Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hey Pro! My Mountain Girl
Episode 1 Subtitle By@Dyah
Selanjutnya kita persilakan pemenang kali ini,
Milly untuk naik panggung menerima penghargaan.
Sekali lagi kita berikan tepuk tangan untuk pemenangnya.
1, 10, 100, 1000, 10.000,
20000.
Ada apa ini?
Aku jelas-jelas mengatur alarm jam 8:30,
kenapa jam 9:30 baru berdering?
Gawat, gawat.
Pertandingan akan segera terlambat.
Milly!
Ranran, telur itu kamu goreng terlalu lama,
lain kali kamu goreng yang lebih lembut.
Aku ada urusan buru-buru, aku pergi dulu.
Sekarang persilakan staf kami untuk membagikan penghargaan.
Bagaimana, tidak kesakitan kan?
Bagus.
Juara pertama tentu saja mengagumkan,
tapi juara terakhir yang tidak pernah menyerah
juga sangat dihormati.
Terima kasih.
Tapi, aku tidak bisa menerima sarung tangan ini.
Hei, sedang apa kalian? Cepat serang menara.
Cepat... Sudah berkelompok...
Sedang apa kalian?
Apa kabar, ini adalah koper Tuan Shen Mo.
Halo, Shen Mo.
Kenapa koper kamu...
Kamu sudah tiba di Beijing?
Aku ada di resort ski, nanti pergi mencarimu.
Kenapa kamu tidak beritahu aku,
biar aku pergi menjemputmu.
Rumah... rumah sangat bersih,
sangat bersih, sangat bersih.
Kamu tenang saja.
Milly, katakan sejujurnya,
sejak kapan kamu mencari pacar secara diam-diam?
Omong kosong apa?
Masih pura-pura.
Sarung tangan ini model cowok.
Saat aku terjatuh di pertandingan hari ini,
sarung tanganku hilang.
Ada orang baik lihat tanganku terluka
dan memberikan sarung tangan ini kepadaku.
Kamu anggap aku anak kecil?
Kakak yang mana begitu baik hati,
memberikan sarung tangan yang begitu mahal
kepada orang tak dikenal?
Sepasang harganya ribuan CNY.
Ribuan CNY?
Apakah ini palsu?
Ini pasti asli.
Jika aku tahu ini sarung tangan yang begitu mahal,
aku tidak akan menerimanya.
Sungguh benar orang tak dikenal.
Jika memang orang tak dikenal,
kalau begitu tidak dapat dikembalikan kepada pemiliknya.
Bagaimana kalau kita menjualnya di internet untuk bayar uang sewa?
Tidak bisa.
Tidak mau berikan.
Cukup.
Berikan sarung tangan padaku.
Momoku.
Kamu sudah seharusnya mandi.
Tadi sedang berolahraga.
Sudahlah, sudahlah.
Kamu jangan setiap kali datang
Seperti manajer hotel yang memeriksa kebersihan.
Kamu tahu aku ada rinitis,
harus jaga kebersihan setiap saat.
Iya...
Tuan muda Shen jauh-jauh datang dari Inggris kemari,
orang yang begitu terhormat datang ke tempat ini,
harus dilayani
dengan standar yang sama dengan hotel bintang lima.
Setiap hari ada pembersihan dalam rumah,
tidak akan biarkan satu butir demu mendekatimu.
Kejadian tak terduga, kejadian tak terduga.
Tidak disangka kamu orang yang begitu kotor,
masih bisa masak makanan yang begitu enak.
Minum anggur kamu saja.
Bukan aku ingin mengatakanmu,
kamu bekerja di Inggris juga tidak senang,
kenapa tidak kembali lebih awal?
Tidak ingin kembali.
Di luar negeri masih bisa lakukan hal yang ingin dilakukan diri sendiri,
setelah kembali...
Sebenarnya aku sangat iri padamu,
setelah lulus kuliah,
bisa melakukan hal yang ingin kamu lakukan.
Tidak hanya kamu,
kedua sahabat di asrama kita juga sama,
hanya aku saja.
