
Kak, kakakku suka padamu.
Untung ada kalian.
Pahlawan besar! Pahlawan besar!
Pahlawan besar!
Ini.
Ambillah. Ambillah.
Terima kasih.
Wangi.
Bagus sekali.
Kalian semua pahlawan besar.
Bagus sekali.
Bersulang! Bersulang! Bersulang!
Tuang arak sampai penuh.
Arak bagus!
Bisa tidak?
Bersulang! Ayo!
Bersulang! Bersulang!
Ayo!
Ayo!
Bagus!
Ayo!
Ayo! Ayo! Ayo!
Ayo! Minum!
Tuang sampai penuh! Bersulang!
Tuang arak!
Araknya sudah datang. Ayo!
Ayo!
Bersulang! Bersulang! Bersulang!
Menari! Menari!
Mulan.
Pangeran Shuo.
Ini.
Kau begitu pemberani di medan perang,
tetapi malah begitu lemah saat minum arak.
Pangeran Shuo.
Pangeran Shuo, aku bersulang sebagai tanda hormat padamu.
Ayo, bersulang!
Bersulang, ayo!
Tarian apa ini?
Masih kalah dariku.
Bukankah ini lelucon?
Bagaimanapun dia seorang gadis.
Kau menari saja, menarilah.
Lihatlah.
♪Cahaya bulan menyinari pasir.♪
♪Arak di gelas terasa dingin.♪
♪Zirah di tengah ratusan perang.♪♪
♪Tidak jaga penampilan sama sekali.♪
♪Berjuang dalam pasukan militer.♪
Tanpa perpisahan pada orang tua.♪
♪Tenda sebagai kamar gadis.♪
♪Gadis cantik dalam cahaya dingin.♪
♪Menghadap cermin berdandan.♪
♪Melihat tubuh penuh zirah perak.♪
♪Ditukar gaun pengantin saat menikah.♪
Bagus! Bagus!
Bagus!
Ternyata kau bisa penuh pesona
saat menirukan seorang gadis.
Memang benar.
Aku hampir saja percaya.
Siapa yang meniru?
Aku, Hua Mulan, memang seorang gadis.
Apa katamu?
Aku bilang, aku memang seorang gadis.
Kalau tidak percaya, kau tanya Li Liang.
Apa aku benar?
Mulan.
Kau bicara sembarangan.
Pangeran Shuo, Mulan mabuk.
Aku antar dia istirahat dulu.
Siapa yang bicara sembarangan?
Kau minum terlalu banyak.
Ayo.
Minum terlalu banyak.
Apa sih?
Kau sudah gila.
Kalau orang-orang tahu kau seorang gadis,
nyawamu bisa melayang.
Ayo.
Lapor! Chanyu!
Ashinaye sedang bergegas menuju ke sini,
dia juga membawa seorang penyihir.
Buat apa kau datang ke sini?
Khan Agung memintaku ke sini, melanjutkan kepemimpinanmu di sini.
Kau boleh kembali ke markas.
Ashinaye.
Sekarang aku, Chanyu, masih berkuasa di sini.
Sebaiknya kau hormat padaku.
Sudah setahun, kau belum berhasil menguasai lumbung Chang Ping.
Sudah berapa Baghatur yang mati karena kau?
Kau hanya orang tak berguna dari marga Tamohu.
Atas dasar apa?
Penguasa di sini hanya ada satu.
Chanyu.
Siapa kau?
Chanyu yang agung, mohon ampuni aku.
Aku bisa bantu kau merebut
Lumbung Chang Ping.
Apa kau dengar?
Sepertinya ada sesuatu.
Ada tikus.
Cepat! Lapor pada jenderal!
Ayo.
Jenderal, ada yang ingin aku laporkan!
Lapor!
Lapor!
Lapor! Jenderal
Ada wabah tikus dari luar kota!
Hanya tikus, kenapa panik?
Ada... ada jutaan.
Apa?
Tikus!
Tikus! Tikus!
Sebelah sini! Sebelah sini!
Labu!
Labu!
Apa yang terjadi?
Semalam tiba-tiba ada serangan tikus abu ke kota.
Ada jutaan ekor.
Orang-orang digigit jika ditemu.
Banyak prajurit dan rakyat yang terluka karena gigitan tikus.
Wabah tikus?
Lapor!
Berapa orang yang terluka?
Lapor Jenderal! Jumlah korban 300 lebih.
Jumlah rakyat di dalam kota belum dihitung.