Kamu ini orang kaya yang tidak tahu penderitaan orang miskin.
Kamu sepenuhnya tidak tahu
kesulitan kami sebagai pengusaha.
Jika aku punya orang tua seperti ayah dan ibumu...
Oh ya,
aku bilang kamu sungguh tidak berencana pulang mengunjungi paman?
Selama tiga tahun ini,
kamu setiap tahun pulang tepat waktu untuk membersihkan makam Anqi,
tapi tidak tinggal di sana.
Kamu dan paman seperti tak saling kenal.
Kamu bilang sekeluarga, buat apa?
Tunggu kamu sudah stabil di perusahaan,
kamu baru pertimbangkan urusan kamu sendiri.
Saya ingin menjalani jalan saya sendiri.
Jalan apa?
Bermain ski?
Itu hanya sebuah hobi,
apakah bermain ski bisa menghidupimu seumur hidup?
Saya dari kecil hingga dewasa,
setiap langkah semuanya mengikuti pengaturanmu, bagaimana hasilnya?
Karena pemilihan,
saya kehilangan semua yang saya miliki.
Berhenti kamu!
Kamu mau buat onar sampai kapan?
Sudah berapa lama hal ini berlalu?
Kamu ingin menyembuhkan luka hatimu, kamu ingin sakit hati, silakan,
tapi harus ada batasannya.
Apapun yang kamu lakukan, dia tidak akan kembali lagi.
Kamu tidak boleh karena dia, menghancurkan dirimu seumur hidup.
Kami berdua di dalam mobil yang sama.
Anqi tidak bisa kembali lagi,
kamu anggap saja saya sudah mati.
Buat apa pulang?
Mereka selamanya merasa diri mereka benar,
aku yang salah.
Seolah-olah semua orang di dunia ini hanya mendengarkan pengaturan mereka
baru bisa menghasilkan uang untuk hidup.
Tapi apakah uang bisa membeli kebahagaian?
Kamu tidak kurang uang, tentu saja tidak tahu
penderitaan kami sebagai programer
dan keinginan terhadap uang.
Kamu sudah kenyang?
Tidak mau makan, tidur dulu, mabuk pascaterbang.
Ranran, kamu bilang kenapa belakangan ini aku begitu sial?
Setiap kali selalu melewatkan pekerjaan dengan gaji tinggi dengan sempurna.
Aku bahkan bermain permainan
juga akan dihabisi musuh.
Kamu bilang apakah aku sedang sial?
Kamu cepat bantu aku lihat.
Ini lebih bagus warna abu-abu atau warna pink?
Warna pink.
Kalau begitu aku pilih warna abu-abu.
Dan yang satu ini...
Lebih bagus warna biru atau warna cokelat muda?
Tentu saja warna cokelat muda.
Pilih yang warna biru.
Oh ya,
kalau kamu tidak bisa mendapatkan pekerjaan,
jangan berharap padaku untuk membantumu bayar uang sewa dulu.
Tenang saja.
Kamu tidak pernah ada tabungan setiap bulan,
bahkan kurir juga tahu.
Datang ke Beijing dari tidak punya apapun hingga utang dimana-mana.
Aku ini namanya investasi pada diriku sendiri.
Kenapa laptopnya mati?
Kakak Honghao, perlu bantuan darurat.
Datang, datang.
Kenapa?
Silakan mulai pertunjukanmu.
Kalau begitu kamu tunggu sebentar.
Mari, makan apel dulu.
Kakak Honghao, untung kamu seorang ahli komputer,
di dalamnya ada banyak data penting.
Kamu tunggu aku sebentar.
Kamu pakai ini saja.
Harddisk laptop kamu sudah rusak,
terus dipakai lagi juga tetap akan mati.
Aku sekarang keluarkan data penting kamu dulu.
Tidak bisa, tidak bisa.
Kamu biasanya sudah sangat membantuku.
Laptop ini sangat berharga, aku tidak boleh menerimanya.
Kamu tidak perlu sungkan denganku.
Laptop ini, biasanya kamu pakai untuk internet,
main permainan, membuat dokumen,
seharusnya tidak masalah.
Kita semua adalah tetangga,
saling membantu sudah seharusnya.
Tetangga juga tidak boleh sembarangan menerima barangmu.
Jika kamu tidak pakai,
laptop ini juga tetap disimpan di dalam lemari.
Ambillah.
Terima kasih Kakak Honghao.
Tidak perlu sungkan denganku.
Rumahmu sangat rapi hari ini.
Apakah dulu sangat kotor?
Bukan juga.
Hanya saja kamu begitu tampan, dalam rumah...
Ini karena terlalu sibuk,
tidak sempat membersihkan rumah.
Sebenarnya ini adalah aku yang sebenarnya.
Angkat telepon dulu.
Halo.
Resort ski?
Tidak bisa, aku besok ada rapat penting.
Kamu tunggu sebentar, tunggu sebentar.
Kamu besok ada waktu tidak?
Bolehkah bantu aku antar laptop ke resort ski?
Sekalian traktir kamu bermain ski.
Resort ski? Pergi...
Gratis tentu saja pergi.
Halo.
Halo.
Begini,
Besok aku minta temanku bantu antar laptop.
Baik...
Kalau begitu aku suruh dia taruh di resepsionis.
Baik, bye-bye.
Halo, tolong bantu aku menyerahkan laptop ini
kepada Tuan Shen Mo yang menginap di sini hari ini.
Jika ada masalah, ini nomor teleponku.
Baik.
Terima kasih.
Sama-sama.
Halo, apa yang bisa saya bantu untuk Anda?
Aku ingin satu kamar suite.
Apakah kita pernah bertemu di mana?
Tidak pernah.
Sudah cukupkah kamu memegangnya?
Maaf...
Si sarung tangan cowok.
Kemampuan papan seluncurmu lumayan bagus.
Lumayan.
Belajar di mana?
Belajar sendiri.
Berapa lama kamu berlatih ski papan tunggal?
Tiga tahun.
Apakah tertarik menjadi pelatih di resort ski kami?
Gajinya tinggikah?
Pelatih semua berdasarkan komisi jam kelas,
gaji pokok tidak tinggi.
Tapi, jika kamu tertarik,
aku bisa tanda tangan kontrak formal denganmu.
Bagaimana?
Tertarik, tertarik.
Kalau begitu nanti setelah ganti baju,
pergi ke bangunan besar yang ada di depan cari aku,
di ruang 302.
Baik.
Ayo.
Pelayan.
Pelayan.
Pelayan.
Halo, Tuan. Ada perlu apa?
Tolong bantu aku percepat makananku,
sudah lewat dari setengah jam.
Lagi ramai, harap Anda maklum.
Ini juga disebut ramai?
Iya, biasanya juga setengah dari hari ini.
Anda makan dulu hidangan ini,
sisanya nanti akan diantar.
Ucapanmu ini sama persis dengan
yang kamu katakan 10 menit lalu.
Sungguh maaf, Anda makan dulu.
Lanlan, ini aku.
Aku sudah sampai di resort ski,
kalau kamu ada waktu harap datang.
Jika tanda tangan kontrak formal,
kamu tidak hanya sebagai pelatih,
selama jam kerja yang sewajarnya,
perlu membantu di bagian lain.
Bisakah?
Tidak masalah.
Pikir baik-baik.
Di saat orang sedang istirahat, kamu harus bekerja.
Betapa senangnya bisa menghasilkan uang.
Melihat uang di rekening sedikit demi sedikit bertambah banyak,
ini adalah impianku.
Baiklah kalau begitu.
Jika tidak ada masalah, tanda tanganlah kontrak ini.
Baik.
Halo.
Apa?
Saat industri ski begitu berkembang,
malah dijalankan oleh mereka menjadi seperti ini,
bisa dilihat manajemennya begitu kacau.
Daripada dipertahankan juga suatu tanggungan,
mending dijual lebih awal.