Kalau persediaan makanan?
Persediaan makanan habis lebih dari setengah.
Di tengah gurun, mana mungkin tiba-tiba ada wabah tikus?
Pangeran Shuo.
Markas utama Rouran ada di mana?
Gobi.
Kita ada di dalam kota. Mereka ada di gurun Gobi.
Jumlah korban mereka pasti lebih banyak.
Ini...
Periksa jumlah korban Rouran.
Jika jumlah korbannya banyak,
kita bisa sekalian hancurkan mereka.
Langit benar-benar melindungi negara Wei.
Cao Quanyou.
Siap!
Perintahkan Hua Mulan bawa 3 prajurit kavaleri ringan,
periksa jumlah korban di barak Rouran.
Segera laporkan padaku!
Siap!
Sebentar.
Sebaiknya ganti orang.
Hari ini, ada sesuatu yang ingin aku bahas dengan Mulan.
Baiklah, kalau begitu, ganti orang lain.
Aneh.
Wabah tikus kemarin, kenapa tidak ada korban di pihak Rouran?
Ayo pergi, kembali, lapor pada jenderal.
Ayo!
Xiao Qingquan, cepat jalan.
Tunggu.
Karena sudah masuk ke sarang musuh,
mana boleh langsung pulang?
Apa yang kau lakukan?
Buat gambar pertahanan militer,
persembahan buat jenderal.
Pasti ada hadiah besar dari jenderal.
Xiao Qingquan.
Kau sudah gila ya hanya karena ingin jadi pejabat?
Aku menjadi prajurit, demi nama besar.
Aku, Xiao Qingquan, ditakdirkan untuk menjadi seorang jenderal.
Kau tidak mau pergi. Aku pergi.
Ada berapa korban dari pasukan Wei kalian?
Cuih!
Kenapa aku dengar ada binatang yang berbicara?
Jangan bunuh aku.
Aku belum jadi pejabat.
Jangan bunuh aku. Aku akan katakan semua.
Aku mohon, jangan bunuh aku!
Aku bersedia melakukan apa pun.
Jangan bunuh aku.
Aku Xiao Qingquan. Cepat buka gerbang kota!
Itu Xiao Qingquan.
Cepat! Cepat lapor pada jenderal!
Siap.
Jenderal! Pasukan Rouran terluka parah.
Mereka datang untuk menyerah.
Mereka bersedia mengabdi pada negara Wei.
Bagus.
Buka gerbang kota.
Jangan.
Jika Rouran sengaja menjebak agar kita buka gerbang kota?
Pertahanan dalam kota kita sangat ketat.
Beberapa ekor semut ini mana mungkin sanggup menghancurkan seluruh pasukan kita?
Buka gerbang kota.
Jangan takut. Masih ada aku.
Kakak!
Lapor!
Lapor Pangeran Shuo!
Pasukan berani mati dari Rouran sudah dihancurkan semua.
Pasukan kita banyak yang tewas atau terluka parah.
Persediaan makanan terbakar habis.
Jenderal He juga...
Mundur.
Siap.
Pangeran Shuo.
Selanjutnya bagaimana?
Banyak pasukan yang jadi korban.
Jika Rouran menyerang dalam kesempatan ini,
takutnya seluruh pasukan akan musnah,
rakyat juga sulit diselamatkan.
Tinggalkan kota.
Pergi dari sini bersama rakyat.
Perbatasan lumbung Chang Ping tetap harus dijaga.
Jika pertahanan kota Lishui runtuh,
Rouran menyerbu ke dalam perbatasan,
bukankah akan lebih banyak rakyat tak berdosa yang jadi korban?
Kota Lishui sudah di ambang kehancuran,
bagaimana cara bertahan?
Aku yang jaga pertahanan.
Juga ada aku!
Aku!
Aku!
Aku juga ikut!
Masih ada aku!
Waktu itu, kau mabuk,
kau bilang padaku, kau seorang wanita.
Apa itu benar?
Ya.
Kenapa?
Pangeran Tuoba ingin menghukum Mulan?
Tidak.
Aku hormat padamu karena kau seorang pahlawan.
Tetapi apa kau benar-benar ingin tetap berada di sini?
Wilayah negara kita sangat luas,
meskipun kota Lishui terlepas,
juga tidak ada yang akan menyalahkanmu.
Waktu itu, aku bergabung dalam militer, bukan demi negara,
melainkan demi keselamatan ayahku.