Begini saja, setelah kontraknya ditandatangani,
saya akan meminta perusahaan untuk lakukan evaluasi rinci.
Baik, soal harga kamu bantu aku bicarakan.
Yang penting ada yang mau membelinya,
murah sedikit juga tidak apa-apa.
Kalau begitu bagaimana dengan karyawan resort ski?
Jika mereka bersedia menerimanya ya terima saja,
jika tidak bersedia menerimanya juga tidak ada cara.
Resort ski yang begitu bagus dijalankan seperti ini,
tidak ada gunanya lagi untuk dijalankan.
Tidak boleh.
Resort ski ini penuh dengan usaha semua orang,
bagaimana bisa dikatakan seperti menjual kios?
Siapa Anda?
Manajer resort ski, Sun Yuanbo.
Kalau begitu apakah kamu tahu siapa aku?
Tahu.
Ini adalah hasil dari jerih payah yang dijalankan
selama bertahun-tahun yang kamu katakan?
Menjalakan resort ski menjadi seperti ini,
sudah bersyukur masih ada yang mau membelinya.
Kepercayaan diri dari mana untuk membicarakan hal ini dengan orang lain?
Betul, kamu adalah manajer,
tapi resort ski ini milikku.
Aku berhak menangani semua yang ada di resort ski ini.
Di saat situasi yang kekurangan dana dalam jangka panjang,
bisa ada kondisi seperti sekarang ini sudah tidak mudah.
Lagi pula, perusahaan masih belum
membayar gaji karyawan bulan ini.
Dalam kondisi seperti ini,
tidak ada yang meninggalkan tempat ini,
semua orang melakukan tugas dan tanggung jawabnya.
Kamu sekarang ingin menjualnya,
apakah tidak berencana memberikan penjelasan kepada semua orang?
Aku akan secepatnya membayar gaji yang belum dibayar.
Tapi aku adalah bos,
keputusanku
tidak ada orang yang bisa mengaturku.
Si sarung tangan cowok ternyata adalah bos aku.
Harap kamu bisa pertimbangkan perasaan karyawan.
Manajer Sun, uruslah urusanmu sendiri.
Bisakah kamu jangan bawa orang
berkeliaran di saat jam kerja?
Perhatikan emosi dan sikap kamu.
Tahukah kamu sedang berbicara dengan siapa?
Manajer Sun,
kenapa begitu murung?
Mereka yang tadi datang itu siapa?
Orang-orang yang mengevaluasi resort ski.
Bos berencana menjual resort ski.
Menjualnya?
Kalau begitu bagaimana dengan kami?
Apakah masih bisa bekerja di sini?
Sekarang masih belum tahu.
Tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Direktur Shen.
Melakukan hal seperti ini saat jam kerja,
membuat orang menjadi panik.
Apakah berpikir ingin menunggu
setelah musim salju baru menjualnya?
Menurut saya, Direktur Shen tidak seperti
orang yang tidak mempedulikan hidup mati karyawan.
Kamu yakin orang yang kita berdua katakan itu orang yang sama?
Dia... dia memang kelihatan sangat kejam,
sebenarnya orangnya sangat baik.
Sarung tangan saya hilang saat pertandingan,
dia lihat tangan saya terluka,
dan memberikan sarung tangannya yang mahal untuk saya.
Oh ya,
saya masih belum mengembalikan sarung tangannya.
Bagaimana kalau saya pakai alasan mengembalikan sarung tangan
dan bantu semua orang cari tahu?
Aku rasa yang kamu lakukan juga sia-sia saja.
Direktur Shen, saya pelatih baru di sini.
Nama saya Milly.
Apa urusan apa?
Aku datang mengembalikan sarung tangan.
Sarung tangan?
Sarung tangan ini, aku tidak mau lagi.
Jika kamu suka,
kamu simpan saja.
Tidak bisa, saya sudah tanyakan,
sarung tangan ini sangat mahal, saya tidak bisa menerimanya.
Barang yang sudah dipakai orang lain,
aku tidak akan memakainya lagi.
Jika tidak suka,
kalau begitu buang saja.
Buang?
Sarung tangan yang begitu bagus, sangat disayangkan.
Saya sudah mencucinya sebelum mengantarnya.
Tenang saja, sangat bersih.
Aku tidak ingin mengulang ucapanku untuk kedua kali.
Jika kamu tidak ada urusan lain,
aku ingin berdiam sendiri.
Direktur Shen,
saya dengar resort ski kita akan dijual, iya kah?
Bagaimana kamu bisa tahu?
Saya dengar...
Dengar dari siapa?
Tidak penting.
Menurut saya,
Anda sekarang menjual resort ski,
tidak terhindar dari kekhawatiran karyawan akan masalah pekerjaan kedepannya.
Semua orang merasa panik juga tidak ada untungnya dalam pekerjaan.
Kalau begitu resort ski kita...
Pelatih Milly!
Kamu adalah pelatih resort ski Qingshan.
Urus urusan kamu sebagai pelatih dengan baik saja.
Saya ingin membahas bersama Anda
dengan pemikiran sebagai seorang karyawan.
Aku adalah bos resort ski.
Bagaimana menangani resort ski, aku yang berhak memutuskannya,
bukan giliran karyawanku
satu per satu datang di hadapanku untuk mengaturku.
Ini ganguan mental atau otak rusak?
Ada apa ini?
Ada uang bisa angkuh?
Buang ya buang saja.
Sangat mahal,
dibuang terlalu disayangkan.
Pemilikmu tidak menghargaimu, aku yang akan menghargaimu.
Pasti akan kujual dengan harga bagus.
Pihak pembeli meminta untuk dipotong setengah harga.
Setengah?
Bagaimana dengan kedua perusahaan sebelumnya?
Semuanya bilang masih dipertimbangkan,
tapi juga belum ada jawaban dari mereka.
Direktur Shen ada perintah apa?
Umumkan kepada setiap karyawan resort ski,
resort ski akan ditutup akhir bulan.
Ditutup?
Lagi pula resort ski juga tidak menghasilkan uang.
Daripada setiap hari menghabiskan uang untuk membuat salju,
mending lebih awal ditutup untuk mengurangi kerugian.
Resort ski bagi kamu,
apakah sungguh tidak bermakna?
Kalau begitu,
kenapa dari awal membelinya?
Waktu itu bukan keputusanku untuk membelinya.
Aku katakan sekali lagi,
aku adalah bos.
Resort ski dijual atau tidak,
hanya aku yang berhak menentukannya.
Jika kamu ada uang,
kamu juga boleh membelinya.
Aku akan memberikan harga diskon karyawan yang sangat bagus utukmu.
Milly.
Sudah pulang.
Kenapa? Pekerjaan di resort ski tidak senang?
Jangan diungkit lagi.
Kehilangan pekerjaan lebih cepat dari gaji.
Apa yang terjadi?
Bos kami bilang resort ski mengalami kerugian yang sangat besar,
akan ditutup.
Jadi hingga akhir bulan,
aku akan kembali menjadi pengangguran.
Kenapa bisa begini?
Kamu ini karena pekerjaan tidak lancar dan lampiaskan dengan cara ini,
atau kesal diriku jorok?
Sudah bisu?
Bahkan tidak jawab kembali.
Kamu jangan lap lagi.
Jangan lap. Letakkan…
Duduk sana.
Makan makanan enak,
biar suasana hati senang.
Mari.
Jangan diungkit lagi.
Kehilangan pekerjaan lebih cepat dari gaji.
Mereka adalah mutiara berbentuk kerang,
bulu biru.
Ini adalah baju yang paling….
aku sukai.
Terima kasih 5 roket yang diberikan Bos.
Fang Honghao.
Fangfang.
Fangfang.
Direktur Fang.
Roketnya terlalu sedikit.
Berikan lebih banyak baru bisa tunjukkan bahwa kamu cinta aku.
Ada hal serius yang ingin aku bicarakan denganmu hari ini.
Katakanlah.