Sekarang, yang aku pertahankan, bukanlah wilayahmu, Tuoba,
melainkan keselamatan rakyat Wei.
Tetapi tanpa makanan, kau bisa bertahan berapa hari?
3 hari.
Dalam 3 hari,
cukup bagi rakyat untuk menjauh 25 km dari sini.
Setelah aku kembali ke istana,
aku pasti minta ayahku kirim pasukan bantuan.
Tunggu aku kembali.
Mempertahankan kota kosong tidaklah mudah.
Kesepian yang mematikan di tengah kota, ibarat sangkar.
Sedangkan orang di dalam sangkar, ibarat elang tak bersayap.
Tekadnya sudah terkikis habis oleh terali besi itu.
Ada panah.
Hanya ada ini.
Sudah cari ke seluruh kota.
Yang bisa dipakai hanya ini.
Hanya ada panah ini, bagaimana bisa bertahan?
Semalam pun tidak bisa bertahan.
Kalau sudah ditembakkan, pungut lagi saja.
Otakmu ada berapa?
Jika Rouran menyerang pada malam hari,
hanya ada kita beberapa orang ini, sama sekali tidak sanggup bertahan.
Pasti bisa!
25 langkah.
20 langkah.
15 langkah.
10 langkah.
5 langkah.
Mulan.
Maju!
Lapor!
Bagaimana?
Sudah kirim 270 orang.
Semuanya tewas.
Penyihir!
Tidak mungkin.
Kota Lishui seharusnya sudah ditakdirkan hancur.
Tidak mungkin, seharusnya tidak begitu.
Kalau begitu, kenapa masih ada orang yang mempertahankan kota?
Wumuhe.
Hadir.
Kau bawa 200 Baghatur, selidiki lagi.
Siap.
Dalam sekejap, 3 hari akan berlalu.
Hua Mulan dkk. sudah bertahan selama 15 hari.
Jika harapan adalah cahaya,
maka putus asa adalah kegelapan yang terhampar di depan mata,
kegelapan tiada batas.
Labu.
Sudah berapa hari?
15 hari.
Masih ada makanan?
Tidak ada.
Aku cek dulu.
Tidak usah cek.
Semuanya sudah habis.
Di dalam kota, tidak ada apa-apa lagi.
Labu.
Kenapa kau tidak pergi?
Di rumahmu, masih ada ayah dan ibu yang menunggumu pulang.
Ayah dan ibuku sudah lama meninggal.
Di rumahku hanya ada aku.
Aku sudah tidak punya keluarga.
Bersama kalian,
itulah keluargaku.
Dasar bodoh.
Kalau nyawamu melayang,
kalau tiba di bawah nanti,
ayah dan ibumu akan minta pertanggungjawaban kami.
Ayah dan ibuku sedang melihatmu dari atas langit.
Awas, nanti mereka ajak kau pergi dulu.
Wangi tidak?
Wangi.
Hampir setahun di sini,
juga tidak tahu bagaimana keadaan di rumah,
dan apakah istriku baik-baik saja.
Mulan.
Kita mundur saja.
Tidak boleh mundur.
Lumbung Chang Ping adalah perbatasan penting.
Sebelum pasukan bantuan tiba, tidak boleh mundur.
Sudah bertahan begitu lama.
Jika ada pasukan bantuan, seharusnya sudah tiba sejak awal.
Tidak ada air, tidak ada makanan.
Bagaimana kita bisa bertahan?
Di rumahku masih ada istri, orang tua, anakku.
Aku tidak boleh mati di sini.
Yang mau pergi bersamaku,
sama-sama.
Aku ikut.
Aku juga.
Siapa yang berani!
Hua Mulan.
Kalau kau mau mati, aku tidak akan menghalangimu.
Kalau mau bertahan, kau bertahan sendiri.
Aku lebih rela mati dalam pertempuran,
juga tidak rela mati kelaparan di sini.
Hari ini, kalau kota Lishui tidak berhasil dipertahankan,
tidak tahu ada berapa banyak rakyat yang akan jadi korban.
Tanpa zirah, aku juga rakyat biasa.
Aku mau hidup.
Aku mau tetap hidup.
Kita sebagai prajurit Wei,
yang kita pertahankan adalah keselamatan rakyat.
Jika prajurit takut perang,
rakyat tidak akan aman,
dunia tidak akan aman.
Bagaimana istri dan anakmu bisa aman?
Kalian semua belum tahu Mulan seorang wanita ya?
Aku menjadi tentara demi ayahku,
menyamar sebagai pria, bergabung di sini,
hidup bersama para prajurit,
maju ke medan tempur.
Datang ke sini,
demi keselamatan keluargaku.
Bertahan di sini,
demi mendamaikan perang,
keamanan rakyat, kejayaan negara.
Hari ini, aku bersedia hidup dan mati bersama para prajurit.
Hua Mulan dari Yu He bersumpah mati, tidak akan mundur!
Li Liang dari Yu He bersumpah mati, tidak akan mundur!
Tian Dahai dari Qing Long bersumpah mati, tidak akan mundur!
Zou Qi dari Quzhou bersumpah mati, tidak akan mundur!
Hu Baosuo dari An Da bersumpah mati, tidak akan mundur!
Berlindung!
Zou Qi! Zou Qi!
Zou Qi!
Zou Qi!
Zou Qi! Zou Qi!
Zou Qi! Kau tidak boleh mati!
Zou Qi! Kau tidak boleh mati!
Zou Qi! Kau tidak boleh mati!
Zou Qi! Zou Qi!
Pewangi, ini pewanginya.
Ini pewanginya, pewangi.
Zou Qi! Zou Qi!
Zou Qi!
Zou Qi!
Zou Qi!
Zou Qi!
Suamiku.
Cuaca sudah dingin.
Masuklah ke dalam.
Menurutmu,
bagaimana keadaan Mulan saat ini?
Apa ada pakaian yang hangat?
Tidak tahu apa makanan di barak militer
cocok dengan selera dia.
Para leluhur.
Kami hanya punya seorang putri.
Mohon lindungi putriku,
agar dia selamat.
Ayo! Ayo! Ayo! Minum sup kambing.
Rasa apa?
Wangi.
Berikan padaku. Aku dulu.
Minum beberapa mangkuk lagi.
Minum! Minum! Minum!
Ayo! Ayo! Ayo! Ayo!
Benar-benar wangi, sangat wangi.
Wangi sekali.
Enak.
Semangkuk lagi.
Lagi! Lagi!
Semangkuk lagi!
Aku juga semangkuk.
Enak sekali.
Cukup! Cukup!
Sup kambing banyak sekali.
Kembali!
Mereka menjebak kita agar keluar dari gerbang kota.
Tidak boleh pergi! Tidak boleh pergi!
Benar-benar sangat enak.
Ke sini, minumlah sedikit!
Enak sekali!
Minumlah sedikit!
Minum lagi!
Ayo! Ayo! Ayo!
Sampai penuh!
Minum semangkuk lagi!
Pak Tua Tian.
Aku mau minum
sup kambing.
Sup kambing ya, tidak enak.
Di kampungku
ada sejenis ikan lele.
Itu baru segar.
Supnya terasa sampai ke kerongkongan, rasanya itu lho...
Rasanya lebih lezat ratusan kali lipat daripada ini.
Setelah perang berakhir,
aku masak sup ikan buatmu.
Aku mau minum
sup ikan.
Kelak
kita berdua tangkap ikan tiap hari,
minum tiap hari,
minum sup ikan.
Mulan.
Pasukan Rouran.
Li Liang.
Kau putra tunggal dalam keluargamu ya?
Di dalam kota masih ada seekor kuda.
Kalau mundur sekarang, masih sempat.
Aku Li Liang pria sejati,
mana mungkin kalah padamu? Hua Mulan.
Pak Tua Tian.
Aku hidup sebagai prajurit Wei,
aku mati sebagai arwah Wei.
Baik.
Pak Tua Tian.
Bantu aku tabuh gendang.
Serang!
Hua Mulan.
Dalam kehidupan selanjutnya, aku ingin menjalani kehidupan damai.
Pasti akan ada hari itu.
Rakyat di dunia tidak akan menjadi korban perang, terpaksa meninggalkan rumah.
Kita semua bisa menjalani kehidupan damai.
Negara Wei tetap jaya!
Serang!
Negara Wei tetap jaya!
Negara Wei tetap jaya!
Setelah matahari dan bulan bersinar pada waktu bersamaan,
langit merah bercahaya terang,
akan ada prajurit langit yang datang membantu melewati kesulitan.
Film ini khusus ditayangkan untuk Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.
Aku mau tetap hidup.
Asalkan tetap hidup, akan ada kesempatan menjadi kebanggaan leluhur.
Tetap... hidup.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.