Aku ada seorang teman
ingin bekerja di UTO.
Hanya hal ini ya?
Kalau begitu kamu langsung katakan pada Bai saja,
dia begitu baik padamu.
Paman Bai itu sungkan kepadaku,
apakah aku sungguh tidak ada batasan?
Kamu lihat saja departemen kalian
apakah ada posisi yang cocok,
kemampuannya pasti tidak masalah.
Aku hanya menerima wanita.
Dia memang seorang wanita.
Wanita?
Kamu sejak kecil hingga dewasa tidak pernah memohon padaku.
Kamu pertama kali memohon padaku karena seorang wanita.
Bagaimana penampilannya? Cepat perlihatkan padaku.
Aku kasih tahu kamu,
jangan tunjukkan padaku yang operasi wajah atau hasil editan,
aku bisa mengetahuinya dalam sekilas.
Dia adalah tetanggaku.
Aku merasa seorang gadis kecil
di Beijing sangat tidak gampang.
Hanya ingin bantu saja,
tidak serumit yang kamu pikirkan.
Tetangga wanita?
Gadis kecil?
Lokasi, waktu dan hubungan sangat pas, lama kelamaan menimbulkan cinta.
Apakah tidak lama lagi,
aku akan memiliki satu kakak ipar?
Aku sarankan kamu,
obatnya jangan berhenti diminum.
Aku malas berdebat denganmu.
Kalau begitu kamu katakan,
setelah kubantu, bagaimana kamu berterima kasih padaku?
Aku akan berterima kasih padamu dari lubuk hatiku.
Tidak perlu.
Bantu aku buat janji dengan Shen Mo,
aku mau bertemu dengannya.
Tiba-tiba menyadari kerjaanku sangat banyak.
Hubungi sendiri.
Sangat menarik.
Fang Honghao,
kamu bilang kura-kura yang kamu pelihara di kantormu saja jantan,
bagaimana mungkin kamu tidak lajang?
Kura-kura pun bisa kamu bedakan jantan atau betina.
Ini mainan baru apa?
DuerOS, DuerOS, ambil foto.
Ini menarik.
Bai Anhui,
aku hari ini sangat sibuk.
Mari, aku hadiahkan ini untukmu.
Tunggu aku selesai sibuk,
aku akan pertimbangkan soal menghubungi Shen Mo.
Boleh tidak? Bisa tidak?
Aku hadiahkan buat kamu.
Sudahlah, sebelah sini.
Tasku ketinggalan.
Aku... aku ketinggalan tasku.
Tas ketinggalan.
Fang Honghao,
apakah tadi kamu belum menyimpannya?
Aku...
Fang Honghao,
bantu aku buat janji dengan Shen Mo,
jika tidak aku...
Jangan... Bai Anhui...
Kita bisa diskusikan lagi.
Kode itu lebih dari 10 ribu baris.
10 baris kode ya...
Sangat disayangkan,
kalian secepatnya akan...
Jangan... Bai Anhui...
Bukan aku tidak mau bantu kamu,
Shen Mo tidak bersedia bertemu denganmu,
aku juga tidak ada cara.
Bukankah kamu mempersulitku, iya kan?
Lepaskan tanganmu.
Jika kita teman maka bantulah aku.
Sejak kecil hingga dewasa, tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan.
Kamu juga tahu,
Jika tidak sesuai keinginan hatiku, baru dibilang mempersulitmu.
Cepat.
Halo, Honghao.
Halo, Shen Mo.
Malam ini makan bareng.
Malam ini aku tidak bisa, lain kali saja.
Baik.
Kamu juga sudah dengar.
Tidak ada waktu.
Kalau begitu jika sudah buat janji, beritahu aku langsung.
Tenang saja.
Urusanmu pasti aku selesaikan.
Tidak seperti kamu, melakukan suatu hal begitu lambat.
Masih bilang bukan apa-apa,
demi seorang tetangga wanita,
bahkan teman baik diri sendiri juga dikhianati.
Aku pergi dulu.
Aku...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.